P. 1
Automotive Air Conditioning Trainer

Automotive Air Conditioning Trainer

4.5

|Views: 1,722|Likes:
Published by 2day

More info:

Published by: 2day on Mar 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

Sections

KATA PENGANTAR

Manual ini dirancang untuk memudahkan guru dan siswa dalam melakukan kegiatan Belajar Mengajar dengan dilengkapi LABTECH AUTO AIR CONDITIONING TRAINER (HC – AC 2 – T). Basik dari materi awal yang disediakan berprinsip dari sistem pendinginan, fungsi dari komponen-komponen Air Conditioning (AC) dan beberapa pelatihan untuk teknisi level training. Manual ini sebaiknya digunakan secara bersama-sama dengan materi lainnya yang disediakan untuk mengadakan pada A/C Trainer. Seluruh pelatihan dasar dalam latihan materi dapat ditampilkan pada trainer untuk memberikan siswa sebuah pengertian dari Automotive Air Conditioning dan untuk mengembangkan kemampuan dalam melakukan perawatan atau servis pada sistem ini.

1. PERKENALAN
AC adalah pengendalian lingkungan pada tempat tertutup, seperti pada mobil. AC menghilangkan kelembaban, membersihkan dan mendinginkan udara di dalam mobil. Ini memberikan kenyamanan pada pengendara dan pada sesama penumpang. Pengaruh kenyamanan dari tanggapan pengendara dan reaksi waktu pemberian situasi. AC dilengkapi dengan sabuk pengaman untuk mengurangi keletihan pengendara. Pada penjumlahan bagian dalam tingkat pengurangan kebisingan ketika semua jendela-jendela tertutup dan AC hidup. AC juga menghilangkan embun pada kaca depan yang tertutup. Pengendara menyetujui untuk memelihara jarak penglihatan yang baik dari jalan dan kendaraan lain. Udara yang berisi debu, serbuk dan yang terkontaminasi pada udara lain. Penguapan suhu ke bawah pada titik beku embun. Penyebab kelembaban udara telah selesai dari saluran penguapan perumahan. Sangat sedikit kebawah dan serbuk dapat masuk ke penumpang dari ruang terpisah ketika AC hidup.

Sejarah dari AC Mobil AC : itu digunakan untuk pendinginan, pertama dikenalkan pada tahun1940 packard. Sejak itu menjadi salah satu yang hampir ditemukan barang tambahan pada mobil-mobil di saat itu. Kemudian pada AC mobil terdiri dari penguapan, pendingipendingin yang diketahui penumpang dari sebuah jendela. Saluran udara / kapiler bertindak lebih pada saringan kasa. Udara dialirkan pada saringan kedalam ruang terpisah. Penguapan udara menyerap panas dari datangnya udara. Bagaimanapun kelembaban pada suatu mobil. Pendinginan yang praktis hanya pada kekeringan. Iklim adang di selatan barat wilayah persatuan negara bagian.

Pertama AC digunakan pada sebuah pendinginan yang diketahui kesatuannya. Kumpulan tongkat puncak peralatan panel. Unit ini sangat penting dari pemanasan, menghilangkan dan sistem peranginan. Inti pemanasan yaitu memisahkan rumah dari penguapan. Operasi meliputi rekulasi udara dari dalam mobil. Sebaliknya udara segar dari luar. Kemajuan selanjutnya di pendingin udara datang ketika inti evaporator digabungkan di tempat yang sama sebagai inti pemanas. Hal ini mengenai penggabungan sistem pemanas dan sistem pendingin. Sistem ini memberikan pengeluaran udara untuk masuk atau bersirkulasi di dalam mobil. Kemajuan terakhir menggabungkan automatic temperatur control (ATC). Sensorsensor menyediakan informasi ke komputer yang dikontrol secara otomatis untuk mempertahankan pengaturan temperatur yang diinginkan. Masa Sekarang dan Masa akan Datang Sekarang ini hampir 90 % dari semua mobil yang dibuat datang dengan melengkapi AC dari perusahaan. Sebagian besar pasar pasar jenuh bila tidak menggunakan AC. Dampaknya AC otomotif menjadi beberapa perhatian. Mobil dengan pendingin udara tidak efisien dalam sistem pengoperasiannya. Perhatian berikutnya tentang ekonomis, perusahaan membuat komponen yang mungkin dapat mengurangi beban. Dengan pengeluaran dan penggabungan bermacam-macam bagian AC memerlukan lebih sedikit tempat. Pendingin yang digunakan pendingin udara di mobil adalah sebuah perhatian. Sampai saat ini, pendingin digunakan di mobil adalah R-12 dan telah menjadi perhatian lingkungan. Meskipun model sistem AC berisi CFC 12 akhirnya isi pendingin ini menuju atmosfer terus dengan kuat dan mencocokkan kebocoran. Selang karet menembus, kecelakaan, service atau penyelesaian kendaraan. Para ilmuwan percaya bahwa klor

didalam pendingin menyebabkan lapisan ozon hancur. Lapisan menjaga bumi dari sinar ultrviolet. Pengganti isi pendingin telah dikembangkan agar ramah dengan ozon dan sekarang sebagian besar kendaraan terbaru dilengkapi dengan sistem HFC 134 a sehingga teknisi dapat belajar teknologi terbaru. Sejak pendingin bocor dari CFC 12 diketahui menghabiskan lapisan ozon yang melindungi bumi. Di sana sekarang CFC 12 dihapus. Menurut persetujuan internasional dikenal sebagai Montreal Protocol. Ini hasil alternati pendingin yang wajib untuk mendatang yang digunakan dalam sistem pendingin mobil. Pendingin terbaru dipilih untuk menggantikan CFC 12 menjadi HFC 134 a pendingin yang lebih ramah lingkungan dan digunakan di udara pendingin untuk mobil terbaru di dunia saat ini. Karena HFC 134 a tidak berisi klor dan mempunyai kekuatan menipiskan ozon pendingin menrupakan suatu pilihan. Bagaimanapun HFC 134 a tidak dapat mengisi tenaga pengganti dan optimis hasil pendingin ini di sistem AC baru yang mempunyai beberapa komponen yaitu kompressor, libricant, desiccants pipa, evaporator dan kondensor. Sebagai teknologi lanjutan juga terdapat seri pendingin campuran yang lebih mudah untuk mengganti dan to retrofit dari sistem sebelumnya (seperti Dupont Suva Blends). Campuran mempunyai kekuatan menipiskan ozon tidak jauh daripada CFC 12 tetapi tidak ramah lingkungan seperti HFC 134 a.

Gambar. 1

PENGATUR SUHU Udara luar teralirkan melalui pipa ke sebuah inti pendingin evaporator, udara tersebut didinginkan dan dihilangkan kelembabannya. Ketika pendinginan maksimal dibutuhkan, tidak ada udara luar yang masuk ke mobil. Udara dalam disirkulasikan kembali melalui evaporator. Bagaimanapun juga, pengendara dapat memilih untuk penghangat ruang penumpang dengan memiliki beberapa aliran udara yang didinginkan dan dipanaskan lalu memasuki ruang penumpang. Suhu campuran udara kemungkinan merupakan aliran udara. PENGATUR KELEMBABAN Kelembaban, uap lembab di udara, dipadukan dengan panas sangatlah nyaman. Kehangatan tinggi dan kelembaban tinggi menyebabkan kepenatan, masalahnya ditimbulkan dengan fakta bahwa “udara yang lebih panas, udara yang lebih lembab dapat

dikendalikan”. AC kurang efektif selama dalam kelembaban tinggi, sebagai akumulasi embun pada evaporator mengurangi efisien penyampaian / penyaluran panas. Suhu inti evaporator adalah dibawah titik embun. Embun didinginkan dan menjadi padat ketika sampai dibentuk dengan evaporator. Embun menjadi padat dan berubah menjadi air. Oleh karena itu pada hari yang sangat lembab, keefektivan AC berkurang. TIPE DARI SISTEM AC Beberapa tipe dari sistem AC yang tersedia saat ini. Diantaranya : 1. Menggantungkan / menambahkan. 2. Integral dengan control manual. 3. Integral dengan control otomatis. ADD ON ( UNIT TAMBAHAN ) Disebut Add On Unit (Unit Add On) karena saat mobil didatangkan dari pabrikan, biasanya mobil dalam keadaan tanpa AC. Add On ini ditambahkan pada mobil di beberapa titik setelah mobil menjadi sebuah monil yang benar-benar baru. Penambahan ini dilakukan pada bagian penjualan. Ini berarti, pemilik mobil dapat menunggu untuk beberapa tahun sebelum memutuskan untuk memiliki mobil dengan tambahan AC. Unit ini diinstall di bagian bawah dashboard. Kemudian unit udara disirkulasikan menuju evaporator (penguap) tidak melalui kabin penumpang. Sistem pendingin ini menghirup udara dari luar mobil, dan bersirkulasi kembali dalam udara mobil dengan baik. MENGONTROL TEMPERATUR (SUHU) MANUAL Adalah sebuah sistem utuh yang menggabungkan pusat pemanas (heater) dan penguap (evaporator) di dalam satu rumah (housing) dan menggunakan kipas yang sama. Jika sangat diinginkan, udara dari luar mobil memiliki rute menuju housing dimana udara didinginkan atau dipanaskan dan kemudian didistribusikan melalui saluran. Panel pengontrol sistem ini terletak pada dashboard.

KIPAS Kipas atau motor blower menciptakan sebuah aliran udara yang melalui evaporator (penguap) atau pusat pemanas (heater core) dan kemudian menuju kabin penumpang. Kecepatan kipas yang tertinggi menciptakan banyak udara yang dapat dipanaskan atau didinginkan. Kecepatan tertinggi dari kipas juga menciptakan atau menimbulkan suara bising. Hal ini akan menjadi masalah bagi beberapa orang yang keberatan dengan suara bising dalam mobil. Kecepatan kipas dikontrol dengan panel pengontrol yang ada pada dashboard. Pada jaman mutakhir ini kemudian motor blower dilengkapi dengan sebuah hambatan (resistor). Tegangan luar dari hambatan (resistor) ini nantinya akan mengatur / memastikan kecepatan kipas. Resistor ini biasanya terletak pada bagian luar dari rumah evaporator / heater. AUTOMATIC TEMPERATURE CONTROL Beberapa pabrikan sistem AC mengedepankan sebuah keutuhan dari sistem pengontrol temperatur otomatis (ATC) yang menggabungkan evaporator core dan heater core dalam satu rumah (housing). Pengontrolan temperatur diatur oleh pengemudi dan sistem perawatan yang menunjukkan temperatur lebih spesifik terdapat di dalam mobil. PEMBERIAN WARNA KACA Pemberian warna kaca digunakan untuk semua kaca ketika AC pada mobil yaitu sekumpulan tinta, mengurangi jumlah pancaran yang memasuki mobil, untuk itu pemberian warna kaca mengurangi beban kerja pada kondisi udara kaca lereng depan (sedikit demi sedikit terganti) kepadatan pemberian kaca memilih memperbolehkan bagian atas harus memberi kegelapan pada peredaman kaca depan, menyediakan kenyamanan perlindungan pendengaran melawan pancaran untuk daerah-daerah bahwa tidak mempengaruhi jarak penglihatan.

JARAK TEMPUH BAHAN BAKAR Ketika AC hidup bahan bakar mempengaruhi. Pengaruh ini merubah langsung daya kuantitas kuda pada kompressor AC sama seperti mobil yang sedang berjalan. Kamu akan tahu bahwa kita mempunyai 2,2 Kw (3 HP) di pelatihan Labtech yang hampir membutuhkan kompressor dari 2 sampai 4 HP terdiri dari ukuran dan kecepatan yang terpakai. Daya kuda yang lebih memberitahukan kompressor yang berjalan. Bahan bakar yang lebih bertahun-tahun. Faktor lain yang mempengaruhi jarak tempuh pada bahan bakar adalah : 1. Sistem AC dengan potongan kondensor yang lebih kecil dan / atau penguapan yang dibutuhkan, tidak cukup tanpa menghisap kompartemen penumpang. Salah satu akan menyebabkan sistem AC bekerja lebih keras menyebabkan dan pilihan bahan bakar ekonomi. 2. Ukuran main. Presentasi dari daya kompressor “barang murah” dari mesin luar paling kurang dari mesin kecil untuk contohnya. Sistem AC luas dapat membutuhkan kompressor delapan daya kuda pada kecepatan tinggi. Dengan empat mesin silinder yang hanya dapat menaruh maksimum dari 100 daya kuda. AC menghisap kira-kira 8 persen pada kecepatan tinggi, dan tersedia total daya kuda. Bagaimanapun dengan luas Vr 8 mesin bahwa menghasilkan 300 daya kuda. AC hanya barang kira-kira dua dan satu jam persen tersedia total daya kuda. Untuk itu sistem AC hanya mempengaruhi pada bahan bakar ekonomis dan tenaga yang besar dari mesin. 3. Area Kaca. Pada kendaraan yang mempunyai kaki persegi yang besar pada jendela itu memiliki tingkat kekerasan yang banyak untuk menjaga pendinginan. Ini berarti AC bisa bekerja lebih maksimal, dan kasus buruk terjadi pada bahan bakar dalam beberapa km akan habis.

RINGKASAN AC tidak hanya mendinginkan udara dalam bagian penumpang tetapi juga mengatur kelembaban dan membersihkan udara. Perusahaan menyeting sistem AC di masa kini adalah praktis yang artinya bagian evaporator dan inti pemanas dikombinasikan dalam satu rumah. Bergantung pada unit yang dimiliki evaporator disebuah tempat penyekat dari inti pemanas. Ac dapat secara manual atau otomatis dengan pengendali vacuum membuka atau menutup pintu, tergantung di pengukur temperatur otomatis pilihan pengendali yang mengontrol informasi dari bagian dalam dan bagian luar sensor suhu dan pengatur kecepatan kipas. Ac mungkin mempengaruhi lingkungan. Menurut beberapa ilmuwan, ketika chlorine dari pendingin yang digunakan dalam mobil R-12 memasuki atmosfer. Itu mungkin mempengaruhi lapisan ozon karena ramah lingkungan HFC – 134a dan digunakan didalam sistem AC di dunia luas.

2. PRINSIP-PRINSIP DARI PENDINGIN
2.1. Pendinginan – Mendinginkan 1. Tidak ada pengetahuan proses untuk memproduksi dingin hanya ada memindahkan panas. 2. Panas itu selalu diserap oleh benda dingin. Prinsip ini adalah untuk pengoperasian unit pendinginan. Sama benda dingin mempunyai temperatur lebih rendah dari sumber panas. Pengaturan panas akan terjadi. 3. Temperatur adalah ukuran intensitas panas dalam derajat. Alat ukur paling umum adalah termometer. 4. Panas adalah bentuk energi dan pengaruhnya diproduksi oleh percapatan molekulmolekulnya. Ketika panas itu dibuat bahan atau dibawa kedalam lingkungan. Penambahan temperatur panas dari mesin mobil, sinar dari matahari dan banyaknya kendaraan. 5. Semua benda mempunyai titik dimana mereka akan berubah menjadi uap. Mendidihkan air adalah contoh dari pemanasan sampai uap yang dibentuk. Mendidihkan adalah bentuk aliran deras dari penguapan. Menguapkan adalah pembagian panas yang lebih baik daripada mendidihkan air. Air tidak akan bertambah dalam suatu temperatur dalam mencapai titik didih. Energi panas digunakan dalam proses penguapan. 6. proses pengembalian, ketika panas dari uap air dikembalikan. Uap air akan kembali cair. Panas dari udara diserap untuk objek pendingin. Biasanya embun dalam udara pendingin akan meningkat dalam objek pendingin. 7. Titik didih dari cair langsung dipengaruhi oleh tekanan. Mendidihkan air dalam letak puncak (tekanan rendah) tidak akan cukup dipanaskan untuk memasak penumpang akan mempengaruhi kenaikan kendaraan dalam

makanan. Memanfaatkan tekanan secara ilmiah adalah arti dari titik didih dan temperatur dimana uap akan meningkat dapat dikontrol. Ketika cairan dipanaskan dan diuapkan gas akan menyerapkan tanpa merubah tekanan. Gas ini dalam kondisi pemanasan tertinggi.

Gambar. 2 2.2. Sirkulasi Pendinginan Sistem pengatur suhu udara (AC) mobil pendingin mengendorkan tekanan bawah kesetiap lima komponen utama dalam ruang terbatas. Pada popin ini di dalam sistem R – 134 a mengalami tekanan sebelumnya dan perubahan suhu. Akibat kompressor rendah, tekanan pendingin gas siap menghisapkan ke katup (low side), dan nama penyejuk, pemberi tekanan udara bagian depan dimuat R – 134 a dan tenaga siap dihentikan katup (high side) diatas low condensor. Udara melalui kondensor memindahkan panas dari sirkulasi pendingin mengakibatkan perubahan pada R – 134 a dari gas ke zat cair.

Cairan pendingin memindahkan ke atas penyaring. Receiver Driver dimana kotoran disaring keluar dan embun dipindahkan. Komponen ini juga mendistribusikan sementara ke tank penyimpanan untuk cairan R – 134 a. cairan R – 134 a, masih dibawah tekanan tinggi, kemudian mengalir ke dalam expension value. Katup ini mengontrol jumlah pendingin yang masuk ke evaporator. Sebagai R – 134 a disalurkan dengan teliti melalui katup ini menjadi suhu rendah, gas tekanan rendah dan uap yang penuh. Gas tekanan rendah dengan segera memulai untuk mendidih dan menguap senagai tempat masuk ke evaporator. Panas, udara lembab dari interior mobil menarik atau melalui evaporator dengan kipas evaporator. Sejak R – 134 a dingin di udara. Itu menyerap panas dari udara, menghasilkan udara dingin dan ditekan kedalam interior mobil-mobil. Uap yang ada didalam udara yang dimampatkan. Mulai memasukkan kedalam evaporator dan disimpan sementara kedalam panci pengering yang mana evaporator mengeringkan yang mana pengeringannya akan keluar dari motor. Putaran akan terjadi ketika panas bertekanan rendah gas menarik lagi kedalam kompressor melalui sisi pengisapan. Kompressor mengangkat tekanan dari pendingin untuk gerakan panas melalui condensor dan evaporator. Kompressor memisahkan tekanan rendah sisi dan tekanan tinggi sisi dari sistem. Konsentrasi molekul terisikan kedalam pendingin kembali ke evaporator. (sisi tekanan rendah) membuat temperatur lebih tinggi daripada temperatur udara luar. Temperatur tekanan tinggi diantara pendingin dan temperatur udara luar adalah perlu untuk membantu mempercepat aliran panas dalam condensor dari gas pendingin panas terlalu banyak mendinginkan udara luar.

Gambar. 2a

2.3. Tabel Tekanan Suhu dari R – 12 dan R – 134 a Ciri khas dari R – 12 adalah meminjamkan dirinya untuk proses pendinginan. Itu memiliki titik didih dari R – 21 6O F (-30 O C) (tekanan atmosfer). Jika terlepas didalam ruangan. Itu akan menyerap panas dari udara dan dengan segera menguap. R – 12, karena dari titik didih yang rendah itu, memiliki kapasitas yang besar dari penghisapan panas. R – 13 juga memiliki banyak dari ciri khas yang sama saat tidak terjadi bahay untuk lingkungan. TABEL TEKANAN SUHU dari R – 12 Tekanan PSIG Suhu OF (suhu OC) 55 ( 12.8 ) 60 ( 15.6 ) 65 ( 18.3 ) 70 ( 2.11 ) 75 ( 23.9 ) 80 ( 26.7 ) 85 ( 29.4 ) 90 ( 32.2 ) (Tekanan Kg/cm26) 52.0 ( 3.64 ) 57.7 ( 4.04 ) 63.8 ( 4.47 ) 70.2 ( 4.92 ) 77.0 ( 5.39 ) 84.2 ( 5.89 ) 91.8 ( 6.43 ) 99.8 ( 6.97 ) Suhu OF (suhu OC) 95 ( 35.0 ) 100 ( 37.8 ) 105 ( 40.6 ) 110 ( 43.3 ) 115 ( 46.1 ) 120 ( 48.9 ) 125 ( 51.7 ) 130 ( 54.4 ) Tekanan PSIG (Tekanan Kg/cm26) 108.3 ( 7.58 ) 117.2 ( 8.21 ) 126.6 ( 8.86 ) 136.4 ( 9.55 ) 164.8 ( 10.28 ) 15.7 ( 11.28 ) 169.1 ( 11.84 ) 181.0 ( 12.67 )

TABEL TEKANAN SUHU dari R – 134 a

Suhu OF -100 -90 -80 -70 -60 -50 -40 -30 -20 -10 0 10 20

Tekanan PSIG 27.8 26.9 25.6 23.8 21.5 18.5 14.7 9.8 3.8 1.8 6.3 11.6 18.0

Suhu OF 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 170 180

Tekanan PSIG 56.9 70.7 86.4 104.2 124.3 146.8 171.9 199.8 230.5 264.4 301.5 342.0 385.9

30 40 50

25.6 34.5 44.9

190 200 210

433.6 485.0 540.3

2.4. Perbedaan antara R – 12 dan R – 134 a Sistem R – 134 a akan beroperasi dibawah tekanan tinggi. R – 134 a tidak cocok dengan bahan kimia, dengan bahan yang umumnya digunakan pada sistem R – 12b. R – 134 a dan R – 12 tidak cocok dangan bahan kimia. Pelumasan • Aliran pelumasan minyak mineral yang digunakan pada R – 12 tidak cocok dengan R – 134 a. • Sebagian besar mungkin pelumas baru atau pelumas akan menjadi polyalkylene glycol “PAG” dan ......................... Ada kemungkinan lebih dari satu. • • Perbedaan kompressor dan sistem membutuhkan pelumasan yang berbeda. Pelumas baru tidak cocok.

Compressor • • • Tidak dapat ditoleransi campuran terkecil dari R – 12 dan R – 134 a. Compressor dapat lebih efisien. Untuk mencegah kebocoran, compressor dapat ditambah gasket baru, “O” ring dan sil. Penerima Pengeringan • Arah / arus bahan pengering di penerima pengeringan tidak dengan kimia kompatible dengan R – 134 a. • Bahan pengering yang baru ada, XH7, XH9, kompatible dengan R – 12 dan R – 134 a. • R – 134 a dan “PAG” lebih menyerap air dari pada R – 12.

Selang • • • Penembusan dari R – 134 a melewati selang karet adalah ganda dari R – 12. R – 134 a tidak mungkin kompatible dengan selang karet. Desain dan bahan yang baru dari selang sudah dikembangkan, kompatible dengan R – 12 dan R -134 a. yitu terdapat tali nilon. Kondensor • Kerja tekanan yang lebih tinggi dari sistem R – 134 a akan membutuhkan efisiensi yang lebih atau kondensor yang lebih besar. • Tekanan yang lebih tinggi mungkin membutuhkan tekanan baru tombol dan “greater” menggunakan dari kipas pendingin elektrik. Tools • Satu set alat yang terpisah akan dibutuhkan untuk memperbaiki sistem R – 12 dan R – 134 a. • Sistem R – 134 a menggunakan bahan pelumas yang berbeda mungkin menbutuhkan alat persembahan. • Alat pendeteksi arus kebocoran, memasukkan pendeteksi elektronik kebocoran tidak akan mendeteksi R – 134 a. • Penarik bahan cat dan kimia tidak direkomendasikan untuk digunakan dengan R – 134 a.

3. KOMPONEN AC
3.1. KOMPRESSOR Untuk menghasilkan konsentrasi pendingin bebas. berdasarkan Dengan katup cara

tekanan yang tinggi, maka piston pada kompressor mengarah kedalam tuang

menghidupkan kearah bawah,

maka rangkaian katup akan membuka menurut tekanan gas yang rendah dari dalam. Dengan piston dibagian dalam pukulan atas, maka pendinginan akan kuat menahan.

Gambar 3 Katup bebas akan membagi ke semua sistem yang tinggi dari sistem yang rendah. Kopling Magnet Kopling magnet listrik berfungsi untuk menyatukan termostat dengan kompressor yang lepas pada saat tidak dibutuhkan. Misalkan pada saat terjadi endapan pada dinding kemudian diindikasikan kedalam evaporator atau pada saat AC tidak terpakai.

Gambar. 4 3.2. KONDENSOR Kondensor bahan pendingin dari uap air ke cairan. Pengaratan oleh tekanan dari bahan pendingin di coil dan air Flow melalui condensor.

yang

dikendalikan

sehingga temperatur

mempengaruhi

dimana condensor untuk cairan, memberi jumlah panas yang Gambar. 5 Tekanan condensor di sistem Air – Conditioner adalah tekanan bahan pendingin Titik condensor cukup untuk menciptakan suatu pembeda temperatur diantara refrigerant uap air yang panas dan udara penghantar diatas sirip condensor dan tabung. Perbedaan ini menjadikan pemindahan kalor secara cepat dari bahan pendingin ke udara. 3.3. SARINGAN RECEIVER DRIER Receiver Drier adalah bagian penting besar di dalam proses.

dari proses pengaturan sistem suhu. Receiver Drier bahan untuk pendingin cairan dari

condensor dan memindahkan embun dan embun yang mungkin telah masuk sistem. Bagian receiver dari tangki dirancang untuk menyimpan bahan pendingin tambahan sampai diperlukan oleh evaporator. Penyimpan refrigerant adalah temporer dan bergantung pada permintaan dari kopling elastis. Desiccant Gambar. 5

Desiccant adalah suatu zat padat yang mampu memindahkan embun dari gas, cairan atau padat. Ini terdapat pada didalam receiver antara dua layar. Ini juga bertindak sebagai saringan. Setiap waktu ditempatkan disuatu metal mesh atau kantong bulu wol.

3.4. KOPLING ELASTIS TERMOSTATIK Kopling elastis termostatik mengendalikan jumlah refrigerant memasuki perangkat penguap cail. Keduanya secara internal dan secara eksternal kopling elastis digunakan. Gambar. 5 Kopling elastis terletak dekat pintu masuk dari fungsi throttling, pengendalian terbatas pengaturan refregerant dan arus suatu

menciptakan

tekanan ke seberang klep. Kopling elastis juga memisahkan sisi tinggi dari sistem sisi rendah. Status refrigerant yang rendah memasuki klep adalah cairan tekanan tinggi : meninggalkan cairan tekanan rendah. Jumlah refrigerant memasuki evaporator bervariasi dengan panas berbeda. Klep mengubah dari terbuka lebar ke posisi menutup secara penuh. Pencarian titik diantara sesuai metering refrigerant. Kopling elastis dikendalikan oleh kedua temperatur dari unsur gelembung ( atau kuncir ) dan tekanan dari cairan evaporator. Ketika beban itu meningkat, katup merespon dengan pembukaan lebih luas untuk mebolehkan lebih refrigerant kedalam evaporator. Ini mengendalikan tindakan yang menyediakan tekanan yang sesuai dan temperatur mengendalikan di evaporator. 3.5. EVAPORATOR Evaporator mendinginkan dan mengeringkan udara sebelum udara itu masuk ke ruangan mobil. Pendingin luas yang besar membutuhkan , bahwa volume yang

besar dari udara yang dipaskan melewati koil evaporator untuk perubahan panas diluar. Kemudian blower menjadi bagian yang penting dari perakitan evaporator. Ini tidak hanya menggambarkan panas udara yang dimuat, tetapi juga memaksa udara melebihi tinggi rusuk evaporator dan panas koil disana dikelilingi untuk pendingin. Blower memaksa udara

didinginkan diluar evaporator kedalam ruangan dalam mobil. Perubahan panas diluar, seperti diterangkan dibawah

pengoperasian kondensor, bergantung pada perbedaan temperatur besar akan jumlah dari pengganti panas diantara udara dan bahan pendingin. Gambar. 8

Kondisi muatan panas yang tinggi, seperti pertemuan umum ketika sistem AC dihidupkan, akan membolehkan cepat panas mentransfer antara udara dan zat pendingin. Perubahan keadaan dari bahan pendingin didalam koil eavporator sama pentingnya bahwa dari saluran udara melebihi koil. Ketika tekanan rendah cairan bahan pendingin memasuki evaporator, ini melebarkan pipa dan menuap dengan segera. Panas yang terbuang dari evaporasi, panas diserap melalui pemuatan bahan pendingin didalam proses evaporasi. Beberapa cairan bahan pendingin harus dapat disuplaikan sepanjang panjang total dari evaporator. Seperti panas yang hilang dari udara ke bidang koil evaporator mengambil tempat, beberapa uap lembah di udara dikondensikan pada bidang luar koil evaporator dan dibuang dalam bentuk air.

Dengan udara bertekanan, pendingin mendidih dengan -216 o F (-30 o C) dan air dari pesawat pembeku 32
o

F (0

o

C). Untuk itu temperatur di penguap harus

dikontrol jadi air yang dikumpulkan di putaran permukaan tidak selalu dingin dan diantara sirip-sirip dan pembatas aliran udara. Di penguap, temperatur dikontrol siap bertekanan di bagian penguap. Dan suhu serta tekanan di saluran penguap. 3.6. THERMOSTAT Gaya magnetik kopling adalah awalan kompressor untuk menyediakan udara yang cepat dikontrol dari interior mobil. Kopling adalah dikontrol dari termostat di penguap. Dimana kumpulan awal dari pengemudi untuk ditetapkan titik. Thermostat adalah alat pemanas simpel, dimana dikontrol dengan knop elektrik. Ketika panas knop membuka. Ketika dingin menutup. Sebagian besar thermostat memiliki pasti mati positif untuk giliran kopling mati tanpa memperhambat suhu.

Gambar. 9 Tipe putaran thermostat memiliki pipa saluran penyambung keluar ketika dengan catatan pendingin dan perpanjangan dari penguap inti ke pengertian suhu. Pipa saluran dempet dengan bagian embusan thermostat. Suatu ruang gas di bagian

pipa saluran menggunakan penguap dari putaran. Ketika giliran menutup knop dengan terlebih dahulu mendapatkan suhu. 3.7. PENGATURAN PENGEMBUS (BLOWER) Rangkaian elektrik dari AC berasal dari sebuah assesoris atau alat-alat bantu dan gabungan dengan sebuah sekering 15 A atau rangkaian pemutus arus. Pengatur blower adalah sebuah saklar, yang mana memberikan sebuah arah pengaturan kecepatan blower dari cepat menjadi lambat. Ketika saklar blower dihidupkan sumber arus / aliran arus menuju thermostat. Sejak blower dihidupkan, kecepatan kipas mungkin berubah tanpa dipengaruhi tingkat sensor thermostat. Thermostat memberi reaksi terhadap perubahan suhu, yang mana mungkin menyebabkan hubungan elektrik terhadap membuat dan memisah. Thermostat mempunyai sebuah pipa kapiler yang diperpanjang menuju bagian tengah evaporator ke sensor suhu / pengukur suhu. Ketika tanda / titik ditutup aliran arus menuju medan kopling kompressor dan membangkitkan kopling. Penyebab poros engkol berputar yang mana dimulai peredaman pendingin. Ketika suhu gulungan evaporator menurun oleh sebuah titik / tanda penetapan. Titik / tanda terbuka dan kopling lepas. Ketika kopling lepas, blower tetap pada kecepatan setelan / pengaturan. Setelah suhu evaporator mencapai kira-kira diatas 12
o

F (6,7

o

C) tanda saklar padam. Titik didalam thermostat juga membuat

hubungan dan pendinginan mulai lagi.

4. KEISTIMEWAAN LAIN DARI ALAT PERAGA LABTECH

4.1. SISTEM ELEKTRIK Kompressor dikendalikan oleh motor listrik 2,2 KW (3 HP). Motor ini cukup baik untuk menjalankan sistem dibawah kondisi normal yang sedang dijalankan pada periode yang lama. Alat peraga ini sangat cocok dengan input tenaganya berpusat pada protectife circuit breaker. Tenaga input ini memberikan tenaga pada motor listrik dan power suplai unit. Tenaga dari power supplay diberikan pada blower, evaporator, kopling magnet pada kompressor, dan kipas evaporator. MAIN POWER ditandai dengan saklar ON/OFF. Pada panel depan dari sistem elektrik. MOTOR POWER ditandai dengan saklar motor pengontrol juga dipasang panel bagian depan dari motor elektrik. Lampu pilot menyala saat motor listrik on.

4.2. KOMPONEN-KOMPONEN KONTROL PANEL 1. Volmeter

Volmeter digunakan untuk mengukur besarnya tegangan input. 2. Ammeter, digunakan untuk mengukur arus listrik yang mengalir melalui sistem. 3. Thermometer Digital Thermometer digital menyediakan sebuah saklar untuk memilih suhu yang digunakan untuk memilih komponen pengatur suhu : Evaporator ditandai dengan “1” Kompressor ditandai dengan “2” Kondensor ditandai dengan “3”

4. Tachometer Tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan kompressor. 5. Pengontrol Kecepatan Kipas Kondensor Saklar ini digunakan untuk mengontrol kecepatan kipas kondensor dalam putaran rendah, sedang, atau kecepatan tinggi. 6. Sumber Tenaga Seluruh elektrik sistem dioperasikan dengan satu saklar tenaga. 7. Motor Tenaga / Penggerak Saklar motor penggerak digunakan untuk mengontrol kompressor. Posisikan saklar pada posisi ON, maka kompressor akan bekerja.

CONTROL PANEL OF AUTO A/C TRAINER HC-AC2-T

ELECTRICAL WIRING DIAGRAM OF AUTO A/C TRAINER HC-AC2-T

Inverter Wiring Diagram

HARDWARE LAY OUT

5. PROSEDUR PENGGUNAAN
5.1. SEBELUM PENGGUNAAN

Ikutilah prosedur dibawah ini sebelum menghidupkan AC trainer : 1. Pastikan bahwa tombol MAIN POWER dan MOTOR POWER pada papan pengontrl pada posisi OFF. 2. Periksa tombol MCB sebelah kanan dari kontak papan pengontrol. Pastikan itu ON. 3. Periksa tingkat tegangan pada sumber arus 220 AC/50Hz untuk setiap garis ke posisi netral dan 350 V dari garis ke garis lainnya (RST). 4. Periksa katup manual (MV), pastikan itu terbuka (maksimal posisi CCW). 5. Periksa ukuran tekanan pendingin. Hasilnya harus sebagai berikut : Ukuran tekanan tinggi (HPG) = ± 80 PSIG Ukuran tekanan rendah (IPG) = ± 80 PSIG

Jika tekanannya terlalu jauh dibawah 80 PSIG berarti sistem kurang pengisian dan perlu diisi kembali. 6. Periksa suhu dari kondensor dan evaporator dalam suhu yang dimaksud. 7. Alihkan saluran tenaga yang masuk ke 3 tingkat sumber tenaga. 8. Sistem sudah siap dihidupkan setelah hasil dari prosedur penggunaan sudah siap (OK).

5.2. MENGUBAH KECEPATAN KIPAS EVAPORATOR Prosedur / Langkah Kerja :

1. Hidupkan saklar motor pada kotak panel kontrol. 2. Putar pengontrol kecepatan kipas evaporator didepan kipas evaporator ke posisi 1 dan pengontrol suhu ke posisi rendah. 3. Putar pengontrol kecepatan kipas kondensor di kotak papan pengontrol ke posisi rendah. 4. Hidupkan saklar MAIN POWER dan biarkan trainer berjalan sekitar 15 menit. Amati dan catatlah mengikuti kondisi : Tekanan pengisapan ................. PSIG Pelepasan tekanan ................ PSIG Suhu kompressor ................. o C Suhu kondensor ................. o C Suhu evaporator ................. 8 o C Kecepatan jalan keluar udara evaporator ................... meter / menit Arus listrik ............... Ampere Tegangan .................. Volt

Catatan : Sistem sirkulasi refrigerant dapat mati (kompressor mati) sebelum 15 menit. Ini disebabkan karena saklar pengontrol tekanan (thermostat) hidup. 5. Putarlah pengontrol kecepatan kipas evaporator ke posisi 2, dan pengontrol suhu evaporator ke posisi rendah. Biarkan sistem berjalan kira-kira 5 menit dan catat mengikuti kondisi : Tekanan pengisapan ................. PSIG Pelepasan tekanan ................ PSIG Suhu kompressor ................. o C Suhu kondensor ................. o C Temperatur evaporator ................. 8 o C

-

Kecepatan dari saluran keluar udara evaporator ................... meter / menit Arus listrik ............... Ampere Tegangan .................. Volt

6. Putar kontrol kecepatan kipas evaporator ke posisi 3, dan kontrol temperatur evaporator ke posisi rendah. Biarkan sistem bekerja kira-kira 5 menit, dan catat kondisi menliputi : Tekanan hisap ................. PSIG Tekanan pengosongan ................ PSIG Temperatur kompressor ................. o C Temperatur kondensor ................. o C Temperatur evaporator ................. 8 o C Kecepatan dari saluran keluar udara evaporator ................... meter / menit Arus listrik ............... Ampere Tegangan .................. Volt

7. Matikan saklar MAIN POWER dan MOTOR POWER.

5.3. MERUBAH SETELAN KONTROL TEMPERATUR/ SUHU (THERMOSTAT) Prosedur :

1. Hidupkan saklar MOTOR POWER pada kotak papan pengontrol. 2. Putar pengontrol kecepatan kipas evaporator di depan evaporator pada posisi 3. 3. Putar pengontrol kecepatan kipas kondensor di depan kotak papan pengontrol hingga posisi HIGH (H). 4. Setel / atur pengontrol suhu (thermostat) hingga posisi HIGH. 5. Hidupkan saklar MAIN POWER. Biarkan sistem bekerja 15 menit. Amati dan catat kondisinya, meliputi : Tekanan hisap ................. PSIG Tekanan pengosongan ................ PSIG Temperatur kompressor ................. o C Temperatur kondensor ................. o C Temperatur evaporator ................. 8 o C

Catatan : Sistem sirkulasi pendingin dapat mati (OFF)/kopling kompressor mati sebelum 15 menit. Hal ini terjadi disebabkan oleh saklar pengontrol tekanan/saklar pengontrol suhu. Jika kompressor mati sebelum 15 menit, catat kondisi yang meliputi : Tekanan hisap pemutus ................. PSIG Suhu evaporator pemutus ................. o C

6. Tunggulah sampai sistem bekerja lagi, dan catat kondisi di bawah ini : Tekanan hisap penghubung ................. PSIG Suhu evaporator penghubung ................. o C

7. Aturlah pengontrol suhu (thermostat) pada posisi LOW. 8. Biarkan sistem bekerja sampai thermostat membuka (kompressor mati). Amati dan catat kondisi berikut ini : Tekanan hisap pemutus ................. PSIG

-

Suhu evaporator pemutus ................. o C

9. Tunggu hingga sistem bekerja kembali dan catat kondisinya di bawah ini : Tekanan hisap penghubung ................. PSIG Suhu evaporator penghubung ................. o C

10. Apakah suhunya berbeda (suhu penghubung dikurangi suhu pemutus) pada kondisi ini ? 11. Matikan tombol MAIN POWER dan MOTOR POWER.

5.4. MENGUBAH KECEPATAN KIPAS KONDENSOR Prosedur :

1. Hidupkan saklar MOTOR POWER diatas kotak kontrol panel. 2. Putar kontrol kecepatan kipas evaporator didepan evaporator ke posisi 3 dan temperatur kontrol ke posisi rendah. 3. Putar kontrol kecepatan kipas kondensor didepan kotak kontrol panel ke posisi rendah / low (L). 4. Hidupkan saklar MAIN POWER 5. Sistem bekerja kira-kira 15 menit. Amati dan catat kondisi meliputi : Tekanan hisap ................. PSIG Tekanan pengosongan ................ PSIG Temperatur kompressor ................. o C Temperatur kondensor ................. o C Temperatur evaporator ................. 8 o C Arus listrik ............... Ampere Tegangan sistem .................. Volt Kecepatan kompressor ............. RPM

Catatan : Sistem sirkulasi pendinginan dapat mati / OFF (kopling kompressor mati) sebelum 15 menit. Ini terjadi dikarenakan oleh saklar kontrol tekanan atau oleh kontrol temperatur. 6. Putar kontrol kecepatan kipas kondensor ke posisi medium (M). ulangi langkah 5. 7. Putar kontrol kecepatan kipas kondensor ke posisi high. ulangi langkah 5. 8. Matikan saklar MAIN POWER.

5.5. PROSEDUR MENGOPERASIKAN SUHU KOMPRESSOR 1. Sistem pendingin harus dimatikan untuk beberapa waktu.

2. Pasangkan sensor suhu pertama pada batas penghisapan kompressor. 3. Pasangkan sensor suhu kedua pada kulit kompressor sekitar 4” dimana batas penghisapan masuk.. 4. Pasangkan sensor suhu ketiga pada dasar kulit kompressor dimana ada minyak. 5. Pasangkan sensor suhu keempat pada batas pengosongan kompressor. 6. Buka katup manual. 7. Catat data berikut sebelum menghidupkan mesin. Tipe sistem pendingin ................ Tekanan penghisapan ................. PSIG Tekanan pengosongan ................ PSIG Suhu pemanasan pendingin ................. o C Suhu pendingin kondensor ................. o C Suhu batas penghisapan ................. o C Suhu batas atas ................. o C Suhu batas bawah ................. o C Suhu pengosongan ................. o C

8. Hidupkan sistem dan biarkan selama 30 menit dan catat data berikut : Tekanan penghisapan ................. PSIG Tekanan pengosongan ................ PSIG Suhu pemanasan pendingin ................. o C Suhu pendingin kondensor ................. o C Suhu batas penghisapan ................. o C Batas atas suhu ................. o C Batas bawah suhu ................. o C Batas pengosongan suhu ................. o C

9. Block aliran udara kondensator sampai pendingin yang memampatkan suhu sampai 54 o C. Ini seharusnya pada kondisi di bawah ini : R – 12 R – 134 a R – 22 R – 502 : 181 PSIG : 199 PSIG : 297 PSIG : 321 PSIG

10. Melepaskan sistem selama 30 menit. Kamu boleh mematikan thermostat. Jadi sistem tidak akan mematikan selagi berjalan. Amati dan catat kondisi berikut : Tekanan isap ................. PSIG Pengosongan tekanan................ PSIG Suhu pemanasan pendingin ................. o C Suhu pendingin kondensor ................. o C Batas suhu penghisapan ................. o C Suhu batas atas ................. o C Suhu batas bawah ................. o C Suhu batas pengosongan ................. o C

11. Matikan sistem selama 15 menit dan catat data prosednomor 10. 12. Pengembalian termostat untuk pengaturan perbaikan dan memindahkan sensor temperatur.

5.6. CARA KERJA KONDENSATOR PENDINGIN UDARA PROSEDUR / ATURAN.

1. Nyalakan / posisikan ke ON tenaga MOTOR dan buka tutup manual. 2. Mulailah sistem dan biarkan ini berlangsung selama 30 menit. Catat kondisi sebagai berikut : Jenis kondensator .................. Tekanan penghisapan ................. PSIG Tekanan tertinggi ................ PSIG Temperatur pemadatan (dimasukkan dari tekanan puncak) ............... o C Temperatur udara kembali (Temperatur kondensator) ................ o C Perbedaan temperatur (temperatur pemampatan – temperatur kembali) ... 8 o C

3. Perbedaan temperatur antara temperatur pemampatan – temperatur kembali harus 19 o C. Jika lebih dari 19 o C. Check / pastikan kondensator bersih. 4. Matikan / posisikan ke OFF tenaga motor dan kunci kontak.

6. SISTEM DIAGNOSA
6.1. TES PENGUKURAN

Manifold Manifold digunakan sebagai alat bantu untuk menerima dari selang karet dan meberikan pengaturan pada pendingin melewati manifold. Pengukuran adalah mengikatkan servis katup kompressor dari selang karet panjangnay kurang lebih 36 inchi (1 meter).

Gerakan katup (clockwise penghubung) membuka sistem untuk setengah perawatan lubang untuk manifold set. Ini hanya dilakukan untuk membiarkan pendingin keluar atau menuju sistem. Jika katup ditempat rendah di gerakan manifold, gerakan mengambil tempat antara tempat yang rendah dan hanya di bagian tengah. Di tempat yang rendah menunjukkan tekanan rendah dan di tempat yang tinggi sisanya ditutup. Tes Pengukuran Pada Kondisi Sistem Udara Tujuan tes dan diagnosa sistem kondisi udara ini perlu menggunakan pengukur tes dan manifold set. Diperlukan 2 pengukur. 1 pengukur digunakan disisi yang tinggi dan pada sistem yang lainnya digunakan disisi yang rendah.

Pipa bagian rendah adalah tertutup dibawah alat ukur bagian rendah pipa bagian tinggi dibawah alat ukur bagian tinggi. Kedua bagian dan manifold mempunyai suatu bagian untuk menutup katup. Ketika katup dibuka semua jalan manifold tertutup. Tekanan pada bagian dari sistem akan dicatat di alat ukur diatas pipa. Pipa Pengukur Tekanan Tinggi

Alat ukur bagian tinggi mengukur tekanan yang dilepaskan pada kompressor. Ukuran bagian tinggi minimum harus terbaca sampai 300 PSI (21 kg/cm2) dengan ukuran perbandingan sampai 400-500 PSI (28-35 kg/cm2) lebih pas. Pipa Pengukur Tekanan Rendah

Bagian ukuran rendah mendata kedua tekanan dan pengosongan. Bagian kosong dikalibrasi untuk menunjukkan dari 0-36 inchi (0-1 meter) dari mercuri. Bagian tekanan dikalibrasi untuk menunjukkan sekurang-kurangnya 80 PSIG (5.6 kg/cm2), tetapi harus dapat mengukur sampai 250 PSIG (17,5 kg/cm2) tanpa kerugian. Pencegahan pengukuran kapasitas dari kerugian jika itu terjadi menjadi penghubung pada pelepasan pipa oleh ....... 6.2. TINDAKAN KESELAMATAN Pemegang Gas Pendingin Perhatian harus dilakukan dalam memegang. 1. Ini dapat membekukan kulit / jringan mata saat berkontak langsung. 2. Jika dipanaskan pada nyala api / panas yang tinggi, ini dapat mematikan gas fosgen. R – 12 adalah samar-samar di seluruh negara. Uap / asap lebih berat daripada udara dan tidak mengandung api, tidak beracun dan tidak bersifat korosi.

Pertolongan Pertama

Gas pendingin siap dibagikan ole minyak. Sebuah botol kesil yang bersih minyak mineral dan kecil jumlah dari asam bor akan mendekati tempat pelayanan stand. Jika anda terkena gas pendingin pada mata anda, segeralah cuci bagian luarnya dengan beberapa tetes minyak mineral dilanjutkan melalui membersihkan dengan sebuah penyelesaian ringan dari asam bor. Hubungi dokter sesekali. Saran-saran Keselamatan 1. Jangan pernah memegang pendingin tanpa kaca mata pelindung. Jangan mengambil kesempatan. 2. Jangan pernah mengosongkan uap dari sistem kedalam sebuah ruangan yang ada nyala apinya atau kedalam pipa masuk karburator pendingin. Saat berhubungan dengan nyala api, generator gas phosgene yang mati. 3. Jangan pernah menutup katup pengosongan kompressor saat kompressor dioperasikan. 4. Mengosongkan sistem kondisi udara dengan pelan. 5. Jangan pernah mengelas atau dalam kebersihan uap atau dekat sistem. Lakuka hingga dapat menghasilkan dalam tekanan berbahaya (meninggal) dalam sistem penutup dan memungkinkan patahan mungkin terjadi. 6. Jangan pernah membuka tutup radiator bertekanan saat masih panas. 7. Hati-hati saat bekerja di dekat evaporator atau sirip-sirip kondensor. 8. Jaga tangan anda terhindar dari mesin dan sabuk saat mesin bekerja.

Memasang Pipa-pipa dan Alat-alat bagian 1. Selalu menggunakan minyak pendingin bukan minyak motor untuk melumasi ID + OD pipa-pipa dan alat-alat bagian sebelum dipasang.

2. Hanya menggunakan pipa dan alat-alat bagian. Saat pemasangan pipa baru pada alat-alat bagian tua, gunakan tipe / jenis pipa yang sama untuk menjamin penutup yang baik dari pipa dan alat-alat bagian. 3. Periksa pipa anda secara rutin untuk pemeriksaan jangka panjang. 4. Selalu menggunakan sebuah pisau yang sangat tajam untuk memotong pipa yang panjang. Jangan pernah menggunakan gergaji atau alat pemotong lain yang akan menghasilkan butiran-butiran atau sisa yang mungkin akan mengotori atau merusak sistem. 5. Tentu pipa gas pendingin menggunakan garis lapis-lapis sebelah dalam. Terkecuali pipa bebas oli dan gerakan memutar berlaku lancar, boleh jadi gerakan garis sebelah dalam pergi dari pipa belakang. Mungkin hasil rintangan.

Sabuk-sabuk : Sabuk-sabuk pengendali mempunyai rendah renggang. Kekuatan sebuah sabuk di pulley pengendali oleh banyak arti yang laksana sobekan-sobekan tali. Kegagalan sabuk hampir langsung. 1. Memindahkan sabuk harus diseleksi untuk penerapan pilley khusus. 2. Pemasangan sabuk banyak melepaskan bantalan baut kompressor dan atau idler pulley sampai sabuk dapat menampung. 3. Kencangkan sabuk ketika kompressor bergerak dan atau idler pulley sampai sabuk dibawah kencang. 4. Gunakan belt tension gauge untuk mengatur kekencangan. Sabuk baru harus diatur 54,5 kg. sabuk lama harus diatur 45,5 kg. 5. Pastikan pulley sabuk benar-benar menyala dan majukan jika terpaksa. Tidak miring akan menyebabkan pemakaian bearing sebelum waktunya dan kerusakan.

6. PERINGATAN : Sabuk terlalu kencang akan menyebabkan bahaya, idler pulley dan kerusakan bearing kompressor. 6.3. SISTEM PEMBERSIHAN PERHATIAN : Sebelum melakukan prosedur diskusikan diikuti membaca bagian keselamatan dengan hati-hati. Cara membersihkan sistem pendingin udara yaitu pertama proses untuk mengeluarkan gas pendingin dalam sistem. kemungkinan harus mengikuti aturan untuk menempatkan bagian-bagian komponen yang rusak selama pengoperasian normal. PERHATIAN : Jangan menempatkan gas pendingin dengan nyala api (termasuk menyalakan rokok, dsb) seperti gas phosgene, gas beracun, mungkin akan berakibat. Siapkan sistem untuk pengurasan sebagai berikut : 1. Hubungkan manifold gauge set kedalam sistem dan setel pengontrol AC untuk posisi pendinginan maksimal. 2. Hidupkan kompressor pada 1000-1200 rpm dan operasikan selama 10-15 menit. 3. Prosedur ini arus diikuti kapanpun dimungkinkan untuk kestabilan sistem : bagaimanapun juga kesalahan sistem pasti membuat prosedur ini mustahil. Pendingin dipindahkan dari sistem sebagai berikut : (a) Hentikan putaran kompressor. (b) Dengan perlahan buka sisi bawah atau lengan katup bagian hisap dan biarkan gas pendingin untuk dikeluarkan melalui pusat saluran. (c) Buka katup cukup hanya untuk mengeluarkan gas pendingin. Pembersihan dengan segera akan menarik kelebihan oli dari sistem. (d) Tempatkan pusat saluran di kain basah, jika ada oli pendingin dikeluarkan dari sistem, itu akan terlihat di atas kain.

(e) Kedua saluran ukur akan membaca nol ketika sistem dibersihkan. (f) Tutup katup saluran ketika gas pendingin berhasil dikeluarkan. (g) Sistem sekarang dibersihkan sekarang dan mungkin dibuka selama servis seperti yang dikehendaki. (h) Semua tutup dibuka dan menyalurkan utuk menghindari kemungkinan kotor atau benda asing masuk ke sistem. 6.4. PENGOSONGAN SISTEM Persiapan untuk pengosongan sistem 1. Pastikan unit dibersihkan dari gas / zat pendingin. 2. Hubungkan saluran ukuran ke sistem. 3. Buka katup saluran tinggi 9pelepasan). Hubungkan pusat saluran / pipa ke saluran masuk dari pompa vacuum. Embun didalam sistem adalah penyebab kegagalan / kerusakan AC dari pada kombinasi penyebab yang lain. Embun masuk ke sistem AC dengan mudah, dan sulit dibersihkan. Sewaktu-waktu sistem telah dibersihkan dari zat pendingin, hal itu penting untuk mengosongkan sistem. Hal tersebut menghilangkan semua udara dan embun yang telah masuk ke sistem. Pengosongan ini dilakukan dengan penggunaan pompa vakum. Pompa ini harus mampu menarik paling sedikit 29 inchi dari raksa pada permukaan laut. Sebagai tekanan di sistem AC lebih rndah. Saat itu embun menguap. Hal tersebut pengeluaran yang sederhana dari sistem. Berikut ini tabel yang menunjukkan kebutuhan vakum pada permukaan laut untuk penghilangan embun yang efektif ketika berbagai keadaan suhu.

Sistem Vakum 27.99 ins (71.09 cm) 28.99 ins (73.38 cm) 29.40 ins (74.67 cm) 29.71 ins (75.46 cm) 29.82 ins (75.74 cm) 29.88 ins (75.89 cm) Pengosongan Sistem AC 1. Hidupkan pompa vakum.

Suhu Derajat F 100 (37.8 o C) 80 (26.7 o C) 60 (15.6 o C) 40 (4.4 o C) 20 (-6.7 o C) 0 (-17.8 o C)

2. Amati tekanan pada sisi ukuran yang rendah. Jika pada alat ukur tidak ada halangan yang terindikasi. 3. Jika halangan pada sistem telah terindikasi, kondisi benar dan berjalan terus. 4. Setelah 5 menit, indikator vakum harus menunjukkan 25-8 inchi Hg dan sisi ukuran yang tinggi (pelepasan) harus ada dibawah nol (0). 5. Jika jarum pelepasan tidak dibawah nol (0), jika tidak dihentikan, halangan pada sistem kan terindikasi. 6. Jika sistem diblok, proses pengosongan akan terhenti. Perbaiki atau atasi kerusakan. Jika sistem telah jelas berjalan. 7. Jika sistem tidak turun ke 25-28 inchi Hg, tutup katup sisi ukuran rendah dan amati pengukur vakum. 8. Jika pengukur vakum naik, menunjukkan vakum hilang. Ini terjadi kebocoran yang harus diperbaiki sebelum melanjutkan pengosongan. Cek kebocoran sebagai pengalaman dalam hal ini. 9. Jika tidak terjadi kebocoran, lanjutkan penuruna pompa. 10. Pompalah setidaknya 30 menit.

11. Setelah pengosongan, tutup sisi tinggi dan rendah katup manifold (pastikan tertutup rapat). Catatan : Dalam kasusu ini, dimana peralatan vakum tidak dapat mencapai tingkatan yang dimaksud dari proses pengosongan ini. Pengosongan ganda akan menolong. Dalam kasusu ini setelah 30 menit pengosongan. Pengecasan dengan “refrigerant” sampai tekanan udara yang tercapai setelah dikosongkan lagi dalam 1 jam. Contoh, pengosongan terhadap 28” raksa akan menghilangkan 93 % udara. Pengecasan dengan “refrigerant” dan pengosongan ulang akan mengurangi 10/0 dari jumlah udara sebenarnya. Pengurangan jumlah uap air dapat dikendalikan. 12. Matikan pompa vakum. Kembalikan pipa utama pompa ini. 6.5. SISTEM PENGISIAN Pengisian dengan lengkap ada dan istalasi pabrik. Cara untuk menggunakannya yang harus dilakukan. Bagaimanapun, dalam manual akan sesuai dengan sistem pengisian menggunakan pendingin gas, menggunakan lib cone. Sistem pengisian dengan pendingin cairan juga bisa tetapi tidak dianjurkan kecuali perawatan berlebihan yang berakibat perawatan serius pada komponen pendingin. Prosedur pengisian yang biasa dilakukan yaitu menggunakan stasiun pengisian atau lib cone. 1. Sambungkan pipa air dari bagian surat manifol utuh dapat mendinginkan. 2. Diamkan pendingin dalam posisi hidup. 3. Pastikan penutup manifol tertutup. 4. Buka katup. Isi pipa air sekarang dengan pendingin. Jangan putar pada posisi tinggi atau rendah sisi lengan katup.

5. Lepas hati-hati pipa air dengan rangkaian manifol sampai dapat terdengar bunyi. Buka gas beberapa detik, setelah tersambung kuat. 6. Buka katup manifol dengan cepat. 7. Rendahkan ukuran tekanan. Jika ukuran tidak sama vacuum dan dalam tekanan, sistem akan mengindikasikan berhenti. 8. Jika sistem indikasi penghalang, periksa kondisi, keamanan dan proses. 9. Tutup katup sisi lengan. Penting : Katup harus tertutup sebelum menghidupkan mesin. 10. Putar kompressor motor hingga 800 RPM. 11. Setel pengontrol AC pada kedinginan maksimum (thermostat dan kecepatan kipas penuh). 12. Buka katup tekanan rendah manifol. Gas pendingin akan masuk ke dalam sistem. 13. Untuk menentukan kapan dapat kosong, puncak tombol. Lubang cincin harus terdengar saat kosong. 14. Ulangi dengan menambahkan tabung pendingin untuk membantu kelengkapan sistem pengisian. Kalau spesifikasi instruksi untuk pengisi pendingin, gunakan prosedur gelas pengukur. Gelas pengukur dalam puncak pengering penerima. 15. Saat pengisian atau saat pendingin rendah, asap putih seperti gelembunggelembung akan terlihat. Sistem penuh terisi saat gelas terlihat bening. Hampir semua AC mobil berukuran 1 ½ -2 ½ lbs. (0,7-1,1 kg). 16. Lakukan pengecekan performa dalam bagian ini.

6.6. PERFORMANCE TEST Saat AC harus diganti atau diisi, kebutuhan untuk memutar uji kekuatan untuk menunjukkan jika unit sudah siap diperbaiki.

Untuk persiapan test sistem ini, ikuti langkah sebagai berikut : 1. Hubungkan manifol kedalam sistem. 2. Lepas kedua katup dari manifol. PENTING : Kompressor dengan tipe Schroder, katup buka sistem untuk mengukur saat hubungan rumah yang terikat. Pastikan rumah memiliki katup tekan yang berhubungan terputus. 3. Putar motor kompressor kurang lebih sampai 1300 RPM. 4. Hidupkan AC dan atur pengontrol untuk pendinginan maksimum. 5. Atur kipas pada kecepatan tinggi. 6. Periksa temperatur pada evaporator dan kondensor. Memeriksa sistem untuk kestabilan temperatur adalah sebagai berikut : 1. Rasakan rumah dan komponen pada posisi tinggi atau sisi tidak mengisi untuk kestabilan temperatur. PERHATIAN : Beberapa kesalahan fungsi akan menyebabkan komponen-komponen bagian atas menjadi sangat panas. Hati-hati dalam memegang komponen-komponen ini, untuk menghindari luka bakar yang serius. 2. Periksa suhu pemasukan dan pengeluaran montasi pengering. Beberapa perubahan suhu menandakan ada penyumbatan pengering penerima. 3. Semua alur dan komponen di bagian bawah harus dingin untuk sentuhannya. 4. Semua alur dan komponen di bagian bawah sistem harus dingin untuk sentuhannya. 5. Periksa katup ekspansi thermostat, jika dingin atau berembun pada bagian inlet, mungkin menandakan ketidaksempurnaan katup.

Pastikan bahwa thermostat akan mengikutsertakan dan tidak mengikutsertakan kopling. Harus ada kenaikan suhu sekitar 12o F(6,67 pada thermostat. Setel kecepatan motor kompressor menjadi 1000 RPM dan gerakan / geser manifol gauge set dari katup-katup pelayanan. Perhatian harus dilakukan ketika menggerakkan / menggeser pipa karet pengukur dari tinggi pada sisi pemberhentian katup pelayanan seperti tekanan di pipa karet ini biasanya antara 175-225 PSI (12,3-15,8 kg/cm3). 6.7. MENDETEKSI KEBOCORAN Ada 3 cara untuk mengecek kebocoran. 1. Gelembung sabun. Sebuah senyawa / bahan campuran yang menggelembung ketika diterapkan pada sambungan yang bocor. 2. Obor halide. 3. Pendeteksi kebocoran elektronik. Yang paling umum dari semua adalah Obor Halide.
o

C) dantara titik tutup dan titik buka

Menggunakan the Halide Torch : 1. Nyalakan Obor Halide. 2. Gerakkan obor, cari ujung pipa karet pada semua hubungan dan sambungan pada sistem ini, seal dan perlengkapan kontrol harus dicek. 3. Periksa bagian pipa manifol untuk memungkinkan pendinginan uap. 4. Lihat perubahan warna pada nyala api diatas lempeng reaktor pada obor halide. Batas biru – tidak ada rugi pendinginan. Batas hijau ditepi-tepi nyala api – rugi pendinginan sangat sedikit.

Hijau – rugi pendinginan sedikit. Biru keungu-unguan – rugi pendinginan besar. Ungu – rugi pendinginan berat, mungkin cukup untuk memadamkan nyala api. PERHATIAN : Sebuah pendeteksi obor halide hanya boleh digunakan di tempattempat yang bertukaran udaranya baik. Ini tidak boleh digunakan di tempattempat dimana gas-gas yang bersifat meledak. Saat pendingin masuk bertemu dengan nyala api terbuka, gas phosgene terbentuk. Jangan hirup uap tersebut atau uap dari detektor kebocoran Halide. Itu beracun.

Menggunakan Detektor Elektronik Peringatan : Sebuah detektor elektronik hanya boleh digunakan pada tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Ini tidak boleh digunakan pada tempat di mana terdapat gas-gas yang bersifat meledak. 1. 2. Gerakkan rumah selang di sekitar semua sambungan, hubungan, seal dan perlengkapan pengontrol. Saat kebocoran ditemukan, detektor akan bereaksi dengan melengking atau memekik. Jangan melakukan pemeriksaan pada kontak dengan pendingin lebih lama dari yang dibutuhkan pada pencarian kebocoran. 3. Detektor kebocoran elektronik mampu mencari kebocoran dan kurang dari 2oz per tahun. Dianjurkan bahwa aturan pabrik dalam seting detektor diikuti dengan tepat. 4. Setelah kebocoran ditemukan, bersihkan sistem pendinginan dan perbaiki.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->