Struktur RNA Molekul RNA mempunyai bentuk yang berbeda dengan DNA.

RNA memiliki bentuk rantai tunggal dan tidak berpilin. Tiap rantai RNA merupakan polinukleotida yang tersusun atas rangkaian ribonukleotida. Tiap ribonukleotida tersusun atas gula ribosa, basa nitrogen, dan gugusan fosfat. Basa nitrogen RNA juga dibedakan menjadi basa purin dan basa pirimidin. Basa purinnya sama dengan DNA tersusun atas adenin (A) dan guanin (G), sedangkan basa pirimidinnya berbeda dengan DNA yaitu tersusun atas sitosin (C) dan urasil (U).

Gambar 36. Struktur RNA (Sumber : www.uic.edu) Tulang punggung RNA tersusun atas deretan ribosa dan fosfat. Ribonukleotida RNA terdapat secara bebas dalam nukleoplasma dalam bentuk nukleosida trifosfat, seperti adenosin trifosfat (ATP), guanosin trifosfat (GTP), sistidin trifosfat (CTP), dan uridin trifosfat (UTP). RNA disintesis oleh DNA di dalam inti sel dengan menggunakan DNA sebagai cetakannya. Berikut merupakan perbandingan antara struktur DNA dan struktur RNA

Gambar 37. Struktur DNA (kiri) dan RNA (kanan) Tabel 5. Perbedaan DNA dan RNA DNA (Deoxyribo Nukleat Acid) RNA (Ribo Nukleat Acid) Dalam inti sel, mitokondria,Dalam inti sel, sitoplasma dan kloroplas, senriol. ribosom. Polinukleotida ganda yang terpilin Polinukleotida tunggal dan panjang pendek Deoxyribosa Ribosa Golongan purin : adenine dan Golongan purin : adenine dan guanineGolongan pirimidin : guanineGolongan pirimidin : cytosine dan timin cytosine dan urasil • mengontrol sifat yang sintesis protein menurun • sintesis protein sintesis RNA Tidak dipengaruhi sintesis Dipengaruhi sintesis protein.Letak basa nitrogen dari protein.Macam RNA : kedua pita DNA saling berhadapan dengan pasangan yang tetap yaitu RNA duta Adenin selalu berpasangan dengan

Letak Bentuk Gula Basanya

Fungsi

Kadarnya

yang masing-masing mengandung salah satu dari empat basa nitrogen. Asam fosfat 2. Sebagian protein berjenis protein struktural. Cytosin dengan Guanin. satu molekul deoksiribosa. glikogen. Untuk meletakkan DNA diperlukan pengangkatan kedua ujung dan memutarnya menjadi bentuk heliks. yaitu: 1. seperti enzim untuk menggiatkan semua reaksi oksidatif yang memberi energi pada sel. sehingga memberikan dua utas heliks DNA saling berikatan. Deoksiribosa (gula) 3. sehingga menggiatkan sintesis berbagai zat kimia (lipid. dan protein jenis enzim yang berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi kimia dalam sel. Gen mengawasi fungsi sel dengan menentukan zat (struktur. dan zat kimia) yang akan disintesis di dalam sel. Sepuluh pasang nukleotida terdapat pada setiap putaran heliks sempurna dalam molekul DNA. Empat basa nitrogen (Adenin.Timin. dan utas tersebut diikat yang kekuatannya lemah bersama-sama oleh pasangan basa komplementer masing-masing. Gen yang merupakan asam nukleat dinamakan asam deoksiribonukleat (DNA) yang secara otomatis mengawasi pembentukan asam ribonukleat (RNA). tetapi sebagian besar orang tidak menyadari bahwa gen yang sama mengawasi reproduksi dan fungsi semua sel sehari-hari. enzim. Nukleotida tersebut berikatan sedemikian rupa sehingga asam fosfat dan deoksiribosa saling bergantian satu sama lain dalam dua utas yang terpisah. Timin. RNA ribosom Dna dan fungsinya Hampir setiap orang mengetahui bahwa gen mengawasi hereditas dari orangtua ke anakanak mereka. ATP. Nukleotida dibagi atas dua pasangan komplementer. Kedua pita itu diikatkan oleh ikatan RNA transfer hidrogen. Kepentingan DNA terletak pada kemampuannya untuk mengawasi pembentukan zat-zat . dan Sitosin) Asam fosfat dan deoksiribosa membentuk dua utas heliks DNA. yang berhubungan dengan berbagai lipid (lemak) untuk membentuk struktur berbagai organel. pasangan yang dibentuk dari asam adenilat dan asam timidiloat 2. DNA mempunyai bentuk dasar yang terdiri dari: 1. Sehingga terbentuk empat nukleotida terpisah. Basa nitrogen pada tiap-tipa pasangan dapat berikatan secara longgar satu sama lainnya. pasangan yang dibentuk dari asam guanilat dan asam sitidilat. yang menyebar ke seluruh sel dan mengawasi pembentukan protein. Guanin. dan salah satu dari empat basa nitrogen. dan sebagainya).Sedangkan Nukleotida dibentuk dari penggabungan satu molekul asam fosfat. serta basa nitrogen terletak di antara utas dan menghubungkannya.

bekerja sebagai “template” untuk tempat mensintesis molekul RNA. Gula deoksiribosa tidak digunakan dalam pembentukan RNA. 2. Tahapan dalam sintesis RNA sebagai berikut: 1. sebagai gantinya adalah gula yang sedikit berbeda susunannya (ribosa). Salah satu utas molekul DNA yang mengandung gen. Bahan dasar pembentuk RNA mula-mula membentuk nukleotida persis sama dengan sintesis DNA. yang berfungsi membawa asam amino aktif ke ribosom 3. dan energi ini digunakan untuk meningkatkan reaksi-reaksi kimia yang mengakhiri pembentukan rantai RNA. terjadi dengan menambahkan pada tiap-tiap nukletida dua rantai fosfat (difosfat) untuk membentuk trifospat. Untuk itu. RNA kemudian ditranspor ke dalam ruang sitoplasma tempat ia mengawasi sintesis protein. yang berfungsi sebagai pembawa kode genetik 2. kecuali ada dua keadaan yang berbeda. . Messenger RNA (mRNA). Transfer RNA (tRNA). pengawasannya dilakukan dengan melalui perantaraan asam ribonukleat (RNA). dan asam glutamat) dalam molekul protein. Kata-kata kode ini bertanggung jawab untuk meletakkan tiga asam amino(prolin. proses ini disebut transkripsi. 3. Tiap molekul DNA berutas dua membawa kode genetiknya sendiri-sendiri. Bila kedua utas molekul DNA saling berpisahan. CTT. misalnya utas yang mempunyai kode genetik GGC. Tiga jenis RNA yang penting pada sintesais protein adalah: 1. Urasil menggantikan timin yang terdapat dalam empat nukleotida yang membentuk DNA. Empat jenis nukleotida digunakan dalam pembentukan RNA. Ribosomal RNA (rRNA). Selanjutnya ketiga asam amino ini akan berbaris dalam molekul protein asam seperti barisan kode genetik dalam utas DNA. yaitu: a. yang disebut dengan kode genetik. Bahan dasar pembentuk RNA hampir sama dengan bahan dasar pembentuk DNA. harus terdapat beberapa cara pada gen inti untuk mengawasi rekai-reaksi kimia sitoplasma. Kata kode dalam DNA menyebabkan pembentukan kata-kata kode komplementer yang dinamakan kodon dalam RNA. serin. b. Pengaktifan nukleotida. Hasil dari proses pengaktifan ini adalah dibentuknya energi dalam jumlah besar pada tiap nukleotida. Dua fosfat yang terkahir ini bergabung ke nukleotida dengan ikatan fosfat berenergi tinggi yang berasal dari ATP sel. dimana pembentukan RNA diawasi oleh DNA inti. AGA. rangkaian basa purin dan piramidin yang terpapar ini menonjol ke samping tiap-tiap utas untuk membentuk kode. yang berfungsi untuk pembentukan ribiosom.lain dalam sel. Kata kode terdiri atas “triplet” basa (tiga basa yang berurutan). Rangkaian katakata kode mengawasi rangkaian asam amino dalam molekul protein selama sintesis protein dalam sel. Timin diganti oleh basa lain (urasil). Karena hampir semua DNA terletak di dalam inti sel dan sebagian besar fungsi sel dilangsungkan di dalam sitoplasma.

Perlu diingat bahwa terdapat empat jenis basa DNA dan empat jenis basa nukleotida RNA. sel yang tersisa akan tumbuh dan berkembang biak sampai bentuk hati kembali seperti semula. Peristiwa ini terjadi di hampir semua sel (kelenjar. pirimidin. dimana pertumbuhan dalam keadaan normal mengakibatkan replikasi DNA inti. 5. glikogen. salah satu utas digunakan sebagai “template” tempat dibentuk molekul RNA yang merupakan utas yang mengandung gen. Pengaturan enzimatik. 4. Pengikatan sementara basa RNA dengan setiap basa DNA b. Pengaturan genertik. Pada tubuh manusia normal. sedangkan utas lainnya secara genetik tetap tidak aktif. Pemecahan utas RNA dari utas DNA. Sel-sel tertentu tumbuh dan berbiak terus-menerus. tempat kecepatan aktivitas enzim dalam sel diawasi. dan epitel usus. beberapa jam kemudian diikuti oleh mitosis (pembelahan sel). Oleh karena itu. pada dasarnya terdapat dua cara pengawasan aktivitas biokimia sel yang berbeda. sintesis lipid. lapisan germinativum kulit. Ribosa basa nukleotida selalu berikatan dengan basa deoksiribosa dengan kombinasi sebagai berikut: Puluhan ribu protein enzim yang dibentuk pada hakekatnya mengawasi semua reaksirekasi kimia lain yang berlangsung dalam sel. tempat aktivitas gen itu sendiri diawasi 2. purin. Pemisahan kedua utas molekul DNA. 2. Pembentukan molekul RNA dibawah pengaruh enzim RNA polimerase. Dalam proses pengawasan fungsi genetik dan aktivitas biokomia sel. beratus zat lainnya. 3. Misalnya 7/8 bagian organ hati dibuang sehingga tersisa 1/8 bagian saja. Pengikatan basa-basa RNA satu sama lain c. Basa-basa ini selalu berikatan satu sama lain dengan kombinasi khusus. sumsum tulang. epitel usus). Enzim-enzim ini meningkatkan 1. dimana langkahnya sebagai berikut: a. seperti pada sel-sel yang membentuk darah pada sumsum tulang. pengaturan pertumbuhan dan pembiakan sel sebagai suatu peristiwa ajaib. Bila terdapat ketidakcukupan pada beberapa jenis sel dalam tubuh. Pertumbuhan dan pembiakan sel biasanya terjadi secara bersama-sama.4. kode yang terdapat pada utas DNA dipindahkan dalam bentuk komplementer ke molekul RNA. sel-sel ini akan tumbuh dan berkembang biak dengan amat cepat sampai jumlah semula/asal. yaitu : 1. jaringan Guanin Sitosin subkutis. .

mempunyai kecenderungan mengembara melalui jaringan. Bila ada suatu kesalahan. faktor-faktor lain yang menambah kemungkinan mutasi adalah (1) Radiasi ionisasi. Walaupun terdapat semua pencegahan seperti ini.Mekanisme yang mempertahankan jumlah yang tetap berbagai jenis sel dalam tubuh disebabkan oleh adanya zat–zat pengawas perkembang-biakan yang disebut “chalone” yang disekresi oleh berbagai sel yang menyebabkan efek umpan balik untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan dan mitosis sel. Akan tetapi. Sehingga hanya dibutuhkan kesempatan saja agar mutasi dapat berlangsung. Adapun penyakit kanker yang sering terjadi pada saat ini adalah penyakit yang menyerang proses dasar kehidupan sel. Pembentukan sel tidak terjadi bila utas kromosom DNA mengadakan replikasi dengan tepat sebelum berlangsung mitosis. Dalam tubuh manusia terjadi pembentukan bermilyaran sel baru yang dibentuk pada setiap tahun. dan sel kanker terus menerus melakukan proliferasi sehingga jumlahnya makin lama semakin banyak. Pada beberapa keadaan. (2) Zat kimia tertentu (karsinogen). dan ditranspor keseluruh tubuh tempat mereka membentuk banyak nodus untuk pertumbuhan kanker baru. memasuki aliran darah. Karena jaringan kanker bersaing dengan jaringan normal dalam memperoleh makanan. Hal ini berkibat jaringan normal kekurangan nutrisi sehinga mengalami . dan walaupun sudah terbentuk utas baru. Sel kanker jauh kurang adhesif satu sama lain dibandingkan sel normal. mungkin salah satu dari ratusan ribu sampai jutaan sel yang baru dibentuk tetap mempunyai sifat mutan. Sel kanker tidak mematuhi batas-batas pertumbuhan sel yang umum. Mutasi sebagian besar segmen utas DNA yang mengandung banyak gen. (4) Iritasi fisik. (3) Beberapa virus. yang hampir semuanya mengubah genom sel (komplemen genetik total sel) serta mengakibatkan pertumbuhan liar dan penyebaran sel kanker. Penyebab perubahan genom ini adalah: 1. Dua perbedaan utama antara sel kanker dan sel normal adalah: 1. ketelitian proses replikasi “dikoreksi” beberapa kali. Setiap gen pada manusia mempunyai kemungkinan 1 dalam 100. karena ia tidak mensekresi “cholone” yang sesuai. 3. penambahan atau pengurangan sebagian besar segmen kromosom.000 merupakan suatu mutan bila dibandingkan dengan gen orangtuanya. (5) Prediposisi herediter. utas yang baru dipotong dan diperbaiki sebelum proses mitosis berlangsung. 2. Mutasi (perubahan) salah satu gen atau lebih 2.

RNA genetik hanya ditemukan pada makhluk hidup tertentu yang tidak memiliki DNA. yang kemudian ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru. misalnya virus. RNAd membawa kode-kode genetik komplemen dari DNA di inti sel menuju ke ribosom di sitoplasma. Panjang pendeknya RNAd berhubungan dengan panjang pendeknya rantai polipeptida yang akan disusun. dan rRNA. baik sebagai materi genetik maupun dalam mengatur aktivitas sel. RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban. RNA non-genetik RNA non-genetik tidak berperan sebagai pembawa keterangan genetik sehingga RNA jenis ini hanya dimiliki oleh makhluk hidup yang juga memiliki DNA. Urutan asam amino yang menyusun rantai polipeptida itu sesuai dengan urutan kodon yang terdapat di dalam molekul RNAd yang bersangkutan. RNA dibedakan menjadi dua kelompok utama yaitu RNA genetik dan RNA non-genetik. RNA jenis ini merupakan polinukleotida berbentuk pita tunggal linier dan disintesis di dalam nukleus. RNA genetik RNA genetik memiliki fungsi yang sama dengan DNA.kematian bagi sel. Dalam hal ini fungsi RNA menjadi sama dengan DNA. dan akhirnya kematian bagi tubuh manusia. 1) mRNA (messenger RNA) atau RNAd (RNA duta) RNAd merupakan RNA yang urutan basanya komplementer (berpasangan) dengan salah satu urutan basa rantai DNA. tRNA. . RNAd bertindak sebagai pola cetakan pembentuk polipeptida. maka akan dihancurkan dalam plasma. dan selanjutnya Kematian bagi organ. yaitu sebagai pembawa keterangan genetik. RNAd ini dibentuk bila diperlukan dan jika tugasnya selesai. Berdasarkan letak dan fungsinya. RNA non-genetik dibedakan menjadi mRNA. Ketika virus ini menyerang sel hidup.

Fungsi lain RNAt adalah mengikat asam-asam amino di dalam sitoplasma yang akan disusun menjadi protein dan mengangkutnya ke ribosom. RNAt merupakan RNA terpendek dan bertindak sebagai penerjemah kodon pada RNAd. Lebih dari 80% RNA merupakan RNAr. molekul RNAr ini mencapai 30-46%. tetapi menempatkan diri di dalam sitoplasma. Ribosom bertindak sebagai “mesin” perakit dalam sintesis protein yang bergerak ke satu arah sepanjang RNAd. . Gambar 39.Gambar 38. ialah benda-benda berbentuk butirbutir halus di dalam sitoplasma. Struktur RNAd 2) tRNA (transfer RNA) atau RNAt (RNA transfer) RNA jenis ini dibentuk di dalam nukleus. Bagian RNAt yang berhubungan dengan kodon RNAd dinamakan antikodon. Struktur RNAt 3) rRNA (ribosomal RNA) atau RNAr (RNa ribosomal) RNA ini disebut ribosomal RNA karena terdapat di ribosom meskipun dibuat di dalam nukleus. Di dalam ribosom. RNAr bersama protein membentuk ribosom.

Informasi yang dibawa bahan genetik tidak bermakna apa pun apabila tidak diekspresikan menjadi fenotipe. tiga urutan basa N. Dalam peran ini. Ekspresi genetik merupakan proses penerjemahan informasi genetik (dalam bentuk urutan basa) menjadi protein. Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk berhenti). Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk ‘triplet’. dan lebih jauh lagi: karakter. monomer yang menyusun protein. yang dikenal dengan nama kodon.Namun demikian. RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi. . peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup.

Sebenarnya. • Mengapa DNA melakukan transkripsi? . Transkripsi adalah bagian dari rangkaian ekspresi genetik (proses penerjemahan informasi genetik dalam bentuk urutan basa menjadi protein).Gambar 41. yang dimaksud adalah mengubah “teks” DNA menjadi RNA. sehingga terjadi proses pemindahan informasi genetik dari DNA ke mRNA. yang berubah hanyalah basa nitrogen timin di DNA yang pada RNA digantikan oleh urasil. Pengertian asli “transkripsi” adalah alih aksara atau penyalinan. Di sini. Hubungan tiga macam RNA sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik • Apa itu transkripsi? Transkripsi merupakan pembentukan/sintesis mRNA dari fragmen salah satu rantai DNA.

Salah satu DNA berfungsi sebagai pencetak atau sense. Elongasi (pemanjangan) Saat RNA bergerak di sepanjang DNA. 2. 3. Terminator yang ditranskripsi merupakan suatu urutan RNA yang berfungsi sebagai kodon terminasi (kode stop) yang sesungguhnya. Jadi. yang terletak sebelum gen. Sebaliknya. Pertama-tama. DNA tetap berada di dalam nukleus. Namun pada sel tumbuhan. Enzim tersebut menempel pada bagian yang disebut promoter. juga menentukan yang mana dari kedua rantai heliks DNA yang digunakan sebagai cetakan. maka mRNA hasil cetakannya C-U-C-U-GA. dua rantai DNA berpisah. artinya DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. RNA membuka rantai heliks ganda DNA dengan bantuan enzim polimerase. sementara hasil kopinya ditugaskan untuk melaksanakan pesan-pesan yang dikandungnya dalam proses sintesis protein. DNA melakukan transkripsi agar gen asli tetap terlindung di dalam inti sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme. dan pasangan komplemen memiliki urutan C-T-CT-G-A. pada sel eukariotik polimerase terus melewati sinyal terminasi. yaitu ketika polimerase mencapai titik terminasi sambil melepas RNA dan DNA. Jika RNA rusak. ikatan hidrogen di bagian DNA yang akan disalin terbuka. sehingga terbentuklah molekul RNA yang akan lepas dari cetakan DNA-nya. • Di mana terjadinya transkripsi? Proses transkripsi ini terjadi di dalam inti sel (nukleus). • Bagaimana proses terjadinya transkripsi? Pada proses transkripsi. yang lain sebagai antisense. rantai DNA digunakan untuk mencetak rantai tunggal mRNA dengan bantuan enzim RNA polimerase. Akibatnya. Suatu promoter menentukan di mana transkripsi dimulai. Misalnya pencetak memiliki urutan basa G-A-G-A-C-T. suatu urutan AAUAAA di dalam mRNA. mRNA C-U-C-U-G-A merupakan hasil kopian dari DNA C-T-C-T-G-A. Terminasi (pengakhiran) Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA yang disebut terminator. maka akan segera diganti dengan hasil kopian yang baru. 1. Inisiasi (permulaan) Daerah DNA di mana RNA polimerase melekat dan mengawali transkripsi disebut sebagai promoter.DNA berperan sebagai materi genetik. transkripsi biasanya berhenti tepat pada akhir kodon terminasi. . Pada sel prokariotik. sedangkan hasil transkripsinya dikeluarkan dari nukleus menuju sitoplasma dan melekat pada ribosom. transkripsi terjadi di dalam matriks pada mitokondria dan plastida. Karena pencetaknya G-A-G-A-C-T. dan merupakan komplemen dari pencetak.

mRNA ini dipotong hingga terlepas dari enzim tersebut. RNA polimerase akan lepas dari DNA.edu) Beginilah proses transkripsi yang terlihat dengan menggunakan mikroskop : . Transkripsi (Sumber : www.bio. Sejumlah ATP diperlukan untuk membuat RNA polimerase mulai bergerak dari ujung 3′ (ujung karboksil) berkas templat ke arah ujung 5′ (ujung amino). Setelah proses selesai. RNA yang terbentuk dengan demikian berarah 5′ → 3′. Berikut merupakan ilustrasi terjadinya transkripsi : Gambar 44.miami. Pergerakan RNA polimerase akan berhenti apabila ia menemui urutan basa yang sesuai dengan kodon berhenti.Pada titik yang jauh kira-kira 10 hingga 35 nukleotida.

utexas. Proses transkripsi yang dilihat dengan menggunakan mikroskop. (Sumber : www.edu) Berikut merupakan animasi terjadinya proses transkripsi KLIK DI SINI UNTUK MELIHAT ANIMASI FLASH PROSES TRANSKRIPSI Atau lihatlah video terjadinya transkripsi berikut : .Gambar 45.

. Rantai mRNA ini dikenal sebagai sistron. Berkas RNA ini selanjutnya akan mengalami proses yang disebut sebagai proses pascatranskripsi (post-transcriptional process). Selain itu ada pula segmen yang tidak mengandung informasi genetik yang nantinya akan dipotong yang disebut sebagai intron. Proses ini terjadi di dalam nukleus dengan jalan melepaskan segmen-segmen intron dan merangkaikan segmen-segmen ekson. Di dalamnya terdapat segmen yang membawa informasi genetik yang nantinya akan mengatur dan membantu sintesis protein (translasi) yang disebut sebagai ekson.• Apa hasil dari proses transkripsi? Hasil transkripsi adalah segmen mRNA yang masih “mentah”. Gabungan segmen-segmen ekson membentuk satu rantai/utas mRNA yang mengandung sejumlah kodon untuk penyusunan polipeptida.

pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana proses replikasi DNA ini terjadi. dimana DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. maka susunan rantai pasangan dapat dengan mudah dibentuk. Proses pematangan mRNA dengan membuang bagian intron Replikasi merupakan peristiwa sintesis DNA. Prinsip dari replikasi itu sendiri adalah memasangkan nukleotida triposphat baru pada rantai tunggal/single strand DNA. Gambar 32. proses replikasi memanfaatkan fakta bahwa DNA terdiri dari dua rantai dan rantai yang satu merupakan “komplemen” dari rantai pasangannya. yaitu konservatif. kecuali sel gamet. sehingga jika ada kode yang salah tercetak. Tiga kemungkinan terjadinya replikasi DNA . Pada proses replikasi terdapat pos-pos pengecekan. Pada dasarnya. dengan mengetahui susunan satu rantai. Dengan kata lain. dan dispersif. Pada setiap sel.Gambar 46. semikonservatif. Replikasi DNA sangat penting agar DNA kita tidak termutasi. dapat langsung dikenali dan langsung diperbaiki.

Model konservatif. Replikasi ini mempertahankan molekul dari DNA lama dan membuat molekul DNA baru.1. Kemudian pada tahun 1958. Matthew Meselson dan Franklin Stahl melakukan percobaan untuk menguji ketiga alternatif hipotesis replikasi DNA tersebut dengan menggunakan DNA bakteri Eschericia coli. Hasilnya ternyata mendukung model replikasi semikonservatif yang telah diprediksi oleh Watson dan Crick.eu) • • Siapakah yang berperan dalam proses replikasi DNA? Bagaimanakah prosesnya? . Replikasi ini menghasilkan dua molekul DNA lama dan DNA baru yang saling berselang-seling pada setiap untai. Model dispersif. Berikut ini merupakan animasi proses replikasi DNA : Gambar 33. yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah. yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru.hostjournalbook. Model semikonservatif. 2. Oleh karena itu. hasil akhirnya diperoleh rantai DNA lama dan baru yang tersebar pada rantai DNA lama dan baru. Watson dan Crick memprediksi bahwa DNA bereplikasi dengan cara semikonservatif. berfungsi sebagai cetakan untuk dua rantai DNA baru. Setelah berhasil membuat model struktur DNA. Animasi replikasi DNA (Sumber : http://ancala. yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama. Akhirnya dihasilkan dua rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu rantai cetakan molekul DNA lama dan satu rantai baru hasil sintesis. 3.

dan enzim girase yang mampu membuka pilinan rantai DNA. membetulkan setiap kesalahan replikasi. dua rantai DNA heliks ganda yang terpisah berbentuk seperti ritsleting terbuka. Setelah mendapatkan pasangan yang sesuai.terdapat dua molekul DNA yang sama persis dengan satu molekul DNA induk. Replikasi Semikonservatif (Sumber : http://kentsimmons. Setelah seluruh rantai benar-benar terpisah.uwinnipeg. Monomer DNA yang berupa nukleotida ditambahkan di kedua sisi rantai yang membuka setiap kali DNA polimerase bergeser. Jadi.ca) Yang berikut ini merupakan awal dari proses replikasi DNA yang diambil dengan menggunakan mikroskop.Proses replikasi memerlukan protein atau enzim pembantu. Setiap rantai DNA yang “lama” akan berfungsi sebagai cetakan yang menentukan urutan nukleotida di sepanjang rantai DNA komplementer baru yang bersesuaian dengan cara mendeteksi basa komplemennya. yang merupakan enzim pembantu pembentukan rantai DNA baru yang merupakan suatu polimer. Proses pembukaan rantai DNA ini dibantu oleh enzim helikase yang dapat mengenali titik-titik tersebut. Gambar 34. nukleotida yang baru tersebut disambung satu sama lain untuk membentuk tulang punggung gula-fosfat rantai DNA yang baru. dan memperbaiki DNA yang rusak. DNA polimerase masuk dan mengikat diri pada kedua rantai DNA yang sudah terbuka secara lokal tersebut. maka. Adanya fungsi tersebut menjadikan rangkaian nukleotida DNA sangat stabil dan mutasi jarang terjadi. Enzim DNA polimerase memiliki fungsi lain. Enzim DNA polimerase memisahkan dua rantau DNA heliks ganda : . Setelah cukup ruang terbentuk akibat pembukaan untaian ganda ini. Proses pembukaan rantai ganda tersebut berlangsung disertai dengan pergeseran DNA polimerase mengikuti arah membukanya rantai ganda. setiap molekul DNA terdiri atas satu rantai DNA “lama” dan satu rantai DNA “baru”. yaitu mengoreksi DNA yang baru terbentuk. Jika dianalogikan. Proses replikasi diawali dengan pembukaan untaian ganda DNA pada titik-titik tertentu di sepanjang rantai DNA. salah satu yang terpenting dikenal dengan nama DNA polimerase.

(Sumber : www. sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi. Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. 1. Asam amino yang akan dirangkaikan dengan asam amino lainnya dibawa oleh tRNA.gmicheli. Setiap asam amino akan dibawa oleh tRNA yang spesifik ke dalam kompleks mRNA-ribosom • Bagaimana proses terjadinya translasi? Proses translasi berupa penerjemahan kodon atau urutan nukleotida yang terdiri atas tiga nukleotida berurutan yang menyandi suatu asam amino tertentu. Energi ini disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat).it) • Apa itu translasi? Translasi adalah proses penerjemahan urutan nukleotida atau kodon yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein. Semua tahapan ini memerlukan faktor-faktor protein yang membantu mRNA. • Di mana terjadinya translasi? Tempat translasi ini ialah ribosom. Transkripsi dan translasi merupakan dua proses utama yang menghubungkan gen ke protein. Setiap tRNA mempunyai antikodon yang spesifik.Gambar 35. Tiga nukleotida di anti kodon tRNA saling berpasangan dengan tiga nukleotida dalam kodon mRNA menyandi asam amino tertentu. Translasi menjadi tiga tahap (sama seperti pada transkripsi) yaitu inisiasi. elongasi. suatu molekul yang mirip dengan ATP. Kodon pada mRNA akan berpasangan dengan antikodon yang ada pada tRNA. mRNA membawa informasi urutan asam amino. partikel kompleks yang memfasilitasi perangkaian secara teratur asam amino menjadi rantai polipeptida. Penampakan peristiwa membelahnya dua rantai DNA heliks ganda akibat aktivitas enzim DNA polimerse. dan terminasi. dan ribosom selama proses translasi. Translasi hanya terjadi pada molekul mRNA. Inisiasi . tRNA. Molekul mRNA yang merupakan salinan urutan DNA menyusun suatu gen dalam bentuk kerangka baca terbuka.

Elongasi Pada tahap elongasi dari translasi. Dengan demikian. Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya mRNA. dan dua sub unit ribosom. tRNA yang membawa antikodon UAC dan asam amino metionin datang. Di dalam ribosom. . proses pembacaan kodon dapat berlangsung secara berurutan. yang diterjemahkan ke dalam bentuk asam amino guna dirangkai menjadi polipeptida. sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida. Sub unit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNA ribosomal. membaca kodon berikutnya. sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida. Asam amino berikutnya dirangkaikan dengan dipeptida yang telah terbentuk sehingga membentuk tripeptida. tRNA masuk ke celah ribosom. Ketika kodon I terbaca ribosom (misal kodonnya AUG). Masing-masing kodon akan diterjemahkan oleh tRNA yang membawa asam amino yang dikode oleh pasangan komplemen antikodon tRNA tersebut. di mana tusuknya adalah “mRNA” dan daging adalah “ribosomnya”. Berikut merupakan animasi terjadinya proses inisiasi : Ribosom di sini berfungsi untuk memudahkan perlekatan yang spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein. Ribosom akan terus bergerak dan membaca kodon-kodon di sepanjang mRNA. Pembacaan dilakukan untuk setiap 3 urutan basa hingga selesai seluruhnya. Sebagai catatan ribosom yang datang untuk membaca kodon biasanya tidak hanya satu. melainkan beberapa ribosom yang dikenal sebagai polisom membentuk rangkaian mirip tusuk sate.Tahap inisiasi terjadi karena adanya tiga komponen yaitu mRNA. ribosom “membaca” kodon pada mRNA. Ribosom terus bergeser. Demikian seterusnya proses pembacaan kode genetika itu berlangsung di dalam ribobom. asam amino-asam amino ditambahkan satu per satu diawali dari asam amino pertama (metionin). dan dua sub unit ribosom. Dalam kompleks inisisasi. metionin yang pertama kali masuk dirangkaikan dengan asam amino yang di sampingnya membentuk dipeptida. 2.

Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino yang tepat. UAG. Molekul rRNA dari sub unit ribosom besar berfungsi sebagai enzim. Berikut merupakan ilustrasi secara umum terjadinya sintesis protein (transkripsi dan translasi): . Molekul mRNA yang telah melepaskan asam amino akan kembali ke sitoplasma untuk mengulangi kembali pengangkutan asam amino. Terminasi Tahap akhir translasi adalah terminasi. 3. Polipeptida yang dibentuk kemudian “diproses” menjadi protein. dan UGA. Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sebagai sinyal untuk menghentikan translasi. Elongasi berlanjut hingga ribosom mencapai kodon stop. Triplet basa kodon stop adalah UAA. yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba.

Tahapan-tahapan . Teknologi DNA rekombinan mempunyai dua segi manfaat. Salah satu di antaranya. dengan mengisolasi dan mempelajari masing-masing gen akan diperoleh pengetahuan tentang fungsi dan mekanisme kontrolnya. Pada dasarnya upaya untuk mendapatkan suatu produk yang diinginkan melalui teknologi DNA rekombinan melibatkan beberapa tahapan tertentu (Gambar 9. atau dengan istilah yang lebih populer rekayasa genetika.gov) Pengertian Teknologi DNA Rekombinan Secara klasik analisis molekuler protein dan materi lainnya dari kebanyakan organisme ternyata sangat tidak mudah untuk dilakukan karena adanya kesulitan untuk memurnikannya dalam jumlah besar.nih.Gambar 47. sejak tahun 1970-an berkembang suatu teknologi yang dapat diterapkan sebagai pendekatan dalam mengatasi masalah tersebut melalui isolasi dan manipulasi terhadap gen yang bertanggung jawab atas ekspresi protein tertentu atau pembentukan suatu produk. Sintesis Protein (Sumber : http://stemcells. Kedua. Banyak definisi telah diberikan untuk mendeskripsikan pengertian teknologi DNA rekombinan. menyebutkan bahwa teknologi DNA rekombinan adalah pembentukan kombinasi materi genetik yang baru dengan cara penyisipan molekul DNA ke dalam suatu vektor sehingga memungkinkannya untuk terintegrasi dan mengalami perbanyakan di dalam suatu sel organisme lain yang berperan sebagai sel inang. teknologi ini memungkinkan diperolehnya produk gen tertentu dalam waktu lebih cepat dan jumlah lebih besar daripada produksi secara konvensional. Pertama. yang mungkin paling representatif. Namun. Teknologi yang dikenal sebagai teknologi DNA rekombinan.1). ini melibatkan upaya perbanyakan gen tertentu di dalam suatu sel yang bukan sel alaminya sehingga sering pula dikatakan sebagai kloning gen.

pemotongan molekul DNA menjadi sejumlah fragmen dengan berbagai ukuran. sedangkan DNA kromosom jauh lebih longgar ikatan kedua untainya dan mempunyai nisbah aksial yang sangat tinggi. Isolasi DNA Isolasi DNA diawali dengan perusakan dan atau pembuangan dinding sel. Protein yang tersisa dipresipitasi menggunakan fenol atau pelarut organik seperti kloroform untuk kemudian disentrifugasi dan dihancurkan secara enzimatis dengan proteinase. zat pewarna DNA yang menyisip atau melakukan interkalasi di sela-sela basa molekul DNA. DNA yang telah dibersihkan dari protein dan remukan sel masih tercampur dengan RNA sehingga perlu ditambahkan RNAse untuk membersihkan DNA dari RNA. Teknik isolasi DNA tersebut dapat diaplikasikan. Perkembangan teknik pemotongan DNA berawal dari saat ditemukannya sistem restriksi dan modifikasi DNA pada bakteri E. isolasi DNA vektor. Virus l digunakan untuk menginfeksi dua strain E. Bahan-bahan sel yang relatif lunak dapat dengan mudah diresuspensi di dalam medium bufer nonosmotik. Jika l yang telah menginfeksi strain C diisolasi dari strain tersebut dan kemudian digunakan untuk mereinfeksi strain C. Pendekatan kedua didasarkan atas perbedaan daya serap etidium bromid. Untuk memilih di antara kedua macam molekul DNA ini yang akan diisolasi dapat digunakan dua pendekatan. yakni strain K dan C. yang dapat dilakukan baik dengan cara mekanis seperti sonikasi. Oleh karena itu. DNA plasmid akan menyerap etidium bromid jauh lebih sedikit daripada jumlah yang diserap oleh DNA kromosom per satuan panjangnya. Biasanya pembuangan remukan sel dilakukan dengan sentrifugasi. dan analisis DNA rekombinan. remukan-remukan sel harus dibuang. Enzim Restriksi Tahap kedua dalam kloning gen adalah pemotongan molekul DNA. tekanan tinggi. Setelah sel mengalami lisis. beku-leleh maupun dengan cara enzimatis seperti pemberian lisozim. Langkah berikutnya adalah lisis sel. coli. Molekul DNA yang telah diisolasi tersebut kemudian dimurnikan dengan penambahan amonium asetat dan alkohol atau dengan sentrifugasi kerapatan menggunakan CsCl (lihat Bab II). Pertama.tersebut adalah isolasi DNA genomik/kromosom yang akan diklon. aplikasi kondisi denaturasi akan dapat memisahkan DNA plasmid dengan DNA kromosom. yang berkaitan dengan infeksi virus atau bakteriofag lambda (l). Perbedaan tersebut menyebabkan DNA plasmid jauh lebih tahan terhadap denaturasi apabila dibandingkan dengan DNA kromosom. baik untuk DNA genomik maupun DNA vektor. transformasi sel inang menggunakan molekul DNA rekombinan. baik genomik maupun plasmid. Dengan demikian. penyisipan fragmen DNA ke dalam vektor untuk menghasilkan molekul DNA rekombinan. khususnya plasmid. reisolasi molekul DNA rekombinan dari sel inang. Pada eukariot langkah ini harus disertai dengan perusakan membran nukleus. coli. plasmid pada umumnya berada dalam struktur tersier yang sangat kuat atau dikatakan mempunyai bentuk covalently closed circular (CCC). maka akan . sedangkan bahan-bahan yang lebih kasar perlu diperlakukan dengan deterjen yang kuat seperti triton X-100 atau dengan sodium dodesil sulfat (SDS). perlakuan menggunakan etidium bromid akan menjadikan kerapatan DNA kromosom lebih tinggi daripada kerapatan DNA plasmid sehingga keduanya dapat dipisahkan melalui sentrifugasi kerapatan.

Huruf-huruf tambahan. enzim ini dimasukkan ke dalam suatu kelompok enzim yang dinamakan enzim restriksi tipe I. Gambar 11. Dalam hal ini. kekebalan ini tidak diwariskan dan harus dibuat pada setiap akhir putaran replikasi DNA. jika ada. Huruf pertama adalah huruf pertama nama genus bakteri sumber isolasi enzim.3 memperlihatkan beberapa enzim restriksi beserta tempat pengenalannya. Kelly menemukan enzim pertama yang kemudian dimasukkan ke dalam kelompok enzim restriksi lainnya. yaitu enzim restriksi tipe II. Pemberian nama kepada enzim restriksi mengikuti aturan sebagai berikut. Enzim restriksi tipe II antara lain mempunyai sifat-sifat umum yang penting sebagai berikut: 1. Hal ini terjadi karena adanya sistem restriksi/modifikasi (r/m) pada strain K.diperoleh l progeni (keturunan) yang lebih kurang sama banyaknya dengan jumlah yang diperoleh dari infeksi pertama. Pada waktu bakteriofag l yang diisolasi dari strain C diinfeksikan ke strain K. Pada tahun 1970 T. berasal dari nama strain bakteri. jika l yang diisolasi dari strain C digunakan untuk menginfeksi strain K. menghasilkan fragmen-fragmen DNA dengan berbagai ukuran dan urutan basa.J. l yang diisolasi dari strain K mempunyai nilai EOP sebesar 1. hanya ditemukan l progeni sebanyak 1/10. Berlangsungnya metilasi ini demikian cepatnya pada tiap akhir replikasi hingga molekul DNA baru hasil replikasi tidak akan sempat terpotong oleh enzim restriksi. sedangkan huruf kedua dan ketiga masing-masing adalah huruf pertama dan kedua nama petunjuk spesies bakteri sumber tersebut. Selanjutnya. dan . Banyak enzim serupa yang ditemukan kemudian pada berbagai spesies bakteri lainnya. DNA bakteriofag l yang mampu bertahan dari perusakan oleh enzim restriksi pada siklus infeksi pertama akan mengalami modifikasi dan memperoleh kekebalan terhadap enzim restrisksi tersebut. baik ketika direinfeksikan pada strain K maupun pada strain C. molekul DNAnya dirusak oleh enzim endonuklease restriksi yang terdapat di dalam strain K. Semuanya sekarang telah menjadi salah satu komponen utama dalam tata kerja rekayasa genetika. dikatakan bahwa efficiency of plating (EOP) dari strain C ke strain C adalah 1. strain K juga mempunyai sistem modifikasi yang akan menyebabkan metilasi beberapa basa pada sejumlah urutan tertentu yang merupakan tempat-tempat pengenalan (recognition sites) bagi enzim restriksi tersebut. dan sejak saat itu ditemukan lebih dari 475 enzim restriksi tipe II dari berbagai spesies dan strain bakteri. Dengan demikian. untuk mencegah agar enzim ini tidak merusak DNAnya sendiri. Sementara itu. Namun.000 kali jumlah yang diinfeksikan. maka nilai EOP-nya hanya 10-4. Di sisi lain. memotong kedua untai molekul DNA di tempat tertentu pada atau di dekat tempat pengenalannya 3. bakteriofag l yang diinfeksikan dari strain K ke strain C dan dikembalikan lagi ke strain K akan menjadi rentan terhadap enzim restriksi. mengenali urutan tertentu sepanjang empat hingga tujuh pasang basa di dalam molekul DNA 2. Sebagian besar enzim restriksi tipe II akan mengenali dan memotong urutan pengenal yang mempunyai sumbu simetri rotasi. Ia mengisolasi enzim tersebut dari bakteri Haemophilus influenzae strain Rd. Namun. Artinya. Metilasi hanya terjadi pada salah satu di antara kedua untai molekul DNA. Enzim restriksi dari strain K telah diisolasi dan banyak dipelajari.

atau penambahan enzim deoksinukleotidil transferase untuk menyintesis untai tunggal homopolimerik 3’ seperti telah disebutkan di atas. serta pemberian molekul linker. Kedua. Dengan untai tunggal semacam ini akan diperoleh ujung lengket buatan. cara yang kedua dapat digunakan baik pada ujung lengket maupun pada ujung tumpul. Pertama. perlakuan dengan enzim alkalin fosfatase untuk menghilangkan gugus fosfat dari ujung 5’ pada molekul DNA yang telah terpotong. Hal ini jelas akan menurunkan efisiensi ligasi. Dua fragmen DNA dengan ujung yang runcing akan mudah disambungkan satu sama lain sehingga ujung runcing sering pula disebut sebagai ujung lengket (sticky end) atau ujung kohesif. Ligasi Molekul – molekul DNA Pemotongan DNA genomik dan DNA vektor menggunakan enzim restriksi harus menghasilkan ujung-ujung potongan yang kompatibel. Sementara itu. Artinya. Tempat pemotongan pada kedua untai DNA sering kali terpisah sejauh beberapa pasang basa. Untuk meningkatkan efisiensi ligasi dapat dilakukan beberapa cara. molekul adaptor. Biasanya diperlukan perlakuan tambahan untuk menyatukan dua fragmen DNA dengan ujung tumpul. ligasi menggunakan DNA ligase dari sel-sel E. dapat terjadi peristiwa religasi atau ligasi sendiri sehingga plasmid yang telah dilinierkan dengan enzim restriksi akan menjadi plasmid sirkuler kembali. coli yang telah diinfeksi dengan bakteriofag T4 atau lazim disebut sebagai enzim T4 ligase. molekul adaptor. pada suhu ini ikatan hidrogen yang secara alami terbentuk di antara ujung-ujung lengket akan menjadi tidak stabil dan kerusakan akibat panas akan terjadi pada tempat ikatan tersebut. . Fragmen-fragmen DNA dengan ujung tumpul (blunt end) akan sulit untuk disambungkan. Suhu optimum bagi aktivitas DNA ligase sebenarnya 37ºC. antara lain penggunaan DNA dengan konsentrasi tinggi (lebih dari 100µg/ml). misalnya pemberian molekul linker. Pemotongan DNA dengan tempat pemotongan semacam ini akan menghasilkan fragmen-fragmen dengan ujung 5’ yang runcing karena masing-masing untai tunggalnya menjadi tidak sama panjang. Hal itu berbeda dengan enzim restriksi seperti Hae III. khususnya plasmid. Oleh karena itu. atau penambahan enzim deoksinukleotidil transferase untuk menyintesis untai tunggal homopolimerik 3’. Kedua fragmen hasil pemotongannya akan mempunyai ujung 5’ yang tumpul karena masing-masing untai tunggalnya sama panjangnya. Pada reaksi ligasi antara fragmen-fragmen DNA genomik dan DNA vektor. ligasi menggunakan enzim DNA ligase dari bakteri. fragmen-fragmen DNA genomik nantinya harus dapat disambungkan (diligasi) dengan DNA vektor yang sudah berbentuk linier.angka romawi digunakan untuk membedakan enzim yang berbeda tetapi diisolasi dari spesies yang sama. yang selanjutnya dapat diligasi menggunakan DNA ligase. yang mempunyai tempat pemotongan DNA pada posisi yang sama. Jika cara yang pertama hanya dapat digunakan untuk meligasi ujung-ujung lengket. Ada tiga cara yang dapat digunakan untuk meligasi fragmen-fragmen DNA secara in vitro. yaitu pemberian enzim deoksinukleotidil transferase untuk menyintesis untai tunggal homopolimerik 3’. ligasi biasanya dilakukan pada suhu antara 4 dan 15ºC dengan waktu inkubasi (reaksi) yang diperpanjang (sering kali hingga semalam). cara yang ketiga telah disinggung di atas. Akan tetapi.

yaitu (1) sel inang tidak dimasuki DNA apa pun atau berarti . DNA yang ditambahkan ke dalam campuran ini akan membentuk kompleks resisten DNase dengan ion-ion Ca2+ yang terikat pada permukaan sel. setidak-tidaknya transformasi melibatkan tahap-tahap berikut ini. coli. maka kita harus melakukan seleksi untuk memilih sel inang transforman yang membawa DNA rekombinan.Transformasi Sel Inang Tahap berikutnya setelah ligasi adalah analisis terhadap hasil pemotongan DNA genomik dan DNA vektor serta analisis hasil ligasi molekul-molekul DNA tersebut. Sebelumnya. Kemampuan transformasi B. Baru beberapa waktu kemudian transformasi dilakukan menggunakan perantara vektor. Tahap memasukkan campuran reaksi ligasi ke dalam sel inang ini dinamakan transformasi karena sel inang diharapkan akan mengalami perubahan sifat tertentu setelah dimasuki molekul DNA rekombinan. Higa. Selanjutnya. Cohen dan kawan-kawannya menemukan bahwa sel-sel yang diperlakukan dengan CaCl2 dapat juga mengambil DNA plasmid. Hal terpenting yang ditemukan oleh Mandel dan Higa adalah perlakuan kalsium klorid (CaCl2) yang memungkinkan sel-sel E.coli. campuran reaksi ligasi dimasukkan ke dalam sel inang agar dapat diperbanyak dengan cepat. Molekul CaCl2 akan menyebabkan selsel bakteri membengkak dan membentuk sferoplas yang kehilangan protein periplasmiknya sehingga dinding sel menjadi bocor. Molekul DNA berukuran besar lebih rendah efisiensi transformasinya daripada molekul DNA kecil. Namun. subtilis pada waktu itu telah dimanfaatkan untuk mengubah strain-strain auksotrof (tidak dapat tumbuh pada medium minimal) menjadi prototrof (dapat tumbuh pada medium minimal) dengan menggunakan preparasi DNA genomik utuh. juga ada sejumlah fragmen DNA genomik dan DNA plasmid yang tidak terligasi satu sama lain. Pada dasarnya ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi setelah transformasi dilakukan. transformasi pada beberapa spesies bakteri lainnya yang mempunyai sistem transformasi alami seperti Bacillus subtilis telah dapat dilakukan. Pada tahun 1972 S. Jika hasil elektroforesis menunjukkan bahwa fragmen-fragmen DNA genomik telah terligasi dengan baik pada DNA vektor sehingga terbentuk molekul DNA rekombinan. di antara sel-sel transforman yang membawa DNA rekombinan masih harus dilakukan seleksi untuk mendapatkan sel yang DNA rekombinannya membawa fragmen sisipan atau gen yang diinginkan. Frekuensi transformasi tertinggi akan diperoleh jika sel bakteri dan DNA dicampur di dalam larutan CaCl2 pada suhu 0 hingga 5ºC. Kompleks ini kemudian diambil oleh sel selama perlakuan kejut panas diberikan. Mandel dan A.N. Dengan sendirinya. menggunakan teknik elektroforesis (lihat Bab X). coli untuk mengambil DNA dari bakteriofag l. Seleksi Transforman dan Seleksi Rekombinan Oleh karena DNA yang dimasukkan ke dalam sel inang bukan hanya DNA rekombinan. Perlakuan kejut panas antara 37 dan 45ºC selama lebih kurang satu menit yang diberikan setelah pencampuran DNA dengan larutan CaCl2 tersebut dapat meningkatkan frekuensi transformasi tetapi tidak terlalu esensial. di dalam campuran reaksi tersebut selain terdapat molekul DNA rekombinan. Mekanisme transformasi belum sepenuhnya dapat dijelaskan. Cara seleksi sel transforman akan diuraikan lebih rinci pada penjelasan tentang plasmid (lihat Bab XI). yang melakukan transformasi bakteri E. Teknik transformasi pertama kali dikembangkan pada tahun 1970 oleh M. yang selanjutnya juga dikembangkan pada transformasi E.

Apa Itu Kloning? Kata ‘clone’ berasal dari bahasa Yunani ‘twig’ yang memiliki arti grup yang memiliki kesamaan secara identik. Penjelasan lebih rinci tentang teknik PCR dapat dilihat pada Bab XII. Seleksi sel rekombinan yang membawa fragmen yang diinginkan dilakukan dengan mencari fragmen tersebut menggunakan fragmen pelacak (probe). Selanjutnya. Koloni-koloni sel rekombinan ditransfer ke membran nilon. Telur hasil rekonstruksi yang mengandung DNA dari sel donor tersebut. Untuk membedakan antara kemungkinan pertama dan kedua dilihat perubahan sifat yang terjadi pada sel inang. Pelacakan fragmen yang diinginkan antara lain dapat dilakukan melalui cara yang dinamakan hibridisasi koloni (lihat Bab X).” (SCNT). . maka dapat dipastikan bahwa kemungkinan kedualah yang terjadi.’ domba kloning tersebut diciptakan melalui teknologi kloning dalam proses yang disebut dengan “Somatic Cell Nuclear Transfer. Metode Kloning Kloning Reproduksi adalah teknologi untuk menciptakan individu (hewan. kita bisa menentukan koloni-koloni sel rekombinan yang membawa fragmen yang diinginkan. maka dapat dipastikan bahwa kemungkinan ketigalah yang terjadi. untuk membedakan antara kemungkinan kedua dan ketiga dilihat pula perubahan sifat yang terjadi pada sel inang. Jika sel inang memperlihatkan dua sifat marker vektor. dilisis agar isi selnya keluar. yang pembuatannya dilakukan secara in vitro menggunakan teknik reaksi polimerisasi berantai atau polymerase chain reaction (PCR). Kloning terapeutik melibatkan kloning sel dari manusia dewasa untuk tujuan pengobatan dan saat ini merupakan salah satu penelitian yang sedang sangat berkembang. ‘Dolly. Kloning reproduksi manusia saat ini masih ilegal dan dianggap melanggar etik bagi sebagian besar negara. Jika sel inang hanya memperlihatkan salah satu sifat di antara kedua marker vektor. Kloning manusia adalah penciptaan secara genetik kopi identik dari manusia. Posisi-posisi DNA yang terhibridisasi oleh fragmen pelacak dicocokkan dengan posisi koloni pada kultur awal (master plate). Selanjutnya. sel manusia. Kloning sendiri memiliki definisi penggunaan teknologi untuk membuat kopi genetik yang persis sama seperti induknya pada organisme hidup. manusia) yang memiliki nukleus DNA (inti sel) sama seperti induknya. Sedangkan kloning reproduksi adalah suatu metode membuat klon manusia ataupun klon hewan (organisme hidup). Dengan demikian. dibersihkan protein dan remukan sel lainnya hingga tinggal tersisa DNAnya saja. Kloning manusia terdiri atas kloning terapeutik (penyembuhan) dan kloning reproduksi. SCNT merupakan metode dimana para peneliti mentransfer materi genetik dari nukleus (inti sel) donor sel dewasa ke dalam telur yang sudah diambil baik nukleus maupun materi genetiknya. (2) sel inang dimasuki vektor religasi atau berarti ligasi gagal. harus dirangsang dengan zat kimia atau aliran listrik untuk merangsang terjadinya pembelahan sel. dilakukan fiksasi DNA dan perendaman di dalam larutan pelacak.transformasi gagal. atau jaringan pada manusia. dan (3) sel inang dimasuki vektor rekombinan dengan/tanpa fragmen sisipan atau gen yang diinginkan.

” merupakan produksi embrio manusia untuk digunakan di dalam penelitian. peneliti. Program SCNT membuktikan bahwa kloning akan memberkan individu yang memiliki DNA yang sama namun bukan berarti mereka akan identik secara fisik maupun kepribadian karena perkembangan individu tersebut dipengaruhi oleh interaksi antara gen dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini bukan untuk menciptakan manusia klon. namun lebih bertujuan untuk menghasilkan stem cell yang dapat digunakan untuk mempelajari perkembangan manusia dan untuk terapi penyakit. embrio dimasukkan ke rahim host (induk) wanita dimana embrio tersebut dapat tumbuh dan berkembang sampai lahir nanti. Kloning Terapeutik atau disebut juga “Kloning Embrio. Argumen pro dan kontra bergaung di berbagai sudut. Etika dan Legal Konsensus internasional beredar luas diantara masyarakat umum.Ketika embrio klon tersebut mencapai tahapan yang lebih stabil. Individu klon tersebut dapat didominasi oleh orang yang menciptakannya * Martabat Manusia : The Universal Declaration on Human Genome and Human Rights (UNESCO 1997) menyatakan bahwa kloning manusia bertentangan dengan martabat . dan politikus mengenai kloning reproduksi ini. Penelitian yang dilakukan dengan hewan mamalia sendiri juga membuktikan bahwa kloning belum tentu menghasilkan mamalia yang identik. Kesuksesan dolly sangatlah mengagumkan karena hal tersebut membuktikan bahwa materi genetik dari sel dewasa yang spesifik. Stem cell disebut sel punca atau sel induk adalah sel yang masih belum matang dan belum berdiferensiasi (berubah) menjadi sel atau jaringan tertentu. Hal ini berlaku seperti juga layaknya individu kembar identik. Nantinya sel ini dapat bereplikasi menjadi sel yang serupa atau menjadi sel lain yang sama sekali berbeda yang dapat digunakan sebagai terapi penyakit. Hak otonomi ini juga akan muncul apabila DNA seseorang digunakan untuk membuat satu atau lebih kopi individu tanpa ijin dari orang yang bersangkutan * Conflict of interest : Masalah etika akan terjadi apabila para peneliti memiliki kepentingan ‘keuangan’ di dalam penelitian ini * Gangguan psikologis atau psikis individu klon : Individu hasil klon akan rentan mengalami gangguan psikologis akibat dari statusnya sebagai ‘genetik kopi’ dari orang lain. Argumen utama yang kontra terhadap kloning reproduksi manusia ini diantaranya menyangkut beberapa hal : * Kelainan fisik atau kecacatan yang membahayakan : pengalaman melakukan kloning dengan hewan menunjukkan adanya kemungkinan kecacatan atau kondisi yang fatal di dalam teknik membentuk kloning reproduksi * Autonomy : seorang anak yang diciptakan melalui proses SCNT tidak dapat memberi ijinnya (informed consent) mengenai eksperimen yang akan dikerjakan. dapat diprogram ulang untuk menciptakan organisme yang baru.

Individu hasil klon hanya memiliki genetik dari 1 orang tua. Clonaid mengumumkan kelahiran manusia kloning kedua pada awal Januari 2003 dimana ibu yang mengandung merupakan wanita lesbian di Belanda. Kelima bayi tersebut dalam keadaan sehat namun sampai saat ini belum ada verifikasi dari Clonaid mengenai hasil kloning ini. Pemeriksaan genetic untuk Eve dan temantemannya akan dilakukan untuk melakukan verifikasi kloning yang diakui oleh Clonaid. Seandainya kloning reproduksi ini berhasil. mengemukakan klaim telah lahirnya Eve. pada sidang 2009 lalu di Amerika Serikat. o Kloning merupakan metode reproduksi aseksual yang bertentangan dengan cara reproduksi manusia. hanya sebagian kecil individu yang ‘mampu’ yang dapat merasakan manfaatnya. Clonaid menggunakan teknik yang sama seperti Dolly untuk mengkloning Eve. B. mengumumkan kelahiran “Manusia Kloning Pertama” pada 26 Desember 2003 yang diberi nama Eve. Clonaid. Negara atau organisasi internasional tidak memiliki hak mencampuri autonomi reproduksi Kloning Manusia? Pada tahun 1997.” yang didirikan oleh Sekte Raelian. sebuah sekte yang mempercayai kehidupan di bumi diciptakan mahluk angkasa luar melalui rekayasa genetika. satu generasi keturunan o Kloning membatasi variasi genetik (individu berbeda-beda satu sama lain) o Pemilik gen kloning akan mengharapkan sifat dan sikap tertentu dari hasil kloning tersebut dimana seakan kloning tersebut dibuat dengan tujuan melayani keinginan dari pihak lain sehingga kebebasan dari individu klon tersebut dapat terhambat o Kloning berisiko mengubah manusia menjadi objek manufaktur. Boisselier. Hal ini berlawanan dengan harga diri dan hak asasi manusia * Justice : Sumber daya kesehatan sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan penelitian lainnya yang lebih mendesak dibandingkan dengan kloning reproduksi. perusahaan yang mendeklarasikan dirinya sebagai “Perusahaan Kloning Manusia Pertama. Kelahiran manusia kloning ketiga berasal dari pasangan di Jepang dan masih terdapat 2 bayi hasil kloning lainnya. bayi manusia hasil proses kloning pertama di dunia.manusia berdasarkan pertimbangan etika : * Kepala Clonaid. bayi yang lahir melalui proses cloning di Israel. Eve. . * Argumen yang diungkapkan bahwa kloning membawa kebaikan bagi manusia : * Beneficence : Pilihan terapi kloning ini dapat merupakan solusi bagi pasangan infertil (gangguan kesuburan) yang ingin memiliki anak dari genetik mereka * Autonomy : Individu memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan reproduksi mereka.

Namun mereka menekankan. . memberikan harapan besar bagi kemajuan dunia medis di masa depan. Mengacu pada berbagai resiko yang mungkin terjadi. prosedur kloning ini tidaklah sempurna. genetika dan pengobatan. Kepala Clonaid. penelitian kloning pada manusia sebenarnya memberikan harapan bagi masa depan dunia kedokteran. Kloning pada manusia lebih rumit dengan risiko besar dan sangat potensial terjadi kesalahan. mamalia pertama yang berhasil dikloning terbukti memiliki arthritis pada usianya yang masih muda. eksperimen seperti itu tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tingginya resiko kematian dan gangguan pasca kelahiran. banyak negara melarang dilakukannya riset-riset kloning pada manusia. kemajuan dalam penelitian masalah penuaan. Namun tidak ada pembenaran untuk riset dengan tujuan menghasilkan anak manusia melalui teknik kloning ini. National Bioethics Advisory Commission mengemukakan. penggunaan sel stem untuk meregenerasi jaringan syaraf. memberikan pemahaman pertumbuhan cepat sel kanker. Dolly. Presiden AS kala itu Bill Clinton mengeluarkan rekomendasi moratorium atau penghentian riset kloning manusia selama 5 tahun. Diperlukan 227 percobaan sebelum akhirnya tercipta dolly. Dikhawatirkan bahwa penggunaan teknik kloning pada manusia akan memunculkan kecacatan atau ‘malformasi’. Namun selain memiliki sisi gelap. penggunaan binatang guna memahami proses-proses biologi seperti dalam kasus Dolly. Teknik kloning terapeutik memungkinkan dokter mengidentifikasi penyebab keguguran spontan. Clonaid's Boisselier. Kloning pada binatang menunjukkan adanya kelemahan. Walau dikatakan berhasil.Kebanyakan ilmuwan setuju. reproduksi manusia dengan cara kloning memang memungkinkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful