P. 1
Makalah Character Building

Makalah Character Building

|Views: 209|Likes:

More info:

Published by: Vinny Alvionita Simanjuntak on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNyalah kami dapat menyelesaikan tugas ini. Dalam kesempatan ini kami mendapatkan kesempatan untuk menulis sebuah paper dalam memenuhi tugas “CHARACTER BUILDING” yang mengambil tema “Mengenal,Menerima dan Mengembangkan Diri Sendiri”. Penulisan paper ini dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan dan kerjasama semua pihak diantaranya: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan karunia dan kesehatan kepada kita semua. 2. Bapak 3. SMA Plus PGRI Cibinong yang telah memberikan kesempatan dan waktunya untuk kita melakukan riset dengan siswa-siswanya. 4. Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kami berharap paper yang kami buat dapt dijadikan salah satu pertimbangan dan ukuran untuk pihak-pihak yang ingin menyusun sebuah paper. Kurang dan lebihnya dari dari paper yang kita buat ini tidak lain tidak bukan karena kurangnya informasi atau jangkauan pengetahuan kami,mohon untuk dimaklumi kritik dan saran yang diberikan akan sangat membantu kami dalam hal pengembangan kemampuan kami selanjutnya.

Hormat Kami,

Penyusun

.

Seorang remaja yang sadar betul akan pentingnya tahap ini akan lebih berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan. Perasaan yang masih labil tersebut juga dapat menimbulkan rasa ketergantungan terhadap orang lain karena rasa ketidak mampuan yang mereka miliki. 2006).1 Latar Belakang Masa SMA yang memiliki rentan usia 15-18 tahun bisa dikatakan merupakan masa peralihan seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau yang lebih sering kita kenal dengan istilah masa remaja. peran lingkungan. Masa-masa ini dapat dikatakan sebagai masa badai bagi seseorang. Suatu masa transisi tidak hanya akan memberikan dampak negatif bagi seorang remaja. masa transisi tersebut juga bisa memberikan keuntungan kepada remaja yaitu suatu masa yang lebih panjang untuk mengembangkan berbagai keterampilan serta mempersiapkan masa depannya. Konflik yang sering kali terjadi di dalam diri remaja bisa juga dikarenakan kelabilan emosi yang masih belum terkontrol sepenuhnya. termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif. sosial dan pencapaian (Fagan. Masa remaja merupakan suatu tahap transisi menuju ke status yang lebih tinggi yaitu status sebagai orang dewasa. Pemberian penyuluhan kepada si remaja mengenai tahap-tahap perkembangannya sangat penting untuk memastikannya agar tidak salah langkah. Terjadinya suatu perubahan yang bisa dikatakan cepat tersebut. Kemandirian dalam menentukan jalan hidupnya. masa remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat. peran guru. sehingga tidak heran mereka akan mengalami kesulitan dan rasa bimbang dalam menentukan arah jalan hidup ke depan. Sifat ketergantungan yang diiringi dengan kebimbangan tersebut dapat membahayakan diri remaja itu sendiri. baik perubahan-perubahan yang datang dari dalam diri individu remaja maupun perubahan dari luar individu (lingkungan sekitar) seringkali dapat menimbulkan konflik. lalu apakah itu murni kesalahan mereka?. Berdasarkan teori perkembangan. disaat mereka membutuhkan sesuatu untuk bergantung namun mereka sendiri masih mengalami kebimbangan dalam perasaannya kemungkinan besar dapat membuat mereka terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. sehingga dalam fase ini benar-benar dibutuhkan peran orang tua. emosi. menentukan . Sering kali kita melihat banyak sekali tindakan kriminal yang dilakukan terutama oleh remaja di tingkat SMA. dan peran teman-teman sebayanya untuk membawa dia ke arah yang positif dari kehidupan.BAB I PENDAHULUAN 1. kebimbangan maupun rasa ketergantungan. dimana akan terjadi perombakan besar terhadap hidupnya. dengan sikap awasnya tersebut akan menjadikannya sebagai sosok yang memiliki rasa kemandirian.

beserta bagaimana cara mendukung tahap perkembangan tersebut . sehingga dalam makalah ini akan di bahas bagaimana karakteristik remaja terutama siswa SMA dalam tahap perkembangannya.mana yang terbaik bagi masa depannya kelak. Berbagai faktor juga dapat memegang kendali dalam tahap ini baik faktor yang datang dari dalam maupun luar individu remaja. faktor-faktor yang berpengaruh dalam tahap ini.2 Rumusan Masalah Bagaimanakah karakteristik dari siswa SMA? Bagaimanakah perkembangan diri dari siswa SMA? Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan diri siswa SMA? Bagaimanakah cara mendukung perkembangan diri dari siswa SMA? 1.3 Tujuan Mendeskripsikan karakteristik dari siswa SMA Mengetahui perkembangan diri dari siswa SMA Mengetahui factor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi perkembangan diri siswa SMA Mengetahui cara yang tepat untuk mendukung perkembanngan diri dari siswa SMA . 1.

2000. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Muss. bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama akan tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang dan remaja yang diperpendek. dkk. tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. 2001. Papalia. Monks. (2004) dibatasi antara usia 12-21 tahun. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. moratorium. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal. Dari beberapa pengertian di atas masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. dkk. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion. dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan. 15-18 tahun termasuk masa remaja . Berikutnya kita akan mulai membahas karakteristik dari remaja. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock. dan identity achieved (Santrock. Berikut merupakan batasan usia remaja menurut para ahli: Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. foreclosure.1 Karakteristik Siswa SMA Usia siswa SMA secara umum berada pada rentang 15/16-18/19 tahun yang disebut sebagai usia remaja. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli. 1988). oleh karena itu sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai karakteristik siswa SMA atau karakteristik seorang remaja kita akan bahas terlebih dahulu apa yang sebenarnya dimaksud dengan usia remaja itu. Fase-fase masa remaja menurut Monks dkk. Monks. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. 2003.BAB II PEMBAHASAN 2.

seorang remaja akan memerlukan sesuatu yang dapat dianggap sebagai sesuatu yang bernilai.pertengahan. .Mulai tumbuh dorongan untuk mencari pedoman hidup. . tetapi ia juga belum mempunyai pedoman hidup yang baru. nilai-nilai etika. Kepribadiannya sudah menunjukkan pola tetapi belum terpadu. memahami dirinya. Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi (keberadaan) dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan. - Oleh Suryabrata (2002) fase remaja ini disebut sebagai masa merindu-puja yang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: Anak merasa kesepian dan menderita. Senang membandingkan kaidah-kaidah. Timbulnya keinginan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa asing. Dia merasa mampu untuk melakukan suatu hal tetapi tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya. menolong. 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir. pantas dihargai.Merasa tidak tenang dan banyak kontradiksi dalam dirinya. Keadaan seperti ini biasanya melahirkan sajak-sajak alam.Reaksi pertama seorang anak pada tahap ini adalah protes terhadap sekitarnya yang dirasa tiba-tiba memusuhi. - . dan dipanuti. Si remaja sendiri hanya tahu bahwa dia menginginkan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang diinginkannya. Dia tidak mau lagi memakai pedoman hidup di masa kanak-kanaknya. Dia menganggap tidak ada orang yang mau mengerti. mencari sesuatu yang dipandang bernilai.Seorang anak mengalami goncangan batin. Pada awalnya.Ia mulai mencari dan membangun pendirian atau pandangan hidupnya. menerlantarkan. Kecenderungan ambivalensi antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul dengan orang banyak serta antara keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua. . . atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa. Reaksi dan ekspresi emosi masih labil. dan turut merasakan suka-duka yang dialaminya. . dan tidak mau mengerti terhadapnya. Mulai timbulnya ciri-ciri sekunder. 1) Karena belum memiliki pedoman hidup. Karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah menengah adalah sebagai berikut: Adanya kekurangseimbangan proporsi tinggi dan berat badan. serta menjelaskan mengenai hal-hal yang dirasakannya. Kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relatif lebih jelas.Seorang anak akan memerlukan teman yang dapat memahami. Dalam proses tersebut ia akan melewati tiga langkah. yaitu: . pantas dijunjung tinggi dan dipuja. sesuatu yang dipuja itu belum memiliki bentuk tertentu.

dan psikologis. Santrock. mereka berada dalam periode berikut (Hunkins. yaitu pribadi-pribadi yang mendukung personifikasi nilai-nilai tertentu yang diinginkan anak. Pendidik hendaknya: 1) berdiri ’di samping’ mereka. 3) Pada tahap ketiga si remaja telah dapat menghargai nilai-nilai lepas dari pendukungnya dan nilai sebagai hal yang bersifat abstrak. Pada masa ini tumbuh dengan subur rasa kebangsaan. Kenyataan menunjukkan bahwa setiap anak baik yang berjenis kelamin sama ataupun berbeda. sehingga dapat memperoleh kepercayaan dari remaja dan memberinya mereka bimbingan. siswa SMA cenderung berkarakteristik berikut. sampai diperoleh pandangan/pendirian yang tahan uji. Desmita. tidak di depannya melalui dikte dan instruksi. Dalam pemujaan. serta 3) menanamkan semangat patriotik dan semangat luhur lainnya karena ini memang masanya. 2) menunjukkan simpati bukan otoritas. Kajian terhadap perkembangan peserta didik usia PMU menunjukkan bahwa secara biologis. 1980. 2005). remaja laki-laki dan perempuan memiliki cara yang berbeda dalam mengkespresikannya. Karakteristik-karakteristik tersebut akan mendatangkan implikasi bagi kehidupannya. 1990. Sukmadinata. Menurut Hunkins (1980). 2004. 2002. .2) Pada tahap kedua objek pemujaan kian jelas. 1994. salah satu implikasi dari karakteristik siswa SMA tersebut terhadap pendidikan adalah sebagai berikut: Remaja memerlukan orang yang dapat membantunya mengatasi kesukaran yang dihadapi. . keseluruhan ciri umum tersebut lebih bersifat konseptual.Secara fisik: 1) umumnya individu telah mempunyai kematangan yang lengkap. sehingga tibalah waktunya bagi si remaja untuk menentukan pilihan atau pendirian hidupnya. segala sikap dan perilaku pendidik harus dapat dipertanggungjawabkan dari segi pendidikan. Penentuan ini biasanya berkali-kali melalui proses jatuh bangun karena ia menguji nilai yang dipilihnya dalam kehidupan nyata. Pribadi pendidik (sebagai pendukung nilai) berpengaruh langsung terhadap perkembangan pendirian hidup remaja. Suryabrata. Pada dasarnya. Hamachek. menghayati masa remajanya dengan cara yang tidak persis sama. didaktis. Karena itu.

tuntutan internal membawa mereka pada keinginan untuk mencari jati diri yang mandiri dari pengaruh orangtua. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus. .Istilah “perkembangan “ secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia.2) individu-individu ini kian menyerupai orang dewasa: tulang-tulang tumbuh kian lengkap. 2. bagi para remaja. sebaik atau seburuk apapun saat itu. 3) dalam melepaskan ketergantungan dari orang dewasa. 4) kendali untuk dapat diterima lingkungan masih kuat. pelbagai individu ini kerap memperlihatkan perubahan mood yang ekstrem. dan sosoknya kian tinggi. Banyak konflik yang dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri. Banyak orangtua yang tetap menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di mata orangtua. terutama bagi kalangan yang berbeda kelamin. dan proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. serta 3) meningkatnya energi gerak pada setiap individu. Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. dari yang kooperatif hingga yang suka memberontak. Bagi sebagian besar individu yang baru beranjak dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. dan individu-individu itu sangat memperhatikan popularitas. Sebaliknya. Kenangan terhadap saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan.Secara mental: 1) individu dilanda kerisauan untuk menemukan jati diri dan tujuan hidup mereka. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas yakni remaja adalah waktu yang kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa. serta 5) berbagai individu kerap mengalami beberapa masalah dengan membuat penilaian sendiri. . para anak remaja mereka masih belum siap menghadapi tantangan dunia orang dewasa. 2) keadaan mental remaja itu terus berlanjut dan untuk berusaha keras suntuk menjadi mandiri.2 Perkembangan Karakteristik Siswa SMA Menurut ilmu psikologi yang dimaksud dengan perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi.

1979). agar pertumbuhan bisa berjalan secara optimal. serta otot-otot tubuh berkembang pesat. saling bergantung satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan (tidak bisa berdiri sendiri). bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi yang pertama. 1991). tidak jernih. Pertumbuhan dimaksudkan untuk menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni. dan di sekitar kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu atau rambut. . Pada masa remaja. Pada fase ini remaja memerlukan asupan gizi yang lebih. A.. Pada anak perempuan. warnanya pucat dan pori-porinya meluas. kulit menjadi lebih kasar. Pinggul membesar bertambah lebar dan bulat akibat dari membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit. bertambahnya berat badan. yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. akan tetapi dapat dibedakan (Kartono. Terdapat ciri lain pada anak laki-laki maupun perempuan. Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu yaitu proses yang menuju kedepan dan tidak dapat diulang kembali. didaerah wajah. ia mengalami masa mimpi yang pertama. begitu pula dengan perkembangan karakteristik remaja terutama siswa SMA. Perkembangan menunjukkan pada perubahanperubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju (Ahmadi. ketiak. Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Sedangkan pada anak perempuan. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan-perubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulangi. Kedua proses ini berlangsung secara interdependent. pertumbuhan fisik mengalami perubahan lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Payudara membesar dan rambut tumbuh di daerah ketiak dan sekitar kemaluan. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Berikut merupakan perkembangan karakteristik dari siswa SMA: 1. tulang kaki dan tangan. Perubahan ukuran akibat bertambah banyaknya atau bertambah besarnya sel (Edwina.Dalam kehidupan anak terdapat dua proses yang terjadi secara kontinue. Perkembangan seksual Terdapat perbedaan tanda-tanda dalam perkembangan seksual pada remaja. 2004) Misalnya bertambahnya tinggi badan. Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri ataupun perubahan suara pada remaja putra. K. otot-otot tubuh bertambah pesat (kekar). hal ini dikarenakan produksi hormon dalam tubuhnya meningkat.. 2. Perkembangan karakteristik berupa perkembangan fisik. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya alat reproduksi spermanya mulai berproduksi. Suara menjadi lebih penuh dan merdu. Pada laki-laki pada lehernya menonjol buah jakun yang bisa membuat nada suaranya pecah. diwajahnya mulai tumbuh jerawat.

Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Luteinizing Hormone (LH). Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Pada kenyataan. akibatnya akan menimbulkan kenakalan remaja berupa perkelahian antar pelajar. Pada anak perempuan. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Dengan kemampuan operasional formal ini. remaja makan didepan pintu. Perkembangan berpikir. Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua. dll. Pada periode ini. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya.Pada masa pubertas. cara berfikir kausalitas. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. masih menganggapnya sebagai anak kecil. otot. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH) 2). kemudian orang tua melarangnya sambil berkata “pantang”. lingkungan. Apabila guru/pendidik dan oarang tua tidak memahami cara berfikir remaja. Perkembangan kognitif remaja. guru. Mereka tidak akan terima jika dilarang melakukan sesuatu oleh orang yang lebih tua tanpa diberikan penjelasan yang logis. Sebagai remaja mereka akan menanyakan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan dan jika orang tua tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan maka dia akan tetap melakukannya. dan rencana untuk masa depan. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). 3. di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif . Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Hal ini menyangkut tentang hubungan sebab akibat. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Misalnya. prediksi. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. Pada anak lelaki. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya.

dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. Saat melakukan sesuatu mereka hanya menuruti ego dalam diri tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.operasional formal ini. memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anakanak. Ketrampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak. Semestinya. tindakan kriminal. misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya. Dalam satu waktu mereka akan kelihatan sangat senang sekali tetapi mereka tiba-tiba langsung bisa menjadi sedih atau marah. Hal ini disebabkan karena pada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan. tindakan kekerasan. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. dikucilkan dari pergaulan. cenderung berperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun anti sosial). dan bahkan dalam perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya. individu dituntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. dsb. Perkembangan emosi yang cenderung meluap-meluap. Contohnya pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang tersinggung perasaannya. Ketrampilan-ketrampilan tersebut biasanya disebut sebagai aspek psikososial. karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. Ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting manakala anak sudah menginjak masa remaja. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut sejak dini maka akan memudahkan anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat. yaitu operasional konkrit. kenakalan remaja. . Emosi pada remaja masih labil.perkembangan dalam kehidupan sosialnya Sebagai makhluk sosial. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar-mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan menyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis. dsb. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. 4. Mereka belum bisa mengontrol emosi dengan baik. 5.

apabila seorang remaja dihadapkan pada suatu pilihan untuk mengikuti acara keluarga dan berkumpul dengan temanteman. Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomorduakan. dia akan melakukan perbuatan untuk menarik perhatian lingkungan sekitar dan biasanya cenderung ke arah perilaku negatif. Perkembangan moral Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. perang. sedangkan kelompoknya dinomorsatukan. Contohnya. menjalin hubungan dengan orang lain. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan hal tersebut dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan. sederhana. maka dia akan lebih memilih untuk pergi dengan teman-teman. Apabila keterampilan sosial dapat dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. memberi atau menerima feedback. keadaan sosial. Jadi tidak mengherankan jika pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari ingkungannya dan berusaha mendapatkan status atau peranan. misalnya: politik. 6. remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi. Secara kritis. Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti dan melarangnya maka akan menimbulkan masalah sehingga remaja cenderung akan bersikap tertutup pada orang tua mereka. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka.Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah penting bagi remaja untuk dapat mengembangkan ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan untuk menyesuaikan diri. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang . dsb. Sebaliknya jika remaja tidak diberi peranan. bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal. misalnya mengikuti kegiatan remaja dikampung dan dia diberi peranan dimana dia bisa menjalankan peranan itu dengan baik. Salah satu pola hubungan sosial remaja diwujudkan dengan membentuk satu kelompok. memberi atau menerima kritik. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. Pola hubungan sosial remaja lain adalah dimulainya rasa tertarik pada lawan jenisnya dan mulai mengenal istilah pacaran. menghargai diri sendiri & orang lain. Anak perempuan secara biologis dan karakter lebih cepat matang daripada anak laki-laki. Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan masa remaja madya dan remaja akhir adalah memiliki ketrampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain. kemanusiaan. dsb. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan.

apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap “pemberontakan” remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanak-kanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis. namun sebenarnya tidak. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. 7. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Dalam hal ini amatlah penting bagi remaja untuk tidak menilai seseorang berdasarkan penampilan semata. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. Misalnya. Karena apa yang tampil tidak selalu mengambarkan pribadi yang sebenarnya (bukan aku yang sebenarnya). . Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. Perkembangan kepribadian Secara umum penampilan sering diindentikkan dengan manifestasi dari kepribadian seseorang. jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. sehingga orang yang memiliki penampilan tidak menarik cenderung dikucilkan. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Disinilah pentingnya orangtua memberikan penanaman nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan pada hal-hal fisik seperti materi atau penampilan.selama ini diketahui dan dipercayainya.

Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. yaitu: Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan Sifat-sifat tersebut dapat membuat seorang remaja menjadi lebih tertutup terhadap lingkungan. guru. Mempunyai banyak fantasi. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua. Hal inilah yang membuat perkembangan karakternya terhambat. menurut Gunarsa (1989) terdapat beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja itu sendiri. Senang bereksperimentasi. apakah pikiran mereka bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. dan teman sebayanya. khayalan. sehingga membuat mereka takut untuk bereksplorasi dan mencoba sesuatu yang baru. Ketidakstabilan emosi. Sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah lingkungan dimana dia hidup yang juga bisa mencakup orang-orang dalam lingkungan tersebut seperti orang tua. yang termasuk faktor internal adalah genetika. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.3 Faktor-faktor Yang Menghambat Perkembangan Diri Siswa SMA Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan karakteristik siswa SMA. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. Sekarang yang menentukan adalah pikiran mereka sendiri. dan hal itu bisa dikategorikan dalam 2 faktor besar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. . Emosi yang cenderung meluap-luap bisa menyebabkannya tidak berhati-hati atau tidak berpikir secara matang saat mengambil sebuah keputusan. sehingga faktor eksternal dan internal itu tidak bisa berdiri sendiri karena keduanya saling mempengaruhi. dan bualan. salah satu faktor yang memiliki andil cukup besar dalam menentukan perkembangan karakteristik adalah faktor lingkungan.2. Faktor internal juga bisa berupa karakter remaja itu sendiri. Kondisi lingkungan dengan berbagai karakter tiap kelompok masyarakat yang berbeda-beda dimana pasti ada yang baik dan ada yang buruk. kecukupan gizi. dan pikiran orang itu sendiri. Senang bereksplorasi.

Bicaralah dengan anak Anda sebagai sopan dan menyenangkan seperti yang Anda lakukan kepada orang asing. . rata-rata. Cinta dan saling menghormati dapat hidup berdampingan dengan sudut pandang yang berbeda. . Kemungkinannya adalah bahwa mereka mencintai Anda dan memiliki kepentingan terbaik Anda dalam pikiran. 1) Orang Tua . Terlalu sering. tapi semua orang harus dihargai. . dari orang tua dan guru. Akhir masa perkembangan terikat lebih sehingga untuk faktor sosial dan emosional dan dapat agak ambigu. atau sibuk sendiri dengan tugas-tugas lainnya. .Buatlah upaya untuk memuji anak-anak Anda sering dan tepat. Menjaga pintu terbuka pada subjek. dan perubahan perkembangan sosial. .Hindari anak-anak Anda meremehkan dan menghina dan menertawakan apa yang tampaknya Anda menjadi pertanyaan naif atau bodoh dan pernyataan.2. Jadilah “askable” orang tua. . intelektual.Cobalah untuk memahami bahwa orang tua adalah manusia.4 Cara Mendukung Perkembangan Diri Siswa SMA Masa SMA atau yang berkaitan dengan masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Jangan membaca. . dan perasaan. dari teman sebaya serta dari lingkungan dimana ia berada. Masa pubertas sinyal awal remaja dan pubertas sekarang terjadi sebelumnya. kita mengambil hal-hal baik untuk diberikan dan fokus pada yang buruk. Oleh sebab itu dalam tahap ini benar-benar dibutuhkan dukungan baik dari remaja itu sendiri.Dorong anak Anda untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan keluarga untuk bekerja keluar masalah keluarga bersama-sama dengan Anda. Memahami bahwa anak-anak Anda perlu untuk menantang pendapat Anda dan cara Anda melakukan sesuatu untuk mencapai pemisahan dari Anda yang penting untuk identitas orang dewasa mereka sendiri. Cobalah untuk tidak membuat penilaian. tetapi dengan mendengarkan dan kemudian menawarkan pemandangan Anda sendiri jelas dan jujur mungkin. daripada di masa lalu (anak sekarang lebih cepat mengalami masa pubertas). menonton televisi.Hindari melihat orang tua sebagai musuh. yang melibatkan beberapa fisik. dengan ketidakamanan mereka sendiri.Berikan perhatian penuh saat anak Anda ingin berbicara. Nada suara Anda dapat mengatur nada percakapan. kepribadian.Bantulah anak Anda membangun kepercayaan diri dengan mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan pilihan mereka (bukan milikmu).Memahami perasaan anak Anda – bahkan jika Anda tidak selalu menyetujui perilaku mereka. kebutuhan. . .Dorong anak Anda untuk “test” ide-ide baru dalam percakapan dengan tidak menilai ideide mereka dan pendapat.Dengarkan dengan tenang dan berkonsentrasi pada pendengaran dan pemahaman anakanak Anda titik pandang. bahkan jika Anda tidak selalu setuju dengan cara mereka menunjukkan bahwa. . .

dan mencoba untuk melihat situasi dari sudut pandang mereka. 2) Teman Pergaulan Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. pengalaman. Orang tua bisa dikatakan orang yang memiliki hubungan terdekat dengan si remaja sebelum ia mengalami masa pubertasnya. namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk karakteristik seorang individu. Seorang anak akan menganggap kedua orang tuanya sebagai panutan sebelum ia mengenal yang namanya dunia luar. Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja.- - Dengarkan orang tua Anda dengan pikiran terbuka. Oleh sebab itu. . anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orangorang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan. Jadilah seperti yang sopan dan perhatian kepada orang tua sendiri dan orang tua dari teman-teman. teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif. Pada awalnya. Berbagi perasaan Anda dengan orang tua Anda sehingga mereka dapat memahami Anda lebih baik. dalam kelompok bermain. Seorang anak akan lebih sering menghabiskan waktunya dengan kedua orang tua mereka. dan peranan). Oleh karena itu peran orang tua disini sangatlah dibutuhkan terutama dalam mendukung perkembangan diri remaja.

dan karakter itu sendiri akan terbentuk sesuai dengan komponen-komponen yang telah membentuknya.edu/Berkowitz/Berkowitz. Fase pengembangan diri itu sendiri tidak dapat berjalan dengan mudah maupun semulus seperti yang diharapkan.”Orang Tua Sebagai Pengajaran Untuk Memfasilitasi Perkembangan Moral”. guru. juga masyarakat yang selama ini berada disekitarnya.org/wiki/Chil d_development (diakses tanggal 15 Oktober 2011).co. DAFTAR PUSTAKA Wikipedia.BAB III PENUTUP 3.co. dibutuhkan sebuah perjuangan bukan hanya dari remaja itu sendiri tapi juga dari lingkungan dan orang-orang sekitar untuk membentuk sebuah karakter dari individu tersebut. Dalam fase remaja ini dikenal yang namanya tahap atau fase pengembangan diri. namun jika ia malah terseret dalam badai itu maka ia tidak akan selamat. Dalam kasus ini peran dari diri sendiri itu memang penting tapi kita juga tidak bisa melupakan peran dari Orang Tua. wisc. Jika ia berhasil melewati badai tersebut maka dipastikan ia akan selamat atau dalam artian telah berhasil dalam menjalani kehidupan.1 KESIMPULAN Masa remaja bisa dikatakan sebuah masa penuh badai yang harus dilewatinya untuk mengarungi samudera kehidupan.google.http://translate. Sehingga dapat disimpulkan bahwa di usia SMA ini merupakan fase metamorphosis seorang anak menjadi sosok yang lebih dewasa. Sebuah karakter akan terbentuk dari sebuah proses yang panjang. diperlukan cara-cara dan faktor-faktor pendukung untuk keberhasilan dalam fase pengembangan diri ini.google.library. http://translate.”Perkembangan Anak”.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://parenthood.html (diakses pada 15 Oktober 2011) .wikipedia. Wikipedia. dan sebaliknya.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en. Jika komponen-komponen pembentuknya baik maka karakter yang baiklah yang akan terlahir. dimana dalam fase ini seorang remaja dituntut untuk bersikap lebih dewasa disbanding dirinya di masa kanakkanak dulu. teman sebaya.

http://febykumara.”Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Karakter”.Febi.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.blogspot.com/2007/05/pengaruh-lingkunganterhadap.html (diakses pada 15 Oktober 2011) Syamsu.PT Remaja Rosdakarya .Bndung.Yusuf.2011.Kumara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->