MAKALAH SUKU DAYAK

NAMA KELOMPOK : 1. ROHMADI 2. HERI G 3. M FUAD K 4. SIGIT R

TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

SMK MUHAMMADIYAH WATU KELIR

Jika pengertian tersebut dijadikan untuk mengartikan kebudayaan Dayak maka paralel dengan itu. tindakan. kepemilikannya tidak melalui warisan biologis yang ada di dalam tubuh manusia Dayak. norma-norma. Adatistiadat yang hidup di dalam masyarakat Dayak merupakan unsur terpenting. meskipun demikian. seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman. misalnya seperti rumah panjang dan lainlain. Wujud itu merupakan wujud hakiki dari kebudayaan atau yang sering disebut dengan adat. juga tampak dalam pelbagai upcara adat yang berkaitan siklus perladangan. kebudayaan Dayak adalah seluruh sistem gagasan. wujud kebudayaan sebagai sejumlah perilaku yang berpola. Berdasarkan atas pemahaman itu. Kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan sistem gagasan. maka kebudayaan Dayak sangat mempunyai makna dan peran yang amat penting.SUKU DAYAK Suku Dayak. Atau dengan kata lain kebudayaan Dayak dalam perkembangan sejarahnya telah tumbuh dan berkembang seiring dengan masyarakat Dayak sebagai pendukungnya. peraturan-peraturan. Sistem sosial itu terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi yang senantiasa merujuk pada pola-pola tertentu yang di dasarkan pada adat tata kelakuan yang mereka miliki. Hal ini berarti bahwa kebudayaan Dayak itu sifatnya tidak statis dan selalu dinamik. Sebelah timur berbatasan . bila merujuk pada wujud kebudayaan sebagaimana yang dikemukakan Koentjaraningrat. tindakan dan hasil karya manusia Dayak dalam rangka kehidupan masyarakat Dayak yang dijadikan milik manusia Dayak dengan belajar. Ini berarti bahwa kebudayaan dan adat-istiadat yang sudah berurat berakar dalam kehidupan masyarakat Dayak. Kedua. Dalam konteks ini. melainkan diperoleh melalui proses belajar yang diwariskan secara turuntemurun dari generasi ke generasi. yang berfungsi sebagai tata kelakuan yang mengatur. baik yang berupa kebudayaan material maupun non material. wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. tampak jelas di dalam pelbagai upacara adat yang dilaksanakan berdasarkan siklus kehidupan. Sebelah timur membentang daerah rendah sepanjang kurang lebih 500 mil menyusuri pantai Laut Sulawesi dan Selat Makasar. perkawinan dan kematian. yang lazim disebut kebudayaan fisik. sedangkan sebelah barat membentang dinding pegunungan Iban dan pegunungan Muller. akar identitas bagi manusia Dayak. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar (Garna. maka dalam kebudayaan Dayak juga dapat ditemukan ketiga wujud tersebut yang meliputi: Pertama. mengendalikan dan memberi arah kepada perilaku manusia Dayak. dan dalam tulisan ini bermaksud untuk mengupas kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat Dayak. Berdasarkan atas pengertian kebudayaan tersebut. yang merupakan perbatasan di sebelah timur. Sebelah selatan berbatasan dengan negara Sabah / Malaysia.440 Km2 yang terletak di daerah khatulistiwa antara 11344’ bujur timur dan 11900’ bujur barat dan 4241225 lintang utara. kebudayaan Dayak juga mengalami pergeseran dan perubahan. wujud kebudayan sebagai suatu himpunan gagasan. hal ini tampak dalam sistem kehidupan sosial orang Dayak yang sejak masa kecil sampai tua selalu dihadapkan pada aturan-aturan mengenai hal-hal mana yang harus dilakukan dan mana yang dilarang yang sifatnya tidak tertulis yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi sebagai pedoman dalam bertingkah laku bagi masyarakat Dayak. bahkan semakin menunjukkan identitasnya sebagai suatu warisan leluhur. berupa keseluruhan hasil karya manusia Dayak. Ketiga. sampai saat ini masih ada yang tetap bertahan dan tak tergoyahkan oleh adanya pergantian generasi. sebagaimana suku bangsa lainnya. memiliki kebudayaan atau adat-istiadat tersendiri yang pula tidak sama secara tepat dengan suku bangsa lainnya di Indonesia. Dewasa ini. 1996). nilai-nilai. yakni kelahiran. Letak geografis Propinsi daerah tingkat I Kalimantan Timur mempunyai luas wilayah kurang lebih 211. yaitu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kehidupan orang Dayak. atau lazim disebut sistem sosial.

Gundukan rumput ini di tarik dengan gagaruke pinggir sawah. A. Kegunaanya: sebagai alat pengukur/ penakar hasil pertanian (padi.kegunaanya: digunakan terutama untuk membersihkan gabah kotor. memisahkan atau menghilangkan sekam dari gabah yang telah di pecah dari kulitnya. digunakan juga untuk mengangkut hasil pertanian kepasr-pasar. biasa digunakan dalam wadah dalam rumah tangga. blayung dan lain-lain. ubi kayu. talas. Kegunaanya:untuk menanak nasi. parang. ukurannya yang lebih besar. 10. 7. Kandutan. Alat-alat produksi Alat-alat rumah tangga 1. Kegunaan: merupakan tempat untuk menampung atau mengumpulkan padi sewaktu menuai. 7. 1. 3. Kuantan. b. Butah atau ungking. 7. Terbuat dari tempuryng kelapa. Parapatan. 6. Kegunaan: untuk memotong atau menuai padi. misalnya untuk tempat menjemur ikan yang akan dikeringkan. Di gunakan untuk memisahkan anatah dari beras. Alat ini masih digunakan di desa-desa. 11. dansebagainya. terutama kandi. alat perlengkapan persenjataan dan lain-lain. Panai. SISTEM TEKNOLOGI DAN PERLENGKAPAN HIDUP Banyak dari alat-alat perlengkapan hidup yang di niliki oleh suku dayak yang mempunyai fungsi dn kegunaan lebih dari satu. Dibuat dari kayu atau tanah liat dan di lengkapi dengan ulak-ulak (kulak) yang terbuat dari akar bambu. kegunaannya: bakul yang terbuat dari ahas atau bamban pada umumnya di gunakan untuk mengisai (mencuci) beras yang akan di masak. 8. Kegunaannya: untuk menghakuskan bumbu-bumbu. Tangkitan. Garu atau gagaru. dan lain-lain. Kegunaanya : sebagi alat penakar seperti pada gantang. Nyiru. Selain itu digunakan pula untuk keperluan-keperluan. 5. malah multi fungsi. Ranggaman (ani-ani). Kegunaanya: untuk menebang kayu atau memotong kayu yang keras. 4. Kegunaan: sama dengan lanjung. 2. berfungsi bukan saja sebagai alat rumah tangga. Pekerjaan ini disebut menampi. Kegunaanya : sebagai tempat air. tetapi juga sebagai alat pertanian. Juga digunakan untuk membawa hasil-hasil pertanian tanaman galangan seperti. tempat mencuci dll. Air yang tersimpan dalm kandi atau buyung rasnya sejuk. terutama pada musim kemarau. Gumbaan. Gantang. Kegunaan: digunakan untuk membersihkan gabah yang masih kotor untuk memperoleh gabah bersih. 9. Lanjung. Kegunaan: untuk memptong rumput disawah sampai ke akar-akarnya. Nyiru jarang atau ayakan. Kandi atau buyung. Bakul. Kegunaanya: sebagi alat atau tempat untuk membawa alatalat pertanian. Tajak. misalnya parang dalam segala bentuk dan jenisnya. Balayung. Alat-alat pertanian 1. Cubit ( cobek).baik pada sawah yang berair maupun yang tidak berair(pematang sawh). sedang yang terbuat ari bambu dan purun. . seperti kapak. beras dan kacang-kacangan).dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar yang merupakan alur perhubungan transaksi untuk perdagangan Lintas Nasional dan Internasional. Kegunaanya berfungsi sebagai ember untuk menimba air dari sumur. 2. dan juga sebagai alat-alat penakar/ pengukur jual beli hasil-hasil pertanian. 9. a. 6. Kegunaanya: untuk penyimpanan air minum. 5. alat perburuan. Kegunaanya: untuk mengumpulkan rumbut-rumput yang sudah ditebasdisawah. Kegunaan: untuk mengangkut hail pertanian terutama mengangkut padi bertangkai dri sawah kerumah . 3. Cupak atau garabuk. 8.rumpu-rumput dikumpulkan menjadi gundukan. sambal dan sebagainya. 4.

Berguna untuk menangkap mikan dengn cara di halau. aspek hukum dan peradilan. Kegunaanya : untuk kenangkap ikan. Rasanya agak kenyal dan pahit. Rotan yang masih sangat muda dan lunak serta lapisan luarnya dibuang. 10. alat perlengkapan persenjataan dan lain-lain. Kegunaanya: untuk menangkap ikan. 12. yang lazim disebut Laou. Berguna untuk menangkap ikan sanggiringan. Rumah panjang yang merupakan rangkaian tempat tinggal yang bersambung telah dikenal semua suku Dayak. Sarapang. alat perburuan. Anda mungkin belum pernah mencoba makanan yang terbuat dari rotan. Belat/ sero. Hampang balat. Tidak berlebihan bila rumah panjang bagi suku Dayak merupakan “centre for Dayak creation. Jala kalabau. 13. 12. Persepsi suku Dayak tentang rumah panjang tercakup dalam minimal empat aspek penting dari rumah panjang itu sendiri yaitu aspek penghunian. 3. Lalu bagian dalam rotan yang masih muda itu dimasak bersama sayuran lain. 8. Lukah. dan sebaiknya dimakan dengan ikan. alat ini digunakan pad kedalaman air antara 2-3 meter. 9. Tempirai dan hampang. Hampang tarumbuan. Kabam sanggi.10. c. Kegunaanya: . Alat-alat perikanan 1. pada mulanya berdiam dalam kebersamaan hidup secara komunal di rumah panjang. digunakan: menangkap ikan disungai. 15. rawai tauman Berguna untukmenangkap ikan gabus. Jambih. Rawai atau banjur. maka ikan dihalau untuk masuk ke dalam tempirai. Berguna untuk menangkap ikan dengan cara menebar jala kedalam air. 11. Kegunaanya: untuk menangkap ikan. Dengan cra lukah di masukan beberapa siput sawah.dengan umpan yang terbuat dari potongan-potongan ikan belutatau siput sawah yang besar. Lebih dari . Pulut 4. Hampang sawar. Kegunaanya: penangkapan ikan di rumpon yaitu daerah perairan di sungai dan danau yang di timbuhi rerumputan. Parang. Kegunaanya: membuat lubang di tanah persawahan yang bash atau berairuntuk menanam padi. Rumah Panjang. berfungsi bukan saja sebagai alat rumah tangga.ikan kecil setelah tempirai dan hampang terpasng. 13. digunakan untuk menangkap ikan di pantai-pantai. 10. 2. Jala lompo. 12. Kegunaanya: menangkap ikan kalabau. Susuduk. F. Anda tidak perlu memiliki gigi yang kuat untuk mengunyah sesuatu yang biasanya digunakan untuk untuk membuat furniture. Kegunaanya: untuk menangkap ikan disawah yang airnya dangkal pada malam hari. dan aspek perlindungan dan keamanan. d. dan Lewu Hante. Di tanah ladang atau sawah pematang dipergunakan asak seperti alu yang ujung bawahnya diruncingkan. Parang 6. 14. 2. 11. Kegunaanya: untuk menangkap ikan didaerah perairan yang dalam sekitar 1-2 meter. 4. aspek ekonomi. art and inspiration”. Berfungsi: menangkap mikan pada malam hari. 1. Sapung 3. Tatujah. Makanan khas suku Dayak Menu khas Dayak yang terkenal yaitu umbut rotan dan daun singkong bersantan. terkecuali suku Dayak Punan yang hidup mengembara. Alat-alat perburuan 13. Lalangit sapat siam. Lamin. 6. Tombak 5. 5. tetapi juga sebagai alat pertanian. 7. Riwayang. Rumah adat suku Dayak a. Betang. 11.

serta kegiatan berladang (Sapardi. melainkan juga memiliki nilai sosio religius yang difungsikan sebagai mahar (mas kawin) dan sarana pelbagai upacara adat. menangkap ikan. bagian bawah dililit dengan anyaman rotan. b. secara defakto mereka telah menguasai kawasan itu dan dari hutan tersebut mereka memperoleh sumber-sumber kehidupan pokok. menjelaskan bahwa hutan merupakan kawasan yang menyatu dengan mereka sebagai ekosistem. Senjata Khas Senjata khas yang di miliki suku Dayak di Kalimantan yang tidak di miliki oleh suku lainnya adalah mandau dan sumpit. Hal yang tampak khas terdapat dalam dua bentuk yaitu anyam tikar dengan aneka macam motif hias dan sejenis keranjang bertali yang lazim disebut anjat. perkebunan rakyat seperti kopi. seperti bejana. terdapat di semua suku Dayak dengan pelbagai versi. Sapardi (1994). b. Bahkan sebagian besar dari barang tersebut. bagian atasnya dilapisi tulang berbentuk gelang. Selain itu hutan telah menjadi kawasan habitat mereka secara turun temurun dan bahkan hutan adalah bagian dari hidup mereka secara holistik dan mentradisi hingga kini.itu. Tembikar Tembikar konon katanya berasal dari Cina.1992). lidah api dan pilin berganda. belanga. pilin dan kait. kiang. kelapa. atau dengan kata lain hutan yang berada di sekeliling mereka merupakan bagian dari kehidupannya dan dalam memenuhi kebutuhan hidup sangat tergantung dari hasil hutan. paruh burung. bahkan menurut Layang dan Kanyan (1994) bahwa rumah panjang merupakan pusat kebudayaan Dayak. buah-buah dan lain-lain. Kekuatan jarak tiup sumpit biasanya mencapai 30-50 meter. tempayan. c. SISTEM MATA PENCAHARIAN DAN PERALATAN HIDUP Dalam melangsungkan dan mempertahankan kehidupannya orang Dayak tidak dapat dipisahkan dengan hutan. Kegiatan perekonomian orang Dayak yang pokok adalah berladang sebagai usaha untuk menyediakan kebutuhan beras dan perkebunan rakyat sebagai sumber uang . Perisai ini terbuat dari kayu gabus dengan bentuk segi enam memanjang. Demikian juga senjata khas yang disebut sumpit yaitu jenis senjata tiup yang dalamnya diisi dengan damak yang terbuat dari bambu yang diraut kecil dan tajam yang ujungnya diberi kayu gabus sebagai keseimbangan dari peluru sumpit. Kebanyakan hulu mandau terbuat dari tanduk rusa diukir berbentuk kepala burung dengan berbagai motif seperti kepala naga. terutama tempayan dan guci tidak hanya memiliki nilai ekonomis. berangka dan sebagainya. Pada sisi mata di asah tajam sedang sisi atasnya sedikit tebal dan tumpul. karena hampir seluruh kegiatan mereka berlangsung di sana. keseluruhan bidang depannya beragam hias topeng (hudoq). piring dan mangkok sejak ribuan tahun lalu merupakan bagian dari tradisi kehidupan suku Dayak di Kalimantan. Pada ujung sumpit di lengkapi dengan mata tombak terbuat dari besi berbentuk pipih berujung lancip yang menempel diikat dengan lilitan rotan. lada. juga untuk menyimpan tulangtulang leluhur serta sebagai lambang status sosial seseorang. Senjata khas yang disebut mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa berbetuk pipih panjang seperti parang berujung runcing menyerupai paruh burung yang bagian atasnya berlekuk datar. Di samping kedua jenis senjata itu masih terdapat satu peralatan yang disebut telabang atau perisai. karet. berburu. Sumpit terbuat dari kayu keras berbentuk bulat panjang menyerupai tongkat yang sekaligus merupakan gagang tombak dengan lubang laras sebesar jari kelilingking yang tembus dari ujung ke ujung. rumah panjang merupakan wujud konkrit dari solidaritas sosial budaya suku Dayak di masa lampau. B.Anyam-anyaman Kerajinan tradisional dari orang Dayak berupa anyam-anyaman yang terbuat dari bahan baku rotan. Sarung mandau terbuat dari lempengan kayu tipis. Kegiatan sosial ekonomi orang Dayak meliputi mengumpulkan hasil hutan.

segera upacara pembukaan hutan itu dilakukan.1994). menjelaskan bahwa orang Dayak pada dasarnya tidak pernah berani merusak hutan secara intensional. terutama apabila ingin membuka atau menggarap hutan yang masih perawan harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu yaitu: pertama. ketiga.tunai yang dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup yang lain. apabila sudah diperoleh secara pasti hutan mana yang sesuai. menyebutkan cara hidup berladang diberbagai daerah di Kalimantan telah dikenal 6000 tahun Sebelum Masehi. dengan memberikan persembahan. pada umumnya memilih lokasi untuk .1995). mengemukakan bahwa tradisi berladang (siffting cultivation atau swidden) orang Dayak sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang mereka yang merupakan sebagai mata pencaharian utama. Seorang atau beberapa orang ditugaskan mencari hutan yang cocok. 1994). dan tengkawang (shorea Sp). Berlakunya “ke luar” menyatakan bahwa hanya anggota persekutuan itu yang memegang hak sepenuhnya untuk mengerjakan. Hasil penelitian Kartawinata (1993) pada orang Punan. Kecenderungan seperti itu bukan suatu kebetulan tetapi merupakan refleksi dari hubungan akrab yang telah berlangsung selama berabad-abad dengan hutan dan segala isinya. Tetapi jika seseorang sampai pada kematiannya tetap bermukim di daerah persekutuan maka tanah yang telah digarap dapat diwariskan kepada anak cucunya. pada giliran melahirkan apa yang disebut dengan sistem perladangan. kalau mereka mengusahakan tanaman perkebunan mereka cenderung memilih tanaman yang menyerupai hutan. seperti karet (Havea brasiliensis Sp). sumber tenaga kerja dan sebagainya. Persamaan itu terlihat dari teknologi yang digunakan. orang Dayak kalau mau berladang mereka pergi ke hutan. Hutan. Dove. Almutahar (1995) mengemukakan bahwa aktivitas orang Dayak dalam berladang di Kalimantan cukup bervariasi. sebagai tanda pengakuan bahwa hutan atau bumi itulah yang memberi kehidupan bagi mereka dan sebagai harapan agar hutan yang dibuka itu berkenan memberkati dan melindungi mereka. menjelaskan bahwa sistem perladangan merupakan salah satu ciri pokok kebudayaan Dayak. Menurut Mubyarto (1991). Apabila petani penggarap meninggalkan wilayah (benua) dan tidak kembali lagi maka penguasaan atas tanah menjadi hilang. walaupun demikian kegiatan perekonomian mereka masih bersifat subsistensi (Mering Ngo. Dalam setiap aktivitas berladang pada orang Dayak selalu didahului dengan mencari tanah. Dalam mencari tanah yang akan dijadikan sebagai lokasi ladang mereka tidak bertindak secara serampangan. sungai. kebun atau rawa-rawa.rotan(Calamus caesius Spp). Ave dan King (dalam Arman. 1985). Ukur (dalam Widjono. 1989. bumi. namun dalam variasi ini terdapat pula dasar yang sama. Berlakunya “ke dalam” menyatakan mengatur hak-hak perseorangan atas tanah sesuai dengan norma-norma adat yang telah disepakati bersama. kedua. mengolah dan memungut hasil dari tanah yang digarapnya. Mering Ngo (1990). Menurut Arman (1994). orang Dayak sebelum mengambil sesuatu dari alam. Hasil penelitian Mudiyono (1990). Persentuhan yang mendalam antara orang Dayak dengan hutan. mengemukakan bahwa kreteria yang digunakan oleh ketua adat atau kepala suku memberi izin untuk mengolah lahan di lihat dari kepastian hubungan hukum antara anggota persekutuan dengan suatu tanah tertentu dan menyatakan diri berlaku “ke dalam” dan “ke luar”. dan Sapardi (1992) pada orang Dayak Ribun dan Pandu. memperkirakan sistem perladangan yang dilakukan orang Dayak sudah dimulai dua abad yang lalu. Disatu pihak alam memberikan kemungkinan-kemungkinan bagi perkembangan budaya orang Dayak. dan terlebih dahulu menebang pohon-pohon besar dan kecil di hutan. Hak penguasaan tanah kembali kepada persekutuan dan melalui musyawarah ketua adat dapat memberikannya kepada anggota lain untuk menguasainya. Hubungan antara orang Dayak dengan hutan merupakan hubungan timbal balik. Sungguhpun demikian adakalanya terdapat orang dari luar persekutuan yang karena kondisi tertentu diberi izin untuk menumpang berladang untuk jangka waktu satu atau dua musim tanam. Usaha mendapatkan tanda ini dibarengi dengan memeriksa hutan dan tanah apakah cocok untuk berladang atau berkebun. Ukur (1994). Sellato (1989 dalam Soedjito 1999). dilain pihak orang Dayak senantiasa mengubah wajah hutan sesuai dengan pola budaya yang dianutnya (Arman. Anggota persekutuan dapat memiliki hak untuk menguasai dan mengolah tanah. memberitahukan maksud tersebut kepada kepala suku atau kepala adat. Mereka ini akan tinggal atau berdiam di hutan-hutan untuk memperoleh petunjuk atau tanda. dan seluruh lingkungannya adalah bagian dari hidup. cara mencari tanah atau membuka hutan yang akan digunakan.

kuwali terbuat dari tanah liat atau logam. (4) menanam tanaman yang bukan padi. Hal ini dilakukan dengan maksud agar ladang yang mereka kerjakan akan mendapat berkah dan terhindar dari malapetaka. Sistem Kekerabatan Suku Dayak : Bilateral/ambilineal. tugal. Penunjukan wali/asbah berdasarkan kesepakatan keluarga. ketel atau ceret dari bahan logam. kelapa (Cocos nucifera). (3) menebang pohon-pohon yang lebih besar dengan beliung Dayak. misalnya dalam hal pernikahan. menangkap ikan. Lawangan. Keluarga batih (nuclear family). (3) memproses padi. wali/asbah (mewakili keluarga dalam kegiatan sosial dan politik di lingkungan dan di luar keluarga) adalah anak laki-laki tertua.berladang di lokasi yang berdekatan dengan sungai. kapak. tombak dan lain-lain. antara lain Iban. baliong. (2) membersihkan semak belukar dan pohon-pohon kecil dengan parang. Ngaju. (6) menyiangi ladang (kecuali ladang hutan primer). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dakung (1986) tentang suku Dayak di Kalimantan Barat. bide. jenis-jenis peralatan rumah tangga seperti alat-alat masak memasak antara lain periuk atau sampau dari bahan kuningan atau besi untuk menanak nasi. klambu. yaitu menarik garis keturunan dari pihak ayah dan ibu. nyiro. bahwa peralatan yang digunakan dalam melakukan aktivitas sosial ekonomi seperti mengumpulkan hasil hutan. Maanyan. Murut. buah-buahan. Timur. Barat. (4) setelah kering. (8) mengadakan panen tanaman padi. antara lain ialah pisau. Bentuk Kehidupan Keluarga : 1. membakar tumbuh-tumbuhan yang dibersihkan. Tempat-tempat seperti itu subur dan mudah dicapai. SISTEM KEKERABATAN SUKU DAYAK Kata Dayak berasal dari kata “Daya” artinya hulu. Oleh karena itu.(7) menjaga ladang dari gangguan binatang buas. wali/asbah adalah saudara laki-laki ibu dan saudara laki-laki ayah. untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan. (2) membangunan pondok di ladang. 2. serta sebagian kecil di Kalimantan Selatan. semua permasalahan dan keputusan keluarga harus dikonsultasikan dengan wali/asbah. Keluarga luas (extended family). Dalam studi kasus tentang sistem perladangan suku Kantu’ di Kalimantan Barat Dove. dan tungku batu. pangatam. karet (Havea brasiliensis). Sukubangsa Dayak terdiri atas beberapa sub-sukubangsa. inge. membuat/memahat kayu dan menganyam rumput atau rotan). dan (9) mengangkut hasil panen ke rumah. (5) menanam padi dan tanaman lainnya ditempat berabu yang telah dibakar itu (kemudian di ladang berpaya mengadakan pencangkokan padi). Dalam pada itu. dan sebagainya. Sebagian besar orang Dayak berdiam di wilayah kalimantan Tengah. berburu. . (1988) merinci tahap-tahap perladangan berpindah sebagai berikut: (1) pemilihan pendahuluan atas tempat dan penghirauan pertanda burung. kelasa yaitu tikar yang terbuat dari rotan. panci dari bahan logam. perkebunan rakyat seperti kopi (Coffea arabica). Jenis alat tidur antara lain tikar yang terbuat dari daun dadang dan daun urun. C. orang yang paling sibuk mengurus masalah pernikahan sejak awal sampai akhir acara. Dalam setiap tahap kegiatan mengerjakan ladang tersebut biasanya selalu didahului dengan upacara-upacara tertentu. Sehingga sIstem pewarisan tidak membedakan anak laki-laki dan anak perempuan. atokng. Selanjutnya menurut Soegihardjono dan Sarmanto (1982) ada empat kegiatan tambahan yang tidak kalah penting dalam kegiatan berladang adalah: (1) pembuatan peralatan ladang (yaitu menempa besi. Kenyah. bantal yang terbuat dari kabu-kabu (kapuk) yang disarung dengan kain. katil dan pangking yaitu tempat tidur yang terbuat dari kayu. pisok karet. Peran wali/asbah.

keluarga baru harus menambah bilik pada sisi kanan atau sisi kiri huma betang sebagai tempat tinggal mereka. Pola neolokal. Tiap-tiap suku Dayak di Kalimantan memiliki bahasa daerah sendiri-sendiri dengan dialek satu dengan lainnya berbeda. 1. anak dengan orangtua 2. 2. Menurut Riwut (1958) kesenian yang di miliki oleh orang Dayak di Kalimantan berupa seni: (1) tari. Selatan dan Utara hampir semuanya mengerti bahasa Ot-Danum atau Dohoi. (2) suara. Patri parallel – cousin.Perkawinan Yang Boleh Dilakukan Dalam Keluarga Paling Dekat : 1. dan (4) seni lukis. Seni Tari Seni tari yang hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat Dayak berupa: 1. ternyata sangat gemar akan kesenian. BAHASA Bahasa suku Dayak menggunakan bahasa Indonesia . terpisah dari keluarga kedua belah pihak. Ketika Huma Betang (longhouse) masih dipertahankan. Bentuk Hitungan Angka Dalam Beberapa Bahasa Dayak Indone Ngaju Bahau Bajau Ot. sedangkan orang Dayak Kalimantan Tengah dan Selatan sebagai bahasa perantaraan umumnya adalah bahasa Dayak Ngaju yang juga disebut bahasa Kapuas. dan bahasa Ngaju sebagai bahasa yang digunakan dalam kesehariannya. Nasai. misalnya bahasa Ot-Danum kebanyakan memakai huruf “o” dan “a” tetapi bahasa Dayak Ngajuk banyak memakai “e” dan “a”. yaitu sepupu dan kakek yang bersaudara. Pola matrilokal. Antara saudara sepupu dua kali. D. Untuk mengetahui secara lebih mendalam jenis kesenian yang dimiliki oleh orang Dayak sebagaimana yang dikemukakan oleh Riwut tersebut akan diuraikan secara rinci sebagai berikut: 1. Perkawinan antara generasi-generasi yang berbeda (contoh : tante + ponakan) Pola Kehidupan Setelah Menikah : 1. Orang Dayak di Kalimantan khususnya Dayak yang berada di Kalimantan Barat. Sebagai ilustrasi disajikan beberapa bahasa Dayak dari beberapa suku Dayak yang ada di Kalimantan. . Timur. Incest / Salahoroi. Perkawinan Yang Dilarang : 1. perkawinan antara dua sepupu yang ayah-ayahnya bersaudara sekandung 3. yaitu perkawinan dengan sesama suku dan masih ada hubungan keluarga. bahasa Maanyan . Sistem endogamI (perkawinan yang ideal).Pasir Maanyan Lepo sia Danum : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ije Je Sa Ico Erai Isa Ca Due Dua Dua Doo Doeo Rueh Dua Telo Telo Tee Toro Toloe Telu Telo Epat Epat Empat Opat Opat Epat Pat Lime Lime Lime Rimo Limo Dime Lema JahawenEnam Enem Unom Onom Enem Enam Uju Tuju Pitu Pito Turu Pitu Tujuh Hanya Saya Walu Waru Walu Walu’ Ay’ah Jalatien Pitan Sanga Sioi Sie Suei Pien Sepuluh Pulu Sepuluh Poro Sapulu Pulu’ Pulu E. KESENIAN Orang Dayak walaupun dalam kehidupan yang agak sederhana. 2. jenis tarian yang diperuntukan untuk menyambut tetamu agung (orang berpangkat). (3) ukir. Perkawinan antara gadis dan bujang bersaudara sepupu derajat kedua (hajenan). suami mengikuti pihak keluarga istri.

Tari-tarian ini terdapat pada Suku Dayak Punan. 9. Tarian ini berasal dari suku Dayak di Kabupaten Kapuas. dan Bahau. Deder. Kembang Pandan. terutama terdapat pada suku Dayak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. seperti sapi. . Terdapat pada suku Dayak Klemantan. 14. 3. tari kenyah ini bukanlah tarian biasa tetapi merupakan tarian yang khusus dipelajari oleh para perwira Dayak zaman dahulu yang digunakan untuk menangkis serangan musuh dan untuk meringankan badan melompat dan memperkuat tangan untuk memotong kepala pihak musuh. kerbau. Kinyah. Kerangka atau Tari Gumbeuk. jenis tarian ini dilakukan baik oleh laki-laki maupun wanita yang menari mengelilingi binatang. 8. 4. Menggetem. jenis tarian yang diperuntukan selain untuk menyambut tamu-tamu agung. yaitu tarian gembira pada waktu menyambut musim buah-buahan yang banyak dan melimpah. kaum wanita terutama para gadis dengan gerak kaki tangannya yang diiringi pula dengan seni suara dan bunyi-bunyian. Kenyah Punan dan Kenyah Bahau. Tarian ini menggunakan senjata mandau. yaitu merupakan tarian permintaan maaf dan ampun kepada tamu. 7. dalam pertunjukan waktu ada pesta. Nyadum Nyambah. 6. yang dilakukan oleh 1 – 2 sampai 7 orang terdiri dari pemuda dan gadis-gadis dengan mempergunakan bambu dan tombak disertai dengan nyanyian-nyanyian. 13. yang terdapat pada suku Dayak Kenyah Ot. yaitu tarian gembira yang dilakukan pada saat memotong padi. Balian. Terdapat pada suku Dayak Maanyan dan Dusun. tarian ini ada dua jenis yaitu Deder Siang dan Deder Dusun Tengah yang dipersembahkan untuk menyambut tamu dan ketika ada upacara adat dan lain-lain. Dedeo (karang dedeo). Katingan dan Kahayan. yang berasal dari daerah Barito Hulu dan Barito Tengah. Hatusuh Bua. 10. Kenyah. Kinjak Karing. yaitu tarian yang semata-mata diperuntukan untuk merawat orang sakit yang dilakukan oleh Balian yang biasanya adalah seorang laki-laki selama 1 – 3 malam. yaitu tarian ini pada khakekatnya di khususkan dalam upacara “Ijambe atau Manyalimbat” yang dilakukan oleh laki-laki dan anak-anak dengan mengelilingi tempat tulang kering dari yang meninggal dunia. 11. yang dilakukan oleh orang-orang tua. Tari Nginyah. Tarian ini berasal dari suku Dayak Kenyah atau Dayak Bahau dari Hulu Mahakam dan dari Apo Kayan dalam daerah Kalimantan Timur. Gantar. tari ini terkenal dengan nama tari perang yang terdiri atas dua macam yaitu pertama. kedua. yaitu jenis tarian yang lazim dipersembahkan pada saat pesta perkawinan yang berasal dari suku Dayak yang berada di Barito Tengah dan Barito Hilir. yaitu tarian yang dilakukan oleh kaum wanita untuk membela pahlawan yang sedang berperang. yaitu jenis tarian yang dilakukan oleh muda-mudi Dayak dengan berpegangan tangan. Nganjan. Bukas. 2. untuk membela diri bila mana dalam peperangan tari yang dilakukan oleh lakilaki dan wanita. juga taritarian pada upacara memotong padi. sumpit dan perisai. 12. bagi yang akan dibunuh untuk upacara pesta adat mengantar arwah nenek moyangnya ke surga yang dinamai “tiwah”. yaitu jenis tarian yang dipersembahkan untuk menyambut kedatangan Panglima dari berperang. Tarian ini hampir terdapat pada seluruh suku Dayak. Tarian ini terdapat pada suku Dayak di Kaputen Kapuas dan Kahayan Hulu.menyambut pahlawan yang menang berperang. Tarian ini berasal dari Kabupaten Kapuas. 5. Tarian ini berasal dari suku Dayak di Kabupaten Kapuas.

Tarian ini terdapat pada suku Dayak di Kapaten Kapuas. yang dilakukan oleh orang tua. yaitu suatu nyanyian yang dilakukan pada saat berkayuh diperahu atau rakit. Natun Pangpangaal. yaitu nyanyian-nyanyian yang berisi sanjungan dan pujian sambil mendoakan semoga rakyat senang dan makmur. yaitu nyanyian untuk mengantar jiwa atau semangat beras kepada TuhanNYA. yaitu nyanyian untuk bersenda gurau diantara pemuda dan gadis dengan bersahutsahutan. yaitu jenis tarian yang dipertunjukan pada saat menanam padi dengan cara di tugal. yaitu nyanyian yang dilakukan pada saat pesta kematian. seperti nyanyian-nyanyian waktu memotong padi. 12. Nyanyian ini terdapat pada suku Dayak Siang atau Murung di Barito Hulu. menumbuk padi. jenis nyanyian yang dilakukan pada pesta saat perkawinan atau pada pesta kecil. Suling Balawung. 14. bersukaria.Dondong. Kayau. Pada khakekatnya nyanyian ini hanya berazaskan pada riwayat si mati dan jasa-jasanya sewaktu hidup serta kedudukan dari keluarga dan famili yang meninggal yang masih ditinggalkan. Ngendau. berladang. Mansana Bandar. 8. 16. Nyanyian ini terdapat pada suku Dayak Mama (darat) di Kota Waringin. yaitu nyanyian ratap tangis kesedihan karena ada kematian keluarga. 7. Seni Suara Kesenian dalam bentuk seni suara yang hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat Dayak adalah berupa nyanyian-nyanyian yang berkaitan dengan kehidupan religi yang mereka anut dan percaya. berjalan di hutan. yaitu nyanyian yang dilakukan baik pada saat menanam (menugal) maupun memotong padi. serta pimpinan agar dalam memerintah selalu bijaksana dan adil. Manawar. waktu berkayuh. Dedeo dan Ngaloak. berperang. ahli adat dan ahli agama Dayak. 9. Kelalai-lalai. 13. yaitu nyanyian yang menceritakan sesuatu yang dilakukan oleh gadis-gadis Dayak secara bersahut-sahutan 2 – 4 orang. Mansana Kayau Pulang. yaitu nyanyian untuk memuji-muji atau menimang-nimang pemuda-pemuda yang dilakukan oleh orang tua. Kandan. 5. Dodoi. 4. diantaranya: 1. yaitu nyanyian yang dilantunkan pada saat upacara tiwah upacara mengantar arwah orang-orang yang sudah meninggal (mati). yaitu jenis tarian yang dipertunjukan waktu ayam mengeram dan menetaskan telornya. 10. Setangis. Ngandan. 2. 3. 2. berburu. Sebagai ilustrasi dikemukakan beberapa contoh bait dari nyanyian tersebut. misalnya nyanyian yang berkaitan dengan upacara kematian pada suku Dayak Maanyan: . selagi pesta. yaitu nyanyian yang menceritakan seorang pahlawan putri pada zaman dahulu.15. Tugal. 11. Balian. yaitu sebuah nyanyian yang disertai dengan tari-tarian untuk menyambut para pembesar atau tamu. dan nyanyian yang memuja Tuhan serta nyanyian tentang kematian keluarga. yaitu nyanyian yang dinyanyikan pada waktu malam sebelum tidur oleh orang tua untuk mengobarkan semangat anak-anaknya agar memiliki rasa dendam terhadap orang yang telah dibunuh oleh Tambun Bupati. yang terdapat pada suku Dayak Dusun Tengah Kabupaten Barito. 6. yang berasal dari suku Dayak di Kalimantan Tengah.

kayu ataupun bambu seperti (ketambung atau gendang. guruding atau ketong. gariding. secara realitasnya tato memiliki makna sama dalam masyarakat Dayak. Lebih lanjut di jelaskan oleh Riwut (1958) dan Sukanda (1994) bahwa orang Dayak di Kalimantan dalam kegiatan tari-tarian dan dalam melantunkan berbagai jenis nyanyian selalu di dukung oleh berbagai jenis alat-alat bunyian yang terbuat dari besi. gandang mara (gendang pendek). . garantong (gong besar). 1. 3. Tato bagi masyarakat Dayak bukan sekadar hiasan. status sosial seseorang dalam masyarakat. 1. kangkanong (gong kecil). tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. perisai dan sumpit. jadi simbol kebebasan memodif diri dan tubuh. ada peraturan tertentu dalam pembuatan tato baik pilihan gambarnya. Gambar-gambar pada peti mati yang dinamai “runi”. 4. setelah kematian. Meskipun demikian. Seni Ukir Kesenian dalam bentuk seni ukir yaitu berupa ukir-ukiran pada hulu mandau yang terbuat dari kayu maupun tanduk rusa. kalali atau suling panjang). di patung dan lain-lain. Seni lukis (tato) Kesenian dalam bentuk seni lukis masyarakat Dayak yaitu berupa seni lukis seluruh badan badan manusia (tato) dengan menggunakan alat yang disebut “Tutang atau Cacah” yang dilakukan sangat teliti dan hati-hati. sarung mandau. Semua ukir-ukiran tersebut memiliki nama dan makna yang tersendiri. kakurung di sandung-sandung (rumah tempat menyimpan tulang belulang orang yang telah meninggal). Contah lain adalah nyanyian berkaitan dengan masalah perang dalam bahasa Dayak Ngaju: Amon Rikat Rambang akan manang Antang terawang kilau terawang tinggang Manintu panunjuk ije hila gantau Amon tege imeteng dawen sawang dandang tingang Antang manri dia hakipak Sambil menguik Amon ampie Ringkai akan kalah Manari sambil manangis Manintu patinju ije imeteng pondok apoi. tapi di negara kita Indonesia tato sudah ada sejak dahulu. sarunai. Jangan terkejut jika masuk ke perkampungan masyarakat Dayak dan berjumpa dengan orangorang tua yang dihiasi berbagai macam tato indah di beberapa bagian tubuhnya. Oleh karena itu. Makna Tato Bagi Suku Dayak Tato memang sudah menjadi trend di dunia luar sana. yakni sebagai “obor” dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian. suling balawang dan kangkanong humbang. serta sebagai bentuk penghargaan suku terhadap kemampuan seseorang. suling bahalang. 5. struktur sosial seseorang yang memakai tato maupun penempatan tatonya. ketambung (gendang kecil). Yang artinya dalam bahasa Indonesia: Kalau Rangkai Rambang hendak berperang Elang terbang seperti terbang tinggang Menuju petunjuk yang sebelah kanan Kalau ada diikat sawang dandang tinggang Elang menari tidak bergerak sayapnya Sambil bersuit-suit Kalau rupanya Rinmgkai akan kalah Menari terbang sambil menangis Menuju petunjuk yang diikat pondok api. kacapi (kecapi). Sebab tato bagi masyarakat Dayak tidak boleh dibuat sesuka hati sebab ia adalah sebahagian dari tradisi. tote atau serupai. patung.Tawang kanyu erang tumpalatan Angkang kedang ba iwu jumpun haket Ada malupui lalan mainsang inseEnoi isasikang piak Takuit tawang ma-ulung kekenreinUmbak basikunrung bakir Yang artinya dalam bahasa Indonesia: Agar jangan sesat di perapatan Tertahan di hutan lebat Jangan mengikuti jalan yang berliku-liku Lorong bersimpang seperti kaki anak ayam Tersesat ke laut lepas gelombang memukul dahsyat.

Dalam hal nini golongan-golongan raja-raja Banjar mitologis sampai dengan beberapa raja Banjar Historis di kategorikan dengan manusia alam gaib. Kepercayaan kepada muakkad dan muwakkal. Setiap kampung memiliki motif tato yang berbeda. Motif tato di bagian paha biasanya juga menyerupai simbol tato berbentuk muka harimau. mereka juga di kategorikan sebagai mahlukmahluk halus yang terdapat dalam kepercayaan agama islam. nandi.panembahan Batuah.masyarakat kalimantan selatan pada umumnya mempercayai adanya alam mahluk-mahluk halus ini. motif yang lazim untuk kalangan bangsawan adalah burung enggang yakni burung endemik Kalimantan yang dikeramatkan. Meskipun demikian. Ada pula tato yang dibuat di bagian paha. orang Dayak telah memiliki keyakinan yang asli milik mereka. Katholik. bangsawan. namun juga dalam sistem nilai pengartian dan pandangan mereka dalam memaknai kehidupan. hidup bermasyarakat seperti masyarakat biasa. menjadi dasar adat istiadat dan budaya mereka. mempunyai teman yang disebut muakkal-muakkal. darim lapisan raja-raja. karena telah berbaur dengan penduduk dari berbagai suku akibat perkawinan dan berbagai sebab lain. serta gaya hidup. Tatoo sangat jarang ditemui di bagian lutut. sebenarnya anjing jadi-jadian atau disebut tuang buvong as F. kepercayaan kepada dewa-dewa. Berbeda pula dengan golongan bangsawan yang mamakai tato. Tato yang dibuat diatas lutut dan melingkar hingga ke betis menyerupai ular. dimana terdapat Bekas Lingga. Menteri Empat seperti Panimbah segarapembelah batung. yang jelas bukti keberadaanya adalah agama Siwa dengan candi Laranya yang terdapat di daerah Margasari. gerak-gerik. Bagi masyarakat Dayak Kenya dan Dayak Kayan di Kalimantan Timur. Pangeran Kacil. Agama Helo/helu/ atau Kaharingan hingga saat ini masih dianut oleh sebagian besar orang Dayak. Bagi perempuan Dayak memiliki tatoo di bagian paha status sosialnya sangat tinggi dan biasanya dilengkapi gelang di bahagian bawah betis. Walaupun demikian. manguntung manau. Setiap manusia yang telh mencpai tingkat kesempurnaan dan kewalian. joni. ada garis melintang pada betis yang dinamakan nang klinge. Datu-datu ini terkenal dalam cerita .yang meliputi : alam gaib tinggal dibumi lamah. SISTEM RELIGI DAN KEPERCAYAAN Sejak awal kehidupannya. dan sebuah Arca yang sudah tidak utuh lagi. tradisi lama dalam hidup keseharian mereka masih melekat erat tidak hanya dalam bahasa. ada juga tatoo di bagian lutut pada lelaki dan perempuan yang biasanya dibuat pada bagian akhir pembuatan tato di badan. dukun dan sebagainya. Kepercayaan kepada para Datu. ulama. tidak sedikit orang Dayak yang telah menganut agama Islam. banyaknya tato menggambarkan orang tersebut sudah kuat mengembara.Bagi suku Dayak yang tinggal di sekitar Kalimantan dan Sarawak Malaysia. walau pada kenyataannya. mati dan melahirkan. Kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus. menunjukkan orang itu semakin banyak menolong dan semakin arif dalam ilmu pengobatan. seorang jin islam yang tinggi agamanya dan datang bersama Syekh Arsyad al Banjari dari Mekkah. agama siwa Budha sudah lama berkembang di daerah negara Dipa dan negara Daha. Keyakinan tersebut. tato di sekitar jari tangan menunjukkan orang tersebut suku yang suka menolong seperti ahli pengobatan. Di kalimantan selatan terkenal umpamanya Muakkal Datu kalampaian atau dalam sebutan umum dikenal sebagai Datu Baduk. pengeran Bagalung dan sebagainya. Sebelum agama islam masuk ke kalimantan selatan. symbol. Semakin banyak tatoo di tangannya. mangaruntung waluh. yaitu Kaharingan atau Agama Helo/helu/. Yang sangat terkenal dan sering dipanggil dalam dalam tiap upacara religi atau upacara adat biasa adalah pangeransuriantadan putri junjung buih. ritus. Demikian pula tidak semua penduduk pedalaman Kalimantan adalah orang Dayak. ksatria. Perbedaannya dengan tato di tangan. berbentuk manusia gaib. banyaknya tato menandakan pemiliknya sudah mengunjungi banyak kampung. Kristen. kepercayaan ini amat umum dikalangan masyarakat kalimantan selatan ini.

Yang putih tidak sellu baik.jenis-jenis kayu tertentu.html Almutahar.batu ini nanya percaya kepada dua jenis batu saja. dan waktu mengerjakannya. Dasar-Konsep-Posisi. Lexington. Respon Petani Dayak Kandayan Terhadap Teknologi Pertanian. Dalam kepercayaan terhadap batu. demikian pula yang hitam tidak selalu jahat. DAFTAR PUSTAKA • • • • http://arkandien. Kepercayaan kepada kekuatan-kekuatan gaib : umumnya berlaku dipedesaan dan kota. Kentucky: College of Agriculture. Batunakik brfungsi sebagai kekuatankekuatan pintu rejeki terantung dilihat dari pancaran sinarnya. Mereka yang melakukan parung Maya ini dengan kekuatan gaib. Program Pascasarjana UNPAD. umpamanya Datu pujung. Agricultural and Rural Sociologi. teknik dan ayat-ayat yang di tulis dalam bentuk lambang angka atau kalimatkalimat tertentu. Datu pegunungan bukit Meratus. Kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus.Sc.com/2010/06/kebudayaan-dayak-dulu-dan-sekarang. Jimat-jimat ini biasanya berbentuk segi empat. punggur kayu. Kepercayaan kepada jimat-jimat. Ilmu-Ilmu Sosial.rakyat berupa mitologi mmengenai macam-macam aspek. Hasan. Kepercayaan terhadap kekuatan batu-batu sakti. yang khas dalamkedudukannya dalam hal pemilikan tenaga kesaktian ini yaitu : batu akik dan batu jambrut. Tesis M. parit sungat dan sebagainya. Syarif. Jenis-jenis hantu ini adalah: hantu kisutatau datung kabayan. berupa benda yang dibuat dengan aturan – aturan tertentu. menggunakan parang dengan daun linjuang yang bentuknya seperti pisau berkaki tunggal diwaktu senja. Parung maya adalah kekuatan gaib yang sangat ditakuti karena jika orang yang terkena kekuatan ini maka langsung meninggal. datu yang menguasai para buaya. tintanya. Mahluk-mahluk halus dianggap mendiami gundukan-gundukan tanah (belahmika). sundal bolong.dan adapula yang berasal dri agamaislam sendiri. I. Alqadrie. Dalam hal yang bersumber dari kebudayaan asli daerah yaitu dari kahariangan atau bukit.blogspot. tergantung dari jenis rupa dan bentuk pancar yang ada. Judistira K. 1996. Bandung: Program Pascasarjana Unpad. Garna.am istilah darah disebut dengan kekuatan putih atau kekuatan hitam. Semua jenis bend dinggap memiliki kekuatan sakti yang dapat memberikan kebaikan atau keburukan. . agaman atau takkau adalah kucing hitam yang bisa berubah menjadi sebesar kerbau dan sebagainya.. baik kertasnya. Cultural Differences and Social Life Among Three Ethnic Groups in West Kalimantan Case. 1995. Demikian pula denganbatu jambrut. dimana terdapat kekuatan-kekutan gaib yang diginakan untuk membunuh dan merusak hidup orang. Sumber kepercyaanya berasal dari kebudayaan asli daerah. datu kertamina. Kepercayan kepada kekuatan-kekuatan sakti. Kekuatan-kekuatan gaib ini bersifat magic memiliki kekuatan-kekuatan positif atau negatif dan da. University of Kentucky. Bandung: Tesis Magister.hantu suluh (malam hari). 1987. datu sapala dan sebagainya. bundar dan pipih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful