MECHANICAL PROPERTIES

PENGUJIAN MEKANIK Hairul Arsyad

Pengujian Tarik-Tekan

Pengujian Kekerasan

Pengujian Puntir

Pengujian Impak

Uji Keausan

Uji Bending

Uji Fatik

UJI TARIK (TENSILE TEST)

GAMBAR MESIN UJI TARIK .

AISI. Kekuatan tarik dari bahan merupakan kekuatan yang dijadikan ukuran kemampuan bahan dalam aplikasi. Berdasarkan nilai kekuatan tarik bahan para perancang elemen-elemen mesin mendisain kebutuhan materialnya.Pengujian tarik adalah pengujian yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dari bahan. SII ataupun JIS . Bentuk spesimen UJI TARIK harus standar menurut ASTM.

………………… Load : ………… Grafik Tegangan Regangan start PHYSICAL METALLURGY LABORATORY Name : …………… Signature …………. Load Rate : ………………… Beban : Persamaan Tegangan & Regangan σ = P/A ε = L0 / (L0 – L1) Dimensi Spesimen Kecepatan penarikan : . Standard Spec.TENSILE TESTER Alat UJI TARIK Test : ……… σ – ε graph Methode : …………… Workmaterial : ……………….

W t R d P Lo .

KEKUTAN TARIK BAHAN TIDAK SELALU SAMA UNTUK SETIAP ARAH

Tegangan. S Su SB Sy e Regangan .

.

.

Apabila bahan mengalami tarikan hingga daerah plastisnya. . kemudian gaya tarik dihilangkan maka bahan akan mengalami pertambahan regangan permanen.

.

.

Kurva Teg-Reg Sebenarnya (True StressStrain Curve) .

.

KETANGGUHAN BAHAN (TOUGHNESS) Utk Material Rapuh Utk Material Ulet .

Tegangan. σ σu σB σy Regangan. ε .

.

.

bearing.HARDNESS (Kekerasan) Kekerasan merupakan sifat suatu bahan untuk bertahan terhadap goresan atau indentasi bahan lain yang lebih keras Kekerasan mengindikasikan ketahanan aus dari suatu bahan (contoh : Hook. dll) .

Kekerasan Bahan adalah kemampuan atau ketahanan dari bahan terhadap deformasi plastis (perubahan bentuk tetap) akibat pembebanan pada permukaannya Metode Pengujian : • Metode Goresan • Metode Dinamik Metode Penekanan • Brinell • Rockwell • Metode Penekanan • Vickers .

Shore’s Scleroscope Semakin tinggi lentingan semakin keras material Speciment A Speciment B .

Spesimen ditekan dengan gaya F yang lebih besar pada bola baja 3. Spesimen ditekan dengan gaya F Brinell/Rockwell : F yang kecil pada bola baja 2.Cara Pengujian Kekerasan 1. HB dihitung dengan mengukur luas bekas penekanan speciment 00:00:04 00:00:03 00:00:02 00:00:01 00:00:00 . Gaya dihilangkan. Bola baja mengalami pelentingan kecil 5. Bola baja diangkat dan nampak bekas penekanan (HRB ditentukan jarum pengukur) 6. Spesimen dibiarkan mengalami penekanan selama 4 detik (HRB) atau 15 detik (HB) 4.

5√(D2 – d2 ) HB = 2F/ πD(D-√(D2-d2)) speciment .D : diameter bola baja [mm] d : diameter indentasi [mm] t : kedalaman indentasi [mm] HB = F/ πDt X = 0.0.5 √(D2 – d2 ) t = 0.5D.5d)2 ) X = 0.5D – t x d t X = √((0.5D)2 – (0.

(b) Brinell indentation with measuring scale in millimeters .Brinell indentation process. (a) Schematic of the principle of the Brinell indentation process.

E sampai V. Skala B ditujukan untuk logam-logam yang lebih lunak menggunakan bola baja 1/16 inci beban 100 kg. B. . 100. D. yang sangat keras dengan penetrasi kerucut intan beban 60 kg. Skala C ditujukan untuk pengukuran kekerasan baja yang telah dikeraskan dengan kerucut intan beban 150 kg dan seterusnya. C.INDENTOR : Kerucut intan dan bola baja BEBAN : 60. 150 kg SKALA : A. Skala A ditujukan pada logam-logam.

Teknik Pengujian : Vickers Microhardness Top view d1 d1 ASTM E 10-66 Side view 136 HV=1.854 P/d12 Indenter : Diamond Pyramid .

.

1/8. 150 kg diameter) . 100 kg. 1/2 inchi 60 kg.Teknik Pengujian : Side view 120 Rockwell ASTM E 10-66 Top view Load : Indenter : • Diamond Cone (1/16. 1/4.

GAMBAR INDENTOR JENIS KERUCUT INTAN .

.

.

.

.

MESIN UJI KEKERASAN ROCKWELL BUATAN INSTRON .

PENGUJIAN KEKERASAN DARI SEBUAH POROS DENGAN MENGGUNAKAN DUDUKAN (ANVIL SUPPORT) .

Teknik Pengujian : Knoop Microhardness Top view b ASTM E 10-66 Side view t l HK = 14.2 P/l2 Indenter : Diamond Pyramid .

5) kg/mm2 .Untuk baja karbon dengan kekerasan < HB 175 u = 0.5 x HB – 23.5%.356 x HB kg/mm2 Untuk baja karbon dengan kekerasan > HB 175 u = 0.346 x HB kg/mm2 Untuk baja crom nikkel pada karbon yang berbeda Cr 1.5) kg/mm2 Untuk Nr 3.5 % u = (0.5% Ni 0.3) kg/mm2 Untuk baja vanadium dengan karbon yang berbeda-beda u = (0. 1% Cr. Karbon yang berbeda-beda u = (0.48 x HB – 15.5 x HB – 20.

IMPACT TEST PENGUJIAN KETANGGUHAN .

Temperatur . Uji Impak adalah pengujian untuk mengetahui ketahanan bahan terhadap beban tiba-tiba KETANGGUHAN BAHAN DIPENGARUHI OLEH: 1. Sensivitas Takik (V dan U) 3.TOUGHNESS : Kemampuan material menyerap energi tanpa patah/retak. Kecepatan gaya atau beban 2.

(b) Izod method . (a) Charpy method.Specimen types and test configurations for pendulum impact toughness tests.

Charpy Methode F Izod Methode F Standard Impact Test ASTM E 23 t T Impact Energy (m x g x H)/A Dimensi Spesimen P = 10 mm T = 10 mm L = 55 mm t = 2 mm P l t T P l .

General configuration of anvils and specimen in Charpy test .

(c) Unotch specimen (ASTM E 23 and ISO 83) . (b) Keyhole specimen (ASTM E 23).Dimensional details of Charpy test specimens most commonly used for evaluation of notch toughness. (a) V-notch specimen (ASTM E 23 and ISO 148).

BEBAN KETERANGAN ALAT LENGAN AYUN L PENUNJUK SIMPANGAN / ENERGY β H1 Beban m = 300 kg α Panjang lengan L = 100 cm BODY H2 SPESIMEN PENUMPU SPESIMEN Sudut angkat α = 160o Tinggi angkat H1=194 cm H2 = Tinggi ayun β = Sudut ayun BED .

Uk KALIBRASI CARA KALIBRASI : • Beban diayunkan tanpa spesimen • Sudut angkat. lengan berayun pada sudut β maksimum atau energi minimum • Bila tidak mencapai β maksimum maka selisih energi. Uk menjadi nilai kalibrasi alat . α =160o α • Karena tidak terjadi tumbukan.

PERSAMAAN IMPACT ENERGY R sin (α -90) R + R sin (α -90) R + R sin (β – 90) I = (m x g x H)/A R P α Impact Energy : β R sin (β – 90) [J] H1 = R + R sin (α -90) H2 = R + R sin (β – 90) H = H1 – H2 = R (sin (α -90) .sin (β – 90) ) T t A = Luas penampang melintang spesimen A = P x (T – t) .

110o Top View Top View .

Kecepatan regangan yang tinggi 3. Gejala ini dapat disebabkan oleh 3 hal yaitu : 1. dan gejala patah getas pada logam banyak dijumpai bila logam dibebani secara tibatiba berupa pukulan.Untuk melihat sifat bahan terhadap beban tiba-tiba. dilakukan pengujian impak. Temperatur rendah . Konsentrasi tegangan karena ada takikan 2.

TEMPERATUR TRANSISI ULET KE GETAS IMPACT ENERGY steel TEMPERATURE .

FATIGUE TEST PENGUJIAN KELELAHAN .

keletihan Istilah Teknik : Fatigue = kelelahan bahan akibat mengalami beban siklik .Pengertian FATIK Istilah bahasa : Fatigue = (kb) kelelahan.

impuritis) Terjadi pada : elemen mesin otomotif. motor dan turbin.Pengertian FATIK Kelelahan bahan akibat mengalami beban siklik Beban dapat berupa : Gaya. geometri) dan milyaran kali faktor metalurgis (inklusi. Siklik : Beban yang terjadi secara berulang . dll . Selain faktor pembebanan siklik. pesawat terbang. dsb. fluktuatif faktor-faktor lain adalah : bolak-balik atau acakNotch dan berlangsung jutaan atau (takik. Temperatur. Tegangan/tekanan.

+ 0 - Tegangan Bolak Balik Jenis Tegangan Siklik Tegangan siklik dapat menurunkan kemampuan deformasi plastik suatu bahan sehingga terjadi patah fatik pada beban dibawah σu atau bahkan dibawah σy Tegangan Berulang 0 waktu Tegangan Fluktuasi 0 .

pecah.Kekuatan FATIK Kekuatan Fatik adalah batas kekuatan dimana bahan tidak mengalami gagal (patah. retak) karena beban siklik .

Types of Fatigue low cycle fatigue . no. . or very little.. observable plastic deformation (some micro-deformation).high loads → short Nf (104-105 cycles) high cycle fatigue – low loads → long Nf (>105) Occurs under dynamic stresses 􀂃 90% of metal failures occur in fatigue! 􀂃 Occurs in all kinds of materials 􀂃 Usually breaks ………………….

.

R. Moore ReversedBending Fatigue Machine .Alat Uji Kekuatan FATIK indikator motor spesimen beban R.

Moore ReversedBending Fatigue Machine .R.Prinsip Pengujian : Spesimen mengalami : ►Bending ►Rotasi secara bersamaan R.

Prinsip Pengujian : + 0 waktu - Bending yang terjadi pada spesimen yang sedang berotasi menimbulkan gaya tekan dan tarik silih berganti dengan besar yang sama σ σ Bending Moment Diagram .

S [Mpa] 500 400 300 200 100 1045 steel Endurance limit 2014-T6 Aluminium alloy 104 105 106 107 108 109 1010 Number of Cycles [N] .Hasil Pengujian : KURVA S – N Tegangan maksimum yang dapat ditahan oleh material tanpa mengalami patah pada berapapun siklus disebut endurance limit Stress amplitude.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful