MAKALAH SUKU DAYAK

NAMA KELOMPOK : 1. ROHMADI 2. HERI G 3. M FUAD K 4. SIGIT R

TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

SMK MUHAMMADIYAH WATU KELIR

kebudayaan Dayak juga mengalami pergeseran dan perubahan. 1996). Dalam konteks ini. seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman. tindakan dan hasil karya manusia Dayak dalam rangka kehidupan masyarakat Dayak yang dijadikan milik manusia Dayak dengan belajar. Ketiga. atau lazim disebut sistem sosial. Sebelah selatan berbatasan dengan negara Sabah / Malaysia. maka dalam kebudayaan Dayak juga dapat ditemukan ketiga wujud tersebut yang meliputi: Pertama. sedangkan sebelah barat membentang dinding pegunungan Iban dan pegunungan Muller. kebudayaan Dayak adalah seluruh sistem gagasan. Kedua. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar (Garna. dan dalam tulisan ini bermaksud untuk mengupas kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat Dayak. berupa keseluruhan hasil karya manusia Dayak. wujud kebudayan sebagai suatu himpunan gagasan. juga tampak dalam pelbagai upcara adat yang berkaitan siklus perladangan. Letak geografis Propinsi daerah tingkat I Kalimantan Timur mempunyai luas wilayah kurang lebih 211. meskipun demikian. misalnya seperti rumah panjang dan lainlain. tindakan. wujud kebudayaan sebagai sejumlah perilaku yang berpola.440 Km2 yang terletak di daerah khatulistiwa antara 11344’ bujur timur dan 11900’ bujur barat dan 4241225 lintang utara. yang lazim disebut kebudayaan fisik. yakni kelahiran. baik yang berupa kebudayaan material maupun non material. hal ini tampak dalam sistem kehidupan sosial orang Dayak yang sejak masa kecil sampai tua selalu dihadapkan pada aturan-aturan mengenai hal-hal mana yang harus dilakukan dan mana yang dilarang yang sifatnya tidak tertulis yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi sebagai pedoman dalam bertingkah laku bagi masyarakat Dayak. melainkan diperoleh melalui proses belajar yang diwariskan secara turuntemurun dari generasi ke generasi. Berdasarkan atas pengertian kebudayaan tersebut. peraturan-peraturan. yaitu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kehidupan orang Dayak. Ini berarti bahwa kebudayaan dan adat-istiadat yang sudah berurat berakar dalam kehidupan masyarakat Dayak. Kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan sistem gagasan. Atau dengan kata lain kebudayaan Dayak dalam perkembangan sejarahnya telah tumbuh dan berkembang seiring dengan masyarakat Dayak sebagai pendukungnya. Sebelah timur membentang daerah rendah sepanjang kurang lebih 500 mil menyusuri pantai Laut Sulawesi dan Selat Makasar. bahkan semakin menunjukkan identitasnya sebagai suatu warisan leluhur. mengendalikan dan memberi arah kepada perilaku manusia Dayak. memiliki kebudayaan atau adat-istiadat tersendiri yang pula tidak sama secara tepat dengan suku bangsa lainnya di Indonesia.SUKU DAYAK Suku Dayak. Adatistiadat yang hidup di dalam masyarakat Dayak merupakan unsur terpenting. norma-norma. yang merupakan perbatasan di sebelah timur. maka kebudayaan Dayak sangat mempunyai makna dan peran yang amat penting. Berdasarkan atas pemahaman itu. Wujud itu merupakan wujud hakiki dari kebudayaan atau yang sering disebut dengan adat. Dewasa ini. Sistem sosial itu terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi yang senantiasa merujuk pada pola-pola tertentu yang di dasarkan pada adat tata kelakuan yang mereka miliki. perkawinan dan kematian. nilai-nilai. tampak jelas di dalam pelbagai upacara adat yang dilaksanakan berdasarkan siklus kehidupan. akar identitas bagi manusia Dayak. Hal ini berarti bahwa kebudayaan Dayak itu sifatnya tidak statis dan selalu dinamik. sebagaimana suku bangsa lainnya. Sebelah timur berbatasan . kepemilikannya tidak melalui warisan biologis yang ada di dalam tubuh manusia Dayak. yang berfungsi sebagai tata kelakuan yang mengatur. sampai saat ini masih ada yang tetap bertahan dan tak tergoyahkan oleh adanya pergantian generasi. bila merujuk pada wujud kebudayaan sebagaimana yang dikemukakan Koentjaraningrat. wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Jika pengertian tersebut dijadikan untuk mengartikan kebudayaan Dayak maka paralel dengan itu.

1. a.rumpu-rumput dikumpulkan menjadi gundukan. misalnya parang dalam segala bentuk dan jenisnya. 5. 8. 7. 7. Kegunaanya: untuk penyimpanan air minum. Air yang tersimpan dalm kandi atau buyung rasnya sejuk. misalnya untuk tempat menjemur ikan yang akan dikeringkan. dan juga sebagai alat-alat penakar/ pengukur jual beli hasil-hasil pertanian. Alat ini masih digunakan di desa-desa. Kegunaanya: sebagi alat atau tempat untuk membawa alatalat pertanian. ubi kayu. blayung dan lain-lain. Alat-alat pertanian 1. Di gunakan untuk memisahkan anatah dari beras. Kegunaanya berfungsi sebagai ember untuk menimba air dari sumur. A. . Gantang. Cubit ( cobek).kegunaanya: digunakan terutama untuk membersihkan gabah kotor. Kandi atau buyung.dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar yang merupakan alur perhubungan transaksi untuk perdagangan Lintas Nasional dan Internasional. Dibuat dari kayu atau tanah liat dan di lengkapi dengan ulak-ulak (kulak) yang terbuat dari akar bambu. Kegunaanya : sebagi alat penakar seperti pada gantang. malah multi fungsi. 4. Kegunaan: untuk memotong atau menuai padi. tempat mencuci dll. Kegunaanya: sebagai alat pengukur/ penakar hasil pertanian (padi. Balayung. 6. terutama kandi. Kegunaanya: untuk menebang kayu atau memotong kayu yang keras. Garu atau gagaru. alat perburuan. Kegunaanya:untuk menanak nasi. Kegunaanya: untuk mengumpulkan rumbut-rumput yang sudah ditebasdisawah. ukurannya yang lebih besar. Lanjung. 8. berfungsi bukan saja sebagai alat rumah tangga. Tangkitan. 4. 3. Cupak atau garabuk. Nyiru jarang atau ayakan. 9. terutama pada musim kemarau. Nyiru. Butah atau ungking. Terbuat dari tempuryng kelapa. dan lain-lain. talas. parang. Parapatan. SISTEM TEKNOLOGI DAN PERLENGKAPAN HIDUP Banyak dari alat-alat perlengkapan hidup yang di niliki oleh suku dayak yang mempunyai fungsi dn kegunaan lebih dari satu. Kegunaan: merupakan tempat untuk menampung atau mengumpulkan padi sewaktu menuai. Tajak. Gumbaan. 10. sambal dan sebagainya. b. Panai. digunakan juga untuk mengangkut hasil pertanian kepasr-pasar. dansebagainya. 7. memisahkan atau menghilangkan sekam dari gabah yang telah di pecah dari kulitnya. Kegunaan: untuk memptong rumput disawah sampai ke akar-akarnya. Kegunaan: sama dengan lanjung. Pekerjaan ini disebut menampi. kegunaannya: bakul yang terbuat dari ahas atau bamban pada umumnya di gunakan untuk mengisai (mencuci) beras yang akan di masak. sedang yang terbuat ari bambu dan purun. Kegunaan: untuk mengangkut hail pertanian terutama mengangkut padi bertangkai dri sawah kerumah . 2. 5. 2. beras dan kacang-kacangan). biasa digunakan dalam wadah dalam rumah tangga. Selain itu digunakan pula untuk keperluan-keperluan. 3. Kuantan. 11. Juga digunakan untuk membawa hasil-hasil pertanian tanaman galangan seperti. seperti kapak. tetapi juga sebagai alat pertanian. Kegunaan: digunakan untuk membersihkan gabah yang masih kotor untuk memperoleh gabah bersih. alat perlengkapan persenjataan dan lain-lain. 9. Alat-alat produksi Alat-alat rumah tangga 1. Kandutan. Kegunaannya: untuk menghakuskan bumbu-bumbu. 6. Gundukan rumput ini di tarik dengan gagaruke pinggir sawah. Ranggaman (ani-ani).baik pada sawah yang berair maupun yang tidak berair(pematang sawh). Kegunaanya : sebagai tempat air. Bakul.

terkecuali suku Dayak Punan yang hidup mengembara. 12. pada mulanya berdiam dalam kebersamaan hidup secara komunal di rumah panjang. Berfungsi: menangkap mikan pada malam hari. Rawai atau banjur. dan sebaiknya dimakan dengan ikan. digunakan untuk menangkap ikan di pantai-pantai. alat perlengkapan persenjataan dan lain-lain. Belat/ sero. 11. 4. 13. berfungsi bukan saja sebagai alat rumah tangga. Jala kalabau. c. Hampang sawar. 12. Dengan cra lukah di masukan beberapa siput sawah. 14. Makanan khas suku Dayak Menu khas Dayak yang terkenal yaitu umbut rotan dan daun singkong bersantan. 7. 3. Alat-alat perikanan 1. Tempirai dan hampang. Kegunaanya: untuk menangkap ikan. Rumah Panjang. Kegunaanya: untuk menangkap ikan didaerah perairan yang dalam sekitar 1-2 meter. Berguna untuk menangkap ikan dengan cara menebar jala kedalam air. 8. 9. Jambih. 5. Parang 6. Persepsi suku Dayak tentang rumah panjang tercakup dalam minimal empat aspek penting dari rumah panjang itu sendiri yaitu aspek penghunian. art and inspiration”. 10. Kegunaanya: untuk menangkap ikan disawah yang airnya dangkal pada malam hari. Kegunaanya : untuk kenangkap ikan. F. 6. 15. alat ini digunakan pad kedalaman air antara 2-3 meter. Susuduk. 2.dengan umpan yang terbuat dari potongan-potongan ikan belutatau siput sawah yang besar. 1. Lalangit sapat siam. Lukah. yang lazim disebut Laou. Rumah panjang yang merupakan rangkaian tempat tinggal yang bersambung telah dikenal semua suku Dayak. Alat-alat perburuan 13. Jala lompo. Tombak 5. Sapung 3. 10. Lamin. Betang. Hampang balat. Berguna untuk menangkap ikan sanggiringan. Parang. 11. Kegunaanya: penangkapan ikan di rumpon yaitu daerah perairan di sungai dan danau yang di timbuhi rerumputan. Anda mungkin belum pernah mencoba makanan yang terbuat dari rotan.10. Kegunaanya: untuk menangkap ikan. Berguna untuk menangkap mikan dengn cara di halau. 2. aspek ekonomi. Pulut 4. Anda tidak perlu memiliki gigi yang kuat untuk mengunyah sesuatu yang biasanya digunakan untuk untuk membuat furniture. Lalu bagian dalam rotan yang masih muda itu dimasak bersama sayuran lain. Sarapang. rawai tauman Berguna untukmenangkap ikan gabus. Kabam sanggi. alat perburuan. Riwayang. Kegunaanya: . 12. d. Rasanya agak kenyal dan pahit. Kegunaanya: menangkap ikan kalabau.ikan kecil setelah tempirai dan hampang terpasng. 13. digunakan: menangkap ikan disungai. Di tanah ladang atau sawah pematang dipergunakan asak seperti alu yang ujung bawahnya diruncingkan. Lebih dari . Rotan yang masih sangat muda dan lunak serta lapisan luarnya dibuang. maka ikan dihalau untuk masuk ke dalam tempirai. Kegunaanya: membuat lubang di tanah persawahan yang bash atau berairuntuk menanam padi. aspek hukum dan peradilan. 11. Hampang tarumbuan. Tatujah. Rumah adat suku Dayak a. dan aspek perlindungan dan keamanan. Tidak berlebihan bila rumah panjang bagi suku Dayak merupakan “centre for Dayak creation. tetapi juga sebagai alat pertanian. dan Lewu Hante.

Sarung mandau terbuat dari lempengan kayu tipis. paruh burung. lidah api dan pilin berganda. Kegiatan sosial ekonomi orang Dayak meliputi mengumpulkan hasil hutan. menangkap ikan. Tembikar Tembikar konon katanya berasal dari Cina. serta kegiatan berladang (Sapardi. c. Senjata khas yang disebut mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa berbetuk pipih panjang seperti parang berujung runcing menyerupai paruh burung yang bagian atasnya berlekuk datar. kelapa. Perisai ini terbuat dari kayu gabus dengan bentuk segi enam memanjang. melainkan juga memiliki nilai sosio religius yang difungsikan sebagai mahar (mas kawin) dan sarana pelbagai upacara adat. atau dengan kata lain hutan yang berada di sekeliling mereka merupakan bagian dari kehidupannya dan dalam memenuhi kebutuhan hidup sangat tergantung dari hasil hutan. b. Demikian juga senjata khas yang disebut sumpit yaitu jenis senjata tiup yang dalamnya diisi dengan damak yang terbuat dari bambu yang diraut kecil dan tajam yang ujungnya diberi kayu gabus sebagai keseimbangan dari peluru sumpit. rumah panjang merupakan wujud konkrit dari solidaritas sosial budaya suku Dayak di masa lampau. B. Hal yang tampak khas terdapat dalam dua bentuk yaitu anyam tikar dengan aneka macam motif hias dan sejenis keranjang bertali yang lazim disebut anjat. Sumpit terbuat dari kayu keras berbentuk bulat panjang menyerupai tongkat yang sekaligus merupakan gagang tombak dengan lubang laras sebesar jari kelilingking yang tembus dari ujung ke ujung. terdapat di semua suku Dayak dengan pelbagai versi. Selain itu hutan telah menjadi kawasan habitat mereka secara turun temurun dan bahkan hutan adalah bagian dari hidup mereka secara holistik dan mentradisi hingga kini. pilin dan kait.Anyam-anyaman Kerajinan tradisional dari orang Dayak berupa anyam-anyaman yang terbuat dari bahan baku rotan. karet. bagian atasnya dilapisi tulang berbentuk gelang. Kekuatan jarak tiup sumpit biasanya mencapai 30-50 meter. berburu. Pada sisi mata di asah tajam sedang sisi atasnya sedikit tebal dan tumpul. menjelaskan bahwa hutan merupakan kawasan yang menyatu dengan mereka sebagai ekosistem. seperti bejana. Kegiatan perekonomian orang Dayak yang pokok adalah berladang sebagai usaha untuk menyediakan kebutuhan beras dan perkebunan rakyat sebagai sumber uang . tempayan. Sapardi (1994). Di samping kedua jenis senjata itu masih terdapat satu peralatan yang disebut telabang atau perisai.itu. Bahkan sebagian besar dari barang tersebut. bagian bawah dililit dengan anyaman rotan. belanga. berangka dan sebagainya. keseluruhan bidang depannya beragam hias topeng (hudoq). Senjata Khas Senjata khas yang di miliki suku Dayak di Kalimantan yang tidak di miliki oleh suku lainnya adalah mandau dan sumpit. juga untuk menyimpan tulangtulang leluhur serta sebagai lambang status sosial seseorang. Kebanyakan hulu mandau terbuat dari tanduk rusa diukir berbentuk kepala burung dengan berbagai motif seperti kepala naga. bahkan menurut Layang dan Kanyan (1994) bahwa rumah panjang merupakan pusat kebudayaan Dayak. piring dan mangkok sejak ribuan tahun lalu merupakan bagian dari tradisi kehidupan suku Dayak di Kalimantan. kiang. secara defakto mereka telah menguasai kawasan itu dan dari hutan tersebut mereka memperoleh sumber-sumber kehidupan pokok. b. karena hampir seluruh kegiatan mereka berlangsung di sana. perkebunan rakyat seperti kopi.1992). SISTEM MATA PENCAHARIAN DAN PERALATAN HIDUP Dalam melangsungkan dan mempertahankan kehidupannya orang Dayak tidak dapat dipisahkan dengan hutan. buah-buah dan lain-lain. lada. Pada ujung sumpit di lengkapi dengan mata tombak terbuat dari besi berbentuk pipih berujung lancip yang menempel diikat dengan lilitan rotan. terutama tempayan dan guci tidak hanya memiliki nilai ekonomis.

Dalam mencari tanah yang akan dijadikan sebagai lokasi ladang mereka tidak bertindak secara serampangan. Hasil penelitian Mudiyono (1990). Berlakunya “ke dalam” menyatakan mengatur hak-hak perseorangan atas tanah sesuai dengan norma-norma adat yang telah disepakati bersama. Ukur (dalam Widjono. Persamaan itu terlihat dari teknologi yang digunakan. Hak penguasaan tanah kembali kepada persekutuan dan melalui musyawarah ketua adat dapat memberikannya kepada anggota lain untuk menguasainya. Tetapi jika seseorang sampai pada kematiannya tetap bermukim di daerah persekutuan maka tanah yang telah digarap dapat diwariskan kepada anak cucunya. Dove. Disatu pihak alam memberikan kemungkinan-kemungkinan bagi perkembangan budaya orang Dayak. Apabila petani penggarap meninggalkan wilayah (benua) dan tidak kembali lagi maka penguasaan atas tanah menjadi hilang. dengan memberikan persembahan. segera upacara pembukaan hutan itu dilakukan. Almutahar (1995) mengemukakan bahwa aktivitas orang Dayak dalam berladang di Kalimantan cukup bervariasi. dan terlebih dahulu menebang pohon-pohon besar dan kecil di hutan. Berlakunya “ke luar” menyatakan bahwa hanya anggota persekutuan itu yang memegang hak sepenuhnya untuk mengerjakan. terutama apabila ingin membuka atau menggarap hutan yang masih perawan harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu yaitu: pertama. kebun atau rawa-rawa. Sellato (1989 dalam Soedjito 1999). mengemukakan bahwa tradisi berladang (siffting cultivation atau swidden) orang Dayak sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang mereka yang merupakan sebagai mata pencaharian utama. ketiga. Sungguhpun demikian adakalanya terdapat orang dari luar persekutuan yang karena kondisi tertentu diberi izin untuk menumpang berladang untuk jangka waktu satu atau dua musim tanam. pada umumnya memilih lokasi untuk .rotan(Calamus caesius Spp). Mering Ngo (1990). orang Dayak sebelum mengambil sesuatu dari alam. Menurut Mubyarto (1991). namun dalam variasi ini terdapat pula dasar yang sama. dan seluruh lingkungannya adalah bagian dari hidup. Ukur (1994). Mereka ini akan tinggal atau berdiam di hutan-hutan untuk memperoleh petunjuk atau tanda. 1994). mengemukakan bahwa kreteria yang digunakan oleh ketua adat atau kepala suku memberi izin untuk mengolah lahan di lihat dari kepastian hubungan hukum antara anggota persekutuan dengan suatu tanah tertentu dan menyatakan diri berlaku “ke dalam” dan “ke luar”. kedua. Menurut Arman (1994). seperti karet (Havea brasiliensis Sp). pada giliran melahirkan apa yang disebut dengan sistem perladangan. bumi. Hutan.1994). kalau mereka mengusahakan tanaman perkebunan mereka cenderung memilih tanaman yang menyerupai hutan. sungai. Usaha mendapatkan tanda ini dibarengi dengan memeriksa hutan dan tanah apakah cocok untuk berladang atau berkebun. sebagai tanda pengakuan bahwa hutan atau bumi itulah yang memberi kehidupan bagi mereka dan sebagai harapan agar hutan yang dibuka itu berkenan memberkati dan melindungi mereka. apabila sudah diperoleh secara pasti hutan mana yang sesuai. orang Dayak kalau mau berladang mereka pergi ke hutan. Kecenderungan seperti itu bukan suatu kebetulan tetapi merupakan refleksi dari hubungan akrab yang telah berlangsung selama berabad-abad dengan hutan dan segala isinya. menjelaskan bahwa sistem perladangan merupakan salah satu ciri pokok kebudayaan Dayak. memperkirakan sistem perladangan yang dilakukan orang Dayak sudah dimulai dua abad yang lalu. cara mencari tanah atau membuka hutan yang akan digunakan.tunai yang dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup yang lain. Seorang atau beberapa orang ditugaskan mencari hutan yang cocok.1995). Anggota persekutuan dapat memiliki hak untuk menguasai dan mengolah tanah. dilain pihak orang Dayak senantiasa mengubah wajah hutan sesuai dengan pola budaya yang dianutnya (Arman. dan Sapardi (1992) pada orang Dayak Ribun dan Pandu. 1985). Hasil penelitian Kartawinata (1993) pada orang Punan. dan tengkawang (shorea Sp). menyebutkan cara hidup berladang diberbagai daerah di Kalimantan telah dikenal 6000 tahun Sebelum Masehi. menjelaskan bahwa orang Dayak pada dasarnya tidak pernah berani merusak hutan secara intensional. 1989. Dalam setiap aktivitas berladang pada orang Dayak selalu didahului dengan mencari tanah. Ave dan King (dalam Arman. mengolah dan memungut hasil dari tanah yang digarapnya. Hubungan antara orang Dayak dengan hutan merupakan hubungan timbal balik. memberitahukan maksud tersebut kepada kepala suku atau kepala adat. walaupun demikian kegiatan perekonomian mereka masih bersifat subsistensi (Mering Ngo. sumber tenaga kerja dan sebagainya. Persentuhan yang mendalam antara orang Dayak dengan hutan.

(3) menebang pohon-pohon yang lebih besar dengan beliung Dayak. nyiro. misalnya dalam hal pernikahan. serta sebagian kecil di Kalimantan Selatan. Penunjukan wali/asbah berdasarkan kesepakatan keluarga. (2) membersihkan semak belukar dan pohon-pohon kecil dengan parang. perkebunan rakyat seperti kopi (Coffea arabica). (1988) merinci tahap-tahap perladangan berpindah sebagai berikut: (1) pemilihan pendahuluan atas tempat dan penghirauan pertanda burung. antara lain Iban. Dalam setiap tahap kegiatan mengerjakan ladang tersebut biasanya selalu didahului dengan upacara-upacara tertentu. Sehingga sIstem pewarisan tidak membedakan anak laki-laki dan anak perempuan. (5) menanam padi dan tanaman lainnya ditempat berabu yang telah dibakar itu (kemudian di ladang berpaya mengadakan pencangkokan padi). membakar tumbuh-tumbuhan yang dibersihkan. (2) membangunan pondok di ladang. Dalam studi kasus tentang sistem perladangan suku Kantu’ di Kalimantan Barat Dove. katil dan pangking yaitu tempat tidur yang terbuat dari kayu. Peran wali/asbah. yaitu menarik garis keturunan dari pihak ayah dan ibu. (4) setelah kering. Keluarga batih (nuclear family). dan sebagainya. . pangatam. kelapa (Cocos nucifera). semua permasalahan dan keputusan keluarga harus dikonsultasikan dengan wali/asbah. (6) menyiangi ladang (kecuali ladang hutan primer). Timur. (4) menanam tanaman yang bukan padi. Sebagian besar orang Dayak berdiam di wilayah kalimantan Tengah. dan (9) mengangkut hasil panen ke rumah. menangkap ikan.berladang di lokasi yang berdekatan dengan sungai. Lawangan. untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan. jenis-jenis peralatan rumah tangga seperti alat-alat masak memasak antara lain periuk atau sampau dari bahan kuningan atau besi untuk menanak nasi. Keluarga luas (extended family). inge. Murut. (8) mengadakan panen tanaman padi. C. Bentuk Kehidupan Keluarga : 1. atokng. Maanyan.(7) menjaga ladang dari gangguan binatang buas. karet (Havea brasiliensis). Ngaju. kelasa yaitu tikar yang terbuat dari rotan. dan tungku batu. tombak dan lain-lain. Jenis alat tidur antara lain tikar yang terbuat dari daun dadang dan daun urun. kapak. Selanjutnya menurut Soegihardjono dan Sarmanto (1982) ada empat kegiatan tambahan yang tidak kalah penting dalam kegiatan berladang adalah: (1) pembuatan peralatan ladang (yaitu menempa besi. membuat/memahat kayu dan menganyam rumput atau rotan). (3) memproses padi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dakung (1986) tentang suku Dayak di Kalimantan Barat. Sistem Kekerabatan Suku Dayak : Bilateral/ambilineal. klambu. Sukubangsa Dayak terdiri atas beberapa sub-sukubangsa. buah-buahan. antara lain ialah pisau. orang yang paling sibuk mengurus masalah pernikahan sejak awal sampai akhir acara. SISTEM KEKERABATAN SUKU DAYAK Kata Dayak berasal dari kata “Daya” artinya hulu. Dalam pada itu. Tempat-tempat seperti itu subur dan mudah dicapai. ketel atau ceret dari bahan logam. Oleh karena itu. 2. Hal ini dilakukan dengan maksud agar ladang yang mereka kerjakan akan mendapat berkah dan terhindar dari malapetaka. bantal yang terbuat dari kabu-kabu (kapuk) yang disarung dengan kain. Barat. tugal. panci dari bahan logam. wali/asbah adalah saudara laki-laki ibu dan saudara laki-laki ayah. wali/asbah (mewakili keluarga dalam kegiatan sosial dan politik di lingkungan dan di luar keluarga) adalah anak laki-laki tertua. baliong. pisok karet. kuwali terbuat dari tanah liat atau logam. berburu. bide. bahwa peralatan yang digunakan dalam melakukan aktivitas sosial ekonomi seperti mengumpulkan hasil hutan. Kenyah.

Timur. yaitu sepupu dan kakek yang bersaudara. Menurut Riwut (1958) kesenian yang di miliki oleh orang Dayak di Kalimantan berupa seni: (1) tari. Tiap-tiap suku Dayak di Kalimantan memiliki bahasa daerah sendiri-sendiri dengan dialek satu dengan lainnya berbeda. dan bahasa Ngaju sebagai bahasa yang digunakan dalam kesehariannya. Perkawinan Yang Dilarang : 1. terpisah dari keluarga kedua belah pihak. 2. Selatan dan Utara hampir semuanya mengerti bahasa Ot-Danum atau Dohoi. Antara saudara sepupu dua kali. Orang Dayak di Kalimantan khususnya Dayak yang berada di Kalimantan Barat. jenis tarian yang diperuntukan untuk menyambut tetamu agung (orang berpangkat). ternyata sangat gemar akan kesenian. D. Ketika Huma Betang (longhouse) masih dipertahankan. BAHASA Bahasa suku Dayak menggunakan bahasa Indonesia . yaitu perkawinan dengan sesama suku dan masih ada hubungan keluarga. anak dengan orangtua 2. Incest / Salahoroi. Pola neolokal. KESENIAN Orang Dayak walaupun dalam kehidupan yang agak sederhana. Sistem endogamI (perkawinan yang ideal). 2. (2) suara. Untuk mengetahui secara lebih mendalam jenis kesenian yang dimiliki oleh orang Dayak sebagaimana yang dikemukakan oleh Riwut tersebut akan diuraikan secara rinci sebagai berikut: 1. keluarga baru harus menambah bilik pada sisi kanan atau sisi kiri huma betang sebagai tempat tinggal mereka. . sedangkan orang Dayak Kalimantan Tengah dan Selatan sebagai bahasa perantaraan umumnya adalah bahasa Dayak Ngaju yang juga disebut bahasa Kapuas. Seni Tari Seni tari yang hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat Dayak berupa: 1. Sebagai ilustrasi disajikan beberapa bahasa Dayak dari beberapa suku Dayak yang ada di Kalimantan. Perkawinan antara generasi-generasi yang berbeda (contoh : tante + ponakan) Pola Kehidupan Setelah Menikah : 1. 1. bahasa Maanyan . Bentuk Hitungan Angka Dalam Beberapa Bahasa Dayak Indone Ngaju Bahau Bajau Ot. perkawinan antara dua sepupu yang ayah-ayahnya bersaudara sekandung 3.Pasir Maanyan Lepo sia Danum : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ije Je Sa Ico Erai Isa Ca Due Dua Dua Doo Doeo Rueh Dua Telo Telo Tee Toro Toloe Telu Telo Epat Epat Empat Opat Opat Epat Pat Lime Lime Lime Rimo Limo Dime Lema JahawenEnam Enem Unom Onom Enem Enam Uju Tuju Pitu Pito Turu Pitu Tujuh Hanya Saya Walu Waru Walu Walu’ Ay’ah Jalatien Pitan Sanga Sioi Sie Suei Pien Sepuluh Pulu Sepuluh Poro Sapulu Pulu’ Pulu E. Nasai. Patri parallel – cousin. dan (4) seni lukis. Perkawinan antara gadis dan bujang bersaudara sepupu derajat kedua (hajenan). suami mengikuti pihak keluarga istri. Pola matrilokal.Perkawinan Yang Boleh Dilakukan Dalam Keluarga Paling Dekat : 1. (3) ukir. misalnya bahasa Ot-Danum kebanyakan memakai huruf “o” dan “a” tetapi bahasa Dayak Ngajuk banyak memakai “e” dan “a”.

Kerangka atau Tari Gumbeuk. Tari-tarian ini terdapat pada Suku Dayak Punan. Deder. . 4. Hatusuh Bua. Tarian ini hampir terdapat pada seluruh suku Dayak. terutama terdapat pada suku Dayak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Kinyah. 10. Kembang Pandan. Nganjan. Bukas.menyambut pahlawan yang menang berperang. bagi yang akan dibunuh untuk upacara pesta adat mengantar arwah nenek moyangnya ke surga yang dinamai “tiwah”. 5. yaitu tarian gembira yang dilakukan pada saat memotong padi. yaitu tarian gembira pada waktu menyambut musim buah-buahan yang banyak dan melimpah. seperti sapi. 9. Tarian ini menggunakan senjata mandau. yaitu jenis tarian yang lazim dipersembahkan pada saat pesta perkawinan yang berasal dari suku Dayak yang berada di Barito Tengah dan Barito Hilir. sumpit dan perisai. jenis tarian yang diperuntukan selain untuk menyambut tamu-tamu agung. 7. Terdapat pada suku Dayak Maanyan dan Dusun. dan Bahau. 2. tari kenyah ini bukanlah tarian biasa tetapi merupakan tarian yang khusus dipelajari oleh para perwira Dayak zaman dahulu yang digunakan untuk menangkis serangan musuh dan untuk meringankan badan melompat dan memperkuat tangan untuk memotong kepala pihak musuh. Gantar. 14. 11. 12. Katingan dan Kahayan. Balian. Tarian ini berasal dari suku Dayak di Kabupaten Kapuas. kerbau. Kenyah Punan dan Kenyah Bahau. yaitu jenis tarian yang dipersembahkan untuk menyambut kedatangan Panglima dari berperang. untuk membela diri bila mana dalam peperangan tari yang dilakukan oleh lakilaki dan wanita. 3. 6. yang terdapat pada suku Dayak Kenyah Ot. kaum wanita terutama para gadis dengan gerak kaki tangannya yang diiringi pula dengan seni suara dan bunyi-bunyian. Tarian ini terdapat pada suku Dayak di Kaputen Kapuas dan Kahayan Hulu. Menggetem. Dedeo (karang dedeo). 8. Tari Nginyah. yang berasal dari daerah Barito Hulu dan Barito Tengah. Kenyah. yang dilakukan oleh 1 – 2 sampai 7 orang terdiri dari pemuda dan gadis-gadis dengan mempergunakan bambu dan tombak disertai dengan nyanyian-nyanyian. yaitu jenis tarian yang dilakukan oleh muda-mudi Dayak dengan berpegangan tangan. juga taritarian pada upacara memotong padi. yaitu merupakan tarian permintaan maaf dan ampun kepada tamu. kedua. Tarian ini berasal dari Kabupaten Kapuas. Tarian ini berasal dari suku Dayak di Kabupaten Kapuas. jenis tarian ini dilakukan baik oleh laki-laki maupun wanita yang menari mengelilingi binatang. tari ini terkenal dengan nama tari perang yang terdiri atas dua macam yaitu pertama. dalam pertunjukan waktu ada pesta. 13. Terdapat pada suku Dayak Klemantan. tarian ini ada dua jenis yaitu Deder Siang dan Deder Dusun Tengah yang dipersembahkan untuk menyambut tamu dan ketika ada upacara adat dan lain-lain. yaitu tarian yang semata-mata diperuntukan untuk merawat orang sakit yang dilakukan oleh Balian yang biasanya adalah seorang laki-laki selama 1 – 3 malam. yaitu tarian ini pada khakekatnya di khususkan dalam upacara “Ijambe atau Manyalimbat” yang dilakukan oleh laki-laki dan anak-anak dengan mengelilingi tempat tulang kering dari yang meninggal dunia. yang dilakukan oleh orang-orang tua. yaitu tarian yang dilakukan oleh kaum wanita untuk membela pahlawan yang sedang berperang. Nyadum Nyambah. Tarian ini berasal dari suku Dayak Kenyah atau Dayak Bahau dari Hulu Mahakam dan dari Apo Kayan dalam daerah Kalimantan Timur. Kinjak Karing.

seperti nyanyian-nyanyian waktu memotong padi. yaitu nyanyian yang dinyanyikan pada waktu malam sebelum tidur oleh orang tua untuk mengobarkan semangat anak-anaknya agar memiliki rasa dendam terhadap orang yang telah dibunuh oleh Tambun Bupati. 16. serta pimpinan agar dalam memerintah selalu bijaksana dan adil. yang dilakukan oleh orang tua. Pada khakekatnya nyanyian ini hanya berazaskan pada riwayat si mati dan jasa-jasanya sewaktu hidup serta kedudukan dari keluarga dan famili yang meninggal yang masih ditinggalkan. 2. 6. Kayau.15. 14. 11. 2. yaitu sebuah nyanyian yang disertai dengan tari-tarian untuk menyambut para pembesar atau tamu. Mansana Kayau Pulang. yang terdapat pada suku Dayak Dusun Tengah Kabupaten Barito. Seni Suara Kesenian dalam bentuk seni suara yang hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat Dayak adalah berupa nyanyian-nyanyian yang berkaitan dengan kehidupan religi yang mereka anut dan percaya. 9. diantaranya: 1. Ngandan. selagi pesta. yaitu nyanyian-nyanyian yang berisi sanjungan dan pujian sambil mendoakan semoga rakyat senang dan makmur. berjalan di hutan. Ngendau. yaitu suatu nyanyian yang dilakukan pada saat berkayuh diperahu atau rakit. misalnya nyanyian yang berkaitan dengan upacara kematian pada suku Dayak Maanyan: . Balian. yaitu nyanyian untuk memuji-muji atau menimang-nimang pemuda-pemuda yang dilakukan oleh orang tua. Nyanyian ini terdapat pada suku Dayak Mama (darat) di Kota Waringin. 7. berburu. Tarian ini terdapat pada suku Dayak di Kapaten Kapuas. yaitu nyanyian untuk bersenda gurau diantara pemuda dan gadis dengan bersahutsahutan. yaitu nyanyian yang dilakukan baik pada saat menanam (menugal) maupun memotong padi. yaitu nyanyian untuk mengantar jiwa atau semangat beras kepada TuhanNYA. 8. Setangis. Suling Balawung. 3. ahli adat dan ahli agama Dayak. jenis nyanyian yang dilakukan pada pesta saat perkawinan atau pada pesta kecil. Dodoi. waktu berkayuh. berperang. 4. Nyanyian ini terdapat pada suku Dayak Siang atau Murung di Barito Hulu. yaitu jenis tarian yang dipertunjukan waktu ayam mengeram dan menetaskan telornya. menumbuk padi. dan nyanyian yang memuja Tuhan serta nyanyian tentang kematian keluarga. yaitu nyanyian yang menceritakan seorang pahlawan putri pada zaman dahulu. bersukaria. 12. Dedeo dan Ngaloak. yaitu jenis tarian yang dipertunjukan pada saat menanam padi dengan cara di tugal. 5. yaitu nyanyian yang dilantunkan pada saat upacara tiwah upacara mengantar arwah orang-orang yang sudah meninggal (mati). yaitu nyanyian yang menceritakan sesuatu yang dilakukan oleh gadis-gadis Dayak secara bersahut-sahutan 2 – 4 orang. yaitu nyanyian yang dilakukan pada saat pesta kematian. 13.Dondong. Sebagai ilustrasi dikemukakan beberapa contoh bait dari nyanyian tersebut. Mansana Bandar. yaitu nyanyian ratap tangis kesedihan karena ada kematian keluarga. Kandan. Kelalai-lalai. berladang. Manawar. Tugal. 10. Natun Pangpangaal. yang berasal dari suku Dayak di Kalimantan Tengah.

Tawang kanyu erang tumpalatan Angkang kedang ba iwu jumpun haket Ada malupui lalan mainsang inseEnoi isasikang piak Takuit tawang ma-ulung kekenreinUmbak basikunrung bakir Yang artinya dalam bahasa Indonesia: Agar jangan sesat di perapatan Tertahan di hutan lebat Jangan mengikuti jalan yang berliku-liku Lorong bersimpang seperti kaki anak ayam Tersesat ke laut lepas gelombang memukul dahsyat. . gariding. Jangan terkejut jika masuk ke perkampungan masyarakat Dayak dan berjumpa dengan orangorang tua yang dihiasi berbagai macam tato indah di beberapa bagian tubuhnya. Tato bagi masyarakat Dayak bukan sekadar hiasan. Lebih lanjut di jelaskan oleh Riwut (1958) dan Sukanda (1994) bahwa orang Dayak di Kalimantan dalam kegiatan tari-tarian dan dalam melantunkan berbagai jenis nyanyian selalu di dukung oleh berbagai jenis alat-alat bunyian yang terbuat dari besi. yakni sebagai “obor” dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian. kacapi (kecapi). setelah kematian. ketambung (gendang kecil). sarunai. Seni lukis (tato) Kesenian dalam bentuk seni lukis masyarakat Dayak yaitu berupa seni lukis seluruh badan badan manusia (tato) dengan menggunakan alat yang disebut “Tutang atau Cacah” yang dilakukan sangat teliti dan hati-hati. kayu ataupun bambu seperti (ketambung atau gendang. serta sebagai bentuk penghargaan suku terhadap kemampuan seseorang. 3. Seni Ukir Kesenian dalam bentuk seni ukir yaitu berupa ukir-ukiran pada hulu mandau yang terbuat dari kayu maupun tanduk rusa. kakurung di sandung-sandung (rumah tempat menyimpan tulang belulang orang yang telah meninggal). Contah lain adalah nyanyian berkaitan dengan masalah perang dalam bahasa Dayak Ngaju: Amon Rikat Rambang akan manang Antang terawang kilau terawang tinggang Manintu panunjuk ije hila gantau Amon tege imeteng dawen sawang dandang tingang Antang manri dia hakipak Sambil menguik Amon ampie Ringkai akan kalah Manari sambil manangis Manintu patinju ije imeteng pondok apoi. Sebab tato bagi masyarakat Dayak tidak boleh dibuat sesuka hati sebab ia adalah sebahagian dari tradisi. struktur sosial seseorang yang memakai tato maupun penempatan tatonya. garantong (gong besar). Yang artinya dalam bahasa Indonesia: Kalau Rangkai Rambang hendak berperang Elang terbang seperti terbang tinggang Menuju petunjuk yang sebelah kanan Kalau ada diikat sawang dandang tinggang Elang menari tidak bergerak sayapnya Sambil bersuit-suit Kalau rupanya Rinmgkai akan kalah Menari terbang sambil menangis Menuju petunjuk yang diikat pondok api. patung. di patung dan lain-lain. jadi simbol kebebasan memodif diri dan tubuh. gandang mara (gendang pendek). kangkanong (gong kecil). tote atau serupai. secara realitasnya tato memiliki makna sama dalam masyarakat Dayak. ada peraturan tertentu dalam pembuatan tato baik pilihan gambarnya. Oleh karena itu. Semua ukir-ukiran tersebut memiliki nama dan makna yang tersendiri. kalali atau suling panjang). Makna Tato Bagi Suku Dayak Tato memang sudah menjadi trend di dunia luar sana. 1. Meskipun demikian. tapi di negara kita Indonesia tato sudah ada sejak dahulu. status sosial seseorang dalam masyarakat. sarung mandau. perisai dan sumpit. 1. suling balawang dan kangkanong humbang. suling bahalang. Gambar-gambar pada peti mati yang dinamai “runi”. 4. tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. guruding atau ketong. 5.

Bagi masyarakat Dayak Kenya dan Dayak Kayan di Kalimantan Timur. mangaruntung waluh. tato di sekitar jari tangan menunjukkan orang tersebut suku yang suka menolong seperti ahli pengobatan. Berbeda pula dengan golongan bangsawan yang mamakai tato. gerak-gerik. banyaknya tato menandakan pemiliknya sudah mengunjungi banyak kampung. walau pada kenyataannya. berbentuk manusia gaib. ksatria. Setiap kampung memiliki motif tato yang berbeda. Menteri Empat seperti Panimbah segarapembelah batung.Bagi suku Dayak yang tinggal di sekitar Kalimantan dan Sarawak Malaysia. dukun dan sebagainya. Demikian pula tidak semua penduduk pedalaman Kalimantan adalah orang Dayak. kepercayaan kepada dewa-dewa. Kristen. Meskipun demikian. agama siwa Budha sudah lama berkembang di daerah negara Dipa dan negara Daha. nandi. mempunyai teman yang disebut muakkal-muakkal. Tatoo sangat jarang ditemui di bagian lutut. karena telah berbaur dengan penduduk dari berbagai suku akibat perkawinan dan berbagai sebab lain. Walaupun demikian. motif yang lazim untuk kalangan bangsawan adalah burung enggang yakni burung endemik Kalimantan yang dikeramatkan. mereka juga di kategorikan sebagai mahlukmahluk halus yang terdapat dalam kepercayaan agama islam. SISTEM RELIGI DAN KEPERCAYAAN Sejak awal kehidupannya. Motif tato di bagian paha biasanya juga menyerupai simbol tato berbentuk muka harimau. tradisi lama dalam hidup keseharian mereka masih melekat erat tidak hanya dalam bahasa. namun juga dalam sistem nilai pengartian dan pandangan mereka dalam memaknai kehidupan. Di kalimantan selatan terkenal umpamanya Muakkal Datu kalampaian atau dalam sebutan umum dikenal sebagai Datu Baduk. banyaknya tato menggambarkan orang tersebut sudah kuat mengembara. Kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus. Kepercayaan kepada muakkad dan muwakkal. yang jelas bukti keberadaanya adalah agama Siwa dengan candi Laranya yang terdapat di daerah Margasari. dimana terdapat Bekas Lingga. Agama Helo/helu/ atau Kaharingan hingga saat ini masih dianut oleh sebagian besar orang Dayak. orang Dayak telah memiliki keyakinan yang asli milik mereka.panembahan Batuah. menjadi dasar adat istiadat dan budaya mereka.yang meliputi : alam gaib tinggal dibumi lamah. Yang sangat terkenal dan sering dipanggil dalam dalam tiap upacara religi atau upacara adat biasa adalah pangeransuriantadan putri junjung buih. yaitu Kaharingan atau Agama Helo/helu/. Dalam hal nini golongan-golongan raja-raja Banjar mitologis sampai dengan beberapa raja Banjar Historis di kategorikan dengan manusia alam gaib. joni. pengeran Bagalung dan sebagainya. seorang jin islam yang tinggi agamanya dan datang bersama Syekh Arsyad al Banjari dari Mekkah. bangsawan. ada garis melintang pada betis yang dinamakan nang klinge. hidup bermasyarakat seperti masyarakat biasa. symbol. manguntung manau. serta gaya hidup. Keyakinan tersebut. ritus. Sebelum agama islam masuk ke kalimantan selatan. Katholik. Semakin banyak tatoo di tangannya. Pangeran Kacil. Bagi perempuan Dayak memiliki tatoo di bagian paha status sosialnya sangat tinggi dan biasanya dilengkapi gelang di bahagian bawah betis. kepercayaan ini amat umum dikalangan masyarakat kalimantan selatan ini. tidak sedikit orang Dayak yang telah menganut agama Islam. dan sebuah Arca yang sudah tidak utuh lagi. Ada pula tato yang dibuat di bagian paha. Datu-datu ini terkenal dalam cerita . menunjukkan orang itu semakin banyak menolong dan semakin arif dalam ilmu pengobatan. darim lapisan raja-raja.masyarakat kalimantan selatan pada umumnya mempercayai adanya alam mahluk-mahluk halus ini. ada juga tatoo di bagian lutut pada lelaki dan perempuan yang biasanya dibuat pada bagian akhir pembuatan tato di badan. mati dan melahirkan. Perbedaannya dengan tato di tangan. ulama. Setiap manusia yang telh mencpai tingkat kesempurnaan dan kewalian. Tato yang dibuat diatas lutut dan melingkar hingga ke betis menyerupai ular. Kepercayaan kepada para Datu. sebenarnya anjing jadi-jadian atau disebut tuang buvong as F.

Yang putih tidak sellu baik. Alqadrie. Dalam hal yang bersumber dari kebudayaan asli daerah yaitu dari kahariangan atau bukit.. Mereka yang melakukan parung Maya ini dengan kekuatan gaib. Kepercayan kepada kekuatan-kekuatan sakti. dimana terdapat kekuatan-kekutan gaib yang diginakan untuk membunuh dan merusak hidup orang. Kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus. datu yang menguasai para buaya. Kekuatan-kekuatan gaib ini bersifat magic memiliki kekuatan-kekuatan positif atau negatif dan da.rakyat berupa mitologi mmengenai macam-macam aspek. punggur kayu. agaman atau takkau adalah kucing hitam yang bisa berubah menjadi sebesar kerbau dan sebagainya. Ilmu-Ilmu Sosial. Bandung: Program Pascasarjana Unpad. dan waktu mengerjakannya.batu ini nanya percaya kepada dua jenis batu saja.dan adapula yang berasal dri agamaislam sendiri. Semua jenis bend dinggap memiliki kekuatan sakti yang dapat memberikan kebaikan atau keburukan. parit sungat dan sebagainya. tintanya. Batunakik brfungsi sebagai kekuatankekuatan pintu rejeki terantung dilihat dari pancaran sinarnya. Kepercayaan kepada kekuatan-kekuatan gaib : umumnya berlaku dipedesaan dan kota. berupa benda yang dibuat dengan aturan – aturan tertentu. Demikian pula denganbatu jambrut. DAFTAR PUSTAKA • • • • http://arkandien. Judistira K. demikian pula yang hitam tidak selalu jahat. Kentucky: College of Agriculture. teknik dan ayat-ayat yang di tulis dalam bentuk lambang angka atau kalimatkalimat tertentu. datu kertamina. 1995. Respon Petani Dayak Kandayan Terhadap Teknologi Pertanian. Dalam kepercayaan terhadap batu. Syarif. I. Tesis M. Kepercayaan terhadap kekuatan batu-batu sakti. tergantung dari jenis rupa dan bentuk pancar yang ada. Hasan. Sumber kepercyaanya berasal dari kebudayaan asli daerah.Sc. Garna. Jimat-jimat ini biasanya berbentuk segi empat. Bandung: Tesis Magister. menggunakan parang dengan daun linjuang yang bentuknya seperti pisau berkaki tunggal diwaktu senja. sundal bolong. bundar dan pipih. 1987. Dasar-Konsep-Posisi. Parung maya adalah kekuatan gaib yang sangat ditakuti karena jika orang yang terkena kekuatan ini maka langsung meninggal. Cultural Differences and Social Life Among Three Ethnic Groups in West Kalimantan Case. yang khas dalamkedudukannya dalam hal pemilikan tenaga kesaktian ini yaitu : batu akik dan batu jambrut.html Almutahar. umpamanya Datu pujung. Program Pascasarjana UNPAD.jenis-jenis kayu tertentu. Kepercayaan kepada jimat-jimat.blogspot. Agricultural and Rural Sociologi. Lexington.hantu suluh (malam hari). Datu pegunungan bukit Meratus. baik kertasnya. datu sapala dan sebagainya. Mahluk-mahluk halus dianggap mendiami gundukan-gundukan tanah (belahmika).com/2010/06/kebudayaan-dayak-dulu-dan-sekarang. 1996. Jenis-jenis hantu ini adalah: hantu kisutatau datung kabayan. . University of Kentucky.am istilah darah disebut dengan kekuatan putih atau kekuatan hitam.