P. 1
Sistem Pemerintahan Presidensial Dan Parlementer

Sistem Pemerintahan Presidensial Dan Parlementer

|Views: 375|Likes:

More info:

Published by: Fanny Chie Vierrania on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2014

pdf

text

original

SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL DAN PARLEMENTER

Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik. Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut UndanagUndang Dasar.” Dengan demikian, sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan presidensial? Untuk mengetahuinya, terlebih dahulu dibahas mengenai sistem pemerintahan. I. Pengertian Sistem Pemerintahan Istilah system pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan, tatanan, jaringan, atau cara. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah, dan yang berasal dari kata perintah. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata-kata itu berarti: a. b. c. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, atau, Negara. Pemerintahan adalaha perbuatan, cara, hal, urusan dalam memerintah

Maka dalam arti yang luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative, eksekutif, dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Dalam arti yang sempit, pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan; Kekuasaan Legislatif yang berate kekuasaan membentuk undang-undang; Dan Kekuasaan Yudiskatif yang berate kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif, legislative dan yudikatif. Jadi, system pemerintaha negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara, hubungan antarlembaga negara, dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan. Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. Misalnya, tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Lembaga-lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia. Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik, presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan

Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara-negara di Eropa Barat. Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam parlemen/DPR. Kabinet Ministrial Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan. baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. Kabinet Presidensial Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. kabinet nasional. II. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. sistem pemerintahan parlementer. Apabile semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet. Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada perlemen/DPR melainkan kepada presiden. dan kabinet ministrial. Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen). Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial. . cabinet ministrial dapat dibagi menjadi dua. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. yaitu cabinet parlementer dan cabinet ekstraparlementer. dan kabinet partai. cabinet parlementer dibagi menjadi tiga. sistem pemerintahan presidensial. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Kabinet parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. a. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif. Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Dari dua negara tersebut. yaitu kabinet koalisi. Kabinet dapat berbentuk presidensial. 2. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Apabila dilihat dari cara pembentukannya.melaksakan undang-undang. Bhakan. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat dan Indonesia b. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya). yaitu: 1. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia. Pada umumnya.

Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. c. b. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. b. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. 2. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhatihati dalam menjalankan pemerintahan. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Dalam sistem pemerintahan presidensial. . badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. c. 4. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 1. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. 3. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. berikut ini ciri-ciri. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. berikut ini ciri-ciri. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah.Untuk lebih jelasnya. Selanjutnya. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial. Dalam sistem ini. 5. d. Untuk lebih jelasnya. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. 6.

India. Misalnya. Amerika Serikat dan Inggris masingmasing dianggap pelopor dari sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. Negara tersebut memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar. Brasil. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. d. 6. sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. kemudian dicontoh oleh negara-negar lainnya. Sistem pemerintahan negara-negara didunia ini berbeda-beda sesuai dengan keinginan dari negara yang bersangkutan dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negaranya. Misalnya. dan Argentina. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. 5. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Dari dua model tersebut. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara Terhadap Negara-negara Lain. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. Malaysia. c. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. dan Australia. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. terdapat variasi-variasi disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara yang bersangkutan. negara Prancis sekarang ini. 3. Bahkan. Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat. Contohnya. Mesir. b. negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer ( mixed parliamentary presidential system ). Jepang. c. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen: Inggris. 2. Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak akan sama persis dengan sistem pemerintahan presidensial yang berjalan di Amerika Serikat. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya.Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. Presiden Indonesia adalah lima tahun. Filipina. 1. . tetapi juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan seharihari. 4. Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer. b. III. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas.

Suatu negara dapat mengadakan perbandingan sistem pemerintahan yang dijalankan dengan sistem pemerintahan yang dilaksakan negara lain. sistem pemerintahan suatu negara dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau model yang dapat diadopsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan negara lain. pemilihan presiden langsung dan mekanisme cheks and balance. Seusai kunjungan para anggota parlemen tersebut memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin luas untuk dapat mengembangkan sistem pemerintahan negaranya. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. sedangkan di Amerika Serikat tidak ada lembaga semacam itu. politisi. pengkajian. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer seara ideal. Indonesia banyak mengadopsi praktik-praktik pemerintahan di Amerika Serikat. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain. Sistem Pemerintahan Indonesia a. 7. Salah satu kegunaan penting sistem pemerintahan adalah sistem pemerintahan suatu negara menjadi dapat mengadakan perbandingan oleh negara lain. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 4. 2. Sistem pemerintahan dari kedua negara tersebut selanjutnya banyak ditiru oleh negara-negara lain di dunia yang tentunya disesuaikan dengan negara yang bersangkutan. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Mereka melakukan pengamatan. dan para anggota parlemen negara sering mengadakan kunjungan ke luar negeri atau antarnegara. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. 3. 5. Para pejabat negara. perbandingan sistem pemerintahan negara yang dikunjungi dengan sistem pemerintahan negaranya. Namun. Contohnya. tidak semua praktik pemerintahan di Indonesia bersifat tiruan semata dari sistem pemerintahan Amerika Serikat. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat). IV. 6. Indonesia mengenal adanya lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat. Negara-negara dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antarsistem pemerintahan. Sebagai negara dengan sistem presidensial. Dengan demikian. Sistem Konstitusional. Pembangunan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak lepas dari hasil mengadakan perbandingan sistem pemerintahan antarnegara. 1. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut.Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. Misalnya. Konvensi Partai Golkar menjelang pemilu tahun 2004 juga mencontoh praktik konvensi di Amerika Serikat. . Menteri negara ialah pembantu presiden.

Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. 2000. 2001. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi 1. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. 6. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut. . berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. Namun. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. 4.Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). 2. Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. Sistem pemerintahan lebih stabil. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsure-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Berdasarkan hal itu. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. Untuk itu. b. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. dan 2002. Bentuk pemerintahan adalah republik. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. 5. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. 1. Memasuki masa Reformasi ini. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. yaitu pada tahun 1999. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Mekipun adanya kelemahan. Untuk masa jabatan 2004-2009. tidak mudah jatuh atau berganti. 3. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut. 2.

dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaraN . Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) Dengan demikian. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. sistem bikameral. 3.1. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. 4. antara lain adanya pemilihan secara langsung. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Jadi. mekanisme cheks and balance. 2. Perubahan baru tersebut. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->