P. 1
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

|Views: 317|Likes:
Published by Rizki Pawestri

More info:

Published by: Rizki Pawestri on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

Penyusun : Wilma Pratiwi Yenovi Desy Selawani ( 030.05.234 ) ( 030.06.280 )

4%).240 orang. Ibu atau calon ibu merupakan kelompok rawan karena membutuhkan gizi yang cukup sehingga harus dijaga status gizi dan kesehatannya agar dapat melahirkan bayi yang sehat. Jika dibandingkan dengan tahun 2004 sampai dengan tahun 2007. anak-anak.927 orang (81. masa remaja.BAB I PENDAHULUAN Kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan setiap orang. Sedangkan secara umum. dimanapun dan siapapun pasti membutuhkan badan yang sehat. terbukti tingginya angka kematian ibu.2 Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu sejak janin yang masih dalam kandungan. cakupan balita yang memiliki KMS (K/S) dari tahun 2004 sampai dengan 2008 berada pada angka diatas 80%. dewasa sampai usia lanjut. maka cakupan jumlah balita yang memiliki KMS pada tahun 2008 lebih rendah. Masalah Gizi di Indonesia sampai saat ini masih memprihatinkan.2 . baik jasmani maupun rohani guna menopang aktifitas kehidupan sehari-hari. Karena nilai persentase K/S kurang dari 100%. bayi dan balita serta rendahnya tingkat kecerdasan yang berakibat pada rendahnya produktifitas. pengangguran.1 Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Begitu pentingnya nilai kesehatan ini. Kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan. Hal ini mendasari masalah Gizi menjadi salah satu faktor penting penentu pencapaian Millenium Development Goals. kemiskinan dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi. seperti melakukan penerapan pola hidup sehat dan pola makan yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Jumlah balita yang memiliki KMS (K/S) pada tahun 2008 sebesar 18. sehingga seseorang yang menginginkan agar dirinya tetap sehat harus melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan derajat kesehatannya.2 Tahun 2008 jumlah balita yang ada di kota Tanjungpinang sebanyak 23. menurunkan produktivitas kerja dan menurunkan daya tahan tubuh. yang berakibat meningkatnya angka kesakitan dan kematian. kemungkinan jumlah KMS masih kurang sehingga perlu dilakukan penambahan atau juga distribusi KMS yang belum merata. bayi.

2 Salah satu upaya mempertahankan status gizi bayi dan anak usia 6-23 bulan dan juga untuk mencegah keadaan gizi menjadi lebih buruk.3/1116/SJ tentang revitalisasi posyandu yang merupakan upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja posyadu. maka persentase partisipasi masyarakat pada tahun 2008 ini memiliki angka yang paling kecil. Pemerintah telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. Hal ini menggambarkan bahwa partisipasi masyarakat masih kurang. Dalam dokumen RPJMN 2004-2009. telah ditargetkan penurunan masalah gizi kurang pada tahun 2009 setinggi-tingginya 20%. Distribusi MP-ASI sampai ke sasaran memerlukan dukungan dana.0%. 2 Posyandu merupakan bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang mempunyai daya ungkit yang besar dalam mengatasi masalah gizi kurang. salah satu sasaran adalah pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Gizi termasuk Sistem Kewaspadaan Dini KLB Gizi Buruk. salah satu indikator adalah 80% kecamatan bebas rawan gizi. asuhan gizi keluarga dan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan.411. Menyikapi kondisi tersebut.2 Banyak faktor yang menyebabkan masalah gizi kurang antara lain faktor ketersediaan pangan dalam rumah tangga. disediakan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). 116/Menkes/SK/VIII/2003 tentang pedoman Penyelenggaraan Surveilens Epidemiologi Kesehatan. Gambaran yang lebih akurat tentang situasi masalah gizi buruk di tingkat masyarakat akan didapat melalui pelaksanaan surveilens aktif dengan melakukan konfirmasi dan pelacakan kasus.Partisipasi masyarakat (D/S) pada tahun 2008 sebesar 62. SK Menkes RI no. Selain itu dari kader posyandu sendiri bersama dengan PKK kelurahan juga dihimbau agar lebih memotivasi warganya untuk membawa balita ke posyandu setiap bulan. menurunnya kinerja posyandu akan berdampak pada menurunnya status gizi.2 . 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang kewenangan Wajib Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Untuk itu Pemerintah perlu menyediakan dukungan dana operasional posyandu. Jika dilihat dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. MP-ASI tersebut khususnya bagi bayi dan anak usia 6-23 bulan dari keluarga miskin yang berat badannya berdasarkan hasil penimbangan di posyandu tidak naik (T1). Untuk itu perlu dipelajari kenapa mereka tidak datang ke posyandu dan perlu dimotivasi.2 Berdasarkan Keputusan Menkes RI No.

Status gizi adalah keadaan tubuh/ekspresi sebagai akibat komsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. menggunakan dan membuang yang tidak terpakai. Malnutrisi ( gizi salah ) adalah keadaan patologis akibat kekurangan/ kelebihan secara relatif maupun absolut satu atau lebih zat gizi.3 Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsi yaitu menghasilkan energi.6 . untuk kesehatan dan masalah kesehatan. Ilmu gizi adalah ilmu tentang makanan.BAB II PENGERTIAN Kata gizi berasal dari bahasa Arab “gizzah”. mendistribusi. peranan keluarga serta swadaya termasuk swasta untuk meningkatkan status gizi masyarakat dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. 3 Perbaikan gizi merupakan suatu upaya perbaikan gizi masyarakat yang diselenggarakan secara menyeluruh dan terpadu dalam kerjasama lintas sektoral. dan substansi yang terkandung didalamnya. zat-zat gizi.5 Gizi seimbang adalah istilah untuk menggambarkan susunan makanan dan minuman yang jenis maupun jumlahnya menjamin kebutuhan tenaga. mencerna. dalam bahasa latin “nutrire” artinya makanan atau zat makanan sehat. Definisi gizi adalah proses tubuh memanfaatkan makanan yang dimulai dari mengunyah. membangun sel-sel. memelihara jaringan dan mengatur proses-proses tubuh. menelan. sumber pertumbuhan dan pemeliharaan untuk mencapai status kesehatan optimal. menyerap. peran dan keseimbangannya.

. balita dan bufas. Terlaksananya kegiatan Pos Gizi untuk menurunkan angka balita gizi buruk dengan dana swadaya masyarakat. 3. 2. 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Meningkatnya kerjasama lintas program dan lintas sektoral. 8. Meningkatnya cakupan Fe pada ibu hamil dan buteki. Diselenggarakannya pelayanan gizi di klinik gizi. 6. Meningkatnya cakupan vitamin A pada bayi. Tujuan Khusus 1. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petugas gizi kelurahan dalam melaksanakan dan pelaporan kegiatan gizi. 5. 7. Meningkatnya status gizi pada balita gizi buruk melalui intervensi gizi.BAB III TUJUAN Tujuan Umum Tertanggulanginya masalah gizi di masyarakat dan meningkatnya status gizi masyarakat di wilayah Kecamatan Pasar Minggu.

anak 4. Pelayanan Gizi di Posyandu 3. Usaha Perbaikan Gizi Institusi ( UPGI ) 1. Pemberian Vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus pada anak . 2. Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) 1. Pemberian Vitamin A pada bufas 5. Pemberian makanan tambahan pemulihan di Posyandu 7. Monitoring dan evaluasi kegiatan penimbangan balita di Posyandu 8.1 Kegiatan Rutin Program Gizi a. Penyuluhan gizi pada masyarakat sangat diperlukan karena pengetahuan orang tua dapat ditambah dengan cara memberikan penyuluhan setiap saat pertemuan. Penyuluhan Gizi di SD / MI / SMP / SMA secara terpadu dengan program UKS/PKPR . Pemberian tablet tambah darah pada bumil dan buteki dan bufas 6. Pelacakan kasus gizi buruk yang ditemukan di wilayah Pasar Minggu b.BAB IV KEGIATAN DAN SASARAN KEGIATAN DAN SASARAN DI PUSKESMAS KECAMATAN PASAR MINGGU Kegiatan IV.

KP ibu dengan program kesehatan ibu 2. Pengadaan PM tambahan pemulihan untuk balita BGM 3. Monitoring dan evaluasi program gizi IV.2. Kegiatan SPGP ( Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi ) 1. dan ibu hamil 2. Pemantauan status gizi anak sekolah dilaksanakan secara terpadu dengan program UKS melalui screening kesehatan 3. Pengadaan vitamin A untuk bayi. Lansia yang datang ke Posyandu lansia 3. Pelayanan gizi di klinis gizi Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu c. remaja. Pada masyarakat umum . Pembinaan kader Posyandu dan petugas kelurahan IV. Gizi lansia dengan program lansia Sasaran 1. Rapat koordinasi dengan sektoral 4. Panti Asuhan 6. Gizi anak sekolah dengan program UKS 4. balita.3 Program Gizi yang berintegrasi dengan program lain 1. Melakukan survei konsumsi makanan pada masyarakat 3. Pengadaan bahan dan pangan MP-ASI 5. Pada kelompok Pasien DM yang ada di Pasar Minggu 5. Ibu hamil dengan class ANC 4. balita dan buteki yang datang ke Posyandu 2. Pemantauan status gizi Balita di Posyandu 2. Ibu. Pada kelompok sekolah. Gizi remaja dengan program PKPR 5.2 Kegiatan Program Gizi dengan menggunakan anggaran subsidi 1. Pembinaan petugas gizi kelurahan 6. Pembentukan pos gizi 4. Posyandu dengan program PSM 3.

balita. ibu Pemberian makanan tambahan di Posyandu hamil. Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) Jenis Kegiatan Sasaran Tempat Waktu Pelaksana Penimbangan balita di Posyandu Bayi. dan ibu menyusui Penyuluhan gizi di Posyandu Posyandu Satu bulan 1x Petugas kesehatan sesuai jadwal Puskesmas dan Kader kesehatan/Posyandu .BAB V PELAKSANAAN KEGIATAN PELAKSANAAN KEGIATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN PASAR MINGGU 1.

SLTP/Tsanawiyah dan SLTA/Aliyah Pemeriksaan Hb anak SD/MI Tempat Sekolah (SD). Usaha perbaikan Gizi Sekolah (UPGS) Jenis kegiatan Penyuluhan gizi pada masyarakat sekolah Sasaran Masyarakat Sekolah Dasar/Madrasah Pembinaan warung / kantin sekolah Ibtidiyah. Waktu Dasar 4x tahun Pelaksana per Petugas kesehatan dan Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) SLTP/Tsanawiyah. Usaha Perbaikan Gizi Pemuda (UPGP) Jenis kegiatan Penyuluhan gizi remaja Sasaran Organisasi pemuda dan Tempat Kecamatan Waktu 2x per Pelaksana tahun Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Pembina bersama – sama Dokter Puskesmas Pembina sesuai jadwal remaja/karang taruna 3. sesuai SLTA/Aliyah jadwal puskesmas Pemberian tablet .Pemberian vitamin A pada balita di Posyandu Pemberian tablet Fe pada balita di Posyandu dan PMT balita Pencatatan dan pelaporan Penataan kader 2.

2x per panti. BKIA.tambah darah Pemantauan status gizi 4. diagnose keluhan gizi dan nasihat dietetic Sasaran Pasien umum dengan kelainan gizi ganda (gizi lebih dan kurang) Pengukuran status gizi (antropometri dan Pasien rujukan laboratorium) dari RB. BP. pesantren tahun sesuai jadwal Pemantauan gizi Nakerwan 5. Pembina sesuai jam kerja Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Pembina . dan pesantren Pemeriksaan Hb pada Nakerwan Tenaga kerja wanita (Nakerwan) Pemberian tablet tambah darah pada Nakerwan Tempat Waktu Pelaksana Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Pembina Institusi/perusahaan. Klinik Gizi Jenis kegiatan Anamnesa. dll Tempat Poli Waktu Pelaksana Gizi 3 hari dalam Dokter puskesmas Puskesmas seminggu.Usaha Perbaikan Gizi Institusi (UPGI) Jenis kegiatan Penyuluhan gizi pada masyarakat institusi Sasaran Masyarakat panti asuhan. panti jompo.

6 % 4. N/D = 56.9 % . Fe III = 80. N/S = 41.1 Kesimpulan 1.Riwayat kebiasaan makan dan intake Balita gizi buruk rujukan dari posyandu BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN VI.2 % 2. K/S = 89.4 % 3. Jumlah Posyandu yang rutin melaksanakan kegiatan 98.3 % .3 % . Cakupan Fe I ibu hamil = 81.0 % . Jumlah kader Posyandu yang aktif 71.0 % . Cakupan D/S = 74.

Meningkatkan sosialisasi ke masyarakat. Cakupan ASI eksklusif masih rendah sekitar 36.5.2 % 6. PMT – Pemulihan balita gizi buruk sebaiknya melalui klinik gizi Puskesmas kecamatan agar memudahkan monitoring dan evaluasi DAFTAR PUSTAKA 1. Evaluasi Pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Masyarakat dalam Mencapai Visi Misi Indonesia Sehat 2010. 2010 . Cakupan vitamin A bulan Februari untuk 100.5 % menjadi 24.000 UI sebanyak 93.8% sedangkan targetnya 80 % VI.4 % 8.1 % da 200.000 UI sebanyak 99. Kegiatan intervensi gizi dapat memperbaiki gizi buruk dari 64. khususnya para ibu yang memiliki balita untuk pertumbuhan balitanya melalui kegiatan Posyandu 2. Kendari . 2 Saran 1. Rata – rata kunjungan klinik gizi 110 orang/bulan 7.000 UI sebanyak 90.4 % serta Agustus untuk 100. Wuna.1 % dan 200.000 UI sebanyak 95. Menjalin komunikasi dan kerjasama yang lebih efektif dengan lintas program dan lintas sector 3.

Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Jakarta . Petunjuk Teknis Bantuan Sosial Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Masalah Gizi di Indonesia dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. 2008 3. 2008 5. Jakarta . Jakarta . 2007 6. Jakarta . Direktorat Bina Gizi Masyarakat Republik Indonesia. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Persatuan Ahli Gizi Indonesia. Jakarta . 2008 4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Standarisasi Pelayanan Kesehatan Puskesmas. 2011 . Prioritas Peningkatan Pengetahuan dalam Perbaikan Gizi Masyarakat.2. Juknis SPM Gizi Masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->