P. 1
Jurnal

Jurnal

|Views: 29|Likes:
Published by Zee Rival

More info:

Published by: Zee Rival on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

Jurnal Penelitian Teknik Sipil

JURNAL TUGAS AKHIR

KAJIAN EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BETON YANG MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON RINGAN SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR

Oleh :

ADWAN BAHAR D11106033

JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012
0

Makassar 9025. beton 100% LPBR mencapai 3.Jurnal Penelitian Teknik Sipil KAJIAN EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BETON YANG MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON RINGAN SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR M.00 MPa. INDONESIA . Universitas Hasanuddin. INDONESIA 3. Pada umur 28 hari. kuat tekan yang tinggi serta memiliki nilai ekonomis dalam pembuatan dan perawatannya. diperoleh nilai kuat lentur beton daur ulang yang lebih kecil dari beton normal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis karakteristik limbah pecahan beton ringan sebagai agregat kasar serta menganalisis kekuatan lentur beton yang menggunakan limbah pecahan beton ringan. limbah padat sisa konstruksi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembentuk material beton agregat daur ulang yang bernilai ekonomis. sedangkan beton 50% LPBR dan split mencapai 4. W. Beton Agregat Daur Ulang. yaitu kuat tarik beton tak langsung dalam keadaan lentur akibat momen dari beton itu sendiri. Makassar 90245. limbah padat sisa konstruksi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembentuk material beton agregat daur ulang yang bernilai ekonomis. INDONESIA 2. teknologi beton telah banyak dikembangkan untuk menemukan sifat mekanis optimal dengan biaya yang relatif murah. Abd. Dalam pemenuhan kebutuhan pembangunan. 1 1. agregat kasar dan air. Beton agregat daur ulang merupakan inovasi rancang campuran beton dengan menggunakan bahan hasil dari penghancuran beton jadi yang kemudian digunakan sebagai agregat. antara lain kemudahan dalam pengerjaannya. Keterbatasan alam dalam menyediakan material pembentuk beton akibat penambangan yang terjadi secara terus menerus.67 MPa. Dosen. dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat. beton memiliki peran penting sebagai material utama yang umum digunakan. Penggunaan material beton dalam berbagai aplikasi konstruksi. Dosen. Universitas Hasanuddin. Melalui beberapa penelitian dan pengembangan teknologi beton yang telah dilakukan. Dari hasil pengujian kuat lentur terhadap 3 variasi benda uji beton. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis karakteristik agregat dan kekuatan lentur beton yang menggunakan limbah pecahan beton ringan. Beton agregat daur ulang merupakan campuran beton yang menggunakan limbah pecahan beton sebagai pengganti agregat penyusun beton dalam hal ini digunakan sebagai pengganti agregat kasar. Hal ini disebabkan oleh kelebihan dari beton itu sendiri. Jurusan Teknik Sipil. Mahasiswa. Madjid. Kata Kunci : Teknologi Beton. Kuat Lentur PENDAHULUAN Dalam dunia konstruksi. Maksud dari penelitian ini adalah mencari alternatif agregat kasar sebagai material beton dengan penggunaan material limbah konstruksi untuk mengurangi permasalahan limbah lingkungan. terdapat beberapa lingkungan yang menghasilkan limbah padat dari kelebihan beton setelah pekerjaan konstruksi maupun sisa pembongkaran konstruksi tua. teknologi beton telah banyak dikembangkan untuk menemukan sifat mekanis optimal dengan biaya yang relatif murah. Jurusan Teknik Sipil. Tjaronge1. Adwan Bahar4 ABSTRAK: Dalam dunia konstruksi. umur beton normal (100% split) mencapai 6. Melalui beberapa penelitian dan pengembangan teknologi beton yang telah dilakukan. Di lain kondisi. memiliki dampak terhadap persediaan bahan pembentuknya. Salah satu sifat mekanik beton yang perlu diperhatikan adalah kuat lentur beton.33 MPa. Jurusan Teknik Sipil. Akkas3. Penggunaan material beton dalam berbagai aplikasi konstruksi. Universitas Hasanuddin. memiliki dampak terhadap persediaan bahan pembentuk beton itu sendiri. beberapa lingkungan menghasilkan limbah padat dari kelebihan beton setelah pekerjaan konstruksi maupun sisa pembongkaran konstruksi tua. Hasil ini menjadi acuan untuk penggunaan beton daur ulang sebagai material konstruksi dalam komponen non-struktural. agregat halus. SNI mendefenisikan beton merupakan campuran antara semen portland atau semen hidraulik lain. Di lain kondisi. Makassar 90245.

56 2. Tabel 2. Pengujian Karakteristik Agregat Pengujian Karaktersistik Agregat Halus Analisa saringan Berat jenis dan penyerapan Berat volume Kadar air Kadar lumpur Kadar organik Agregat Kasar Analisa saringan Berat jenis dan penyerapan Berat volume Kadar air Kadar lumpur Abrasi/ keausan Acuan ASTM C136-01 C128-01. BJ. Untuk pengujian karakteristik agregat. mesin Los Angeles. bak perendam. BJ.59 1. menggunalan Universal Testing Machine kapasitas 50 kN. Kondisi padat Kadar Air Kadar Lumpur Kadar Organik HASIL PENGAMATAN Gradasi 3 2. 2 Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi 2 . tabel warna. Nyata b. T-15-1990-03 “Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”. Pengujian kuat lentur mengacu pada ASTM C 78 . Standar pengujian ini mengacu pada ASTM dengan rincian seperti pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. menggunakan oven.63 2. penggaris dan timbangan. Hasil Pengujian Agregat Halus NO 1 2 3 KARAKTERISTI K AGREGAT Analisa saringan Modulus Kehalusan Berat jenis spesifik a. Untuk pengujian benda uji. Kering permukaan Penyerapan air Berat volume a. Dasar kering c. Bahan yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari Semen PCC merek Tonasa. Kondisi lepas b.02 Standard Test Method for Flexural Strength of Concrete (Using Simple Beam with Third-Point Loading) dan termuat pada SNI 03 – 4431 – 1997.60 1. timba dan selang air. pasir dan split dari pengambilan di daerah Bili-bili.2 % No. SNI.65 4. satu set saringan. Pengujian Kuat Lentur Benda uji yang digunakan berukuran 10 cm x 10 cm x 40 cm.31 KET Memenuhi Memenuhi 2.Jurnal Penelitian Teknik Sipil METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian ini merupakan inventaris Laboratorium Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unhas. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Karakteristik Agregat Hasil pengujian karakteristik yang diperoleh pada pengujian agregat halus (pasir) dan agregat kasar (split dan LPBR) berturutturut ditunjukan pada Tabel 2 – Tabel 4 sebagai berikut. timbangan. piknometer. cetakan benda uji balok. C131-03 6 7 8 4 5 Mix Design Penentuan komposisi mix design mengacu pada SK. ember. BJ.01 1. C127-01 C 29M-97 C566-97 117-95 C40-99. pecahan beton ringan sisa pembangunan gedung Teknik Gowa dan air PAM. talam. gelas ukur 1000 ml. Pengujian Karakteristik Agregat Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Sipil Fakultas Teknik Unhas.53 % 3. satu set alat uji Slump.

45 1. Kering permukaan 4 5 Penyerapan air Berat volume a. Dasar kering c.77 402. Untuk komposisi beton dengan pecahan beton ringan sebagai pengganti split menggunakan metode perbandingan sesuai dengan Tabel 5 untuk subtitusi 50% pecahan beton ringan dan Tabel 6 untuk subtitusi 100% pecahan beton ringan.80 % 0.01 Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi HASIL PENGAMATAN Grad.37 25.05 KET Memenuhi Memenuhi Untuk hasil pengujian karaktersitik limbah pecahan beton ringan. terdapat beberapa kriteria yang tidak memenuhi standar ASTM.68 110.5 7.45 1. Nyata b. Mix Design Mix design beton normal sesuai SK.90 17.75 .26 0.55 Berat Untuk 9 Sampel (kg) 7.77 4.08 Berat Untuk 9 Sampel (kg) 7.40 % 0.90 17.35 Rasio Terhadap Jumlah Semen (kg) 0.16 47.37 25. BJ.5 % 74 % Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Memenuhi Tidak Memenuhi 1.71 619. T-15-1990-03 ditunjukkan pada Tebl 5. 4. BJ. material ini tetap digunakan untuk mengetahui lebih lanjut pengaruhnya pada pengujian kuat lentur. Kering permukaan Penyerapan air Berat volume a.29 6.56 2. BJ. Komposisi Campuran Beton 100% LPBR Bahan Beton Air Semen Pasir LPBR Berat/m³ Beton 182.73 26.76 3 .Jurnal Penelitian Teknik Sipil Tabel 3.6 % Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi 2.45 1. Hasil Pengujian Agregat Kasar (LPBR) NO 1 2 3 KARAKTERISTIK AGREGAT Analisa saringan Modulus Kehalusan Berat jenis spesifik a.48 3.5 7.77 402. nyata b.27 Berat Untuk 9 Sampel (kg) 7.62 1.7 % 27.37 25.16 Rasio Terhadap Jumlah Semen (kg) 0.08 Rasio Terhadap Jumlah Semen (kg) 0. Hasil Pengujian Agregat Kasar (Split) NO 1 2 3 KARAKTERISTIK AGREGAT Analisa saringan Modulus Kehalusan Berat jenis spesifik a.48 1. Kondisi lepas b.00 1.51 Tabel 7.33 0. BJ. 4.04 0.73 53.73 4.71 1239.17 595.63 2.73 9. BJ.59 1. Komposisi Campuran Beton 50% LPBR Bahan Beton Air Semen Pasir Split LPBR Berat/m³ Beton 182.00 1.00 1.71 220. BJ. SNI. Kondisi lepas b. Dasar kering c. Namun.17 595.17 595.37.54 4 5 Tabel 4.79 1.48 0.75 – 37.90 17.77 402. Komposisi Campuran Beton Normal Bahan Beton Air Semen Pasir Split Berat/m³ Beton 182. Kondisi padat 6 7 8 Kadar Air Kadar Lumpur Keausan 0.10 KET Memenuhi Memenuhi Tabel 6. Kondisi padat 6 7 8 Kadar Air Kadar Lumpur Keausan 1. Tabel 5.06 % Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi HASIL PENGAMATAN Grad.

Diagram persentase kuat lentur benda uji terhadap beton normal Dari hasil pengamatan lendutan pada saat pengujian. kuat lentur rata-rata beton normal (100% split) sebesar 6.33 12666.20 0. Kuat lentur yang dihasilkan dengan komposisi 100% LPBR mengalami penurunan sebesar 50% terhadap kuat lentur beton normal (100% Split).00 0 10 20 Umur (hari) 100% LPBR 50% LPBR + Split 30 Beban. P (N) Komposisi material penyusun beton memiliki pengaruh terhadap kuat lentur yang dihasilkan dari beton tersebut.33 7333.00 Persentase Kuat Lentur (%) 2. Kuat Lentur Rata-rata Beton Benda Uji Normal 100% LPBR 50% LPBR Normal 100% LPBR 50% LPBR Normal 100% LPBR 50% LPBR Umur Benda Uji (hari) Beban Lentur.14 50% 60% 40% 20% 0% 100% LPBR 60% 50% LPBR + Split 100% Split 8.1 yang menunjukkan hubungan kuat lentur terhadap umur beton sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan.00 0.00 Kuat Lentur (MPa) 6.40 2. Pada umur 28 hari.Jurnal Penelitian Teknik Sipil Kuat Lentur Hasil pengujian kuat lentur diperoleh sesuai data pada Tabel 8 berikut.00 0. R = (P.61 Gambar 2 menunjukkan persentase perbandingan kuat lentur beton pada 28 hari benda uji.50 Lendutan. Hal ini dapat kita lihat pada Gambar 4. δ (mm) Beton Normal (100% Split) Beton 100% LPBR 0. 20000 15000 10000 5000 0 0. diperoleh kurva yang cenderung membentuk garis liniar seperti pada Gambar 3.94 2.67 MPa.L)/(bh²) (MPa) 3.33 1666.67 1.30 0.00 4.10 0. Gambar 2.67 7 8333.00 2. Tabel 8.00 MPa. Grafik korelasi kuat lentur terhadap umur beton Gambar 3. Hasil ini dapat diperhatikan seperti pada Gambar 1 berikut.67 28 8333. P (N) 9000 3 4000 5333.33 10000 Tegangan Lentur. Grafik korelasi antara beban lentur terhadap lendutan beton umur 28 hari 4 .33 MPa.60 Gambar 1. 100% 100% 80% 4. Hal ini disebabkan oleh pertambahan nilai lendutan yang seiring dengan peningkatan beban yang diberikan secara terus menerus hingga mencapai kondisi lentur maksimum sebelum akhirnya mengalami patah. beton dengan 100% LPBR sebesar 3. sedangkan beton dengan 50% LPBR dan 50% split sebesar 4.93 6.33 4.40 0.67 3. Sedangkan untuk beton dengan komposisi 50% LPBR dan Split mengalami penurunan sebesar 60% terhadap kuat lentur beton normal.

modulus kehalusan dan kadar lumpur semuanya memenuhi spesifikasi ASTM.33 MPa. Hasil pengujian kuat lentur beton menunjukkan peningkatan untuk masingmasing variasi benda uji. Yogyakarta: Andi.Jurnal Penelitian Teknik Sipil Dari hasil pengamatan mengenai distribusi agregat kasar pada benda uji dapat kita perhatikan bahwa dalam satu penampang patah terdapat 36 butir split pada beton normal (100% split) dan 37 butir LPBR pada beton 100% LPBR. Skripsi tidak diterbitkan. 2008. Rekayasa Bahan / Bahan Bangunan. American Standard for Testing and Material. Sedangkan untuk pengujian berat jenis spesifik. Jakarta. Universitas Indonesia. Studi Perilaku Kuat Lentur dan Susut pada Beton Agregat Daur Ulang. Hal ini ditunjukkan dengan perbandingan jumlah agregat kasar pada bagian atas dengan jumlah agregat kasar pada bagian bawah sample yang tidak terlalu besar. absorpsi.02.67 MPa. Pada umur 28 hari. Yogyakarta: Andi. Hasil pemeriksaan karakteristik agregat pada limbah pecahan beton ringan didapatkan bahwa untuk pengujian analisa saringan. Teknologi Beton. dan Antoni. P. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang selama ini membimbing dan memberikan pengarahan. 2009. Abdul Madjid. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Sedangkan untuk beton 50% split dan 50% LPBR terdapat 36 butir agregat kasar yang terdiri dari 18 butir split dan dan 18 butir LPBR. Penulis juga menghaturkan terima kasih kepada saudara-saudaraku angkatan 2006. 2003. Reinforced Concrete: A Fundamental Approach.1996. 2003. Hal ini menunjukkan bahwa benda uji yang dihasilkan pada penelitian ini tidak mengalami segregasi. New Jersey: Pearson Prentice Hall. kadar air. Makasaar: Jurusan Sipil. Hasil pembacaan lendutan untuk setiap variasi diperoleh nilai yang berbeda untuk setiap variasi. sedangkan beton dengan 50% LPBR dan 50% split sebesar 4. Nawy. US and Canada. 3. Nugraha. Concrete and Aggregate. Tri. Duma. 6th ed. Mulyono. yang senantiasa memberikan motivasi dengan caranya masing-masing DAFTAR PUSTAKA Akkas. dan keausan pada limbah pecahan beton ringan tidak memenuhi spesifikasi ASTM. Volume 04.00 MPa. beton dengan 100% LPBR sebesar 3. 2007. Edward G. Kecenderungan kurva membentuk garis liniar menunjukkan besarnya perubahan lendutan seiring dengan penambahan beban. UCAPAN TERIMA KASIH Ayahanda dan ibunda tercinta atas perhatian yang diberikan kepada ananda. 5 . 2. kuat lentur rata-rata beton normal (100% split) sebesar 6. Teknologi Beton. Annual Book of ASTM. Heidi. Bapak Sudirman Sitang selaku staf Laboratorium Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin atas segala bantuan dan pengarahan selama pelaksanaan penelitian di Laboratorium.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->