Materi Dasar

materi dasar-dasar agronomi

Senin, 27 September 2010
materi dasar-dasar agronomi

BAB I PENDAHULUAN PENGERTIAN DAN LINGKUP AGRONOMI I.1 Pengertian Agronomi dapat diistilahkan sebagai produksi tanaman, dan diartikan suatu usaha pengelolaan tanaman dan lingkungannya untuk memperoleh hasil sesuai tujuan. Ada dua tujuan, yaitu memaksimalkan output atau meminimalkan input agar kelestarian lahan tetap terjaga. Pada awal kehidupan manusia di bumi, hanya hidup dari mencari makan dari hasil hutan secara langsung. Perkembangan berikutnya, semakin banyak anggota kelompoknya, lalu ada tempat untuk menetap dan mulai bercocok tanam di lahan sekitar tempat tinggalnya dan mulai memelihara ternak dan terbentuklah pekarangan. Setelah itu, berkembang untuk membuka lahan di hutan untuk bercocok tanam, sehingga hanya dapat ditanami beberapa tahun lalu pindah tempat, sering dikenal dengan lahan berpindah. Semakin bertambahnya penduduk, sistem-sistem tersebut tidak dapat dipertahankan, lalu berusaha untuk tetap mempertahankan tingkat kesuburan tanahnya dan mulai dikenal teknik budidaya (agronomi). Ketidakseimbangan penambahan jumlah penduduk dibanding

penambahan hasil pangan menjadi persoalan yang dipelajari oleh bidang Agronomi. Antara lain usahanya dengan perluasan lahan, penggunaan varietas

unggul, peningkatan manajemen dalam berbagai tindak agronomi dan pelaksanaanya. I.2 Lingkup Agronomi Sejak dari bidang pemuliaan, sampai pengelolaan tanaman dan hal sangat luas, sejak benih tumbuh sampai pengelolaan lingkungannya. BAB II TANAMAN PERTANIAN, PENGERTIAN PERTANIAN PERKEMBANGAN PERTANIAN , DEFINISI AGRONOMI DAN SISTEM PERTANIAN DI INDONESIA II.1 Tanaman Pertanian Tanaman sebagai penghasil bahan pangan, bahan sandang, bahan bangunan, bahan bakar dan lain-lain. Tanaman pertanian dalam arti luas adalah segala tanaman yang digunakan oleh manusia untuk tujuan apapun (Setyati, 1982) Sehingga mempunyai makna, yang berguna secara ekonomi maupun kehidupan manusia. Jumlah spesies sangat banyak ± 1000 -2000. Kira-kira 10 % penting di perdagangan dunia. Khusus untuk penghasil pangan lada 15 spesies. II.2 Pengertian Pertanian Salah satu sektor perekonomian adalah pertanian, yang merupakan penerapan akal dan karya manusia melalui pengendalian proses produksi biologis tumbuh-tumbuhan dan hewan, sehingga lebih bermanfaat bagi manusia. Tanaman dapat diibaratkan sebagai pabrik primer karena dengan memakai bahan dasar langsung dari a1am dapat menghasilkan bahan organik yang bermanfaat bagi manusia baik langsung maupun tidak langsung.

4 Definisi dan Pengertian Agronomi Sadjad (1976) Agronomi sebagai cabang ilmu-ilmu pertanian yang mencakup pengelolaan lapang produksi dan menghasilkan produksi maksimum. Pengelolaan dilakukan pada berbagai tingkatan dari sederhana sampai maju. . Contoh: 1. Produksi maksimum bermaknabaik kuantitatifmaupun kualitatif. 2.II. Setelah mengenal manajemen sederhana. pengelolaannya masih rendah . Setyati (1982) Ilmu Agronomi merupakan ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungannya untuk memperoleh produksi maksimum. Primitif masih dengan sistem berburu dengan mengumpulkan hasil hutan. baik tahunan maupun musiman. II. 3. ada beberapa sistem : 1. produktivitasnya tergantung lapisan humus awal. Sistem tegal pekarangan : di lahan kering . dimulai dari penjinakan. II. Sistem ladang : belum berkembang.3 Perkembangan Pertanian Perkembangan pertanian berhubungan erat dengan perkembangan dari setiap kondisi masyarakatnya. Masyarakat yang sudah lebih maju misalnya didapatkannya api berpengaruh terhadap perkembangan pertanian. pengelolaan sangat sedikit. terdapat tanaman campuran. juga berpengaruh dalam usaha peningkatan kualitas tanaman dan hewan. seleksi dan sampai ke adaptasi. 2.5 Sistem Pertanian di Indonesia Berdasar tingkat efisiensi teknologi yang diterapkan. dan pada saatnya tingkat efektivitas dan efisiensi temyata dipengaruhi oleh tingkat budaya manusianya.

4. baik yang diolah maupun tidak diolah. 7 th. Sistem perkebunan : khusus tanaman perkebunan yang menghasilkan bahanbahan yang dapat diekspor. Sistem Sawah : teknik budidaya tinggi . mikro organisme hanya memerlukan sumber energi yang sederhana. dan atau pembuatan makanan atau minuman ( UU RI No.1996 tentang Pangan ).1 Pengertian Pangan Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air . BAB III PANGAN DAN KEBUTUHAN MANUSIA III. bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan. lemak. tingkat manajemen sudah maju. dan mineral serta tanamannya yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumi manusia. Bagi tumbuhan. protein. vitamin. stabilitas kesuburannya lebih baik. sistem pengelolaan yang sudah baik (tanah . pangan disintesis sendiri dengan energi sinar matahari. pengolahan. air dan tanaman).3. termasuk bahan tambahan pangan. Dan gizi pangan adalah zat atau senyawa yang terdapat dalam pangan yang terdiri atas karbohidrat. Untuk .

Tingkat efisiensi dalam tubuh sangat tergantung komposisi. dapat menimbulkan akibat yang sulit ditoleransi. INMAS. Kekurangan pangan dan gizi. umur juga tingkat kesehatan manusianya. aman merata dan terjangkau. terutama pada balita dapat menurunkan kualitas manusianya. (3) Gondok endemik dan kretinin. (2) Kekurangan vitamin A.hewan memerlukan pangan antara lain berupa tanaman dalam bentuk molekul yang komplek. Pemerintah mengenai pangan dicanangkan dengan program ketahanan pangan yang mempunyai makna : Suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. sehingga kualitas SDM dapat sangat terbatas. mental. protein. terutama pada anak-anak balita sehingga masalah pangan menjadi sangat penting dan menentukan tingkat kesehatan (fisik. ukuran tubuh.2 Kebutuhan Kalori Bagi Manusia Gizi pangan adalah zat atau senyawa yang terdapat dalam pangan yang terdiri atas karbohidrat. INSUS. vitamin dan mineral serta turunannya yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. lemak. Peningkatan nilai gizi konsumsi pangan melalui pogram perbaikan menu makanan rakyat (PMMR) serta penganekaragaman bahan makanan yang bergizi. sistem pencernaan. . Setelah adanya UU RI No. sosial).1996 tentang Pangan. III. Kekurangan pangan di Indonesia muncul dalam bentuk: (1) Kekurangan kalori-protein (KKP). kemudian SUPRA INSUS . (4) Anemia gizi (kekurangan zat besi). baik jumlah maupun mutunya. Kekurangan pangan. jenis pekerjaan. sebetulnya sukar ditentukan dan sangat tergantung pemilihan bahan jumlah dan kondisinya. Kebijakan pemerintah yang semula dengan program B1MAS. 7 th. Kebutuhan pangan bagi manusia.

(2) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). INSUS. Kebutuhan manusia akan menu pangan tergantung antara lain pada umur. (3) Bencana alam. merata. (4) Tuntutan kualitas dan kuantitas lebih besar. BAB IV ENERGI DAN PRODUKSI PERTANIAN Pertanian pada dasamya berhubungan dengan perubahan energi matahari ke dalam bentuk bahan pangan maupun serat. Visi program ketahanan pangan: (1) Ketersediaan pangan yang cukup. (4) Krisis moneter. (5) Rusaknya keseimbangan hayati. peternak dan nelayan. INMAS. (4) Sistem distribusi pangan. dan terjangkau. dan rehabilitasi. (3) Bergesernya konsumsi dari beras ke non beras. (6) Makin menyempitnya areal hutan terutama di Jawa. (2) Masih ada alih fungsi tanah produktif di Jawa. (2) Optimasi sumber daya domestik melalui intensifikasi. (3) Dengan memperhatikan pendapatan petani. diversifikasi. IV. (5) Lahan produktif yang menurun. (3) Manula kebutuhan menu disesuaikan kondisinya.1 Penggunaan energi untuk kegiatan tanaman . (5) Keanekaragaman pangan. (3) Pengolahan pangan (agroindustri) agar pendapatan meningkat. Penyebab fluktuasi tersebut antara lain: (1) Iklim. (7) Seringkali kurang adanya keperpihakan pada petani. SUPRA INSUS dan yang terakhir SUPRA INSUS + CORPORATE FARMING telah berhasil mewujudkan swasembada beras tahun 1984 namun mengalami fluktuasi sampai dewasa ini. aman. ekstensifikasi. (6) Taraf hidup meningkat. (2) Manusia usia efektif memerlukan menu berkualitas cukup dengan kuantitas sesuai dengan pekerjaannya.Di Indonesia saat ini menetapkan ketahanan pangan sebagai programnya yang bertujuan : (1) Menjamin ketersediaan pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan. misalnya: (1) Balita membutuhkan menu yang berkualitas tinggi dengan kuantitas yang cukup. (2) Harga terjangkau bagi setiap keluarga. (6) Penerapan teknik budidaya yang belum ramah lingkungan. Program BIMAS. Permasalahan umum yang dihadapi antara lain: (1) Jumlah penduduk masih meningkat.

Energi matahari merupakan sumber utama hubungannnya dengan pertumbuhan tanaman. tetapi peningkatannya lambat sehingga efisiensi penangkapan cahaya menurun. Efisiensi pertanian dapat diperoleh dengan pcrbaikan tanaman melalui pemuliaan tanaman. Bahan dan hasil akhir proses fotosintesis ditulis sebagai berikut: (energi cahaya 673.0. tajuk yang ideal untuk distribusi cahaya mempunyai susunan daun merata. IV. Laju fotosintesis akan meningkat dengan meningkatnya cahaya sampai batas-batas tertentu. Efisiensi fotosintesis dipengaruhi oleh laju fotosintesis. . Masuknya cahaya ke tajuk tanaman dipengaruhi oleh sudut datangnya sinar dan susunan daun. Hal ini merupakan faktor pembatas dalam pertanian. sembilan puluh persen bahan kering tanaman pertanian berasal dari perubahan carbon melalui proses fotosintesis yang tergantung cahaya. walaupun laju fotosintesis meningkat dengan meningkatnya intensitas cahaya. Belakangan ini banyak ahli biologi yang mencoba menghitung produktivitas tanaman dengan memperhatikan penangkapan energi matahari dan pengubahannya ke energi kimia melalui proses fotosintesis.4 . beberapa faktor lingkungan segera menjadi berkurang.7 mikron. Didaerah yang padat tanaman. cahaya. pemupukan merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan produksi. perubah dan penyimpan energi. pada bagian atas tajuk mempunyai daun-daun lebih tegak dan lebih kecil sedang daun-daun bawah tersusun secara horizontal.2 Konsep aliran energi dalam pertanian Dengan menganggap tanaman sebagai alat penangkap. maka timbul usaha menaikkan efisiensi dan produktivitas tanaman. kelembaban tanah dan unsur hara. Apabila intensitas cahaya tinggi secara relatif lebih banyak cahaya tegak yang dipantulkan oleh daun-daun.000 kalori + klorofil) 6 CO2 + 12 H2O C6H12O6 + 6 O2 + 6 H2O Energi cahaya matahari yang digunakan berasal dari panjang gelombang 0.

Di wilayah yang sebelumnya angin kurang diperhatikan. hasil jagung dapat ditingkatkan bila barisan tanaman diarahkan tegak lurus arah angin. Akar beradaptasi untuk tugasnya yaitu absorbsi. Bila akar primer menjadi akar utama disebut akar tunggang dan bila akar primer berhenti tumbuh digantikan akar adventif membentuk akar serabut. V.Salah satu usaha untuk memperluas alat penangkap energi dengan memperpanjang musim tanam misalnya menggunakan rumah kaca untuk tanaman yang memungkinkan input teknologi dan modal besar seperti tanaman hortikultura di daerah iklim sedang. V. berakar dangkal dan peka terhadap kekeringan tetapi responnya cepat terhadap variasi pemupukan.2 Pucuk . Usaha mempengaruhi laju fotosintesis dengan cara pertukaran CO2 antara dedaunan dan atmosfer di sekitarnya. BAB V STRUKTUR MORFOLOGI DAN FUNGSI TANAMAN Tanaman biasanya terdiri dari bagian akar yang berada di bawah permukaan tanah dan pucuk (shoot) yang berada di atas tanah. sehingga pucuk tanaman tertiup angin dan terjadi perputaran dan pencampuran udara. Spesies tanaman tertentu akarnya membesar dan berdaging sebagai hasil penyimpan pangan dalam bentuk pati dan gula. pengukuhan tegaknya tanaman dan tempat penyimpan. Umumnya tanaman dengan sistem akar serabut.1 Akar Akar biasanya 1/3 berat kering seluruh tubuh tanaman. Percabangan akar komplek dan tidak teratur karena tidak berbuku serta permukaannya luas.

Daun pada tanaman tingkat tinggi merupakan alat fotosintesis. percabangan urat daun pada dikotyl seperti jala sedang pada monokotyl sejajar. daun (atau struktur seperti sisik dan berfungsi dalam pengangkutan dan penyimpanan. lembaran daun merupakan embelan pipih pada batang sehingga memperluas permukaan untuk absorbsi cahaya. Kuncup dapat menghasilkan daun. . Stamen yaitu alat reproduksi jantan tersusun dari anther yang berisi tepung sari. Kuncup (tunas = bud) yaitu batang yang bersifat embrionik. corn. sedang bentuk lain dianggap penyimpangan. kuncup bunga dan keduanya. Bentuk tanaman tegak dan batang kaku yang memiliki satu titik tumbuh aktif dianggap bentuk normal. Banyak modifikasi ini berisi sejumlah cadangan makanan yang penting untuk pembiakan tanaman. Petal (Corolla) yaitu mahkota bunga. Pistil (terdiri dari satu atau beberapa carpel ) yaitu alat reproduksi betina. spur) dan dibawah tanah ( bulb. Stamen dan Fistil disebut bunga lengkap. Petal. Sepal (calyx) yaitu kelopak bunga yang menutupi bunga sewaktu masih kuncup. Bunga menunjukkan baik struktur maupun ukurannya. biasanya mengandung ovule dan ovary yang mendukung style yang pucuknya membesar disebut stigma. Struktur anatomi sistem pembuluh dalam daun terdiri dan urat daun yang bercabang-cabang. hal ini sangat berbeda dari morfologi aslinya. tuber. bunga atau keduanya disebut kuncup daun. Bunga yang terdiri dari Sepal. modifikasi batang diatas tanah (crown.Pucuk (Shoot) merupakan sumbu tengah dengan embelan-embelan. Tepung sari dewasa dikeluarkan lewat dinding anther yang pecah. Kuncup merupakan sumber potensial bagi pertumbuhan selanjutnya. Ovule akan berkembang menjadi biji sedang ovary dewasa menjadi buah. tetapi struktumya masih seperti batang yaitu memiliki buku. Batang (sumbu tengah) yang menyokong dedaunan yang menghasilkan pangan dan menghubungkan akar yang mengabsorbsi air dan hara. dsb). Modittkasi batang. rhizome.

Dinding ovary atau Pericarp terdiri dari Rxocarp (terluar). buah kering yang kulitnya merekah waktu masak misalnya Polong pada legume. dinding ovary yang terdapat dalam struktur tersebut. Buah individual dari buah majemuk pada arbei (strobery). Buah majemuk.Buah secara botani menunjukkan ovary dewasa dan bagian lain dari bunga yang berhubungan dengannya. Buah tunggal. bagian berdaging yang dimakan yaitu Receptaclenya.3 Biji Biji pada hakekatnya tanaman mini dalam keadaan perkembangan terkekang. Perkecambahan biji menunjukkan perubahan pertumbuhan terkekang menjadi pertumbuhan aktif. Pengelompokkan buah dapat menurut jumlah. Kebanyakan biji mengandung suplai makanan yang berasal dari jaringan endosperm (jagung) dan pada yang lain kotiledon bertindak sebagai alat penyimpan makanan. Mesocarp (tengah). Buah kering yaitu buah yang seluruh kulitnya menjadi kering dan keras sewaktu masak. berasal dari bunga yang memiliki banyak Fistil pada Receptacle yan sama. Buah tunggal bila seluruh pericarpnya berdaging disebut buah berry atau buahberi. buah kering yang pericarpnya menjadi satu dengan biji disebut caryopsis. Buah berry yang kulit luarnya keras (exocarp) disebut Pepo Buah tunggal berdaging yang memiliki endocarp seperti batu dikenal sebagai drupe atau buah batu. . Endocarp(terdalam). Biji yaitu ovule yang masak mengandung embrio dan cadangan makanan dengan integument terdiferensiasi menjadi testa. tersusun dari ovary tunggal. V.

pengaturan ini berlangsung dengan media "utusan kimia" yang ditunjukkan oleh pengatur pertumbuhan. PERKEMBANGAN TANAMAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN IV.BAB VI PERTUMBUHAN . Pertambahan protoplasma melalui reaksi dimana air. dan garamgaraman organik dirubah menjadi bahan hidup yang mencakup. pengisapan dan gerakan air dan hara (proses absorbs dan translokasi). .2 Perkembangan Tanaman Perkembangan mencakup diferensiasi sel dan ditunjukkan oleh perubahan yang lebih tinggi menyangkut spesialisasi anatomi dan fisiologi. sel-sel tertentu berperan dalam mengatur diferensiasi. C02. penyusunan perombakan protein dan lemak dari elemen C dari persenyawaan organik (proses metabolisme) dan tenaga kimia yang dibutuhkan didapat dari respirasi. terlaksana dengan proses mitosis. pembentukan karbohidrat (proses tbtosintesis).1 Pertumbuhan Tanaman Pertumbuhan menunjukkan pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik yang mencerminkan pertambahan protoplasma mungkin karena ukuran dan jumlahnya bertambah. IV. Perkembangan dari tanaman bersel banyak.

Perpanjangan sel. Pemberian sedikit saja mengubah tipe semak ke tipe menjalar. bila diberi kinetin dapat membelah lagi. Pengaruh pertumbuhan pada banyak tipe tanaman roset. (2) Hormon untuk merentangkan dinding sel. pengaruh proses perkembangan terutama yang dikendalikan oleh suhu dan cahaya termasuk dormansi biji. . memerlukan karbohidrat dalam jumlah besar. karena dinding sel terbentuk dari selulosa dan protoplasmanya dari gula. nampaknya merupakan fungsi dari distribusi auxin. batang dan daun. Sitokinin terdapat dalam buah dan biji (misalnya endosperm jagung dan air kelapa) IV. Sitokinin kelompok zat kimia yang mempengaruhi pembelahan sel. (1) Pemberian air. Fase ini berhubungan dengan 3 proses : pembelahan sel. (3) Tersedianya gula. Sel-sel yang sudah tidak membelah. contoh dari diferensiasi anatomi yang secara langsung dipengaruhi oleh konsentrasi auksis. Giberelin ditemukan dari studi mengenai pertumbuhan yang berlebihan dari padi yang diserang suatu jenis cendawan.Pengatur pertumbuhan adalah zat organik yang keaktifannya jauh berlipat seperti hormon yang dikenal adalah auksin. Pembelahan sel terjadi dalam jaringan merismatis pada titik tumbuh batang daun ujung akar dan kambium. Dominasi pucuk yaitu penghambatan pada pertumbuhan tunas dibawahnya. Konsentrasi auksin tinggi dan kinin rendah menimbulkan perkembangan tunas. Kinin dan auksin berinteraksi dalam mempengaruhi diferensiasi. perpanjangan sel dan tahap pertama diferensiasi. proses ini membutuhkan. terutama perkembangan akar. pembengkokan ke arah cahaya dari kecambah akibat penyebaran auxin yang tidak merata dan penghambatan sintesa auxin pada titik tumbuh oleh cahaya. fototropisme.3 Fase -fase pertumbuhan dan karbohidrat Fase vegetatif. dan citokinin. giberelin. Kebanyakan sitokinin adalah purin. Banyak kinin ditemukan dalam penelitian menyangkut kultur jaringan. Pembelahan sel. Perpanjangan sel terjadi pada pembesaran sel.

4 Faktor Lingkungan Dalam Kehidupan Tanaman Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman ialah faktor tanah. (2) Pendewasaan jaringan. b. (5) Perkembangan kuncup bunga. Peranan tanah tergantung pada kondisi mineral organik. buah dan biji atau pada pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpan makanan. (3) Penebalan serabut. Umumnya semua tanaman memerlukan dominansi dari fase vegetatif selama tahap semai. Fase reproduktif ini memerlukan suplai karbohidrat. batang. IV. Dalam hal ini tingkat . Tanaman berbatang basah yang tidak memerlukan dominansi dari kedua kedua fase vegetatif maupun reproduktif c. dan cahaya. (4) Pembentukan hormon untuk perkembangan kuncup bunga. dapat dibedakan ke dalam 3 kelompok: a. Tanaman berkayu yang memeriukan dominansi fase vegetatif selama tahap pertama tiap musim dan dominansi fase reproduktif selama bagian akhir musim. organisme tanah. buah dan biji serta alat penyimpan. Setelah tahap ini. Perimbangan rase vegetatif.Fase reproduktif: terjadi pada pembentukan dan perkembangan kuncup bunga. bahan organik tanah. reproduktif dan tipe pertumbuhan. Tanaman berbatang basah yang memerlukan dominansi fase vegetatif selama tahap pertama hidupnya dan dominansi fase reproduktif selama masa akhir hidupnya. buah dan biji serta alat penyimpan. suhu. (6) Pembentukan koloid hidrofilik. sehingga karbohidrat yang digunakan untuk perkembangan akar. dan daun sebagian disisakan untuk perkembangan bunga. atmosfer tanah dan air tanah. Fase ini berhubungan dengan proses: (l) Pembelahan sel relatif sedikit.

sangat menentukan kehidupan dan produksi tanaman. suhu makin tingg dalam batas tertentu reaksi makin cepat. dan biologis) sangat menentukan pertumbuhan. Reaksi cahaya dari tanaman (fotosintesis.kesuburan tanah (kimiawi. Sebagai sumber energi pengaruh cahaya ditentukan oleh intensitas cahaya maupun lama penyinaran (panjang hari).4 – 0. BAB VII PEMBIAKAN TANAMAN . fisik.7 milimikron). Cahaya matahari sebagai sumber energi primer di muka bumi. perkembangan dan produksi tanaman. Peranan suhu sebagai pengendali proses-proses fisik dan kimiawi yang selanjutnya akan mengendalikan reaksi biologi dalam tubuh tanaman. Disamping itu suhu juga berpengaruh pada kestabilan sistem enzim. Pengaruh cahaya tergantung mutu berdasarkan panjang gelombang (antara panjang gelombang 0. fototropisme. dan fotoperiodisitas) didasarkan atas reaksi fotokimia yang dilaksanakan oleh sistem pigmen spesifik. Misalnya suhu menentukan laju difusi dari gas dan zat cair dalam tanaman. Kecepatan reaksi kimia sangat dipengaruhi suhu.

Tanaman perlu pembiakan dalam rangka mempertahankan jenisnya dan peningkatan produksinya. Dalam kontek agronomi. misalnya: bulb. penyambungan tanaman dan kultur jaringan. VII. benih sebagai bahan tanaman merupakan biji yang diproduksi. pengujian sampai dengan sertifikasi benih) sangat strategis dalam rangka penyediaan benih bermutu dalam jumlah dan saat yang dibutuhkan.2 Pembiakan Vegetatif Cara pembiakan vegetatif meliputi: (1) Secara alami dengan penggunaan biji apomiktik (terbentuk tanpa pembuahan dan merupakan bentuk vegetatif) dan penggunaan organ-organ khusus tanaman (hasil modifikasi batang atau akar. rhizome. Sungguh disayangkan di Indonesia sampai dewasa ini perhatian sebagian besar masih terbatas pada benih ortodok. Padahal mengingat keanekaragaman tanaman buah-buahan tropik yang ada. pemanenan. atau setek. ”layerage” di atas tanah (cangkokan). VII. dan diuji dengan metode standar sehingga memenuhi persyaratan sebgai bahan tanaman. tuber. pengeringan. (2) Secara vegetatif (secara tak kawin) dengan menggunakan organ vegetatif. sangat potensial untuk dikembangkan. dll). misalnya. ”cuttage”.1 Pembiakan Generatif Pembentukan biji melalui proses penyerbukan (jatuhnya tepung sari pada kepala putik) kemudian dilanjutkan dengan pembuahan (peleburan antara gamet jantan dari tepung sari dan gamet betina dari putik). pengolahan/prosesing. (2) Secara buatan dengan stimulasi akar dan tunas adventif ialah ”layerage”. Stimulasi pada setek . diproses. Ada dua cara pembiakan tanaman ialah: (1) Secara generatif/reproduktif (secara kawin) dengan menggunakan benih (biji yang memenuhi persyaratan sebagai bahan tanaman. sedangkan perhatian pada benih rekalsitran masih reatif terbatas. Pada ”layerage” stimulasi saat organ vegetatif masih bersatu dengan tanaman. Peran teknologi benih (merupakan rangkaian kegiatan sejak produksi.

maka penggunaan bibit dari kultur jaringan dianggap jalan keluar yang perlu ditempuh.1 Penyediaan Bahan Tanaman Bermutu Tinggi Bahan tanam (benih/bibit yang bermutu tinggi) sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi. misalnya setek akar. Apabila dalam budidaya tanaman ada kesulitan dalam menggunakan benih dan berbagai cara perbanyakan vegetatif. susuan (saat penyambungan batang bawah dan atas masih pada tanaman masing-masing. Disamping itu daya adaptasi tanaman batang atas dapat lebih luas. dan setek tunas/mata tunas. Dalam rangka mendapatkan produksi tinggi (jumlah dan mutu) perlu penerapan yang dikenal dengan panca usaha tani yang meliputi: (1) penyediaan bahan tanaman (benih/bibit) bermutu tinggi yang berasal dari klon/kultivar unggul. ”budding atau okulasi” (batang atas berupa mata tunas). Istilah itu belakangan ini diartikan sebagai usaha dalam membudidayakan tanaman-tanaman pertanian atau sering disebut dengan budidaya pertanian. Bahan tanam merupakan suatu awal . Dalam membudidayakan tanaman yang di dasar ialah produksi yang tinggi baik mutu maupun jumlahnya. BAB VIII TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN Agronomi merupakan istilah yang tidak asing lagI di bidang pertanian. setek batang. (5) perlindungan tanaman. (3) pengairan. setek daun. (2) pengolahan tanah. VIII. Salah satu keuntungan penyusuan tanaman adalah tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Pengertian penyambungan adalah menyambung suatu bagian tanaman (pupuk/mata tunas) pada bagian tanaman lain sehingga menyatu dan tumbuh menjadi tanaman baru. Dibandingkan pada ”grafting” dan okulasi.saat organ vegetatif sudah dipisahkan dari tanaman. Dibanding tanda batang bawah spesies tanaman lain. Penyambungan tanaman bisa dalam bentuk ”grafting” (batang atas berupa pucuk). (4) pemupukan.

perlu diperhatikan masalah adaptasinya. Pemanfaatan kultivar unggul lokal yang sudah teruji daya adaptasinya. Kultivar unggul pada umumnya memerlukan unsur hara yang banyak. VIII. akan memperkaya plasma nutfah di dalam negeri. Tidak ada gunanya kita memupuk. Penggunaan kultivar unggul introduksi dari luar negeri. Kultivar unggul diperoleh dengan cara seleksi mutasi maupun persilangan antara tetua yang mempunyai sift-sifat genetik unggul. struktur tanah serta suhu) Faktor kimiawi (kemampuan tanah dalam menyediakan nutrisi) Faktor biologis (makro/mikro flora dan makro/mikro fauna) . menyiangi dan menyiram apabila bahan tanamannya tidak bermutu tidak akan dapat diperoleh hasil panen yang maksimum. akan mendukung pelestarian dan pengembangan plasma nutfah dan merupakan salah satu faktor pendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan. udara. Yang ideal sifat-sifat unggul dari luar negeri dikombinasikan sifat unggul nasional/lokal.keberhasilan suatu proses produksi.2 Pengolahan Tanah Pengolahan tanah bertujuan: untuk menyediakan lahan agar siap bagi kehidupan tanaman dengan meningkatkan kondisi fisik tanah. sehat dan kadar air aman dalam penyimpanan. Dengan demikian akan menghemat sumber daya alam bahan pupuk. Yang perlu segera dikembangkan adalah kultivar-kultivar unggul hemat unsur hara (tidak manja). agar dapat memberikan hasil sesuai potensinya. Karena tanah merupakan faktor lingkungan yang mempunyai hubungan timbal balik dengan tanaman yang tumbub padanya. Benih yang berkualitas adalah yang mempunyai sifat-sifat antara lain tingkat kemurnian genetik dan fisik yang tinggi. Faktor lingkungan tanah meliputi: Faktor fisik (air.

Pengolahan secara intensif seluruh areal pertanahan menjadi gembur dan permukaan tanah rata. Makin minim (tidak intensif) cara pengolahan tanah.3 Pengairan Pengairan mengandung arti memanfaatkan dan menambah sumber air dalam tingkat tersedia bagi kehidupan tanaman. yang sesuai bagi perkecambahan benh dan perkembangan akar tanaman. Penaburan benih kedelai pada lahan sawah bekas padi tanpa pengolahan tanah terlebih dulu. Bagian tanah yang diloah hanya pada calon zona perakaran dengan kelembaban dan suhu yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dengan demikian makin mendukung kelestarian kesuburan tanah disamping lebih menghemat biaya dan waktu. 4. 3. Apabila air terdapat berlebihan . Berdasarkan tingkat intensifitasnya ada beberapa pengolahan tanah: 1. Pengolahan tanah O (Zero Tillage) sering disebut Tanpa Olah Tanah (TOT). VIII. penghancuran. Struktur tanah yang semula padat diubah menjadi gembur.Pelaksanaan pengolahan tanah pada prinsipnya adalah tindakan pembalikan. Pengolahan tanah minimum (Mimimum Tillage). Alat pengolahan tanah mulai yang tradisional sampai modern (mekanisasi). Pengolahan hanya dilakukan pada lajur tanaman saja (sistem Reynoso untuk tanaman tebu). Pengolahan tanah optimum (Optimum Tillage). 2. sehingga sesuai bagi perkecambahan benih dan perkembangan akar tanaman. untuk memanfaatkan kelembaban tanah. dan perataan tanah. pemotongan. Bagi lahan basah sasaran yang ingin dicapai adalah lumpur halus. akan makin mampu menangkal erosi. Pengolahan tanah maksimum (Maximum Tillage).

dan (4) Pengairan tetes (drip irrigation). Penggenangan kontur dilakukan bila tanah cukup kemiringannya. maka langkah-langkah penghematan (peningkatan keefisienan) penggunaan air dalam budidaya tanaman. Tanah yang memperoleh air pengairan. Laju pemberian air hendaknya berkesinambungan dengan bagian tanah yang dapat menyerapnya. Air kapiler dan air bebas ini keduanya dapat dipergunakan oleh tanaman. pemanfaatan mulsa (diutamakan mulsa organik) di laahn kering pada musim kemarau. maka air dapat masuk ke dalam tanah (inflitrasi) dan air dapat lalu lewat tanah itu (perkolasi). oleh karenanya frekuensi pengairan akan efektif bila diberikan sebelum kelembaban tanah menjadi penghambat pertumbuhan tanaman. . (2) Pengairan di dalam tanah (sub irrigation). sehingga terjadi genangan yang bertingkat tingginya karena dibatasi dengan galengan yang bertahap dan teratur. Langkah-langkah tersebut antara lain melalui pergiliran tanaman (padi dan palawija/sayuran di lahan sawah). Bila sebagian air tetap didalam pori-pori tanah maka disebut air kapiler yang terikat dalam pori tersebut oleh tekanan permukaan dan daya adesinya. perlu dilakukan secara simultan dan terus menerus. Pengairan pada tanaman dapat dilakukan dengan cara: (1) Pengairan di atas tanah. Dalam keadaan tanah kering maka pemberian air dapat berjumlah lebih banyak dibanding pada tanah basah.dalam tanah maka perlu dilakukan pembuangan (drainase). Dalam air pengairan dikenal istilah air bebas yaitu air yang tidak diikat dan lalu dengan bebas kebawah karena gaya gravitasi. Mengingat makin terbatasnya sumber air. (3) Pengairan denagn penyemprotan (sprinkler irrigation). agar tidak mengganggu kehidupan tanaman. Pengairan permukaan menggunakan selokan dengan aliran lambat agar tidak terjadi erosi berat. sistem tanpa olah tanah (TOT) di akhir musim hujan. dan laju pengambilan air meningkat dengan makin meningkatnya kekeringan. Penggunaan air tersebut juga tergantung dari banyaknya akar.

P. . maka akan menyebabkan kerusakan fisik dan keseimbangan hayati tanah. Unsur esensial makro ialah unsur penting yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak agar siklus hidupnya tidak terhenti seperti N. Cu. dll. VIII. H dan O.pemanfaatan air tanah. Pada saat kekurangan nampak gejala defisiensi. bersama air disemprotkan sebagai perlakuan tambahan. Dengan langkah-langkah tersebut kelestarian sunber daya alam air akan lebih terjamin. Pemupukan secara disebar mempunyai kelemahan bahwa pupuk mudah menguap ataupun terikat dalam tanah. Mn. disebar di atas tanah atau di sebelah tanaman. Konsekuensi penggunaan kultivar unggul berpotensi hasil tinggi (terutama kultivar ”manja”) adalah pemberian pupuk dalam jumlah banyak. Apabila yang digunakan pupuk anorganik dan diberikan terus-menerus tanpa diimbangi pupuk organik. meliputu Fe. Cl. Mg.4 Pemupukan Tujuan pemupukan adalah meningkatkan pertumbuhan dan mutu hasil tanaman. K. Kesehatan dan produktivitas tanah cenderung menurun sehingga menjadi kendala terwujudnya pertanian berkelanjutan. Pemberian pupuk padat dilakukan dengan cara ditugal. Ca. sedangkan pemberian pupuk daun. Pemupukan diberikan pada saat tanaman menunjukkan sejumlah kebutuhan unsur hara agar diperoleh keefisienan yang maksimal. Mo dan B. Sebenarnya tanah merupakan sumber unsur-unsur hara. penerapan pengairan tetes. dan fungsi unsur tertentu tidak dapat digantikan oleh unsur lain. Dengan cara menyemprotkan pada daun. Unsur-unsur esensial yaitu unsur penting bila ditiadakan maka pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Suatu hasil yang tinggi dari tanaman akan mengangkut keluar unsur lebih banyak daripada tanaman yang berdaya hasil rendah. Zn. sedangkan unsur esensial mikro ialah unsur penting yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit agar siklus hidupnya tidak terhenti.

pupuk kompos. dan biologik) maupun gulma sebagai kompetitor tanaman (persaingan dalam mendapatkan unsur hara. peletakan yang terlalu dekat dari pupuk kalium khiorida akan menyebabkan kerusakan asmotik pada biji tanaman. Pupuk Kalium. Pendekatannya dengan pemanfaatan input lokal (pupuk kandang. pupuk kascing. pupuk hijau. O2. dll) dan input luar yang ramah lingkungan misalnya pemanfaatan bakteri Rhizobium (pada kacang-kacangan). fisik dan hayati) dan mencegah pencemaran air tanah. Peletakan Pupuk Pupuk Nitrogen yang dalam bentuk mudah larut. air. cendawan Micoriza (pada padi-padian) dan pupuk organik cair. Pada tanah basah yang memudahkan pupuk N mudah menguap maka dapat diatasi dengan peletakan yang agak dalam. Pupuk Fosfor.5 Perlindungan Tanaman Pada budidaya tanaman faktor organisme pengganggu tanaman (OPT) baik berupa hama (insekta. dll) dan mikroba penyebab penyakit (cendawan. Pupuk Daun. bakteri. kimiawi. CO2. pupuk guano. yang diberikan dalam bentuk fosfat dapat larut dalam air tanah asam merupakan pemupukan yang cukup efisien bila diberikan secara jalur. VIII. tikus.Dalam rangka melestarikan kesuburan tanah (kimiawi. Bila pemberian secara sebar maka kemungkinan penguapan cukup besar dan dapat menyebabkan peningkatan pertumbuhan gulma. virus) sebagai perusak (secara fisik. burung jenis tertentu. maka sistem pemupukan hayati perlu ditingkatkan dan dikembangkan karena efeknya yang ramah lingkungan. Namun penyemprotan pupuk N juga dilakukan pada tanaman yang sudah tumbuh lanjut. pada umumnya diberikan bagi pupuk yang mengandung unsur mikro seperti Fe. ruang hidup) . Cu dan Mn. energi cahaya matahari. perlu diletakkan dekat dengan biji tanaman sebagai pemacu tumbuh.

pemanfaatan binatang pengusir hama). cara. penggunaan tanaman resisten. tanaman campuran). sehingga populasi musuh alam (antara lain predator dan parasit) sudah tidak seimbang lagi dengan populasi hama-hama tersebut di atas. Tingkat dampak gangguan pada tanaman sejak yang paling ringan berupa hambatan pertumbuhan/perkembangan. Kondisi tersebut dipicu terutama oleh penggunaan pestisida kimia murni yang tidak terkendali.disertai zat allelopati yang dikeluarkannya. penggunaan zat penarik. resistensi pada hama dan penyebab penyakit. pengaturan populasi tanaman. (3) Cara hayati (pemanfaatan predator dan parasit. Penggunaan cara kimia tersebut sebaiknya dilakukan apabila cara lain . Cara pengendalian inilah yang sangat mengancam kelestarian sumber daya alam keseimbangan hayat di alam. penurunan produk (jumlah dan mutu). tanah dan air). keracunan pada manusia dan hewan. penggunaan penangkap hama. Tetapi aplikasi yang tidak tepat (takaran. residu pada produk tanaman. Beberapa cara pengendalian organisme pengganggu yang dikenal antara lain: (1) Cara teknik budidaya dititikberatkan pengurangan populasi musuh alami (menghilangkan tanaman/bagian yang terserang. perlakuan panas untuk penyebab penyakit). (2) Cara fisik (menghilangkan binatang hama dari tanaman. (4) Cara kimiawi dengan pestisida kimia murni di satu sisi positifnya adalah efek lebih cepat tampak dan praktis dalam penanganan. sangat menentukan tingkat produksi dalam jumlah maupun mutu. intensitas dan saat) justru dampak negatifnya akan dirasakan jangka panjang dalam bentuk pencemaran (atmosfer. karantina tanaman/tumbuhan. kerusakan fatal sehingga gagal panen (ledakan hama tikus di era enam puluhan dan hama wereng di era tahun tujuh puluhan pada tanaman padi) bahkan kematian total tanaman (ledakan hama kutu loncat pada lamtoro local di era tahun delapan puluhan). sehingga pencemaran atmosfer akan menekan kehidupan musuh-musuh alami hama. pencabutan gulma. pergiliran tanaman. Kejadian tersebut di atas minimal suatu ilustrasi tentang besarnya tingkat gangguan pada keseimbangan hayati di alam.

Sequantial Cropping Penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada sebidang lahan dalam satu tahun. Mixed Cropping dan Relay Cropping. Mixed Cropping Penanaman dua atau lebih jenis tanaman secara serentak dan bercampur pada sebidang lahan yang sama. c. Budidaya tanaman ganda 1. tanaman ditanam setelah tanaman kedua dipanen. Sistem tanam campuran lebih banyak diterapkan dalam usaha pengendalian hama dan penyabab penyakit. Multiple Cropping Penanaman lebih dari jenis tanaman pada sebidang tanah yang sama dalam satu tahun. Penggunaan dan pengembangan pestisida hayat dianggap dapat menutup kelemahan pestisida kimia murni. Inter Cropping Penanaman serentak dua atau lebih jenis tanaman dalam barisan berselang-seling pada sebidang tanah yang sama. Sebagai contoh : padi gogo dan jagung ditanam bersamaan kemudian ubi kayu ditanam sebagai tanaman sela satu belan atau lebih sesudahnya. 2. dimana tanaman kedua ditanam setelah tanaman pertama dipanen. b. yang termasuk dalam sistem tanaman ganda yaitu Inter Cropping. a. Demikian juga kalau ada tanaman ketiga. .yang lebih ramah lingkungan kurang berhasil. Relay Cropping Penanaman sisipan adalah penanaman suatu jenis tanaman kedalam pertanaman yang ada sebelum tanaman yang ada tersebut dipanen. Sebagai contoh tumpang sari antara Sorghum dan tanaman kacang tunggak dan antara tanaman ubi kayu dan jagung atau kacang tanah. atau dengan istilah lain suatu bentuk tumpang sari dimana tidak semua jenis tanaman ditanam pada waktu yang sama.

Rajawali. Gramedia.DAFTAR PUSTAKA Asparno Mardjuki. 1991. F. Andi Offset. Brent Pearce dan Roger Mitchell. Pengemasan dan Penyimpanan Benih. 1990. Pustaka. CV. Sri Setyati. 1982. Jakarta Hendarto Kuswanto. Agromedia.P. Penerbit Kanisius. PT. Dasar-dasar Agronomi. Pertanian dan Masalahnya. J. Kultur Jaringan. 2003. Jakarta Harjadi. Jakarta Kamil. 1982. Teknologi Pemprosesan. Yogyakarta Yusnita. 2003. Teknologi Benih I. R. Pengantar Agronomi. 1991.. Yogyakarta Gardner. Padang . Jakarta Hasan Basri Jumin. Universitas Andalas. Penerbit Universitas Indonesia. Fisiologi Tanaman Budidaya.

Pertanian Masa Depan.W. 2002. Fakultas Pertanian.. Pencemaran air dan Pemanfaatan Limbah Industri.T. J. Pengantar Untuk Pertanian Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah . Yogyakarta Reijntjes. Departemen Agronomi. California http://www.or. 1984. Penerbit Kanisius. and C. Saleh. University of New England (AAUCS) Rachman Sutanto. Penerbit Kanisius. 1978. 1979. Kata Pengantar Otto Soemarwoto. Departemen Agronomi. Goodwin. 1994.. Penerbit Bhratara Karya Aksara. F. Pola Tanam Tumpanggilir. 1973. Institut Pertanian Bogor Sadjad.C. P. Radjawali.W.N. Coen. S. Kumpulan Makalah Lokakarya. 1983. Pupuk dan Cara Pemupukan.. H. Plant and Crop Growth. Fakultas Pertanian. Belmont. Pembiakan Vegetatif.. Yogyakarta Rinsema.lablink.B.. Jakarta Rochiman. Bertus Haverkort dan Ann Waters Bayer.M. Ross. and D. 1976. Jakarta Moenandir. Terj. UNIBRAW.Mahida. Koesriningroem dan Sri Setyati Harjadi. Agronomi Umum. Environmental Factors. Wadsworth Publishing Company. Plant Physiology. Malang Nuryadi. Agronomi. Penerbit CV. W. Cipayung Orchard.html Diposkan oleh labschool di 21:30 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Beranda Langganan: Entri (Atom) Pengikut Arsip Blog  ▼ 2010 (1) o ▼ September (1)  materi dasar-dasar agronomi .id/index. 1992. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Salisbury. Penerapan Pertanian Organik. U.

Diberdayakan oleh Blogger.Mengenai Saya labschool Himpunan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama alumni. guru dan para siswa/i MAL Lihat profil lengkapku Template Watermark. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful