P. 1
Gaya Kepemimpinan

Gaya Kepemimpinan

|Views: 112|Likes:
Published by Mæjídt WhíSky

More info:

Published by: Mæjídt WhíSky on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2013

pdf

text

original

Nama : Ilham Arrum Y.

M Nim : 1120004 Prodi : D3 Keperawatan/semester 4

GAYA KEPEMIMPINAN Konsep Gaya Kepemimpinan Menurut William H.Newman (1968) dalam Miftah Thoha (2003;262) kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok. Dan kepemimpinan tidak harus dibatasi oleh aturan-aturan. Kepemimpinan bisa terjadi dimana saja, asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang lain kearah tercapainya suatu tujuan tertentu. Bahasan mengenai pemimpin dan kepemimpinan pada umumnya menjelaskan bagaimana untuk menjadi pemimpin yang baik, gaya dan sifat yang sesuai dengan kepemimpinan serta syarat-syarat apa yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin yang baik. Kepemimpinan dapat dikategorikan sebagai ilmu sosial terapan (applied social sciences). Hal ini didasarkan kepada pemikiran bahwa kepemimpinan dengan prinsip-prinsipnya mempunyai manfaat langsung dan tidak langsung terhadap upaya mewujudkan kesejahteraan umat manusia. Kepemimpinan seperti halnya ilmu-ilmu yang lain, mempunyai berbagai fungsi antara lain, menyajikan berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan dalam kepemimpinan dan memberikan pengaruh dalam menggunakan berbagai pendekatan dalam hubungannya dengan pemecahan aneka macam persoalan. Hal ini didasarkan kepada pemikiran bahwa peran seorang pemimpin merupakan implementasi atau penjabaran dari fungsi kepemimpinan. Fungsi kepemimpinan merupakan salah satu di antara peran administrator dalam rangka mempengaruhi orang lain atau para bawahan agar mau dengan senang hati untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Gaya kepemimpinan, mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom (1995).

1

bawahan mempunyai peranan yang sangat strategis. yaitu otokrasi (directing). pemimpin hendaknya menghabiskan waktu 2 .Hersey dan Blanchard (1992) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan perwujudan dari tiga komponen. merupakan respon kepemimpinan yang perlu dilakukan oleh manajer pada kondisi karyawan lemah dalam kemampuan. Dari dua unsur tersebut gaya kepemimpinan dapat menjadi 4 kelompok. Adapun situasi (s) menurut Hersey dan Blanchard adalah suatu keadaan yang kondusif. minat dan komitmenya. memberi saran bagaimana menyelesaikan tugastugas itu. karena sukses tidaknya seseorang pimpinan bergantung kepada para pengikutnya ini. Organisasi akan berjalan dengan baik jika pimpinan mempunyai kecakapan dalam bidangnya. pada dasarnya di dalam setiap gaya kepemimpinan terdapat 2 unsur utama. dan kendali bebas (delegating). demokrasi (supporting). serta situasi di mana proses kepemimpinan tersebut diwujudkan. Dalam situasi seperti ini Hersey and Blancard menyarankan agar manajer memainkan peran directive yang tinggi. Menurut Hersey dan Blanchard. takut untuk mencoba melakukannya. pimpinan (p) adalah seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan unjuk kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan organisasi. yaitu unsur pengarahan (directive behavior) dan unsur bantuan (supporting behavior). Teori Gaya Kepemimpinan Klasik Teori klasik gaya kepemimpinan mengemukakan. Mengarahkan (directing) Gaya kepemimpinan yang mengarahkan. Macam – Macam Pemikiran Gaya Kepemimpinan A. 2. di mana seorang pimpinan berusaha mempengaruhi perilaku orang lain agar dapat mengikuti kehendaknya dalam rangka mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu. yaitu pemimpin itu sendiri. Melatih (coaching) Pada kondisi karyawan menghadapi kesulitan menyelesaikan tugas-tugas. Dalam suatu organisasi. Sedangkan bawahan adalah seorang atau sekelompok orang yang merupakan anggota dari suatu perkumpulan atau pengikut yang setiap saat siap melaksanakan perintah atau tugas yang telah disepakati bersama guna mencapai tujuan. Dengan demikian pemimpin harus memberi arahan dalam penyelesaian tugas dengan terus menumbuhkan motivasi dan optimismenya. 1. bawahan. pembinaan (coaching).

mendengarkan dan menasihati. Gaya kepemimpinan pembinaan mirip dengan otokrasi. Gaya kepemimpinan kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. 4. Mendelegasikan (delegating) Selanjutnya. juga anggota diajak untuk ikut memecahkan masalah yang sedang dihadapi. pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya . dan membantu karyawan untuk memperoleh keterampilan melalui metode pembinaan. baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya. 3 . anggota yang menentukan. anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin masih menunjukkan sasaran yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut. gaya kepemimpinan demokrasi dan gaya kepemimpinan kendali bebas. gaya kepemimpinan pembinaan. adalah respon manajer yang harus diperankan ketika karyawan memiliki tingkat kemampuan yang cukup. Dengan gaya delegasi ini pimpinan sedikit memberi pengarahan maupun dukungan. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja. Gaya kepemimpinan otokrasi. Dalam kasus ini pemimpin perlu membuka komunikasi dua arah dan secara aktif mendegarkan dan mengapresiasi para karyawan. Pada gaya delegasi ini tidak terlalu diperlukan komunikasi dua arah. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. cukup memberikan untuk terus berkembang saja dengan terus diawasi. Selain itu. sehingga bawahan merasa dirinya penting dan senang menyelesaikan tugas. untuk tingkat karyawan dengan kemampuan dan kemauan yang tinggi. Gaya kepemimpinan demokrasi. 3. anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalahnya. karena dianggap sudah mampu dan mau melaksanakan tugas/tanggung jawabnya. tetapi tidak memiliki kemauan untuk melakukan tanggung jawab. maka gaya kepemimpinan yang sesuai adalah gaya “delegasi”. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut. Beberapa macam gaya kepemimpinan klasik adalah gaya kepemimpinan otokrasi. Partisipasi (participation) Gaya kepemimpinan partisipasi.

Gaya Kepemimpinan Kontinum Gaya ini pertama sekali dikembangkan oleh Robert Tannenbaum dan warren Schmidt. Blake dan Mouton menghendaki bagaimana perhatian pemimpin terhadap bawahannya. ada empat gaya yang ekstrim dan ada satu gaya yang berada di tengah-tengah gaya ekstrim tersebut. Manajer seperti ini disebut sebagai “pemimpin club”. Gaya Managerial Grid Gaya managerial grid lebih menekankan kepada pendekatan dua aspek yaitu aspek produksi di satu pihak. Dalam managerial grid. Dalam grid ini manajer hanya berfungsi sebagai perantara menyampaikan informasi dari atasan kepada bawahannya. (Pemimpin lebih menekankan gaya demokratis) 2. Mengambil contoh kepada manajer dari suatu perusahaan yang berhasil menerapkan gaya kepemimpinan situasional di perusahaan yang dipimpinnya 1. Menurut kedua ahli ini ada dua bidang pengaruh yang ekstrim. 4 .A. tetapi perhatian terhadap produksi adalah rendah. yaitu:   Bidang pengaruh pimpinan (pemimpin lebih menggunakan otoritas) Bidang pengaruh kebebasan bawahan.  Grid 3 manajer memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap orang-orang dalam organisasi. dan orang-orang di pihak lain. Manajer seperti ini dapat dikatakan sebagai “manajer tim” yang riel (The real team manajer). Gaya kepemimpinan situasional model Hersey dan Blancard.  Grid 2 manajer mempunyai perhatian yang tinggi terhadap produksi yang akan dicapai juga terhadap orang-orang yang bekerja dengannya.  Grid 1 manajer sedikit sekali memikirkan produksi yang harus dicapai.

yaitu untuk membantu bawahan dalam meningkatkan motivasi kerjanya. dimulai dari yang paling klasik yaitu teori sifat sampai kepada teori situasional. yang mampu tetapi tidak mau melaksanakan tugas atau tangung jawabnya. maka gaya kepemimpinan situasional yang paling baru dan sering di gunakan pemimpin saat ini. Hal ini didukung oleh Sinungan (1987) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang termasuk di dalam lingkungan organisasi merupakan faktor potensi dalam meningkatkan produktivitas kerja. Dari beberapa gaya yang di tawarkan para ahli di atas. karena manejer seperti ini lebih menekankan produksi yang harus dicapai organisasinya. Dalam hal ini pimpinan atau pemimpin perlu membuka komunikasi dua arah (two way communications). GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DAN PRODUKTIVITAS KERJA Gaya kepemimpinan. tetapi tidak mempunyai sedikit perhatian terhadap bawahan. M 2 : bawahan tidak mampu tetapi memiliki kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa. sehingga diharapkan produktivitas kerjanya akan meningkat. Harsey & Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional efektif dengan memadukan tingkat kematangan anak buah dengan pola perilaku yang dimiliki pimpinannya. Selanjutnya. Dengan penerapan gaya kepemimpinan situasional ini. Ada 4 tingkat kematangan bawahan. baik melalui efisiensi atau efektivitas pelaksanaan kerja. banyak para ahli yang menawarkan gaya Kepemimpinan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Dewasa ini. maka bawahan atau pegawai merasa diperhatikan oleh pemimpin. adalah manajer yang menggunakan gaya kepemimpinan yang otokratis (autrocratic task managers). Grid 4. Secara langsung maupun tidak langsung mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan atau pegawai. 5 . yaitu:    M 1 : bawahan tidak mampu dan tidak mau atau tidak ada keyakinan. Gaya kepemimpinan situasional dianggap para ahli manajemen sebagai gaya yang sangat cocok untuk diterapkan saat ini. Untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. M 3 : bawahan mampu tetapi tidak mempunyai kemauan dan tidak yakin. dalam hal ini pemimpin harus aktif membuka komunikasi dua arah dan mendengarkan apa yang diinginkan oleh bawahan.

Model Kepemimpinan Kontinum (Otokratis-Demokratis). gaya kepemimpinan ini mempunyai manfaat antara lain. di mana si pemimpin senang menerima saran. pemimpin melimpahkan keputusan dan pelaksanaan tugas kepada bawahannya. pada umumnya dinilai bersifat negatif. Perilaku otokratis. perilaku kepemimpinan ini memperoleh sumber kuasa atau wewenang yang berawal dari bawahan. yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis. Kedua ahli menggambarkan gagasannya bahwa ada dua bidang pengaruh yang ekstrem . 4. Gaya kepemimpinan managerial grid dipelopori oleh Robert R Blake dan Jane S Mouton. pertama bidang pengaruh pimpinan kedua bidang pengaruh kebebasan bawahan. pengambilan keputusan cepat. Managerial Grid menekankan bagaimana manajer memikirkan produksi dan hubungan manajer serta memikirkan produksi dan hubungan kerja dengan manusianya. pendapat dan bahkan 6 . Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) berpendapat bahwa pemimpin mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara. pemimpin memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan. dapat memberikan kepuasan pada pimpinan serta memberikan rasa aman dan keteraturan bagi bawahan. pemimpin memberi instruksi dan mengawasi pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya. M 4 : bawahan mampu dan memiliki kemauan dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas. Gaya 4 : delegating. Perilaku demokratis. Selain bersifat negatif. pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas. di mana wewenang berasal dari adanya pengaruh pimpinan. Hal ini terjadi jika bawahan dimotivasi dengan tepat dan pimpinan dalam melaksanakan kepemimpinannya berusaha mengutamakan kerjasama untuk mencapai tujuan.   Gaya 3 : participating. Ada 4 gaya yang efektif untuk diterapkan yaitu:   Gaya 1 : telling. Gaya 2 : selling. KONTINUM GAYA KEPEMIMPINAN Gaya kepemimpinan kontinum dipelopori oleh Robert Tannenbaum dan Warren Schmidt.

Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) mengelompokkannya menjadi tujuh kecenderungan perilaku kepemimpinan. dapat berdampak pada penurunan efektivitas kerja dalam organisasi baik secara perorangan maupun kelompok.kritik dari bawahannya. berupa penolakan. bukan kerjasama. Misalnya: a. MANAJEMEN KONFLIK Definisi Konflik merupakan situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang. 7 . kelompok atau organisasi yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda. 1. Ketujuh perilaku inipun tidak mutlak melainkan akan memiliki kecenderungan perilaku kepemimpinan mengikuti suatu garis kontinum dari sisi otokratis. Memberikan saluran baru untuk komunikasi. melainkan memiliki kecenderungan yang terdapat di antara dua sisi ekstrim tersebut. kenyataannya perilaku kepemimpinan ini tidak mengacu pada dua model perilaku kepemimpinan yang ekstrim di atas. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. b. Penyebab Konflik dapat berkembang karena berbagai sebab sebagai berikut: 1. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. apatis. Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi. Aspek Positif Dalam Konflik Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. c. Apabila konflik mengarah pada kondisi destruktif. resistensi terhadap perubahan. acuh tak acuh. d. Batasan pekerjaan yang tidak jelas dapat memicu suatu konflik dikarenakan adanya individu yang tidak tahu pekerjaanya dan dapat mengganggu kinerja dari orang lain. dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi.

Hambatan komunikasi jika komunikasi dalam suatu komunitas tidak berjalan lancer dapat terjadi konflik. 5. 8 . KATEGORI KONFLIK Kategori konflik terbagi menjadi 3 antara lain yaitu: 1. peraturan dan kebijakan yang tidak dapat diwujudkan. atasan dan bawahannya. loyalitas terhadap pekerjaan dan loyalitas kepada pasien. Intrapersonal Konflik yang terjadi pada individu sendiri. 3. seperti: Manajer sering mengalami konflik dengan teman sesama manajer. Sumber konflik jenis ini adalah hambatan dalam mencapai kekuasaan dan otoritas ( kualitas jasa layanan ). 2.2. Antar kelompok ( inter grup ) Konflik terjadi antara dua atau lebih dari kelompok orang. 4. 6. Konflik ini sering terjadi karena seseorang secara konstan berinteraksi dengan orang lain. 3.tujuan dan keyakinan berbeda. karena adanya yang merasa superioritas/diatas dari pada yang lain. Interpersonal Konfik interpersonal terjadi antara dua orang atau lebih dimana nilai . Perbedaan status Perbedaan status juga termasuk pemicu munculnya konflik. peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal Standar. peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal. Misalnya. dan kondisi seperti ini dapat menimbulkan kesalahpahaman. departemen atau organisasi. jika dalam suatu komunitas tidak dapat memanagi waktu dengan baik dalam mencapai target yang ditentukan. Keadaan ini merupakan masalah internal untuk mengklarifikasi nilai dari konflik yang terjadi. Pertikaian antar individu Pertikaian antar individu juga dapat memicu adanya konflik karena akan muncul apabila tidak adanya kerjasama atau mencari pembenaran antar individu masing-masing. Standar. juga dapat memicu konflik dikarenakan adanya standar. Tekanan waktu Tekanan waktu juga memicu adanya konflik.manajer mungkin merasa konflik intrapersonal dengan loyalitas terhadap profesi keperawatan.

Tindakan yang dilaksanakan mungkin mencari penyelesaian konflik. D. kekuatan dan agresivitas dalam menyelesaikan konflik. ketidakpercayaan dan marah. E. Manajer perawat harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. C. memerlukan suatu upaya dan strategi untuk mencapai ujuan organisasi. Konflik ini akan menjadi masalah besar kalau tidak segera diatasi. Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan: Konflik dapat dikelola dengan mendukung perawat untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya. ketakutan . Misalnya. Misalnya kondisi tentang keterbatasan staff dan perubahan yang cepat. Konflik yang Nampak atau sengaja dimunculkan Konflik yang sengaja dimunculkan untuk dicari solusi. B. Sedangkan penyelesaian konflik dalam suatu organisasi . Perawat junior maupun senior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk mengikuti pendidikan kejenjang atau jabatan yang lebih tinggi.PROSES KONFLIK Proses konflik dibagi menjadi beberapa tahapan : A. Flet Konflik ( Konflik yang dirasakan ) Konflik yang terjadi karena adanya suatu yang dirasakn sebagai ancaman . Disiplin: Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik. Konflik ini disebut juga sebagi konflik “affective”s. 9 . Resolusi Konflik Adalah suatu penyelesaian masalah dengan cara memuaskan semua orang yang terlibat di dalamnya denga prinsip “ win – win solution “ . PENGELOLAAN KONFLIK Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan: 1. hal ini penting bagi seseorang untuk menerima konflik dan tidak merasakan konflik tersebut sebagai suatu masalah atau ancaman terhadap keberadaannya. Konflik “ aftermath “ Konflik yang terjadi akibat dari tidak terselesaikannya konflik yang pertama. Konflik Laten Tahapan konflik yang terjadi terus menerus ( laten ) dalam suatu organisasi. 2. Setiap orang secara tidak sadar belajar menggunakan kompetisi . Kondisi tersebut memicu pada ketidak stabilan suatu organisasi dan kualitas produksi.

mereka dapat merumuskan permasalahan para pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan. Strategi 10 . E. Pada strategi ini individu yang terlibat dalam konflik berupaya mencapai kebersamaan. Tetapi untuk konflik yang besar misalnya hasil produksi dan tidak dapat dipergunakan. Karena keduanya meyakini akan tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan. Kompetisi Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya. C. Untuk memastikan para manajer perawat telah memiliki pemahaman yang benar. Mendengarkan secara aktif: Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik. Suatu upaya yang dapat dilakukan manajer untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari.3. D. Strategi konflik A. Mengakomodasi Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah. Smoothing Penyelesaian konflik dengan mengurangi komponen emosional dalam konflik. F.masing saling memberi dan menerima. serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan mereka untuk membuat keputusan. Kompromi atau Negosiasi Masing . Kolaborasi Strategi ini merupakan strategi win-win solution. Menghindar Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. kedua unsure yang terlibat menentukan tujuan bersama dalam mencapai suatu tujuan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain. Komunikasi: Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapeutik dan kondusif. 4. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi” B. Pada kolaborasi. masing-masing meyakininy.

G.kolaborasi tidak akan bisa berjalan bila kompetisi intensif sebagai bagian dari situasi tersebut. 11 .  Memilih alternative yang terbaik tentang sarana dan prasarana. maka sebagai negotiator.  Mempunyai agenda yang disembunyikan. semakin banyak informasi yang didapat maka semakin besar kemungkinan untuk menawarkan negosiasi. Karena pengetahuan adalah kekuatan.  SELAMA NEGOSIASI Ada beberapa strategi dan cara yang perlu dilaksanakan dalam menciptakan kondisi yang persuasive. Negosiasi Negosiasi pada umumnya sama dengan kolaborasi dan pada organisasi negosiasi juga diartikan sebagai suatu pendekatan yang kompetitif ( Marquis & Huston. masing-masing yang terlibat menyerah dan lebih menekankan pada mengakomodasi perbedaan-perbedaan antar keduanya. Smeltzer (1991 ) mengidentifikasi dua tipe dasar negosiasi :  Kooperatif (setiap orang menang ). asertif dan komunikasi terbuka:  Pilih fakta-fakta yang rasional dan berdasarkan hasil suatu penelitian. Langkah-langkah sebelum melaksanakan negosiasi adalah :  Mengumpulkan informasi tentang masalah sebanyak mungkin. kelompok yang terlibat tidak mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan. 1998 ).  Dengarkan dengan seksama dan perhatikan respon nonverbal yang Nampak. Suatu agenda negosiasi yang akan ditawarkan jika alternative negosiasi tidak dapat disepakati. Efisiensi dan efektifitas terhadap penggunakan waktu. Meskipun dalam negosiasi ada unsur yang menang dan kalah antara kedua belah pihak. Selama negosiasi berlangsung.  Berfikirlah positif dan selalu terbuka untuk menerima semua alternative informasi yang disampaikan dan jujur. penting untuk Memaksimalkan kemenangan kedua belah pihak untuk mencapai tujuan bersama dan Membuat kedua belah pihak merasa puas terhadap hasil negosiasi.  Kompetitif (hanya satu orang yang menang ). anggaran dan pegawai yang terlibat perlu juga diperlihatkan oleh manajer.

Mengembangkan dan menguraikan solusi. 4. tidak hanya memberikan persetujuan. Analisa isu-isu seputar konflik. PETUNJUK PENDEKATAN SITUASI KONFLIK : 1. tetapi berpikir dan mintalah waktu untuk menjawabnya. 2. Tinjau kembali dan sesuaikan dengan hasil eksplorasi diri sendiri. Memilih solusi dan melakukan tindakan. Upaya untuk memahami pandangan apa yang disampaikan lawan bicara anda.  Jangan langsung menyetujui terhadap solusi yang ditawarkan. Hindarkan masalah-masalah pribadi yang disampaikan pada saat negosiasi. 7. Merencanakan pelaksanaannya. 5.  Dengarkan dan tanyakan tentang pendapat yang Anda belum begitu memahami. 12 . 6. Atur dan rencanakan pertemuan antara individu-individu yang terlibat konflik.  Selalu diskusikan tentang konflik yang terjadi.  Usahakan bersikap bahwa anda memerlukan suatu penyelesaian yang terbaik. 3. Diawali melalui penilaian diri sendiri. Konsentrasi dan perhatikan. Bersabarlah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->