BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Respirasi, atau bernapas, memiliki tiga fungsi utama yaitu untuk mengambil oksigen, untuk mengeluarkan karbon dioksida, dan untuk meregulasi komposisi relatif dari darah. Tubuh membutuhkan oksigen untuk metabolisme makanan. Selama proses metabolisme, oksigen digabungkan dengan atom karbon dalam makanan, memproduksi karbon dioksida (CO2). Sistem pernapasan membawa udara, termasuk oksigen, melalui inspirasi, menghilangkan karbon dioksida melalui ekspirasi. Sistem pernapasan melibatkan beberapa organ, termasuk hidung, mulut, faring, trakea, diafragma, otot perut, dan mulut kemudian melewati faring dan laring untuk trakea. Trakea, tabung berotot membentang ke bawah dari laring, membagi di ujung bawah menjadi dua cabang yang disebut bronkus primer. Setiap bronkus memasuki paru-paru, di mana ia kemudian membagi ke saluran pernapasan sekunder, bronkiolus dan akhirnya duktus alveolar mikroskopis, yang berisi banyak kantung-kantung kecil yang disebut alveoli. Alveoli dan kapiler bertanggung jawab untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Inspirasi udara proses aktif, disebabkan oleh kontraksi otot. Inspirasi menyebabkan paru-paru untuk mengembang di dalam thorax (dinding dada). Ekspirasi, kontras adalah fungsi pasif, dibawa oleh relaksasi paru-paru, yang mengurangi volume paru-paru dalam dada. Paru-paru mengisi sebagian besar ruang di dalam torax, yang disebut rongga dada, dan sangat elastis, tergantung di dinding toraks. Oleh karena itu, jika udara yang masuk ke ruang antara dada dan paru-paru, salah satu atau kedua paru-paru akan runtuh.(1 : 81) B. Tujuan 1. Mengetahui jenis pernafasan pada manusia. 2. Mengetahui frekuensi dan jenis pernafasan manusia. 3. Mengetahui cara pemeriksaan nafas.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Organ-Organ Pernapasan Pernapasan ialah proses ganda, yaitu terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan atau atau pernapasan dalam dan yang terjadi di dalam paru-paru bernama pernapasan luar.

Pusat Pernapasan Pusat peranapasan terdiri dari beberapa kelompok neuron yang terletak bilateral di medula oblongata dan pons pada batang otak. 4) Larinx (tenggorok) terletak di depan bagian terendah farinx yang memisahkannya dari kolumna vertebra. 6) Bronkhus yang terbentuk dari belahan dua trakhea pada ketinggian kira-kira vertebra torakalis kelima. 3) Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan usofagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. daerah ini dibagi menjadi tiga kelompok neuron utama yaitu : (3 : 514) 1) Kelompok pernapasan dorsal. Kecepatan normal setiap menit : (2 : 211) 1) Bayi baru lahir : 30-40 kali per menit 2) Dua belas bulan : 30 kali per menit 3) Dua sampai lima tahun : 24 kali per menit 4) Orang dewasa : 10-20 kali per menit B. Kecepatan pernapasan pada wanita lebih tinggi daripada pria. Inspirasi-ekspirasiistirahat.Adapun organ-organ pernapasan yaitu : 1) Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam lubang hidung 2) Rongga hidung dilapisi lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. berjalan dari farinx sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakhea di bawahnya. terletak di bagian dorsal medula. . yang terutama menyebabkan inspirasi. Hal ini disebut pernapasan terbalik. Pada bayi yang sakit urutan ini ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi : inspirasiistirahat-ekspirasi. 5) Trakhea atau batang tenggorok kira-kira sembilan sentimeter panjangnya. mempunyai struktur serupa dengan trakhea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Trakhea berjalan dari larinx sampai kira-kira ketinggian vertebra torakalis kelima dan di tempat ini bercabang menjadi dua bronkhus (bronkhi). dan kemudian ada istirahat sebentar. Kalau bernapas secara normal maka ekspirasi akan menyusul inspirasi. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir semua sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung.

yang terutama menyebabkan ekspirasi.5 cm sampai 7 cm saat inspirasi dalam. Jika otot antar tulang rusuk internal berkontraksi  tulang-tulang rusuk kembali ke posisi semula  rongga dada mengecil  tekanan udara membesar  terjadi ekspirasi. sehingga ketika otot interkostalis eksternus berkontraksi. sehingga peningkatan volume paru (Vpulm) selama inspirasi dan penurunan selama ekspirasi. Otot-otot inspirasi terdiri dari diafragma. Jika otot antar tulang rusuk eksternal berkontraksi  tulang-tulang rusuk terangkat rongga dada membesar  tekanan udara mengecil  terjadi inspirasi. terletak di sebelah dorsal bagian superior pons. Gerakan ini akan mendorong sternum ke luar dan memperbesar diameter anteroposterior rongga dada. Otot inspirasi penting lainnya adalah muskulus interkostalis eksternus. tekanan negatif alveoli selama inspirasi dan positif selama ekspirasi. dan diafragma didorong ke atas oleh tekanan perut diciptakan oleh otot-otot dinding perut. yang berjalan dari iga ke iga secara miring ke arah bawah dan ke depan. Tekanan alveoli harus lebih rendah dari tekanan udara selama inspirasi (bernapas). Iga-iga berputar seolah-olah bersendi di bagian punggung. diafragma dan lainnya pada inspirasi otot rileks. 2. iga-iga di bawah akan terangkat. dan lebih tinggi selama ekspirasi (menghembuskan nafas). Pada saat bernapas lebih dalam. Proses Pernapasan Perbedaan tekanan antara alveoli dan lingkungan adalah pengendali kekuatan untuk pertukaran gas yang terjadi selama ventilasi. yang terutama mengatur kecepatan dan kedalaman napas. 3) Pusat pneumotaksik. sisi tak sama panjang otot. Pernapasan Perut .(5 : 625) E. sehingga memperluas paru-paru pada inspirasi. yang terletak di ventrolateral medula. Selama masa berlangsungnya. Oleh karena itu eksternal interkostalis otot aktif dan otot aksesori pernapasan yang diaktifkan untuk bernafas dalam. Jika tekanan udara didefinisikan sebagai nol. sehingga meningkatkan diafragma dan menurunkan dan mengurangi volume dada dan paru-paru.(4 : 108) D. Jenis-Jenis Pernapasan Jenis-jenis pernapasan ada 2 yaitu : 1. C. ekspirasi diam pasif. dan eksternal interkostal otot.2) Kelompok ventral. Ini perbedaan tekanan yang diciptakan melalui dikoordinasikan gerakan diafragma dan dada. mekanisme aktif juga dapat memainkan peran dalam berakhirnya interkostal internal otot kontrak. Kontraksinya menurunkan diafragma dan meningkatkan dan memperluas dada. Otot-Otot Pernapasan Gerakan diagfragma menyebabkan perubahan volume intratorakal sebesar 75% selama inspirasi tenang. Jarak pergerakan diagfragma berkisar antara 1. Otot diagfragma melekat di sekeliling bagian rongga toraks. membentuk kubah di atas hepar dan bergerak ke arah bawah seperti piston pada saat berkontraksi. Hal ini terjadi karena elastis intrinsik dariparu-paru. Pernapasan Dada Pernapasan dada terjadi karena aktivitas otot antartulang rusuk.

sehingga darah akan mengalir ke kulit. demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. 2) Lingkungan Ketinggian. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. panas. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Makin tinggi daratan. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. 5) Narkotika . Jika diafragma relaksasi  otot perut berkontraksi  diafragma naik rongga dada mengecil  tekanan udara membesar  terjadi ekspirasi. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. makin rendah PaO2. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi.(6) F. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan Faktor-faktor yang mempengaruhi pernafasan adalah : 1) Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. 3) Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung.Pernapasan perut terjadi karena aktivitas diafragma. 4) Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika diafragma berkontraksi  otot perut berelaksasi  diafragma mendatar  rongga dada membesar  tekanan udara mengecil  terjadi inspirasi. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Sebagai respon terhadap panas.

Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. Fokus inspeksi pada setiap bagian . dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. lelah dan pucat. bentuk dan kebersihan tubuh klien. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 – 5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen.(7) G. 6) Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Pemeriksaan Fisik Ada 4 teknik dalam pemeriksaan fisik yaitu : 1. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). 8) Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian-bagian dari proses respirasi. Cahaya yang adekuat diperlukan agar perawat dapat membedakan warna. 7) Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. denyut jantung meningkat. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. Kadangkadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. pharing. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. laring atau trakhea. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma.

Misalnya pada klien dengan peradangan pleura. misalnya daerah caverna paru. 2.k”. d) Semua bagian yang nyeri dipalpasi paling akhir. 4. perkusi daerah hepar. misalnya di daerah paru-paru pada pneumonia. bentuk. b) Redup : suara perkusi jaringan yang lebih padat. Adapun suara-suara yang dijumpai pada perkusi adalah : a) Sonor : suara perkusi jaringan yang normal. d) Hipersonor/timpani : suara perkusi pada daerah yang lebih berongga kosong. Halhal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri kanan) dengan tujuan menghasilkan suara. Serta perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. Ronchi : nada rendah dan sangat kasar terdengar baik saat inspirasi maupun saat ekspirasi. Tangan dan jari-jari adalah instrumen yang sensitif digunakan untuk mengumpulkan data. Palpasi Palpasi adalah suatu teknik yang menggunakan indera peraba. dan lain-lain. sedang. ukuran. Perkusi bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan selama palpasi : a) Ciptakan lingkungan yang nyaman dan santai. b. d. 3. Pleura Friction Rub . Misalnya : adanya tumor. ukuran. posisi. simetris. turgor. bentuk. kasar). c. Suara tidak normal yang dapat diauskultasi pada nafas adalah : a. krepitasi (patah tulang). bunyi yang terdengar “kering” seperti suara gosokan amplas pada kayu. Misalnya pada edema paru. vibrasi. dan bising usus.tubuh meliputi : ukuran tubuh. Misalnya pada bronchitis akut. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. b) Tangan perawat harus dalam keadaan hangat dan kering c) Kuku jari perawat harus dipotong pendek. misalnya tentang : temperatur. suara nafas. Rales : suara yang dihasilkan dari eksudat lengket saat saluran-saluran halus pernafasan mengembang pada inspirasi (rales halus. TBC. Perawat menggunakan kedua tangannya sebagai alat untuk menghasilkan suara. pada klien asthma kronik. asma. Wheezing : bunyi yang terdengar “ngiii…. c) Pekak : suara perkusi jaringan yang padat seperti pada perkusi daerah jantung. kelembaban. warna. oedema. bisa dijumpai pada fase inspirasi maupun ekspirasi. Auskultasi Auskultasi adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. bentuk dan konsistensi jaringan. Misalnya pada klien pneumonia. Gangguan Pola Nafas dan Penyakit Pernafasan . Ciri khas ronchi adalah akan hilang bila klien batuk.(8) H.

Kemampuan untuk batuk merupakan mekanisme penting untuk membersihkan saluran udara bagian bawah. c) Hemoptisis / Hemoptoe Hemoptisis merupakan istilah untuk menyatakan batuk darah / sputum yang berdarah. d) Apnea: henti nafas e) Hiperventilasi : peningkatan jumlah udara yang memasuki paru paru. carsinoma bronkus. asap. Penyebab hemoptisis : Tbc paru.(9) Penyakit-penyakit pada pernafasan adalah sebagai berikut. Pernafasan normal 16-24x/menit b) Takipnea : frekuensi pernafasan yang cepat. Kalau pembentukan mukus berlebihan maka proses normal pembersihan tidak efektif lagi. abses paru. Biasanya disebabkan oleh penyakit otot pernafasan. 3) Peradangan : setiap peradangan saluran udara dapat mengakibatkan batuk (bronkitis kronik. berirama dan tanpa usaha. Bila hal ini terjadi maka mukosa saluran pernafasan akan terangsang sehingga mukus dibatukkan keluar sebagai sputum. irama. Rangsangan yang bisa mengakibatkan batuk : 1) Rangsangan mekanik : adanya tumor (carsinoma bronchus). k) Biot : pernafasan yang ritme maupun amplitudonya tidak teratur. a) Batuk Batuk merupakan refleks perlindungan tubuh karena iritasi percabangan trakeobronkial.nyeri dll. pneumonia. Biasanya pada demam. rangsangan fisik maupun kimia. kadang diselingi apnea. pneumonia). Biasanya hiperventilasi disebabkan oleh asidosis. obat obatan. Biasanya pada orang yang baru menggunakan obat obatan seperti morfin. volume. benda asing kecil. j) Cheney stokes : pernafasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. f) Hipoventilasi: penurunan jumlah udara yang memasuki paru paru. Pembentukan sputum mungkin disebabkan oleh infeksi mukosa saluran nafas. Pernafasan lebih dari 24x/mnt. a) Eupnea : pola nafas yang normal yaitu pernafasan yang tenang. Gangguan pola nafas adalah sebagai berikut. orang dewasa memproduksi mukus dalam saluran pernafasannya setiap hari. sehingga mukus akan tertimbun. infeksi. h) Orthopnea : kemampuan bernafas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. dan usaha pernafasan. anastesia. kecemasan. Pernafasan kurang dari 16x/mnt. c) Bradipnea : frekuensi nafas yang lambat dan abnormal. Mukus ini dibersihkan secara normal oleh rambut getar di saluran pernafasannya. g) Pernafasan kusmaul : pernafasan yang cepat dan dalam. 2) Rangsangan kimia : debu. d) Dispnea . i) Dispnea : kesulitan atau ketidaknyamanan dalam bernafas. tbc.Pola nafas mengacu pada frekuensi. b) Sputum Secara normal.

nafas pendek. diperberat dengan batuk. Ada dua jenis sianosis : 1) Sianosis sentral. Nama Percobaan Nama dari percobaan ini adalah pemeriksaan pernafasan. rasa nyeri seperti teriris dan tajam. Sianosis perifer dapat terjadi pada kegagalan jantung. B. g) Sianosis Sianosis adalah warna kebiru-biruan kulit dan selaput lendir. tempatkan lengan orang coba rileks menyilang abdomen atau dada bawah. bersin dan bernafas dalam. abses paru. (10) BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Jenis ini paling mudah diketahui di wajah. Tbc paru. Clubbing finger merupakan tanda fisik yang nyata dari suatu keadaan yang serius.Merupakan istilah untuk menyatakan perasaan gangguan bernafas dan merupakan gejala utama penyakit kardipulmoner. Penyakit pernafasan yang menimbulkan gejala dispnea adalah penyakit pernafasan yang menyerang percabangan trakeobronkial (penyakit saluran nafas). karena kekurangan oksigen di paru-paru. terjadi karena aliran darah yang kurang pada aliran darah vena seingga menyebabkan daerah tersebut menjadi biru. bronkiektasis. Dispnea bukan selalu merupakan pertanda suatu penyakit. Penyakit paru . Pada orang normal setelah melakukan kegiatan fisik tertentu yang berat dapat terjadi dispnea. carsinoma bronkus. 2) Sianosis perifer . akibat peningkatan kadar hemoglobin yang tidak berikatan dengan oksigen. f) Clubbing finger (Pembengkakan jari) Pembengkakan jari-jari merupakan suatu perubahan bentuk ujung jari tangan / kaki. Alat dan Bahan a) Jam tangan dengan jarum digit b) Stetoskop C. sehingga pasien sering bernafas cepat dan dangkal. e) Nyeri dada Penyakit paru yang mengakibatkan nyeri dada adalah radang pleura (pleuritis). Siapkan orang coba. . Prosedur Kerja 1. sehingga tampak menggelembung. Rasa nyeri terjadi di tempat peradangan. Pasien dispnea akan merasa seakan tercekik. cuping telinga dan bagian bawah lidah. bibir. sumbatan pada aliran darah atau vasokonstriksi pembuluh darah akibat suhu yang dingin. parenkim paru dan rongga pleura.

Minta orang coba melakukan gerakan lari kecil selama 5 menit. Minta orang coba untuk melakukan gerakan lari-lari kecil selama 2 menit. kedalaman pernapasan adalah dalam. Lakukan pemeriksaan seperti langkah di atas. 1) Orang coba : Tn. Analisis Hasil Percobaan Istirahat Lari kecil 2 Menit 30 Dangkal Tidak teratur Lari kecil 5 Menit 31 Dangkal Tidak teratur Keterangan Normal Normal Normal Istirahat 15 Dalam Teratur Lari kecil 2 Menit 25 Dangkal Tidak teratur Lari kecil 5 Menit 34 Dangkal Tidak teratur Keterangan Normal Normal Normal Pada percobaan ini di dapatkan hasil pada orang coba pertama (laki-laki) pada saat istirahat frekuensi 15 kali permenit (normal). catat kedalaman dan frekuensi. kedalaman dan irama pernafasan. Catat seluruh hasilnya. 6. Saat menghitung. Observasi satu siklus respirasi lengkap (satu inspirasi satu ekspirasi). 5. 7. 8. Lakukan pemeriksaan pernafasan seperti di atas. 3. 4. proses pernapasan .2. FI Berat : 60 Kg Umur : 19 Tahun Waktu Orang coba Frekuensi Kedalaman Irama 2) Orang coba : Nn. D. Hitung siklus pernafasan dalam waktu satu menit penuh. Hasil Percobaan Hasil percobaan yang didapatkan adalah sebagai berikut. 9. IAR Berat : 45 Kg Umur : 19 Tahun Waktu Orang coba Frekuensi 14 Kedalaman Dalam Irama Teratur E. Bila respirasi tidak teratur hitung dalam satu menit penuh.

Sel-sel tubuh memerlukan pasokan oksigen terus menerus untuk menunjang reaksireaksi kimia yang menghasilkan energi. Tapi pada saat selesai melakukan aktivitas lari kecil selama 2 menit frekuensinya meningkat menjadi 25 kali permenit. Energi penting bagi berbagai aktivitas sel yang ditujukan untuk mempertahankan hidup misalnya sintesis protein dan transportasi aktif menembus membran plasma. Frekuensi pernapasan pada perempuan cenderung lebih cepat meningkat setelah melakukan aktivitas fisik dibandingkan dengan laki-laki. dan iramanya berubah menjadi tidak teratur karena frekuensi pernapasan yang meningkat secara tiba-tiba. Sel-sel tubuh memerlukan pasokan oksigen terus menerus untuk menunjang reaksireaksi kimia yang menghasilkan energi. Kedalaman pernapasan berubah menjadi pernapasan dangkal. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan perbedaan jenis kelamin berpengaruh terhadap proses pernapasan. Jadi untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut maka orang coba bernafas dengan cepat sehingga frekuensi pernafasannya meningkat. Kedalaman pernapasan berubah menjadi pernapasan dangkal. pada laki-laki frekuensi pernapasannya lebih besar daripada perempuan. kedalaman pernapasan adalah dalam. Sedangkan pada orang coba kedua (perempuan) didapatkan hasil pada saat istirahat frekuensi 14 kali/menit (normal). . proses pernapasan ikut berubah menjadi tidak teratur. Namun. Karbon dioksida yang di hasilkan oleh reaksi-reaksi tersebut harus dikeluarkan dari tubuh . Karbon dioksida yang di hasilkan oleh reaksi-reaksi tersebut harus dikeluarkan dari tubuh .dengan irama pernapasan teratur. Sedangkan kedalamannya berubah dari dalam menjadi dangkal karena pada saat orang coba tersebut selesai melakukan aktivitas fisik dia karena merasa sangat lelah kedalamannya menjadi dangkal untuk melakukan proses pernafasan secara cepat. proses pernapasan dengan irama pernapasan teratur. Pada saat melakukan aktivitas frekuensi pernapasan meningkat karena tubuh memerlukan banyak oksigen untuk melakukan pembakaran dalam tubuh untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk beraktivitas. Energi penting bagi berbagai aktivitas sel yang ditujukan untuk mempertahankan hidup misalnya sintesis protein dan transportasi aktif menembus membran plasma. Pada saat melakukan aktivitas frekuensi pernapasan meningkat karena tubuh memerlukan banyak oksigen untuk melakukan pembakaran dalam tubuh untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk beraktivitas. Sedangkan kedalamannya berubah dari dalam menjadi dangkal karena pada saat orang coba tersebut selesai melakukan aktivitas fisik dia karena merasa sangat lelah kedalamannya menjadi dangkal untuk melakukan proses pernafasan secara cepat. Jadi untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut maka orang coba bernafas dengan cepat sehingga frekuensi pernafasannya meningkat. Tapi pada saat selesai melakukan aktivitas lari kecil selama 2 menit frekuensinya meningkat menjadi 30 kali/menit. dan terus meningkat setelah lari kecil selama 5 menit yaitu 31 kali/menit. dan iramanya berubah menjadi tidak teratur karena frekuensi pernafasan yang meningkat secara tiba-tiba. proses pernapasan ikut berubah menjadi tidak teratur. dan terus meningkat setelah lari kecil selama 5 menit yaitu 34 kali permenit.

Health Psychology. 3. Saran Sebaiknya dalam melakukan proses pemeriksaan seorang perawat mengetahui prosedur kerja agar pemeriksaan mudah dan lancar dikerjakan.Jakarta:Gramedia. Dua sampai lima tahun : 24 kali per menit d. . Arthur.Cina:Elsevier Saunders.Jerman:Georg Thieme Verlag.2003. Everlyn C. Guyton.2006.BAB IV PENUTUP A. DAFTAR PUSTAKA 1. Sebaiknya alat-alat yang digunakan ditambah untuk memperlancar proses pembelajaran. Shelley E. Agamemnon. Kesimpulan 1) Jenis-jenis pernapasan terbagi 2 yaitu : a) Pernapasan dada b) Pernapasan perut 2) Frekuensi pernapasan yaitu : a. 4. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya ketidak akuratan data.2008. Bayi baru lahir : 30-40 kali per menit b.2003.Amerika Utara:MxGraww-Hill. Taylor.Text Book of Medical Physiology. Orang dewasa : 10-20 kali per menit 3) Cara-cara pemeriksaan nafas yaitu : a) Inspeksi (dengan cara melihat) b) Palpasi (dengan cara meraba) c) Perkusi (dengan cara mengetuk) d) Auskultasi (dengan cara mendengar) B. Depopoulos.Edisi 5. Pearce. 2.Edisi 5.Edisi 11.Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis.Color Atlas of Physiology. Dua belas bulan : 30 kali per menit c. Laboratorium sebaiknya dilengkapi dengan penyejuk ruangan agar mahasiswa tidak kepanasan dalam proses pembelajaran.

argitauchiha.Last update 7 Juli 2010.Last update 7 Juli 2010.Kebutuhan Oksigenasi.2008.blogspot.5.com.wordpress.In www. Alonemisery.blogspot. 9. 10.Fisiologi Kedokteran.blog. Admin.kesmas-unsoed. Hadi.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Oksigenasi Pernapasan. 8. Asetupmardi.aseptumardi.2010.com. Argitya.Jenis Pernapasan pada Manusia.2010.Pemeriksaan Fisik.In www. . ilmukeperawatan.2010.blogspot.Edisi 20.hendrahadi.Patofisiologi Sistem Respirasi.Last update 7 Juli 2010.com.com.In www. 7.In www.In www. William F. Ganong.Last update 10 Juli 2010.2008.Last update 7 Juli 2010. Hendra.Jakarta:EGC.com. 6.2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful