MATEMATIKA BISNIS sub materi PAJAK DAN SUBSIDI

19/12/2010 in ilmu and teori, matematika ekonomi, materi kuliah

BAB 2 Fungsi Linier
tugas dari bu novita dibikin makalah isinya materi pembahasan + Contoh soal Pengertian Fungsi Linier atau fungsi berderajat satu ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu. Sesuai namanya, setiap persamaan linier apabila digambarkan akan menghasilkan sebuah garis lurus. Bentuk umum persamaan linier adalah : y = a + bx dimana a adalah penggal garisnya pada sumbu vertikal y, sedangkan b adalah koefisien arah atau gradien garis yang bersangkutan. 2.2.Pembentukan Persamaan Linier Sebuah persamaan linier dapat dibentuk melalui beberapa macam cara, tergantung pada data yang tersedia. Berikut ini dicontohkan empat macam cara yang dapat ditempuh untuk membentuk sebuah persamaan linier, masing-masing berdasarkan ketersediaan data yang diketahui. Keempat cara yang dimaksud adalah : Cara dwi-koordinat Dari dua buah titik dapat dibentuk sebuah persamaan linier yang memenuhi kedua titik tersebut. Apabila diketahui dua buah titik A dan B dengan koordinat masing-masing (x 1,y1) dan (x2,y2),maka rumus persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal: Misalkan diketahui titik A(2,3) dan titik B(6,5), maka persamaan liniernya:

4y -12 = 2x – 4, 4y = 2x+ 8 , y = 2 + 0,5 x Cara koordinat-lereng

yaitu penggal pada sumbu vertikal (ketika x = 0) dan penggal pada sumbu horisontal ( ketika y = 0). maka persamaan liniernya adalah : .y1) dan lereng garisnya b. a = penggal vertikal. b = lereng Contoh Soal : Andaikan penggal dan lereng garis y =f (x) masing-masing adalah 2 dan 0. maka persamaan liniernya adalah : Contoh Soal : Andaikan diketahui bahwa titik A(2. maka persamaan liniernya adalah : y=ax+b .5. b = penggal horisontal Contoh Soal : Andaikan penggal sebuah garis pada sumbu vertikal dan sumbu horisontal masing-masing 2 dan -4 .3) dan lereng garisnya adalah 0. a = penggal.5 maka persamaan linier yang memenuhi kedua persamaan kedua data ini adalah Cara penggal-lereng Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggalnya pada salah satu sumbu (a) dan lereng garis (b) yang memenuhi persamaan tersebut. maka persamaan liniernya adalah : y=2+5x Cara dwi-penggal Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggal garis pada masing-masing sumbu. maka persamaan liniernya adalah : .Apabila diketahui sebuah titik A dengan koordinat (x1.

Dengan demikian . jika atau . Dengan demikian .Hubungan Dua garis lurus Berimpit Dua garis lurus akan berimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari garis yan lain. Dengan demikian . jika akan berpotongan Tegak lurus Dua garis lurus akan saling tegak lurus apabila lereng/gradien garis yang satu merupakan kebalikan dari lereng/gradien dari garis yang lain dengan tanda yang berlawanan. Berpotongan Dua garis lurus akan berpotongan apabila lereng/gradien garis yang satu tidak sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian .3. jika Sejajar Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. garis akan tegak lurus dengan garis . garis dengan garis .2. garis garis . garis akan berimpit dengan garis . jika akan sejajar dengan 1.

hukum permintaan yaitu apabila harga naikl jumlah yang diminta akan berkurang dan apabila harga turun jumlah yang diminta akan bertambah. tingkat teknologi yang tersedia. Variabel tersebut antara lain harga produk itu sendiri. pendapatan konsumen. Variabel tersebut antara lain harga produk tersebut. harga dari faktor produksi (input) yang digunakan. jumlah) mempunyai tanda yang berlawanan. harapan produsen terhadap harga produk tersebut di masa mendatang Bentuk Umum : Q = -a + bP atau . harga produk yang diharapkan pada periode mendatang. harga produk lain yang saling berhubungan dan selera konsumen Bentuk Umum Fungsi Permintaan : Q = a – bP atau Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang ditawarkan oleh produsen dengan variabel harga dan variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu.Penerapan Ekonomi Fungsi Permintaan. Ini mencerminkan. harga produk lain yang berhubungan dalam produksi. harga) dan variable Q (quantity. Fungsi Penawaran dan Keseimbangan Pasar Fungsi Permintaan Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang diminta oleh konsumen dengan variabel harga serta variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu.

jumlah) mempunyai tanda yang sama. yaitu sama-sama positif. Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ? b. Tunjukkan secara geometri ! Jawab : a.) Keseimbangan pasar : Qd = Qs = – 4 + 9P = = 14 1 ≡ Pe 10 – 5 P 14P P Q Q = 10 – 5P = 5 ≡ Qe Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 5. Keseimbangan Pasar Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. harga) dan variable Q (quantity.Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price. Syarat Keseimbangan Pasar : Qd = Qs Qd = jumlah permintaan Qs = jumlah penawaran E = titik keseimbangan Pe = harga keseimbangan Qe = jumlah keseimbangan Contoh Soal : Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 10 – 5P dan fungsi penawarannya adalah Qs = – 4 + 9P a. hukum penawaran yaitu apabila harga naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah dan apabila harga turun jumlah yang ditawarkan akan berkurang.1 ) . Ini mencerminkan.

10 ) Keseimbangan pasar sesudah pajak Fungsi penawaran menjadi : . Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ.-/unit 1. dengan penggal yang lebih besar pada sumbu harga.Pengaruh Pajak Terhadap Keseimbangan Pasar Jika produk dikenakan pajak t per unit. Produk tersebut dikenakan pajak sebesar Rp. 3. 2. maka akan terjadi perubahan keseimbangan pasar atas produk tersebut.2.2. Keseimbangan pasar sebelum dan sesudah kena pajak dapat digambarkan sebagai berikut. Qd = 7+Q 3Q Qe = 3 Keseimbangan pasar sebelum pajak Qs = 16 – 2Q = 9 P = 7+Q P = 7+3 Pe = 10 Berapa harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak ? Berapa besar penerimaan pajak oleh pemerintah ? Berapa besar pajak yang ditanggung kosumen dan produsen ? tk = Pe‘ – Pe tp = t – tk T = t x Qe‘ Jadi keseimbangan pasar sebelum pajak E ( 3. Jawab : 1. Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan kurva penawaran bergeser ke atas. baik harga maupun jumlah keseimbangan. 3. maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ + t Beban pajak yang ditanggung oleh konsumen : Beban pajak yang ditanggung oleh produsen : Jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah : Contoh soal : Diketahui suatu produk ditunjukkan fungsi permintaan P = 7 + Q dan fungsi penawaran P = 16 – 2Q.4. Biasanya tanggungan pajak sebagian dikenakan kepada konsumen sehingga harga produk akan naik dan jumlah barang yang diminta akan berkurang.

4. = 3. 12.) tp = t – tk = 3–1 = 2 ( Besar pajak yang ditanggung produsen Rp. maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ – s Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen : Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen : sk = Pe – Pe‘ sp = s – s k S = s x Q e‘ Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah : . 1.Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah..11 ) 1. tk = Pe‘ – Pe T = t x Qe‘ = 11 – 10 = 1 ( Besar pajak yang ditanggung konsumen Rp..3.) 1. Jika produk dikenakan subsidi s per unit.) 2. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ.. 2.P = 16 – 2Q + t = 16 – 2Q + 3 = 19 – 2Q 19 – 2Q = 3Q Q e‘ = P = 4 7+Q Os = Qd 12 = 19 – 2Q = 19 – 8 P e‘ = 11 Jadi keseimbangan pasar setelah pajak E’ ( 4. maka akan terjadi penurunan harga produk sehingga keseimbangan pasar atas produk tersebut juga akan bergeser.4 = 12 ( Besarnya penerimaan pajak oleh pemerintah Rp.

Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi ? b.) d. 1. Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi ? c.Contoh Soal : Permintaan akan suatu komoditas dicerminkan oleh Qd = 12–2P sedangkan penawarannya Qs = -4 + 2P pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp. 2. a. 1.. 3 ) ) c.) = sk = Pe – Pe‘ 4–3 sp = s – s k = 2–1 = 1 ( Besar subsidi untuk produsen = Rp. 4 )) 12 – 2P = -4 + 2P P Pe = b.) Subsidi yang diberikan pemerintah S = s x Q e‘ . a..) Qd Qs = 4 16 Keseimbangan pasar sesudah subsidi : = 12 – 2P = -4 + 2P => => P = ½ Qd + 6 P = ½ Qs + 2 Sesudah Subsidi Fungsi Penawaran menjadi P = ½Q+2–2 P = ½Q Sehingga Kesimbangan pasar sesudah subsidi menjadi : -½Q+6 = ½Q Q e‘ = 6 P = ½Q P e‘ = 3 ( Keseimbangan pasar setelah subsidi E’ = ( 6.) = 1 (Besar subsidi untuk konsumen Rp. Berapa bagian dari subsidi untuk konsumen dan produsen ? d.setiap unit barang.. Berapa subsidi yang diberikan pemerintah ? Jawab .) Qd = Keseimbangan pasar sebelum subsidi Qs Q = 12 – 2P = 12 – 8 Qe = 4 ( Keseimbangan pasar sebelum subsidi E = ( 4.

4.000 + 100(500) = 70. Semakin banyak jumlah barang yang dihasilkan semakin besar pula biaya variabelnya.= 2. Secara matematik.Fungsi Biaya dan Fungsi Penerimaan Fungsi Biaya Biaya total (total cost) yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dalam operasi bisnisnya terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost). C = 20. Tunjukkan persamaan dan kurva biaya totalnya ! Berapa biaya total yang dikeluarkan jika perusahaan tersebut memproduksi 500 unit barang ? Jawab : FC = 20. biaya variabel merupakan fungsi dari jumlah barang yang dihasilkan. FC = biaya tetap VC= biaya variabel C = biaya total k = konstanta V = lereng kurva VC dan kurva C Contoh Soal : Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar Rp 20. Sifat biaya tetap adalah tidak tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan.4.000 sedangkan biaya variabelnya ditunjukkan oleh persamaan VC = 100 Q.000 + 100 Q Jika Q = 500.000 .000 VC = 100 Q C = FC + VC → C = 20. biaya tetap merupakan sebuah konstanta. Sedangkan biaya variabel tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan.6 = 12 2. FC = k VC = f(Q) = vQ C = g (Q) = FC + VC = k + vQ Keterangan .

Diketahui : C = 20. Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R dan kurva C.000 + 100Q 200Q = 20.000 + 100Q R = 200Q Syarat Pulang Pokok R = C 300Q = 20.000 2.4. π = 0 ) terjadi apabila R = C . Contoh Soal : Andaikan biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukan oleh persamaan C = 20.Analisis Pulang Pokok Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula menderita kerugian.00 per unit.5. Pada tingkat produksi berapa unit perusahaan mengalami pulang pokok ? apa yang terjadi jika perusahaan memproduksi 150 unit ? Jawab . Keadaan pulang pokok (profit nol.000 Q = 100 . R = Q x P = f (Q) Contoh Soal: Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp 200.000 + 100 Q dan penerimaan totalnya R = 200 Q. Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 350 unit ? Jawab : R=QxP = Q x 200 = 200Q Bila Q = 350 → R = 200 (350) = 70. Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini.Fungsi Penerimaan Penerimaan total (total revenue) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga jual per unit barang tersebut.

Jadi pada tingkat produksi 100 unit dicapai keadaan pulang pokok Jika Q = 150.000.. 10.000 = 200(150) – 20. maka π=R–C = 300Q – ( 20. but to be continued .) the end.000 ( Perusahaan mengalami keuntungan sebesar Rp.000 = 10.000 + 100Q) = 200 Q – 20.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful