TERJEMAHAN TEKNIK RADIO “Frekuensi Modulasi dan Rangkaian Frekuensi Modulasi”

Kelompok 3:

1. RIZKY FIRDAUSI

(115514050)

2. GUSTAV MANDIGO A.R (115514051) 3. LILA LISTIYANI O (115514053)

4. MUHAMMAD SYARIF H (115514054)

Elkom 1 2011 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2013

BAB 4 FREKUENSI MODULASI

Tujuan Bab Ini Bab ini akan membantu Anda untuk: 1. Mendefinisikan dan menjelaskan proses dari Frequency Modulation (FM) dan Phasa Modulation (PM) dan menyebutkan perbedaannya. 2. Menghitung indeks modulasi yang diberikan dari deviasi maksimum dan frekuensi modulasi maksimum, Menentukan angka signifikan pada sidebands pada sinyal FM, dan menghitung lebar (bandwidth) dari sinyal FM. 3. Menentukan pre-emphasis dan de-emphasis, menyebutkan keuntungannya, dan menunjukan bagaimana mereka dicapai. 4. Menyebutkan keuntungan dan kerugian dari FM dan PM dibandingkan AM.

Modulasi adalah proses memodifikasi pembawa sesuai dengan sinyal informal untuk ditransmisikan. Gelombang pembawa biasanya adalah sebuah sinyal sinus yang berfrekuensi tinggi. Dalam memeriksa sebuah pembawa sinyal sinus, Anda dapat melihat dengan jelas 2 cara untuk memodifikasinya. Pertama, amplitudonya dapat dirubah. Dengan merubah

amplitudo menghasilkan AM. Pembawa lain yang dapat dirubah juga adalah frekuensi. Juga dimungkinkan untuk mempengaruhi sebuah pembawa informasi sinyal dengan merubah frekuensinya. Meskipun tidak terlihat secara jelas, karakteristik lainnya yang dapat dirubah adalah pergeseran fasanya. Dengan memvariasikan jumlah pergeseran fasa yang pembawa alami, informasi dapat dipengaruhi melalui pembawa.Inilah yang disebut dengan Phase Modulation (PM). Ternyata, pemvariasian pergeseran fasa pada pembawa dapat menghasilkan FM. Karena itu, antara FM dan PM erat kaitannya antara yang satu dengan yang lain. Keduanya secara kolektif disebut dengan tipe sudut modulasi. Karena FM pada umumnya lebih superior dari AM untuk performanya, FM digunakan secara luas di berbagai area komunikasi elektronik. Pada bab ini, kita akan memperkenalkan tentang dasar dari FM dan PM. Rangkaian untuk memproduksi FM dan PM dan frekuensi demodulator terdapat pada Bab 5. 4-1 Prinsip Frekuensi Modulasi Pada FM, amplitudo pembawa besarnya konstan, sementara frekuensi pembawa dirubah oleh sinyal modulasi. Sehubungan dengan bervariasinya formasi sinyal, pembawa frekuensi akan mengalami pergeseran proporsi. Sejalan dengan naiknya sinyal modulasi

amplitudo, pembawa frekuensi akan meningkat. Apabila amplitudo dari sinyal modulasi berkurang, pembawa frekuensi juga akan berkurang. Hubungan yang berkebalikan juga dapat diimplementasikan. Dengan mengurangkan sinyal modulasi maka akan menaikkan pembawa frekuensi diatas nilai tengahnya, sedangkan dengan menaikkan sinyal modulasi akan menurunkan pembawa frekuensi dibawah nilai tengahnya. Sejalan dengan sinyal modulasi amplitudo yang bervariasi, pembawa frekuensi bervariasi baik diatas atau dibawah dari nilai tengah frekuensi tanpa modulasi. Perubahan jumlah pada pembawa frekuensi dihasilkan oleh sinyal modulasi yang dikenal dengan deviasi frekuensi. Deviasi frekuensi maksimal terjadi ketika amplitudo sinyal modulasinya maksimal.

Frekuensi sinyal modulasi menentukan berapa kali per detik pembawa frekuensi mengalami deviasi baik diatas atau dibawah dari nilai tengah frekuensi.Apabila sinyal modulasi adalah 100 Hz sinyal sinus, maka pembawa frekuensi bergeser diatas atau dibawah dari pusat frekuensi 100 kali per detik. Inilah yang disebut dengan laju deviasi frekuensi.

Sebuah sinyal FM diilustrasikan pada gambar 4-1(c). Pada umumnya pembawa [gambar 4-1(a)] berbentuk gelombang sinus, tapi ditunjukkan dengan sinyal segitiga disini untuk memudahkan pengilustrasiannya. Tanpa sinyal modulasi yang dipakai, pembawa frekuensi adalah sinyal sinus yang memiliki amplitudo yang konstan pada nilai frekuensi konstan normal.

Modulasi sinyal informasi [(gambar 4-1(b)] adalah sinyal sinus berfrekuensi rendah. Karena sinyal sinus menjadi positif, frekuensi pembawa meningkat secara proporsional. Frekuensi tertinggi terjadi ketika pada puncak amplitudo dari sinyal modulasi. Sehubungan dengan berkurangnya modulasi sinyal amplitudo, pembawa frekuensi juga berkurang. Ketika sinyal modulasi tanpa amplitudo, pembawanya akan berada pada nilai tengah frekuensi.

Sekarang ketika sinyal modulasi menjadi negatif, pembawa frekuensi akan berkurang. Pembawa frekuensi akan selalu berkurang sampai mencapai puncaknya pada setengah lingkaran negatif dari modulasi sinyal sinus. Lalu karena sinyal modulasi menuju 0,

frekuensi akan naik kembali. Catatan pada gambar 4-1(c) bagaimana pembawa sinyal sinus terlihat “dikompres” dan lalu “dibentangkan” oleh sinyal modulasi.

Ketika sinyal modulasi bernilai negatif pergeseran fasa menjadi unggul. jumlah lag fasa menjadi naik sesuai dengan amplitudo dari sinyal modulasi. Apabila pembawa sinyal sinus yang amplitudo dan frekuensinya konstan diterapkan kepada penggeser fasa. Ini menyebabkan pembawa sinyal sinus menjadi bertambah cepat dengan lebih efektif atau dikompres.8 = 0. Delay bertambah sejalan dengan amplitudo sinyal modulasi. pembawa frekuensi akan berdeviasi antara 50.2 – 49.Anggap pembawa frekuensi besarnya 50 MHz. Keluarannya berupa sinyal PM. . Hasil keluarannya adalah apabila pembawa sinyal frekuensi konstan yang telah ditarik keluar atau frekuensinya diperkecil. bagaimanapun.2 MHz dan 49. Frekuensi dari sinyal modulasi menunjukan tingkatan deviasi frekuensi tapi tidak memiliki efek pada jumlah deviasi yang berfungsi sebagai amplitudo pada sinyal modulasi dengan ketat. Pada praktiknya. Lebih besar amplitudo dari sinyal modulasi. keluaran dari penggeser fasa akan menjadi sinyal PM. 4-2 Modulasi Phasa Cara lain untuk membuat sudut modulasi adalah dengan memvariasikan jumlah pergeseran fasa pada pembawa frekuensi yang konstan sesuai dengan sinyal modulasi. Ingat. lebih besar pula pergeseran fasanya. Asumsikanlah bahwa pergeseran positif sinyal modulasi menghasilkan pergeseran fasa tertinggal dan sinyal negatif menghasilkan pergeseran fasa terdepan. Ini menunjukkan bahwa ada variasi sinyal modulasi pada pembawa baik diatas atau dibawah nilai tengah frekuensi yang besarnya 200 kHz. Sehingga. Karena sinyal modulasi menjadi positif. Hasilnya adalah pembawa frekuensi yang telah dinaikkan. deviasi frekuensi ditunjukkan oleh jumlah pergeseran frekuensi dari pembawa diatas dan dibawah nilai tengah frekuensi. pergeseran fasa menunjukkan relasi waktu antara dua sinyal sinus yang memiliki frekuensi yang sama. deviasi frekuensi pada contoh diatas mengatakan kurang lebih 200 kHz. Bayangkan rangkaian modulator yang pada dasarnya memproduksi pergeseran fasa. Apabila puncak amplitudo dari sinyal modulasi mengakibatkan pergeseran frekuensi menjadi 200 kHz.4 MHz = 400 kHz. Asumsikan apabila kita dapat membuat pergeseran fasa yang mengakibatkan variasi pergeseran fasa dengan aplitudo dari sinyal modulasi.8 MHz. Total deviasi frekuensinya adalah 50. Artinya pembawa keluarannya mengalami delay.

Ketika amplitudo positifnya konstan (t2). deviasi frekuensi maksimal dihasilkan oleh modulator fasa yang terjadi ketika waktu sinyal modulasi berubah pada tingkat paling cepat. Berbeda sekali. Itu merupakan sinyal segitiga yang puncak positif dan negatifnya telah dipotong pada amplitudo yang telah ditentukan. maka bisa dikatakan dengan FM tidak langsung. Anda dapat melihatnya melalui gambar 4-2(c). Ketika sinyal modulasi diterapkan kepada penggeser fasa. keluaran frekuensinya akan berubah hanya pada sat amplitudo dari sinyal modulasi bervariasi besarnya. Keluaran dari penggeser fasa akan disederhanakan menjadi pembawa frekuensi yang telah bergeser fasanya. . Tingkat maksimal dari perubahan tegangan modulasi terjadi tepatnya pda saat berada ditengah. Ketika t5. Ini menggambarkan dengan jelas apabila variasi frekuensi mengambil tempat hanya jika sinyal modulasi amplitudonya bervariasi. Menerapkan sinyal modulasi ini kepada frekuensi modulator akan menghasilkan sinyal seperti yang ditunjukkan pada gambar 4-2(b). frekuensi tetap konstan pada frekuensi rendah. dan t5). FM hanya diproduksi selama pergeseran phasa bervariasi. ketika amplitudo konstan mancapai puncak positif dan negatif tanpa frekuensi merubah tempat yang didapat. Selama peningkatan atau pengurangan amplitudo (t1. Merujuk pada PM sinyal pada gambar 4-2(c). Untuk modulasi sinyal gelombang sinus. berakibat pada berubahnya pembawa frekuensi. Dengan kata lain. besarnya frekuensi naik. Maka. frekuensi yang bervariasi akan dihasilkan. ketika amplitudo konstan pada giliran negatif (t4). Salah satu cara untuk memahami ini lebih baik adalah dengan mengasumsikan sinyal modulasi seperti yang ditunjukkan pada gambar 4-2(a) dihalaman selanjutnya. Karena FM diproduksi oleh PM. Bagaimanapun. keluaran frekuensi Fmnya konstan. Ternyata. frekuensi juga menaik. besar sinyalnya 0 sehingga pembawa berada pada frekuensi tengah. Pada saat t0. Penting untuk dicatat bahwa dinamika alam dari sinyal modulasi mengakibatkan variasi frekuensi pada keluaran pergeseran fasa. Karena jumlah pergeseran fasanya bervariasi. Selama nilai amplitudo berkurang dan mengarah ke negatif (t3). t3. frekuensi akan berkurang. catat bahwa pada gelombang FM. Selama bentuk sinyal menaik (t1). tingkat perubahan dari sinyal modulasi paling besar ketika perubahan gelombang modulasi berubah dari positif ke negatif atau dari negatif ke positif.Modulasi Fasa menghasilkan modulasi frekuensi.

nilai maksimal lebih dahulu atau tertinggal perfeseran fasa terjadi pada puncak amplitudo dari sinyal modulasi. kebanyakan yang digunakan adalah FM. ini mengimbangi oleh amplitudo dari sinyal modulasi yang lebih rendah yang akan menghasilkan pergeseran fasa yang lebih kecil dan deviasi frekuensi yang lebih kecil. Pada FM. Meskipun FM dan PM digunakan secara umum pada sistem komunikasi. pembawa deviasi frekuensi sejalan dengan frekuensi modulasi dan amplitudo. Hubungan antara pembawa deviasi dan karakteristik sinyal modulasi tampak pada gambar 4-3. deviasi maksimal terjadi pada puncak amplitudo positif dan negatif dari sinyal modulasi. Pada FM. Untuk membuat PM kompatibel dengan FM. Pasti. Lebih cepat tegangan sinyal modulasi bervariasi. Hasilnya adalah keluaran yang sama dengan sinyal FM. Karena itu. Jaringan ini mengimbangi pada keluaran deviasi frekuensi yang disebabkan oleh frekuensi modulasi yang lebih tinggi. Memanggil kembali yang telah kita katakan apabila deviasi frekuensi pada keluaran dari penggeser fasa tergantung pada tingkat perubahan pada sinyal modulasi. Lalu pada PM. kita harus mengimbangkan untuk deviasi yang dihasilkan oleh perubahan frekuensi pada sinyal modulasi. Pada PM. .deviasi maksimal terjadi pada puncak positif dan negatif amplitudo dari tegangan modulasi. pada umumnya lebih pendek periodenya dan lebih cepat perubahan tegangannya. Lebih tinggi frekuensi modulasi sinyal. ini tidak relevan karena kedua sinyal FM dan PM mengandung informasi yang sama dan ketika didemodulasi akan menghasilkan sinyal modulasi yang asli. Pada FM. Jadi meskipun sebuah modulator fasa memang memproduksi FM. Ini adalah low-pass filter menyebabkan modulasi frekuensi lebih tinggi dilemahkan pada amplitudo. lebih cepat juga deviasi frekuensi yang dihasilkan. FM dihasilkan oleh modulator fasa yang disebut dengan indirect FM atau FM tidak langsung. deviasi frekuensi dihasilakn pada PM naik sesuai dengan frekuensi dari sinyal modulasi. Alasannya karena oscillator kristal dengan akurasi frekuensi yang lebih tinggi dan stabil dapat digunakan untuk menghasilkan pembawa. Ini digambarkan pada gambar 4-4. deviasi frekuensi sesuai hanya dengan amplitudo dari sinyal modulasi tanpa memperhatikan frekuensi. deviasi maksimal terjdi pada titik yang berbeda pada sinyal modulasi. Meskipun frekuensi modulasi lebih tinggi akan menghasilkan tingkat perubahan yang lebih tinggi dan deviasi frekuensi yang lebih tinggi. Semakin tinggi sinyal moudlasi memproduksi lebih banyak pergeseran fasa yang menghasilkan lebih besar deviasi frekuensi.

spektrum dari sinyal FM / AM biasanya lebih luas daripada sinyal AM . kebanyakan modulator fasa adalah penyederhana untuk mengimplementasi daripada modulator frekuensi. Di FM dan PM pula.oscillator kristal pada umumnya tidak dapat mengalami modulasi frekuensi lebih dari jarak yang telah ditentukan. . Perhatikan bahwa sidebands diberi jarak dari fc pembawa dan diberi jarak dari satu sama lain dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi modulasi fm. atau 1 KHz. dan menghasilkan dua frekuensi sisi . Perhatikan bahwa sidebands diberi jarak dari operator dengan gelombang sinus frekuensi tunggal. Lebih jauh. Anda dapat melihatnya ketika mempraktikkan rangkaian FM dan PM yang didiskusikan di bab 4.Sebuah sinyal FM khusus juga dapat dihasilkan. Perlu diingat bahwa sinyal FM konstan dengan amplitudo. Frekuensi sisi adalah penjumlah dan selisih dari pembawa dengan frekuensi modulasi. maka sinyal FM akan memproduksi sideband. Gambar 4-5 menunjukkan contoh dari spektrum sinyal FM khusus yang dihasilkan oleh modulasi pembawa dengan gelombang sinus frekuensi tunggal. ketika gelombang sinus konstan maka frekuensi memodulasikan carrier. jumlah dan selisih frekuensi sidebands yang dihasilkan sama. Jika frekuensi modulasi bernilai 500 Hz. tentu saja. Pasangan pertama sideband diatas dan dibawah operator dengan 500Hz. Seperti yang Anda lihat di AM. deviasi frekuensi akan berubah. Akibatnya. dan sebagainya. Selain itu. 4-3 SIDEBANDS DAN INDEKS MODULASI Setiap proses modulasi menghasilkan sidebans. Jika setiap sideband diasumsikan gelombang sinus dengan frekuensi dan amplitudo seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4-5 dan semua gelombang sinus ditambahkan bersama-sama. Bagaimanapun. jumlah teori yang tak terbatas tentang sepasang sidebands atas dan bawah juga banyak dijabarkan. Sebagai amplitudo dari sinyal modulasi bervariasi. maka Anda dapat melihat bahwa amplitudo sideband harus bervariasi dengan deviasi frekuensi dan frekuensi modulasi jika jumlah mereka adalah untuk menghasilkan sinyal amplitudo tetap dan FM. Jika sinyal FM adalah penjumlahan dari frekuensi sidebands. Perhatikan juga bahwa amplitudo dari sideband bervariasi. Jumlah sidebands dihasilkan amplitudo dan jarak mereka tergantung pada deviasi frekuensi dan frekuensi modulasi. oscillator kristal dapat mengarahkan modulator fasa yang dapat menghasilkan FM yang diinginkan. Pasangan kedua sidebands berada di atas dan di bawah operator dengan 2 x 500 Hz = 1000 Hz.

Maka nilai Indeks modulasinya Dalam sistem komunikasi kebanyakan menggunakan FM. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Anda dapat menghitung jumlah amplitude signifikan dari sidebands. Dimana fd adalah deviasi frekuensi dan fm adalah frekuensi modulasi. asumsikan nilai deviasi frekuensi maksimum pembawa ± 25 KHz sedangkan frekuensi modulasi maksimum adalah 10 KHz. Sebagai contoh.Meskipun proses FM menghasilkan jumlah nilai sidebands atas dan bawah tak terbatas . dalam standar penyiaran FM. batas maksimum diletakkan pada kedua frekuensi deviasi dan frekuensi modulasi. hanya mereka dengan amplitudo terbesar yang signifikan dalam membawa informasi. hal ini jelas mempersempit bandwidth sinyal FM. Mengetahui rumus indeks modulasi. jumlah sideband signifikan dan amplitudo tergantung pada jumlah deviasi frekuensi dan frekuensi modulasi. deviasi frekuensi maksimum yang diizinkan adalah 75 KHz. sedangkan frekuensi modulasi maksimum diizinkan adalah 15 KHz. Sebagai contoh. Biasanya setiap sideband yang amplitudonya kurang dari 1 persen dari pembawa tidak dimodulasikan dan dianggap tidak signifikan. Perhitungan matematis ini berada di luar lingkup penjalasan ini. Secara umum. Akibatnya. tidak perlu untuk diketahui bagaimana membuat perhitungan sebagai . Hal ini menghasilkan nilai indeks modulasi Setiap kali frekuensi deviasi maksimum dan frekuensi modulasi maksimum yang digunakan dalam menghitung indeks modulasi m dikenal sebagai rasio modulasi. Hal ini dilakukan secara proses matematis yang kompleks yang dikenal sebagai fungsi Bessel. Rasio deviasi frekuensi ke frekuensi modulasi dikenal sebagai indeks modulasi m.

Pembawa tidak dimodulasikan sebagai amplitudo relatif dari 1. Seperti yang Anda lihat.fungsi Bessel telah dihitung dan ditabulasi. Setiap sideband dengan amplitudo pembawa. BW = 2 N fm max Dimana N adalah jumlah sidebands signifikan.0.01) yang telah dieliminasi. Sebuah contoh diberikan dalam gambar 4-6. Kolom kiri memberikan indeks modulasi. 4-6. Bandingkan. Lebar Bandwidth dapat ditentukan dengan rumus sederhana. relatif kurang dari 1 persen (0. Dengan menggunakan rumus di atas dan mengansumsikan nilai frekuensi modulasi tertinggi 2. Total bandwidth dari sinyal FM dapat ditentukan dengan mengetahui indeks modulasi dengan menggunakan tabel pada Gambar. bandwidth dari sinyal FM yaitu.5 KHz. . Ketika konservasi spektrum diperlukan bandwidth dari sinyal FM dapat disengaja digeser dengan menempatkan batas atas indeks modulasi.5 KHz maka akan menempati bandwidth 20 KHz. Perhatikan bahwa beberapa pembawa dan amplitudo sideband memiliki tanda-tanda negatif. untuk berbagai indeks modulasi. Hal ini berarti. Misalnya. Dengan beberapa nilai indeks modulasi. bahwa sinyal amplitudo hanya bergeser pada fase 180o (inversi fase). dengan modulasi pembawa menurun sedangkan dari sidebands amplitudo mengalami peningkatan. operator bisa dihilangkan sepenuhnya. Semakin tinggi indeks modulasi. Gambar 4-7 pada halaman berikutnya menunjukkan beberapa contoh dari spektrum sinyal FM dengan indeks modulasi yang berbeda. BW = 2 (2. misalnya dengan memasukkan nilai dalam tabel Gambar. maka semakin lebar bandwidth sinyal FMnya. spektrum dari sinyal FM bervariasi dalam bandwidth tergantung pada indeks modulasinya.4-6. Kolom yang tersisa menunjukkan pasang berbagai sidebands.5) (4) = 20 KHz Sinyal FM dengan nilai index modulasi 2 dan frekuensi modulasi tertinggi 2. anggaplah nilai indeks modulasi 2 yand dimasukkan dalam tabel. Anda dapat melihat bahwa hal ini menghasilkan empat pasang sidebands yang signifikan.

. Anda dapat melihat bahwa Carson memberikan bandwidth yang lebih kecil.5 KHz) = 2 (7. persentase modulasi adalah rasio amplitudo dari sinyal modulasi dengan amplitudo dari carrier. Ini berarti nilai sidebandnya 0. Hal ini. Aturan Carson dinyatakan dengan rumus. Pada Gambar. indikator persentase yang digunakan dalam modulasi AM tidak ada artinya. jika rangkaian atau sistem memiliki bandwidth (per aturan Carson). Kondisi seperti tidak terjadi pada FM atau PM. Untuk alasan praktis konservasi spektrum dan kinerja penerima. selanjutnya meningkatkan indeks modulasi yang hanya menghasilkan sidebands lebih signifikan dan bandwidth yang lebih luas. maka lebar bandwidth bisa dihitung dengan menggunakan rumus BW = 2 (5KHz +2. akan diteruskan untuk memastikan jelas sinyal penuh informasi. meningkatkan amplitudo atau frekuensi dari sinyal modulasi tidak akan menyebabkan modulasi berlebihan atau distorsi.5 KHz. 4-6.akan.5 KHz) = 15 KHZ Membandingkan dengan bandwidth yang dihitung dalam contoh sebelumnya. Dimisalkan nilai fd max adalah deviasi frekuensi maksimum 5 KHz dan frekuensi modulasi maksimum 2. daya sideband yang cukup. rasionya adalah 1 dan kami mengatakan bahwa 100 persen modulasi terjadi. maka modulasi akan lebih dan distorsi. Karena amplitudo pembawa tetap konstan selama modulasi FM dan dengan PM. Selanjutnya. Meningkatkan amplitudo sinyal modulasi hanya meningkatkan frekuensi deviasi. BW = 2 (fd max + fm max) Dalam rumus tersebut. Telah ditentukan bahwa.02 atau lebih.Cara alternatif untuk menghitung bandwidth sinyal FM adalah dengan menggunakan aturan Carson. rasio deviasi frekuensi maksimum diizinkan untuk frekuensi modulasi frekuensi maksimum yang disebut sebagai rasio deviasi. Seperti yang ditunjukkan pada penjelasan sebelumnya. biasanya ada beberapa batas mengenakan deviasi frekuensi atas dan frekuensi modulasi atas. Pada AM. jumlah atau tingkat modulasi biasanya dinyatakan sebagai persentase modulasi. Seharusnya sinyal amplitudo modulasi menjadi lebih besar dari amplitudo pembawa.terjadi. Ketika keduanya memiliki faktor yang sama. Aturan ini hanya mempertimbangkan kekuatan di sideband paling signifikan yang amplitudonya lebih besar dari 2 persen dari carrier.

5 KHz yang cukup tinggi untuk transmisi suara. lebih banyak pasang sidebands yang akan diproduksi dan bandwidth sinyal mungkin berlebihan. Ini adalah berdekatan dengan saluran lain yang mengandung stasiun lain.Pada saluran TV Audio siaran disalurkan oleh FM dengan nilai Deviasi maksimum adalah 25 KHz. Dalam standar komunikasi dua arah radio mobile yang menggunakan FM. kurang dari 100 persen adalah maka persentase modulasi yang diadakan penting. Jika penyimpangan diizinkan untuk melebihi batas maksimal. deviasi maksimum yang diizinkan adalah 75 KHz. Jika sinyal modulasi hanya menghasilkan deviasi maksimum 60 KHz. Frekuensi modulasi atas biasanya terbatas pada 2..rasio. dan frekuensi modulasi maksimum adalah 15 KHz. Hal ini dapat menyebabkan gangguan saluran yang tidak diinginkan . Perlu diingat. didalam penyiaran komersial FM. deviasi maksimum yang diijinkan biasanya 5 KHz. maka persentase FM modulasi adalah Persentase modulasi FM = = = 80 % Ketika penyimpangan maksimum yang ditetapkan. Ini menghasilkan deviasi rasio Deviasi maksimum dapat digunakan dalam rasio dengan deviasi operator sebenarnya untuk menghasilkan persentase modulasi untuk FM. Alasannya. Ini menghasilkan deviasi. bahwa stasiun FM beroperasi di saluran frekuensi yang ditugaskan.

informasi. Manfaat utama dari FM dibanding AM adalah kekebalan kebisingan yang diunggulkan. Pada dasarnya kebisingan adalah variasi dari amplitudo. Karena tindakan pemotongan dari sirkuit pembatas. efek ganggauan terjadi ketika dua atau lebih sinyal FM terjadi secara bersamaan pada frekuensi yang sama. Jika sinyal dari yang satu lebih dari dua kali amplitudo dari . Karena itu. 4-8 adventages dan disadventages dari FM dibandingkan AM. Ini tidak mengurangi isi informasi dari sinyal FM karena didalamnya terdapat variasi frekuensi pembawa. sinyal FM. secara efektif terpotong.melenyapkan. Keunggulan dan kelemahan dari FM bila dibandingkan dengan AM dirangkum dalam tabel. FM biasanya menawarkan beberapa manfaat yang signifikan atas AM. Setiap Variasi amplitudo yang terjadi pada sinyal FM.sinyal. FM dianggap unggul dibandingkan AM. Mari kita pertimbangkan masing-masing secara lebih. motor. No 1 Keunggulan Meredam noise lebih baik Menolak sinyal pengganggu karena adanya "efek penangkapan" Efisiensi pemancar yang lebih baik Kelemahan penggunaan ruang spectrum yang berlebih sirkuit yang lebih kompleks dan mahal 2 3 Gambar. 4-8. kebisingan adalah gangguan terhadap sinyal yang dihasilkan oleh petir. Di sisi lain. memiliki amplitudo pembawa yang konstan. Manfaat utama lain dari FM adalah bahwa sinyal pengganggu pada frekuensi yang sama akan ditolak secara efektif.rinci. penerima FM mengandung sirkuit terbatas yang disengaja untuk membatasi amplitudo dari sinyal yang diterima.4-4 FREKUENSI MODULASI AMPLITUDO VERSUS MODULASI Secara umum. Kebisingan tersebut merupakan lonjakan sempit antara tegangan dengan kandungan frekuensi yang sangat tinggi. dan saluran listrik yang menghasilkan transien. Karena sinyal pembatas dikuatkan ke penerima FM. Mereka menambahkan sinyal yang cukup kuat dan mereka dapat. . sistem pengapian otomotif. Meskipun kedua sinyal modulasi ini cocok untuk menstransmisikan informasi satu tempat ke tempat lain dan keduanya sama-sama mampu memberikan kejelasan informasi yang disampaikan . noise hampir sepenuhnya dihilangkan.

Ketika kedua sinyal AM menempati frekuensi yang sama.diperjelas. itu masih akan terdengar di bagian akhir. Dalam sistem komunikasi suara. Anda mungkin pernah mengalami efek ini pada diri Anda saat mendengarkan radio FM di mobil Anda. sinyal kuat pada akhirnya akan mendominasi yang lemah tidak terdengar sama sekali satu saluran. terutama suara. saat mengemudi di jalan raya. Namun.yang lain. meskipun sinyal lemah tidak akan diperjelas. namun. pada umumnya kedua sinyal akan terdengar terlepas dari penguat sinyal relative. Anda mungkin mendengarkan stasiun yang kuat pada frekuensi tertentu. Suara itu masih diperjelas meskipun keterbatasan bandwidth. Karena kebisingan. Anda mungkin mulai mengambil sinyal dari stasiun lain pada frekuensi yang sama. satu sinyal akan lebih kuat dari yang lain. Setelah saluran telepon memotong di 3 KHz dan . Hal ini berlaku untuk komponen frekuensi tinggi dalam sinyal modulasi. bandwidth dari sinyal modulasi sengaja dibatasi maksimum sekitar 3 KHz. efek penangkapan memungkinkan sinyal yang lebih kuat untuk mendominasi sedangkan sinyal. sinyal penguat akan "menangkap" saluran dan sinyal lemah akan dihilangkan. tentunya sinyal yang kuat akan diperjelas. terutama lonjakan isi energy tinggi dari sinyal modulasi. Anda menjauh dari stasiun. kebisingan masih mengganggu sinyal FM. di beberapa titik. berada pada frekuensi yang lebih rendah. lemah campur dikenal sebagai efek penangkapan di FM. Ketika kekuatan sinyal dari sinyal AM hampir sama. mereka akan mengganggu satu sama lain dan membuat keduanya hampir tidak dapat diperjelas. Ketika sinyal keduanya kurang amplitudo yang sama. ketika penguatan dari dua sinyal FM mulai sama. Pada titik tertentu. Anda akan mendengar satu stasiun mendominasi dan dari yang lain sebagai variasi amplitudo sinyal selama anda mengemudi . Namun. tetapi saat Anda berkendara. Di lain waktu.lemah. Pada beberapa waktu.dihilangkan. Hal ini menyebabkan bentuk distorsi frekuensi yang dapat membuat sinyal. dan itu akan menangkap saluran. efek penangkapan dapat menyebabkan sinyal untuk didominas secara bergantian di frekuensi. Pada FM. dan sinyal lainnya akan menangkap saluran. Terlepas dari fakta bahwa FM memiliki kualitas suara penolakan unggul. kekuatan sinyal akan mundur. Sebagian besar isi dari sinyal modulasi. Ketika satu sinyal AM secara signifikan lebih kuat dari yang lain.

maka komponen frekuensi tinggi harus dilalui. Alasannya seperti bandwidth yang luas dalam fideliti system suara tinggi . 4-9 (b). Rangkaian pra-penekanan juga memiliki frekuensi atas fu di mana peningkatan sinyal mendatar. 4-9 (b). Setiap kombinasi resistor dan kapasitor (atau resistor dan induktor) memberikan waktu konstan secara tepat. Misalnya.penjelasan. Frekuensi atas dihitung dengan ekspresi . Untuk mengatasi masalah ini. Biasanya. alat musik biasanya menghasilkan sinyal pada frekuensi rendah tetapi mengandung harmonik tingkat yang lebih rendah. komponen frekuensi yang tinggi dari amplitudo yang lebih rendah.menghancurkannya. Sirkuit pra-penekanan ini meningkatkan kandungan energi yang lebih tinggi dari frekuensi sinyal sehingga mereka akan cenderung menjadi lebih kuat daripada kebisingan komponenfrekuensi tinggi. musik akan sangat terdistorsi oleh bandwidth yang sempit karena mengandung komponen frekuensi tinggi yang diperlukan untuk fidelity yang tinggi.. Pada transmitter. banyak yang memberi mereka suara yang unik.fideliti. Jika suara unik mereka harus dipertahankan.dan.memberikan kualitas suara yang baik. Seperti pada rangkaian frekuensi cutoff dari 2. 4-9 (a).kebisingan. Spesifikasi mendektifikasi t waktu yang konstan dari 75 mikrodetik (mikrodetik) dimana t = R1C. Namun.122 Hz fco akan ditingkatkan secara linear. Karena komponen frekuensi tinggi berada pada tingkat yang sangat rendah. Amplitudo keluaran meningkat dengan frekuensi pada tingkat 6 dB per oktaf. Lihat Gambar. kebanyakan sistem FM menggunakan teknik yang dikenal sebagai pra-penekanan yang membantu mengimbangi masalah kebisingan frekuensi yang tinggi. Bentuk paling sederhana seperti sirkuit filter high-pass sederhana dari jenis yang ditunjukkan pada Gambar.dapat. Hal ini meningkatkan rasio signal-to-noise dan meningkatkan. meskipun sinyal modulasi dilewatkan melalui jaringan sederhana untuk menguatkan komponen frekuensi tinggi. bagaimanapun. Kurva pra-penekanan ditunjukkan pada Gambar.

Efek gabungan dari pra-penekanan dan depenekanan adalah untuk meningkatkan komponen-komponen frekuensi tinggi selama transmisi sehingga mereka akan menjadi lebih kuat dan tidak ditutupi oleh kebisingan. Pemancar AM harus menghasilkan RF yang sangat tinggi dan kekuatan sinyal modulasi. modulasi dimana penguat kelas C digunakan sebagai tahap akhir dan daya RF dimodulasi oleh penguat modulasi daya tinggi. sinyal FM selalu dihasilkan pada tingkat yang lebih rendah dan kemudian diperkuat oleh serangkaian amplifier kelas C untuk meningkatkan kekuatan mereka.4-8. oleh karena itu. Sinyal FM sebagai amplitudo konstan. penguat linier harus digunakan jika informasi. dan.122 Hz dan menyebabkan sinyal di atas frekuensi ini menjadi dilemahkan pada tingkat 6 dB per oktaf. namun kelemahan itulah yang akan membuat FM beresiko dalam beberapa aplikasi. Akibatnya. rangkaian prapenekanan harus digunakan pada penerima. Lihat Gambar 4-9 (c). Sinyal AM dihasilkan pada tingkat yang lebih rendah dan kemudian diperkuat dengan amplifier linier untuk menghasilkan sinyal RF akhir. Karakteristik Sebuah fu lebih besar dari 30 KHz. Untuk mengembalikan respons frekuensi ke tingkat normal. Selain itu. Namun. tingkat rendah modulasi harus digunakan. dengan harga yang sangat tinggi daya tingkat yang besar akan membuat penguat modulasi tidak praktis. Karena amplifier linier mengoperasikan kelas A atau kelas B. Meskipun keuntungan dari FM umumnya lebih besar daripada kelemahannya. pra-penekanan pada pemancar adalah persis diimbangi dengan sirkuit de-penekanan pada penerima. Ingatlah bahwa AM dapat diproduksi oleh kedua teknik modulasi tingkat rendah dan tingkat tinggi. Dalam kondisi seperti itu. Sebuah keunggulan ketiga dari FM dibandingkan AM adalah dalam efisiensi transmisinya . Mungkin kelemahan terbesar FM adalah hanya .AM. 4-9 (d). fitur cutoff dari 2. Kurva respon ditunjukkan pada Gambar.tetap. Yang paling efektif adalah tingkat tinggi. Hasilnya adalah penggunaan yang lebih besar dari daya yang tersedia karena penguat kelas C jauh lebih efisien. Lihat lagi ke Gambar. maka jauh lebih efisien dibandingkan dengan penguat kelas C. tidak perlu menggunakan amplifier linear untuk meningkatkan tingkat daya. Ini adalah filter low-pass sederhana dengan waktu konstan 75 mikrodetik. Bahkan.dipertahankan. memberikan respon frekuensi normal.Hal ini biasanya ditetapkan di beberapa nilai yang sangat tinggi di luar jangkauan audio.

Kerugian utama lainnya dari FM adalah bahwa sirkuit yang digunakan untuk modulasi dan demodulasi biasanya jauh lebih kompleks daripada AM. Hal ini biasanya disebut sebagai FM narrowband (NBFM).67. UHF dan microwave. Bahkan. biasanya hanya digunakan pada frekuensi yang sangat tinggi. Biasanya sirkuit lebih komplek akan lebih sulit untuk merancang dan menyesuaikan daripada rangkaian sederhana untuk modulasi amplitudo dan demodulasi. Kerugian ini biasanya diimbangi dengan peningkatan biaya dan kompleksitas. Hal Ini berarti bahwa jangkauan komunikasinya terbatas. jarang digunakan dalam komunikasi dibawah frekuensi 30 MHz. . Meskipun indeks modulasi tetap rendah untuk meminimalkan bandwidth yang digunakan. Sejak FM menempati bandwidth yang begitu banyak. Selanjutnya pengurangan indeks modulasi juga dapat mengurangi kekebalan kebisingan dari sinyal FM. Ini menghasilkan rasio penyimpangan 5/3 = 1. deviasi maksimum yang diizinkan adalah 5 KHz dengan frekuensi modulasi maksimum 3 KHz. Bandwidth dari sinyal FM jauh lebih luas daripada sinyal AM transmisi serupa. namun bandwidth biasanya lebih besar dari sinyal AM. Hal ini juga membuat biaya sirkuit FM lebih tinggi dari rangkaian AM. Hanya saja dalam bagian dari spektrum di mana bandwidth yang memadai tersedia untuk sinyal FM dan di mana garis jangkauan transmisi digunakan secara umum. Kebanyakan komunikasi FM bekerjaan pada frekuensi VHF.menggunakan spektrum ruang terlalu banyak. Dalam komersial dua arah sistem radio FM.

pembawa yang dihasilkan oleh salah satuLC atau sirkuit osilator kristal. dalam osilator LC. kekuatan potensial eksternal lubang dan elektron menuju persimpangan di mana mereka menggabungkan dan . komponen yang paling sering digunakan dalam aplikasi ini adalah varactor atau tegangan-variabel kapasitor (VVC). komponen ini pada dasarnya adalah sebuah persimpangan semikonduktor dioda yang dioperasikan dalam mode bias cadangan. itu bertindak seperti isolator tipis yang mencegah arus mengalir melalui perangkat. perlu diingat bahwa rangkaian setara kristal merupakan rangkaian LCR dengan kedua seri dan poin resonansi paralel. lihat gambar 5-1 (a). beberapa elektron dalam materi melayang N-type lebih dalam ke materi P-jenis dan menetralisir lubang di sana. jika Anda menerapkan bias maju pada dioda. atau elektron terbentuk. ketika dioda junction terbentuk. oleh karena itu. variasi kecil dalam frekuensi operasi dapat obetained. ini disebut daerah penipisan.frekuensi carrier.1 frekuensi modulator konsep dasar FM adalah untuk merubah frekuensi pembawa sesuai dengan sinyal modulasi. juga dikenal sebagai dioda kapasitansi variabel atau varicap. frekuensi pembawa ditetapkan oleh nilai-nilai induktansi dan kapasitansi dalam rangkaian disetel. lihat gambar 5-1 pada halaman berikutnya. akan melakukan. P-dan Nsemikonduktor tipe yang bergabung untuk membentuk persimpangan. lubang.BAB 5 RANGKAIAN FREKUENSI MODULASI 5. dapat diubah dengan memvariasikan baik induktansi ini atau kapasitansi. frekuensi ditetapkan oleh kristal. sehingga wilayah tipis di mana ada tidak ada operator gratis. saat pembawa dihasilkan oleh osilator kristal. lagi tujuannya adalah untuk menemukan rangkaian atau komponen yang kapasitansi akan berubah dalam menanggapi sinyal modulasi. idenya adalah untuk menemukan rangkaian atau komponen yang mengubah tegangan modulasi menjadi perubahan yang sesuai pada kapasitansi atau induktansi. Namun. objek kemudian adalah untuk menemukan cara untuk mengubah frekuensi osilasi. dengan menghubungkan sebuah kapasitor eksternal untuk kristal.

efek seolah-olah D1 terhubung derectly seluruh rangkaian disetel. semua dioda junction pameran ini karakteristik kapasitansi variabel sebagai bias reverse berubah. lapisan deplesi hanya menghilang. dan. karena itu. Kapasitor variabel tegangan dibuat dengan berbagai nilai kapasitansi. lebar ini modus deplesi tergantung pada jumlah bias terbalik. jika reverse bias tinggi. Akibatnya. Gambar menunjukkan 5-2 kurva untuk dioda yang khas. Namun. dioda tersebut dibuat sehingga variasi kapasitansi adalah sebagai lebar dan linear mungkin. varactors atau VVCs telah dirancang untuk mengoptimalkan ini karakteristik khusus. sedangkan daerah penipisan bertindak sebagai lebar dielectric. luas lapisan deplesi dan semakin sedikit kesempatan untuk aliran arus. ketika C2 dihubungkan secara seri dengan kapasitansi yang lebih rendah dari D1.menyebabkan arus kontinu dalam dioda maupun eksternal. jumlah kapasitansi. kapasitansi turun menjadi 20 Pf. Varactor dioda D1 adalah conected secara seri dengan kapasitor C2 seluruh rangkaian disetel. dan. The L1 dan C1 merupakan sirkuit tuned dari osilator pembawa. Sebuah kapasitansi maksimum 80 pF diperoleh pada 1 V. bahan-P dan N-type bertindak sebagai dua piring kapasitor. Rentang variasi kapasitansi dapat setinggi 12 ke 1. Dengan 60 V diterapkan. penurunan jumlah bias reverse mempersempit daerah penipisan. bias sebenarnya meningkatkan lebar lapisan deplesi. jika bias cadangan eksternal diterapkan dioda seperti pada gambar 5-1 (c). menghasilkan nilai yang rendah dari kapasitansi. kisaran 4 sampai 1. karena itu. dioda junction terbalik bias tampaknya menjadi kapasitor kecil.the dari lapisan deplesi determinies lebar dielektrik. semakin tinggi bias terbalik. Gambar 5-3 menunjukkan konsep dasar dari sebuah modulator frekuensi varactor. Rentang operasi biasanya terbatas pada bagian tengah kurva linear. Nilai C2 dibuat sangat besar pada frekuensi operasi sehingga reaktansi sangat rendah. lihat gambar 5-1 (b). Sebagian besar unit memiliki kapasitansi nominal dalam kisaran 1 sampai 200 pF. piring dari kapasitor akan efektif lebih dekat bersama-sama dan menghasilkan kapasitansi yang lebih tinggi. tidak ada arus akan mengalir. daerah penipisan akan lebar dan dielektrik akan menyebabkan pelat kapasitor secara luas spasi. Kapasitansi total rangkaian efektif maka adalah .

Dengan demikian tegangan efektif diterapkan pada D1 menyebabkan kapasitansi bervariasi. Masalah utama dengan sirkuit dalam gambar 5-3 adalah bahwa sebagian besar LC osilator hanya tidak cukup stabil untuk memberikan sinyal pembawa. variasi sirkuit tegangan. Hal ini dimungkinkan untuk bervariasi frekuensi osilator kristal dengan mengubah nilai kapasitansi dalam seri atau paralel dengan kristal. . pada gilirannya. Dengan membuat kapasitor seri dioda varactor. dikendalikan oleh dua faktor: bias dc tetap dan sinyal modulasi. Akibatnya. Sinyal modulasi diterapkan pada varactor dioda D1 yang mengubah frekuensi osilator. Sinyal modulasi yang berasal dari mikrofon diperkuat dan diterapkan pada modulator. C3 adalah kapasitor memblokir yang membuat bias dc keluar dari sirkuit sinyal modulasi. tentu saja. tetapi juga stabilitas frekuensi mereka lebih unggul pada rentang temperatur yang luas. Hal ini. meningkatkan kapasitansi dan mengurangi frekuensi pembawa. osilator kristal biasanya digunakan untuk mengatur frekuensi pembawa. Seperti dalam stabilitas tidak dapat ditoleransi di paling modern sistem komunikasi elektronik. Sebuah negatif akan sinyal pada A substracts dari bias. Meskipun kualitas komponen dan keunggulan desain. Kapasitansi D1.kapasitansi dari D1 secara paralel dengan C1. Ketika nilai kecil kapasitansi dihubungkan secara seri dengan kristal. Ini akan memperbaiki frekuensi pembawa pusat. frekuensi modulasi dari osilator kristal dapat dicapai. menghasilkan deviasi frekuensi pembawa yang diinginkan. Dalam gambar 5-3. itu menambah dan substracts dari tegangan bias tetap. bias pada D1 diatur oleh pembagi tegangan yang terdiri dari R1 dan R2. RFC adalah frekuensi radio yang tercekik reaktansi yang tinggi pada frekuensi pembawa untuk mencegah sinyal pembawa dari masuk ke sirkuit sinyal modulasi. dan faktor-faktor lainnya. Sebagai sinyal modulasi bervariasi. Osilator Crystas tidak hanya memberikan frekuensi pembawa yang sangat akurat. frekuensi osilator LC akan bervariasi karena perubahan suhu. Biasanya baik R1 atau R2 dibuat variabel sehingga frekuensi pembawa pusat dapat disesuaikan pada kisaran sempit. frekuensi kristal dapat "ditarik" sedikit dari frekuensi resonan alami. Gambar 5-4 pada halaman berikutnya menunjukkan osilator kristal yang khas. Sinyal modulasi diterapkan melalui C3 dan RFC. Sebuah sinyal akan positif pada titik A menambah bias terbalik. penurunan kapasitansi dan meningkatkan frekuensi pembawa.

R3 adalah bias emitor resistor yang dilewati dengan kapasitor C3. Misalnya menganggap bahwa frekuensi output yang diinginkan dari pemancar FM adalah 168 MHz dan carrier yang dihasilkan oleh 7-MHz osilator kristal. Asumsikan lebih lanjut bahwa deviasi maksimum frekuensi yang diinginkan adalah 5 kHz. Sebuah modulator reaktansi diilustrasikan pada Gambar 5-5.8 kHz. Bila dikalikan dengan faktor 24 di sirkuit frekuensi multiplier. Deviasi yang lebih besar bisa kita dapatkan dengan osilator LC. Resistor R1 dan R2 membentuk pembagi tegangan untuk bias transistor ke dalam daerah linier. atau 4. frekuensi osilator dapat divariasikan dengan menggunakan sinyal modulasi ke amplifier. baik frekuensi operasi dan jumlah penyimpangan meningkat. . Pengganda frekuensi yang khas dapat meningkatkan basis (osilator) frekuensi sebesar 24 sampai 32 kali. Cara lain untuk menghasilkan modulasi frekuensi langsung adalah dengan menggunakan modulasi reaktansi. Frekuensi sirkuit multiplier akan dibahas secara lebih rinci dalam bab tentang pemancar. Modulasi frekuensi dari osilator kristal hanya dapat menghasilkan penyimpangan maksimum 200 Hz.Yang penting untuk dicatat tentang osilator kristal FM adalah bahwa hanya deviasi frekuensi sangat kecil adalah mungkin. Sirkuit ini uuses penguat transistor untuk actlike baik kapasitor variabel atau induktor. Hal ini pada dasarnya kelas emitor standar umum penguat A. tentu saja. Ketika sinyal FM diterapkan pada frekuensi multiplier. Untuk mencapai pergeseran frekuensi total 75 kHz seperti dalam siaran FM komersial. deviasi total dapat ditingkatkan dengan menggunakan sirkuit frekuensi multiplier setelah osilator pembawa. penyimpangan sempit dapat diterima. meningkat menjadi 200 x 24 = 4800 Hz. penyimpangan ini. frekuensi radio choke (RFC2) digunakan untuk memberikan beban impedansi tinggi pada frekuensi operasi. Alih-alih sebuah resistor kolektor. teknik lain harus digunakan. Jarang bisa frekuensi osilator kristal akan berubah lebih dari beberapa ratus hertz dari nilai nominal kristal. Deviasi yang dihasilkan mungkin kurang dari jumlah deviasi yang diinginkan. Dalam dua cara (narrowband) FM sistem komunikasi. Meskipun penyimpangan hanya beberapa ratus siklus dimungkinkan pada frekuensi osilator kristal. Ini diikuti dengan sirkuit pengali frekuensi yang meningkatkan frekuensi dengan faktor 24 (= 168 MHz 7Mhzx24). Ketika sirkuit yang terhubung di sirkuit tuned osilator.

Sekarang.sirkuit tuned. setiap sirkuit yang saat ini memimpin tegangan diterapkan oleh 90 ® terlihat capasitive dengan tegangan sumber. Sinyal modulasi diterapkan pada rangkaian modulator melalui C1 dan RFC1. Capasitor C4 memiliki impedansi yang sangat rendah pada frekuensi osilator. rangkaian modulator reaktansi terhubung langsung melintasi sirkuit tuned paralel yang menentukan frekuensi osilator. yang ditafsirkan oleh osillator sebagai perubahan kapasitansi. sehingga tidak mempengaruhi pergeseran fasa. RFC membantu menjaga sinyal RF dari osillator keluar dari sirkuit audio dari mana sinyal modulasi biasanya datang. sebagai perubahan sinyal modulasi. perhatikan bahwa kolektor transistor dihubungkan ke bagian atas sirkuit tuned di osilator. 5 .5. yang pada gilirannya adalah fase dengan tegangan basis. sehingga arus melalui capasitor n Rs akan memimpin tegangan diterapkan oleh sekitar 90 ®. dan kapasitansi efektif sirkuit bervariasi dan frequensy osilator bervariasi sesuai. Seperti yang Anda lihat. Sebagai amplitudo arus kolektor bervariasi. itu tidak mencegah Rs dari mengganggu dc Q1 biason.pergeseran sirkuit terdiri dari Cs dan Rs. Jika Anda membalik posisi Rs dan Cs di sirkuit dari Gambar. Karena kolektor saat ini dalam fase dengan arus basis.pergeseran sudut perubahan sehubungan dengan tegangan osillator. Arus kolektor juga akan bervariasi secara proporsional. Sinyal osilator dari Vo rangkaian disetel terhubung kembali ke fase RC . Ini berarti bahwa tegangan Rs yang diterapkan ke dasar Q1 memimpin tegangan dari osilator. sedangkan kapasitansi rendah meningkatkan frekuensi. Peningkatan kapasitansi menurunkan frekuensi. Tentu saja. capasitor C2 secara seri dengan Rs memiliki impedansi yang sangat rendah pada frekuensi operasi. sirkuit akan muncul didominasi capasitive. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga arus searah dari kolektor Q1 dari yang korsleting ke tanah melalui kumparan osilator L0. Rangkaian menghasilkan modulasi frekuensi langsung. nilai Cs yang dipilih sehingga reaktansi tersebut pada frekuensi osilator adalah sekitar 10 kali atau lebih nilai Rs. arus dalam fase shifter masih akan memimpin tegangan osillator sebesar 90 ®. jika reaktansi jauh lebih besar dari resistensi. Jadi. tetapi fase . tegangan dari accros . Ini berarti bahwa modulator reaktansi tampak seperti capasitor ke osillator . Sinyal modulasi audio akan bervariasi tegangan basis dan arus dari Q1 sesuai dengan kecerdasan yang akan dikirim. Namun. arus kolektor di Q1 memimpin tegangan osilator V0 sebesar 90 ®. Namun.

Perubahan induktansi setara sebagai sinyal modulasi diterapkan. distorsi minimal.frekuensi komunikasi sirkuit.transistor komponen dan sirkuit varactor dioda. Pemicu Schmitt mengontrol sumber arus dengan beralih sumber arus antara pengisian dan pemakaian. Modulator reaktansi adalah salah satu sirkuit FM terbaik karena dapat menghasilkan deviasi frekuensi pada rentang frekuensi yang luas.konversi frekuensi diperlukan. Eksternal resistor R1 di pin 6 set nilai arus yang dihasilkan oleh sumber arus internal.6 (a) pada halaman berikutnya. Eith pengaturan ini. Tegangan ini tertinggal tegangan osillator sebesar 90 ®.VCOs frekuensi penggunaan comon.ke . Sebuah tegangan . Jika output gelombang sinus yang diinginkan. 5 . Ini termasuk VCOs IC multivibrator menggunakan RC . Sekali lagi. ada aplikasi lain di mana beberapa bentuk tegangan . Output pemicu Schmitt adalah squarewave pada frekuensi yang sama tersedia di pin 3. Outputnya adalah baik gelombang persegi atau segitiga daripada gelombang sinus.this saat ini buffer dan tersedia di pin 4. Sumber arus linear pengisian dan pengosongan kapasitor eksternal C1 di pin 7. biasanya gelombang segitiga disaring dengan sirkuit tuned resonansi dengan frekuensi carrier yang diinginkan. Meskipun VOC digunakan terutama untuk FM. Sebuah IC VCO khas ditunjukkan pada Gambar.dengan capasitor yang kini diterapkan pada basis transistor. thats adalah. tindakan modulator reaktansi seperti induktor. Ini adalah blok diagram umum NE lumayan tenar 566. Namun. Sebuah Vc tegangan eksternal diterapkan pada pin 5 juga dapat digunakan untuk beragam jumlah arus yang dihasilkan oleh sumber arus.efek Transistor (FET) di tempat bipolar NPN ditunjukkan pada Gambar 5 -5. Rangkaian pemicu Schmitt adalah detektor tingkat yang aktif saat biaya capasitor atau pembuangan ke tingkat tegangan tertentu. VOC yang biasanya diimplementasikan dengan diskrit . Oscillators yang frekuensi dikendalikan oleh tegangan input eksternal umumnya disebut sebagai tegangan . Hal ini juga sangat linear.osilator kristal dikendalikan umumnya disebut sebagai suatu VOX. Rangkaian ini juga dapat diimplementasikan dengan lapangan . Dalam tinggi .dikontrol osilator (VCOs).tipe osilator yang frekuensi dapat dikontrol melalui berbagai oleh ac atau tegangan dcinput. Ini VCOs biasanya memiliki berbagai operasi kurang dari 1 Hz sampai sekitar 1 MHz. . Sebuah gigi gergaji kapal tegangan dikembangkan di seluruh kapasitor oleh source. ther adalah berbagai jenis rendah . frekuensi osillator bervariasi sebanding dengan amplitudo dari sinyal intelijen.

Detektor yang paling banyak digunakan saat ini termasuk diskriminator pulsa-rata-rata dan fase-terkunci bagian loop. Gulungan primer dan sekunder yang bergaung di frekuensi pembawa(carier) dengan c1 dan C2 . Pembawa frekuensi hingga 1 MHz dapat digunakan dengan IC. Salah satu yang terkenal adalah Foster-Seeley diskriminator dan detektor rasio berada di antara demodulasi frekuensi yang paling banyak digunakan pada waktu itu. Sinyal FM diterapkan pada bagian utama RF transformator T1. dengan perkembanga tersebut. membuat penyimpangan yang sangat besar mungkin. Sinyal melintasi rangkaian utama T1 juga melewati kapasitor C3 dan muncul langsung di RFC. Bagian ini kita akan mempelajari pada semua sirkuit banyak menggunakan discriminator. Tegangan yang muncul di RFC adalah persis sama dengan yang muncul di gulungan primer hanya karena C3 dan C5 adalah sirkuit dasarnya pendek di frekuensi pembawa.hal tersebut masih ditemukan dalam peralatan yang lebih tua.001 . Rangkaian tuned paralel dalam utama T1 terhubung dalam kolektor dari Q1 penguat limiter yang menghilangkan variasi amplitudo dari sinyal FM. sinyal modulasi dapat bervariasi frekuensi pembawa selama hampir 10: 1 kisaran. 5.μF kapasitor antara keramah pin 5 dan 6 digunakan untuk mencegah osillations palsu yang tidak diinginkan. Tegangan ini RFC ditunjuk V3. Sumber arus bias dengan pembagi tegangan terdiri dari R2 dan R3. The 0.3 FREKUENSI DEMODULATOR Secara ilmu Ada puluhan sirkuit yang digunakan untuk demodulasi atau mendeteksi sinyal FM dan PM. Output dapat disaring atau digunakan untuk menggerakkan sirkuit lain seperti frekuensi multiplier jika frekuensi yang lebih tinggi dan penyimpangan yang diperlukan. sirkuit ini telah diganti dengan yang lebih canggih dengan menggunakan demodulators IC.Sebuah sirkuit FM lengkap ditunjukkan pada Gambar.6 (b). . salah satu demodulasi frekuensi terbaik digunakan adalah diskriminator FosterSeeley ditunjukkan dalam gambar 5-11. Pembawa frekuensi tengah dari sirkuit diatur oleh nilai-nilai R1 dan C1. Tentu saja. sinyal modulasi diterapkan melalui C2 ke pembagi tegangan di pin 5. 5 . Penyimpangan adalah linier terhadap amplitudo masukan atas seluruh rentang.

maka V1 akan mendahului V3 dengan sudut fase hubungan kurang dari 90◦. hubungan fase ditunjukkan dalam diagram vektor dalam gambar 5-11. Tegangan V1-3 diterapkan untuk D1. Tegangan diinduksikan ke dalam dan keluar gulungan sekunder 90◦ dari fase tegangan gulungan primer. Karena tegangan V1 dan V2 adalah keluar dari fase dengan tegangan V3. Tegangan V2-3 diterapkan untuk D2. input adalah frekuensi pembawa tidak termodulasi. pada gambar 5-11 (a). Sebagai contoh. Di pusat. tegangan RFC. yang ditunjuk Va dan Vb. pada satu siklus. hubungan fase antara tegangan primer dan sekunder akan menjadi 90◦. jumlah masingmasing V1-3 dan V2-3. karena itu. Alasannya adalahtegangan induksi ke dalam kedua muncul di seri dengan gulungan. R2 dan C5 adalah jumlah dari tegangan V2 Dan V3. frekuensi pembawa dengan Modulasi tidak mengeluarkan output modulator karena itu nilainya nol. setengah dari tegangan primer. karena gulungan sekunder adalah pusat-mengetuk. Pada gulungan sekunder T1 dan kapasitor C2 membentuk rangkaian resonansi seri. Hal ini menyebabkan hubungan fase antara V1 dan V2 untuk mengubah hubungan dengan V3.Arus yang mengalir dalam gulungan primer dari T1 menginduksi tegangan di gulungan sekunder. arus yang mengalir dalam rangkaian tepatnya di fase dengan tegangan induksi ke sekunder. tegangannya 90◦ keluar dari fase pada arus dalam sirkuit. tegangan V1 bagian atas akan 180◦ keluar dari fase dengan tegangan di seluruh V2 bagian bawah. membuat sirkuit ke induktif. Sejak V1 dan V2 tetap 180◦ . tegangan antara A titik dan tanah adalah nol. adalah jumlah vektor seperti digambarkan dalam gambar 5-11 (a). reaktansi induktif dari gulungan sekunder sama dengan reaktansi kapasitif dari C2. D2 melakukan dan arus mengalir melalui R2 dan mengalami perubahan di C5. Ketika kedua gulungan primer dan sekunder dari air core tranformer disetel sirkuit resonansi. D1 melakukan dan arus mengalir melalui R1 dan mengalami perubahan di C4. karena kedua tegangan adalah sama tetapi polaritas yang berlawanan. gulungan sekunder tidak akan lagi mengalami resonansi. Sisa sirkuit terdiri dari dua rangkaian detektor dioda sama dengan yang digunakan untuk deteksi AM. adalah identik karena V1 dan V2 adalah sama. output berasal dari sebagian gulungan sekunder. jika kenaikan frekuensi masukan. Perubahan pada frekuensi masukan yang akan terjadi dengan FM. pada setengah siklus berikutnya. reaktansi induktif akan sangat tinggi dari reaktansi kapasitif. ini berarti bahwa tegangan V1 dan V2 juga akan 90◦ keluar dari fase dengan V3. Pada saat itu. R1 dan C4 adalah jumlah dari tegangan V1 dan V3. Jika input berada di atas frekuensi resonansi. Tegangan di R1 dan R2. Pada saat resonansi.

ini melewati emprasis network terdiri dari R3 dan C6. Akibatnya. Alasannya. dapat diperoleh bahwa tegangan V1-3 diterapkan untuk D1 lebih besar dari tegangan V2-3 diterapkan untuk D2. V2-3 lebih besar dari V13. output pada titik A kenaikan atau penurunan. Sedangkan input yang dihasilkan lebih rendah dari output. Demodulator lain yang banyak digunakan adalah detektor rasio. Selanjutnya . semua variasi amplitudo harus dihapus dari sinyal FM sebelum diterapkan pada diskriminator tersebut. Rangkaian menggunakan dua dioda. Sinyal FM yang digunakan pada RF pada transformator T1 dengan pusat-tappes sekunder. Variasi ouput akan diinterpretasikan sebagai perubahan frekuensi. Waktu ini. Oleh karena itu. V1 tegangan akan mendahului dengan sudut lebih dari 90◦ sedangkan V2 tegangan akan tertinggal oleh sudut kurang dari 90◦. Sinyal FM juga melewati kapasitor C3 dan diterapkan di seluruh RFC seperti di diskriminator tersebut. Kebutuhan input akan menghasilkan sebesar jumlah sinyal pada output. Output ini kemudian diterapkan pada sebuah penguat atau sirkuit lain yang diperlukan. 5-8 (b). Hasil Penambahan vektor dari V1 dan V3 dan V2 dan V3 ditunjukkan pada gambar 5-11 (c). seperti yang Anda lihat. tegangan V1-3 dan V2-3 diterapkan untuk D1 dan D2. Secara fisik sama dengan diskriminator lain tetapi memiliki beberapa perbedaan yang penting seperti yang ditunjukkan pada gambar 5-13. sinyal modulasi asli pulih. Rangkaian diskriminator sensitif terhadap variasi amplitudo masukan. Hal ini biasanya dialami oleh rangkain limiter yang akan bahas kemudian. dan output akan menjadi hasil produksi yang salah dari sinyal modulasi. V2 kemudian akan keluar ke V3 dengan sudut lebih dari 90◦.keluar dari fase. Ketika jumlah vektor baru V1 dan V3 dan V2 dan V1 dihitung. tegangan di R1 akan lebih besar dari tegangan R2 dan tegangan output nol akan positif jika dihubungan dengan tanah. sebagai deviasi frekuensi di atas dan di bawah frekuensi pusat. itu adalah linear rentang Pusat yang menghasilkan reproduksi yang akurat dari sinyal modulasi yang asli. yang lagi merupakn gabungan dari V1 dan V3 (V1-3) dan V2 dan V3 (V2-3) seperti sebelumnya. tetapi perhatikan bahwa arah D2 adalah kebalikan dari yang di diskriminator tersebut. dan karena itu. . tegangan di R2 akan lebih besar dari tegangan R1 dan tegangan output bersih akan menjadi negatif. Perubahan dalam hubungan fase ditunjukkan pada gambar. jika deviasi frekuensi lebih rendah dari frekuensi pusat. Angka 5-12 pada halaman berikutnya ditampilkan tegangan output terjadi di titik A dan tanah sehubungan dengan deviasi frekuensi.

tegangan V1-3 diterapkan pada D1 adalah sama dengan tegangan v2-3 diterapkan untuk D2. maka akan berubah sesuai jumlah tegangan mereka.hal ini akan menyebabkan tegangan C4 menjadi lebih besar dibandingkan tegangan di C5. Karena C6 terhubung di dua kapasitor. tegangan pada titik C adalah +1 V . perbedaan tegangan pada C adalah -1 V. Maka nilai tegangan di R1 dan. Output diambil dari antara titik C dan tanah di sirkuit. 5-11 (a)]. biasanya tantalum atau elektrolit. karena C6 adalah kapasitor yang sangat besar. Rangkaian brigde nilainya adalah seimbang antara titik C dan D. hubungan fase dalam rangkaian akan berubah seperti yang dijelaskan sebelumnya untuk rangkaian diskriminator [gbr.V. karena R1 dan R2 adalah sama.masing-masing. tetapi dalam arah yang berlawanan.R2. maka titik C adalah +1 V. Nilai Tegangan turun di C4 dan C5 masing-masing 2 V. Kapasitor C4 dan C5 nialai tegangan sama dengan polaritas yang ditunjukkan. Brigde tidak seimbang. ini berarti muatan C6 adalah 4 V. Jika nilai frekuensi meningkat. Hasil akan menunjukkan 0 V karena potensi adalah sama. sedangkan output diambil antara titik C dan D. setelah proses tersebut. Beban resistor R1 dan R2 adalah sama nilainya. Oleh karena itu. Jika frekuensi berkurang.2. proses ini memerlukan beberapa siklus sinyal input agar nilai kapasitor penuh. maka hubungan fase akan sesuai dugaan bahwa C5 akan lebih besar daripada nilai pada C4. dan koneksi umum nya adalah di tanah. . dan tegangan output akan muncul antara titik C dan D di pada rangkaian.Perbedaan besar dalam detektor rasio adalah penggunaan kapasitor C6 yang terhubung di output sangat besar. Oleh karena itu. Asumsikan bahwa pada frekuensi pembawa pusat. hal ini akan menjaga tegangan relative tetap. Namun. Asumsikan bahwa tegangan C4 adalah 3 V dan nilai tegangan C5 adalah 1 V. dan tegangan R2 adalah +2 V. Kapasitor C4 dan C5 adalah jembatan dari tegangan input . dan tegangan output dari polaritas yang berlawanan. ambil titik B sebagai referensi. Dengan tidak ada modulasi pada pembawa. tegangan di R1 dan R2 nilai masing-masing tetap sama 2 V karena muatan C6 diabaikan. jembatan tidak seimbang. Jika tegangan di C5 adalah +3 V sehubungan dengan B dan tegangan R2 tetap 2V.

Ketika pulsa diterapkan ke filter rata-rata. Jika interval waktu pada panjang pulsa. satu-shot pulsa muncul sangat dekat bersama-sama. Perhatikan pada Gambar. 5-15 . tegangan DC rata-rata di C6 adalah sama dengan amplitudo sinyal rata-rata. muatan pada kapasitor tidak akan berkurang banyak. tegangan output DC berbanding lurus dengan deviasi frekuensi. Bagaimanapun. Lamanya satu tembakan diatur sehingga kurang dari periode frekuensi tertinggi diharapkan selama deviasi maksimum Pulsa output satu-shot yang kemudian diumpankan ke low-pass filter yang sederhana RC rata-rata yang sangat mempengaruhi pulsa DC untuk memulihkan sinyal modulasi yang asli. 5-15 pada halaman berikutnya. Sebuah diagram blok sederhana dari diskriminator pulsa-rata-rata ditunjukkan pada Gambar. Jika konstanta waktu RC tinggi. debit kapasitor ke beban. satu-shot pulsa secara luas spasi. tegangan rata-rata di atasnya tetap tinggi. Namun. Pada frekuensi yang lebih tinggi. fixed-lebar pulsa DC di tepi terkemuka dari setiap siklus FM. Multivibrator satu-shot atau monostable menghasilkan fixed-amplitudo.Keuntungan utama dari diskriminator detektor rasio diatas adalah bahwa pada dasarnya tidak sensitif terhadap variasi kebisingan dan amplitudo. capasitor akan kehilangan sebagian besar nilai dari beban. Hasilnya adalah gelombang persegi panjang yang berisi semua variasi frekuensi dari sinyal asli tapi tanpa variasi amplitudo. dan oleh karena itu. atau ditambah menjadi minus. Perhatikan bagaimana di frekuensi rendah. kapasitor memiliki sedikit waktu untuk debit antara pulsa. 5-14. Karena membutuhkan waktu yang lama kapasitor tersebut mengisi. kapasitor dalam filter kapasitor dan dalam filter untuk amplitudo pulsa. Gelombang persegi FM kemudian diterapkan pada multivibrator satu-shot. Seperti yang Anda lihat. pulsa kebisingan pendek atau variasi amplitudo kecil yang benar-benar sempurna. Ketika pulsa berubah dengan cepat. Bentuk gelombang untuk diskriminator pulsa-rata-rata ditunjukkan pada Gambar. Alasan untuk ini adalah nilai Kapasitor C6 yang sangat besar. Ketika pulsa satu-shot terjadi. sehingga output dc rata-rata akan menjadi rendah. Sinyal FM diterapkan pada detektor zero-crossing atau gunting / limiter yang mana menghasilkan tingkat tegangan biner berubah setiap kali sinyal FM berpindah dari minus ke plus. tegangan filter output bervariasi dalam amplitudo dengan deviasi frekuensi. Sehingga Tegangan dapat digunakan dalam aplikasi kontrol gain otomatis. Ketika pulsa mematikan.

. Sinyal modulasi asli disebarkan di seluruh output fiter. Dua sinyal quadrature kemudian diumpankan ke rangkaian detektor fasa. Detektor fasa adalah tidak lebih dari sebuah rangkaian yang outputnya adalah fungsi dari jumlah pergeseran fasa antara dua sinyal masukan. Komponen filter hati-hati dipilih untuk meminimalkan tegangan yang disebabkan oleh pengisian dan pemakaian dari capasitor sementara pada saat yang sama memberikan respon frekuensi tinggi yang diperlukan untuk sinyal modulasi yang asli. Aplikasi utamanya adalah dalam audio TV yang sama yang digunakan dalam sistem radio FM. Output di seluruh rangkaian kemudian diatur pada frekuensi pembawa sangat dekat dengan fase 90◦. Detektor fase yang paling umum digunakan adalah modulator yang seimbang menggunakan penguat diferensial seperti yang dibahas dalam Bab. diskriminator pulsa-averaging mudah diimplementasikan dengan rendah-costI Cs. Sebelum adanya nilai rendah IC. Sinyal-sinyal ini rata-rata dalam filter low-pass RC untuk menciptakan sinyal modulasi yang asli. Demodulasi frekuensi yang paling IC adalah dari jenis quadrature. frekuensi pembawa akan menyimpang di atas dan di bawah frekuensi resonansi dari rangkaian disetel. Sekarang.output.fasa dari 90 Pengaturan fase-shift paling sering digunakan ditunjukkan pada Gambar. penggunaannya terbatas pada telemetri mahal dan aplikasi kontrol industri. ketika terjadi FM. The kapasitor kecil memiliki reaktansi sangat tinggi dibandingkan dengan impedansi sirkuit disetel mendahului input. Nilai yang muncul sebagai nilai yang tinggi dari resistansi murni pada resonansi. Hasilnya akan menjadi jumlah yang meningkat atau menurun dari pergeseran fasa antara input. menemukan produk elektronik. dan oleh karena itu. antara dua sinyal. Saat ini. 5-16.dan.bagaimana tegangan meningkat secara linear seiring dengan meningkatnya frekuensi. 3. The quadrature merujuk pada pergeseran fasa 90◦ Detektor quadrature menggunakan sirkuit fase-shift untuk menghasilkan pergeseran pada frekuensi pembawa unmodulated. The diskriminator pulsa-averaging adalah demodulator kualitas frekuensi yang sangat tinggi. Sinyal FM diterapkan melalui C1 capasitor sangat kecil ke sirkuit tuned paralel yang di sebarkan ke resonansi di sirkuit pembawa pusat disetel frekuensi. Biasanya sinyal masukan sinusoidal FM ke detektor fasa berada pada tingkat avery tinggi. Lain demodulator frekuensi populer adalah detektor quadrature. Output dari detektor fasa adalah serangkaian pulsa yang lebarnya bervariasi dengan jumlah pergeseran fasa antara dua sinyal.

Ketika frekuensi sinyal FM desreases. Q1 dan Q6 adalah emitor pengikut yang menyediakan impedansi masukan yang tinggi dan amplifikasi kekuatan untuk menggerakkan dua pengikut emmiter lainnya. sehingga output akan sebagai rangkaian pulsa.lebih. menyediakan dan lebar pulsa output seperti yang ditunjukkan. Transistor Q7 adalah sumber arus. sehingga sesuai dengan sinyal modulasi asli rendah. Perhatikan bahwa rangkaian disetel dihubungkan antara basis Q1. Ketika input ke Q1 berjalan positif. karena itu. Transistor diferensial akan bertindak sebagai switch. dan biaya CA dengan nilai AC puncak yang muncul di sirkuit disetel. bersama dengan on-chip kapasitor CA dan biaya CB dan debit sebagai tegangan pada dua input yang sangat . tentu saja. pulsa sempit akan menghasilkan tegangan rata-rata output yang lebih rendah. dan Q5. menyebabkan ratarata pulsa output oleh filter RC menghasilkan tegangan output yang lebih tinggi rata-rata. Sebagai contoh. sebagai akibatnya. Tidak ada limiter diperlukan jika sinyal masukan cukup besar. Input FM diterapkan ke dasar Q1. Q2. Gambar 5-17 menunjukkan bentuk gelombang khas yang terlibat dalam detektor kuadratur. 5-18 (a) pada halaman berikutnya. Ketika frekuensi meningkat. Ini.pembawa. Q2 dan Q5.5-MHz FM suara carrier dalam satu set TV. ada lebih pergeseran fasa dan. C1.Oleh karena itu. Apakah tidak ada modulasi. Biasanya demodulator hanya satu sirkuit lain ditunjukkan pada gambar. dan pengikut lainnya areemitter transistor. jumlah menurun pergeseran fasa dan. tegangan pada emitor dari Q2 juga berjalan positif.tinggi. mereka akan mendorong diferensial amplifiersin detektor fasa ke cutoff dan saturasi. Ketika puncak gelombang sinus adalah masa lalu. Durasi pulsa output ditentukan oleh detektor fasa hanya sebagai sebuah gerbang yang output hanya ketika dua pulsa input dan tidak aktif jika salah satu atau kedua input tidak aktif. Lain sirkuit terpadu FM denodulator adalah detecto puncak diferensial. sesuai dengan amplitudo yang lebih tinggi diperlukan untuk menghasilkan frequency. oleh karena itu. Transistor Q3 Q4 Dan bentuk penguat diferensial. Bila dirata-rata. penurunan tegangan . Rangkaian adalah penguat diferensial ditingkatkan. pulsa output akan sempit. dan Q6 L1. dan C2 adalah komponen diskrit yang luar chip. Sebuah masukan typpical adalah 4. dua sinyal masukan yang persis 90o keluar dari fase dan. Hal ini ditemukan di TV dan produk elektronik konsumen lainnya. asumsikan bahwa input adalah gelombang sinus caarrier.

Sebagai tetes tegangan.ke nol dan kemudian membalikkan polaritas negatif untuk setengah siklus dari gelombang sinus. Impedansi masukan untuk Q3 relatif tinggi sehingga tidak signifikan debit CA. CA hanya bertindak sebagai sel penyimpanan sementara untuk tegangan puncak siklus itu. . kapasitor Ca mempertahankan nilai puncak positif sebagai biaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful