Dalam jalur glikolisis (Gambar di atas) mempunyai sepuluh tahap reaksi yang dikatalisis oleh enzim tertentu.

Pada tahap 1 dan 3 digunakan molekul ATP sebagai energi awal, sehingga pada tahap ini terjadi reaksi endergonik. Sedangkan pada tahap 7 dan 10 glikolisis menghasilkan molekul ATP, sehingga tahap ini terjadi reaksi eksergonik. Proses glikolisis menghasilkan tiga senyawa penting, yaitu dua molekul asam piruvat, 2 molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi tinggi, dan 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa. Dalam glikolisis ini setiap molekul glukosa sebenarnya akan menghasilkan empat molekul ATP, tetapi dua molekul yang terbentuk

sehingga hasilnya adalah ADP. (-1P) Reaksi ini disertai kehilangan energi bebas dalam jumlah besar berupa kalor. Fosfofruktokinase merupakan enzim yang bersifat alosterik sekaligus bisa diinduksi. lihat dan hubungkan dengan Gambar Lintasan detail metabolisme karbohidrat): 1. sehingga dalam kondisi fisiologis dianggap irrevesibel. Glukosa masuk lintasan glikolisis melalui fosforilasi menjadi glukosa-6 fosfat dengan dikatalisir oleh enzim heksokinaseatau glukokinase pada sel parenkim hati dan sel Pulau Langerhans pancreas. Secara rinci.telah digunakan untuk beberapa reaksi kimia difase investasi (endergonik).(-1P) . sehingga berperan penting dalam laju glikolisis. sehingga hasilnya adalah ADP. ATP bereaksi sebagai kompleks Mg-ATP. Terminal fosfat berenergi tinggi pada ATP digunakan. tahap-tahap dalam lintasan glikolisis adalah sebagai berikut (pada setiap tahap. Reaksi ini memerlukan ATP sebagai donor fosfat.6-bifosfat dengan bantuan enzim fosfofruktokinase. Fruktosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 1. Proses ini memerlukan ATP sebagai donor fosfat. Heksokinase dihambat secara alosterik oleh produk reaksi glukosa 6-fosfat. Enzim ini hanya bekerja pada anomer -glukosa 6-fosfat. -D-glukosa 6-fosfat  -D-fruktosa 6-fosfat 3. Dalam kondisi fisiologis tahap ini bisa dianggap irreversible. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 6-fosfat dengan bantuan enzim fosfoheksosa isomerase dalam suatu reaksi isomerasi aldosa-ketosa. Mg2+ Glukosa + ATP  glukosa 6-fosfat + ADP 2.

setelah fosforolisis. (+6P) 7.3-bifosfogliserat melewati gliseraldehid 3-fosfat. suatu enzim yang bergantung kepada NAD. Senyawa sisa yang dihasilkan adalah 3-fosfogliserat. Fosfat berenergi tinggi PEP dipindahkan pada ADP oleh enzim piruvat kinase sehingga menghasilkan ATP. Reaksi ini melibatkan dehidrasi serta pendistribusian kembali energi di dalam molekul. 2-fosfogliserat  fosfoenol piruvat + H2O 10. D-gliseraldehid 3-fosfat  dihidroksiaseton fosfat 6.-D-fruktosa 6-fosfat + ATP  D-fruktosa 1.6-bifosfat D-gliseraldehid 3-fosfat + dihidroksiaseton fosfat 5.6bifosfat aldolase). DPG) merupakan intermediate dalam reaksi ini. dan karena aktivitas enzim fosfotriosa isomerase.6-bifosfat 4. sampai dengan tahap ini akan menghasilkan 2 x 3P = 6P.3-bifosfogliserat (difosfogliserat. Reaksi bolak-balik ini mendapatkan katalisator enzim fosfotriosa isomerase. Glikolisis berlangsung melalui oksidasi Gliseraldehid 3-fosfat menjadi 1. Atom-atom hydrogen yang dikeluarkan dari proses oksidasi ini dipindahkan kepada NAD+ yang terikat pada enzim. 1. suatu unsure yang dapat digunakan jika glikolisis di dalam darah perlu dicegah sebelum kadar glukosa darah diperiksa. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim aldolase (fruktosa 1. sebuah gugus fosfat berenergi tinggi dalam posisi 1 senyawa 1.3-bifosfogliserat + NADH + H+ Enzim yang bertanggung jawab terhadap oksidasi di atas adalah gliseraldehid 3-fosfat dehidrogenase.3-bifosfogliserat. Jika molekul dihidroksiaseton fosfat juga berubah menjadi 1. (+3P) Catatan: Karena fruktosa 1. maka energi yang dihasilkan adalah 2 x 1P = 2P. 3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat dengan dikatalisir oleh enzim fosfogliserat mutase. Pada rantai respirasi mitokondria akan dihasilkan tiga fosfat berenergi tinggi.3-bifosfogliserat + ADP  3-fosfogliserat + ATP Catatan: Karena ada dua molekul 1. yang dikatalisir oleh enzim fosfogliserat kinase. Fosfoenol piruvat + ADP  piruvat + ATP Catatan: . dengan demikian terbentuk 2 molekul gula yang masing-masing beratom C tiga (triosa).3 bifosfogliserat. Fruktosa 1. maka dari 1 molekul glukosa pada bagian awal.3-bifosfogliserat.3-bifosfogliserat. senyawa dihidroksi aseton fosfat juga dioksidasi menjadi 1. (+2P) 8.6-bifosfat yang memiliki 6 atom C dipecah menjadi Gliseraldehid 3fosfat dan dihidroksi aseton fosfat yang masing-masing memiliki 3 atom C. Enol piruvat yang terbentuk dalam reaksi ini mengalami konversi spontan menjadi keto piruvat. D-gliseraldehid 3-fosfat + NAD+ + Pi 1. menaikkan valensi fosfat dari posisi 2 ke status berenergi tinggi. Energi yang dihasilkan dalam proses oksidasi disimpan melalui pembentukan ikatan sulfur berenergi tinggi. Enolase dihambat oleh fluoride. D-fruktosa 1. Gliseraldehid 3-fosfat dapat berubah menjadi dihidroksi aseton fosfat dan sebaliknya (reaksi interkonversi). 2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenol piruvat (PEP) dengan bantuan enzim enolase.6-bifosfat dipecah menjadi 2 senyawa triosa fosfat yaitu gliserahdehid 3fosfat dan dihidroksi aseton fosfat. Enzim ini bergantung pada keberadaan Mg2+ atau Mn2+. Reaksi ini disertai kehilangan energi bebas dalam jumlah besar sebagai panas dan secara fisiologis adalah irreversible. 3-fosfogliserat  2-fosfogliserat 9. Senyawa 2. Fosfat berenergi tinggi ini ditangkap menjadi ATP dalam reaksi lebih lanjut dengan ADP.

siklus asam sitrat dan fosforilasi oksidatif adalah:[3] Siklus krebs . Reaksi ini dikatalisir oleh enzim laktat dehidrogenase. Piruvat + NADH + H+  L(+)-Laktat + NAD+ Dalam keadaan aerob. (+2P) 11. Piruvat akan direduksi oleh NADH menjadi laktat. Ekuivalen pereduksi dari reaksi NADH + H+ yang terbentuk dalam glikolisis akan diambil oleh mitokondria untuk oksidasi melalui salah satu dari reaksi ulang alik (shuttle) Ringkasan reaksi glikolisis pada lintasan EMP adalah sebagai berikut:[1][2] Sedangkan ringkasan reaksi dari glikolisis. Jika keadaan bersifat anaerob (tak tersedia oksigen).Karena ada 2 molekul PEP maka terbentuk 2 molekul enol piruvat sehingga total hasil energi pada tahap ini adalah 2 x 1P = 2P. reoksidasi NADH melalui pemindahan sejumlah unsure ekuivalen pereduksi akan dicegah. piruvat diambil oleh mitokondria. dan setelah konversi menjadi asetil-KoA. akan dioksidasi menjadi CO2 melalui siklus asam sitrat (Siklus Kreb’s).

gugus hidroksil pada sitrat harus diatur kembali. membentuk molekul berkarbon 6 yaitu sitrat. Reaksi ini tidak dapat balik (irreversible) memasukkan asetil berkarbon 2 ke dalam siklus krebs. Pertama molekul air dibuang dari satu karbon. Produknya adalah isomer sitrat yang disebut isositrat. Hasilnya. Reaksi 2 dan 3: Isomerasi Supaya reaksi oksidasi dapat berlangsung. gugus H dan OH bertukar posisi. . kemudian air ditambahkan ke karbon yang berbeda.Sembilan reaksi yang terjadi dalam siklus krebs : Reaksi 1: Kondensasi Gugus berkarbon 2 asetil CoA bergabung dengan molekul berkarbon 4 oksaloasetat. Ini terjadi melalui 2 tahap.

Oksaloasetat dapat . dan fragmen berkarbon 4 yang terbentuk disebut suksinat. Setelah CO2 terbuang yang tersisa adalah gugus suksinil yang bergabung dengan konenzim A membentuk suksinil CoA.Reaksi 4: Oksidasi pertama Isositrat mengalami rekasi dekarboksilasi oksidatif. Mulamula isositrat dioksidasi menghasilkan sepasang elektron dan mengubah NAD manjadi NADH. FAD melepaskan elektron dan menjadi FADH2. Energi yang dilepaskan memacu fosforilasi guanosin difosfat (GDP) menjadi guanosin trifosfat (GTP). FAD merupakan bagian dalam dari membrane mitokondria. GTP siap diuabah menjadi ATP. Kemudian terjadi dekarboksilasi. iktan ini memisah. Malat kemudian teroksidasi menghasilkan oksaloasetat berkarbon empat dan dua elektron sehingga NAD berubah menjadi NADH. Reaksi 5: Oksidasi kedua α-ketoglutarat didekarboksilasi oleh kompleks multienzim yang mirip dengan piruvat dehidrogenase. Rekasi 8 dan 9: Pembentukan kembali oksaloasetat Pada dua reaksi terakhir. Dalam proses tersebut terjadi reduksi NAD menjadi NADH dan dihasilkan dua elektron. Reaksi 6: Fosforilasi Ikatan antara gugus berkarbon 4 suksinil dan CoA adalah ikatan yang bernergi tinggi. atom karbon membelah membentuk CO2 menhasilkan molekul berkarbon 5 yaitu α-ketoglutarat. molekul akhir ditambahkan pada fumarat untuk membentuk malat. yang berperan sebgai penerima elektron adalah flavin adenine dinukleotida (FAD). Melalui rekasi yang mirip dengan yang terjadi pada glikolisis. Reaksi 7: Oksidasi ketiga Suksinat dioksidasi menjadi fumarat.

Fosforilasi oksidatif Belum cuz ga ngerti bgt yg ini mah .bergabung dengan gugus asetil berkarbon dua asetil CoA dan siklus kembali berulang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful