P. 1
Teknik Mengajar Luas Dan Volume

Teknik Mengajar Luas Dan Volume

|Views: 1,032|Likes:
Published by Riski Utami Sari
tugas pasca pendas
tugas pasca pendas

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Riski Utami Sari on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2015

pdf

text

original

TEKNIK MENGAJAR LUAS BANGUN DATAR DAN VOLUME BANGUN RUANG Oleh Kelompok 3 Abstrak Pengukuran merupakan bagian

dari ruang lingkup mata pelajaran matematika di sekolah dasar. Konsep-konsep dan keterampilan dalam pengukuran di dalam kurikulum matematika semuanya berkaitan dengan membandingkan apa yang diukur dengan apa yang menjadi satuan ukuran standar. Dalam hal ini, pengukuran yang dimaksud adalah mengukur luas bangun datar dan volume bangun ruang. Kunci untuk mengembangkan keterampilan dalam pengukuran adalah pengalaman yang cukup dengan kegiatan pengukuran. Oleh karena itu, tujuan mengajar luas bangun datar dan volume bangun ruang adalah untuk melatih keterampilan mengukur melalui latihan, menemukan kembali rumus, konsep, atau prinsip dalam matematika melalui bimbingan guru agar peserta didik terbiasa melakukan penyelidikan dan menemukan sesuatu. Kata Kunci: Luas,Volume, dan Teknik Mengajar. A. Pendahuluan Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas (Kurikulum dalam Pujiati dan Sigit, 2009). Selain itu, dalam Standar Isi mata pelajaran matematika disebutkan bahwa matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi moderen, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini contohnya dalam materi luas dan volume (Standar Isi, 2006: 416). Oleh karena itu, mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar

untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Fakta yang ditemukan berdasarkan identifikasi masalah pada saat kegiatan diklat di PPPPTK Matematika, banyak guru yang merasa kesulitan dalam membelajarkan luas daerah bangun datar dan volume bangun ruang. Hal itu sesuai dengan hasil Training Need Assesment (TNA) yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika bagi guru sekolah dasar pada tahun 2007 dengan jumlah responden sebanyak 120 orang dari 15 propinsi di Indonesia menunjukkan bahwa 95,4% responden belum mengerti teknik mengajar materi pengukuran volume dan 94,1% responden belum mengerti teknik mengajar materi luas daerah bangun datar (Pujiati dan Sigit, 2009:). Berangkat dari kesenjangan tersebut, makalah ini dibuat bertujuan untuk menjelaskan pengukuran luas bangun datar, volume bangun ruang, dan teknik mengajarkannya sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, menarik, dan menyenangkan, serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. B. Luas Bangun Datar Bangun datar merupakan sebuah bangun berupa bidang datar yang dibatasi oleh beberapa ruas garis. Jumlah dan model ruas garis yang membatasi bangun Misalnya:
- Bidang yang dibatasi oleh 3 ruas garis, disebut bangun segitiga. - Bidang yang dibatasi oleh 4 ruas garis, disebut bangun segiempat. - Bidang yang dibatasi oleh 5 ruas garis, disebut bangun segilima dan

tersebut menentukan

nama

dan

bentuk bangun datar tersebut.

seterusnya. Adapun jenis – jenis bangun datar menurut Mastugino (2012) adalah sebagai berikut. 1. Persegi Panjang

Persegi panjang adalah segi empat yang sisi–sisi berhadapannya sejajar dan sama panjang serta keempat sudutnya siku–siku. Contoh bentuk persegi panjang dalam kehidupannya misalanya papan tulis, kotak pensil, laptop, dan lain sebagainya. Adapun sifat –sifatnya yaitu:
a) b) c) d) e) f) g)

memiliki 4 sisi dan 4 titik sudut memiliki 2 pasang sisi sejajar, berhadapan, dan sama panjang memiliki 4 sudut yang besarnya 90 derajat keempat sudutnya siku-siku memiliki 2 diagonal yang sama panjang memiliki 2 simetri lipat memiliki simetri putar tingkat 2.

2. Persegi Persegi adalah persegi panjang yang sisi–sisinya sama panjang. Sifat– sifat persegi, yaitu: a) memiliki 4 sisi dan 4 titik sudut, b) memiliki 2 pasang sisi yang sejajar dan sama panjang, c) keempat sisinya sama panjang, d) keempat sudutnya sama besar yaitu 90 derajat (siku-siku), e) memiliki 4 simetri lipat, f) memiliki simetri putar tingkat 4. 3. Segitiga Segitiga adalah bangun datar yang mempunyai tiga titik sudut. Sifat-sifat segitiga, yaitu: a) mempunyai 3 sisi dan 3 titik sudut; b) jumlah ketiga sudutnya 180 derajat. Berdasarkan panjang sisinya segitiga dibagi menjadi 4 yaitu : (1) Segitiga samasisi : a) mempunyai 3 buah sisi sama panjang, yaitu AB=BC=CA; b) mempunyai 3 buah sudut yang besar , yaitu <ABC , <BCA, <CAB; c) mempunyai 3 sumbu simetri;

yaitu < BAC = <ABC. yaitu BC=AC. d) dapat menempati bingkainya dalam dua cara. b) mempunyai 2 buah sisi yang saling tegak lurus. (3) Segitiga siku-siku : a) mempunyai 1 buah sudut siku-siku. 4. Adapun sifatsifat jajar genjang adalah: a) memiliki 4 sisi dan 4 titik sudut b) memiliki 2 pasang sisi yang sejajar dan sama panjang c) memiliki 2 sudut tumpul dan 2 sudut lancip d) sudut yang berhadapan sama besar e) diagonalnya tidak sama panjang f) tidak memiliki simetri lipat . (2) Segitiga samakaki : a) mempunyai 2 buah sisi yang sama panjang. Jajar genjang Jajar genjang adalah segi empat yang sisi – sisi berhadapannya sejajar dan sama panjang serta sudut – sudut yang berhadapan sama besar. c) mempunyai 1 buah sisi miring yaitu BC. (4) Segitiga sembarang a) mempunyai 3 buah sisi yang tidak sama panjang. b) mempunyai 3 buah sudut yang tidak sama besar.d) mempunyai 3 simetri putar dan 3 simetri lipat. yaitu BA dan AC. e) segitiga siku-siku samakaki memiliki 1 sumbu simetri. c) mempunyai 1 sumbu simetri. d) isi miring selalu terdapat di depan sudut siku-siku.yaitu <BAC. b) mempunyai 2 buah sudut sama besar.

Trapesium Trapesium adalah segi empat yang hanya mempunyai sepasang sisi sejajar. Adapun sifat-sifat belah ketupat adalah : a) memiliki 4 sisi dan 4 titik sudut b) keempat sisinya sama panjang c) memiliki 2 pasang sudut yang berhadapan sama besar d) diagonalnya berpotongan tegak lurus e) memiliki 2 simetri lipat 6. 7. Belah ketupat Belah ketupat adalah jajar genjang yang sisi – sisinya sama panjang.sudut diantara sisi sejajar besarnya 180 derajat 8. Adapun sifat-sifat trapesium adalah: a) memiliki 4 sisi dan 4 titik sudut b) memiliki sepasang sisi yang sejajar tetapi tidak sama panjang c) sudut . Lingkaran . Adapun sifat-sifat layang-layang adalah: a) memiliki 4 sisi dan 4 titik sudut b) memiliki 2 pasang sisi yang sama panjang c) memiliki 2 sudut yang sama besar d) diagonalnya berpotongan tegak lurus e) salah satu diagonalnya membagi diagonal yang lain sama panjang f) memiliki 1 simetri lipat. Layang – layang Layang – layang adalah segiempat yang mempunyai dua pasang sisi sama panjang dan kedua diagonalnya berpotongan tegak lurus.g) memiliki simetri putar tingkat 2 5.

Setelah itu lanjutkan dengan benda yang memiliki permukaan datar lainnya. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku. misalnya papan tulis dan sebagainya. C. Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. a. Catatan: . Menutup benda yang memiliki permukaan datar (misalnya meja) dengan berbagai bangun datar yang lebih kecil sebagai satuan luas. Adapun sifatsifat lingkaran adalah: a) mempunyai 1 sisi. misalnya papan tulis dan sebagainya. 2. setiap titik yang terletak pada garis tersebut memiliki jarak yang sama terhadap satu titik di tengah lingkaran yang disebut pusat lingkaran. Teknik Mengajar Luas Bangun Datar Sebagai pengantar dalam memahami konsep luas. Misalnya terlihat pada Gb.Lingkaran adalah suatu bidang sederhana yang dibatasi oleh suatu garis melingkar. b) memiliki simetri putar dan simetri lipat tak terhingga. Setelah itu lanjutkan dengan benda yang memiliki permukaan datar lainnya.1 Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. dapat dimulai dengan kegiatan berikut. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku.

misalnya jajargenjang. Setelah itu buatlah tabel seperti di bawah ini untuk mempermudah pemahaman mengenai luas. Menggambar bangun datar kemudian ditutup dengan gambar bangun datar yang lain yang lebih kecil sebagai satuan luas. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku. b.Meskipun hasil ini belum menunjukkan luas secara tepat tetapi cukup untuk mengantarkan siswa menuju pengertian luas yang sebenarnya. c. misal seperti pada Gb 2. Setelah itu lanjutkan dengan bangun datar lainnya. .2 berikut. Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. segitiga dan sebagainya.

Langkah 2 Sebuah plat besi berbentuk persegi panjang mempunyai panjang 10 cm dan lebar 7 mm. 1. tetapi satu persegi satuan secara umum. m2 dan sebagainya. Luas Bangun Datar Persegi Panjang Langkah-langkah dalam menemukan luas daerah persegi panjang adalah sebagai berikut.Selanjutnya. yaitu dengan mengenal bentuk persegi panjang dan memahami apa itu panjang dan lebar. Berikut adalah cara untuk menemukan rumus luas bangun datar. Langkah 1 Melakukan apersepsi. tidak mesti mencantumkan satuan luas yang sudah baku seperti cm2. atau 70 cm2 atau 70 mm2 atau yang lain? . Dengan demikian menurut Pujiati dan Sigit (2009:9) luas bangun datar adalah banyaknya satuan luas yang dapat digunakan untuk menutup (secara rapat) daerah tersebut. Apakah luas plat besi terebut 10 cm × 7 mm = 70 cm mm.

• Setelah itu hitung banyaknya persegi satuan yang menutupi daerah persegi panjang tersebut. baru kemudian dikembangkan dengan berbagai macam variasi. buatlah persegi panjang yang luasnya dapat ditutup oleh persegi satuan secara pas (persegi satuan semuanya utuh). Langkah 3 Melanjutkan langkah 2.2 luas persegi panjang adalah 8 persegi satuan.1 di atas luas persegi panjang adalah 32 persegi satuan sedangkan pada contoh 2. Dalam contoh 2. hanya pada satu baris dan satu kolom saja.• menutup bangun persegi panjang dengan satuan luas berupa persegi satuan seperti pada contoh Selanjutnya dibuat variasi persegi satuan lain dan seterusnya (dikembangkan sendiri dengan berbagai ukuran persegi panjang dan berbagai ukuran persegi satuan) Catatan: Untuk pengertian awal. . masing-masing persegi panjang dalam berbagai variasi ukuran ditutup oleh persegi dalam berbagai ukuran.

Perhatikan persegi panjang di bawah Jawab: Sesuai dengan hasil (1) maka luasnya adalah: .1 di atas panjangnya 8 satuan dan lebarnya 4 satuan. Dalam contoh 2. Jika dihitung hasil kali dari 8 dan 4 adalah 32 yang berarti senilai dengan luas persegi panjang yang telah dihitung langsung seperti langkah 2.Kegiatan ini dilakukan untuk menentukan panjang dan lebar persegi panjang dalam persegi satuan yang digunakan.2 di atas. siswa menemukan hubungan antara kolom 2. Secara jelasnya adalah: L = (8 x 4) persegi satuan = 32 persegi satuan Lanjutkan proses seperti ini dengan berbagai variasi persegi panjang dan persegi satuan penutupnya. dan 4 yaitu: Luas persegi panjang = panjang × lebar atau L = p × l . Untuk memudahkan dalam penarikan kesimpulan sebaiknya di buat tabel seperti di bawah: Diharapkan setelah mengamati hasil-hasil yang telah diperoleh pada tabel 2. Contoh: 1). 3.

2. Berapa luas tanah petani tersebut? Jawab: Karena satuannya sama yaitu meter (m) maka persegi satuan yang dipakai adalah meter persegi.2. Luas Jajargenjang Sebelum membahas mengenai luas jajargenjang perlu diingat kembali (apersepsi) mengenai • • suatu jajargenjang tidak harus alasnya lebih panjang dari tingginya dan juga tidak harus alasnya horizontal jajargenjang pasti memiliki alas dan tinggi Terkait dengan itu. Gb. Jadi luas tanah petani tersebut adalah L = (25 × 20) meter persegi = 500 meter persegi = 500 m2. Seorang petani mempunyai tanah berbentuk persegi panjang dengan panjang 25 m dan lebar 20 m.9 4 L = p × l = 4 × 9 = 36 2).3 semuanya merupakan jajargenjang .

1) Gambarlah jajargenjang dengan menggunakan pensil atau alat tulis lain yang dapat dihapus seperti contoh gambar di bawah 2) Setelah itu buatlah garis tinggi yang melalui titik sudut jajargenjang seperti pada gambar. dengan p = alas = a l = tinggi = t = a × t . Caranya sebagai berikut. 3) Gambar terakhir menghasilkan bentuk persegi panjang. Luas jajargenjang = a × t Bagaimana untuk jajar genjang seperti gambar berikut? . pindahkan (hapus) segitiga yang terbentuk ke sebelah kiri sampai terbentuk persegi panjang. Jadi. Karena luas persegi panjang sudah diperoleh yaitu (1) maka Luas jajargenjang = Luas Persegi panjang = p × l .Untuk menentukan luas suatu jajargenjang dapat diturunkan dari luas persegi panjang.

Setelah itu buatlah ruas garis vertikal dan horisontal secara bersambung mulai dari titik sudut jajargenjang seperti pada gambar di bawah 2) Kemudian pindahkan (hapus) segitiga-segitiga yang terbentuk ke sebelah kiri seperti pada gambar berikut: 3) Dari gambar terakhir pindahkan (hapus) sekali lagi untuk mendapatkan bentuk persegi panjang. .4 di atas dapat menggunakan cara sebagai berikut: 1) Gambarlah jajargenjang bentuk di atas dengan menggunakan pensil atau alat tulis lain yang bisa dihapus.Untuk jajargenjang seperti Gb. 2.

4) Gambar terakhir menghasilkan bentuk persegi panjang sehingga dapat disimpulkan bahwa Luas jajargenjang = Luas Persegi panjang = p × l . dengan p = alas = a l = tinggi = t =a×t Jadi Luas jajargenjang = a × t Kesimpulan: Bagaimanapun bentuk jajargenjang maka Luas jajargenjang = alas × tinggi atau Luas jajargenjang = a × t Contoh: 1) Hitunglah luas jajargenjang berikut: Jawab: Sesuai dengan hasil di atas maka luasnya adalah L = a × t = 15 × 6 = 90 .

tetapi semua sisi dapat dijadikan sebagai alas. Dengan menggunakan hasil di atas maka luas lahan yang terkena jalur rel adalah L=a×t = (10 × 1000) meter persegi = 10000 m2 Pembelajaran 3. Luas Segitiga Perlu diingat kembali bahwa suatu segitiga selalu mempunyai alas dan tinggi dan alasnya tidak harus pada sisi yang mendatar (horizontal). .2) Suatu lahan persawahan akan dilalui jalur rel kereta api seperti pada gambar berikut: Berapa luas lahan yang terkena jalur rel tersebut? Jawab: Satuan ukuran disamakan dahulu sehingga ukurannya menjadi alas 10 m dan tinggi 1000 m. Perhatikan berbagai posisi alas segitiga berikut: Untuk menentukan luas suatu segitiga dapat diturunkan dari luas jajargenjang.

. Setelah itu buatlah segitiga dengan ukuran sama dengan posisi diputar 180 O kemudian sisi yang bersesuaian digabung sehingga terbentuk jajargenjang seperti gambar berikut Dengan memperhatikan gambar terakhir maka Luas segitiga = ½ × Luas jajargenjang =½ ×a×t =½at Selanjutnya perhatikan segitiga-segitiga dan jajargenjang yang terbentuk berikut.Caranya sebagai berikut: a. Gambarlah segitiga dengan menggunakan pensil atau alat tulis lain yang dapat di hapus seperti gambar di bawah b.

Kesimpulan: Bagaimanapun bentuk segitiga maka Luas segitiga = ½ a t Contoh: Berapa luas segitiga di bawah Jawab: Sesuai dengan hasil (3) maka luasnya adalah L = ½ a t =½×5×4 = 10 .Dari sini jelas terlihat bahwa dari segitiga dapat dibentuk menjadi jajargenjang dengan menduplikasi (membentuk sama persis) segitiga tersebut kemudian diputar 180O selanjutnya digabung pada sisi yang sesuai.

Untuk menentukan luas trapesium dapat diturunkan dari luas jajargenjang Caranya sebagai berikut: 1) Gambarlah trapesium dengan menggunakan pensil atau alat tulis lain yang dapat dihapus seperti gambar di bawah . Terkait dengan keterangan di atas. suatu trapesium juga memiliki tinggi dan tingginya tidak harus vertikal. gambar berikut ini semuanya merupakan trapesium. • selain mempunyai paling tidak sepasang sisi sejajar. Luas Trapesium Sebelum membahas mengenai luas trapesium perlu diingat kembali (apersepsi) mengenai • suatu trapesium pasti mempunyai paling tidak sepasang sisi sejajar dan sepasang sisi tersebut tidak harus horisontal.4.

Setelah itu buatlah trapesium dengan ukuran sama dengan posisi diputar 180o kemudian sisi yang bersesuaian digabung seperti Gb.8 di bawah Dari gabungan dua trapesium akan terbentuk jajargenjang. 2. dengan mengingat luas jajargenjang maka diperoleh: Luas trapesium = ½ × Luas jajargenjang = ½ × ((a+b) × t) Seringkali rumus luas trapesium tersebut dinyatakan dengan Luas trapesium = ½ × jumlah panjang garis sejajar × tinggi Selanjutnya perhatikan jajargenjang yang terbentuk dari trapesium berikut. .

Oleh karena itu. Kesimpulan: Untuk menghitung luas trapesium digunakan rumus Luas trapesium = ½ (a + b) t Contoh: Berapa luas trapesium di bawah Jawab: Sesuai dengan hasil (4) maka luasnya adalah L = ½ (a+b) t = ½ (8+6). Luas Layang-Layang Sebelum membahas mengenai luas layang-layang perlu diingat kembali (apersepsi) mengenai mengenai bentuk layang-layang dan sifat layang-layang.Dari sini jelas terlihat bahwa dari trapesium dapat dibentuk menjadi jajargenjang dengan menduplikasi (membentuk sama persis) trapesium tersebut kemudian diputar 180o selanjutnya digabung pada sisi yang sesuai. gambar berikut ini semuanya merupakan layang-layang. . Selain itu perlu diingatkan lagi bahwa layang-layang tidak harus pada posisi vertikal atau horisontal. 3 = 21 5.

Gambarlah layang-layang dan namakan layang-layang ABCD seperti gambar di bawah Perhatikan bahwa layang-layang dapat dibagi menjadi dua buah segitiga yang bentuk dan ukurannya sama.Untuk menentukan luas dapat diturunkan dari luas segitiga dengan caranya sebagai berikut. jelas bahwa Luas segitiga ABC = Luas segitiga ACD Dengan demikian maka Luas Layang-layang ABCD = Luas segitiga ABC + Luas segitiga ACD = 2 × Luas segitiga ABC = 2 ½ AC × BT = AC × BT Karena BT = ½ BD maka Luas Layang-layang ABCD = AC × ½ BD = ½ AC × BD Diagonal-diagonal pada layang-layang sering ditulis dengan d1 dan d2 seperti gambar berikut Dengan memperhatikan hasil di atas maka Luas Layang-layang = ½ × d1 × d2 . Karena bentuk dan ukurannya sama. Dalam hal ini adalah segitiga ABC dan segitiga ACD.

Dari bagian-bagian (juring) lingkaran seperti pada Gb. setelah itu bagi lingkaran menjadi bagianbagian (juring) sebanyak 8. Buat lingkaran dengan jari-jari r.Contoh: Berapa luas layang-layang di bawah Jawab: Sesuai dengan hasil (5) maka luasnya adalah L = ½ × d1 × d2 =½×5×8 = 20 6. . 10 dan 12 b. Luas Lingkaran Sebelum membahas mengenai luas lingkaran perlu diingatkan kembali beberapa hal mengenai lingkaran yaitu: • • Setiap lingkaran pasti memiliki jari-jari yang biasanya dilambangkan dengan r Setiap lingkaran mempunyai keliling K = 2 r Tahap dalam menemukan luas lingkaran sebagai berikut.11 di atas kemudian disusun menjadi bentuk menyerupai jajargenjang sebagai berikut. a. 2.

12 dan mengingat hasil (2) maka dapat disimpulkan bahwa: Luas Lingkaran = Luas jajargenjang =a×t. Kesimpulan Dari hasil di atas diperoleh kesimpulan bahwa Luas Lingkaran = r2 Contoh: Berapa luas lingkaran di bawah? (Ambil pendekatan = 22/7 ) . = r×r = r2 a= r.t=r Catatan: Semakin banyak juringnya maka semakin baik bentuk jajargenjang yang dihasilkan.Dari Gb. 2.

Selain itu. berapa sendok gula yang dimasukkan ke dalam satu gelas teh. termos. mungkin perlu membandingkan antara harga dan isi dari beberapa merek yang berbeda dari suatu produk untuk mencari harga yang terbaik. tangki. dapat dilakukan dengan menakar berbagai macam bangun ruang berongga dengan satuan takaran yang berbeda-beda dan merupakan satuan ukuran yang tidak baku. Teknik Mengajar Volume Bangun Ruang Dalam kehidupan sehari-hari. kolam renang. Untuk memberikan penanaman konsep mengenai pengukuran volume kepada peserta didik. gelas. Satuan ukuran volume atau satuan penakar dapat berupa bangun ruang lain yang ukurannya lebih kecil dari bangun ruang yang akan diukur. banyak kejadian-kejadian/peristiwaperistiwa yang berhubungan dengan pengukuran. suatu saat setiap orang pasti akan menemui beberapa masalah mengenai volume. mangkuk. Contoh: berapa gelas air yang diminum sehari.Jawab: Sesuai hasil (6) maka luas lingkaran tersebut adalah L = r2 = 22/7 × 72 = 154 D. tandon air. khususnya pengukuran tentang volume. Bangun ruang yang dimaksud adalah bangun ruang yang memiliki keteraturan. sehingga anak tahu makna dari volume. dan lain-lain. dan sebagainya. Satuan penakar dapat berupa: cangkir. dan lain-lain. Dengan . Misalnya jika pergi ke suatu toko atau supermarket. gayung. dapat berupa: toples.

rumah. Secara umum hal itu dapat ditunjukkan dengan sebuah balok berongga tanpa tutup dan transparan serta kubus-kubus satuan seperti pada Gb. Berarti volume balok = 20 kubus satuan. dengan melihat volume beberapa balok seperti dalam lembar kerja berikut. kubus satuan diisikan ke kotak tersebut sampai penuh yang diperagakan di hadapan peserta didik dengan membilang satu demi satu sampai hitungan terakhir 20. kotak susu. yaitu dengan cara mengisi balok tanpa tutup dengan kubus satuan. 1.2 di bawah. kotak kapur. kotak pasta gigi. Penurunan rumus volume balok sebaiknya dapat ditemukan sendiri oleh peserta didik secara berkelompok maupun berpasangan. selanjutnya peserta didik dapat mencoba melakukannya sendiri.demikian menurut Pujiati dan Sigit (2009:35) volume suatu bangun ruang ialah banyaknya takaran yang dapat menempati bangun ruang tersebut dengan tepat. misalnya ruang kelas. 3. . Belajar mengenal volume balok bagi peserta didik di SD dapat dilakukan secara induktif. Kemudian. Volume Balok Volume bangun ruang yang pertama dipelajari oleh peserta didik di SD adalah volume balok. Volume balok diajarkan pertama kali karena banyak bangun-bangun yang ditemui oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari yang berbentuk balok. Setelah peserta didik mempunyai pengalaman menghitung volume balok dengan cara membilang banyaknya kubus satuan yang dapat memenuhi balok berongga tersebut. dan sebagainya. Adapun jenis-jenis bangun ruang adalah sebagai berikut.

1 di atas. dan 6. maka volume balok dapat juga dinyatakan sebagai berikut. yaitu: Volume = p × l × t. 5.Diharapkan setelah mengamati hasil-hasil yang telah diperoleh pada tabel 3. peserta didik dapat menemukan hubungan antara kolom 3 dengan 4. Jadi volume balok: V=p×l×t Apabila p × l menyatakan luas alas balok. Volume balok = p × l × t = (p × l ) × t = luas alas × tinggi .

. sedangkan obat dengan satuan mililiter Contoh: Jika suatu balok memiliki ukuran panjang 5 cm.1 Volume Kubus Pada hakekatnya sebuah kubus adalah sebuah balok yang semua rusuknya sama panjang atau p = l = t. misalnya 1 cm. dan tinggi 4 cm. Biasanya apabila Anda membeli susu atau bensin digunakan satuan liter. Jika s menyatakan panjang rusuk kubus. Demikian juga untuk mengukur volume suatu bangun ruang diperlukan satuan volume. maka: Volume kubus (V) = s x s x s atau V = s3 Contoh: Sebuah kontainer berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 20 cm. Satu sentimeter kubik (1 cm3) adalah suatu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 cm. 1 m. Untuk menentukan volume suatu cairan digunakan satuan khusus. yang biasanya berupa kubus satuan. lebar 2 cm. liter (l). Satuan ini adalah mililiter (ml).Untuk mengukur panjang suatu ruas garis diperlukan satuan panjang. Kubus satuan adalah kubus yang panjang rusuknya satu satuan panjang. Berapa cm3 volume balok tersebut? Penyelesaian: Volume balok tersebut = (5 × 4 × 2) cm3 = 40 cm3 2. satuan ukuran luas diperlukan untuk mengukur luas suatu daerah. sehingga rumus volume kubus dapat diturunkan dari rumus volume balok. 1 dm. dan kiloliter (kl). Tentukan banyak cairan (dalam liter) yang dapat dimuat kontainer tersebut (hal ini sering disebut sebagai kapasitas kontainer).

Sehingga diperoleh: volumee prisma tegak segitiga siku-siku = = Mengingat ( 1 x volume balok 2 1 x p xl xt 2 1 x p x l ) adalah luas alas prisma segitiga siku-siku.000 cm3 = 1 l Jadi volume kontainer = 8 l. Penyelesaian: Luas alas prisma berbentuk segitiga. volumee 2 prisma tegak segitiga siku-siku = luas alas x tinggi volume prisma tegak segitiga siku-siku = luas alas × tinggi Contoh Tentukan volumee prisma seperti gambar di samping. Jadi. . 2. Volume Prisma Prisma tegak segitiga siku-siku diperoleh dengan membelah balok menjadi dua bagian melalui salah satu bidang diagonalnya.Penyelesaian: Volume kontainer = (20 × 20 × 20) cm3 = 8000 cm3 1.

Dari uraian-uraian tersebut di atas. Volume Tabung Tabung mirip dengan prisma. yaitu suatu bangun ruang yang dibatasi bidang atas dan bidang alas yang sama bentuk dan ukurannya. untuk setiap tabung berlaku rumus: alas berupa lingkaran . yaitu ruas garis yang menghubungkan titik pusat bidang alas dan titik pusat bidang atas. Suatu tabung dapat dipikirkan sebagai suatu prisma yang banyak sisi dari bidang alasnya banyak sekali tidak berhingga. dapat disimpulkan bahwa tabung adalah suatu prisma yang alasnya berbentuk lingkaran.Luas alas = ( 1 x a x t) 2 = ( 1 x 12 x 16) cm2 = 96 cm2 2 Volumee prisma segitiga = luas alas × tinggi = (96 × 9) cm3 = 864 cm3 Jadi. sehingga volume ( V) tabung dapat dinyatakan sebagai berikut. V = luas alas x tinggi V = π r2 x t V = π r2 t Jadi. Perhatikan gambar di bawah yaitu adanya persesuaian antara sisi tegak dan alas tabung dengan sisi tegak dan keliling prisma segi-14. Bidang alas dan bidang atas tabung berbentuk lingkaran. volumee prisma segitiga adalah 864 cm3 3. Tinggi tabung adalah panjang dari sumbu.

Atau dengan kata lain volume limas sama dengan sepertiga dari volume prisma. Karena rumus volume prisma dan tabung adalah V = A ∙ t. c) Untuk menemukan rumus kerucut ke-b. maka volume dari limas dan kerucut dapat dirumuskan sebagai berikut. untuk A =luas alas dan t =tinggi prisma atau tabung.V tabung = π r2 t. 2012). serta air. Volume Limas dan Kerucut Limas adalah suatu bangun ruang yang mempunyai satu sisi sebagai alas dan sisi.sisi lain berupa segitiga berpotongan pada satu titik yang di sebut puncak limas (Watini. b) Isilah limas tersebut dengan air hingga penuh. kemudian tuangkan air tersebut ke dalam prisma hingga tanpa sisa. . Menemukan Rumus Volume Limas dan Kerucut Dalam melakukan percobaan ini diperlukan sepasang wadah yang berbentuk prisma dan limas. Hitunglah jumlah prisma yang diisi air untuk mengisi prisma. 2012). langkah-langkah selanjutnya adalah sebagai berikut. a) Pilihlah prisma dan limas yang memiliki alas dan tinggi yang kongruen. Kerucut adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah sisi alas berbentuk lingkaran dan sebuah sisi lengkung (Aghisstar. Hubungan ini juga berlaku untuk kerucut dan tabung. pilihlah tabung dan kerucut yang memiliki alas dan tinggi yang kongruen kemudian ulangi langkah ke-a dan Dari hasil pecobaan di atas. sepasang wadah yang berbentuk tabung dan kerucut. ditemukan bahwa volume prisma sama dengan tiga kali volume limas. dengan V = volume r = jari-jari alas tabung t = tinggi tabung 4. Benda-benda tersebut disiapkan.

volume dari limas persegi tersebut adalah 448 cm2 (Yosef. 5. volume dari kerucut di atas adalah 432π cm2. maka volume dari limas atau kerucut tersebut adalah V = 1/3 ∙ A ∙ t. V = 1/3 ∙ A ∙ t = 1/3 ∙ π ∙ r2 ∙ t = 1/3 ∙ π ∙ 92 ∙ 16 = 432π. pertama-tama kita harus menentukan luas dari alasnya. Sehingga. Setelah itu kalikan luas alas tersebut dengan sepertiga dan tinggi dari limas atau kerucut tersebut (Yosef. Semua satuan ukuran yang digunakan adalah cm. Sehingga. untuk mencari volume dari limas dan kerucut. . Volume Bola Bola merupakan bangun ruang (3 dimensi) yang terbentuk dari setengah lingkaran yang diputar menurut diameternya dan berpusat pada satu titik. Bola hanya mempunyai satu sisi yang disebut dinding bola dengan jarak dinding dengan titik pusat sama yang disebut diameter. Gambar (i) adalah kerucut. Pembahasan Contoh Soal Volume dari kerucut yang memiliki jari-jari alas 9 cm dan tinggi 16 cm dapat ditentukan sebagai berikut. Contoh Soal Tentukanlah volume dari masing-masing bangun ruang berikut. Volume dari limas persegi yang memiliki sisi alas 8 cm dan tingginya 21 cm dapat dicari sebagai berikut. 2013). 2013). Sehingga.V = 1/3 ∙ A ∙ t = 1/3 ∙ 82 ∙ 21 = 448.Rumus Volume Limas dan Kerucut: Jika A dan t secara berturut-turut adalah luas alas dan tinggi dari limas atau kerucut. gambar (ii) adalah limas persegi.

2013). Karena tabung memiliki alas yang berbentuk lingkaran. Pernyataan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut. diperlukan tiga kali pengisian oleh setengah bola. Pembuktian rumus volume bola dengan menggunakan tabung adalah menuangkan air ke dalam tabung hingga penuh ke dalam tabung yang memiliki jari-jari sama dengan jari-jari bola dan tingginya dua kali jari-jari bola.Berikut ini rumus volume bola berikut pembuktiannya. Rumus volume tabung sama dengan rumus volume prisma. maka rumus volumenya adalah πr2t. yaitu luas alas dikalikan tinggi. . Sehingga. rumus volume bola adalah 4/3 ∙ πr3 (Yosef.

Adapun jenis-jenis bangun ruang. sehingga siswa merasa senang dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.com/2012/03/kerucut-pengertian-kerucutkerucut. 2012. segitiga. Simpulan Luas bangun datar adalah banyaknya satuan luas yang dapat digunakan untuk menutup (secara rapat) daerah tersebut. kerucut. jika adik ingin mengisinya penuh dengan susu. dan lingkaran. Pujiati dan Sigit GT. volume bangun ruang. Volume bangun ruang adalah banyaknya takaran yang dapat menempati bangun ruang tersebut dengan tepat.blogspot. tabung. Penutup 1. Saran Guru diharapkan lebih memperdalam ilmunya tentang pengukuran luas bangun datar. yaitu: persegi. 2. Tersedia pada http://aghisstar. Adapun jenis-jenis bangun datar. 2009. jajar genjang.com/2012/12/sifat-sifat-bangundatar. balok. “Pengertian Kerucut”. . limas. Daftar Rujukan Aghisstar. trapesium. Mastugino. laying-layang.. yaitu: kubus.blogspot.Contoh Soal Menghitung Volume Bola Adik membeli sebuah tempat minum berbentuk setengah bola. belah ketupat. persegi panjang. 2012. http://mastugino. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.html (diakses tanggal 4 April 2013). dengan diameter 14 cm. dan menyenangkan. berapa volume susu yang diperlukan? Jawab Volume bola = 4/3 Π r3 Volume setengah bola = 2/3Π r3 V= 2/3 x 22/7 x 7 x 7 x 7=718. dan bola. prisma.html (diakses tanggal 4 April 2013).67 cm3 E. Pembelajaran Pengukuran Luas Bangun Datar dan Volume Bangun Ruang Di SD. menarik. dan teknik mengajarkannya sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

2012.com/2012/04/pengertianlimas. Tersedia http://majuteruspantangmundu.wordpress. 2013.com/2013/01/14/menemukan-volumelimas-dan-kerucut/ (diakses tanggal 4 April 2013). “Menemukan Volume Limas dan Kerucut”. Tersedia pada https://yos3prens. “Pendekatan lainnya dalam Menemukan Volume Bola”. pada Yosef. 2013.blogspot. . “Pengertian Limas”.Watini. Tersedia pada https://yos3prens.com/2013/02/24/pendekatan-lainnyadalam-menemukan-volume-bola/ (diakses tanggal 4 April 2013).html (diakses tanggal 4 April 2013). _____.wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->