P. 1
Laporan Tegangan Permukaan Zat Cair

Laporan Tegangan Permukaan Zat Cair

|Views: 3,664|Likes:
Published by Siskha Hidayat

More info:

Published by: Siskha Hidayat on Apr 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Kimia Fisik

Disusun oleh : Nama NIM : Siska Hidayat : 1211C1052

S1 ANALIS MEDIS (Kelas : B) Tk . I

SEKOLAH TINGGI ANALIS BAKTI ASIH BANDUNG 2013

LAPORAN PRAKTIKUM 5 Judul Tanggal Praktikum Tanggal Laporan Tujuan Percobaan Prinsip Dasar : Penentuan Tegangan Permukaan Cairan Metode Kapiler : 24 April 2013 : 25 April 2013 : Untuk menentukan tegangan permukaan cairan :

Sejumlah larutan yang akan ditentukan tegangan permukaannya dimasukan kedalam gelas kimia.Pipa kapiler ditutup bagian atasnya dan dicelupkan kedalam larutan yang akan diuji tersebut. Saat mencapai permukaan gelas lepaskan tangan hingga airnya naik. Hitung selisih antara permukaan air dengan air yang naik tersebut. Teori :

Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastic. Selain itu, tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha yang membentuk luas permukaan baru. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di permukaannya. Seperti silet, berat silet menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung ke bawah tampak silet itu berada. Lengkungan itu memperluas permukaan zat cair namun zat cair dengan tegangan permukaannya berusaha mempertahankan luas permukaan-nya sekecil mungkin. Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang berada dalam keadaan diam (statis). Tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya F persatuan panjang L yang bekerja tegak lurus pada setia garis di permukaan fluida. Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang meliputi permukaan luar dan dalam (selaput cairan sangat tipis tapi masih jauh lebih besar dari ukuran satu molekul pembentuknya), sehingga untuk cincin dengan keliling L yang diangkat dari permukaan fluida dapat ditentukan dari pertambahan panjang pegas halus penggantung cincin (Dianometer) Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pad tegangan permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebih besar dari pada adhesi antara cairan dan udara (Hamid.2010)

Ada beberapa metode dalam melakukan tegangan permukaan : Metode kenaikan kapiler Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/ cairan yang naik melalui suatu kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan permukaan tidak bias untuk mengukur tegangan antar muka. Metode tersiometer Du-Nouy Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan utnuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang diperlukan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. (Atfins. 1994) Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dngan molekul surfaktan. Faktor-faktor yang menpengaruhi : Suhu Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energy kinetik molekul Zat terlarut (solute) Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan. Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan cairan membentuk lapisan monomolecular, maka akan menurunkan tegangan permukaan, zat tersebut biasa disebut dengan surfaktan. Surfaktan Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cnderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh dari surfaktan. (Douglas.2001) Alat      Picknometer Termometer Gelas Kimia Pipa kapiler Mistar :

Bahan  Aquadest  Aseton  Etanol Cara Kerja

:

:

Siapkan alat dan bahan Masukan larutan yang akan diuji kedalam gelas kimia Pegang ujung pipa kapiler lalu celupkan hingga dasar permukaan gelas kimia Lepaskan pipa kapiler yang ditutup tangan, biarkan hingga cairan naik. Hitung kenaikan cairan tersebut menggunakan mistar Hitung tegangan permukaan menggunakan rumus gx = r.h.ρx.g Dimana : gx = tegangan permukaan ( r = jari-jari pipa kapiler h = selisih tinggi larutan g = gaya gravitasi (980) Data Pengamatan Suhu Pipa kapiler Pickno kosong Pickno + Aquadest Pickno + Etanol Pickno + Aseton Bahan Air
0

)

:

= 23 C = 0,05 cm = 15.1915 = 25.0344 = 22.9496 = 22.9035 Kel 1 Kel 2 0.5 0.6 0.5 Mean = 0.53 0.5 0.6 0.6 Mean = 0.57 0.6 0.7 0.7 Mean = 0.67 Kel 3 0.5 0.5 0.5 Mean = 0.50 0.5 0.5 0.6 Mean = 0.53 0.9 0.9 0.8 Mean = 0.87 Kel 4 0.4 0.3 0.3 Mean = 0.33 0.8 0.8 0.7 Mean = 0.77 0.6 0.7 0.7 Mean = 0.67 Kel 5 0.4 0.4 0.3 Mean = 0.37 0.8 0.8 0.8 Mean = 0.80 1 0.8 0.9 Mean = 0.90

Etanol

Aseton

0.4 0.4 0.4 Mean = 0.40 0.8 0.8 0.9 Mean = 0.83 0.8 0.8 0.9 Mean = 0.83

Perhitungan ρ230C Vp = 0.997538 =

= = =

=
= 0.78158 = 0.78624

= 9.86717

ρ Aseton ρ Etanol Kelompok 1 Air

= =

 gx = x 0,05 x 0,40 x 0.997538 x 980 = 9.7759

Etanol  gx = x 0,05 x 0,83 x 0.78624 x 980 =15.9882 Aseton  gx = x 0,05 x 0,83 x 0.78158 x 980 =15.8934

Kelompok 2 Air  gx = x 0,05 x 0,53 x 0.997538 x 980 =12.9530

Etanol  gx = x 0,05 x 0,57 x 0.78624 x 980 =10.9798 Aseton  gx = x 0,05 x 0,67 x 0.78158 x 980 =12.8296

Kelompok 3 Air  gx = x 0,05 x 0,50 x 0.997538 x 980 =12.2198

Etanol  gx = x 0,05 x 0,53 x 0.78624 x 980 =10.2093 Aseton  gx = x 0,05 x 0,87 x 0.78158 x 980 =16.6594

Kelompok 4 Air  gx = x 0,05 x 0,33 x 0.997538 x 980 =8.0651

Etanol  gx = x 0,05 x 0,77 x 0.78624 x 980 =14.8324 Aseton  gx = x 0,05 x 0,67 x 0.78158 x 980 =12.8296

Kelompok 5 Air  gx = x 0,05 x 0,37 x 0.997538 x 980 =9.0427

Etanol  gx = x 0,05 x 0,80 x 0.78624 x 980 =15.4103 Aseton  gx = x 0,05 x 0,90 x 0.78158 x 980 =17.2338

Kesimpulan

:

Biasanya teknik pengukuran tegangan permukaan ada 2 yaitu : metode kapiler dan metode tersiometer Pada percobaan kali ini, data yang didapat sangat bervariasi. Hal tersebut terjadi karna adanya hal-hal yang mempengaruhi tegangan permukaan diantaranya : Suhu, Zat terlarut dan surfaktan Tegangan permukaan air lebih kecil disbanding aseton dan etanol

Lampiran

:

Density of Water at Different Temperatures
Temp (ºC) 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2 1.4 1.6 1.8 2.0 2.2 2.4 2.6 2.8 3.0 3.2 3.4 3.6 3.8 4.0 4.2 4.4 4.6 4.8 5.0 5.2 5.4 5.6 5.8 6.0 6.2 6.4 6.6 6.8 7.0 7.2 7.4 Density
3

g/cm 0.999841 9854 9866 9878 9889 9900 9909 9918 9927 9934 9941 9947 9953 9958 9962 9965 9968 9970 9972 9973 9973 9973 997.2 9970 9968 9965 9961 9957 9952 9947 9941 9935 9927 9920 9911 9902 9893 9883

Temp (°C) 7.6 7.8 8.0 8.2 8.4 8.6 8.8 9.0 9.2 9.4 9.6 9.8 10.0 10.2 10.4 10.6 10.8 11.0 11.2 11.4 11.6 11.8 12.0 12.2 12.4 12.6 12.8 13.0 13.2 13.4 13.6 13.8 14.0 14.2 14.4 14.6 14.8

Density g/cm3 0.999872 9861 9849 9837 9824 9810 9796 9781 9766 9751 9734 9717 9700 9682 9664 9645 9625 9605 9585 9564 9542 9520 9498 9475 9451 9427 9402 9377 9352 9326 9299 9272 9244 9216 9188 9159 9129 15.0

Temp (ºC) 15.2 15.4 15.6 15.8 16.0 16.2 16.4 16.6 16.8 17.0 17.2 17.4 17.6 17.8 18.0 18.2 18.4 18.6 18.8 19.0 19.2 19.4 19.6 19.8 20.0 20.2 20.4 20.6 20.8 21.0 21.2 21.4 21.6 21.8 22.0 22.2 22.4 9099

Density g/cm3 0.999069 9038 9007 8975 8943 8910 8877 8843 8809 8774 8739 8704 8668 8632 8595 8558 8520 8482 8444 8405 8365 8325 8285 8244 8203 8162 8120 8078 8035 7992 7948 7904 7860 7815 7770 7724 7678

Temp (ºC) 22.8 23.0 23.2 23.4 23.6 23.8 24.0 24.2 24.4 24.6 24.8 25.0 25.2 25.4 25.6 25.8 26.0 26.2 26.4 26.6 26.8 27.0 27.2 27.4 27.6 27.8 28.0 28.2 28.4 28.6 28.8 29.0 29.2 29.4 29.6 29.8 30.0 22.6

Density
3

g/cm 0.997585 7538 7490 7442 7394 7345 7296 7246 7196 7146 7095 7044 6992 6941 6888 6836 6783 6729 6676 6621 6567 6512 6457 6401 6345 6289 6232 6175 6118 6060 6002 5944 5885 5826 5766 5706 5646 7632

Daftar Pustaka : Atkins, P. W. 1994. Kimia Fisik edisi ke-4 jilid 1. Erlangga: Jakarta. Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika jilid 1. Erlangga: Jakarta. Hamid, Rimba. 2010. Penuntun Kimia Fisik. Universitas Hauoleo: Kendari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->