UNSUR-UNSUR INTRINSIK PROSA CERITA

Lembar Komunikasi Bahasa dan Sastra Indonesia SMU Stella Duce 2 Yogyakarta Jl. Dr. Sutomo 16 Yogyakarta Telp. (0274) 513129 Disusun oleh Agustinus Suyoto, S.Pd

Pengantar Yang dimaksud unsur-unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Sedangkan yang dimaksud analisis intrinsik adalah mencoba memahami suatu karya sastra berdasarkan informasi-informasi yang dapat ditemukan di dalam karya sastra aitu atau secara eksplisit terdapat dalam karya sastra. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa suatu karya sastra menciptakan duianya sendiri yang berberda dari dunia nyata. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia karya sastra merupakan fiksi yang tidak berhubungan dengan dunia nyata. Karena menciptakan dunianya sendiri, karya sastra tentu dapat dipahami berdasarkan apa yang ada atau secara eksplisit tertulis dalam teks tersebut. Pada umumnya para ahli sepakat bahwa unsur intrinsik terdiri dari a. Tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh b. Tema dan amanat c. Latar d. Alur e. Sudut pandang/gaya penceritaaan Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas unsur-unsur tersebut I. TOKOH Yang dimaksud dengan tokoh adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakukan dalam berbagai peristiwa cerita. Pada umumnya tokoh berwujud manusia, dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan. Berdasarkan fungsi tokoh dalam cerita, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu tokoh sentral dan tokoh bawahan. Tokoh sentral adalah tokoh yang banyak mengalami peristiwa dalam cerita. Tokoh sentral dibedakan menjadi dua, yaitu a. Tokoh sentral protagonis. Tokoh sentral protagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai pisitif. b. Tokoh sentral antagonis. Tokoh sentral antagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif. Tokoh bawahan adalah tokoh-tokoh yang mendukung atau membantu tokoh sentral. Tokoh bawahan dibedakan menjadi tiga, yaitu a. Tokoh andalan. Tokoh andalan adalah tokoh bawahan yang menjadi kepercataan tokoh sentral (protagonis atau antagonis). b. Tokoh tambahan. Tokoh tambahan adalah tokoh yang sedikit sekali memegang peran dalam peristiwa cerita. c. Tokoh lataran. Tokoh lataran adalah tokoh yang menjadi bagian atau berfungsi sebagai latar cerita saja.

15

Yaitu penyajian watak tokoh dengan cara memaparkan watak tokoh secara langsung. Yaitu penyajian watak tokoh melalui gaya bahasa yang dipakai pengarang. ada beberapa unsur yang ditemukan pada hampir semua cerita. Berdasarkan urutan waktu terjadinya. kasar atau halus. paparan (exposition) 2. c. yaitu a. Unsur-unsur tersebut merupakan pola umum alur cerita. Metode kontekstual. c. Alur dengan susunan peristiwa berdasarkan kronologis kejadian disebut alur linear b. b. Tokoh ini bersifat statis. dan lakuan tokoh yang disajikan pengarang. gawatan (rising action) b. film animasi). Metode analitis/langsung/diskursif. d. Bagian tengah 4. Metode dramatik/taklangsung/ragaan. Bahkan dapat pula dari penampilan fisiknya serta dari gambaran lingkungan atau tempat tokoh. Yaitu tokoh yang seluruh segi wataknya diungkapkan. c. tokoh dalam cerita dapat dibedakan menjadi dua. percakapan. Berdasarkan hubungan kausalnya/sebab akibat. Yaitu penyajian watak tokoh melalui pemikiran. rangkasangan (inciting moment) 3. Tokoh datar/sederhana/pipih. banyak mengalami perubahan watak. terutama abagaimana ia bersikap dalam situasi kritis. Dari ucapan kita dapat mengetahui apakah tokoh tersebut orang tua. tikaian (conflict) 5. Melalui pikiran-pikirannya e.Berdasarkan cara menampikan perwatakannya. Melalui penggambaran fisik tokoh.. yaitu a. II. Tokoh dan latar memang merupakan dua unsur cerita rekaan yang erat berhubungan dan saling mendukung. yaitu a. Menurut Jakob Sumardjo dan Saini KM. Melalui ucapana-ucapannya. orang berpendidikan. Struktur Alur Setiap karya sastra tentu saja mempunyai kekhususan rangkaian ceritanya. Urutan peristiwa dapat tersusun berdasarkan tiga hal. Pola umum alur cerita adalah a. atau bahkan tidak berubah sama sekali (misalnya tokoh kartun. tindakan-tindakannya. ALUR Alur adalah urutaan atau rangkaian peristiwa dalam cerita rekaan. Melalui apa yang dibuatnya. b. ada lima cara menyajikan watak tokoh. Melalui penerangan langsung. Alur berdasarkan hubungan sebab-akibat disebut alur kausal. rumitan (complication) 16 . Namun demikian. Tokoh ini sangat dinamis. yaitu a. b. wataknya sedikit sekali berubah. Ada beberapa metode penyajian watak tokoh. Bagian awal 1. Yaitu tokoh yang diungkapkan atau disoroti dari satu segi watak saja. Berdasarkan tema cerita. I. wanita atau pria. PENOKOHAN Yang dimaksud penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh. Alur berdasarkan tema cerita disebut alur tematik. Tokoh bulat/komplek/bundar. kancil.

yaitu proses pengurangan ketegangan. secara kebetulan terjadi. Perkembangan dari gejala mula tikaian menuju ke klimaks cerita disebut rumitan. Dalam membangun peristiwa-peristiwa cerita. c. Bagian Tengah Alur Tikaian adalah perselisihan yang timbul sebagai akibat adanya dua kekuatan yang bertentangan. sering pula menciptakan susutan. Bagian Akhir Alur Bagian sesudah klimaks adalah leraian. Sarana lain yang dapat digunakan untuk menciptakan tegangan adalah padahan (foreshadowing). yaitu peristiwa yang menunjukkan perkembangan peristiwa ke arah selesaian. Yaitu peristiwa-peristiwa tidak diduga terjadi. Kombinasi atau variasi ketiga faktor tersebutlah yang menyebabkan peristiwaperistiwa cerita menjadi dinamis. faktor kebolehjadian (pausibility). Faktor kejutan.6. b. yaitu ketidakpastian yang berkepanjangan dan menjadi-jadi. yaitu penggambaran peristiwa yang akan terjadi. Penyelesaian masalah pada akhir cerita sesungguhnya sudah terkandung atau terbayang di dalam awal cerita dan terbayang pada saat titik klimaks. Klimaks adalah puncak konflik antartokoh cerita. penulis sering menciptakan regangan. Penyampaian informasi pada pembaca disebut paparan atau eksposisi. Yaitu peristiwa-peristiwa cerita sebaiknya meyakinkan. Dalam membuat tegangan. selesaian (denouement) Bagian Awal Alur Jika cerita diawali dengan peristiwa pertama dalam urutan waktu terjadinya. dikatakan bahwa cerita itu disusun ab ovo. Yang dimaksud alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian. klimaks c. Faktor-faktor penting tersebut adalah a. Jika urutan konologis kejadian yang disajikan dalam karya sastra disela dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya. 17 . yaitu lanturan atau digresi. Selesaian adalah bagian akhir atau penutup cerita. Selain itu ada hal yang harus dihindari dalam alur. Sorot balik biasanya digunakan untuk menambah tegangan/gawatan. Rumitan mempersiapkan pembaca untuk menerima seluruh dampak dari klimaks. tidak selalu realistik tetapi masuk akal. leraian (falling action) 8. ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan agar alur menjadi dinamis. yaitu proses menambah ketegangan emosional. Macam Alur Pada umumnya orang membedakan alur menjadi dua. yaitu alur maju dan alur mundur. maka dalam cerita tersebut terdapat alih balik/sorot balik/flash back. Yaitu peristiwa-peristiwa sebaiknya tidak dapat secara langsung ditebak/dikenali oleh pembaca. Sedangkan jika yang mengawali cerita bukan peristiwa pertama dalam urutan waktu kejadian dikatakan bahwa cerita itu dudun in medias res. Bagian akhir 7. Sedangkan yang dimaksud alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian. Lanturan atau digresi adalah peristiwa atau episode yang tidak berhubungan dengan inti cerita atau menyimpang dari pokok persoalan yang sedang dihadapi dalam cerita. Faktor kebetulan.

Dalam cerita yang beralur tema setiap peristiwa seolaholah berdiri sendiri. yaitu a. alur datar. sosial. mencitkana suasana tertentu 4. alur berdasarkan urutan waktu b. II. adat kebiasaan. kelompok sosial dan sikap. pemandangan. MACAM LATAR Latar dibedakan menjadi dua. atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra disebut tema. yaitu tema pertentangan antara kebaikan dan kejahatan b. alur balik. Alur menanjak adalah alur yang jalinan peristiwanya semakin lama semakin menanjak atau rumit. pengacuan yang berkaitan dengan waktu. alur bawahan. ide. Ada tema didaktis. Keempat.Pembagian seperti itu sebenarnya hanyalah salah satu pembagian jenis alur yaitu pembagian alur berdasarkan urutan waktu. Latar meliputi penggambaran letak geografis (termasuk topografi. Kelima. intelektual. selera pembaca 18 . alur menanjak. FUNGSI LATAR Ada beberapa fungsi latar. moral. Alur bawahan adalah alur cerita yang ada di samping alur cerita utama. alur berdasarkan tema. memproyeksikan keadaan batin tokoh 3. Ketiga. LATAR Latar adalah segala keterangan. yaitu a. Ada tema yang dinyatakan secara simbolik d. petunjuk. alur linear. Secara lebih lengkap dapat dikatakan bahwa ada tiga macam alur. memberikan informasi situasi sebagaimana adanya 2. TEMA DAN AMANAT Gagasan. dan emosional tokoh. musim. b. Ada tema yang dinyatakan dalam dialog tokoh utamanya Dalam menentukan tema cerita. Latar sosial mencakup penggambaran keadaan masyarakat. yaitu 1. ruang). Alur linear adalah rangkaian peristiwa dalam cerita yang susul-menyusul secara temporal. menciptakan kontras III. Latar netral. pekerjaan atau kesibukan tokoh. waktu berlakunya kejadian. Latar sosial. ninat pribadi b. cara hidup. Latar spiritual. pengarang dipengaruhi oleh beberapa faktor. ruang. Latar fisik adalah tempat dalam ujud fisiknya (dapat dipahami melalui panca indra). dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. yaitu a. perlengkapan. yaitu latar fisik yang tidak mementingkan kekhususan waktu dan tempat. Latar fisik/material. yaitu latar fisik yang menimbulkan dugaan atau asosiasi pemikiran tertentu. lingkungan agama. alur berdasarkan urutan sebab-akibat c. dan lain-lain. Ada tema yang dinyatakan secara eksplisit c. 2. Pertama. Latar fisik dapat dibedakan menjadi dua. Alur datar adalah alur yang tidak dapat dirasakan adanya perkembangan cerita dari gawatan. bahasa. ada beberapa istilah lain yang perlu dipahami. antara lain a. Kalau salah satu episode dihilangkan cerita tersebut masih dapat dipahami. Dalam hubungannya dengan alur. Kedua. Ada beberapa macam tema. klimaks sampai selesaian. antara lain 1. Alur balik sama dengan sorot balik atau flash back.

Pencerita orang pertama (akuan). Yang dimaksud tema sentral adalah tema yang menjadi pusat seluruh rangkaian peristiwa dalam cerita. Kadang-kadang orang sulit membedakan antara pengarang dengan tokoh pencerita. yaitu pencerita akuan di mana pencnerita menjadi tokoh sentral dalam cerita tersebut. Ia bukanlah pengarang itu sendiri. anjuran.Gaya penceritaan akuan dibedakan menjadi dua. Yang dimaksud tema sampingan adalah tema-tema lain yang mengiringi tema sentral. Sudut pandang orang ketiga ini disebut juga gaya penceritaan diaan. b. 2. Pencerita akuan taksertaan. dapat pula secara eksplisit yaitu dengan penyampaian seruan. sedangkan makna atau gagasan yang dimaksud oleh pengarang (pada waktu menyusun cerita tersebut) disebut makna niatan. Pencerita akuan sertaan. Gaya pencerita diaan dibedakan menjadi dua. Tokoh pencerita merupakan individu ciptaan pengarang yang mengemban misi membawakan cerita. Tokoh ini bebas bercerita dan bahkan memberi komentar dan penilaian terhadap tokoh cerita. yaitu pencerita akuan di mana pencerita tidak terlibat menjadi tokoh sentral dalam cerita tersebut. Pada prinsipnya pengarang berbeda dengan tokoh pencerita. yaitu pencerita diaan yang tahu segala sesuatu tentang semua tokoh dan peristiwa dalam cerita. Ada beberapa faktor yang menyebabkan makna aniatan kadang-kadang tidak sama dengan makna muatan a. b. yaitu pencerita diaan yang membatasi diri dengan memaparkan atau melukiskan lakuan dramatik yang diamatinya. Yang dimaksud sudut pandang orang pertama adalah cara bercerita di mana tokoh pencerita terlibat langsung mengalami peristiwa-peristiwa cerita. Jadi seolaholah dia hanya melaporkan apa yang dilihatnya saja. Beberapa pembaca berbeda pendapat tentang gagasan dasar suatu karta. Amanat dapat disampaikan secara implisit yaitu dengan cara memberikan ajaran moral atau pesan dalam tingkah laku tokoh menjelang cerita berakhir.c. Pencerita diaan terbatas. Ada tema yang terus berulang dan dikaitkan dengan tokoh. POINT OF VIEW Bennison Gray membedakan pencerita menjadi pencerita orang pertama dan pencerita orang ketiga. peringatan. Pencerita orang ketiga (diaan). Yang dimaksud sudut pandang orang ketiga adalah sudut pandang bercerita di mana tokoh pencnerita tidak terlibat dalam peristiwa-peristiwa cerita. serta unsurunsur lain dalam cerita. Leitmotif ini mengantar pembaca pada suatu amanat. Yang diutamakan adalah bahwa penafsiran itu dapat dipertanggungjawabkan dengan adanya unsur-unsur di dalam karya sastra yang menunjang tafsiran tersebut. yaitu a. Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya. 19 . Tema semacam itu disebut leitmotif. Pencerita diaan serba tahu. 1. IV. keinginan penerbit atau penguasa Kadang-kadang terjadi perbedaan antara gagasan yang dipikirkan oleh pengarang dengan gagasan yang dipahami oleh pembaca melalui karya sastra. larangan yang berhubungan dengan gagasan utama cerita. b. nasehat. latar. pengarang kurang pandai menjabarkan tema yang dikehendakinya di dalam karyanya. yaitu a. saran. Dalam suatu karya sastra ada tema sentral dan ada pula tema samapingan. Ini disebut juga gaya penceritaan akuan. Gagasan sentral yang terdapat atau ditemukan dalam karya sastra disebut makna muatan.

a. yaitu a. Fokus pengisahan ada empat. Sudut pandang fisik. b. apa yang seolah dilihat oleh pengarang. Pengarang bertindak sebagai pencipta segalanya. Sudut pandang pribadi. Sudut pandang mental. Yaitu sudut pandang yang berhubungan dengan perasaan dan sikap pengarang terhadap masalah atau peristiwa yang diceritakannya. sudut pandang dalam kesusastraan mencakup a. b. Pengarang memilih salah satu tokohnya untuk bercerita. Seluruh kejadian kita ikuti bersama tokoh ini. Pembaca hanya disuguhi pandangan mata. Sudut penglihatan obyektif (objective point of view).Jakob Sumardjo membagi point of view menjadi empat macam. Menurut Harry Shaw. Sudut pandang pribadi dapat dibedakan menjadi tiga. fokus pengisahan berbeda dengan sudut pandang. Tokoh utama menyampaikan kisah dirinya. c. Menurut Cleanth Brooks. Ia tahu segalanya. d. 20 . dan pengarang menggunakan sudut pandang impersonal (di luar cerita). Fokus pengisahan merupakan istilah untuk pencerita. c. Pengarang sebagai pelaku cerita. c. Point of view orang pertama. yaitu pengarang menggunakan sudut pandang tokoh sentral. Pengarang pengamat menyampaikan kisah dengan sorotan terutama kepada tokoh utama. Pengarang serba tahu. Adalah sudut pandang yang menyangkut hubungan atau keterlibatan pribadi pengarang dalam pokok masalah yang diceritakan. pengarang menggunakan sudut pandang tokoh bawahan. yaitu Sudut penglihatan yang berkuasa (omniscient point of view). Tokoh bawahan menyampaikan kisah tokoh utama. Pengarang serba tahu tetapi tidak memberi komentar apapun. Yaitu sudut pandang yang berhubungan dengan waktu dan ruang yang digunakan pengarang dalam mendekati materi cerita. Tokoh yang menjadi fokus pengisahan merupakan tokoh utama cerita tersebut. b. d. Point of view peninjau. sedangkan sudut pandang merupakan istilah untuk pengarang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful