sejarah perkembangan psikolinguistik SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLINGUISTIK A.

PENDAHULUAN Psikolinguistik merupakan ilmu yang dikaji secara terpisah baik oleh pakar linguistik maupun pakar psikologi. Istilah psikolinguistik sendiri pertama kali digunakan oleh Thomas A. Sebeok dan Charles E. Osgood pada tahun 1954 pada sebuah buku yang berjudul Psycholinguistik : A Survey of Theory and Research Problems. . Dasar-dasar ilmu psikologi menurut Osgoods dan Sebeok adalah : a. Psikolinguistik adalah suatu teori linguistik berdasarkan bahasa yang dianggap sistem elemen yang saling berhubungan erat. b. Psikolinguistik adalah satu teori pembelajaran yang berdasar pada bahasa yang dianggap sebagai sistem tabiat. c. Psikolinguistik adalah satu teori informasi yang menganggap bahasa sebagai alat untuk menyampaikan suatu benda. Psikolinguistik adalah ilmu gabungan antara dua ilmu: psikologi (kejiwaan) dan linguistik (kebahasaan). Maka psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari proses-proses mental yang dilalui oleh manusia dalam rangka bahasa. Secara rinci psikolinguistik mempelajari empat topik utama: a) Komprehensi, yakni proses mental yang dilalui oleh manusia sehingga dapat menangkap apa yang dikatakan orang dan memahami apa yang dimaksud. b) Produksi, yakni proses-proses mental pada diri manusia yang membuatnya dapat berujar seperti yang ujarkan. c) Landasan biologis serta neurologis yang membuat manusia bisa berbahasa. d) Pemerolehan bahasa, yakni bagaimana cara seseorang memperoleh bahasa.

B. PEMBAHASAN Pada perkembangannya, ada beberapa pakar psikologi yang juga tertarik untuk mengkaji psikologi secara linguistis. Mereka adalah: 1. Watson (1878-1958), menyamakan antara perilaku berbahasa dengan perilaku lainnya seperti makan, berjalan, dll. Perilaku bahasa menurut Watson adalah hubungan stimulus-respons yang menyamakan perilaku kata dengan benda. 2. John Dewey (1859-1952), menafsirkan bahasa anak-anak berdasarkan prinsip-prinsip psikologi. Beliau menyarankan agar penggolongan kata untuk anak-anak berdasarkan pada makna yang dipahami anak-anak. 3. Wundt (1932-1920), mengjelaskan bahasa alat untuk melahirkan pikiran. Hal ini terjadi karena terdapat perasaanperasaan serta gerak-gerak yang melahirkan bahasa secara tidak sadar. Menurut Wund, satu kalimat merupakan suatu kejadian akal yang terjadi secara serempak. Wundt terkenal dengan teori performansi bahasa (language 4 performance). Teori ini menjelaskan dua aspek, yakni fenomena luar (citra bunyi) dan fenomena dalam (rekaman pikiran). 4. Karl Buchler, menyatakan bahwa bahasa manusia memiliki tiga fungsi yang disebut Organon Modell der Saprch yaitu, Kungabe adalah tindakan komunikatif berwujud verbal. Appell adalah permintaan yang ditujukan kepada orang lain. Darstellung adalah penggambaran masalah pokok yang dikomunikasikan. 5. Weiss, mengakui adanya aspek mental dalam bahasa. Hanya saja, karena wujud bahasa tidak tampil secara fisik maka sukar dikaji dan diwujudkan kecuali bahasa berada pada konteks sosialnya. Masalah yang berhasil dipecahkn adalah: a. Bahasa merupakan satu kumpulan respons yang jumlahnya tidak terbatas terhadap suatu stimulus. b. Pada dasarnya, perilaku bahasa menyatukan anggota suatu masyarakat ke dalam organisasi gerak syaraf.

c. Perilaku bahasa adalah sebuah alat untuk mengubah dan meragamkan kegiatan seseorang sebagai hasil warisan dan hasil perolehan. d. Bahasa dapat merupakan stimulus terhadap suatu respons. e. Respons bahasa sebagai suatu stimulus pengganti untuk benda dan keadaan yang sebenarnya memungkinkan kita untuk memunculkan kembali suatu hal yang pernah terjadi, dan menganalisis kejadian ini dalam bagian-bagian. Perkembangan disiplin ilmu psikolinguistik telah merangsang Mehler dan Noizet (1974), menuliskan ada tiga generasi perkembangan psikolinguistik. 1. Psikolinguistik Generasi Pertama Ditandai oleh penulisan artikel “Psycholinguistics : A Survey of Thery and Research Problems” yang disunting oleh C. Osgoods dan Sebeok. Maka kedua tokoh ini dinobatkan sebagai tokoh psikolinguistik generasi pertama. Menurut Parera (1996) dalam Abdul Chaer generasi pertama memiliki tida kelemahan : a. Adanya sifat reaktif dari psikolinguistik tentang bahasa yang memandang bahwa bahasa bukanlah satu tindakan atau perbuatan manusiawi melainkan dipandang sebagai satu stimulus-respons. b. Psikolinguistik bersifat atomistik. Sifat ini nampak jelas ketika Osgoods mengungkapkan teori pemerolehan bahasa bahwa jumlah pemerolehan bahasa adalah kemampuan untuk membedakan kata atau bentuk yang berbeda, dan kemampuan untuk melakukan generalisasi. c. Bersifat individualis. Teorinya menekankah pada eprilaku berbahasa individu-individu yang terisolasi dari amsyarakat dan komunikasi nyata. 2. Psikolinguistik Generasi Kedua Psikologi generasi ini berpendapat bahwa dalam proses berbahasa bukanlah butir-butir bahasa yang diperoleh, melaikan kaidah dan sistem kaidahnya. Penggabungan antara Miller dan Chomsky merupakan penggabungan model linguistik tatabahasa yang relatif berbeda dengan proses psikologi. Tokoh fase ini lebih mengarah pada manifestasi ujaran sebagai bentuk linguistik. G.S. Miller dan Noam Chomsky menyatakan beberapa hal tentang psikolinguistik: a. Dalam komunikasi verbal, tidak semua ciri-ciri fisiknya jelas dan terang, dan tidak semua cirinya terang dalam ujaran. b. Makna sebuah tuturan tidak boleh dikacaukan dengan apa yang ditunjukkan. Makna adalah sesuatu yang sangat kompleks yang menyangkut antar hubungan simbol-simbol atau lambang-lambang c. Struktur sintaksis sebuah kalimat terdiri atas satuan interaksi antara makna kata yang terdapat dalam kalimat tersebut. d. Jumlah kalimat dan jumlah makna yang dapat dinyatakan tidak terbatas jumlahnya. e. Ada komponen biologis yang besar untuk menentukan kemampuan berbahasa. Kemampuan berbahasa ini tidak tergantung pada intelegensi dan besarnya otak, melainkan bergantung pada “manusia”. 3. Psikolinguistik Gegerasi Ketiga Kekurangan analisis pada psikolinguistik generasi kedua kemudian diperbaharui oleh psikolinguistik generasi ketiga. G. Werstch dalam bukunya Two Problems for the New Psycholinguistics memberi karakteristik baru ilmu ini sebagai “psikolinguistik baru”. Beberapa ciri psiklonguistik generasi ketiga ini adalah : a. Orientasinya kepada psikologi, tetapi bukan psikologi perilaku. b. Keterlepasan mereka dari kerangka “psikolinguistik kalimat”, dan lebih mengarah pada “psikolnguistik situasi dan konteks”. c. Adanya pergeseran dari analisis proses ujaran yang abstrak ke satu analisis psikologis mengenai komunikasi dan

Wundt. Bagaimana manusia memahami bahasa. Psikolinguistik Gegerasi Ketiga yaitu oleh G. program artikulasi dan artikulasi. Waluyo. 2006:1) psikolinguistik adalah ilmu yang menelaah tentang apa yang diperoleh seseorang. bagaimana mereka memperoleh bahasa (producing language and speech). Osgood pada tahun 1954 pada sebuah buku yang berjudul Psycholinguistik : A Survey of Theory and Research Problems. Pakar-pakar itu adalah John Dewey. Dan Pada perkembangannya. memproduksi bahasa dan bagaimana mereka memperoleh kedua kemampuan tersebut. Sebeok dan Charles E. tatar konstituen. Watson.Osgoods dan Sebeok. Istilah psikolinguistik sendiri pertama kali digunakan oleh Thomas A.pikiran. juga menulis. yaitu merencanakan dan melaksanakan yang meliputi tatar wacana. Karl Buchler. sedangkan dalam arti luas. C. Psikolinguistik Generasi Pertama ditandai penulisan artikel oleh C. Produksi sering diidentikkan dengan berbicara. yakni psikologi yang membahasa tentang pemaman dan berfikir. ada beberapa pakar psikologi yang juga tertarik untuk mengkaji psikologi secara linguistis. Dalam berbicara. Pemahaman dapat didefinisikan dalam dua sudut pandang: dalam arti sempit dan dalam arti luas. meskipun produksi juga mencakup menulis. 3. Dalam arti sempit pemahaman berarti proses mental untuk menangkap bunyi-bunyi yang diujarkan seorang penutur untuk membangun sebuah interpretasi mengenai apa yang dia anggap dimaksudkan oleh si penutur. hasil interpretasi tersebut digunakan untuk melakukan tindakan-tindakan yang relevan. Perbedaan antara kajian Psikolinguistik dan Sosio-linguistik Menurut Foos (dalam Herman J. 2. . 1. b. tatar kalimat. Psikolinguistik Generasi Kedua yaitu penggabungan antara Miller dan Chomsky merupakan penggabungan model linguistik tatabahasa yang relatif berbeda dengan proses psikologi. bagaimana mereka menggunakan bahasa dalam proses mengingat dari memahami bahasa itu (comprehension and memory). Dalam Perkembangan disiplin ilmu psikolinguistik telah merangsang Mehler dan Noizet (1974). Werstch dalam bukunya Two Problems for the New Psycholinguistics. dan Weiss. menuliskan ada tiga generasi perkembangan psikolinguistik. seorang penutur melakukan dua jenis kegiatan. Psikolinguistik berhubungan erat dengan psikologi kognitif. SIMPULAN Psikolinguistik merupakan ilmu yang dikaji secara terpisah baik oleh pakar linguistik maupun pakar psikologi. jika mereka melaksanakan proses perolehan bahasa (language acquisition).

pandangan ini berpendapat bahwa seseorang berperilaku seperti yang mereka lakukan itu bisa merupakan hasil perilaku badan secara tersendiri. ilmu kognitif. Psikolinguistik cenderung bersifat mentalistik dan bukan behavouristik Karena berhubungan faktor-faktor penggunaan bahasa dengan factor-faktor diluar bahasa di dalam masyarakat bahasa. Kajiannya semula lebih banyak bersifat filosofis.Dari pengertian yang dinyatakan Foos tersebut dapat dilihat. dan (3) proses pemahaman dan ingatan. terutama dalam kaitan dengan keterhubungan antara bahasa. Sejumlah konsep pendapat-pendapat para teorisi mengenai bagaimana seseorang memahami dan merespons terhadap apa-apa yang ada di alam semesta ini. Artinya bahwa badan dan akal dianggap sebagai dua hal yang berinteraksi satu sama lain. Kita telah berbicara mengenai pandangan-pandangan kaum mentalis dan kaum bahavioris. dan teori informasi untuk mempelajari cara otak memroses bahasa. Kemampuan kewacanaan mengacu pada interpretasi terhadap unsur-unsur pesan secara individual. (koherensi) serta keseluruhan makna wacana. kepantasan. dan keduanya merupakan proses bagaimana seseorang mengerti bahasa. kita dihadapkan juga dengan perkembangan bahasa anak. Faktor-faktor itu misalnya: sopan santun. Dalam kaitan dengan perilaku secara keseluruhan. Menurut kaum mentalis. Oleh karena itu psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan psikologi kognitif. Bahasa pada anak-anak didapat dari proses memperhatikan tata bahasa serta pembaharuan asli bahasa orangtuanya yang kermudian dia cocokkan rangkaian hipotesis tata bahasa tadi dengan ucapan-ucapan orangtuanya lalu ia apdukan dengan tata bahsa baru buatannya sendiri sebagai . yakni empirisme dan rasionalisme. Dalam proses produksi bahasa dibahas juga proses kerja otak manusia. Sosiolinguistik yang mengacu pada pemahaman terhadap konteks sosial tempat terjadinya peristiwa komunikasi. Psikolinguistik mempelajari faktor-faktor psikologis dan neurobiologis yang memungkinkan manusia mendapatkan. neurologi. dan sebagainya. kejelasan (tidak ambigu). seperti bernapas atau bisa pula merupakan hasil interaksi antara badan dan pikiran. kelucuan. Dalam hal ini kita berhadapan dengan neorolinguistik. Mentalisme dapat dibagi menjadi dua. karena masih sedikitnya pemahaman tentang bagaimana otak manusia berfungsi. yang salah satu di antaranya mungkin menyebabkan atau mungkin mengontrol peristiwaperistiwa yang terjadi pada bagian lainnya. dan memahami bahasa. hubungan antara pesan-pesan itu dalam suatu wacana. ujaran dan pikiran. kelayakan (cukup tidaknya ekspresi bahasa). c. kita dihadapkan dengan proses mengingat bahasa. Penelitian modern menggunakan biologi. seorang manusia dipandang memiliki sebuah akal (mind) yang berbeda dari badan (body) orang tersebut. Dalam proses pemahaman bahasa. menggunakan. Fenomena mentalistik yang dimaksud ialah proses berfikir yang dilakukan secara tidak sadar seperti pemerolehan bahasa pada anak-anak. Dalam proses perolehan bahasa. bahwa psikolinguistik berhubungan dengan: (1) proses perolehan bahasa. (2) proses produksi bahasa.

kenyataan bahwa orang tuli dapat memberi respons yang memadai terhadap orang yang berinteraksi dengannya. Namun. sampai struktur wacana. Mengapa diperlukan adanya kajian ilmu antardisiplin? Jelaskan! Jawab: a. mulai dari struktur fonologi. Hubungan tersebut jelas sebab apabila kita ingin memandang miliki bahasa sebagai suatu ciri biologis manusia. psikologi. Anggapananggapan bahwa:(1) bahasa merupakan landasan bagi pikiran.tata bahasa tunggal. namun tidak begitu jelas hubungan komponen tata bahasa anak dengan tata bahasa orang dewasa. dan pemahaman manusia mengenai dunia di sekelilingnya serta mengenai budaya tempat ia hidup memiliki argumen argumen yang kurang kuat. seperti faktor sosial. morfologi. maka haruslah kita menjelaskan bagaimana cara suatu system biologis seperti otak manusia dapat mewujukan kreativitas. hanya dua anggapan yang paling penting yang disajikan. seni. Selain pemerolehan bahasa anak. sintaksis. Buktibukti bahwa anak-anak yang belum bisa berbicara telah mampu memahami ujaran orang yang berbicara kepadanya. Walaupun demikian ditemukan pula adanya kesulitan-kesulitan dalam penelitian tersebut. dan sebagainya. AWABAN PSIKOLINGUISTIK (Abdul Chaer) BAB I PENDAHULUAN TUGAS DAN LATIHAN 1. Kajian bahasa secara itnernal adalah kajian yang dilakukan terhadap struktur internal bahasa itu. Kajian secara eksternal adalah kajian yang berkaitan dengan hubungan bahasa itu dengan faktor-faktor atau hal-hal yang ada di luar bahasa. dan kenyataan bahwa multibahasawan hanya memiliki satu keyakinan dan pandangan hidup. yang kemudian diikuti oleh argumen-argumen yang menentang anggapan tersebut. Jelaskan yang dimaksud dengan kajian bahasa secara internal dan secara eksternal! b. Dua anggapan lainnya hanya disarikan dan disajikan secara singkat. Selain itu juga hasil penelitiannya pun dapat membantu mencari solusi pada aneka ragam masalah serta dari hasil penelitian itu pula jelaslah bahwa fenomena pemerolehan bahasa relevan bagi perkembangan teori linguistic. etnis. Penelitina itu penting karena bahasa anak memang manarik untuk diteliti. (3) bahasa mempengaruhi pandangan. Anggapan-anggapan kaum behavioris mengenai keterkaitan antara bahasa dengan pikiran. bahasa sebagai satuan kognitif juga menerangkan bahwa bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi. . a. Pemerolehan bahasa oleh anak-anak dapat diketahui dengan mengadakan penelitian mengenai bahasa anak itu sendiri. persepsi. (2) bahasa merupakan landasan utama bagi pikiran. serta kenyataan bahwa orang-orang yang memiliki bahasa yang sama memiliki persepsi yang berbeda mengukuhkan kelemahan argumen tersebut. Dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa meski agak jelas beda dalam permukaan struktur bahasa anak dengan orang dewasa.

Secara umum pembidangan linguistik itu terbagi tiga. a. yaitu linguistik mikro (struktur internal bahasa sebagai objek kajian) dan linguistik makro (kajian bahasa dalam hubungannya dengan faktor di luar bahasa). c. Psikologi yang kognitifistik mencoba mengkaji proses-proses kognitif manusia secara ilmiah. Coba jelaskan di mana letak perbedaannya! b. a. beserta dengan berbagai aspek dan segi yang menyangkut bahasa itu. dan selanjutnya bagaimana mengawasi dan mengontrol perilaku tersebut. Linguistik dan psikologi sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. b. Mengapa dirasakan perlu adanya kajian bersama antara psikologi dan linguistik? Jelaskan! c. yaitu: (1) Menurut objek kajiannya. Seorang linguis mempelajari bahasa dengan tujuan utama untuk mengetahui secara mendalam mengenai kaidah-kaidah struktur bahasa. sehingga istilah itu kurang tepat. yaitu linguistik teoretis (ditujukan untuk mencari atau menemukan teori-teori linguistik dan membuat kaidah-kaidah linguistik secara deskriptif) dan linguistik terapan (ditujukan untuk menerapkan kaidah-kaidah linguistik dalam kegiatan praktis). Coba diskusikan dengan teman Anda apa yang menjadi tujuan utama dari kajian psikolinguistik! d. Bagaimana hubungan linguistik dengan psikolinguistik? Diskusikanlah! Jawab: a. Psikologi yang behavioristik mencoba mengkaji perilaku manusia yang berupa reaksi apabila suatu rangsangan terjadi. maupun hasil kerjanya). sehingga harus diganti dengan istilah psikologi! b. (2) Menurut tujuan kajiannya. 3. Jelaskan tujuan utama seorang linguis mempelajari bahasa! b. b. (3) Linguistik sejarah (mengkaji perkembangan dan perubahan suatu bahasa dan sejumlah bahasa) dan sejarah linguistik (mengkaji perkembangan ilmu linguistik baik mengenai tokoh-tokohnya. yang behavioristik. 4. Diskusikan dengan teman Anda mengapa istilah ilmu jiwa tidak dapat dipertahankan penggunaannya. Psikologi yang mentalistik mencoba mengkaji proses-proses akal manusia dengan cara mengintrospeksi atau mengkaji diri. Diskusikan dengan teman Anda konsep dasar tentang psikologi yang mentalistik. Kajian ilmu antardisiplin diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan manusia yang semakin kompleks. Istilah ilmu jiwa tidak dapat dipertahankan penggunaannya karena bidang ilmu ini memang tidak meneliti jiwa atau roh atau sukma.b. a. Diskusikan mengenai pembidangan linguistik berdasarkan beberapa kriteria pembidangan! c. dan yang kognitifistik! Jawab: a. Bantuan ilmu antardisiplin apalagi yang diperlukan untuk dapat menerangkan hakikat bahasa itu? . 2. aliran-aliran teorinya. Bahasa dapat menjadi objek kajian linguistik dan dapat juga menjadi objek kajian psikologi.

Subdisiplin psikolinguistik mana yang sangat diperlukan bantuannya dalam pengajaran bahasa? Jelaskan! Jawab: a. dan otak manusia. (3) Psikolinguistik sosial: berkenaan dengan aspek-aspek sosial bahasa. (5) Psikolinguistik-Neurologi (Neuropsikolinguistik): mengkaji hubungan antara bahasa. c. d. (4) Psikolinguistik pendidikan: mengkaji aspek-aspek pendidikan secara umum alam pendidikan formal di sekolah. Bagaimana tanggapan Anda mengenai masasalah tersebut? Jawab: 6. berbahasa. baik pemerolehan bahasa pertama maupun bahasa kedua. Kajian bersama antara psikologi dan linguistik dirasakan perlu untuk mengkaji bahasa dan hakikat bahasa. 5. (6) Psikolinguistik Eksperimen: meliputi dan melakukan eksperimen dalam semua kegiatan bahasa dan berbahasa pada satu pihak dan perilaku berbahasa dan akibat berbahasa pada pihak lain. Cobalah bicarakan dengan teman Anda mengenai pendapat para pakar mana yang menjadi induk dari psikolinguistik itu! b. (7) Psikolinguistik terapan: berkaitan dengan penerapan dari temuan-temuan enam subdisiplin psikolinguistik di atas ke dalam bidang-bidang tertentu yang memerlukannya. b. Hasil kajian kedua disiplin ini pun banyak yang sama. a. Tujuan utama dari kajian psikolinguistik secara teoretis adalah mencari satu bahasa yang secara linguistik bisa diterima dan secara psikologi dapat menerangkan hakikat bahasa dan pemerolehannya. neurolinguistik. sedangkan dalam psikologi yang dikaji adalah perilaku berbahasa atau proses berbahasa. meskipun tidak sedikit yang berlainan. . Psikolinguistik “katanya” terbentuk dari psikologi dan linguistik. antara lain neurofisiologi.Jawab: a. tetapi dengan teori yang berlainan. neuropsikologis. (1) Psikolinguistik teoretis: membahas teori-teori bahasa yang berkaitan dengan proses-proses mental manusia dalam berbahasa. Subdisiplin psikolinguistik yang sangat diperlukan bantuannya dalam pengajaran bahasa adalah psikolinguistik pendidikan karena mengkaji aspek-aspek pendidikan secara umum dalam mengajar terutama pada pendidikan formal di sekolah. Dalam linguistik objek kaliannya adalah struktur bahasa. Bantuan ilmu antardisiplin yang diperlukan untuk dapat menerangkan hakikat bahasa. Hal ini dikarenakan meskipun cara dan tujuannya berbeda. (2) Psikolinguistik perkembangan: berkaitan dengan proses pemerolehan bahasa. tetapi banyak jgua bagian-bagian objeknya yang dikaji dengan cara yang sama dan dengan tujuan yang sama. Sebutkan dan jelaskan secara singkat mengenai subdisiplin dalam psikolinguistik! b. dan sebagainya. a. b.

. dan bagaimana cara menyembuhkannya? (8) Bagaimana bahasa itu harus diajarkan supaya hasilnya baik? dan sebagainya. Masalah-masalah yang mejadi pokok bahasan linguistik. hakikat reaksi terhadap rangsangan tersebut. sehingga penting untuk mengetahui cara mengajarkan suatu bahasa. Bicarakanlah dengan teman Anda mengenai masalah-masalah yang menjadi pokok bahasan psikolinguistik! b. tiga. Pokok bahasan mana yang sangat berkatian dengan pembelajaran bahasa? Jelaskan! Jawab: a. Pokok bahasan yang sangat berkaitan dengan pembelajaran bahasa adalah mengenai bagaimana bahasa itu harus diajarkan supaya hasilnya baik. b. 7. Psikolinguistik: Psikologi dan Linguistik Secara umum. Di dalam perilaku manusia ini termasuklah perilaku bahasa.a. dan hakikat proses-proses akal yang terjadi sebelum reaksi dimaksud. Secara sederaha dapat dikatakan bahwa psikologi mengkaji perilaku manusia yang timbul akibat adanya rangsangan tertentu. psikolinguistik berinduk pada psikologi karena istilah itu merupakan nama baru dari psikologi bahasa (psyschology of language) yang telah dikenal beberapa waktu sebelumnya. psikologi lazim diartikan sebagai bidang ilmu yang mempelajari perilaku manusia melalui pengkajian terhadap hakikat rangsangan. a. atau banyak bahasa? (4) Bagaimana proses penyusunan kalimat atau kalimat-kalimat? Proses apakah yang terjadi di dalam otak waktu berbahasa? (5) Bagaimanakah bahasa itu tumbuh dan mati? Bagaimana proses terjadinya sebuah dialek? Bagaimana proses berubahnya suatu dialek menjadi bahasa baru? (6) Bagaimanakah hubungan bahasa dengan pemikiran? Bagaimana pengaruh kedwibahasaan atau kemultibahasaan dengan pemikiran kecerdasan seseorang? (7) Mengapa seseorang menderita penyakit atau mendapatkan gangguan berbicara (seperti afasia). Psikolinguistik memang berinduk pada psikologi karena psikologi seseorang akan mempengaruhinya dalam berbahasa. antara lain: (1) Apakah sebenarnya bahasa itu? Apakah yang dimiliki oleh seseorang sehingga dia mampu berbahasa? Bahasa itu terdiri dari komponen-komponen apa saja? (2) Bagaimana bahasa itu lahir dan mengapa dia harus lahir? Di manakah bahasa itu berada atau disimpan? (3) Bagaimana bahasa pertama (bahasa ibu) diperoleh seorang kanak-kanak? Bagaimana perkembangan penguasaan bahasa itu? Di manakah bahasa kedua itu dipelajari? Bagaimanakah seseprang menguasai dua. Hal ini dikarenakan pembelajaran bahasa dapat dicapai dengan baik jika cara mengajarkannya juga baik. Beberapa pakar berpendapat.

Hakikat bahasa yang dimasudkan meliputi bahasa sebagai system bunyi. mereka memerlukan analisis kebahasaan dari ahli-ahli lingusitik. Linguistik adalah cabang ilmu yang mempelajari hakikat dan struktur bahasa. . Akar psikolinguistik sesungguhnya sudah terlihat pada awal abad ke-19 ketika Wilhelm von Humboldt. Pada tahun 1954 terbit buku Psycholinguistics: A Survey of Theory and Research Problem. mengungkapkan bahwa bahasa bukanlah sekedar entitas dalam pengertian satu benda. morfem. system makna. James Jenkins. Dia berkesimpulan bahwa struktur bahasa menentukan struktur pemikiran manusia. Inilah buku psikolinguistik pertama yang disunting oleh Charles Osgood (psikolog) dan Thomas Sebeok (linguis). dalam pengertian bagaimana bahasa dipahami (decoding) dan diproduksi (encoding) oleh manusia. Jejak langkah psikolinguistik menjadi lebih jelas lagi bila kita memperhatikan kategori-kategori bahasa yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure yang tertuang dalam konsep langue dan parole. Edward Sapir . Menurut Saussure. mencoba mengkaji hubungan bahasa dengan pemikiran manusia. seorang ahli linguistic Jerman. George Miller.Tidak banyak yang diketahui ahli psikologi mengenai bahasa. menjadi objek kajian psikologi. Floyd Lounsbury. dan kalimat. dan Thomas Sebeok (ahli linguistik). Jespersen. dalam memerikan perilaku bahasa manusia. dan sebagainya. Humboldt sampai pada suatu kesimpulan bahwa tata bahasa suatu masyarakat menentukan pandangan hidup masyarakat penutur bahasa itu. seorang ahli bahasa dan antropologi Amerika awal abad ke-20. linguistic memerlukan analisis psikologi. Joseph Grennsberg. Karena itulah. system yang arbitrer. bahasa dalam konsep parole-lah yang menjadi objek kajian linguistic. seorang ahli linguistic Denmark. masingmasing: John Caroll. Pada tahun 1953. Perilaku. John Caroll bersama teman-teman dan sejumlah mahasiswanya mengadakan seminar psikolinguistik di Indiana University. sedangkan bahasa dalam wujud langue menjadi objek kajian psikologi. dalam rangka memehami perilaku bahasa manusia. Charles Osgood (ahli psikologi). Dengan melakukan studi banding terhadap tata bahasa-tata bahasa yang berbeda. sebuah seminar diselenggarakan di Cornell University yang disponsori oleh The Social Science Research Council. Linguistic tidak membahas perilaku bahasa manusia. Bahasa adalah symbolsimbol di dalam otak manusia yang melambangkan dan membangkitkan pikiran. Struktur bahasa yang dimaksudkan adalah fonem. Seminar ini menghadirkan 7 orang ahli psikologi dan linguistic. secara spesifik. seperti seekor anjing atau tepian sebuah pantai. Karena itulah. juga telah mengkaji hubungan bahasa dan pemikiran manusia. Sejarah Psikolingusitik Pada tahun 1951.

objek atau cakupan kajian psikolinguistik pada dasarnya merupakan gabungan dari objek kajian linguistic (bahasa) dan psikologi (gejala jiwa yang tercermin di dalam perilaku manusia). hanya hasil proses itu yang dapat diamati. dan juga belajar bahasa asing. Pendidikan dan pembelajaran bahasa ynag dimaksudkan di sini meliputi akuisisi bahasa. Belgia. Proses ini tidak kelihatan. Psikologi dalam Linguistik . melainkan deskripsi bahasa yang berproses di dalam jiwa manusia . pada tahun 1980 menjabarkan objek kajian psikolinguistik sebagai berikut: (1) proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran (2) akuisisi bahasa (3) pola tingkah laku berbahasa (4) Asosiasi verbal dan persoalan makna (5) Proses bahasa pada orang yang abnormal (6) Persepsi ujaran dan kognisi Betapa pun luas cakupan atau objek kajian psikolinguistik. 1. Dari aktivitas inilah lahir teori belajar bahasa. Dengan kata lain. proses belajar bahasa pertama. hal itu mencakup: (1) Apakah sebenarnya bahasa itu ? Apa yang dimiliki seseorang sehingga dia mampu berbahasa ? Bahasa itu terdiri atas komponen-komponen apa saja ? (2) Bagaimana bahasa itu lahir ? Di manakah bahasa itu berada atau disimpan ? (3) bahasa kedua dipelajari ? (4) Bagaimanakah proses penyusunan kalimat ? Proses apakah yang terjadi di dalam otak manusia ketika dia berbahasa ? (5) Bagaimanakah hubungan bahasa dengan pikiran ? (6) Mengapa seseorang dapat menderita ngangguan berbicara (afasia) ? (7) Bagaimana bahasa harus diajarkan agar hasilnya baik ? Hasil konferensi psikolinguistik di Mons.dewasa ini psikolinguistik lebih diarahkan kepada pendidikan atau pembelajaran bahasa.Objek Psikolinguistik Sebagaimana telah digambarkan pada uraian terdahulu. Seperti diungkapkan Chaer (2002:8-9). dapat disimpulkan bahwa objek kajian psikolinguistik sesungguhnya bahasa juga. Bahasa yang berproses di dalam jiwa manusia memiliki subkajian yang amat luas. Hasil perkerjaan seorang psikolinguis bukanlah deskripsi bahasa biasa. kedua. maka berbagai teori belajar yang berasal dari psikologi diarahkan untuk menguasai bahasa. Karena lebih diarahkan kepada pembelajaran bahasa. yakni bahasa yang berproses di dalam jiwa manusia.

Leonard Bloomfield (1887-1949). dan bagaimana keadaan bahasa itu di dalam otak (psikologi).Diantara mereka yang diketengahkan adalah Wilhelm Von Humboldt. pakar linguistik berkebangsaan Jerman. Leonard Bloomfield. Edward Sapir (1884-1939). psikolinguistik dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat dalam pengkajian bahasa. telah berusaha menerangkan apa sebenarnya bahasa itu (linguistik).Dari kajian itu beliau berkesimpulan bahwa bahasa terutama strukturnya merupakan unsur yang menetukan struktur pemikiran manusia. John Dewey (1859-1952).Beliau juga berpendapat bahwa berkomunikasi haris dilihat dari sudut perilaku. Edward Sapir. Dengan cara inilah maka.Kemudian. Caranya dengan membandingkan tata bahasa dari bahasa-bahasa yang berlainan dengan tabiat-tabiat bangsa-bangsa penutur bahasa itu. berdasarkan prinsip-prinsip psikologi akan dapat ditentukan hubungan antara kata-kata adverbial dan preposisidistu pihak dengan kata-kata berkelas . terutama sebagai penjelmaan dari adanya tekanan emosi yang sangat kuat. Bloomfield meninggalkan psikologi mentalisme Wundt. Wundt. Ferdinand de Saussure (1858-1913). telah mengikutsertakan psikologi dalam pengkajian bahasa. dan Weiss. Ferdinand de Saussure.Dalam sejarahnya kajian linguistik ada sejumlah pakar linguistik yang menaruh perhatian besar pada psikologi. Beliau mengkaji behasa dan perkembangannya dengan cara menafsirkan analisis linguisti kanak-kanak berdasarkan prinsip-prinsip psikologi. seorang empirisme murni. parole (bahasa sebagai tuturan konkret). Pada mulanya beliau menganalisis bahasa menurut prinsip-prinsip mentalisme yang sejalan dengan teori psikologi Wundt). pakar linguistik bangsa Amerika dalam usahanya menganalisis bahasa telah dipengaruhi oleh dua aliran psikologi yang saling bertentangan. Langue (bahasa tertentu yang bersifat abstrak). Linguistik dalam Psikologi Dalam sejarahnya perkembangan psikologi ada sejumlah pakar psikologi ada sejumlah pakar psikologi yang menaruh perhatian pada linguistik. pakar psikologi berkebangsaan Amerika. telah menganalisis bahasa menurut pikologi mentalistik yang juga sedikit berbau behaviorisme. 2. Menurut Sapir. lalu menganut paham psikologi behaviorisme Watson dan Weiss. Watson. Beliau memperkenalkan tiga istilah tentang bahasa yaitu langage (bahasa umumnya bersifat abstrak). telah mencoba mengkaji hubungan antara bahasa dengan pemikiran manusia. Karl Buchler.Beliau menerapkan teori psikologi behaviorisme dalam teori bahasanya yang kini dikenal sebagai linguistik structural atau linguistik taksonomi. sejak tahun 1925.Diantara mereka yang patut diketengahkan adalh John Dewey. yaitu mentalisme dan behaviorisme. Pakar linguistik berkebangsaan Denmark. Otto Jespersen. pakar linguistik berkebangsaan Swiss.Di sini beliau berpendapat bahwa berbahasa dimulai dari melahirkan pengalaman yang luar biasa. Von Humboldt (1767-1835).Jespersen berpendapat bahwa bahasa bukanlah satu wujud dalam pengertian satu benda seperti sebuah meja atau seekor kucing melainkan merupakan satu fungsi manusia sebagai lambing-lambang di dalam otak yang melambangkan pikiran atau yang membangkitkan pikiran itu. Beliau juga mencoba mengkaji hubungan bahasa dengan pemikiran. dan Otto Jespersen. pakar linguistik dan antropologi bangsa Amerika.

Dengan kata lain. Watson (1878-1958) ahli psikologi behaviorisme berkebangsaan Amerika. dengan yang eksplisit. Weiss lebih cenderung mengatakan bahwa bahasa itu sebagai satu bentuk prilaku apabila seseorang menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sosialnya. sebuah ilmu psikologi tidak mungkin dapat hidup tanpa sebuah ilmu bahasa. interaksi antara fenomena dalam akan dapat dipahami dengan lebih baik melalui pengkajian struktur bahasa. 1. seorang ahli psikologi yang yang beralih menjadi ahli linguistik. Pengkajian seperti ini. Karl Buchler. dan melompat. maka terwujudnya itu sukar dikaji atau ditunjukkan. Sedangkan darstellung adalah penggambaran pokok masalah yang dikomunikasikan. 3.Fenomena luar yang berupa cipta bunyi. dengan pengkajian kelas kata berdasarkan pemahaman kanak-kanak kita dapat menetukan kecendrungan akal (mental) kanak-kanak yang dihubungkan dengan perbedaanperbedaan linguistik. Jadi. Dalam bukunya Sprach Theorie (1934). Wundt (1832-1920) ahli psikologi berkebangsaan Jerman. seperti makan. menurut Dewey akan memberikan bantuan yang besar kepada psikologi bahasa pada umumnya. beliau menyatakan bahwa bahasa manusia itu mempunyai tiga fungsi yang disebut Kungabe (kemudian disebut Ausdruck) Appell (yang sebelumnya disebut Auslosung). Yang dimaksud dengan Kungabe adalh tindakan komunikatif yang diwujudkan dalam bentuk verbal. ahli psikologi behaviorisme Amerika. Yaitu oleh Heyman Steinthal. Beliau mengakui adanya aspek mental dalam bahasa. berjalan.nomina dan adjektiva dipihak lain. Weiss.Oleh karena itu.Beliau menyatakan bahwa bahasa adalah alat untuk melahirkan pikiran.Teori ini didasarkan pada analisis psikologi yang dilakukannya terdiri dari dua aspek yaitu. Menurut Steinthal. Kerja sama ini lebih erat dilakukanpada tahun 1901 di Jerman oleh Albert Thumb seorang ahli linguistik dengan Karl Marbe seorang ahli psikologi yang . dan 2. yakni yang berupa tuturan. Appell adalah permintaan yang ditujukan kepada orang lain.Namun. Juga dikatakannya bahwa satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam akal manusia adalah melalui hukum-hukum asal bahasa dan bukan melalui pancaindra manusia. kemudiandia telah menyamakan berbahasa itu dengan teori stimulus respons (S-R) yang dikembangkan oleh Pavlov. Beliau menempatkan prilaku berbahasa sama dengan prilaku atau kegiatan lainnya.Di samping itu.Fenomena dalam yang berupa rentetan pikiran. pakar linguistik berkebanngsaan Jerman.Hal ini menujukkan bahwa analisis yang dibuat Wundt terhadap hubungan system fenomena linguistik (bahasa). dan Darstellung. Wundt juga dikenal sebagai pengembang teori performansi bahasa (language performance). orang pertama yang mengembangkan secara sistematis teori mentalistik bahasa. Pada mulanya Watson hanya menghubungkan perilaku berbahasa yang implisit.Namun karena wujudnya tidak memiliki kekuatan bentuk fisik. Kerja sama Psikologi dan Linguistik Kerja sama secara langsung antara disiplin psikologi dan linguistik dimulai sejak 1860. dan Moria Lazarus seorang ahli linguistik yang beralih menjadi ahli psikologi dengan menerbitkan sebuah jurnal yang khusus membicarakan masalah psikologi bahasa dari sudut linguistik dan psikologi. yakni yang terjadi di dalam pikiran.

menuliskan ada tiga generasi perkembangan psikolinguistik.memnerbitkan buku Experimentelle Untersuchungen iiber die Psychologishen Grundlagen der Sprachlichen ana logiebieldung sebagai hasil kerja samanya. 3. Psikolinguistik Generasi Kedua Psikologi generasi ini berpendapat bahwa dalam proses berbahasa bukanlah butir-butir bahasa yang diperoleh. Psikolinguistik Generasi Pertama Ditandai oleh penulisan artikel “Psycholinguistics : A Survey of Thery and Research Problems” yang disunting oleh C. 2. Penggabungan antara Miller dan Chomsky merupakan penggabungan model linguistik tatabahasa yang relatif berbeda dengan proses psikologi. dan kemampuan untuk melakukan generalisasi. Teorinya menekankah pada eprilaku berbahasa individu-individu yang terisolasi dari amsyarakat dan komunikasi nyata. b. Secara khusus Thumb dan Marbe telah melakukan kajian yang mendalam mengenai bahasa dengan cara melakukan kerjasama antara analisis linguistik dari analogi dengan analisis psikologi dari hubungan pertuturan bahasa. c. Psikolinguistik bersifat atomistik. Adanya sifat reaktif dari psikolinguistik tentang bahasa yang memandang bahwa bahasa bukanlah satu tindakan atau perbuatan manusiawi melainkan dipandang sebagai satu stimulus-respons. b. Psikolinguistik adalah satu teori informasi yang menganggap bahasa sebagai sebuah alat untuk menyampaikan suatu benda. Perkembangan disiplin ilmu psikolinguistik telah merangsang Mehler dan Noizet (1974). Maka kedua tokoh ini dinobatkan sebagai tokoh psikolinguistik generasi pertama. Makna adalah sesuatu yang sangat kompleks yang menyangkut antar hubungan simbol-simbol atau lambang-lambang . Bersifat individualis. Sifat ini nampak jelas ketika Osgoods mengungkapkan teori pemerolehan bahasa bahwa jumlah pemerolehan bahasa adalah kemampuan untuk membedakan kata atau bentuk yang berbeda.S. Osgoods dan Sebeok. 1. Miller dan Noam Chomsky menyatakan beberapa hal tentang psikolinguistik: a. G. melaikan kaidah dan sistem kaidahnya. Tokoh fase ini lebih mengarah pada manifestasi ujaran sebagai bentuk linguistik. dan tidak semua cirinya terang dalam ujaran. Psikolinguistik adalah satu teori pembelajaran (menurut teori behaviorisme) berdasarkan bahasa yang dianggap sebagai satu system tabiat dan kemampuan kemampuan yang menghubungkan isyarat dengan perilaku. Menurut Parera (1996) dalam Abdul Chaer generasi pertama memiliki tida kelemahan : a. Psikolinguistik adalah satu teori linguistik berdasarkan bahasa yang dianggap sebagai sebuah system elemen yang saling berhubungan. Makna sebuah tuturan tidak boleh dikacaukan dengan apa yang ditunjukkan. tidak semua ciri-ciri fisiknya jelas dan terang. Dasar-dasar psikolinguistik menurut beberapa pakar di dalam buku yang disunting oleh Osgood dan Sebeok di atas adalah sebagai berikut: 1. Dalam komunikasi verbal. 2.

c. Rangsang tersebut diterima oleh talamus dan kemudian diteruskan ke area masingmasing korteks auditori pada girus Heschel. Keseluruhan proses enkode ini terjadi di otak pembicara. Werstch dalam bukunya Two Problems for the New Psycholinguistics memberi karakteristik baru ilmu ini sebagai “psikolinguistik baru”. resonansi dan artikulasi. pesan diteruskan melalui fasikulus arkuatum ke area Broca untuk penguraian dan koordinasi verbalisasi pesan tersebut. Keterlepasan mereka dari kerangka “psikolinguistik kalimat”. d. tetapi bukan psikologi perilaku. Ini merupakan proses aktif pemilihan lambang dan formulasi pesan. fonasi. Signal kemudian melewati korteks motorik yang mengaktifkan otot-otot respirasi. dan lebih mengarah pada “psikolnguistik situasi dan konteks”. Struktur sintaksis sebuah kalimat terdiri atas satuan interaksi antara makna kata yang terdapat dalam kalimat tersebut. Analisa linguistik dilakukan pada area Wernicke di lobus temporal kiri. 3. e. G. sedangkan masukan paralinguistik (intonasi. Ada komponen biologis yang besar untuk menentukan kemampuan berbahasa. Struktur untuk pesan yang masuk ini diatur pada area Wernicke. Kemampuan berbahasa ini tidak tergantung pada intelegensi dan besarnya otak. c. Selanjutnya masukan linguistik yang sudah dikode akan dikirim ke lobus temporal kiri untuk diproses.  Proses ekspresif – Proses encode Proses produksi berlokasi pada area yang sama pada otak. Girus angular dan supramarginal akan membantu proses integrasi informasi visual. Sebagian besar signal saraf yang diterima oleh girus ini berasal dari telinga pada sisi berlawanan. Proses berakhir pada dekode semantik dengan pemahamn konsep atau ide yang disampaikan lewat pengkodean tersebut. Girus dan area asosiasi auditori memisahkan dan membedakan informasi bermakna yang masuk. Jumlah kalimat dan jumlah makna yang dapat dinyatakan tidak terbatas jumlahnya. Dilanjutkan dengan dekode gramatika. Proses dekode dimulai dengan dekode fonologi berupa penerimaan unit suara melalui telinga. melainkan bergantung pada “manusia”. Psikolinguistik Generasi Ketiga Kekurangan analisis pada psikolinguistik generasi kedua kemudian diperbaharui oleh psikolinguistik generasi ketiga. b. formasi retikulum pada batang otak akan menyusun tonus untuk otak dan menentukan modalitas dan rangsang mana yang akan diterima otak. tekanan. Adanya pergeseran dari analisis proses ujaran yang abstrak ke satu analisis psikologis mengenai komunikasi dan pikiran. irama dan kecepatan) masuk ke lobus temporal kanan.  Proses reseptif – Proses dekode Begitu rangsang auditori masuk. auditori dan raba serta perwakilan linguistik. Terdapat proses transmisi . Beberapa ciri psiklonguistik generasi ketiga ini adalah : a. Orientasinya kepada psikologi. Proses enkode dimulai dengan enekode semantik yang dilanjutkan dengan enkode gramatika dan berakhir pada enkode fonologi.

loceng danmakananSeekor kucing. Banding Beza Pandangan Ahli Teori Behavioris Perkara J. yaitu pemindahan atau penyampaian kode atau disebut kode bahasa. seekor tikus putihyang jinak dandentuman yang kuatSeekor anjing. Dalam proses belajar berbahasa. marah dan kasihsayangSetiap ransangan akanmenimbulkan gerak balasPembelajara cuba jayadan hukum penting Hasil kajian Emosi manusia/perubahannya adalahdipelajari melalui prosespelazimanPembelajaran bolehberlaku akibat kaitanantara ransangan dangerak balasPembelajaran bolehBerjaya secara cuba jaya dan pengulangan Eksperimenmelibatkanproses/hukum Proses pelaziman Proses pelazimanProses penghapusanProses pembelajaransemulaProses pemulihansemertaProses generalisasiProses diskriminasiHukum kesedianHukum latihanHukum kesan Kajiandijalankankeatas Seorang bayi berumur 9bulan.  Kedua proses berbahasa ini disimpulkan sebagai proses komunikasi.B.Watson Ivan P.selak dan makanan .ThorndikePengkaji/pelopor teori Pengkaji pembelajaranemosi manusiaPelopor konseppelaziman klasikPelopor psikologi Amerika dalampelaziman operan Pendapat Manusia mewarisi 3emosi semulajadi iaitutakut. kedua kemampuan menggunakan bahasa reseptif dan ekspresif harus berkembang dengan baik.L.Pavlov E. sangkar.antara dekode dan enkode. Transmisi ini terjadi antara mulut pembicara dan telinga pendengar.

2002) Berbahasa adalah penyampaian pikiran atau perasaaan dari orang yang berbicara mengenai masalah yang dihadapi dalam kehidupan budayanya. berpikir. Kemudian di lanjutkan dengan penyusunan decode fonologi. BERPIKIR. dalam arti berkomunikasi. Jadi. kita lihat berbahasa. . decode gramatikal. dimulai dengan membuat enkode semantic dan encode gramatikal didalam otak pembicara. melainkan hanya akan dikemukakan pendapat sejumlah pakar. dilanjutkan dengan membuat encode fonologi.BAB II PEMBAHASAN 2. Di sini tidak akan dijawab masalah itu. DAN BERBUDAYA Menurut Abdul Chaer. dan berbudaya adalah tiga hal atau tiga kegiatan yang saling berkaitan dalam kehidupan manusia Berbahasa. dan decide semantic pada pihak pendengar yang terjadi di dalam otaknya.1 HUBUNGAN BERBAHASA. (Psikolinguistik.

1. Dari keterangan itu bias disimpulkan bahwa bunyi bahasa merupakan bentuk-luar. salah satu bahasa Indian di California Amerika Serikat. dan pikiran-pikiran dibentuk oleh ideeform atau innereform. Sapir mengatakan bahwa manusia hidup di dunia ini di bawah ’’belas kasih’’ bahasanya yang telah menjadi alat pengantar dalam kehidupannya bermasyarakat. Jadi. Mengetahui bahasa itu sendiri Von Humbolt berpendapat bahwa substansi bahasa itu terdiri dari dua bagian. Von Humboldt berpendapat bahwa struktur suatu bahasa menyatakan kehidupan dalam( otak. pandangan hidup dan budaya masyarakat ditentukan oleh bahasa masyarakat itu sendiri. 2. whorf mengajukan satu hipotesis yang lazim disebut hipotesis Whorf (atau juga hipotesis Sapir-Whorf) . Benjamin Lee Whorf (1897-1941). Sama halnya dengan Von Humboldt dan sapir. bahasa menurut Von Humboldt merupakan sintese dari bunyi(lautform) dan pikiran (ideeform). menekankan adanya ketergantungan pemikir manusia pada bahasa. dan bagian lainnya berupa pikiran-pikiran yang belum terbentuk. Bunyi-bunyi dibentuk oleh lautform.Kemudian dicoba membuat konklusi atau komentar terhadap teori-teori mengenai masalah tersebut yang telah ada sejak abad yang silam. Bentuk-luar bahasa itulah yang kita dengar. 2.1 Teori Wilhelm Von Humboldt Wilman helm Von Humboldt.2 Teori Sapir-Whorf Edward Sapir (1884-1939) linguis Amerika memiliki pendapat yang hampir sama dengan Von Humboldt. whorf yang bekas anggota pemadam kebakaran menyatakan ’’kaleng kosong’’ bekas minyak bisa meledak. Menurut sapir. sarjana jerman abad ke-19. Setelah meneliti bahasa hopi. Maksudnya. Karena itulah. maka dia harus mempelajari dulu satu bahasa lain. menolak pandangan klasik mengenai hubungan bahasa dan berpikir yang mengatakan bahwa bahasa dan berpikir merupakan dua hal yang berdiri sendiri-sendiri.1. Kedua bentuk inilah yang’’membelenggu’’ manusia. Maka dengan demikian dia akan menganut cara berpikir (dan juga budaya) masyarakat bahasa lain. Whorf juga menyatakan bahwa bahasa menentukan pikiran seseorang sampai kadang-kadang bisa membahayakan dirinya sendiri. dengan mendalam. dan menentukan cara berpikirnya. Bagian pertama berupa bunyi-bunyi. Kata kosong digunakan dengan pengertian tidak ada minyak di dalamnya. sedangkan bentuk dalam-bahasa berada di dalam otak.pemikir) penutur bahasa itu. tidak ada dua buah bahasa yang sama sehingga dapat dianggap mewakili satu masyarakat yang sama. telah menjadi fakta bahwa kehidupan suatu masyarakat sebagian ’’didirikan’’ diatas tabiat-tabiat dan sifat-sifat bahasa itu. Anggota-anggota masyarakat itu tidak dapat menyimpang lagi dari garis-garis yang telah ditentukan oleh bahasanya itu. Sebagai contoh. murid sapir. Dengan kata lain. Kalau salah seorang dari anggota masyarakat ini ingin mengubah pandangan hidupnya. sedangkan pikiran adalah bentuk-dalam.

Piaget. Mengenai hubungan bahasa dengan kegiatan-kegiatan intelek (pikiran) Piaget mengemukakan dua hal penting berikut: 1) Sumber kegiatan intelek tidak terdapat dalam bahasa. Yang perlu di ingat adalah bahwa dalam jangka waktu sensormotor ini kekelan benda merupakan pemerolehan umum. sarjana perancis. bahasa-bahasa yang berbeda’’membedah’’ alam ini dengan cara yang berbeda. Menurut hipotesis itu.4 Teori L. 2) Pembentukan pikiran yang tepat dikemukakan dan berbentuk terjadi pada waktu yang bersamaan dengan pemerolehan bahasa. Jepang. Eropa . Ucapan-ucapan bahasa pertama yang keluar sangat erat hubungannya dan terjadi serentak dengan permainan lambing.S. Malaysia. Fungsi lambing ini mempunyai beberapa aspek. Tanpa pikiran bahasa tidak aka nada. maka perkembangan kognisi dapat diterangkan telah terjadi sebelum dia dapat berbahasa. 2. Untuk memperjelas hal ini Whorf membandingkan kebudayaan Hopi di organisasi berdasarkan peristiwa-peristiwa(event) . peniruan. Keduanya miliki suatu proses yang lebih umum. berpendapat justru pikiranlah yang membentuk bahasa. Vygotsky . yaitu konstitusi fungsi lambing pada umumnya. dan lain-lain) adalah sama karena bahasa-bahasa mereka mempunyai struktur yang sama. tetapi dalam periode sensomotorik. Filipina.1. dan membuat lebih dahulu gambaran-gambaran dari aspekaspek struktur golongan-golongan dan hubungan-hubungan benda-benda(sebelum mendahului gambarangambaran lain) dan bentuk-bentuk dasar penyimpanan dan opersai pemakaian kembali.mengenai relatifitas bahasa.3 Teori Jean Piaget Berbeda dengan pendapat Sapir dan Whorf. yakni satu sistem skema. 1962) menyatakan jika seseorang anakanak dapat menggolongkan sekumpulan benda-benda tersebut dengan menggunakan kata-kata yang serupa dengan benda-benda tersebut. sehingga terciptalah satu relatifitas sistem-sistem konsep yang tergantung pada bahasa-bahasa yang beragam itu. 2. Piaget yang mengembangkan teori pertumbuhan kognisi (Piaget. Sedangkan hidup dan pandangan hidup bangsa-bangsa lain seperti Cina. Awal terjadi fungsi lambing ini ditandai oleh bermacam-macam perilaku yang terjadi serentak dalam perkembangannya. Piaget juga menegaskan bahwa kegiatan intelek (pemikiran) sebenarnya adalah aksi dan perilaku yang telah dinuranikan dan dalam kegiatan-kegiatan sensomotor termasuk juga perilaku bahasa. Pikiranlah yang menentukan aspek-aspek sintaksis dan leksikon bahasa: bukan sebaliknya. sedangkan kebudayaan eropa diorganisasi berdasarkan ruang(space) dan waktu (time). dikembangkan secara penuh. Afrika. Amerika. Berdasarkan hipotesis Sapir-Whorf itu dapatlah dikatakan bahwa hidup dan pandangan hidup bangsabangsa di Asia Tenggara( Indonesia.1. dan lain-lain adalah berlainan karena struktur bahasa mereka berlainan.dan bayangan-bayangan mental.

Von Humboldt juga sependapat dengan pandangan rasionalis yang mengatakan bahwa bahasa tidaklah dipelajari oleh anak-anak dan tidak pula di ajakan oleh ibu-ibu. melainkan tumbuh sendiri dari dalam diri anak-anak itu dengan cara yang telah ditentukan lebih dahulu (oleh alam) apabila keadaankeadaan lingkungan yang sesuai terdapat. kedua garis perkembangan ini saling bertemu. keduanya bertemu dan bekerja sama. 1968). pikiran dan bahasa pada tahap permulaan berkembang secara terpisah. Pada waktu seorang anak-anak mulai mempelajari bahasa ibu. dan bahasa mula-mula berkembang tanpa pikiran. mula-mula pikian berkembang tanpa bahasa. dan tidak saling mempengaruhi. Jadi. Pandangan Von Humboldt yang tidak konsisten itu dapat diperjelas oleh teori Chomsky. Menurut Vygotsky dalam mengkaji gerak pikiran ini kita harus mengkaji dua bagian ucapan dalam yang mempunyai arti yang merupakan aspek semantic ucapan. tetapi dipihak lain beliau berpendapat bahwa yang mendasari tiaptiap bahasa manusia adalah satu system. berpendapat adanya satu tahap perkembangan bahasa sebelum adanya pikiran. Sebenarnya teori ini tidak secara langsung membicarakan hubungan bahasa dengan pemikiran. rumus-rumus itu di bawa sejak lahir. Hipotesis nurani mengatakan bahwa struktur bahasadalam adalah nurani. dia telah dilengkapi sejak lahir dengan satu peralatan konsep dengan struktur bahasa-dalam yang bersifat unifersal. tetapi juga mengubahnya setelah pikiran berubah menjadi ucapan. Kemudian. Karena itu. serta saling mempengaruhi. tetapi kita dapat menarik kesimpulan mengenai hal itu karena Chomsky sendiri menegaskan bahwa pengkajian bahasa membukakan perspektif yang baik dalam pengkajian proses mental (pemikiran) manusia. 2. Struktur ucapan tidak hanya mencerminkan. Penyatuan dua bagian atau aspek ini sangat rumit dan kompleks. Pada satu pihak Von Humboldt menyatakan keragaman bahasa-bahasa di dunia ini mencerminkan adanya keragaman pandangan hidup (weltanschauung). Artinya. dan ucapan luar yang merupakan aspek fonetik atau aspek bunyi-ucapan. dan adanya satu tahap perkembangan pikiran sebelum adanya bahasa. Pikiran dan kata.1. Lalu pada tahap berikutnya. sarjana bangsa Rusia. Dengan kata lain. Sebelum ini ada pandanagan dari Von Humboldt yang tampak tidak konsisten.5 Teori Noam Chomsky Mengenai hubungan bahasa dan pikiran Noam Chomsky mengajukan kembali teori klasik yang disebut Hipotesis nurani (Chomsky. bahasa-bahasa yang ada di dunia adalah sama( karena didasari oleh satu system yang universal) hanyalah pada tingkat dalamnya saja yang di sebut struktur-dalam(deep . Menurut Chomsky yang sejalan dengan pandangan rasionalis. 1957.universal yang menggambarkan keunikan intelek manusia. maka terjadilah secara serentak pikiran berbahasa dan bahasa berpikir.Vygotsky. menurut Vygotsky (1962:116) tidak dipotong dari satu pola. 1965. Begitulah anak-anak berpikir dengan menggunakan bahasa dan berbahasa dengan menggunakan pikiran.

dank arena itu. sehingga menyerupai pandangan Piaget. beliau mulai cenderung beranggapan bahwa bahasa dihasilkan oleh upaya kognitif. sekalipun telah di ajar dengan cara-cara yang luar biasa. bahasa anak-anak ini tetap berkembang dengan hanya sedikit kelambatan. Hingga saat ini belum pernah ada makhluk lain yang mampu menguasai bahasa. terdapat semacam pencabangan dalam teori Leenneberg ini. Hipotesis nurani berpendapat bahwa struktur-struktur dalam bahasa adalah sama. Lenneberg dalam Teori Kemampuan Bahasa Khusus telah menyimpulkan banyak bukti yang menyatakan bahwa upaya manusia untuk berbahasa didasari oleh biologi yang khusus untuk manusia dan bersumber pada genetik tersendiri secara asal. dalam bukunya yang ditulis kemudian (1967). didasarkan pada prinsip-prinsip semantic. 5) Setiap bahasa. seperti bagian-bagian. pada tingkat luar atau struktur luar (surface structure)bahasa-bahasa itu berbeda-beda. Eric mengajukan teori mengajukan teori yang disebut Teori Kemampuan Bahasa Khusus (Lenneberg. Semua anak-anak bias dikatakan mengikuti strategi dan waktu pemerolehan bahasa yang sama. yaitu lebih dulu menguasai prinsip-prinsip pembagian dan pola persepsi. atau memiliki orang tua pekak sejak lahir. Struktur dalam setiap bahasa bersifat otonom. tanpa kecuali. Bukti bahwa manusia telah dipersiapkan secara biologis untuk berbahasa menurut Leeneberg adalah sebagai berikut: 1) Kemampuan berbahasa sangat erat hubungannya dengan bagian-bagian anatomi dan fonologi manusia. Menurut Lenneberg banyak bukti yang menunjukkan bahwa manusia menerima warisan biologi asli berupa kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang khusus untuk manusia. tidak ada hubungannya dengan system kognisi (pemikiran) pada umunya termasuk kecerdasan.1. Jadi.6 Teori Eric Lenneberg Berkenaan dengan masalah hubungan bahasa dan berfikir. . 2. sedangkan secara filogenetis kelahiran bahasa suatu masyarakat sebagiannya ditentukan oleh kemampuan bahasa nurani. 3) Perkembangan bahasa tidak dapat dihambat meskipun poda anak-anak yang mempunyai cacat tertentu seperti buta. tuli. dan fonologi yang universal. bukan linguistik yang lebih luas. Namun. Dia seolah-olah bermaksud membedakan perkembangan bahasa dari segi ontogenetis (pemerolehan bahasa oleh individu) dan dari segi filogenetis (kelahiran bahasa suatu masyarakat). 4) Bahasa tidak dapat diajarkan pada makhluk lain. sintaksis. bukan bahasa yang lebih luas. Dalam hal ini pemerolehan bahasa secara ontogenetis tidak ada hubungannya dengan kognisi. dan sebagian lagi oleh kemampuan kognitif nurani. Namun.structure). 1964). 2) Jadwal perkembangan bahasa yang sama berlaku bagi semua anak-anak normal. dan yang tidak ada hubungannya dengan kecerdasan dan pemikiran. otak tertentu yang mendasari bahasa.

Teori keempat dari Vygotsky menyatakan bahwa pada mulanya bahasa dan pikiran berkembang sendiri-sendiri dan tidak saling mempengaruhi. Diantara teori atau hipotesis di atas barangkali hipotesis Sapir-Whorf-lah yang paling controversial. Teori kelima dari Chomsky menyatakan bahwa bahasa dan pemikiran adalah dua buah system yang bersaingan yang memiliki keotonomiannya masing-masing.1. bahasa dapat membantu pemikiran manusia supaya dapat berpikir lebih sistematis. . dan tidak ada hubungannya dengan kecerdasan atau pemikiran. Memang dalam hubungan inilah beliau ingin mengembangkan teori ini. Struktur pikiran mendahului kemampuankemampuan yang dipakai kemudian untuk berbahasa. Bruner memperkenalkan teori yang disebutnya Teori Instrumentalisme. dan bukan oleh struktur bahasa. Menurut teori ini bahasa adalah alat pada manusia untuk mengembangkan dan menyempurnakan pemikir itu. Teori ke enam dari Lennerberg mengatakan bahwa manusia telah menerima warisan biologi ketika dilahirkan.7 Teori Bruner Berkenaan dengan masalah hubungan bahasa dan pemikiran. Pada tingkat struktur-dalam bahasa-bahasa di dunia ini sama karena di dasari oleh system unifersal. 2. Dalam bidang pendidikan. Di samping adanya dua kecakapan yang melibatkan bahasa. Teori ketiga dari Piaget Menyatakan bahwa struktur pikiran di bentuk oleh perilaku. Kecakapan analisis ini akan dapat berkembang menjadi lebih baik dengan pendidikan melalui bahasa yang formal karena kemampuan analisis ini hanya mungkin dikembangkan setelah seseorang mempunyai kecakapan komunikasi yang baik. untuk menyempurnakan dan mengembangkan pemikirannya itu. tetapi pada pertumbuhan selanjutnya keduanya saling mempengaruhi. Teori pertama dari Von Humboldt mengatakan bahwa adanya pandangan hidup yang bermacam-macam adalah karena adanya keragaman sistem bahasa dan adanya system bahasa dan adanya system unifersal yang dimiliki oleh bahasa-bahasa yang ada di dunia ini.2. tetpi pada tingkat struktur-luar bahasa-bahasa itu berbeda-beda. implikasi teori Bruner ini sangat besar. Teori kedua dari Sapir-Whorf menyatakan bahwa struktur bahasa nenentukan struktur pikiran. Teori ketujuh dari Bruner menyatakan bahwa bahasa adalah alat bagi manusia untuk berpikir.8 Kekontroversian Hipotesis Sapir-Whorf Teori-teori atau hipotesis-hipotesis yang dibicarakan di atas tampak cenderung saling bertentangan. berupa kemampuan berkomunikasi dengan bahasa yang khusus untuk manusia.1. bahasa mempengaruhi pikiran dan pikiran mempengaruhi bahasa. teori Bruner ini juga memperkenalkan adanya kecakapan analisis yang dimiliki oleh setiap manusia yang berbahasa. Dengan kata lain. banyak menimbulkan kritik dan reksi hebat dari para ahli filsafat. yaitu kecakapan linguistic dan kecakapan komunikasi. Hipotesis ini yang menyatakan bahwa jalan pikiran dan kebudayaan suatu masyarakat ditentukan atau dipengaruhi oleh struktur bahasanya. Kemampuan berbahasa ini mempunyai korelasi yang rendah dengan IQ manusia.

Orang Jepang mempunyai pikiran yang sangat tinggi karena orang Jepang mempunyai banyak kosa kata dalam mejelaskan sebuah realitas.  Beberapa uraian para ahli mengenai keterkaitan antara bahasa dan pikiran antara lain: 1. pemikiran. dan kebudayaan ini adalah apa bedanya kebudayaan dengan pemikiran atau pandangan hidup (weltanschauung). Amerika. Penggabungan Vigotsky terhadap kedua pendapat di atas banyak diterima oleh kalangan ahli psikologi kognitif Hipotesis Bahasa Menurut Sapir . antropologi dan lain-lain. Semakin tinggi aspek tersebut semakin tinggi bahasa yang digunakannya. yaitu Jean Piaget. seorang ahli semantik berkebangsaan Rusia yang teorinya dikenal sebagai pembaharu teori Piaget mengatakan bahwa bahasa dan pikiran saling mempengaruhi. Selama dekade terakhir ini ada perdebatan sengit antara bahasa dan pikiran.Whorf Sudah kita ketahui bahwa kelebihan manusia adalah berfikir. bahwa kebudayaan adalah milik suatu masyarakat. Pikiran mempengaruhi bahasa Pendukung pendapat ini adalah tokoh psikologi kognitif yang tak asing bagi manusia. Melalui observasi yang dilakukan oleh Piaget terhadap perkembangan aspek kognitif anak. 2. 3. tetapi hanya mencerminkan kebudayaan tersebut. Anggota-anggota masyarakat yang memiliki pemikiran atau pandangan hidup yang berbeda. Pikiran dapat manusia terkondisikan oleh kata yang manusia digunakan. Tokoh yang mendukung hubungan ini adalah Benyamin Whorf dan gurunya. Dari penelitian itu Farb menarik kesimpulan bahwa bahasa bukan menyebabkan perbedaan-perbedaan kebudayaan. Bahasa dan pikiran saling mempengaruhi. Satu masalah lagi dari persoalan hubungan bahasa. Hal ini membuktikan bahwa mereka mempunyai pemahaman yang mendetail tentang realitas. Bahasa mempengaruhi pikiran Pemahaman terhadap kata mempengaruhi pandangannya terhadap realitas. Sebagian lagi ada yang berpendapat bahwa bahasa dan pikiran tidak . Ada yang berpendapat bahwa bahasa dan pikiran adalah suatu etentitas yang berdiri sendiri-sendiri. Ia melihat bahwa perkembangan aspek kognitif anak akan mempengaruhi bahasa yang digunakannya. Hubungan timbal balik antara kata-kata dan pikiran dikemukakan oleh Benyamin Vigotsky. dan bahasa Inggris mencerminkan kebudayaan Inggris.linguistik. Bahasa Jepang mencerminkan kebudayaan jepang. psikologi. sedangkan pemikiran adalah milik perseorangan. satu hal yang tidak dapat disanggah oleh sipapun. sosiologi. Namun. psikolinguistik. Bukankah kebudayaan itu sama dengan pandangan hidup? Masalah ini sukar di jawab. para sarjana pun berbeda pendapat mengenai hal ini. Farb (1947) mengadakan penelitian terhadap sejumlah wanita jepang yang menikah dengan orang Amerika yang tinggal di San Fransisko. Whorf mengambil contoh Bangsa Jepang. Edward Saphir. Untuk menguji hipotesis Sapir-Whorf itu.

Salah satu gagasan yang terkenal mengenai hubungan antara perbedaan bahasa (antara “peta” dan realit as) secara antarbudaya adalah hipotesis Sapir – Whorf yang sering disebut tesis Whorfian. Sapir memandang bahwa kajian-kajian dalam Linguistik yang umumnya berkisar tentang pemahaman mengenai simbol. mempertajam. Jepang. ditulis dan dibaca. Worf adalah seorang ahli penanggulangan ahli. “Kramsch (2001:11. Hubungan itu dapat dilihat sebagai berikut[6] : . Dikatakan dan didengar. memperlembut.bisa dipisahkan satu sama lain. mengagungkan. maka individu tidak akan pernah dapat belajar untuk berbicara. Bahasa <----------> Budaya Ilustrasi di atas menunjukan kaitan timbal balik antara bahasa dengan budaya. Inggris.[4] Dengan kata lain. Hal ini diperkuat oleh pendapat Sapir –yang berbeda dengan Sausurre – yang menyatakan bahwa bahasa itu ada sejauh penggunaannya. dan lain sebagainya cenderung melihat realitas yang sama dengan cara yang berbeda pula. yang dikenal Sapir lewat kuliahnya yang diikuti Whorf. Namun demikian. Sapir menegaskan pendapatnya dengan menyatakan. artinya mengkomunikasikan ide sesuai dengan tradisi dari masyarakat tertentu”. pemikiran dan pengalaman. Lebih lanjut. Sapir berpendapat bahwa bahasa dan budaya tidak bisa dipisahkan seperti koin yang tidak bsia dipisahkan diantara kedua gambarnya. tetapi juga dapat menentukan dan membentuknya.[2] Sedangkan Benjamin L.[1] Edward Sapir adalah seorang antropolog linguistik yang mengajar di Universitas Yale. Implikasinya bahasa juga dapat digunakan untuk memberikan aksen tertentu terhadap suatu peristiwa atau tindakan. misalnya penekanan. bahasa tidak saja menggambarkan persepsi. istilah atau terminologi Linguistik sebaiknya mulai beralih dan lebih terfokus kepada upaya memahami elemen-elemen bahasa yang menunjang terjadinya kesepahaman antara pengujar dan pendengar. Banyak orang yang mendukung mengenai pendapat kedua ini. melecehkan dan lain sebagainya[5]. Sapir lebih menekankan bahwa bahasa yang menjadi penentu cara persepsi kita akan kenyataan. 77) juga mengemukakan bahwa orang berbicara dengan cara yang berbeda karena mereka berpikir dengan cara yang berbeda. Mereka berpikir dengan cara yang berbeda karena bahasa mereka menawarkan cara mengungkapkan (makna) dunia luar di sekitar mereka dengan cara yang berbeda pula”[3] Menurut Edward Sapir dan Benyamin Whorf. dan bahasa adalah sesuatu yang diwariskan secara kultural. Budaya adalah sebuah realitas yang ditentukan dengan bahasa. Hipotesis Sapir – Whorf menyatakan bahwa dunia yang kita ketahui terutama ditentukan oleh bahasa dalam budaya kita. “hilangkan komunitas sosial. maka Whorf pun melakukan penelitian. antara lain tentang bahasa Indian Hopi. Karena minatnya sangat besar dalam bahasa. Dengan arti lain orang-orang yang berbeda bahasa : Indonesia. Prinsip demikian tidak jauh berbeda dari pokok bahasan bidang studi sosiolinguistik (sosiologi bahasa) yang mempelajari hubungan antara struktur bahasa atau tindakan berujar (speech performance) dengan struktur sosial (dalam bentuk interaksi). Korea. China. bahasa tidak saja berperan sebagai suatu mekanisme untuk berlangsungnya komunikasi. tetapi juga sebagai pedoman ke arah kenyataan sosial.

diantaranya : 1. Akilukak (salju lunak). Dalam hal ini terjadi perubahanperubahan pada standar bahasa baku dan dialek dengan berubahnya konteks dan topik pembicaraan. Kaguklaich (salju yang tertiup angin membentuk jajaran dam Qinuqsuq (timbunan salju) . Aput (salju diatas tanah). Relativitas Linguistik Bahasa mengasumsikan bahwa karakteristik bahasa dan norma budaya saling mempengaruhi. Implikasi Hipotesis Bahasa Sapir – Whorf Bahasa memberikan pandangan perseptual dan sekaligus memaksakan pandangan konseptual tertentu. Bahasa Mempengaruhi Pikiran Pemahaman terhadap kata mempengaruhi pandangan terhadap realitas. Pikiran dapat terkondisikan oleh bahasa yang digunakan manusia.[7] b. Qana (salju yang sedang turun.1. Beberapa uraian para ahli dalam hipotesis ini adalah sebagai berikut : 1. Dengan cara analisis demikian kita dapat menentukan kedudukan individu dalam struktur sosial. Maka perbedaan bahasa mempresentasiakn juga perbedaan dasar dalam pandangan dunia berbagai budaya. Maka hipotesis bahasa Sapir – Whorf mempunyai implikasi dari pada kebudayaan saat ini. Bahasa dan Pikiran Saling Mempengaruhi Hubungan timbal balik antara pikiran dan bahasa ditemukan oleh Benyamin Vigotski. yaitu : 1. Dengan arti lain manusia hanyalah sekedar hidup disuatu bagian kecil dunia yang dimungkinkan bahasa yang digunakannya. Dengan arti lain. budaya dikontrol dan sekaligus mengontrol bahasa. Misalnya : kata salju dalam budaya Eskimo diantaranya. Bahasa dan cara berujar (speech) merupakan indikator atau petunjuk atau pencerminan ciri-ciri struktur sosial. Hal ini diterima oleh ahli kognitif. Bahasa pula merupakan kacamata untuk melihat realitas budaya. serpihan salju). 2. Para peneliti membagi hipotesis Whorf menjadi dua bagian. Pikiran Mempengaruhi Bahasa Pendukung pendapat ini adalah Jean Peaget. Jika suatu komunitas budaya menggunakan banyak kosakata untuk suatu hal atau suatu aktivitas. Jadi dunia yang kita ketahui terutama ditentukan oleh bahasa yang diajarkan oleh budaya kita. Determinisme Linguistik Bahasa memandang bahwa struktur bahasa mengendalikan pikiran dan norma – norma budaya. yang meneliti kognitif anak. Seorang ahli semantik yang memperbaharui penelitian Jean Piageat yang mengatakan bahwa bahasa dan pikiran saling mempengaruhi. 2. Misalnya status sosial atau posisi kelas sosial dapat ditunjukkan dari penggunaan kata-kata dalam bahasa. 2. Ia melihat bahwa aspek koginit anak akan mempengaruhi bahasa yang digunakan oleh anak 3. Struktur sosial yang menentukan cara berujar atau perilaku bahasa. maka hal atau aktivitas tersebut adalah penting dalam komunikasi budaya tersebut. Berdasarkan interpretasi ini bahasa menyediakan kategori-kategori konseptual yang mempengaruhi bagaimana persepsi penggunaannya dikode dan disimpan.

Misalnya : salah satu temuan menunjukkan bahwa orang Inggris menekankan waktu dan jumlah sedangkan pembicara orang Navaho menekankan ciri-ciri bentuk. Adanya hubungan yang erat antara bahasa dan pikiran adalah sebenarnya bahasa (lewat penciptaan katakata. dan julukan-julukan baru) dapat digunakan oleh suatu rezim atau sekelompok orang untuk merendahkan. istilah-istilah. 3. .2. mendiskriminasi dan menguasai kelompok orang lainnya. Misalnya : Orang Amerika menggunakan kata Negro untu kelompok yang berkulit hitam. bahasa dan pikiran juga mempengaruhi tindakan kita. Lebih dari cara mempengaruhi mempersepsi objek dan lingkungan kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful