No.

Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 1 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani

BAB. IV. PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENYULUHAN YANG DIKELOLA OLEH PETANI (FARMERS MANAGED EXTENSION ACTIVITIES - FMA) I. PENDAHULUAN 1. Latar belakang

Penyuluhan pertanian sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum merupakan hak asasi warga negara Republik Indonesia. Sektor pertanian yang berperan penting dalam pembangunan nasional memerlukan sumberdaya manusia yang berkualitas, andal, serta berkemampuan manajerial, kewirausahaan dalam melaksanakan usahanya. Dengan demikian pelaku pembangunan pertanian mampu membangun usaha dari hulu sampai dengan hilir yang berdaya saing tinggi dan berperan serta dalam melestarikan lingkungan usahanya sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Penyuluhan pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam pengembangan kualitas pelaku utama dan pelaku usaha. Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, effisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya. Sebagai kegiatan pendidikan, penyuluhan pertanian adalah upaya untuk membantu menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif bagi pelaku utama dan keluarganya, serta pelaku usaha. Salah satu metoda pengembangan kapasitas pelaku utama dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang dikelola oleh pelaku utama itu sendiri (Farmers Managed Extension Activites/FMA). Metode ini menitikberatkan pada pengembangan kapasitas manajerial, kepemimpinan dan kewirausahaan pelaku utama dalam pengelolaaan kegiatan penyuluhan pertanian. Dalam metode FMA ini pelaku utama dan pelaku usaha mengidentifkasi permasalahan dan potensi yang ada pada diri, usaha dan wilayahnya, merencanakan kegiatan belajarnya sesuai dengan kebutuhan mereka secara partisipatif dalam rangka meningkatkan produktivitas usahanya guna peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya. Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) merupakan program yang memfasilitasi kegiatan penyuluhan pertanian yang dikelola oleh petani atau Farmers Managed Extension Activities (FMA). Melalui kegiatan ini petani difasilitasi untuk merencanakan dan mengelola sendiri kebutuhan belajarnya, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama.

C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June.doc ______________________________

1

No. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 2 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani

P3TIP akan dilaksanakan di 18 Provinsi, 71 kabupaten dan 3230 desa melalui penyediaan dana hibah untuk kegiatan pembelajaran pelaku utama yang akan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha. Kegiatan pembelajaran yang akan difasilitasi P3TIP dimulai di tingkat desa. Proses pembelajaran di tingkat desa dimulai dari kajian desa secara partisipatif sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan usaha dan kegiatan belajar yang dilaksanakan dengan difasilitasi oleh penyuluh swadaya yang dipilih dari dan oleh pelaku utama dan pelaku usaha setempat secara demokratis. Keberhasilan pelaksanaan FMA di tingkat desa akan diperluas ke tingkat kabupaten dan provinsi. 2. Tujuan Tujuan umum pelaksanaan FMA adalah untuk meningkatkan kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan penyuluhan pertanian dari, oleh dan untuk pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usahanya secara optimal dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga pelaku utama secara berkelanjutan. Tujuan khusus pelaksanaan FMA adalah meningkatkan kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha dalam : a. mengidentifikasi potensi yang dimilikinya, masalah-masalah yang dihadapi dalam pengelolaan usahanya dan alternatif-alternatif pemecahannya. b. memilih usaha yang paling menguntungkan serta mengidentifikasi kebutuhan informasi, teknologi dan sarana yang diperlukan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. c. membangun keswadayaan, keswadanaan dan kepemimpinan pelaku utama penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan memperhatikan kesetaraan gender. dalam

d. menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan penyuluh swadaya dan organisasi petani (kelompoktani/gapoktan/asosiasi dll) untuk menjamin keberlanjutan penyuluhan dari, oleh, dan untuk pelaku utama dan pelaku usaha dalam pengembangan sistem agribisnis. e. Menciptakan lingkungan yang mendorong lahirnya fasilitas pembelajaran bagi pelaku utama dan organisasi petani (kelompoktani/gapoktan/asosiasi dll) di tingkat desa, kabupaten dan provinsi dimana para pelaku utama dan pelaku usaha, laki-laki dan perempuan, dapat saling berbagi pengalaman dan juga untuk mengembangkan kemitraan diantara mereka serta dengan pihak lainnya. f. mengembangkan jejaring kerja dengan sumber-sumber informasi teknologi, pemasaran, permodalan dalam rangka pengembangan usahanya;

g. mengembangkan kemitraan usaha dengan pihak lain; h. memperluas dan mengembangkan usaha kelompoktani/gapoktan/ asosiasi sehingga mencapai skala usaha yang efisien dalam rangka meningkatkan posisi tawar pelaku utama dan pelaku usaha.

C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June.doc ______________________________

2

No. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 3 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani

3. Peserta Peserta FMA adalah pelaku utama dan pelaku usaha, baik yang telah bergabung maupun yang belum bergabung dalam kelompoktani / gapoktan desa / asosiasi di tingkat kabupaten/provinsi (laki-laki dan perempuan, termasuk kelompok masyarakat yang terpinggirkan) yang memiliki usahatani dan bermaksud untuk mengembangkan usahanya menjadi usaha agribisnis yang lebih produktif, dinamis dan berdaya saing tinggi. Disamping itu, yang bersangkutan memiliki keinginan belajar yang tinggi dan bersedia untuk menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan yang diperolehnya kepada anggota poktan/gapoktan/asosiasi dan masyarakat di sekitarnya dalam rangka pengembangan usaha agribisnis di wilayahnya. II. CIRI-CIRI DAN PRINSIP DASAR FMA 1. Ciri-Ciri Proses Pembelajaran a. Kegiatan diajukan berdasarkan pada kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan), dan disepakati dalam rembugtani di tingkat desa/ forum organisasi petani di kabupaten/provinsi; b. Proses pembelajaran difasilitasi oleh penyuluh swadaya yang berasal dari kalangan pelaku utama dan pelaku usaha; c. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan pengalaman dan atau penemuan yang diperoleh sambil bekerja (learning by doing dan discovery learning); d. Materi, metoda dan waktu pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan) dan peran yang dimainkan oleh masing-masing dalam kegiatan usahanya; e. Proses belajar menggunakan teknik partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, khususnya mereka yang termasuk kelompok terpinggirkan (disadvantaged group), yaitu keluarga miskin dan kaum perempuan. 2. Prinsip-Prinsip Dasar Pelaksanaan FMA a. Partisipatif : kegiatan penyuluhan pertanian harus melibatkan pelaku utama dan pelaku usaha untuk berperan secara aktif dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian, termasuk kelompok terpinggirkan (disadvantaged groups) yaitu keluarga miskin dan perempuan. Partisipasi akan berkembang dalam berbagai cara sesuai keadaan spesifik lokasi, dan pelibatan sejak proses perencanaan akan menumbuhkan perasaan memiliki dan jaminan keberlanjutan program. b. Demokratis : setiap keputusan dibuat melalui musyawarah atau kesepakatan sebagian besar pelaku utama dan pelaku usaha untuk menjamin dukungan yang berkelanjutan dan rasa memiliki dari masyarakat. Seluruh kegiatan FMA, dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi dilaksanakan dengan prinsip “dari petani ke petani dan untuk petani”. c. Desentralisasi : kegiatan penyuluhan pertanian direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan, untuk memperbaiki dan mengembangkan usaha taninya dan meningkatkan rasa memiliki terhadap pelaksanaan dan hasil-hasil dari kegiatan penyuluhan.

C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June.doc ______________________________

3

pasca panen. kabupaten dan provinsi hanya digunakan untuk membiayai : a. Substansi/materi belajar FMA desa meliputi materi teknis budidaya. Kegiatan pembelajaran dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha untuk mengelola kegiatan penyuluhan yang dan berkelanjutan. demfarm (termasuk demonstrasi cara dan hasil. pengembangan jejaring kemitraan usaha dan informasi. e. kegiatan penyuluhan pertanian yang dikelola oleh poktan/gapoktan desa atau asosiasi pelaku usaha di tingkat kabupaten/provinsi yang bersifat strategis sesuai dengan ruang lingkup dan materi FMA. penyediaan tenaga teknis/narasumber.doc ______________________________ 4 . pengolahan hasil. Kemandirian : pelaku utama dan pelaku usaha. RUANG LINGKUP DAN MATERI Adapun ruang lingkup kegiatan FMA : a. demplot. keluarga dan masyarakat tani. III. panen. sekolah lapangan petani. baik laki-laki maupun perempuan termasuk mereka berasal dari kelompok yang terpinggirkan. Metode pelaksanaan FMA disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha. monitoring dan evaluasi partisipatif. kabupaten dan provinsi.No. f. Sensitif Gender : kegiatan penyuluhan pertanian ditetapkan dalam rembugtani yang dihadiri oleh pelaku utama dan pelaku usaha. c. peternakan dan perikanan yang membawa inovasi strategis dan spesifik lokasi untuk meningkatkan pendapatan pelaku utama dan pelaku usaha. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 4 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani d. temu lapang. dokumentasi kegiatan petani. temu teknologi. baik laki-laki maupun perempuan secara proporsional dan tepat sasaran. Keterbukaan : manajemen dan administrasi penggunaan dana FMA harus diketahui dan diumumkan ke masyarakat baik di tingkat desa. IV. magang. temu karya. sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. pengembangan media petani dan penyebarluasannya. f. Substansi/materi belajar FMA Kabupaten dan Provinsi bersifat lebih spesifik guna memenuhi spesifikasi produk berbasis pada permintaan pasar. antara lain : pelatihan. Akuntabilitas : pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan dana untuk penyuluhan pertanian harus dilaporkan dan dipertanggung jawabkan kepada seluruh anggota organisasi petani yang terlibat. studi banding. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Kegiatan penyuluhan pertanian ini memberi manfaat kepada pelaku utama dan pelaku usaha. serta hari lapang petani). b. termasuk manajemen berbasis mutu. dan pemasaran komoditas pertanian. lokakarya lapangan. temu usaha. serta seluruh anggota organisasi petani (laki-laki dan perempuan) memiliki kesempatan dan kemampuan untuk mengembangkan usahatani yang menguntungkan dan berkelanjutan tanpa harus bergantung kepada pemerintah. ALOKASI DAN PENGGUNAAN DANA Dana FMA desa. disamping materi yang bersifat meningkatkan keterampilan manajemen dan kepemimpinan.

Kontribusi dana tersebut harus dicantumkan dalam proposal FMA. Hasil  Proposal yang diajukan oleh organisasi petani sesuai dengan programa penyuluhan kabupaten / provinsi yang mengakomodasikan kepentingan organisasi petani yang ada di wilayahnya termasuk proposal khusus untuk perempuan dan keluarga miskin. Kegiatan yang terkait dengan FMA dan tidak dibiayai dari dana FMA. antara lain: pelaksanaan PRA. b. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. kabupaten dan provinsi. Pembelian sarana produksi untuk usaha. maka kekurangannya harus disediakan oleh poktan/gapoktan atau asosiasi yang bersangkutan. konstruksi/perbaikan sarana belajar dan atau pengadaan peralatan yang diperlukan untuk mendukung efektivitas proses pembelajaran sesuai dengan metode pembelajaran yang diusulkan dalam proposal FMA. APBN dan APBD.  Jumlah organisasi petani/asosiasi/korporasi baru yang berfungsi dengan baik. kabupaten dan provinsi. c. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 5 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani b. serta penyelenggaraan forum penyuluhan pertanian perdesaan. penyusunan programa penyuluhan desa. Besarnya dana yang diperlukan untuk pengadaan kontruksi atau peralatan tersebut tidak boleh melebihi 25% dari total dana yang diajukan dalam proposal. V. b. FAO. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini dibiayai dari sumber lain.  Jumlah dan jenis pembelajaran partisipatif petani yang dilaksanakan organisasi di tingkat kabupaten / provinsi.No.doc ______________________________ 5 . dan WHO (Badan Kesehatan Dunia). e. Pembelian pestisida yang penggunaannya dilarang pemerintah. d. Kegiatan yang tidak boleh dibiayai FMA desa.  Jumlah organisasi petani/asosiasi/korporasi yang mampu mengembangkan jaringan agribisnis yang lebih luas. kabupaten dan provinsi adalah sebagai berikut : a. Gaji/upah/honorarium bulanan/mingguan/harian bagi penyuluh/petugas berstatus PNS. yaitu dari swadaya masyarakat.  Persentase wanita dan pemuda yang berpartisipasi dalam kegiatan organisasi petani di setiap kabupaten / provinsi. INDIKATOR PELAKSANAAN DAN KEBERHASILAN FMA a. Apabila dana yang diperlukan lebih dari 25%. Modal usaha. Paling sedikit 20% dari total dana FMA diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan dan memberi manfaat bagi pelaku utama perempuan.  Kepuasan anggota organisasi petani atas metode dan proses belajar untuk meningkatkan kemampuan dalam pengembangan agribisnis.  Kepuasan petani atas pelayanan kelembagaan penyuluhan kabupaten/ provinsi. c. penyusunan rencana kegiatan kelompok (RDK/RDKK). Kegiatan  Kepuasan anggota organisasi petani atas metode dan proses pembelajaran perencanaan penyuluhan partisipatif.

      memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan FMA desa. menjamin tersedianya peluang yang sama untuk keikutsertaan seluruh komponen masyarakat desa dalam pemanfaatan dana FMA (bebas dari nepotisme dan kolusi).No. Dampak  Penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. membuat pembukuan terhadap penerimaan/pengeluaran dana FMA.doc ______________________________ 6 . perlu dibentuk unit yang akan mengelola kegiatan penyuluhan desa yang pengurusnya dipilih secara demokratis oleh Rembug tani desa. ramah lingkungan dan Iebih menguntungkan. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 6 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani c.  Peningkatan jaringan kemitraan antar organisasi petani/asosiasi/korporasi. Unit Pengelola FMA bertanggung jawab untuk :  melaksanakan FMA desa. FMA DESA 1. Organisasi dan Pengelolaan FMA a. Tingkat desa Rembug tani desa : Rembug tani desa adalah forum yang anggotanya terdiri dari pengurus kelompok tani ditambah dengan 2 orang perwakilan dari masing-masing kelompoktani serta wakil dusun (laki-laki dan perempuan termasuk keluarga miskin) yang dipilih secara demokratis oleh anggotanya.  Peningkatan produktivitas komoditi unggulan dan diversifikasi usaha (horisontal dan vertikal). C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. membuat laporan teknis kegiatan dan keuangan FMA.  Peningkatan pendapatan keluarga. Untuk mengelola FMA di setiap desa. Unit Pengelola FMA : i. Memverifikasi proposal FMA yang akan diusulkan untuk memperoleh dana dari P3TIP. menjamin keberlanjutan dan penyebarluasan FMA. menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana FMA desa melalui penyediaan informasi tentang penggunaan dana FMA kepada masyarakat desa (bebas dari korupsi). baik teknis maupun administratif. Rembug tani bertugas untuk : Memilih pengurus pengelola FMA. Menyusun prioritas kegiatan penyuluhan desa yang akan diusulkan untuk didanai P3TIP. Memonitor pelaksanaan penyuluhan di desa. VI.

melaksanakan. dan penyuluh swadaya. masyarakat memilih petani yang memiliki kemampuan untuk memfasilitasi pembelajaran petani seperti mereka yang terlatih dalam perencanaan partisipatif dan metodologi fasilitasi. Pengurus Unit Pengelola FMA minimal terdiri dari Ketua. Persyaratan pengurus harus memiliki kriteria sebagai berikut :  Jujur.No. Penyuluh swadaya : dipilih dari petani yang telah dilatih dalam metodologi fasilitasi. berwawasan luas tentang organisasi kemasyarakatan  Berdedikasi untuk mengelola kegiatan FMA  Tidak mempunyai tunggakan dengan pihak lain  Memiliki kemampuan untuk membantu proses pembelajaran petani dalam mengembangkan usahanya Adapun tugas dari masing-masing pengurus adalah sebagai berikut :    Ketua : bertanggungjawab pada aspek-aspek FMA baik teknis maupun administrasi Sekretaris: bertanggungjawab untuk memonitor dan mencatat pelaksanaan kegiatan penyuluhan di desa. Jika tidak ada petani yang memenuhi syarat. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 7 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani ii. teknologi. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. proses dan pemasaran di tingkat kecamatan   . Tim Penyuluh Lapangan (TPL) bertanggungjawab untuk : (i) membantu penyuluh swadaya dan Pengurus Unit Pengelola FMA dalam merencanakan. Sekretaris. memonitor serta melakukan evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian. seperti petani pemandu PHT. Bendahara. dengan anggota masyarakat yang memiliki keahlian teknis dan mampu memandu kegiatan penyuluhan yang diperlukan para pelaku utama. bila diperlukan dan tersedia di kecamatan. Anggota Tim Penyuluhan Lapangan (TPL) terdiri dari para penyuluh pertanian pada setiap kecamatan yang bersangkutan ditambah. Bendahara: bertanggungjawab secara administratif atas penerimaan/ pengeluaran dana dan masalah keuangan Iainnya sesuai dengan dana FMA. dan (ii) mengembangkan kemitraan diantara pelaku utama dan pelaku usaha dibidang hasil produksi pertanian. Tingkat kecamatan Tim Penyuluh Lapangan (TPL)  Tim Penyuluhan Lapangan (TPL) berpusat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang dibentuk oleh Camat atau Kepala Lembaga Penyuluhan Kabupaten dan dikoordinir oleh koordinator penyuluh.doc ______________________________ 7 . Penyuluh swadaya bertanggungjawab untuk merencanakan dan memandu proses dan kegiatan pembelajaran di desa b.

dll). Membantu penyuluh swadaya dalam pembelajaran penyusunan rencana kegiatan kelompok.No. Ruang lingkup tugas dari Komisi Penyuluhan Kabupaten mencakup : (i). mencatat masalahmasalah potensial dan alternatif pemecahan masalah tersebut. Membantu penyuluh swadaya dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan menggunakan metoda penyuluhan partisipatif dan belajar melalui penemuan. para pakar penyuluhan baik dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan sektor swasta yang berhubungan dengan pertanian (minimal 2 orang). Perbandingan perwakilan organisasi pemerintah dan non pemerintah harus seimbang (50 : 50). dengan jumlah anggota perempuan minimal 30 % yang dapat menyuarakan kaum perempuan yang berusaha disektor pertanian. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 8 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Tugas anggota Tim Penyuluh Lapangan (TPL) secara terperinci adalah sebagai berikut:       Membantu Rembug tani desa membentuk Unit Pengelola FMA di tingkat desa. Membantu penyuluh swadaya dalam memandu PRA di tingkat desa. Koperasi. Mengadakan pelatihan untuk penyuluh swadaya.    c. Melaksanakan pertemuan koordinasi FMA di tingkat kecamatan setiap bulan yang dihadiri Pengurus Unit Pengelola FMA. Lembaga Keuangan. Prioritas tersebut merupakan dasar untuk penetapan penggunaan dana FMA tingkat kabupaten. terutama yang berkaitan dengan usulan permintaan dana tahap selanjutnya. Tingkat Kabupaten Komisi Penyuluhan Kabupaten Komisi Penyuluhan Kabupaten berkedudukan di tingkat kabupaten dibentuk oleh Bupati dengan keanggotaannya terdiri dari perwakilan Dinas lingkup Pertanian. Mempersiapkan rencana/programa penyuluhan kecamatan berdasarkan kebutuhan petani yang tercantum dalam programa penyuluhan desa. Universitas. BPTP. (ii). Menilai kemajuan/kinerja Unit Pengelola FMA dalam pelaksanaan kegiatan FMA yang sudah atau sedang berjalan. Pekerjaan Umum. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. DPRD. Koordinasi dalam penyusunan rencana penyuluhan kabupaten untuk mendukung pembangunan pertanian dan pemberdayaan petani beserta keluarganya (laki-laki dan perempuan). serta perwakilan organisasi petani (minimal 2 orang). Bappedalda. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan di tingkat kecamatan secara partisipatif dan mempersiapkan laporan bulanan untuk diserahkan ke Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten. Mengidentifikasi dan mengevaluasi prioritas pembangunan pertanian di kabupaten melalui berbagai konsultasi dan pertemuan. Bappeda. dan programa penyuluhan desa berdasarkan hasil PRA.doc ______________________________ 8 . Pusat Pelatihan Pertanian. Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten dan dinas terkait Iainnya (Perdagangan.

 Melaksanakan kegiatan pemberdayaan petani dan penyuluh dalam rangka peningkatan pendapatan petani.  Aspek lingkungan yang tidak membahayakan. dan keuangan yang berasal dari lembaga penyuluhan kabupaten. pelayanan administrasi keuangan. Tim Verifikasi Proposal FMA di kabupaten. perguruan tinggi. Tim Verifikasi terdiri dari staf senior yang memiliki kehalian teknis di bidang pertanian/perikanan.doc ______________________________ 9 . Tim Verifikasi akan melakukan penilaian terhadap proposal FMA yang disampaikan oleh Pengurus Unit Pengelola FMA desa dan organisasi petani tingkat kabupaten. (v). Koordinasi dengan Unit Pelaksana P3TIP Kabupaten dan Pusat dalam penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan dengan prioritas penyuluhan tingkat kabupaten dan kebijakan penyuluhan tingkat nasional. Koordinasi dengan Komisi Penyuluhan Provinsi dalam penyusunan prioritas program penyuluhan dan penelitian di tingkat provinsi. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June.  Manfaat bagi petani perempuan. (vi). Menelaah dan memberikan persetujuan proposal FMA tingkat desa dan kabupaten berdasarkan rekomendasi dari Tim Verifikasi FMA tingkat kabupaten.. Penilaian mencakup :  Kelayakan dari segi teknis dan keuangan. dan lembaga penelitian yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan.No. pemuda tani dan kelompok yang terpinggirkan. dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan penyuluhan di tingkat provinsi. Kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan sebagai upaya pemberdayaan petani beserta keluarganya (laki-laki dan perempuan) dalam bentuk penyediaan dukungan anggaran atau fasilitas lain sesuai dengan tugas dan fungsi lembaganya masing-masing. Tim Verifikasi akan menyusun rekomendasi untuk disampaikan Kabupaten. yang ditugaskan oleh Komisi Penyuluhan Kabupaten untuk membantu Sekretariat Komisi Penyuluhan Kabupaten dalam penyelenggaraan FMA di desa dan kabupaten. (vii). Unit Pelaksana P3TIP Kabupaten mempunyai tugas sebagai berikut :  Melakukan perencanaan.  Kesesuaian dengan persyaratan untuk memperoleh dana FMA. serta manfaat dari kegiatan yang diusulkan dalam proposal. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan FMA tingkat desa dan kabupaten serta dampaknya pada pemberdayaan petani dan pembangunan pertanian di desa dan kabupaten lokasi P3TIP. (iv). dan dipimpin oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggungjawab langsung kepada Kepala Dinas/ Balai/Kantor/ Sub dinas selaku atasan langsung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). ke Komisi Penyuluhan Unit Pelaksana P3TIP Kabupaten (District Project Implementing Unit – DPIU) Unit Pelaksana P3TIP Kabupaten berkedudukan di Dinas/ Balai/Kantor/ Sub dinas yang menangani penyuluhan pertanian. pelayanan pengadaan barang dan jasa. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 9 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani (iii).

Disamping itu. (ii) melakukan audit secara sistematis penggunaan dana dan pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana FMA dan melaporkan hasilnya. Siklus dan tahapan pengelolaan FMA Keseluruhan langkah-langkah pokok dalam perencanaan dan pelaksanaan FMA dalam satu tahun /musim dapat dibagi dalam empat tahap (lihat Diagram 2) yang terdiri dari Iangkah berikut : Tahap 1 : Persiapan Mencakup kegiatan : (a) sosialisasi konsepsi FMA. Melaporkan perkembangan kegiatan secara berkala kepada Unit Pengelola P3TIP Pusat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 10 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani   Melaksanakan penguatan kelembagaan petani dan penyuluhan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada petani. (b) pembentukan Unit Pengelola FMA dan pengurusnya. Bagan Organisasi FMA desa Pelaku utama di desa Penyuluh Swadaya Unit Pengelola FMA Tim Penyuluh Lapangan (TPL) BPP Unit Pelaksana P3TIP Tim Verifikasi FMA Bapel Penyuluhan Kab (BPPK) Komisi Penyuluhan Kabupaten BUPATI 2. (c) pemilihan Penyuluh Swadaya. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bertugas memimpin dan bertanggungjawab atas pelaksanaan proyek baik dari segi keuangan maupun fisik. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. dan menyampaikan laporan kegiatan serta penyelesaian proyek tepat pada waktunya.doc ______________________________ 10 .No. Diagram 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : (i) mentransfer dana FMA berdasarkan kontrak yang telah disepakati dengan Unit Pengelola dana FMA di desa dan kabupaten.

dan (g) persetujuan dari PPK-P3TIP untuk pemberian dana FMA. Tahap 3 : Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan FMA dilakukan langsung oleh kelompoktani sesuai dengan rencana kegiatan dan jadwal yang telah disepakati bersama. Disamping itu. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh Tim Monitoring dan Evaluasi yang dibentuk oleh Rembugtani Desa. (e) Penyusunan Proposal FMA.doc ______________________________ 11 . Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 11 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Tahap 2 : Perencanaan Mencakup kegiatan berikut: (a) Pelaksanaan PRA . dan (c) pengusulan rekomendasi untuk siklus kegiatan berikutnya. penggunaan dan pembukuan dana untuk dilaporkan kepada masyarakat desa dan pemangku kepentingan lainnya. Pengurus Unit Pengelola FMA diharuskan menyusun laporan kegiatan dan hasilnya serta keuangan termasuk penerimaan. (c) evaluasi dampak FMA terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan peserta dan masyarakat desa. Siklus perencanaan dan perencanaan FMA seperti pada Diagram 2 berikut ini. (b) pemantauan terhadap pelaksanaan rencana tindak lanjut peserta setelah selesai mengikuti FMA dan identifikasi masalah yang dihadapi.No. . C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Tahap 4 : Monitoring dan Evaluasi Mencakup (a) pemantauan terhadap proses pelaksanaan kegiatan FMA dan hasil kegiatan belajar secara partisipatif. (f) penilaian kelayakan dan rekomendasi persetujuan proposal FMA oleh Komisi Penyuluhan Kabupaten. (b) penyusunan rencana kegiatan kelompok (RDK/RDKK) . serta melaporkan hasilnya ke masyarakat desa. (d) penetapan prioritas kegiatan yang akan diusulkan untuk dibiayai dana FMA desa. (c) penyusunan Programa Penyuluhan Desa .

No.doc ______________________________ 12 . Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 12 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Diagram 2. penilaian dan persetujuan proposal FMA PELAKSANAAN & Monitoing Pelaksanaan kegiatan penyuluhan desa yang dikelola petani PENILAIAN Penilaian hasil kegiatan penyuluhan desa yang dikelola petani C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. informasi. Siklus Perencanaan dan Pelaksanaan FMA desa PERSIAPAN  Sosialisasi konsepsi FMA  Pembentukan Unit Pengelola FMA  Pemilihan penyuluh swadaya Pelaksanaan PRA desa Penyusunan rencana kegiatan kelompok (RDK/RDKK) PERENCANAAN Usulan kebutuhan pembelajaran. teknologi untuk pengembangan agribisnis Usulan kebutuhan sarana produksi/usaha dan infrastruktur desa Penyusunan Programa Penyuluhan desa MUSRENBANGDES Penyusunan prioritas kegiatan proposal FMA Penyusunan.

No. Prosedur pengusulan proposal FMA desa Programa Penyuluhan Desa Menelaah dan menyusun prioritas kegiatan penyuluhan yang tercantum dalam programa desa untuk diusulkan pembiayaannya dari dana FMA Menyusun proposal dan pembiayaan untuk setiap kegiatan yang akan dibiayai dari dana FMA oleh poktan yang usulannya disetujui Penilaian kelayakan proposal FMA oleh Rembugtani desa sebelum disampaikan ke kabupaten Tidak Penilaian proposal oleh Tim Verifikasi FMA di Kabupaten Ya Persetujuan penyediaan dana FMA oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembuatan Berita Acara Kesepakatan Pelaksanaan Kegiatan antara PPK dan Pengurus Unit Pengelola FMA Desa C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June.doc ______________________________ 13 . Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 13 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Diagram 3.

sekretaris dan bendahara untuk mengelola FMA. Pemilihan Pengurus Unit Pengelola FMA di desa Persyaratan pengurus harus memiliki karakter sebagai berikut :     Jujur. petani dalam (2) (3) (4) (5) c. yaitu bersedia bekerja secara sukarela untuk membimbing petani lainnya yang membutuhkan dalam kegiatan pembelajaran.  C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. masyarakat mengidentifikasi dan mencalonkan pelaku utama yang memiliki kemampuan memfasilitasi pembelajaran dan perencanaan partisipatif. (ii) perlunya membentuk Unit Pengelola FMA. Proses dan hasil pemilihan pengurus Unit Pengelola FMA dituangkan pada dokumen yang disebut Berita Acara Pemilihan Pengurus sebagai pertanggung jawaban panitia kepada masyarakat. Kepala Desa beserta Tim Penyuluh Lapangan menjelaskan : (i) tujuan dan pelaksanaan FMA. Calon-calon pengurus Unit Pengelola FMA diusulkan oleh rembugtani desa.No. Kemudian dia memfasilitasi pemilihan pengurus Unit Pengelola FMA yang terdiri dari ketua. Memperkenalkan konsepsi FMA di tingkat Desa kepada masyarakat yang difasilitasi oleh Tim Penyuluh Lapangan yang telah dilatih oleh petugas kabupaten.  Penyuluh Swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahataninya dan warga masyarakat lainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 14 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani TAHAP I : PERSIAPAN a. Pemilihan pengurus Unit Pengelola FMA dilakukan secara demokratik dan terbuka untuk seluruh warga desa dengan memperhatikan kesetaraan gender. berwawasan luas tentang organisasi kemasyarakatan Berdedikasi untuk mengelola kegiatan FMA Tidak mempunyai tunggakan dengan pihak lain Memiliki kemampuan untuk membantu proses pembelajaran mengembangkan usahanya Tata cara pemilihan pengurus : (1) Kepala Desa mengundang pengurus kelompoktani dan 2 orang perwakilan dari masing-masing kelompok (laki-laki dan perempuan termasuk keluarga miskin) serta wakil dari setiap dusun yang belum memiliki kelompoktani yang terdiri laki-laki dan perempuan untuk hadir dalam pemilihan pengurus. Jika tidak ada petani yang memenuhi persyaratan tersebut. (iii) perlunya memilih penyuluh swadaya yang terdiri dari laki-laki dan perempuan (minimal 2 orang) untuk memandu kegiatan pembelajaran di desa. Pemilihan Penyuluh Swadaya. b.doc ______________________________ 14 . dipilih dari pelaku utama yang telah memperoleh pelatihan dan pengalaman dalam metode kepemanduan partisipatif (contoh : petani pemandu Pengendalian Hama Terpadu (PHT)).

tetapi tidak bisa diperoleh melalui upaya perorangan. studi petani. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 15 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani   d. hutan. yang meliputi metodologi untuk memfasilitasi para petani melaksanakan PRA. seperti kalender musiman. transportasi. bank. pasar. agama. masing-masing anggota kelompoktani dikelompokkan menurut jenis/bidang usahanya. Penyuluh Swadaya dan pengurus yang telah dipilih perlu dilatih oleh Tim Fasilitator Kabupaten yang sebelumnya telah dilatih :  Penyuluh Swadaya perlu dilatih tentang metodologi penyuluhan. c. transportasi. disusunlah Rencana Definitif Kelompok (RDK) yang memuat : Kegiatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan anggota kelompoktani. Pemilihan Penyuluh Swadaya dilakukan secara demokratik. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. TAHAP II : PERENCANAAN Setelah terbentuknya Unit Pengelola FMA dan terlatihnya Tim Penyuluh Swadaya. masalah dan potensi tentang :  Sumberdaya alam seperti lahan usaha tani. dsb. lembaga pendidikan. koperasi. golongan masyarakat berdasarkan pendapatan. Pelatihan untuk Penyuluh Swadaya dan Pengurus Unit Pengelola FMA Untuk memperlancar pelaksanaan tugas penyuluh swadaya dan pengurus Unit Pengelola FMA. langkah selanjutnya adalah memfasilitasi penyusunan programa penyuluhan desa yang mencakup kegiatan-kegiatan yang berurutan seperti berikut : a. analisis gender.     Sumberdaya buatan seperti bendungan. perencanaan usaha dan kegiatan petani. dsb. Hasil PRA desa memuat data/informasi keadaan. Kelembagaan sosial seperti struktur sosial masyarakat. Data dari hasil PRA desa. pelatihan petani. Berdasarkan pengelompokan kebutuhan yang sama. produksi media petani. mata air. dIl. Swasta. aktivitas harian. dll Kelembagaan ekonomi seperti pasar. digunakan sebagai bahan penyusunan RDK/RDKK Untuk menyusun RDK/RDKK.doc ______________________________ 15 . jalan.  Pengurus Unit Pengelola FMA/Posluhtan perlu dilatih tentang pengelolaan dana dan kegiatan penyuluhan di desa. pabrik pengolahan hasil. Dengan difasilitasi oleh Tim Penyuluh Lapangan (Penyuluh PNS. dsb Pengetahuan dan teknologi serta jenis usaha yang dimiliki oleh sebagian masyarakat/keluarga b. kemudian dikelompokan menurut jenis kebutuhan sarana usahatani dan kegiatan belajar (lihat pedoman RDK/RDKK). Penyuluh Swadaya bertanggungjawab untuk merencanakan dan memandu proses dan kegiatan pembelajaran petani di desa. dll. motivator LSM dan penyuluh swadaya/fasilitator desa/petani pemandu) melaksanakan pembelajaran dan pelaksanaan PRA desa (lihat Pedoman pelaksanaan PRA). dengan jumlah minimal 2 (dua) orang tiap desa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. sungai.No.

No. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 16 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Kegiatan yang lebih efektif dan efisien bila dilaksanakan berkelompok dibandingkan dengan perorangan. umpamanya pengendalian hama tikus di sawah. Jumlah anggota kelompoktani yang memerlukan kegiatan pembelajaran ilmu dan keterampilan tertentu. e. Manfaatnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir. penyuluh swadaya. (c) dana dari sumber swasta (kemitraan). penyuluh swadaya (fasilitator desa/petani pemandu). informasi dan teknologi (untuk laki-laki dan perempuan) supaya dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang direncanakan dalam RDK. (b) dana APBD. Penyusunan prioritas kegiatan penyuluhan yang akan diusulkan untuk dibiayai dari dana FMA desa. Setelah programa penyuluhan desa disepakati. Berdasarkan RDK. membahas dan menyusun prioritas kegiatan dalam RDK yang berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran/penyuluhan. berhubungan dengan anggota masyarakat lain (laki-laki dan perempuan) dan keterampilan teknik. d. dan anggota Tim Penyuluh Lapangan untuk menghadiri pertemuan menyusun prioritas kegiatan penyuluhan secara partisipatif untuk memperoleh dana FMA. Potensi kegiatan dalam menghasilkan kemandirian petani. g. Tim Penyuluh Lapangan. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June.doc ______________________________ 16 . sumber dana. Dampak langsung yang diberikan pada pengembangan usaha anggota kelompoktani (laki-laki dan perempuan) secara keberlanjutan dan pengelolaan sumberdaya pertanian. Manfaatnya untuk memecahkan masalah khusus di desa terutama masalah yang telah lama belum terpecahkan. Kegiatan-kegiatan pembelajaran/penyuluhan yang disepakati untuk dilaksanakan disusun dalam Programa Penyuluhan Desa. dengan mempertimbangkan hal-hal berikut :  Ketersediaan inovasi untuk meningkatkan produktivitas komoditas unggulan desa yang masih berada di bawah rata-rata kabupaten. Penentuan prioritas kegiatan penyuluhan yang akan diusulkan untuk didanai FMA desa supaya dikaitkan dengan upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perbaikan kualitas dan produktivitas yang diusahakannya. jumlah. Kesepakatan-kesépakatan dalam menetapkan kegiatan penyuluhan yang direncanakan untuk dilaksanakan agar didasarkan pada:      f. Kebutuhan sarana usahatani (produksi) disusun dalam RDKK yang memuat jenis. masing-masing kelompok mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. Kegiatan-kegiatan dalam programa penyuluhan desa merupakan kegiatan yang dapat dibiayai melalui: (a) dana dari masyarakat (swadana). Pengurus Unit Pengelola FMA. modal. waktu pengadaan dan lain-lain. dan anggota rembugtani desa. Rumusan programa penyuluhan desa menjadi bahan untuk diusulkan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sebagai bagian dari perencanaan pembangunan desa. dan (d) dana pembangunan lainnya yang tersedia untuk masyarakat. pengurus Unit Pengelola FMA mengundang anggota Rembugtani Desa.

Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 17 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani     Kelayakan inovasi tersebut dari aspek teknis. Manfaatnya bagi peningkatan kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan) dalam pengembangan usahanya.doc ______________________________ 17 . petani dan sumber lainnya? C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Unit Pengelola FMA menugaskan kelompok tani yang mengusulkan kegiatan menyusun proposal. sesuai dengan peran masing-masing. Dampak penerapan inovasi tersebut dalam pengembangan usaha agribisnis dan pengelolaan sumberdaya pertanian yang berkelanjutan. ekonomis. Manfaatnya untuk memecahkan masalah di desa atau untuk merespon potensi/peluang pasar yang ada Setelah menetapkan urutan prioritas. harus mendukung untuk efektifitas proses pembelajaran yang diusulkan. Setiap kegiatan yang diusulkan dalam proposal harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:  Apa nama kegiatan tersebut yang jelas?  Apa maksud/tujuan yang jelas?  Mengapa/alasan kegiatan tersebut diperlukan?  Dimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan ?  Kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan?  Siapa peserta kegiatan tersebut?  Siapa yang akan memandu kegiatan tersebut?  Siapa yang mengelola dana untuk kegiatan tersebut?  Siapa yang bersedia memberikan dana/sarana diluar dana FMA?  Siapa/instansi mana yang akan diminta bantuan tekniknya?  Bagaimana kegiatan itu dilaksanakan?  Pekerjaan-pekerjaan apa yang harus dilaksanakan?  Bagaimana caranya dan siapa-siapa yang akan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tersebut?  Apa yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut?  Apakah sudah ada pedoman/petunjuk lapangan untuk melaksanakan kegiatan tersebut?  Bagaimana jadwal pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan tersebut?  Bagaimana mengukur keberhasilan kegiatan tersebut? Apa indikatornya? Siapa yang memonitornya?  Bila mengusulkan pembelian peralatan dan atau sarana/infrastruktur. dan sosial untuk menjamin keberlanjutannya. dengan cara sebagai berikut : a.No. serta perlu dijelaskan keberlanjutan penggunaan dan pemeliharaan setelah selesai proses pembelajaran  Berapa kebutuhan biaya untuk pelaksanaan kegiatan tersebut ?  Berapa biaya dari FMA. pertemuan menyetujui kegiatan yang akan diusulkan untuk mendapatkan dana FMA yang diajukan secara bertahap dengan memprioritaskan kegiatan-kegiatan mendesak TAHAP III: PENYUSUNAN PROPOSAL Setelah menetapkan prioritas kegiatan yang akan diusulkanuntuk memperoleh dana FMA.

Pengkajian ini meliputi hal-hal berikut ini :      Adanya programa penyuluhan desa sebagai dasar dalam menetapkan kegiatan yang akan diusulkan dalam proposal. Kelayakan kegiatan yang diajukan sesuai dengan prioritas kebutuhan berdasarkan hasil PRA. Kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan laki-laki dan perempuan (gender). Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 18 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani b. kelestarian lingkungan dan atau pengarusutamaan gender.doc ______________________________ 18 . misalnya lahan untuk studi petani diusulkan menggunakan lahan milik petani sendiri. d.No. proposal yang disusun oleh tiap-tiap kelompoktani harus dikaji kelayakannya oleh rembugtani desa serta dihadiri paling sedikit 2 orang anggota Tim Penyuluh Lapangan yang ditunjuk oleh koordinator BPP. Kegiatan-kegiatan yang tidak merusak lingkungan. bahan-bahan belajar disediakan melalui dana FMA. agar memperhatikan daftar kegiatan-kegiatan yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai dengan dana FMA (lihat petunjuk alokasi dan penggunaan dana FMA). e. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Rencana pemanfaatan hasil kegiatan belajar      Proposal yang dinilai kurang layak dikembalikan kepada kelompoktani yang bersangkutan melalui pengurus Unit Pengelola FMA untuk diperbaiki proposalnya. kebutuhan keluarga. Adanya penjelasan untuk setiap jenis pengeluaran yang dibutuhkan untuk kegiatan agar dicapai penggunaan biaya sehemat mungkin. apakah akan dibiayai oleh dana FMA atau dana lain. Kesesuaian dengan kalender musim Keyakinan/kelogisan bahwa setelah kegiatan dilaksanakan. Dalam proposal harus dijelaskan hasil yang akan diperoleh dari kegiatan belajar. akan memecahkan masalah yang dihadapi/berakibat pada peningkatan pendapatan. c. Misalnya : hasil kegiatan pelatihan budidaya cabe. Sebelum disampaikan kepada Tim Verifikasi FMA Kabupaten. Dalam memilih kegiatan yang akan diusulkan untuk dibiayai dengan dana FMA. Kemampuan penyuluh swadaya atau kelompok tani dalam melaksanakan kegiatan. serta rencana pemanfaatannya. Misalnya. Oleh karena itu kegiatan yang dilaksanakan diupayakan dengan metode yang memerlukan biaya rendah dan mendorong partisipasi pelaku utama (laki-laki dan perempuan). Adanya masukan/kontribusi dari petani dalam pelaksanaan kegiatan. hasil panennya akan dimanfaatkan untuk dijual. makanan kecil selama pertemuan kelompok tani disediakan petani. kelompok dan masyarakat (laki-laki dan perempuan). anggota harus setuju dengan satuan harga dan sumber dana untuk tiap unsur kegiatan. Dalam menyusun anggaran. Uang hasil penjualannya akan digunakan untuk membiayai kegiatan belajar/ penyuluhan lainnya yang diperlukan oleh pelaku utama dalam mengembangkan usahanya.

Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 19 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Diagram 3. g. Berita Acara Kesepakatan Pelaksanaan Kegiatan FMA (BAKPK FMA) dan Surat Perjanjian Pemberian Dana (SP2D) FMA lihat lampiran. Ketua Unit Pengelola FMA mewakili kelompoktani dan P2K Kabupaten menandatangani Surat Perjanjian Pemberian Dana (SP2D) FMA. Setelah proposal diperbaiki disampaikan kembali oleh Pengurus Unit Pengelola FMA kepada Tim Verifikasi FMA Kabupaten.No. Sebelum membuat BAKPK FMA. yang selanjutnya disampaikan ke P2K – FEATI Kabupaten untuk persetujuan penyediaan anggarannya yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Pelaksanaan Kegiatan FMA (BAKPK FMA). Contoh format proposal. Setelah disetujui. Mekanisme penyampaian proposal dan penyaluran dana FMA seperti pada Diagram 3. P2K atau tim yang ditunjuk melakukan penilaian kelayakan usulan biaya yang diajukan dalam proposal. Mekanisme Pengajuan Proposal FMA dan Penyaluran Dana FMA Desa Komisi Penyuluhan Kabupaten P E N Y A L U R A N D A N A F M A Poktan 1 Unit Pelaksana P3TIP Kab Tim Verifikasi proposal FMA Kabupaten KPPN Unit Pengelola FMA Rembugtani Desa Tim Penyuluhan Lapangan P R O P O S A L F M A Poktan 2 Poktan 3 Pelaku utama/ Petani f. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Tim Verifikasi menyampaikan rekomendasi tentang proposal yang layak disetujui kepada Komisi Penyuluhan Kabupaten. Berdasarkan BAKPK FMA.doc ______________________________ 19 .

Laporan monitoring termasuk data aspek keuangan dan hasil tiap kegiatan yang telah dilaksanakan. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Dalam pertemuan tersebut diinformasikan juga tentang jumlah dana yang ditransfer serta rencana pelaksanaan kegiatan FMA. dengan menerapkan pembelajaran partisipatif. hasil kegiatan. menerapkan prinsip dan cara-cara belajar melalui pengalaman dan belajar melalui penemuan dan dinamika kelompok yang sesuai dengan keadaan peserta kegiatan (laki-laki dan perempuan serta keluarga miskin). Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan secara partisipatif oleh kelompok tani. Kegiatan temu lapang. Seluruh proses pembelajaran. Pelaksanaan teknis  Pelaksanaan kegiatan FMA dilakukan oleh kelompoktani yang proposalnya telah disetujui oleh Komisi Penyuluhan Kabupaten dan P2K-P3TIP Kabupaten dengan jadwal yang telah disepakati oleh anggota kelompoktani Penyuluh Swadaya memfasilitasi kegiatan sesuai dengan pedoman pembelajaran/petunjuk lapangan untuk tiap kegiatan. dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang disepakati oleh anggota kelompoktani. b.    TAHAP V: MONITORING DAN EVALUASI a. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 20 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani TAHAP IV: PELAKSANAAN a. Monev meliputi : proses perencanaan. kendala di lapangan serta partisipasi petani Iainnya yang tidak direncanakan dalam proposal FMA dicatat sebagai bahan laporan.doc ______________________________ 20 . Apabila dana FMA yang dicairkan melalui SP2D telah ditransfer ke rekening Unit Pengelola FMA. misalnya dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki desa dan masyarakat. perlu dilakukan musyawarah Rembugtani Desa untuk mengkonfirmasikan kembali kegiatan yang akan dilaksanakan Pengurus Unit Pengelola FMA mengundang anggota Rembugtani Desa dan Penyuluh Swadaya untuk menginformasikan dan mengkonfirmasikan kegiatan FMA yang telah disetujui oleh Komisi Penyuluhan Kabupaten dan P2K-P3TIP Kabupaten. studi petani.No. pelaksanaan. Sekolah Lapangan Petani dilakukan oleh petani. Perencanaan dan Penggunaan Dana FMA  Pengelolaan dana dan pelaksanaan kegiatan FMA dilakukan langsung oleh Unit Pengelola FMA. maka perlu dilakukan musyawarah untuk mengkonfirmasikan kembali kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan biaya yang tersedia   b. Laporan hasil pertemuan dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada Kepala Desa. Masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam penyediaan dana dan sarana untuk pelaksanaan pembelajaran. hasil dan manfaat bagi para petani (lakilaki dan perempuan). Apabila diperoleh dana dari sumber lain untuk membiayai kegiatan FMA.

f. FMA KABUPATEN DAN PROVINSI Penyediaan dana FMA di tingkat kabupaten / provinsi bertujuan untuk memperluas ruang lingkup pelaksanaan FMA melalui promosi usaha agribisnis daerah sesuai dengan permintaan pasar. forum petani kabupaten yang anggotanya berakar dari kelompoktani tingkat desa serta memiliki aturan dan mekanisme akuntabilitas antara lain mencakup : a. b. c. evaluasi dan pelaporan. Substansi/materi belajar bersifat lebih spesifik untuk meningkatkan mutu hasil. masa kerja pengurus. Peranan. yang dilakukan dengan cara membandingkan keberhasilan pencapaian sasaran dengan indikator pencapaian tujuan yang diharapkan yang telah ditentukan pada saat penyusunan rencana dan tahapan kegiatan. Laporan hasil evaluasi kegiatan disusun berdasarkan hasil evaluasi keberhasilan pencapaian tujuan kegiatan. Organisasi dan Pengelolaan FMA Pengelolaan dana FMA di tingkat kabupaten dilaksanakan oleh organisasi petani tingkat kabupaten. sebaiknya dilengkapi dokumentasi gambar atau foto kegiatan yang menggambarkan tingkatan kegiatan. seperti asosiasi petani. Penyediaan dana FMA akan diberikan ke kabupaten/provinsi yang telah memiliki organisasi / asosiasi petani berbasis agribisnis di tingkat kabupaten/provinsi yang berakar dari kelompokkelompok di beberapa desa dalam satu kabupaten atau beberapa kabupaten dalam satu provinsi untuk menciptakan agribisnis dengan skala usaha ekonomi yang lebih menguntungkan. Mekanisme adiministrasi keuangan. tugas. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 21 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani c. Oleh karena itu Lembaga Penyuluhan Kabupaten / Provinsi perlu melakukan evaluasi terhadap perkembangan organisasi / asosiasi petani tersebut. d. proses maupun hasil kegiatan yang dicapai. monitoring. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. e.No. Alokasi dana FMA tahap/tahun berikutnya akan dievaluasi sesuai dengan kemampuan dan perkembangan asosiasi petani dalam mengelola dana dan kegiatan FMA di kabupaten dan provinsi yang bersangkutan. Penanggung jawab pelaporan hasil kegiatan FMA di tingkat desa adalah Ketua Unit Pengelola FMA.doc ______________________________ 21 . Aturan tata cara pemilihan pengurus. Pengelolaan dan administrasi keuangan yang dikelola oleh kelompoktani harus dapat diketahui oleh seluruh masyarakat desa secara terbuka (transparan). VI. Laporan tersebut supaya diumumkan ke masyarakat secara terbuka melalui papan pengumuman yang tersedia atau pertemuan rutin yang biasa dihadiri oleh masyarakat desa. Tingkat Kabupaten : 1. sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. melalui peningkatan kapasitas pelaku utama dalam memenuhi spesifikasi produk sesuai permintaan pasar. Laporan hasil monitoring dan evaluasi disajikan secara tertulis.

serta menyampaikan rekomendasi hasil penilaian tersebut ke Komisi Penyuluhan Kabupaten untuk memperoleh persetujuan. Telah berbadan hukum. Memiliki rekening bank sendiri. Sekretaris. dan wakil anggota (bila diperlukan) dari masing-masing organisasi petani. sehingga total anggota rembugtani k. Rembugtani Kabupaten terdiri dari wakil – wakil organisasi petani tingkat kabupaten yang terdiri dari pengurus. Memiliki organisasi petani di tingkat kabupaten yang berakar dari organisasi petani/gapoktan di tingkat desa. Tim Pengembangan Organisasi Petani ( Organization Development / OD Team) terdiri dari 2 atau 3 penyuluh yang ditugaskan oleh Kepala Lembaga Penyuluhan Kabupaten untuk :    memfasilitasi pembentukan organisasi petani di tingkat kabupaten. Memfasilitasi organisasi petani di tingkat kabupaten dalam penyusunan proposal yang disampaikan untuk memperoleh dana FMA tingkat kabupaten. Memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan dan pengadaan barang.doc ______________________________ 22 . untuk diajukan didanai FMA kabupaten. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Berbasis pada agribisnis. b. e.l. Tugas rembug tani adalah melakukan seleksi prioritas kegiatan penyuluhan dari programa penyuluhan yang diusulkan oleh organisasi petani. serta memonitor penggunaan dana FMA yang telah disalurkan ke organisasi petani dimaksud. Tim Verifikasi FMA Kabupaten bertugas untuk menilai kelayakan proposal FMA yang diajukan oleh organisasi petani tingkat kabupaten berdasarkan kriteria yang telah disepakati oleh Komisi Penyuluhan Kabupaten . f. d. 20 orang. Komisi Penyuluhan Kabupaten bertanggung jawab untuk melakukan penilaian terhadap proposal FMA berdasarkan rekomendasi yang disampaikan oleh Tim Verifikasi FMA Kabupaten . Unit Pelaksana P3TIP kabupaten berkewajiban menyalurkan dana FMA kabupaten ke organisasi petani yang proposalnya telah disetujui kelayakannya oleh Komisi Penyuluhan Kabupaten.No. Memfasilitasi organisasi petani di tingkat kabupaten dalam mengembangkan kemitraan usaha dengan pihak lain. c. dengan komposisi laki-laki dan perempuan yang seimbang. Telah memiliki perangkat pengurus serta aturan yang mengikat kepada anggotanya. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 22 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Kriteria organisasi petani yang dapat mengusulkan proposal FMA : a. Pengurus organisasi petani di tingkat kabupaten minimal terdiri dari Ketua. dan Bendahara yang dipilih oleh dan dari anggota organisasi petani. untuk selanjutnya disampaikan ke P2K-P3TIP kabupaten untuk memperoleh persetujuan penyediaan dana FMA.

Sosialisasi di kabupaten. dibahas dan disusun rincian yang jelas tentang apa. Masing-masing pengurus organisasi petani tingkat kabupaten. LSM. Untuk tiap kegiatan yang diusulkan dalam proposal. Jumlah proposal yang diusulkan didanai FMA kabupaten per tahun bergantung pada kebutuhan organisasi petani dan anggaran yang tersedia. siapa. Siklus dan tahapan pengelolaan FMA TAHAP I : PERSIAPAN DAN PERENCANAAN a. Penyusunan Programa Penyuluhan Kabupaten dan Prioritas Kegiatan yang akan diusulkan untuk didanai FMA kabupaten.doc ______________________________ 23 . c. Kegiatan memperkenalkan konsepsi FMA di kabupaten dilaksanakan oleh petugas kabupaten yang telah mengikuti pelatihan tentang konsepsi FMA di pusat. penyuluh pertanian kabupaten. d. Kepala Kelembagaan Penyuluhan Kabupaten mengundang Pengurus organisasi petani tingkat kabupaten. untuk menghadiri pertemuan dan mengidentifikasi kegiatan yang memerlukan kerjasama lintas desa/kecamatan untuk diusulkan dalam programa penyuluhan kabupaten. kapan.No. dan berapa biayanya. Penyusunan proposal FMA (i). dimana. b. bagaimana. mengapa. mengundang wakil petani dari gapoktan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari seluruh desa dan atau kecamatan di lokasi P3TIP. perguruan tinggi dan lainlain (laki-laki dan perempuan) untuk menyusun programa penyuluhan dan menetapkan prioritas kegiatan dalam mendukung pengembangan usaha agribisnis yang akan diusulkan sebagai proposal untuk didanai oleh FMA Kabupaten. Uraian dalam proposal tersebut harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:  Apa nama kegiatan tersebut yang jelas?  Apa maksud/ tujuan yang jelas?  Mengapa/alasan kegiatan tersebut diperlukan?  Dimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan ?  Kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan?  Siapa yang terlibat dalam kegiatan tersebut?  Siapa pesertanya ?  Siapa yang akan memandu kegiatan tersebut?  Siapa yang mengelola dana untuk kegiatan tersebut?  Siapa yang bersedia memberikan dana/sarana diluar dana FMA?  Siapa/instansi mana yang akan diminta bantuan tekniknya?  Bagaimana kegiatan itu dilaksanakan?  Pekerjaan-pekerjaan apa yang harus dilaksanakan?  Bagaimana caranya mengerjakan pekerjaan pekerjaan tersebut?  Apa yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut?  Apakah sudah ada pedoman/petunjuk lapangan untuk melaksanakan kegiatan tersebut?  Bagaimana jadwal pelaksanaan pekerjaan pekerjaan tersebut? (ii). Identifikasi Kebutuhan Kegiatan. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 23 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani 2. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. tokoh masyarakat.

   (ii). C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Berdasarkan BAKPK FMA. apakah akan dibiayai oleh dana FMA atau dana lain. Menilai Kelayakan (i). Ketua pengurus organisasi petani/asosiasi/korporasi dan P2K menandatangani Surat Perjanjian Pemberian Dana (SP2D) FMA. Setelah proposal diverifikasi. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat mendorong partisipasi petani (lakilaki dan perempuan). Proposal yang dinilai tidak layak dikembalikan kepada pengurus organisasi petani/asosiasi untuk diperbaiki sesuai dengan rekomendasi Tim Verifikasi. Misalnya. (v). Bagaimana mengukur keberhasilan kegiatan tersebut? Apa indikatormya? Siapa yang memonitornya ? Berapa kebutuhan biaya untuk pelaksanaan kegiatan ini? Berapa biaya dari FMA dan berapa dari petani dan/atau sumber lainnya? Dalam menyusun anggaran. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 24 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani    (iii). Setelah proposal disetujui P2K. pengurus organisasi petani/asosiasi/korporasi menandatangani Berita Acara Kesepakatan Pelaksanaan Kegiatan FMA (BAKPK FMA). (iii).doc ______________________________ 24 . sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Pelaksanaannya harus terbuka. sesuai dengan kebutuhannya. (iv). dan memenuhi persyaratan. Tim Verifikasi Kabupaten menyampaikan rekomendasi ke Komisi Penyuluhan Pertanian Kabupaten untuk disetujui dan selanjutnya diajukan ke P2K di kabupaten untuk mendapatkan persetujuan pembiayaannya. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak merusak lingkungan. dan honor pegawai negeri. anggota harus setuju dengan sumber dana untuk tiap unsur kegiatan. e.No. bahan-bahan belajar disediakan melalui dana FMA. Penilaian meliputi:   Kelayakan kegiatan yang diajukan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengembangkan agribisnis yang berskala ekonomi. Untuk pembelian bahan pembelajaran minimum harus ada tiga penawaran. mempertahankan dan memperbaiki kelestarian lingkungan dan atau peningkatan pengarusutamaan gender. Kegiatan yang dilaksanakan harus menjamin adanya peningkatan kapasitas pelaku utama / anggota organisasi petani dalam pemecahan masalah yang dihadapi. Penggunaan biaya untuk setiap jenis pengeluaran yang diperlukan dilakukan sehemat mungkin dan tidak digunakan sebagai sumber pendapatan seperti uang saku. transport. khususnya yang berkaitan dengan produktivitas usahanya. Proposal yang telah disusun di setiap kabupaten harus diverifikasi kelayakannya oleh Tim Verifikasi Kabupaten yang ditunjuk Komisi Penyuluhan Kabupaten. (iv). makanan kecil selama pertemuan kelompok tani disediakan petani. agar memperhatikan daftar kegiatan-kegiatan yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai dengan dana FMA (Contoh format proposal FMA lihat lampiran). Dalam memilih kegiatan yang akan diusulkan untuk dibiayai dengan dana FMA. demokratik.

doc ______________________________ 25 . Prosedur pengusulan proposal untuk dana FMA di tingkat kabupaten Identifikasi Kebutuhan masing-masing organisasi petani/asosiasi/korporasi Kabupaten Programa Penyuluhan Kabupaten Musrenbang Kabupaten Menelaah programa Penyuluhan Kabupaten yang perlu dilaksanakan lintas desa dan atau lintas kecamatan Oleh rembug tani kabupaten Prioritas kegiatan penyuluhan yang diusulkan oleh organisasi petani.No. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 25 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Diagram 4. dan akan diusulkan untuk dibiayai dana FMA Oleh rembug tani kabupaten Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan biaya untuk proposal setiap kegiatan Oleh organisasi petani kabupaten yang terpilih kegiatannya Penilaian proposal oleh Tim Verifikasi FMA di kabupaten Tidak Ya Persetujuan pembiayaan oleh P2KP3TIP di kabupaten Perjanjian antara P2K dan Pengurus Organisasi Petani Kabupaten C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June.

Mekanisme Pengajuan Proposal FMA dan Penyaluran Dana FMA Kabupaten Komisi Penyuluhan Kabupaten P E N Y A L U R A N D A N A F M A Organisasi Petani 1 Organisasi Petani 2 Organisasi Petani 3 Unit Pelaksana P3TIP Kab Tim Verifikasi proposal FMA Kabupaten KPPN Rembugtani Kabupaten Tim Pengembangan Organisasi P R O P O S A L F M A TAHAP II : PELAKSANAAN a.doc ______________________________ 26 . Tim pengembangan organisasi petani dan narasumber yang sesuai dengan topik kegiatan FMA. Dalam pertemuan tersebut diinformasikan juga tentang jumlah dana yang ditransfer. c. Perencanaan dan Penggunaan Dana FMA  Pengelolaan dana dan pelaksanaan kegiatan FMA dilakukan langsung oleh organisasi petani/asosiasi/korporasi yang proposalnya disetujui. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 26 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Diagram 5. Apabila diperoleh dana dari sumber lain untuk membiayai kegiatan FMA. memfasilitasi kegiatan dengan metoda pembelajaran partisipatif serta menerapkan prinsip dan cara-cara belajar melalui pengalaman dan belajar melalui penemuan dan dinamika kelompok yang sesuai dengan kebutuhan peserta kegiatan (laki-laki dan perempuan serta keluarga miskin). Laporan Hasil pertemuan dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada kepala Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Kabupaten/P2K. perlu dilakukan musyawarah dengan anggotanya untuk mengkonfirmasikan kembali kegiatan yang akan dilaksanakan. kendala di lapangan termasuk partisipasi petani Iainnya yang tidak direncanakan dalam proposal FMA harus dicatat sebagai bahan laporan. maka perlu dilakukan musyawarah untuk mengkonfirmasikan kembali kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan biaya yang tersedia  b. Apabila dana FMA yang dicairkan melalui SKPD telah ditransfer ke rekening organisasi petani/asosiasi/korporasi. Seluruh proses pembelajaran. hasil kegiatan. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June.No.

evaluasi dan pelaporan Kriteria organisasi petani yang dapat mengusulkan proposal FMA : a. masa kerja pengurus. d. f. Masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam penyediaan dana dan sarana untuk pelaksanaan pembelajaran. dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang disepakati. sebaiknya dilengkapi gambar atau foto kegiatan yang menggambarkan tingkatan kegiatan. Berbasis pada agribisnis. Mekanisme adiministrasi keuangan. hasil dan manfaat bagi anggota organisasi petani/asosiasi/korporasi (laki-laki dan perempuan). Peranan. Aturan tata cara pemilihan pengurus. c. b. yang dilakukan dengan cara membandingkan keberhasilan pencapaian sasaran dengan indikator pencapaian tujuan yang telah disepakati pada saat penyusunan proposal. Memiliki rekening bank sendiri C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Laporan hasil monitoring dan evaluasi disajikan secara tertulis. b. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 27 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani d. Telah memiliki perangkat pengurus serta aturan yang mengikat kepada anggotanya. yang anggotanya berakar dari kelompoktani tingkat desa antar kabupaten. e. Organisasi dan Pengelolaan FMA Pengelolaan dana FMA di tingkat provinsi dilaksanakan oleh organisasi petani tingkat provinsi. Monev meliputi : proses perencanaan. Tingkat Provinsi 1. monitoring.doc ______________________________ 27 . proses maupun hasil kegiatan yang dicapai. tugas. c. Monitoring dan Evaluasi (monev) dilaksanakan secara partisipatif oleh anggota organisasi petani/ asosiasi/ korporasi. Pengelolaan dan administrasi keuangan yang dikelola oleh pengurus organisasi petani/ asosiasi/ korporasi harus terbuka untuk seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). b. d. Telah berbadan hukum. serta diumumkan ke masyarakat secara terbuka melalui berbagai media yang tersedia. TAHAP III : MONITORING DAN EVALUASI a. Laporan hasil evaluasi kegiatan disusun berdasarkan hasil evaluasi keberhasilan pencapaian tujuan kegiatan. Laporan monitoring termasuk data aspek keuangan dan hasil tiap kegiatan yang telah dilaksanakan. pelaksanaan.No. c. Memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan dan pengadaan barang. Memiliki organisasi petani di tingkat kabupaten yang berakar dari organisasi petani/gapoktan di tingkat desa antar kabupaten. misalnya dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki organisasi petani/asosiasi/korporasi dan masyarakat. Laporan tersebut disampaikan kepada Komisi Penyuluhan dan Kepala Kelembagaan Penyuluhan Kabupaten. e. serta telah memiliki aturan dan mekanisme akuntabilitas antara lain mencakup : a.

Mengidentifikasi dan mengevaluasi prioritas pembangunan pertanian di provinsimelalui berbagai konsultasi dan pertemuan. dengan komposisi laki-laki dan perempuan yang seimbang. Memfasilitasi organisasi petani di tingkat provinsi dalam mengembangkan kemitraan usaha dengan pihak lain. para pakar penyuluhan baik dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan sektor swasta yang berhubungan dengan pertanian (minimal 2 orang). (v). Prioritas tersebut merupakan dasar untuk penetapan penggunaan dana FMA tingkat provinsi. Sekretaris. dan wakil anggota (bila diperlukan) dari masing-masing organisasi petani. (iii). sehingga total anggota rembugtani k. Koperasi. dan Bendahara yang dipilih oleh dan dari anggota organisasi petani. dengan jumlah anggota perempuan minimal 30 % yang dapat menyuarakan kaum perempuan yang berusaha disektor pertanian. Memfasilitasi organisasi petani di tingkat provinsi dalam penyusunan proposal yang disampaikan untuk memperoleh dana FMA tingkat provinsi.doc ______________________________ 28 . dll). Lembaga Keuangan.No. Ruang lingkup tugas dari Komisi Penyuluhan Provinsi mencakup : (i). Bappedalda. DPRD. Kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan sebagai upaya pemberdayaan petani beserta keluarganya (laki-laki dan perempuan) dalam bentuk penyediaan dukungan anggaran atau fasilitas lain sesuai dengan tugas dan fungsi lembaganya masing-masing. Tugas rembug tani adalah melakukan seleksi prioritas kegiatan penyuluhan dari programa penyuluhan yang diusulkan oleh organisasi petani. Koordinasi dalam penyusunan rencana penyuluhan provinsi untuk mendukung pembangunan pertanian dan pemberdayaan petani beserta keluarganya (laki-laki dan perempuan). BPTP. Universitas. Perbandingan perwakilan organisasi pemerintah dan non pemerintah harus seimbang (50 : 50). Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 28 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Pengurus organisasi petani di tingkat provinsi minimal terdiri dari Ketua. Rembugtani Provinsi terdiri dari wakil – wakil organisasi petani tingkat provinsi yang terdiri dari pengurus. Tim Pengembangan Organisasi Petani ( Organization Development / OD Team) terdiri dari 2 atau 3 penyuluh yang ditugaskan oleh Kepala Lembaga Penyuluhan Provinsi untuk :    memfasilitasi pembentukan organisasi petani di tingkat provinsi. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan FMA tingkat provinsi serta dampaknya pada pemberdayaan petani dan pembangunan pertanian di desa dan kabupaten lokasi P3TIP. (ii). serta perwakilan organisasi petani (minimal 2 orang).l. (vi). Bappeda. Pusat Pelatihan Pertanian. Komisi Penyuluhan Provinsi berkedudukan di tingkat provinsi dibentuk oleh Gubernur dengan keanggotaannya terdiri dari perwakilan Dinas lingkup Pertanian. Koordinasi dengan Unit Pengelola P3TIP Provinsi dan Pusat dalam penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan dengan prioritas penyuluhan tingkat provinsi dan kebijakan penyuluhan tingkat nasional. (iv). Menelaah dan memberikan persetujuan proposal FMA tingkat provinsi berdasarkan rekomendasi dari Tim Verifikasi FMA tingkat provinsi. 20 orang. Pekerjaan Umum. untuk diajukan didanai FMA provinsi. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Badan Pelaksana Penyuluhan Provinsi dan dinas terkait Iainnya (Perdagangan.

Tim bertugas untuk menilai kelayakan proposal FMA yang diajukan oleh organisasi petani tingkat kabupaten berdasarkan kriteria yang telah disepakati oleh Komisi Penyuluhan Provinsi . serta memonitor penggunaan dana FMA yang telah disalurkan ke organisasi petani dimaksud Tim Verifikasi FMA Provinsi terdiri dari staf senior yang memiliki kehalian teknis di bidang pertanian/perikanan. mengapa. penyuluh pertanian kabupaten. yang ditugaskan oleh Kepala Lembaga Penyuluhan Provinsi untuk membantu Sekretariat Komisi Penyuluhan Provinsi. serta menyampaikan rekomendasi hasil penilaian tersebut ke Komisi Penyuluhan Provinsi untuk memperoleh persetujuan. Kepala Kelembagaan Penyuluhan Provinsi mengundang pengurus organisasi petani tingkat provinsi. dimana. Uraian dalam proposal tersebut harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:  Apa nama kegiatan tersebut yang jelas?  Apa maksud/ tujuan yang jelas?  Mengapa/alasan kegiatan tersebut diperlukan?  Dimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan ?  Kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan?  Siapa yang terlibat dalam kegiatan tersebut? (ii). LSM. Siklus dan tahapan pengelolaan FMA TAHAP I : PERSIAPAN DAN PERENCANAAN a. dibahas dan disusun rincian yang jelas tentang apa. perguruan tinggi.No. perguruan tinggi dan lainlain (laki-laki dan perempuan) untuk menyusun programa penyuluhan dan menetapkan prioritas kegiatan dalam mendukung pengembangan usaha agribisnis yang akan diusulkan sebagai proposal untuk didanai oleh FMA provinsi. kapan. bagaimana. d. keuangan yang berasal dari lembaga penyuluhan/ dinas provinsi. 2. dan lembaga penelitian yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan. tokoh masyarakat. Untuk tiap kegiatan yang diusulkan dalam proposal. dan berapa biayanya. Penyusunan Programa Penyuluhan Provinsi dan Prioritas Kegiatan yang akan diusulkan untuk didanai FMA provinsi. untuk menghadiri pertemuan dan mengidentifikasi kegiatan yang memerlukan kerjasama lintas kecamatan untuk diusulkan dalam programa penyuluhan provinsi. Jumlah proposal yang diusulkan didanai FMA provinsi per tahun bergantung pada kebutuhan organisasi petani dan anggaran yang tersedia.doc ______________________________ 29 . Identifikasi Kebutuhan Kegiatan Masing-masing pengurus organisasi petani tingkat provinsi mengundang anggotanya yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari seluruh desa / kecamatan / kabupaten tempat domisili anggotanya. c. Sosialisasi di provinsi Kegiatan memperkenalkan konsepsi FMA di provinsi dilaksanakan oleh petugas provinsi yang telah mengikuti pelatihan tentang konsepsi FMA di pusat b. siapa. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Penyusunan proposal FMA (i). Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 29 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Unit Pelaksana P3TIP provinsi berkewajiban menyalurkan dana FMA provinsi ke organisasi petani yang proposalnya telah disetujui kelayakannya oleh Komisi Penyuluhan Provinsi.

e. Penggunaan biaya untuk setiap jenis pengeluaran yang diperlukan dilakukan sehemat mungkin dan tidak digunakan sebagai sumber pendapatan seperti uang saku. Misalnya. apakah akan dibiayai oleh dana FMA atau dana lain. mempertahankan dan memperbaiki kelestarian lingkungan dan atau peningkatan pengarusutamaan gender. bahan-bahan belajar disediakan melalui dana FMA. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak merusak lingkungan. Dalam memilih kegiatan yang akan diusulkan untuk dibiayai dengan dana FMA. agar memperhatikan daftar kegiatan-kegiatan yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai dengan dana FMA (Contoh format proposal FMA lihat lampiran). Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat mendorong partisipasi petani (lakilaki dan perempuan). Penilaian meliputi:   Kelayakan kegiatan yang diajukan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengembangkan agribisnis yang berskala ekonomi. (iv). anggota harus setuju dengan sumber dana untuk tiap unsur kegiatan. transport. sehingga dapat meningkatkan pendapatan.doc ______________________________ 30 . Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 30 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani               (iii). makanan kecil selama pertemuan kelompok tani disediakan petani. khususnya yang berkaitan dengan produktivitas usahanya. dan honor pegawai negeri.No. Proposal yang telah disusun di setiap provinsi harus diverifikasi kelayakannya oleh Tim Verifikasi Provinsi yang ditunjuk oleh Kepala Kelembagaan Penyuluhan Provinsi untuk membantu Komisi Penyuluhan Provinsi dalam penilaian kelayakan proposal FMA . Siapa pesertanya ? Siapa yang akan memandu kegiatan tersebut? Siapa yang mengelola dana untuk kegiatan tersebut? Siapa yang bersedia memberikan dana/sarana diluar dana FMA? Siapa/instansi mana yang akan diminta bantuan tekniknya? Bagaimana kegiatan itu dilaksanakan? Pekerjaan-pekerjaan apa yang harus dilaksanakan? Bagaimana caranya mengerjakan pekerjaan pekerjaan tersebut? Apa yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut? Apakah sudah ada pedoman/petunjuk lapangan untuk melaksanakan kegiatan tersebut? Bagaimana jadwal pelaksanaan pekerjaan pekerjaan tersebut? Bagaimana mengukur keberhasilan kegiatan tersebut? Apa indikatormya? Siapa yang memonitornya ? Berapa kebutuhan biaya untuk pelaksanaan kegiatan ini? Berapa biaya dari FMA dan berapa dari petani dan/atau sumber lainnya? Dalam menyusun anggaran.    C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Kegiatan yang dilaksanakan harus menjamin adanya peningkatan kapasitas pelaku utama / anggota organisasi petani dalam pemecahan masalah yang dihadapi. sesuai dengan kebutuhannya. Menilai Kelayakan (i).

Proposal yang dinilai tidak layak dikembalikan kepada pengurus organisasi petani/asosiasi untuk diperbaiki sesuai dengan rekomendasi Tim Verifikasi. Ketua pengurus organisasi petani/asosiasi/korporasi dan P2K-P3TIP menandatangani Surat Kesepakatan Pemberian Dana (SKPD) FMA (iv). Setelah proposal diverifikasi.No. Prosedur pengusulan proposal untuk dana FMA di tingkat provinsi Identifikasi Kebutuhan masing-masing organisasi petani/asosiasi/korporasi Provinsi Musrenbang Kabupaten Programa Penyuluhan Provinsi Menelaah programa Penyuluhan Provinsi yang perlu dilaksanakan lintas kabupaten dan atau lintas kecamatan Oleh rembugrani prov Prioritas kegiatan penyuluhan yang akan diusulkan untuk dibiayai dana FMA Oleh rembugrani prov Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan biaya untuk proposal setiap kegiatan Oleh org. (iii). Tim Verifikasi Provinsi menyampaikan rekomendasi ke Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi untuk disetujui dan selanjutnya diajukan ke P2K di kabupaten untuk mendapatkan persetujuan pembiayaannya. petani prov yang terpilih usulan kegiatannya untuk didanai FMA prov Penilaian proposal oleh Tim Verifikasi FMA di provinsi Tidak Ya Persetujuan proposal oleh P2K di provinsi Perjanjian antara P2K dan Pengurus Organisasi Petani/gapoktan Provinsi C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Diagram 6. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 31 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani (ii).doc ______________________________ 31 . Berdasarkan BAKPK FMA. Setelah proposal disetujui P2K. pengurus organisasi petani/asosiasi/korporasi menandatangani Berita Acara Kesepakatan Pelaksanaan Kegiatan FMA (BAKPK FMA).

C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Provinsi Tim Pengembangan Organisasi P R O P O S A L F M A TAHAP II : PELAKSANAAN a. Apabila diperoleh dana dari sumber lain untuk membiayai kegiatan FMA. Laporan Hasil pertemuan dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada kepala Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Provinsi /P2K. Dalam pertemuan tersebut diinformasikan juga tentang jumlah dana yang ditransfer serta rencana pelaksanaan kegiatan FMA. memfasilitasi kegiatan dengan metoda pembelajaran partisipatif serta menerapkan prinsip dan cara-cara belajar melalui pengalaman dan belajar melalui penemuan dan dinamika kelompok yang sesuai dengan kebutuhan peserta kegiatan (laki-laki dan perempuan serta keluarga miskin). Apabila dana FMA yang dicairkan melalui SP2D telah ditransfer ke rekening organisasi petani/asosiasi/korporasi. Mekanisme Pengajuan Proposal FMA dan Penyaluran Dana FMA Provinsi Komisi Penyuluhan Provinsi P E N Y A L U R A N D A N A F M A Organisasi Petani 1 Organisasi Petani 2 Organisasi Petani 3 Unit Pelaksana P3TIP Provinsi Tim Verifikasi proposal FMA provinsi KPPN Rembug tani. Perencanaan dan Penggunaan Dana FMA  Pengelolaan dana dan pelaksanaan kegiatan FMA dilakukan langsung oleh organisasi petani/asosiasi/korporasi yang proposalnya disetujui. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 32 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Diagram 7. perlu dilakukan musyawarah dengan anggotanya untuk mengkonfirmasikan kembali kegiatan yang akan dilaksanakan. maka perlu dilakukan musyawarah untuk mengkonfirmasikan kembali kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan biaya yang tersedia  b. Tim pengembangan organisasi petani dan narasumber yang sesuai dengan topik kegiatan FMA.No.doc ______________________________ 32 .

proses maupun hasil kegiatan yang dicapai. hasil kegiatan. hasil dan manfaat bagi anggota organisasi petani/asosiasi/korporasi (laki-laki dan perempuan). pelaksanaan. misalnya dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki organisasi petani/asosiasi/korporasi dan masyarakat. Seluruh proses pembelajaran. yang dilakukan dengan cara membandingkan keberhasilan pencapaian sasaran dengan indikator pencapaian tujuan yang telah disepakati pada saat penyusunan proposal. Setelah kegiatan berjalan. Untuk itu. pengajian. Laporan tersebut disampaikan kepada Komisi Penyuluhan dan Kepala Kelembagaan Penyuluhan Provinsi. Bendahara mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran serta melaporkan secara transparan kepada seluruh anggota pada saat pertemuan (contoh pembukuan dapat dilihat pada Lampiran ). (ii). dan diumumkan pada papan pengumuman Desa/Sekretariat Unit Pengelola FMA. Kegiatan tersebut supaya diumumkan pada masyarakat desa tersebut melalui forum-forum. d. Prinsip  Transparansi Pengelolaan dan administrasi dana FMA harus dapat diketahui oleh seluruh masyarakat desa / anggota kelompok/organisasi petani dengan mudah (transparan). d. e. b.No. Laporan hasil evaluasi kegiatan disusun berdasarkan hasil evaluasi keberhasilan pencapaian tujuan kegiatan.doc ______________________________ 33 . PENGELOLAAN DANA FMA a. maka Ketua/Sekretaris Unit Pengelola FMA menjadwalkan rapat-rapat pertemuan secara berkala. Monitoring dan Evaluasi (monev) dilaksanakan secara partisipatif oleh anggota organisasi petani/ asosiasi/ korporasi. kendala di lapangan termasuk partisipasi petani Iainnya yang tidak direncanakan dalam proposal FMA harus dicatat sebagai bahan laporan. serta diumumkan ke masyarakat secara terbuka melalui berbagai media yang tersedia. Masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam penyediaan dana dan sarana untuk pelaksanaan pembelajaran. sebaiknya dilengkapi gambar atau foto kegiatan yang menggambarkan tingkatan kegiatan. Monev meliputi : proses perencanaan. Mesjid/Gereja. Pengelolaan dan administrasi keuangan yang dikelola oleh pengurus organisasi petani/ asosiasi/ korporasi harus terbula untuk seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). TAHAP III : MONITORING DAN EVALUASI a. c. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Pertemuan awal yang melibatkan seluruh anggota rembugtani desa/ anggota kelompok/organisasi petani secara aktif dan menyampaikan jumlah dana yang diterima tahap awal dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan serta menyusun jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. Laporan monitoring termasuk data aspek keuangan dan hasil tiap kegiatan yang telah dilaksanakan. Pengurus Unit Pengelola FMA wajib melaksanakan: (i). arisan. dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang disepakati. VII. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 33 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani c. Laporan hasil monitoring dan evaluasi disajikan secara tertulis.

doc ______________________________ 34 . Surat Kesepakatan Pemberian Dana (SKPD) yang dilengkapi dengan lampiran : (i) Berita Acara Pemilihan Ketua. Pengurus Unit Pengelola FMA harus dapat mengupayakan dana dari sumber lain sesuai kesepakatan anggota kelompok tani/ organisasi petani. (iv). P2K Kabupaten / provinsi dapat memberikan catatan/ usulan bila ada. P3TIP hanya menyediakan dana sesuai dengan anggaran yang telah disediakan. (ii). Pada waktu pencairan dana. sehingga dapat memenuhi seluruh anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan dimaksud. bukan milik pribadi Nomor rekening disampaikan ke P2K-P3TIP di Kabupaten/ provinsi. (Form 2 ). (ii). (iii). terlebih dahulu dilakukan rapat rembugtani di desa/ anggota organisasi petani guna membahas kegiatan yang akan dilaksanakan dan besarnya dana yang dicairkan. Berita Acara Kesepakatan Pelaksanaan Kegiatan FMA. c. Berita Acara Kesepakatan Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan (BAKPKP) yang memuat kesepakatan antara masyarakat tani di desa yang bersangkutan yang diwakili oleh Unit Pengelola FMA dan penyuluh yang diketahui oleh Kepala Desa tentang pelaksanaan kegiatan yang diusulkan serta melampirkan usulan kegiatan yang telah disepakati oleh masyarakat.No. Persiapan  Pembukaan Rekening pada Bank Pemerintah terdekat (i). (iii). Surat Kesepakatan Pemberian Dana (SKPD) : Surat Kesepakatan Pemberian Dana (SKPD) dibuat sesuai dengan hasil Berita Acara Kesepakatan Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan (BAKPKP). Mekanisme Penarikan dan Penyaluran Dana  Ketua Unit Pengelola FMA mengajukan permintaan dana kepada P2K-P3TIP Kabupaten / provinsi dengan melampirkan : (i). Rekening yang digunakan adalah milik Unit Pengelola FMA/ organisasi petani. Berita acara Pemilihan Pengurus Unit Pengelola FMA. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. dan (ii) BAKPKP diserahkan ke P2K Kabupaten / Proivnsi. Bila ada kegiatan yang tidak didanai oleh P3TIP. Sebelum pencairan dana. Surat Kesepakatan Pemberian Dana (SKPD) yang telah disetujui P2K Kabupaten / Provinsi ditandatangani oleh kedua belah pihak P2K Kabupaten / Provinsi dan Ketua Unit Pengelola FMA) (iv). Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 34 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani  Membangun keswadayaan Dana yang dikelola oleh petani ini hanya bersifat stimulan untuk kegiatan pembelajaran pelaku utama (laki-laki dan perempuan). slip penarikan harus ditandatangani minimum oleh ketua dan bendahara Unit Pengelola FMA/ organisasi petani. Sekretaris dan Bendahara Unit Pengelola FMA-. b.

Kwitansi pembayaran sesuai dengan pembebanan. (3). Jumlah penarikan dana Tahap I disarankan tidak terlalu besar. Dana tahap I ini merupakan tahap pembelajaran bagi Pengurus Unit Pengelola FMA dan kelompoktani dalam mengelola keuangan dan kegiatan masyarakat desa.No.doc ______________________________ 35 . untuk mengurangi resiko kegagalan. Pengelola FMA berhak mengajukan usulan pembayaran tahap I dengan mengajukan :  Berita Acara Penarikan Penggunaan Dana (BAPPD) (Form 5) yang ditandatangani oleh Pengelola FMA. Penarikan dana tahap I diutamakan untuk kegiatan-kegiatan yang perlu segera dimulai pada bulan pertama dan kedua sesuai jadwal yang disepakati dalam proposal (usulan kegiatan). (4). P2K-P3TIP Kabupaten / provinsi meneliti berkas permintaan tersebut dan selanjutnya mengajukan SPP-LS ke KPPN dengan dilampiri dengan: (i). (6). Penyuluh dan P2K Kabupaten / provinsi. Bila dalam pelaksanaan Tahap 1 ada kekeliruan.  kwitansi tanda terima dan disahkan oleh P2K Kabupaten (Form 6). (2). Berkas pengajuan dari Pengurus Unit Pengelola FMA butir a (1) s. Berita Acara Penarikan I Penggunaan Dana (BAPPD). Surat Perjanjian Kesanggupan Penyelesaian Pekerjaan FMA.d.  Usulan yang telah disetujui P2K Kabupaten/ Provinsi.  Kwitansi pembayaran dana Proyek. (1). maka harus diperbaiki dulu sebelum penarikan dana Tahap II. C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. (iii). Prosedur penarikan dana tahap II sama dengan penarikan dana tahap I tetapi prosedur dilengkapi dengan :   Surat Pernyataan Kesanggupan Penyelesaian Pekerjaan (Form 7). Daftar Penerimaan Dana (DPD) Kegiatan FMA. Setelah penandatanganan Surat Kesepakatan Pemberian Dana (SKPD).  Berita Acara Pemilihan Pengurus Unit Pengelola FMA (Form 1). Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 35 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani (2). Laporan Kemajuan Fisik dan Keuangan (Form 10). Bila penarikan dana dilakukan secara bertahap mengikuti prosedur berikut ini : Penarikan Dana Tahap I. Penarikan Dana Tahap II. (ii). Penarikan dana ini diberikan setelah menilai hasil pelaksanaan Tahap I. Penarikan Dana FMA Penarikan dana dapat dilakukan sekaligus (sejumlah dana yang disetujuan dalam proposal yang yang telah disetujui) atau bertahap sesuai dengan kemampuan Pengurus Unit Pengelola FMA dalam pelaksanaan kegiatan dan musim.

baik melalui pertemuan atau papan pengumuman tertulis. Jumlah dan harga barang yang dibeli sesuai yang tercantum di kwitansi pembeliaan dicatat dan disimpan. maka P2K atau Bendahara segera mengajukan SPP berikutnya ke KPPN agar sisa dana yang ada dapat ditransfer dengan memperhatikan dokumen dan tahapan seperti pada awal pencairan dana. pemanfaatan dana belum sesuai dengan yang diharapkan. terlebih dahulu Tim FMA – kabupaten melakukan verifikasi. Sebelum Ketua Unit Pengelola FMA mengajukan permintaan dana tahap ke berikutnya. maka perlu dilaksanakan pertemuan antara P2K dengan Pengurus Unit Pengelola FMAsetempat. sesuai dengan kesepakatan antara kelompoktani dan nara sumber yang bersangkutan. termasuk peatani/ penyuluh swadaya. Bila dari hasil verifikasi. (2). Setiap akhir pekerjaan harus ada laporan dari pengurus Unit Pengelola FMA tentang hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. dan mengevaluasi apakah dana yang telah diterima pada tahap sebelumnya telah sesuai dengan peruntukannya. mrah dan memenuhi kualitas yang sesuai dengan kebutuhan. Laporan tersebut menjadi lampiran pada waktu menyusun pertanggungjawaban penggunaan dana FMA. d.  Sebelum memutuskan tempat pembelian.  Pembiayaan untuk narasumber (fasilitator) FMA. Laporan ini disampaikan kepada Kepala Kelembagaan Penyuluhan Kabupaten / Provinsi dan seluruh masyarakat desa / anggota organisasi petani.  Besarnya transport untuk narasumber (pegawal negeri dan non pegawai negeri) menggunakan peraturan yang berlaku diwilayah setempat. Buat surat perjanjian dengan narasumber yang melatih/memfasilitasi kegiatan FMA sesuai proposal yang sudah dinilai kelayakannya sesuai dengan format terlampir. Konsultan P3TIP / fasilitator yang dikontrak oleh P3TIP tidak diberikan biaya transport. harus dilaksanakan survey untuk mendapatkan harga yang efisien. Besarnya honorarium untuk nara sumber yang bukan pegawai negeri.   C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 36 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani Penarikan Dana Tahap Berikutnya : (1). Bila pemanfaatan dana telah sesuai.No. Pengadaan barang dan jasa untuk keperluan pemebelajaran Pembelian Bahan (sarana belajar)  Pembelian bahan (sarana belajar) pada dasarnya merupakan tanggung jawab Pengurus Unit Pengelola FMA sesuai dengan hasil musyawarah petani.doc ______________________________ 36 . Pengurus Unit Pengelola FMA dapat menunujuk anggotanya untuk melaksankan pembelian bahan/sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. sehingga se!uruh masyarakat desa / anggota organisasi petani mengetahui dan memperoleh manfaat dari kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Unit Pengelola FMA di desanya / anggota organisasi petani masing-masing. Hasil survey tersebut harus dicata dan dibuat laporannya oleh Pengurus Unit Pengelola FMA.

tanda bukti terima harus ditandatangani oleh orang yang berhak menerima. tanda bukti pembelian bahan dilengkapi dengan hasil survey harga . C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. surat. Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 37 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani   Tata cara pembayaran dapat dirundingkan dengan narasumber yang bersangkutan dan ketersediaan dana pada Unit Pengelola FMA. Unit Pengelola FMA bertanggungjawab mempersiapkan pertanggungjawaban keseluruhan dana FMA.No. Pertanggungjawaban Dana FMA (1). Pengurus Unit Pengelola FMA dapat mengajukan biaya operasional (BO) untuk masing-masing kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan yang besarnya maksimum 7% dan biaya kegiatan yang bersangkutan. rencana. tanda bukti konsumsi harus dilengkapi dengan daftar hadir peserta pertemuan. e. Pengurus Unit Pengelola FMA membuat perjanjian dengan tempat penyelenggara pelatihan magang sesuai dengan proposal yang telah dinilai kelayakannya termasuk tatacara pembayarannya. Biaya operasional (BO) Untuk mendukung perencanaan dan pelaksaaan FMA. administrasi keuangan. Biaya operasional (BO) dapat digunakan untuk kegitan berikut ini :  transport untuk mengurus keperluan pencairan dana ke Bank dan Kantor Lembaga Penyuluhan Kabupaten / provinsi  transport menghubungi nara sumber  pembelian alat tulis untuk surat menyurat. Pembukuan dan tanda bukti akan diverifikasi oleh P2K-P3TIP sewaktu-waktu apabila diperlukan. dengan memperhatikan hal-hal berikut:    (2). perencanaan dan pelaporan  komunikasi  pertemuan Pengurus Unit Pengelola FMA dan Rembugtani Desa  fotocopy/penggandaan laporan. Seluruh tanda bukti penerimaan dan pengeluaran harus disimpan. dokumen dan rencana  pengetikan surat. Dibayarkan setelah narasumber menyelesaikan pekerjaannya.doc ______________________________ 37 . administrasi keuangan dan pelaporan Biaya operasional diupayakan seminimal mungkin dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di masyarakat. dicatat/ dibukukan oleh Bendahara Unit Pengelola FMA. Pembiayaan untuk kegiatan belajar di luar desa/ kabupaten/ provinsi.

dengan lampiran-lampiran yang dibutuhkan sesuai denganjenis kegiatan. Monitoring penggunaan dana FMA Kegiatan monitoring terhadap dana yang dikelola oleh petani dilakukan oleh Unit Pengelola P3TIP dengan memperhatikan hal . contoh kwitansi konsumsi rapat harus dilampiri dengan daftar hadir peserta rapat.doc ______________________________ 38 . Dokument : FEATI/IV/FMA Tanggal efektif : Revisi : Halaman : 38 dari 38 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan yang Dikelola Oleh Petani f. tentang pemanfaatan dana yang telah ditransfer. Membandingkan rencana dan pelaksanaan kegiatan. Bendahara Unit Pengelola FMA melakukan pencatatan keluar masuknya dana kegiatan.No.  C:\Program Files\xampp\htdocs\feati\FMA\Pedoman FMA_Indo_21May07_updated 5June. Di tingkat kabupaten/ provinsi. Bendahara atau Sekretaris P3TIP melakukan verifikasi ke bendahara Unit Pengelola FMA. Setiap pengeluaran harus dibuktikan dengan kwitansi.hal sebagai berikut:    Melaksanakan rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota Pengurus Unit Pengelola FMA guna menetapkan jadwal monitoring di wilayah kegiatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful