Ketika Pendosa Berlimpah Kekayaan

Rubrik: Kajian Al Quran –

khamr, judi, narkoba dan lain-lain–tapi tampaknya maju dalam banyak aspek kehidupan; ekonomi, militer, pendidikan, teknologi, informasi, dan sebagainya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ayat di atas menjawab pertanyaan tersebut dengan gamblang. Ujian kesejahteraan hidup bagi pendosa Ayat di atas bercerita tentang umat-umat terdahulu yang Allah mengutus kepada mereka para rasul, kemudian Allah siksa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan merendahkan diri. Namun, ketika siksaan Allah datang, mereka tidak melakukan hal itu. Hati mereka justru semakin keras, lalu atas bisikan setan mereka memandang indah perbuatan itu. Maka, di tengah kedurhakaan mereka kepada Allah, Allah menguji mereka dengan kemakmuran dan kesejahteraan hidup. "Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka," demikian penegasan Allah swt tentang berlimpahnya kesenangan yang diterima para pendosa tersebut. Menurut Imam Ibnu Katsir, "Maksudnya, Kami membukakan untuk mereka pintu-pintu rezeki dari segala hal (dalam semua aspek kehidupan) yang mereka pilih. Dan ini adalah istidraj (mengulur-ulur) dan imlaa' (penangguhan) dari Allah Ta'ala bagi mereka" (Tafsir Ibnu Katsir II/259).

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyongkonyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa" (QS Al-An'am [6]: 44). "Ustadz, mengapa ada orang atau keluarga yang tidak taat beragama; tidak shalat, tidak puasa, tapi rezekinya melimpah, usahanya sukses, kaya dan sekilas kelihatannya bahagia?" tanya seorang jamaah haji kepada saya. Pertanyaan ini tampaknya mewakili masyarakat yang penasaran melihat fenomena orang yang ahli ibadah tapi hidupnya serba kesulitan. Sementara di sisi lain, ada orang atau keluarga yang ahli maksiat, koruptor, dan tidak taat menjalankan agama, tapi hidup dengan bergelimang kekayaan. Rezeki mereka seperti banjir; mudah datangnya dan begitu melimpah. Dalam konteks global, banyak negara dengan penduduk mayoritas Muslim dengan ribuan masjid tersebar di seantero negeri, sekian juta kali lantunan zikir dan doa, tapi mayoritas penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Sebaliknya, tidak sedikit negara yang kafir, yang penduduknya selalu tenggelam dalam beragam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran–zina,

1

2

kemajuan di bidang ekonomi. Dan ini merupakan istidraj dan imlaa' dari Allah bagi mereka sebagaimana firman Allah. komunitas. "Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka". tapi kelihatannya tambah maju. stabilitas keamanan dan lain sebagainya. Hadits ini oleh Imam As Suyuthi dinilai sebagai hadits hasan (Al Jaami' Ash Shaghir I/97 no. maka ingatlah sesungguhnya hal itu adalah istidraj. Jika ada negara yang kufur. Begitulah sunnatullah dalam kehidupan pendosa dan pelaku maksiat. namun mendapatkan dukungan suara dan kursi yang sangat signifikan. Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya (IV/145) meriwayatkan hadits dari Uqbah bin 'Aamir ra dari Nabi saw. dan pengaruhnya luas. tapi hidupnya makmur dan sejahtera. dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Ketika ada seseorang atau partai yang memenangkan pilkada dengan melanggar syarat-syarat kemenangan hakiki yang digariskan oleh Allah. maka hal ini termasuk istidraj. partai. namun rezekinya melimpah dan hidupnya senang. tidak puasa Ramadhan. ini juga termasuk istidraj. kesehatan. "Apabila engkau melihat Allah memberi seorang hamba kelimpahan dunia atas maksiat-maksiatnya. Kadang-kadang Allah swt membukakan beragam pintu rezeki dan pintu kesejahteraan hidup serta kemajuan dalam banyak aspek kehidupan seperti termaktub dalam redaksi ayatnya. membatasi atau melarang berbagai aktivitas dakwah dan hal-hal positif lainnya. nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. baik dalam fund raising (pendanaannya) maupun dalam menarik dukungan menggunakan hal-hal yang haram dan menghalalkan segala cara. bangsa atau negara yang 3 4 . memerangi orang-orang yang mencintai Allah dan RasulNya. ormas. Ketika ada keluarga yang jauh dari Allah dan mengelola rumah tangganya dengan nilai-nilai yang tidak islami. pendidikan. ini adalah istidraj. hobi bermaksiat. kebudayaan. militer. teknologi. melegalkan beragam kemaksiatan. namun secara fisik tampak maju. keluarga. Ketika ada ormas atau jamaah yang menghidupi organisasi dan jamaahnya dengan uang haram. maka ingatlah yang demikian pun adalah istidraj. apa yang Ia suka. Hal ini juga berlaku bagi bangsa dan negara. Maka. anggota dan pendukungnya banyaknya. menghalalkan yang diharamkan oleh Allah." kemudian Rasulullah saw membaca ayat tersebut.Imam Malik menafsirkannya dengan kemakmuran dunia dan kemudahannya (Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/259). Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh" (QS Al Qalam [68]: 44-45). 629). Mengapa? Tidak setiap orang. "Maka serahkanlah (Ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). ini pun termasuk istidraj. ketika ada seseorang yang tidak shalat.

Bedanya. bahwa pemberian tangguh kami kepada mereka [Yakni: dengan memperpanjang umur mereka dan membiarkan mereka berbuat dosa sesuka hatinya] adalah lebih baik bagi mereka." 5 6 . maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. namun di akhirat mereka tidak mendapatkan bagian (pahala) apa pun. Bahkan. menurut Sayyid Quthb. berarti Allah mencintainya dan mendukungnya. "Dan (ingatlah). "Ajaib atau unik urusan orang mukmin itu. kesejahteraan hidup. maka hal itu menjadi kebaikan baginya.dianugerahi rezeki. kemajuan dan kemenangan. Kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS Al Baqarah [2]: 126). Sesungguhnya kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka. bahkan bisa jadi Allah mengabulkan doa dan permintaaan mereka lalu memberi mereka apa yang mereka di dunia. namun justru menyikapinya dengan syukur dan sabar sehingga semua urusannya menjadi baik dan bernilai pahala. dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. karena Allah memberi rezeki orang yang mukmin dan kafir. "Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka. dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Mari renungkan firman Allah berikut. Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. dengan kemudahan dan kesulitan. Datangnya kebinasaan di puncak kesenangan Setelah Allah mengulur-ulur (istidraj) dan memberi tangguh (imlaa') dengan membukakan pintu-pintu kesejahteraan. bahkan nerakalah tempat mereka. Dia swt menguji hambahamba-Nya yang taat dan maksiat (Fii Zhilal Al Qur'an II/1090). kemakmuran. Dan jika ia ditimpa kesulitan. ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku. Jadi. dan bagi mereka azab yang menghinakan" (QS Ali Imran [3]: 178). Dan Allah menguji hamba-Nya dengan kesejahteraan dan kesengsaraan. semua urusannya itu baik. 5318). maka hal itu pun menjadi kebaikan baginya" (HR Muslim no. Jika ia mendapatkan kebahagiaan (kemudahan) lalu bersyukur. yang baik dan jahat. negeri yang aman sentosa. Juga firman-Nya. Tidak. dan kemenangan "Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. posisi ujian kesejahteraan lebih tinggi daripada ujian kesengsaraan. Sebab. Rasulullah saw bersabda. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara. orang Mukmin tidak terpukau terhadap nikmat. sesungguhnya kemakmuran dan kesejahteraan hidup merupakan ujian lain sebagaimana ujian kesulitan dan kesengsaraan hidup. jadikanlah negeri ini. namun bersabar.

Maka. masihkah ada di antara kita yang bangga dan terhipnotis oleh kemilau kemajuan negeri adidaya Amerika dan negara Barat lainnya? Masihkah. Ternyata. dan kemenangan. atau partai kita dengan uang-uang haram. waspadalah untuk berkomentar. organisasi.Inilah yang harus selalu kita waspadai. toh masih merasa banyak kemudahan rezeki? Dan masihkah kita terus membiayai aktivitas rumah tangga. kita asyik masyuk dengan beragam kemaksiatan dan kemungkaran. kehancuran dan kebinasaan serta kekalahan itu datang secara tiba-tiba. kemajuan. "Saya tidak shalat tapi banyak rezeki. dan kekalahan. bahkan bisa jadi datang pada puncak kebahagiaan. kemajuan dalam banyak aspek dan kemenangan yang diraih dengan menghalalkan segala cara adalah kemajuan dan kemenangan semu. Ternyata." Atau "Pakai uang haram sedikit-sedikit kan tidak apa-apa untuk kemenangan dakwah yang lebih besar. toh tetap saja keluarga atau simpatisan dan anggota kita tidak berkurang? Ingat. kemakmuran dan kesejahteraan hidup di tengah tumpukan maksiat kepada Allah bukanlah nikmat yang hakiki. melainkan istidraj dan mukaddimah kepada siksa. karena bisa jadi merupakan istidraj dan justru pengantar bagi kehancuran. Kini. 7 . kemunduran." dan lain-lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful