BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kekerasan terhadap anak ternyata masih terus terjadi. Setiap hari ratusan ribu bahkan jutaan anak Indonesia mencari nafkah di terik matahari, di kedinginan malam, atau di tempat-tempat yang berbahaya,ada anak yang disiksa orangtuanya atau orang yang memeliharanya. Setiap malam, di antara gelandangan ada saja gadis-gadis kecil yang diperkosa preman jalanan, Setiap menit ada saja anak yang ditelantarkan orangtuanya karena kesibukan karier, kemiskinan, atau sekedar egoisme. Mereka tidak masuk koran karena mereka tidak mati tiba-tiba. Umumnya mereka mati perlahan-lahan. Mereka tidak muncul dalam media karena perlakuan kejam yang mereka terima tidak dilaporkan polisi. Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sering terjadi. Data laporan K3JHAM selama tahun 2000 di Kota Semarang terjadi 29 kasus perkosaan yang terpublikasi, jumlah tersebut terbesar terjadi di antara 29 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terlaporkan perempuan. Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terpublikasi 26 kasus. Demikian juga kasus kekerasan terhadap anak secara kualitatif dilaporkan oleh Unicef sering terjadi di Kota Semarang baik di rumah, di sekolah maupun di komunitas.

(www.semarang.go.id edisi Kamis, 06 Juli 2006). Menurut WHO, kekerasan adalah penggunaan secara sengaja kekuatan fisik atau kekuatan, ancaman atau kekerasan aktual terhadap diri sendiri, orang lain, atau terhadap kelompok atau komunitas, yang berakibat luka atau kemungkinan besar bisa melukai, mematikan, membahayakan psikis,

pertumbuhan yang tidak normal atau kerugian. (Kusworo, Danu. 2006 : 1). Penggunaan kata kekuasaan di dalam definisi kekerasan bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang kekerasan dan memperluas pemahaman konvensional tentang kekerasan dengan memasukkan juga tindakan-tindakan kekerasan yang merupakan hasil dari relasi kekuasaan, termasuk di dalam ancaman dan intimidasi. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik membahas masalah “kekerasan pada anak”.

1

TUJUAN MAKALAH 1. Untuk Mengetahui Gambaran umum kekerasan terhadap anak Untuk Memahami pengertian tentang anak Untuk Memahami kekerasan terhadap anak. 3. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 2. 2. 5. Mengidentifikasikan kekerasan terhadap anak. Mengetahui hukum perlindungan anak. IDENTIFIKASI MASALAH 1.B. MANFAAT MAKALAH Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kekerasan terhadap anak dan permasalahannya. 4. D. 4. 5. Gambaran umum kekerasan terhadap anak Pengertian tentang anak Kekerasan terhadap anak Kekerasan seksual Hukum perlindungan anak C. Mengidentifikasikan pengertian tentang anak. Untuk Mengetahui kekerasan seksual Untuk Mengetahui perlindungan anak E. 3. 4. Mengetahui Gambaran umum kekerasan terhadap anak. 2 . 5. Mengidentifikasikan kekerasan seksual.

seksual. tindakan-tindakan lain yang menimbulkan rasa takut termasuk yang diarahkan kepada orang-orng dekat korban. kekerasan terhadap anak lebih sering 1 Luhulima Achie Sudarti. melukai dengan tangan kosong atau menggunakan senjata. dan mematamati. misalnya keluarga. melecehkan.Hal 11. melempar barang ke tubuh korban. suami. Bentuk-bentuk atau dimensi kekerasan adalah dimensi mencakup: fisik (memukul. menyumpah. psikologi. mencium. mengatur. merendahkan. Kekerasan spiritual merendahkan keyakinan dan kepercayaan korban. finansial. meraba. ucapan-ucapan yang merendahkan dan melecehkan dengan mengarah pada aspek jenis kelamin atau seks korban. mencekik. atau melakukan tindakan-tindakan lain yang tidak dikehendaki korban. GAMBARAN UMUM KEKERASAN TERHADAP ANAK Kekerasan adalah suatu perbuatan terhadap seseorang terutama anak. semuanya dengan maksud untuk dapat mengendalikan tindakan korban.1 Kekerasan seksual melakukan tindakan yang mengarah ajakan atau desakan seksual seperti menyentuh. merendahkan. menahan atau tidak memberikan pemenuhan kebutuhan finansial korban. memaksa berhubungan seks tanpa persetujuan korban dengan kekerasan fisik maupun tidak memaksa melakukan aktivitas-aktivitas seksual yang tidak disukai.Jakarta. menendang.BAB II PEMBAHASAN A. mengendalikan dan mengawasi pengeluaran uang sekecil-kecilnya. mengancam. Kekerasan finansial mengambil uang korban.12 3 . menampar. Pembagian diatas dilakukan hanya untuk kepentingan memudahkan pembahasan dalam kenyataan. menginjak. menguntit. yang mengakibatkan kesengsaraan atau penderitaan secara fisik. teman dekat. memaksa korban untuk meyakini hal-hal yang tidak diyakininya. dan lain-lain. spiritual. membunuh) dan psikologis (berteriak. anak. memaksa korban melakukan ritual dan keyakinan tertentu. menyakiti. Pemahaman Bentuk-bentuk Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Alternatif Pemecahannya (Alumni. atau melukai korban (dengan dampak sosial yang sangat luas bagi anak pada umumnya).2000).

Pengertian anak dari aspek religius atau agama. Bahwa anak adalah tunas. Agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut. mental. psikologis. tahu dan mengerti bagaimana ia harus bertingkah laku. B. dan atau seksual. PENGERTIAN TENTANG ANAK Anak merupakan potensi sumber daya insani bagi pembangunan nasional karena itu perlu pembinaan dan pengembangannya dimulai sedini mungkin agar dapat berpartisipassi secaara optimal bagi pembangunan bangsa dan negara. Anak-anak Indonesia yang Teraniaya. baik fisik. Pengertian anak dari aspek sosiologis Pengertian anak dari dalam makna sosial ini lebih mengarah pada perlindungan anak secara kodrati karena keterbatasan yang dimilikinya sebagai seorang anak. Buletin Wacana.menujukkan bentuk gabungan dari dimensi-dimensi yang ada. bersikap. Edisi VII/Tahun IV/1-30 November 2006 4 . Dan dapat dikatakan bahwa semua bentuk kekerasan memiliki dampak psikologis pada anak. 2. dan generasi muda penerus citacita perjuangan bangsa. suatu dampak mungkin tidak langsung keliatan dan memerlukan penelaahan teliti. memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan ekstensi bangsa dan negar pada masa depan. Anak anugrah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Anak tidak mungkin diharapkan untuk waktu yang relatif singkat . dan hidup bermasyarakat dengan orang lain dalm lingkungannya 2 Komnas Ham. sehingga orang tua yang telah dianugrahi seorang anak oleh tuhan bertugas dan bertanggung jawab untuk mengasuh. potensi. membina. maupun sosial.2 Banyaknya pengertian tentang anak sehingga bisa dilihat dari bermacam-macam aspek yang ada sekarang ini seperti : 1. baik itu dimensi fisik. dan mendidik anak agar menjadi manusia yang seutuhnya. ber-akhlak mulia. perlu dilakukan upaya perlindungan serta untukmewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi. maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

1997).4 Kata kekerasan yang dimaksud disini merupakan padanan dari kata violence dalam bahasa inggris. Pelecehan Seksual. cacat.3 Dalam kamus besar bahasa indonesia. hal 30 5 Suparman Marzuki. kekerasan diartikan sebagai perihal yang bersifat.7 5 . hal. Marshana Windu. Dimana salah satu unsur yang perlu diperhatikan adalah berupa paksaan atau ketidakrelaan atau tidak adanya persetujuan pihak lain yang dilukai. Pengertian Kekerasan Istilah kekerasan setara dengan kata violence dalam bahasa inggris.5 3 I. yang berarti membawa kekuatan. (Jakarta :Fakultas Hukum Universitas Indonesia. KEKERASAN TERHADAP ANAK 1. atau penderitaan pada orang lain. sakit. (Yogyakarta :Kanisius. kekerasan merupakan wujud perbuatan yang lebih bersifat fisik yang mengakibatkan luka. Op. Kata violence diartikan sebagai suatu serangan atau invasi terhadap fisik maupun integritas mental psikologis seseorang. Pengertian anak dari aspek hukum Pengertian anak dalam kedudukan hukum yaitu anak dipandang sebagai subyek hukum. hal.cit.) 4 Abdul Wahid dan Muhamad Irfan. 1992.63. meskipun keduanya memikili konsep yang berbeda. Violence berkaitan erat dengan kata latin vis (daya atau kekuatan) dan latus (yang berasal dari : membawa). Anak dalam aspek ekonomi ini berkaitan dengan kegiatan eksploitasi anak dan perdagangan manusia. Kekuasaan dan Kekerasan Menurut Johsn Galtung . perbuatan seseorang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Sedangakan kata kekerasan dalam bahasa indonesia pada umumnya dipahami hanya menyangkut serangan fisik belaka. kesejahteraan anak dapat diperoleh oleh faktor-faktor internal anak itu sendiri maupun dari ekternal keluarga anak yang bersangkutan. berciri keras. Menurut penjelasan ini. atau ada paksaan.3. C. Pengertian anak dari aspek ekonomi Dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan anak oleh orang tuanya demi menciptakan kesejahteraan bagi anak tersebut. 4.

baik yang terjadi ditempat kerja. Penganiayaan seksual: ketika anak-anak. restiran. orang tua. Termasuk diantaranya : dipukul. b. serangan seksual atau perkosaan oleh anggota keluarga. laki-laki maupun perempuan. dibakar. meliputi berbagai bentuk kekerasan yang sangat luas cakupannya. dianiaya secara seksual oleh orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan seksual mereka sendiri. hal 52 6 . d.hubungan seksual anal. sering diancam dan dicela sehingga anak kehilangan percaya diri dan harga diri. diberi obat yang salah.2. Termasuk didalmnya penganiayaan terhadap istri. digigit. penganiayaan terhadap anak kandung dan anak tiri. Kekerasan dalam area domestik/hubungan intim-personal Yaitu berbagai bentuk kekerasan anatara pelaku dan korbannya memikili hubungan keluarga atau hubungan kedekatan lain. ditempat umum (bus dan kendaraan umum. Penganiayaan emosional : ketika anak kurang mendapat cinta dan kasih sayang. Hal ini dapat berupa hubungan kelamin (penetrasi). pakaian. tunangan.6 Dimana apabila dilakukan pengelompokkan besar maka bentuk kekerasan dapat dikelompokkan menjadi : a. c. bekas istri. dan mengekspos anak untuk keperluan pornografi). ditenggelamkan. juga meninggalkan anak yang masih kecil sendirian dirumah. juga diracun. masturbasi (seks oral. penganiayaan terhadap pacar. dan tempat umum 6 Ibid. Bentuk-bentuk atau dimensi kekerasan pada anak Bentuk-bentuk kekerasan pada anak antara lain : a. pasar. Orang tua yang menolak atau tidak memberi cinta dan kasih sayang dikatakan penelantaran emosional. Penelantaran anak : ketika orang tua tidak memenuhi kebutuhan dasar anak seperti makanan. pengobatan. Penganiayaan fisik : menyakiti dan melukai anak atau membunuhnya. b. Kekerasan dalam are publik Yaitu berbagai kekerasan yang terjadi diluar Hubungan keluarga atau hubungan personal lain.

d. dibenarkan. diperkosa. berkaitan dengan antara lain pembunuhan.cit.54 7 . Kekuatan lain yang dimiliki selain kekuatan fisik yang dijadikan alat untuk memperlancar usahausaha jahatnya. op. c. hal 3-4 Purnianti dan Rita Serena Kalibonso.hal. Anak akan menjadi negative dan agresif serta mudah frustasi b. KEKERASAN SEKSUAL Kekerasan seksual terhadap anak merupakan semua bentuk perlakuan yang merendahkan martabat anak dan menimbulkan trauma yang berkepanjangan. Adapun kekerasan yang ditonjolkan merupakan pembuktian bahwa pelaku memiliki kekuatan fisik lebih. dibiarkan terjadi oleh negara dimana pun terjadinya. 7 8 Ibid .lainnya). termasuk pelanggaran hak asasi perempuan dalam pertentangan antar kelompok. dan atau psikologis yang dilakukan. Menjadi sangat pasif dan apatis c. atau didiamkan. Dampak kekerasan terhadap anak Secara rinci dampak kekerasan terhadap anakadalah sebagai berikut :8 a. Bentuk perlakuan tersebut adalah digerayangi. perbudakan seksual dan kehamilan paksa. apa yang dilakukan sepanjang hidupnya extension). Tidak mempunyai kepribadian sendiri.7 3. perkosaan. seksual. dalam situasi konflik senjata. Rendah diri e. Sulit menjalin relasi dengan individu. hanyalah memenuhi keinginan orangtuanya (parental D. dalam bentuk publikasi atau produk dan praktek ekonomis yang meluas distribusinya (misalnya ponografi. perdagangan perempuan dan lainnya) maupun bentu-bentuk lain. Kekerasan yang dilakukan oleh atau dalam lingkup negara meliputi kekerasan secraa fisik. di lembaga-lembaga pendidikan. dicabuli dan digauli.

Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan. Victim Precipitated Rape Yaitu perkosaan yang terjadi (berlangsung) dengan menempatkan korban sebagai pencetusnya. Tubuh korban disini seakanakan merupakan 8 . diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. a. imbisil / lemah akal mental (unable person) b. Anger Rape Yakni penganiayaan seksual yang bercirikan seksualitas yang menjadi sarana untuk menyatakan dan melampiaskan rasa geram dan marah yang tertahan. d. Jenis-Jenis Perkosaan Perkosaan dapat digolongkan sebagai berikut :Forcible rape (pasal 285 KUHP). 1. 2. c. Perkosaan Menurut Soetandyo Wignjosoebroto : “Perkosaan adalah suatu usaha melampiaskan nafsu seksual oleh seorang lelaki terhadap seorang perempuan dengan cara yang menurut moral dan atau hukum yang berlaku melanggar”. Selain itu juga berarti pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial atau tujuan tertentu (Pasal 8 Undang -Undang Nomor 23 Tahun 2004). Statutory rape : perkosaan terhadap anak perempuan di bawah umur (<14 tahun) orang gila. Misalnya istri yang diperkosa oleh suaminya atau pembantu rumah tangga yang diperkosa oleh majikannya. yaitu pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut. e. Exploitation Rape : Perkosaan yang menunjukkan bahwa pada setiap kesempatan melakukan hubungan seksual yang diperoleh oleh laki-laki dengan mengambil keuntungan yang berlawanan dengan posisi perempuan yang bergantung padanya secara ekonomis dan sosial. sedangkan pembantunya tidak mempersoalkan atau mengadukan kasusnya ini kepada pihak yang berwajib.Kekerasan seksual. Sadistic rape : perkosaan yang disertai agresi / serangan beerapa kekejaman tindakan-tindakan merusak.

3. Tanda Dan Gejala Pelecehan Seksual Gejala dan tanda seorang anak yang mengalami pelecehan seksual tidak selalu jelas. namun tetap memiliki keinginan berhubungan seksual. melainkan melalui serangan yang mengerikan atas alat kelamin dan tubuh korban. Pelakunya mempunyai kelainan seksual-harus dihukum dan ditangani secara klinis. Faktor penyebab perkosaan a. kelemahan. oleh karena tanpa itu tidak mempunyai perasaan bersalah yang menyangkut seks h. Pada mulanya korban memutuskan bahwa keintiman personal harus dibatasi tidak sampai sejauh persenggamaan. Pelampiasan kemarahan – unjuk kekuasaan b. Mispersepsi pelaku atas korban. mengalami pengalaman buruk khususnya dalam hubungan personal (cinta). Tujuannya adalah penaklukan seksual. dan jika lelaki menunjukan agresivitas seksualnya pada umumnya tidak ada sanksi sosial bagi pelakunya c. berusaha agar tidak 9 . g. Seductive Rape Suatu perkosaan yang terjadi pada situasi-situasi yang merangsang yang tercipta oleh kedua belah pihak. Penyimpangan seksual tidak termasuk dalam dasar penghapus pidana (dasar pemaaf) yang dialur dalam Pasal. 44 KUHP d. Sadistic Rape Perkosaan sadistis. Pelaku perkosaan telah nampak menikmati kesenangan erotik bukan melalui hubungan seksnya. kesulitan dan kekecewaan hidupnya. terasing dalam pergaulan sosial. Domination Rape Yaitu suatu perkosaan yang terjadi ketika pelaku mencoba untuk gigih atas kekuasaan dan superioritas terhadap korban. rendah diri. pelaku menyakiti korban. artinya pada tipe ini seksualitas dan agresif berpadu dalam bentuk yang merusak. ada ketidakseimbangan emosional.obyek terhadap siapa pelaku yang memproyeksikan pemecahan atas frustasi-frustasi. 4. Naluri lelaki: laki-laki mempunyai dorongan seksual yang tinggi. f. Ada anak-anak yang menyimpan rahasia pelecehan seksual yang dialaminya dengan bersikap manis dan patuh. Pelaku pada umumnya mempunyai keyakinan membutuhkan paksaan.

hiperaktif. keluhan somatik seperti sakit kepala yang terus-menerus. seks di luar nikah. mencium secara seksual. dan rasa ingin tahu berlebihan tentang masalah seksual. melacur. tahu banyak tentang aktivitas seksual. atau kelakuan seksual lain yang tak biasa. sedih.menjadi pusat perhatian. gangguan tidur. antara lain sangat takut kepada siapa saja atau pada tempat tertentu atau orang tertentu. berbagai kenakalan remaja. mimpi buruk. melarikan din.Tanda dan indikasi pelecehan seksual antara lain memar pada alat kelamin atau mulut. serta perkembangan terhambat. menarik diri. hubungan dengan teman terganggu. kehamilan dini. menarik diri atau depresi. mendesakkan tubuh. melakukan aktivitas seksual terang-terangan pada saudara atau teman sebaya. depresi. seperti mengisap jempol. tidak percaya kepada orang dewasa. telat atau bolos. sakit perut. iritasi kencing. Tanda pada perilaku emosional dan sosial: kelakuan yang tiba-tiba berubah. gangguan tidur (susah tidur. Anak usia prasekolah Gejalanya sama ditambah tanda-tanda berikut: Tanda fisik: antara lain perilaku regresif. seperti susah konsentrasi. Tanda pada perilaku seksual: masturbasi berlebihan. mimpi buruk. Beberapa tanda-tanda yang mencurigakan tampak pada anak dan terlihat terus-menerus dalam jangka waktu panjang. Anak usia sekolah Memperlihatkan tanda-tanda di atas serta perubahan kemampuan belajar. serta menghindari hal-hal sekitar buka pakaian. tak suka disentuh. lesu. Meskipun pelecehan seksual terhadap anak tidak memperlihatkan bukti yang jelas. dan sakit kerongkongan tanpa penyebab jelas bisa merupakan indikasi seks oral Remaja Tandanya sama dengan di atas dan kelakuan yang merusak diri sendiri. sembelit. anak mengeluh sakit karena perlakuan seksual. penyakit kelamin. penggunaan obat terlarang atau alkohol. 10 . pikiran bunuh diri. Tanda perilaku emosional dan sosial. perubahan kelakuan yang tiba-tiba. nilai turun. dan ngompol). gangguan makan.

Dampak fisik 1) Nafsu makan menurun drastis 2) Sakit asma 3) Sakit kepala 4) Sulit tidur 5) Sakit didaerah perut / kemaluan 6) Bengkak disekujur tubuh / tubuh yang terluka 7) Sulit buang air besar / kecil 8) Mungkin akan mandul 9) Tertular PMS. tidak berdaya 3) Curiga pada orang lain 4) Takut hamil 5) Goncangan jiwa yang berat 6) Dorongan untuk bunuh diri c. Dampak Perkosaan Bagi Korban Pemerkosaan a. phobia 2) Merasa : hina. depresi. HIV-AIDS 10) Infeksi pada alat reproduksi b. bersalah. Dampak Mental / Emosional 1) Stres berat.ketakutan. Dampak Pada Kehidupan Pribadi dan Sosial 1) Ditinggalkan teman dekat 2) Hubungan dengan suami / pasangan memburuk atau pecah cerai 3) Tidak lagi bergairah untuk bercinta 4) Takut atau tidak bisa jatuh cinta 5) Sulit membina hubungan dengan pria lain 11 . menyalahkan diri sendiri. malu.5.

Kecacatan mental dan emosi inilah yang akan merubah hidupnya dan masa depannya serta akan dibawanya terus hingga dewasa. Stigmatization 12 . Traumatic sexualization (trauma secar seksual) Russel (dalam Tower. yaitu : a. Seorang anak yang mengalami kekerasan jika penanganannya tidak tepat maka ia maka ia akan mengalami cacat tetap yang bukan pada fisik saja tetapi juga pada mental dan emosinya. Sebagai anak individu percaya kepada orang tua dan kepercayaan itu dimengerti dan dipahami. c. Perasaaan tidak berdaya mengakibatkan individu merasa lemah. 2002) menggagas empat jenis efek trauma akibat kekerasan seksual. Namun. Betrayal (penghianatan) Kepercayaan merupakan dasar utama bagi korban kekerasan seksual. kepercayaan anak dan otoritas orang tua menjadi hal yang mengancam anak. Finkelhor mencatat bahwaa korban lebih memilih pasangan sesama jenis karena menganggap laki-laki tidak dapat dipercaya. 2002) menemukan bahwa perempuan yang mengalami kekerasan seksual cenderung menolak hubungan seksual dalam rumah tangga. Finkelhor dan Browne (dalam Tower. fobia.6) Menghindari setiap pria 7) Sulit untuk percaya orang lain dan sungguh-sungguh mencintai : pernah dan merasa dikhianati 6. Dampak kekerasan seksual terhadap anak Secara umum akibat dari kecelakaan terhadap anak adalah sangat serius dan berbahaya karena seorang anak sedang berada pada masa pertumbuhan baik fisik maupun mentalnya. Korban merasa dirinya tidak mampu dan kurang efektif dalam bekerja. dan kecemasan dialami oleh korban disertai dengan rasa sakit. Beberapa korban juga merasa sakit pada tubuhnya. Powerlessness (merasa tidak berdaya) Rasa takut menembus kehidupan korban. b. d. Sebaliknya paada korban lain yang memiliki intensitas dan dorongan yang berlebihan dalam dirinya. Mimpi buruk.

dan beberapa korban marah pada tubuhnya akibat penganiayaan yang dialami. 17(2). yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. 2002) 7.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 1(15). Pasal 68 2) Resolusi PBB 1820 tentang Kekerasan Seksual dalam Konflik Bersenjata 3) Deklarasi penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan (ICPD) pada bulan 4) Desember 1993. Atau berusaha menghindari memori kejadian tersebut (Gelinas. Landasan Hukum untuk Jaminan Perlindungan dari Tindak Kekerasan Seksual a. Nasional 1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 285.7) 4) UU No.2).23 TAHUN 2002 (23/2002) 1. 290. 291 2) UU No.287.Korban kekerasan seksual merasa bersalah. Rasa bersalah dan malu terbentuk akibat ketidakberdayaan dan merassa berbeda dengan orang lain.Deklarasi Wina Tahun 1993 E. 286. memiliki gambaran diri yang buruk. Pasal 69 ayat 1&2. Kinzl dan Biebl dalam Tower. 78 dan 88 b. menumpulkan inderanya. Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiaptiap warga negaranya.23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga(PKDRT) Pasal 8(b). 13 . 69. bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. malu. HUKUM PERLINDUNGAN ANAK (UU NO. 48 3) UU No 21 tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang pasal 1 (3. termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi manusia. 2. Internasional 1) Statuta Roma Pasal 7 ayat 2 (g). 47. Korban lainnya menggunakan obat-obatan dan minuman alkohol untuk menghukum tubuhnya. 59 dan 66(1.

dan berakhlak mulia. memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. c. baik fisik. 5. bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut. 6. b. 4.3. dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. perlu dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hakhaknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi. mental maupun sosial. maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. 7. bahwa untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya. dan f perlu ditetapkan Undang-undang tentang Perlindungan Anak. bahwa berbagai undang-undang hanya mengatur hal-hal tertentu mengenai anak dan secara khusus belum mengatur keseluruhan aspek yang berkaitan dengan perlindungan anak. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut pada huruf a. d. e. 14 . bahwa anak adalah tunas. potensi.

merendahkan. Kecacatan mental dan emosi inilah yang akan merubah hidupnya dan masa depannya serta akan dibawanya terus hingga dewasa. dan memata-mati. Oleh karena itu kelompok meminta kritk dan saran yang membangun dari pembaca. melempar barang ke tubuh korban. Secara umum akibat dari kecelakaan terhadap anak adalah sangat serius dan berbahaya karena seorang anak sedang berada pada masa pertumbuhan baik fisik maupun mentalnya. melukai dengan tangan kosong atau menggunakan senjata. yang mengakibatkan kesengsaraan atau penderitaan secara fisik.BAB III PENUTUP A. finansial. dan lain-lain. menampar. menginjak. mengatur. mengancam. teman dekat. Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi pembaca. Bentuk-bentuk atau dimensi kekerasan adalah dimensi mencakup: fisik (memukul. tindakan-tindakan lain yang menimbulkan rasa takut termasuk yang diarahkan kepada orang-orng dekat korban. menguntit. suami. Selain itu juga berarti pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial atau tujuan tertentu B. yaitu pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut. psikologi. SARAN Dalam pembuatan makalah ini kelompok masih jauh dari sempurna. spiritual. menendang. KESIMPULAN Kekerasan adalah suatu perbuatan terhadap seseorang terutama anak. misalnya keluarga. membunuh) dan psikologis (berteriak. 15 . melecehkan. anak. mencekik. seksual. menyumpah. Seorang anak yang mengalami kekerasan jika penanganannya tidak tepat maka ia maka ia akan mengalami cacat tetap yang bukan pada fisik saja tetapi juga pada mental dan emosinya. Kekerasan seksual.

1997).Jakarta.2000). hal. Buletin Wacana. Kekuasaan dan Kekerasan Menurut Johsn Galtung.cit. Pemahaman Bentuk-bentuk Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Alternatif Pemecahannya (Alumni. hal 30 Suparman Marzuki. (Yogyakarta :Kanisius. Marshana Windu.63.Hal 11. Pelecehan Seksual.cit. 1992. op. hal 3-4 Purnianti dan Rita Serena Kalibonso.7 Ibid.hal.) Abdul Wahid dan Muhamad Irfan. hal.DAFTAR PUSTAKA Luhulima Achie Sudarti. Edisi VII/Tahun IV/1-30 November 2006 I. hal 52 Ibid . Anak-anak Indonesia yang Teraniaya. Op.12 Komnas Ham. (Jakarta :Fakultas Hukum Universitas Indonesia.54 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful