P. 1
3R Limbah Oli

3R Limbah Oli

|Views: 317|Likes:
Published by Ai S. Saadah

More info:

Published by: Ai S. Saadah on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2015

pdf

text

original

Makalah 3R Limbah Oli BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang Seiring dengan berkembangnya dunia industry dan otomotif, penggunaan oli atau pelumas semakin meningkat pula. Pelumas atau oli merupakan sejenis cairan kental yang berfungsi sebaga pelicin, pelindung, dan pembersih bagi bagian dalam mesin. Oli dapat berasal dari minyak mentah dan juga sintesis bahan-bahan kimia. Manfaat oli yang sangat besar ternyata memiliki dampak pencemaran yang besar pula. Limbah oli merupakan limbah B3 yang dapat merusak lingkungan dan menyebabkan ganggguan kesehatan. Pencemaran oli dapat melalui pencemaran air bersih. 1 Liter oli dapat merusak 1 juta Liter air bersih dari dalam tanah. Air yang tercemari oli ini memrlukan treatment khusus jika ingin digunakan, tentunya akan menghabiskan biaya lebih banyak lagi. Sedangkan untuk daerah pemukiman yang padat, mungkin saja ada sebagian masyarakat yang tidak mengetahui adanya pencemaran oli pada air yang digunakan dan langsung menkonsumsi air tersebut. Tidak heran banyak terjadi kasus masyarakat yang terkena penyakit pencernaan dan kulit akibat air tercemar. Oleh karena itu, pencemaran akibat limbah oli harus dicegah sejak dini. Pencegahan tersebut dapat berupa pengolahan limbah oli dan 3R. namun untuk mengolah limbah oli memerlukan biaya besar dan tidak memberikan keuntungan finansial. Sedangkan 3R limbah oli dapat dilakukan tanpa biaya (no cost) dan high cost. Untuk 3R no cost dapat dilakukan Reuse dengan menggunakan kembali limbah oli untuk pelumas dan pendingin bagian-bagian mesin yang tidak memerlukan oli berkualitas tinggi. 3R dengan high cost merupakan teknik daur ulang limbah oli menggunakan metoda refining. Metoda ini memerlukan biaya investasi yang besar, namun keuntungan yang didapatkan tidak kalah besar. Terutama jika cadangan minyak mentah sebagai bahan baku oli semakin menipis, banyak masyarakat yang akan beralih ke oli hasil refining. Penyusunan makalah ini dilakukan untuk menjelaskan metode yang dapat dilakukan untuk menerapkan system 3R pada limbah oli. Sehingga diharapkan nantinya metode ini akan semakin berkembang dan bervariatif. Dengan daur ulang limbah oli, 1 juta liter air bersih dalam tanah dapat terlindungi dari 1 liter limbah oli. 1.2 Tujuan Dengan disusunnya makalah ini, diharapkan: a. Mengetahui karakteristik limbah oli b. Mengetahui metode yang dapat diterapkan dalam 3R limbah oli c. Mengetahui besarnya investasi awal, keuntungan dan Payback Period dalam proses refininf limbah oli

1

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Oli sebagai Limbah B3 Limbah B3 merupakan limbah yang perlu ditangani secara khusus. Limbah B3 dapat diidentifikasikan menurut sumber dan atau uji karakteristik dan atau uji toksikologi. Hal ini terdapat dalam PP 85/1999, pasal 7 yang berbunyi sebagai berikut: 1. Jenis limbah B3 menurut sumbernya meliputi: a. Limbah B3 dari sumber tidak spesifik; b. Limbah B3 dari sumber spesifik; c. Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan, bekas kemasan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi. 2. Uji karakteristik limbah B3 meliputi : a. mudah meledak; b. mudah terbakar; c. bersifat reaktif; d. beracun; e. menyebabkan infeksi; dan f. bersifat korosif. Limbah oli dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia seperti indusri, pertambangan, dan usaha perbengkelan. Limbah oli termasuk dalam limbah B3 yang mudah terbakar sehingga bila tidak ditangani pengelolaan dan pembuangannya akan membahayakan kesehatan mausia dan lingkungan. Pengelolaan limbah oli ini berupaya agar limbah oli yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan dan sifat limbah oli menjadi lebih tidak berbahaya. Selain itu, pengelolaan limbah oli bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Selain itu, apabila penanganan limbah oli dilakukan dengan baik, maka akan bisa memberikan keuntungan bagi si pengelola limbah oli dan juga pengurangan biaya produksi bagi industri yang memanfaatkan kembali limbah oli sebagai pelumas berbagai peralatan, karena limbah oli masih bisa dimanfaatkan untuk pelumas lagi dengan cara pemakaian yang berbeda dari sebelumnya. Pengertian Oli

2

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli Pelumas atau oli merupakan sejenis cairan kental yang berfungsi sebaga pelicin, pelindung, dan pembersih bagi bagian dalam mesin. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut. Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE Fungsi Oli Semua jenis oli pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan. Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin diesel misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan rendah tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mesin bensin. Mesin diesel juga memiliki kondisi kondusif yang lebih besar yang dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratan logam-logam bearing. Sifat-sifat Oli Mesin a. Lubricant oli mesin bertugas melumasi permukaan logam yang saling bergesekan satu sama lain dalam blok silinder. Caranya dengan membentuk semacam lapisan film yang mencegah permukaan logam saling bergesekan atau kontak secara langsung. b. Coolant pembakaran pada bagian kepala silinder dan blok mesin menimbulkan suhu tinggi dan menyebabkan komponen menjadi sangat panas. Jika dibiarkan terus maka komponen mesin akan lebih cepat mengalami keausan. Oli mesin yang bersirkulasi di sekitar komponen mesin akan menurunkan suhu logam dan menyerap panas serta memindahkannya ke tempat lain. c. Sealant oli mesin akan membentuk sejenis lapisan film di antara piston dan dinding silinder. Karena itu oli mesin berfungsi sebagai perapat untuk mencegah kemungkinan kehilangan tenaga. Sebab jika celah antara piston dan dinding silinder semakin membesar maka akan terjadi kebocoran kompresi.

3

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli d. Detergent kotoran atau lumpur hasil pembakaran akan tertinggal dalam komponen mesin. Dampak buruk 'peninggalan' ini adalah menambah hambatan gesekan pada logam sekaligus menyumbat saluran oli. Tugas oli mesin adalah melakukan pencucian terhadap kotoran yang masih 'menginap'. e. Pressure absorbtion oli mesin meredam dan menahan tekanan mekanikal setempat yang terjadi dan bereaksi pada komponen mesin yang dilumasi. Kekentalan oli mesin Viskositas atau tingkat kekentalan oli mesin menunjukkan ketebalan atau kemampuan untuk menahan aliran cairan. Sifat oli jika suhunya panas akan mudah mengalir dengan cepat alias encer. Sebaliknya jika suhu oli dingin maka akan sulit mengalir atau mudah mengental. Meski demikian setiap merek dan jenis oli mempunyai tingkat kekentalan yang telah disesuaikan dengan maksud dan tujuan penggunaannya. Karena itu ada oli yang sengaja dibuat kental atau encer sesuai kebutuhan pemakai. Tingkat viskositas oli dinyatakan dalam angka indeks kekentalan. Semakin besar angkanya maka berarti kian kental olinya. Dan sebaliknya juga kalau angka indeksnya semakin mengecil tentu olinya bertambah encer. Jenis-jenis Oli a. Oli Mineral Oli mineral berbahan bakar oli dasar (base oil) yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan. Beberapa pakar mesin memberikan saran agar jika telah biasa menggunakan oli mineral selama bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis dikarenakan oli sintetis umumnya mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mineral sehingga deposit tadi terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin. b. Oli Sintetis Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil adalah polyol-ester (bukan bahan baju polyester), yang paling sedikit bereaksi bila dicampur dengan bahan lain. Oli sintetis cenderung tidak mengandung bahan karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk oli karena cenderung bergabung dengan oksigen sehingga menghasilkan acid (asam). Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral. Kekentalan (Viskositas) Oli Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli paling rawan karena berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir.

4

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli Kekentalan oli langsung berkaitan dengan sejauh mana oli berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam. Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient. Mengalir secara cukup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang bergerak. Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebih mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan. Dengan demikian, oli memiliki grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE). Bila pada kemasan oli tersebut tertera angka SAE 5W30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30. Tetapi yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin. Umumnya, mobil sekarang punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30 . Karena mesin belakangan lebih sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Tak baik menggunakan oli kental (20W-50) pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi. Untuk mesin lebih tua, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal dan menyediakan lapisan film cukup untuk bearing. Sebagai contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli di berbagai negara/kawasan. 1. 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia 2. 10W-30 untuk iklim sedang seperti di kawasan Inggris 3. 15W-30 untuk Cuaca panas seperti di kawasan Indonesia Kualitas Oli Kualitas oli disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute). Simbol terakhir SL mulai diperkenalkan 1 Juli 2001. Walau begitu, simbol makin baru tetap bisa dipakai untuk katagori sebelumnya. Seperti API SJ baik untuk SH, SG, SF dan seterusnya. Sebaliknya jika mesin kendaraan menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan tipe SH karena mesin tidak akan mendapatkan proteksi maksimal sebab oli SH didesain untuk mesin yang lebih lama. Ada dua tipe API, S (Service) atau bisa juga (S) diartikan Spark-plug ignition (pakai busi) untuk mobil MPV atau pikap bermesin bensin. C (Commercial) diaplikasikan pada truk heavy duty dan mesin diesel. Contohnya katagori C adalah CF, CF-2, CG-4. Bila menggunakan mesin diesel pastikan memakai katagori yang tepat karena oli mesin diesel berbeda dengan oli mesin bensin karena karakter diesel yang

5

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli banyak menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Oli jenis ini memerlukan tambahan aditif dispersant dan detergent untuk menjaga oli tetap bersih. Sebagai tambahan, bila oli yang digunakan sudah tipe sintetik maka tidak perlu lagi diberikan bahan aditif lain karena justru akan mengurangi kireja mesin bahkan merusaknya. 2.2 Karakteristik Limbah Oli Limbah oli seringkali diabaikan penanganannya setelah tidak bisa digunakan kembali. Padahal, jika asal dibuang dapat menambah pencemaran di bumi kita yang sudah banyak tercemar. Jumlah limbah oli yang dihasilkan pastinya sangat besar. Bahaya dari pembuangan limbah oli sembarangan memiliki efek yang lebih buruk daripada efek tumpahan minyak mentah biasa. Ditinjau dari komposisi kimianya sendiri, oli adalah campuran dari hidrokarbon kental ditambah berbagai bahan kimia aditif. Limbah oli lebih dari itu, dalam limbah oli terkandung sejumlah sisa hasil pembakaran yang bersifat asam dan korosif, deposit, dan logam berat yang bersifat karsinogenik. Berdasarkan kriteria limbah yang dikeluarkan oleh kementerian lingkungan hidup, limbah oli termasuk kategori limbah B3. Meski limbah oli masih bisa dimanfaakan, bila tidak dikelola dengan baik, bisa membahayakan lingkungan. Sejalan dengan perkembangan kota dan daerah volume limbah oli terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor dan mesin motor. didaerah pedesaan sekalipun, sudah bisa ditemukan bengkel – bengkel kecil, yang salah satu limbahnya adalah limbah oli. Dengan kata lain, penyebaran limbah oli sudah sangat luas dari kota besar sampai wilayah pedesaan. 2.3 Akibat Pembuangan Limbah Oli Jika kita bicara material oli pelumas bekas, maka tidak hanya berurusan dengan olinya sendiri, melainkan juga wadah dan saringan oli. Apabila ketiganya dibuang sembarangan akan menimbulkan masalah lingkungan. Limbah oli mengandung sejumlah zat yang bisa mengotori udara, tanah dan air. Limbah oli mungkin saja mengandung logam, larutan klorin dan zat – zat pencemar lainnya. Satu liter limbah oli bisa merusak jutaan liter air segar dari sumber air dalam tanah. Limbah oli dapat menyebabkan tanah kehilangan unsur hara dan sifatnya yang tidak dapat larut dalam air dapat membahayakan habitat air, serta sifatnya yang mudah terbakar merupakan karakteristik dari limbah B3. Wadah yang biasa digunakan untuk wadah oli terbuat dari plastik. Plastik yang tak dapat terurai secara biologis akan mencemari tanah dan memakan ruang di tempat sampah. Saringan oli yang masih mengandung residu oli, juga terbuat dari bahan metal yang tidak mudah terurai secara biologis.

6

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli Karena itulah limbah dari ketiga komponen itu mesti dikelola dengan baik. Bukanlah hal yang sulit untuk mendaur-ulang menjadi produk yang bermanfaat dan tidak lagi menjadi ancaman lingkungan. 2.4 Proses Pengolahan Limbah Oli Tahap pertama merupakan pemisahan air dari limbah oli, proses ini menghasilkan limbah air yang berasal dari campuran limbah oli. Tahap kedua memisahkan kotoran dan aditif nya (penambahan bahan kimia). Tahap ketiga dilakukan untuk perbaikan warna, mengasilkan bahan dasar pelumas (bdp) dan limbah lempung. Yang terakhir mengolah bahan dasar menjadi pelumas atau disebut juga dengan blending. Tiga Tahapan Daur Ulang Limbah Oli Cara pertama, daur ulang limbah oli menggunakan asam kuat untuk memisahkan kotoran dan aditif dalam limbah oli. kemudian dilakukan pemucatan dengan lempung. Produk yang dihasilkan bersifat asam dan tidak memenuhi syarat. Cara kedua, campuran pelarut alkohol dan keton digunakan untuk memisahkan kotoran dan aditif dalam limbah oli. Campuran pelarut dan pelumas bekas yang telah dipisahkan di fraksionasi untuk memisahkan kembali pelarut dari limbah oli. Kemudian dilakukan proses pemucatan dan proses blending serta reformulasi untuk menghasilkan pelumas siap pakai. Cara ketiga. pada tahap awal digunakan senyawa fosfat dan selanjutnya dilakukan proses perkolasi dan dengan lempung serta dikuti proses hidrogenasi. Selain daripada itu, jika kita bicara material oli pelumas bekas, maka itu tidak hanya berurusan dengan olinya sendiri, melainkan juga wadah dan saringan oli. Ketiganya, bila dibuang sembarangan akan menimbulkan masalah lingkungan. Limbah oli mengandung sejumlah zat yang bisa mengotori udara, tanah dan air. Limbah oli itu mungkin saja mengandung logam, larutan klorin, dan zat-zat pencemar lainnya. Satu liter limbah oli bisa merusak jutaan liter air segar dari sumber air dalam tanah. Demikian pula dengan wadah plastik yang biasa digunakan untuk wadah oli. Plastik yang tak dapat terurai secara biologis itu jelas akan mencemari tanah dan memakan ruang di tempat sampah. Sedangkan saringan oli selain masih mengandung residu oli, juga terbuat dari bahan metal yang tidak mudah terurai secara biologis. Karena itulah limbah dari ketiga komponen itu mesti dikelola dengan baik. Bukanlah hal yang sulit untuk mendaurulang ketiga komponen itu, sehingga menjadi produk yang bermanfaat dan tidak lagi menjadi ancaman lingkungan. Limbah oli memiliki pasar yang bagus. Pengolahan limbah oli secara benar akan memulihkan kembali sifat pelumasannya. Energi yang diperlukan untuk pengolahan limbah oli hanyalah sepertiga dari yang dibutuhkan untuk mengolah minyak mentah menjadi pelumas yang baik. Oli daur ulang juga bisa digunakan dalam campuran aspal yang akan dipakai untuk membangun jalan raya. Oli daur uang pun bisa digunakan untuk bahan bakar. Saringan limbah oli juga tidak sulit memprosesnya. Pertama dicabik-cabik, kemudian dilebur dan dijadikan bahan baku produk-produk

7

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli logam seperti jarum, kawat dan produk-produk lainnya. Sedangkan wadah plastiknya bisa didaur ulang menjadi wadah baru, pot bunga, pipa dan berbagai keperluan lainnya.

Pemanfaatan Limbah oli Sebagai Bahan Bakar Mesin Diesel Limbah oli atau limbah minyak pelumas residu dari oli murni atau vaseline berada di antara C16 sampai ke C20. Di indonesia jumlah limbah pelumas bekas pada tahun 2003 sekitar 465 juta liter pertahun ( www. wikipedia.com ), dan untuk di daerah Riau limbah ini mencapai 54 juta liter pertahun ( sumber Riau Pos ) . Sumber dari limbah ini berasal dari berbagai aktivitas sarana mesin serta industri. Proses yang dilakukan melalui tahapan absorpsi dan distilasi ( untuk mengolah limbah oli menjadi sampel bahan bakar). Tahapan berikutnya dilakukan uji karakteristik syarat bahan bakar berupa : uji bilangan oktan untuk melihat kandungan unsur-unsur kimia, titik nyala, bilangan karbon dan residu bahan bakar serta menentukan beberapa parameter fisisnya antara lain: viskositas, konduktivitas dan indeks bias. Hasil karakteristiknya akan dibandingkan dengan karakteristik solar atau mendekati. Sampel akhir yang diinginkan dari riset ini, bila diuji pada setiap mesin diesel tidak ada modifikasi pada mesin, artinya sampel ini tidak akan memberi efek atau cocok dengan jenis mesin diesel apapun. Limbah limbah oli yang setiap bulan banyak dihasilkan di Riau akan dimanfaatkan melalui pengolahan khusus. Bila keberadaanya diolah dengan proses dan teknik yang tepat sebenarnya menghasilkan prospek ekonomi cukup menjanjikan di masa depan. Selanjutnya untuk proses mengolah, direncanakan akan didisain atau dirancang sistem dengan membuat prototipe mesin pengolahnya dengan serangkaian proses absorpsi dan distilasi satu tabung melalui beberapa uji karakteristik kimia dan fisika untuk syarat-syarat bahan limbah oli.

Pembuangan dan Penimbunan Limbah oli Pembuangan limbah oli secara sembarangan akan merusak lingkungan, khususnya akan mencemari tanah. Jika kita bicara material oli pelumas bekas, maka itu tidak hanya berurusan dengan olinya sendiri, melainkan juga wadah dan saringan oli. Ketiganya, bila dibuang sembarangan akan menimbulkan masalah lingkungan. Limbah oli mengandung sejumlah zat yang bisa mengotori udara, tanah dan air. Limbah oli itu mungkin saja mengandung logam, larutan klorin, dan zat-zat pencemar lainnya. Satu liter limbah oli bisa merusak jutaan liter air segar dari sumber air dalam tanah. Demikian pula dengan wadah plastik yang biasa digunakan untuk wadah oli. Plastik yang tak dapat terurai secara biologis itu jelas akan mencemari tanah dan memakan ruang di tempat sampah. Sedangkan saringan oli selain masih mengandung residu oli, juga terbuat dari bahan metal yang tidak mudah terurai secara biologis. Karena itulah limbah dari ketiga komponen itu mesti dikelola dengan baik. Bukanlah hal yang sulit untuk mendaurulang ketiga komponen itu, sehingga menjadi produk yang bermanfaat dan tidak lagi menjadi ancaman lingkungan. Limbah oli memiliki pasar yang bagus. Pengolahan limbah oli

8

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli secara benar akan memulihkan kembali sifat pelumasannya. Energi yang diperlukan untuk pengolahan limbah oli hanyalah sepertiga dari yang dibutuhkan untuk mengolah minyak mentah menjadi pelumas yang baik. Oli daur ulang juga bisa digunakan dalam campuran aspal yang akan dipakai untuk membangun jalan raya. Oli daur uang pun bisa digunakan untuk bahan bakar. Saringan limbah oli jugat idak sulit memprosesnya. Pertama dicabik-cabik, kemudian dilebur dan dijadikan bahan baku produk-produk logam seperti jarum, kawat dan produkproduk lainnya.. Sedangkan wadah plastiknya bisa didaur ulang menjadi wadah baru, pot bunga, pipa dan berbagai keperluan lainnya. Oleh sebab itu, limbah oli serta wadahnya sebaiknya diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan agar tidak berbahaya dan mencemari lingkungan. Berdasarkan PP no.18 1999 tentang Pengelolaan limbah B3, maka dalam melakukan penimbunan sebaiknya : 1. Penimbunan limbah B3 wajib menggunakan sistem pelapis yang dilengkapi dengan saluran untuk pengaturan aliran air permukaan, pengumpulan air lindi dan pengolahannya, sumur pantau dan lapisan penutup akhir yang telah disetujui oleh instansi yang bertanggung jawab. 2. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan persyaratan penimbunan limbah B3 ditetapkan oleh Kepala instansi yang bertanggung jawab. Lokasi penimbunan limbah B3 wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Bebas dari banjir; b. Permeabilitas tanah maksimum 10 pangkat negatif 7 centimeter per detik c. Merupakan lokasi yang ditetapkan sebagai lokasi penimbunan limbah B3 berdasarkan rencana tata ruang; d. Merupakan daerah yang secara geologis dinyatakan aman, stabil tidak rawan bencana dan di luar kawasan lindung; e. Tidak merupakan daerah resapan air tanah, khususnya yang digunakan untuk air minum. Terhadap lokasi penimbunan limbah B3 yang telah dihentikan kegiatannya wajib memenuhi hal-hal sebagai berikut: a. Menutup bagian paling atas tempat penimbunan dengan tanah setebal minimum 0,60 meter; b. Melakukan pemagaran dan memberi tanda tempat penimbunan limbah B3; c. Melakukan pemantauan kualitas air tanah dan menanggulangi dampak negatif yang mungkin timbul akibat keluarnya limbah B3 ke lingkungan, selama minimum 30 tahun terhitung sejak ditutupnya seluruh fasilitas penimbunan limbah B3; d. Peruntukan lokasi penimbun yang telah dihentikan kegiatannya tidak dapat dijadikan pemukiman atau fasilitas umum lainnya. Manajemen Limbah Limbah oli

9

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli Minyak telah digunakan, dapat dikumpulkan, daur ulang, dan digunakan berulang-ulang. diperkirakan 380 juta galon menggunakan minyak daur ulang setiap tahun. Minyak kadang-kadang dapat digunakan lagi untuk pekerjaan yang sama atau dapat melakukan tugas yang sama sekali berbeda.Misalnya, oli motor yang digunakan bisa kembali halus dan dijual di toko sebagai oli motor atau diproses untuk tungku bahan bakar minyak. Aluminium rolling minyak juga dapat disaring di situs dan digunakan lagi. Limbah oli sering mengandung bahan berbahaya seperti bahan bakar mudah terbakar dan bersifat aditif, timah dan logam beracun lainnya. Limbah oli tidak semestinya dibuang begitu saja karena dapat membunuh tumbuhan dan satwa liar dan mencemari air permukaan dan air tanah. Oleh sebab itu, ilegal untuk: · membuang limbah oli di tanah, · dibuang di saluran air buangan menempatkan menggunakan minyak dalam sampah, atau · menggunakan limbah oli untuk mengurangi debu di jalan Pencegahan Limbah Untuk mengurangi jumlah limbah oli yang dihasilkan, masyarakat dapat lebih menggunakan angkutan umum, angkutan bus, bersepeda atau berjalan. Berikut adalah cara untuk mengurangi limbah limbah oli:  Gunakan sistem drainase dirancang untuk limbah limbah oli.  Gunakan drip pans untuk menangkap tetesan limbah oli dan tumpahannya.  Membersihkan tumpahan limbah oli dengan menggunakan sebuah pengki dan alat pembersih yg terbuat dr karet (bukan menggunakan sorbents dan menghasilkan limbah yang lain).  Jika sorbents harus digunakan, memilih bahan-bahan yang dapat didaur ulang, yaitu, dipelintir dan digunakan kembali, dicuci atau dibersihkan, atau dibakar untuk energi.  Jika memungkinkan, produk pembelian dalam jumlah besar untuk menghindari penggunaan wadah-wadah kecil yang berlebihan.  Jika menggunakan kontainer plastik liter, desain saluran sistem pembuangan dan daur ulang wadah plastic Limbah oli bisa didaur ulang dengan cara berikut:  Re-use, yang melibatkan mengeluarkan kotoran dari oli dan menggunakan lagi. Bentuk daur ulang ini tidak mungkin mengembalikan oli ke bentuuk semula, hanya memperpanjang umurnya. Dimasukkan ke dalam kilang minyak bumi, yang melibatkan minyak digunakan sebagai bahan baku yang memperkenalkan ke depan baik akhir dari proses atau coker untuk memproduksi bensin dan kokain. Re-refined, yang melibatkan minyak digunakan untuk menghilangkan kotoran sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk minyak pelumas baru. Diproses dan dibakar untuk pemulihan energi, yang melibatkan air menghapus dan partikulat sehingga digunakan minyak dapat dibakar sebagai bahan bakar untuk
Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

 

10

Makalah 3R Limbah Oli menghasilkan panas atau kekuasaan industri operasi. Bentuk daur ulang tidak seperti lebih sebagai metode yang menggunakan kembali material karena hanya memungkinkan minyak untuk digunakan kembali sekali. Meskipun demikian, energy berharga disediakan (kurang lebih sama dengan yang disediakan oleh minyak pemanas normal). Metode Refining Limbah oli Metode ini digunakan untuk untuk mengolah limbah oli sehingga dapat dipakai kembali. Salah satu metodenya adalah Acid Clay Treatment. Langkah-Langkah yang dapat dilakukan antara lain: 1. Storing Limbah oli dikumpulkan pada bak pengumpul dengan kapasitas tertentu. Oli yang ditampung merupakas oli dengan pengotor lemak, lumpur dan pengotor lainnya. Limbah oli memiliki kenampakan lebih kental dan berwarna hitam.

2. De-Watering Limbah oli dari bak pengumpul akan dikenai proses penghilangan air. Proses ini disebut proses dehydrasi. Oli dipompa menuju bak dehydrasi dan selanjutnya akan dipanasi hingga suhu 150 C. Pada suhu ini air akan menguap dan terpisah dari oli.

3. Cooling Oli yang telah dikenai proses dehydrasi didinginkan sampai suhu kamar. Oli dipompa menuju bak pendingin. Bak pendingin dilengkapi dengan blower dan pengaduk. Pendinginan ini dibutuhkan untuk proses selanjutnya.

11

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli

4. Mixing Limbah oli selanjutnya direaksikan dengan asam kuat. Asam yang dapat digunakan salah satunya adalah asam sulfat (H2SO4) dengan rasio tertentu. Pereaksikan dengan asam ini dimaksudkan untuk mengembalikan performa oli yang telah rusak. Pereaksikan dengan asam akan menyebabkan oli menjadi dua fase. Fase beningan yang berupa oli yang telah baik dan fase padat berupa kotoran yang mengumpul.

5. Dekanting Oli dari mixer dipompa menuju bak penampung. Bak penampung ini juga berfungsi sebagai alat pemisah fase beningan dan padatan. Fase beningan akan dilakukan proses penjernihan Fase padatan dikeluarkan dari bawah untuk dikenai proses yang lain agar tidak membahayakan lingkungan.

6. Adsorbing Oli beningan dipompa menuju bak penjernih. Oli dalam bak penjernih akan diaduk bersama dengan bentonit sebagai adsorbent. Bentonit dipilih karena selain memiliki

12

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli efektifitas relative tinggi juga harganya murah. Bentonit akan menyerap kotoran yang masih terbawa oleh oli disamping dapat menyerap logam berat juga.

7. Filtrasi Oli bersama dengan bentonit akan dikenai proses penyaringan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan oli bening. Bentonit akan tertahan bersama kotoran yang terikat dengannya sedangkan oli akan terus. Jenis filter yang digunakan adalah plate and frame filter. Filter jenis ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya proses operasai mudah dan biaya murah. Kelemahan filter jenis ini adalah waktu bongkar pasang yang relative lama sehingga dibutuhkan banyak filter press untuk proses kontinu

8. Penampungan akhir Oli hasil filtrasi adalah oli yang telah memiliki standar performa baik. Oli ini ditampung dalam bak yang dilengkapi pompa untuk selanjtnya diisikan ke drumdrum.

13

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli 2.5 Kelebihan dan Kekurangan Daur Ulang Limbah Oli Kelebihan yang terdapat pada recycle limbah oli metode refining antara lain: a. Penghematan biaya. Antara lain biaya transportasi ke tempat pembuangan limbah, biaya perawatan tempat pembuangan limbah dan biaya pengolahan limbah oli itu sendiri. b. Mengurangi pencemaran. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, limbah oli merupakan limbah B3 yang dapat mencemari lingkungan. Bila limbah oli didaur ulang dengan metode refining, pencemaran akibat lmbah oli dapat berkurang. c. Bahan bakar alternative. Berdasarkan penelitian, limbah oli yang telah di-refining dapat digunakan sebagai bahan baku mesin diesel. d. Pengganti minyak mentah. Persediaan minyak mentah semakin terbatas dan menyebabkan harga minyak akan terus melambung. Sehingga pengguna oli hasil refining akan semakin banyak. e. Dari tahun ke tahun, regulasi yang pro terhadap teknologi ramah lingkungan akan semakin meningkat. Mungkin saja produsen oli harus bertanggung jawab mengolah kembali limbah oli yang dihasilkan. Sehingga teknik pengolahan limbah oli ini akan semakin berkembang dan bervariatif. Sedangkan kekurangan yang terdapat pada recycle limbah oli metode refining antara lain: a. Penggunaan oli hasil refining masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat. Banyak masyarakat yang belum percaya terhadap kualitas oli hasil refining. Sehingga jika ingin mendirikan usaha refining limbah oli, pasar perlu ditentukan secara pasti agar tidak mengalami kerugian. b. Refining limbah oli menggunakan bahan-bahan kimia seperti asam sulfat dan bentonit. Artinya, aka nada limbah baru yang perlu diolah kembali agar tidak mencemari lingkungan. c. Asam sulfat yang digunakan merupakan asam sulfat pekat. Perlu penanganan khusus agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

14

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli 2.6 Aspek Keuangan Perhitungan Modal Kerja
No Nama barang MODAL INVESTASI 1 2 Tanah dan bangunan (10 x 15 meter) Peralatan produksi Drum Pompa Bak dehidrasi Bak pendingin Mixer Jumlah Satuan Harga per satuan Total

Rp 40.000.000,00 Rp 40.000.000,00

5 3 1 1 2 1

buah buah buah buah buah paket buah buah buah

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

250.000,00 5.000.000,00 5.500.000,00 3.000.000,00 2.000.000,00 1.000.000,00

Rp 1.250.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 5.500.000,00 Rp 3.000.000,00 Rp 4.000.000,00 Rp

1.000.000,00

Pipa dan sambungan Dekanter Tungku pemanas Alat filtrasi TOTAL BIAYA INVENSTASI

1 1 1

Rp 1.000.000,00 Rp 1.000.000,00 Rp 20.000.000,00

Rp 1.000.000,00 Rp 1.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 91.750.000,00

15

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama barang Jumlah Satuan Harga per satuan Biaya produksi 1 Bulan Oli bekas 10.000 Liter Rp 1.000,00 Batu bara 5.000 Kg Rp 700,00 Asam sulfat 7000 Liter Rp 30.000,00 Bentonit 8000 Kg Rp 1.000,00 Gaji karyawan 2 orang/bulan Rp 1.000.000,00 Air 1 Bulan Rp 500.000,00 Listrik 1 Bulan Rp 500.000,00 Penyusutan Total biaya produksi 1 Bulan TOTAL MODAL KERJA
Rp Rp Rp Rp Rp 32.000,00 91.750.000,00 320.000.000,00 243.675.000,00 76.325.000,00 31,32 1,20

Total Rp 10.000.000,00 Rp 3.500.000,00 Rp 210.000.000,00 Rp 8.000.000,00 Rp 2.000.000,00 Rp 500.000,00 Rp 500.000,00 Rp 9.175.000,00 Rp 243.675.000,00 Rp 335.425.000,00

Harga jual oli/ liter Biaya invenstasi tetap Hasil penjualan/bulan Biaya produksi/bulan Keuntungan/bulan Keuntungan/bulan (%) Payback Period (Bulan)

% Keuntungan

=

x 100%

=

x 100% = 31,32 %

Payback Period

=

x 1 bulan

=

x 1 bulan = 1,20 bulan

16

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli BAB III KESIMPULAN a. Limbah oli merupakan limbah B3 yang dapat mencemari lingkungan b. Sistem 3R yang dapat diterapkan pada limbah oli atara lain:  Re-use, yaitu menggunakan kembali oli sebagai pelumas dan pendingin. Bentuk daur ulang ini tidak mungkin mengembalikan oli ke bentuuk semula, hanya memperpanjang umurnya.  Dimasukkan ke dalam kilang minyak bumi, yang melibatkan minyak digunakan sebagai bahan baku yang memperkenalkan ke depan baik akhir dari proses atau coker untuk memproduksi bensin dan kokain.   Re-refined, yang melibatkan minyak digunakan untuk menghilangkan kotoran sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk minyak pelumas baru. Diproses dan dibakar untuk pemulihan energi, yang melibatkan air menghapus dan partikulat sehingga digunakan minyak dapat dibakar sebagai bahan bakar untuk menghasilkan panas atau kekuasaan industri operasi. Bentuk daur ulang tidak seperti lebih sebagai metode yang menggunakan kembali material karena hanya memungkinkan minyak untuk digunakan kembali sekali. Meskipun demikian, energy berharga disediakan (kurang lebih sama dengan yang disediakan oleh minyak pemanas normal). c. Pada usaha daur ulang limbah oli metode refining, aspek keuangan yang harus diperhatikan:    Modal sebesar Rp 335.425.000,00 Keuntungan/bulan sebesar Rp 76.325.000,00 (31,32%) Payback period setelah 1,2 bulan

17

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

Makalah 3R Limbah Oli DAFTAR PUSTAKA Hermawati, Emma. 2011. Reuse, Recycle, Recovery. Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung. Bandung Ladha, Stisya, dkk. 2010. Evaluasi Pengelolaan Oli Bekas Sebagai Limbah B3. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB [online]. Tersedia dari: http://id.mg61.mail.yahoo.com/neo/launch?.rand=er5fhtjv4kl5g Susilo, Cahyo Condro. 2006. Studi Penanganan Limbah Solvent Sisa Analisis Acidity untuk Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Pertamina UP IV Cilacap. Universitas Diponegoro

18

Kelompok III 3A – Teknik Kimia Produksi Bersih POLBAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->