BAB II SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL

Standar Kompetensi : 2. Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan Nasional. Kompetensi Dasar : 2.1. Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional. 2.2. Menganalisis peranan lembaga-lembaga peradilan. 2.3. Menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 2.4. Menganalisis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia 2.5. Menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

A. PENDAHULUAN
---------------------------------( Ada gambar orang yang melanggar hukum) --------------------------

Pertanyaan pertama sebelum membahas lebih lanjut tentang sistem hukum dan peradilan nasional, mengapa manusia perlu aturan di dalam membangun komunitas kehidupan bersama? Bahwa manusia di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara memerlukan aturan-aturan yang mampu menjamin rasa keadilan, ketenteraman dan keamanan bersama. Setiap negara dimanapun berada, memiliki tujuan atau nilai-nilai tertentu yang ingin diperjuangkan. Dalam mencapai tujuan tersebut, agar tidak salah arah dan otoriter maka diperlukan kaidah atau pedoman baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Kaidah atau pedoman tertulis, misalnya : Undang-Undang Dasar, Peraturan Pemerintah, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Peraturan Daerah, dan lain-lain. Sedangkan pedoman yang tidak tertulis, antara lain : Kovensi (kebiasaan di dalam penyelenggaraan negara), hukum adat pembagian waris, kebiasaan-kebiasaan upacara kematian, dan sebagainya. Kaidah atau pedoman yang ada di dalam suatu masyarakat, bangsa atau negara, pada hakikatnya merupakan cerminan nilai-nilai/aturan suatu bangsa secara keseluruhan.

1

Untuk apa kaidah itu ada ? Kaidah itu ada atau diciptakan adalah untuk menjamin terciptanya keteraturan dalam hidup bermasyarakat. Kehidupan bersama suatu masyarakat dan bangsa akan timbul kekacauan, manakala tidak berlandaskan pada nilai-nilai dan norma. Untuk itulah, setiap individu di dalam masyarakat atau negara sangat perlu mempelajari tentang sistem hukum dan peradilan yang ingin diperjuangkan guna mewujudkan keteraturan hidup (ketertiban), rasa aman dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan pandangan Prof. Y. Van Kant, bahwa tujuan hukum (dibuatnya aturan) adalah untuk menjaga agar kepentingan tiap-tiap manusia tidak diganggu.

B. SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL
11

Sistem Hukum
a. Pengertian Sistem Dalam berbagai kesempatan kita sering mendengar kata “sistem”. Ketika berbicara pendidikan, maka orang akan bertanya pentingnya sistem pendidikan, demikian juga ketika orang berbicara tentang ekonomi, orang akan bertanya bagaimana sistem ekonominya dan sebagainya. Dalam kesempatan ini kita akan membahas tentang sistem hukum yang ada di Indonesia (sistem hukum nasional). Kata “sistem” dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia mengandung arti susunan kesatuan-kesatuan yang masing-masing tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi berfungsi membentuk kesatuan secara keseluruhan. Pengertian sistem dalam penerapannya, tidak seluruhnya berasal dari suatu disiplin ilmu yang mandiri, karena dapat pula hanya berasal dari pengetahuan, seni maupun kebiasaan : seperti sistem mata pencaharian, sistem tarian, sistem perkawinan, sistem pemerintahan, sistem hukum dan sebagainya. Untuk dapat memperjelas dan memperluas pemahaman tentang sistem, berikut ini terdapat beberapa sarjana yang memberikan defenisinya.  Prof. Prajudi Sistem adalah suatu jaringan daripada prosedur-prosedur yang berhubungan satu sama lain menurut skema atau pola yang bulat untuk menggerakkan suatu fungsi yang utama dari suatu usaha atau urusan.  W. J. S. Poerwadarminta Sistem adalah sekelompok bagian-bagian (alat dan sebagainya), yang bekerja bersama-sama untuk melakukan sesuatu maksud.

Prof. Sumantri Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang bekerja bersamasama untuk melakukan suatu maksud. Apabila salah satu bagian 2

rusak atau tidak dapat menjalankan tugasnya, maka maksud yang hendak dicapai tidak akan terpenuhi, atau setidak-tidaknya sistem yang telah terwujud akan mendapat gangguan.  Drs. Musanef Sistem adalah suatu sarana yang menguasai keadaan dan pekerjaan agar dalam menjalankan tugas dapat teratur, atau Suatu tatanan dari hal-hal yang paling berkaitan dan berhubungan sehingga membentuk suatu kesatuan dan satu keseluruhan.

Fokus Kita :
Sistem adalah kesatuan yang utuh dari sesuatu rangkaian, yang kait mengait satu sama lain. Bagian atau anak cabang dari suatu sistem , menjadi induk sistem dari rangkaian selanjutnya. Begitulah seterusnya sampai pada bagian yanng terkecil, rusaknya salah satu bagian akan mengganggu kestabilan sistem itu sendiri. Ketatanegaraan Indonesia adalah

1) 2) 3) 4) 5)

Unsur-unsur dalam sistem mencakup antara lain : Seperangkat komponen, elemen, bagian. Saling berkaitan dan tergantung. Kesatuan yang terintergrasi. Memiliki peranan dan tujuan tertentu. Interaksi antar sistem membentuk sistem lain yang lebih besar.

11

Karakteristik Umum Sistem Pemahaman tentang sebuah sistem sangat diperlukan dalam rangka untuk semakin memperjelas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing komponen atau unsur-unsur yang ada di dalamnya guna mencapai suatu tujuan tertentu. Di dalam setiap sistem, terkandung prinsip-prinsip atau karakteristik umum sebagai berikut : a. Cenderung ke arah entropi-lamban, menua, mati. b. Hadir dalam ruang dan waktu yang tidak bisa dihentikan. c. Mempunyai batas-batas yang dapat berubah. d. Mempunyai lingkungan proksimal dan distal :  Lingkungan proksimal (lingkungan yang disadari oleh sistem).  Lingkuangn distal (lingkungan yang berada di luar sistem). e. Mempunyai variabel dan parameter :  Variabel adalah faktor-faktor dalam sistem  Parameter adalah faktor-faktor di luar sistem f. Mempunyai sub-sistem g. Mempunyai supra sistem. 3

Karakteristik sistem dalam alur kerjanya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

LINGKUNGAN

INPUT
LINGKUNGAN

PROSES

OUTPUT

Bonus Info Kewarganegaraan
MANAJEMEN SISTEM Merupakan pendekatan sistem yang bersifat pragmatis, yaitu mencari manfaat dengan mempergunakan metode sintetis atau memadukan unsur-unsur menjadi kesatuan untuk mengintegrasikan operasi-operasi kerja melalui perancangan yang menekankan pada jaringan hubungan antar unsurnya. ANALISIS SISTEM Merupakan pendekatan sistem yang bertitik totak pada optimalisasi penggunaan Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Benda (SDB) yang ada dan tersedia dengan mempergunakan metode penyusunan model-model kerja untuk mencapai tujuan secara efektif, efisien dan terkendali.
11

Sistem Hukum Bertolak dari pengertian sistem yang telah dikemukakan di atas, maka sistem hukum dimaksudkan adalah satu kesatuan hukum yang berlaku pada suatu negara tertentu yang dipatuhi dan diataati oleh setiap warganya. Sistem hukum yang dianut oleh negaranegara di dunia pada saat ini, antara lain sistem hukum Eropa Kontinental, sistem hukum Anglo-Saxon, sistem hukum adat, dan sistem hukum agama. 1) Sistem hukum Eropa Kontinental, adalah suatu sistem hukum dengan ciri-ciri adanya berbagai ketentuan-ketentuan hukum dikodifikasi (dihimpun) secara sistematis yang akan ditafsirkan lebih lanjut oleh hakim dalam penerapannya. Hampir 60% dari populasi dunia tinggal di negara yang menganut sistem hukum ini. 2) Sistem hukum Anglo Saxon , adalah suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurisprudensi, yaitu keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakimhakim selanjutnya. Sistem hukum ini diterapkan di Irlandia, 4

Inggris, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Kanada (kecuali Provinsi Quebec) dan Amerika Serikat (walaupun negara bagian Louisiana mempergunakan sistem hukum ini bersamaan dengan sistim hukum Eropa Kontinental Napoleon). Selain negara-negara tersebut, beberapa negara lain juga menerapkan sistem hukum Anglo-Saxon campuran, misalnya Pakistan, India dan Nigeria yang menerapkan sebagian besar sistem hukum Anglo-Saxon, namun juga memberlakukan hukum adat dan hukum agama. 3) Sistem hukum Adat/Kebiasaan, adalah seperangkat norma dan aturan adat/kebiasaan yang berlaku di suatu wilayah, dan 4) Sistem hukum Agama, merupakan sistem hukum yang berdasarkan ketentuan agama tertentu. Sistem hukum agama biasanya terdapat dalam Kitab Suci. Pengertian Hukum Hukum sulit didefinisikan karena kompleks dan beragamnya sudut pandang yang mau dikaji. Prof. Van Apeldoorn mengatakan bahwa “definisi hukum sangat sulit dibuat karena tidak mungkin mengadakannya yang sesuai dengan kenyataan”. Karena itu, sebaiknya kita lihat dulu pengertian hukum menurut para ahli hukum terkemuka berikut ini.  Prof. Mr. E.M. Meyers Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat, dan menjadi pedoman bagi penguasa negara dalam melaksanakan tugasnya.  Leon Duguit Hukum adalah aturan tingkah laku anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang pelanggaran terhadapnya akan menimbulkan reaksi bersama terhadap pelakunya.  Drs. E. Utrecht, S.H. Hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karen aitu harus ditaati oleh masyarakat itu.

11

 S.M. Amin, S.H. Hukum merupakan kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi, dengan tujuan mewujudkan ketertiban dan pergaulan manusia.

5

kemerdekaan jiwa. harta benda) dari pihak yang merugikan. S. N o 1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat . Isi hukum semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis kita mengenai 2. Hukum itu semata-mata menghendaki “keadilan”.T. 11 Tujuan Hukum Hukum mempunyai sifat mengatur dan memaksa. larangan. (kehormatan.H. secara umum dapat dikatakan bahwa hukum mencakup unsur-unsur berikut ini : a. yaitu hukuman tertentu. Subekti. S. atau izin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu serta dengan maksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat. b. J.C. berisikan perintah. yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan . Fokus Kita : Dari beberapa pengertian tentang hukum. Simorangkir. yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib. Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa.H. Van Apeeldoorn 3. dan yang pelanggraan terhadapnya mengakibatkan diambilnya tindakan. Teori Etis 6 .  Samidjo Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan yang bersifat memaksa.H. Pendapat yang Dikemukakan Hukum itu mengabdi pada tujuan negara. Mengatur pergaulan oleh hukum dengan melindungi kepentingan-kepentingan hukum manusia tertentu. yang menda-tangkan atau ingin mencapai kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya.masyarakat. S. Adapun tujuan dibuatnya hukum dapat dilihat pada matriks di bawah ini. Tokoh/ Pakar Prof. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwenang. dan Woerjono Sastropranoto.

ada kepentingan daya guna dan kemanfaatan. Sumber hukum dibedakan antara sumber hukum “material” ( welborn) dan sumber hukum “formal” (kenborn). Y. sedangkan unsur-unsur keadilan ialah: “Kepentingan daya guna dan kemanfaatannya”. Van Kant Geny 6. 7. Sebagai unsur keadilan. 4. Tujuan hukum adalah untuk menjaga agar kepentinbgan tiap-tiap manusia tidak diganggu. hukum merupakan peraturan-peraturan hidup di dalam masyarakat yang dapat memaksa orang supaya mentaati tata tertib dalam masyarakat serta memberikan sanksi yang tegas (berupa hukuman) terhadap siapa saja yang tidak mematuhinya. terampil. Hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. 11 Sumber Hukum Sumber hukum adalah segala yang menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan memaksa. yaitu terciptanya masyarakat yang terlindungi oleh hukum. Tujuan hukum adalah semata-mata untuk mewujudkan apa yang berfaedah bagi banyak orang. Sumber hukum material adalah keyakinan 7 . 5. cinta dan bangga bertanah air Indonesia dalam suasana kehidupan makmur dan adil berdasarkan falsafah Pancasila. cerdas. semua pejabat negara. Oeny Hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Dengan kata lain. “Menjamin kebahagiaan sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang”. 8. Tujuan Hukum Nasional Indonesia Dengan demikian. lembaga-lembaga tinggi negara. yakni aturan-aturan yang pelanggarannya dikenai sanki yang tegas dan nyata. Ingin mengatur secara pasti hak-hak dan kewajiban lembaga tertinggi negara.“apa yang adil dan apa yang tidak adil”. setiap warga Indonesia agar semuanya dapat melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan tindakantindakan demi terwujudnya tujuan nasional bangsa Indonesia. Bentham (Teori Utilitarianism e) Prof.

yaitu undang-undang dalam arti material dan undang-undang dalam arti formal. ketentuan pasal 5 ayat (1) UUD 1945 (Amandemen) yang berbunyi “Presiden memegang kekuasaan membentuk undangundang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat”. Kebiasaan (Hukum tidak tertulis). adalah setiap peraturan yang karena bentuknya dapat disebut undang-undang. a. Undang-undang dalam arti material. Di dalam UUD 1945. dan Yurisprudensi. “Bentuk” atau “kenyataan” yang oleh karenanya kita dapat menemukan hukum yang berlaku. merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap hal yang sama dan kemudian diterima serta diakui oleh masyarakat. karena dibentuk oleh yang berwenang sehingga derajat peraturan itu sah sebagai undang-undang.Pada umumnya. disebut sebagai sumber hukum formal.dan perasaan (kesadaran) hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi atau materi (jiwa) hukum. Ketetapan MPR. dapat bersumber dari nilai agama maupun kesusilaan. Dalam praktik penyelenggaraan negara. antara lain : Undang-undang. bila diberi bentuk tertentu. 1. Misalnya. Fokus Kita : Isi atau materi sumber hukum . Jadi. Undang-Undang Pengertian undang-undang dapat dibedakan menjadi 2 macam. Kebiasaan. Perpu. keberadaan hukum tidak tertulis (kebiasaan) diakui sebagai salah satu norma hukum yang dipatuhi. Macam-macam sumber hukum formal. dapat kita jumpai beberapa contoh. b. Kebiasaan (Hukum Tidak Tertulis) Di dalam masyarakat. “Jiwa Bangsa” (F. seperti : Undang-Undang Dasar. kehendak Tuhan ( Thomas Aquino). adalah setiap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang isinya mengikat secara umum. 2. “Akal Budi” (Grotius).C. Traktat. Keputusan Presiden. Doktrin. Undang-undang yang dibentuk oleh Presiden bersama DPR tersebut dapat diakui sebagai sumber hukum formal. Von Savigny). isi hukum yang bersumber dari Tuhan dan akal budi atau jiwa bangsa mempunyai kekuatan mengikat. Sumber hukum formal adalah perwujudan bentuk dari isi hukum material yang menentukan berlakunya hukum itu sendiri. UndangUndang. namun masih Isi hukum dapat menjadi peraturan yang berlaku dalam pergaulan manusia. dan Peraturan Daerah. Undang-undang dalam arti formal. hukum tidak tertulis 8 . Peraturan Pemerintah.

Maksudnya adanya keyakinan bahwa kebiasaan itu memuat hal-hal yang baik dan pantas ditaati serta mempunyai kekuatan mengikat. Adanya perbuatan yang dilakukan berulang kali dalam hal yang sama. b. namun dalam kenyataan praktik pemberian komisi selalu dipatuhi oleh masyarakat. Untuk itulah hakim membuat atau membentuk hukum baru dengan cara mempelajari putusan-putusan hakim terdahulu. khususnya tentang perkara-perkara yang yang sedang dihadapinya. Oleh karena itu. 3. hukum tidak tertulis (kebiasaan) sering digunakan oleh para hakim untuk memutuskan perkara yang belum pernah diatur di dalam undang-undang.disebut Konvensi. Timbulnya yurisprudensi. Yurisprudensi Yurisprudensi adalah keputusan hakim terdahulu terhadap suatu perkara yang tidak diatur oleh undang-undang dan dijadikan pedoman oleh hakim lainnya dalam memutuskan perkara yang serupa. Agar suatu kebiasaan mempunyai kekuatan dan dapat dijadikan sebagai sumber hukum. Adanya keyakinan hukum dari orang-orang atau golongangolongan yang berkepentingan. yang selalu diikuti dan diterima oleh yang lainnya. karena adanya peraturan perundang-undangan yang kurang atau tidak jelas pengertiannya. tetapi ditaati oleh seluruh rakyat karena mereka yakin bahwa peraturan itu berlaku sebagai hukum. Meskipun hal ini tidak diatur di dalam hukum tertulis. Fokus Kita : Menurut Bellefroid. karena adanya kekosongan hukum tertulis yang sangat dibutuhkan masyarakat/negara. Contoh : dalam hal jual beli atau sewa menyewa terdapat pihak penghubung (makelar) yang selalu mendapat komisi atau persen dari hasil usahanya menghubungkan antara penjual dengan pembeli. sehingga menyulitkan hakim dalam memutuskan suatu perkara. maka ditentukan oleh 2 (dua) faktor sebagai berikut : a. Dipatuhinya hukum tidak tertulis. Dalam membuat yurisprudensi. kebiasaan merupakan semua peraturan yang meskipun tidak ditetapkan oleh pemerintah. bisanya seorang hakim akan melaksanakan berbagai macam penafsiran sebagai berikut : 9 .

masalah Perjanjian Dwi-Kewarganegaraan antara Indonesia dan RRC. NATO. adalah perjanjian yang dibuat atau dibentuk oleh lebih dari dua negara.  Traktat multilateral. 4) Penafsiran teleologis. Himpunan putusan-putusan pengadilan yang disusun secara sistematik. Istilah yurisprudensi. Pembuatan traktat. yaitu:  Traktat bilateral. dan sebagainya). 3) Penafsiran sistematis. dan 5) Penafsiran otentik. biasanya melalui tahap-tahap berikut ini. yaitu penafsiran yang dilakukan oleh si pembentuk undang-undang itu sendiri. yaitu penafsiran dengan jalan mempelajari hakekat tujuan undang-undang yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Traktat ini bersifat tertutup. 2) Penafsiran secara historis. PERIHAL YURISPRUDENSI 4. 1 1 Penetapan isi perjanjian dalam bentuk konsep yang dibuat/disampaikan oleh delegasi negara yang bersangkutan. Misalnya. yaitu penafsiran berdasarkan sejarah terbentuknya undang-undang . 1 1 Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat masing-masing. dapat dibedakan sebagai berikut : 1. berarti peradilan . traktat dapat dibedakan menjadi dua. merupakan ajaran hukum yang tersusun dari dan di dalam peradilan.1) Penafsiran secara gramatikal (tata bahasa). Dalam pelaksanaannya. yang kemudian dipakai sebagai landasan hukum . adalah perjanjian yang dibuat oleh dua negara. Traktat ini bersifat terbuka bagi negara-negara lainnya untuk mengikatkan diri (PBB. Secara umum. yaitu penafsiran dengan cara menghubungkan pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang . Traktat Traktak adalah perjanjian yang dibuat oleh dua negara atau lebih mengenai persoalan-persoalan tertentu yang menjadi kepentingan negara yang bersangkutan. Bonus Info Kewarganegaraan Kata yurisprudensi (Latin : Jurisprudentia = sarjana hukum). karena hanya melibatkan dua negara yang berkepentingan. yaitu penafsiran berdasarkan arti kata . 1 . 3. Dalam arti sempit. 2.

Doktrin sebagai sumber hukum formal banyak digunakan para hakim dalam memutuskan perkara melalui yurisprudensi. 11 Undang-undang . 1 . yaitu penukaran piagam perjanjian. seperti doktrin dari Montesquieu. 1 1 Pengumuman.1 1 Ratifikasi atau pengesahan oleh kepala negara masingmasing sehingga sejak saat itu traktat dinyatakan berlaku di seluruh wilayah negara. merupakan pedoman pembuatan aturan hukum di bawahnya. 6. 5. 4. 5. Tata urutan peraturan perundang-undangan Indonesia adalah sebagai berikut : 1 1 Undang-undang Dasar 1945 . Doktrin Doktrin adalah pendapat para ahli hukum terkemuka yang dijadikan dasar atau asas-asas penting dalam hukum dan penerapannya. kita mengenal doktrin. yakni:    Kekuasaan eksekutif (kekuasaan untuk melaksanakan undangundang) Kekuasaan legislatif (kekuasaan untuk membuat undangundang) Kekuasaan yudikatif (kekuasaan untuk mengadili pelanggaran undang-undang) Bonus Info Kewarganegaraan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan (TAP MPR No. Peraturan Pemerintah . Dalam hukum ketatanegaraan. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) . bahkan punya pengaruh yang sangat besar dalam hubungan internasional. Keputusan Presiden . traktat tersebut menjadi undang-undang dan merupakan sumber hukum formal yang berlaku. Peraturan Daerah. III/MPR/2003) Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan. Setelah diratifikasi oleh DPR dan kepala negara. dan 7. yaitu Trias Politica yang membagi kekuasaan menjadi tiga bagian yang terpisah. 11 Ketetapan MPR-RI .

...... ..................................................................... .......... dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut : 11 Penugasan Praktik Kewarganegaraan 1 Tuliskan pengertian hukum dari beberapa pendapat ahli yang anda diketahui dan berikan inti sari dari pendapatnya ! N o 1....................... ......... SH............................ ................................. ......... ..... ...................... ............................................ Y..................... 11 1 ........................................... Prof.................................. ................................... .. Berikan 2 (dua) tujuan hukum seperti yang dikemukakan oleh para tokoh di bawah ini ! Prof................................................................ ... ..................................................... mengapa sistem hukum yang dianut negaranegara di dunia tidak sama !.................... .............. tujuan hukum dan sumber hukum).. ................................................................................................................................................................................ Hukum mempunyai sifat mengatur dan memaksa.. .................................. 3...................... Tokoh Hukum Intisari Pendapat ............................................. 2............................ Subekti........................................................................................ ..................... Van Kant .................................. ............................................................Setelah mempelajari materi-materi tentang : Sistem Hukum (Pengertian sistem...... ....................... ..... ..... oleh sebab itu perlu dibuatnya tujuan hukum.......... ...... .............................................................. .................................................................................................. ................................................................................................................................ 11 Berikan penjelasan.......................................... Pengertian hukum.......................... . Sistem hukum.... ...... ................................................................ ......................

Keluarga Hk......... Pidana Hk....... Acara Isi Hk....11 Berikan tanggapan penjelasan............. ........................................................................ Wujud Tidak ...................................................... Kekayaan Hk............................ Kebiasaan...... Waktu Satu Golongan Semua Golongan Antar Golongan Publik Pribadi Hk............... nal Ius Contitutum Ius 11 Penggolongan Huku Waktu Hukum Contituendum m Hukum Antar Perhatikan bagan penggolongan hukum di bawah ini.................................... ........................................................... Yurispru-densi.............. Tata Negara Hk.................................. Adm........................ ................................................................. Negara Hk....... Internasio .................................................................... Perorangan Privat/Perda ta Hk.... ............................................................... Waris Tugas dan Fungsi Material Formal Pidana Formal Perdata Formal 1 ..................................... Lokal ................................. Tertulis .................................................................. .... mencakup antara lain Undang-undang.... ........................................................................................ Ruang Nasional .... .................................... .................. ............. Traktat dan Doktrin ! Berikan contoh sumber-sumber hukum di bawah ini ! Sumber Hukum Kebiasaan Sumber Hukum Adat Kebiasaan 11 Tertilis . ....................... ............................... Sumber-sumber hukum...... ....................... ... .......... mengapa di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara harus berpedoman pada hukum/aturan ! ......

Minangkabau. Berdasarkan Ruang atau Wilayah Berlakunya  Hukum lokal. yaitu hukum yang hanya berlaku di daerah tertentu saja (hukum adat Manggarai-Flores. Jawa.  Hukum Internasional. yaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan dan dicantumkan dalam berbegai peraturan negara. yaitu hukum yang masih hidup dan tumbuh dalam keyakinan masyarakat tertentu (hukum adat). Mesir.  Hukum tidak tertulis. yaitu hukum yang berlaku di negara tertentu (hukum Indonesia. yaitu hukum yang mengatur hubungan antara dua negara atau lebih (hukum perang. Contoh : UUD 1945. Berdasarkan Waktu dan Diaturnya   1 . Dalam praktik ketatanegaraan hukum tidak keyakinan disebut konvensi (Contoh: pidato kenegaraan presiden setiap tanggal 16 Agustus). hukum adat Batak. dan sebagainya). dan lain-lain. Malaysia. hukum perdata internasional. UU. dan sebagainya). dan sebagainya).  Hukum nasional.Keterangan:  Berdasarkan Wujudnya  Hukum tertulis.

8/1981 diatur tata cara penangkapan. atau mempertahankan hukum material. dan penuntutan. yaitu hukum yang mengatur dan berlaku hanya bagi golongan tertentu saja.Hukum yang berlaku saat ini (ius constitutum). yaitu hukum yang mengatur suatu peristiwa yang menyangkut hukum yang berlaku saat ini dan hukum yang berlaku pada masa lalu.  Hukum antarwaktu. disebut juga hukum positif. hukum acara adalah seperangkat aturan yang berisi tata cara menyelesaikan. Dalam arti formal. pelanggaran (overtredingen) adalah perbuatan yang melanggar (ringan) dengan ancaman denda. hukum publik mencakup Hukum Tata Negara. yaitu hukum yang mengatur hubungan antara warga negara dan negara yang menyangkut kepentingan umum. mempelajari halhal yang bersifat teknis dari negara. melaksanakan. pembunuhan. bentuk pemerintahan. Selain itu juga diatur siapa-siapa 1 . adalah seperangkat peraturan yang mengatur cara bekerja alat-alat perlengkapan negara.  Hukum yang berlaku pada waktu yang akan datang (ius constituendum).  Hukum semua golongan. yaitu hukum yang mengatur dan berlaku bagi semua golongan. adalah hukum yang mengatur pelanggaranpelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum yang diancam dengan sanksi pidana tertentu. mempelajari negara tertentu. hukum dapat dibedakan menjadi : hukum publik dan hukum privat. b. seperti bentuk negara. alat-alat perlengkapan negara. dan Hukum Acara. Hukum Administrasi negara. Sedangkan kejahatan (misdrijven) adalah perbuatan yang melanggar (berat) seperti pencurian. Berdasarkan Isi Masalah yang Diaturnya Berdasarkan isi masalah yang diaturnya. Hukum Tata Negara. Singkatnya. a. c. Dalam KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana).  Hukum antargolongan. dan. Hukum Pidana. d. Hukum Acara. penganiayaan. Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) No. yaitu hukum yang mengatur dua orang atau lebih yang masing-masingnya tunduk pada hukum yang berbeda.   Berdasarkan Pribadi dan Diaturnya  Hukum satu golongan. penahanan. dan sebagainya. Singkatnya mempelajati hal-hal yang bersifat mendasar dari negara. termasuk cara melaksanakan kekuasaan dan wewenang yang dimiliki oleh setiap organ negara. Hukum Administrasi Negara. hak-hak asasi warga negara. Hukum Pidana. penyitaan.   Hukum Publik. disebut juga hukum formal (Pidana dan Perdata).

yaitu seseorang/perkumpulan tertentu yang ditunjuk hakim untuk menjadi kurator (pengampun) bagi orang dewasa yang diampuninya (kurandus) karena adanya kelainan. putusnya perkawinan.  Perkawinan. dan perempuan) dengan maksud hidup bersama untuk jangka waktu yang lama menurut Undang-undang.CV<Firma. Hukum kekayaan mencakup : 1 .yang berhak melakukan penyitaan. pribadi atau sipil. boros. berarti warga negara. dan berkelakuan buruk. yaitu mengatur perbuatan-perbuatan hukum serta akibat-akibatnya antara dua pihak (laki-laki. b. Dalam arti luas hukum privat (perdata) mencakup juga Hukum Dagang dan Hukum Adat. adalah hukum yang memuat serangkaian peraturan yang timbul dari pergaulan hidup dan keluarga (terjadi karena perkawinan yang melahirkan anak). lemah daya. Di Indonesia. pengadilan yang berwenang. Kekuasaan orangtua putus ketika seorang anak telah dewasa (21 tahun). c. dan sebagainya) merupakan “pembawa hak” atau sebagai “subyek hukum”. dan sebagainya. Hal ini terjadi. Hukum kekayaan mengatur benda (segala barang dan hak yang dapat menjadi milik orang atau objek hak milik) dan hak-hak yang dapat dimiliki atas benda. Perdata. Hukum Perorangan. tidak sanggup mengurus diri. penyelidikan. Hukum Kekayaan Adalah peraturan-peraturan hukum yang mengatur hak dan kewajiban manusia yang dapat dinilai dengan uang. Manusia dan Badan Hukum (PT. Sumber pokok hukum perdata adalah Buergelijik Wetboek (BW). yaitu kewajiban membimbing anak sebelum cukup umur.  Perwalian. yaitu seseorang/perkumpulan tertentu yang bertindak sebagai wali untuk memelihara anak yatim piatu sampai cukup umur. sakit ingatan. Di Indonesia. misalnya karena perkawinan keduaorangtuany outus. diatur dengan UU No. Hukum keluarga dapat dibagi sebagai berikut :  Kekuasaan Orangtua. adalah hampunan peraturan yang mengatur manusia sebagai subyek hukum dan tentang kecakapannya memiliki hak-hak serta bertindak sendiri dalam melaksanakan hak-haknya itu. Hukum Perdata dapat di bagi sebagai berikut: a. Hukum keluarga.  Pengampunan.1/1974.  Hukum Privat (hukum perdata). terlalu nakal. adalah hukum yang mengatur kepentingan orang-perorangan. wali pengawas dijalankan oleh pejabat Balai Harta Peninggalan.

Pihak pertama (kreditur) berhak atau suatu prestasi (pemenuhan sesuatu). urutan penerima waris. dan bagian warisan yang diterimanya disebut legaat. tetapi apabila ia tidak mempunyai keturunan pembagian warisannya diatur menurut undang-undang. mengatur hubungan yang bersifat kehartaan antara dua orang atau lebih.  Hukum Dagang (Bersumber dari Wetboek Van Koophandel). Penerima warisan disebut legataris. 2) Hukum Benda Tidak Bergerak: karena sifatnya (tanah dan bangunan). dan sebagainya 2) Berbuat sesuatu. terutama berpindahnya harta kekayaan itu kepada orang lain. Hukum waris mengatur pembagian harta peninggalan. dan sebagainya. karena putusan pengadilan . Hukum benda. ahli waris. Hukum benda terdiri dari : 1) Hukum Benda Bergerak: karena sifatnya (kendaraan bermotor) dan karena penetapan undang-undang (suratsurat berharga). Contoh: jika seorang ayah meninggal. d. 3) Tidak berbuat sesuatu.  Dalam arti luas. Hukum Waris Hukum yang mengatur kedudukan hukum harta kekayaan seseorang setelah ia meninggal. hukum perdata mencakup pula Hukum Dagang dan Hukum Adat. menyerahkan barang. yaitu membayar harga. membongkar bangunan. mengatur hak-hak kebendaan yang bersifat mutlak 9diakui dan dihormati setiap orang). yaitu pembagian waris berdasarkan pesan atau kehendak terakhir (wasiat) dari si pewaris yang harus dinyatakan secara tertulis dalam akte notaris. serta hibah serta wasiat. Obyeknya adalah prestasi. hal itu dinamakan wanprestasi. Menurut Wasiat. Pembagian waris dapat dilakukan dengan cara :  Menurut Undang-Undang. Bila debitur tidak menetapi perikatannya. Pihak lain (debitur) wajib memberikan sesuatu. yaitu memperbaiki barang yang rusak. adalah hukum yang mengatur soal-soal perdagangan/perniagaan yang timbul karena tingkah laku 1 . hartanya akan di wariskan kepada anak dan istrinya. dan karena penetapan undang-undang (hak opstal dan hipotik). katena tujuannya (mesin-mesin pabrik). yaitu pembagian kepada si waris yang memiliki hubungan darah terdekat. tidak memakai merk tertentu karena putusan pengadilan. yaitu hal pemenuhan perikatan yang terdiri dari : 1) Memberikan ssesuatu. yaitu tidak mendirikan bangunan.  Hukum Perikatan.

5. 1 . hukum adat adalah hukum yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tertentu serta hanya dipatuhi dan ditaati oleh masyarakat yang bersangkutan. rasa aman dan nyaman pada saat di ruang publik. Pemberian sanksi kepada yang melanggar hukum. Hal ini juga dimaksudkan agar para pelanggar hukum tidak mengulangi lagi perbuatannya. yang terdiri dari : a. Hukuman Kurungan (setinggi-tingginya 1 tahun dan sekurangkurangnya 1 hari). yang terdiri dari : • Hukuman seumur hidup • Hukuman sementara waktu (setinggi-tingginya 20 tahun dan sekurang-kurangnya 1 tahun) c. yang terdiri dari : a. dan sebagainya. merupakan bentuk nyata dari suatu produk hukum baik tertulis maupun tidak tertulis telah dilaksanakan oleh aparat penegak hukum. adalah macam-macam sanksi Pidana sesuai dengan Pasal 10 KUHP :  Hukuman Pokok. Halhal yang diatur mencakup : Buku I (perniagaan pada umumnya) dan Buku II (hak dan kewajiban yang timbul dalam dunia perniagaan).  Hukum Adat. pembagian waris di Batak. dan sebagainya. b. Hukuman Penjara. pernikahan daerah Bugis. disiplin dalam antrian di halte kendaran. c. Catatan : Bahwa KUHP yang berlaku. Sanksi Hukum Pada setiap negara yang menerapkan supremasi hukum. Berikut ini. maka setiap jenis apapun pelanggarannya akan diberikan sanksi.manusia (person) dalam perdagangan atau perniagaan. Pencabutan hak-hak tertentu. Namun pada masa sekarang ini KUHP tersebut telah banyak mengalami penyesuaian. hal ini akan tercermin pada kesadaran warga negara dalam hal antara lain : berlalu lintas dengan tertib.  Hukuman Tambahan. Perampasan (penyitaan) barang-barang tertentu. Hukuman Mati b. terlahir pada zaman Hindia Belanda (1 Januari 1918) yang bersumber dari ( Wetboek Van Strafreht). Pada negara yang warga negaranya telah melaksanakan hukum atau peraturan-peraturan dengan baik. Pengumuman keputusan hakim. Contoh: pernikahan menurut adat manggarai-Flores.

dapat dilihat pada matrik berikut ini : Perbedaan Hukum Acara Titik Perhatian Hukum Acara Hukum Acara Pidana Perdata Pelaksanaan Inisiatif datang dari Inisiatif datang dari pihak yang dirugikan pihak penuntut umum (penggugat) (Jaksa) Penuntutan Penuntut adalah pihak Jaksa sebagai penuntut yang dirugikan umum. tulisan 2. Hakim aktif. tulisan 1. atau hukuman hukuman mati. kurungan seba-gai penjara. Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata Dalam mempelajari hukum pidana dan hukum perdata. saksi 2. persangkaan 4. dan hakim tinggi dari pada bertindak sebagai terdakwa. Sedangkan untuk perbedaan antara hukum acara pidana dan hukum acara perdata. yang memiliki (penggugat). Tindakan Pidana (delik) yang disengaa disebut delik doloes. persangkaan 3. pengakuan 4. sedangkan tindak pidana yang tidak sengaja di sebut delik coelpa. tambahan. pengganti hukuman denda dan hukuman denda. Alat-alat Bukti 1.  Hukum Perdata Pelanggaran terhadap norma hukum perdata baru dapat disikapi oleh pengadilan setelah ada pengaduan dari pihak yang merasa ingin dirugikan. Macam Hukum dapat berupa Hukum berupa Hukuman denda. sumpah Kedudukan Semua pihak Jaksa mempunyai Para Pihak mempunyai kedudukan kedudukan yang lebih yang sama. dan wewenang atas nama berhadapan dengan negara dan tergugat.6. pengakuan 5. wasit dan bersifat pasif. Di sini. ada pihak yang mengadu ( penggugat) dan pihak yang diadukan (tergugat). saksi 3. berhadapan dengan pihak terdakwa. perlu diberikan pemahaman perbedaan yang sangat mendasar dari keduanya sebagai berikut :  Hukum Pidana Pelanggaran terhadap norma hukum pidana pada umumnya segera disikapi oleh pengadilan setelah menerima berkas polisi yang mengadakan penyelidikan dan penyidikan. Sumber-sumber yang dijadikan pedoman dalam pelaksanaan 1 . kurungan.

5. Berdasarkan pasal 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004. UU No. 3. UU Darurat No. dan dirubah dengan UU No. disingkat HIR. 16 Tahun 2004.14 tahun 1985 tentang Mahkama Agung dan dirubah dengan UU No. dan  Oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Agung Pengadilan Tinggi Umum/Sipil Pengadilan Negeri Umum/Sipil Pengadilan Tinggi Agung Pengadilan Tinggi Militer Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Pengadilan Tata Usaha Negara Pengadilan Negeri Agung Pengadilan Militer Dari bagan tersebut. UU No. demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia. badan peradilan dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkatannya sebagai berikut.1 Tahun 1951 (Het Herziene Indonesische Reglement.  Peradilan Militer. 35 Tahun 1999 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum. dan dirubah dengan UU No. atau Reglement Indonesia yang sudah diperbaharui) 2.  Peradilan Tata Usaha Negara. 7.5 Tahun 2004. 4.8 Tahun 2004. Berikut adalah Susunan Badan atau Lembaga Peradilan yang ada di Indonesia.Hukum Acara Perdata dan Hukum Acara Pidana antara lain: 1.  Peradilan Agama. dan dirubah dengan UU No. bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. UU No. 2 . No. 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. UU No.14 Tahun 1970 yang sudah dirubah dengan UU. bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya dalam lingkungan sebagai berikut :  Peradilan Umum. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Peradilan Nasional Sesuai dengan Ketentuan Umum Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman.

2 . Mahkamah Agung 2. Perkaraperkara yang ada diselesaikan oleh hakim dan dibantu oleh panitera. Pengadilan Agama Adalah pengadilan yang memeriksa dan memutuskan perkara-perkara yang timbul antara orang-orang Islam. Pengadilan Adat c. dan lain-lain. nafkah. keputusan Pengadilan Agama dapat dinyatakan berlaku oleh Pengadilan Negeri. waris. b. talak (perceraian). Pengadilan Agama b. Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri adalah suatu pengadilan umum yang sehari-hari memeriksa dan memutuskan perkara dalam tingkat pertama dari segala perkara perdata dan pidana sipil untuk semua golongan penduduk (warga negara dan orang asing). rujuk. Kejaksaan negeri tidak ikut campur (tangan). terdiri dari: 1) Pengadilan Tentara 2) Pengadilan Tentara Tinggi 3) Mahkamah Tentara Agung a. Pengadilan Militer Adalah pengadilan yang mengadili hanya dalam lapangan pidana. khususnya bagi : 1) Anggota TNI dan Polri. Pengadilan Negeri berkedudukan di ibukota Kabupaten/Kota. Pengadilan Umum a. Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun1986 tentang Peradilan Umum. Pada tiap-tiap Pengadilan Negeri ditempatkan pula Kejaksaan Negeri sebagai alat pemerintah yang bertindak sebagai penuntut umum dalam suatu perkara pidana terhadap si pelanggar hukum. dan daerah hukumnya meliputi wilayah Kabupaten/Kota. Pengadilan Sipil. Pengadilan Negeri b. c. Tetapi dalam perkara perdata. Pengadilan Tinggi c. Pengadilan Khusus a. Pengadilan Tata Usaha Negara (Administrasi Negara)  Pengadilan Militer. yang berkaitan dengan nikah. terdiri dari : 1. bahwa yang dimaksud Peradilan Umum adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya. Dalam hal yang dianggap perlu.

2) Seseorang yang menurut Undang-Undang dapat dipersamakan dengan anggota TNI dan Polri. 1) Bidang Sosial. antara lain sebagai berikut. yaitu gugatan atau permohonan yang berkaitan dengan pencabutan hak milik seseorang serta penangkapan dan penahanan yang tidak sesuai dengan prosedur hukum (seperti yang diatur di dalam KUHP) mengenai praperadilan. Hal itu bisa kita lihat dari keberadaannya yang berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1986 dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1991. pemecatan. Bonus Info Kewarganegaraan 2 . 4) Tidak termasuk a sampai dengan c tetapi menurut keputusan Menteri Pertahanan yang ditetapkan dengan persetujuan Menteri Kehakiman harus diadili oleh Pengadilan Militer. dan sebagainya. Misalnya. 3) Anggota jawatan atau golongan yang dapat dipersamakan dengan TNI dan Polri menurut Undang-Undang. bidang kepegawaian. 2) Bidang Ekonomi. yaitu gugatan atau permohonan terhadap keputusan administrasi tentang penolakan permohonan suatu izin. agraria. dan sebagainya. pemberhentian hubungan kerja. yaitu gugatan atau permohonan yang berkaitan dengan perpajakan. d. Keputusan tata usaha negara adalah suatu ketetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan tata usaha negara yang berisi tindakan hukum badan tata usaha negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang menerbitkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum. 4) Bidang Hak Asasi Manusia. Sengketa dalam tata usaha negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara sebagai akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara. Pengadilan Tata Usaha Negara dilaksanakan oleh badan pengadilan berikut : a) Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai pengadilann tingkat pertama di kabupaten/kota. dan sebagainya. Pengadilan Tata Usaha Negara adalah badan yang berwenang memeriksa dan memutus semua sengketa tata usaha negara dalam tingkat pertama. b) Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai pengadilan tingkat banding di provinsi. Masalah-masalah yang menjadi jangkauan Pengadilan Tata Usaha Negara. 3) Bidang Function Publique. yaitu gugatan atau permohonan yang berhubungan dengan status atau kedudukan seseorang. merk. Pengadilan Tata Usaha Negara Kehadiran Pengadilan Tata Usaha Negara di Indonesia tergolong masih sangat baru.

Pengadilan Tinggi merupakan pengadilan banding tingkat kedua yang mengadili lagi suatu perkara perdata atau pidana yang telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri tingkat pertama. Pengadilan Tinggi juga mempunyai wewenang untuk memerintahkan pengiriman berkas-berkas perkara dan surat-surat untuk memberi penilaian tentang kecakapan dan kerajinan para hakim. Salah satu kekuasaan Pengadilan Tinggi adalah melakukan pengawasan terhadap jalannya peradilan di dalam daerah hukumnya dan menjaga peradilan itu diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya. Asas Opportunitas Dalam asas ini.Dalam lingkungan pengadilan umum. Pemeriksaan di sini hanya atas dasar pemeriksanaan berkas perkara saja. a. b. dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau pernyataan setelah menyimak wacana sebagai berikut : HUKUMAN MATI BUKAN SOLUSI TAPI PROBLEM 2 . Sebagai catatan. Perlu diketahui bahwa untuk dapat menuntut seseorang yang dianggap bersalah. Sanksi Hukum dan Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata. asas-asas berikut harus diperhatikan. selain pengadilan negeri juga terdapat Pengadilan Tinggi. Pengadilan Tinggi tidak saja berada di lingkungan pengadilan umum. Penugasan Praktik 2 Kewarganegaraan Setelah mempelajari materi-materi tentang : Penggolongan Hukum. Asas Legalitas Dalam asas ini. tetapi juga terdapat pada pengadilan khusus (Pengadilan Agama dan Tata Usaha negara). setiap perkara yang cukup buktinya harus dituntut. jaksa diwajibkan menuntut setiap orang yang melakukan delik (tindak pidana) tanpa memperhatikan akibat-akibat yang akan timbul. demi kepentingan umum (asas ini dianut oleh Indonesia). kecuali bila Pengadilan Tinggi merasa perlu untuk langsung mendengarkan para pihak yang berperkara. serta Pengadilan Militer. kejaksaan tak berkewajiban untuk menutut seseorang walaupun telah diketahui benar-benar bahwa ia bersalah. Dengan perkataan lain. tidak semua perkara yang telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri dapat diminta banding.

Hak untuk hidup adalah hak dasar dari setiap individu dan tidak bisa dicabut oleh siapapun. Ketegangan yang dialaminya. hak hidup dijamin dan dilindungi konstitusi.Tiga orang terpidana yang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Poso. termasuk penguasa yang sedang memerintah. fakta menunjukkan hukuman mati tidak dapat menekan angka kejahatan secara signifikan. Pengadilan Tibo dan kawan-kawan yang dituduh mendalangi pembunuhan besarbesaran (genoside) di Poso sebenarnya harus diadili pengadilan hak asasi manusia dan bukan pengadilan biasa. Mereka sekarang hidup dalam ketidakpastian yang tentunya sangat menyiksa. Sebagai bangsa yang menghormati Pancasila sebagai ideologi. presiden. emosi yang disebabkan beerita yang saling bertentangan tentang pelaksanaan eksekusi. hukuman mati selalu menimbulkan perdebatan yang melelahkan dan berkepanjangan. Ketiga terpidana di Poso itu sekarang menggantungkan nasibnya pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. bukan karena tidak berperikemanusiaan saja. Febianus Tibo. kaisar. dibintangi Susan Hayward yang menghadapi eksekusi mati di negara bagian Texas karena pembunuhan yang dilakukannya. Oleh karena itu. perdana menteri. Mereka tidak berhak merampas nyawa seseorang. pelaksanaan hukuman mati terhadap ketiga orang tersebut akan semakin meninngkatkan suhu permusuhan di sana. menyatakan diri tidak bersalah. Ini merupakan hak prerogatif presiden yang diatur Undang-Undang tentang Grasi. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru sebaiknya tidak menganut hukuman mati. Marinus Riwu. raja. Kalau Presiden Yudhoyono melakukannya. Keadaan mereka mirip dengan apa yang dideskripsikan sebuah film Hollywood yang ditayangkan tahun 1950-an berjudul I Want To Live. mulai dari upaya peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) RI hingga permohonan grasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono . Sulawesi Tengah.Sebaliknya. Mereka dituduh mendalangi pembunuhan 200 orang Muslim ketika terjadi konflik umat beragama di Poso tahun 2001. jenderal. atau diktator. Sebaliknya. Presiden mempunyai wewenang mengubahnya karena hukuman mati pada dasarnya bertentangan dengan konstitusi dan hak asasi manusia. Dimanapun seluruh dunia. akan meredakan ketegangan di Poso. tetapi kemudian dieksekusi di atas kursi listrik. perlu direnungkan bagi pihak-pihak yang mendukung hukuman mati. Indonesia sebaiknya tidak menganut hukuman mati di dalam sistem peradilan pidana. dan Dominggus da Silva. khsusunya dalam pasal 28. pidana mati harus dihilangkan dalam hukum pidana kalau saja Indonesia ingin diakui sebagai bangsa yang beradab. Upaya terakhir dilakukan para pembelanya dengan memohon kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengubah hukuman seumur hidup. Hampir saja dia menerima pengampunan (grasi) dari Gubernur Texas. Kesemuanya gagal. Semua upaya hukum telah dilakukan menentang putusan pengadilan . Pembunuhan secara massal termasuk kejahatan atas kemanusiaan (crime against 2 .

bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh Pengadilan di Indonesia dengan telah diratifikasinya penghormatan terhadap hak asasi manusia terhadap kasus Tibo Cs. Berikan tanggapan. Fungsi pengadilan tingkat pertama adalah memeriksa tentang sah atau tidaknya suatu penangkapan atau penahanan yang diajukan oleh tersangka. Pengadilan Tingkat Pertama (Pengadilan Negeri) Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum. Tuliskan bagaimana proses peninjauan kembali (PK) oleh Mahkamah Agung dan pemberian grasi oleh Presiden ! 4. Berikan alasan ! 3. Jelaskan. 18/4/2006. Namun pertanyaannya sekarang adalah apakah presiden mau menggunakan haknya untuk mengubah hukuman mati. dalam Harian Sinar Harapan. dibentuk oleh Menteri Kehakiman dengan persetujuan Mahkamah Agung yang mempunyai kekuasaan hukum pengadilan meliputi satu Kabupaten/Kota. maka pembentukan Pengadilan Umum beserta fungsi dan kewenangannya ada pada Mahkamah Agung. Dengan adanya perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004. Inhuman and Degrading Treatment and Punishment mengandung konsekuensi untuk tidak melaksanakan hukuman mati terhadap ketiga orang terpidana tersebut dan terpidana lainnya. apa yang mendasari pemikiran penulis dengan judul “Hukuman Mati Bukan Solusi Tapi Problem” ! 2. dan 2 . bahwa Pengadilan Tingkat Pertama atau Pengadilan Negeri. Sumber : Dari Frans H. Para pejuang hak asasi manusia memang semakin meningkatkan protes atas hukuman mati itu. Winarta. Ini diatur secara jelas dalam Statuta Roma. Kenyataan bahwa Indonesia telah meratifikasi the International Covenant on Civil and Political Rights. the International Covenant on Social. sudah benarkah negara Indonesia menerapakn hukuman mati bagi mereka yang bersalah (seperti terhadap kasus Tibo Cs. Menurut pendapat anda. di Poso). 11 Peranan Lembaga-Lembaga Peradilan a. Economical and Cultural Rights dan UN Convention Against Torture and Other Cruel. memutus.humanity). jawablah pertanyaan atau pernyataan berikut ini ! 1. keluarga atau kuasanya kepada Ketua Pengadilan dengan menyebutkan alasan-alasannya. Tugas dan wewenang pengadilan negeri adalah memeriksa. Setelah membaca dengan cermat wacana tersebut di atas. yang dihukum mati !.

penahanan. atau penghentian tuntutan. yaitu : 1) Korupsi. 2 . 5) Melakukan pengawasan terhadap jalannya peradilan dan menjaga agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya. Ketua Mahkamah Agung. Pengadilan Tinggi. atau 5) Perkara tidak pidana lainnya yang ditentukan oleh undangundang dan perkara yang terdakwanya berada di dalam Rumah Tahanan Negara. penghentian penyelidikan. 1) Menjadi pemimpin bagi pengadilan-pengadilan Negeri di dalam daerah hukumnya. Hal lain yang menjadi tugas dan kewenangannya. 3) Memberikan keterngan. dan daerah hukumnya meliputi wilayah Provinsi. 6) Memberikan petunjuk. antara lain : 1) Menyatakan sah atau tidaknya penangkapan. dan nasihat tentang hukum kepada instansi Pemerintah di daerahnya. 4) Mengadakan pengawasan atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim. dan Menteri yang tugas dan tanggung jawabnya meliputi jabatan notaris. kecuali terhadap tindak pidana yang pemeriksaannya harus didahulukan. 2) Melakukan pengawasan terhadap jalannya peradilan di dalam daerah hukumnya dan menjaga supaya peradilan itu diselesaikan dengan seksama dan sewajarnya. dan Juru Sita di daerah hukumnya. b. Daerah hukum Pengadilan Tinggi berkedudukan di ibukota Provinsi.menyelesaikan perkara pidana dan perdata di tingkat pertama. 7) Melakukan pengawasan atas pekerjaan notaris di daerah hukumnya. Fungsi Pengadilan Tingkat Kedua adalah. pertimbangan. Ketua Pengadilan Negeri dapat menetapkan perkara yang harus diadili berdasarkan nomor urut. 2) Tentang ganti kerugian dan/atau rehabilitasi bagi seseorang yang perkaranya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan. 2) Terorisme 3) Narkotika/psikotropika. Pengadilan Tingkat Kedua Pengadilan Tingkat Kedua disebut juga Pengadilan Tinggi yang dibentuk dengan undang-undang. apabila diminta. dan melaporkan hasil pengawasannya kepada Ketua Pengadilan Tinggi. Sekretaris. 4) Pencucian uang. disebut juga sebagai Pengadilan Tingkat Banding. teguran dan peringatan yang dipandang perlu dengan tidak mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa dan memutus perkara. Panitera.

1) Memeriksa dan memutus permohonan kasasi. dan petunjuk yang dipandang perlu kepada Pengadilan Negeri dalam daerah hukumnya. 3) Memeriksa dan memutus permohonan peninjauan kembali putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Pimpinan Mahkamah Agung terdiri dari seorang Ketua. 4) Untuk kepentingan negara dan keadilan Mahkamah Agung memberi peringatan. 2) Memeriksa dan memutus sengketa tentang kewenangan mengadili. 3) Mengawasi dengan cermat semua perbuatan-perbuatan para hakim di semua lingkungan peradilan. yang dalam melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh Pemerintah dan pengaruh-pengaruh lain. Wewenang Mahkamah Agung (dalam lingkungan peradilah) adalah sebagai berikut. Wewenang Pengadilan Tingkat Kedua adalah. c. 1) Melakukan pengawasan tertinggi terhadap penyelenggaraan peradilan di semua lingkungan peradilan dalam menjalankan kekuasaan kehakiman. Kasasi oleh Mahkamah Agung Mahkamah Agung. 2) Mengawasi tingkah laku dan perbuatan para Hakim disemua lingkungan peradilan dalam menjalankan tugasnya. sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985. 11 Berwenang untuk memerintahkan pengiriman berkas-berkas perkara dan surat-surat untuk diteliti dan memberi penilaian tentang kecakapan dan kerajinan para hakim. adalah pemegang Pengadilan Negara Tertinggi dari semua Lingkungan Peradilan. 2 . yaitu Hakim Agung. teguran. Mahkamah Agung berkedudukan di Ibu Kota Negara Republik Indonesia atau dilain tempat yang ditetapkan oleh Presiden. seorang Wakil Ketua. Tiap-tiap bidang dipimpin oleh seorang Ketua Muda yang dibantu oleh beberapa Hakim Anggota Mahkamah Agung. dan petunjuk yang dipandang perlu baik dengan surat tersendiri. Pengadilan Tinggi dapat memberi peringatan. dan beberapa orang Ketua Muda. Tugas atau Fungsi Mahkamah Agung adalah sebagai berikut.3) Mengawasi dan meneliti perbuatan para hakim pengadilan negeri di daerah hukumnya. teguran. 4) Untuk kepentingan negara dan keadilan. (terhadap putusan Pengadilan Tingkat Banding atau Tingkat Terakhir dari semua Lingkungan Peradilan). 11 Mengadili perkara yang diputus oleh pengadilan negeri dalam daerah hukumnya yang dimintakan banding. maupun dengan surat edaran.

1) Dalam hal perkara perdata. adalah sebagai berikut : 1) Menyatakan tidak sah semua peraturan perundang-undangan dari tingkat yang lebih rendah daripada undang-undang atas alasan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Dalam hal kasasi. Tugas dan kewenangan lain (di luar lingkungan peradilan) dari Mahkamah Agung. 5) Meminta keterangan tentang hal-hal yang bersangkutan dengan teknis peradilan dari semua Lingkungan Peradilan. semua sengketa yang timbul karena perampasan kapal asing dan muatannya oleh kapal perang Republik Indonesia berdasarkan peraturan yang berlaku. 5) Memberikan pertimbangan-pertimbangan dalam bidang hukum baik diminta maupun tidak kepada Lembaga Tinggi Negara yang lain. dapat dilakukan oleh terpidana atau jaksa yang bersangkutan sebagai pihak atau pihak ketiga yang dirugikan. teguran. 3) Memberikan nasihat hukum kepada Presiden selaku Kepala Negara dalam rangka pemberian atau penolakan grasi. Permohonan suatu kasasi dapat dilakukan oleh orang-orang dalam perkara berikut ini. 6) Memberi petunjuk. 2) Dalam perkara pidana. melakukan pengawasan atas Penasihat Hukum dan Notaris. Bonus Info Kewarganegaraan 2 . yaitu oleh pihak-pihak yang berperkara. yang menjadi wewenang Mahkamah Agung adalah membatalkan putusan atau penetapan pengadilanpengadilan dari semua Lingkungan Peradilan karena : 1) Tidak berwenang atau melampaui batas wewenang. atau peringatan yang dipandang perlu kepada Pengadilan di semua Lingkungan Peradilan. 3) Lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan. dengan tidak mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa dan memutus perkara.4) Menguji secara materiil hanya terhadap peraturan perundang- undangan di bawah undang-undang. 4) Bersama Pemerintah. 7) Memeriksa dan memutus permohonan peninjauan kembali pada tingkat pertama dan terakhir atas putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Permohonan demikian hanya dapat diterima apabila upaya-upaya hukum biasa yang dapat digunakan telah dimanfaatkan. 2) Memutus dalam tingkat pertama dan terakhir. 2) Salah menerapkan atau karena melanggar hukum yang berlaku.

Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 (sembilan) Hakim Konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 (tiga) orang oleh Mahkamah Agung. memiliki wewenang dan kewajiban sebagai berikut : a. b. juga ada suatu Kejaksaan Agung yang dikepalai oleh Jaksa Agung. memutus pembubaran partai politik. ketua. yaitu memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar 1945. yaitu mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. Dibawah Jaksa Agung ada seorang atau lebih Jaksa Agung Muda. Bonus Info Kewarganegaraan 2 . Wewenang. Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. Masa jabatan Hakim Konstitusi adalah 5 (lima) tahun. dan dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. 3. dan 3 (tiga) orang oleh Presiden. 3 (tiga) orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Kewajiban. Disamping Mahkmah Agung. Mahkamah Konstitusi Mahkamah Konstitusi sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang selanjutnya disyahkan menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003. wakil ketua dan anggota-anggota Mahkamah Agung beserta Jaksa Agung diberi pangkat militer (tituler). memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945. dan memutus perselisihan Pemilihan Umum. dan menjaga/menjamin agar hukum dilaksanakan dengan sepatutnya.Daerah hukum MA meliputi seluruh Indonesia dan kewajiban utamanya adalah melakukan pengawasan tertinggi atas tindakantindakan segala pengadilan lainnya diseluruh Indonesia. Dalam hal memeriksa dan memutuskan perkara pidana militer.

tentang : Peradilan Nasional. Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok. Presiden mengambil sumpah jabatan para hakim konstitusi di Istana Negara pada tanggal 16 Agustus 2003. MPR menetapkan Mahkamah Agung menjalankan fungsi Mahkamah Konstitusi untuk sementara sebagaimana diatur dalam Pasal III Aturan Peralihan UUD 1945 hasil Perubahan Keempat. Dr. maka dalam rangka menunggu pembentukan Mahkamah Konstitusi. disumpah pada tanggal 22 Agustus 2006. Jimly Asshiddiqie SH. Pasal 24C. Saat ini Ketua Mahkamah Konstitusi dijabat oleh Prof.H. Dr. Jimly Asshiddiqie. pada masa bakti 2006-2009 (masa jabatan kedua kalinya). S. Guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia kelahiran 17 April 1956 ini terpilih pada rapat internal antar anggota hakim Mahkamah Konstitusi tanggal 19 Agustus 2003. Buatlah kesimpulan bersama. DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003 dan disahkan oleh Presiden pada hari itu. pada tanggal 15 Agustus 2003. dan ditulis pada lembar kertas. Setelah melalui pembahasan mendalam. DPR dan Pemerintah kemudian membuat Rancangan UndangUndang tentang Mahkamah Konstitusi. Dua hari kemudian. Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi untuk masa jabatan 3 tahun. Penutup. Penugasan Praktik Kewarganegaraan Setelah mempelajari materi-materi 3 3 .IHWAL MAHKAMAH KONSTITUSI Sejarah berdirinya lembaga Mahkamah Konstitusi diawali dengan Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Pasal 24 ayat (2). Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok serta memberi tanggapan terhadap wacana/kliping. Ketua Mahkamah Konstitusi RI yang pertama adalah Prof. dan Pasal 7B yang disahkan pada 9 November 2001. lakukan Strategi Pembelajaran dengan Penugasan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis. Diberikan “wacana” atau kliping sesuai dengan topik pembelejaran. Setelah disahkannya Perubahan Ketiga UUD 1945. Langkah-langkah : Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 3 – 4 orang.

Norma merupakan aturan main dalam kehidupan masyarakat yang bertujuan agar tidak ada benturan kepentingan antar anggota masyarakat. Pengertian Norma Norma merupakan pedoman perilaku bagi setiap manusia dalam suatu komunitas masyarakat yang memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai orang lain. Menurut A. MACAM-MACAM NORMA DAN BERLAKU DALAM MASYARAKAT SANKSINYA YANG Setiap komunitas masyarakat dimanapun berada. setiap orang dapat dipaksa untuk bertindak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu sendiri. maupun masyarakat. Kaidah atau pedoman di dalam penyelenggaran kehidupan masyarakat. Statistik. yaitu berupa hukuman yang harus diterimanya karena pelanggaran itu. Filolo norma itu sehingga tercipta ketertiban dan kedamaian dalam kaidah gi masyarakat. dan diatur oleh kaidah-kaidah yang dipakai seba-gai tolok ukur yang Falsaf memberitahukan suatu harapan akan konformitas sosial. maka terhadap si pelanggar harus dikenakan sanksi. ia akan ditilang dan dikenakan sanksi hukum (denda). Seni. menetapkan norma atau kaidah menjadi nisbi dan berupa perbandingan atau urutan. norma tingkah laku didasarkan pada adat kebiasaan. tidak boleh diubah yang kemudian NORM at dijadikan dasar untuk sebagai mengukur atau A dalam Ensiklopedi Indonesia Di . dalam lapangan psikologi. asuransi ditetapkan norma atau rata-rata 3 berdasarkan perhitungan statistik. norma tingkah laku orang dinilai sesuai dengan adat kebiasaan. Contoh : Fiil. Muis. maka secara umum dapat dikatakan bahwa norma adalah petunjuk hidup yang berisi perintah dan larangan agar setiap orang berperilaku sesuai dengan aturan dan atau Merupakan aturan. sudah barang tentu memiliki pedoman atau kaidah dalam penyelenggaraan hidup secara bersama-sama. terpola. Etika. dan oleh karena itu . Merupakan norma adalah suatu cara berfikir dan suatu ketetapan yang bertindak yang terstruktur.C. ihwal. norma nilai kesenian (lebih) tergan-tung Fisika dari aliran yang sedang dominan. Dengan norma. Berdasarkan uraian di atas. Contoh. dan norma juga dapat dijadikan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Tetapi dalam bidang non-fisik. jika seseorang melanggar aturan lalu lintas (menyerobot lampu merah). sering disebut sebagai “norma” yang selama ini sesungguhnya telah kita laksanakan baik di dalam keluarga. sekolah. 1. sosiologi. ukuran. Jika terjadi pelanggaran. Norma merupakan peraturan yang disepakati dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. kilogram. yang disebut “norma” Dalam bentuk meter. detik dan menilai atau memperbandingkan hal (Belanda : norm) dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut : sebagainya. liter.

norma dapat dibagi menjadi : Cara (Usage). Bersemb ahyang/ibad ah sesuai tempatnya. b. atau anjuranContohcontoh a. Macam-Macam Norma dan Sanksinya Kita dapat menjelaskan norma dalam masyarakat berdasarkan dua hal berikut : berdasarkan sumber/ asal-usulnya dan berdasarkan daya mengikatnya. dan norma hukum. adalah aturan yang disepakati bersama dalam masyarakat dan memberi pedoman bagi perilaku para anggotanya dalam mewujudkan sesuatu yang dianggap baik dan diinginkan. entah berdasarkan asal-usulnya ataupun berdasarkan daya mengikatnya. b. 1. hidup yang dari Tuhan disampaikan utusan-Nya Nabi) yang perintah. Berdasarkan Sumber/ Asal-Usulnya Untuk mempermudah pemahaman tentang macam-macam norma yang ada di dalam masyarakat pada umumnya. anjuran. biasanya berwujud perintah atau 2. Sedangkan berdasarkan daya mengikatnya. Masing-masing norma. norma kesopanan.Fokus Kita : Norma atau kaidah. Tata Kelakuan (Mores) dan Adat-istiadat (Custom). norma dapat dibagi menjadi : norma agama. Sanksi Tidak lang-sung. Kebiasaan (Folkways). No Norma . Kaidah atau aturan tersebut. perhatikan matriks di bawah ini. Agama Pengertian Petunjuk berasal yang melalui (Rasul/ berisi larangan. norma kesusilaan. karena akan diperoleh setelah wafat/ meninggal 3 . memiliki sanksi tertentu. Tidak berjudi. Berdasarkan sumber/ asal-usulnya.

a. Harus sesuai prosedur. karena hanya diri sendiri yang merasakan (merasa bersalah. Hukum Peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan segolo-ngan manusia di dalam masya-rakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat itu. lingkungan. merampo k. b. Aspek pertama adalah sistem norma dan aspek a. Harus tertib. c. mengi-kat 3 . Hukum mempunyai dua aspek yang berkaitan erat satu sama lain. Peraturan Pemerintah . dan sebagainya ). a. Bertindak adil. artinya ada aturan yang telah di-buat dan seca-ra material telah diatur dalam (UU. du-nia (pahala atau dosa). dsb). ini disebut hukum adat atau hukum umum. Kesusila Aturan yang datang an atau bersumber dari hati nurani manusia (insan kamil) tentang baik buruknya suatu perbua-tan) c. b. Tidak tegas. b. Menghor mati orang yang lebih tua. c. Norma hukum adalah pedoman hidup yang dibuat dan dipaksakan oleh lembaga politik suatu masayarakat (negara). Nyata. tapi dapat diberikan oleh masyarakat berupa celaan. hukum diberlakukan secara lisan. me-nyesal. atau dikucilkan dari pergaulan. artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbedabeda di berbagai tempat. 3. dan lainlain. Tidak berkata kasar.2. c. Menerima dengan tangan kanan. KUHAP. cemoohan. malu. Dalam masyakarakat tertentu. Dilarang mencuri. Mengharg ai orang lain. Suka beramal. Norma keso-panan bersifat relatif. Tidak tegas. Tegas. atau waktu. dll. Berlaku jujur. Kesopa nan 4.

Hukum sebagai sistem norma berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. Hukum sebagai kontrol sosial berfungsi untuk menin-dak tegas setiap pelanggaran terhadap nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. berarti adanya aturan yang secara material telah ditetapkan ka-dar hukumannya berdasarkan perbuatan yang dilanggarnya. Menurut Soerjono Soekanto. Contoh: dalam Pasal 359 KUHP menyebutk an. “Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan kema-tian orang lain diancam de-ngan pidana penjara paling lama lima ta-hun atau kurungan paling lama satu tahun”.kedua adalah sistem kontrol sosial. Ciri norma hukum antara lain adalah diakui oleh masyarakat sebagai ketentuan yang sah dan ada penegak hukum sebagai pihak yang berwenang memberikan sanksi. Berdasarkan Daya Mengikatnya 3 . yaitu hukum sebagai konkretiasi atau perwujudan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. c. dan memaksa. kedua aspek tersebut perlu dilengkapi dengan aspek hu-kum lain. Tujuan utama norma hukum adalah menciptakan suasana aman dan tentram dalam masyarakat.

Pelanggaran terhadap tata kelakuan adalah sanksi yang agak berat. 2) Kebiasaan (Folkways) Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama karena orang banyak menyukai dan menganggapnya penting dan karenanya juga terus dipertahankan. ada yang ikatannya kuat. Ada yang ikatannya lemah.Norma-norma yang ada dalam masyarakat mempunyai daya mengikat yang berbeda-beda. 3) Tata Kelakuan (Mores) Apabila kebiasaan tertentu tidak sekedar dianggap sebagai cara berperilaku melainkan diterima sebagai norma pengatur. Kalau dilihat dari daya mengikatnya terhadap para anggota masyarakat. Bila orang tidak melakukannya. dan berpakaian sangat minim. norma dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu : Cara. dan sebagainya. kebiasaan merupakan tindakan yang berkadar moral kurang penting. Kebiasaan. menghormati orang yang lebih tua. seperti dikucilkan secara diam-diam dalam pergaulan. namun tidak perlu dirajam atau dipenjarakan. Setiap perilaku aneh selalu mengundang gosip atau tertawaan orang lain. ada yang ikatannya sedang. Contoh : berciuman di depan umum. Tata kelakuan memaksakan suatu perbuatan sekaligus melarang perbuatan tertentu. dan Adat-Istiadat. Selain hanya merupakan soal rasa atau selera belaka. ia paling-paling akan dianggap aneh. Tata Kelakuan. Contoh : ketika selesai makan seseorang bersendawa atau mengeluarkan bunyi sebagai tanda kekenyangan. Tata Kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat kontrol oleh masyarakat terhadap para anggotanya. Contoh : Jika mau masuk ke rumah orang harus permisi dulu dengan mengetuk pintu. Umummnya para anggota masyarakat tidak berani melanggar norma yang berdayaikat kuat. Daya mengikatnya lebih tinggi dibandingkan Cara atau usage. Tata kelakuan dianggap penting karena : 3 .dan karenanya orang tersebut akan diejek atau dicemooh. namun tidak dicap jahat atau jelek. kebiasaan menggunakan tangan kanan ketika hendak memberikan sesuatu kepada orang lain. maka kebiasaan itu menjadi “Tata Kelakuan”. 1) Cara (Usage) Cara adalah norma yang paling lemah daya mengikatnya. Orangorang yang melanggarnya paling-paling akan mendapatkan cemoohan atau ejekan saja. Cara atau usage lebih menonjol dalam hubungan antar individu. Tindakan tersebut dianggap tidak sopan.

kita sesungguhnya dihadapkan pada apa yang disebut norma moral. dibuang/ ditolak dalam pergaulan masyarakat. 4) Adat Istiadat (Custom) Adat-istiadat dipandang penting bagi berfungsinya suatu masyarakat dan kehidupan sosial. Kata lain untuk “etika” adalah “filsafat 3 . atau makan daging sesama manusia. maka setiap masyarkat atau kebudayaan menetapkan dan menterjemahkan sendiri apa yang dianggapnya sebagai “yang baik” dan “yang jahat”. Bonus Info Kewarganegaraan NORMA. Kebiasaan.. Singkatnya. yaitu menjelaskan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Mengidentifikasikan individu dengan kelompoknya. dan bahkan dirajam sampai mati. Menjaga solidaritas di antara anggota-anggotanya demi menjaga keutuhan dan kerja sama di antara anggota masyarakat. kita sering pula mendengar istilah etika. Norma moral adalah petunjuk tentang yang baik dan yang jahat. Tindakan mencuri adalah bentuk kejahatan serius terhadap adat-stiadat yang sangat menekankan penghargaan terhadap hak milik pribadi. Akan tetapi karena moralitas itu sifatnya abstrak. Contoh : pada umumnya masyarakat menganggap tabu hubungan seksual dan perkawinan antar kerabat dekat ( tabu inses). itu artinya anda melakukan suatu perbuatan yang tidak baik atau tercela. Apakah etika itu ? Etika adalah kajian filosofis mengenai moralitas atau standar-standar perilaku. Hal ini penting karena setiap masyarakat mempunyai tata kelakuan masing-masing. MORAL. Singkatnya “etika” adalah pelajaran atau ilmu tentang moralitas. norma merupakan operasio-nalisasi konkret dari moralitas yang sifatnya abstrak itu. Operasionalisasi yang paling tinggi misalnya tercermin dalam adat istiadat dan norma kesusilaan.   Memberikan batas-batas pada kelakuan setiap orang (individu). Hampir seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia mengajarkan “etika”. Sanksi terhadap dilanggarnya tabu dan adat-istiadat umumnya lebih keras dibandingkan pelanggaran terhadap Cara. MORALITAS. Sanksi-sanksi itu misalnya dipenjara. dan Tata Kelakuan. Lalu. Hasilnya adalah terbentuknya norma-norma. Lalu apa itu moralitas ? Moralitas adalah prinsip-prinsip mengenai yang baik dan jahat. Kita sering mendengar “Anda tidak bermoral”. Tabu merupakan adat-istiadat yang bersifat melarang ( proscriptive). DAN ETIKA Di dalam kehidupan masyarakat.

00 itu. Penegakan Perda No 2 tahun 2005. mengetuk palunya. 30. H Dadang Effendi. artinya apa yang dianggap bermoral atau tidak bermoral berlaku untuk semua kebudayaan dan masyarakat di dunia ini. yang akan menghadiri wawancara penerimaan karyawan dengan menumpang kendaraan Metro Mini dari terminal Senen ke arah Jl Thamrin. sejak pukul 10. 113 diantaranya dikenakan sanksi denda masing-masing Rp. Kamis (20/4). sedangkan 50 warga lainnya dipulangkan ke kampung asal masing-masing lantaran tidak memiliki persyaratan kependudukan. juga berhasil dijaring 163 warga asal daerah. Penugasan Praktik 4 Setelah Kewarganegaraan mempelajari materi-materi tentang : Pengertian Norma dan Sanksinya di dalam masyarakat.000 karena tidak melapor ke RT/Rw serta lurah setempat. terpaksa menunda perjalanannya dan digiring mengikuti persidangan yang digelar di kantor Kecamatan Senen.000. dalam razia yang dipimpin Wakil Walikota Jakpus. Meskipun suatu kebudayaan merumuskan sendiri apa yang dianggapnya perilaku bermoral atau tidak bermoral. amati baik-baik wacana berikut : 113 Warga Didenda Rp. menjatuhi hukuman denda Rp. Dedy sempat tertegun sesaat dan menolak membayar denda dengan alasan tak merasa melanggar apapun dan belum tahu peraturan larangan merokok ”Kami salah apa pak kok di denda sih” katanya. terus digencarkan. 50 Orang Dipulangkan Enam Perokok di Jakpus Didenda Rp. 50.00 hingga 12. Namun setelah dijelaskan Perda No 2 tahun 2005.000 dalam operasi yustisi yang digelar di Kecamatan Senen. tentang larangan merokok.moral”. 50. moralitas itu sendiri bersifat universal. dikenakan denda masing-masing Rp. 3 . Enam warga pecandu rokok yang seenaknya sedang menikmati asap tembakau di kendaraan angkutan umum di kawasan Senen.000. tentang pengendalian pencemaran udara. Dedy Aryadi (23) warga Kelurahan Cempaka Baru.000. Hakim Aman Barus yang memimpin sidang. 30. Kecamatan Kemayoran. dan peraturan Gubernur (pergub) No 75 tahun 2005. Selain pelanggan Pergub. 50. di Jakarta Pusat (Jakpus). Ketika Hakim Aman Barus.

berikan penjelesan 1. Tuliskan. Menurut anda. Oleh sebab itu. ia tidak bisa berkutik. norma apakah yang dilanggar oleh Dedy Aryadi ! 3. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta peduli dalam pengendalian pencemaran udara sehingga tidak boleh sembarang merokok. tempat-tempat yang boleh dan tidak boleh untuk merokok ! 4. MENUNJUKKAN SIKAP YANG SESUAI DENGAN KETENTUAN HUKUM YANG BERLAKU Hukum dibuat dengan tujuan menjaga dan memelihara ketertiban dalam masyarakat. Sikap Terbuka Sikap terbuka. Diantara sikap yang mendukung ketentuan hukum antara lain : 1. merupakan sikap yang secara internal adanya keinginan bagi setiap warga negara untuk membuka diri dalam memahami hukum yang berlaku di dalam masyarakat. Berdasarkan wacana tersebut tanggapan sebagai berikut : di atas. Bagi penduduk DKI Jakarta yang tidak memiliki identitas. dan sekaligus juga untuk memenuhi rasa keadilan manusia. Jelaskan.tentang pengendalian pencemaran udara sudah diundangkan setahun dan warga dianggap sudah tahu. tenteram dan tertib diperlukan sikap yang mampu mendukung ketentuan hukum yang berlaku. mengapa dalam hal peraturan perundangan kita tidak dapat mengatakan “tidak tahu” atas suatu pelanggaran yang dilakukan ! D. benarkah Dedy Aryadi telah dianggap melanggar norma ! 2. Jelaskan. terjaring operasi yustisi. 21/4/2006. agar kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara dapat berlangsung dengan aman. Sumber : Harian Pelita. Sikap ini sangat penting dalam rangka menghilangkan rasa curiga dan salah faham sehingga dapat memupuk saling rasa percaya dalam 3 . apa pentingnya dilakukan operasi tersebut ! 5. Tuliskan.

c. e. mampu memberi penjelasan yang netral dan dapat diterima akal sehat bahwa suatu pelaksanaan ketentuan hukum benar atau salah. merelakan tanah atau bangunan diambil oleh pemerintah untuk kepentingan sarana jalan atau jembatan. memberikan jalan kepada orang lain untuk lebih dahulu menyeberang atau melewatinya. b.membangun persatuan dan kesatuan. 3. merupakan sikap yang ditunjukkan oleh seseorang dalam memahami ketentuan-ketentuan hukum dikembalikan pada data. berupaya selalu jujur dalam memahami ketentuan hukum. d. dapat mencakup hal-hal berikut : a. sanggup menyatakan kekurangan atau kelemahannya jika orang lain lebih baik. b. d. Dalam pelaksanaan ketentuan hukum. menghargai orang lain sesuai dengan kemampuan. Sikap terbuka dalam memahami ketentuan hukum yang berlaku. Sikap Obyektif/Rasional Bersikap obyektif atau rasional. akan memiliki pendirian kuat dan mampu berfikir jernih dalam menghadapi berbagai persoalan sehingga tidak mudah difitnah atau terombang-ambing oleh keadaan. fakta dan dapat diterima oleh akal sehat. c. Sikap Mengutamakan Kepentingan Umum Kepentingan umum atau kepentingan orang lain. memenuhi tugas yang diberikan oleh atasan atau guru di sekolah sesuai dengan kesepakatan. keahlian atau profesinya. sikap mengutamakan kepentingan umum dapat dilihat pada beberapa contoh berikut ini : a. merupakan sikap seseorang untuk menghargai atau menghormati orang lain yang dirasakan lebih membutuhkan/penting dalam suatu kurun waktu tertentu untuk sesuatu yang lebih besar manfaatnya. sanggup menyatakan suatu ketentuan hukum adalah benar atau salah. mampu menyatakan/menunjukkan bahwa suatu ketentuan hukum benar atau salah dengan argumentasi yang baik. sanggup menyatakan ya atau tidak untuk suatu pelaksanaan ketentuan hukum dengan segala konsekuensinya. Sikap mengutamakan kepentingan umum. b. mau mengatakan apa adanya benar atau salah. berupaya untuk tidak menutup-nutupi kesalahan. 2. Beberapa contoh sikap obyektif yang dapat ditunjukkan antara lain : a. memberi tempat/pertolongan kepada orang lain yang sangat membutuhkan. dimanapun berada agar didahulukan. Seseorang yang mengedepankan obyektivitas atau rasionalitas. c. 3 . d.

Sebagai akibatnya. E. masyarakat dan atau negara. nampaknya perlu juga disebutkan sebagai berikut :  Kolusi. Istilah korupsi yang sebangun dengan kata “kolusi” dan “nepotisme”. Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 24 Prp 1960 yang diikuti dengan dilaksanakannya “Operasi Budhi” dan Pembentukan tim Pemberantasan Korupsi berdsarkan Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1967 yang dipimpim langsung oleh Jaksa Agung. dan lain-lain) berusaha tepat waktu. Gambaran Umum Korupsi Praktik-praktik korupsi di bumi Indonesia. kendaraan. kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang berkelebihan uang bisa masuk kedalam golongan elit yang berkuasa dan sangat 2. Kolusi dan Nepotisme.  Nepotisme. adalah setiap perbuatan penyelenggara negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarga dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat bangsa dan negara. Fokus Kita : Korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang memakai uang sebagai standar kebenaran dan sebagai kekuasaan mutlak. sebenarnya telah berlangsung sejak era orde lama (sekitar tahun 1960-an) bahkan sangat mungkin pada tahun-tahun sebelumnya. membayar pajak (bumi dan bangunan. perbuatan korupsi sesungguhnya selalu mengandung unsur “penyelewengan” atau dishonest (ketidak jujuran). Sedangkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi. Pengertian Korupsi Kata “korupsi” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . Oleh sebab itu. disebutkan bahwa “Korupsi” adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi.e. belum membuahkan hasil nyata. 4 . UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA 1. adalah permufakatan atau kerja sama secara melawan hukum antar penyelenggaraan negara atau antara penyelenggara negara dan lain yang merugikan orang lain. perusahaan. merupakan penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan) dan sebagainya untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

c. sebenarnya sudah cukup banyak dan sistematis. Tuntutan masyarakat tersebut selanjutnya dituangkan di dalam Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1999 dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi.d. Namun yang paling menyedihkan adalah sikap rakyat menjadi semakin apatis dengan semakin meluasnya praktek-praktek korupsi oleh beberapa oknum pejabat lokal. 3. Selanjutnya untuk lebih memperkuat pelaksanaan pemberantasan korupsi. menuntut antara lain ditegakkannya supremasi hukum dan pemberantasan Korupsi. Kolusi dan Nepotisme (KKN). Beberapa contoh kasus yang dimuat dalam harian ibukota yang sedikit demi sedikit terkuak dan muncul ke permukaan yang sarat berbau KKN antara lain : a. pada umumnya bersikap acuh tak acuh. Banyaknya penyimpangan di tubuh Departemen (Perhubungan. d. 4 . terdapat inefisiensi di Pertamina sejak 1 April 1996 s. 31 Maret 1998 sebesar US $ 6. 20/7/1999). 15/10/1999). 26/3/1999). Hilangnya aset tanah Pemda DKI Jakarta yang mencapai Rp. b. modus operandi korupsi semakin canggih dan rumit sehingga undangundang tersebut dinyatakan tidak mampu lagi untuk dilaksanakan. Krisis demi krisis menyusul kemudian terjadi krisis politik. namun hingga sekarang ini penyakit “korupsi” masih berkembang cukup subur di segala bidang pemerintahan dan sektor kehidupan. Upaya-upaya hukum yang telah dilakukan oleh pemerintah.d. Gerakan reformasi yang menumbangkan rezim Orde Baru. dikeluarkan kembali Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. sosial. Koperasi. kepemimpinan dan kepercayaan yang pada akhirnya adalah menjadi krisis multi dimensi. 5 trilyun (Kompas. Beberapa perusahaan dan pejabat Indonesia yang menerima suap dari perusahaan Jepang sehingga mampu memenangkan proyek milayaran yen (Media Indonesia. Berdasarkan audit Price Waterhouse Cooper (PWC).Era Orde Baru. 1999 (Kompas.1 milyar (Kompas. Dan tentu saja masih banyak yang lain. maupun nasional. Persepsi Masyarakat Tentang Korupsi Di negara Indonesia meskipun sejak orde lama. orde baru dan sekarang ini telah diupayakan pembernatasannya. e. 16/7/1999). Rakyat kecil yang tidak memiliki alat pemukul guna melakukan koreksi dan memberikan sanksi. Namun dirasakan sangat berat beban korupsi di Indonesia. Kolusi dan Nepotisme. namun sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 dengan “Operasi Tertib” yang dilakukan oleh Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). yakni sejak akhir tahun 1997 dimana negara mengalami krisis ekonomi dan moneter. Dalam Negeri) yang mencapi trilyunan rupiah antara tahun 1998 s.

4. tidak hentihentinya mereka melontarkan kritik. dapat identifikasi sebagai berikut : a. Fenomena Korupsi di Indonesia Fenomena di negara berkembang pada umumnya termasuk Indonesia. mereka (politikus instan) sering hanya ingin memuaskan ambisi-ambisi dan kepentingan pribadinya dengan dalih “kepentingan rakyat”. mencita-citakan keadilan. Mereka mampu melihat secara kritis. Oleh sebab itu. selalu muncul kelompokkelompok sosial baru yang ingin berpartisipasi dalam bidang politik. institusi-institusi politik yang ada juga masih lemah. Hal ini cukup berhasil terutama pada saat gerakan reformasi digulirkan pada tahun 1998. tidak jarang diantara mereka sering terjebak pada ambisi pribadi dan kepentingan kelompok tertentu. Sebagai akibatnya. Pada kehidupan masyarakat yang mengalami proses perubahan. juga sangat mengutuk perbuatan yang merugikan negara dan bangsa. keagamaan. Tema-tema demonstrasi sering mengangkat permasalahan “penguasa yang korup” dan “derita rakyat”. akan tetapi karena faktor ketidak puasan dan kegelisahan psikologis (psychological insecurity). munculah kesadaran politik pada mereka dan timbul pula aspirasi politik. kesukuan. Oleh karena pengaruh pembelajaran yang intensif.Sedangkan persepsi pada kelompok masyarakat terpelajar (mahasiswa). kedaerahan. namun sesungguhnya banyak diantara mereka yang tidak mampu. Mereka sangat sensitif terhadap perbuatan korup. proses modernisasi belum mampu ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusia pada lembaga-lembaga politik yang ada. Lemahnya lembagalembaga politik tersebut. dan. Oleh aspirasi sosialnya yang sehat dan tidak memiliki vested interest . Kelompok mahasiswa sering menanggapi masalah korupsi dengan emosi yang meluap-luap dan protes-protes terbuka. terjadilah runtunan peristiwa sebagai berikut : 4 . Di lembaga-lembaga politik. Mereka masih memiliki idealisme tinggi dan berfikir jauh kedepan. dan merasa sangat tidak puas terhadap perbuatanperbuatan manipulatif dan koruptif dari banyak pejabat. banyak disebabkan oleh mudahnya “oknum” lembaga tersebut dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan kelompok business/ekonomi. c. Lalu memberikan sugesti-sugesti kepada pemerintah untuk melakukan tindakan korektif tegas terhadap perbuatan korupsi. Sementara disisi lain. Kritik-kritik dan oposisi mahasiswa itu pada umumnya tidak bersumber pada masalah kekurangan materiil atau kemiskinan. persamaan dan kesejahteraan yang lebih merata. b. Mereka pada umumnya tidak melakukan identifikasi terhadap trata ekonomi atau strata etnik tertentu. Mereka ingin berpartisipasi dalam usaha rekonstruksi terhadap masyarakat dan sistem pemerintahan secara menyeluruh. profesi serta kekuatan-kekuatan asing tertentu. sosial.

Demikian juga untuk aparat birokrat tingkat atas. Jadi. mulailah penampilan pola tingkah laku yang korup. akan tetapi promosi dari kepentingankepentingan pribadi dan golongan. Terjadilah erosi loyalitas kepada bangsa dan negara. berlomba-lomba untuk mencapai “obyek politik” dalam bentuk keuntungan materiil dengan mengabaikan kebutuhan rakyat banyak sehingga terjadi “kehampaan motivasi perjuangan”. Sumber kekuasaan dan ekonomi. Sedangkan derita dan kemiskinan tetap ada pada kelompok masyarakat besar (rakyat). lembagalembaga politik tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Penggunaan lembaga-lembaga politik sebagai sarana untuk mencapai harta kekayaan itu mencakup pengertian adanya: dwi-aliansi di antara bidang “politik” dengan sektor “ekonomi-business”. partisipan dan kelompoknya. Munculnya “oknum” pemimpin yang lebih mengedepankan kepentingan-kepentingan pribadi daripada kepentingan umum. Pada umumnya. 3. maka tumbuh suburnya korupsi yang “berat di puncak” itu hampir selalu disebabkan oleh adanya sumber daya manusia pada kekuasaan/kelembagaan politik yang sangat lemah. Mereka tidak mampu berdiri secara otonom sehingga tidak mampu pula 4 . mereka yang telah mendapatkan kekuasaan politik tertinggi sangat mungkin memiliki kesempatan paling banyak . 5. Di masyarakat. Partai-partai politik sering in-konsistensi. mereka sebagai kelompok Orang-orang Kaya Baru ( OKB. Dengan demikian. dan cenderung dimanipulir oleh oknum-oknum pemimpinnya. kesempatan korupsi akan lebih meningkat seiring dengan semakin meningkatnya jabatan dalam hierarki politik kekuasaan. 6. 4.1. Dalam pemerintahan yang korup. mulai terkonsentrasi pada satu atau beberapa kelompok kecil yang melimpah sehingga kekayaan dan kesejahteraan yang ada terkonsentrasi pada yang menguasai sumber-sumber pendapatan dan tampuk pemerintahan. Tujuan-tujuan politik yang prinsipil bukannya kesejahteraan dan kepentingan rakyat banyak. sehingga kesejahteraan umum mudah dikorbankan. lebih memiliki kesempatan daripada pejabat-pejabat eselon dibawahnya. Dengan demikian. Pada sebagian oknum pemimpin politik. artinya apa yang diperjuangan dan menjadi misinya sering berubah-ubah (pendirian dan ideologi) dan “mudah dibeli” sesuai dengan kepentingan politik saat itu. karena lebih menonjolkan dorongan pemupukan harta kekayaan dan kekuasaan. Bahkan tidak jarang nilai-nilai politik dan lembaga-lembaga politik itu menjadi bawahan/subordinate dari nilai dan ambisi lembaga-lembaga ekonomi. nouveaux riches) yang ingin mendapatkan status sosial dan kekuasaan politik yang seimbang dengan posisi ekonominya yang baru. 7. Para legislator (pembuat undangundang) tingkat nasional pada umumnya lebih korup daripada pejabat-pejabat lokal. 2.

F. Tindak pidana korupsi dapat dilakukan korporasi. yaitu antara lain : 1. apakah mereka kritis. Kegagalan diterapkannya Undang-Undang Nomor 24 Prp 1960. Dan yang tidak kalah pentingnya juga kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Upaya pemberantasan kurang berjalan efektif. Akan dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan unsur masyarakat. Keluarnya undang-undang tersebut diikuti dengan dilaksanakannya “Operasi Budhi” dan Pembentukan tim Pemberantasan Korupsi berdsarkan Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1967 yang dipimpim langsung oleh Jaksa Agung. hanya ditujukan kepada pegawai negari dan belum didukung oleh peraturan-peraturan yang ada. sangat tergantung kondisi sosial politik para penyelenggara negara dan elit politik yang berkuasa. Ancaman pidana diperberat dengan menentukan batas minimum dan maksimum. acuh tak acuh atau bisa diajak kerja sama. Di negara Indonesia. 5.membebaskan diri dari macam-macam pengaruh penyogokan dan pembelian kekuasaan . pada masa Orde Baru kemudian diganti dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 yang pada waktu itu diupayakan maksimal melalui “Operasi Tertib” yang dilakukan oleh Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). PERAN SERTA DALAM KORUPSI DI INDONESIA UPAYA PEMBERANTASAN 4 . 4. Perluasan pengertian tentang pegawai negeri. Namun sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tindak pidana korupsi dirumuskan sebagai tindak pidana formil. modus operandi korupsi semakin canggih dan rumit sehingga undangundang tersebut dinyatakan tidak mampu lagi untuk dilaksanakan. Selanjutnya untuk lebih memperkuat pelaksanaan pemberantasan korupsi. 2. dikeluarkan kembali Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang dianggap sebagai penyempurnaan. upaya penanggulangan korupsi sudah gencar dilaksanakan pada Tahun 1960 yaitu dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 24 Prp 1960. merupakan penyakit laten yang dihampir setiap negara memiliki “tempat untuk bersemai” sendiri. 3. karena faktor-faktor antara lain : pelaku sulit untuk ditindak secara pidana. Bonus Info Kewarganegaraan SISI LAIN PENANGGULANGAN “KORUPSI” Korupsi. Korupsi dapat berkembang biak atau tidak.

Negara Indonesia meskipun dewasa ini telah diwarisi oleh “budaya korupsi” yang sudah “menggurita” atau berurat berakar dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. kolusi dan nepotisme di Indonesia antara lain : 1. merupakan komisi independen yang diharapkan mampu menjadi “martit” bagi para pelaku tindak KKN (Korupsi. dibarengi sistem kontrol yang efisien. Sistem budget dikelola oleh pejabat-pejabat yang mempunyai tanggung jawab etis tinggi. d. c. mendorong pemerintah melakukan reformasi public sector dengan mewujudkan good governance. kejujuran serta pengabdian pada bangsa dan negara melalui sistem pendidikan formal. baik di pusat maupun di daerah. Kedua. 4 . Para pemimpin dan pejabat selalu dihimbau untuk memberikan keteladanan. Menanamkan aspirasi. Ketiga. Oleh sebab itu. g. non formal dan pendidikan agama. f. semangat dan spirit nasional yang positif dengan mengutamakan kepentingan nasional. untuk para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Kolusi dan Nepotisme). Partisipasi dan dukungan segenap lapisan masyarakyat sangat dubutuhkan dalam mengawal upaya-upaya pemerintah melalui Komisi Pembeberantasa Korupsi (KPK). membangun kepercayaan masyarakat. akan didistribusikan melalui norma-norma teknis kemampuan dan kelayakan. b. dan memiliki rasa tanggungjawab sosial yang tinggi. Melakukan sistem penerimaan pegawai berdasarkan prinsip achievement atau keterampilan teknis dan tidak lagi berdasarkan norma ascription yang dapat membuka peluang berkembangnya nepotisme. agenda yang perlu dilakukan antara lain : Pertama. Jabatan dan kekuasaan. e. Melakukan herregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan perorangan “pejabat” yang mencolok. Upaya Pencegahan (Preventif) : a. mewujudkan keberhasilan penindakan terhadap pelaku korupsi besar (big fish). namun kita masih optimis untuk upaya penanggulangannya. memacu aparat penegak hukum lain untuk memberantas korupsi. Demi kelancaran layanan administrasi pemerintah. menanggulangi dan memberantas korupsi. Kekayaan yang statusnya tidak jelas dan diduga menjadi hasil korupsi. Kelima. akan disita oleh negara. KPK yang ditetapkan melalui UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk mengatasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk pemberantasan tindak pidana korupsi. Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi.. KPK dengan keterbatasan yang ada sangat menyadari bahwa untuk memberantas “Korupsi” di Indonesia bukanlah pekerjaan mudah. Menyelenggarakan sistem pemungutan pajak dan bea cukai yang efektif dan ada supervisi yang ketat. dengan mematuhi pola hidup sederhana. Keempat. dan aparat hukum lain. membangun kultur yang mendukung pemberantasan korupsi.

dan MS. Dugaan penyalahgunaan jabatan oleh Kepala Bagian Keuangan Dirjen Perhubungan Laut dalam pembelian tanah yang merugikan keuangan negara Rp10 milyar lebih. c. (2004). e. yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan diberikan peringatan. c. Dugaan korupsi dalam pengadaan Buku dan Bacaan SD. b. 4 . kepada tim audit BPK (2005).h. Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). dilakukan pemecatan tidak hromat dan dihukum pidana. (2005) h. f. baik di pusat maupun di daerah. Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004). Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. g. Akan selalu ada koordinasi antar departemen yang lebih baik. Upaya Penindakan (Kuratif) : Upaya penindakan. Sudi Ahmad. Memiliki rasa tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial. Berusaha untuk melakukan reorganisasi dan rasionalisasi dari organisasi pemerintahan. SRR. terutama yang dilaksanakan oleh pemerintahan desa. 2. Pono Waluyo. kecamatan dan seterusnya sampai tingkat pusat/nasional. d. Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta oleh kuasa hukum Abdullah Puteh. terkait dengan kepentingan-kepentingan publik (masyarakat luas). yang dibiayai oleh Bank Dunia (2004). a. d. Sinuhadji. Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan. melalui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatanjawatan bawahnya. SLTP. Suhartoyo dan Triyadi i. Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. dengan tersangka TSP. Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005) 3. Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan pemerintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui Bank BNI (2004). Dugaan korupsi perugian negara sebesar 32 miliar rupiah dengan tersangka Theo Toemion (2005) j. b. disertai sistem kontrol yang teratur terhadap administrasi pemerintah. karena hal ini justru akan merugikan masyarakat itu sendiri. Beberapa contoh penanganan kasus dan penindakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui KPK yaitu : a. Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU. Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa. dengan tersangka Harini Wijoso.

menilai adanya perkembangan sangat signifikan dalam dunia hukum. b. Pernyataan tersebut disampaikan Munarman. dan Myanmar. serta hanya lebih baik dari Kongo. Indonesia sendiri. Publikasi tahunan terkenal yang diluncurkan TI adalah Laporan Korupsi Global. berada di posisi keenam terkorup di dunia menurut survei TI pada tahun 2005. Somalia. Jumat (30/12) 4 . Kamerun. Medan. Mampu memposisikan diri sebagai subyek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. Angola. bersih dan bebas korupsi. Organisasi yang didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang berstruktur demokratik. terutama terkait dengan upaya pemberantasan korupsi sepanjang tahun 2005. hal ini dapat dilihat dari kesediaan Kepolisian RI (Polri) melakukan pembenahan internal serta dari semakin aktifnya kerjakerja KPK belakangan ini. Hubungan antara kompetitifnya sebuah negara dan korupsi telah dibahas pertama kali dalam seminar TI di Praha. Paraguay. Islandia adalah negara paling bebas korupsi. Semarang dan Batam. Nigeria. November 1998. Transparency International (TI). Indonesia Corruption Watch atau disingkat ICW adalah sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) yang mempunyai misi untuk mengawasi dan melaporkan kepada publik mengenai aksi korupsi yang terjadi di Indonesia. ICW lahir di Jakarta pada tanggal 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca Soeharto yang demokratis.e. Etiopia. sejajar dengan Azerbaijan. Liberia dan Usbekistan. 4. ICW adalah lembaga nirlaba yang terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi melalui usaha-usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat/berpartisipasi aktif melakukan perlawanan terhadap praktek korupsi. Irak. Kenya. dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Menurut hasil survei ini. MA KEBALIKAN Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI). Haiti. IPK Indonesia adalah 2.2. Sudan. Survei TI Indonesia yang berbentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2004 mengungkapkan Jakarta sebagai kota paling korup di Tanah Air. Pakistan. adalah sebuah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik. Menurut direktur YLBHI Munarman. Bonus Info Kewarganegaraan POLRI DAN KPK ADA KEMAJUAN. Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) a. disusul Surabaya.

4 . YLBHI dan proyeksi tahun 2006. seperti pembalakan liar. katanya. ungkap dia. tampak dari banyaknya pelaku pelanggar hukum.” ujar Munarman.dalam jumpa pers refleksi akhir tahun 2005. Indikasinya. hak asasi manusia (HAM). Sumber : Kompas. perburuhan. Hingga kini institusi MA. 2/1/2006. Sebagai pucuk pimpinan tertinggi lembaga hukum di Indonesia. MA sama sekali belum memperlihatkan adanya political will membenahi isntitusinya. belum menunjukkan kinerja yang baik. mulai dari isu penegakan hukum. Sejumlah hal dievaluasi. dan hak-hak sipil masyarakat. “Akan tetapi. sangat disayangkan institusi Mahkamah Agung (MA) justru menunjukkan kondisi kebalikan. yang justru dilepas dari jerat hukum oleh haki di tingkat pengadilan melalu mekanisme praperadilan.

Sesuai dengan UU No. doktrin dan yurisprudensi. Setiap komunitas masyarakat dimanapun berada. sistem mata pencaharian. traktat. banyak digabungkan dengan kata-kata lain. sistem perkawinan. Peradilan Militer. bahwa Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya dalam lingkungan . adminsitrasi negara. sistem tarian. Hukum dibuat dengan tujuan menjaga dan memelihara ketertiban dalam masyarakat. Mahkamah Agung telah membagi dengan jelas fungsi dan kewenangan Pengadilan tingkat pertama. sistem hukum dan sebagainya. dan Oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. kekayaan dan waris). yakni aturan-aturan yang pelanggarannya dikenai sanksi yang tegas dan nyata. Peradilan Tata Usaha Negara. Sistem hukum yang dikenal negara-negara di dunia antara lain : sistem hukum eropa kontinental. sistem hukum adat. waktu yang diaturnya. bahwa pembentukan Pengadilan Umum beserta fungsi dan kewenangannya ada pada Mahkamah Agung. norma kesopanan dan norma hukum. serta isi masalah yang diaturnya baik yang menyangkut hukum publik (tata negara. sudah barang tentu memiliki pedoman atau kaidah dalam penyelenggaraan hidup secara bersama-sama yang disebut dengan norma. kesusilaan. Sumber hukum terdiri dari sumber hukum “material” welborn (keyakinan/perasaan/ kesadaran hukum individu dan pendapat umum) serta sumber hukum “formal” yaitu terdiri . Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. sistem pemerintahan. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. obyektif dan mengutamakan kepentingan umum. Sumber hukum adalah segala yang menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan memaksa. Penggolongan hukum dapat dibedakan antara lain . kebiasaan. ruang atau wilayah berlakunya. tenteram dan tertib diperlukan sikap yang mampu mendukung ketentuan hukum yang berlaku. pidana dan acara) serta hukum privat (perorangan. yang masing tidak berdiri sendiri-sendiri. Oleh sebab itu. Partisipasi dan dukungan segenap lapisan . Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004. tingkat kedua. keluarga. pribadi yang diaturnya. Meski demikian. Kata sistem dalam penerapannya dapat digabungkan seperti . antara lain . agar kehidupan dalam bermasyarakat aman. namun kita masih optimis untuk upaya penanggulangannya. undangundang. Negara Indonesia meskipun dewasa ini telah diwarisi oleh “budaya korupsi” 4 yang sudah “menggurita” atau berurat berakar dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. berdasarkan wujudnya. Oleh sebab itu.Dalam pengertian G“sistem hukum” dimaksudkan adalah satu kesatuan hukum yang berlaku pada suatu negara tertentu yang dipatuhi dan ditaati oleh setiap warganya. masing-terdapat kesamaan-kesamaan tertentu dari pengertian yang mereka berikan dengan mengindentifikasi ciri-ciri hukum sebagai berikut : adanya perintah dan larangan. bersikap terbuka. sistem hukum anglo saxon. KESIMPULAN Banyak ahli berbeda pendapat dalam memberikan pengertian hukum. Peradilan Umum. dan sekaligus juga untuk memenuhi rasa keadilan manusia. dan sistem hukum agama. serta perintah dan larangan itu harus ditaati oleh setiap orang. Peradilan Agama. Norma yang dikenal antara lain : norma agama.

.. Prof. terdapat di dalam . Norma Kesopanan d. Norma Kesusilaan e.. a. Norma Formal 6. Hukum Pidana c. Landasan hukum b. Penjelasan bahwa negara Indonesia adalah negara yang berdasar atas hukum.. Sumber hukum yang berasal dari keyakinan/kesadaran individu dan pendapat umum.. konvensi e. a.. Batang Tubuh UUD 1945 c. traktat 7. Soerjono Sukanto 5. a... Penjelasan UUD 1945 e.S. Tokoh yang berpendapat bahwa sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang bekerja sama untuk melakukan suatu maksud adalah . dan aparat penegak hukum lain.. W. a. a. a. 5 . Salah satu hal yang membedakan hukum publik dengan hukum privat adalah ... formal c. Musanef e. Grasi c.. Menurut Van Kan . Pembatalan atau pernyataan tidak sah oleh mahkamah Agung terhadap putusan hakim di bawahnya... Wahyuditah b. Pembukaan UUD 1945 b. saat berlakunya e.. Poerwadarminta c.. Sumantri d. material b.. Prof... hal ini sesuai dengan norma . material d. positif c. deduktif e. dinamakan. Kita seyogyanya berlaku jujur dan berbuat baik terhadap sesamanya. Peraturan hukum yang mengatur tentang bagaimana cara pelaksanaan oleh alat perlengkapan negara. a. Hukum Acara d. Sanksinya d. kebiasaan d. Norma hukum b.. XX / MPRS / 1966 2. Kasasi d.. disebut . Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 d. judicial review e. formal b.pemerintah melalui Komisi Pembeberantasa Korupsi (KPK). Fungsinya 9. Negara hukum yang dianut oleh negara Indonesia adalah negara hukum dalam arti . TAP MPRS No. .J. Norma Agama c. induktif 3. Hukum Tata Negara 4. Drs.. Banding b.. Prosesnya c. adalah . Hukum Perdata e.. amnesti 8. Hukum Dagang merupakan tambahan hukum perdata yang bersifat khusus atau . Hukum Administrasi Negara b. a. LATIHAN UJI KOMPETENSI 1 1 Pilihan Ganda Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar ! 1.

Masing-masing kelompok terdiri dari 4 atau 5 orang. tindakannegara selain 10. Subjeknya sebaiknya tindakan 11 Uraian Berikan jawaban dengan singkat dan jelas pada pertanyaanpertanyaan dibawah ini! 1.. Hal apasajakah yang menyebabkan seseorang melakukan proses Kasasi di Mahkamah Agung ! 8. Jelaskan hubungan antara sumber hukum formal! sumber hukum material dan 5.Sebutkan upaya apasajakah yang dapat dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat dalam meminimalisir dampak korupsi di Indonesia ! 11 Inquiri Bagilah kelas anda ke dalam 8 kelompok. lex naturalis Ius soli lex specialis lus sanguinis Private rechts negara hukum.a. Kegunaannya b. a. Kepentingannya c. Apakah yang dimaksud dengan Yurisprudensi. Dalam mempertimbangkan landasan hukumnya juga . Jelaskan dengan memberi contoh mengapa dalam Sistem Hukum Indonesia masih terdapat produk-produk hukum warisan Belanda ! 3. Jelaskan perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata di tinjau dari Proses Hukumnya ! 6. Berikan penjelasan kembali yang dimaksud dengan sistem hukum ! 2.. Peradilan memiliki kekuasaan bebas dan merdeka. Hasilnya e. e. kemudian kerjakan tugas-tugas sebagai berikut ! 5 . jelaskan apa maksudnya dan tuliskan ciri-ciri negara hukum RI ! 4. Jelaskan Jawaban Anda ! 7. Hal apasajakah yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan korupasi ! 9. Mengapa keputusan Hakim terdahulu dijadikan landasan hukum bagi Hakim dalam memutuskan suatu perkara. Mengapa suatu Perkara dilanjukan ke Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. c. Identifikasikan faktor-faktor apasajakah yang menyebabkan gejala korupsi tumbuh subur di dalam suatu negara ! 10. Mengapa korupsi di negara berkembang pada umumnya sudah dikatakan “menggurita”. Kepastiannya d.. d. b.

Cara meningkatkan kesadaran bagi masyarakat yang sudah melaksanakan perbuatan yang sesuai dengan hukum ! b. Setelah wawancara. Tentukan sendiri lokasi atau tempat yang akan dijadikan obyek observasi dan wawancara (misalnya : sekitar pasar. dan berikan tanggapan dengan berpedoman pada dua hal berikut : a. terminal atau masyarakat sekitar anada) ! 3. Buatlah kesimpulan dari hasil analisis kelompok anda. identifikasikanlah perbuatan-perbuatan yang sesuai dan yang bertentangan dengan hukum ! 4. sekolah. Cara membina/menertibkannya bagi masyarakat yang masih melaksanakan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum ! 5 .1. Susunlah daftar pertanyaan terbuka (10 pertanyaan) dengan topik bahasan sekitar perbuatan-perbuatan yang sesuai dan yang bertentangan dengan ketentuan hukum ! 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful