BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Respirasi, atau bernapas, memiliki tiga fungsi utama yaitu untuk mengambil oksigen, untuk mengeluarkan karbon dioksida, dan untuk meregulasi komposisi relatif dari darah. Tubuh membutuhkan oksigen untuk metabolisme makanan. Selama proses metabolisme, oksigen digabungkan dengan atom karbon dalam makanan, memproduksi karbon dioksida (CO2). Sistem pernapasan membawa udara, termasuk oksigen, melalui inspirasi, menghilangkan karbon dioksida melalui ekspirasi. Sistem pernapasan melibatkan beberapa organ, termasuk hidung, mulut, faring, trakea, diafragma, otot perut, dan mulut kemudian melewati faring dan laring untuk trakea. Trakea, tabung berotot membentang ke bawah dari laring, membagi di ujung bawah menjadi dua cabang yang disebut bronkus primer. Setiap bronkus memasuki paru-paru, di mana ia kemudian membagi ke saluran pernapasan sekunder, bronkiolus dan akhirnya duktus alveolar mikroskopis, yang berisi banyak kantung-kantung kecil yang disebut alveoli. Alveoli dan kapiler bertanggung jawab untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Inspirasi udara proses aktif, disebabkan oleh kontraksi otot. Inspirasi menyebabkan paru-paru untuk mengembang di dalam thorax (dinding dada). Ekspirasi, kontras adalah fungsi pasif, dibawa oleh relaksasi paru-paru, yang mengurangi volume paru-paru dalam dada. Paru-paru mengisi sebagian besar ruang di dalam torax, yang disebut rongga dada, dan sangat elastis, tergantung di dinding toraks. Oleh karena itu, jika udara yang masuk ke ruang antara dada dan paru-paru, salah satu atau kedua paru-paru akan runtuh.(1 : 81) B. Tujuan 1. Mengetahui jenis pernafasan pada manusia. 2. Mengetahui frekuensi dan jenis pernafasan manusia. 3. Mengetahui cara pemeriksaan nafas.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Organ-Organ Pernapasan Pernapasan ialah proses ganda, yaitu terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan atau atau pernapasan dalam dan yang terjadi di dalam paru-paru bernama pernapasan luar.

terletak di bagian dorsal medula. Pada bayi yang sakit urutan ini ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi : inspirasiistirahat-ekspirasi. daerah ini dibagi menjadi tiga kelompok neuron utama yaitu : (3 : 514) 1) Kelompok pernapasan dorsal. 3) Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan usofagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Pusat Pernapasan Pusat peranapasan terdiri dari beberapa kelompok neuron yang terletak bilateral di medula oblongata dan pons pada batang otak. dan kemudian ada istirahat sebentar. berjalan dari farinx sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakhea di bawahnya.Adapun organ-organ pernapasan yaitu : 1) Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam lubang hidung 2) Rongga hidung dilapisi lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. 5) Trakhea atau batang tenggorok kira-kira sembilan sentimeter panjangnya. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir semua sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. . Inspirasi-ekspirasiistirahat. mempunyai struktur serupa dengan trakhea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. 4) Larinx (tenggorok) terletak di depan bagian terendah farinx yang memisahkannya dari kolumna vertebra. Kecepatan pernapasan pada wanita lebih tinggi daripada pria. 6) Bronkhus yang terbentuk dari belahan dua trakhea pada ketinggian kira-kira vertebra torakalis kelima. Kalau bernapas secara normal maka ekspirasi akan menyusul inspirasi. yang terutama menyebabkan inspirasi. Trakhea berjalan dari larinx sampai kira-kira ketinggian vertebra torakalis kelima dan di tempat ini bercabang menjadi dua bronkhus (bronkhi). Hal ini disebut pernapasan terbalik. Kecepatan normal setiap menit : (2 : 211) 1) Bayi baru lahir : 30-40 kali per menit 2) Dua belas bulan : 30 kali per menit 3) Dua sampai lima tahun : 24 kali per menit 4) Orang dewasa : 10-20 kali per menit B.

Gerakan ini akan mendorong sternum ke luar dan memperbesar diameter anteroposterior rongga dada. Proses Pernapasan Perbedaan tekanan antara alveoli dan lingkungan adalah pengendali kekuatan untuk pertukaran gas yang terjadi selama ventilasi. diafragma dan lainnya pada inspirasi otot rileks. Jika otot antar tulang rusuk eksternal berkontraksi  tulang-tulang rusuk terangkat rongga dada membesar  tekanan udara mengecil  terjadi inspirasi. Hal ini terjadi karena elastis intrinsik dariparu-paru. dan eksternal interkostal otot. sehingga meningkatkan diafragma dan menurunkan dan mengurangi volume dada dan paru-paru. dan diafragma didorong ke atas oleh tekanan perut diciptakan oleh otot-otot dinding perut.(5 : 625) E. Pernapasan Dada Pernapasan dada terjadi karena aktivitas otot antartulang rusuk. Otot inspirasi penting lainnya adalah muskulus interkostalis eksternus. Oleh karena itu eksternal interkostalis otot aktif dan otot aksesori pernapasan yang diaktifkan untuk bernafas dalam.5 cm sampai 7 cm saat inspirasi dalam. yang terutama mengatur kecepatan dan kedalaman napas. Jenis-Jenis Pernapasan Jenis-jenis pernapasan ada 2 yaitu : 1. yang terutama menyebabkan ekspirasi. sehingga memperluas paru-paru pada inspirasi. mekanisme aktif juga dapat memainkan peran dalam berakhirnya interkostal internal otot kontrak. Otot-Otot Pernapasan Gerakan diagfragma menyebabkan perubahan volume intratorakal sebesar 75% selama inspirasi tenang. dan lebih tinggi selama ekspirasi (menghembuskan nafas). terletak di sebelah dorsal bagian superior pons. Jika otot antar tulang rusuk internal berkontraksi  tulang-tulang rusuk kembali ke posisi semula  rongga dada mengecil  tekanan udara membesar  terjadi ekspirasi. sisi tak sama panjang otot. Selama masa berlangsungnya. ekspirasi diam pasif. C.(4 : 108) D. Otot diagfragma melekat di sekeliling bagian rongga toraks. Pada saat bernapas lebih dalam. Jarak pergerakan diagfragma berkisar antara 1. yang berjalan dari iga ke iga secara miring ke arah bawah dan ke depan. 2. Kontraksinya menurunkan diafragma dan meningkatkan dan memperluas dada. Ini perbedaan tekanan yang diciptakan melalui dikoordinasikan gerakan diafragma dan dada. Otot-otot inspirasi terdiri dari diafragma. sehingga ketika otot interkostalis eksternus berkontraksi. tekanan negatif alveoli selama inspirasi dan positif selama ekspirasi. sehingga peningkatan volume paru (Vpulm) selama inspirasi dan penurunan selama ekspirasi. Tekanan alveoli harus lebih rendah dari tekanan udara selama inspirasi (bernapas). yang terletak di ventrolateral medula. 3) Pusat pneumotaksik. Iga-iga berputar seolah-olah bersendi di bagian punggung. iga-iga di bawah akan terangkat. Pernapasan Perut .2) Kelompok ventral. membentuk kubah di atas hepar dan bergerak ke arah bawah seperti piston pada saat berkontraksi. Jika tekanan udara didefinisikan sebagai nol.

Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. 5) Narkotika . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan Faktor-faktor yang mempengaruhi pernafasan adalah : 1) Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. juga kedalaman pernapasan yang meningkat. panas. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Sebagai respon terhadap panas. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. 4) Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak. 2) Lingkungan Ketinggian. diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. 3) Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung.(6) F. Jika diafragma berkontraksi  otot perut berelaksasi  diafragma mendatar  rongga dada membesar  tekanan udara mengecil  terjadi inspirasi. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Jika diafragma relaksasi  otot perut berkontraksi  diafragma naik rongga dada mengecil  tekanan udara membesar  terjadi ekspirasi. makin rendah PaO2. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel.Pernapasan perut terjadi karena aktivitas diafragma. demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Makin tinggi daratan.

Kadangkadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. Pemeriksaan Fisik Ada 4 teknik dalam pemeriksaan fisik yaitu : 1. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi. pharing. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. denyut jantung meningkat. karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma.(7) G. laring atau trakhea. 7) Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Fokus inspeksi pada setiap bagian . Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 – 5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. lelah dan pucat. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. 6) Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Cahaya yang adekuat diperlukan agar perawat dapat membedakan warna. bentuk dan kebersihan tubuh klien. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral.Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. 8) Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian-bagian dari proses respirasi.

warna. pada klien asthma kronik. asma. Halhal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. posisi.(8) H. Ciri khas ronchi adalah akan hilang bila klien batuk. d. bentuk.tubuh meliputi : ukuran tubuh. Rales : suara yang dihasilkan dari eksudat lengket saat saluran-saluran halus pernafasan mengembang pada inspirasi (rales halus. 4. misalnya di daerah paru-paru pada pneumonia. dan bising usus. 3. Palpasi Palpasi adalah suatu teknik yang menggunakan indera peraba. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan selama palpasi : a) Ciptakan lingkungan yang nyaman dan santai. Misalnya pada edema paru. bunyi yang terdengar “kering” seperti suara gosokan amplas pada kayu. Misalnya pada klien pneumonia. Wheezing : bunyi yang terdengar “ngiii…. Auskultasi Auskultasi adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. ukuran. b. misalnya daerah caverna paru. Serta perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. Misalnya : adanya tumor. kelembaban. Pleura Friction Rub . Adapun suara-suara yang dijumpai pada perkusi adalah : a) Sonor : suara perkusi jaringan yang normal. sedang. simetris. b) Redup : suara perkusi jaringan yang lebih padat. Misalnya pada klien dengan peradangan pleura. suara nafas. bisa dijumpai pada fase inspirasi maupun ekspirasi. bentuk dan konsistensi jaringan. d) Semua bagian yang nyeri dipalpasi paling akhir. Gangguan Pola Nafas dan Penyakit Pernafasan . TBC.k”. oedema. Perawat menggunakan kedua tangannya sebagai alat untuk menghasilkan suara. c) Pekak : suara perkusi jaringan yang padat seperti pada perkusi daerah jantung. turgor. vibrasi. c. ukuran. bentuk. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri kanan) dengan tujuan menghasilkan suara. kasar). Perkusi bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi. krepitasi (patah tulang). dan lain-lain. Misalnya pada bronchitis akut. Suara tidak normal yang dapat diauskultasi pada nafas adalah : a. perkusi daerah hepar. b) Tangan perawat harus dalam keadaan hangat dan kering c) Kuku jari perawat harus dipotong pendek. misalnya tentang : temperatur. d) Hipersonor/timpani : suara perkusi pada daerah yang lebih berongga kosong. Ronchi : nada rendah dan sangat kasar terdengar baik saat inspirasi maupun saat ekspirasi. 2. Tangan dan jari-jari adalah instrumen yang sensitif digunakan untuk mengumpulkan data.

pneumonia. f) Hipoventilasi: penurunan jumlah udara yang memasuki paru paru. i) Dispnea : kesulitan atau ketidaknyamanan dalam bernafas. abses paru.(9) Penyakit-penyakit pada pernafasan adalah sebagai berikut. sehingga mukus akan tertimbun. Pernafasan kurang dari 16x/mnt. Pernafasan lebih dari 24x/mnt. rangsangan fisik maupun kimia. asap. Pernafasan normal 16-24x/menit b) Takipnea : frekuensi pernafasan yang cepat. a) Eupnea : pola nafas yang normal yaitu pernafasan yang tenang. anastesia. irama. Kalau pembentukan mukus berlebihan maka proses normal pembersihan tidak efektif lagi. Biasanya pada orang yang baru menggunakan obat obatan seperti morfin. Pembentukan sputum mungkin disebabkan oleh infeksi mukosa saluran nafas. Penyebab hemoptisis : Tbc paru. pneumonia). kadang diselingi apnea. a) Batuk Batuk merupakan refleks perlindungan tubuh karena iritasi percabangan trakeobronkial. dan usaha pernafasan. d) Dispnea . Rangsangan yang bisa mengakibatkan batuk : 1) Rangsangan mekanik : adanya tumor (carsinoma bronchus). obat obatan. j) Cheney stokes : pernafasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. 2) Rangsangan kimia : debu. orang dewasa memproduksi mukus dalam saluran pernafasannya setiap hari. Kemampuan untuk batuk merupakan mekanisme penting untuk membersihkan saluran udara bagian bawah. Biasanya hiperventilasi disebabkan oleh asidosis. k) Biot : pernafasan yang ritme maupun amplitudonya tidak teratur. 3) Peradangan : setiap peradangan saluran udara dapat mengakibatkan batuk (bronkitis kronik. g) Pernafasan kusmaul : pernafasan yang cepat dan dalam. Biasanya pada demam.Pola nafas mengacu pada frekuensi. c) Bradipnea : frekuensi nafas yang lambat dan abnormal. c) Hemoptisis / Hemoptoe Hemoptisis merupakan istilah untuk menyatakan batuk darah / sputum yang berdarah. Mukus ini dibersihkan secara normal oleh rambut getar di saluran pernafasannya. Bila hal ini terjadi maka mukosa saluran pernafasan akan terangsang sehingga mukus dibatukkan keluar sebagai sputum. carsinoma bronkus. benda asing kecil. kecemasan. berirama dan tanpa usaha. Gangguan pola nafas adalah sebagai berikut. d) Apnea: henti nafas e) Hiperventilasi : peningkatan jumlah udara yang memasuki paru paru. tbc. volume. b) Sputum Secara normal. Biasanya disebabkan oleh penyakit otot pernafasan. h) Orthopnea : kemampuan bernafas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri. infeksi.nyeri dll.

g) Sianosis Sianosis adalah warna kebiru-biruan kulit dan selaput lendir. Alat dan Bahan a) Jam tangan dengan jarum digit b) Stetoskop C. bersin dan bernafas dalam. Tbc paru. Rasa nyeri terjadi di tempat peradangan. terjadi karena aliran darah yang kurang pada aliran darah vena seingga menyebabkan daerah tersebut menjadi biru. sumbatan pada aliran darah atau vasokonstriksi pembuluh darah akibat suhu yang dingin. Ada dua jenis sianosis : 1) Sianosis sentral. B. . cuping telinga dan bagian bawah lidah. Dispnea bukan selalu merupakan pertanda suatu penyakit. bronkiektasis. Pasien dispnea akan merasa seakan tercekik. Clubbing finger merupakan tanda fisik yang nyata dari suatu keadaan yang serius. parenkim paru dan rongga pleura. Pada orang normal setelah melakukan kegiatan fisik tertentu yang berat dapat terjadi dispnea. rasa nyeri seperti teriris dan tajam. sehingga tampak menggelembung. Sianosis perifer dapat terjadi pada kegagalan jantung. Jenis ini paling mudah diketahui di wajah. diperberat dengan batuk. bibir. abses paru. Nama Percobaan Nama dari percobaan ini adalah pemeriksaan pernafasan. e) Nyeri dada Penyakit paru yang mengakibatkan nyeri dada adalah radang pleura (pleuritis). 2) Sianosis perifer . carsinoma bronkus. karena kekurangan oksigen di paru-paru. akibat peningkatan kadar hemoglobin yang tidak berikatan dengan oksigen. f) Clubbing finger (Pembengkakan jari) Pembengkakan jari-jari merupakan suatu perubahan bentuk ujung jari tangan / kaki. Prosedur Kerja 1. Penyakit pernafasan yang menimbulkan gejala dispnea adalah penyakit pernafasan yang menyerang percabangan trakeobronkial (penyakit saluran nafas). nafas pendek.Merupakan istilah untuk menyatakan perasaan gangguan bernafas dan merupakan gejala utama penyakit kardipulmoner. tempatkan lengan orang coba rileks menyilang abdomen atau dada bawah. Penyakit paru . (10) BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Siapkan orang coba. sehingga pasien sering bernafas cepat dan dangkal.

Lakukan pemeriksaan pernafasan seperti di atas. 8. Analisis Hasil Percobaan Istirahat Lari kecil 2 Menit 30 Dangkal Tidak teratur Lari kecil 5 Menit 31 Dangkal Tidak teratur Keterangan Normal Normal Normal Istirahat 15 Dalam Teratur Lari kecil 2 Menit 25 Dangkal Tidak teratur Lari kecil 5 Menit 34 Dangkal Tidak teratur Keterangan Normal Normal Normal Pada percobaan ini di dapatkan hasil pada orang coba pertama (laki-laki) pada saat istirahat frekuensi 15 kali permenit (normal). 1) Orang coba : Tn. Minta orang coba melakukan gerakan lari kecil selama 5 menit. Hitung siklus pernafasan dalam waktu satu menit penuh. 4. Minta orang coba untuk melakukan gerakan lari-lari kecil selama 2 menit. FI Berat : 60 Kg Umur : 19 Tahun Waktu Orang coba Frekuensi Kedalaman Irama 2) Orang coba : Nn. 3. Catat seluruh hasilnya. Lakukan pemeriksaan seperti langkah di atas. IAR Berat : 45 Kg Umur : 19 Tahun Waktu Orang coba Frekuensi 14 Kedalaman Dalam Irama Teratur E.2. 9. 6. kedalaman pernapasan adalah dalam. proses pernapasan . Observasi satu siklus respirasi lengkap (satu inspirasi satu ekspirasi). Hasil Percobaan Hasil percobaan yang didapatkan adalah sebagai berikut. D. catat kedalaman dan frekuensi. 7. Bila respirasi tidak teratur hitung dalam satu menit penuh. Saat menghitung. 5. kedalaman dan irama pernafasan.

kedalaman pernapasan adalah dalam. Kedalaman pernapasan berubah menjadi pernapasan dangkal. Sedangkan pada orang coba kedua (perempuan) didapatkan hasil pada saat istirahat frekuensi 14 kali/menit (normal). Energi penting bagi berbagai aktivitas sel yang ditujukan untuk mempertahankan hidup misalnya sintesis protein dan transportasi aktif menembus membran plasma. Jadi untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut maka orang coba bernafas dengan cepat sehingga frekuensi pernafasannya meningkat. Tapi pada saat selesai melakukan aktivitas lari kecil selama 2 menit frekuensinya meningkat menjadi 25 kali permenit. Kedalaman pernapasan berubah menjadi pernapasan dangkal. Jadi untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut maka orang coba bernafas dengan cepat sehingga frekuensi pernafasannya meningkat. Pada saat melakukan aktivitas frekuensi pernapasan meningkat karena tubuh memerlukan banyak oksigen untuk melakukan pembakaran dalam tubuh untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk beraktivitas. Sel-sel tubuh memerlukan pasokan oksigen terus menerus untuk menunjang reaksireaksi kimia yang menghasilkan energi. Namun. proses pernapasan dengan irama pernapasan teratur. Karbon dioksida yang di hasilkan oleh reaksi-reaksi tersebut harus dikeluarkan dari tubuh . pada laki-laki frekuensi pernapasannya lebih besar daripada perempuan. proses pernapasan ikut berubah menjadi tidak teratur. Energi penting bagi berbagai aktivitas sel yang ditujukan untuk mempertahankan hidup misalnya sintesis protein dan transportasi aktif menembus membran plasma. dan iramanya berubah menjadi tidak teratur karena frekuensi pernapasan yang meningkat secara tiba-tiba. Frekuensi pernapasan pada perempuan cenderung lebih cepat meningkat setelah melakukan aktivitas fisik dibandingkan dengan laki-laki. . Tapi pada saat selesai melakukan aktivitas lari kecil selama 2 menit frekuensinya meningkat menjadi 30 kali/menit. Sedangkan kedalamannya berubah dari dalam menjadi dangkal karena pada saat orang coba tersebut selesai melakukan aktivitas fisik dia karena merasa sangat lelah kedalamannya menjadi dangkal untuk melakukan proses pernafasan secara cepat. dan terus meningkat setelah lari kecil selama 5 menit yaitu 34 kali permenit. Sel-sel tubuh memerlukan pasokan oksigen terus menerus untuk menunjang reaksireaksi kimia yang menghasilkan energi.dengan irama pernapasan teratur. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan perbedaan jenis kelamin berpengaruh terhadap proses pernapasan. Karbon dioksida yang di hasilkan oleh reaksi-reaksi tersebut harus dikeluarkan dari tubuh . dan iramanya berubah menjadi tidak teratur karena frekuensi pernafasan yang meningkat secara tiba-tiba. dan terus meningkat setelah lari kecil selama 5 menit yaitu 31 kali/menit. Sedangkan kedalamannya berubah dari dalam menjadi dangkal karena pada saat orang coba tersebut selesai melakukan aktivitas fisik dia karena merasa sangat lelah kedalamannya menjadi dangkal untuk melakukan proses pernafasan secara cepat. proses pernapasan ikut berubah menjadi tidak teratur. Pada saat melakukan aktivitas frekuensi pernapasan meningkat karena tubuh memerlukan banyak oksigen untuk melakukan pembakaran dalam tubuh untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk beraktivitas.

Bayi baru lahir : 30-40 kali per menit b. Orang dewasa : 10-20 kali per menit 3) Cara-cara pemeriksaan nafas yaitu : a) Inspeksi (dengan cara melihat) b) Palpasi (dengan cara meraba) c) Perkusi (dengan cara mengetuk) d) Auskultasi (dengan cara mendengar) B.Health Psychology. Dua sampai lima tahun : 24 kali per menit d.Text Book of Medical Physiology. Laboratorium sebaiknya dilengkapi dengan penyejuk ruangan agar mahasiswa tidak kepanasan dalam proses pembelajaran.Edisi 5. 4.Color Atlas of Physiology. Arthur. Depopoulos.2006. 3. . Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya ketidak akuratan data.Edisi 11.Jerman:Georg Thieme Verlag.Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis.Jakarta:Gramedia.Amerika Utara:MxGraww-Hill.Cina:Elsevier Saunders. Sebaiknya alat-alat yang digunakan ditambah untuk memperlancar proses pembelajaran. Saran Sebaiknya dalam melakukan proses pemeriksaan seorang perawat mengetahui prosedur kerja agar pemeriksaan mudah dan lancar dikerjakan. Dua belas bulan : 30 kali per menit c.Edisi 5.2003. DAFTAR PUSTAKA 1.BAB IV PENUTUP A. 2. Shelley E. Pearce. Everlyn C. Kesimpulan 1) Jenis-jenis pernapasan terbagi 2 yaitu : a) Pernapasan dada b) Pernapasan perut 2) Frekuensi pernapasan yaitu : a.2008.2003. Guyton. Taylor. Agamemnon.

kesmas-unsoed.blogspot.Last update 7 Juli 2010. Asetupmardi.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Oksigenasi Pernapasan.In www.Jakarta:EGC. .com.com. Admin. ilmukeperawatan.com.wordpress.Last update 7 Juli 2010.2010. 8.Patofisiologi Sistem Respirasi.In www.Kebutuhan Oksigenasi.In www.Last update 7 Juli 2010. Alonemisery.com. William F.In www.Jenis Pernapasan pada Manusia.Last update 10 Juli 2010.In www.2008. Hadi.Edisi 20.2008.5.Pemeriksaan Fisik.argitauchiha.Fisiologi Kedokteran.2010.2010. 9.blogspot.aseptumardi. 6. 7.com.hendrahadi. Hendra.2010.blogspot. Argitya.blog. 10.Last update 7 Juli 2010. Ganong.