Filsafat Pendidikan Matematika

KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang

telah memberikan kesempatan, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga tugas“ Filsafat Pendidikan Matematika” dapat diselesaikan sesuai dengan rentang waktu yang ditersedia. Saya sebagai Mahasiswa menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan atau sistimatika dalam pembuatan atau penyelesaian tugas ini. Dengan demikian maka penulis dengan kerendahan hati penulis siap menerima kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan tugas ini. Penulis juga tidak lupa menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini. Akhirnya, semoga Tugas yang dibuat oleh penulis ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembaca, Amin. Makassar, 11 Januari 2009

Penulis BAB I
Naimah Paronda_08507036 Page 1

Batas kajian ilmu adalah fakta sedangkan batas kajian filsafat adalah logika atau daya pikir manusia. Pokok-pokok bahasan apakah suatu pengetahuan itu benar dan tetap dan terpercaya. disbanding Negara lain yang memberikan tempat bagi matematika sebagai subjek yang sangat penting. Negara yang mengabaikan pendidikan sebagai prioritas utama akan tertinggal dari kemajuan segala bidang. Naimah Paronda_08507036 Page 2 .Filsafat Pendidikan Matematika PENDAHULUAN Matematika merupakan subjek yang sangat penting dalam sistem pendidikan di seluruh dunia. tidak berubah atau malah berubah-ubah terus. bergerak dan berkembang. dan why” dan seterusnya sampai jawaban paling akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia (mungkin juga pertanyaan-pertanyaannya terus dilakukan sampai never ending).Kedudukan filsafat pengetahuan yang tugasnya ialah menyoroti gejala pengetahuan manusia berdasarkan sudut sebab mushabab. why. Filsafat adalah suatu ilmu yang kajiannya tidak hanya terbatas pada fakta-fakta saja melainkan sampai jauh diluar fakta hingga batas kemampuan logika manusia. Ilmu menjawab pertanyaan “why” dan “how” sedangkan filsafat menjawab pertanyaan “why.

Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. tetapi suatu usaha manusia untuk memuaskan dirinya selagi suatu fenomena tidak / belum dapat dijelaskan secara keilmuan. Naimah Paronda_08507036 Page 3 .Filsafat Pendidikan Matematika Ada yang berpendapat bahwa filsafat pada dasarnya bukanlah ilmu. hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali. Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.

Seorang guru perlu menguasai konsep-konsep yang akan dikaji serta Naimah Paronda_08507036 Page 4 .Filsafat Pendidikan Matematika BAB II PERANAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENDIDIKAN Tujuan filsafat pendidikan proses memberikan pembelajaran inspirasi yang bagaimana ideal. Peranan filsafat pendidikan memberikan negara inspirasi. memberikan arah yang jelas dan tepat dengan mengajukan pertanyaan tentang kebijakan pendidikan dan praktik di lapangan dengan menggunakan rambu-rambu dari teori pendidik. bagi yakni menyatakan tujuan pendidikan masyarakat. Praktik pendidikan atau proses pendidikan menerapkan serangkaian kegiatan berupa implementasi kurikulum dan interaksi antara guru dengan peserta didik guna mencapai tujuan pendidikan dengan menggunakan rambu-rambu dari teori-teori pendidikan. Teori mengorganisasikan pendidikan bertujuan menghasilkan pemikiran tentang kebijakan dan prinsip-rinsip pendidikan yang didasari oleh filsafat pendidikan.

pragmatisme. Aliran realisme berpandangan bahwa hakikat realitas adalah fisik dan ruh. Beberapa Aliran Filsafat dalam Pendidikan Beberapa aliran filsafat pendidikan yang berpengaruh dalam pengembangan pendidikan.Filsafat Pendidikan Matematika pedagogi atau ilmu dan seni mengajar materi subyek terkait. bersifat dualistis. Tujuan pendidikannya membentuk individu yang mampu menyesuaikan diri dalam masyarakat dan memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Untuk membawanya pada tingkat kesadaran perlu adanya proses introspeksi. misalnya. humanisme. Pragmatisme merupakan kreasi filsafat dari Amerika. hidup bukan untuk mencari kebenaran melainkan untuk menemukan arti atau kegunaan. utilitarianisme. dan positivisme. Esensi ajarannya. behaviorisme. dipengaruhi oleh empirisme. dan konstruktivisme. Tujuan pendidikan aliran ini membentuk karakter manusia. idealisme. Tujuan pendidikannya menggunakan pengalaman sebagai alat untuk menyelesaikan halhal baru dalam kehidupan priabdi dan masyarakat. agar tidak terjadi salah konsep atau miskonsepsi pada diri peserta didik. realisme. Humanisme berpandangan bahwa pendidikan harus ditekankan pada kebutuhan Naimah Paronda_08507036 Page 5 . Idealisme berpandangan bahwa pengetahuan itu sudah ada dalam jiwa kita.

Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat. pengalaman fisik. yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas. Filsafat Pendidikan Merupakan terapan dari filsafat umum. efektif. pengetahuan diperoleh melalui proses aktif individu mengkonstruksi arti dari suatu teks. maka selama membahas filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat. dialog. perkembangan pembentukan Paham behaviorisme memandang perubahan perilaku setelah seseorang memperoleh stimulus dari luar merupakan hal yang sangat penting. Tujuan pendidikannya menghasilkan individu yang memiliki kemampuan berpikir untuk menyelesaikan persoalan hidupnya. dan nilai. pendidikan behaviorisme menekankan pada proses mengubah atau memodifikasi perilaku. pengetahuan. Menurut paham konstruktivisme. diri. dan lain-lain melalui asimilasi pengalaman baru dengan pengertian yang telah dimiliki seseorang.Filsafat Pendidikan Matematika anak (child centered). Oleh sebab itu.Dalam filsafat Naimah Paronda_08507036 Page 6 . Tujuannya dan untuk aktualisasi moral. Tujuannya untuk menyiapkan pribadi-pribadi yang sesuai dengan kemampuannya. mempunyai rasa tanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan masyarakat.

benar. realisme humanisme (humanisme rasional). seperti apa yang dikatakan baik. tersebut melahirkan filsafat pendidikan aliran-aliran perenialisme. Tokoh-tokoh dalam aliran ini Naimah Paronda_08507036 Page 7 . bukan materi. Pengetahuan yang diperoleh melaui panca indera adalah tidak pasti dan tidak lengkap. dan supernaturalisme atau realisme religius. Filsafat-filsafat esensialisme. pragmatisme. dan lain-lain.Berikut dalam filsafat pendidikan: Filsafat Pendidikan Idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh. realisme. maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat. Aliran ini memandang nilai adalah tetap dan tidak berubah. sekurang-kurnagnya sebanyak aliran filsafat itu sendiri.Brubacher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan pada dua kelompok besar. cantik. sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya. bukan fisik. buruk secara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi. dan romantik naturalisme dari Roousseau Filsafat pendidikan “ Konservatif”.Didasari oleh filsafat idealisme. yaitu: Filsafat pendidikan “progresif”Didukung oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey. idealisme.Filsafat Pendidikan Matematika terdapat berbagai mazhab/aliran-aliran. seperti materialisme.dan sebagainya.

Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggris. spiritual atau supernatural. yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. Beberapa tokoh yang beraliran realisme: Aristoteles. John Locke. Emanuael Kant. Johan Amos Comenius. Galileo. Beberapa tokoh yang menganut filsafat ini adalah: Charles sandre Peirce. David Hume. Realisme berpendapat bahwa hakekat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia ruhani. Francis Bacon. John Dewey. Elea dan Hegel. bukan rohani. Heracleitos. Naimah Paronda_08507036 Page 8 . yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yang manusia alami.Filsafat Pendidikan Matematika adalah: Plato. Beberapa tokoh yang beraliran materialisme: Demokritos. Ludwig Feurbach Filsafat Pendidikan Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. Wiliam Mc Gucken. yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan di pihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia. Filsafat Pendidikan Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi. Al Ghazali Filsafat Pendidikan Realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. John Stuart Mill. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian. David Hume. wiliam James.

Frederick C. subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan kongkrit dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas. Ernest Bayley.Filsafat Pendidikan Matematika Filsafat Pendidikan Eksistensialisme memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. Martin Buber. Martin Heidegger. eksistensialisme menekankn pilihan kreatif. Gabril Marcel. Stanley. Soren Kierkegaard. william O. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar- Naimah Paronda_08507036 Page 9 . Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Neff Filsafat Pendidikan esensialisme Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Jean Paul Satre. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Karl Jasper. Lawrence B. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle. Paul Tillich Filsafat Pendidikan Progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri.Thomas. Secara umum.

Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut. yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh. Thomas Briggs. Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler. intelektual dan sosio kultual. kuat dan teruji. Frederick Breed dan Isac L. Kandell. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Bagley. dan ketidakteraturan.Filsafat Pendidikan Matematika standar intelektual dan moral di antara kaum muda. Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. terutama dalam kehidupan moral. Filsafat Pendidikan Perenialisme Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg Naimah Paronda_08507036 Page 10 . Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. ketidakpastian.

menurut pendapat saya filsafat pendidikan yang sesuai atau mengarah pada terwujudnya kehidupan yang maju yakni filsafat yang konservatif yang didukung oleh sebuah idealisme. Tanpa Filsafat. rasionalisme(kenyataan). Harold Rugg. Fenomena ”Hidup Lebih Maju”Setiap orang. aliran filsafat yang pas dan sesuai dengan pendidikan yang mengarah pada kehidupan yang maju menurut pikiran saya yakni filsafat pendidikan progresivisme (berfokus pada siswanya). masyarakat yang pantas dan adil. Hidup maju tersebut didukung atau dapat diwujudkan melalui pendidikan. ingin membangun masyarakat baru. George Count. Itu dikarenakan filsafat pendidikan mengarah pada hasil pemikiran manusia mengenai realitas. Salah satu diantaranya yakni hidup lebih baik dari sebelumnya atau bisa disebut hidup lebih maju. Beberapa tokoh dalam aliran ini:Caroline Pratt.Filsafat Pendidikan Matematika pada tahun 1930. Tapi akan lebih baik lagi bila semua filsafat diatas bisa saling melengkapi. pengetahuan. dan nilai seperti yang telah disebutkan diatas. Dikaitkan dengan penjelasaan diatas. Pendidikan Matematika Menjadi Lemah . Lemahnya pendidikan matematika di Indonesia merupakan akibat Naimah Paronda_08507036 Page 11 .Jadi. pasti menginginkan hidup bahagia.

tetapi tidak bisa memberikan makna dari soal itu. ''Kondisi ini sangat memprihatinkan.Filsafat Pendidikan Matematika tidak diajarkannya filsafat atau latar belakang ilmu matematika. Kamis (11/1) siang. karena tidak menyampaikan tentang filsafat matematika. ke depan Indonesia masih tetap sebagai bangsa yang hanya sebagai pengguna ilmu. diikuti para pakar matematika dan statistika dari Malaysia dan Indonesia dengan pemaparan hasil kajian oleh lima orang doktor dan profesor dari Malaysia. bahkan mahasiswa. Pengguna Ilmu Dikatakan Maman.Demikian diungkapkan Prof Dr Maman A Djauhari guru besar dari ITB dalam acara pembukaann Konferensi Matematika dan Statistika antara Indonesia-Malaysia.11-12 Januari.'' Naimah Paronda_08507036 Page 12 . Konferensi untuk kedua kalinya ini digelar selama dua hari. siswa. karena memang pola pendidikan kita mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. pandai mengerjakan soal. tidak diposisikan sebagai orang yang disiapkan untuk menjadi penemu ilmu. Fakta ini sangat memprihatinkan dibanding dengan kita dicap hanya sebagai bangsa pengguna teknologi. Siswa dan mahasiswa lebih diposisikan sebagai pengguna ilmu. bukan penemu ilmu. Matematika hanya diartikan sebagai sebuah persoalan hitung-hitungan yang siap untuk diselesaikan atau dicari jawabannya. Dampaknya. yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

matematika itu adalah interpretasi manusia terhadap fenomena alam. Siswa atau mahasiswa tidak dibiasakan untuk menginterpretasikan sebuah persoalan. Inilah problem dasar pada pendidikan matematika kita di Indonesia. betapa para siswa Maman dan menyodorkan sebuah contoh. Terhadap kelemahan itu. kata Maman memang tidak ingin kemudian melakukan perubahan terhadap kurikulum matematika yang sudah ada. SMA mahasiswa akan dengan mudah dan dipastikan benar. kita tahu.'' katanya. "Tentu ini ditujukan kepada para guru dan dosen agar apa yang diberikan kepada para peserta didiknya harus dilengkapi dengan berbagai penjelasan dan latar belakang terhadap sebuah rumus yang telah diyakininya itu. manakala diminta untuk mengerjakan soal determinan dari sebuah materik. Padahal. hampir dapat di-pastikan. sering ditemui siswa atau mahasiswa tidak mampu memberikan penjelasan atau interpretasi terhadap sebuah soal dalam matematika. Naimah Paronda_08507036 Page 13 . Tapi ketika ditanya lebih lanjut apa makna dan pengertian dari determinan yang telah dikerjakannya itu. tidak ada yang mengerti. Akibat dari semua itu kata dia. tapi ia hanya berharap ada perubahan paradigma dan cara pandang baru tentang bagaimana unsur-unsur filsafat itu bisa diberikan kepada siswa dan mahasiswa.Misalnya.Filsafat Pendidikan Matematika katanya.

'' Naimah Paronda_08507036 Page 14 .Filsafat Pendidikan Matematika sebagai sebuah pengetahuan filsafat.

Filsafat Pendidikan Matematika BAB III SIMPULAN Filsafat adalah suatu ilmu yang kajiannya tidak hanya terbatas pada fakta-fakta saja melainkan sampai jauh diluar fakta hingga batas kemampuan logika manusia. Filsafat Pendidikan Perenialisme. yaitu: Filsafat Pendidikan Filsafat Pendidikan Filsafat Filsafat Pendidikan Eksistensialisme. Pendidikan Progresivisme. dan Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme. Naimah Paronda_08507036 Page 15 . Ada beberapa aliran dalam filsafat pendidikan Pragmatisme. Filsafat Pendidikan esensialisme.

Jakarta: PT. Gramedia http://www.com/News/2007/01/12/index. Pengantar Filsafat Pendidikan. 2003. Bandung: Alfabeta Naimah Paronda_08507036 Page 16 .Filsafat Pendidikan Matematika DAFTAR PUSTAKA C.html Uyoh Sadulloh. 1989.suarapembaruan. Filsafat Ilmu dan Pengetahuan.Verhak.