P. 1
Membran Sel Dan Proses Osmosis Pada Telur Puyuh

Membran Sel Dan Proses Osmosis Pada Telur Puyuh

|Views: 75|Likes:
Published by lookingpost
none
none

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: lookingpost on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2013

pdf

text

original

Laporan Hasil Pengamatan Membran Sel dan Proses Osmosis pada Telur Puyuh

Nama Kelompok : 1. Adhy Nova Ifadah (29) 2. Dayan Rizal P.P (33) 3. M.Firdaus (34) 4. M.Salman Al Farisi (35) Tahun Pelajaran 2011/2012

Tujuan : - Mengamati membran sel dan osmosis pada telur puyuh (sel berukuran besar)

Dasar teori : Membran sel adalah fitur universal yang dimiliki oleh semua jenis sel berupa lapisan antarmuka yang disebut membran plasma, yang memisahkan sel dengan lingkungan di luar sel, terutama untuk melindungi inti sel dan sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma. Osmosis adalah pergerakan molekul air dari larutan dengan konsentrasi tinggi (potensial air lebih tinggi) ke larutan dengan kensentrasi rendah (potensial air lebih kecil), melalui membrane semipermeabel. Alat dan bahan : 1. 2. 3. 4. 5. Telur puyuh tiga buah (berukuran sama). Cuka dua buah 25%. Gelas plastic tiga buah. Air keran. Penggaris.

Cara kerja : Membran sel : Letakkan satu telur puyuh ke dalam gelas plastic. Setelah itu di beri air vuka, dan biarkan selama 1 jam sampai kulit telur mengelupas. Lalu di ambil dan di cuci bersih. Setelah di cuci, ambil telurnya dan di tusuk dengan jarum peniti. Setelah di tusuk dengan jarum peniti, keluarkan isinya yang ada di dalam telur puyuh tersebut.

Osmosis : Letakkan satu butir telur puyuh ke dalam gelas plastik yang berisi cuka, dan biarkan hingga kulit telur mengelupas. Setelah kulit telur mengelupas, ambil dan ukurlah panjang dan lebar telur tersebut. Letakkan kedua telur (telur tanpa kulit dan telur yang masih utuh) ke dalam gelas yang berisi air kran dan tutuplah dengan plastik untuk mengurangi penguapan. Biarkan selama kurang lebih 3 hari. Setelah 3 hari, ambil dan bandingkan ukuran kedua telur tersebut.

-

Hasil pengamatan : Membran sel: Sel telur yang direndam di dalam air cuka mengelupas. Apabila telur di tusuk dengan peniti akan menyusut menjadi lapisan tipis.

Osmosis : Telur yang masih mempunyai kulit tidak mengalamani perubahan. Sedangkan telur yang sudah tidak mempunyai kulit mengalamai perubahan panjang dan lebarnya.

Pembahasan : Membran sel : Telur yang direndam terlalu lama di dalam air cuka membuat kulit telur terkelupas, sedangkan telurnya menjadi lunak. Apabila telur di tusuk dengan peniti maka telur akan menyusut dan menjadi lapisan tipis. Osmosis : Telur yang direndam terlalu lama di air akan menjadi besar, itu di akibatkan telur yang tidak mempunyai kulit yang kulitnya sudah terkelupas mempunyai celah untuk jalan masuknya air. Sehingga telur tersebut mempunyai ukuran yang lebih besar daripada telur yang kulitnya masih utuh. Sedangkan telur yang direndam di air kran akan membuar telur itu menjadi busuk

Kesimpulan : Membran sel : “ Telur yang tidak mempunyai kulit karena di rendam di dalam air cuka akan menjadi lunak dan bila di tusuk akan menjadi lapisan tipis. Osmosis : “ Telur yang tidak mempunyai kulit atau yang kulitnya sudah terkelupas mempunyai celah untuk jalan masuknya air. Sehingga telur tersebut mempunyai ukauran yang lebuh besa daripada telur yang kulitnya masih utuh.

Daftar pusaka

Aryulina, Diah, dkk. 2006. BIOLOGI SMA. Esis. JAKARTA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->