P. 1
besaran-materi

besaran-materi

|Views: 11|Likes:
Published by Daryoto Eko Purnomo

More info:

Published by: Daryoto Eko Purnomo on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

Besaran dan Satuan

1
Oleh : Abdurrouf
2
0.1 Tujuan
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan pembaca dapat memahami pengertian besaran
dan satuan, sistem satuan, sistem konversi dalam satu sistem satuan, serta sistem
konversi antar satuan.
0.2 Ringkasan
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, baik yang benar-benar merupakan representasi
dari kuantitas fisis yang ada di alam, baik yang ada secara riil maupun maupun yang muncul
untuk penyederhanaan kerja matematis.
3
Besaran menyatakan sifat dari benda. Sifat ini (yang
diperoleh melalui suatu pengukuran) dapat dinyatakan dalam angka atau nilai, dalam satuan
tertentu. Oleh karena satu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan
untuk tiap besaran. Satuan juga menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda.
Untuk mengetahui kesetaraan antar besaran, maka tiap besaran juga memiliki dimensi. Jadi
kita ulangi: besaran adalah segala kuantitas yang dapat diukur, memiliki besar, satuan, dan
dimensi. Dimensi besaran akan dibahas tersendiri di bab ??.
Pembagian besaran ditunjukkan pada gambar 1. Masing-masing besaran dapat dijelaskan
sebagai berikut:
• Besaran fisis adalah besaran yang merepresentasikan suatu kuantitas fisis yang riil. Con-
toh besaran fisis antara lain adalah panjang, volume, massa, medan gravitasi, kecepatan,
dll. Lawan besaran fisis adalah besaran matematis, yaitu besaran yang tidak merepre-
sentasikan suatu kuantitas fisis tertentu di alam, tetapi didefinisikan semata-mata untuk
mempermudah pekerjaan matematis tentang suatu kuantitas tertentu. Contoh besaran fisis
antara lain adalah potensial gravitasi.
• Besaran ekstensif adalah besaran yang nilainya tergantung pada kuantitas tertentu. La-
wannya, adalah besaran intensif, yaitu besaran yang nilainya mutlak, tidak bergantung
pada kuantitas lain. Contoh pasangan besaran ekstensif dan intensif, serta kuantitas pem-
bedanya antara lain adalah
1
Disampaikan pada training of trainer (ToT) untuk guru-guru fisika SMA se-Jawa Timur, di Hotel Orchid,
Batu, Malang, pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2010
2
Dr. rer. nat. Abdurrouf, S.Si., M.Si., adalah staf pengajar di Jurusan Fisika FMIPA UB. Saat ini juga tercatat
sebagai Pembina Olimpiade Bidang Studi Fisika Tingkat Propinsi Jawa Timur. Penulis juga aktif di kegiatan CIBI.
3
Tinjauan pada bab lebih ditekankan pada aspek kualitatif, karena konsep besaran dan satuan tidak muncul
secara eksplisit di soal-soal OSN.
1
Mewakili besaran alam .
Besaran
Besaran Iisis
Besaran matematis
Y
T
Y
Memiliki arah .
Besaran vektor
Besaran skalar
Y
T
Y
Tergantung pada kuantitas .
Besaran ekstrensiI
Besaran intensiI
Y
T
Y
DideIiniskan langsung .
Besaran pokok
Besaran turunan
Y
T
Y
Nilainya bergantung waktu .
Besaran dinamis
Besaran statis
Y
T
Y
Gambar 1: Pengelompokan besaran
2
– massa (m) dan massa jenis (ρ = m/V ): keduanya dibedakan oleh volume (V )
– jumlah partikel (N) dan rapat partikel (n = N/V ): keduanya dibedakan oleh volu-
me (V )
– massa (m) dan massa jenis (ρ = m/V ): keduanya dibedakan oleh volume (V )
– Energi dalam (U) dan energi dalam jenis (u = U/m): keduanya dibedakan oleh
massa (m).
– Kapasitas kalor (C) dan kalor jenis (c = C/m): keduanya dibedakan oleh massa
(m)
– Kapasitas kalor (C) dan kalor jenis molar (n): keduanya dibedakan oleh jumlah mol
(n)
• Besaran vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah, serta mengikuti alajabar
vektor. Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki besar saja, dan mengikuti
alajabar biasa. Terkait dengan hal tersebut, ada tiga macam pengelompokan
– besaran yang selalu muncul sebagai besaran skalar, seperti massa, volume, energi,
usaha, dll
– besaran yang selalu muncul sebagai besaran vektor, seperti gaya, momentum, dll
– besaran yang bisa muncul dalam kedua bentuk, tergantung keperluannya. Contoh
pasangan skalar-vektor yang sepadan antara lain: jarak-perpindahan, laju-kecepatan,
perlajuan-percepatan, dll.
Besaran vektor akan dibahas tersendiri di bab ??.
• Besaran statis adalah besaran yang nilainya selalu tetap, sedang besaran dinamis selalu
berubah nilainya. Besaran statis juga dikenal sebagai konstanta gerak. Contoh berikut
diharapkan dapat mempermudah pemahaman akan konsep statis dan dinamis.
– pada gerak lurus beraturan, kecepatan (v) adalah besaran statis; sedangkan pada
gerak lurus berubah beraturan, kecepatan (v) adalah besaran dinamis
– Pada kebanyakan peristiwa fisika, energi mekanik sistem (E
M
) bersifat kekal, se-
dangkan energi kinetik (E
k
) dan potensialnya (E
p
) selalu berubah.
• Besaran pokok dan besaran turunan akan dibahas secara mendalam setelah ini.
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak di-
turunkan dari besaran lain, sedangkan besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari
3
Tabel 1: Besaran pokok dalam sistem SI
Besaran Satuan dalam SI Definisi
Panjang (l) meter (m) 1 meter adalah jarak yang ditempuh cahaya
(dalam vakum) dalam selang waktu 1/299 792
458 sekon.
Massa (m) kilogram (kg) 1 kg adalah massa sebuah kilogram standar
yang disimpan di lembaga Timbangan dan
Ukuran Internasional (CGPM ke-1, 1899)
Waktu (t) second (sec) 1 second adalah selang waktu yang diperlukan
oleh atom sesium-133 untuk melakukan
getaran sebanyak 9 192 631 770 kali dalam
transisi antara dua tingkat energi di tingkat
energi dasarnya (CGPM ke-13; 1967)
Arus listrik (i) ampere 1 ampere adalah kuat arus tetap yang jika
dialirkan melalui dua buah kawat yang sejajar
dan sangat panjang, dengan tebal yang dapat
diabaikan dan diletakkan pada jarak pisah 1
meter dalam vakum, menghasilkan gaya
2 × 10
−7
newton pada setiap meter kawat.
Temperatur (t) kelvin (K) 1 kelvin adalah 1/273,16 kali suhu
termodinamika titik tripel air (CGPM ke-13,
1967).
Intensitas cahaya (I) candela (Cd) 1 candela adalah intensitas cahaya suatu
sumber cahaya yang memancarkan radiasi
monokromatik pada frekuensi 540 X 1012
hertz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683
watt per steradian dalam arah tersebut (CGPM
ke-16, 1979)
Jumlah zat (n) mole (mol) 1 mol didefinisikan sebagai jumlah zat suatu
sistem yang mengandung "entitas elementer"
(atom, molekul, ion, elektron) sebanyak
atom-atom yang berada dalam 12 gram
karbon-12.
Sudut bidang radian (rad.) 1 radian atau 1 rad adalah besarnya sudut yang
dibentuk oleh dua buah jari-jari lingkaran
berjari-jari 1 meter dan membentuk busur
sepanjang juga 1 meter.
Sudut ruang steradian (strad.) 1 steradian adalah sudut ruang yang dibentuk
oleh juring bola dengan jari-jari r dan luas
permukaan bola r
2
.
4
besaran pokok. Pertanyaan penting yang mungkin muncul adalah (i) ´berapa jumlah besar-
an pokok yang harus dipilih?’, (ii) ´besaran mana yang harus dipilih?’, serta (iii) ´siapa yang
harus memilih?’. Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut adalah: Kita harus membentuk komi-
te internasional yang bertugas untuk memilih besaran (pokok) sesedikit mungkin, tetapi dapat
memberi gambaran selengkap dan sesederhana mungkin tentang fisika. Setelah besaran pokok
dipilih, barulah kita dapat mendefinisikan besaran turunan. Ini berarti besaran turunan seringka-
li terkait atau tergantung dengan besaran pokok. SEcara umu, dikenal 2 macambesaran turunan,
yaitu
• besaran turunan yang punya satuan sendiri, seperti gaya (newton), tekanan (pascal), ener-
gi, joule, dll
• besaran turunan yang tidak punya satuan sendiri, seperti kecepatan, percepatan, dll
Hubungan antar besaran perlu diataur dalam sistem tertentu, yang dikenal sebagai sistem satu-
an. Salah satu sistem satuan yang paling banyak digunakan adalah Sistem Satuan Internasional
(nama aslinya dalam bahasa Perancis: Système International d’Unités atau SI). Dalam SI, di-
kenal 7 besaran pokok dan 2 besaran tambahan, seperti ditunjukkan pada tabel. 1. Sistem SI
sendiri bermula dari sistem MKS, yaitu sistem satuan meter (untuk panjang), kilogram (massa),
dan sekon atau detik (waktu), yang kemudian disempurnakan dengan menambahkan 4 besaran
pokok baru, serta dua besaran tambahan. Besaran selain ke-9 besaran tersebut dikategorikan
sebagai besaran turunan, yang contohnya dapat dilihat di tab 2.
Sistem SI termasuk sistem metrik, yaitu sistem yang panjangnya memiliki satuan meter
atau turunannya. Sistem metrik terbagai ats sistem statis (di mana besaran pokok mekaniknya
adalah panjang-gaya-waktu) serta sistem dinamis (di mana besaran pokok mekaniknya adalah
panjang-massa-waktu). Sistem SI adalah sistem dinamis besar. Sistem metrik lain yang banyak
dipakai adalah adalah sistem dinamis kecil atau cgs, yang berasal dari kata centimeter (untuk
panjang), gram (massa), dan sekon atau detik (waktu). Dalam permasalahan mekanika, sistem
SI dan cgs berkorespondensi satu lawan satu. Meskipun demikian, sistem cgs bervariasi ketika
dihadapkan pada permasalahan elektomagnetika, sehingga melahirkan berbagai sistem satuan
antara lain electromagnetic units (emu) dan electrostatic units (esu).
Sistem satuan lain yang sering dipakai adalah sistem natural dan sistem konvensional. Sis-
tem natural memilih beberapa konstanta alam dan mengambil nilainya sama dengan 1, untuk
menyederhakan persamaan matematis. Sistem konvensional biasanya terkait dengan disiplin
tertentu, dibangun dalam upaya membuat nilai sebuah besaran menjadi rasional, tidak terlalu
besar ataupun terlalu kecil. Di samping itu, beberapa negara juga mempunyai sistem satuan lo-
kal, seperti British units. Juga dikenal sistem satuan kuna, seperti Yunani, sistem Roma, sistem
Arab, dll. Gambaran lengkap sistem satuan ditunjukkan pada gambar 2. Perubahan nilai sua-
5
Tabel 2: Beberapa besaran turunan
6
G
a
m
b
a
r
2
:
D
i
a
g
a
r
a
m
s
i
s
t
e
m
s
a
t
u
a
n
.
S
i
s
t
e
m
s
a
t
u
a
n
y
a
n
g
b
a
n
y
a
k
d
i
p
a
k
a
i
d
i
g
a
m
b
a
r
d
e
n
g
a
n
k
o
t
a
k
t
e
b
a
l
.
7
Gambar 3: Besaran, satuan, dan hubungan dengan satuan lain.
tu besaran dari suatu satuan ke satuan lain dilakukan melalui sistem konversi, yang gambaran
skematisnya ditunjukkan pada gambar 3.
Tabel 3: Satuan massa dalam beberapa sistem
Sistem satuan satuan panjang konversi ke SI
SI kilogram (kg) 1
cgs gram (g) 0,01 kg
sistem atomik massa elektron (m
e
) 9, 1 × 10
−31
kg
sistem astronomi massa matahari (M) 1, 98892 × 10
30
kg
Untuk memberikan gambaran pentingnya pemilihan satuan, pada tabel 3 disajikan satuan
massa dalam berbagai sistem satuan. Terlihat bahwa, pemilihan satuan dapat menghindarkan
kita dari pemakaian awalan satuan.
8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->