RINGKASAN DISERTASI KEPEMIMPINAN DALAM PELAYANAN AKADEMIK (Studi Kasus pada Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan

Sistem Informasi Universitas Tadulako Palu) LEADERSHIP IN ACADEMIC SERVICE (A Case Study at Bureau of Administration, Academics, Students Planning and Information Systems (BAAKPSI) at Tadulako University, Palu)

D ASWATI

PROGRAM PASCASARJANA

ii

UNVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2012

ii

iii

KEPEMIMPINAN DALAM PELAYANAN AKADEMIK (Studi Kasus pada Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Tadulako Palu) Disertasi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Derajad Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik Disusun dan Diajukan oleh DASWATI Kepada PROGRAM PASCASARJANA UNVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2012 iii

iv

PRAKATA

iv

v

Bismillahir Rahmanir Rahim. Alhamdulillah, segala puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt karena atas berkat rahmat dan ridho-Nyalah sehingga penyusunan dan penulisan disertasi ini dapat diselesaikan dengan judul ” Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik (Studi Kasus pada Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Tadulako Palu). Proses penyelesaian disertasi ini sungguh merupakan suatu perjuangan panjang bagi penulis. Selama proses penelitian berlangsung tidak sedikit kendala yang ditemukan. Namun berkat kesungguhan dan keseriusan promotor dan kopromotor dalam mengarahkan dan membimbing penulis sehingga akhirnya disertasi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, patutlah kiranya penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prof. Dr. H. Juanda Nawawi, M.S, selaku promotor yang telah banyak membantu penulis sejak awal hingga akhir tulisan ini yang secara intelektual bermakna luar biasa bagi penulis, begitupula Bapak Dr. H. Isa Syamsu, M. Si, dan Bapak Prof. Dr. Suradi Tahmir, M.S., selaku kopromotor yang selalu tulus memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi sehingga disertasi ini dapat diselesaikan. Kepada tim penguji, yaitu Bapak Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si, Bapak Prof. Dr. Makmur, M.Si dan Prof. Dr. H. Andi Makkulau, sebagai tim penguji internal serta Bapak Dr. Zainuddin Mustafa, M.H., M.Si (penguji eksternal)., atas jasanya selaku penguji yang banyak memberikan masukan demi kesempurnaan disertasi ini. Ucapan terima kasih tak lupa disampikan kepada Bapak Rektor Universitas Tadulako Palu, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Tadulako Palu yang telah meluangkan waktunya untuk memberi informasi tentang pengembangan dan kemajuan Universitas Tadulako, Kepala Humas dan Kepala Tata Usaha Universitas Tadulako Palu membantu penulis dalam melaksanakan penelitian serta Ketua Jurusan di Fakultas yang dengan senang hati dan terbuka menerima kehadiran penulis sebagai peneliti dan memberi informasi yang dibutuhkan. Juga terima kasih kepada staf/pegawai BAAKPSI yang dengan keramahannya menerima penulis untuk wawancara dan terbuka memberi informasi

v

yang telah menerima penulis menjadi mahasiswa pascasarjana program doktor. M. Dr. Jasruddin. M. dan Asisten Direktur II Prof. M.T. Secara khusus penulis sampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada kedua orang tua tercinta.Hattab Daeng Malanre dan Hj. Muh.S.S. Syahruddin Tahir. Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Tengah beserta jajarannya atas izin yang diberikan untuk melaksanakan peneltian.T. ayahanda (almarhum) H.Sarfiansyah. Kati serta suami tercinta.M.M.E. bimbingan dan petunjuknya yang sangat berharga selama mengikuti program doktor di Universitas Negeri Makassar.Si dan anak-anakku tersayang Muh.S. M. Prof. beserta Dosen yang telah mendidik penulis selama menjadi mahasiswa. begitupula segenap karyawan tata usaha Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung atas penyelesaian studi penulis. Dr.H. Rektor Universitas Tadulako dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako yang telah mengizinkan penulis melanjutkan tugas belajar pada program doktor.Muh. M. Arismunandar. Haedar Akib. Dila Srikandi Syahadat. begitupula kepada mahasiswa yang tidak canggung memberi informasi kepada penulis sesuai apa yang dirasakan pada saat menerima pelayanan akademik di BAAKPSI. atas jasa-jasa bapakbapak dan ibu dosen semuanya merupakan bahagian yang urgen dalam proses hingga perampungan disertasi ini. Si. Hamriah Tahir. Suradi Tahmir. Dr.M. Muh. Rahman Abdullah.vi sesuai kebutuhan penulis. SH. Drs. Prof. Edy Fitriawan. Ucapan terima kasih selanjutnya disampikan kepada Rektor Universitas Negeri Makassar Bapak Prof.Halawiah Dg. penulis menghaturkan banyak terima kasih atas kebijakan. Dr. M. membesarkan dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Asisten direktur I. Heri Tahir. M.K. Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Bapak Prof.Sarfian.Sc.Si.S. juga mertua (almarhum) H. S. Syahruddin Hattab.Si.Pd. vi . Prof.Matahari yang sangat berjasa mendidik. Saudara-saudaraku.. Dr.Yusuf Aksa dengan penuh ketabahan dan kesabaran mendampingi penulis serta memberi motivasi dan dukungan dalam melanjutkan pendidikan hingga selesainya penulisan disertasi ini. Dr.Tahir Andi Painedding dan ibunda (almarhumah) Hj.S. H. Ketua Program Studi Administrasi Publik Prof. S.

Harsono Tahir.’. Darmawati Tahir.vii Dr. Palmawati Tahir. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada Rekanrekan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Negeri Makassar angkatan 2009. yang penulis tidak sempat menyebut satu persatu yang telah turut mendorong dan mendoakan untuk memperlancar penyelesaian disertasi ini. M. Maha Pemelihara dan Maha Bijak terhadap segala wujud kesyariahan ajaran agama senantiasa meridhahi aktivitas kita semua Amin.E sekeluarga yang banyak memberi motivasi dan dorongan kepada penulis utamanya dalam rangka penyelesaian studi dan disertasi ini. M.S sekeluarga. Haryanti Tahir.H sekeluarga. Harapan penulis.H. 2012 Daswati vii . Ir. S. semoga Allah yang Maha Kuasa. S. Makassar.

(d) implementasi peran kepemimpinan sebagai pelatih. sehingga pegawai melaksanakan pelayanan akademik belum efektif. Teknik analisis data yang dilakukan adalah mereduksi data untuk kepentingan penyederhanaan data dalam rangka lebih mempertajam data yang dibutuhkan. sebagai pelatih masingmasing dapat diimplementasikan namun belum maksimal mendukung kelancaran pelayanan akademik secara efektif dan efisien karena: (a) implementasi peran kepemimpinan sebagai penentu arah belum tegas. menganalisis dan menemukan faktor-faktor determinan yang mendukung implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik. (Dibimbing oleh Promotor Juanda Nawawi serta Kopromotor Isa Syamsu dan Suradi Tahmir. sebagai agen perubahan. sehingga pegawai belum dapat diberdayakan secara maksimal menyelenggarakan pelayanan akademik sesuai SOP. belum melaksanakan koordinasi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh gambaran. melakukan interpretasi data sebagai langkah penentuan dalam penarikan kesimpulan.viii ABSTRAK DASWATI. sebagai juru bicara. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. (c) implementasi peran kepemimpinan sebagai juru bicara. ternyata belum viii . Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik (Studi Kasus pada Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Tadulako Palu). ternayata belum melaksanakan sosialisasi secara maksimal. (b) implementasi peran kepemimpinan sebagai agen perubahan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. menyajikan data secara terorganisir dan sistematis sehingga membentuk satu komponen yang utuh dan terpadu. menganalisis dan menemukan implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu (2) memperoleh gambaran. observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilaksanakan di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu. sehingga pegawai belum konsisten terhadap komitmen dalam penerapan SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik yakni sebagai penentu arah.

harmonis yang dilandasi oleh kebersamaan dan kesetaraan. belum melaksanakan koordinasi serta sosialisasi dalam melaksanakan peran kepemimpinan baik sebagai penentua arah. sehingga belum dapat menjadi panutan dalam menyelenggarakan pelayanan akademik. sehingga pelayanan akademik belum terlaksana secara efektif dan efisien karena belum didukung dengan penerapan SOP. ix . (c) faktor situasi lingkungan kerja yang belum memadai seperti ruangan kerja yang belum segar dan nyaman serta ruangan kerja yang masih sempit dan loket-loket pelayanan belum difungsikan secara maksimal. keseimbangan antara jumlah pegawai dengan volume kerja belum seimbang.ix mendapat dukungan kemampuan teknis. juru bicara maupun sebagai pelatih. agen perubahan. (2) faktor-faktor determinan yang mendukung implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik yakni: (a) faktor karakteristik pemimpin yang belum tegas. saling percaya. sehingga berdampak pada efektivtas penyelenggaraan pelayanan akademik (b) faktor pegawai yang belum efektif melaksanakan pelayanan akademik karena jumlah pegawai dari segi kualitas dan kuantitas yang belum memadai. saling pengertian. sehingga pegawai dalam melaksanakan pelayanan akademik belum konsisten terhadap SOP. Selain itu yang perlu ditingkatkan adalah faktor sosial sebagai pendukung terciptanya persahabatan.

Students. as an agent of change. and finding the determinant factors supporting the implementation of the leadership role in academic services at BAAKPSI at Tadulako University Palu? This research was conducted at BAAKPSI at Tadulako University Palu. However. by presenting the data with organized and systematic ways in order to form one unified component. (b) the implementation of leadership role as an agent of change. actually needs to be x .x ABSTRACT DASWATI. Data analysis was conducted by reducing the data in order to simplify the data and to sharpen the data needed. Data collection was conducted by using observation. and Information System (BAAKPSI) at Tadulako University . Palu) (Supervised by Juanda Nawawi. and Suradi Tahmir) This research aims at (1) describing. This research is descriptive qualitative with a case study approach. Isa Syamsu. The result of the research shows that (1) the implementation of the leadership role in academic services functions as a guiding direction. Planning. and finding the implementation of the leadership role in academic services at BAAKPSI at Tadulako University Palu? (2) describing. interview. as a spokesperson. it does not maximally support the academic service effectively and efficiently because (a) the implementation of leadership role as a guiding direction obviously needs strictness. as a trainer respectively can be implemented. Leadership in Academic Service (A Case Study at Bureau of Administration. and interpreting data as a step to take a conclusion. in order that all of the staff can perform the academic service effectively. analyzing. Academics. analyzing. and documentation.

agent of change. Beside that the factor which must be increased is social factor as a power in creating friendship. (c) the implementation of leadership role as a spokesperson. understanding. (d) the implementation of leadership role as a trainer actually needs to be supported by technical capabilities so that the staff can become a model figure in performing academic services. which affect the academic service which is not supported by the implementation of SOP.xi supported by coordination in order that the staff can be consistent with the commitment of SOP application. (c) factor from working condition which is inadequate such as the room office which is not fresh. inconvenient. not coordinating and socializing in performing the leadership role as a guiding direction. spokesperson. and as a trainer. and services counters which does not function well. (2) the determinant factors which support the implementation of leadership role in academic service are (a) factor of not being strict from the leaders. so that the staff cannot be consistent in performing the SOP. in order that the staff can be empowered maximally in performing the academic services based on SOP. believed. xi . limited space. imbalance between the number of staff and the working hours. (b) factor from the staff who have inadequate quality and quantity. and harmonious which is based on togetherness and equivalence. so that the academic services cannot be conducted effectively and efficiently because it is not supported by the application of SOP. actually needs to be supported by socialization from leaders.

..... C........................................xii DAFTAR ISI Halaman PRAKATA ..... PENDAHULUAN........... B... C.................. Tujuan Penelitian ....... ABSTRAK ................................................. BAB II.............. Konsep Administrasi Publik B....... Teknik Penjaringan Data dan Pengabsahan Data........ BAB I....... F...................... B.............................. D................. BAB III.............................. Keterkaitan Antara Administrasi Publik................ ABSTRAC ......... G ...................... Sumber Data D............. PROFIL UNIVERSITAS TADULAKO............. Kerangka Konsep ................. Rumusan Masalah ................................ A...................................... BAB IV........................... A...... DAFTAR ISI ................... Organisasi... A.................................................................................................................................... Perkembangan Administrasi Publik C........... Deskripsi Universitas Tadulako Palu ............... Kepemimpinan dalam Pelayanan Publik E........................................... METODE PENELITIAN............................ Instrumen Penelitian................................................................................................ Teori Organisasi...................................... TINJAUAN PUSTAKA................................................. Jenis dan Pendekatan dan Penelitian. Teknik Analisa Data................... Manfaat Penelitian............ Latar Belakang Masalah.................... Teori Manajemen F........................................................... E............................. D.. Manajemen Dan Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik ........................... xii ........................................ A.............................. Lokasi Penelitian.................. G........................ Fokus Masalah Penelitian dan Deskripsi Fokus........

.......................................................................... Kesimpulan.. BAB V..... ........ 3........................... 1. BAB VI.................................................. 4................................................... xiii .............. B......................... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN........... Implementasi Peran Kepemimpinan Sebagai Agen Perubahan............... 2............ Faktor-Faktor Determinan Implementasi Peran Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik pada BAAKPSI Universitas Tadulako Palu........... Saran................. SIMPULAN DAN SARAN A... Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Tadulako (BAAKPSI).................................xiii B................. B.... Implementasi Peran Kepemimpinan Sebagai Pelatih... DAFTAR PUSTAKA....... Implementasi Peran Kepemimpinan Sebagai Juru Bicara............................................................................................................. A........................... Implementasi Peran Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik Di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu . Implementasi Peran Kepemimpinan Sebagai Penentu Arah..........................................................

1 I. bersemangat. Sifat keutamaan tersebut identik dengan pemimpin yang good leadership yang akan mendapat kepercayaan bagi civitas akademik di Universitas Tadulako Palu. juru bicara serta pelatih bagi yang dipimpin. jujur. pengayom. Untuk mendapat kepercayaan maka unsur pimpinan DI BAAKPSI sedapat mungkin mengimplementasikan peran kepemimpinan untuk bertindak sebagai penentu arah. cerdas. agar dapat memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan. Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat). pembela kebenaran). Universitas Tadulako salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Provinsi Sulawesi Tengah. Bennis & Nanus (2001: 95). bijaksana. Latar Belakang Universitas sebagai pengelola administrasi akademik dapat memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan Tinggi secara berkelanjutan dengan memberi pelayanan yang beriorentasi pada publik. sebagaimana yang tercantum pada prinsip-prinsip administrasi publik yaitu paradigma New Publik Management (NPM) menekankan bahwa cara pengelolaan pelayanan pada publik dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien sedangkan New Publik Service (NPS) serta prinsip-prinsip kepemimpinan yang menekankan bahwa pelayanan publik diharapkan dapat memberi kepuasan pada publik. berpendapat bahwa unsur pimpinan dalam melaksanakan kepemimpinan secara efektif dituntut berperan sebagai penentu arah. berani. PENDAHULUAN A. agen perubahan. Pemenuhan pendidikan masyarakat adalah salah satu bentuk pelayanan publik yang mendasar dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah yang baik (good governance) dan mengharapkan pemimpin yang good leadership. sangat menarik untuk dikaji dengan alasan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah mengharapkan pemimpin yang memiliki sifatsifat “keutamaan” (adil. terutama pada universitas atau perguruan tinggi . Alasannya agar dapat mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari diri seorang pemimpin kepada bawahan untuk mematuhi dan melaksanakan petunjuk-petunjuk dari pimpinan terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan akademik terhadap mahasiswa. sebagai agen .

Atas pertimbangan logis dan rasional. Para pengikut harus mampu bersikap menjadi pelayan yang sadar untuk melayani dan bukan dilayani. untuk pelayanan perhitungan Indeks Prestasi Komulatif (IPK). Secara kuantitas pegawai di BAAKPSI sebanyak 39 orang diharapkan dapat menyelenggarakan pelayanan akademik secara efektif. Ini menandakan bahwa kepemimpinan memegang peran penting dalam keberhasilan organisasi terutama dalam menyelenggarakan pelayanan akademik. Hasil penelitian Dave Ulrich yang ditulis dalam Editor Frances Hesselbein (1997) bahwa pemimpin masa depan adalah pemimpin yang dapat mengalihkan harapan menjadi tindakan. Harapan (visi) Universitas Tadulako unggul dalam pengabdian pada masyarakat melalui pendidikan dan penelitian dan dapat diakui secara nasional dan internasional pada Tahun 2020. Ketidak puasan mahasiswa dalam pelayanan akademik sudah menjadi pengetahuan umum. Mengadopsi pendapat Dave Ulrich bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memiliki kemampuan merealisasikan harapan menjadi kenyataan. peneliti lebih fokus pada implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik di BAAKPSI .2 perubahan. maka yang bertanggung jawab adalah para unsur pimpinan berperan untuk menggerakkan para pengikut ke arah pencapaian tujuan organisasi. sebagai juru bicara dan peran sebagai pelatih bagi semua pengikutnya. yang seharusnya hanya membutuhkan 2 (dua) hari. meskipun jumlah pegawai ini belum cukup memadai untuk memberikan pelayanan memuaskan pada mahasiswa. Untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak terjadi secara terus menerus. Atas dasar inilah yang membuat peneliti menganggap kepemimpinan perlu dikaji dan tidak henti-hentinya dijadikan sebagai bahan pembicaraan terutama menjelang pergantian atau pemilihan unsur pimpinan sangat membutuhkan waktu dan energi untuk menghadapinya. pemimpin memerlukan kredibilitas pribadi dan kapabilitas organisasi. clearing dan persyaratan ujian akhir membutuhkan waktu 1 (satu) minggu. Peran kepemimpinan sebagai penentu arah (direction setter) dengan melihat aspek peningkatan motivasi kerja pegawai dalam menyelenggarakan pelayanan akademik serta meyakinkan pegawai bahwa apa yang dilakukan merupakan hal yang benar dan dapat memperhatikan prosedur pelayanan .

namun belum dapat diwujudkan oleh unsur pimpinan. sehingga penelitian ini bermakna untuk meningkatkan mutu pelayanan akademik maupun terhadap hasanah pengembangan ilmu pengetahuan terutama yang berkaitan dengan implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako. begitupula Implementasi peran pemimpin sebagai pelatih (coach) yaitu masih ada unsur pimpinan belum melaksanakan bimbingan pada bawahannya dengan alasan bahwa jabatan yang diduduki masih baru tahap penyesuaian. . Berdasarkan uraian di atas. Mencermati tingkat kemampuan para pemimpin di lingkungan BAAKPSI Universitas Tadulako pada saat peneliti melakukan pengamatan bahwa para pemimpin baik pada top leader. Selanjutnya para pemimpin sebagai agen perubahan (agent of change) yaitu belum sesuai harapan. Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Tadulako Palu)”. Beradasarkan fenomena tersebut peneliti berkewajiban membuat kajian ilmiah dan bermaksud untuk membahas dan menemukan faktor-faktor determinan yang mendukung implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik. karena belum efektif membangun komitmen pada mitra kerja untuk melaksanakan pelayanan akademik yang mengacu pada SOP belum terwujud. maka dipandang perlu dilakukan penelitian dengan judul “ Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik (Studi Kasus pada Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan. maka pelayanan dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat pada waktunya. Jika unsur pimpinan berperan maka peneliti yakin bahwa kemampuan pegawai dapat melaksanakan pelayanan akademik yang beriorentasi pada mahasiswa. Kemudian para pemimpin untuk berperan sebagai juru bicara ( spokesperson) merupakan kemampuan pemimpin untuk berkomunikasi yang baik dan mampu menjadi pendengar yang baik serta menjadi negosiator. baik secara teoritis maupun praktis. middle leader maupun lower leader sudah mendukung penyelenggaraan pelayanan akademik.3 yang disiapkan oleh institusi. sehinggga untuk mengimplementasikan peran kepemimpinan dapat diolaksanakan. karena unsur pimpinanlah yang merupakan ujung tombak kesuksesan suatu organisasi.

Untuk memperoleh gambaran. . Bagaimana implementasi peran kepemimpinan Akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu ? dalam pelayanan 2. D. Dari segi keilmuan. Manfaat Teoritis. 2. 2. Menjadi sumbangan pemikiran bagi para pemimpin di Universitas Tadulako bahwa para pemimpin mempunyai peran dalam pencapaian visi & misi Universitas Tadulako sekaligus meningkatkan mutu pelayanan pada mahasiswa. kajian terhadap masalah menjadi dasar bagi pengembangan materi ilmu administrasi publik pada umumnya dan khususnya kemampuan pemimpin dalam mengimplementasikan peran kepemimpinan secara efektif di Universitas Tadulako Palu serta menjadi bahan rujukan pada penelitian selanjutnya .4 B. diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: a. menganalisis dan menemukan faktor-faktor determinan implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik pada BAAKPSI Universitas Tadulako Palu. Untuk memperoleh gambaran. Rumusan Masalah 1. menganalisis dan menemukan implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu. Faktor-Faktor determinan apa yang mendukung implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu? C. Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian 1. Manfaat praktis.

sehingga kegiatan administrasi publik hendaknya diupayakan tercapainya tujuan sesuai dengan apa yang direncanakan. Berikut ada 6 . diharapkan penulisan tentang kepemimpinan akan memiliki daya dukung bagi pengembangan kehidupan masyarakat kampus. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tercapainya tujuan. Perkembangan Administrasi Publik Sejarah perkembangan administrasi publik pada dasarnya dapat ditelusuri melalui berbagai literatur yang membahas tentang administrasi publik.5 b. Stephen Robbins dikutip oleh Sukidin (2009:5) menyatakan: “ Administration is the universal process of efficiently getting activities completed with and through other people ”. Konsep Administrasi Publik Terdapat banyak persepsi tentang pengertian administrasi publik diantaranya. Administrasi publik merupakan suatu proses dimana sumber daya dan personil publik diorganisir dan dikoordinasikan untuk memformulasikan. Jadi administrasi pada hakekatnya merupakan suatu proses yang universal dalam aktivitas pencapaian tujuan secara efisien dengan dan melalui orang lain. Menjadi masukan bagi pengembangan Universitas Tadulako sebagai Perguruan Tinggi di Propinsi Sulawesi Tengah atau pihak-pihak yang berkepentingan sebagai masukan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan akademik di Universitas Tadulako Palu. Nampaklah peranan administrasi publik pada dasarnya sangat membantu dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Administrasi publik dapat dilihat dari paradigmanya. diharapkan kebijakan publik terkait dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi akan memberikan kontribusi menuju kualitas pendidikan yang lebih baik. Bagi masyarakat kampus. c. 2004:3). dan mengelola keputusan dalam kebijakan publik (Keban. B.

Paradigma I. inefisiensi. setelah Tahun 1970. Tahun 1950-1970. Diawali dengan ketidaksenangan bahwa ilmu administrasi dianggap sebagai ilmu kelas 2 setelah ilmu politik. Gullick & Urwick sehingga administrasi negara memisahkan diri dari politik . pada masa ini administrasi negara telah berkembang menjadi ilmu administrasi negara. Selanjutnya pada tahun 1990-sekarang dikenal dengan New Public Service. Aristoteles.1995). karena adanya keluhan dari berbagai masyarakat bahwa sektor publik. Paradigma V. Tahun 1900-1926. pada masa ini administrasi negara telah berkembang sebagai bagian dari ilmu politik. yaitu merambah ke teori organisasi.ugm. lingkungan.id) yaitu: pada tahun 1885-1980 yang dikenal dengan Old Publik Administration. pada masa ini administrasi negara memiliki prinsip-prinsip yang jelas. cenderung memiliki ruang lingkup yang terlalu besar. Jadi memusatkan perhatian pada letak administrasi negara di antara aspek-aspek lainnya. Paradigma IV. boros. visi dan lainnya.web. Prinsipnya adalah administrasi negara dapat diterapkan di negara mana saja walaupun berbeda kebudayaan. Paradigma III. Pada generasi ini peran . Kemudian berkembang lagi pada 19801990 yang dikenal dengan New Public Management. Pada generasi ini para ahli yang membicarakan tentang administrasi publik yaitu Plato. pada masa ini administrasi negara telah berkembang sebagai ilmu administrasi. ilmu kebijakan dan ekonomi politik. Pendapat para ahli tentang perkembangan administrasi publik dari tahun ke tahun mengalami perubahan (Teguh Kurniawan. Tahun 19271973. Wilson. Pada generasi ini sasaran utama adalah peningkatan cara pengelolaan pemerintah dan penyampaian pelayanan pada masyarakat dengan penekanan pada disiplin dan penghematan biaya. pada masa ini dibedakan dengan jelas antara administrasi dan politik negara. serta kurangnya perhatian terhadap pengembangan pegawai dan kepuasan kerja. dan merosotnya kinerja dalam pelayanan publik. serta peran dan manjer publik dalam menyediakan pelayanan berkualitas tinggi (Osborne & Gabler. NPM menjadi populer ketika prinsip Good Governance di implementasikan menjadi orientasi kajian. Machiavelli.6 (enam) paradigma untuk menjelaskan definisi administrasi publik Thoha (2002:18 ) & Umar (2004:5 ). diakses pada tanggal 10 Oktober 2011. Tahun 1956-1970. NPM menekankan bahwa paradigma manajemen terdahulu kurang efektif dalam memecahkan masalah dalam memberikan pelayanan terhadap publik.co. Paradigma II. http://teguh kurinawan.

Jika. sumber daya sosial politik dan budaya. yang bermakna bahwa pelayanan publik tidak dijalankan sendiri tetapi sebisa mungkin didorong untuk dijalankan oleh pihak lain melalui mekanisme pasar. maka bawahan (pegawai) dapat melaksanakan atau memberikan pelayanan berkualitas. 4.1995). Berdasarkan uraian tersebut. Karena pemilik kepentingan publik yang sebenarnya adalah masayarakat maka administrasi publik seharusnya memusatkan perhatiannya pada tanggung jawab melayani dan memberdayakan warga negara melalui pengelolaan organisasi publik dan implementasi kebijakan publik (Denhard & Denhard.7 manajer publik berubah karena ditantang untuk selain menemukan cara-cara baru dan inovatif dalam mencapai tujuan. kepemimpinan pemimpin berperan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari kajian NPS bahwa makna dari prinsip dasar untuk melaksanakan pelayanan yang berkualitas ditentukan oleh kepemimpinan pemimpin organisasi. atau menswastakan berbagai fungsi yang semula dijalankan oleh pemerintah (David Osborne dan Gaebler. Dapat pula diharapkan mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan terhadap semua aspek pelaksanaan pembangunan terhadap kehidupan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Artinya manajer publik didesak untuk mengarahkan bukannya mengayuh. Melaksanakan tertib kehidupan masyarakat dalam bentuk keamanan dan ketertiban.) Paradigma administrasi publik dapat diadopsi dari paradigma NPM & NPS yaitu yang menempatkan tentang kajian kepemimpinan dan pelayanan. Dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok pemerintahan yaitu pelayanan prima secara efektif. 2. . 2003. 3. maka dapat diketahui bahwa tujuan administrasi publik adalah sebagai berikut: 1. Mengusahakan pemberdayaan seluruh sumber daya aparatur. sebagai bagian dari administrasi publik yang banyak mendapat perhatian para ahli antara lain Keban (2004:10) yaitu kepemimpinan dan pelayanan termasuk ruang lingkup administrasi publik. sumber daya alam.

Sedangkan organisasi secara dinamis dapat dipandang sebagai organisasi yang bergerak yaitu suatu orgam yang hidup dan dinamis. Hal ini sesuai dengan penelitian yang mengkaji tentang peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik di Universitas Tadulako Palu yang membutuhkan pemimpin yang professional dan memiliki jiwa pelayanan kepada masyarakat serta memiliki keberanian bersama visi. Terselenggaranya visi-misi organisasi keterlibatan pemimpin sangat menentukan keberhasilan pelayanan yang dilakukan organisasi. teknologi. Richardus Eko Indrajit & Richardus Djokopranoto (2006:5). jabatan wewenang. bahwa universitas merupakan penyelenggara program pendidikan akademik atau profesional dalam beberapa disiplin ilmu pengetahuan. 2011:226). Manajemen inti dari pada administrasi sedangkan kepemimpinan inti dari pada organisasi kemudian inti kepemimpinan adalah manajemen (Pasolong. 2008:96). Pandangan para ahli bahwa organisasi sebagai wadah menuntut kerja sama manusia (pimpinan-bawahan) yang ada di dalamnya. Salah satu unit yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah unsur pimpinan di BAAKPSI beserta stafnya. Teori Organisasi Secara singkat dapat dikatakan bahwa organisasi jika dipandang dari segi statis. garis komando dari tanggung jawab. karena memang yang menjalankan kepemimpinan . D. Sebagai ilmuan atau pemerhati administrasi sama-sama memahami bahwa inti administrasi adalah organisasi (Akib.8 C. Wiliams dalam Wursanto (2005: 42) bahwa salah satu prinsip organisasi adalah kepemimpinan. Kepemimpinan dalam Pelayanan Publik Berbicara tentang kepemimpinan berarti kita tidak dapat melepaskan diri dari masalah manusia. maka organisasi dipandang sebagai wadah atau tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarkhi daripada kedudukan. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan kepemimpinan atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakkan oleh pemimpin organisasi tersebut. dan kesenian tertentu.

keduanya ini adalah manusia yang memiliki potensi. mengatakan bahwa: Ada jiwa kepemimpinan di dalam diri manusia dan diperkuat oleh Warren Bennis (2006) dalam buku Muladi Adi Sujatno (2008:9) yang mengatakan bahwa:”Seorang pemimpin berbeda dengan orang kebanyakan. serta proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama (Yukl. Kepemimpinan merupakan fenomena yang kompleks. Kekuatan terdahsyat pemimpin adalah suri teladan (uswatun hasanah) dan kejujuran (siddiq). Hal tersebut senada dengan pendapat Sri Sultan Hamengku Buwono X bahwa:” Setiap kita sesungguhnya memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. fitrah manusia diciptakan sebagai pemimpin khalifatullah di dunia.” Ia memiliki kelebihan yang orang lain tidak memilikinya. 2004). . Tujuan tersebut dapat tercapai jika tercipta kerjasama untuk melakukan tugas-tugas sesuai keinginan pemimpin (George Terry. 2010: 343). Kepemimpinan merupakan suatu proses untuk mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana tugas itu dilakukan secara efektif.9 adalah manusia itu sendiri. Memiliki pemikiran realistis dalam menghadapi berbagai proses aktivitas demi pencapaian tujuan organisasi. dan menggerakkan orang lain untuk secara sadar dan sukarela berpartisipasi di dalam mencapai tujuan organisasi.1981). Muladi Adi Sujatno (2008:9) mengungkapkan pendapat Dale Carnegie dalam bukunya “ The leader in You”. mampu memotivasi.” Kedua pendapat tersebut. karena dalam Al-Quran dan al-Kitab dituliskan bahwa pada dasarnya manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa untuk memimpin dunia. Oleh karena itu kepemimpinan tidak akan ada tanpa pemimpin dan yang dipimpin. Kepemimpinan pada dasarnya adalah mengenai penciptaan cara bagi orang untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan sesuatu yang luar biasa (Kouzes & Posner. Sejak kelahirannya. 2001:8). Jadi unit analisisnya adalah manusia/individu. memimpin alam semesta. dan merupakan gejala kemanusiaan yang universal (Bass. membuktikan bahwa keberadaan pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinan sangat penting. mengarahkan. dan memimpin jagat raya ini.

baik kepada pegawai. Berdasarkan pendapat para ahli tentang kepemimpinan. dengan kemampuan yang dimiliki pemimpin. 2001:13). mengemukakan kepemimpinan merupakan kekuatan yang sangat penting di balik kesuksesan berbagai organisasi. Grenleaf menyebutkan bahwa kepemimpinan pelayan adalah suatu model kepemimpinan yang memprioritaskan pelayanan kepada pihak lain. Sedangkan Nanus .10 Pendapat tersebut pada dasarnya memberikan makna bahwa kepemimpinan itu saling berinteraksi antar sesama manusia (pimpinanbawahan) untuk melaksanakan tugas pelayanan untuk pencapaian tujuan. orang (bawahan) diharapkan dapat bekerja sama dengan baik mencapai tujuan organisasi. pegawai dan situasi. sehingga pemimpin memerlukan kemampuan kepemimpinan untuk melaksanakan peran secara maksimal. (3) karakteristik situasi (Yukl. sebagaimana yang dikemukakan Stephen R. institusi maupun kepada masayarakat sebagai prioritas utama. bahwa pemimpin apapun bentuknya dituntut adanya peran maksimal sebagai pelopor pembaharu dan dia harus menjadi contoh dalam melaksanakan pembaharuan tersebut serta mampu mempengaruhi orang-orang yang terlibat dalam kelompok yang dipimpinnya. Ini menandakan bahwa di dalam sebuah organisasi yang selalu berinteraksi adalah unsur pimpinan.Covoy (2002:305). Greenleaf (1999:99) memberikan penekanan bahwa di dalam birokrasi perlu diterapkan suatu kepemimpinan yang dikenal dengan istilah: kepemimpinan Pelayan”. Burt & Nanus mengatakan proses untuk menjadi seorang pemimpin kurang lebih sama dengan proses menjadi seorang manusia yang utuh. Menyimak beberapa pendapat ahli. maka dapat di kemukakan bahwa teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Werren Bennis and Burth Nanus (2006:3). Jadi membahas tentang kepemimpinan ada tiga kunci utama yang perlu dipahami untuk efektivitas kepemimpinan adalah (1) Karakteristik pemimpin. (2) Karakteristik pengikut. kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi tingkah laku orang-orang supaya dapat bekerjasama dalam mewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama. Mencermati pendapat tersebut. Selain pendapat Nanus juga Kozes & Posner (2004:27) mengatakan jika seorang pemimpin ingin dikagumi maka harus memiliki karakter yang tegas karena itu seorang pemimpin ingin menjadi pemimpin yang utuh maka dituntut melaksanakan peran kepemimpinan secara tegas.

Pelatih. atau negara dalam praktek implementasi kebijakan sehari-hari. pemimpin harus mampu melakukan seleksi dan menetapkan sasaran dengan mempertimbangkan lingkungan eksternal masa depan yang menjadi tujuan pengerahan seluruh sumber daya organisasi dalam mencapai visi. Komariah (2003:93). Richard Beckhard (2000: 149) dapat membagi kepemimpinan dalam tiga peran atau kegiatan dasar: pathfinding (pencarian alur). d. Penentu arah. karena kepemimpinan yang berkualitas merupakan kunci utama keberhasilan suatu organisasi. Ke 3 (tiga) peran tersebut. Marshall Goldsmith. bagaimana merealisasikannya . kelompok. aligning (penyelarasan) dan Empowerment (pemberdayaan).11 (2001:95). pemimpin harus memberitahu orang lain tentang realita saat ini. mampu membuat skala prioritas bagi perubahan yang diisyaratkan visinya. Sujatno (2008:62) mengilustrasikan bahwa ada 4 (empat) peran penting bagi kepemimpinan efektif yaitu: a. Selalu member semangat untuk maju dan menuntun bagaimana mengaktualisasikan potensi mencapai visi. serta mampu mempromosikan eksperimentasi dengan partisipasi orang. menuju cita-cita bersama. b. pemimpin harus mampu menjadi negosiator dan pembentuk jaringan hubungan eksternal. menyusun visi dan mengkomunikasikannya melakukan pemberdayaan serta melakukan perubahan. Agen perubahan. apa visinya atau ke mana tujuan. Frances Hesselbein. pemimpin yang dapat berperan sebagai penentu arah adalah pemimpin visioner. Kualitas .orang untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan. Juru bicara. dapat berjalan dengan baik jika pemimpin berkemampuan untuk melakukan suatu perubahan dari harapan menjadi tindakan. pemimpin harus mampu mengantisipasi berbagai perubahan dan perkembangan lingkungan global dan membuat prediksi tentang implikasinya terhadap organisasi. c.

melainkan juga kualitas rohani. Ada beberapa pendapat para ahli tentang peran kepemimpinan. Pemberdayaan E. Br oker Mintzberg (dalam Yukl. 2001: 35) 1. Dari beberapa pendapat tentang peran kepemimpinan yang dijelaskan oleh masing-masing para ahli. Siap menjadi perancang anutan 2. Agen Perubahan 3. Pemantau 5. Siap menjadi 3. Koordinator 4. maka peneliti beranggapan bahwa peran kepemimpinan pada perinsipnya menuju pada pencapaian tujuan sebuah organisasi. . fasilitator 7. Penyelarasan 3.Penentu arah 2.Peran antar pribadi Nanus (2001:95) 1. Mentor 6. Siap menjadi penyelaras’ 4.Covoy Sedarmayanti (2002:305) (2008:144) 1. Tahun 2012.Covoy (2002:305) dan Antonio Syafii (2009) mengatakan bahwa seorang pemimpin dapat berperan sebagai pathfinding (pencarian alur). Adanya keseimbangan ketiga tersebut sangat membantu seorang pemimpin mengembang peran yang dituntut organisasi guna mewujudkan visi yang dicita-citakan bersama. Pelatih Senge (1990) Stephen dalam R. Produser 3. Pembuat Keptusan 3.Quinn (2000:43) 1. aligning (penyelarasan) dan Empowerment (pemberdayaan) serta panutan (modeling). (2000: 149) 1. Siap menjadi pemberdaya Di Sadur dari beberapa Pendapat para ahi. maka peneliti membuat gambar sebagai berikut: Hesselbein. dkk.Sebagai perintis. Pencarian alur 2. intelektual semata. Juru bicara 4.Sebagai 1. Peran pemposesa n informasi 2.Sebagai guru 2. inovator 8. karena keempat aspek inilah yang membentuk suatu karakter dari setiap pemimpin melaksanakan kepemimpinan yang efektif . pelayan 3.12 kepemimpinan yang diharapkan bukan hanya kualitas fisik. Dierktur 2. Stephen R.

(5). maka pihak lembaga . 1996:23). Pemberian pelayanan hendaknya mengacu pada hal-hal sebagai berikut: (1) Kepuasan total pelanggan. Jasa merupakan aktivitas manfaat dan kepuasan yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain. Dalam pelayanan bidang akademik yang sifatnya tidak berwujud fisik. yang merupakan salah satu dari layanan adalah jasa.13 Dalam kaitannya dengan penelitian pelayanan akademik pada Perguruan Tinggi. 2004: 252). 2001) dalam Rahayu (2010). 2001:12). (3). maka dapat dikatakan institusi telah melaksanakan tugas pokoknya sebagai pelayan masyarakat umum maupun masyarakat kampus. dalam prosesnya dan keluarannya sangat dipengaruhi dan didukung oleh produk fisik seperti fasilitas atau sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar. meliputi registrasi. atau diraba sebelum dibeli dan dikomsumsi. Membangun kualitas dalam sebuah proses. Jika institusi melakukan pelayanan dengan mengacu pada kepuasan pelanggan. ijazah dan system informasi serta alat dan sarana pendukungnya (Tampubolon. mendapatkan perlakukan yang jujur dan terus terang (Moenir. Jasa diartikan sebagai setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat tidak terwujud fisik (intangible) dan tidak menghasilkan suatu pemilikan (Tjiptono. mendapatkan pelayanan wajar. terutama yang berkaitan dengan kegiatan akademik yaitu: jasa administrasi. Oleh karena itu ruang lingkup pelayanan bidang akademik menyangkut kepentingan masyarakat kampus termasuk mahasiswa. pelayanan yang adil dan baik. Menerapkan filosofi. Menjalin kemitraan baik internal maupun eksternal (Sedarmayanti. didengar. mendapatkan perlakuan yang sama tanpa pilih kasih. Pelayanan secara umum yang didambakan adalah: kemudahan dalam pengurusan kepentingan. Jasa yang tidak berwujud fsik maksudnya tidak dapat dilihat. produk jasa dapat berhubungan dengan psoduk fisiknya. Namun demikian. (4). Pelayanan pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kepuasan pelanggan. transkrip. dirasa. Oleh karena itu orang tidak bisa menilai kualitas jasa sebelum orang tersebut merasakannya atau mengkomsumsi jasa itu. berbicara berdasarkan fakta. (2). dicium. Kecenderungan untuk mencari pelayanan yang lebih baik dan memuaskan dimiliki setiap orang dan merupakan haknya untuk memperoleh jaminan. Menjadikan kualitas sebagai tujuan utama dalam pelayanan.

Semua aspek ini berjalan dengan baik atas dukungan dari unsur pimpinan. Jadi Griffin menjelaskan bahwa manajemen terdapat unsur-unsur dalam proses manajemen yaitu perencanaan. F. leading and controlling an organization’s human. organiosasi. maka diperlukan manajemen . E. manajemen lebih muda dipahami melalui pendekatan system. keuangan. kepemimpinan dan pengendalian sumber daya manusia. Griffin (1984:7). Organisasi. mengendalikan pekerjaan anggota organisasi yang sudah ditetapkan (Stoner dkk. sehingga membutuhkan sumber daya pegawai yang memiliki kemampuan lebih dalam memberikan pelayanan yang berkualitas pada pelanggan (mahasiswa). Keterkaitan Antara Administrasi publik. and information resources to achieve organizational goal in an efficient and effective manner”. manajemen. Yang jelas manajemen dapat diterapkan pada setiap organisasi baik pemerintah maupun swasta. 1996:6). fisik dan informasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. organizing. financial. memimpin. kepemeimpinan dalam pelayanan akademik. Hakekat ilmu administrasi merupakan hasil pemikiran dan penalaran manusia yang disusun berdasarkan dengan rasionalitas dan sistimatika yang mengungkapkan kejelasan tentang objek forma.14 dalam pelayanan bidang akademik mempunyai kewenangan yang besar. pengorganisasian. yaitu manusia yang melakukan aktivitas administrasi dalam bentuk kerja sama menuju terwujudnya tujuan tertentu . Teori Manajemen Manajemen merupakan suatu proses merencanakan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian adanya keterkaitan antara administrasi publik. Manajemen sebagai suatu sistem merupakan suatu proses yang menyeluruh dan utuh “ Managemen is the process of planning. physical. Manajemen dan Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik. yaitu pemikiran untuk menciptakan suatu keteraturan dari berbagai aksi dan reaksi yang dilakoni oleh manusia dan objek material. agar organisasi tersebut dapat mencapai tujuan. karena inti manajemen adalah kepemimpinan.

Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dan administrasi publik merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sumber daya manusia dalam rangka pelaksanaan pelayanan akademik yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan tertentu melalui pemberdayaan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh BAAKPSI Universitas Tadulako Palu. Tanpa kerjasama yang baik maka administrasi. perilaku manusia tidak berjalan secara maksimal.15 (Makmur. (3) Dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh .menggerakkan sumber daya yang tersedia di sebuah organisasi atau lembaga. manajemen. Werren Bennsi & Burt Nanus (2001) berpendapat bahwa para ahli tidak henti-hentinya membahas tentang kepemimpinan dan masih sulit dipertahankan untuk menggunakan satu pengertian akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah memanfaatkan pengertian kepemimpinan tergantung pada situasi organisasi yang dipimpin. kepemimpinan. sehingga melaksanakan kepercayaan (trust) antara satu dengan yang lainnya. demikian juga admnistrasi publik yang mengkaji tentang aktivitas manusia secara teratur untuk mencapai tujuan tertentu. melakukan komunikasi serta melakukan bimbingan pada mitra kerja di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu. Kemudian yang paling banyak disoroti adalah kepemimpinan yang efektif & tidak efektif serta organisasi yang efektif dan tidak efektif. Untuk melaksanakan peran kepemimpinan tersebut tampak pada perilaku/gaya kepemimpinan yang diterapkan pada saat melakukan pengarahan. organisasi. Sehingga kepemimpinan terlihat punya keterkaitan dengan administrasi publik dengan alasan bahwa aktivitas dalam sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada kepemimpinan yang. Kepemimpinan berfungsi untuk mengarahkan manusia yang melakukan kerjasama. Jadi administrasi publik mempunyai keterkaitan dengan kepemimpinan. manajemen adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan objek kajian kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. hubungan manusia. 2008:1). administrasi. serta peran kepemimpinan dapat berperan jika pegawai dapat melaksanakan pelayanan akademik secara efektif. Dari pendapat tersebut dapat dipahami organisasi. (2) Untuk mencapai tujuan institusi. Unsur-unsur pelayanan administrasi akademik adalah: (1) Keseluruhan kegiatan pelaksanaan pelayanan akademik. menjadi agen perubahan.

jasa persyaratan administrasi untuk wisuda. pemimpin yang dapat berperan sebagai penentu arah adalah pemimpin visioner. Kerangka Konsep Universitas Tadulako adalah sebuah organisasi yang menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan. bertaqwa dan berakhlak mulia. dst” kesemuanya menciptakan wujud sosok manusia yang ideal. pemimpin harus mampu melakukan seleksi dan menetapkan sasaran dengan mempertimbangkan lingkungan eksternal masa depan yang menjadi tujuan pengerahan seluruh sumber daya organisasi dalam mencapai visi. (4) Untuk pelaksanaan kegiatan itu dibutuhkan keteraturan melalui kelembagaan (organisasi). yaitu pelayanan yang diharapkan adalah pelayanan yang beriorentasi pada kebutuhan pelanggan (Denhardt dan Denhardt. 2003) dan disisi kepemimpinan mengacu pada new public managemen yaitu kepemimpinan inti dari pada manajemen (Wahyu Suprapti. sebagaimana yang dijelaskan dalam paradigma administrasi yang mengacu pada new public service. Tujuan tersebut akan tercapai. Komariah (2003:93). persyaratan administrasi untuk pindah. jika semua unsur civitas bertanggung jawab atas terselenggaranya kualitas pelayanan akademik. Unit inilah yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pelayanan administrasi akademik di Universitas Tadulako yang ditunjang oleh staf/pegawai yaitu bertugas melayani jasa kliring nilai. Penentu arah. . G.20 Tahun 2003 tentang pendidikan nasional yang bertujuan menciptakan: manusia yang beriman. Penelitian disertasi ini dilandasrkan pada pandangan yang dikemukakan Burt & Nanus (2001:95). Secara struktural yang bertugas dan berkewenangan melaksanakan pelayanan akademik adalah BAAKPSI.16 BAAKPSI Untad Palu. 2000:12). Sujatno (2008:62) dan Sedarmayanti (2009:144) mengilustrasikan bahwa ada 4 (empat) peran penting bagi kepemimpinan efektif yaitu: 1. penelitian dan pengabdian pada masyarakat) yang mengacu pada Undang-Undang No.

mampu membuat skala prioritas bagi perubahan yang diisyaratkan visinya. Pelatih. 4. Juru bicara. apa visinya atau ke mana tujuan. pemimpin harus memberitahu orang lain tentang realita saat ini. SITUASI . menyusun visi dan mengkomunikasikannya melakukan pemberdayaan serta melakukan perubahan.17 2. Selalu memberi semangat untuk maju dan menuntun bagaimana mengaktualisasikan potensi mencapai visi. bagaimana merealisasikannya . pemimpin harus mampu menjadi negosiator dan pembentuk jaringan hubungan eksternal. 3. maka pemimpin tersebut berperan secara efektif dan tentu saja mempunyai peran untuk meningkatkan kualitas kerja pegawai dalam menyelenggarakan pelayanan UNIVERSITAS akademik. TADULAKO PENENTU ARAH KERANGKA KONSEP AGEN PERUBAHAN JURU BICARA KEPEMIMPINAN BAAKPSI PELAYANA N AKADEMIK (BAAKPSI) PELATIH FAKTOR DETERMINAN PEMIMPIN. PEGAWAI.orang untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan. peneliti berkeyakinan bahwa apabila kriteria tersebut dimiliki oleh seorang pemimpin. Berdasarkan pandangan tersebut di atas. Agen perubahan. serta mampu mempromosikan eksperimentasi dengan partisipasi orang. pemimpin harus mampu mengantisipasi berbagai perubahan dan perkembangan lingkungan global dan membuat prediksi tentang implikasinya terhadap organisasi.

Lokasi Penelitian . Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas.18 III. 2010:20). B. Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program. agen perubahan. juru bicara dan pelatih. aktivitas. Kepala Bagian. atau sekelompok individu. Kasus-kasus yang dimaksud adalah implementasi peran kepemimpinan Kepala Biro. dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (Creswell. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif. dan Kepala Subbagian di BAAKPSI yang dinilai berdasarkan kriteria: peran sebagai penentu arah. dengan pendekatan studi kasus. peristiwa. proses. METODE PENELITIAN A.

juru bicara dan pelatih bagi pegawai untuk menyelenggarakan pelayanan akademik. C. agen perubahan. 1. pegawai yang menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara pelayanan akademik serta mahasiswa yang merasakan pelayanan yang diberikan oleh pegawai. Fokus Masalah Penelitian dan Deskripsi Fokus . dengan pertimbangan bahwa unit terdepan memberi pelayanan akademik pada mahasiswa. Melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen resmi yang berupa profil UNTAD. peneliti mengetahui lebih mendalam tentang hasil implementasi peran kepemimpinan. Data Sekunder Data sekunder adalah sumber data pendukung sebagai upaya penyesuaian dengan kebutuhan data lapangan yang terkait dengan objek yang di kaji. Statuta UNTAD. Hal ini dilakukan melalui metode wawancara dan observasi. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Akademik. baik dalam aspek pemimpin berpern sebagai penentu arah.19 Penelitian ini dilaksanakan di Kantor BAAKPSI Universitas Tadulako Palu. Sumber Data Primer Data primer adalah sumber data utama yang digunakan untuk menjaring berbagai data dan informasi yang terkait dengan fokus yang dikaji. Disamping itu juga peneliti telah melakukan observasi lapangan pada lokasi aktivitas pemimpin. serta surat kabar dan dari internet. D. Pedoman SOP. 2. maupun pegawai dalam melaksanakan pelayanan akademik pada mahasiswa. hasil-hasil kajian /penelitian. Sumber Data Sumber data penelitian dari sumber data primer dan data sekunder secara propersional untuk mencapai tujuan penelitian ini.

c. sebagai unsur pemimpin memiliki kemampuan secara teknis dalam bidang Teknologi Informasi (IT) kemampuan konseptual maupun kemapuan hubungan manusia (pegawai). berdasar SOP. d. yaitu sebagai unsur pimpinan dapat mengantisipasi terjadinya perubahan sesuai tuntutan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang menunjang pelayanan akademik. maka ditetapkan fokus dan deskripsi fokus kajiannya dijelaskan sebagai berikut: 1. Kepala Bagian dan Kepala Subbagian sebagai unsur pimpinan memotivasi dan meyakinkan pegawai dalam melaksanakan pelayanan akademik yang mengacu pada SOP. sebagai unsur pimpinan mampu menciptakan komunikasi dan membangun jaringan/melakukan negosiasi secara internal dan eksternal sehingga pegawai dan mitra kerja mau berkomitmen menyelenggarakan pelayanan akademik berdasar SOP. Juru bicara.20 Untuk menjawab dan mengkaji “Implementasi Peran Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik” di BAAKPSI Universitas Tadulako. Kepala Bagian dan Kepala Sub-bagian. Adapun deskripsi fokus dalam penelitian ini adalah: Implementasi Peran Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik sebagai: a. Fokus penelitian ini adalah terkait dengan implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik” di BAAKPSI Universitas Tadulako. Hal ini Kepala Biro. dan memberdayakan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pelayanan akademik sesuai SOP. Pelatih. untuk mensosialisasikan pedoman penyelenggaraan pelayanan akademik yang efektif. Kepala Bagian . Kepala Biro. membangun kerja sama. Penentu arah. Agen perubahan. Kepala Bagian dan Kepala Subbagian. Kepala Biro. 2. Kemudian untuk menjawab tentang faktor-faktor yang determinan mendukung implementasi peran kepemimpinan Kepala Biro. Kepala Bagian dan Kepala Subbagian. Kepala Biro. b. membangun komitmen.

maka peneliti sendiri sebagai instrumen penelitian secara umum berhasil mendapatkan data yang valid dan reliebel. situasi yang bersifat sosial.21 serta Kepala Subbagain dalam pelayanan akademik yang berkualitas adalah: (a) faktor pemimpin. maksudnya tingkat kemampuan dan kesiapan pegawai untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai unsur pelaksana dalam pengelolaan administrasi akademik yang efektif di Universitas Tadulako. Faktor Pemimpin. penting dalam mendukung proses pelayanan akademik secara efektif. maksudnya kemampuan unsur-unsur pemimpin dalam mengimplementasikan peran kepemimpinan sebagai penentu arah. Faktor yang Dipimpin. tidaknya pelayanan akademik. termasuk ruang kerja yang belum memadai dan volume kerja yang belum seimbang antara jumlah pegawai dengan volume kerja yang tersedia. agen perubahan. Selain itu. maksudnya kapasitas lingkungan kerja pegawai di lingkungan Biro administrasi akademik Universitas Tadulako. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif merujuk pada instrumen yang menunjukkan kapasitas individu sebagai peneliti. a. Hal ini mungkin dilakukan dengan cara langsung turun ke lokasi penelitian dengan melakukan pengamatan (observasi) dan wawancara (dept interview) dengan informan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal ini. Faktor situasi. (b) yang dipimpin/bawahan dan (c) situasi. Ketiga faktor tersebut sangat menentukan efektif. c. Oleh karena itu yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. E. b. juru bicara dan pelatih untuk menggerakkan serta mempengaruhi bawahan dalam menyelenggarakan pelayanan akademik secara efektif. .

periode status Cabang (1966-1981). sebagai cikal bakal Universitas Tadulako melalui 3 (tiga) tahapan perjalanan sejarah yaitu periode Tadulako status swasta (1963-1966). G. Dalam model interaktif terdapat 3 komponen analisis utama yaitu komponen reduksi data ( data reduction). Kemudian penyajian data. trianggulasi pengumpulan data. Selanjutnya analisis dilakukan dengan memadukan cara interaktif terhadap keempat komponen utama tersebut. Keberadaan perguruan tinggi di Sulawesi Tengah. sajian data (data display). Agar data dan temuan yang diperoleh dalam penelitian ini terjamin keabsahan maka diuji dengan cara uji kredibilitas. atau sesuai dengan yang sebenarnya ada atau terjadi. PROFIL UNIVERSITAS TADULAKO A. Uji kredibilitas dalam penelitian ini bertujuan membuktikan apa yang diamati sesuai dengan keadaan sesungguhnya. dan status Perguruan tinggi Negeri yang berdiri sendiri.Universitas Tadulako sejak berubah menjadi Perguruan Tinggi . trianggulasi sumber data. maka peneliti menggunakan teknik observasi secara tekun. BAB IV. seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1992:16). Universitas Tadulako (UNTAD). Untuk mendapatkan data yang kredibel. dimaknai sebagai sekumpulan informasi dan data yang terkait dengan implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik yang tersusun dan memungkinkan untuk penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. serta penarikan kesimpulan (drawing). observasi dan dokumentasi. Teknik Penjaringan Data dan Pengabsahan Data Untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Deskripsi Universitas Tadulako Deskripsi Universitas Tadulako. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dengan menggunakan model interaktif.22 F. dari tahun 1981 sampai sekarang. maka penelitian ini menggunakan teknik penjaringan data dengan cara wawancara.

H. menunjukkan bahwa priode kepemimpinan Universitas Tadulako relatif tidak sama. Latar Priode No.SE. Tampak jelas.MS 4 Drs.Ir.M. 2012 Data dan infromasi pada tabel tersebut.Dr.H. memang berat dilaksanakan. Selengkapnya peneliti menuangkan dalam bentuk tabel..Si 6 Prof.H.H. MS 1998-2002 Master (S2) 5 Drs.Musi Amal 1990-1994 Doktor (S3) Pagiling.Syahabuddin 2002-2011 Master (S2) Mustapa.Aminuddin 1994-1998 Master (S2) Ponulele. akan tetapi lembaga bisa berkembang jika pemimpin tidak memiliki keberanian mengambil resiko .MA 3 Prof.MS Sumber: Bagian Humas Universitas Tadulako. Peran kepemimpinan sebagai agen perubahan.Muhammad Rasyid.Muhammad Basir 2011-sekarang Doktor (S3) . Para top leader memiliki keberanian untuk melakukan perubahan dengan melakukan mutasi terhadap pegawai. yakni berlangsung dua priode dan yang kedua berlangsung satu priode.Drs. Progres yang dicapai selama kurun waktu 2011-sampai sekarang sudah banyak perubahan. Kepemipinan yang ketiga berlangsung satu priode. bila gangguan kepentingan individu dan kelompok kepentingan dapat dihilangkan.Dr.23 Negeri sudah 6 (enam) kali pergantian unsur pimpinan (Rektor). sebagai wujud perubahan dalam mereorganisasi. kepemimpinan Rektor yang pertama memiliki masa kepemimpinan yang cukup panjang. tetapi sebenarnya masih sangat bisa ditingkatkan lebih maju lagi.Dr.Andi Mattulada 1981-1990 Doktor (S3) 2 Prof. Nama Rektor Belakang Kepemimpinan Pendidikan 1 Prof. kepemipinan yang kelima berlangusng dua priode dan yang keenam sekarang ini telah menjalankan tugas selaku Rektor sedang berjalan kurang lebih satu Tahun yaitu tanggal 07/03/2012 cukup 1 Tahun. Kepemimpinan yang keempat berlangsung satu priode.H.

Pendapat Nanus tersebut. jika dimaknai untuk diaplikasikan pada lingkungan Universitas Tadulako. Keadaan Pegawai di BAAKPSI Universitas Tadulako merupakan penggerak terhadap seluruh kegiatan administrasi akademik di lingkungan Universitas Tadulako sebanyak 39 orang. B. menandakan bahwa top leader di Universitas Tadulako tetap menerima kritikan. . kritikan merupakan bentuk motivasi untuk melakukan perbaikan.24 dalam melakukan perubahan. efisiensi dan efektivitas layanan akademik. baik dari segi kuantitas dan kualitas (Dikti. Pemenuhan layanan akademik dalam rangka meningkatkan mutu. Basir Tjio (2011) pada Pidato acara wisuda atau Dies Natalis Universitas Tadulako menyatakan bahwa melakukan perubahan ada yang senang dan ada yang tidak senang. maka perlu adanya upaya perbaikan layanan secara terus menerus dalam jangkauan lebih luas. Nanus (2003:80) menyatakan “ jangan pernah berhenti menemui serangan. tentu juga harus didukung oleh kompetensi sumber daya manusianya. maka semakin kompleks pula urusan bidang pelayanan akademik dalam membantu mahasiswa menyelesaikan layanan akademik kemahasiswaan. sebab semua resiko melibatkan perubahan. Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) Universitas Tadulako Seiring dengan perkembangan Universitas Tadulako. Pernyataan ini perlu diantisipasi agar tidak mengalami keterlambatan secara terus menerus. tapi bagi beliau kritikan merupakan suatu bentuk motivasi untuk melakukan suatu perbaikan. sebab serangan yang benar sangat berguna karena di dalam serangan tersebut ada kesempatan untuk melengkapi hubungan seseorang dengan kegagalannya sendiri”. Kemudian dituntut pula seorang pengelola administrasi akademik harus mempunyai sumberdaya serta sarana dan prasarana yang mendukung guna mempermudah kebutuhan mahasiswa khususnya dalam pelayanan administrasi akademik. yang diharapkan mampu melaksanakan pelayanan akademik. serta diperlukan kecepatan dan ketepatan waktu layanan akademik. Besarnya tanggung jawab dalam layanan akademik ini.2009). Namun diakui bahwa pelayanan akademik belum mengacu pada standar operasional prosedur pelayanan.

sebagai berikut: 1. mendukung hasil pengamatan peneliti. Implementasi Peran Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu Sosok pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan pegawai/bawahan sesuai harapan adalah pemimpin yang tegas mengimplementasikan peran-peran secara efektif. “para pemimpin belum efektif dalam memberikan motivasi dan keyakinan pada pegawai untuk melaksanakan pelayanan akademik berdasarkan SOP.25 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. ajari dia mengail. Dapat dipahami bahwa. Artinya penyebab penting dari dampak yang ditimbulkan karenanya. Anda menghidupinya sepanjang umur”. ketegasan sangat penting dimiliki dan dilakukan oleh para pemimpin sebagai upaya untuk mewujudkan pelayanan akademik berdasarkan SOP. Ini berarti. juru bicara dan pelatih. menunjukkan bahwa. Informasi ini. Pemimpin yang tegas dan memiliki komitmen serta memiliki tanggung jawab tinggi terhadap bawahan dan organisasi. adalah “pemimpin kurang tegas”. melalui motivasi dan memberi keyakinan. disebabkan karena kurang tegas”. siapapun pemimpin dituntut memiliki kemampuan menjadi penentu arah. Hasil analisis informasi dari beberapa informan dapat dimaknai bahwa. Pembahasan indikator-indikator kepemimpinan dalam penelitian ini. relefan dengan ungkapan Covoy (1997) “ beri seseorang ikan. . para pemimpin dalam memberikan bimbingan dan arahan belum tegas untuk melaksanakan pelayanan akademik berdasarkan SOP. Implementasi Peran Kepemimpinan Sebagai Penentu Arah Implementasi peran kepemimpinan sebagai “penentu arah” merupakan peran yang sangat strategis dalam rangka mengefektifan pegawai/bawahan menyelenggarakan pelayanan akademik. agen perubahan. Anda memberinya makan sehari.

menunjukkan bahwa. koordinasi sangat penting dilakukan oleh para pemimpin sebagai upaya untuk mewujudkan pelayanan akademik berdasarkan SOP. dan memberdayakan mitra untuk melaksanakan pelayanan akademik berdasarkan SOP. membangun kerja sama. 2. para ahli berpendapat “Nanus (2001:95). Dapat dipahami bahwa. kerja sama. disebabkan karena kurang koordinasi”. Artinya penyebab penting dari dampak yang ditimbulkan karenanya. Hasil analisis informasi dari beberapa informan dapat dimaknai bahwa. adalah “pemimpin kurang koordinasi” dengan unsur yang berwewangan dalam pelaksanaan pelayanan akademik. Olehnya itu. tetapi disisi lain E. para ahli berpendapat “Nanus (2001:95). 3. Implementasi Peran Kepemimpinan Sebagai Juru Bicara . dengan demikian maka pelayanan akademik dapat terlaksana secara efektif. disatu sisi tidak melihat pentingnya ketegasan sebagai faktor penentu keberhasilan. “para pemimpin belum efektif dalam membangun komitmen. Implementasi Peran Kepemimpinan Sebagai Agen Perubahan Implementasi peran kepemimpinan sebagai “agen perubahan” merupakan peran yang sangat strategis dalam pelayanan akademik. dan mampu memberdayakan mitra (2001:95). Nanus berpendapat untuk melaksanakan peranan sebagai agen perubahan pemimpin dituntut mampu membangun komitmen. Informasi ini. Quiin berpendapat bahwa ” Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang dapat melaksanakan peran sebagai koordinasi secara efektif dengan mitra kerja (2000:43). disatu sisi tidak melihat pentingnya koordinasi sebagai faktor penentu keberhasilan. tetapi disisi lain Kauzes and Posner menyatakan bahwa” Karakteristik pemimpin yang dikagumi adalah pemimpin yang memiliki ketegasan dalam bertindak (2004:27). Kaitannya dengan penelitian ini. mendukung hasil pengamatan peneliti.26 Kaitannya dengan penelitian ini. para pemimpin dalam melaksanakan perannya sebagai agen perubahan belum optimal dalam membangun koordinasi termasuk kepada mitra kerja yang ada pada 10 (sepuluh) fakultas.

4) Implementasi Peran Kepemimpinan Sebagai Pelatih Implementasi peran kepemimpinan sebagai pelatih. Sebagai juru bicara yang efektif dituntut mampu membangun komunikasi secara efektif dengan mitra kerja. sebab meskipun diketahui pemimpin adalah manusia biasa tetapi dituntut pemimpin mampu menghasil karya yang luar biasa. menunjukkan bahwa. (2008:91). para ahli berpendapat “Nanus (2001:95). Hasil analisis informasi dari beberapa informan dapat dimaknai bahwa. membangun jaringan yang luas. disatu sisi tidak melihat pentingnya sosialisasi sebagai faktor penentu keberhasilan. Tambunan mengemukakan bahwa”implementasi SOP perlu dilakukan sosialisasi secara memadai agar pemahaman secara prosedur standard dapat dipahami oleh semua pengguna. peran sosialisasi sangat penting dilakukan oleh para pemimpin sebagai upaya untuk mewujudkan pelayanan akademik berdasarkan SOP. tetapi disisi lain Rudi M. “para pemimpin belum efektif dalam membangun komunikasi dengan unsur terkait dalam pelayanan akademik termasuk mitra kerja. para pemimpin dalam belum aktif melaksanakan sosialisasi tentang pelayanan akademik berdasarkan SOP. pemimpin juga dituntut mampu .27 Implementasi peran kepemimpinan sebagai “juru bicara” cenderung belum optimal. Dapat dipahami bahwa. Menghasilkan karya yang luar biasa dalam pelayanan akademik menjadi tantangan tersendiri. pada hakekatnya SOP menjadi panduan bagi pengguna jasa. Informasi ini. relefan dengan hasil pengamatan peneliti. membangun jaringan yang luas dengan mitranya. aktif negosiasi dalam rangka menegakkan pelayanan akademik berdasarkan SOP secara efektif. Artinya penyebab penting sehingga belum efektif implementasi peran kepemimpinan dalam melaksanakan pelayanan akademik karena “pemimpin kurang melaksanakan sosialisasi” kepada mitra kerjanya. disebabkan karena belum optimal melakukan sosialisasi ”. Kaitannya dengan penelitian ini. dituntut pemimpin yang kredibel dan integritas tinggi. dan aktif negosiasi. sebab selain pemimpin dituntut mampu berperan sebagai pelatih.

sebagai faktor penentu keberhasilan seorang pemimpin. keterampilan dan wawasan tentang kemajuan terknologi. Tambunan mengemukakan bahwa ”implementasi SOP penting dilakukan pelatihan secara memadai agar dapat memahami standard operasional prosedur oleh semua pengguna. Dapat dikemukakan penyebab lemahnya implementasi peran kepemimpinan sebagai pelatih. menunjukkan bahwa. Informasi ini. 2009: 306). sopan. para ahli berpendapat “Nanus (2001:95). pada gilirannya bawahan menempatan atasan sebagai idola pemimpin yang bertanggung jawab. mendukung hasil pengamatan peneliti. sebagai indikasi bahwa pemimpin dituntut memiliki kemampuan lebih termasuk peran sebagai pelatih. tetapi disisi lain Rudi M. (2008:91). para pemimpin masih lemah pengetahuan. . Makna pentingnya pelatihan. sebagai pelatih harus memiliki kesabaran dan suri tauladan yang didasari oleh kemampuan /keahlian dan akhlak mulia agar mereka mempercayai bahwa apa yang disampaikan oleh pelatih betul-betul dapat diyakini kebenarannya (Aan Komariah & Cepi Triana. mampu membimbing bawahan/pegawai bekerja secara profesional dalam memanfatkan tekhnologi.28 menunjukkan sikap dan perilaku empati.Dubrin. konsisten menegakkan aturan yang berlaku. keterampilan dan wawasannya dalam pemberdayaan terknologi informatika. Keterbatasan kemampuan teknis dan konseptual menjadi referensi lemahnya pemimpin untuk menjadi pelatih yang professional dibidang kemajuan tehnologi. Kaitannya dengan penelitian ini. 2008:94). Pada hakekatnya peran kepemimpinan sebagai pelatih bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja pegawai (Andrew J. merupakan kriteria pemimpin yang dapat melaksanakan peran kepemimpinan sebagai pelatih. disatu sisi belum tegas melihat penting pengetahuan. dan santun sehingga layak untuk ditiru oleh orang lain termasuk pegawai sebagai bawahan. pada hakekatnya SOP menjadi panduan bagi pengguna jasa. Dari kedua hal tersebut menunjukkan para unsur pimpinan lebih banyak melakukan pendekatan hubungan manusia dibandingkan dengan kemampuan teknis dan konseptual. dan keterampilan yang memadai dalam pemberdayaan teknologi. Berdasarkan analisis hasil penelitian dari informan dapat dimaknai bahwa para unsur pimpinan belum memiliki kemampuan konseptual dan kemampuan teknis yang memadai. Menurut Bennis. adalah “pemimpin belum memiliki pengetahuan.

B. kurangnya sosialisasi sebagai juru bicara dan pemimpin sebagai pelatih belum memiliki pengetahuan. kurangnya koordinasi sebagai agen perubahan. disebut belum efektif impelementasi peran kepemimpinan. b. Namun belum efektif. Berdasarkan hasil analisis data. juru bicara dan pelatih di satu sisi. a. Faktor Pemimpin. belum optimal melaksanakan sosialisasi. Kemampuan pegawai tergambar pada pengetahuan. agen perubahan. berupaya melaksanakan pelayanan akademik berdasarkan SOP. karena unsur pimpinan belum tegas.29 Mencermati teori Werren Bennsi & Burt Nanus bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mampu melaksanakan peran kepemimpinan sebagai penentu arah. keterampilan dan sikap mentalnya. Keterampilan adalah keterampilan administrasi dan manajerial bahkan keterampilan teknis dan keterampilan sosial. Faktor-Faktor Determinan mendukung Implementasi Peran Kepemimpinan dalam Pelayanan Akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu Aspek-aspek yang mendukung implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik adalah faktor karakteristik pemimpin. namun belum efektif. faktor bawahan/yang dipimpin. kemampuan dan keterampilan yang memadai dibidang teknologi. belum memadai pengetahuan dan keterampilan dibidang teknologi untuk menjalankan tugas secara maksimal. Di sisi lain peneliti menemukan kelemahan berdasarkan hasil penelitian yaitu kurangnya ketegasan dari unsur pimpinan sebagai pengarah. agen perubahan. sudah dapat memberi kontribusi terhadap penyelenggaraan pelayanan akademik. belum optimal melaksanakan koordinasi. berupaya melaksanakan peran kepemimpinan baik sebagai penentu arah. dan faktor situasi. Faktor pegawai/dipimpin. juru buicara dan pelatih. . disebabkan karena volume kerja dan jumlah pegawai belum seimbang sehingga pelaksanaan pelayanan akademik cenderung terlambat.

maka penulis dapat merumuskan proposisi bahwa: “jika unsur pimpinan melaksanakan peran kepemimpinan melaksanakan koordinasi serta tegas dan melakukan sosialisasi secara optimal. lebih aktif melakukan sosialisasi sebagai juru bicara dengan harapan dapat dipercaya oleh mitra kerja serta lebih aktif memanfaatkan kemampuan teknik untuk mengantisipasi terjadainya perubahan yang bersifat global agar unsur pimpinan dapat menjadi panutan (modeling) . Berdasarkan uraian tersebut. Faktor situasi. faktor situasi sosial juga belum memadai untuk mendukung pelayanan efektif. disebabkan karena masih adanya praktek diskriminatif dilakukan oleh pegawai terhadap pelanggan dalam pelayanan akademik berdasarkan SOP di BAAKPSI Universitas Tadulako. Tidak kalah pentingnya adalah faktor fisik dan faktor soial yang belum memadai. maka akan berpengaruh terhadap pelayanan akademik”.30 c. karena tidak dapat dipungkiri bahwa pemicunya adalah sumber daya pegawai dari segi kuantitas dan kualitas belum memadai. Berdasarkan analisis hasil penelitian. jika dilihat dari segi lingkungan kerja pegawai dan sarana dan parasaran lainnya belum memadai untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan akademik. Jadi dapat dipahami bahwa “ Jika jumlah pegawai dan faktor fisik dan faktor sosial memadai maka pelayanan . lebih koordinatif dalam berperan sebagai agen perubahan. Selain factor situasi fisik. Disisi lain bahwa pelayanan akademik belum maksimal dilaksanakan. ditemukan bahwa teori yang dikembangkan Werren Bennis & Burt Nanus mendukung dalam menyelenggarakan pelayanan akademik. sehingga pelayanan akademik mengalami keterlambatan. namun peneliti menganggap bahwa teori tersebut belum efektif diterapkan di lokasi penelitian peneliti yaitu BAAKPSI disebabkan karena hasil analisis berdasarkan informasi dari informan menghendaki unsur pimpinan lebih tegas dalam menentukan arah bagi mitra kerja.

Jika unsur pimpinan melaksanakan hal tersebut. Fokus penelitian ini yaitu kepemimpinan sebagai inti manajemen menemukan deskripsi implemntasi peran kepemimpinan dalam pelayanan . dipimpin bekerjasama dengan baik dan didukung oleh sarana dan parasarana memadai. Keberhasilan organisasi mengandung arti keberhasilan pemimpin organisasi itu dan juga keberhasilan individu atau kelompok yang dipimpinnya. maka pimpinan memahami apakah pegawai konsisten terhadap komitmen terhadap aturan atau tidak. Biro administrasi akademik kemahasiswaan perencanaan dan sistem informasi Universitas Tadulako Palu memiliki volume kegiatan yang terus membengkak dan beban kerja yang semakin berat tidak seimbang dengan daya dukung kemampuan administrasi khususnya sumber daya manusia pegawai yang relative terbatas baik kualitas maupun kuantitasnya. Hesselbein (2000:149) dan Antonio Syafii (2007). karena kepemimpinan tidak berjalan tanpa ada pemimpin dan yang dipimpin serta tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai semua menjadi penghambat dalam mensukseskan pelayanan akademik yang beriorentasi pada pelanggan. Pegawai secara pribadi memahami tentang kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya setelah unsur pimpinan melakukan control kepada mitra kerja. Hasil temuan ini belum dianggap berakhir apabila para pejabat pimpinan belum melaksanakan koordinasi dengan melakukan sosialisasi serta bertindak tegas dalam penerapan SOP baik secara internal maupun eksternal. Jadi antara pimpinan dan yang dipimpin merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam melaksanakan aktivitas dalam pencapaian tujuan. Jika terbukti tidak konsisten dalam memegang komitmen maka unsur pimpinan sebagai pemberdaya belum terwujud secara efektif.31 akademik dapat diterapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) secara optimal”.Covoy (2002:305). pendapat E.Quinn (2000:43). pendapat Stephen R. maka penyelenggaraan pelayanan akademik dapat lebih efektif dan efisien”. sehingga peneliti merumuskan proposisi bahwa: “ Jika faktor pemimpin. Proposisi tersebut sejalan dengan pendapat Werren Bennis & Burt Nanus (2001:95). Kenyataan itu berdampak terhadap sistem pelayanan akademik bahkan pelayanan manajerial dan publik belum memenuhi standar pelayanan yang ditentukan.

loyal dan disiplin melaksanakan tugas dan fungsinya. Orang mengatakan bahwa sekarang sedang dihadapi lautan perubahan dan agar supaya perubahan itu dapat bermakna untuk kehidupan manusia dan kemanusiaan semua pihak harus fokus kepemimpinannya memanajemen perubahan secara realistis. . Pelaksanaan peran kepemimpinan yaitu sebagai penentu arah.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. transparan dan akuntabel. Harus diakui bahwa dinamika perubahan masyarakat dan sekarang semakin cepat dan strategis disebabkan oleh perkembangan ilmu dan teknologi diberbagai aspek kehidupan termasuk aspek pemerintahan dan administrasi publik. Kepemimpinan modern adalah kepemimpinan visioner. kritis. korektif dan konstruktif. dibutuhkan karakteristik pemimpin yang berkemampuan prima. untuk menjadi pemimpin. Dinamika organisasi juga tidak cukup hanya menerapkan pilar administrasi yaitu teknik-teknik manajemen konpensional paradigma lama tetapi sekarang sudah dibutuhkan teknik manajemen modern yaitu total quality management (TQM) dan sebagai tuntutan partisipatif dalam pembangunan maka dibutuhkan “ Collaborative management”. Dewasa ini tidak cukup hanya mengembangkan organizational leadership tetapi penting dikembangkan selp Leadership dan super leadership yaitu. penelitian dan pengabdian pada masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi).25 tahun 2009 tentang pelayanan publik. adaptif. demikian pula belum sepenuhnya mengacu pada UU No. Peran kepemimpinan perguruan tinggi semakin dominan dan strategis terutama mengendalikan dan memanfaatkan perubahan itu untuk kepentingan kemajuan perguruan tinggi.32 akademik pada BAAKPSI. Komariah (2003) dan Sujatno (2008) dapat dipahami cukup memotivasi bawahan untuk lebih dedikatif. namun karena masih menghadapi beberapa masalah pelaksanaannya belum optimal atau efektif mencapai standar pelayanan (SOP) dan kinerja yang efisien. maka dituntut mampu memimpin diri sendiri dan mampu memimpin orang lain. responsif. termasuk lembaga perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan. efektif dan produktif sesuai kebijakan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas yaitu Undang-Undang No. dimana peran kepemimpinan tersebut telah diusahakan penerapannya seperti yang dikemukakan Werren Bennis & Burt Nanus (2001). juru bicara organisasi dan pelatih (Werren Bennis & Burt Nanus 2006). agen perubahan.

peneliti menemukan bahwa unsur pimpinan dituntut lebih berperan sebagai panutan (modeling) dan berperan sebagai pemberdaya ( empovermen) serta berperan sebagai koordinator. Kewenangan dan kewibawaan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh kepercayaan bawahan terhadap kepemimpinannya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. 2007). (3) Empowermen (pemberdayaan) dan (4) Modeling leadership (keteladanan) (Syafii. Pendapat Werren Bennis & Burt Nanus tentang peran kepemimpinan sudah memberi kontribusi terhadap penyelenggaraan pelayanan akademik. namun belum maksimal untuk melaksanakan pelayanan akademik.33 maksudnya meskipun pemimpin adalah orang biasa tetapi harus mampu melakukan sesuatu yang luar biasa (Siagian. namun masih perlu dikembangkan. kerja sama dan memberdayakan mitra . Implementasi peran kepemimpinan di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu dapat dilaksanakan baik sebagai penentu arah. Implementasi peran kepemimpinan sebagai penentu arah belum efektif dalam memberikan motivasi dan keyakinan dalam pelayanan akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu b. 2009:10). VI. Karakteristik kepemimpinan yang berkemampuan prima adalah: (1) Parthfinding (penentu arah). artinya kepercayaan yang kuat di antara keduanya dapat menjadi perekat yang mengikat untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini dapat dilihat pada aspek-aspek sebagai berikut: a. agen perubahan. (2) Aligming (penyelaras). juru bicara maupun pelatih. bahwa 4 (empat) peran kepemimpinan belum mendukung penyelenggaraan pelayanan akademik di BAAKPSI. Simpulan Berdasarkan hasil kajian yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Steven Covoy (2002) dan Hasselbein (2000). SIMPULAN DAN SARAN A. Implementasi peran kepemimpinan sebagai agen perubahan belum efektif melakukan komitmen.

disebabkan karena volume kerja makin besar. agen perubahan. keterampilan dan wawasan tentang Tehnologi Impormatisi (IT) secara memadai dalam pelayanan akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu. sedangkan kuantitas dan kualitas pegawai masih terbatas. Faktor pegawai/dipimpin. Saran 1. belum maksimal melaksanakan sosialisasi. Implementasi peran kepemimpinan baik sebagai penentu arah. 2. belum maksimal melaksanakan koordinasi. Faktor Pemimpin. dan memberi pengaruh di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu d. . juru buicara dan pelatih namun belum efektif. Implementasi peran kepemimpinan sebagai juru bicara belum efektif dalam berkomunikasi. dan belum cukup untuk dapat dijadikan sebagai panutan memberdayakan mitra kerja dalam pelayanan akademik berdasarkan SOP di Universitas Tadulako Palu b. a. B. dipimpin/pegawai dan situasi lingkungan kerja. Faktor-faktor determinan yang dianggap mendukung implementasi peran kepemimpinan dalam pelayanan akademik adalah faktor karakteristik pemimpin. situasi fisik dan situasi sosial belum memadai untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan akademik berdasarkan SOP di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu.34 dalam pelaksanaan pelayanan akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu c. yaitu pegawai sudah melaksanakan pelayanan akademik namun belum efektif dan mengalami keterlambatan menyelesaikan tugas. agen perubahan. yaitu pemimpin sudah melaksanakan peran baik sebagai penentu arah. Implementasi peran kepemimpinan sebagai pelatih belum memiliki pengetahuan. juru bicara maupun pelatih sedapat mungkin unsur pimpinan memperhatikan perinsip-perinsip dan nilai-nilai kepemimpinan yang diamanatkan oleh pendiri Universitas Tadulako yaitu diharapkan pemimpin berjiwa “ Ketadulako-an atau Keutamanan”. c. disebabkan karena unsur pimpinan belum tegas. bernegosisasi. Faktor situasi.

tetapi perlu dibarengi koordinasi. pegawai dan sarana dan prasarana menciptakan sinergitas untuk mensukseskan . tetapi perlu dibarengi dengan ketegasan. d. agar mitra kerja dapat konsisten terhadap pelaksanaan pelayanan akademik . 3. ijsah dan wisuda sudah ada semacam flow chart agar pengguna SOP tidak mengalami kebingungan. Para unsur pemimpin.35 a. selain menerapkan gaya kepemimpinan konsultatif. selain menerapkan gaya kepemimpinan instruktif. c. selain menerapkan gaya kepemimpinan yang instruktif dan konsultatif. diharapkan para unsur pimpinan lebih meningkatkan kualitas dalam keterampilan tekhnis seperti pemanfaatan tekhnologi komputer dan lain-lain yang dapat menunjang kualitas layanan akademik. sebab masih terdapat mitra kerja yang belum konsisten dan komitmen terhadap pelayanan akademik . Implementasi peran kepemimpinan sebagai pelatih. Implementasi peran kepemimpinan sebagai agen perubahan. Implementasi peran kepemimpinan sebagai penentu arah. Perlunya kerjasama antar unsur pimpinan. serta mengusulkan sarana dan prasarana yang dapat mendukung kegiatan proses pelayanan akademik. b. serta perlunya buku saku yang tercantum SOP. 2. dapat mengusulkan untuk penambahan tenaga administrasi yang professional agar tidak terjadi penanganan pekerjaan berganda. tetapi perlu dibarengi sosialisasi dalam bentuk komonukasi secara langsung dan tidak langsung ke sumua mitra kerja yaitu semua sudut ruangan yang menjadi sasaran aktivitas pelayanan akademik yang berkaitan dengan prosedur kliring nilai. surat pindah. Implementasi peran kepemimpinan sebagai juru bicara.

Muh.Syafii. Transformational Leadership. 2007a.Avolio (Eds) . The Implication of Transactional a Transformational Leadership for Individual. Blanchard.2006b. B. 2006. Memahami Good Governance. DAFTAR PUSTAKA Akib. Leadership New York : Harper and Row . Manajemen of Organizational Behavior. 2007.1990. -----------. Tearm. Jakarta: PT.4 : 231-272.M. Adi Sujatno. Utilizing Human Resources . 2003b. J. Second Edition New Jersey: Lawrence Eribaum Associates Plubichers. 2004.M. Yogyakarta: Gava Media. Jakarta: Managemen Centre. Jakarta: PT. Terjemahan.Marlita Harapan. Bass. Muhammad SAW. Third Edition. Burhan. Jakarta: Wahana Semesta Intermedia.Reggio (Eds). B. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Superleader Super Manager. 2008. ----------.Haedar. Penelitian Kualitatif: Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Bass. 1981.Elex Media Komputindo Gramedia. 2009a. ----------. Mencermati Dinamika Konsep Kepemimpinan : Dosen FEIS dan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Ambar Teguh Sulistiyani. 1977c. Self Leadership and The One Minute Manager: Meningkatkan Efektivitas Lewat Kepemimpinan diri Situasional . Burns. Vol. Hersey. and Organizational Development. A Survey of theory and research . Bungin. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Muladi. Research in Organizational Change and Development. Leading at Higher Level: Konsep Blanchard dalam Kepemimpinan dan bagaimana Menciptakan Perusahaan yang Berkinerja Tinggi. Traktat Etis Kepemimpinan Nasional. Englewood Cliffs: New Jersey Prentice HallInternational Inc. & Ronal E.Gramedia Pustaka Utama.M and Bruce J. Antonio. Stogdils Handbook of Leadership. 1978. Bass. Bernand M. 2011.36 penyelenggaraan pelayanan akademik di BAAKPSI Universitas Tadulako Palu. Revised and Ekspanted Editon: New York: Free Press.

1995. 2006. Penilaian Kinerja Organisasi Pelayanan Publik . Encyclopedia of Leadership: Copyright by Berkshire Publishing Group LLC. Jakarta: PPM. 2009. 1978. Leadership The Challenge. Jakarta: Prenada Media Group.Frances. 2006. Jakarta: Prasindo.Box 69 Grogol.J. Asas-Asas Penelitian humaniora: Yogyakarta. Effective Managerial Ledership. James.Strategi dan Praktek Baru Untuk Masa Depan: Jakarta: PT. Mewirausahakan Birokrasi.J.1972. David Osbon and Ted Gaebler. Leaders: Strategi Untuk membangun Tanggung Jawab.Fitriani. Advences In Eksprimental Social Psychology. Terjemahan Aswita R. Warren & Burt Nanus (Eds). Dwiyanto. Cribbin. Damai Darmadi Sukidin. Gregor Burns. Tantangan Kepemimpinan: Copyright . Kepemimpinan: Startegi Mengefektifkan Organisasi .Janet V dan Denhard Robert B.Sharepe. Creswell. Jakarta :Bhuawana Ilmu Populer. New York :Akademic Press. Jakarta. Edisi ke 2. New York: M. Denhard. Kouzes. The Leader Of The Future : Visi. Edisi ketiga. 2009.. 1995.Stephen R. 1995.Berkowitz (Ed) . PO. The Contingensi Model and Dynamics of The Leadership Process. United States of America. 2004. Principle Centered Laedership (kepemimpinan yang Berprinsip)/ Terjemahan. 1997. Inc. 2000. 2010. Richardus Eko & Djokopranoto. Manajemen Perguruan Tinggi Modern: Yogyakarta: Andi Offset Kerlinger. Erlangga.37 Bennis. Administrasi Publik. Gribbin.John. Hesselbein. Inc. Covoy. Indrajit. .Eleks Media Komputindo. In L. Agus. James M & Posner. 2004.2003. The New Public Service: Serving Not Steering. Research Desigen: Pendekatan Kualitatif Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarat: UGM Fiedler.J.E.W. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta Barat Indonesia: Bina Rupa Aksara. The Complate Ideal’s Guides Leadership.1997. Dubrin Andrew. Jakarta: Laksbang Pressindo. FE Universitas Gadjah Mada.

Filasafat Administrasi: Jakarta: Bumi Aksara. Bandung: Cetakan Ke 14 Rosdakarya. Perilaku Organisasi. -----------. Makmur. (trans). Leaders. Visionary Leadership: Menuju Sekolah Efektif : Jakarta: Bumi Akasara. “The Managers’s Job: Folklore and Fact”.. Bandung: Alfabeta Robert.38 Komang Ardana. 2008. Batam Centre 29432. 2004. Mintzberg. 2008. Rohedi. Buku Sumber Tentang Metode Baru. Jakarta. 1992.Cahaya Abadi. Henry. Mattew B and Hubermen AM.Terjemahan Interaksa PO. 2006b. Tjetjep. Yeremias T.Box 238. 2004. Aan. Analisis Data Kualitatif. H. Menjadi Seorang Manjer Yang Ahli (Becoming A Master Manger). Ni Wayan Nujiati. 2008a. Milles. & A. Good Goevrnance (Kepemerintahan Yang Baik) .Refika Aditama. Interaksa PO. Teori dan Isu. Jakarta. Metodologi Penelitian Kualitatif. Batam Centre 29432. Luthans. Jakarta: Universitas Indonesia Press. 2001. 2006. Lexy. Strategi Untuk Mengembang Tanggung Jawab: Jakarta: PT. Harvard Business School Press. Implementasi Kebijakan Publik dan Perspektif Realitas . Michael Huberman. Jakarta Keban. 2001. 2006. Enam Dimensi Strategi Administrasi Publik. Vivin Andika Yuwono. Anak Agung Ayu Sriati. Manajemen Pelayanan Umum. 2008. Analisis Data Kualitatif.Box 238. Terjemahan. Graha Ilmu. Moleong. Yulianto. Penerbit Gaya Media. Matthew B. Pasolong Harbani. Harvard Business Review on Leadership. 2008. Terjemahan Edisi 10. Nanus Burt & Bennis Warren.Jakarta: Bumi Aksara. Perilaku Keorganisasian.A. Quinn dkk. Yogyakarta. Patologi Administrasi. Kepemimpinan Birokrasi. Miles. 2000.Buana Ilmu Populer.Grenleaf. . Robert K.J. UI. Tulungagung: PT. Komariah.S. Moenir. Kaji. 1998. Bandung: PT. 1992. 1999. Diterjemahkan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Sedarmayanti. Reflections on Leadership (Renungan Tentang kepemimpinan) . Bandung: Mandar Maju. Konsep.

Terjemahan. 1994b. Jakarta: Indeks Gramedia Group. Yogyakarta. Tjiptono Fendy. Perilaku Organisasi. Standard Operating Procedures (SOP).Universitas Atmadjaya Thoha. Perilaku Keorganisasian. Metode Riset Ilmu Administrasi. Reformasi Administrasi Publik. Wursanto. Budi Suprianto. Pengembangan Kinerja Pelayanan Publik. 2008b. 2010. 2010. New York: Harper and Row Publisher. Jurnal Kurniawan. ---------. Metode Penelitian Administrasi. Sugiyono.co. 2009. 2002c. 2008. Tambunan. 2000. Leadership in Organization. Jakarta: Proyek HEDS Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. http://teguh kurniawan. Kepemimpinan Autentik: Keberanian Untuk Bertindak . Surjadi. Jakarta: Prenada Media Group. (Website. Jakarta: Aditama. Yogyakarta: FISIPOL UGM. --------.web. Jakarata: Raja Grafindo Persada. New Jersey: Prentice Hall International Inc. 2002. --------. Manajemen Mutu Total di Perguruan Tinggi .dkk.P. Prinsip-Prinsip Manajemen. Gary A. 2006 b. dan Kepemimpinan Masa Depan (Mewujudkan Pelayanan Prima dan Kepemerintahan Yang Baik. 2009. D. 1995. Jakarta: Andi Offset Yukl. Manajemen Jasa. Jakarta: Maiestas Publishing. Bandung: Alfabeta Stoner.F.39 -------. Umar. Jurnal. --------.Box 238. Andi Tampubolon. Umam Khaerul.ugm. Kepemimpinan dalam Organisasi. -------. Kepemimpinan dalam Manajemen. Perkembangan Administrasi Publik. 2006. Rudi M. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Dasar-Dasar Organisasi.1996. Jakarta: Bumi Aksara. 2004. Bandung: Pustaka Setia. George. Ilmu Administrasi Publik Kontemporer. James A. Bandung: Refika Aditama. Jakarta: Prenhalindo. Reformasi Birokrasi. Suwarto. Englewood Cliffs. Dimensi-Dimensi Prima Ilmu Administrasi Negara. Yogyakarta. Manajemen. 2010. Terry.1994a.id) . Batam Centre. Husein. 2002a. 2007. 1960 a. Teguh.Intrakarsa PO. Principles Of Manajement.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. Keputusan MENPAN No.40 Dokumen: Peraturan Mentri Dalam Negeri No. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0187/0/1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Tadulako.6 Tahun 2007. Pidato Dalam Rangka Dies Natalis Ke -30 Universitas Tadulako Palu. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan kebudayaan Jakarta. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 99/D/0/1998. tentang pedoman Penyelenggaraan Administrasi Pelayanan.4 Tahun 2010. . 63 th. Tentang Pedoman Penyusuanan dan Penerapan stándar pelayanan Minimal Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 1995. Tanggal 25 Agustus 1998. Tentang Rincian Tugas Bagian dan Sub Bagian di Universitas Tadulako. 2011. Pedoman Penyelenggaraan Akademik Universitas Tadulako Tahun 2011 Pidato Ilmiah Muhammad Basir Cyo. 2003 tentang Pelayanan Publik Statuta Universitas Tadulako Tahun 2008.

T 2.Pelayaran 3.Abadi No. M. S.16 Palu : Staf Pengajar Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako. Tahun 1972 Tamat di SD Negeri Siddo. 6.Daswati.16 Edisi Juni 2006. Kota Pare-Pare 4. Kota Pare-Pare 3. Riwayat Pendidikan: 1.41 BIODATA PENELITI Nama Lengkap Jenis Kelamin Pangkat.Sarfiansyah. Tahun 1979 Tamat di SMA Negeri I Pare-Pare. Tahun 1976 Tamat di SD Negeri I Pare-Pare.Sarfian Syahadat. Edy Fitriawan. Tahun 2009 terdaftar sebagai mahasiswa Program Doktor (S3) Program Studi Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar.Si : Wanita : Pembina Utama Muda. Jurnal Academika. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pemimpin dalam menjalankan Kepemimpinan (Analisis). Muh.Yusuf Aksa. Kabupaten Barru 2. Muh.Syahruddin Hattab. . Tahun 1986 menyelesaikan studi pada program sarjana (S1) Ilmu Administrasi Negera FISIP Universitas Hasanuddin. Muh. M. Karya Tulis Ilmiah 1. IVc. Tahun 1997 menyelesaikan studi pada Program Magister (S2) Bidang Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan Pasca Sarjana Universitas Samratulangi Manado. Makassar 5. Gol.KM 5. S. S. Dila Srikandi Syahadat. No.Si : 1. 1960012301989032001 : Lektor Kepala/FISIP : Jl. S.Nip Jabatan/Fakultas Alamat Pekerjaan Nama Suami Anak : Dra.E 4. : Drs.

Jurnal Academika. Dialog Nasional Kebangsaan II UNM ” Peningkatan Daya Saing Bangsa Melalui Penguasaan teknologi” .19 Edisi Juni 2006 5.4 No. Lokakarya Peningkatan Mutu Layanan & Bimbingan Akademik bagi Mahasiswa. No. Konfrensi Adm. Jurnal Academika. Strategi Kepemimpinan Untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi (Analisis). Jurnal Academika. Volume 1No.Negara/Publik IV & Seminar Nasional “ Penguatan Adm. Seminar “ Penguatan lembaga terhadap Peran Perempuan dalam Menyikapi Good Governance dan persoalan Lingkungan Hidup. Implementasi Peran Kepemimpinan Dengan Gaya Kepemimpinan Menuju Kesuksesan Organisasi.42 2. Vol.17 Edisi Juni 2006. 3. No.Negara Untuk Kesejahteraan Rakyat” tanggal 7-9 Juli 2009 di Makassar. Implementasi Teknik Kepemimpinan Pemerintahan dalam pelayanan Publik (Analisis). PSW Universitas Tadulako Palu 2. Universitas Tadulako Palu. Pebruari 2009 7. Jurnal Academika. Kesejahteraan dan 3.1 Pebruari 2012 Peserta Seminar/Lokakarya 1. No.17 Edisi Juni 2007 4.20 Edisi Juni 2008 6. No. Tahun 2006. Jurnal Academika. Seminar Nasional Ekonomi Syariah Untuk Kemakmuran Masyarakat Sulawesi Tengah. Jurnal Academika. Penyuluhan tentang Petunjuk Pengisian Buku Registrasi Kantor Kelurahan Bayaoge sebagai Tim penyuluh. Beberapa faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Organisasi (Analisis). Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat 1. . Kiat Sukses Memimpin Melalui Penerapan Manajemen peran Serta (Teoritik). Pengembangan Kepribadioan Pegawai dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja.1. 17 Maret 2009 di Makassar 5. 4.

Satya Lencana 20 Tahun Masa Kerja. Penyuluhan tentang Pentingnya Keterlibatan semua Unsur dalam Menciptakan Kebersihan Lingkungan di kelurahan Lasoani. Tim penyluh tahun 2009. Penyuluhan tentang Pentingnya Keterlibatan semua Unsur dalam Menciptakan Kebersihan Lingkungan di kelurahan Besusu Barat. Tahun 2007/2008. Pengurus AIPI. PT. Tim penyuluh tahun 2008 4. Tim Penyuluh Tahun 2007 3. Tim penyuluh tahun 2009 5.Penyelenggara Universitas Hasanuddin Makassar. . Organisasi Masyarakat 1.43 2. Presiden RI tahun 2011. Penyuluhan tentang Pentingnya Keterlibatan semua Unsur dalam Menciptakan Kebersihan Lingkungan di kelurahan Lasoani. Sertifikasi Dosen Profesional. 10 Agustus 2009 2. Departemen Pendidikan Nasional RI. Penyuluhan tentang Pentingnya Pemberdayaan Dasa Wisma terhadap Kebersihan Lingkungan di Kelurahan Talise. Piagam Penghargaan 1.