BAB IV CABANG CABANG ILMU HADIS Dari ilmu habis riwayat dan ilmu habis riwayat ini ,pada

perkembanganya berikutnya muncullah cabang cabang ilmu habis lainnya, seperti ilmu rijal hadis, ilmu al jarh wa at ta‘dil, ilmu tarikh ar ruwah, ilmu ‘illal al hadis, ilmu an nasikh wa al mansukh, ilmu asbab wurud al hadis, dan ilmu mukhtalif al hadis. Secara singkat cabang cabang tersebut akan diuraikan berikut ini. 1. Ilmu Rijal Al Hadis Ilmu rijal al hadis ialah

. ‫ث‬ ُ ‫ر‬ ِ ِ ْ ‫حدِي‬ ِ ْ ‫حدِي‬ ِ ِ‫ف ب‬ َ ْ ‫وةاةٌ ل ِل‬ َ ْ ‫وةاةُ ةال‬ ْ ُ‫ث ةا َن ّه‬ ٌ ْ ‫عل‬ َ ‫ر‬ ُ ‫م‬ َ ‫ر‬ ُ ‫ه‬ َ ْ‫م ي ُع‬
Artinya ; ‘‘Ilmu untuk mengetahui para perawi hadis dalam kapasitas mereka sebagai perawi hadis.’’ Ilmu ini sangat penting kedudukannya dalam lapangan ilmu hadis. Hal ini karena objek kajian hadis pada dasarnya terletak pada dua hai, yaitu matan dan sanad. Apabila dilihat lebih lanjut, ilmu ini mencakup dua cabang ilmu hadis lainnya, yaitu ilmu al jarh wa at ta’dil dan ilmu tarikh ar ruwah 2. Ilmu Al Jarh Wa Ta’dil Ilmu al jarh, yang dari segi bahasa berarti luka atau cacat adalah ilmuyang mempelajari kecacatan para perawi, seperti pada keadilan dan kedabitannya. Para ahli had is mendefinisikan al jarh dengan;

َ َ ّ ‫خ‬ ُ َ‫و ي‬ ِ‫دةا ل َت ِه‬ ِ ْ ‫حدِي‬ َ َ‫ل ب ِع‬ ُ ُ ‫سل‬ َ ْ ‫و ي ةال‬ ْ َ ‫م ا ي‬ َ ِ‫ث ب‬ ِ ‫نف‬ ْ ‫بأ‬ َ ‫ى‬ ُ ْ‫ةالط ّع‬ ِ ‫رةا‬ َ . ‫ه‬ ِ ِ ‫ضب ْط‬ َ ْ ‫أو‬

yaitu.(ia tertudu dusta) ‫ب‬ ٌ َ ‫فُل‬ ِ ‫م‬ ٌ َ‫مت ّه‬ ُ ‫ن‬ ِ ِ‫ب ال ْك َذ‬ (fulan bukan hujan) ‫ة‬ ٌ ‫ج‬ ّ ‫ح‬ َ ‫م‬ ٌ َ ‫فُل‬ ُ َ‫ن ل‬ Adapun contoh Untuk mengetahui kecacatan para perawi.(fulan kuat hapalannya )‫ط‬ َ ‫ن‬ ٌ َ ‫فُل‬ (dan (fulan hujjah ‫ة‬ ٌ ‫ج‬ ّ ‫ح‬ ُ ‫ن‬ ٌ َ ‫فُل‬ َ ‫فُل َن أ‬ ْ َ . “Kecacatan pada perawi hadis karena sesuatu yang dapat merusak keadilan atau kedabitannya.’’ Adapun at ta’dil.” Artinya ْ َ ‫عل ْم يبحث عن ةالروةاة من حيث م اورد فى‬ ‫م ا‬ ِ ‫م‬ ّ ‫م‬ ْ ِ‫شأن ِه‬ ِ َ ََ َ ُ ْ َ ْ ِ ِ َ ّ ِ ِ ُ َ َْ ٌ ِ َ ‫شن ِيه‬ .menurut istilah berarti َ ٌ ‫ة ةالرةاو ي وةال ْحك ْم عَل َيه بأ َنه عَد‬ ٌ ِ ‫ض اب‬ .’’ Contoh ungkapan tertentu untuk mengetahui para perawi. baik yang dapat mencacatkan atau membersihkan mereka. dengan ungkapan atau lafal tertentu . Ilmu Tarikh Ar-Ruwah Ilmu tarikh ar-ruwah. “Ilmu yang membahas tentang para perawi hadis dari segi yang dapat menunjukan keadaan mereka. ‫ط‬ َ ْ ‫ل أو‬ ْ ُ ّ ِ ِ ْ ْ َ‫و ت‬ ُ ْ ‫عَك‬ ُ ُ َ ّ ِ ّ ُ َ ‫زك ِي‬ ُ ‫س‬ َ ُ‫ه ه‬ “Lawan dari al jarh. yang dari segi bahasa berarti at tasywiyah (menyamakan). antara lain َ َ ‫فُل‬ .(fulan orang yang paling berdusta)‫س‬ ‫ن ا‬ ‫ةال‬ ‫ب‬ ‫ذ‬ ‫ك‬ ّ ُ ٌ ِ .(fulan orang yang paling dipercaya) ‫س‬ ّ ‫ق ةال‬ ٌ ُ َ ‫ن أوْث‬ ِ ‫ن ا‬ ٌ ِ ‫ض اب‬ . iyalah: .Artinya. ‫ة‬ َ ْ ‫م ب ِ ا َل‬ ْ ‫م‬ ٍ ‫ص‬ ٍ ‫ف ا‬ َ ُ‫و ي‬ َ ‫ظ‬ ْ ِ‫زك ّي ْه‬ ْ ِ ْ ْ ُ‫ي‬ َ ْ ‫صو‬ ُ ‫خ‬ ْ ‫مأ‬ Ulama lain mendefinisikan al jarh dan at ta’dil dalam satu definisi. yaitu pembersihan atau penyucian perawi dan Artinya ketetapan bahwa ia adil atau dabit. antara lain: 3.

tempat tinggal mereka. istilah ‘Illah . ilmu tarikh ar-ruwah melalui eksistensinya berpungsi untuk memperhatikan kelahiran dan wafat para perawi dan melalui sifatnya.keduanya bersatu dalam pengertian yang berkaitan para perawi.berpungsi untuk mem-perhatikan hal ihwal para perawi adapun ilmu tabaqah arruwah. berpungsi untukk meperhatikan hal ihwal perawi dan melalui sifatnya.berpungsi untuk memperhatikan kelahiran dan wafat mereka.Menurut As-Sakhawi.” Ilmu ini mempelajari keadaan dan identitas para perawi. orang yang meriwayatkan hadis darinya. tempat mereka mengadakan lawatan.menurut mereka. 4. Ulama Muhaddisin. Adapun berkenaan dengan hubungan ilmu ini dengan ilmu tabaqah arruwah.terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama .guru-gurunya.para ulama mutakhirin membedakan antara kedua disiplin ilmu tersebut . Ilmu ‘Ilal Al-Hadis Kata ‘ilal adalah bentuk jamak darikata Al ‘Ilah. Menurut As-Suyuti. Dan lain-lain sebagai bagian dari ilmu rijal al-hadis. yang menurut bahasaberarti al-marad (penyakit atau sakit).melalui eksistensinya. ilmu ini mengkhususkan pembahasannya secara mendalam pada sudut kesejarahan dari orang-orang yang terlibat dalam priwayatan.ada ulama yang membedakannya secara khusus. ‫ث‬ ِ ْ ‫حدِي‬ َ ْ ‫م ل ِل‬ ْ ِ‫وةاي َت ِه‬ َ ِ‫ب ِر‬ “Ilmu untuk mengetahui para perawi hadis yang berkaitan dengan usaha periwayatan mereka terhadap hadis. tetapi ada juga yang mempersamakannya. wafatnya.seperti kelahirannya. tetapi ilmu tarikh ar-ruwah menyendiri dalam hubungannya dengan kejadian-kejadan yang baru.hubungan antara ilmu tabaqah ar-ruwah dan ilmu tarikh ruwah adalah umum dan khusus.Artinya: ‫ق‬ ِ ‫ن ا‬ ُ ‫ر‬ ِ َ ‫حي‬ ّ ‫ن ال‬ َ ‫م‬ ِ ‫ث‬ ِ ْ ‫حدِي‬ ِ َ ‫وةاي‬ َ ْ ‫ة ةال‬ ُ ّ ‫ي ت َت َعَل‬ ُ ْ ‫ةا َل ْعِل‬ ْ ِ ‫ة ةال ّت‬ َ ِ‫ف ب ِر‬ ّ َ‫ ي ي ُع‬ ْ ِ‫م ةال ّذ‬ .

sehingga pada hadis tersebut tidak terlihat kecacatan. Ia menerangkan. al izalah (menghilangkan ). 5. jarh. Ilmu An-Nasikh Wa Al-Mansukh Yang dimaksud dengan ilmu an nasikh wa al mansukh di sini terbatas sekitar nasikh dan mansukh pada hadis Kata an nasakh menurut bahasa mempunyai dua pengertian. illat hadis tidak termasuk dalam bahasa jarh sebab hadis yang majrub adalah hadis yanggugur dantidak dipakai. maka hadisnya disebut hadis ma’lul. dan pengetahuan yang cukup. Adapun yang dimaksud dengan Ilmu ‘Ilal Al-Hadis.seperti . Karena illat tersebut.” Abu Abdullah Al-Hakim An Nasution dalam kitabnya ma’rifah ulum alhadis menyebutkan bahwa ilmu ‘ilal al-hadis ialah ilmu yang berdiri sendiri. Al-Hakim menyebutkan bahwa dasar penetapan illat hadis adalah hapalan yang sempurna. dan hal-hal yang seperti itu. dan ta’dil. misalnya mengatakan muttasil terhadap hadis yang munqati. menyebut marfu’ terhadap hadis mauquf. Lebih jauh lagi. menurut ulama Muhaddisin adalah: َ ‫ث ةا َن ّهَمم ا‬ َ ْ ‫ة ةال‬ َ ْ ‫ب ةال‬ ُ ‫حي ْم‬ ِ ‫ث‬ ُ ‫ح‬ ِ ِ ‫ة‬ ِ ‫ض‬ ِ ‫غ ا‬ ِ ّ ‫في‬ ِ ‫خ‬ َ ‫ن‬ َ ‫م‬ َ ‫س‬ َ ْ ‫م ي َب‬ ْ ‫ن ةا ْل‬ ٌ ْ ‫عل‬ ِ ‫ب ا‬ ْ ‫مم‬ ِ ‫ع‬ ُ ْ ‫مو‬ ُ ‫ر‬ ‫ف‬ َ ْ ‫من‬ ْ َ‫ت‬ ِ ْ ‫حدِي‬ ِ ‫ح‬ ِ ‫ى‬ ٍ ْ‫قممو‬ َ ْ ‫ة ةال‬ ّ ‫ص‬ ُ َ ‫قد‬ َ ‫ع‬ َ ‫ع‬ ُ ‫ل‬ ْ َ‫ث ك َو‬ ِ ‫حف‬ ْ ‫م‬ ٍ ‫ص‬ ٍ ْ‫فممو‬ ٍ ِ ‫قط‬ َ ِ ‫ه ذ َل‬ َ ‫م ا‬ ‫ك‬ َ ْ ‫وَةا ِد‬ ٍ ْ ‫حدِي‬ ِ ْ ‫حدِي‬ َ ‫ى‬ َ ْ ‫ل ةال‬ َ َ ‫ش اب‬ َ َ‫ث و‬ ِ ‫ثف‬ ِ ‫خ ا‬ Artinya: “Ilmu yang membahas sebab-sebab yang tersembunyi yang dapat mencacatkan kesahihan hadis. memasukkan hadis ke dalam hadis lain. selain dari ilmu sahih dan dhaif. Illat hadis yang banyak terdapat pada hadisyang diriwayatkan oleh orang-orang mengandung illat tesembunyi. pemahaman yang mendalam.berarti sebab yang tersembunyi atau samara-samar yang dapat mencemarkan hadis.

’’ (QS. sebagaimana pendapat ulama ushul adalah. Tidaklah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. . Al Baqarah .                                                      َ ‫ل‬ َ ‫م ا‬ ّ ‫ع ةال‬ .(matahari menghilangkan bayangan) dan an naql (menyalin). dapat dijumpai dalam Al qur’an. ‫ه‬ ِ ‫ر‬ ِ ‫ر‬ ّ ‫ع‬ ُ ‫ع‬ ُ ْ‫رف‬ ُ ْ ‫خ عَن‬ ُ ‫ي‬ ً ْ ‫حك‬ َ َ ‫مت‬ ّ ‫ع‬ ْ ‫ش‬ ٍ ْ ‫ي ا ب ِد َل ِي‬ ْ ‫ش‬ َ ِ ِ‫ش ار‬ ٍ ‫رةا‬ Atinya ‘’Syari’ mengangkat (membatalkan) suatu hukum syara’ dengan menggunakan dalil syar’i yang datang kemudian.’’ Konsekuensi dari pengertian ini adalah bahwa menerangkan nash yang mujmal. Adapun yang dimaksud dengan ilmu nasikh wa al mansukh dalam hadis adalah.106) Adapun An Nasakh menurut istilah.lain dalam firman Allah SWT. menakhsiskan yang ‘am. antara . dan men taqyid kan yang mutlak tidaklah dikatakan nasakh. Surat Al Baqarah ayat 106                         {١٠٦ :‫ }البقرة‬   Artinya Ayat mana saja yang kami nasakhkan atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya. seperti (saya menyalin kitab) yang berarti saya dipindahkan pada kitab ّ ّ ‫س ةالظ‬ ّ ‫ت ةال‬ ‫ل‬ َ ‫س‬ ِ ‫خ‬ َ َ‫ن‬ ْ ‫ش‬ ُ ‫م‬ ‫ب‬ ْ ‫س‬ َ ِ ‫ت ةال ْك‬ َ ‫ت ا‬ َ َ‫ن‬ ُ ‫خ‬ menyalin isi suatu kitab untuk Pengetian An Nasakh menurut bahasa. kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding denganya.

” Adapun arti asbab menurut istilah adalah. ‫خ ا‬ ً ‫س‬ ّ ‫ت ت َأ‬ ً ْ ‫سو‬ ِ ‫ن ا‬ َ ‫ن‬ َ ‫ك ا‬ ُ ْ ‫من‬ َ َ ‫م اث َب‬ َ َ‫خ ا و‬ َ ُ ‫خ‬ “Ilmu yang membahas tentang hadis hadis yang berlawanan yang tidak dapat dipertemukan dengan ketetapan bahwa yang datang terdahulu disebut mansukh dan yang datang kemudian dinamakan nasikh. ‘’jalan menuju terbentuknya suatu hukum tanpa adanya pengaruh apapun dalam hukum itu.menurut uhli bahasa.’’ Kata wurud (sampai.’’ Ada juga yang mendefinisikan dengan.Artinya ‫ن‬ ِ ‫ث‬ ُ ‫ح‬ ِ ‫ض‬ ِ ْ ‫ح ادِي‬ َ ِ‫ع ار‬ َ َ ‫مت‬ َ َ ‫ن ةا ْل‬ َ ْ ‫ ي ي َب‬ ْ ُ‫ي ل َ ي‬ ُ ْ ‫ث ةال‬ ُ ْ ‫ةا َل ْعِل‬ ُ ِ ‫مك‬ َْ ِ ‫ة ةال ّت‬ ْ ِ‫م ةال ّذ‬ ِ ‫ع‬ ٌ ‫سم‬ ‫خ‬ َ ِ ‫حك ْمم‬ ُ ‫حي ْم‬ ِ ‫ن ا‬ َ ‫ه‬ ِ ْ‫ى ب َع‬ ِ ‫ه ا‬ ُ ْ ‫ث ةال‬ َ ‫ن‬ ُ ّ ‫ه ا ب ِمأن‬ ُ ْ ‫ةالت ّوْفِي‬ َ ‫ضم‬ َ َ ‫ق ب َي ْن‬ ْ ‫م‬ َ ‫علم‬ َ ٌ ْ ‫س مو‬ ‫ن‬ ‫ه ك َم‬ َ َ‫ت ت‬ ‫مم‬ َ َ ‫ه ا ةا ْل‬ َ َ‫و‬ ِ ْ‫ى ب َع‬ َ ‫م ا‬ ُ ْ ‫من‬ ُ ‫م‬ ُ ّ ‫قمد‬ َ ‫م ا ث َب َم‬ َ َ‫خ ف‬ َ ‫ه‬ ُ ّ ‫ر ب ِمأن‬ َ ‫ض‬ ِ َ ‫خم‬ َ ‫عل‬ َ ُ‫ره‬ . muncul) berarti.yang manurut lisan al-arab berarti saluran. ُ ‫م ا‬ ُ ‫رد‬ َ ْ ‫ةا َل‬ َ ْ‫ ي ي ُو‬ ْ ِ‫ء ةال ّذ‬ Artinya : “Air yang memancar atau yang mengalir.asbab diartikan dengan diartikan dengan al-habi (tali). yang artinya adalah “segala sesuatu yang menghubungkan satu benda dengan benda lainnya. َ ‫ى‬ ُ ‫ص‬ ّ ُ‫ك‬ َ ‫ل‬ ‫ه‬ ٍ ‫ي‬ ِ ِ ‫غ اي َت‬ ِ ِ‫ل ب‬ ّ َ‫ء ي َت َو‬ ْ ‫ش‬ ِ ‫ه‬ َ ‫إل‬ Artinya “Segala sesuatu yang mengantar pada tujuan.’’ .’’ 6. Ilmu Asbab Wurud Al-Hadia Kata asbab adalah bentuk jamak dari sabab.

Gharib Al Hadis Menurut ibnu shalah. Tentang suci dan menyucikan air laut. tidak semua hadis mempunyai asbab al wurud. . menjelaskan kemusykilan. yang dimaksud dengan gharib al hadis ialah. dan seterusnya. Hadis ini dituturkan oleh rasulullah SWT. Ke madinah. menunjukan perincian terhadap yang mujmal. mutlak atau muqqayyad. Ketika seorang sahabat yang sedang berada di tengah laut mendapatkan kesulitan untuk berwudhu. seperti sabda rasulullah SWT. makna yang dimaksud atau dikandung oleh suatu hadis dapat dipahami dengan mudah. baik berkaitan. sama halnya dengan urgensi asbab nuzul Al Qur’an terhadap al quran. antara lain dapat men taksis arti yang umum. yakni suatu ilmu yang membicarakan sebab sebab nabi Muhammad SWT. seperti halnya tidak semua ayat Al Quran memiliki asbab an nuzul nya. Maka dengan memahami asbab wurud al hadis ini. dan menunjukan illat suatu hukum. 7. Contoh lain adalah hadis tentang niat yang dituturkan berkenaan dengan peristiwa hijrahnya rasul SWT. Ini terlihat dari beberapa faedahnya. Menurut sabdanya dan saat beliau menuturkannya. As Suyuti merupakan pengertian asbab wurud al hadis dengan.Dalam pengertian yang lebih luas.’’ Dari pengertian asbab wurud al hadis seperti diatas. Namun demikian. yaitu ‘’laut itu suci airnya dan halal bangkainya’’.’’Sesuatu yang membatasi arti suatu hadis. dengan arti umum atau khusus. membatasi arti yang mutlak. Urgensi asbab wurud terhadap hadis sebagai salah satu jalan untuk memahami kandungan hadis. dapat dibawa pada pengertian ilmu asbab wurud al hadis. ‫ث‬ ُ ‫ر‬ ِ ِ ْ ‫ح ادِي‬ َ ْ ‫مع‬ ِ ِ‫ف ب‬ َ َ ‫ن ةا ْل‬ َ َ‫م اوَق‬ ُ ‫ى‬ َ ‫نى‬ َ ‫ه‬ ٌ ْ ‫عل‬ ِ ‫عف‬ ِ ْ‫مت ُو‬ َ ْ‫م ي ُع‬ . atau suatu arti yang dimaksud oleh sebuah hadis saat kemunculannya. Salah seorang yang ikut hijrah karena ingin menikahi wanita yang bernama Ummu Qais. dinasakhkan.

dan abu Al-Hasan bin ismail Al-Madini An-Nahawi (wafat 204 H). ada mensyarahkan secara khusus hadis hadis yang mengandung kata kata gharib. Di antara para ulama yang pertama kali menyusun hadis hadis yang gharib ialah abu ubaidah ma’mar bin masnat at tarmimi Al-bisri (wafat 210 H). 8. Bahkan. yaitu Ilmu at tashif dan ilmu at tahrif. Wapat ketika banyaknya bangsa bangsa yang bukan arab memeluk islam serta banyaknya orang yang kurang memahami istila atau lafal lafal tertentu yang gharib atau sukar dipahami. ilmu ini merupakan satu disiplin ilmu bernilai tinggi yang dapat membangkitkan semangat para ahli hapalan (huffaj). Para ulama berusaha menjelaskan apa yang dikandung oleh kata kata yang gharib itu dengan mensyarahkannya.Artinya: “Ilmu untuk mengetahui dan menerang kan makna yang terdapat pada lafallafal hadis dan jauh yang aulit dipahami karena(lafal-lafal tersebut)jarang digunakan. padahal yang sebenarnya adalah utbah bin An-Nazr. Ilmu At-Tashif Wa At-Tahrif Ilmu at-tashif wa at-tahrif adalah ilmu yang berusaha menerangkan hadishadis yang sudah diubah titik atau syakalnya (musahaf) dan bentuk nya (muharraf) Al-Hafizh ibnu hajar membagi ilmu ini menjadi dua bagian.adalah utbah ibn Al-Bazr. Hal ini karena dalam hapalan para ulama terkadang terjadi kesalahan bacaan dan pendengarannya yang diterima dari orang lain. Menurutnya.salah satu kitab terbaik yang ada sekarang ini adalah kitab Nihayah gharib Al-hadis. Dalam hadis ini . karya ibnu Al-Asir. Contohnya dalam suatu riwayat disebutkan bahwa salah seorang dari bani sulaimah yang meriwayatkan hadis sari nabi Muhammad SAW. Sebaliknya ibnu shalah dan pengikutnya menggabungkan kedua ilmu ini menjada satu ilmu.” Ilmu ini muncul ats para ulama setelah Rasulullah SAW.

terjadi perubahan sebutan An-Nazr menjadi Al-Bazr. begitu juga kemusykilan yang terlihat dalam suatu hadis dapat dihilangkan dan ditemukan hakikat dari kandungan hadis tersebut: Definisi lain menyebutkan sebagai berikut: Artinya: َ ‫ث ةال ّت ِى‬ ‫ث‬ َ‫ث ع‬ ُ ْ ‫حي‬ َ ‫ر‬ ُ ‫ح‬ ِ ِ ‫ض‬ َ ّ ‫ه ا ةالت‬ ِ ْ ‫ح ادِي‬ َ ‫ن‬ َ َ ‫ن ةا ْل‬ َ ْ ‫م ي َب‬ ٌ ْ ‫عل‬ ُ ُ‫ن اق‬ ْ ‫م‬ ُ ِ‫ظ اه‬ ْ ِ َ َ ‫م‬ ‫ه ا‬ ْ َ ‫م اب ِت‬ ‫م‬ َ ‫ص‬ ْ َ ‫و ب ِت‬ ِ ‫ع ا‬ ِ ‫خ‬ ِ َ ‫مط ْل‬ َ ْ ‫ن ةال‬ ُ ِ‫قي ِي ْد‬ ّ ِ ‫ه ا ةا‬ ْ ‫ج‬ ْ ِ ‫ةا‬ َ ‫م‬ َ ‫ق‬ َ َ ‫ع ب َي ْن‬ ْ ‫ه ا أ‬ ِ ‫ك ا‬ ِ ْ ‫صي‬ ِ َ َ‫أ‬ َ ِ ‫ر ذ َل‬ . Ilmu Mukhtalif Al-Hadis Ilmu mukhtalif al-hadis ialah: َ ‫ي‬ ‫ض‬ ‫مت َعَم‬ ‫رهَم‬ ‫حم‬ ُ ‫ح‬ ِ ْ ‫م ادِي‬ َ َ ‫ى ةا ْل‬ َ ْ ‫ ي ي َب‬ ُ ‫م ا‬ ُ ْ ‫ةا َل ْعِل‬ ٌ ِ‫م ار‬ ِ ‫ثف‬ ُ ِ‫ظ اه‬ ْ ‫ث ةال ّت ِم‬ ْ ِ‫م ةال ّذ‬ َ ‫ل تع ارض‬ ‫ث‬ ‫حم‬ ‫مم‬ ‫ق ب َي ْن َهَم‬ ُ ‫حم‬ ِ ْ ‫م ادِي‬ َ َ ‫ى ةا ْل‬ َ ْ ‫م ا ي َب‬ َ َ ‫م ا ك‬ ُ ‫ه ا أوْي ُوْفِم‬ ِ ‫ث فم‬ َ َ ُ َ َ ُ ْ ‫فَي ُزِي‬ َ ‫ل فَهمهم‬ ّ َ ‫شم‬ ْ ِ ‫ع ةا‬ ْ ُ‫ى ي‬ ‫ح‬ َ ‫ر‬ ُ ‫ضم‬ َ ْ‫ه ا وَي ُو‬ ُ َ‫ه ا فَي ُمد ْف‬ َ ُ ‫ك ال‬ َ َ‫و ت‬ َ َ ْ ُ ِ ‫شمك‬ َ ّ ‫ص مو‬ ْ ‫م ا أ‬ ْ ِ ‫ةالت‬ . dan lain-lain” . maka hadis-hadis yang tampaknya bertentangan itu sendiri . ‫ه ا‬ َ ْ ‫قي‬ ِ ‫ح‬ َ َ ُ ‫قت‬ Artinya : “Ilmu yang membahas tentang hadus-hadis yang menurut lahirnya saling bertentangan atau berlawanan agar pertentangan tersebut dapat dihilangan atau atau dikompromikan antara keduanya sebagaymana membahas hadis-hadis yang sulit dipahani isi atau kandungnnya. dengan menghilangkan kemusykilan atau kesulitannya serta menjelaskan hakikatnya.”6) Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa dengan menguasai ilmu mukhtalif al-hadis. ‫ك‬ ‫عل‬ ‫ه ا‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫ح‬ ‫و‬ َ ِ ِ َ ‫ح ادِث‬ َ ْ ‫ى ت َعَد ّدِ ةال‬ َ ْ َ ْ ِ ْ ‫ة أوْغَي‬ َ “Ilmu yang membahas tentang hadis-hadis yang menurut lahirnya saling bertentangan karena adanya kemungkinan dapat dikompromikan. 9. baik dengan cara men-taqyid terhadap hadis yang mutlak atau man-taksis terhadap yang umum atau dengan cara membawanya pada beberapa kejadian yang relepan dengan haddis.

. yang dimaksudkan oleh istilah-istilah di atas memiliki arti yang sama. dan ilmu ikhtilaf alhadis. Akan tetapi. dengan ilmu musykil al-hadis.Sebagian ulama manyamakan istilah ilmu mukhtalif al-hadis. ilmu talfiq al-hadis. ilmu takwil al-hadis.