F.K.I.P. Pendidikan Matematika Semester II /B T.A.

2011/2012 Universitas Balikpapan [UNIBA]

Skenario Simulasi Bimbingan & Konseling [BK]

Dosen Pengampu M. Psi.

: Nelly Nova Mandagie,

Disusun Oleh : *Khusnul Khotimah
[11.11.106.502.195]

*Nur Hadijah [11.11.106.502.143]

bahwa fakultas keguruan masa depannya cukup menjanjikan. Saya sebenarnya setuju dengan apa yang ibu katakan tadi. Tumben mampir ke ruangan Ibu. Dari wajah Dije. Saya benar-benar dilema saat ini. lalu?” (penerimaan) : “Saya tidak habis pikir. Iya. padahal saya sudah dewasa. sambil memainkan ujung jilbabnya.” (ajakan berbicara) [Siswa pun menunduk resah. Ada yang bisa Ibu bantu?” : “Uumm. Belum tentu murid-murid saya nantinya akan mengerti apa yang saya jelaskan.. Benar begitu?” (klarifikasi pikiran) : “ Yaahh.*** Siswa Guru : “Assalamu’alaikum.” [Guru berdiri sambil melihat ke arah pintu.. Saya juga kesal kenapa saya tidak bisa menentukan pilihan saya sendiri. karena itu kamu tidak mau mengikuti keinginan orang tua kamu.... tapi. Ayo ceritakan apa yang mengganjal pikiran kamu.. kamu benar-benar bingung dengan kemauan orang tua kamu. Ayo masuk.. silahkan duduk dulu.begitu lah kira-kira bu.” : “Wa’alaikumsalam.. Tapi saya tidak yakin dengan kemampuan saya untuk mengajar nantinya.” : “hhmm. Sepertinya kamu belum yakin dengan kemampuan kamu. Padahal saya merasa memiliki bakat dan kemampuan lebih di bidang fotografi. Begitulah kira-kira bu. Iya Bu.” : “Uumm.] “eh. Apa Ibu ada waktu?” : “Tentu saja..” : “Uuumm. Saya merasa tidak pantas saja” : “Kamu merasa tidak yakin dengan kemampuan kamu untuk mengajar.] : “Begini Bu.. Sebenarnya ada yang mau saya bicarakan.” (parafrase) Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru .” (parafrase) : “Iya Bu. Selain faktor bakat yang lebih besar di bidang fotografi.. kenapa orang tua begitu memaksa saya untuk mengikuti keinginan mereka.” : “Jadi. agar saya memilih fakultas keguruan.” : “Tapi?” (permintaan untuk melanjutkan) : “Saya hanya merasa tidak siap dan mengerik an sekali rasanya jika membayangkan suatu saat saya menjadi guru Bu...” : “Tidak siap? Mengerikan?” (accent) : “Iya Bu.... Sebenarnya saya menyukai fakultas keguruan.. sepertinya hal yang ingin dibicarakan cukup serius. Dije. apa yang mendorong kamu sama sekali tidak ingin masuk fakultas keguruan? Bukankah fakultas keguruan mempunyai masa depan yang cukup menjanjikan?” (pertanyaan terbuka ) : “Uumm..

” : “Iya Dije.] : “Sekali lagi terimakasih banyak ya Bu.” : “Iya Dije. rasa percaya diri akan timbul dengan sendirinya. mau kembali ke kelas dulu. Wa’alaikumsallam..” : “Bagus kalau kamu sudah bisa memilih dan berfikir lebih realistis dari sebelumnya. kamu sudah bebas dari beban pikiran yang tadi mengganggumu. teori pendekatan yang digunakan adalah Trait-Factor Conseling. saya harus lebih meyakinkan hati saya. mana yang lebih baik untuk masa depan saya?” : “Iya. mana yang sebenarnya lebih efektif untuk dijadikan profesi kedepannya. keinginan kamu untuk berprofesi sebagai fotografer dipicu hobi dan rasa tidak yakin dengan kemampuan kamu apabila kamu memilih profesi sebagai guru. Dan semoga sukses ya ujian SNMPTN-nya.” : “Iya Bu... apa yang menjadi keuntungan kamu apabila kamu memilih bidang fotografi?” (penyelidikan) : “Sebenarnya sederhana saja Bu. Ibu juga senang.” : “Menurut kamu.. Selamat menghadapi ujian akhir ya.” [Siswa dan guru berdiri sambil berjabat tangan. Assalamu’alaikum. Fotografi hanya sebuah hobi.” Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru [Dalam proses konseling di atas. hal itu wajar dialami setiap pemula.” : “Baiklah kalau begitu Bu. hobi bisa jadi obat yang paling ampuh untuk mengatasi kejenuhan. tidak ada salahnya kan kalau kamu mengikuti keinginan orang tua kamu... sambil tetap menekuni hobi saya.. Saya rasa Ibu ada benarnya.] *** . Coba kamu pikirkan matang-matang. Tidak ada salahnya mencoba pilihan orang tua yang memang menjanjikan. Terimakasih banyak sudah membantu saya menghadapi masalah ini Bu. Saya menyenangi fotografi dan berharap bisa menjalani profesi yang sesuai dengan hobi saya.” : “Jadi.” (feedback) : “Hmm..” : “Sama-sama Dije. dan biarlah tetap menjadi hobi.” (penyajian alternatif) : “Maksud Ibu. Saya permisi. Karna kamu sendiri pun merasa bahwa fakultas keguruan juga tidak kalah bagus dengan fotografi. Jadi apa yang seharusnya saya lakukan Bu?” : “Begini saja. Kalau kamu membiasakan diri berbicara di depan umum.Siswa Guru Siswa Guru : “Iya Bu. Karena suatu saat kamu merasa jenuh dengan rutinitas kamu. Coba Dije pikirkan. Bagaimana menurut Dije?” (suggestion) : “Uumm. Kalau kamu mengatakan kamu tidak percaya diri mengajari murid-muridmu nantinya..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful