P. 1
POTENSI ENERGI LISTRIK BATU BARA (NAGAN RAYA, NAD)

POTENSI ENERGI LISTRIK BATU BARA (NAGAN RAYA, NAD)

|Views: 151|Likes:
Batubara adalah salah satu sumber energy yang penting bagi dunia yang digunakan sebagai pembangkit listrik hampir 40 % diseluruh dunia. Batubara telah memberikan perannya selama berabad-abad, tidak hanya membangkitkan listrik, namun juga merupakan bahan bakar utama bagi produksi baja dan semen, serta kegiatan industry lainnya.
Nanggroe Aceh Darussalam terutama kawasan Nagan Raya telah memanfaatkan sumber daya alam batubara sebagai energy listrik. Keterdapatan batubara dikawasan ini didukung oleh letak geografis dan informasi geologis yang ditemukan di Nagan Raya.
Batubara adalah salah satu sumber energy yang penting bagi dunia yang digunakan sebagai pembangkit listrik hampir 40 % diseluruh dunia. Batubara telah memberikan perannya selama berabad-abad, tidak hanya membangkitkan listrik, namun juga merupakan bahan bakar utama bagi produksi baja dan semen, serta kegiatan industry lainnya.
Nanggroe Aceh Darussalam terutama kawasan Nagan Raya telah memanfaatkan sumber daya alam batubara sebagai energy listrik. Keterdapatan batubara dikawasan ini didukung oleh letak geografis dan informasi geologis yang ditemukan di Nagan Raya.

More info:

Published by: Lia Fitria Rahmatillah on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

POTENSI ENERGI LISTRIK BATU BARA (NAGAN RAYA, NAD

)

DISUSUN OLEH: NAMA NIM : LIA FITRIA RAHMATILLAH : 1104107010008

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2012

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “ Potensi Energi Listrik Batubara (Nagan Raya, NAD)”. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, yaitu Bapak Asrillah, M.Sc dan tak lupa pula terima kasih kepada teman-teman serta keluarga yang telah memberikan dukungan kepada penulis. Apabila didapatkan kesalahan dalam tulisan ini, maka kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan.

Banda Aceh, 20 Juni 2012 Penulis

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Sistematika Penulisan BAB II BATUBARA DAN TEKNIK EKSPLORASI 2.1 Pengertian Batubara 2.2 Jenis dan Proses Terbentuknya Batubara 2.3 Keterdapatan Batubara di Nagan 2.4 Teknik Eksplorasi BAB III PEMANFAATAN 3.1 Pengkonversian Batubara Menjadi Energi Listrik di Nagan, NAD BAB IV PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

namun adapun tujuan lainnya yaitu:   Memahami proses pembentukan batubara Menngetahui proses konversi batubara menjadi energy listrik 1. serta kegiatan industry lainnya. Nanggroe Aceh Darussalam terutama kawasan Nagan Raya telah memanfaatkan sumber daya alam batubara sebagai energy listrik. Batubara telah memberikan perannya selama berabad-abad.1 Latar Belakang Batubara adalah salah satu sumber energy yang penting bagi dunia yang digunakan sebagai pembangkit listrik hampir 40 % diseluruh dunia. tidak hanya membangkitkan listrik.3 Sistematika Penulisan     Bab I Pendahuluan Bab II Batu Bara dan Teknik Eksplorasi Bab III Pemanfaatan Bab IV Penutup . 1. namun juga merupakan bahan bakar utama bagi produksi baja dan semen.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Tujuan Adapun tujuan utama dalam membuat karya ilmiah ini adalah tugas tambahan sebagai pengganti mid-term. Keterdapatan batubara dikawasan ini didukung oleh letak geografis dan informasi geologis yang ditemukan di Nagan Raya.

sehingga membentuk lapisan batu bara. Unsur utamanya terdiri dari oksigen. terbentuk dari endapan organic (sisa tumbuhan dari zaman prasejarah yang telah berubah bentuk yang awalnya berakululasi di rawa dan lahan gambut) dan terbentuk melalui proses pembatubaraan.BAB II BATUBARA DAN TEKNIK EKSPLORASI 2. 2. sub-bituminus. dan antrasit. bituminous. bersama dengan pergeseran kerak bumi (pergeseran tektonik) mengubur rawa dan gambut hingga ke kedalaman yang sangat dalam.1 Pengertian Batubara Batu bara adalah batuan sedimen yang dapat terbakar. Gambar 1. Proses pembentukan batubara . Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang telah terkonsolidasi antara strata batuan lainnya dan diubah oleh kombinasi pengaruh tekanan dan panas selama jutaan tahun. yaitu: lignit.2 Jenis dan Proses Terbentuknya Batubara Penimbunan lanau dan sedimen lainnya. dan carbon. Dengan penimbunan tersebut. Batubara dapat diklasifikasikan menurut tingkatan. material tumbuhan akan terkena suhu dan tekanan yang tinggi yang menyebabkan tumbuhan mengalami proses fisika dan kimiawi yang lama-kelamaan menghasilkan batubara. hydrogen.

Mutu dari setiap endapan batubara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan yang disebut sebagai „maturitas organik‟. seperti batubara muda dan sub-bitumen biasanya lebih lembut dengan materi yang lebih rapuh dan berwarna suram seperti tanah. ini adalah batu bara dengan jenis maturitas organic rendah.Pembentukan batubara dimulai sejak Carboniferous Period (periode pembentukan carbon) yang berlangsung antara 290-360 juta tahun yang lalu. Dalam kondisi yang tepat. Batubara muda yang mendapat pengaruh suhu dan tekanan secara terus menerus akan mengalami perubahan secara bertahap yang menambah maturitas organiknya dan mengubah batubara muda menjadi batubara sub-bitumen. Batubara muda memiliki tingkat kelembaban yang tinggi dan kandungan karbon yang rendah sehingga mengahasilkan kandungan energy yang rendah pula. Batubara dengan tingkat mutu yang rendah. Proses awalnya gambut berubah menjadi lignite (batu bara muda atau brown coal). peningkatan maturitas organic semakin tinggi dan terus berlangsung hingga membentuk antrasit. Perubahan secara kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batubara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam dan membentuk bitumen. Tingkat perubahan yang dialami batubara dari gambut menjadi antrasit disebut sebagai pengarangan yang memeiliki hubungan penting yang disebut tingkat mutu batubara. . Batu bara muda sedikit lembut dan warnanya bervariasi dari kecoklat-coklatan hingga hitam pekat.

Antrasit adalah batubara dengan mutu paling baik yang memiliki kandungan karbon dan energy lebih tinggi serta tingkat kelembaban lebih rendah. serta memiliki warna hitam cemerlang. . materi pembentuk batubara terdiri dari:  Alga Alga merupakan tumbuhan bersel satu dan hidup pada zaman pre-kambrium hingga ordovisium. Batubara yang memiliki mutu yang lebih tinggi memiliki kandungan karbon yang lebih banyak.  Silofita Silofita merupakan tumbuhan turunan dari alga yang hidup pada zaman silur hingga devon tengah. Gambar 2. Hasil endapan batubara pada zaman ini sangat sedikit. Jenis-jenis batubara dari gambut hingga antrasit Menurut Diessel. tingkat kelembabannya lebih rendah dan menghasilkan energy yang lebih banyak. Endapan batubara sedikit ditemukan pada zaman ini.Batubara dengan mutu yang lebih tinggi umumnya lebih keras dan kuat.

Buah yang menutupi biji. jantan dan betina dalam satu bunga. kualitasnya lebih baik karena kadar abunya relative kecil. Pteridofita Pteridofita merupakan tumbuhan tanpa bungan dan biji yang terdapat pada zaman defon atas hingga karbon atas. Tumbuhan ini hidup dari zaman kapur atas hingga kini.  Teori Drift Teori ini menyebutkan bahwa bahan-bahan pembentuk lapisan batubara terjadi ditempat yang berbeda dengan tempat tumbuhan semula hidup dan . Dengan demikian. Untuk menjelaskan tempat terbentuknya batubara dikenal dua macam teori. Jenis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran luas dan merata. belum mengetahui proses transportasi segera tertutup oleh lapisan sedimen dan mengalami proses coalification.  Gimnospermae Gimnospermae merupakan tumbuhan heteroseksual yang hidup pada zaman Permian hingga kapur tengah. yaitu:  Teori Insitu Teori ini mengatakan bahwa bahan-bahan pembentuk lapisna batubara terbentuk ditempat dimana tumbuh-tumbuhan asal itu berada.  Angiospermae Angiospermae merupakan jenis tumbuhan modern. maka setelah tumbuhan tersebut mati.

berkembang. . posisi geotektonik merupakan factor yang dominan. karena banyak mengandung material pengotor yang terangkut bersama selama proses pengangkutan dari tempat asal tanaman ke tempat sedimentasi. Jenis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran ayng tidak luas.  Topografi (morfologi) Morfologi dari cekungan pada saat pembentukan gambut sangat penting karena menentukan penyebaaran rawa-rawa dimana batubara tersebut terbentuk. Posisi ini akan mempengaruhi iklim local dan morfologi cekungan pengendapan batubara maupun kecepatan penurunannya. Kualitasnya kurang baik. tetapi dijumpai dibeberapa tempat. Dengan demikian tumbuhan yang sudah mati diangkut oleh media air dan berakumulasi disuatu tempat yang tertutup oleh batuan sedimen dan mengalami proses coalification. Dalam pembentukan cekungan batubara. Factor yang mempengaruhi pembentukan batubara adalah:  Posisi geotektonik Posisi geotektonik adalah suatu tempat yang keberadaannya dipengaruhi oleh gaya-gaya tektonik lempeng. Pada fase terakhir. Topografi mungkin mempunyai efek yang terbatas terhadap iklim dan keadaannya bergantung pada posisi geotektonik. posisi geotektonik mempengaruhi proses metamorfosa organic dan struktur dari lapangan batubara melalui masa sejarah setelah pengendapan akhir.

 Umur geologi Proses geologi menentukan berkembangnya evolusi kehidupan berbagai macam tumbuhan. Semakin tua umur batuan. Iklim Kelembaban memegang peranan penting dalam pembentukan batubara dan merupakan factor pengontrol pertumbuhan flaura. Dalam masa perkembangan geologi secara tidak langsung membahas sejarah pengendapan batubara dan metamorfosa organic. Disamping itu. sehingga terbentuk batubara yang bermutu tinggi. Iklim tergantung pada posisi geografi dan geotektonik.  Penurunan Penurunan cekungan batubara dipengaruhi oleh gaya-gaya tektonik. Hal ini menyebabkan adanya infiltrasi material dan mineral yang mempengarhui mutu dari batubara yang terbentuk. factor erosi akan merusak semua bagian dari endapan batubara. Jika penurunan dan pengendapan gambut seimbang akan dihasilkan endapan betubara yang tebal. maka semakin dalam penimbunan yang terjadi.  Tumbuhan Flora merupakan unsur utama pembentuk batubara. Tetapi pada batubara yang mempunyai umur geologi yang lebih tua selalu ada resiko mengalami deformasi tektonik yang membentuk struktur pelipatan atau patahan pada lapisan batubara. Pergantian transgresi dan regresi mempengaruhi pertumbuhan flaura dan pengendapannya. Pertumbuhan dari flora terakumulasi pada suatu lingkungan dan zona fisografi dengan iklim dan .

Mulai dari Paleozoic hingga Devon pertama sekali terbentuk lapisan batubara di daerah lagon yang dangkal. sisa tumbuhan akan mengalami perubahan secara fisik dan kimiawi. Kecepatan pertumbuhan gambut bergantung pada kecepatan perkembangan tumbuhan dan proses pembusukan. Bila tumbuhan tertutup oleh air dengan cepat. Bila tumbuhan yang telah mati terlalu lama berada di udara terbuka. . Flora merupakan factor penentu terbentuknya berbagai tipe batubara. tetapi terjadi proses desintegrasi atau penguraian oleh mikrobiologi. Evolusi dari kehidupan menciptakan kondisi yang berbeda selama masa sejarah geologi.topografi tertentu. Hutan tumbuh dengan subur selama masa Karbon. Setelah tumbuhan mati.  Dekomposisi Dekomposisi flora yang merupakan bagian dari transformasi biokimia dari organic merupakan titik awal untuk seluruh alterasi. maka akan terhindar oleh proses pembusukan. Dalam pertumbuhan gambut. maka kecepatan pembusukan gambut akan berkurang sehingga hanya bagian keras saja tertinggal yang menyulitkan penguraian oleh mikribiologi. Periode ini merupakan titik awal dari pertumbuhan flora secara besar-besaran dalam waktu singkat pada setiap kontinen. proses degradasi biokimia lebih berperan. Pada masa tersier merupakan perkembangan yang sangat luas dari berbagai jenis tanaman. Proses pembusukan akan terjadi oleh kerja mikrobiologi (bakteri anaerob).

Disamping itu adanya erosi yang intensif menyebabkan bantuk lapisan batubara tidak menerus. persesaran. . Di samping itu sejarah geologi endapan batubara bertanggung jawab terhadap terbentuknya struktur cekungan batubara. Selama proses ini terjadi pengurangan air lembab. Pada tingkat ini proses degradasi biokimia tidak berperan lagi tetapi lebih didominasi oleh proses dinamokimia. Tekanan dapat disebabkan oleh lapisan sedimen penutup yang sangat tebal atau karena tektonik.  Struktur cekungan batubara Terbentuknya batubara pada cekungan. umumnya mengalami deformasi oleh gaya tektonik yang menghasilkan lapisan batubara dengan bentukbentuk tertentu. berupa perlipatan. Secara singkat terjadi proses geokimia dan metamorfosa organic setelah pengendapan gambut. belerang dan kandungan abu. Sejarah sesudah pengendapan Searah cekungan batubara secara luas bergantung pada posisi geotektonik yang mempengaruhi perkembangan batubara dan cekungan batubara. oksigen dan zat terbang serta bertambahnya prosentas karbon pada. Proses ini menyebabkan terjadninya perubahan gambut menjadi batubara dalam berbagai mutu. intrusi magmatic dan sebagainya.  Metamorfosa organic Tingkat kedua dalam pembentukan batubara adalah penimbunan atau pengaburan oleh sedimen baru.

yaitu:  Bentuk Horse Back Bentuk ini dicirikan oleh perlapisan batubara dan batuan yang menutup melengkung kearah atas akibat gaya kompresi. Pada umumnya dasar dari lapisan batubara merupakan batuan yang plastis. proses sedimentasi. Mengetahui bentuk lapisan batubara sangat menentukan dalam menghitung cadangan dan merencanakan cara penambangannya. dan optiknya. Bentuk cekungan. . sedangkan di atas lapisan batubara secara setempat ditutupi oleh batupasir yang secara lateral merupakan pengisian suatu alur. fisik.  Bentuk Pinch Bentuk ini dicirikan oleh perlapisan yang menipis dibagian tengah. Bentukan ini terjadi apabila pada satu seri deposit batubara mengalami patahan. Proses ini akan dapat mengubah gambut menjadi batubara sesuai dengan perubahan sifat kimia. kemudian pada bidang patahan yang merupakan rekahan terbuka terisi oleh material lempung ataupun pasir.  Bentuk Clay Vein Bentuk itu terjadi apabila di antara dua bagian deposit batubara terdapat urat lempung. misalnya batu lempung. Beberapa bentuk lapisan batubara. Ketebalan kearah lateral lapisan batubara kemungkinan sama ataupun menjadi lebih kecil atau menipis. proses geologi selama dan sesudah proses pembentukan batubara akan menentukan bentuk lapisan batubara.Hal ini menyebabkan bertambahnya tekanan dan percepatan proses metamorfosa organic.

1 Ditinjau dari Posisi Geografis Kabupaten Nagan Raya (seunagan) ibu kotanya adalah Suka Makmue. kabupaten Nagan Raya terletak pada posisi koordinat 030 40‟ .372 hektar).  Bentuk Fold Bentuk ini terjadi apabila di daerah di mana deposit batubara mengalami perlipatan. 2. Dalam melakukan eksplorasi batubara di daerah tersebut juga terjadi patahan harus dilakukan dengan tingkat ketilitian yang tinggi.960 48‟ Bujur Timur dengan luas wilayah 3. akibat adanya perpindahan perlapisan akibat pergeseran kearah vertical. Makin intensif gaya yang bekerja pembentuk perlipatan akan makin komplek. . Keadaan ini akan mengacaukan di dalam perhitungan cadangan.363.3. Dalam melakukan eksplorasi batubara di daerah yang banyak gejala patahan harus dilakukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.72 km2 (336. NAD 2. Secara geografis.  Bentuk Fault Bentuk ini terjadi apabila di daerah di mana deposit batubara mengalami beberapa seri patahan.040 38‟ Lintang Utara dan 960 11‟ .3 Keterdapatan Batubara di Nagan. Bentuk Burriedd Hill Bentuk ini terjadi apabila di daerah di mana batubara semula terbentuk terdapat suatu kulminasi sehingga lapisan batubara seperti “terintrusi”.

namun kurangnya informasi yang didapat untuk tinjauan informasi geologi ini dibutuhkan kajian ulang terhadap lokasi tersebut.3. yaitu lempeng Eurasia dan Indo-Australia yang dilalui oleh system sesar Sumatera dengan struktur-struktur aktif. .794.2. Keadaan ini mengakibatkan munculnya zona-zona mineralisasi disepanjang system sesar sumatera. Berdasarkan informasi didapatkan bahwa kabupaten Nagan Raya mempunyai lahan gambut yang menghasilkan cadangan batubara sebesar 100.2 Ditinjau dari Informasi Geologi Secara geologi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terletak pada pertemuan dua lempeng.317 ton.

Hasil penyelidikan seismic menunjukkan adanya beberapa reflector sebagai pantulan dari kontak lapisan batuan. 2. Struktur patahan dicirikan oleh adanya diskontinuiti .4 Teknik Eksplorasi Batubara Dalam eksplorasi endapan batubara. Perlipatan lapisan batuan dapat Nampak jelas dengan kemiringan tertentu. struktur geologi yang mempengaruhi terhadap kontinuitas penyebaran batubara dan instrusi batuan yang mempengaruhi terhadap kualitas batubara. Penyelidikan geofisika untuk eksplorasi batubara digunakan metode seismic refleksi.Gambar 3. metode geofisika sangat membantu dalam menentukan batas-batas suatu cekungan sedimentasi yang berkaitan dengan pengendapan batubara. Peta Lokasi Asumsi yang dapat dijelaskan adalah di lokasi tempat adanya batubara (resevoir) terjadi proses geotektonik hingga proses metamorfosa organic dan ditemukan lahan gambut dan rawa-rawa yang mendukung pembentukan batubara serta terjadi proses pembatubaraan.

Tahap penyelidikan tersebut menentukan tingkat keyakinan geologi dan kelas sumber daya batubara yang dihasilkan.reflector atau offset lapisan batuan. . 1. metode tidak langsung lainnya. prospeksi. serta inspeksi lapangan pendahuluan yang menggunakan peta dasar dengan skala sekurang-kurangnya 1 : 100. Untuk melokalisir daerah atau lokasi intrusi yang berkaitan dengan penyebaran antrasit dapat dilakukan dengan metode magnet. kuantitas. studi geologi regional. Kegiatannya. Tujuan penyelidikan geologi ini adalah untuk mengidentifikasi keterdapatan. antara lain. Survei Tinjau (Reconnaissance) Survei tinjau merupakan tahap eksplorasi batu bara yang paling awal dengan tujuan mengidentifikasi daerah-daerah yang secara geologis mengandung endapan batubara yang berpotensi untuk diselidiki lebih lanjut serta mengumpulkan informasi tentang kondisi geografi. penafsiran penginderaan jauh. ukuran. Hasil dari metode ini diperoleh kontur yang menggambarkan distribusi susceptibility batuan dibawah permukaan pada arah horizontal. serta kualitas suatu endapan batu bara sebagai dasar analisis atau kajian kemungkinan dilakukannya investasi. System pengendapan atau lingkungan pengendapan dapat diperkirakan dari pola reflector yang dihasilkan. Eksplorasi batu bara umumnya dilaksanakan melalui empat tahap yaitu: survei tinjau. Untuk memperoleh informasi tentang ketebalan maka digunakan metode resistivity. eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi rinci. Metode geomagnet digunakan untuk menyelidiki kondisi permukaan bumi dengan memanfaatkan sifat kemagnetan bumi. dan kesampaian daerah.000. keberadaan. tata guna lahan. bentuk. sebaran.

seperti penyelidikan geofisika. tetapi untuk memperoleh berbagai data lain. di antaranya. . pemetaan geologi dengan skala minimal 1:50. 2. pemboran uji (scout drilling). Hal ini juga mengkompensasi berbagai masalah yang tidak terhindar apabila hanya dilakukan pengeboran. terutama lapisan batubara atau sequence rinci dari lapisan batubara termasuk parting dan lain lain. Kemudian akan berlanjut kepada teknik eksplorasi yang lebih tinggi menggunakan mesin dan peralatan yang spesifik. pembuatan paritan.000. pertama dilakukan survei formasi cool-bearing yang terbuka secara alami dan beberapa pengeboran untuk mengetahui kedalaman dari lapisan batubara kearah kemiringan dengan maksud memastikan deposit batubara yang potensial.Pada tahap survei awal. ketebalan dan kualitas lapisn batubara. dan sifat geomekanik batuan yang menyertai penambahan batubara. Logging geofisik berkembang dalam ekplorasi minyak bumi untuk analisa kondisi geologi dan reservior minyak. Logging geofisik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi. yaitu pengecekan kedalaman sesungguhnya dari lapisan penting. seperti kedalaman. pembuatan sumuran. pencontohan dan analisis. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini. Prospeksi (Prospecting) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk membatasi daerah sebaran endapan yang akan menjadi sasaran eksplorasi selanjutnya. Metode tidak langsung. pengukuran penampang stratigrafi. dapat dilaksanakan apabila dianggap perlu.

Pengkajian awal geoteknik dan geohidrologi mulai dapat dilakukan. dan geoteknik. pemboran. dan pencontohan yang andal.000. Kegiatan yang harus dilakukan adalah pemetaan geologi dan topografi dengan skala minimal 1:2. Kegiatan yang dilakukan antara lain.3. . METODE GEOFISIKA BATUBARA Seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka hadirlah survey geofisika tahanan jenis yang merupakan suatu metode yang dapat memberikan gambaran susunan dan kedalaman lapisan batuan dengan mengukur sifat kelistrikan batuan. pemetaan topografi. pemetaan geologi dengan skala minimal 1:10. penampangan (logging) geofisika.000. pemboran dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya. pengkajian geohidrologi. Loke (1999) mengungkapkan bahwa survey geofisika tahanan jenis dapat menghasilkan informasi perubahan variasi harga resistivitas baik arah lateral maupun arah vertical. batubara dan lainnya yang dipandang perlu sebagai bahan pengkajian lingkungan yang berkaitan denqan rencana kegiatan penambangan. penarnpangan (logging) geofisika. Pada tahap ini perlu dilakukan pencontohan batuan. 4. dan pencontohan yang dilakukan dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya. Eksplorasi Pendahuluan (Preliminary Exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta gambaran awal bentuk tiga-dimensi endapan batu bara. pembuatan sumuran/paritan uji. Eksplorasi Rinci (Detailed Exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas clan kualitas serta bentuk tiga-dimensi endapan batu bara.

Dari sekian banyak prinsip logging yang ada. yang paling sering digunakan adalah resistansi listrik. Untuk eksplorasi batubara. seperti kedalaman. Logging geofisik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi. logging densitas adalah yang paling efektif dan kombinasi logging densitas dan sinar gama adalah yang direkomendasi untuk menentukan sifat geologi sekitar lapisan batubara. kecepatan gelombang elastis dan radioaktif. dan sifat geomekanik batuan yang menyrtai penambahan batubara. tetapi untuk memperoleh berbagai data lain. untuk melakukan . METODE PENAMBANGAN BATUBARA Metode Room And Pillar Ini adalah metode penambangan batubara yang menetapkan suatu panel atau blok penambangan tertentu.Metode ini memberikan injeksi listrik kedalam bumi. ketebalan dan kualitas lapisn batubara. dari injeksi tersebut maka akan mengakibatkan medan potensial sehingga yang terukur adalah besarnya kuat arus (I) dan potensial (∆V). kemudian menggali maju dua sistem (jalur) terowongan. LOGGING GEOFISIK (GEOPHYSICAL WELL LOGGING) Logging geofisik berkembang dalam ekplorasi minyak bumi untuk analisa kondisi geologi dan reservior minyak. masing-masing melintang dan memanjang. Setiap logging mempunyai keistimewaannya masing-masing. dengan menggunakan survey ini maka dapat memudahkan para geologist dalam melakukan interpretasi keberadaan cebakancebakan batubara dengan biaya eksplorasi yang relatif murah. oleh karena itu lebih baik melakukan kombinasi logging untuk analisa menyeluruh.

Hingga batas-batas tertentu. Metode penambangan ini terdiri dari metode penambangan batubara yang hanya melalui penggalian maju terowongan. misalnya penambangan bagian dangkal di bawah dasar laut. Selain itu. apabila jaringan terowongan yang digali tersebut telah mencapai batas maksimum blok penambangan. Keunggulan metode penambangan batubara sistem room dan pilar : 1. pada blok yang tidak cocok ditambang semua. Mampu menambang blok yang tersisa oleh penambang sistem lorong panjang. Dapat melakukan penambangan suatu blok yang berkaitan dengan perlindungan permukaan (seperti perlindungan bangunan terhadap penurunan permukaan tanah). keberadaan patahan serta sifat dan kondisi lantai dan atap. 3. Lingkup penyesuaian terhadap kondisi alam penambangan lebih luas dibanding dengan sistem lorong panjang yang dimekanisasi.penambangan batubara dengan pembagian pilar batubara. dapat menyesuaikan terhadap variasi kemiringan (kecuali lapisan yang sangat curam). tebal tipisnya lapisan batubara. dan metode penambangan secara berurutan terhadap pilar batubara yang diblok mulai dari yang terdalam. 2. 5. cukup efektif unyuk menaikkan recovery sedapatnya. 4. Kondisi yang menghasilkan efisiensi tinggi metode ini telah dijelaskan. misalnya karena adanya patahan. .

Ada batas maksimum penambangan bagian dalam. Karena dapat memusatkan permuka kerja. Recovery penambangan batubara yang sangat buruk. panjang terowongan yang dirawat terhadap jumlah produksi batubara menjadi pendek. karena dapat berproduksi besar di satu permuka kerja. 4. 3. Permukaan kerja dapat dipusatkan. (sekitar enam puluh sampai tujuh puluh persen). 2. apabila kemiringan landai. seperti atap ambruk. Karena banyak batubara yang disisakan. Metode Longwall Metode penambangan ini adalah metode penambangan batubara yang digunakan secara luas pada penambangan bawah tanah. yang antara lain disebabkan oleh peningkatan tekanan bumi (batasnya sekitar lima ratus meter di bawah permukaan bumi). karena menambang sebagian besar batubara. . Bila dibandingkan dengan metode penambangan batubara sistem lorong panjang. akan meninggalkan masalah dari segi keamanan untuk penerapan di lapisan batubara yang mudah mengalami terbakar. 2. 4. mekanisasi penambangan. transportasi dan penyanggaan menjadi mudah. Recoverynya tinggi. sehingga dapat meningkatkan efisiensi penambangan batubara.Kelemahan metode penambangan batubara sistem ruang dan pilar : 1. 3. banyak terjadi kecelakaan. Ciri-ciri metode penambangan batubara sistem longwall: 1. Pada umumnya.

pemotongan batubara menjadi mudah. Kedalaman permukaan batu bara bervariasi di kedalaman 100-350m. perbedaan-perbedaan yang ada bahkan dalam satu tambang dapat mengarah pada digunakannya kedua metode penambangan tersebut. Lebih dari 75% endapan batu bara dapat diambil dari panil batu bara yang dapat memanjang sejauh 3 km pada lapisan batu bara. Pemilihan teknik penambangan ditentukan oleh kondisi tapaknya namun selalu didasari oleh pertimbangan ekonomisnya. Penyangga yang dapat bergerak maju secara otomatis dan digerakkan secara hidrolik sementara menyangga atap tambang selama pengambilan batu bara. 7. tambang room and pillar dapat mulai memproduksi batu bara jauh lebih cepat. 6. Menguntungkan dari segi keamanan. . Setelah batu bara diambil dari daerah tersebut. Keuntungan utama dari tambang room and pillar daripada tambang longwall adalah. karena ventilasinya mudah dan swabakar yang timbul juga sedikit. Karena dapat memanfaatkan tekanan bumi. atap tambang dibiarkan ambruk. Tambang longwall harus dilakukan dengan membuat perencanaan yang hati-hati untuk memastikan adanya geologi yang mendukung sebelum dimulai kegiatan penambangan.5. Apabila terjadi hal-hal seperti keruntuhan permuka kerja dan kerusakan mesin. dengan menggunakan peralatan bergerak dengan biaya kurang dari 5 juta dolar (peralatan tambang longwall dapat mencapai 50 juta dolar). penurunan produksi batubaranya besar.

5mm.4mm – 7.4mm. Ukuran 3.  Hidrosiklon : Pemisahan pada alat yang berbentuk kerucut. sedangkan yang berat dialirkan kesamping. frother. Washer : Batubara kotor dialirkan dalam suatu aliran air dalam lounder. Modifier dengan adanya gelembung udara batubara dapat dipisahkan dari pengotornya. Dapat mengurangi jumlah pirit dan batubara halus dapat juga terambil.15mm – 6. Sedangkan proses pencucian batubara secara fisik yaitu :  Jigging : Pulsasi air menyebabkan batubara membentuk stratigrafi (batubara bersih akan berada diatas).  Meja Goyang : Partikel yang ringan akan jatuh kebawah.Metode Shortwall Metode ini merupakan penggabungan dari metode room and pillar dan metode longwall.6mm kebawah. Ukuran partikel 3mm kebawah. Ukuran partikel 0. . Partikel berukuran 7. mejagoyang.6mm. dan flotasi.  Flotasi : Dengan bantuan Collector. Proses Pencucian Batubara Alat – alat yang dipakai dalam pencucian batubara antara lain : ayakan. Material dipengaruhialiran air keatas dan gaya sentrifugal. partikel berat (pengotor) akan mengendap sedang batubara akan mengapung dan terbawa aliran air. baum jig.   Humphrey Spiral : Alatnya berbentuk spiral. Ukuran partikel 0.

Dalam pencucian Batubara ukuran memegang peranan penting. . ada keterkaitan antara ukuran dan metode pencucian. Apabila ukuran tidak sesuai maka proses pencucian tidak akan optimal.

serbuk batubara ditiup kan kedalam ruang bakar ketel dan serbuk batubara tersebut dibakar pada suhu yang tinggi. Listrik dihasilkan pada saat kumparan tersebut berputar dengan cepat dalam suatu medan magnetic yang kuat.BAB III PEMANFAATAN Pemanfaatan batubara yang ditinjau dalam bab ini merupakan pemanfaatan dalam bentuk energy. Kini. . Uap mendorong bilah-bilah tersebut sehingga poros turbin berputar dengan kecepatan yang tinggi. digunakan dipembangkit listrik untuk mengalirkan listrik. Dalam system pulverized coal combustion (PCC) pembakaran serbuk batubara ini. Uap yang bertekanan tinggi disalurkan kedalam suatu turbin yang memiliki ribuan bilah baling-baling. Pembangkit listrik konvensional yang pertama menggunakan batubara bongkahan yang dibakar diatas rangka bakar dalam ketel untuk menghasilkan uap. Satu pembangkit listrik terpasang disalah satu ujung poros turbin dan terdiri dari kumparan kabel terbuka. batubara digiling terlebih dahulu menjadi bubuk halus yang dapat meningkatkan area permukaan dan memungkinkan untuk terbakar secara lebih cepat. Setelah melewati turbin. Gas panas dan energy panas yang dihasilkan mengubah air dalam tabung ketel menjadi uap. uap menjadi terkondensasi dan kembali ke ketel untuk dipanaskan sekali lagi. Batu bara ketel uap (batubara termal).

karena krisis lilstrik seperti yang dialami Aceh saat ini menyebabkan produktivitas masyarakatnya dalam memproduksi barang dan jasa menjadi terhambat. tepatnya kabupaten Nagan Raya yang merupakan bagian dari proyek pembangunan 10. . krisis listrik yang dialami masyarakat Aceh masih belum teratasi. kebutuhan energy listrik di Aceh mencapai 225 MW dan akan menjadi 255 untuk 10 tahun mendatang.1 Pengkonversian Batubara Menjadi Energi Listrik di Kabupaten Nagan Raya.Gambar 4. Kondisi semacam ini tentu saja akan menghambat investasi di Aceh.000 MW dari PLN dan dibangun oleh Synohydro Coorporation Ltd. Ketergantungan terhadap listrik memang sangat besar. NAD Sampai saat ini. Proses mengubah batubara menjadi energy listrik 3. tanpa tersedianya tenaga listrik. Saat ini. Sebab bagaimana mungkin industry dapat tumbuh. Saat ini sedang dilaksanakn megaproyek yaitu pembangunan PLTU dengan kapasitas 2x110 MW di pantai Barat Aceh. Ketergantungan inilah yang menyebabkan energy listrik menjadi salah satu penentu utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada PLTU. PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap ini nantinya akan menggunakan batubara sebagi bahan bakarnya. karena selain berpengaruh pada efisiensi pembangkitan. juga dapat menurunkan biaya pembangkitan. Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki p otensi batubara yang cukup besar. sehingga desain PLTU sebisa mungkin sesuia dengan spesifikasi batubara yang akan digunakan. memiliki lebih dari 400 juta ton cadangan terukur (measure resources). Secara umum boiler PLTU ada dua tipe yaitu PC (pulverized Combustion) dan boiler CFB (circulating fluidized bed) untuk PLTU dengan boiler PC akan lebih sensitive terhadap pemilihan batubara. boiler yang digunakan adalah tipe CFB dimana batubara dihancurkan terlebih dahulu.Hingga kini proyek yang sedang dibangun di lahan seluas 67 Ha dan dengan biaya ±800 milyar rupiah tersebut terus digenjot agar selesai sesuai target. batubara dibakar di boiler menghasilkan panas yang digunakan untuk mengubah air dalam pipa yang dilewatkan di boiler tersebut menjadi uap yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin dan memut ar generator. Kinerja pembangkitan listrik pada PLTU sangat ditentukan oleh efisiensi panas pada proses pembakaran batubara tersbut. Untuk PLTU Nagan Raya. Sedangkan untuk PLTU boiler CFB lebih fleksibel dengan macam-macam batubara yang digunakan. .

Sekjen LPSIPA). Tapi tentunya hal ini akan sangat potensial jika potensi batubara tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan PLTU mulut tambang. PLTU yang sedang dibangun bukanlah PLTU mulut tambang. Artinya. Secara kualitas batubara Aceh memang termasuk dalam batu bara peringkat rendah. Saat ini terdapat beberapa perusahaan pemegang IUP opersai produksi dan IUP eksplorasi batubara yang beroperasi di Aceh. . sehingga dapat dilakukan penyesuaian desain boiler pada PLTU Nagan Raya agar potensi batubara Aceh yang tergolong peringkat rendah dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai tambah. Boiler didesain untuk batubara dengan nilai kalori 4200 kcal/kg (gar).Yasir surya. sementara batubar a Aceh memiliki nilai kalori yang lebih rendah yaitu rata -rata 3300 kcal/kg (gar). Selain itu juga pada nilai HGI (Handgrove Grindability Index). kebijakan ini kurang tepat. seharusnya PLN terlebih dahulu melakukan uji tuntas mengenai sumber daya yang ada disekitar pembangkit yang membutuhkan batubara. dengan kondisi sekarang. karena secara otomati s nantinya tidak akan menggunakan batubara Aceh atau akan didatangkan dari luar aceh.Potensi batubara tersebut terdapat di Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya. Menurut pengamat (M. Permasalahannya adalah desain boiler yang rencanany akan digunakan PLTU Nagan Raya menggunakan spesifikasi batubara yang tidak sesuai dengan spesifikai batubara Aceh.

Dalam hal ini dapat dilakukan . Jika PLN memanfaatkan batubara disekitar pembangkit maka akan ada efesiensi biaya karena harga batubara akan lebih murah dibandingkan apabila didatangkan dari luar. managemen stockfile yang lebih mudah dan Aceh sendiri tentunya akan mendapatkan penambahan pendapatan asli daerah yang berasal dari royalti serta multiplayer efek dari aktifitas penambangan batubara tersebut. ekonomis dan juga sosial kemasyarakatan. cadangan batubara Aceh tidak menjadi kendala. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini PLN jika memang ingin memperbaiki perencanaan yang ada dan mau memanfaatkan batubara Aceh : 1. artinya kalau dimanfaatkan cadangan batubara Aceh dapat mencukupi ratusan tahun. Melakukan penanganan khusus untuk batubara Aceh sehingga spesifikasinya sesuia dengan boiler yang didesain sebelumnya. 2. Memodifikasi dan mendasain ulang boiler yang akan digunakan atau dipakai pada PLTU Nagan Raya sehingga sesuai dengan spesifikasi batubara Aceh. Tentunya kita tidak menginginkan kebijakan kurang tepat yang telah dilakukan dalam pemanfaatan gas dipantai Timur Aceh akan terulang kembali di pantai Barat Aceh karena perencanaan yang tidak berpihak kepada Rakyat Aceh.26 juta ton/tahun. karena kebutuhan batubara dengan kapasitas PLTU 2x110 MW adalah lebih kurang 1. Dalam hal ini banyak kerugian yang timbul dari kebijakan yang kurang tepat ini baik dari segi teknis.Secara kuantitas.

artinya hanya sedikit jumlah batubara Aceh yang digunakan. batubara Aceh akan dicampur dengan batubara dari luar Aceh yang kualitasnya baik sehingga spesifikasinya sesuai. Tetapi apabila hal ini dilakukan. 3.dengan mengupgrade atau meningkatkan kualitas batubara sehingga kadar air dan nilai kalori batubara Aceh akan meningkatkan sebelum digunakan di PLTU. Dengan proses blending. .

.  Berdasarkan informasi. jenis batubara yang terdapat di Nagan Raya. NAD berkualitas rendah.BAB IV PENUTUP Berdasarkan uraian materi dalam bab-bab diatas. serta mengalami proses pembatubaraan.  Proses pengkonversian batubara menjadi energy listrik dilakukan dengan cara memanaskan batubara sehingga menghasilkan uap yang menggerakkan turbin. namun cukup untuk kebutuhan energy listrik Aceh. keadaan lokasi yang berawa-rawa dan gambut. maka dapat disimpulkan bahwa:  Batubara terdapat pada lokasi yang mengalami geotektonik.

scribd.com www.DAFTAR PUSTAKA Coal_Resource_overview_coal_indonesia (03_06_2009).pdf www.blogspot.wordpress.Galih 81.pdf www.com/doc/494604404/PLTU_Dan_Batubara_Aceh .Harizonaauliarahman.com Geofisik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->