P. 1
Makala h ergerggr g h fhh hh gh hgd ghd hd h hf hh hrfhgctgcthhrdhh

Makala h ergerggr g h fhh hh gh hgd ghd hd h hf hh hrfhgctgcthhrdhh

|Views: 28|Likes:
Published by Eko Prastyo
ew avwfvbwagtvbwat btwatgbsetgbse btg gte bgeb ebvgegb gegersg rhrt hr th t h f tf h h fc hbfchbfhf hcf hcfhcf hfhfcfghsdngsnsnmm en ee r grbdgrdy re gvksf ,fse vfbgsmevgfbvskbfgi gvkweiv wiwayinoraynolwlonvo8yvsssssssssh
ew avwfvbwagtvbwat btwatgbsetgbse btg gte bgeb ebvgegb gegersg rhrt hr th t h f tf h h fc hbfchbfhf hcf hcfhcf hfhfcfghsdngsnsnmm en ee r grbdgrdy re gvksf ,fse vfbgsmevgfbvskbfgi gvkweiv wiwayinoraynolwlonvo8yvsssssssssh

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Eko Prastyo on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

MAKALAH SUKU DAYAK

NAMA KELOMPOK : 1. ROHMADI 2. HERI G 3. M FUAD K 4. SIGIT R

TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

SMK MUHAMMADIYAH WATU KELIR

maka dalam kebudayaan Dayak juga dapat ditemukan ketiga wujud tersebut yang meliputi: Pertama. tindakan. bahkan semakin menunjukkan identitasnya sebagai suatu warisan leluhur. peraturan-peraturan. kepemilikannya tidak melalui warisan biologis yang ada di dalam tubuh manusia Dayak. Ini berarti bahwa kebudayaan dan adat-istiadat yang sudah berurat berakar dalam kehidupan masyarakat Dayak.440 Km2 yang terletak di daerah khatulistiwa antara 11344’ bujur timur dan 11900’ bujur barat dan 4241225 lintang utara. maka kebudayaan Dayak sangat mempunyai makna dan peran yang amat penting. Sistem sosial itu terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi yang senantiasa merujuk pada pola-pola tertentu yang di dasarkan pada adat tata kelakuan yang mereka miliki. 1996). Ketiga. sebagaimana suku bangsa lainnya. hal ini tampak dalam sistem kehidupan sosial orang Dayak yang sejak masa kecil sampai tua selalu dihadapkan pada aturan-aturan mengenai hal-hal mana yang harus dilakukan dan mana yang dilarang yang sifatnya tidak tertulis yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi sebagai pedoman dalam bertingkah laku bagi masyarakat Dayak. seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman. Dalam konteks ini. Adatistiadat yang hidup di dalam masyarakat Dayak merupakan unsur terpenting. Sebelah timur membentang daerah rendah sepanjang kurang lebih 500 mil menyusuri pantai Laut Sulawesi dan Selat Makasar. yang merupakan perbatasan di sebelah timur. meskipun demikian. wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Kedua. memiliki kebudayaan atau adat-istiadat tersendiri yang pula tidak sama secara tepat dengan suku bangsa lainnya di Indonesia. Hal ini berarti bahwa kebudayaan Dayak itu sifatnya tidak statis dan selalu dinamik. Kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan sistem gagasan. kebudayaan Dayak adalah seluruh sistem gagasan. tampak jelas di dalam pelbagai upacara adat yang dilaksanakan berdasarkan siklus kehidupan. Wujud itu merupakan wujud hakiki dari kebudayaan atau yang sering disebut dengan adat. kebudayaan Dayak juga mengalami pergeseran dan perubahan. juga tampak dalam pelbagai upcara adat yang berkaitan siklus perladangan. perkawinan dan kematian. bila merujuk pada wujud kebudayaan sebagaimana yang dikemukakan Koentjaraningrat. yakni kelahiran.SUKU DAYAK Suku Dayak. yaitu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kehidupan orang Dayak. berupa keseluruhan hasil karya manusia Dayak. nilai-nilai. baik yang berupa kebudayaan material maupun non material. Berdasarkan atas pemahaman itu. Letak geografis Propinsi daerah tingkat I Kalimantan Timur mempunyai luas wilayah kurang lebih 211. yang lazim disebut kebudayaan fisik. Atau dengan kata lain kebudayaan Dayak dalam perkembangan sejarahnya telah tumbuh dan berkembang seiring dengan masyarakat Dayak sebagai pendukungnya. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar (Garna. sampai saat ini masih ada yang tetap bertahan dan tak tergoyahkan oleh adanya pergantian generasi. Berdasarkan atas pengertian kebudayaan tersebut. norma-norma. akar identitas bagi manusia Dayak. Dewasa ini. mengendalikan dan memberi arah kepada perilaku manusia Dayak. Sebelah timur berbatasan . misalnya seperti rumah panjang dan lainlain. Sebelah selatan berbatasan dengan negara Sabah / Malaysia. yang berfungsi sebagai tata kelakuan yang mengatur. wujud kebudayan sebagai suatu himpunan gagasan. Jika pengertian tersebut dijadikan untuk mengartikan kebudayaan Dayak maka paralel dengan itu. atau lazim disebut sistem sosial. tindakan dan hasil karya manusia Dayak dalam rangka kehidupan masyarakat Dayak yang dijadikan milik manusia Dayak dengan belajar. dan dalam tulisan ini bermaksud untuk mengupas kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat Dayak. sedangkan sebelah barat membentang dinding pegunungan Iban dan pegunungan Muller. wujud kebudayaan sebagai sejumlah perilaku yang berpola. melainkan diperoleh melalui proses belajar yang diwariskan secara turuntemurun dari generasi ke generasi.

Nyiru jarang atau ayakan. sedang yang terbuat ari bambu dan purun. Gumbaan. 1. sambal dan sebagainya. Alat-alat produksi Alat-alat rumah tangga 1. talas.dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar yang merupakan alur perhubungan transaksi untuk perdagangan Lintas Nasional dan Internasional. Kegunaanya: untuk penyimpanan air minum. Lanjung. 6. 10. Kegunaan: digunakan untuk membersihkan gabah yang masih kotor untuk memperoleh gabah bersih. Kegunaanya: sebagai alat pengukur/ penakar hasil pertanian (padi. Panai. Selain itu digunakan pula untuk keperluan-keperluan. Nyiru. 8. 5. Kegunaanya: untuk mengumpulkan rumbut-rumput yang sudah ditebasdisawah. Ranggaman (ani-ani). misalnya parang dalam segala bentuk dan jenisnya. 3. 4. ubi kayu. Alat-alat pertanian 1. b. 7. malah multi fungsi. terutama kandi. 6.rumpu-rumput dikumpulkan menjadi gundukan. dan juga sebagai alat-alat penakar/ pengukur jual beli hasil-hasil pertanian. Kegunaanya berfungsi sebagai ember untuk menimba air dari sumur. Kegunaan: untuk memptong rumput disawah sampai ke akar-akarnya. Kegunaannya: untuk menghakuskan bumbu-bumbu. 4. Kegunaanya : sebagi alat penakar seperti pada gantang. memisahkan atau menghilangkan sekam dari gabah yang telah di pecah dari kulitnya. Air yang tersimpan dalm kandi atau buyung rasnya sejuk. 5. Kandutan. 9. Gundukan rumput ini di tarik dengan gagaruke pinggir sawah.kegunaanya: digunakan terutama untuk membersihkan gabah kotor. Tangkitan. 2. tetapi juga sebagai alat pertanian. Cupak atau garabuk. Kandi atau buyung. blayung dan lain-lain. Kegunaanya: untuk menebang kayu atau memotong kayu yang keras. Kegunaanya:untuk menanak nasi. Di gunakan untuk memisahkan anatah dari beras. Dibuat dari kayu atau tanah liat dan di lengkapi dengan ulak-ulak (kulak) yang terbuat dari akar bambu. Tajak. seperti kapak. Kuantan. Cubit ( cobek). Terbuat dari tempuryng kelapa. alat perlengkapan persenjataan dan lain-lain. Balayung. Butah atau ungking. alat perburuan. Kegunaan: untuk mengangkut hail pertanian terutama mengangkut padi bertangkai dri sawah kerumah . kegunaannya: bakul yang terbuat dari ahas atau bamban pada umumnya di gunakan untuk mengisai (mencuci) beras yang akan di masak. Pekerjaan ini disebut menampi. A. tempat mencuci dll. Parapatan. . biasa digunakan dalam wadah dalam rumah tangga. Juga digunakan untuk membawa hasil-hasil pertanian tanaman galangan seperti. 2. Kegunaan: merupakan tempat untuk menampung atau mengumpulkan padi sewaktu menuai. 7. dan lain-lain.baik pada sawah yang berair maupun yang tidak berair(pematang sawh). SISTEM TEKNOLOGI DAN PERLENGKAPAN HIDUP Banyak dari alat-alat perlengkapan hidup yang di niliki oleh suku dayak yang mempunyai fungsi dn kegunaan lebih dari satu. ukurannya yang lebih besar. Bakul. berfungsi bukan saja sebagai alat rumah tangga. Kegunaanya : sebagai tempat air. 7. beras dan kacang-kacangan). 11. Gantang. misalnya untuk tempat menjemur ikan yang akan dikeringkan. Kegunaanya: sebagi alat atau tempat untuk membawa alatalat pertanian. parang. Garu atau gagaru. Alat ini masih digunakan di desa-desa. a. Kegunaan: untuk memotong atau menuai padi. 9. 3. Kegunaan: sama dengan lanjung. digunakan juga untuk mengangkut hasil pertanian kepasr-pasar. terutama pada musim kemarau. 8. dansebagainya.

Persepsi suku Dayak tentang rumah panjang tercakup dalam minimal empat aspek penting dari rumah panjang itu sendiri yaitu aspek penghunian. Rasanya agak kenyal dan pahit. Lalangit sapat siam. 15. Rotan yang masih sangat muda dan lunak serta lapisan luarnya dibuang. rawai tauman Berguna untukmenangkap ikan gabus.ikan kecil setelah tempirai dan hampang terpasng. 10. digunakan untuk menangkap ikan di pantai-pantai. Kegunaanya: . Sarapang. 5. Parang 6. Rawai atau banjur. aspek hukum dan peradilan. 12. 11. Kegunaanya: untuk menangkap ikan disawah yang airnya dangkal pada malam hari. 4. Pulut 4. Makanan khas suku Dayak Menu khas Dayak yang terkenal yaitu umbut rotan dan daun singkong bersantan. Kegunaanya: untuk menangkap ikan didaerah perairan yang dalam sekitar 1-2 meter. aspek ekonomi. dan sebaiknya dimakan dengan ikan. Anda mungkin belum pernah mencoba makanan yang terbuat dari rotan. Berfungsi: menangkap mikan pada malam hari. yang lazim disebut Laou. F. alat perburuan. 3.10. Kegunaanya: membuat lubang di tanah persawahan yang bash atau berairuntuk menanam padi. Alat-alat perburuan 13. Lamin. Kabam sanggi. Jambih. 2. art and inspiration”. Tombak 5. Rumah Panjang. Alat-alat perikanan 1. 12. Tempirai dan hampang. dan aspek perlindungan dan keamanan. Berguna untuk menangkap ikan dengan cara menebar jala kedalam air. Hampang sawar. Riwayang. Sapung 3. Kegunaanya: menangkap ikan kalabau. Kegunaanya : untuk kenangkap ikan. 2. 8. Jala lompo. Hampang balat. Parang. Berguna untuk menangkap mikan dengn cara di halau. Rumah adat suku Dayak a. 14. alat perlengkapan persenjataan dan lain-lain. Susuduk. 7. maka ikan dihalau untuk masuk ke dalam tempirai. Kegunaanya: untuk menangkap ikan. 9. Betang. Hampang tarumbuan. pada mulanya berdiam dalam kebersamaan hidup secara komunal di rumah panjang. Rumah panjang yang merupakan rangkaian tempat tinggal yang bersambung telah dikenal semua suku Dayak. Belat/ sero. c. Kegunaanya: penangkapan ikan di rumpon yaitu daerah perairan di sungai dan danau yang di timbuhi rerumputan. Lukah. alat ini digunakan pad kedalaman air antara 2-3 meter. berfungsi bukan saja sebagai alat rumah tangga.dengan umpan yang terbuat dari potongan-potongan ikan belutatau siput sawah yang besar. 11. 10. 11. Tatujah. 1. d. 13. tetapi juga sebagai alat pertanian. Tidak berlebihan bila rumah panjang bagi suku Dayak merupakan “centre for Dayak creation. Di tanah ladang atau sawah pematang dipergunakan asak seperti alu yang ujung bawahnya diruncingkan. digunakan: menangkap ikan disungai. Kegunaanya: untuk menangkap ikan. dan Lewu Hante. Dengan cra lukah di masukan beberapa siput sawah. 6. Berguna untuk menangkap ikan sanggiringan. Lebih dari . Jala kalabau. terkecuali suku Dayak Punan yang hidup mengembara. 13. Anda tidak perlu memiliki gigi yang kuat untuk mengunyah sesuatu yang biasanya digunakan untuk untuk membuat furniture. 12. Lalu bagian dalam rotan yang masih muda itu dimasak bersama sayuran lain.

Hal yang tampak khas terdapat dalam dua bentuk yaitu anyam tikar dengan aneka macam motif hias dan sejenis keranjang bertali yang lazim disebut anjat. belanga. berangka dan sebagainya. berburu. Senjata Khas Senjata khas yang di miliki suku Dayak di Kalimantan yang tidak di miliki oleh suku lainnya adalah mandau dan sumpit. piring dan mangkok sejak ribuan tahun lalu merupakan bagian dari tradisi kehidupan suku Dayak di Kalimantan.itu. buah-buah dan lain-lain. bagian bawah dililit dengan anyaman rotan. bahkan menurut Layang dan Kanyan (1994) bahwa rumah panjang merupakan pusat kebudayaan Dayak. perkebunan rakyat seperti kopi. juga untuk menyimpan tulangtulang leluhur serta sebagai lambang status sosial seseorang. B. Sapardi (1994). b. Sarung mandau terbuat dari lempengan kayu tipis. Kebanyakan hulu mandau terbuat dari tanduk rusa diukir berbentuk kepala burung dengan berbagai motif seperti kepala naga. Tembikar Tembikar konon katanya berasal dari Cina. atau dengan kata lain hutan yang berada di sekeliling mereka merupakan bagian dari kehidupannya dan dalam memenuhi kebutuhan hidup sangat tergantung dari hasil hutan. serta kegiatan berladang (Sapardi. karet. Pada sisi mata di asah tajam sedang sisi atasnya sedikit tebal dan tumpul. Kegiatan sosial ekonomi orang Dayak meliputi mengumpulkan hasil hutan. secara defakto mereka telah menguasai kawasan itu dan dari hutan tersebut mereka memperoleh sumber-sumber kehidupan pokok. Senjata khas yang disebut mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa berbetuk pipih panjang seperti parang berujung runcing menyerupai paruh burung yang bagian atasnya berlekuk datar. lada. SISTEM MATA PENCAHARIAN DAN PERALATAN HIDUP Dalam melangsungkan dan mempertahankan kehidupannya orang Dayak tidak dapat dipisahkan dengan hutan. c. pilin dan kait. Selain itu hutan telah menjadi kawasan habitat mereka secara turun temurun dan bahkan hutan adalah bagian dari hidup mereka secara holistik dan mentradisi hingga kini. melainkan juga memiliki nilai sosio religius yang difungsikan sebagai mahar (mas kawin) dan sarana pelbagai upacara adat. terdapat di semua suku Dayak dengan pelbagai versi. keseluruhan bidang depannya beragam hias topeng (hudoq). bagian atasnya dilapisi tulang berbentuk gelang. b. paruh burung. Bahkan sebagian besar dari barang tersebut. Di samping kedua jenis senjata itu masih terdapat satu peralatan yang disebut telabang atau perisai.1992). Kegiatan perekonomian orang Dayak yang pokok adalah berladang sebagai usaha untuk menyediakan kebutuhan beras dan perkebunan rakyat sebagai sumber uang . menangkap ikan. terutama tempayan dan guci tidak hanya memiliki nilai ekonomis. Pada ujung sumpit di lengkapi dengan mata tombak terbuat dari besi berbentuk pipih berujung lancip yang menempel diikat dengan lilitan rotan. Kekuatan jarak tiup sumpit biasanya mencapai 30-50 meter. Perisai ini terbuat dari kayu gabus dengan bentuk segi enam memanjang. seperti bejana. kiang. menjelaskan bahwa hutan merupakan kawasan yang menyatu dengan mereka sebagai ekosistem. rumah panjang merupakan wujud konkrit dari solidaritas sosial budaya suku Dayak di masa lampau. karena hampir seluruh kegiatan mereka berlangsung di sana. kelapa. tempayan. lidah api dan pilin berganda. Demikian juga senjata khas yang disebut sumpit yaitu jenis senjata tiup yang dalamnya diisi dengan damak yang terbuat dari bambu yang diraut kecil dan tajam yang ujungnya diberi kayu gabus sebagai keseimbangan dari peluru sumpit. Sumpit terbuat dari kayu keras berbentuk bulat panjang menyerupai tongkat yang sekaligus merupakan gagang tombak dengan lubang laras sebesar jari kelilingking yang tembus dari ujung ke ujung.Anyam-anyaman Kerajinan tradisional dari orang Dayak berupa anyam-anyaman yang terbuat dari bahan baku rotan.

Hutan. 1994). orang Dayak sebelum mengambil sesuatu dari alam. Persentuhan yang mendalam antara orang Dayak dengan hutan. mengemukakan bahwa kreteria yang digunakan oleh ketua adat atau kepala suku memberi izin untuk mengolah lahan di lihat dari kepastian hubungan hukum antara anggota persekutuan dengan suatu tanah tertentu dan menyatakan diri berlaku “ke dalam” dan “ke luar”. Ukur (1994). memperkirakan sistem perladangan yang dilakukan orang Dayak sudah dimulai dua abad yang lalu. mengolah dan memungut hasil dari tanah yang digarapnya. sumber tenaga kerja dan sebagainya. segera upacara pembukaan hutan itu dilakukan. Anggota persekutuan dapat memiliki hak untuk menguasai dan mengolah tanah. dengan memberikan persembahan. Berlakunya “ke dalam” menyatakan mengatur hak-hak perseorangan atas tanah sesuai dengan norma-norma adat yang telah disepakati bersama. sebagai tanda pengakuan bahwa hutan atau bumi itulah yang memberi kehidupan bagi mereka dan sebagai harapan agar hutan yang dibuka itu berkenan memberkati dan melindungi mereka. Hak penguasaan tanah kembali kepada persekutuan dan melalui musyawarah ketua adat dapat memberikannya kepada anggota lain untuk menguasainya. seperti karet (Havea brasiliensis Sp). orang Dayak kalau mau berladang mereka pergi ke hutan. Usaha mendapatkan tanda ini dibarengi dengan memeriksa hutan dan tanah apakah cocok untuk berladang atau berkebun. Hubungan antara orang Dayak dengan hutan merupakan hubungan timbal balik. Menurut Mubyarto (1991). pada giliran melahirkan apa yang disebut dengan sistem perladangan. sungai. dilain pihak orang Dayak senantiasa mengubah wajah hutan sesuai dengan pola budaya yang dianutnya (Arman. dan seluruh lingkungannya adalah bagian dari hidup. Seorang atau beberapa orang ditugaskan mencari hutan yang cocok. Sungguhpun demikian adakalanya terdapat orang dari luar persekutuan yang karena kondisi tertentu diberi izin untuk menumpang berladang untuk jangka waktu satu atau dua musim tanam.1995). walaupun demikian kegiatan perekonomian mereka masih bersifat subsistensi (Mering Ngo. cara mencari tanah atau membuka hutan yang akan digunakan. memberitahukan maksud tersebut kepada kepala suku atau kepala adat. Tetapi jika seseorang sampai pada kematiannya tetap bermukim di daerah persekutuan maka tanah yang telah digarap dapat diwariskan kepada anak cucunya. pada umumnya memilih lokasi untuk . namun dalam variasi ini terdapat pula dasar yang sama. Sellato (1989 dalam Soedjito 1999). kalau mereka mengusahakan tanaman perkebunan mereka cenderung memilih tanaman yang menyerupai hutan.tunai yang dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup yang lain. kedua. Persamaan itu terlihat dari teknologi yang digunakan. terutama apabila ingin membuka atau menggarap hutan yang masih perawan harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu yaitu: pertama.1994). menyebutkan cara hidup berladang diberbagai daerah di Kalimantan telah dikenal 6000 tahun Sebelum Masehi. menjelaskan bahwa sistem perladangan merupakan salah satu ciri pokok kebudayaan Dayak. Hasil penelitian Kartawinata (1993) pada orang Punan. dan Sapardi (1992) pada orang Dayak Ribun dan Pandu.rotan(Calamus caesius Spp). Dove. ketiga. Menurut Arman (1994). Apabila petani penggarap meninggalkan wilayah (benua) dan tidak kembali lagi maka penguasaan atas tanah menjadi hilang. Mereka ini akan tinggal atau berdiam di hutan-hutan untuk memperoleh petunjuk atau tanda. Dalam setiap aktivitas berladang pada orang Dayak selalu didahului dengan mencari tanah. Berlakunya “ke luar” menyatakan bahwa hanya anggota persekutuan itu yang memegang hak sepenuhnya untuk mengerjakan. menjelaskan bahwa orang Dayak pada dasarnya tidak pernah berani merusak hutan secara intensional. Ukur (dalam Widjono. Mering Ngo (1990). dan terlebih dahulu menebang pohon-pohon besar dan kecil di hutan. 1989. mengemukakan bahwa tradisi berladang (siffting cultivation atau swidden) orang Dayak sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang mereka yang merupakan sebagai mata pencaharian utama. apabila sudah diperoleh secara pasti hutan mana yang sesuai. Almutahar (1995) mengemukakan bahwa aktivitas orang Dayak dalam berladang di Kalimantan cukup bervariasi. 1985). Ave dan King (dalam Arman. Hasil penelitian Mudiyono (1990). Disatu pihak alam memberikan kemungkinan-kemungkinan bagi perkembangan budaya orang Dayak. bumi. dan tengkawang (shorea Sp). kebun atau rawa-rawa. Dalam mencari tanah yang akan dijadikan sebagai lokasi ladang mereka tidak bertindak secara serampangan. Kecenderungan seperti itu bukan suatu kebetulan tetapi merupakan refleksi dari hubungan akrab yang telah berlangsung selama berabad-abad dengan hutan dan segala isinya.

tugal. pisok karet. katil dan pangking yaitu tempat tidur yang terbuat dari kayu. Bentuk Kehidupan Keluarga : 1. yaitu menarik garis keturunan dari pihak ayah dan ibu. (4) menanam tanaman yang bukan padi. kuwali terbuat dari tanah liat atau logam.berladang di lokasi yang berdekatan dengan sungai. pangatam. Oleh karena itu. kelasa yaitu tikar yang terbuat dari rotan. orang yang paling sibuk mengurus masalah pernikahan sejak awal sampai akhir acara. baliong. Sehingga sIstem pewarisan tidak membedakan anak laki-laki dan anak perempuan. Sukubangsa Dayak terdiri atas beberapa sub-sukubangsa. Kenyah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dakung (1986) tentang suku Dayak di Kalimantan Barat. Dalam studi kasus tentang sistem perladangan suku Kantu’ di Kalimantan Barat Dove. (6) menyiangi ladang (kecuali ladang hutan primer). C. dan tungku batu. Sistem Kekerabatan Suku Dayak : Bilateral/ambilineal. . 2. Keluarga batih (nuclear family). nyiro. untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan. Barat. (3) memproses padi. wali/asbah adalah saudara laki-laki ibu dan saudara laki-laki ayah. Dalam setiap tahap kegiatan mengerjakan ladang tersebut biasanya selalu didahului dengan upacara-upacara tertentu. jenis-jenis peralatan rumah tangga seperti alat-alat masak memasak antara lain periuk atau sampau dari bahan kuningan atau besi untuk menanak nasi. misalnya dalam hal pernikahan.(7) menjaga ladang dari gangguan binatang buas. Jenis alat tidur antara lain tikar yang terbuat dari daun dadang dan daun urun. buah-buahan. klambu. kapak. antara lain ialah pisau. Penunjukan wali/asbah berdasarkan kesepakatan keluarga. Dalam pada itu. Ngaju. serta sebagian kecil di Kalimantan Selatan. Sebagian besar orang Dayak berdiam di wilayah kalimantan Tengah. Hal ini dilakukan dengan maksud agar ladang yang mereka kerjakan akan mendapat berkah dan terhindar dari malapetaka. Lawangan. karet (Havea brasiliensis). tombak dan lain-lain. Peran wali/asbah. kelapa (Cocos nucifera). antara lain Iban. Timur. dan (9) mengangkut hasil panen ke rumah. Keluarga luas (extended family). bide. bantal yang terbuat dari kabu-kabu (kapuk) yang disarung dengan kain. berburu. (4) setelah kering. Maanyan. (5) menanam padi dan tanaman lainnya ditempat berabu yang telah dibakar itu (kemudian di ladang berpaya mengadakan pencangkokan padi). membuat/memahat kayu dan menganyam rumput atau rotan). (2) membangunan pondok di ladang. wali/asbah (mewakili keluarga dalam kegiatan sosial dan politik di lingkungan dan di luar keluarga) adalah anak laki-laki tertua. panci dari bahan logam. Tempat-tempat seperti itu subur dan mudah dicapai. atokng. SISTEM KEKERABATAN SUKU DAYAK Kata Dayak berasal dari kata “Daya” artinya hulu. dan sebagainya. semua permasalahan dan keputusan keluarga harus dikonsultasikan dengan wali/asbah. (2) membersihkan semak belukar dan pohon-pohon kecil dengan parang. bahwa peralatan yang digunakan dalam melakukan aktivitas sosial ekonomi seperti mengumpulkan hasil hutan. perkebunan rakyat seperti kopi (Coffea arabica). membakar tumbuh-tumbuhan yang dibersihkan. Murut. Selanjutnya menurut Soegihardjono dan Sarmanto (1982) ada empat kegiatan tambahan yang tidak kalah penting dalam kegiatan berladang adalah: (1) pembuatan peralatan ladang (yaitu menempa besi. (1988) merinci tahap-tahap perladangan berpindah sebagai berikut: (1) pemilihan pendahuluan atas tempat dan penghirauan pertanda burung. menangkap ikan. (8) mengadakan panen tanaman padi. inge. ketel atau ceret dari bahan logam. (3) menebang pohon-pohon yang lebih besar dengan beliung Dayak.

Sistem endogamI (perkawinan yang ideal). Seni Tari Seni tari yang hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat Dayak berupa: 1. terpisah dari keluarga kedua belah pihak. (3) ukir. Ketika Huma Betang (longhouse) masih dipertahankan. Timur. sedangkan orang Dayak Kalimantan Tengah dan Selatan sebagai bahasa perantaraan umumnya adalah bahasa Dayak Ngaju yang juga disebut bahasa Kapuas. Perkawinan antara gadis dan bujang bersaudara sepupu derajat kedua (hajenan). Antara saudara sepupu dua kali. Tiap-tiap suku Dayak di Kalimantan memiliki bahasa daerah sendiri-sendiri dengan dialek satu dengan lainnya berbeda. dan (4) seni lukis. dan bahasa Ngaju sebagai bahasa yang digunakan dalam kesehariannya. Sebagai ilustrasi disajikan beberapa bahasa Dayak dari beberapa suku Dayak yang ada di Kalimantan. bahasa Maanyan . misalnya bahasa Ot-Danum kebanyakan memakai huruf “o” dan “a” tetapi bahasa Dayak Ngajuk banyak memakai “e” dan “a”. Selatan dan Utara hampir semuanya mengerti bahasa Ot-Danum atau Dohoi. yaitu sepupu dan kakek yang bersaudara. BAHASA Bahasa suku Dayak menggunakan bahasa Indonesia . Untuk mengetahui secara lebih mendalam jenis kesenian yang dimiliki oleh orang Dayak sebagaimana yang dikemukakan oleh Riwut tersebut akan diuraikan secara rinci sebagai berikut: 1. KESENIAN Orang Dayak walaupun dalam kehidupan yang agak sederhana. 1. Pola matrilokal. anak dengan orangtua 2. Incest / Salahoroi. D. suami mengikuti pihak keluarga istri. Orang Dayak di Kalimantan khususnya Dayak yang berada di Kalimantan Barat. Bentuk Hitungan Angka Dalam Beberapa Bahasa Dayak Indone Ngaju Bahau Bajau Ot. jenis tarian yang diperuntukan untuk menyambut tetamu agung (orang berpangkat). Patri parallel – cousin.Pasir Maanyan Lepo sia Danum : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ije Je Sa Ico Erai Isa Ca Due Dua Dua Doo Doeo Rueh Dua Telo Telo Tee Toro Toloe Telu Telo Epat Epat Empat Opat Opat Epat Pat Lime Lime Lime Rimo Limo Dime Lema JahawenEnam Enem Unom Onom Enem Enam Uju Tuju Pitu Pito Turu Pitu Tujuh Hanya Saya Walu Waru Walu Walu’ Ay’ah Jalatien Pitan Sanga Sioi Sie Suei Pien Sepuluh Pulu Sepuluh Poro Sapulu Pulu’ Pulu E. Perkawinan Yang Dilarang : 1. Perkawinan antara generasi-generasi yang berbeda (contoh : tante + ponakan) Pola Kehidupan Setelah Menikah : 1. 2. Nasai. Menurut Riwut (1958) kesenian yang di miliki oleh orang Dayak di Kalimantan berupa seni: (1) tari. 2.Perkawinan Yang Boleh Dilakukan Dalam Keluarga Paling Dekat : 1. ternyata sangat gemar akan kesenian. yaitu perkawinan dengan sesama suku dan masih ada hubungan keluarga. (2) suara. Pola neolokal. perkawinan antara dua sepupu yang ayah-ayahnya bersaudara sekandung 3. . keluarga baru harus menambah bilik pada sisi kanan atau sisi kiri huma betang sebagai tempat tinggal mereka.

Katingan dan Kahayan. yang terdapat pada suku Dayak Kenyah Ot. . Deder. yang dilakukan oleh orang-orang tua. Terdapat pada suku Dayak Klemantan. yaitu tarian gembira yang dilakukan pada saat memotong padi. 6. Kinyah. 11. Tarian ini berasal dari suku Dayak di Kabupaten Kapuas. Tari Nginyah. tari ini terkenal dengan nama tari perang yang terdiri atas dua macam yaitu pertama. Kenyah Punan dan Kenyah Bahau. Terdapat pada suku Dayak Maanyan dan Dusun. jenis tarian ini dilakukan baik oleh laki-laki maupun wanita yang menari mengelilingi binatang. Menggetem. kaum wanita terutama para gadis dengan gerak kaki tangannya yang diiringi pula dengan seni suara dan bunyi-bunyian. Nyadum Nyambah. yaitu tarian yang dilakukan oleh kaum wanita untuk membela pahlawan yang sedang berperang. dan Bahau. dalam pertunjukan waktu ada pesta. 7. jenis tarian yang diperuntukan selain untuk menyambut tamu-tamu agung. yaitu tarian yang semata-mata diperuntukan untuk merawat orang sakit yang dilakukan oleh Balian yang biasanya adalah seorang laki-laki selama 1 – 3 malam. Tarian ini berasal dari suku Dayak di Kabupaten Kapuas. 12. yaitu tarian gembira pada waktu menyambut musim buah-buahan yang banyak dan melimpah. yaitu jenis tarian yang dipersembahkan untuk menyambut kedatangan Panglima dari berperang. tarian ini ada dua jenis yaitu Deder Siang dan Deder Dusun Tengah yang dipersembahkan untuk menyambut tamu dan ketika ada upacara adat dan lain-lain. tari kenyah ini bukanlah tarian biasa tetapi merupakan tarian yang khusus dipelajari oleh para perwira Dayak zaman dahulu yang digunakan untuk menangkis serangan musuh dan untuk meringankan badan melompat dan memperkuat tangan untuk memotong kepala pihak musuh. Tarian ini menggunakan senjata mandau. juga taritarian pada upacara memotong padi. 5. Tari-tarian ini terdapat pada Suku Dayak Punan. terutama terdapat pada suku Dayak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Balian. Kembang Pandan. kerbau. Tarian ini terdapat pada suku Dayak di Kaputen Kapuas dan Kahayan Hulu. Gantar. 3. Nganjan. yaitu jenis tarian yang dilakukan oleh muda-mudi Dayak dengan berpegangan tangan. yaitu tarian ini pada khakekatnya di khususkan dalam upacara “Ijambe atau Manyalimbat” yang dilakukan oleh laki-laki dan anak-anak dengan mengelilingi tempat tulang kering dari yang meninggal dunia. yaitu merupakan tarian permintaan maaf dan ampun kepada tamu. Kinjak Karing. yang dilakukan oleh 1 – 2 sampai 7 orang terdiri dari pemuda dan gadis-gadis dengan mempergunakan bambu dan tombak disertai dengan nyanyian-nyanyian. Tarian ini berasal dari Kabupaten Kapuas. Hatusuh Bua. Tarian ini hampir terdapat pada seluruh suku Dayak. yaitu jenis tarian yang lazim dipersembahkan pada saat pesta perkawinan yang berasal dari suku Dayak yang berada di Barito Tengah dan Barito Hilir. untuk membela diri bila mana dalam peperangan tari yang dilakukan oleh lakilaki dan wanita. 8. 10. Tarian ini berasal dari suku Dayak Kenyah atau Dayak Bahau dari Hulu Mahakam dan dari Apo Kayan dalam daerah Kalimantan Timur. 4. bagi yang akan dibunuh untuk upacara pesta adat mengantar arwah nenek moyangnya ke surga yang dinamai “tiwah”. Kerangka atau Tari Gumbeuk. 14. sumpit dan perisai. 9. seperti sapi. Bukas. Dedeo (karang dedeo). kedua. 2. Kenyah. 13. yang berasal dari daerah Barito Hulu dan Barito Tengah.menyambut pahlawan yang menang berperang.

Nyanyian ini terdapat pada suku Dayak Mama (darat) di Kota Waringin. Seni Suara Kesenian dalam bentuk seni suara yang hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat Dayak adalah berupa nyanyian-nyanyian yang berkaitan dengan kehidupan religi yang mereka anut dan percaya. 12. yaitu nyanyian untuk mengantar jiwa atau semangat beras kepada TuhanNYA. serta pimpinan agar dalam memerintah selalu bijaksana dan adil. Sebagai ilustrasi dikemukakan beberapa contoh bait dari nyanyian tersebut.Dondong. yaitu nyanyian untuk memuji-muji atau menimang-nimang pemuda-pemuda yang dilakukan oleh orang tua. yang dilakukan oleh orang tua. berladang. Ngandan. jenis nyanyian yang dilakukan pada pesta saat perkawinan atau pada pesta kecil. yaitu suatu nyanyian yang dilakukan pada saat berkayuh diperahu atau rakit. 2. yaitu nyanyian ratap tangis kesedihan karena ada kematian keluarga. Kayau. Dedeo dan Ngaloak. ahli adat dan ahli agama Dayak. misalnya nyanyian yang berkaitan dengan upacara kematian pada suku Dayak Maanyan: . selagi pesta. Dodoi. 10. yaitu nyanyian yang dilantunkan pada saat upacara tiwah upacara mengantar arwah orang-orang yang sudah meninggal (mati). 4. Kelalai-lalai. 6. yaitu nyanyian yang menceritakan seorang pahlawan putri pada zaman dahulu. 9. bersukaria. 14.15. seperti nyanyian-nyanyian waktu memotong padi. yang terdapat pada suku Dayak Dusun Tengah Kabupaten Barito. 16. berburu. menumbuk padi. yaitu nyanyian untuk bersenda gurau diantara pemuda dan gadis dengan bersahutsahutan. waktu berkayuh. dan nyanyian yang memuja Tuhan serta nyanyian tentang kematian keluarga. Ngendau. Suling Balawung. Mansana Bandar. yang berasal dari suku Dayak di Kalimantan Tengah. Natun Pangpangaal. berperang. 2. 13. yaitu nyanyian-nyanyian yang berisi sanjungan dan pujian sambil mendoakan semoga rakyat senang dan makmur. 3. Mansana Kayau Pulang. Manawar. yaitu nyanyian yang dilakukan pada saat pesta kematian. Kandan. Pada khakekatnya nyanyian ini hanya berazaskan pada riwayat si mati dan jasa-jasanya sewaktu hidup serta kedudukan dari keluarga dan famili yang meninggal yang masih ditinggalkan. Nyanyian ini terdapat pada suku Dayak Siang atau Murung di Barito Hulu. Tugal. 11. Setangis. yaitu sebuah nyanyian yang disertai dengan tari-tarian untuk menyambut para pembesar atau tamu. yaitu jenis tarian yang dipertunjukan pada saat menanam padi dengan cara di tugal. yaitu nyanyian yang menceritakan sesuatu yang dilakukan oleh gadis-gadis Dayak secara bersahut-sahutan 2 – 4 orang. 7. 8. Balian. Tarian ini terdapat pada suku Dayak di Kapaten Kapuas. berjalan di hutan. diantaranya: 1. yaitu nyanyian yang dilakukan baik pada saat menanam (menugal) maupun memotong padi. yaitu jenis tarian yang dipertunjukan waktu ayam mengeram dan menetaskan telornya. 5. yaitu nyanyian yang dinyanyikan pada waktu malam sebelum tidur oleh orang tua untuk mengobarkan semangat anak-anaknya agar memiliki rasa dendam terhadap orang yang telah dibunuh oleh Tambun Bupati.

Sebab tato bagi masyarakat Dayak tidak boleh dibuat sesuka hati sebab ia adalah sebahagian dari tradisi. Gambar-gambar pada peti mati yang dinamai “runi”. perisai dan sumpit. sarunai. di patung dan lain-lain. ketambung (gendang kecil). kacapi (kecapi). 4. suling balawang dan kangkanong humbang. Seni lukis (tato) Kesenian dalam bentuk seni lukis masyarakat Dayak yaitu berupa seni lukis seluruh badan badan manusia (tato) dengan menggunakan alat yang disebut “Tutang atau Cacah” yang dilakukan sangat teliti dan hati-hati. tote atau serupai. setelah kematian. 5. Meskipun demikian. serta sebagai bentuk penghargaan suku terhadap kemampuan seseorang. Lebih lanjut di jelaskan oleh Riwut (1958) dan Sukanda (1994) bahwa orang Dayak di Kalimantan dalam kegiatan tari-tarian dan dalam melantunkan berbagai jenis nyanyian selalu di dukung oleh berbagai jenis alat-alat bunyian yang terbuat dari besi. tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. yakni sebagai “obor” dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian. struktur sosial seseorang yang memakai tato maupun penempatan tatonya. tapi di negara kita Indonesia tato sudah ada sejak dahulu. gariding. Yang artinya dalam bahasa Indonesia: Kalau Rangkai Rambang hendak berperang Elang terbang seperti terbang tinggang Menuju petunjuk yang sebelah kanan Kalau ada diikat sawang dandang tinggang Elang menari tidak bergerak sayapnya Sambil bersuit-suit Kalau rupanya Rinmgkai akan kalah Menari terbang sambil menangis Menuju petunjuk yang diikat pondok api. secara realitasnya tato memiliki makna sama dalam masyarakat Dayak. suling bahalang. kayu ataupun bambu seperti (ketambung atau gendang. sarung mandau. 1. . patung. kakurung di sandung-sandung (rumah tempat menyimpan tulang belulang orang yang telah meninggal). Makna Tato Bagi Suku Dayak Tato memang sudah menjadi trend di dunia luar sana. Tato bagi masyarakat Dayak bukan sekadar hiasan.Tawang kanyu erang tumpalatan Angkang kedang ba iwu jumpun haket Ada malupui lalan mainsang inseEnoi isasikang piak Takuit tawang ma-ulung kekenreinUmbak basikunrung bakir Yang artinya dalam bahasa Indonesia: Agar jangan sesat di perapatan Tertahan di hutan lebat Jangan mengikuti jalan yang berliku-liku Lorong bersimpang seperti kaki anak ayam Tersesat ke laut lepas gelombang memukul dahsyat. Semua ukir-ukiran tersebut memiliki nama dan makna yang tersendiri. kalali atau suling panjang). garantong (gong besar). 3. Seni Ukir Kesenian dalam bentuk seni ukir yaitu berupa ukir-ukiran pada hulu mandau yang terbuat dari kayu maupun tanduk rusa. Jangan terkejut jika masuk ke perkampungan masyarakat Dayak dan berjumpa dengan orangorang tua yang dihiasi berbagai macam tato indah di beberapa bagian tubuhnya. Contah lain adalah nyanyian berkaitan dengan masalah perang dalam bahasa Dayak Ngaju: Amon Rikat Rambang akan manang Antang terawang kilau terawang tinggang Manintu panunjuk ije hila gantau Amon tege imeteng dawen sawang dandang tingang Antang manri dia hakipak Sambil menguik Amon ampie Ringkai akan kalah Manari sambil manangis Manintu patinju ije imeteng pondok apoi. status sosial seseorang dalam masyarakat. 1. kangkanong (gong kecil). guruding atau ketong. gandang mara (gendang pendek). ada peraturan tertentu dalam pembuatan tato baik pilihan gambarnya. jadi simbol kebebasan memodif diri dan tubuh. Oleh karena itu.

Sebelum agama islam masuk ke kalimantan selatan. yaitu Kaharingan atau Agama Helo/helu/. dukun dan sebagainya. SISTEM RELIGI DAN KEPERCAYAAN Sejak awal kehidupannya. namun juga dalam sistem nilai pengartian dan pandangan mereka dalam memaknai kehidupan.Bagi suku Dayak yang tinggal di sekitar Kalimantan dan Sarawak Malaysia. walau pada kenyataannya.masyarakat kalimantan selatan pada umumnya mempercayai adanya alam mahluk-mahluk halus ini. menjadi dasar adat istiadat dan budaya mereka. ada juga tatoo di bagian lutut pada lelaki dan perempuan yang biasanya dibuat pada bagian akhir pembuatan tato di badan. Kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus. mempunyai teman yang disebut muakkal-muakkal. motif yang lazim untuk kalangan bangsawan adalah burung enggang yakni burung endemik Kalimantan yang dikeramatkan. orang Dayak telah memiliki keyakinan yang asli milik mereka.yang meliputi : alam gaib tinggal dibumi lamah. Bagi masyarakat Dayak Kenya dan Dayak Kayan di Kalimantan Timur. berbentuk manusia gaib. Agama Helo/helu/ atau Kaharingan hingga saat ini masih dianut oleh sebagian besar orang Dayak. dan sebuah Arca yang sudah tidak utuh lagi.panembahan Batuah. tidak sedikit orang Dayak yang telah menganut agama Islam. tato di sekitar jari tangan menunjukkan orang tersebut suku yang suka menolong seperti ahli pengobatan. banyaknya tato menggambarkan orang tersebut sudah kuat mengembara. Di kalimantan selatan terkenal umpamanya Muakkal Datu kalampaian atau dalam sebutan umum dikenal sebagai Datu Baduk. Tato yang dibuat diatas lutut dan melingkar hingga ke betis menyerupai ular. ksatria. mati dan melahirkan. symbol. karena telah berbaur dengan penduduk dari berbagai suku akibat perkawinan dan berbagai sebab lain. Setiap kampung memiliki motif tato yang berbeda. manguntung manau. Bagi perempuan Dayak memiliki tatoo di bagian paha status sosialnya sangat tinggi dan biasanya dilengkapi gelang di bahagian bawah betis. ritus. Datu-datu ini terkenal dalam cerita . Pangeran Kacil. Katholik. mereka juga di kategorikan sebagai mahlukmahluk halus yang terdapat dalam kepercayaan agama islam. bangsawan. Meskipun demikian. yang jelas bukti keberadaanya adalah agama Siwa dengan candi Laranya yang terdapat di daerah Margasari. Perbedaannya dengan tato di tangan. Keyakinan tersebut. serta gaya hidup. pengeran Bagalung dan sebagainya. agama siwa Budha sudah lama berkembang di daerah negara Dipa dan negara Daha. gerak-gerik. Motif tato di bagian paha biasanya juga menyerupai simbol tato berbentuk muka harimau. ada garis melintang pada betis yang dinamakan nang klinge. Setiap manusia yang telh mencpai tingkat kesempurnaan dan kewalian. Dalam hal nini golongan-golongan raja-raja Banjar mitologis sampai dengan beberapa raja Banjar Historis di kategorikan dengan manusia alam gaib. joni. Yang sangat terkenal dan sering dipanggil dalam dalam tiap upacara religi atau upacara adat biasa adalah pangeransuriantadan putri junjung buih. Kristen. tradisi lama dalam hidup keseharian mereka masih melekat erat tidak hanya dalam bahasa. Kepercayaan kepada muakkad dan muwakkal. Demikian pula tidak semua penduduk pedalaman Kalimantan adalah orang Dayak. Walaupun demikian. menunjukkan orang itu semakin banyak menolong dan semakin arif dalam ilmu pengobatan. Menteri Empat seperti Panimbah segarapembelah batung. seorang jin islam yang tinggi agamanya dan datang bersama Syekh Arsyad al Banjari dari Mekkah. sebenarnya anjing jadi-jadian atau disebut tuang buvong as F. Tatoo sangat jarang ditemui di bagian lutut. mangaruntung waluh. nandi. dimana terdapat Bekas Lingga. kepercayaan kepada dewa-dewa. Semakin banyak tatoo di tangannya. hidup bermasyarakat seperti masyarakat biasa. banyaknya tato menandakan pemiliknya sudah mengunjungi banyak kampung. Berbeda pula dengan golongan bangsawan yang mamakai tato. darim lapisan raja-raja. Ada pula tato yang dibuat di bagian paha. Kepercayaan kepada para Datu. kepercayaan ini amat umum dikalangan masyarakat kalimantan selatan ini. ulama.

Kepercayaan kepada kekuatan-kekuatan gaib : umumnya berlaku dipedesaan dan kota. Garna. teknik dan ayat-ayat yang di tulis dalam bentuk lambang angka atau kalimatkalimat tertentu. Sumber kepercyaanya berasal dari kebudayaan asli daerah. yang khas dalamkedudukannya dalam hal pemilikan tenaga kesaktian ini yaitu : batu akik dan batu jambrut. datu kertamina.hantu suluh (malam hari).com/2010/06/kebudayaan-dayak-dulu-dan-sekarang.rakyat berupa mitologi mmengenai macam-macam aspek. baik kertasnya. datu yang menguasai para buaya. Jenis-jenis hantu ini adalah: hantu kisutatau datung kabayan. Kentucky: College of Agriculture. dan waktu mengerjakannya. Dalam kepercayaan terhadap batu. Parung maya adalah kekuatan gaib yang sangat ditakuti karena jika orang yang terkena kekuatan ini maka langsung meninggal. Agricultural and Rural Sociologi. Jimat-jimat ini biasanya berbentuk segi empat. I. berupa benda yang dibuat dengan aturan – aturan tertentu. bundar dan pipih. Kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus. 1995. Kekuatan-kekuatan gaib ini bersifat magic memiliki kekuatan-kekuatan positif atau negatif dan da. Mahluk-mahluk halus dianggap mendiami gundukan-gundukan tanah (belahmika). demikian pula yang hitam tidak selalu jahat. Judistira K. Hasan.Sc. 1996.batu ini nanya percaya kepada dua jenis batu saja. Ilmu-Ilmu Sosial. agaman atau takkau adalah kucing hitam yang bisa berubah menjadi sebesar kerbau dan sebagainya. Kepercayan kepada kekuatan-kekuatan sakti. Batunakik brfungsi sebagai kekuatankekuatan pintu rejeki terantung dilihat dari pancaran sinarnya. 1987. menggunakan parang dengan daun linjuang yang bentuknya seperti pisau berkaki tunggal diwaktu senja.html Almutahar. Yang putih tidak sellu baik. Program Pascasarjana UNPAD. tintanya. umpamanya Datu pujung. Lexington.blogspot. Datu pegunungan bukit Meratus. Bandung: Program Pascasarjana Unpad. Dalam hal yang bersumber dari kebudayaan asli daerah yaitu dari kahariangan atau bukit. tergantung dari jenis rupa dan bentuk pancar yang ada. sundal bolong. Cultural Differences and Social Life Among Three Ethnic Groups in West Kalimantan Case. dimana terdapat kekuatan-kekutan gaib yang diginakan untuk membunuh dan merusak hidup orang. Mereka yang melakukan parung Maya ini dengan kekuatan gaib. University of Kentucky. Kepercayaan terhadap kekuatan batu-batu sakti. .dan adapula yang berasal dri agamaislam sendiri.am istilah darah disebut dengan kekuatan putih atau kekuatan hitam. Demikian pula denganbatu jambrut. Syarif.jenis-jenis kayu tertentu. Tesis M. Respon Petani Dayak Kandayan Terhadap Teknologi Pertanian. Bandung: Tesis Magister. Semua jenis bend dinggap memiliki kekuatan sakti yang dapat memberikan kebaikan atau keburukan. Dasar-Konsep-Posisi. Kepercayaan kepada jimat-jimat.. Alqadrie. datu sapala dan sebagainya. parit sungat dan sebagainya. DAFTAR PUSTAKA • • • • http://arkandien. punggur kayu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->