1. Jelaskan pengertian filsafat !

Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa indonesia merupakan kata serapan dari bahasa arab‫ف ل س فة‬, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang "pencinta kebijaksanaan" atau "ilmu".

Kata filosofi yang dipungut dari bahas Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf". Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa "falsafah" itu kira-kira merupakan studi tentang arti dan berlakunya kepercayaan atau pengetahuan manusia pada sisi yang paling dasar dan universal. Studi ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. 2. Jelaskan pengertian filsafat pancasila ! Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya secara mendasar dan menyeluruh.P e m b a h a s a n f i l s a f a t d a p a t d i l a k u k a n s e c a r a d e d u k t i f , y a k n i d e n gan mencari hakikat Pancasila serta menganalisis dan menyusunnya secar a s i s t e m a t i s m e n j a d i k e u t u h a n pandangan yang komprehensif. Pembahasan filsafat dapat juga dilakukan secara induktif, yakni dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat, memrefleksikannya, dan menarik hati dan makna yang hakiki dari gejalagejala itu. Dengan demikian, kedua cara itu memberikan hasil yang dapat disajikan sebagai bahan-bahan yang sangat penting bagi penjabaran ideologi Pancasila. Ideologi Pancasila adalah keseluruhan prinsip normatif.yang berlaku bagi negara Republik Indonesia dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia. 4. dijiwai sila 1. Jelaskan yang dimaksud ! Dalam upaya untuk membahas dan memahami Pancasila sebagai jatidiri bangsa Indonesia. diliputi. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. Sebagai suatu system filsafat. mendasari dan menjiwai sila 2. Masalah yang kedua adalah menyangkut persoalan bangsa. Ada pihakpihak yang mengatakan bahwa dengan globalisasi ini berakhirlah peran dan kedudukan negara bangsa. Apakah bangsa Indonesia perlu tetap exist dalam menghadapi era globalisasi ini. dan mendasari dan menjiwai sila 4. Pertama-tama perlu difahami dan dibahas makna jatidiri. apakah pada era globalisasi ini masih pada tempatnya untuk membicarakan peran dan kedudukan bangsa dalam percaturan global yang berindikasi tak bermaknanya batas-batas antar negara. Apa kedudukan jatidiri bagi suatu bangsa. terdapat beberapa permasalahan mendasar yang memerlukan klarifikasi lebih dahulu. dan 5. 4.  Sila 5. dan Aksiologis. dan 5. sila-sila Pancasila memiliki kesatuan yang utuh dan bulat. 2. Prinsip dasar dan nilai dasar mana saja yang terdapat dalam Pancasila. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut. 3.  Sila 4. didasari. dan mendasari dan menjiwai sila 3. Adil. dan mendasari dan menjiwai sila 5. Rakyat. Bagaimana suatu bangsa yang tidak memiliki suatu jatidiri. apakah jatidiri itu. diliputi. yaitu sebagai kausa prima. 5. 2. diliputi.  Sila 3. Apakah Pancasila ini bukan hanya sekedar suatu rekayasa politik yang tidak memenuhi syarat bagi suatu jatidiri. didasari. meliputi. Ketiga bidang tersebut dapat diannggap mencakup kesemestaan. Benarkah Pancasila sebagai jatidiri bangsa Indonesia. melainkan juga bagi manusia pada umumnya. 4. agar memudahkan dalam usaha implementasinya dalam kehidupan nyata. Masalah ketiga adalah menyangkut Pancasila itu sendiri. 3.3. Membahas Pancasila sebagai filsafat berarti mengungkapkan konsep-konsep kebenaran Pancasila yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia. didasari. dijiwai sila 1. Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan Ontologis. 3. Manusia. Epistemologis. diliputi. yaitu unsur mutlak Negara.yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. Satu. yaitu makhluk individu dan makhluk social. harus bekerja sama dan gotong royong.4. 2.      . dijiwai sila 1.  Sila 2. Jelaskan dengan skema yang menggambarkan hal tersebut !  Sila 1. Inti sila-sila Pancasila meliputi: Tuhan. apakah suatu bangsa memerlukan jatidiri untuk melestarikan existensinya. didasari. dijiwai sila 1.

yang menjadi jatidiri individu dimaksud. tetapi pada hakikatnya selalu bersendi pada kualitas dasar yang telah mempribadi. Kualitas yang menggambarkan suatu jatidiri bersifat unik. seseorang tidak akan mudah terombang-ambing oleh gejolak yang menerpanya. khas. individu atau entitas. Jatidiri akan mempribadi dalam diri individu atau entitas yang akan selalu nampak dengan konsisten dalam sikap dan perilaku individu dalam menghadapi setiap permasalahan. yang mencerminkan pribadi individu atau entitas dimaksud. Kalau Pancasila memang merupakan jatidiri bangsa Indonesia. Dari uraian tersebut jelas bahwa jatidiri sangat diperlukan bagi seseorang dalam mencapai sukses dalam membawa dirinya. Jatidiri Jatidiri yang merupakan terjemahan identity adalah suatu kualitas yang menentukan suatu individu atau entitas. sehingga tidak mudah tergiur oleh rayuan yang menyesatkan. individu tidak secara otomatis mengadakan respons terhadap stimulus tersebut. dan menghormati jatidiri manusia merupakan suatu tindakan moral terpuji. Sehingga mendudukkan manusia sesuai dengan harkat dan martabat dengan setara. . khususnya negara-bangsa memerlukan jatidiri. Mengapa masih memerlukan sosialisasi. Adanya jatidiri pada suatu individu. Setiap organisme memiliki corak yang berbeda dalam mengadakan respons terhadap stimulus yang sama. B. dan kepercayaan diri. Meskipun diakui dalam perjalanan hidupnya suatu individu dalam menghadapi permasalahan mengalami perkembangan dan perubahan dalam mengadakan reaksi terhadap suatu permasalahan yang berulang. Timbul suatu pertanyaan. Hal ini disebabkan oleh jatidiri yang dimiliki setiap organisme.Masalah terakhir adalah bagaimana implementasi Pancasila ini dalam kehidupan yang nyata. seharusnya telah ada dalam kehidupan yang nyata dalam masyarakat. khususnya manusia. apakah suatu bangsa. meskipun dapat saja respons ini disadari atau tidak. memang merupakan karunia Tuhan. Ia memiliki harga diri. Dalam mengadakan reaksi terhadap suatu stimulus. sedemikian rupa sehingga diakui sebagai suatu pribadi yang membedakan dengan individu atau entitas yang lain. Dengan memiliki jatidiri dan menerapkan secara konsisten. Suatu bukti menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki ciri khusus secara fisik dalam bentuk sidik jari. tetapi organisme atau individu yang bersangkutan memberikan warna bagaimana respons yang akan diambilnya. Sehingga dianggap wajar dalam segi mental manusia juga memiliki ciri khusus yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lain. Untuk menjawab pertanyaan ini nampaknya perlu disepakati lebih dahulu apa yang dimaksud dengan negara-bangsa. dan DNA .

Sedangkan metafisika diartikan sebagai “that which comes after ‘physics’. Jelaskan ! ontologi. Cabang filsafat yang mempelajari tentang status realitas apakah nyata atau semu. dalam bahasa Inggris ‘ontology’. dengan menggunakan katagori-katagori seperti: ada atau menjadi. kesempurnaan. yang absolute. bentuk abadi. terikat dalam satu kesamaan sebagai manusia. dan benda-benda lain yang berbeda-beda dan terpisah-pisah. Beberapa karekteristik ontology seperti diungkapkan oleh Bagus. Perbedaan dan keterpisahan dari orangorang bernama Socrates. Apakah alam semesta iniberhakikat monistik atau pluralistic.5. yaitu yang satu.………. hakikat jenis dapat dipahami sebagai titik sifat abstrak tertinggi daripada sesuatu hal (an ultimate nature of a thing). Jadi. study mengenai hakikat jenis atau hakikat abstrak ini masuk kedalam bidang metafisika umum (general metaphisics) atau ontology. Ontologi adalah study tentang arti “ada” dan “berada”. ruang dan waktu. pembahasan tentang hakikat jenis ilmu pengetahuan berarti membahas ilmu pengetahuan secara ontologis. Plato. esensi atau eksistensi. dalam arti seharusnya ilmu pengetahuan itu tentang pluralistic atau monolistik? . dan sebagainya. sempurna. b. Pada titik abstrak tertinggi inilah segala macam perbedaan dan keterpisahan menyatu dalam subtansi dalam filsafat. aktualitas atau potensialitas. hakikat abstrak atau jenis menentukan kesatuan (kesamaan ) dari berbagai macam jenis. nyata atau penampakan. Manusia.. Lacey. berakar dari bahasa yunani ‘on’ berarti ada. antologi diartikan sebagai “a central part of metaphisics” (bagian sentral dari metafisika).………the study of nature in generla”. apakah pikiran itu nyata. menurut bentuknya yang paling abstrak. bentuk dan sifat hal-hal atau barang-barang yang berbeda-beda dan terpisah-pisah. dan sebagainya c. Dalam metafisika. Jadi.R. tumbuhan. dan apakah alam semesta ini merupakan kesungguhan (actual) atau kemungkinan (potency). perubahan. binatang. pada dasarnya dipersoalkan mengenai substansi atau hakikat alam semesta. tentang cirri-ciri esensial dari yang ada dalam dirinya sendirinya. Persoalannya adalah sejauh mana fakta perbedaan dan keterpisahan ilmu pengetahuan ini merupakan kesungguhan (actus) atau kemungkinan (potency).study umum mengenai alam). antologi adalah pemikiran mengenai yang ada dan keberadaan. Ontologi adalah cabang filsafat yang mencoba melukiskan hakikat terakhir yang ada. bersifat tetap atau berubah-ubah. Aristoteles dan sebagainya. Ontologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tata dan struktur realitas dalam arti seluas mungkin.. (hal yang hadir setelah fisika. Aspek ontologi Pancasila mengkaji tentang hakikat keberadaan Pancasila sebagai filsafat bangsa. Sedangkan ‘logos’ berarti pemikiran. Seperti telah diungkap diatas. dan keberadaan segala sesuatu yang mutlak bergantung kepada-nya. tyersatukan dengan kesamaan jenis sebagai makhluk. Oleh sebab itu. d. antara lain dapat disederhanakan sebagai berikut: a. dan ‘ontos’ berarti keberadaan. Selanjutnya menurut A.

antropologi. binatang. sifat dan dalam bentuk yang bagaimanapun. Disamping objek materi. yaitu . Berdasarkan kedua system tersebut. tetapi secara ontologios pemisahan atas perbedaan ilmu pengetahuan yang berbeda-beda berkonsekuensi negative berupa perilaku disorder (pengrusakan) terhadap realitas kehidupan . misalnya: melahirkan ilmu sejarah. tetap dalam satu system yang tak terpisahkan. persoalan yang sama. teoretis potensial dan konkret fungsional. Lebih dari itu. Dari objek materi manusia. baik “interdisipliner” maupun “multidisipliner”. Dari objek materi yang sama dapat menimbulkan cabangcabang ilmu pengetahuan yang plural dan berbeda-beda. secara ontologis masih ada pendekatan kualitatif. selanjutnya menentukan ruang lingkup study (scope of the study). pluralitas ilmu pengetahuan berhakikat satu. dan ilmu pendidikan dengan rantingrantingnya.dari keseluruhan segi itulah filsafat mempersoalakan nilai kebenaran hakiki objek materinay. yaitu aspek ontology ilmu pengetahuan dengan persoalan hakikat keberadaan pluralitas ilmu pengetahuan. Objek forma ini sering dipahami sebagai sudut atau titik pandang (point of view). pluralitas ilmu pengetahuan tidak tampak. Pada tingkat abstrak universal. Pada tingka ini yang menampak adalah ilmu pengetahuan itu satu dalam jenis. Interdisipliner artinya keterkaitan antar pluralitas ilmu pengetahuan dalam objek materi yang sama. objek materi yang dipelajari didalam pluralitas ilmu pengetahuan. tumbuh-tumbuhan dan zat kebendaan berada pada tingkat abstrak tertinggi yaitu dalam kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk. dan multidisipliner artinya keterkaitan antar pluralitas ilmu pengetahuan dalam objek materi yang berbeda. Seluruh objek materi pluralitas ilmu pengetahuan. psikologi. Kenyataan itu mendasari dan menentukan kesatuan pluralitas ilmu pengetahuan. berbeda-beda dan cenderung saling terpisah antara satu dengan yang lain. sosiologi. yaitu kebenaran universal yang berlaku bagi semua ilmu pengetahuan yang berbeda dalam jenis.disamping. Berdasarkan ruang lingkup studi inilah selanjutnya ilmu pengetahuan berkembang menjadi plural. Karena filsafat memandang suatu objek materi menurut seluruh segi atau sudut yang ada didalamnya. selanjutnya ilmu pengetahuan cenderung dikembangkan menjadi plural sesuai dengan jumlah dan jenis bagian yang ada didalam objek meteri. seperti manusia. sifat dan bentuknya didalam ilmu pengetahuan ‘filsafat’. Dengan kata lain. pendekatan kuantitatif menurut objek materi dan objek forma terhadap pemecahan masalah hakikat ilmu pengetahuan. bersifat monistik pada tingkat yang paling abstrak. dan matematika dengan ranting-rantingnya. perbedaan objek materi itu hanyalah bersifat aksidental. ilmu biologi. ilmu kimia. artinya secara metafisika umum. bukan substansial. Dari objek materi alam. perbedaan antar ilmu pengetahuan justru mendapatkan validitasnya. melahirkan ilmu fisika. keradaan ilmu pengetahuan juga lebih ditentukan oleh objek forma. yaitu dalam kesatuan objek materinya. Melalui pendekatan kualitatif. hakikat pluralitas ilmu pengetahuan menurut perbedaan objek forma itu tetap dalam kesatuan system. Bagaimanapun perbedaan objek materi. Jadi secara ontologis.Secara ontologis. dapat digolongkan kedalam tingkat-tingkat abstrak universal. bagi filsafat. Berdasarkan pada objek forma.

dan teori ilmu pengetahuan alam cenderung bersifat tetap. dan berfungsi sebagai sumber dari segala sumber kebenaran. Epistimologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal. kata atau teori. ilmu pengetahuan dituntut untuk memberikan kontribusi praktis secara langsung terhadap upaya reproduksi demi kelangsungan eksistensi kehidupan manusia \. Didalam causa prima inilah kebenaran universal tertinggi yang bersifat demikian. Epistimologi dapat juga diartikan sebagai teori pengetahuan yang benar (teori of knowledges). berpotensi labil dan cenderung berubah-ubah. Karena itu. maka meliputi pluralitas kebenaran. boleh jadi pluralitas ilmu pengetahuan masih berada dalam satu kesatuan system. karena perbedaan watak objek materi. sehingga membentuk tekhnologi yang siap memproduksi barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan manusia dan masyarakat. Objeck material epistimologi adalah pengetahuan . batas – batas.tak terpisahkan dalam substansi mutlak (causa prima). kebenaran teoretis potensial disusun dalam suatu system tekhnologis. struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. yang semata-mata bertujuan untuk memenuhi kebutuhan demi kelangsungan eksistensi kehidupan. Teori ilmu pengetahuan social. yaitu episteme dan logos. Dengan demikian epistimologi dapat diartikan sebagaipengetahuan sistematik mengenahi pengetahuan. 6. sebagai objek materi ilmu pengetahuan social. cenderung tidak dapat digunakan dalam rumpun ilmu pengetahuan alam. Bagaimana hubungannya dengan pengetahuan tentang Pancasila dari aspek epistemologi tersebut ! Secara etimologi. sumber pengetahuan asal mula pengetahuan. Filsafat pengetahuan (Epistimologi) merupakan salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan masalah hakikat pengetahuan. sedangkan badan-badan benda sebagai objek materi ilmu pengetahuan alam berpotensi stabil dan cenderung tetap. Epistomogi merupakan bagian dari filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan. pada tingkat praktis fungsional. Pada tingkat ini. Karena pada tingkat ini. Episteme berarti pengetahuan atau kebenaran dan logos berarti pikiran. metode. tersatukan dalam suatu system tekhnologi. pada tingkat teoreti potencial. teori ilmu pengetahuan social cenderung berubah-ubah menurut dinamika eksistensi kehidupan manusia dan masyarakat. F. sifat sifat dan kesahihan pengetahuan. tetapi tidak berlaku bagi banyak jenis ilmu pengetahuanyang berlainan rumpun. Istilah epistimologi dipakai pertama kali oleh J. sumber. Feriere untuk membedakannya dengan cabang filsafat lain yaitu ontologi (metafisika umum). Pada tingkat praktis fungsional ini. . Objek formal epistemologi adalah hakekat pengetahuan. pluralitas ilmu pengetahuan mulai tampak. pluralitas ilmu pengetahuan justru mendapatkan legalitas akademik. Aspek epistemologi Pancasila mengkaji tentang hakikat pengetahuan. Suatu teori berlaku bagi banyak jenis ilmu pengetahuan serumpun. epistemologi merupakan kata gabungan yang diangkat dari dua kata dalam bahasa Yunani. Selanjutnya. Kemudian. pluralitas dalam hal perbedaan dan keterpisahan ilmu pengetahuan. Manusia dan masyarakat. Pada tingkat teoretis.

e) Filsafat pengetahuan menjelaskan tentang ilmu pengetahuan kefilsafatan yang secara khusus akan memperoleh pengetahuan tentang hakikat pengetahuan. premis mayor.a) Logika Material adalah usaha menetapkan kebenaran dari suatu pemikiran di tinjau dari segi isinya. Sedangkan logika material bersangkutan dengan kebenaran material yang sering juga disebut sebagai kebenran autentik atau otentisitas isi pemikiran. sedangkan objek formalnya adalah hakikat pengetahuan itu. apabila logika formal yang biasanya disebut istilah’logika’ berusaha untuk menyelidiki dan menetapkan bentuk pemikiran yang masuk akal. silogisme. yaitu : analogi. Aspek ini membahas bagaimana cara kita mencari pengetahuan dan seperti apa pengetahuan tersebut. Epistimologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan. J. Aspek epistimologi merupakan aspek yang membahas tentang pengetahuan filsafat. dan premis minor. sumber pengetahuan. Abbas Hamami Mintarejo berpendapat bahwa epistemology adalah bagian filsafat atau cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahuan yang telah terjadi itu. . metode dan kesahihan pengetahuan. Lawannya adalah logika formal (menyelidiki bentuk pemikiran yang masuk akal). batas-batas dan berlakunya dari ilmu pengetahuan. Dengan demikian kriteriologia merupakan suatu cabang filsafat yang berusaha untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan berdasarkan ukuran tentang kebenaran.A. batas-batas. a) Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Jadi. d) Gnoseologia (gnosis= keilahian. c) Kritika Pengetahuan adalah pengatahuan yang berdasarkan tinjauan secara mendalam. berusaha menentukan suatu pikiran atau pengetahuan manusia.Niels Mulder menjelaskan bahwa epistimologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang watak. b) Kriteriologia berasal dari kata kriterium yang berarti ukuran. Maka dapat disimpulkan bahwa logika formal bersangkutan dengan masalah kebenaran formal sering disebut keabsahan (jalan) pemikiran.khususnya mengenai pengetahuan yang bersifat keilahian. sifat. logos= ilmu pengetahuan) adalah ilmu pengetahuan atau cabang filsafat yang berusaha untuk memperoleh pengetahuan mengenai hakikat pengetahuan. Ukuran yang dimaksud adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan tertentu. objek material epistimologi adalah pengetahuan. Dalam aspek epistemology ini terdapat beberapa logika. Dengan kata lain. yang konklusinya ditarik dari premis yang di sediakan sekaligus.maka logika material berusaha untuk menetapkan kebenaran dari suatu pemikiran yang ditinjau dari segi isinya. asal mula pengetahuan. b) Silogisme adalah penarikan kesimpulan konklusi secara deduktif tidak langsung. Apabila logika formal bersangkutan dengan bentuk-bentuk pemikiran. maka logika material bersangkutan dengan isi pemikiran.

Jelaskan ! Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai “keberhargaan” (worth) atau “kebaikan”(goodnes). perbuatan itu baik. Kalangan materialis memandang bahwa hakekat nilai yang tertinggi adalah nilai material.c) Premis mayor bersifat umum yang berisi tentang pengetahuan. sementara kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Selanjutnya aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. 7. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan subjek pemberi nilai yaitu manusia. . Sesuatu itu mengandung nilai. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. Namun dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokan pada dua macam sudut pandang. bunga itu indah. Aspek aksiologi Pancasila mengkaji tentang hakikat nilai-nilai Pancasila. kebenaran. Hal ini bersifat subjektif. Jadi nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian ( Frankena. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. misalnya. dan kepastian. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. yaitu: a) Rasionalisme :pentingnya akal yang menentukan hasil/keputusan b) Empirisme :realita kebenaran terletak pada benda kongrit yang dapat diindra karena ilmu atau pengalaman impiris. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat tergantung pada titik tolak dan sudut pandangnya masing-masing dalam menentukan pengertian nilai. 229). Adanya nilai itu karena adanya kenyataankenyataan lain sebagai pembawa nilai. Dalam epistemology dikenal 2 aliran. Dengan demikian maka nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. Di dalam Dictionary of sociology an related sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. d) Premis Minor bersifat spesifik yang berisi sebuah struktur berfikir dan dalil-dalilnya. namun juga terdapat pandangan bahwa pada hakekatnya sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri memang bernilai.

Kalau pengakuan. Disebut sistematis karena sila-sila dalam Pancasila tersusun dalam sebuah hierarki tertentu yang tidak dimiliki oleh ideologi negara lainnya. Adapun fungsi Pancasila sebagai norma hidup bernegara dan merupakan sistem filsafat. kemasyarakatan. Persekutuan hidup tersebut juga hanya akan dapat terbentuk jika ada persatuan. yang berpersatuan. kerakyatan. lalu Pancasila juga disebut menyeluruh. dan menyeluruh. tingkah laku dan perbuatan manusia Indonesia. Sebagai nilai dasar bernegara. penghargaan. yang berkemanusiaan. penerimaan atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. Pengakuan. UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan ini selanjutnya menjadi pedoman penyelenggaraan bernegara. mengakui. yang berkerakyatan dan yang berkeadilan sosial. persatuan. karena nilai-nilai Pancasila mencakup segala aspek kehidupan bermasyarakat. sesuai kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. tetapi memiliki kaitan satu sama lain. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. Jelaskan bagaimana kajian tentang filsafat Pancasila dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan ! Pancasila hadir sebagai filsafat Negara yang merupakan collective ideology(cita-cita bersama) dari seluruh bangsa Indonesia. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila(subcriber of values Pancasila). Hakikat sila pertama menunjukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang hidup bernegara dengan melakukan persekutuan hidup. Sebuah persekutuan hidup masyarakat tentu bertujuan untuk membentuk manusia yang berbudaya dan beradab. Diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional dari negara Indonesia memiliki konsekuensi logis untuk menerima dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai acuan pokok bagi pengaturan penyelenggaraan bernegara. dan kenegaraan. Hal ini diupayakan dengan menjabarkan nilai Pancasila tersebut ke dalam UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pancasila tentu memiliki peran sebagai dasar dan tolak ukur utama bangsa ini. 2000). tingkah laku dan perbuatan menusia dan bangsa Indonesia. Pemikiran filsafat mengenai nilai-nilai Pancasila ini tentunya diperlukan oleh sebuah negara yang merupakan masyarakat hukum (legal society). 8.Secara aksiologis. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersusun secara sistematis. artinya setiap sila tidak ada yang berdiri sendiri. Sebagai pendukung nilai. Nilai-nilai inilah yang mendasari kehidupan kebangsaan. kemanusiaan. bangsa Indonesia itulah yang menghargai. tingkah laku. Disebut fundamental. Hal ini merupakan hakikat dari sila kedua. fundamental. Sebagai filsafat. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. sesuai dengan hakikat sila . dan keadilan. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. dan perbuatan bangsa Indonesia. Pengertian Pancasila sebagai nilai pada hakikatnya merupakan suatu nilai (Kaelan. nilai Pancasila diwujudkan menjadi norma hidup bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah ketuhanan. karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai yang sangat mendasar.

dalam konteks pendidikan kewarganegaraan yang mengkaji mengenai tatanan hidup bermasyarakat dan nilai-nilai kerakyatan dalam suatu negara. Filsafat Pancasila telah membawa banyak perkembangan bagi bangsa ini. dapat terlahir rakyat bangsa dalam suatu wilayah tertentu. sesuai dengan hakikat sila kelima. . membuat Pancasila mampu memasuki segala aspek kehidupan bermasyarakat. sehingga terbentuklah nilai-nilai kerakyatan yang berkaitan dengan hakikat sila keempat. Hidup bermasyarakat sebagai rakyat bangsa tentu membutuhkan suatu prinsip keadilan yang menjamin persebaran hak dan kewajiban yang adil bagi masyarakat. Melalui perwujudan persekutuan hidup inilah.ketiga. Cakupan Pancasila yang sangat luas dengan kelima silanya. Sebagai kesimpulan. salah satunya adalah Pancasila telah menjaga kesatuan NKRI dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. filsafat Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi basis segala bentuk kehidupan bernegara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful