P. 1
Taksonomi Bloom Dan Anderson

Taksonomi Bloom Dan Anderson

|Views: 854|Likes:
Published by Riski Utami Sari
tugas kuliah pasca
tugas kuliah pasca

More info:

Published by: Riski Utami Sari on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2014

pdf

text

original

TAKSONOMI BLOOM Berawal pada sekitaran tahun 1950, dalam Konferensi APA (Asosiasi Psikolog Amerika), Bloom dan

timnya dari psikologi pendidikan mengemukakan bahwa soal yang disusun untuk evaluasi hasil belajar di sekolah sebagian besar hanya meminta siswa untuk mengutarakan materi yang dihapal, yang menurut Bloom merupakan taraf terendah dalam kemampuan berpikir seseorang dan belum menyentuh taraf kemampuan berpikir yang lebih tinggi. Pada tahun 1956, Benjamin Bloom kemudian mengajukan sebuah konsep yang dinamakan Taksonomi Bloom. Taksonomi berasal dari kata Tassein dari bahasa Yunani yang berarti untuk mengklasifikasi dan Nomos yang berarti aturan. Taksonomi berarti klasifikasi berhirarki dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Pada tahun yang sama, Bloom, Englehart, Furst, Hill, dan Krathwohl menyadari terdapat perbedaan tingkatan dalam perilaku berpikir (thinking behavior) yang berguna untuk keperluan pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi. Mereka mengembangkan klasifikasi tingkatan perilaku intelektual (intelectual behavior) yang selanjutnya dikenal dengan sebutan taksonomi (taxonomy/classification) meliputi tiga ranah (domain), yaitu kognitif (cognitive), psikomotor psychomotor), dan sikap (affective). Ranah kognitif terdiri dari enam tingkat: pengetahuan (knowledge), pemahanam (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation) (Krathwohl, 2002). Secara rinci struktur taksonomi Bloom sebagai berikut.

Gambar 1

1

a. Pengetahuan (Knowledge ) / C – 1 Pengetahuan dalam pengertian ini melibatkan proses mengingat kembali hal-hal yang spesifik dan universal, mengingat kembali metode dan proses, atau mengingat kembali pola, struktur atau setting. Pengetahuan dapat dibedakan menjadi tiga, yakni: (1) pengetahuan tentang hal-hal pokok; (2) pengetahuan tentang cara memperlakukan hal-hal pokok; dan (3) pengetahuan tentang hal yang umum dan abstraksi. Pengetahuan tentang hal-hal pokok yaitu mengingat kembali hal-hal yang spesifik, penekanannya pada simbol-simbol dari acuan yang konkret. Pengetahuan tentang hal-hal pokok dibagi menjadi dua yakni: (1) pengetahuan tentang terminologi; dan (2) pengetahuan mengenai fakta-fakta khusus. Pengetahuan tentang terminologi yaitu pengetahuan tentang acuan simbol yang diterima banyak orang, misalnya kata-kata umum beserta makna-maknanya yang lazim. Pengetahuan tentang fakta yang spesifik yaitu pengetahuan tentang tanggal, peristiwa, orang, tempat. Pengetahuan mengkritik. tentang cara memperlakukan hal-hal pokok yaitu pengetahuan tentang cara-cara untuk mengorganisasi, mempelajari, menilai, dan Pengetahuan tentang cara memperlakukan hal-hal pokok dibagi menjadi lima yakni: (1) pengetahuan tentang konvensi; (2) pengetahuan tentang kecenderungan atau urutan; (3) pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori; (4) pengetahuan tentang tolok ukur; dan (5) pengetahuan tentang metodologi. Pengetahuan tentang konvensi yaitu pengetahuan tentang cara-cara yang khas untuk mempresentasikan ide dan fenomena misalnya cara untuk mempresentasikan puisi, drama, dan makalah ilmiah. Pengetahuan tentang kecenderungan atau urutan yaitu pengetahuan tentang proses, arah, dan gerakan suatu fenomena dalam kaitannya dengan waktu misalnya pengetahuan tentang perkembangan kebudayaan Indonesia. Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori yaitu pengetahuan tentang kelas, divisi, dan susunan yang dianggap fundamental bagi suatu bidang, tujuan, argumen, atau masalah. Pengetahuan tentang tolak ukur (kriteria) yaitu pengetahuan tentang kriteria-kriteria untuk menguji atau menilai fakta, prinsip, pendapat, dan perilaku. Pengetahuan tentang metodologi yaitu pengetahuan tentang metode-metode penelitian, teknik-teknik, dan prosedur-prosedur yang

2

Pengetahuan tentang hal yang umum (universalitas) dan abstraksi dalam suatu bidang yaitu pengetahuan tentang skema-skema dan pola-pola pokok untuk mengorganisasi fenomena dan ide. atau bidang yang kompleks. konsekuensi. atau disusun dalam bentuk lain seperti grafik. diagram. rumus. Pengetahuan tentang hal yang umum dan abstraksi dibagi menjadi dua yakni: (1) pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi. teori. c. 3 . dan dapat menggunakan bahan atau ide yang sedang dikomunikasikan itu tanpa harus menghubungkannya dengan bahan lain. Pemahaman (Comprehension) / C – 2 Pemahaman bersangkutan dengan inti dari sesuatu. Penerapan (Application) / C – 3 Di tingkat ini. utuh. Pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi yaitu pengetahuan tentang abstraksi-abstraksi tertentu yang merupakan rangkuman atas hasil pengamatan terhadap suatu fenomena. b. Pemahaman dibedakan menjadi tiga. dan (3) ekstrapolasi yaitu meluaskan kecenderungan melampaui datanya untuk mengetahui implikasi. seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan. Pengetahuan tentang teori dan struktur yaitu pengetahuan tentang sekumpulan prinsip dan generalisasi beserta interelasi yang membentuk suatu pandangan yang jelas. masalah. pengaruh sesuai dengan kondisi suatu fenomena pada awalnya. prinsip di dalam berbagai situasi. yakni: (1) penerjemahan (translasi) yaitu kemampuan untuk memahami suatu ide yang dinyatakan dengan cara lain dari pada pernyataan asli yang dikenal sebelumnya. akibat. misalnya membuat pernyataan-pernyataan yang eksplisit untuk menyikapi kesimpulan-kesimpulan dalam suatu karya sastra. tabel. diubah. dan sistematis mengenai sebuah fenomena. (2) penafsiran (interpretasi) yaitu penjelasan atau rangkuman atas suatu komunikasi. prosedur. ialah suatu bentuk pengertian atau pemahaman yang menyebabkan seseorang mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan. misalnya menafsirkan berbagai data sosial yang direkam. dan (2) pengetahuan tentang teori dan struktur.digunakan dalam suatu bidang dan untuk menyelidiki suatu masalah dan fenomena. metode.

orang perlu menyirami tanaman agar tidak layu (bidang biologi). yakni: (1) evaluasi berdasarkan bukti internal yaitu evaluasi terhadap ketetapan komunikasi 4 . Sintesis (Synthesis) / C – 5 Sintesis adalah memadukan elemen-elemen dan bagian-bagian untuk membentuk suatu kesatuan. Sintesis bersangkutan dengan penyusunan bagianbagian atau unsur-unsur sehingga membentuk suatu keseluruhan atau kesatuan yang sebelumnya tidak tampak jelas. maka tutup gelas harus dibuka (bidang fisika). dan (3) analisis prinsip pengorganisasian yaitu analisis susunan dan struktur yang membentuk suatu komunikasi. yaitu penciptaan komunikasi yang di dalamnya penulis atau pembicara berusaha mengemukakan ide. Kategori sintesis dibedakan menjadi tiga yakni: (1) penciptaan komunikasi yang unik. dan (3) penciptaan rangkaian hubungan abstrak yaitu membuat rangkaian hubungan abstrak untuk mengklasifikasikan data tertentu. konsep) itu relatif menjadi lebih jelas dan/atau hubungan antar ide-ide lebih eksplisit. dan jari yang terlukai harus diberi obat merah (bidang kesehatan). Analisis merupakan memecahkan suatu isi komunikasi menjadi elemen-elemen sehingga hierarki ide-idenya menjadi jelas. f.Sebagai contoh: agar teh dalam gelas cepat mendingin. sehingga ide (pengertian. dan pengalaman kepada orang lain. pengertian) menjadi unsur-unsur penyusunnya. yakni: (1) analisis elemen yaitu analisis elemen-elemen dari suatu komunikasi. Evaluasi bersangkutan dengan penentuan secara kuantitatif atau kualitatif tentang nilai materi atau metode untuk sesuatu maksud dengan memenuhi tolok ukur tertentu. Analisis (Analysis) / C – 4 Analisis diartikan sebagai pemecahan atau pemisahan suatu komunikasi (peristiwa. d. perasaan. Evaluasi (Evaluation) / C – 6 Evaluasi adalah menentukan nilai materi dan metode untuk tujuan tertentu. Kategori analisis dibedakan menjadi tiga. Kategori evaluasi dibedakan menjadi dua. e. (2) penciptaan rencana yaitu penciptaan rencana kerja atau proposal operasi. (2) analisis hubungan yaitu analisis koneksi dan interaksi antara elemen-elemen dan bagian-bagian dari suatu komunikasi.

berdasarkan logika. dan fakta-fakta pokok tentang kebudayaan tertentu. dan kriteria-kriteria internal lain misalnya. menunjukkan kesalahan-kesalahan logika dalam suatu argumen. misalnya membandingkan teori-teori. Taksonomi Bloom ranah kognitif berturut-turut dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks diilustrasikan seperti pada Gambar 2. Gambar 2 5 . konsistensi. generalisasigeneralisasi. dan (2) evaluasi berdasarkan bukti eksternal yaitu evaluasi terhadap materi berdasarkan kriteria yang ditetapkan atau diingat.

Kata Kerja Operasional Yang Dapat Dipakai Untuk Ranah Kognitif Pengetahuan Mengutip Menyebutkan Menjelaskan Menggambar Membilang Mendaftar Menunjukkan Memberi label Memberi indeks Memasangkan Menamai Manandai Membaca Menyadari Pemahaman Memperkirakan Menjelaskan Mencirikan Merinci Membandingkan Menghitung Mengkontraskan Mengubah Menguraikan Menjalin Membedakan Mendiskusikan Penerapan Menugaskan Mengurutkan Menerapkan Menyesuaikan Mengkalkulasi Memodifikasi Mengklasifiksi Menghitung Membangun Membiasakan Mencegah Menggunakan Analisis Menganalisis Mengaudit Memecahkan Menegaskan Mendeteksi Mendiagnosis Menyeleksi Memerinci Menominasikan Mendiagramkan Merasionalkan Merasionalkan Menguji Sintesis Mengabstraksi Mengatur Menganimasi Mengumpulkan Mengkategorikan Mengkode Menyusun Mengarang Membangun Menghubungkan Menciptakan Mengkreasikan Mengoreksi Penilaian Membandingkan Menyimpulkan Menilai Mengarahkan Mengkritik Menimbang Memisahkan Memprediksi Memperjelas Menugaskan Menafsirkan Mempertahankan Memerinci Mengukur Mengkategorikan Menentukan Mengidentifikasi Mengasosiasikan Mengkombinasikan Memutuskan Mempertahankan Mengurutkan Mengkorelasikan Menanggulangi Menggambarkan Merasionalkan 6 .

Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Memilih Menyatakan Mempelajari Mentabulasi Memberi kode Menelusuri Menulis Menggali Mencontohkan Menerangkan Mengemukakan Mempolakan Memperluas Menyimpulkan Meramalkan Merangkum Menjabarkan Menilai Melatih Menggali Mengemukakan Mengadaptasi Menyelidiki Mengoperasikan Mempersoalkan Mengkonsepkan Melaksanakan Meramalkan Memproduksi Memproses Mengaitkan Menyusun Mensimulasikan Memecahkan Melakukan Mentabulasi Mencerahkan Menjelajah Membagankan Menyimpulkan Menemukan Menelaah Memaksimalkan Memerintahkan Mengedit Mengaitkan Memilih Mengukur Melatih Mentransfer Merancang Merencanakan Mendikte Meningkatkan Memperjelas Memfasilitasi Membentuk Merumuskan Menggeneralisasi Menggabungkan Memadukan Membatas Mereparasi Menampilkan Menyiapkan Memproduksi Merangkum Merekonstruksi Merangkum Membuktikan Memvalidasi Mengetes Mendukung Memilih Memproyeksikan 7 .

menerapkan (apply). memahami/mengerti (understand). Dimensi Kognitif Taksonomi Revisi Taksonomi Bloom ranah kognitif yang telah direvisi Anderson dan Krathwohl (2001:66-88) yakni: mengingat (remember). Taksonomi yang baru melakukan pemisahan yang tegas antara dimensi pengetahuan dengan dimensi proses kognitif. 8 . Membandingkan berkaitan dengan proses kognitif menemukan satu persatu ciri-ciri dari obyek yang diperbandingkan. Mengenali berkaitan dengan mengetahui pengetahuan masa lampau yang berkaitan dengan hal-hal yang konkret. ide. menganalisis (analyze). kejadian. sedangkan memanggil kembali (recalling) adalah proses kognitif yang membutuhkan pengetahuan masa lampau secara cepat dan tepat. Membandingkan merujuk pada identifikasi persamaan dan perbedaan dari dua atau lebih obyek. Anderson dkk melakukan revisi terhadap taksonomi Bloom. Revisi ini perlu dilakukan untuk lebih bisa mengadopsi perkembangan dan temuan baru dalam dunia pendidikan. mengevaluasi (evaluate). Pemisahan ini dilakukan sebab dimensi pengetahuan berbeda dari dimensi kognitif. dan usia. Mengingat meliputi mengenali (recognition) dan memanggil kembali (recalling). misalnya tanggal lahir. Kemampuan ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang jauh lebih kompleks. a. atau situasi. alamat rumah. Mengklasifikasikan berawal dari suatu contoh atau informasi yang spesifik kemudian ditemukan konsep dan prinsip umumnya. bacaan dan komunikasi. baik yang baru saja didapatkan maupun yang sudah lama didapatkan. 1.TAKSONOMI BLOOM REVISI Pada tahun 2001. permasalahan. b. Memahami/mengerti berkaitan dengan aktivitas mengklasifikasikan (classification) dan membandingkan (comparing). Mengklasifikasikan akan muncul ketika seorang siswa berusaha mengenali pengetahuan yang merupakan anggota dari kategori pengetahuan tertentu. Memahami/mengerti (Understand) Memahami/mengerti berkaitan dengan membangun sebuah pengertian dari berbagai sumber seperti pesan. dan menciptakan (create). Mengingat merupakan dimensi yang berperan penting dalam proses pembelajaran yang bermakna (meaningful learning) dan pemecahan masalah (problem solving). Mengingat (Remember) Mengingat merupakan usaha mendapatkan kembali pengetahuan dari memori atau ingatan yang telah lampau.

d. sehingga siswa dituntut untuk mengenal dengan baik permasalahan tersebut dan memilih prosedur yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan. dimulai dari siswa menyelesaikan suatu permasalahan menggunakan prosedur baku/standar yang sudah diketahui. Tuntutan terhadap siswa untuk memiliki kemampuan menganalisis sering kali cenderung lebih penting daripada dimensi proses kognitif yang lain seperti mengevaluasi dan menciptakan. Menjalankan prosedur merupakan proses kognitif siswa dalam menyelesaikan masalah dan melaksanakan percobaan di mana siswa sudah mengetahui informasi tersebut dan mampu menetapkan dengan pasti prosedur apa saja yang harus dilakukan. Menganalisis (Analyze) Menganalisis merupakan memecahkan suatu permasalahan dengan memisahkan tiaptiap bagian dari permasalahan dan mencari keterkaitan dari tiap-tiap bagian tersebut dan mencari tahu bagaimana keterkaitan tersebut dapat menimbulkan permasalahan. Menerapkan merupakan proses yang kontinu.c. Kemampuan menganalisis merupakan jenis kemampuan yang banyak dituntut dari kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah. Kegiatan ini berjalan teratur sehingga siswa benar-benar mampu melaksanakan prosedur ini dengan mudah. kemudian berlanjut pada munculnya permasalahan-permasalahan baru yang asing bagi siswa. Jika siswa tidak mengetahui prosedur yang harus dilaksanakan dalam menyelesaikan permasalahan maka siswa diperbolehkan melakukan modifikasi dari prosedur baku yang sudah ditetapkan. Berbagai mata pelajaran menuntut siswa memiliki kemampuan menganalisis dengan baik. Kegiatan pembelajaran sebagian besar mengarahkan siswa 9 . Menerapkan (Apply) Menerapkan menunjuk pada proses kognitif memanfaatkan atau mempergunakan suatu prosedur untuk melaksanakan percobaan atau menyelesaikan permasalahan. Menerapkan meliputi kegiatan menjalankan prosedur (executing) dan mengimplementasikan (implementing). Karena siswa masih merasa asing dengan hal ini maka siswa perlu mengenali dan memahami permasalahan terlebih dahulu kemudian baru menetapkan prosedur yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Menerapkan berkaitan dengan dimensi pengetahuan prosedural (procedural knowledge). Mengimplementasikan muncul apabila siswa memilih dan menggunakan prosedur untuk halhal yang belum diketahui atau masih asing. Mengimplementasikan berkaitan erat dengan dimensi proses kognitif yang lain yaitu mengerti dan menciptakan.

Mengecek mengarah pada kegiatan pengujian hal-hal yang tidak konsisten atau kegagalan dari suatu operasi atau produk. Mengevaluasi (Evaluate) Evaluasi berkaitan dengan proses kognitif memberikan penilaian berdasarkan kriteria dan standar yang sudah ada. Kriteria atau standar ini dapat pula ditentukan sendiri oleh siswa. Perlu diketahui bahwa tidak semua kegiatan penilaian merupakan dimensi mengevaluasi. 10 . Jika dikaitkan dengan proses berpikir merencanakan dan mengimplementasikan maka mengecek akan mengarah pada penetapan sejauh mana suatu rencana berjalan dengan baik. Evaluasi meliputi mengecek (checking) dan mengkritisi (critiquing). Memberi atribut akan muncul apabila siswa menemukan permasalahan dan kemudian memerlukan kegiatan membangun ulang hal yang menjadi permasalahan.untuk mampu membedakan fakta dan pendapat. Siswa melakukan penilaian dengan melihat sisi negatif dan positif dari suatu hal. menghasilkan kesimpulan dari suatu informasi pendukung. dan konsistensi. Mengkritisi mengarah pada penilaian suatu produk atau operasi berdasarkan pada kriteria dan standar eksternal. Mengkritisi berkaitan erat dengan berpikir kritis. Mengorganisasikan memungkinkan siswa membangun hubungan yang sistematis dan koheren dari potongan-potongan informasi yang diberikan. efisiensi. e. Perbedaan antara penilaian yang dilakukan siswa dengan penilaian yang merupakan evaluasi adalah pada standar dan kriteria yang dibuat oleh siswa. namun hampir semua dimensi proses kognitif memerlukan penilaian. kemudian melakukan penilaian menggunakan standar ini. Hal pertama yang harus dilakukan oleh siswa adalah mengidentifikasi unsur yang paling penting dan relevan dengan permasalahan. Kriteria yang biasanya digunakan adalah kualitas. kemudian melanjutkan dengan membangun hubungan yang sesuai dari informasi yang telah diberikan. Jika standar atau kriteria yang dibuat mengarah pada keefektifan hasil yang didapatkan dibandingkan dengan perencanaan dan keefektifan prosedur yang digunakan maka apa yang dilakukan siswa merupakan kegiatan evaluasi. Menganalisis berkaitan dengan proses kognitif memberi atribut ( attributeing) dan mengorganisasikan (organizing). Kegiatan mengarahkan siswa pada informasi-informasi asal mula dan alasan suatu hal ditemukan dan diciptakan. Standar ini dapat berupa kuantitatif maupun kualitatif serta dapat ditentukan sendiri oleh siswa. efektivitas. Mengorganisasikan menunjukkan identifikasi unsurunsur hasil komunikasi atau situasi dan mencoba mengenali bagaimana unsur-unsur ini dapat menghasilkan hubungan yang baik.

1 Mengenali Mengidentifikasi Menempatkan pengetahuan dalam memori jangka panjang yang sesuai dengan (misalnya. namun tidak secara total berpengaruh pada kemampuan siswa untuk menciptakan.f. Menciptakan (Create) Menciptakan mengarah pada proses kognitif meletakkan unsur-unsur secara bersamasama untuk membentuk kesatuan yang koheren dan mengarahkan siswa untuk menghasilkan suatu produk baru dengan mengorganisasikan beberapa unsur menjadi bentuk atau pola yang berbeda dari sebelumnya. Menciptakan meliputi menggeneralisasikan (generating) dan memproduksi (producing). menerapkan. Menggeneralisasikan merupakan kegiatan merepresentasikan permasalahan dan penemuan alternatif hipotesis yang diperlukan. dan pengetahuan metakognisi. Perbedaan menciptakan ini dengan dimensi berpikir kognitif lainnya adalah pada dimensi yang lain seperti mengerti. pengetahuan konseptual. Kategori-kategori Taksonomi Anderson dan Krathwohl (2001: 67-68) disajikan pada Tabel 1.2 Mengingat kembali Mengambil Mengambil pengetahuan yang 11 . Meskipun menciptakan mengarah pada proses berpikir kreatif. pengetahuan prosedural. Menciptakan di sini mengarahkan siswa untuk dapat melaksanakan dan menghasilkan karya yang dapat dibuat oleh semua siswa. Mengingat – Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang 1.1. Memproduksi berkaitan erat dengan dimensi pengetahuan yang lain yaitu pengetahuan faktual. Menciptakan sangat berkaitan erat dengan pengalaman belajar siswa pada pertemuan sebelumnya. Tabel 1. Memproduksi mengarah pada perencanaan untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan. dan menganalisis siswa bekerja dengan informasi yang sudah dikenal sebelumnya. Kategori Taksonomi Anderson dan Kratwohl Kategori dan Proses Nama-Nama Lain Definisi dan Contoh Kognitif C. sedangkan pada menciptakan siswa bekerja dan menghasilkan sesuatu yang baru. pengetahuan mengenali tersebut tanggal terjadinya peristiwa penting dalam sejarah Indonesia) 1. Menggeneralisasikan ini berkaitan dengan berpikir divergen yang merupakan inti dari berpikir kreatif.

dan digambar oleh guru 2. Mencocokkan berdasarkan contohnya Menentukan hubungan antara dua ide. Mengelompokkan sesuatu dalam satu (misalnya hewan-hewan 2.2. bahasa menyimpulkan 2.1 Menafsirkan Mengklarifikasikan Mengubah satu bentuk gambaran Memparafrasekan Mempresentasi Menerjemahkan 2. Menginterpolasi. 12 .3 sikan Mengklasifika.5 Menyimpulkan Menyarikan. Memahami – Mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran.2 Mencontohkan Mengilustrasikan Memberi contoh (misalnya angka) jadi bentuk lain (misalnya kata-kata). Memprediksi 2. Memetakan. dua objek. termasuk apa yang diucapkan. Mengesktrapolasi.6 Membandingkan Mengontraskan.7 Menjelaskan Membuat model keadaan sekarang) Membuat model sebab – akibat dalam sebuah sistem (misalnya. ditulis. puisi (misalnya menjadi memparafrasekan karangan bebas Menemukan contoh atau ilustrasi tentang konsep atau prinsip (misalnya memberi contoh tentang aliran-aliran seni lukis) Menentukan kategori mengklasifikasikan 2. membandingkan peristiwa-peristiwa sejarah dengan 2.relevan dari memori jangka panjang (misalnya mengingat kembali tanggal peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia) C.4 Merangkum Mengabstraksi Menggeneralisasi bertulang belakang) Mengabstraksikan tema umum atau poin-poin pokok (misalnya menulis ringkasan pendek tentang peristiwaperistiwa yang ditayangkan di televisi) Membuat kesimpulan yang logis dari informasi yang diterima (misalnya dalam belajar bahasa tata Inggris.Mengategorikan. dan semacamnya (misalnya.

Memfokuskan.Menggunakan elemen bekerja atau berfungsi dalam sebuah struktur (misalnya.1 Mengeksekusi 3.menjelaskan sebab-sebab terjadinya peristiwa-peristiwa penting pada abad ke 18 di Indonesia C.3 Mengatribusikan Menstrukturkan Mendekonstruksi yang relevan dan tidak relevan. nilai. Memilih 4. Menemukan kesalahan dalam suatu Mendeteksi. 3. Membuat besar.5.1 Memeriksa Mengoordinasi.4.1 Membedakan Menyendirikan. bias. menggunakan Hukum Newton kedua pada konteks yang tepat) C. menyusun garis bukti-bukti dan dalam cerita sejarah menjadi bukti-bukti yang mendukung menentang suatu penjelasan historis) Menentukan sudut pandang. proses atau produk. 4. (membedakan antara bilangan prima dan bukan bilangan prima dalam matematika). Menganalisis – Memecah-mecah materi jadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antar bagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dengan keseluruhan struktur atau tujuan. Membedakan bagian materi pelajaran Memilah. Mendeskripsikan peran. menemukan 13 . Mengaplikasikan – Menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu. Memadukan.2 Mengorganisasi Menemukan koherensi. atau maksud dibalik materi pelajaran (misalnya latar menunjukkan belakang sudut pandang penulis suatu cerita berdasarkan pendidikan penulis tersebut) C.3. Menentukan bagaimana elemen- Mengimplemen. Mengevaluasi – Mengambil keputusan berdasarkan kriteria atau standar 5.2 tasikan Melaksanakan Menerapkan gaya gravitasi dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan suatu prosedur pada tugas yang tidak familier (misalnya. 4.

3 Memproduksi Mengonstruksi Borobudur).6.2 Mengkritik Menilai pengamatan atau tidak) Menemukan inkonsistensi antara suatu produk dan kriteria eksternal. menentukan satu metode dari dua metode untuk menyelesaikan suatu masalah) C. 2.Memonitor.1 Merumuskan Membuat hipotesis Membuat berdasarkan hipotesis-hipotesis kriteria (misalnya membuat hipotesis tentang sebabsebab terjadinya gempa bumi) 6. Mencipta – Memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinal 6.2 Merencanakan Mendesain Merencanakan merencanakan tentang topik prosedur proposal sejarah untuk penelitian Candi menyelesaikan suatu tugas (misalnya 6. Dalam dimensi ini akan dipaparkan empat jenis kategori pengetahuan. Menguji efektivitas sedang memeriksa suatu prosedur yang dipraktikkan apakah (misalnya kesimpulan seseorang sesuai dengan data-data 5. yaitu pengetahuan faktual. prosedural dan metakognitif (Anderson . 2001: 38-62). konseptual. menentukan apakah suatu produk memiliki untuk konsistensi menyelesaikan eksternal. Dimensi Pengetahuan Taksonomi Revisi Dimensi pengetahuan (Tabel 2) merupakan dimensi tersendiri dalam Taksonomi Bloom revisi. masalah menemukan ketepatan suatu prosedur (misalnya. Menciptakan suatu produk (misalnya membuat habitat untuk spesies tertentu demi suatu tujuan). 14 .

Label 15 . including appropriate Abstract knowledge Metacognitive of Strategic knowledge a. dan (2) pengetahuan tentang detail-detail dan elemen-elemen yang spesifik. 2001) of for theories. Pengetahuan faktual berisikan elemen-elemen dasar yang harus diketahui siswa jika mereka akan mempelajari suatu disiplin ilmu atau menyelesaikan masalah dalam disiplin ilmu tersebut. yang merujuk pada makna-makna tertentu. Pengetahuan tentang terminologi melingkupi pengetahuan tentang label dan simbol verbal dan nonverbal (kata. dan secara sistematis menata disiplin ilmu mereka. and Self-knowledge classifications and categories Procedural of Knowledge subject-specific skills algorithms and Knowledge contextual of knowledge about and cognitive conditional tasks. models. gambar). tanda. memahami. baik verbal maupun nonverbal.Tabel 2 The Knowledge Dimension – Major Types and Subtypes Concrete knowledge Factual Conceptual Knowledge of Knowledge terminology knowledge specific and element of details Knowledge principles generalizations Knowledge and structures of and Knowledge subject-specific techniques of methods Knowledge criteria determining when to use appropriate procedures (Anderson . Pengetahuan faktual terbagi menjadi dua subjenis yaitu: (1) pengetahuan tentang terminologi. angka. Setiap materi kajian mempunyai banyak label dan simbol. Pengetahuan Faktual Pengetahuan faktual meliputi elemen-elemen dasar yang digunakan oleh para pakar dalam menjelaskan.

dan struktur. tokoh. lokasi. dan detail-detail lain yang mempresentasikan pengetahuan penting tentang bidang itu. Pengetahuan konseptual meliputi skema. dan setting. Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori meliputi kelas. bagaimana bagian-bagian informasi saling berkaitan secara sistematis. tanggal. Setiap disiplin ilmu memiliki serangkaian kategori yang digunakan untuk menemukan dan mengkaji elemen-elemen baru. dan susunan yang spesifik dalam disiplin-disiplin ilmu. orang. Prinsip dan generalisasi menjadi dasar bagi teori. tanggal. model. dan bagaimana bagian-bagian ini berfungsi bersama. kategori. Pengetahuan konseptual terdiri dari tiga subjenis yaitu: (1) pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori. model. Pengetahuan Konseptual Pengetahuan konseptual mencakup pengetahuan tentang kategori. Fakta-fakta yang spesifik adalah fakta-fakta yang dapat disendirikan sebagai elemen-elemen yang terpisah dan berdiri sendiri. seperti tanggal terjadinya sebuah peristiwa. Klasifikasi dan kategori merupakan landasan bagi prinsip dan generalisasi. Contoh pengetahuan tentang detail-detail dan elemen-elemen yang spesifik antara lain pengetahuan tentang nama orang. orang. Dalam hal alur sebagai pengetahuan tentang kategori adalah apa yang menjadikan alur tersebut disebut dengan alur yang berarti alur sebagai kategori adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh semua alur. Klasifikasi dan kategori menciptakan hubungan-hubungan antara elemen-elemen. Contoh-contoh penggunaan pengetahuan terminologi antara lain pengetahuan tentang alfabet. Pengetahuan ini meliputi semua informasi yang mendetail dan spesifik. model. lokasi. dan (3) pengetahuan tentang teori. pengetahuan tentang produk utama dan produk ekspor Indonesia. Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori dapat dicontohkan misalnya: ketika peserta didik menganalisis sebuah cerita dengan kategori pokok berupa alur. tempat. divisi. mental. klasifikasi. sumber informasi. dan hubungan antara dua atau lebih kategori pengetahuan yang lebih kompleks dan tertata. 16 . dan struktur. dan teori yang mempresentasikan pengetahuan manusia tentang bagaimana suatu materi kajian ditata dan distrukturkan. b. (2) pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi. Setiap bidang kajian mengandung peristiwa. Pengetahuan tentang detail-detail dan elemen-elemen yang spesifik merupakan pengetahuan tentang peristiwa. pengetahuan tentang angka-angka Romawi.dan simbol ini merupakan bahasa dasar dalam suatu disiplin ilmu. pengetahuan tentang kosakata dalam bahasa Indonesia. dan pengetahuan tentang simbol-simbol pada peta. dan peristiwa dalam proklamasi. dan semacamnya.

jawabannya 4 merupakan pengetahuan faktual. Prinsip dan generalisasi merupakan bagian yang dominan dalam sebuah disiplin ilmu dan digunakan untuk mengkaji masalah-masalah dalam disiplin ilmu tersebut. memahami. Contoh pengetahuan tentang teori. Pengetahuan prosedural ini terbagi menjadi tiga subjenis yaitu: (1) pengetahuan tentang keterampilan dalam bidang tertentu dan algoritma. mendeskripsikan proses dan interelasi di antara detail-detail fakta dan peristiwa. teknik. persuasi). (2) pengetahuan tentang teknik dan metode dalam bidang tertentu. pengetahuan tentang struktur inti pemerintahan kota setempat. 17 . algoritma. dan struktur mencakup pengetahuan tentang berbagai paradigma. Pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan kapan harus menggunakan prosedur yang tepat. pengetahuan tentang hukum-hukum geometri dasar. model yang digunakan dalam disiplin-disiplin ilmu untuk mendeskripsikan. menjelaskan. Pengetahuan prosedural berkaitan dengan pertanyaan “bagaimana”. teori. yang semuanya disebut dengan prosedur. epistemologi. c. dan (3) pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan kapan harus menggunakan prosedur yang tepat. bukan hasil penyelesaian masalah atau hasil pemikirannya. dan memprediksi fenomena. Pengetahuan tentang teori. Pengetahuan Prosedural Pengetahuan prosedural adalah “pengetahuan tentang cara” melakukan sesuatu. dan struktur antara lain pengetahuan tentang interelasi antara prinsip-prinsip dalam penjumlahan sebagai dasar bagi teori-teori matematika. dan metode. Prinsip dan generalisasi merangkum banyak fakta dan peristiwa yang spesifik. pengetahuan ini adalah bagaimana cara berpikir dan menyelesaikan masalah-masalah. model. Pengetahuan ini mencakup pengetahuan tentang keterampilan.Prinsip dan generalisasi dibentuk oleh klasifikasi dan kategori. pengetahuan ini dapat kita contohkan antara lain pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan jenis esai apa yang harus ditulis (misalnya: eksposisi. Contoh tentang pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi antara lain pengetahuan tentang generalisasi-generalisasi dalam kebudayaan-kebudayaan suku Jawa. Pengetahuan tentang keterampilan dalam bidang tertentu dan algoritma. model. dan menggambarkan proses dan interelasi di antara klasifikasi dan kategori. pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan metode apa dalam menyelesaikan persamaan-persamaan aljabar. pengetahuan ini misalnya cara menjumlahkan 2 dan 2 (algoritma) adalah pengetahuan prosedural. Pengetahuan tentang teknik dan metode dalam bidang tertentu.

membuat pemetaan konsep. motivasi dalam kaitannya dengan kognisi dan belajar. Pengetahuan Metakognitif Pengetahuan metakognitif merupakan dimensi baru dalam taksonomi revisi. Strategi pengulangan berupa mengulang-ulang kata-kata atau istilah-istilah untuk memberikan ingatan pada mereka. Pencantuman pengetahuan metakognitif dalam kategori dimensi pengetahuan dilandasi oleh hasil penelitian-penelitian terbaru tentang peran penting pengetahuan siswa mengenai kognisi mereka sendiri dan kontrol mereka atas kognisi itu dalam aktivitas. Selain pengetahuan tentang beragam strategi dan tugas kognitif. Strategi-strategi belajar ini dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu pengulangan. kelemahan. bakat. dan membuat catatan. atau memahami apa yang mereka dengar dari pelajaran di kelas atau yang dibaca dalam buku dan bahan ajar lain. Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif yang meliputi pengetahuan kontekstual dan kondisional. Gambar 3 menampilkan kombinasi cognitive process dan knowledge dimensions. Pengetahuan metakognitif mencakup pengetahuan bahwa berbagai tugas kognitif itu sulit dan memerlukan sistem kognitif dan strategi-strategi kognitif. Strategi pengorganisasian adalah membuat garis besar materi pelajaran. Pengetahuan metakognitif terbagi menjadi tiga subjenis yaitu: (1) pengetahuan strategis. Strategi elaborasi menggunakan berbagai teknik. dan (3) pengetahuan diri.d. Pengetahuan diri mencakup pengetahuan tentang kekuatan. Salah satu ciri belajar dan penelitian tentang pembelajaran yang berkembang adalah menekankan pada metode untuk membuat siswa semakin menyadari dan bertanggung jawab atas pengetahuan dan pemikiran mereka sendiri. mencari makna teks. Pengetahuan strategis adalah pengetahuan tentang strategi-strategi belajar dan berpikir serta pemecahan masalah. juga memerlukan pengetahuan kondisional yaitu siswa harus tahu kapan dan mengapa menggunakan strategi-strategi tersebut dengan tepat. Selain mengetahui strategi belajar dan berpikir. minat. 18 . yakni: merangkum. pengetahuan diri juga merupakan komponen yang penting dalam metakognitif. elaborasi. (2) pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif yang meliputi pengetahuan kontekstual dan kondisional. dan memilih gagasan pokok dalam teks. memparafrase. dan organisasi. Subjenis pengetahuan ini mencakup pengetahuan tentang berbagai strategi yang dapat digunakan siswa untuk menghafal materi pelajaran.

Gambar 1. 2012) 19 . Combinations of the Cognitive Process and Knowledge Dimensions (Heer.

Tabel 4. Daftar Contoh Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif Taksonomi Anderson Mengingat Memilih Menguraikan Mendefinisikan Menunjukkan Memberi tabel Mendaftar Menempatkan Memadankan Mengingat Menamakan Menghilangkan Mengutip Mengenali Menentukan Menyatakan Menyebutkan Menjelaskan Menggambar Memahami Menggolongkan Mempertahankan Mendemonstrasikan Membedakan Menerangkan Mengekspresikan Mengemukakan Memperluas Memberi contoh Menggambarkan Menunjukkan Mengaitkan Menafsirkan Menaksir Mempertimbangkan Memadankan Membuat ungkapan Mewakili Menerapkan Menerapkan Menentukan Mendramatisasikan Menjelaskan Menggeneralisasikan Memperkirakan Mengelola Mengatur Menyiapkan Menghasilkan Memproduksi Memilih Menunjukkan Membuat sketsa Menyelesaikan Menggunakan Menganalisis Menganalisis Mengategorikan Mengelompokkan Membandingkan Membedakan Mengunggulkan Mendiversivikasikan Mengidentifikasi Menyimpulkan Membagi Merinci Memilih Menentukan Menunjukkan Melaksanakan survei Menilai Menghargai Mempertimbangkan Mengkritik Mempertahankan Membandingkan Menciptakan Memilih Menentukan Menggabungka Mengombinasikan Mengarang Mengkonstruksi Membangun Menciptakan Mendesain Merancang Mengembangkan Melakukan Merumuskan Membuat hipotesis Menemukan Membuat Mempercantik Mengawali 20 .

Membilang Mengidentifikasi Member indeks Menandai Membaca Menyadari Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Mempelajari Mentabulasi Memberi kode Menelusuri Menulis Menyatakan kembali Menulis kembali Menentukan Merangkum Mengatakan Menerjemahkan Menjabarkan Mengelola Merencanakan Memproduksi Memainkan peran Menceritakan. 21 .

tindakan pertama yang dilakukan oleh siswa dalam belajar pengetahuan adalah mengingatnya. Pemahaman merupakan tingkat memahami yang paling rendah. Perbandingan Taksonomi Bloom dan Revisi Taksonomi Bloom Gambar 2. Tujuan-tujuan pendidikan mengindikasikan bahwa siswa akan dapat melakukan sesuatu (kata kerja) dengan sesuatu (kata benda).3. Kategori pemahaman menjadi memahami. Perubahan dari pemahaman menjadi memahami karena dalam 22 . Bentuk kata kerja mengingat mendeskripsikan tindakan yang tersirat dalam kategori pengetahuan aslinya. Kategori pengetahuan dalam taksonomi Bloom berubah menjadi mengingat. Perubahan ini dibuat agar sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan. Pemahaman terbatas pada hanya memahami tentang apa yang sedang dikomunikasikan tanpa menghubungkannya dengan materi lain. Visual Comparasion of the two taxonomies Berdasarkan Gambar 2 dapat diketahui perubahan taksonomi dari kata benda (dalam taksonomi Bloom) menjadi kata kerja (dalam taksonomi revisi).

Kategori analisis menjadi menganalisis. Dalam kategori ini hanya terjadi perubahan dari kata benda menjadi kata kerja. Pengetahuan tetap dipertahankan dalam taksonomi revisi namun berubah menjadi dimensi tersendiri karena diasumsikan bahwa setiap kategori-kategori dalam taksonomi membutuhkan pengetahuan sebagai apa yang harus dipelajari oleh siswa. mempertimbangkan keluasan pemakaian istilah tersebut oleh banyak guru. mereka memilih informasi yang akan mereka pelajari. Dalam kategori ini hanya terjadi perubahan dari kata benda menjadi kata kerja. Taksonomi revisi memiliki dua dimensi yaitu dimensi pengetahuan dan dimensi kognitif proses. Pembelajar diasumsikan sebagai pelaku yang aktif dalam aktivitas belajar. Sintesis hanya terbatas pada memadukan elemen-elemen dan bagianbagian untuk membentuk satu kesatuan dengan melibatkan proses mengolah potongan-potongan. elemen-elemen dan mengatur serta memadukan sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah pola atau struktur yang sebelumnya tidak jelas. Dalam kategori ini hanya terjadi perubahan dari kata benda menjadi kata kerja. Kategori aplikasi menjadi mengaplikasikan. mengaplikasikan. Mencipta melibatkan proses menyusun elemen-elemen menjadi sebuah kesatuan yang koheren dan fungsional yang akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kategori evaluasi menjadi mengevaluasi. kognitif dan konstruktif dalam pembelajaran yang bermakna. Konsep-konsep pembelajaran yang berkembang terfokus pada prosesproses aktif. Kategori sintesis menjadi mencipta. Perubahan pengetahuan dalam taksonomi Bloom menjadi dimensi tersendiri yaitu dimensi pengetahuan dalam taksonomi revisi. memahami. Dimensi proses kognitif berisikan enam kategori yaitu: mengingat. 23 . dan mengonstruksi makna berdasarkan informasi. Ini merupakan perubahan dari pandangan pasif tentang pembelajaran ke pandangan kognitif dan konstruktif yang menekankan apa yang siswa ketahui (pengetahuan) dan bagaimana mereka berpikir (proses kognitif) tentang apa yang mereka ketahui ketika aktif dalam pembelajaran.pemilihan nama-nama kategori. bagian-bagian. Interelasi antara proses kognitif dan pengetahuan disebut dengan Tabel Taksonomi.

A Taxonomy for Learning. mengevaluasi. New York: Addison Wesley Longman. dan mencipta. Refrensi: Anderson. Dimensi pengetahuan berisikan empat kategori yaitu faktual. Taksonomi revisi mengubah urutan dua kategori proses kognitif dengan menempatkan mencipta sebagai kategori yang paling kompleks. 2001. 24 .R. prosedural.W. D.. and Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educatioanl Objectives . Teaching. dan metakognitif.menganalisis. konseptual. L. dan Krathwohl. Urutan sintesis dan evaluasi ditukar. Inc.

Mata Pelajaran Kelas Semester : Ilmu Pengetahuan Alam : IV : II/Genap Standar Kompetensi : 8.(C2) 8.2 Mendemontrasikan adanya perpindahan panas.(C1) 8. dan gas.3 Menyebutkan sumber-sumber bunyi yang ada di sekitar.(C2) Indikator : 8.1.1 Memberi contoh sumber energi panas dan kegunaannya.(C2) 8.1. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.1.1. cair.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.4 Memahami perambatan bunyi pada benda padat. Kompetensi Dasar : 8.(C2) 25 .

4.1 1.4. Memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya.3) Indikator 1.Mata Pelajaran Kelas Semester : IPA : IV : I/GANJIL Standar Kompetensi: 1.3) Menjelaskan cara merawat dan memelihara alat indera (C.4 Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indera (C.4.2 1.3) 26 . serta pemeliharaannya Kompetensi Dasar: 1.3 Menyebutkan contoh kelainan-kelainan alat indera (C1) Menjelaskan penyebab kelainan alat indera (C.

PF) 27 .4 Mendeskripsikan proses daur air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhinya. PF) Indikator: 7.4. Kompetensi Dasar (KD): 7.3 Mendeskripsikan skema daur air (C2.1 Menyebutkan kegunaan air (C1.PF) 7.PF) 7.4. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.4 menyebutkan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi daur air (C1.Mata Pelajaran Kelas Semester : Ilmi Pengetahuan Alam :V : II/ Genap Standar Kompetensi (SK) : 7. (C2.4.4.PF) 7.2 Memahami daur air (C2.

Memahami saling berhubungan suhu.Mata Pelajaran Kelas Semester : IPA : VI : I/GANJIL Setandar Kompetensi: 5. sifat. hantaran. Kompetensi Dasar: 5.1.1 5.1 Membandingkan sifat dan kemampuan menghantarkan panas dari berbagai benda (C4) Indikator: 5.1.1. dan kegunaan.3 Mendefinisikan benda konduktor dan isolator (C1) Menganalisis benda konduktor dan isolator (C4) Mengelompokkan benda konduktor dan isolator (C4) 28 .2 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->