P. 1
Debu

Debu

|Views: 130|Likes:
debu partikel
debu partikel

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Andika Juventini Bustari on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

OCT

16

makalah tentang partikel debu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia memerlukan udara untuk bernapas dan melaksanakan matabolisme dalam tubuh yang nantinya menghasilkan energi yang digunakan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Dalam udara yang kita hirup, tidak selamanya bersih. Kadang kala udara tersebut terkandung partikel pencemar yang disebut polutan. Salah satu polutan tersebut ialah berupa butiran debu yang banyak ditemukan pada industri. Dewasa ini, keberadaan sektor industri di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan ini sejalan dengan peningkatan taraf ekonomi negara. Dengan majunya industri maka terbukalah lapangan kerja buat masyarakat, daerah di sekitar perindustrian juga berkembang dalam bidang sarana transportasi, komunikasi, perdagangan dan bidang lain. Meskipun perkembangan industri yang pesat dapat meningkatkan taraf hidup, tetapi berbagai dampak negatif juga bisa terjadi pada masyarakat. Salah satu dampak negatif adalah terhadap paru para pekerja dan masyarakat di sekitar daerah perindustrian. Hal ini disebabkan pencemaran udara akibat proses pengolahan atau hasil industri tersebut. Berbagai zat dapat mencemari udara seperti debu batubara, semen, kapas, asbes, zat-zat kimia, gas beracun, dan lain-lain. Selain itu pula, pada lingkungan tersebut banyak melibatkan proses mekanis. Tergantung dari jenis paparan yang terhisap, berbagai penyakit paru dapat timbul pada para pekerja. Pengetahuan yang cukup tentang dampak debu terhadap paru diperlukan untuk dapat mengenali kelainan yang terjadi dan melakukan usaha pencegahan.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang coba dikemukakan dalam makalah ini adalah sebagai berikut 1. Bagaimana reaksi paru terhadap debu? 2. Penyakit apa saja yang ditimbulkan dari debu

C. Tujuan Selain sebagai tugas, tujuan penyusunan makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui sifat dan karakteristik partikel debu 2. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh debu 3. Untuk mengetahui penyakit yang ditimbulkan oleh debu serta 4. Bagaimana cara pengendalian dan penanggulangannya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Debu 1. Debu adalah partikel padat yang dapat dihasilkan oleh manusia atau alam dan merupakan hasil dari proses pemecahan suatu bahan. 2. debu adalah partikel-partikelzat padat yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan alami atau mekanis seperti pengolahan, penghancuran, pelembutan, pengepakan yang cepat, peledakan dan lain-lain dari bahan-bahan baik organik maupun anorganik, misalnya batu, kayu, arang batu, bijih logam dan sebagainya 3. Debu merupakan salah satu bahan yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara (Suspended Particulate Matter / SPM) dengan ukuran 1 mikron sampai dengan 500 mikron.

B. Sumber Dan Distribusi Secara alamiah partikulat debu dapat dihasilkan dari debu tanah kering yang terbawa oleh angin atau berasal dari muntahan letusan gunung berapi. Pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung senyawa karbon akan murni atau bercampur dengan gas-gas organik seperti halnya penggunaan mesin disel yang tidak terpelihara dengan baik. Partikulat debu melayang (SPM) juga dihasilkan dari pembakaran batu bara yang tidak sempurna sehingga terbentuk aerosol kompleks dari butir-butiran tar. Dibandingkan dengan pembakaraan batu bara, pembakaran minyak dan gas pada umunya menghasilkan SPM lebih sedikit. Kepadatan kendaraan bermotor dapat menambah asap hitam pada total emisi partikulat debu. Demikian juga pembakaran sampah domestik dan sampah komersial bisa merupakan sumber SPM yang cukup penting. Berbagai proses industri seperti proses penggilingan dan penyemprotan, dapat menyebabkan abu berterbangan di udara, seperti yang juga dihasilkan oleh emisi kendaraan bermotor.

C. Macam-Macam Dan Karakteristik Debu 1. Macam-Macam Secara garis besar debu dapat dibagi atas 3 macam yaitu: a. Debu organik Debu organic adalah debu yang berasal dari makhluk hidup seperti debu kapur, debu daundaunan dan sebagainya. b. Debu biologis (virus, bakteri) c. d. Debu mineral Merupakan senyawa komplek seperti arang batu, SiO2, SiO3 e. Debu metal adalah debu yang di dalamnya terkandung unsur-unsur logam (Pb, Hg, Cd, dan Arsen), 2. Sifat dan karakteristik debu       Debu memiliki karakter atau sifat yang berbeda-beda antara lain: debu fisik (debu tanah, batu, dan mineral), debu kimia (debu organic dan anorganik), debu biologis (virus, bakteri, kista), debu eksplosif atau debu yang mudah terbakar (batu bara, Pb), debu radioaktif (Uranium, Tutonium), Debu Inert (debu yang tidak bereaksi kimia dengan zat lain)

D. Dampak Debu Partikel debu selain memiliki dampak terhadap kesehatan juga dapat menyebabkan gangguan sebagai berikut: Gangguan aestetik dan fisik seperti terganggunya pemandangan dan pelunturan warna bangunan dan pengotoran. Merusak kehidupan tumbuhan yang terjadi akibat adanya penutupan pori pori tumbuhan sehingga mengganggu jalannya photo sintesis. Merubah iklim global regional maupun internasional Menganggu perhubungan/ penerbangan yang akhirnya menganggu kegiatan sosial ekonomi di masyarakat. Menganggu kesehatan manusia seperti timbulnya iritasi pada mata, alergi, gangguan pernafasan dan kanker pada paru-paru. Efek debu terhadap kesehatan sangat tergantung pada: Solubity (mudah larut), Komposisi Kimia, Konsentrasi Debu, dan Ukuran partikel debu

1) 2) 3) 4) 5)

E. Pengendalian Dan Penanggulangan Debu Pengendalian debu dapat berdasarkan empat simpul yaitu: 1. Simpul I Yaitu pencegahan terhadap sumbernya antara lain: Isolasi sumber agar tidak mengeluarkan debu diruang kerja dengan ‘Local Exhauster’ atau dengan melengkapi water sprayer pada cerobong asap. Substitusi alat yang mengeluarkan debu dengan yang tidak mengeluarkan debu 2. Simpul II Yaitu pencegahan dilakukan terhadap media Transmisi dan udara ambien Memakai metode basah yaitu,penyiraman lantai dan pengeboran basah (Wet Drilling). Dengan alat berupa Scrubber,Elektropresipitator,dan Ventilasi Umum. Penanaman pohon atau reboisasi 3. Simpul III Yaitu Pencegahan Terhadap Tenaga Kerja yang terpapar Antara lain dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker. 4. Simpul IV Yaitu pencagahan terhadap penderita atau orang sakit akibat terpapar partikel debu antara lain melalui pemeriksaan dan pengobatan serta rehabilitasi terhadap korban atau orang sakit. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium dan radiologi untuk mengetahui kelainan akibat debu. Rehabilitasi dilakukan terhadap korban yang mengalami cacat organ akibat terpapar partikel debu dalam jangka waktu lama.

Bila lendir makin banyak atau mekanisme pengeluarannya tidak sempurna terjadi obstruksi saluran napas sehingga resistensi jalan napas meningkat. Debu yang masuk ke dalam saluan napas. Debu ini akan difagositosis oleh makrofag. gangguan transport mukosilier dan fagositosis oleh makrofag. Reaksi Paru Terhadap Debu Berbagai faktor berpengaruh dalam timbulnya penyakit atau gangguan pada saluran napas akibat debu. bronkitis industri. Penyakit akibat debu antara lain adalah asma kerja.BAB III PEMBAHASAN A. konsentrasi. siikosis. Untuk menegakkan diagnosis perlu . Makrofag yang lisis bersama silika bebas merangsang terbentuknya makrofag baru. juga tergantung pada jenis debu. menyebabkan timbulnya reaksi mekanisme pertahanan nonspesifik berupa batuk. Akibat fibrosis paru menjadi kaku. anatomi dan fisiologi saluran napas dan faktor imunologis. Penyakit paru yang dapat timbul karena debu selain tergantung pada sifat-sifat debu. bentuk. lama paparan. Diagnosis Penyakit paru akibat debu industri mempunyai gejala dan tanda yang mirip dengan penyakit paru lain yang udak disebabkan oleh debu d tempat kerja. bersin. menimbulkan gangguan pengembangan paru yalta kelainan fungsi paru yang restriktif. yaitu pada dinding alveoli dan jaringan interstisial. Partikel debu yang masuk ke dalam alveoli akan membentuk fokus dan berkumpul di bagian awal saluran limfe paru. Fibrosis ini terjadi pada parenkim paru. Faktor individual meliputi mekanisme pertahanan paru. Dalam masa paparan yang sama seseorang tepat mengalami kelainan yang berat sedangkan yang lain kelainnya ringan akibat adanya kepekaan individual. Debu yang bersifat toksik terhadap makrofag seperti silika bebas menyebabkan terjadinya autolisis. Faktor itu antara lain adalah faktor debu yang meliputi ukuran partikel. lama paparan dan kepekaan individual. asbestosis dan kanker paru. Pneumokoniosis biasanya timbul setclah paparan bertahun-tahun. Makrofag baru memfagositosis silika bebas tadi sehingga terjadi lagi autolisis. pneumokoniosis batubara. Sistem mukosilier juga mengalami gangguan dan menyebabkan produksi lendir bertambah. 1. Otot polos di sekitar jalan napas dapat terangsang sehingga menimbulkan penyempitan. daya larut dan sifat kimiawi. Apabila kadar debu tinggi atau kadar silika bebas tinggi dapat terjadi silikosis akut yang bermanifestasi setelah paparan 6 bulan. keadaan ini terjadi berulangulang. Keadaan ini terjadi biasanya bila kadar debu melebihi nilai ambang batas . Pembentukan dan destruksi makrofag yang terus menerus berperan penting pada pembentukan jaringan ikat kolagen dan pengendapan hialin pada jaringan ikat tersebut.

dan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Anamnesis mengenal riwayat pçkerjaan yang akurat dan rinci sangat diperlukan. Penyakit ini terjadi bila paparan cukup lama. yang paling sering di lobus atas. B. Penyakit yang Ditimbulkan dari Debu 1. Riwayat pekerjaan yang berhubungan dengan paparan debu dan lama paparan hendaklah diketahui secara lengkap. dianjurkan untuk menukar pekerjaannya. Kelainan foto toraks pada simple CWP berupa perselubungan halus bentuk lingkar. Perselubungan yang timbul dibagi atas perselubungan halus dan kasar. Penyakit ini dapat berkembang menjadi bentuk complicated. tetapi pemeriksaan ini rumit dan memerlukan peralatan yang lebih canggih. Pekerja yang pada pemeriksaan awal tidak menunjuickan kelainan. Simple Coal Workers Pneumoconiosis (Simple CWP) terjadi karena inhalasi debu batubara saja. Berdasarkan gambaran foto toraks dibedakan atas bentuk simple dan complicated. Pembacaan foto toraks pneumokoniosis perlu dibandingkan dengan foto standar untuk menentukan klasifikasi kelainan. kemudian menderita kelainan setelah bekerja dan penyakitnya terus berlanjut. biasanya setelah pekerja terpapar lebih daii 10 tahun. Pemeriksaan faal paru lain yang lebih sensitif untuk mendeteksi kelainan di saluran napas kecil adalah pemeriksaan Flow Volume Curve dan Volume of Isoflow. apalagi bila penderita sering berganti tempat kerja. . Pneumokoniosis Pekerja Tambang Batubara Penyakit terjadi akibat penumpukan debu batubara di paru dan menimbulkan reaksi jaringan terhadap debu tersebut. 2.dilakukan anamnesis yang teliti meliputi riwayat pekerjaan. Pengukuran kapasitas difusi paru (DLCO) sangat sensitif untuk mendeteksi kelainan di interstisial. Klasifikasi standar menunit ILO dipakai untuk menilai kelainanyang timbul. Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan foto toraks sangat berguna untuk melihat kelainan yang ditimbulkan oleh debu pada pneumokoniosis. Gejalanya hampir tidak ada. karena penyakit biasanya baru timbul setelah paparan yang cukup lama. dan tidak di anjurkan digunakan secara rutin. perselubungan clapat terjadi di bagian mana saja pada lapangan paru. bila paparan tidak berlanjut maka penyakti ini tidak akan memburuk. Senng ditemukan perselubungan bentuk p dan q. Nilai VEP1dapat sedikit menurun sedangkan kapasitas difusi biasanya normal. Pemeriksaan faal paru biasanya tidak menunjukkan kelainan.

Fibrosis biasanya terjadi karena saw atau lebih faktor berikut: Terdapat silika bebas dalam debu batubara. Batuk dan sputum menjadi lebih sering.a) b) c) d) 2. bila seseorang terpapar silika dengan konsentrasi sangat tinggi. Dahak berwarna hitam (melanoptisis). yaitu silikosis akut. Tidak ada korelasi antara kelainan faal paru dan luasnya lesi pada foto toraks. a) b) c) d) e) f) g) h) Complicated Coal Workers Pneumoconiosis atau Fibrosis Masif Progresif (PMF) ditandai oleh terjadinya daerah fibrosis yang luas hampir selalu terdapat di lobus atas. Kenisakan yang luas menimbuikan sesak napas yang makin bertambah. Konsentrasi debu yang sangat tinggi. Pada berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan silika penyakit ini dapat terjadi.15% yang foto toraksnya menunjukkan gambaran pneumokoniosis. oleh karena penyakit dapat terus berlanjut meskipun paparan telah dihindari.telah paparan silika konsentrasi tingi dalam waktu relatif singkat. seperti pada pekerja Pekerja tambang logam dan batubara Penggali terowongan untuk membuat jalan Pemotongan batu seperti untuk patung. Pembuat gigi enamel Pabrik semen Usaha untuk menegakkan diagnosis silikosis secara dini sangat penting. Perjalanan penyakit sangat khas. Imunologi penderita buruk. Pada daerah fibrosis tepat timbul kavitas dan ini bisa menyebabkan penumotoraks. Silikosis Akut Penyakit dapat timbul dalam beberapa minggu. gagal ventrikel kanan dan gagal napas. batuk dan penurunan berat badan se. Secara klinis terdapat 3 bentuk silikosis. foto toraks pada PMF sering miriptüberkulosis. Pada penderita silikosis insidens tuberkulosis lebih tinggi dari populasi umum. Penelitian pada pekerja tambang batubara di Tanjung Enim lahun 1988 menemukan bahwa dari 1735 pekerja ditemukan 20 orang atau 1. pada stadium lanjut terjadi kor hipertensi pulmonal. Gelaja awal biasanya tidak khas. Silikosis Penyakit ini terjadi karena inhalasi dan retensi debu yang mengandung kristalin silikon dioksida atau silika bebas (S1S2). silikosis kronik dan silikosis terakselerasi. yaitu gejala sesaic napas yang progesif. Lama paparan berkisar antara beberapa minggu sampai 4 atau 5  . tetapi senng ditemukan bentuk campuran karena terjadi emfisema. nisan Pembuat keramik dan batubara Penuangan besi dan baja Industri yang memakai silika sebagai bahan misalnya pabrik amplas dan gelas. demam. Infeksi Mycobacterium tubeivulosis atau atipik.

kelainan paru dapat menjadi progresif sehingga terjadi fibrosis yang masif.  tahun. Setelah paparan 10 tahun sering terjadi hipoksemi yang berakhir dengan gagal napas. Sesak pada awalnya terjadi pada saat aktivitas. Sering terjadi reaksi pleura pada lesi besar yang padat. pekerja kapal dan pekerja penghancur asbes. foto toraks menunjukkan nodul terutama di lobus atas dan mungkin disertai klasifikasi. penggilingan. volume paru berkurang dan bronkus mengalami distorsi. Jika fibrosis masif progresif terjadi. terjadi setelah paparan 20 sampai 45 tahun oleh kadar debu yang relatif rendah. Silikosis Kronik Kelainan pada penyakit ini mirip dengan pneumokoniosis pekerja tambang batubara. Pekerja yang dapat terkena asbestosis adalah yang bekerja di t ambang. menimbulkan penumokoniosis yang ditandai oleh fibrosis paru. Kelainan faal paru yang timbul adalah restriksi berat dan hipoksemi disertai penurunan kapasitas di fusi. Silikosis Terakselerasi Bentuk kelainan ini serupa dengan silikosis kronik. sering terjadi infeksi mikobakterium tipikal atau atipik. . Paparan dapat terjadi di therah industri dan tambang. kemudian pada waktu istirahat dan akhirya timbul gagal kardiorespirasi. Pada foto toraks tampak fibrosis interstisial difus.7% Pada tahun 1991 penelitian pada 200 pekerja pabrik semen ditemukan dugaan silikosis sebanyak 7%. Di pabrik semen di daerah Cibinong (1987) dan 176 pekerja yang diteliti ditemukan silikosis sebanyak 1. Pada bentuk lanjut tertepat masa yang besar yang tampak seperti sayap malaikat (angel's wing). transportasi. obstruksi atau campuran. Faal paw menunjukkan gangguan restriksi.13% dan diduga silikosis 1 . hanya perjalanan penyakit lebih cepat dari biasanya. Kapasitas difusi dan komplians menurun. Asbestosis Penyakit ini terjadi akibat inhalasi debu asbes. dan kadar silika bebas dalam debu yang memapari pekerja. Pada silikosis kronik yang sederhana. 3. menjadi fibrosis masif. nodul di paru biasanya kecil dan tanpa gejala atau minimal. fibrosis kemuclian berlanjut dan terdapat pada lobus tengah dan bawah membentuk djffuse ground glass appearance mirip edema paru. juga bisa timbul pada daerah sekitar pabrik atau tambang yang udaranya terpolusi oleh debu asbes. Kelenjar hilus biasanya membesar dan membentuk bayangan egg shell calcification. Walaupun paparan tidak ada lagi. Timbul gejala sesak napas. biasa disertai batuk dan produksi sputum. Perbedaan angka yang didapat diduga karena perbedaan kualitas foto toraks. pedagang. Pada stadium simple. yaitu terdapat nodul yang biasanya dominan di lobus atas. Bentuk silikosis kronik paling sering ditemukan.

Pada pekerja tambang batubara bila paparan menghilang. Diafagma dapat meninggi pada stadium lanjut karena paw mengecil. hipersekresi dan hipertrofi kelenjar mukus. Pemeriksaan faal paru menunjukkan kelainan restriksi meskipun tidak ada gejala pada sebagian penderita terdapat kelainan obsiruksi. batuk dan penurunan berat badan. Penderita sering mengalami infeksi saluran napas. Perubahan pada foto toraks lebih jelas pada bagian tengah dan bawah paw. 15 tahun sesudah awal penyakit biasanya terjadi korpulmonal dan kematian. bayangan jantung sering menjadi kabur. dan debu inert) berperan menimbulkan bronkitis. Keadaan ini meyebabkan saluran napas rentan terhadap infeksi dan timbul gejala-gejala batuk menahun yang produktif. Penebalan pleura biasanya terjadi biral. Biopsi paru mungkin perlu pada kasus tertentu untuk menegakkan diagnosis. Bunyi ini makin jelas bila terjadi bronkiektasis akibat distorsi paw yang luas karena flbrosis. Sesak napas terus memburuk meskipun penderita dijauhkan dari paparan asbes. pada tahap lanjut terjadi hipoksemia. Kapasitas difusi dan komplians paru menurun. Pada stadium akhir gejala yang umum adalah sesak pada saat istirahat. endotoksin bakteri. Pada stadium awal pemeriksaan fisis tidak banyak menunjukkan kelainan. dapat berupa bercak difus atau bintik-bintik yang patht. Berbagai zat telah dipastikan sebagai penyebab terjadinya bronkitis industri sedangkan zatzat lain kemungkinan besar atau diduga sebagai penyebab. keramik. Pada bronkitis industri atau . Bila proses terlihat gambaran sarang tawon di lobus bawah. terlihat di daerah tengah dan bawah terutama bila timbul kalsifikasi.Pada stadium awal mungkin tidak ada gejala meskipun foto toraks menunjukkan gambaran asbestosis atau penebalan pleura. besi. Efek yang lama dali paparan ini menyebabkan paralisis silia. tungau. Jan tabuh ((clubbing) senng ditemukan pada asbestosis. jamur kumbang padi. Bronkitis Industri Berbagai debu industri seperti debu yang berasal dari pembakaran arang batu. Berbagai komponen debu padi-padian (antigen padi-padian. penghancuran logam dan batu. asbes dan silika dengan ukuran 3-10 mikron akan ditimbun di paru. Gelaja utama adalah sesak napas yang pada awalnya terjadi pada waktu aktivitas. gejal klinis dapat hilang. gastrointestinal dan pleura sering menjadi penyebab kematian. Biopsi paru transbronkial hendaklah dilakukan untuk mendapakatan jaringan paru. antigen binatang. keganasan pada brunkus. semen. Berbeda dengan penumokoniosis batubara dan silikosis yang penderitanya dapat mempunyai gejala sesak napas tanpa kelainan foto toraks. akibat fibrosis difus dapat terdengar ronki basah di lobus bawah bagian posterior. Pada pekerja yang berhubungan dengan tepung keadaanya Iebih kompleks. Pemeriksaan bronkoskopi juga berguna menyingkirkan atau mengkonfirmasi adanya karsinoma bronkus yang terdapat bersamaan. Mungkin ditemukan keganasan bronkus atau mesotelioma. 4.

33% pada laki-laki dan 22. Karena meningkatnya resistensi pemapasan. Pada penduduk yang tinggal di sekitar pabnk semen kekerapan bronkitis kronik jauh lebih tinggi dali penduduk yang tinggalnya jauh. kutu ganchim. terdapat kekerapan bronkitis kronik 14. spinamisin dan penisilin sintetik. kopi. tetrasiklin. atau menunjukkan peningkat. colophony. Pada daerah yang terletak 5 km dari pabrik didapatkan angka kekerapan penyakit ini 33. khrom. anjing. sedangkan pada individu yang notatopik keluhan ini muncul beberapa tahun Iebih lama. enzmm seperti iripsin dan papain. zat kimia seperti isosionat. Apabila telah timbul obstruksi yang ireversibel. perburtikan fungsi paru dan menentukan prognosis. Pada tempat yang mengandung zat paparan kuat seperti isosionat dan colophony gejala dapat timbul lebih awal bahkan kadang-kadang beberapa minggu setelah mulai bekerja. . Keluhan asma yang khas adalah mengi yang berhubungan dengan pekerjaan. Penelitian pada pekerja pabrik semen di daerah Cibinong pada tahun 1987 tidak menemukan penyakit bronkitis kronik Penelilian yang dilakukan pada tahun 1991 menemukan kekerapan bronkitis kronik yang sangat rendah yaitu 0. ulat sutra.an corakan bronkopulmoner terutama di lobus bawah. prevelensi bronkitis kronik pada para pekerja tersebut rendah bila dibandingkan dengan prevalensi di kalangan penduduk yang tinggal di sekitar pabrik semen 5. manfaat bronkodilator. Dapat juga berasal dali obat-obatan seperti pada pmduksi piperazin. binatang seperti binatang pengerat. Penyakit mm hanya mengenal sebagian pekerja yang terpapar. kucing. garam platina. Asma Kerja Asma kerja adalah penyakit yang ditandai oleh kepekaan saluran napas terhadap paparan zat di tempat kerja dengan manifestasi obstruksi saluran napas yang bersifat reversibel. Zat itu tepat berasal dali tumbuh-tumbuhan seperti tepung gandum. buah jarak. Berbagai debu dan zat di tempat kerja tepat menimbulkan asma kerja. kerang.bronkitis kronik foto toraks dapat normal.46% pada perempuan. pada stadium lanjut terjadi obsiruksi saluran napas yang tepat menjadi ireversibel. Pada awal penyakit pemeriksaan faal paru tidak menunjukkan kelainan.35% pada perempuan. penyakit akan berjalan secara lambat dan progresif Pemeriksan faal paru berguna untuk menentukan tahap perjalanan penyakit. Pada individu atopik keluhan asma timbul setelah bekerja 4 atau 5 tahun. dan muncul setelah masa bebas gejala yang berlangsung antara beberapa bulan sampai beberapa tahun.66% pada laki-laki dan 23. debu kayu. Pada tiap individu masa bebas gejal dan berat ringannya penyakit sangat bervariasi.5%. Pada penduduk yang tinggalnya 25 km dari pabrik semen.

uranium. Pertama adalab induksi DNA sel target oleh bahan karsinogen sehingga menimbulkan mutasi sel. misalnya sebelum menyuruh penderita berhenti bekerja. BAB IV PENUTUP A. Pemeriksaan arus puncak ekspirasi menunjukkan penurunan lebih dari 15% pada waktu serangan. Kanker Paru Mekanisme terjadinya kanker akibat paparan zat belum diketahui secara tuntas. Pekerja yang berhubungan dengan zat-zat tersebut dapat mendenta kanker paru setelah paparan yang lama. gas mustard. kebanyakanmembaik pada akhir pekan dan waktu libur. 6. a) Bila pekerja diduga menderita asma kerja tapi tidak diketahui zat yang menyebabkannya. pemeriksaan uji provokasi bronkus merupakan pemeriksaan yang menunjang. tempat penyulingan dan industri kimia. Pada waktu serangan terlihat tanda obstruksi.Gejala pada tiap individu bervariasi. Pemeriksaan faal paru di luar serangan dapat normal. b) Bila pekerja terpapar oleh lebih dari satu zat yang dapat menyebabkan asma kerja. arsen. kalsium kiorida dan zat radioaktif serta tar batubara. Zat yang bersifat karsinogen dan dapat menimbulkan kanker paru antara lain adalah asbes. yaitu antara 15 sampai 25 tahun. Pekerja yang terkena adalah mereka yang bekerja di tambang. nikel. pabrik. Bilafaal paru normal dan pasien dicurigai menderita asma. pembakaran arang. c) Bila konfirmasi mutiak untuk diagnosis penyakit di perlukan. Para ahli sepakat paling kurang ada 2 stadium terjadinya kanker karena bahan karsinogen. pada individu lain sering timbul beberapa jam sesudah paparan dengan gejala yang mengganggu pada malam berikutnya. Indikasi utama uji provokasi bronkus adalah. Kesimpulan . khlor metil eter. khrom. Ananinesis riwayat penyakit yang rinci penting untuk menegakkan diagnosis. Ada individu yang terserang setelah paparan beberapa menit. kemudian terjadi peningkatan multiplikasi sel yang merupakan manifestasi penyakit.

Diagnosis kadang-kadang sukar ditegakkan oleh karena sering butuh waktu yang lama antara terjadinya paparan dan timbulnya penyakit Di samping itu penyakit paru akibat debu industri mempunyai gejala yang sama dengan penyakit paru yang tidak disebabkan oleh debu. P. 2001. konsentrasi. http://green. 2.Debu industri di tempat kerja dapat menimbulkan kelainan dan penyakit paru.org/wiki/Debu 6. Tindakan pencegahan meliputi pengurangan kadar debu. Berbagai faktor berperan pada mekanisme timbulnya penyakit.esaunggul.wikipedia. Jakarta 3. Debu Sebagai Bahan Pencemar yang Membahayakan Kesehatan kerja. A. Pudjiastuti. Dampak Debu Industri pada Paru Pekerja dan Pengendaliannya. Grasindo. dan pemeriksaan penunjang seperti uji faal paru dan pemeriksaan radiologis. identifikasi debu di tempat kerja. deteksi dini kelainan dan pemeriksaan sebelum . Melindungi Lingkungan Dengan Menerapkan ISO 14001. 2002. DAFTAR PUSTAKA 1.com/polusi/2010/11/03/bahaya-debu-bagi-kesehatan-pernapasan/ Posted 16th October 2012 by ferry ngongo . 5. Yunus. Sunu. 4. sifat kimia debu. Usaha pencegahan merupakan langka pelaksanaan yang penting.penerimaan pegawai. http://id. Trisna. Pekerja yang telah terkena penyakit akibat debu hendaklah dihindani dani paparan lebih lanjut.kompasiana. diantaranya adalah jenis. http://latar. Untuk menegakkan diagnosis penyakit paru akibat debu industri perlu dilakukan anamnesis yang teliti mengenai riwayat pekerjaan. Pencemaran Lingkungan. Pengobatan penyakit paru akibat debu industri bersifat simptomatis dan suportif.id/2012/05/03/lingkungan-kerja-faktor-kimia-debu-di-lingkungantempat-kerja/ 7. lama paparan dan faktor individu pekerja.S.ac. Renika Cipta. Wiwiek. Jakarta.blog. 2000. 2006. memakai pelindung diri. Faisal. Pemeriksaan faal paru dan radiologis secara berkala perlu pada jenis kerja tertentu.

1.0 Add a comment ferryngongo  Classic  Flipcard  Magazine  Mosaic  Sidebar  Snapshot  Timeslide 1. Pendinginan Teknik ini adalah teknik yang paling terkenal karena sering digunakan oleh masyarakat umum di desa dan di kota.pendinginan dan penggaraman. OCT 16 PENGAWETAN MAKANAN PENGAWETAN MAKANAN A. PENGAWETAN SECARA ALAMI Proses pengawetan secara alami meliputi pemanasan (pengeringan & pengasapan). Konsep dan teori dari sistem pendinginan adalah memasukkan makanan pada .

Garam dapur memiliki sifat yang menghambat perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme perusak atau pembusuk makanan. 4. Semakin banyak kadar air pada makanan. 2. Suhu untuk mendinginkan makanan biasa biasanya bersuhu 15 derajat celsius. dipanaskan. dioven. Pengalengan. Contohnya seperti ikan asin yang merupakan paduan antara pengasinan dengan pengeringan. kopi. Sedangkan agar tahan lama biasanya disimpan pada tempat yang bersuhu 0 sampai -4 derajat selsius.tempat atau ruangan yang bersuhu sangat rendah. asam. 1. Pemanisan Pemanisan makanan yaitu dengan menaruh atau meletakkan makanan pada medium yang mengandung gula dengan kadar konsentrasi sebesar 40% untuk menurunkan kadar mikroorganisme. Peragian (Fermentasi) . Teknik kimia yaitu dengan memberi zat pengawet. Jadi teknik pengeringan membuat makanan menjadi kering dengan kadar air serendah mungkin dengan cara dijemur. agar-agar. susu. karena diperlukan perpaduan dengan teknik pengasinan dan pengeringan. buah. sosis. buah-buahan. maka akan menjadi mudah proses pembusukan makanan. sedangkan fisika karena dikalengi dalam ruang hampa udara. Biasanya para nelayan menggunakan wadah yang berisi es untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya. dan lain sebagainya. Tehnik ini disebut juga dengan sebutan penggaraman. Tehnik pengalengan termasuk paduan teknik kimiawi dan fisika. B. 5. gula dan sebagainya. Contoh makanan yang dimaniskan adalah seperti manisan buah. Sistem yang satu ini memasukkan makanan ke dalam kaleng alumunium atau bahan logam lainnya. Di rumah-rumah biasanya menggunakan lemari es untuk mengawetkan sayur. Pengasinan Cara yang terakhir ini dengan menggunakan bahan NaCl atau yang kita kenal sebagai garam dapur untuk mengawetkan makanan. ikan. dan sebagainya. dan lain sebagainya. PENGAWETAN SECARA BIOLOGIS Proses pengawetan secara biologis misalnya dengan peragian (fermentasi). 3. Pengeringan Mikro organisme menyukai tempat yang lembab atau basah mengandung air. 6.Teknik pengasapan sebenarnya tidak membuat makanan menjadi awet dalam jangka waktu yang lama. Pengasapan Cara pengasapan adalah dengan menaruh makanan dalam kotak yang kemudian diasapi dari bawah. Bahan yang dikalengkan biasanya sayur-sayuran. lalu diberi zat kimia sebagai pengawet seperti garam. Untuk mendinginkan makanan atau minuman bisa dengan memasukkannya ke dalam kulkas atau lemari es atau bisa juga dengan menaruh di wadah yang berisi es. susu. telur. jeli. Jika dicelup pada konsenstrasi 70% maka dapat mencegah kerusakan makanan. daging. daging. dan banyak lagi macamnya.

Semakin banyak nenas yang digunakan. dan lain-lian. Proses pengasapan juga termasuk cara kimia sebab bahan-bahan kimia dalam asap dimasukkan ke dalam makanan yang diawetkan. seperti gula pasir. Khlor. Enzim Enzim adalah suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan dapat membantu mempercepat bermacam-macam reaksi biokimia. Kalsium. Tiap sadapan menghasilkan + 20 gram getah.Merupakan proses perubahan karbohidrat menjadi alkohol.2 gram/kg bahan. industri tekstil. Dapat digunakan untuk mengepukan daging. dan waktu penggunaan. disadap dari buahnya yang berumur 2. 2. Vitamin B12. Enzim dapat menyebabkan perubahan dalam bahan pangan. Biotin. tetapi yang merugikan harus dicegah. Asam Sitrat (citric acid) . kalori. Asam. Pada 1 (satu) buah pepaya dapat dilakukan 5 kali sadapan. dan sifat-sifat lainnya. natrium benzoat. bentuk. buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara normal ikut aktif bekerja di dalam bahan tersebut. digunakan untuk mengempukkan daging. Apabila jumlah pemakaiannya tepat. dosis maksimum sebesar 0. Beberapa enzim yang penting dalam pengolahan daging adalah bromelin dari nenas dan papain dari getah buah atau daun pepaya. industri pharmasi dan alat-alat kecantikan (kosmetik) dan lain-lain. Bahan makanan seperti daging. Enzim ini harus disimpan dibawah suhu 60o C. nitrat. 3. Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk serbuk putih kekuningan. Lamanya proses peragian tergantung dari bahan yang akan diragikan. Aktifitasnya dipengaruhi oleh kematangan buah. C. asam sitrat. dan kadar airnya 8%. Enzim Bromalin Didapat dari buah nenas(air 90%. semakin cepat proses bekerjanya. Enzim yang terdapat dalam makanan dapat berasal dari bahan mentahnya atau mikroorganisme yang terdapat pada makanan tersebut. sedngkan untuk bahan dari keju. 2. dosis maksimum yang digunakan adalah 0. Perubahan yang terjadi dapat berupa rasa. Sulfur. Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat) Sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Zat-zat yang bekerja pada proses ini ialah enzim yang dibuat oleh sel-sel ragi. nitrit.32 % atau 3. Vitamin E serta Enzim Bromelin). lodium. dan ragi.5-3 bulan. 1. 4. Perubahan itu dapat menguntungkan ini dapat dikembangkan semaksimal mungkin. bahan penjernih pada industri minuman bir. warna. Getah dapat diambil setiap 4 hari dengan jalan menggoreskan buah tersebut dengan pisau. bakteri. Untuk memperoleh hasil yang maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda. konsentrasi pemakaian. ikan susu. garam sulfat. asam propionat. garam dapur.3 % atau 3 gram/kg bahan. halus. Enzim Papain Berupa getah pepaya. Kalium. industri penyamakan kulit. PENGAWETAN SECARA KIMIA Menggunakan bahan-bahan kimia. pengawetan dengan bahan-bahan kimia dalam makanan sangat praktis karena dapat menghambat berkembangbiaknya mikroorganisme seperti jamur atau kapang. Untuk bahan tepung terigu.

gulagula (termasuk fondant). Garam sulfat Digunakan dalam makanan untuk mencegah timbulnya ragi. Garam dapur sebagai penghambat pertumbuhan mikroba. serta memberi aroma dan rasa yang khas. berasa payau. serta mencuci ikan. Benzoat (acidum benzoicum atau flores benzoes atau benzoic acid) Benzoat biasa diperdagangkan adalah garam natrium benzoat. tidak berbau. Bleng dapat dicampur langsung dalam adonan setelah dilarutkan dalam air atau diendapkan terlebih dahulu kemudian cairannya dicampurkan dalam adonan. Bleng Merupakan larutan garam fosfat. serta jika dipanaskan akan meleleh kemudian terurai yang selanjutnya terbakar sampai menjadi arang. dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh lalu terbakar\ 4. produk air susu. Kaporit (Calsium hypochlorit atau hypochloris calsiucus atau chlor kalk atau kapur klor) Merupakan campuran dari calsium hypochlorit. Air laut mengandung + 3 % garam dapur. bakteri dan warna kecoklatan pada waktu pemasakan. -chlorida da -oksida. Penambahan bleng selain sebagai pengawet pada pengolahan bahan pangan terutama kerupuk. Penggunaan maksimum dalam minuman adalah sebesar 3 gram/liter sari buah. Kaporit yang mengandung klor ini digunakan untuk mensterilkan air minum dan kolam renang. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nenas. dan lain-lain. Garam dapur (natrium klorida) Garam dapur dalam keadaan murni tidak berwarna. misalnya buah-buahan kaleng dan ikan. lemon. Asam sitrat ini maudah larut dalam air. Sebagai bahan pengawet. 8. berbentuk kristal. 7.Merupakan senyawa intermedier dari asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk putih. rasanya sangat asam. Pengunaannya sebagai pengawet minimal sebanyak 20 % atau 2 ons/kg bahan. jeruk. dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai makanan. juga untuk mengembangkan dan mengenyalkan bahan. Asam sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dan sirup. tetapi kadang-kadang berwarna kuning kecoklatan yang berasal dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya. 3. sedikit berbau. Gula pasir Digunakan sebagai pengawet dan lebih efektif bila dipakai dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri. dan ethanol. Larutan asam sitrat yang encer dapat digunakan untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam pada udang. halus. Bleng banyak mengandung unsur boron dan beberapa mineral lainnya. markisa. 6. dengan cirri-ciri berbentuk serbuk atau kristal putih. sering digunakan untuk mengawetkan ikan dan juga bahan-bahan lain. . selai. dan berwarna kekuning-kuningan. digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu. berupa serbuk putih yang sering menggumpal hingga membentuk butiran. jeli. Biasanya mengandung 25~70 % chlor aktif dan baunya sangat khas. Asam ini dipakai untuk meningkatkan rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minum. pengunaan gula pasir minimal 3% atau 30 gram/kg bahan. spriritus. 5. Penggunaannya sebagai pengawet maksimal sebanyak 20 gram per 25 kg bahan.

Bahan pewarna alam yang sering digunakan adalah kunyit. Apabila lebih dari jumlah tersebut akan menyebabkan keracunan. karamel dan pandan. bahan peledak. sedangkan kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. kalsium nitrat dan natrium nitrat. Zat Pewarna Zat pewarna ditambahkan ke dalam bahan makanan seperti daging. Sering digunakan pada danging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah daging. buah-buahan dan lain-lainnya untuk menarik selera dankeinginan konsumen. Natrium metabisulfit dapat dilarutkan bersama-sama bahan atau diasapkan.1 % atau 1 gram/kg bahan. pupuk. Nitrit dan Nitrat Terdapat dalam bentuk garam kalium dan natrium nitrit. 11. Penggunaannya maksimum sebanyak 0. Mekanisme pengalengan makanan . baik keseragaman maupun kestabilan. Untuk mengatasi keracunan tersebut maka pemakaian nitrit biasanya dicampur dengan nitrat dalam jumlah yang sama. 10. Sendawa mudah larut dalamair dan meleleh pada suhu 377oC. Natrium metabisulfit yang berlebihan akan hilang sewaktu pengeringan. Dalam industri biasa digunakan untuk membuat korek api. Sendawa dapat dibuat dengan mereaksikan kalium khloridadengan asam nitrat atau natrium nitrat. sayuran. oleh sebab itu pemakaian nitrit dan nitrat diatur dalam undang-undang.2 % atau 2 gram/kg bahan. serta penyimpanannya lebih mudah dan tahan lama. Sendawa Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih atau tak berwarna. menghilangkan bau dan rasa getir terutama pada ubi kayu serta untuk mempertahankan warna agar tetap menarik. Pengasapan dilakukan selama + 15 menit. maka bahan pewarna sintetis mempunyai banyak kelebihan dalam hal keanekaragaman warnanya. Pemakaiannya dalam pengolahan bahan pangan bertujuan untuk mencegah proses pencoklatan pada buah sebelum diolah. Misalnya carbon black yang sering digunakan untuk memberikan warna hitam. Ada tiga bentuk sendawa. Natrium Metabisulfit Natrium metabisulfit yang diperdagangkan berbentuk kristal. titanium oksida untuk memutihkan. Untuk nitrat 0. yaitu kalium nitrat. Natrium nitrit berbentuk butiran berwarna putih. dan juga untuk pengawet bahan pangan. Prinsip pengasapan tersebut adalah mengalirkan gas SO2 ke dalam bahan sebelum pengeringan. Nitrit dan nitrat dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Maksimum penggunaannya sebanyak 2 gram/kg bahan. rasanya asin dan sejuk. Dibandingkan dengan pewarna alami. 12. Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0.9.1 % atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Nitrat tersebut akan diubah menjadi nitrit sedikit demi sedikit sehingga jumlah nitrit di dalam daging tidak berlebihan. Bahan pewarna alami warnanya jarang yang sesuai dengan yang dinginkan. dan lainlain.

4. terutama untuk mengontrol perubahan/perbedaan tekanan yang terjadi karena proses pendinginan yang terlalu tiba-tiba. Penanganan Kaleng Setelah Pendinginan Setelah pendinginan. Namun apabila terjadi kecerobohan serta kesalahan dalam penanganan kaleng/kemasan selama pengolahan atau penyimpanan. 5. Kesempurnaan bentuk kaleng perlu mendapat perhatian. Keuntungan dan kerugian metode pengalengan Keuntungan: Dapat memformulasi dan mengalengkan berbagai jenis makanan Mutunya baik dan stabil ( tetap ) baik pada skala besar dan kecil Kemasan kaleng melindungi isi dari segala bentuk benturan fisik sehingga bentuk isi tetap utuh Daya awet makanan menjadi lebih lama Dapat dikonsumsi kapan saja dan dimana saja (cocok untuk makanan siap saji) Kerugian: Hydrogen Swell : Hydrogen swell terjadi karena adanya tekanan gas hidrogen yang dihasilkan dari reaksi antara asam pada makanan dengan logam pada kaleng kemasan. kaleng dalam keranjang retort dikeluarkan dari retort. 2. Oleh karena itu integritas sambungan dan penutupan kaleng (double seam) merupakan faktor penting. Interaksi antara bahan dasar kaleng dengan makanan. botulinum) Posted 16th October 2012 by ferry ngongo . kebersihan atau sanitasi peralatan yang kontak dengan kemasan kaleng menjadi sangat penting. Penanganan Bahan Kemasan Standar pengalengan makanan secara komersial sangat tinggi. karena tonjolan bagian permukaan/mulut kaleng yang berhubungan dengan tutup dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan proses penutupan dan dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran. Pada tahap selanjutnya. Penanganan kaleng yang kasar dapat menyebabkan kebocoran kaleng. Penanganan Selama Proses Termal Pemeriksaan alat pengangkutan kaleng menuju retort harus diperiksa secara periodik untuk meyakinkan kelancaran proses dan tidak merusakkan kemasan kaleng.1. Penanganan Selama Penutupan Kaleng (double seam) Hal penting yang perlu diperhatikan dalam hal penanganan kaleng adalah bahwa selalu ada kemungkinan bakteri akan masuk kembali dan mencemari produk yang telah disterilisasi. 3. Kerusakan makanan kaleng akibat interaksi antara logam pembuat kaleng dengan makanan kehilangan zat gizi yang menyebabkan tercampurnya zat tersebut dengan makanan Kerusakan biologis Botulisme (kontaminasi oleh spora C. Penanganan Selama Pendinginan/Cooling Prosedur pendinginan perlu dibakukan. 6. maka akan menyebabkan kebocoran baik yang terjadi selama pemanasan atau sesudahnya. Penanganan Kaleng Kosong Penanganan kemasan kaleng sebelum pengolahan meliputi penanganan kaleng kosong.

OCT 16 dampak sampah terhadap kesehatan DAMPAK SAMPAH TERHADAP KESEHATAN Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah. 3. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut: 1. SAMPAH SEBAGAI BAHAN PENCEMAR LINGKUNGAN Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi penyebab gangguan dan ketidak seimbangan lingkungan. Bila di musim hujan. Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator. 2. Penyakit diare. sehingga nilai estetika pemukiman dan kawasan di sekitar sampah terlihat sangat rendah. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. kolera. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). sampah padat dapat . Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.0 Add a comment 2. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Sampah padat yang menumpuk ataupun yang berserakan menimbulkan kesan kotor dan kumuh. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. 4. tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum.

baik yang masih segar maupun yang sudah membusuk. sehingga menimbulkan korban kematian. 1. sedangkan secara tak langsung sampah merupakan sarang berbagai vektor (pembawa . Pencemaran air tidak hanya akibat proses pencucian sampah padat. Air yang tercemar tidak hanya air permukaan saja. sehingga sangat mengganggu dan berbahaya bagi manusia. baik air permukaan maupun air tanah. Tetapi yang paling meresahkan adalah akibat lanjutan dari banjir yang selalu membawa penyakit. baik secara langsung maupun tak langsung. gas-gas ini merupakan salah satu penyebab menurunnya kualitas lingkungan (udara) karena mempunyai efek rumah kaca (green house effect) yang menyebabkan peningkatan suhu. karena bila TPA ditutup atau ditimbun terutama dengan bangunan akan mengakibatkan gas methan tidak dapat keluar ke udara. Pendangkalan mengakibatkan kapasitas sungai akan berkurang. lama kelamaan akan semakin banyak sehingga berpotensi menimbulkan ledakan. tetapi pencemar terbesar justru berasal dari limbah cair yang masih mengandung zat-zat kimia dari berbagai jenis pabrik dan jenis industri lainnya. Gas methan yang terkurung. 3. Sedangkan secara lokal. Penyebab banjir Fisik sampah (sampah padat). 2. bakteri dan patogen. Akibatnya. Secara langsung sampah merupakan tempat berkembangnya berbagai parasit. Pencemaran udara Sampah (organik dan padat) yang membusuk umumnya mengeluarkan gas seperti methan (CH4) dan karbon dioksida (CO2) serta senyawa lainnya. Pencemaran air Proses pencucian sampah padat oleh air terutama oleh air hujan merupakan sumber timbulnya pencemaran air. Secara global. tetapi juga air tanah. senyawa-senyawa ini. selain berbau tidak sedap / bau busuk. dan menyebabkan hujan asam. yang terbawa masuk ke got / selokan dan sungai akan menghambat aliran air dan memperdangkal sungai. Sampah sebagai sumber penyakit Sampah merupakan sumber penyakit. Banjir tentunya akan mengakibatkan kerugian secara fisik dan mengancam kehidupan manusia (hanyut / tergenang air).memicu banjir. Sampah yang dibuang di TPA pun masih tetap berisiko. Kebakaran sampah. 4. selain menyebabkan pencemaran udara juga menjadi ancaman bagi pemukiman. Hal seperti ini telah terjadi di sebuah TPA di Bandung. sehingga air menjadi tergenang dan meluap menyebabkan banjir. maka di saat kemarau sampah akan mudah terbakar. juga dapat mengganggu kesehatan manusia. berbagai sumber air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari (sumur) di daerah pemukiman telah terkontaminasi yang mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat kesehatan manusia / penduduk.

Kadang kala udara tersebut terkandung partikel pencemar yang disebut polutan. Latar Belakang Manusia memerlukan udara untuk bernapas dan melaksanakan matabolisme dalam tubuh yang nantinya menghasilkan energi yang digunakan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.com/2008/08/05/efek-sampah-terhadap-manusia-danlingkungan/ Posted 16th October 2012 by ferry ngongo 0 Add a comment 3.penyakit) seperti tikus. yang dapat menimbulkan kematian. Salah satu polutan tersebut ialah berupa butiran debu yang banyak ditemukan pada industri. tidak selamanya bersih. merupakan sarang patogen dan vektor penyakit. Meskipun perkembangan industri yang pesat dapat meningkatkan taraf hidup. kecoa. maupun kaleng. komunikasi. Berbagai penyakit yang dapat muncul karena sampah yang tidak dikelola antara lain adalah. tetapi berbagai dampak negatif juga bisa terjadi pada masyarakat. OCT 16 makalah tentang partikel debu BAB I PENDAHULUAN A. Salah satu dampak negatif adalah . lalat dan nyamuk. Dalam udara yang kita hirup. diare. Sampah yang membusuk. perdagangan dan bidang lain. keberadaan sektor industri di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. plastik. Penyakit-penyakit ini merupakan ancaman bagi manusia. Dewasa ini. disentri. malaria. http://ardansirodjuddin. botol. daerah di sekitar perindustrian juga berkembang dalam bidang sarana transportasi.wordpress. kaki gajah (elephantiasis) dan demam berdarah. peningkatan ini sejalan dengan peningkatan taraf ekonomi negara. cacingan. Dengan majunya industri maka terbukalah lapangan kerja buat masyarakat.

Hal ini disebabkan pencemaran udara akibat proses pengolahan atau hasil industri tersebut. Berbagai zat dapat mencemari udara seperti debu batubara. asbes.terhadap paru para pekerja dan masyarakat di sekitar daerah perindustrian. Untuk mengetahui penyakit yang ditimbulkan oleh debu serta 4. gas beracun. Penyakit apa saja yang ditimbulkan dari debu C. Bagaimana reaksi paru terhadap debu? 2. semen. zat-zat kimia. berbagai penyakit paru dapat timbul pada para pekerja. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang coba dikemukakan dalam makalah ini adalah sebagai berikut 1. Tergantung dari jenis paparan yang terhisap. Untuk mengetahui sifat dan karakteristik partikel debu 2. kapas. Tujuan Selain sebagai tugas. Pengetahuan yang cukup tentang dampak debu terhadap paru diperlukan untuk dapat mengenali kelainan yang terjadi dan melakukan usaha pencegahan. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh debu 3. dan lain-lain. Bagaimana cara pengendalian dan penanggulangannya BAB II . tujuan penyusunan makalah ini adalah: 1. pada lingkungan tersebut banyak melibatkan proses mekanis. Selain itu pula. B.

Sumber Dan Distribusi Secara alamiah partikulat debu dapat dihasilkan dari debu tanah kering yang terbawa oleh angin atau berasal dari muntahan letusan gunung berapi. seperti yang juga dihasilkan oleh emisi kendaraan bermotor. Debu biologis (virus. Demikian juga pembakaran sampah domestik dan sampah komersial bisa merupakan sumber SPM yang cukup penting. b. misalnya batu. Dibandingkan dengan pembakaraan batu bara. dapat menyebabkan abu berterbangan di udara. bakteri) c. 2. peledakan dan lain-lain dari bahan-bahan baik organik maupun anorganik. arang batu. penghancuran. Debu adalah partikel padat yang dapat dihasilkan oleh manusia atau alam dan merupakan hasil dari proses pemecahan suatu bahan. pembakaran minyak dan gas pada umunya menghasilkan SPM lebih sedikit. debu adalah partikel-partikelzat padat yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan alami atau mekanis seperti pengolahan. Kepadatan kendaraan bermotor dapat menambah asap hitam pada total emisi partikulat debu. Partikulat debu melayang (SPM) juga dihasilkan dari pembakaran batu bara yang tidak sempurna sehingga terbentuk aerosol kompleks dari butir-butiran tar. bijih logam dan sebagainya 3. pelembutan. kayu. Pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung senyawa karbon akan murni atau bercampur dengan gas-gas organik seperti halnya penggunaan mesin disel yang tidak terpelihara dengan baik. Berbagai proses industri seperti proses penggilingan dan penyemprotan. SiO2. pengepakan yang cepat. Debu mineral Merupakan senyawa komplek seperti arang batu. Debu organik Debu organic adalah debu yang berasal dari makhluk hidup seperti debu kapur. Macam-Macam Secara garis besar debu dapat dibagi atas 3 macam yaitu: a. Pengertian Debu 1. Macam-Macam Dan Karakteristik Debu 1. Debu merupakan salah satu bahan yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara (Suspended Particulate Matter / SPM) dengan ukuran 1 mikron sampai dengan 500 mikron. SiO3 . C. B. debu daundaunan dan sebagainya.TINJAUAN PUSTAKA A. d.

Penanaman pohon atau reboisasi . dan Arsen).Elektropresipitator. 3) Merubah iklim global regional maupun internasional 4) Menganggu perhubungan/ penerbangan yang akhirnya menganggu kegiatan sosial ekonomi di masyarakat. Efek debu terhadap kesehatan sangat tergantung pada: Solubity (mudah larut).  Debu Inert (debu yang tidak bereaksi kimia dengan zat lain) D. alergi. Sifat dan karakteristik debu Debu memiliki karakter atau sifat yang berbeda-beda antara lain:  debu fisik (debu tanah. Debu metal adalah debu yang di dalamnya terkandung unsur-unsur logam (Pb.  debu kimia (debu organic dan anorganik).  debu radioaktif (Uranium. kista). Simpul II Yaitu pencegahan dilakukan terhadap media Transmisi dan udara ambien Memakai metode basah yaitu. Cd. Tutonium).  debu biologis (virus. Dampak Debu Partikel debu selain memiliki dampak terhadap kesehatan juga dapat menyebabkan gangguan sebagai berikut: 1) Gangguan aestetik dan fisik seperti terganggunya pemandangan dan pelunturan warna bangunan dan pengotoran. bakteri.dan Ventilasi Umum. dan Ukuran partikel debu E. batu. 2. Simpul I Yaitu pencegahan terhadap sumbernya antara lain: Isolasi sumber agar tidak mengeluarkan debu diruang kerja dengan ‘Local Exhauster’ atau dengan melengkapi water sprayer pada cerobong asap. Substitusi alat yang mengeluarkan debu dengan yang tidak mengeluarkan debu 2.penyiraman lantai dan pengeboran basah (Wet Drilling).e. Pengendalian Dan Penanggulangan Debu Pengendalian debu dapat berdasarkan empat simpul yaitu: 1. Konsentrasi Debu.  debu eksplosif atau debu yang mudah terbakar (batu bara. gangguan pernafasan dan kanker pada paru-paru. 5) Menganggu kesehatan manusia seperti timbulnya iritasi pada mata. Dengan alat berupa Scrubber. Komposisi Kimia. Pb). Hg. 2) Merusak kehidupan tumbuhan yang terjadi akibat adanya penutupan pori pori tumbuhan sehingga mengganggu jalannya photo sintesis. dan mineral).

konsentrasi. Akibat fibrosis paru menjadi kaku. Simpul III Yaitu Pencegahan Terhadap Tenaga Kerja yang terpapar Antara lain dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker. Debu yang masuk ke dalam saluan napas. Sistem mukosilier juga mengalami gangguan dan menyebabkan produksi lendir bertambah. bentuk. Rehabilitasi dilakukan terhadap korban yang mengalami cacat organ akibat terpapar partikel debu dalam jangka waktu lama. Reaksi Paru Terhadap Debu Berbagai faktor berpengaruh dalam timbulnya penyakit atau gangguan pada saluran napas akibat debu. Pneumokoniosis biasanya . menimbulkan gangguan pengembangan paru yalta kelainan fungsi paru yang restriktif. yaitu pada dinding alveoli dan jaringan interstisial. Makrofag baru memfagositosis silika bebas tadi sehingga terjadi lagi autolisis. BAB III PEMBAHASAN A. Penyakit paru yang dapat timbul karena debu selain tergantung pada sifat-sifat debu. gangguan transport mukosilier dan fagositosis oleh makrofag. Bila lendir makin banyak atau mekanisme pengeluarannya tidak sempurna terjadi obstruksi saluran napas sehingga resistensi jalan napas meningkat. lama paparan dan kepekaan individual. Pembentukan dan destruksi makrofag yang terus menerus berperan penting pada pembentukan jaringan ikat kolagen dan pengendapan hialin pada jaringan ikat tersebut. Debu yang bersifat toksik terhadap makrofag seperti silika bebas menyebabkan terjadinya autolisis. Faktor itu antara lain adalah faktor debu yang meliputi ukuran partikel. keadaan ini terjadi berulangulang. menyebabkan timbulnya reaksi mekanisme pertahanan nonspesifik berupa batuk. Debu ini akan difagositosis oleh makrofag. daya larut dan sifat kimiawi. Faktor individual meliputi mekanisme pertahanan paru. lama paparan. juga tergantung pada jenis debu.3. Partikel debu yang masuk ke dalam alveoli akan membentuk fokus dan berkumpul di bagian awal saluran limfe paru. 4. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium dan radiologi untuk mengetahui kelainan akibat debu. Fibrosis ini terjadi pada parenkim paru. bersin. Otot polos di sekitar jalan napas dapat terangsang sehingga menimbulkan penyempitan. Simpul IV Yaitu pencagahan terhadap penderita atau orang sakit akibat terpapar partikel debu antara lain melalui pemeriksaan dan pengobatan serta rehabilitasi terhadap korban atau orang sakit. Keadaan ini terjadi biasanya bila kadar debu melebihi nilai ambang batas . anatomi dan fisiologi saluran napas dan faktor imunologis. Makrofag yang lisis bersama silika bebas merangsang terbentuknya makrofag baru.

Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan foto toraks sangat berguna untuk melihat kelainan yang ditimbulkan oleh debu pada pneumokoniosis. tetapi pemeriksaan ini rumit dan memerlukan peralatan yang lebih canggih. Riwayat pekerjaan yang berhubungan dengan paparan debu dan lama paparan hendaklah diketahui secara lengkap. kemudian menderita kelainan setelah bekerja dan penyakitnya terus berlanjut. dan tidak di anjurkan digunakan secara rutin. Penyakit akibat debu antara lain adalah asma kerja. 1. Apabila kadar debu tinggi atau kadar silika bebas tinggi dapat terjadi silikosis akut yang bermanifestasi setelah paparan 6 bulan. pneumokoniosis batubara. asbestosis dan kanker paru. karena penyakit biasanya baru timbul setelah paparan yang cukup lama. Anamnesis mengenal riwayat pçkerjaan yang akurat dan rinci sangat diperlukan. Diagnosis Penyakit paru akibat debu industri mempunyai gejala dan tanda yang mirip dengan penyakit paru lain yang udak disebabkan oleh debu d tempat kerja.timbul setclah paparan bertahun-tahun. 2. dianjurkan untuk menukar pekerjaannya. dan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. B. Penyakit yang Ditimbulkan dari Debu . Pekerja yang pada pemeriksaan awal tidak menunjuickan kelainan. Untuk menegakkan diagnosis perlu dilakukan anamnesis yang teliti meliputi riwayat pekerjaan. Perselubungan yang timbul dibagi atas perselubungan halus dan kasar. Pemeriksaan faal paru lain yang lebih sensitif untuk mendeteksi kelainan di saluran napas kecil adalah pemeriksaan Flow Volume Curve dan Volume of Isoflow. siikosis. Pembacaan foto toraks pneumokoniosis perlu dibandingkan dengan foto standar untuk menentukan klasifikasi kelainan. Dalam masa paparan yang sama seseorang tepat mengalami kelainan yang berat sedangkan yang lain kelainnya ringan akibat adanya kepekaan individual. bronkitis industri. Klasifikasi standar menunit ILO dipakai untuk menilai kelainanyang timbul. apalagi bila penderita sering berganti tempat kerja. Pengukuran kapasitas difusi paru (DLCO) sangat sensitif untuk mendeteksi kelainan di interstisial.

foto toraks pada PMF sering miriptüberkulosis. c) Infeksi Mycobacterium tubeivulosis atau atipik. Silikosis Penyakit ini terjadi karena inhalasi dan retensi debu yang mengandung kristalin silikon dioksida atau silika bebas (S1S2).15% yang foto toraksnya menunjukkan gambaran pneumokoniosis. bila paparan tidak berlanjut maka penyakti ini tidak akan memburuk. gagal ventrikel kanan dan gagal napas. yang paling sering di lobus atas. biasanya setelah pekerja terpapar lebih daii 10 tahun. d) Imunologi penderita buruk. a) b) c) d) e) f) . Gelaja awal biasanya tidak khas. Fibrosis biasanya terjadi karena saw atau lebih faktor berikut: a) Terdapat silika bebas dalam debu batubara. nisan Pembuat keramik dan batubara Penuangan besi dan baja Industri yang memakai silika sebagai bahan misalnya pabrik amplas dan gelas. Penelitian pada pekerja tambang batubara di Tanjung Enim lahun 1988 menemukan bahwa dari 1735 pekerja ditemukan 20 orang atau 1. Tidak ada korelasi antara kelainan faal paru dan luasnya lesi pada foto toraks. seperti pada pekerja Pekerja tambang logam dan batubara Penggali terowongan untuk membuat jalan Pemotongan batu seperti untuk patung. pada stadium lanjut terjadi kor hipertensi pulmonal. 2. Complicated Coal Workers Pneumoconiosis atau Fibrosis Masif Progresif (PMF) ditandai oleh terjadinya daerah fibrosis yang luas hampir selalu terdapat di lobus atas. tetapi senng ditemukan bentuk campuran karena terjadi emfisema. Nilai VEP1dapat sedikit menurun sedangkan kapasitas difusi biasanya normal. Kenisakan yang luas menimbuikan sesak napas yang makin bertambah. Pada berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan silika penyakit ini dapat terjadi. Penyakit ini terjadi bila paparan cukup lama. Dahak berwarna hitam (melanoptisis). Berdasarkan gambaran foto toraks dibedakan atas bentuk simple dan complicated. Kelainan foto toraks pada simple CWP berupa perselubungan halus bentuk lingkar.1. Penyakit ini dapat berkembang menjadi bentuk complicated. b) Konsentrasi debu yang sangat tinggi. Senng ditemukan perselubungan bentuk p dan q. Pneumokoniosis Pekerja Tambang Batubara Penyakit terjadi akibat penumpukan debu batubara di paru dan menimbulkan reaksi jaringan terhadap debu tersebut. perselubungan clapat terjadi di bagian mana saja pada lapangan paru. Simple Coal Workers Pneumoconiosis (Simple CWP) terjadi karena inhalasi debu batubara saja. Batuk dan sputum menjadi lebih sering. Pemeriksaan faal paru biasanya tidak menunjukkan kelainan. Pada daerah fibrosis tepat timbul kavitas dan ini bisa menyebabkan penumotoraks. Gejalanya hampir tidak ada.

Perjalanan penyakit sangat khas.7% Pada tahun 1991 penelitian pada 200 pekerja pabrik semen ditemukan dugaan silikosis sebanyak 7%. Pada bentuk lanjut tertepat masa yang besar yang tampak seperti sayap malaikat (angel's wing). yaitu terdapat nodul yang biasanya dominan di lobus atas. silikosis kronik dan silikosis terakselerasi. Pada silikosis kronik yang sederhana. fibrosis kemuclian berlanjut dan terdapat pada lobus tengah dan bawah membentuk djffuse ground glass appearance mirip edema paru.  Silikosis Akut Penyakit dapat timbul dalam beberapa minggu. dan kadar silika bebas dalam debu yang memapari pekerja. Sesak pada awalnya terjadi pada saat aktivitas. batuk dan penurunan berat badan se. Faal paw menunjukkan gangguan restriksi. Lama paparan berkisar antara beberapa minggu sampai 4 atau 5 tahun. Kapasitas difusi dan komplians menurun. Kelainan faal paru yang timbul adalah restriksi berat dan hipoksemi disertai penurunan kapasitas di fusi. Pada stadium simple. Silikosis Terakselerasi  . Secara klinis terdapat 3 bentuk silikosis. obstruksi atau campuran. Perbedaan angka yang didapat diduga karena perbedaan kualitas foto toraks. Bentuk silikosis kronik paling sering ditemukan.g) Pembuat gigi enamel h) Pabrik semen Usaha untuk menegakkan diagnosis silikosis secara dini sangat penting. terjadi setelah paparan 20 sampai 45 tahun oleh kadar debu yang relatif rendah. volume paru berkurang dan bronkus mengalami distorsi.  Silikosis Kronik Kelainan pada penyakit ini mirip dengan pneumokoniosis pekerja tambang batubara. Pada penderita silikosis insidens tuberkulosis lebih tinggi dari populasi umum. Jika fibrosis masif progresif terjadi. nodul di paru biasanya kecil dan tanpa gejala atau minimal. Pada foto toraks tampak fibrosis interstisial difus. Di pabrik semen di daerah Cibinong (1987) dan 176 pekerja yang diteliti ditemukan silikosis sebanyak 1. bila seseorang terpapar silika dengan konsentrasi sangat tinggi. biasa disertai batuk dan produksi sputum.telah paparan silika konsentrasi tingi dalam waktu relatif singkat. foto toraks menunjukkan nodul terutama di lobus atas dan mungkin disertai klasifikasi. oleh karena penyakit dapat terus berlanjut meskipun paparan telah dihindari. kelainan paru dapat menjadi progresif sehingga terjadi fibrosis yang masif. yaitu gejala sesaic napas yang progesif. Timbul gejala sesak napas.13% dan diduga silikosis 1 . Walaupun paparan tidak ada lagi. Kelenjar hilus biasanya membesar dan membentuk bayangan egg shell calcification. yaitu silikosis akut. kemudian pada waktu istirahat dan akhirya timbul gagal kardiorespirasi. demam. Sering terjadi reaksi pleura pada lesi besar yang padat.

Mungkin ditemukan keganasan bronkus atau mesotelioma. Pada stadium awal mungkin tidak ada gejala meskipun foto toraks menunjukkan gambaran asbestosis atau penebalan pleura. Asbestosis Penyakit ini terjadi akibat inhalasi debu asbes. Bila proses terlihat gambaran sarang tawon di lobus bawah. Pada stadium akhir gejala yang umum adalah sesak pada saat istirahat. Pemeriksaan bronkoskopi juga berguna menyingkirkan atau mengkonfirmasi adanya karsinoma bronkus yang terdapat bersamaan. . hanya perjalanan penyakit lebih cepat dari biasanya. akibat fibrosis difus dapat terdengar ronki basah di lobus bawah bagian posterior. Setelah paparan 10 tahun sering terjadi hipoksemi yang berakhir dengan gagal napas. menimbulkan penumokoniosis yang ditandai oleh fibrosis paru. gastrointestinal dan pleura sering menjadi penyebab kematian. sering terjadi infeksi mikobakterium tipikal atau atipik. Pada stadium awal pemeriksaan fisis tidak banyak menunjukkan kelainan. 15 tahun sesudah awal penyakit biasanya terjadi korpulmonal dan kematian. Biopsi paru mungkin perlu pada kasus tertentu untuk menegakkan diagnosis. juga bisa timbul pada daerah sekitar pabrik atau tambang yang udaranya terpolusi oleh debu asbes. Bunyi ini makin jelas bila terjadi bronkiektasis akibat distorsi paw yang luas karena flbrosis. 3. dapat berupa bercak difus atau bintik-bintik yang patht. Perubahan pada foto toraks lebih jelas pada bagian tengah dan bawah paw. pekerja kapal dan pekerja penghancur asbes. Berbeda dengan penumokoniosis batubara dan silikosis yang penderitanya dapat mempunyai gejala sesak napas tanpa kelainan foto toraks. Biopsi paru transbronkial hendaklah dilakukan untuk mendapakatan jaringan paru. terlihat di daerah tengah dan bawah terutama bila timbul kalsifikasi. bayangan jantung sering menjadi kabur.Bentuk kelainan ini serupa dengan silikosis kronik. Gelaja utama adalah sesak napas yang pada awalnya terjadi pada waktu aktivitas. Sesak napas terus memburuk meskipun penderita dijauhkan dari paparan asbes. Kapasitas difusi dan komplians paru menurun. Penebalan pleura biasanya terjadi biral. Diafagma dapat meninggi pada stadium lanjut karena paw mengecil. pedagang. Penderita sering mengalami infeksi saluran napas. penggilingan. pada tahap lanjut terjadi hipoksemia. transportasi. batuk dan penurunan berat badan. Pemeriksaan faal paru menunjukkan kelainan restriksi meskipun tidak ada gejala pada sebagian penderita terdapat kelainan obsiruksi. menjadi fibrosis masif. Jan tabuh (( clubbing) senng ditemukan pada asbestosis. Pekerja yang dapat terkena asbestosis adalah yang bekerja di t ambang. keganasan pada brunkus. Paparan dapat terjadi di therah industri dan tambang.

Pada awal penyakit pemeriksaan faal paru tidak menunjukkan kelainan. Pada pekerja tambang batubara bila paparan menghilang. Efek yang lama dali paparan ini menyebabkan paralisis silia. asbes dan silika dengan ukuran 3-10 mikron akan ditimbun di paru. hipersekresi dan hipertrofi kelenjar mukus. terdapat kekerapan bronkitis kronik 14. tungau. semen. Pada bronkitis industri atau bronkitis kronik foto toraks dapat normal. dan muncul setelah masa bebas gejala yang berlangsung antara beberapa bulan sampai beberapa tahun. Asma Kerja Asma kerja adalah penyakit yang ditandai oleh kepekaan saluran napas terhadap paparan zat di tempat kerja dengan manifestasi obstruksi saluran napas yang bersifat reversibel. Pada penduduk yang tinggalnya 25 km dari pabrik semen. antigen binatang. Penelitian pada pekerja pabrik semen di daerah Cibinong pada tahun 1987 tidak menemukan penyakit bronkitis kronik Penelilian yang dilakukan pada tahun 1991 menemukan kekerapan bronkitis kronik yang sangat rendah yaitu 0. penghancuran logam dan batu.33% pada laki-laki dan 22.35% pada perempuan.5%. besi. Pada daerah yang terletak 5 km dari pabrik didapatkan angka kekerapan penyakit ini 33. Berbagai komponen debu padi-padian (antigen padi-padian.4. perburtikan fungsi paru dan menentukan prognosis. Apabila telah timbul obstruksi yang ireversibel. endotoksin bakteri. keramik.66% pada laki-laki dan 23. jamur kumbang padi. manfaat bronkodilator. Berbagai zat telah dipastikan sebagai penyebab terjadinya bronkitis industri sedangkan zatzat lain kemungkinan besar atau diduga sebagai penyebab. dan debu inert) berperan menimbulkan bronkitis. Pada pekerja yang berhubungan dengan tepung keadaanya Iebih kompleks. prevelensi bronkitis kronik pada para pekerja tersebut rendah bila dibandingkan dengan prevalensi di kalangan penduduk yang tinggal di sekitar pabrik semen 5.an corakan bronkopulmoner terutama di lobus bawah. Keadaan ini meyebabkan saluran napas rentan terhadap infeksi dan timbul gejala-gejala batuk menahun yang produktif. Pada tiap individu masa bebas gejal dan berat ringannya penyakit sangat bervariasi. penyakit akan berjalan secara lambat dan progresif Pemeriksan faal paru berguna untuk menentukan tahap perjalanan penyakit. gejal klinis dapat hilang. Penyakit mm hanya mengenal sebagian pekerja yang terpapar. atau menunjukkan peningkat. Karena meningkatnya resistensi pemapasan. pada stadium lanjut terjadi obsiruksi saluran napas yang tepat menjadi ireversibel. Pada penduduk yang tinggal di sekitar pabnk semen kekerapan bronkitis kronik jauh lebih tinggi dali penduduk yang tinggalnya jauh. Bronkitis Industri Berbagai debu industri seperti debu yang berasal dari pembakaran arang batu. .46% pada perempuan.

colophony. b) Bila pekerja terpapar oleh lebih dari satu zat yang dapat menyebabkan asma kerja. kerang. Pada individu atopik keluhan asma timbul setelah bekerja 4 atau 5 tahun. Pada waktu serangan terlihat tanda obstruksi. buah jarak. kemudian terjadi peningkatan multiplikasi sel yang merupakan manifestasi penyakit. tetrasiklin. garam platina. ulat sutra. c) Bila konfirmasi mutiak untuk diagnosis penyakit di perlukan. Pemeriksaan arus puncak ekspirasi menunjukkan penurunan lebih dari 15% pada waktu serangan. Dapat juga berasal dali obat-obatan seperti pada pmduksi piperazin. sedangkan pada individu yang notatopik keluhan ini muncul beberapa tahun Iebih lama. zat kimia seperti isosionat. Pertama adalab induksi DNA sel target oleh bahan karsinogen sehingga menimbulkan mutasi sel. Ananinesis riwayat penyakit yang rinci penting untuk menegakkan diagnosis. anjing. Indikasi utama uji provokasi bronkus adalah. 6. misalnya sebelum menyuruh penderita berhenti bekerja. pemeriksaan uji provokasi bronkus merupakan pemeriksaan yang menunjang. a) Bila pekerja diduga menderita asma kerja tapi tidak diketahui zat yang menyebabkannya. kopi. Pada tempat yang mengandung zat paparan kuat seperti isosionat dan colophony gejala dapat timbul lebih awal bahkan kadang-kadang beberapa minggu setelah mulai bekerja. kebanyakanmembaik pada akhir pekan dan waktu libur. debu kayu. Keluhan asma yang khas adalah mengi yang berhubungan dengan pekerjaan. Gejala pada tiap individu bervariasi. enzmm seperti iripsin dan papain. Bilafaal paru normal dan pasien dicurigai menderita asma. spinamisin dan penisilin sintetik.Berbagai debu dan zat di tempat kerja tepat menimbulkan asma kerja. kutu ganchim. Zat itu tepat berasal dali tumbuh-tumbuhan seperti tepung gandum. Kanker Paru Mekanisme terjadinya kanker akibat paparan zat belum diketahui secara tuntas. binatang seperti binatang pengerat. kucing. Pemeriksaan faal paru di luar serangan dapat normal. khrom. pada individu lain sering timbul beberapa jam sesudah paparan dengan gejala yang mengganggu pada malam berikutnya. Para ahli sepakat paling kurang ada 2 stadium terjadinya kanker karena bahan karsinogen. . Ada individu yang terserang setelah paparan beberapa menit.

Trisna. Untuk menegakkan diagnosis penyakit paru akibat debu industri perlu dilakukan anamnesis yang teliti mengenai riwayat pekerjaan. nikel. khlor metil eter. deteksi dini kelainan dan pemeriksaan sebelum . BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Debu industri di tempat kerja dapat menimbulkan kelainan dan penyakit paru. Pengobatan penyakit paru akibat debu industri bersifat simptomatis dan suportif. Berbagai faktor berperan pada mekanisme timbulnya penyakit. 2000. P. DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta. arsen. 2001. khrom.Zat yang bersifat karsinogen dan dapat menimbulkan kanker paru antara lain adalah asbes. pembakaran arang. 2. Jakarta ISO 14001.penerimaan pegawai. gas mustard. uranium. Usaha pencegahan merupakan langka pelaksanaan yang penting. tempat penyulingan dan industri kimia. pabrik. Tindakan pencegahan meliputi pengurangan kadar debu. identifikasi debu di tempat kerja. A. Diagnosis kadang-kadang sukar ditegakkan oleh karena sering butuh waktu yang lama antara terjadinya paparan dan timbulnya penyakit Di samping itu penyakit paru akibat debu industri mempunyai gejala yang sama dengan penyakit paru yang tidak disebabkan oleh debu.S. Renika Cipta. Melindungi Lingkungan Dengan Menerapkan Grasindo. kalsium kiorida dan zat radioaktif serta tar batubara. sifat kimia debu. memakai pelindung diri. dan pemeriksaan penunjang seperti uji faal paru dan pemeriksaan radiologis. Pencemaran Lingkungan. Pemeriksaan faal paru dan radiologis secara berkala perlu pada jenis kerja tertentu. . Sunu. Pekerja yang berhubungan dengan zat-zat tersebut dapat mendenta kanker paru setelah paparan yang lama. konsentrasi. diantaranya adalah jenis. Pekerja yang terkena adalah mereka yang bekerja di tambang. Pekerja yang telah terkena penyakit akibat debu hendaklah dihindani dani paparan lebih lanjut. lama paparan dan faktor individu pekerja. yaitu antara 15 sampai 25 tahun.

di antaranya memberikan nutrisi yang cukup dan baik kepada anak sehingga bisa tumbuh dengan sempurna. Bahkan. dijumpai ada kasus kematian balita gara-gara masalah gizi buruk kurang diperhatikan. Wiwiek. Akhir-akhir ini. Faisal. sehat. http://green. Pudjiastuti. LATAR BELAKANG Anak adalah amanah dari Allah yang tiada ternilai harganya.id/2012/05/03/lingkungan-kerja-faktor-kimia-debu-di-lingkungantempat-kerja/ 7.blog. 2002. Kondisi gizi buruk tidak mesti berkaitan dengan kemiskinan dan ketidaksediaan pangan.ac. dan cerdas. Debu Sebagai Bahan Membahayakan Kesehatan kerja. http://latar.org/wiki/Debu 6.3. meski tidak bisa dipungkiri . http://id.esaunggul.wikipedia. 4.kompasiana. akan membuat mereka mudah dibina untuk mendalami ilmu-ilmu agama Alloh. Ketidak-acuhan kita terhadap nutrisi anak akan membuat keadaan gizi mereka menjadi buruk. Amanah tersebut menuntut kita untuk menjadikan mereka sebagai anak yang sholih dan sholihah. OCT 15 makalah perbedaan gizi kurang dan gizi buruk BAB I PENDAHULUAN A. Dengan begitu. Sebab. Yunus. pertumbuhan dan perkembangan serta kecerdasannya dipengaruhi oleh gizi.com/polusi/2010/11/03/bahaya-debu-bagi-kesehatan-pernapasan/ Posted 16th October 2012 by ferry ngongo 0 Add a comment 4. Untuk mewujudkannya ada beberapa faktor yang harus dipenuhi. banyak balita yang mengalami keadaan gizi buruk di beberapa tempat. Dampak Debu Industri pada Paru Pekerja dan Pencemar yang Pengendaliannya. 2006. Kondisi balita yang kekurangan gizi sungguh sangat disayangkan. 5.

besar kemungkinan anak akan mengalami gizi yang buruk. BAB II . Oleh karena itu. dan selalu memperhatikan kesehatan—apalagi berpendidikan. hendaknya tetap memperhatikan nutrisi dan kesehatan anaknya di tengah kesibukan mereka melakukan aktivitas sehari-hari. Anak yang diasuh oleh ibunya sendiri dengan penuh kasih sayang.mencegah. Apa yang dimaksud KEP dan gizi ?\ 2. para orang tua. Bagaimana Strategi departemen kesehatan terhadap kasus gizi buruk ? C.kemiskinan dan kemalasan merupakan faktor yang sering menjadi penyebab gizi buruk pada anak. khususnya para ibu. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menetahui penyebab.dan pengobatan terhadap kasus gizi buruk. Selain itu. Bagaimana cara mencegah terjadinya gizi kurang dan gizi buruk pada balita 7. Jika seperti ini keadaannya. B. kebanyakan anak dipisahkan jauh dari ibunya dengan alasan kesibukannya yang padat.cara mendeteksi. faktor pengasuhan anak juga menentukan. Sedangkan fenomena yang ada saat ini. Kemudian mereka menyerahkan kepengasuhan anak kepada orang yang kurang memperhatikan nutrisi dan kesehatan anak. Bagaimana cara mendeteksi balita yang gizi kurang dan gizi buruk ? 5. kesadaran yang tinggi akan pentingnya nutrisi dan ASI. Bagaimana cara pengobatan terhadap penderita gizi kurang dan gizi buruk pada balita 8. Bagaimana dampak yang ditimbulkan akibat Gizi Buruk ? 6. Rumusan Masalah 1. maka anaknya tidak akan mengalami gizi yang buruk.dampak. di samping juga tarbiyah yang baik buat mereka. Faktor apa saja yang menjadi penyebab gizi kurang dan gizi buruk ? 4. Apa perbedaan antara gizi kurang dan Gizi buruk ? 3.

penyimpanan.PEMBAHASAN A. (Khaidirmuhaj. Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Gizi adalah suatu proses organisme mengunakan makanan yang di konsumsi secara normal melalui proses digesti. anemi. dan lain–lain. metabolisme dan pengeluaran zat-zat gizi yang tidak di gunakan untuk mempertahankan kehidupan. infeksi saluran pernapasan bagian atas. PENGERTIAN KEP DAN GIZI Kekurangan energi protein adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG. Kekurangan zat gizi adaptif bersifat ringan sampai dengan berat. (Cipto Mangunkusumo 1992 B. aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. (Soetjiningsih 2002). sehingga pemenuhan kebutuhan gizi secara adekuat turut menentukan kualitas tumbuh kembang sebagai sumber manusia di masa datang. Gizi merupakan bagian dari proses kehidupan dan proses tumbuh kembang seseorang. 2006). pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan energi. (Monika 2004) Gizi buruk terjadi bila tubuh tidak mendapatkan zat–zat gizi baik untuk pertumbuhan perkembangan dan juga mengalami kekurangan satu atau lebih zat–zat gizi yang esensial. Gizi buruk adalah kekurangan kalori atau protein (KKP) atau di sebut juga protein energi malnutrien (PEM). (Sunita. Pada keadaan ini dapat menjadi kwashiorkor dan marasmus yang biasanya disertai penyakit lain seperti diare. Gizi buruk bila kondisi gizi kurang berlansung lama. Gejala kurang gizi ringan relatif tidak jelas. penyakit pencernaan. PERBEDAAN ANTARA GIZI KURANG DAN GIZI BURUK 1) Gizi Kurang Penyakit ini paling banyak menyerang anak balita.Gizi buruk adalah kondisi gizi kurang hingga tingkat yang berat dan di sebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. (Cipto Mangunkusumo 1992). absorpsi. terutama di negara-negara berkembang. 2009). Gizi kurang banyak terjadi pada anak usia kurang dari 5 tahun.maka akan berakibat semakin berat tingkat kekurangannya. infeksi. hanya terlihat bahwa berat badan anak tersebut lebih . Menurut Supariasa ( 2000) Kurang Energi Protein (KEP) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu.

rendah dibanding anak seusianya. yang dimaksud di sini adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bergizi bagi pertumbuhan anak. atau bahkan menurun. Maturasi tulang terlambat. normal atau cenderung menurun. Rasio berat terhadap tinggi. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA GIZI KURANG DAN GIZI BURUK Secara umum masalah kekurangan energi-protein (KEP) disebabkan beberapa faktor. Sehingga banyak balita yang diberi makan "sekadarnya" atau asal kenyang padahal miskin gizi. terhenti. . gejala umum dari gizi buruk adalah: Kelelahan dan kekurangan energy Pusing Sistem kekebalan tubuh yang rendah (yang mengakibatkan tubuh kesulitan untuk melawan infeksi Kulit yang kering dan bersisik Gusi bengkak dan berdarah Gigi yang membusuk Sulit untuk berkonsentrasi dan mempunyai reaksi yang lambat Berat badan kurang Pertumbuhan yang lambat Kelemahan pada otot Perut kembung Tulang yang mudah patah Terdapat masalah pada fungsi organ tubuh C. Yang paling dominan adalah tanggung jawab negara terhadap rakyatnya karena bagaimanapun KEP tidak akan terjadi bila kesejahteraan rakyat terpenuhi. Ukuran lingkaran lengan atas menurun. Berikut beberapa faktor penyebabnya: Faktor sosial. Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang. Rata-rata berat badannya hanya sekitar 60-80% dari berat ideal. Walaupun demikian. 2) Gizi Buruk Adapun Tanda dan gejala dari gizi buruk tergantung dari jenis nutrisi yang mengalami defisiensi. Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain: Kenaikan berat badan berkurang.

Rendahnya pendapatan masyarakat menyebabkan kebutuhan aling mendasar. rontok Wajah membulat dan sembab Pandangan mata sayu Pembesaran hati Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas 2) Tipe Marasmus. yaitu : 1) Tipe Kwashiorkor. dengan tanda-tanda dan gejala sebagai berikut: badan nampak sangat kurus seolah-olah tulang hanya terbungkus kulit wajah seperti orang tua . Laju pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan pangan akan menyebabkan krisis pangan. CARA MENDETEKSI BALITA YANG MENGALAMI GIZI BURUK Ada 3 macam tipe Gizi buruk. serta pentingnya sosialisasi makanan bergizibagi balita. dengan tanda-tanda dan gejala adalah sebagai berikut: Tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan malnutrisi. Sedangkan kondisi malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit. yaitu pangan pun seringkali tak bisa terpenuhi. D. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. mudah dicabut tanpa rasa sakit. sering dituding sebagai biang keladi munculnya penyakit ini di negara-negara berkembang. Ini penyebab munculnya penyakit KEP. Misalnya ketersediaan pangan yang tercukupi. Perubahan Status mental Rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung. bertambahnya pun menjadi Infeksi. Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat dihindari. daya beli masyarakatuntuk dapat membeli bahan pangan.Kemiskinan.

Produksi tenaga Kekurangan energi yang berasal dari makanan mengakibatkan anak kekurangan tenaga untuk bergerak dan melakukan aktivitas. Hal ini disebabkan. Akibat kurang gizi terhadap proses tubuh tergantung pada zat-zat gizi yang kurang. dan iga gambang seringdisertai penyakit infeksi (umumnya kronis berulang) 3) Tipe. yang dikemudian hari dapat mengurangi IQ anak. Marasmik-Kwashiorkor Merupakan gabungan beberapa gejala klinik Kwashiorkor – Marasmus E. Kekurangan gizi ini secara umum menyebabkan gangguan pada : 1.mudah menangis/cengeng dan rewel kulit menjadi keriput jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (baggy pant/pakai celana longgar) perut cekung. Pertahanan tubuh Sistem imunitas dan antibodi menurun sehingga anak mudah terserang infeksi seperti batuk. Dilain pihak anak gizi buruk rentan terhadap penyakit karena menurunnya daya tahan tubuh. mental dan kecerdasan anak.Secara umum gizi buruk pada bayi. Bayi yang kurang zat besi dapat berdampak pada gangguan pertumbuhan sel-sel otak. jika Ibu hamil menderita kurang Energi Protein akan berpengaruh pada gangguan fisik. dan juga meningkatkan resiko bayi yang dilahirkan kurang zat besi. Anak menjadi malas. dan merasa lemas 3. pilek dan diare . balita dan ibu hamil dapat menciptakan generasi yang secara fisik dan mental lemah. DAMPAK YANG DITIMBULKAN AKIBAT GIZI BURUK Berbagai masalah yang timbul akibat Gizi buruk antara lain tingginya angka kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR). Pertumbuhan anak menjadi terganggu karena protein yang ada digunakan sebagai zat pembakar sehingga otot-otot menjadi lunak dan rambut menjadi rontok 2.

G. Sejalan dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya. CARA MENCEGAH TERJADINYA GIZI KURANG DAN GIZI BURUK\ Lingkungan harus disehatkan misalnya dengan mengupayakan pekarangan rumah menjadi taman gizi Perilaku harus diubah sehingga menjadi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sedangkan pengobatan KEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Perilaku Anak yang mengalami gizi kurang menunjukkan perilaku yang tidak tenang. F. STRATEGI DEPARTEMEN KESEHATAN TERHADAP KASUS GIZI BURUK Strategi Departemen Kesehatan untuk penanganan Gizi Buruk Menggerakan dan memberdayakan Masyarakat untuk hidup Sehat Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas Meningkatkan sistem surveilans. H. contohnya. monitoring dan informasi kesehatan Meningkatkan pembiayaan kesehatan . PHBS Bidang Gizi yang harus diperhatikan adalah: • Makan dengan Gizi seimbang • Minum tablet besi selama hamil • Memberi bayi ASI eksklusif • Mengkonsumsi garam beryodium • Memberi bayi dan balita kapsul vitamin A. Penderita pun sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Struktur dan fungsi otak Kurang gizi pada anak adapt berpengaruh terhadap perkembangan mental. Kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen seperti perkembangan IQ dan motorik yang terhambat 5.4. Penderita kurang gizi stadium ringan. CARA MENGOBATI PENDERITA GIZI KURANG DAN GIZI BURUK Pengobatan pada penderita KEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya. diatasi dengan perbaikan gizi. status gizi anak tersebut terus diperbaiki hingga sembuh. Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau setara dengan 100-150 Kkal. cengeng dan apatis.

DAFTAR PUSTAKA .Pendeteksian gejala penyakit ini tergantung pada tanda-tanda yang ada.dan infeksi. Mohon perhatian Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menindaklanjuti masalah-masalah Gizi buruk dilapangan. Pengobatan tergantung pada jenis gizi kurang dan gizi buruk yang diderita. 2. Gizi buruk adalah kondisi gizi kurang hingga tingkat yang berat dan di sebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan seharihari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Kesimpulan Gizi merupakan bagian dari proses kehidupan dan proses tumbuh kembang seseorang.BAB III PENUTUP A.Adapun untuk mencegah gizi kurang dan gizi buruk adalah dengan PHBS dan peningkatan konsumsi gizi.Adapun penyebab dari terjadinya gizi kurang dan gizi buruk adalah karena faktor sosial. dan juga meningkatkan resiko bayi yang dilahirkan kurang zat besi. Perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi buruk serta tindak lanjut terhadap faktor-faktor penyebabnya. B. Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Saran 1.gangguan fisik. aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan.Resiko dari kurang Energi Protein akan berpengaruh pada kelahiran dengan Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR). kemiskinan. laju pertambahan penduduk. mental dan kecerdasan anak. sehingga pemenuhan kebutuhan gizi secara adekuat turut menentukan kualitas tumbuh kembang sebagai sumber manusia di masa datang.

Diakses pada tanggal 9 Oktober 2010 : http://almawaddah.Diakses pada tanggal 11 Oktober 2010 : Bayi-kita@yahoo.Wina Sofie.Diakses pada tanggal 9 Oktober 2010: Gizi.Maluku Midwifery.Kiki sri. Sarmin. dan Fitri Rachmayanti.Analisi Faktor Untuk Angka Gizi Buruk Pada Balita di Kabupaten Langkat. Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Kurang Gizi.Beda Kurang Gizi dan Gizi Buruk.pdf Posted 15th October 2012 by ferry ngongo 0 Add a comment .Diakses pada tanggal 9 Oktober 2010 : Pusat data jurnal dan skripsi.ac. Perbedaan Kurang Gizi dan Gizi Buruk dan istilah lainnya.2006.diakses pada tanggal 19 Oktober 2010 Nursasi.Marfuah.2010.wordpress.2009.Diakses pada tanggal 9 Oktober 2010 : http://repository.Astuti Yuni.Diakses pada tanggal 9 Oktober 2010 : http://askep-askeb.us/showthread.2004.2007.Anonim.Hubungan Pola Asuh Dengan Status gizi anak Balita di Kecamatan Kelurahan Pasar Ambacang kota padang tahun 2004.net.id/bitstream/123456789/14021/1/09E00372.2010.php Panji.2007.Upaya Mengatasi Masalah Kelaparan dan Kurang Gizi.kaskus.com/2009/02/07/cara-mendeteksi-giziburuk-pada-balita/ Vivi Melva Diana.Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang Gizi Buruk Pada Balita di Dusun Wawasa Kecamatan Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur Tahun 2009.php?t=4921977 Madoa.Diakses pada tanggal 18 Oktober 2010 : http://www.Kekurangan Energi Protein ( KEP ).or.id/index.2003.cc.Laila.groups Rezeki. Asyatindo.2007. BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BURUK PADA ANAK BALITA DI KABUPATEN MAGELANG.Cara Mendeteksi Gizi Buruk Pada Balita.com/psikmunand/docs/jurnal_1 Yustisia. http://issuu.usu.Diakses pada tanggal 11 Oktober 2010 : http://inna-ppni.cz.Status Gizi dan Faktor yang Mempengaruhi. Rumiasih.2007.

Loading Send feedback .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->