Pengertian Inovasi Pendidikan http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/pengertianinovasi-pendidikan.

html

Inovasi seringkali diartikan pembaharuan, penemuan dan ada yang mengaitkan dengan modernisasi. Menurut Nicholls (1982: 2) penggunaan kata perubahan dan inovasi sering tumpang tindih. Pada dasarnya inovasi adalah ide, produk, kejadian atau metode yang dianggap baru bagi seseorang atau sekelompok orang atau unit adopsi yang lain. Baik itu hasil invensi maupun hasil discovery. (Ibrahim, 1998: 1 ; Hanafi, 1986: 26 ; Rogers, 1983: 11). Berbicara mengenai inovasi (pembaharuan) mengingatkan kita pada istilah invention dan discovery. Invention adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru artinya hasil karya manuasia. Discovery adalah penemuan sesuatu (benda yang sebenarnya telah ada sebelumnya. Dengan demikian, inovasi dapat diartikan usaha menemukan benda yang baru dengan jalan melakukan kegiatan (usaha) invention dan discovery. Dalam kaitan ini Ibrahim (1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). Inovasi dapat berupa hasil dari invention atau discovery. Inovasi dilakukan dengan tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah (Subandiyah 1992:80). Para ahli mengungkapkan berbagai persepsi, pengertian, interpretasi tentang inovasi dengan susunan kalimat dan penekanan maksud yang berbeda, namun mengandung pengertian yang sama, seperti Kennedy (1987), White (1987), Kouraogo (1987). Dalam hal ini, penulis mengutip definisi inovasi yang dikatakan oleh White (1987:211) yang berbunyi: "Inovation …more than change, although all innovations involve change." (inovasi itu … lebih dari sekedar perubahan, walaupun semua inovasi melibatkan perubahan). Untuk mengetahui dengan jelas perbedaan antara inovasi dengan perubahan, berikut definisi yang diungkapkan oleh Nichols (1983:4). "Change refers to continuous reapraisal and improvement of existing practice which can be regarded as part of the normal activity ….. while innovation refers to …. Idea, subject or practice as new by an individual or individuals, which is intended to bring about improvement in relation to desired objectives, which is fundamental in nature and which is planned and deliberate". Nicholls menekankan perbedaan antara perubahan (change) dan inovasi (innovation) sebagaimana dikatakannya di atas, bahwa perubahan mengacu kepada kelangsungan penilaian, penafsiran dan pengharapan kembali dalam perbaikan pelaksanaan pendidikan yang

ada yang dianggap sebagai bagian aktivitas yang biasa. Sedangkan inovasi menurutnya adalah mengacu kepada ide, obyek atau praktek sesuatu yang baru oleh seseorang atau sekelompok orang yang bermaksud untuk memperbaiki tujuan yang diharapkan. Selain itu defenisi inovasi yang dikemukakan oleh Rogers (1983: 11): “An innovation is an idea, practice, or object that is perceived as new by an individual or other unit of adoption”. Zaltman dan Duncan (1973: 7) mengatakan: “An innovation is an idea, practice, or material artifact perceived to be new by the relevant unit of adoption. The innovation is the change object”. Adapun inovasi pendidikan adalah inovasi untuk memecahkan masalah dalam pendidikan. Inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik dalam arti sempit tingkat lembaga pendidikan maupun arti luas di sistem pendidikan nasional. Sehingga dapat dikatakan inovasi kurikulum merupakan suatu hal yang dapat terjadi dalam ruang lingkup pendidikan itu sendiri. Secara implisit manajemen inovasi mengacu pada komponen perencanaan, pengawasan, pengarahan dan perintah. Urwick dalam Nicholls (1993:3) mengidentifikasi, manajemen atau pengolahan dimaksudkan sebagai aktivitas yang berkenaan dengan perencanaan, pengaturan, pemberian perintah, koordinasi, pengawasan dan penilaian. Hal ini dikaitkan dengan kegiatan atau aktivitas yang berkenaan dengan upaya pendayagunaan segala material dan non material untuk mencapai tujuan inovasi. Manajemen inovasi sendiri dari sudut proses berhubungan dengan kegiatan perencanaan. Yang mana dalam perencanaan inovasi menuntut untuk melakukan asesmen situasi dan mengidentifikasi tujuan dari inovasi itu sendiri. Keberhasilan inovasi akan berjalan baik, jika didukung oleh perencanaan inovasi yang efektif.

Dipublikasikan Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang

Makalah Inovasi Pendidikan 2012 http://karyailmiah2012.blogspot.com/2012/04/makalah-inovasi-pendidikan-2012.html BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Sejak manusia menghendaki kemajuan dalam kehidupan, maka sejak itu timbul gagasan untuk melakukan pengalihan, pelestarian, dan pengembangan kebudayaan melalui pendidikan. Maka, dalam pertumbuhan masyarakat pendidikan senantiasa menjadi perhatian utama dalam rangka memajukan kehidupan generasi bangsa dengan tuntutan kemajuan masyarakat.Salah satu dampak positif globalisasi pendidikan adalah mendorong dan mempercepat arus reformasi pendidikan di Indonesia. 1.2 TUJUAN PENULISAN 1 Menambah pengetahuan tentang ilmu Pendidikan di Indonesia Merubah pola pikir dan cara pandang hidup dalam masyarakat Mengembangkan potensi akademik yang di milki oleh penulis Mengetahui tingkat pendidikan yang ada di Indonesia

2 3 4

1.3 MANFAAT 1. 2. 3. 4. Dapat menambah wawasan tentang pendidikan global Dapat meningkatkan pengetahuan ilmu pendidikan yang ada di indonesia Meningkatkan dan mengembangkan kualitas pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar Mengetahui peran pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat BAB II PEMBAHASAN PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN (Mahmud Sani, 2009:160). Inovasi Pendidikan adalah suatu pembaharuan dalam pendidikan baik menyangkut ide, praktek, metode atau obyek dan secara kualitatif berbeda dari hal-hal yang ada sebelumnya dan sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan pendidikan dan memecahkan masalah pendidikan. 2.2 PENTINGNYA INOVASI PENDIDIKAN Karena pendidikan di laksanakan oleh manusia sejak lahir dan terus mengalami perubahan dan perkembangan, sehingga beberapa sumber mengemukakan hal-hal yang memaksa adanya inovasi pendidikan yaitu : Besarnya Eksplorasi penduduk Melonjaknya aspirasi di kalangan rakyat luas, yang menambah makin berat dan mendesaknya tekanan keperluan penduduk yang lebih banyak dan lebih baik. Kurangnya sumber Kelemahan Sistem

2.1

1. 2. 3. 4.

materi dan alat yang di butuhkan. 4. antara lain : Menganut Pendekatan yang berorientasi pada tujuan Menganut pendekatan yang integratif Kurikulum yang menekankan pada efisien dan efektifitas .5.2009 : 2)  Tahun 1968 : Berorientasi Pada Materi(Subject Matter Oriented)  Tahun 1975 : Berorientasi Pada Tujuan (Output Oriented)  Tahun 1984 : Penyempurnaan Kurikulum Th. yaitu : Mengejar ketinggalan –ketinggalan yang di hasilkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. bagi setiap warga negara. 2. petunjuk petunjuk yang harus dilakukan . 2. 1. 2.4 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INOVASI PENDIDIKAN Pandangan terhadap Pendidikan Pertambahan Penduduk Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tuntutan adanya proses Pendidikan yang Relavan PERKEMBANGAN KURIKULUM DARI MASA KE MASA (Arikunto. Pengajaran ini berisikan tujuan yang harus di capai secara praktis. 3. Belum mekarnya alat organisasi yang efektif Sedangkan tujuan dari inovasi pendidikan.1975  Tahun 1994 : Berorientasi Pada Tujuan  Nasional  Lokal  Tahun 1999 : Kurikulum Suplemen  Tahun 2004 : Berorientasi Pada Kompetensi  Tahun 2006 : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2. Mengusahakan terselengaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) Adalah salah satu proyek dalam rangka program pendidikan yang di tugaskan untuk mengembangkan suatu sistem pendidikan dasar dan menengah.3 1. alat penilaian guru yang mengukur keberhasilan murid dalam mengerjakan modul.    Kurikulum 1975 Adapun ciri-ciri khusus kurikulum 1975. 2. Dalam proyek ini mengunakan pengajaran modul yanng artinya program belajar mengajar yang dapat di pelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal dari pihak guru. 2.5 INOVASI YANG PERNAH DAN SEDANG DILAKSANAKAN 1.

4. Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Pendidikan Adapun sasarannya adalah :  Pengadaan tenaga kerja kependidikan dalam jumlah dan kualifikasi yang tepat. Orang Tua dan Guru) Proyek ini dilaksanakan oleh Pemerintah dalam rangka memberantas anak buta huruf agar kualitas manusia dapat terangkat sejajar melalui jalur pendidikan. Universitas Terbuka Yang bertujuan untuk meningkatkan daya tampung perguruan tinggi pemerintah.  Mengharuskan guru untuk mengunakan teknik penyusunan program pengajaran yang di kenal Prosedur Penngembangan Sistem Intruksional (PPSI) Sistem Evaluasi Adapun prinsip yang melandasi kurikulum 1975 adalah :  Fleksibilitas Program  Efisiensi dan Efektifitas  Kontiunitas  Berorientasi pada tujuan  Pendidikan seumur hidup 3. yang tidak mempunyai biayadan kurangnya waktu untuk sekolah pada umumnya. SMP Terbuka Sasaran pendidikan ini adalah anak usia sekolah yang putus sekolah dari sekolah dasar. Kurikulum 1994 Ruang lingkup / wilayah mulok * Propinsi * Kabupaten / Kota * Kecamatan * Desa / Dukuh Kemungkinan dapat dilaksanakan * Ada ahli penentu materi * Ada yang mengajar * Tersedia sarana * Minat siswa besar . 5. Proyek Pamong (Pendidikan Anak oleh Masyarakat.  Pengembangan dan pembaharuan ilmu pendidikan  Perencanaan dan pembaharuan terpadu 7. 6. Kurikulum 1984 Adapun pokok-pokok kurikulum ini adalah :  Proses belajar mengajar yang di gunakan adalah pemdekatan ketrampilan proses yang di wujudkan dalam bentuk CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)  Penilaian menitikberatkan pada penilaian hasil belajar dan penilaioan proses belajar siswa  Menerapkan sistem kredit 8.

 Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman  Penyampaian dalam pembelajaran mengunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. BIDANG-BIDANG INOVASI MELIPUTI : Anak didik atau pelajar  Jenis kelamin  Umur  Motivasi 9.6 1.  Sumber belajar bukan hanya guru tetapi juga sumber lain yang memenuhi unsur edukatif  Penilaiannya menekanlkan proses dan hasil dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi 10. mengagumi * Menghargai. adil dan transparan. Kurikulum 2006 (KTSP) Karakteristik KTSP antara lain :  Pemberian otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan  Partipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi  Kepemimpinan yang demokratis dan profesional  Team –Work yang kompak dan transparan  Sistem informasi yang jelas dan transparan  Sistem penghargaan dan hukuman yang proporsional. 2.Tujuan pembelajaran agar siswa: * Mengenal lingkungan * Mencintai. merasa bangga * Mengolah untuk kehidupan sendiri agar mampu mandiri Penentuan jenis muatan lokal adalah Potensi yang dimiliki daerah Kebutuhan daerah Ada kemungkinan dikaji / dikembangkan Contoh kebutuhan daerah * mendukung aspek lain * untuk berkomunikasi * pelestarian budaya * pengembangan daerah Dampak adanya perbedaan wilayah Kurikulum 2004 (KBK) Ciri-ciri KBK adalah :  Menekankan pada kepercapaiannya kompetensi siswa baik secara individual maupun kalsikal. mengembangkan * Melestarikan. .

7 Kelompok ajar Kemampuan Sifat ajar Tingkat Pelajaran / Sekolah Tingkat Pekerjaan Waktu yang di sediakan Pengelompokkan menurut berbagai latar belakang atau kepentingan khusus Tujuan Pendidikan Tujuan kapasitas Pribadi Tujuan untuk kemampuan pribadi Tujuan Sosial Tujuan Ekonomis Tujuan Pendidikan Cara dan Sarana Isi Pelajaran Jenis.       2. Metodologi Pengajaran c.       6. misal sikap dan pengetahuan Efek yang di inginkan Bidang Ilmu Pengetahuan Kegunaannya Tingkat Kemampuan mental Derajat Spesialisasi Perantara Keluarga Sifat tatalaksana Staf teknis Masyarakat dengan tokohnya Media Pendidikan Media komunikasi cetakan Media kominikasi Proyeksi Media Komikasi Auto Barang dan alat praktek Barang dan alat observasi Barang dan alat penelitian dan percobaan Fasilitas Pendidikan MEMBINGKAI PENDIDIKAN MELALUI RISET.       4.       3.     5. Urgensi Wawasan Kepemimpinan Bagi pendidik . Riset untuk Pengembangan Ilmu Sosial dan Keagamaan b. 2. METODOLOGI DAN LEADERSHIP a.

d. 2004 : 67) a. dapat dijangkau T = Time bound.1 Revitalisasi Pendidikan (Sahal Mahfud. Implementing 4. dapat diukur A = Acceptable. Planning 3. ada batas waktu Penentuan status materi kurikulum 1. Perlu untuk tahu – Good To Know 3.7. 2011 : 56) mengemukakan bahwa pengembangan kurikulum perlu adanya perancangan strategis S = Specific. Penting untuk tahu – Important To Know 2. dapat diterima R = Realistic. (robi’in. Baik Jika – Nice To Know Tahapan Pengembangan Kurikulum 1. Evaluating Dasar Penentuan Materi Kurikulum . Desaigning 2. c. Format baru pola pendidikan pada masyarakat multikultural dalam perspektif sisdiknas Pendidikan bagaimana semestinya eksis Pengembangan Kurikulum Kurikulum dalam bahasa latinnya berarti”runaway” yang berarti melarikan diri dalam rangka mengejar tujuan yaitu mencapai tujuan dengan memenuhi serangkaian mata pelajaran yang di tawarkan. Baca dan Pena Disini dimaksudkan bahwa sistem pendidikan yang didasari ideologi yang tidak memanjakan anak hingga anak didik tidak merasa dimanjakan oleh alam b. tidak umum M = Measurable.2.tertentu.

sehingga dapat tersusun model pembelajaran yang diharapkan 2. dana yang mencukupi. 2.7. topik tidak terlalu luas sehingga hanya memerlukan waktu yang singkat.3 1. membanggakan. insfrastuktur yang memadai.7. lekas menunjukan hasil nyata.2. lekas memberi kepuasan batin pada peserta didik dengan tersedia daya dukung.2 Realistik Pendidikan = Sesuai Kenyataan Penerapan pendidikan harus benar-benar sesuai dengan kenyataan dan dapat terwujud dalam proses belajar mengajar  Dalam lingkungan peserta didik  Dibenarkan oleh komite sekolah  Dibuat dalam waktu yang tersedia  Mengembangkan pribadi yang kreatif. 4. meningkatkan hasil. menuju mandiri Dengan objek specifik. mengaktifkan. menarik minat. sarana yang menunjang. 3. Menyusun Model Pembelajaran Ideal Menentukan Kompetensi Total Menentukan Rincian Kompetensi Menentukan Indikator Menentukan Materi Pendukung . maka dapat diterima disetujui karen. pendidik yang kompeten.

termasuk kimia dan pembelajaran kimia Setiap kemajuan terbaru dapat diketahui dengan cepat. internet Semua bidang terpengaruh. 6.8.8. baik dalam bidang ilmu maupun pembelajaran Media belajar on-line sudah menjadi biasa dan banyak     2. meliputi identitas materi pelajaran dan materi pokok yang akan dikembangkan.1 Pembelajaran on-line Seperti pembelajaran tatap muka namun lewat komputer Diperlukan modul pembelajaran yang dapat diakses Komunikasi dan interaksi lewat e-mail Pendekatan konstruktivistik masih dimungkinkan Tersedia bahan ajar lain yang dapat diakses dengan mudah sebagai pembanding 2.2 Pengembangan media pembelajaran berbasis komputer 4D Model Define: menentukan kebutuhan instruksional Design: merancang prototipe bahan instruksional Develop: menyempurnakan prototipe bahan instruksional Disseminate: menyebarkan material instruksional 2.8 E-LEARNING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN DI ERA GLOBALISASI (robi’in muhammad : 2010) Dalam era globalisasi setiap lembaga pendidikan dituntut mencetak sumber daya manusia atau tenaga – tenaga yang handal di bidangnya yang mampu bersaing baik tingkat regional. kebutuhan peserta didik yang didasarkan atas konsep yang telah dan akan dipelajari Merunutkan standar kompetensi dan kompetensi dasar Menentukan materi pokok dan uraian materi pokok Memilih pengalaman belajar yang akan disampaikan dalam hal ini pembelajaran berbasis internet Menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator ketercapaian materi Menjabarkan indikator ke dalam instrumen penilaian .2 Langkah-langkah yang ditempuh Mengidentifikasi kebutuhan.8. nasional maupun internasional dengan memfaatkan kemajuan IPTEK yang terus berkembang dan harus mampu di ikuti oleh peserta didik yang di dahului oleh para pendidik untuk lebih profesional  Era globalisasi: komunikasi men-dunia Alat komunikasi supercepat: komputer.5. Menentukan Pengajar Menentukan Sarana 2.

Pola Implementasi Pembelajaran on-line merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan yang dapat mengatasi kendala ruang dan waktu. Pembelajaran on-line memerlukan modul pembelajaran berbasis internet. Pembelajaran berbasis konstruktivistik juga dapat dijalankan bersama-sama dengan pembelajaran online. Modul dapat dibuat berdasarkan analisis kebutuhan akan model pembelajaran semacam ini dan juga topik-topik yang dibahas. . Pembelajaran berbasis internet merupakan alternatif pembelajaran secara terbuka dan merangsang aktivitas siswa untuk ikut serta mencari sumber-sumber yang relevan dengan topik yang dipelajari.

2. Kesembilan dimensi tersebut menunjukkan kualitas komprehensif dari suatu penyelenggaraan program untuk menghasilkan keluaran yangberkualitas tinggi. Efisiensi (efficiency) merujuk pada tingkat pemanfaatan masukan (sumberdaya) yang digunakan untuk proses pembelajaran. • Finansial (financial) seperti struktur pemasukan.Institutional Commitment. gedung. Benchmarkingterutama harus menunjukkan dimensi: kelayakan (appropriateness) kecukupan (adequacy) relevansi/kesesuaian (relevancy) suasana akademik (academic atmosphere) efisiensi (efficiency) keberlanjutan (sustainability) selektivitas (selectivity) produktivitas (productivity) dan efektivitas (effectiveness). adalah sebagai berikut: Kelayakan (appropriateness) merupakan tingkat ketepatan unsur masukan. • • • • • • • • • 2. dan • Informasi (information) seperti on-line internal connectivity melalui sistem manajemen informasi yang baik Di samping persyaratan ambang berdasarkan indikator kinerja kunci di atas. pengeluaran. and Efficiency). akreditasi tingkat institusi juga perlu memperhatikan kriteria normatif (benchmark) yang dijabarkan dari kriteria nyata tersebut. antara sesama mahasiswa. Academic Atmosphere. dan penggunaan dana.9. sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.9 INDIKATOR KINERJA PENGELOLAAN/MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN (Depdiknas Ban PT : 2008) • Penyelenggaraan (governance) program pendidikan tinggi seperti sistem dan mekanisme kerja. rekruitmen dan pengembangan staf pengajar serta staf pendukung lainnya. dan fasilitas lainnya. • Aset sumberdaya manusia (human resource) seperti sistem rekruitmen mahasiswa. Kecukupan (adequacy) menunjukkan tingkat ketercapaian persyaratan ambang yang diperlukan untuk penyelenggaraan suatu program. Suasana akademik (academic atmosphere) merujuk pada iklim yang mendukung interaksi antara dosen dan mahasiswa. Secara diagramatis. Relevansi/kesesuaian (relevancy) merupakan tingkat keterkaitan tujuan maupun hasil/keluaran program pendidikan dengan kebutuhan masyarakat di lingkungannya maupun secara global. Sustainability. proses. hubungan kesembilan dimensi tersebut. maupun antara sesama dosen untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. maupun tujuan program ditinjau dari ukuran ideal secara normatif. peralatan. . • Infrastruktur (physical infrastructure) seperti tanah. keluaran.1 Mewujudkan prinsip RAISE (Relevance.

aktivitas pembelajaran. aktivitas proses pembelajaran. maupun pencapaian hasil yang optimal. Selektivitas (selectivity) menunjukkan bagaimana penyelenggara program memilih unsur masukan. . demi tercapainya pendidikan yang berkualitas dan kompeten yang mampu bersaing secara global maka dari itu para pendidik dituntut harus mampu berinovasi yang profesional. maupun penentuan prioritas hasil/keluaran berdasarkan pertimbangan kemampuan/kapasitas yang dimiliki. Produktivitas (productivity) menunjukkan tingkat keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan dalam memanfaatkan masukan.Keberlanjutan (sustainability) menggambarkan keberlangsungan penyelenggaraan program yang mencakup ketersediaan masukan. Efektivitas (effectiveness) adalah tingkat ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan yang diukur dari hasil/keluaran program Modal untuk melaksanakan pembelajaran sehingga terwujud suatu pendidikan yang unggul dan berkualitas adalah  NIAT MANTAP  SEMANGAT KUAT  KOMITMEN TINGGI BAB III PENUTUP KESIMPULAN Peningkatan mutu dan kelayakan pendidikan harus tetap di tingkatkan sesuai dengan kebutuhan dalam lingkungan pendidikan.

SARAN     Lebih Meningkatkan Kualitas Pendidik Ada Penjaminan Mutu Pendidikan Steak Holder yang baik Lebih Mengutamakan Pendidikan TINJAUAN PUSTAKA Sani Mahmud. 2010 MAKALAH INOVASI PENDIDIKAN (RUANG LINGKUP INOVASI PENDIDIKAN) “RUANG LINGKUP INOVASI DALAM PENDIDIKAN” . Mas’ud. Modul kelayakan Lembaga Pendidikan. Artikel. Aneka Ilmu.konsep perkembangan kurikulum pendidikan islam.Pendidikan Profit orientied. 1997 Depdiknas Ban PT. Pengantar Ilmu Pendidikan. Scientifica press. Alternatif Pembelajaran Global. 2004 Robi’in muhammad. Majalah Gontor. Antologi Studi Agama dan Pendidikan.Intelektualitas dan Kapabelitas sesuai dengan apa yang di canangkan oleh Pemerintah dalam upaya Meningkatkan dan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. 2009 Suharsimi Arikunto. Wahyudi. 2008 Robi’in Muhammad. Depag Jatim. Sistematika Ajaran Islam.UIN Jogja 2009 A.I. 2011 N.

meskipun masih banyak kekurangan didalamnya. ALWAN NIM : 09 111 096 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP MATARAM 2011 Kata pengantar Segala puji bagi Allah tuhan seru sekalian alam atas segala limpahan rahmat dan kasih sayangnya.OLEH MUH. . taufik serta hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dalam batas waktu yang telah ditentukan.

..... 3 KOMPONEN DASAR INOVASI......................................................... 2 BAB II RUANG LINGKUP INOVASI DALAM PENDIDIKAN ... 2................ F........................................................... i KATA PENGANTAR......................................................................................... ........ LATAR BELAKANG........................ 4 SASARAN INOVASI PENDIDIKAN........................................................ 7 JENIS-JENIS INOVASI.................................. C.......................Daftar isi HALAMAN SAMPUL....................................................................... TUJUAN INOVASI PENDIDIKAN.... B........... 3 A.. ..................................................... DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN............ ............................................ 12 .................................................................. 1 RUMUSAN MASALAH.... ii .. ....................... ...... ......... 2 TUJUAN ... E............................................................................................. 1 1............................ D.... 5 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INOVASI DALAM PENDIDIKAN............................................................................ 3... 10 PERANAN GURU DALAM INOVASI KURIKULUM... ..............

.... 17 KESIMPULAN ...PENUTUP .. 17 DAFTAR PUSTAKA ..

komponenkomponen apa saja yang ada dalam inovasi tersebut serta siapa saja dan apa saja yang menjadi sasaran dalam inovasi pendidikan. baik dari segi tujuan diadakannya sebuah inovasi. maka insayaallah inovasi bukanlah masalah yang sukar. Hal ini terjadi karena mindset tentang inovasi masih minim. lebih meragukan akan keberhasilannya. serta dengan istiqomah untuk menerapkan inovasi dalam kehidupan sehari-hari. apa kekurangan serta kelebihan inovasi itu sendiri. lebih berbahaya dalam mengelolanya. Sehingga akan tumbuh kesadaran dari mereka. Dengan begitu insayaallah inovasi akan dapat diterima dan akan jauh dari penyalahgunaan yang berakibat buruk. Nicocolo Machiavelli pernah mengatakan: “ Tiada pekerjaan yang lebih susah merencanakannya. selain itu juga saya akan mencoba menjabarkan factor-faktor yang mempengaruhi inovasi dalam pendidikan dan tidak hanya itu ada dua pembahasan terakhir yaitu jenisjenis inovasi pendidikan dan sebagai penutup dari bahasan saya nanti yaitu peranan guru dalam inovasi kurikulum. 1983). tetapi saya tidak menafikan akan kesukaran dari sebuah inovasi tersebut. daripada menciptakan suatu pembaharuan” (The Prince (1513) Rogers. Banyak orang mengethui dan memahami sesuatu yang baru tetapi belum mau menerima apalagi menerapkannya. Di zaman yang serba modern ini bahwa makna inovasi salah diartikan oleh kebanyakan orang baik itu kalangan masyarakat yang terendah hingga kalangan masyarakat intelektual. Sehingga apa yang terjadi. Latar Belakang Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin tyahun semakin maju dan sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan yang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. meskipun tidak semua mereka tidak menerima akan hadirnya inovasi tersebut tetapi perlahan-lahan mereka akan sadar dengan melihat orang-orang disekitarnya yang mulai menerapkan sebuah inovasi.BAB I Pendahuluan 1. hal itu bisa kita siasati dengan mempelajari secara mendalam akan makna inovasi sesungguhnya serta segala sesuatu yang berhubungan dengan inovasi tersebut. yang merupakan suatu upaya untuk menjembatani sebuah peralihan dari masa sekarang ke masa yang akan datang yakni melalaui sebuah suntikan-suntikan inovasi yang diharapkan akan dapat mencapai efisiensi dan efektifitas. Maka dari itu saya mencoba menyusun sebuah makalah yang sedikit mengulas tentang ruang lingkup sebuah inovasi pendidikan yang insyaallah akan menjelaskan tentang tujuan inovasi. Maka perlu ditanamkan secara mendalam pemahaman tentang inovasi itu sendiri. Karena memang untuk membuat masyarakat sadar akan inovasi bukanlah masalah yang mudah karena karakteristik dan prinsip-prinsip yang berbeda dari masing-masing individu itu sendiri. manfaatnya untuk masyarakat apa serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-sehari dan lain sebagainya. Pernyataan Machiavelli tersebut menunjukan berat tugas innovator dan betapa sukarnya menyebarkan inovasi. penerapan inovasi yang salah satunya dalam bidang pendidikan yang merupakan bagian sentral dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari salah digunakan. komponen-komponen inovasi. . dengan demikian sebuah inovasi bukanlah sesuatu yang berat serta disertai dengan komitmen yang kuat.

Dan semoga tidak hanya memahami saja tetapi lebih dari itu yaitu dapat menerapkan inovasi dalam kehidupan sehari-hari. 3. Dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi dalam pendidikan. 2. Mahasiswa/calon guru/guru mengetahui komponen dasar dari inovasi. 5. Tujuan Secara umum tujuan dari pembahasan ini adalah agar mahasiswa/ calon guru/ guru memahami serta menyadari dengan penuh akan pentingnya sebuah inovasi dalam pendidikan untuk dapat menuju sesuatu yang lebih baik. Dapat mengetahui dan memahami jenis-jenis inovasi. 6. 4. Mahasiswa/calon guru/guru mengetahui sasaran dalam melaksanakan inovasi sehingga inovasi menjadi tepat sasaran. Secara khusus tujuan dari pembahasan makalah ini adalah sebagaimana yang tertulis dalam ruang lingkup pembahasan kami yaitu agar 1. 2. Dan dapat mengetahui serta memahami peran guru dalam proses inovasi kurikulum. . 5. 2. Mahasiswa/guru/calon guru dapat memahami tujuan inovasi dalam menjalankan tugasnya. Lebih-lebih bagi para guru-guru. yaitu ruang lingkup inovasi dalam pendidikan yang meliputi 1.Dengan harapan semoga dengan saya menyusun ini akan dapat menggugah kesadaran kita sehingga kita dapat memahami arti inovasi seutuhnya dan kita dapat menerapakan secara merata dan penuh dengan tanggung jawab. Masalah/ Rumusan Masalah Rumusan masalah dari makalah saya adalah berkaitan dengan judul dari makalah saya. dan masyarakat pada umumnya dan kita sebagai mahasiswa yang akan akan menjadi generasi penerus untuk mampu menciptakan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi dan lebih kreatif lagi. Apa sebenarnya tujuan dari inovasi pendidikan? Apa saja yang menjadi komponen dasar inovasi? Siapa sajakah yang menjadi sasaran dalam inovasi pendidikan? Factor-faktor apa saja yang mempengaruhi inovasi dalam pendidikan? Apa saja jenis-jenis inovasi dalam pendidikan? Dan bagaimana peranan guru dalam inovasi kurikulum? 3. 3. 6. pemerintahan. 4.

ialah sebagai berikut : (Hasbullah. arah tujuan inovasi pendidikan Indonesia tahap demi tahap. Dengan sistem penyampaian yang baru diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif. SLTP. 992 : 71). masyarakat dan pembangunan) dengan menggunakan sumber tenaga. dan terampil mmecahkan masalah sendiri (Idris. termasuk struktur dan prosedur organisasi. 1990 : 129) Kalau dikaji. kreatif. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD. Disamping itu akan diusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun dewasa ini. dengan hasil pendidikan yang sebesar-besarnya (menurut kriteria kebutuhan anak didik. dan Perguruan Tinggi. 2001 : 199. 200. Mengusahakan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luas sekolah bagi setiap warga negara. alat dan waktu dalam jumlah sekecilkecilnya (Suryosobroto. . uang. TUJUAN INOVASI PENDIDIKAN Tujuan utama dari inovasi adalah berusaha meningkatkan kemampuan. Secara lebih rinci tentang maksud-maksud diadakannya inovasi pendidikan ini. 201) b. uang. Tujuan lain dilakukannya inovasi pendidikan adalah untuk memecahkan masalah pendidikan dan menyongsong arah perkembangan dunia kependidikan yang lebih memberikan harapan kemajuan lebih pesat. Jamal.BAB II RUANG LINGKUP INOVASI DALAM PENDIDIKAN A.“Tujuan” yang direncanakan mengharuskan adanya perincian yang jelas tentang sasaran dan hasil-hasil yang ingin dicapai. Mengejar ketinggalan-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan-kemajuan tersebut. 2001 : 189). Dan tujuan inovasi ialah efisiensi. Tujuan jangka panjang yang hendak dicapai ialah terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya. yaitu : a. yang sedapat mungkin dapat diukur untuk mengetahui perbedaan antara keadaan sesudah dan sebelum inovasi dilancarkan. relevansi dan efektivitas mengenai sasaran jumlah anak didik Sebanyak-banyaknya. sarana dan prasarana. yakni kemampuan dari sumber-sumber tenaga. Jadi keseluruhan sistem perlu ditingkatkan agar semua tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai dengan sebaik-baiknya (Hasbullah.

manusia menemukan sesuatu dengan cara baru yang mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik seperti sekarang ini. Dengan kreativitas dan usaha yang tak henti-hentinya.Tugas pembaharuan pendidikan yang terutama adalah memecahkan masalah-masalah yang dijumpai dalam dunia pendidikan baik dengan cara inovatif. dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan di bidang lain. Hampir setiap saat muncul penemuan-penemuan baru. Di era teknologi dan informasi ini inovasi bukan lagi suatu yang langka. Pembaharuan pendidikan sebagai tanggapan baru terhadap masalah-masalah pendidikan. yang secara sistematis akan dipecahkan dengan cara inovatif. yang sering disebut “student centered approach”. yang sebelumnya tidak dikenal dan bahkan lebih sempurna. Periode manusia telah mampu mencapai kerjasama berdasar perencanaan menuju perubahan sosial yang didambakan. namun juga mampu mengubah lingkungannya demi kepentingan dirinya (alloplastic). namun timbul ketergantungan baru terhadap birokrasi dan spesialisasi. 2. kehidupan manusia dapat dibedakan menjadi tiga tahapan. c. manusia juga selalu berusaha dan mampu melakukan sesuatu dengan cara yang baru. Adapun sifat pendekatan yang dilakukan untuk pemecahan masalah pendidikan yang kompleks dan berkembang itu harus berorientasi kepada hal-hal yang efektif dan murah. Pembaharuan pendidikan dilakukan adalah dalam upaya “problem solving” yang dihadapi dunia.Akhir-akhir ini. Periode manusia telah mampu menemukan alat dan teknik baru yang menyebabkan keterikatan manusia terhadap alam berkurang. Manusia mampu menciptakan sesuatu yang baru yang sebelumnya tidak dikenal. pendidikan yang selalu dinamis dan berkembang. KOMPONEN DASAR INOVASI Inovasi merupakan pangkal terjadinya perubahan sosial yang merupakan inti dari pembangunan masyarakat. yaitu : a. Inovasi atau pembaharuan pendidikan juga merupakan suatu tanggapan baru terhadap masalah kependidikan yang nyata-nyata dihadapi. serta peka terhadap timbulnya masalah-masalah yang baru di dalam pendidikan. semua usaha pembaharuan pendidikan ditujukan untuk kepentingan siswa atau subyek belajar demi perkembangannya. termasuk dalam dunia pendidikan. Kemampuan manusia tidak saja untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan mengubah dirinya (autoplastic). Usaha penemuan inovasi ini bertujuan untuk menuju kehidupan . Dengan majunya bidang teknologi dan komunikasi sekarang ini. Periode manusia-manusia masih menggantungkan diri kepada alam sekitarnya dengan usaha penyesuaian secara mencoba-coba. Pembaharuan pendidikan yang memusatkan pada masalah pendidikan umumnya dan perkembangan subyek pendidikan khususnya mengutamakan segi efektifitas dan segi ekonomis dalam proses belajar. Dalam sejarahnya. b. Titik pangkal pembaharuan pendidikan adalah masalah pendidikan yang aktual. B.1. Sebagai upaya untuk memperkembangkan pendekatan yang lebih efektif dan ekonomis.

yang lebih baik. waktu merupakan elemen yang tidak kalah pentingnya dalam proses inovasi karena waktu merupakan aspek utama dalam proses untuk mengkomunikasikan sebuah inovasi. maka dalam pembaharuan pendidikan. Peranan dimensi waktu dalam proses inovasi terdapat pada tiga hal yaitu. Dengan demikian. Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di kelas maupun efeknya di luar kelas. tidak akan beguna banyak bila tidak tersebar penggunaannya. Karena komunikasi merupakan alat untuk menyampaikan informasi mengenai inovasi dari seorang ke orang lain. SASARAN INOVASI PENDIDIKAN Setelah membahas definisi inovasi dan perbedaan antara inovasi dan perubahan. proses keputusan dalam mengambil kebijakan untuk memutuskan sebuah inovasi. siswa. Cepat atau lambat penerimaan inovasi oleh masyarakat sangan tergantung pada karakteristik inovasi itu sendiri. Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan dalam inovasi pendidikan adalah guru. bagaimanapun hebatnya inovasi tersebut. Salah satu bekal yang berguna bagi usaha memasyarakatkan inovasi adalah meahami karakteristik inovasi dan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam proses penyebaran inovasi ke dalam satu system social. Inovator yang merupakan komponen yang utama dalam proses inovasi. C. Inovasi. Akan tetapi. metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. kurikulum dan fasilitas. dimana inovator memegang peranan penting dalam melaksanakan inovasi. Adapun komponen-komponen inovasi tersebut adalah sebagai berikut 1. 4. kemudian kepekaan seseorang terhadap inovasi. hubungan antar individu. maka berikut ini akan diuraikan tentang sasaran inovasi pendidikan. Seringkali usaha penyebaran inovasi gagal dan kandas di tengah jalan. keterlibatan guru mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasinya memainkan peran yang . Waktu. Ada beberapa hal yang dapat membentuk kewibawaan guru antara lain adalah penguasaan materi yang diajarkan. misalnya kepala sekolah dan tata usaha serta masyarakat sekitarnya. Mendifusikan (menyebarkan) inovasi ke masyarakat tak semudah dan selancar penciptaannya. Guru Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. inovasi disini adalah adanya permasalahan yang akan dipecahkan. dan program/tujuan. baik dengan siswa maupun antar sesama guru dan unsur lain yang terlibat dalam proses pendidikan seperti adminstrator. Guru harus pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. 3. pengalaman dan keterampilan guru itu sendiri. dan yang terakhir yaitu kecepatan penerimaan inovasi. Adanya komunikaasi dengan saluran tertentu artinya adanya sebuah pertukaran informasi antara anggota masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. 2. 1.

jika dalam menerapkan suatu inovasi pendidikan. sehingga dalam pelaksanaan inovasi pendidikan. dalam pembaharuan pendidikan.sangat besar bagi keberhasilan suatu inovasi pendidikan. kemauan dan komitmen yang timbul dalam diri mereka tanpa ada paksaan. daya motorik. Dalam pembahruan pendidikan. karena mereka menganggap inovasi yang tidak melibatkan mereka adalah bukan miliknya yang harus dilaksanakan. terutama fasilitas belajar mengajar merupakan hal yang esensial dalam mengadakan perubahan dan pembahruan pendidikan. Kurikulum Kurikulum pendidikan. tetapi juga mengurangi resistensi seperti yang diuraikan sebelumnya. Fasilitas Fasilitas. Tanpa melibatkan mereka. siswa memegang peran yang sangat dominan. walaupun hanya dengan mengenalkan kepada mereka tujuan dari pada perubahan itu mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan. 3. sebagi motivator dan lain sebagainya. 1987) 2. petunjuk. dalam memperkenalkan inovasi pendidikan sampai dengan penerapannya. Oleh karena itu. fasilitas perlu diperhatikan. maka pelaksanaan inovasi pendidikan akan bisa dipastikan tidak akan berjalan dengan baik. 4. perubahan itu hendaknya sesuai dengan perubahan kurikulum atau perubahan kurikulum diikuti dengan pembaharuan pendidikan dan tidak mustahil perubahan dari kedua-duanya akan berjalan searah. lebih sempit lagi kurikulum sekolah meliputi program pengajaran dan perangkatnya merupakan pedoman dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. tentu saja fasilitas merupakan hal yang ikut mempengaruhi kelangsungan inovasi yang akan diterapkan. Oleh karena itu. kurikulum memegang peranan yang sama dengan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Tanpa adanya fasilitas. sebagai dokter. Siswa Sebagai obyek utama dalam pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar. pengalaman. sehingga apa yang mereka lakukan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan dengan konsekuen. Oleh karena itu. gurulah yang utama dan pertama terlibat karena guru mempunyai peran yang luas sebagai pendidik. termasuk sarana dan prasarana pendidikan. pemberi materi pelajaran pada sesama temannya. tetapi sebaliknya mereka menganggap akan mengganggu ketenangan dan kelancaran tugas mereka. siswa perlu diajak atau dilibatkan sehingga mereka tidak saja menerima dan melaksanakan inovasi tersebut. (Wright. Oleh karena itu. dalam suatu inovasi pendidikan. Hal ini seperti diuraikan sebelumnya. Oleh karena itu kurikulum sekolah dianggap sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. 5. sebagai teman. karena siswa bisa sebagai penerima pelajaran. Dalam proses belajar mengajar. Misalnya ketersediaan gedung sekolah. Lingkup Sosial Masyarakat . siswa dapat menentukan keberhasilan belajar melalui penggunaan intelegensia. Peran siswa dalam inovasi pendidikan tidak kalah pentingnya dengan peran unsur-unsur lainnya. sebagai orang tua. Fasilitas. Tanpa adanya kurikulum dan tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamya. maka inovasi pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan inovasi itu sendiri. Hal ini bisa terjadi apabila siswa juga dilibatkan dalam proses inovasi pendidikan. dan bahkan sebagai guru. meja dan sebagainya. bangku. maka sangat mungkin mereka akan menolak inovasi yang diperkenalkan kepada mereka. tidak bisa diabaikan dalam proses pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar.

yaitu yang ia dapatkan dalam situasi pergaulan dengan kedua orang tuanya pada khususnya dalam lingkungan budaya yang mengelilinginya. apa yang ingin dilakukan dalam pendidikan sebenarnya mengubah masyarakat menjadi lebih baik terutama masyarakat di mana peserta didik itu berasal. potensi dasar universal anak akan tumbuh dan membentuk diri anak yang unik. Dalam inovasi pendidikan gagasan baru sebagai hasil pemikiran kembali haruslah mampu untuk memecahkan persoalan yang tidak terpecahkan oleh cara-cara tradisional yang bersifat komersial. Pendidikan seperti inilah yang akan menjadikan anak sebagai manusia dalam arti yang sesungguhnya. Dengan upaya pendidikan.Dalam menerapakan inovasi pendidikan. masyarakat dan bangsanya. manusia telah memiliki potensi dasar yang universal. Adanya ciri-ciri khas yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain (individual differences). Sebab. terlibat dalam pendidikan. 2001. berikut ini akan dikemukakan lebih jauh tentang beberapa faktor yang cukup berperan mempengaruhi inovasi pendidikan (Hasbullah. baik positif maupun negatif. Kalau pada bagian sebelumnya telah dikemukakan tentang hal-hal yang menuntut inovasi pendidikan. Kemampuan untuk berhubungan dan kerja sama dengan orang lain (sosial identity). Manusia Indonesia. dalam pelaksanaan pembaharuan pendidikan. Usaha dan tujuan pendidikan dilandasi oleh pandangan hidup orang tua. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INOVASI PENDIDIKAN Inovasi pendidikan adalah perubahan pendidikan yang didasarkan atas usaha-usaha sadar. Cinta kasih orang tua dan ketergantungan serta kepercayaan anak kepada mereka pada usia-usia muda merupakan dasar kokoh yang memungkinkan timbulnya pergaulan mendidik. lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan. Setiap anak akan mengalami proses pendidikan secara alamiah. Tanpa melibatkan masyarakat sekitarnya. bahkan bisa merusak apabila mereka tidak diberitahu atau dilibatkan. inovasi pendidikan tentu akan terganggu. Sejak kelahirannya. sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi dan tuntutan zamannya. Inovasi pendidikan dilakukan disamping sebagai tanggapan terhadap masalah pendidikan dan tuntutan zaman. sesuai dengan pembawaan. terencana. lingkungan budaya dan zamannya. berupa : a) b) Kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk (moral identity). 1-4) yaitu : 1) Visi Terhadap Pendidikan Pendidikan merupakan persoalan asasi bagi manusia-manusia sebagai makhluk yang dapat dididik dan harus dididik akan tumbuh menjadi manusia dewasa dengan proses pendidikan yang dialaminya. berpola dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengarahkan. Masyarakat secara langsung atau tidak langsung. warga masyarakat dan warga negara yang lengkap dan utuh harus dipersiapkan sejak anak masih kecil dengan upaya c) d) . sengaja maupun tidak. Keterlibatan masyarakat dalam inovasi pendidikan sebaliknya akan membantu inovator dan pelaksana inovasi dalam melaksanakan inovasi pendidikan. Kemampuan dan kebebasan untuk memperkembangkan diri sendiri sesuai dengan pembawaan dan cita-citanya (individual identity). ada hal yang tidak secara langsung terlibat dalam perubahan tersebut tapi bisa membawa dampak. juga merupakan usaha aktif untuk mempersiapkan diri menghadapi masa datang yang akan memberikan harapan sesuai dengan cita-cita yang diinginkan. D.

keadaan dan kondisinya. Masalah kualitas pendidikan. sebab dalam kondisi seperti sekarang ini sangat dibutuhkan out put pendidikan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat terutama dalam hubungannya dengan kesiapan kerja. Meskipun hal ini menyebabkan adanya kurikulum yang sangat sarat dengan masalah-masalah yang baru. Tujuan pendidikan diabadikan untuk kebahagiaan individu. Masalah relevansi. 4) Tuntutan adanya proses pendidikan yang Relevan Sebagaimana telah dikemukakan. utamanya pendidikan. bahwa kehidupan ini selalu mengalami perubahan. Banyak masalah-masalah pendidikan yang berkaitan erat dengan meledaknya jumlah anak usia sekolah. Dengan demikian pandangan dan harapan orang tua terhadap pendidikan sekarang dapat berbeda dengan pandangan orang terhadap pendidikan masa lampau atau waktu yang akan datang. 2) Faktor Pertambahan Penduduk Adanya pertambahan penduduk yang cepat menimbulkan akibat yang luas terhadap berbagai segi kehidupan. Cukup banyak pendidikan yang sangat berarti justru tidak dapat diperoleh di sekolah. Ini berarti harus dicari sistem mendidik dan mengajar yang efisien dan efektif. Adapun masalah-masalah yang berkaitan langsung dengan pendidikan tersebut adalah : a) b) c) Kekurangan kesempatan belajar. bangsa mengalami pergeseran dan peningkatan serta perubahan sesuai dengan waktu. Seperti diketahui. bahwa salah satu tuntutan diadakannya inovasi di dalam pendidikan adalah adanya relevansi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat atau dunia kerja. sudah barang tentu hal ini akan mempengaruhi merosotnya mutu pendidikan. Masalah Efisiensi Efektifitas Pendidikan diusahakan agar memperoleh hasil yang baik dengan biaya dan waktu yang sedikit. Berkenaan dengan hal tersebut. keselamatan masyarakat dan kepentingan negara. Masalah ini merupakan masalah yang mendapat prioritas pertama dan utama yang perlu segera digarap. kalau tidak justru harus disebut berdasarkan atas falsafah mengenai manusia dan kemanusiaan pada zamannya masing-masing.pendidikan. 3) Faktor Perkembangan Ilmu Pengetahuan Seiring dengan kemajuan zaman seperti sekarang ini. terutama d) . Dikarenakan kurangnya dana. justru ditandai dengan majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pandangan hidup bangsa menjadi norma pendidikan nasional keseluruhan. Perbedaan pandangannya ini erat hubungannya. tujuan pembangunan. maka pendidikan dapat diperoleh baik di sekolah maupun di luar sekolah. kurangnya jumlah guru. Tanggapan yang biasa dilakukan dalam kependidikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan ialah dengan memasukkan penemuan dan teori ke dalam kurikulum sekolah. kurangnya fasilitas pendidikan. sesuai dengan prinsipprinsip dasar pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan secara akumulatif dan makin cepat jalannya. Masalah relevansi ini pada prinsipnya cukup mendasar.

Adanya proses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi sangat diperlukan mengingat akan keterbatasan dana pendidikan. mental intelektual. e. yaitu terjadinya perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan tujuan institusional yang telah dirumuskan. Permasalahan pendidikan yang kini dihadapi adalah sangat kompleks. profesi tertentu dan sebagainya. dan kurang perhatian. d. Factor Kegiatan Belajar Mengajar Yang menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar ialah kemampuan guru sebagai tenaga professional. diserahi tugas dan wewenang untuk mengelola kegiatan belajar mengajar agar dapat mencapai tujuan tertentu. f.yang bersifat pengembangan profesi dan keterampilan. Dan lain-lain. c. Pada waktu mengajar dia tidak mendapatkan balikan dari teman sejawatnya. baik mengenai kondisi fisik. b. lembaga pendidikan formal seperti sekolah adalah suatu sub system dari sistem sosial. Berkaitan dengan masalah yang diatas tersebut. minat. Belum adanya criteria yang baku tentang bagaimana pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang efektif. Dalam melaksanakan tugas mengelola kegiatan belajar mengajar. yaitu : 1. Sebagai alas an mengapa orang memandang tugas guru dalam mengajar mengandung banyak kelemahan tersebut. Tetapi dalam pelaksanaan tugas pengelolaan kegiatan belajar mengajar terdapat berbagai factor yang menyebabkan orang memandang bahwa pengelolaan kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan yang kurang professional. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan kegiatan yang terisolasi. Jika terjadi perubahan dalam system social. sifat. Keberhasilan tugas guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar sangat ditentukan oleh hubungan interpersonal antara guru dengan siswa. kurang efektif. Oleh karena itu suatu lembaga pendidikanmempunyai beban yang ganda yaitu melestarikan nilai-nilai budaya tradisional dan juga mempersiapkan generasi muda agar dapat menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman. Agar kita dapat lebih memahami tentang perlunya perubahan pendidikan atau kebutuhan adanya inovasi pendidikan dapat kita gali dari tiga hal yang sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan disekolah. dan latar belakang social ekonominya. maka sangat minimal bantuan teman sejawat untuk memberikan bantuan saran atau kritik guna peningkatan kemampuan profesionalnya. guru menghadapi sejumlah siswa yang berbeda satu dengan yang lain. . maka lembaga pendidikan tersebut juga akan mengalami perubahan maka hasilnya akan berpengaruh terhadap system social. Guru sebagai tenaga yang dipandang memiliki keahlian tertentu dalam bidang pendidikan. seperti pengembangan karier. antara lain akan dikemukakan bahwa: a. Dalam buku Inovasi Pendidikan yang ditulis oleh Udin Saefudin dikatakan bahawa.

Sistem Pendidikan (Pengelolaan dan Pengawasan) Dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah diatur dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah. maupun sebagai penunjang pengadaan dana. Rasa ketidakmampuan akan menimbulkan frustasi dan bersikap apatis terhadap tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Dalam kaitannya dengan adanya berbagai macam aturan dari pemerintah tersebut maka timbul permasalahan sejauh mana batas kewenangan guru untuk mengambil kebijakan dalam melakukan tugasnya dalam rangka menyesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat. Banyak . Siklus otoritas yang negative bagi guru yang dikemukakan oleh Florio (1973) yang dikutip oleh Zaltman (1977) adalah guru memiliki keterbatasan kewenangan dan kemampuan professional. Berikut akan dijabarkan penjelasan masingmasing akan dijabarkan satu persatu. Orang tua murid ikut mempunyai peranan dalam menunjang kelancaran proses inovasi pendidikan. Sebagai contoh adalah obat-obatan baru. Penanggung jawab pendidikan di Indonesia adalah Departemen Pendidikan Nasional yang mengatur seluruh system berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diberlakukan. Product innovation versus process innovation. dapat menyebabkan timbulnya siklus otoritas yang negative. baik ia sebagai penunjang secara moral membantu dan mendorong kegiatan siswa untuk melakukan kegiatan belajar sesuai dengan yang diharapkan sekolah. Inovasi produk adalah inovasi terhadap keluaran dari sebuah organisasi dalam bentuk produk yang bisa dilihat atau layanan yang bisa dinikmati. 2. Faktor eksternal yang mempunyai pengaruh dalam proses inovasi pendidikan ialah orang tua. Dampak dari keterbatasan kesempatan meningkatkan kemampuan professional serta keterbatasan kewenwangan mengambil kebijakan dalam melaksanakan tugas bagi guru. 3. Jadi siswa sebagai pusat perhatian dan bahan pertimbangan dalam melaksanakan berbagai macam kebijakan pendidikan.Dengan berdasarkan adanya kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan pengelolaan kegiatan belajar mengajar tersebut maka dapat merupakan sumber motivasi perlunya ada inovasi pendidikan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. atau sekedar Post-It Notes. Sementara inovasi proses adalah inovasi yang dilakukan terhadap proses yang menghasilkan keluaran organisasi. Siswa sangat besar pengaruhnya terhadap proses inovasi karena tujuan pendidikan untuk mencapai perubahan tingkah laku siswa. misalnya inovasi terhadap supply chainperusahaan. 1. E. Faktor Internal dan Eksternal Faktor internal yang mempengaruhi pelaksanaan sistem pendidikan dan dengan sendirinya juga inovasi pendidikan ialah siswa. iPod. teknologi 3G. Demikian pula sejauh mana kesempatan yang diberikan kepada guru untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya guna menghadapi tantangan kemajuan zaman. JENIS-JENIS INOVASI PENDIDIKAN Dibawah ini akan dijelaskan beberapa jenis-jenis inovasi yang dapat memberi pengetahuan kepada kita untuk dapa lebih bisa memahami lagi tentang inovasi. atau bahkan dari sudut pandang yang lain dapat juga dikatakan bahwa dengan adanya kelemahan-kelemahan itu maka sukar penerapan inovasi pendidikan secara efektif. menyebabkan tidak mampu untuk mengambil kebijakan dalam melaksanakan tugasnya untuk menghadapi tantangan kemajuan zaman.

Bila kita tidak mengetahui penggolongan tersebut dengan benar. Sebuah inovasi dianggap sebagai sustaining innovationbila secara arsitektur tidak berbeda jauh dengan produk sebelumnya. Pengkategorian seperti di atas sangat diperlukan karena teori-teori untuk menjelaskan masing-masing kategori cukup berbeda. . Kloset tersumbat? Coba dipalu aja. Pembagian inovasi yang bersifat kontiniu dan diskontiniu sangat penting dalam teori Crossing the Chasm. namun pada umumnya penggolongan keduanya ditentukan oleh derajat kebaruan (newness) dan keberbedaan (differentness) dari inovasi tersebut. Namun seiring dengan waktu. Sebuah inovasi yang dianalisis melalui kaca mata disruptive vs sustaining innovation akan memberikan penjelasan yang berbeda dengan yang termasuk incremental vs radical innovation. lebih canggih. Semakin baru dan semakin berbeda sebuah inovasi. walau komponen yang dipakai (mungkin) tidak berbeda jauh. Inovasi sering dianggap sesuatu yang lebih baru. Radical innovation versus incremental innovation. namun banyak inovasi proses yang berhasil meningkatkan daya saing sebuah perusahaan seperti yang ditunjukkan oleh Dell dan Wal-Mart. Inovasi proses juga lebih sulit ditiru karena tidak kelihatan dari Inovasi produk dan proses kadang terjadi bersamaan seperti pada kasus FedEx yang memperkenalkan produk dan proses baru dalam pengiriman dokumen. tetapi betapa seringnya kita mendengar orang-orang membahas inovasi seakan-akan semua inovasi bersifat sama. Disruptive innovation versus sustaining innovation. Kedua istilah di atas juga sering tumpang tindih dengan istilah inovasi diskontiniu (yang sering bersifat radikal) dan inovasi kontiniu (yang sering bersifat inkremental). kinerja disruptive innovation akan meningkat lebih pesat sehingga akhirnya berhasil menyalib (atau setidaknya mendekati) kinerja arsitektur rivalnya. Sebuah inovasi bisa saja baru pada sebuah daerah. tetapi cukup radikal buat Kodak yang kompetensi sebelumnya ada di bidang fotografi berbasis kimiawi. kita akan ibarat seorang tukang yang hanya tahu memakai palu. Ibarat seorang tukang kayu yang menguasai banyak jenis peralatan. Perubahan mungkin hanya terjadi pada beberapa komponen dalam arsitektur tersebut.yang menganggap inovasi produk lebih penting dibanding inovasi proses. Banyak definisi yang telah diberikan untuk kedua istilah tersebut. Padahal untuk menganalisis sebuah inovasi. dua perusahaan yang berhasil karena inovasi terhadap proses supply chain mereka. Sebagai contoh: inovasi kamera digital merupakan incremental innovation buat Sony yang sudah bergelut lama di bidang video dan digital. Kedua hal inilah yang menentukan apakah sebuah inovasi dianggap radikal atau inkremental. dan pasti akan sukses menggantikan produk yang ada sekarang ini. Sementara inovasi yang dianggap sebagai disruptive memiliki arsitektur sistem yang berbeda jauh dari sebelumnya. yaitu kinerjanya sering lebih rendah dari kinerja produk yang memakai arsitektur lama pada waktu pertama kali diperkenalkan. Sebuah produk juga bisa berbeda sedikit saja dengan produk yang ada sekarang atau berbeda sama sekali. 2. tetapi sudah dianggap biasa di daerah atau negara lain. banyak sudut pandang dan alat bantu yang bisa dipakai. Selain itu. Analogi tersebut kelihatannya terlalu berlebihan. dia akan 3. Namun perlu diingat juga derajat keradikalan sebuah inovasi sering bersifat relatif. semakin tinggi derajat keradikalannya. Pintu terkunci? Hantam saja dengan palu. disruptive innovation juga harus memenuhi persyaratan lain.

walau komponen yang dipakai (mungkin) tidak berbeda jauh. HSDPA. continuous/discontinuous. tergolong baru dan beda dari yang lain.memakai alat bantu atau kombinasi alat bantu yang sesuai dengan masalah dan konteks yang dihadapi. dan kemudian baru memalu obeng tersebut dari atas. kadang diperlukan beberapa sudut pandang. Hanya dengan mengetahui penggolongan jenis-jenis inovasi dan pada kondisi bagaimana sebuah penggolongan harus dipakai. Sementara pemakaian sudut pandang product/process jelas tidak banyak membantu di sini. Radical Innovation : inovasi yang “gila”. palu. alat paling cocok dalam keadaan ini adalah palu. contoh : teknologi ipod. Sustaining Innovation : inovasi yang secara arsitektur tidak terlalu jauh berbeda dari produk sebelumnya. Sebagai contoh: 3G jelas bisa dianalisis melalui kerangka disruptive/sustaining. Incremental Innovation : inovasi sebuah produk yang berbeda sedikit saja dengan produk yang sudah ada sekarang. perubahan yang terjadi hanya beberapa komponen saja yang berada didalamnya. yang sebelumnya memproduksi kamera manual/kimiawi. sering juga disebut Continue Disruptive Innovation : memiliki arsitektur sistem yang berbeda jauh dari sebelumnya. namun kemudian menyalip/mendekati kinerja produk rival tersebut. Kadang cuma diperlukan satu sudut pandang saja. berikut penjelasannya. dll Process Innovation : inovasi yang dilakukan terhadap proses yang menghasilkan keluaran organisasi. Kinerjanya pada awal diperkenalkan lebih rendah dari produk sebelumnya (produk rival). atau pahat untuk memaku. Product Innovation : inovasi terhadap keluaran dari sebuah organisasi dalam bentuk produk yang bisa dilihat atau layanan yang bisa dinikmati. f. a. sang tukang mungkin akan memasukkan obeng ke dalam lubang terlebih dahulu dan meletakkan ujungnya tepat di atas paku. contoh : Sony memproduksi kamera digital. Hal tersebut tentu sah-sah saja. Sering disebut Discontinue. namun sudah lama bergelut di dunia digital dan video.incremental/radical. Tetapi itu tidak berarti semakin banyak sudut pandang yang dipakai. kita bisa memberikan analisis yang lebih tepat. berikut kami berikan ulasan tentang masing-masing dari jenis inovasi diatas sehingga kita dapat memahami dengan jelas makna dari masing-masing jenis inovasi. Bila ada sebuah paku yang menonjol di atas lantai. inovasi ini bisa dianalisis melalui kaca mata disruptive/sustaining bila kita ingin meramalkan apakah teknologi ini akan mampu menggantikan teknologi-teknologi lainnya dan strategi apa yang seharusnya dipakai perusahaan demi tujuan tersebut. dan tentu saja product/process. Pada kasus 3G. c. namun hal ini bersifat relatif. semakin tajam analisis kita. F. . PERANAN GURU DALAM INOVASI KURIKULUM b. wifi. dan memakai kaca mata continuous/discontinuous untuk merancang strategi agar adopsi teknologi ini oleh para pengguna bisa berjalan sesuai rencana. Tetapi. Namun bila paku tersebut terletak di lubang kecil yang tidak bisa dijangkau palu. d. Kodak memproduksi kamera digital. contoh : kehadiran PDA setelah notebook.Demikian juga dalam menganalisis sebuah inovasi. Agar lebih jelas dan tidak membingungkan kita. sang tukang bisa saja menggunakan kunci Inggris. e.

mata pelajaran.Munculnya inovasi dilatarbelakangi oleh tantangan untuk menjawab masalah-masalah krusianl dalam pendidikan. Namun fokus bahasan pada makalah ini yaitu bagaimana peranan guru dalam inovasi kurikulum. dan garis pelajaran kurikulum lainnya untuk memudahkan proses belajar mengajar. yang berisikan hal – hal yang diperlukan dalam pembuatan keputusan. 2. dan hasil pembelajaran. 3. materi kurikulum dan dan inovasi proses kurikulum. Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar mengajar antara lain penetapan jadwal pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan. atau dengan kata lain suatu rencana mengenai tujuan.hasil yang diharapkan. Tujuan sebagai goals dinyatakan dalam rumusan yang lebih abstrak dan bersifat umum. Aspek tujuan. 1. operasional. Masalah-masalah inovasi kurikulum mencakup aspek inovasi dalam struktur kurikulum. dan pencapaianya relative dalam jangka panjang. dan alat pengukur pengembanagn kurikulum yang mengacu pada kreasi sumber unit. yaitu hasil belajar dan struktur ( sekuens berbagai kegiatan belajar ). Tujuan pendidikan pada umumnya berdasarkan pada filsafat yang dianut atau yang mendasari pendidikan tersebut. sehingga dalam makalah ini akan kami jelaskan mengenai peranan guru dalam pengembangan kurikulum karena pengembangan itu meliputi pengembangan. Tujuan pengembangan kurikulum Istilah yang digunakan untuk menyatakan tujuan pengembangan kurikulum adalah goals dan objectives. Penilaian kebutuhan . baik yang dinyatakan dalam goals maupun objectives memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum. kegiatan. daninovasi jangka pendek dapat di hindarkan. dan pencapaianya dalam jangka pendek. Pengembanagnn kurikulum harus mengacu pada sebuah kerangka umum. Pada dasarnya pengembangan kurikulum adalah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karana adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik. Inovasi kurikulum meliputi pengembangan kurikulum. Definisi lain menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik. hal yang dipelajari. Adapun tujuan sebagai objectives lebih bersifat khusus. kurikulum didefisinisikan sebagai suatu rencana untuk mencapai hasil. Asumsi Asumsi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum ini menekankan pada keharusan pengembangan kurikulum yang telah terkonsep dan diinterpretasikan dengan cermat. sumber. rencana unit. Dalam konteks ini. Tujuan berfungsi untuk menentukan arah seluruh upaya kependidikan sekolah sekaligus menstimulasi kualitas yang diharapkan. kurikulum teridiri atas beberapa komponen. kurikulum yang tidak berimbang. sehingga upaya-upaya yang terbatas dalam reformasi pendidikan. Dengan demikian. karena sebagai penyusun makalah kami harus memberi batasan dalam menyusun makalah karena prosedur yang berlaku.

prosedur implementasi. Meskipun demikian. Pada prinsipnya. Keadaan di masa mendatang Pesatnya perubahan dalam kehidupan social. implementasi ini mengintegrasikan aspek-aspek filosofis. serta implikasinya pada perencanaan kurikulum. ekonomi. 1984 ). Konten kurikulum Berkaitan dengan konten kurikulum ini. pusat pendidikan guru. untuk mengidentifikasi kesenjangan antara situasi “ di sini dan sekarang “ dengan tujuan yang di harapkan. Dalam pemngembangan kurikulum. serta pengaruhnya pada belajar dan perilaku siswa. strategi mengajar dan kegiatan belajar. dalam hal ini yaitu kurikulum. dalam arti digunakan di sekolah dan di kelas. metode instruksional. Evaluasi kurikulum sebenarnya dimaksudkan untuk memperbaiki substansi kurikulum. teknologi. Studi Sosial (IPS). Sains (IPA). deskripsi dan pertimbangan (judgment) untuk menemukan hakikat dan nilai dari suatu hal yang dievaluasi. yaitu Bahasa Indonesia. Setiap rencana pengembangan kurikulum harus memasukkan pertimbangan kehidupan di masa depan. Penilaian kebutuhan adalah prosedur. Sumber materi kurikulum Materi kurikulum dapat diperoleh dari buku-buku teks. Dalam kaitanya dengan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. 8. baik secara terstruktur maupun informal. Implementasi kurikulum Sebuah kurikulum yang telah dikembangkan tidak akan berarti jika tidak diimplementasikan. 7. Unruh (1984) hanya membahas enam bidang konten kurikulum akademik untuk jenjang pendidikan dasar. Bahasa Asing dan Seni. 4. pendidikan agama dan berbagai pelajaran keterampilan lain yang dibutuhkan siswa. 6. buku petunjuk bagi guru. kantor konsultan kurikulum. subject matter. Sebagai sebuah dokumen kurikulum berfungsi . 5. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya yakni kurikulum sebagai dokumen dan kurikulum sebagai implementasinya. pandangan dan kecenderungan pada kehidupan masa datang sudah menjadi hal yang urgen. departemen pendidikan dan agen pelayanan pendidikan lainnya. tujuan. kebutuhan didefinisikan sebagai perbedaan antara keadaan actual dan keadaan ideal yang dicita-citakan. hendaknya kurikulum juga memberikan ruang bagi pelajaran lain selain keenam bidang konten tersebut antara lain pendidikan jasmani dan kesehatan. politik serta berbagai peristiwa lainnya memaksa kita semua berfikir dan merespon setiap perubahan yang terjadi. serta evaluasi dan feedback.Kebutuhan merupakan hal yang pokok dalam perencanaan ( Unruh dan Unruh. Matematika. Keberhasilan implementasi terutama ditentukan oleh aspek perencanaan dan strategi implementasinya. Evaluasi kurikulum Evaluasi adalah suatu proses interaksi.

Ketiga. akan tetapi juga sebagai penyelaras kurikulum dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dan kebutuhan daerah. menguji efektifitas program. Guru diberi kewenangan untuk menyesuaikan kurikulum yang sudah ada dengan karakteristik sekolah dan kebutuhan lokal. maka kurikulum itu tidak akan bermakna sebagai suatu alat pendidikan. Murray Printr mencatat peran guru dalam level ini adalah sebagai berikut : Pertama. Hal ini sangat tepat dengan kebijakan KTSP dimana para perancang kurikulum hanya menentukan standat isi sebagai standar minimal yang harus dicapai.dalam pengembangan kurikulum guru dianggap sebagai tenaga teknis yang hanya bertanggung jawab dalam mengimplementasikan berbagai ketentuan yang ada. Keempat. serta sesuai dengan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa. dan sebaliknya pembelajaran tanpa kurikulum sebagai pedoman tidak akan efektif. guru memiliki kewenganan dalam mendesain sebuah kurikulum. Dalam melaksanakan perannya sebagai peneliti. Dalam melaksanakan perannya guru hanya menerima berbagai kebijakan perumus kurikulum. adalah peran guru sebagai peneliti kurikulum (curriculum researcher). Guru bukan saja dapat menentukan tujuan dan isi pelajaran yang disampaikan. akan tetapi juga dapat menentukan strategi apa yang harus dikembangkan serta bagaimana mengukur keberhasilannya. peran guru sebagai adapters lebih luas dibandingkan dengan peran guru sebagai implementers. bagaimana implementasinya. guru memiliki tanggung jawab untuk menguji berbagai komponen kurikulum. Akibatnya kurikulum bersifat seragam antar daerah yang satu dengan daerah yang lain. Mengajar dianggapnya bukan sebagai pekerjaan profesional. Dengan demikian peran guru dalam hal ini adalah sebagai posisi kunci dan dalam pengembangnnya guru lebih berperan banyak dalam tataran kelas. dan hal-hal teknis lainnya seluruhnya ditentukan oleh guru. . Oleh karena itu guru hanya sekadar pelaksana kurikulum. peran sebagai pengembang kurikulum. Guru tidak terpacu untuk melakukan berbagai pembaruan. kapan waktu pelaksanaannya. Peran ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas profesional guru yang memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kinerjanya sebagai guru. maka tingkat kreatifitas dan inovasi guru dalam merekayasa pembelajaran sangat lemah. Dengan demikian.sebagai pedoman bagi guru dan kurikulum sebagai implementasi adalah realisasi dari pedoman tersebut dalam kegiatan pembelajaran. menguji strategi dan model pembelajaran dan lain sebagainya termasuk mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai target kurikulum. Sebagai pengembang kurikulum sepenuhnya guru dapat menyusun kurikulum sesuai dengan karakteristik. misalnya menguji bahan-bahan kurikulum. visi dan misi sekolah. tetapi sebagai tugas rutin atau tugas keseharian. sebagai implementers. lebih dari hanya sebagai pelaksana kurikulum. guru berperan untuk mengaplikasikan kurikulum yang sudah ada. Kedua. Guru merupakan salah satu faktor penting dalam implementasi kurikulum. peran guru sebagai adapters. Bagaimanapun idealnya suatu kurikulum tanpa ditunjang oleh kemampuan guru untuk mengimplementasikannya.

Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Desentralisasi kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. isi daripada kurikulum sangat beragam. Kurikulum makro disusun oleh tim khusus yang terdiri atas para ahli. memilih metode dan media mengajar yang bervariasi serta menyusun metode dan alat yang tepat. Suatu kurikulum yang tersusun secara sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. kesungguhan dan ketekunan guru. metode dan media pembelajaran dan evaluasi hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. Kelebihannya antara lain : pertama. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. Sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. untuk mengembangkan diri. finansial dan manajerial. guru tidak mempunyai peranan dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah-sekolah tersebut. desentralisasi. Kurikulum untuk satu tahun disebut prota. Keempat. beberapa hari disebut Rencana Pembelajaran. membangkitkan motivasi belajar. Bentuk kurikulum ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. kebutuhan. tapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. Program tahunan. atau beberapa hari saja. Penyusunan kurikulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri tetapi kurikulum ini cukup realistis. sentral desentral: 1. Kedua. Dengan demikian. satu semester. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan oleh atas karakteristik. Tugas guru adalah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. 2. kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemampuan sekolah baik kemampuan profesional. ada motivasi kepada sekolah (kepala sekolah. . dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. program semester ataupun rencana pembelajaran memiliki komponen-komponen yang sama yaitu tujuan. menciptakan situasi kompetitif dan kooperatif serta memberikan pengarahan dan bimbingan. Ketiga. bahan pelajaran. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaikbaiknya. Kurikulum ini diperuntukan bagi suatu sekolah ataupun lingkungan wilayah tertentu. guru). dan kurikulum untuk satu semester disebut dengan promes. kecakapan. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreatifitas.Dilihat dari segi pengelolaannya. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan terstruktur. Guru menyusun kurikulum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. beberapa minggu. kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. minat dan tahap perkembangan anak.

4) sukar untuk mengadakan pegelolaan dan penilaian secara nasional.Beberapa kelemahan kurikulum ini adalah: 1) tidak adanya keseragaman untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kelas akan lebih tepat dan lancar. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan yaitu bentuk sentral-desentral. pemikir. semoga dari penjelasan makalah diatas dapat memberikan kita motivasi. mereka mempunyai perasaan turut memilki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirinya dalam pengembangan kurikulum. Maka dari itu sebagai penyusun. PENUTUp Demikian penyajian makalah dari kami. Guru bukan hanya berperan sebagi pengguna. KESIMPULAN Dari uraian sejumlah ruang lingkup inovasi pendidikan di atas dapat kami simpulkan bahwa dari segi tujuan inovasi pendidikan yaitu Tujuan utama dari inovasi adalah berusaha . bentuk ini kurang tepat. penggunaan kata-kata dan lain sebagainya. mereka memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya.Desentral Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. penyusun. bukan hanya dalam penjabaraban kurikulum induk ke dalam program tahunan/ semester/ atau rencana pembelajaran. kami sangat mengharapkan saran-saran dan kritik yang membangun demi perbaikan selanjutnya. pengembang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. kekeliruan dan kesalahan-kesalahan. 3. Dari penyampaian makalah kami diatas. Guru-guru turut memberi andil dalm merumuskan dalam setiap komponen dan unsur dari kurikulum. tetapi juga di dalam menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat banyak sekali kekurangan. Dalam kurikulum yang dikelola secara sentralisasi-desentralisasi mempunyai batas-batas tertentu juga. 2) tidak adanya standart penilaian yang sama sehingga sukar untuk diperbandingkannya keadaan dan kemajuan suatu sekolah/ wilayah dengan sekolah/ wilayah lainnya. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Sentral. 3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa kesekolah/ wilayah lain. peranan guru dalam dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. baik dari cara penulisan. Sehingga diharapkan dengan inovasi-inovasi yang kita lakukan akan dapat memecahkan segala permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan kita baik sebagai mahasiswa/calon guru nantinya maupun sebagai seorang guru yang merupakan tokoh sentral yang menjadi sasaran dalam upaya inovasi tersebut.5) belum semua sekolah/ daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutsertakan. Guru-guru turut berpartisipasi. Dalam kegiatan yang seperti itu. semangat yang baru untuk dapat mengaplikasikan inovasi dalam kehidupan kita dalam menjalankan tugas kita sebagai inovator didalam dunia pendidikan. tetapi perencana.

meningkatkan kemampuan. Kemudian berkaitan dengan komponen inovasi. Komunikasi dengan saluran tertentu yang menjadi alat untuk menyebarkan luaskan dan memperkenalkan inovasi kepada masyarakat. Dari segi Kurikulum. Selanjutnya adalah fasilitas adalah salah satu masalah yang tidak bisa disepelekan karena fasilitas merupakan suatu hal yang ikut mempengaruhi sebuah inovasi dan menunjang sebuah inovasi. sehingga dalam pelaksanaan inovasi pendidikan. terlibat dalam pendidikan. Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. kami mengulas beberapa komponen inovasi yaitu: 1. 2. inovasi tidak akan dapat berjalan tanpa adanya fasilitas yang mendukung dari inovasi tersebut. siswa memegang peran yang sangat dominan. sarana dan prasarana. daya motorik. Sehingga dengan demikian proses inovasi akan dapat berjalan dengan baik seperti apa yang diinginkan. Inovasi yang menjadi permasalahan yang akan dipecahkan. masalah kurikulum dalam sekolah dianggap sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kemudian yang terakhir adalah yang cukup penting yaitu adalah waktu karena waktu sangat berpengaruh dalam proses pengambilan kebijakan untuk memutuskan sebuah inovasi dan berpengaruh juga terhadap hal-hal yang lain yang berkaitan dengan inovasi. kemauan dan komitmen yang timbul dalam diri mereka tanpa ada paksaan. 2) 3) 4) 5) . uang. yakni kemampuan dari sumber-sumber tenaga. sengaja maupun tidak. Sasaran inovasi selanjutnya adalah siswa Sebagai obyek utama dalam pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar. termasuk struktur dan prosedur organisasi. siswa dapat menentukan keberhasilan belajar melalui penggunaan intelegensia. maka inovasi pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan inovasi itu sendiri. kurikulum memegang peranan yang sama dengan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Sebab. apa yang ingin dilakukan dalam pendidikan sebenarnya mengubah masyarakat menjadi lebih baik terutama masyarakat di mana peserta 4. Jadi keseluruhan sistem perlu ditingkatkan agar semua tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai dengan sebaik-baiknya. Jadi kepandaian guru dalam merancang strategi mengajar sangat diperlukan dalam kelangsungan proses belajar mengajar untuk dapat membawa siswanya ke arah yang diinginkan. 3. pengalaman. Dalam proses belajar mengajar. Kemudian yang terakhir adalah Lingkup sosial masyarakat. Masyarakat secara langsung atau tidak langsung. Adapun yang menjadi sasaran inovasi adalah yaitu terdiri dari 1) Guru. Karena tanpa adanya kurikulum dan tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamya. Inovator sebagai pelaksana dari inovasi.

Tanpa melibatkan masyarakat sekitarnya. inovasi pendidikan tentu tidak akan berjalan dan akan mengalami gangguan dan liku-liku dalam proses inovasi. namun meskipun ada perbedaan tujuannya adalah sama dan inti dari faktor-faktor tersebut pada hakikatnya adalah sama. Faktor Pertambahan Penduduk. Tuntutan adanya proses pendidikan yang Relevan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi tersebut adalah 1) 2) 3) 4) Visi Terhadap Pendidikan . Process Innovation. Adapun jenis-jenis inovasi adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Product Innovation. namun pada bahasan ini kami mengupas tentang peranan guru dalam pengembangan kurikulum karena proses inovasi kurikulum itu sendiri termasuk juga pengembangan. Selanjutnya yang menjadi lingkup inovasi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi hal ini tidak dapat diabaikan begitu saja karena hal ini faktor yang cukup signifikan dalam inovasi betapa tidak karena hal ini terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan jarang sekali orang-orang yang menjadi inovator menyadarinya. Incremental Innovation. . Faktor Internal dan Eksternal. Ada juga pendapat lain yang mengemukakan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi pendidikan. Adapun peranan guru dalam pengembangan kurikulum adalah sebagaimana Murray Printr mencatat peran guru dalam pengembangan kurikulum sebagai berikut : 1) Sebagai implementers. Lingkup yang terkhir dari makalah kami yaitu peranan guru dalam inovasi kurikulum. Sebagaimana yang diungkapkan Udin Saefudin dalam buku Inovasi Pendidikan yaitu 1) 2) 3) Factor Kegiatan Belajar Mengajar. Disruptive Innovation. Faktor Perkembangan Ilmu Pengetahuan.didik itu berasal. Radical Innovation. Sustaining Innovation. Sistem Pendidikan (Pengelolaan dan Pengawasan).

Inovasi Pendidikan. 3. sehingga memunculkan persyaratan tertentu bagi individu yang akan memasuki dunia kerja.Desentral.com/2011/04/tujuan-inovasi-pendidikan.unila. Beberapa hal yang melatar belakangi timbulnya inovasi pendidikan antara lain : 1. 2.scribd. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Sentral. Peran guru sebagai peneliti kurikulum (curriculum researcher).com/doc/16738810/41husni-Jamalkinerja-Guru-Dalam-Mengadopsi-InovasiKurikulum Latar Belakang inovasi pendidikan http://edukasi.2008. apabila suatu gagasan lampau sudah pernah dilaksankan dan pada suatu ketika diganti oleh kebijakan lain dan setelah sekian lam tidak digunakan. Peran sebagai pengembang kurikulum. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Desentralisasi. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Sentralisasi.ac. Inovasi adalah suatu hal baru yang belum pernah dilaksanakan.muniryusuf.com/2011/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-inovasi.html Dewasa ini.kompasiana.html http://www. diharapkan sekolah mampu . hal ini mendorong lembaga pendidikan khusunya sekolah formal untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikanya. Bandung. Daftar Pustaka Sa’ud. maka hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai inovasi. Udin Saefudin.blogspot.id/amiroh/2009/09/14/inovasi-pendidikan-di-indonesia/ http://kabar-pendidikan. Alfabeta http://kabar-pendidikan. Adapun menurut sifatnya dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu : 1. pendidikan yang tadinya dianggap sebelah mata oleh kalangan menengah kebawah sekarang telah menjadi kebutuhan hidup. Masalah Relevansi Pendidikan Tuntutan kehidupan di zaman modern ini semakin kompleks.com/search/tujuan-inovasi-pendidikan http://blog.com/2012/03/02/latar-belakangtimbulnya-inovasi-443557. kesadaran masyarakat atas pentingya pendidikan semakin baik.blogspot.2) 3) 4) Sebagai adapters.html http://www. kembali digunakan.

dan kalangan akademisi atau praktisi pendidikan untuk benarbenar mendedikasikan dirinya demi kemajuan pendidikan nasional. 2010 : 11) 2. Padmono. dan sistem pendidikan yang luwes bagi kondisi masyarakat setempat diperlukan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan. Maka muncullah untuk memberikan pelajaran muatan lokal bagi peserta didik. tenanga pengajar. secara tersirat mencantumkan bahwa muatan lokal adalah program pendidikan yang isi dan media penyampainya dikaitkan dengan lingkungan alam. maupun karena tidak tersedianya lembaga pendidikan formal didaerah tertentu dan untuk penduduk yang berkelainan. Dibutuhkan sinergi yang baik dari berbagai kalangan pendidikan. dan kebutuhan daerah yang perlu dipelajari murid (Y. penyediaan tenaga pengajar. budaya. Kenyataan ini harus disikapi serius oleh pemerintah dengan terus meningkatkan anggaran pendidikan baik dari APBN maupun APBD yang lebih dialokasikan untuk memberikan bantuan pembiayaan bagi anak-anak yang putus sekolah dan tidak bersekolah karena masalah tekanan ekonomi. baik guru. untuk mengatasi hal ini dibutuhkan regulasi yang akomodatif terhadap kemajuan pendidikan dan dapat dipahami semua pihak. lebih lanjut dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0412/U/1987. —Hanuro— . khusunya bagi masyrakat setempat. tanpa bertentangan dengan kurikulum yang berlaku secara nasional. 4. Masalah mutu Masyarakat sebagai konsumen lulusan sekolah menuding lulusan banyak yang bermutu rendah. perbaikan manajemen. komite sekolah. Masalah efisiensi Efisiensi adalah usaha untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada dengan hemat.menyelenggarakan pendidikan yang membekali lulusan dengan ketrampilan. dengan perbaikan kurikulum. Pembangunan sarana pendidikan. baik yang disebabkan oleh tekanan ekonomi. antara lain adalah tidak efisiensinya waktu. pejabat terkait. banyak aspek yang harus dibenahi dalam pendidikan di indonesia. sosial. 3. revitalisasi fungsi pengawasan. check and balances. akan tetapi mendapatkan hasil yang optimal. orang tua murid. Pemerataan Pendidikan Angka putus sekolah dan tidak sekolah di indonesia masih memprihatinkan. hal ini harus ditanggapi secara positif sebagai cambuk untuk meningkatkan kualitas pendidikan . perbaikan kualitas tenaga pengajar. dan biaya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.