1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di beberapa negara, masalah diare sering berlaku pada sesetengah kelompok mahasiswa yang melanjutkan pelajaran di luar dari tempat asalnya. Kebanyakan individu mengalami kepayahan dalam beradaptasi terhadap jenis makanan yang baru dan berbeda dengan yang secara rutinnya dimakan di negara asal sehingga menimbulkan diare. Angka kejadian diare di dunia sangat tinggi dan ini tidak hanya terbatas pada negara dunia ketiga sahaja. Menurut data dari World Health Organization (2007), di Amerika Serikat sendiri terdapat 76 juta kasus diare dan memakan korban sekitar 5000 orang setiap tahun. Di Indonesia, kejadian diare ini turut berlaku pada mahasiswa asal Malaysia yang melanjutkan pelajaran di negara ini. Dari pengalaman penulis, onset dari keadaan diare ini selalunya berlaku dalam 3 bulan pertama perubahan budaya makan mahasiswa itu sendiri dan berlanjut terus sehingga tiba suatu saat di mana saluran cerna sudah dapat beradaptasi dengan jenis makanan baru yang dimakan. Akan tetapi, menurut pengamatan penulis, terdapat banyak kejadian di mana mahasiswa itu masih mengalami diare walaupun setelah berada di Indonesia lebih dari 6 bulan. Secara umumnya, kejadian diare yang berlaku apabila seseorang itu berada di luar negara asalnya disebut sebagai Travellers’ Diarrhoea. Travellers’ Diarrhoea ini sering terjadi akibat kurangnya sanitasi yang bersih dengan penyebab paling utama adalah infeksi enterotoxin-forming Escherichia coli bacteria, ETEC. Kejadian ini sering terjadi apabila seseorang itu tidak mengambil langkah-langkah penjagaan dalam mengkonsumsi bahan makanan atau minuman. Namun begitu, gejala diare yang disebabkan oleh Travellers’ Diarrhoea ini bersifat self-limiting di mana gejala akan menghilang dalam seminggu setelah ia muncul (Easmon, 2005).

2

Persoalan menarik yang dapat dibangkitkan dengan kejadian diare di Indonesia adalah hal ini tidak hanya terbatas kepada warga asing yang melawat negara ini, melainkan turut melibatkan warga Indonesia sendiri. Selain itu, karena faktor geografis yang hampir sama, letak kedua negara yang hanya bersebelahan serta perbedaan jenis makanan yang sangat tipis antara Indonesia dan Malaysia turut menjadikan tanda tanya mengapa hal ini bisa terjadi. Dengan penelitian ini, kita dapat meneliti faktor-faktor penyebab terjadinya diare di kalangan mahasiswa asing dan juga mahasiswa asal Indonesia dengan lebih mendalam lagi dan tidak hanya mengklasifikasikan dengan istilan Travellers’ Diarrhoea. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka diperlukan suatu penelitian analitik kejadian diare di kalangan mahasiswa yang berada di Medan yaitu meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare itu sendiri sesuai dengan kondisi lingkungan dan juga diri mahasiswa.

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Meneliti faktor yang mempengaruhi terjadinya diare di kalangan mahasiswa di Medan. 1.3.2 Tujuan Khusus. Yang menjadi tujuan khusus dalam penelitian ini adalah: 1. Mencari tahu faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada mahasiswa warga negara asing (WNA) dan juga pada warga negara Indonesia (WNI). 2. Mencari tahu faktor-faktor ekstrinsik seperti pola makanan, jenis makanan, aktivitas sehari-hari, faktor sosio-ekonomi dan faktorfaktor intrinsik seperti kadar stress yang dihadapi mahasiswa,

3

jumlah jam tidur mahasiswa dan lain-lain yang bisa menyebabkan diare pada mahasiswa. 3. 4. Mencari tahu keberadaan Travellers’ Diarrhoea yang terjadi pada mahasiswa asing di Medan. Mencari tahu penanganan khusus yang sesuai dengan kondisi lingkungan kita. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk:
1. Memberikan informasi tambahan bagi penatalaksanaan masalah diare sesuai dengan kondisi individu dan negara.

2. 3.

Menyediakan informasi dan masukan dalam mengubah cara hidup individu supaya masalah ini tidak berulang. Meningkatkan diare. taraf kehidupan masyarakat seiring dengan produktivitas negara yang tidak lagi terganggu dengan masalah

4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Diare Diare adalah suatu masalah global yang sering kali berasal dari pemakanan. Menurut data dari World Health Organization, WHO (2007), pada tahun 2005 sebanyak 1,8 juta dari penduduk di dunia meninggal akibat diare. 2.1.1 Definisi Diare Diare didefinisikan dengan kondisini dimana terjadi frekuensi defekasi yang abnormal yakni lebih dari 3 kali perhari, serta perubahan dalam isi (lebih dari 200 gram/ hari) dengan konsistensi feces cair. Hal ini biasanya dihubungkan dengan ketidaknyamanan perianal, inkontinensia, atau kombinasi dengan faktor-faktor ini. Adanya perubahan yang menyebabkan perubahan pada sekresi usus, absorbsi mukusal, atau motilitas dapat menimbulkan diare (Soebagyo, 2008). 2.1.2 Penyebab Diare Terdapat banyak penyebab diare yang bisa diklasifikasikan berdasarkan simptom yang dikeluhkan oleh pasien dan durasi diare itu sendiri. Namun begitu, menurut Brunner dan Suddarth (2001) secara umumnya, diare dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu seperti pengganti hormon tiroid, obat pelunak feses dan laksatif, antibiotik, kemoterapi maupun antasida. Selain itu juga dapat disebabkan oleh gangguan metabolik dan endokrin seperti keracunan makanan dan disentri. Proses penyakit lain yang dihubungkan dengan diare adalah gangguan nutrisi yang menyebabkan malabsorbsi seperti sindroma usus peka, colitis, ulseratif dan enteritis regional. Selain itu, penyakit seperti deficit spinkter anal, Zollinger-Ellison Syndrome, paralitik ileus dan obstruksi usus juga dapat menyebabkan diare.

penyerapan cairan tidak berlaku dan hasilnya. malabsorbsi. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar. protozoa. Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. diare dapat dikelompokan ke dalam 6 kelompok besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare. virus. Tipe dasar diare karena infeksi adalah non inflamatori dan inflamatori. Diare secara umumnya terjadi apabila cairan dari makanan kita tidak bisa diserap oleh usus besar. mikroorganisme ini akan mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. makanan yang dicerna akan diserap oleh usus kecil dan meninggalkan kotoran yang tercampur dengan cairan untuk diserap oleh usus besar. Usus besar akan menyerap cairan. Penyebab lain diataranya adalah alergi. defisiensi imunitas. namun penyebab yang paling sering adalah akibat infeksi bakteri. Apabila usus besar mengalami inflamasi. makanan yang kita konsumsi akan tercampur dengan cairan untuk memudahkan proses pencernaan. Di lain pihak. Dalam proses digestasi. sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus.5 Menurut Daldiyono (1997) pula. keracunan. Bagi infeksi dari mikroorganisme. maupun parasit. dan meninggalkan material lain sebagai kotoran yang setengah padat yang seterusnya menjadi feses. Di Indonesia. Bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan diare. air akan turut mengikuti feses keluar hingga mengakibatkan feses berair. . Secara normal.

Dehidrasi ringan hanya menyebabkan bibir kering. Kultur feses tidak diwajibkan melainkan jika diare disertai dengan demam yang tinggi. tinja berdarah. . 2001). Gangguan bakteri dan parasit kadang-kadang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam tinggi (Brunner dan Suddarth. dan sakit kepala. pihak rumah sakit bisa mengambil tindakan untuk tidak melakukan ujian lanjutan sama sekali.3 Gejala Diare Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam sehari. muntah. inkontinensia. demam. Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (misalnya natrium dan kalium).1. atau kombinasi dengan faktorfaktor ini (Brunner dan Sudarth.1. serta gejal-gejala lain seperti flu misalnya agak demam. Ini memakan waktu sekitar 1 hingga 2 hari untuk mendapatkan hasil dari ujian laboratorium tersebut. atau penyakit yang sudah lama dideritainya. penurunan nafsu makan atau kelesuan. yang biasanya disertai denga rasa ketidaknyamanan perianal. nyeri otot atau kejang. Rasa mual dan muntah-muntah dapat mendahului diare yang disebabkan oleh infeksi virus. biasanya menyebabkan syok. Diare seringkali disertai oleh dehidrasi (kekurangan cairan). 2. pihak rumah sakit akan mengirim sampel feses ke bagian laboratorium untuk melihat jika penyebab dari diare yang dideritai pasien dapat dijumpai. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput Dehidrasi berat bisa berakibat fatal. Infeksi bisa secara tiba-tiba menyebabkan diare.4 Uji Klinis Diare Bagi orang-orang yang sehat tetapi mengalami diare dan tidak menunjukkan gejala-gejala yang lain. dapat pula mengalami sakit perut dan kejang perut. bayi menjadi rewel atau terjadi gangguan irama jantung maupun perdarahan otak. Selain itu.6 2. 2001). darah pada feses. sehingga pada bayi. Pada sebagian kasus.

7 Tes darah diperlukan kadang kala bagi mereka yang menghidapi masalah medis yang lain atau yang menghidapi penyakit kronis. .

nyeri di bagian abdominal. Biasanya. 2.2 Travellers’ Diarrhoea Menurut Easmon (2005). TD didefenisikan sebagai pembuangan air besar yang bersifat cair sekurang-kurangnya 3 kali dalam suatu tempoh 24 jam dan disertai dengan sakit di bagian abdominal.2. Secara umum. pasien yang menghidapi TD ini akan mengalami sekitar 4 hingga 5 kali pembuangan feses yang bersifat encer per hari. demam dan juga malaise (Easmon. Escherichia coli menyebabkan diare yang bersifat encer dan disertai dengan nyeri di bagian abdominal dan terkadang menyebabkan demam. Escherichia coli adalah penyebab paling sering penyakit TD ini. 2005). .2 Penyebab Travellers’ Diarrhoea Penyebab TD yang paling utama adalah agen-agen infeksi. Travellers’ Diarrhoea (TD) adalah suatu penyakit yang yang sangat sering terjadi pada orang yang berlibur di tempat dengan kondisi makan maupun taraf hidup yang berbeda. Ini disertai dengan gejalagejala lain seperti pusing. Agen kausatif yang paling sering menyebabkan TD ini di negara-negara membangun adalah Escherichia coli. muntah.2. Perubahan konsistensi feses juga sering terjadi.1 Gejala Travellers’ Diarrhoea Kebanyakan kasus dari TD terjadi secara tiba-tiba.8 2. volume dan berat dari feses. Penyakit ini secara umumnya akan menyebabkan peningkatan frekuensi. 2. Enteropatogen bakteri menyebabkan lebih dari 80% dari kasus TD. Wilderness Diarrhoea (WD) pula adalah kejadian di mana orang-orang yang sering bercuti ke daerah hutan-hutan atau perkampungan tetapi tetap di negara mereka sendiri menghidap diare dengan gejala yang mirip dengan TD. 2001). pusing dan mual. sekitar 30% dari warga dunia yang bercuti ke negara lain (sekitar 10 juta kasus) mengalami diare (Farthing. Berikut adalah daftar penyebab dari kejadian diare yang sering terjadi pada warga yang berlibur di luar negara. Setiap tahun.

Ya Tidak diet sedang Bacillus cereus Ya Bakteri Tidak Nasi telah dimasak.1 Mikroorganisme Penyebab Travellers’ Diarrhoea dan Contoh Makanan Yang Sering Terkait (Dikutip dari Travel Doctor. sayuran Susu mentah. Inkubasi antara 2-5 hari dan maksimak Campylobacter Ya Ya produk susu Cholera Ya Ya 11 hari. makanan baru Simptom Umum Mual muntah. Kerang. malaise tetapi muntah tidaksering. Penderita sering muntah dan mulai seiring membaik pasien .9 Tabel 2. diare disertai darah.) Mikroorganisme Tiada Medium Makanan Minuman Makanan Makanan pedas. air Menginfeksi melalui kotor minuman makanan. diare yang bertahan selama 2448 jam dan bersifat self-limiting. sulit dibedakan dan onset untuk dengan adalah tiba-tiba dan yang lain. Nyeri abdominal. dan 1-5 jam muntah daging yang yang jam predominan diare diikuti dengan 8-16 predominan.

Infeksi dengan Cl. Bakteri bisa ini memperbanyak diri di dalam usus kecil keju. jarang dengan Waktu tetapi disertai muntah. mentah. daging. daging yang toksin tidak cukup menunjukkan masak symptom termasuk yang lebih Kondisi ini bersifat self limiting dengan durasi Listeria Ya Ya Keju. madu per-oral durasi infeksi. dan menghasilkan yang lain defekasi cair. susu.10 mengkonsumsi minuman. sayuran. sayuran mentah jam. sayur mentah. berakibat fatal. inkubasi selama 12-18 jam. Diare dengan nyeri abdominal. Botulinum Escherichia coli Ya Ya Salada. Penggunaan antibiotik mengurangi Clostridia Ya Tidak Ikan. susu Diare diikuti konjunktivitis sekitar dan 48 nyeri sering dengan dan abdominal .

Diare yang salada. produk muntah. nyeri abdominal. kerang mengandung mucus. Sejenis disentri dan bertanggung kepada demam encer keluhan yang 15% jawab dari kasus TD. telur. Waktu inkubasi sekitar 12- Shigella Ya Ya Kentang. telur 36 jam. Produk susu. sayuran. telur. keju. nyeri salai. salada. dan mukus. dehidrasi. Pusing. Bersifat Salmonella (non Ya typhoid) Ya di Pada kala bisa kasus yang kronis berbahaya pada wanita hamil. Suatu fase dengan sehingga defekasi tetapi encer keluhan feses yang sering disertai darah Staphylococcus aureus Ya Tidak Daging tenusu. suhu krim tubuh menurun dan mual. daging. .11 nyeri tenggorokan. muntah dan demam yang kurang daari seminggu. kadang septicaemia berkembang. abdominal.

nyeri Bersifat abdominal. demam. mual. sayuran mentah Kerang mentah sekitar 2-7 jam. muntah. dan sakit Waktu Vibrio parahaemolyticus Ya Ya diare. produk konstipasi dan diare. maupun selera mual. kerang. symptom flu yaitu kehilangan makan. abdominal diikuti ikterus. Virus Ya Air minum. tidak ditangani. 24 jam. inkubasi sekitar 12- Hepatitis A Ya ini menginfeksi melalui buah-buahan air minum. Virus kerang. abdominal. Simptom dan sayuran utama adalah seperti mentah. inkubasi Thyphoid Ya Ya Air terkontamin susu terkontamin susu. fatal jika asi. berkemungkinan ada . muntah.12 dan eskrim kadang-kala Waktu diare. nyeri dan dengan Diare tiada. hari yaitu termasuk asi. Nyeri demam kepala. Simptom mulai menunjuk selepas 7 sakit kepala.

13 Hepatitis A jarang berkembang menjadi Rotavirus Ya Ya Tiada informasi kronis. menghasilkan imunitas yang tidak bertahan. terjadi yang dapat tertular melalui tetesan. Virus ini masih belum dengan sangat ditangani. Virus ini menyebabkan diare akut dan muntah kontak Biasanya. Diare yang kronis bisa disebabkan oleh invasi dinding perut oleh virus yang memusnahkan kebolehan menyerap cairan dan mengurangkan kadar Norovirus (Norwhalk) Ya Ya Tiada informasi enzim pencernaan. infeksi langsung dan juga dipahami mendalam sulit Infeksi lagi membuatkan ia bersifat menular dan selama 24-48 jam dah jarang bersifat .

perut menyebabkan keluarnya durasi maupun Pengobatan organisme resisten disinfeksi Entamoeba histolytica Ya Ya Buahbuahan. yang bisa mencapai dari parasit organisme dan antara dan menginvasi dinding terapi rehidrasi dan termasuk iodin. pada Virus ini sangat sering terjadi tempat terisolasi seperti di atas kapal layar di mana ia sangat cepat tertular penumpang awak kapal. sayursayuran. sosis mentah.14 serius. Berasal keluarga malaria. Ya Protozoa Ya Susu mentah. Onset diare bersifat gradual demam disentri Diare dan tiada untuk bakteri. mengandung membedakan ia dari . adalah turut terhadap kimia. Cryptosporidium spp. 10 cairan hari lebih.

pesakit diabetes. setiap orang yang mengunjungi tempat itu seharusnya dinasehati supaya tidak mengkonsumsi sayur-sayuran yang sering . apabila seseorang berkunjung ke suatu tempat yang baru.4 Pencegahan Travellers’ Diarrhoea TD paling sering terjadi akibat adanya kontak langsung dari route fecaloral. Oleh karena itu. penjagaan makanan adalah faktor penting dalam mencegah terjadinya TD. secara umum. dan orang yang sedang mengambil obat H-2 Blockers atau antasid. Semua makanan yang tidak cukup masak atau mentah mempunyai derajat kontaminasi yang sangat tinggi. 2. Tidak ada perbedaan dalam faktor gender. Diare terjadi setelah suatu besar busuk bertahan fase dan yang kronis bersifat sangat bisa selama defekasi beberapa bulan. darah dan mukus. Terutamanya di tempat-tempat di mana kebersihan dan sanitasi sangatlah tidak mencukupi. sayursayuran.2.15 Giardia lamblia Ya Ya Buahbuahan. penderita imunosupresan. Menurut WHO dan Centers For Disease Control and Prevention. 2.3 Faktor Resiko Travellers’ Diarrhoea Penyebab primer dari infeksi adalah ingestasi dari air atau makanan yang telah terkontaminasi dengan feses. Timur Tengah dan Asia. Negara-negara membangun memiliki persentase yang lebih tinggi terutama Amerika Latin. haruslah diingatkan bahwa pemilihan makanan yang bersih dan aman itu penting. Menurut CDC (2007). CDC (2006). Afrika.2. yang memiliki resiko tinggi untuk mengalami TD adalah remaja dan dewasa muda (dalam rentang usia 20-25 tahun).

Ini dapat mengurangkan resiko patogen untuk masuk ke rongga hidung untuk menyebabkan infeksi. susu yang tidak menggunakan tehnik pempasteuran. Tehnik pencucian tangan sebelum makan juga penting dimana pencucian tangan dilakukan dengan menggunakan sabun dengan kandungan alkohol lebih dari 60%. elak dari berenang berdekatan dengan sistem perparitan. maupun di kolam renang dengan terjadinya diare terutama jika kepala perenang turut masuk dalam air. sungai. Jika ingin memakan buah-buahan. Selain itu. menukar lampin anak atau setelah kontak langsung dengan anak-anak kecil. berenang selepas hujan yang lebat turut meningkatkan resiko untuk terinfeksi dengan mikroorganisme yang bisa menyebabkan diare. bahan buangan dari hewan dan kotoran lainnya. danau. Cara pencegahan apabila berenang adalah dengan menggunakan ‘nose plugs’ apabila melakukan aktivitas berenang. pastikan buah-buahan itu sudah benar-benar dicuci dengan air yang bersih dan kulitnya dikupas sendiri. Terdapat banyak kasus yang mengatakan adanya hubungkait antara renang di laut. Aktivitas renang yang terkawal turut memainkan peran penting dalam pencegahan TD. Makanan yang telah dimasak sekalipun. haruslah dilihat terlebih dahulu jika pantai atau kawasan renang itu telah terkontaminasi oleh buangan hewan maupun manusia. Berenang di kawasan kolam renang dengan air yang telah melalui proses netralisasi dengan klorin bisa dianggap aman selagi .16 dimakan mentah seperti salada. bagi yang ingin berenang di tempat yang tidak terjamin kebersihannya. Ini harus dilakukan setiap kali ke kamar mandi. hewan peliharaan ataupun feses secara langsung. Air tersebut bisa terkontaminasi oleh perenang lainnya dan juga dari bahan buangan sampah. jika dibiarkan di tempat terbuka selama beberapa jam dengan suhu ruangan yang normal bisa menjadi tempat perkembangan bakteri dan sekaligus menyebabkan makanan tersebut terkontaminasi lagi. Seterusnya. Secara umum. produk tenusu lainnya seperti keju dan makan makanan yang sudah benar-benar dimasak dan masih hangat.

konsumsi es pada hidangan harus turut diawasi. 1990. aktivitas rutin seperti menyikat gigi harus juga diawasi dan sebisa mungkin. Ini karena. 2003). 2. Cairan yang diminum juga harus dilihat dan diawasi tingkat keamananya. 1989) yaitu: . tidak menggunakan air biasa melainkan air yang telah dijamin kebersihannya. hepatitis A. memasak air adalah cara paling efektif dan tidak menguras kantong untuk memastikan air yang dikonsumsi itu aman. Di kawasan yang terdapat banyak kasus diare.3 Stress Apabila kita berbicara tentang stress. biasanya pembicaraan itu berawal dari suatu keadaan atau situasi yang sulit untuk dihadapi sementara tuntutan untuk keberhasilan dalam menghadapi situasi tersebut sangat tinggi sehingga menyebabkan ketegangan dan perasaan tidak nyaman. Coyne & Holroyd. Akan tetapi. Kita dapat memahami arti kata stress tersebut karena pernah mengalami pengalaman pribadi yang serupa dan berdampak sama. mungkin diharapkan bahwa konsep mengenai stress itu sendiri dapat diuraikan secara sederhana. Karena pengalaman tersebut sifatnya sangat umum. Stress psikologis telah dikonsepkan dalam 3 cara (Baum. Hobfoll. ada beberapa organisme yang sedikit resisten terhadap klorin seperti Giardia. Oleh karena itu. 1982. Oleh itu.17 pH airnya dalam batas normal. Tetapi pada kenyataannya tidak. norovirus dan yang sangat resisten terhadap klorin seperti Cryptosporidium banyak dijumpai di kawasan kolam renang dengan air yang diklorinkan. dan kemudian membiarkan suhunya turun ke suhu kamar tanpa menggunakan es (Cartwright. es yang telah cair akan mengaktivasikan bakteri bersifat patogen tersebut yang sebelumnya tidak aktif. 2003). Selain mengkonsumsi air dari botol. Ini dilakukan dengan cara membiarkan air tersebut masak dan berbuih selama kurang lebih 1 menit. para perenang harus hati-hati dan tidak menelan air di kolam renang itu (Cartwright.

3. 1978. Lazarus & Folkman.3. Respon psikologis dan fisiologis seseorang terhadap stressor disebut strain. Contohnya. dan lain sebagainya. Pendekatan yang memperlakukan stress sebagai suatu respon yang terfokus pada reaksi seseorang terhadap stressors. Proses ini melibatkan interaksi dan penyesuaian secara berkesinambungan yang disebut transaksi. 1984). berkeringat. mendeskripsikan stress sebagai stimulus. emosi. Konsep yang fokusnya pada lingkungan. dan menjadi semakin marah setiap menitnya. Contohnya adalah ketika seseorang menggunakan kata stress untuk menjelaskan tingkat ketegangan dalam dirinya. Contohnya seperti yang banyak dialami dalam pekerjaan yang tingkat stressnya tinggi. . dimana referensi sumber atau penyebab ketegangannya adalah suatu kejadian atau rangkaian peristiwa yang terjadi. 2. ditambah dengan sebuah bentuk hubungan yang penting yaitu hubungan antara seseorang dan lingkungannya (Cox. dimana keduanya saling mempengaruhi satu sama lain. antara seseorang dan lingkungannya. Respon tersebut mempunyai 2 komponen yang saling berkaitan. Kejadian atau keadaan yang direspon sebagai ancaman atau sesuatu yang membahayakan diri kita. 2. yaitu komponen psikologis yang melibatkan perilaku.18 1. sakit perut. terus membunyikan klakson mobilnya. pola pikir. dan komponen fisiologis yang melibatkan peningkatan rangsangan tubuh seperti jantung berdebar. stress bermaksud tekanan secara psikologis maupun fisikal yang dihasilkan dari kejadian fisikal. sehingga menimbulkan perasaan tegang.1 Definisi Stress Menurut Colman dan Andrew (2001). disebut stressors. Pendekatan yang mendeskripsikan stress sebagai sebuah proses yang melibatkan stressors dan strains. dan emosi. seseorang yang terjebak dalam kemacetan dan terlambat untuk suatu pesta terus melihat jamnya.

3.K. Wright dan A. 1969). Das.T. akan tetapi kejadian ini telah lama diteliti dengan kasus diare akibat stress yang turut mengekskresi 4-hydroxy-3-methoxy mandelic acid (J. Walaupun patofisiologi bagaimana kejadian stress ini terjadi belum ditentukan secara pasti.19 sosial. Stress sejak dahulu sering dikaitkan dengan kejadian diare. maupun ekonomik yang sulit diatasi. . 2.2 Kaitan Stress dan Diare Diare yang disebabkan oleh stress disebut sebagai Performance Anxiety Diarrohea (PAD) atau Nervous Diarrhoea. Ini adalah tipe diare yang akan muncul apabila seseorang itu terpaksa melalui suatu fase di mana memerlukan konsentrasi yang tinggi dari seseorang itu yang bisa menimbulkan stress.

Penelitian modern pada saat ini berfokus kepada kepentingan hubungan antara kejadian yang berlaku sehari-hari yang mempengaruhi sistem saraf pusat kita. Kaitan antara kejadian-kejadian di dunia nyata dan simptom-simptom gastrointestinal telah lama diterima.20 2. . dan bagaimana faktor ini member efek kepada fungsi sistem pencernaan melalui enteric nervous system yang telah terspesialisasi di usus kecil.3 Penyebab Performance Anxiety Diarrhoea Diare terjadi apabila sesuatu mengganggu keseimbangan sistem pencernaan kita.3.

3. Faktor Ekstrinsik: Lingkungan Pola makan Jenis makanan Riwayat infeksi Sosio-ekonomi Sanitasi makanan Kebersihan diri Faktor Intrinsik (Stress): i. jenis makanan.21 BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL 3. Faktor-faktor di sini termasuk faktor ekstrinsik yaitu faktor lingkungan. pola makanan. Pola tidur Pola belajar Faktor keluarga Kejadian diare pada mahasiswa.1 Kerangka konsep penyebab diare dengan kejadian diare pada mahasiswa.1 Variabel Independen Variabel dalam penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi terjadinya diare pada mahasiswa di negara ini.1 Kerangka Konsep Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian di atas maka kerangka konsep dalam penelitian ini adalah: Gambar 3. ii. iii. riwayat .1.

1. 2. kebersihan diri maupun faktor genetik. 1. . 3.2 Variabel Dependen Hasil dari penelitian ini akan memberi kita jawaban terhadap faktor yang sebenarnya mempengaruhi kejadian diare pada mahasiswa. Tempat tinggal Pengukuran tempat tinggal responden didasarkan pada tempat tinggal sebelum responden datang ke Medan dan pada saat ini.22 infeksi. sehingga kelainan diare akibat penyakit terdahulu dapat dieliminasi. 3. Tempat tinggal yang dijawab oleh responden akan dianalisa untuk dinilai keadaan sosio ekonomi dan juga kebersihan lingkunannya. Riwayat penyakit Pengukuran riwayat penyakit responden didasarkan pada jenisjenis penyakit yang dapat menimbulkan gejala diare pada saat responden baru datang ke Medan dan pada saat ini. 3. pola makan dan keadaan sosio-ekonomi di mana variabel pengukur akan dijabarkan menjadi komponen yang dapat diukur berdasarkan nilai yang diberikan kepada setiap pertanyaan. riwayat penyakit terdahulu. sanitasi makanan.2 Defenisi Operasional Skala pengukuran dalam penelitian digunakan untuk mengukur perilaku dan riwayat hidup responden yang meliputi tempat tinggal. pola belajar maupun faktor keluarga. Pola makan Pengukuran pola makan responden didasarkan pada pola makan responden pada saat responden baru datang ke Medan dan pada saat ini dan dianalisa untuk menilai hubungannya dengan kejadian diare. sosio-ekonomi. terdapat juga faktor intrinsik yang menggambarkan tahap stress yang dilalui oleh mahasiswa itu seperti pola tidur. Selain itu.

5.3 Hipotesa Hipotesa yang ingin dibuktikan pada penelitian ini adalah terdapat faktorfaktor ekstrinsik dan intrinsic yang mempengaruhi tercetusnya diare pada mahasiswa.23 4. 3. Uang untuk makanan Pengukuran uang untuk makanan yang disisain oleh responden setiap hari didasarkan pada saat responden baru datang ke Medan dan pada saat ini untuk dianalisa dan dinilai kualitas makanan yang dikonsumsi responden sehari-hari. . Stress Pengukuran tahap stress oleh responden didasarkan pada saat responden baru datang ke Medan dan pada saat ini untuk dianalisa dan dinilai hubungan antara stress dengan kejadian diare. H1 = terdapat hubungan antara faktor ekstrinsik dan intrinsik dengan tercetusnya diare di kalangan mahasiswa. H0 = tidak terdapat hubungan antara faktor ekstrinsik dan intrinsik dengan tercetusnya kejadian daire di kalangan mahasiswa.

3. 4. Penelitian ini akan memberikan gambaran umum kejadian diare yang berlaku pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. penulisan karya tulis ilmiah (KTI) dan seminar hasil. 4.2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Sub- . seminar proposal dan dilanjutkan dengan penelitian lapangan untuk pengumpulan data serta melakukan pengolahan dan analisa data. 4.2. penyusunan laporan penelitian. di Jalan Dokter Mansyur Medan.1 Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan rancangan penelitian retrospektif. Penelitian ini dimulai dari penelusuran daftar pustaka.2 Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di sekitar kampus Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.3 Populasi dan Sampel 4.1 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa yang belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara bagi tahun ajaran 2006. Adapun alasan dipilihnya tempat ini sebagai lokasi penelitian adalah karena jumlah mahasiswa asing yang cukup banyak disamping adanya mahasiswa warga negara Indonesia dengan latar belakang dan tingkat sosio-ekonomi yang bervariasi.1 Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada akhir Juli 2009 dan berlangsung selama 4 bulan. konsultasi dengan dosen pembimbing.2 Waktu dan Tempat Penelitian 4.24 BAB IV METODE PENELITIAN 4. survei awal. 2007 dan 2008. penyusunan proposal penelitian.

.3.2 Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah bagian dari populasi mahasiswa stambuk 2006 hingga 2008 di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.10 (Notoatmodjo.25 bagian Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 456 orang mahasiswa bagi stambuk 2007 dan 428 orang mahasiswa bagi stambuk 2008. ditetapkan sebesar 0. Jumlah populasi yang ingin diteliti adalah 1310 orang mahasiswa. 4. Penentuan besar sampel berdasarkan rumus: N n= 1 + N (d)2 Dimana: n = sampel N = populasi d = penyimpangan statistic dari sampel terhadap populasi. 4. yaitu peneliti menghubungi responden yang memenuhi criteria inklusi sampai data yang terkumpul mencapai jumlah yang sudah ditentukan.4 Teknik Pengumpulan Data Pada pelaksanaan penelitian penulis mengumpulkan data melalui data yang dikumpulkan menggunakan melalui wawancara langsung berupa pada responden Data dengan yang instrument penelitian kuesioner. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan quota sampling. 2002) Berdasarkan rumus tersebut didapatkan jumlah sampel sebesar 93 orang. terdapat sebanyak 426 orang mahasiswa bagi stambuk 2006. dikumpulkan adalah semua ada termasuk variable independen dan dependen.

9705 0. Laporan Hasil Uji Validitas dan Uji Realibitas.26 Wawancara dilakukan dengan melakukan pertemuan bersama responden di sekitar kampus Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 4. Tabel 4. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran yang telah dilakukan telah valid dan reliabel. Sedangkan Reabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Kriteria eksklusi adalah semua mahasiswa yang tidak mengisi kuesioner dengan lengkap. Variabel Nomor Pertanyaan Faktor Mempengaruhi Tercetusnya Diare 1 6 7 8 10 11 Total Pearson Correlation 0. Kriteria inklusi adalah semua mahasiswa yang pernah mengalami diare dan tidak disebabkan oleh demam maupun penyakit terdahulu yang ketika dilakukan penelitian bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian. Uji Validitas dan Realibilitas Validitas menunjukkan sejauh mana ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran yang ingin diukur. Berdasarkan hasil uji yang diperoleh.5710 Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0.6182 0.1.1.5164 0.7234 0.916 5 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Status Alpha Status . tidak mengalami diare atau mengalami daire disebabkan penyakit terdahulu.4.7699 0.

.6143 0.27 12 13 15 16 17 18 0.9271 0. kemudian dimasukkan dan diolah dengan menggunakan program SPSS versi 15. Selanjutnya data-data tersebut disajikan dalam bentuk tabel.4951 0. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik yang sesuai secara univariat dan bivariat.5 Metode Analisis Data Data-data yang telah dikumpulkan dilakukan pengolahan melalui proses pengeditan dan pengkodean.4618 0.5724 0.7851 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 4.

T.1.1.2 9 9.8 2.28 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.4%) sedangkan responden yang mengalami diare . Hasil Penelitian 5.4 100 Total 93 Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa sebaran responden menurut onset kejadian diare mayoritas tidak mempunyai waktu tertentu bagi kejadian diare yakni 72 orang (77.1. 5. Mansur No.7 0 72 0 77. Deskripsi Karakteristik Responden Tabel 5. Kampus USU Medan. Deskripsi Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di sekitar kampus Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang bertempat di Jl. 5. Karakteristik responden berdasarkan onset kejadian diare.1. dr.1.2. Variabel Kategori Jumlah % Onset diare Sewaktu baru datang ke Medan Setelah Medan Sejak datang ke Medan sampai saat ini Tidak pernah diare Tidak ada waktu tertentu beberapa minggu di 10 2 10.

Tabel 5.5 68. frekwensi diare antara sekali hingga empat kali dalam satu bulan yaitu sebanyak 8 orang (8.8%).7%) dan yang mengalami diare setelah beberapa minggu di Medan sebanyak 2 orang (2.5%). .1%). yang mengalami diare dari saat datang ke Medan hingga kini sebanyak 9 orang (9.8%). Selanjutnya diikuti responden yang mengalami diare lebih dari sekali dalam seminggu yaitu sebanyak 15 orang (16.2.8 100 Dari hasil analisis diketahui bahwa mayoritas responden mengalami diare dengan waktu yang tidak tentu yaitu sebanyak 64 orang (68.29 sewaktu baru dating ke Medan sebanyak 10 orang (10.1 8.2%). Variabel Frekwensi kejadian diare Kategori Lebih dari 1X dalam 1 minggu 1X hingga 4X dalam 1 bulan Kurang 3X dalam waktu 3 bulan Tidak ada waktu tertentu Total Jumlah 15 8 6 64 93 % 16. Karakteristik responden berdasarkan frekwensi diare.6 6.6%) dan yang terakhir responden yang mengalami diare kurang dari tiga kali dalam tempoh waktu tiga bulan yaitu sebanyak 6 orang (6.

4%). Responden yang mengalami diare setelah demam adalah berjumlah 12 orang (12.7 5.7%).9%) sedangkan responden yang mengalami demam akibat diare adalah berjumlah 5 orang (5. Karakteristik responden terhadap penyebab diare. . Variabel Penyebab diare Kategori Diare diawali dengan demam Diare tidak diawali dengan demam Diare menyebabkan demam Jumlah 12 76 5 % 12.3.30 Tabel 5.9 81.4 Total 93 100 Dari hasil analisis dapat diketahui sebaran responden berdasarkan penyebab diare mayoritas diare yang tidak diawali dengan demam yaitu sebanyak 76 orang (81.

Tempat tinggal Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n Saudara / keluarga Kost / kontrakan Total 10 15 18.364 Sering Total p value Dari hasil analisa hubungan antara frekwensi diare dengan tempat tinggal. .3.3 8.5 75. Hasil Analisis Statistik Tabel 5.3 4 8 7. diperoleh bahwa sebanyak 4 orang (10.4.2 n 29 % 76.2 16.5 n 38 % 100 0.1.3 n 4 % 10.05. Distribusi responden berdasarkan ada atau tidaknya hubungan antara tempat tinggal dengan frekwensi terjadinya diare. Karena nilai p>0.5%) responden yang tinggal bersama saudara atau keluarga sering mengalami diare.31 5. Sebanyak 4 orang (7.3%) responden yang tinggal di kost atau di kontrakan juga sering mengalami diare. disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekwensi diare dengan tempat tinggal responden sama ada responden tinggal bersama saudara / keluarga atau tinggal di kost/ /kontrakan. Hasil uji statistik didapatkan p value = 0.364.1 41 70 74.6 55 93 100 100 5 % 13.

1 75. Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0.301 Sering Total p value Dari hasil analisa statistik hubungan antara frekwensi mengkonsumsi makanan capat saji dengan frekwensi terjadinya diare.3 3 8 21.5.301.4 16.6 22 71. Sebanyak 22 orang (71%) responden yang mengkonsumsi makanan cepat saji 1 hingga 3x seminggu juga kadang-kadang mengalami diare. diperoleh bahwa sebanyak 40 orang (83. Distribusi responden berdasarkan ada tidaknya hubungan antara frekwensi mengkonsumsi makanan cepat saji dengan frekwensi terjadinya diare.0 2 6.4 8.5 31 100 n 5 % 10. Karena nilai p>0.8%) responden yang mengkonsumsi makanan cepat saji lebih dari 3x seminggu kadang-kadang mengalami diare.05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekwensi mengkonsumsi makanan cepat saji dengan frekwensi terjadinya diare.32 Tabel 5. Frekwensi konsumsi makanan cepat saji >3x seminggu 1-3x seminggu Jarang / tidak pernah Total 3 15 21.8 n 3 % 6.4 Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n 40 % 83.1 8 70 57.3 n 48 % 100 0.6 14 93 100 100 7 22. .

Hasil uji statistik didapatkan p value = 0.1 n 36 % 100 0. Karena nilai p>0.1 4 8.7 16.05.1 Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n 28 % 77.9 45 100 4 % 11. Sebanyak 28 orang (77.8 n 4 % 11.1 10 70 83.0 32 71.3 75.3 0 8 0 8.6.641 Sering Total p value Dari hasil analisa hubungan antara frekwensi diare dengan tempat makan.8%) responden yang makan di rumah turut kadang-kadang mengalami diare. Distribusi responden berdasarkan ada tidaknya hubungan antara tempat makan sehari-hari dengan frekwensi terjadinya diare.6 12 93 100 100 9 20.641.3%) responden yang makan di pinggir jalan mengalami diare dengan keseringan kadang-kadang. Makanan seharihari n Makanan rumah Rantangan / kantin FK / restoran Pinggir jalan Total 2 15 16. disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekwensi diare dengan tempat makan sehari-hari . diperoleh sebanyak 10 orang (83.33 Tabel 5.

5 22 100 9 3 18. Karena p>0. Hasil uji statistik diperoleh p value = 0.05.1 70 75. Sumber air Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n Air mineral PT.4 4 3 8.868 % N % n % n % Sering Total p value Dari hasil analisa hubungan antara sumber air dengan frekwensi kejadian diare.0 14.Aqua turut kadang-kadang mengalami diare.8%) responden yang sumber airnya dari PDAM Tirtanadi mengalami diare dengan keseringan yang kadang-kadang. maka disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sumber air dengan frekwensi diare.6 18 81.8 1 4. Aqua Air galon isi ulang Air PDAM Tirtanadi (dimasak) Total 15 16.34 Tabel 5. .0 71. Sebanyak 37 orang (74%) responden yang meminum air dari PT.3 50 21 100 100 0.3 8 8.868.7. Distribusi responden berdasarkan ada tidaknya hubungan antara sumber air dengan frekwensi terjadinya diare.6 93 100 3 13. didapatkan bahwa sebanyak 18 orang (81.3 37 15 74.0 14.

7 9.7 23.2%) responden yang waktu makannya tidak teratur sering mengalami diare. .1 18.056 Sering Total p value Dari hasil analisa hubungan antara keteraturan waktu makan dengan frekwensi terjadinya diare.056.3 72. diperoleh bahwa sebanyak 25 orang (92.35 Tabel 5. hanya kadang-kadang mengalami diare. Distribusi responden berdasarkan hubungan antara keteraturan waktu makan dengan frekwensi terjadinya diare. karena nilai p>0. Sedangkan sebanyak 2 orang (18.6 9.1 Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n 25 37 8 70 % 92.6 67. teratur Kadang kala Tidak Total 1 13 1 15 % 3.05 maka disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara keteraturan waktu makan dengan frekwensi terjadinya diare.7 75. Keteraturan waktu makan n Ya.6 n 27 55 11 93 % 100 100 100 100 0.1 16.6%) responden yang waktu makannya teratur.3 n 1 5 2 8 % 3.8.2 8. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p value = 0.

5%) responden yang frekwensi makannya 3x sehari kadang-kadang mengalami diare.6 n 51 42 93 % 100 100 100 0.7 16.5 73. maka disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekwensi makan dalam sehari dengan frekwensi kejadian diare.5 8. .8%) responden yang frekwensi makannya lebih atau kurang dari 3x sehari turut kadang-kadang mengalami diare.8 75. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p value = 0. Karena nilai p>0.559. Frekwensi makan dalam sehari 3x >3x / <3x Total n 8 7 15 % 15. Sedangkan 31 orang (73.9.7 16.36 Tabel 5. Distribusi responden berdasarkan hubungan antara frekwensi makan dalam sehari dengan frekwensi terjadinya diare.1 Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n 39 31 70 % 76.8 9.559 Sering Total p value Dari hasil analisa hubungan antara frekwensi makan dalam sehari dengan frekwensi terjadinya diare diperoleh bahwa sebanyak 39 orang (76.05.3 n 4 4 8 % 7.

Karena nila p>0.1 8.37 Tabel 5.9 16.211.1 24 70 75.3 1 8 3.211 Sering Total p value Dari hasil analisa diperoleh bahwa sebanyak 46 orang (75. Sebanyak 24 orang (75%) responden yang tidak tentu jenis makanannya turut mengalami diare dengan frekwensi yang kadang-kadang. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p value = 0.4 n 7 % 11.1 Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n 46 % 75. Jenis makanan sehari-hari n Makanan seimbang Tidak tentu Total 7 15 21. Distribusi responden berdasarkan hubungan antara jenis makanan sehari-hari dengan frekwnsi terjadinya diare. .6 32 93 100 100 8 % 13.05 maka disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis makanan sehari-hari dengan frekwensi terjadinya diare.4%) responden yang memakan makanan seimbang mengalami diare dengan frekwensi yang kadang-kadang.0 75.5 n 61 % 100 0.10.

1 n 40 30 70 % 72. Karena nila p>0. Sebanyak 40 orang (72.3 n 5 3 8 % 9.364. Distribusi responden berdasarkan hubungan antara lama tidur dalam sehari dengan frekwensi terjadinya diare. Lama tidur sehari Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n 6-8 jam <6jam / >8jam Total 10 5 15 % 18.38 Tabel 5. Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0.364 Sering Total p value Dari hasil analisa hubungan antara lama tidur sehari dengan frekwensi terjadinya diare diperoleh bahwa.7 78.9%) responden yang lama tidurnya kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam mengalami diare dengan frekwensi yang kadang-kadang.2 16.11.1 7. .05 maka daoat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama tidur sehari dengan frekwensi terjadinya diare.6 n 55 38 93 % 100 100 100 0.9 75. sebanyak 30 orang (78.7%) responden yang lama tidunya cukup 6 hingga 8 jam juga turut mengalami diare dengan frekwensi kadang-kadang.9 8.2 13.

12. .5 66. Sebanyak 14 orang (73.7%) responden yang lama belajarnya lebih dari 3 jam. Sedangkan sebanyak 4 orang (66.4 15. Lama belajar sehari (selain kuliah) Tidak tentu 2-3jam >3jam Total 9 2 4 15 13.3 5 3 0 8 7.7 16.4 73.1 54 14 2 70 79.7%) responden yang lama belajarnya 2 hingga 3 jam juga kadang-kadang mengalami diare. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p value = 0.39 Tabel 5. jarang mengalami diare.002 n % Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n % n % n % Sering Total p value Dari hasil analisa hubungan antara lama belajar dalam sehari (selain kuliah) dengan frekwensi terjadinya diare diperoleh bahwa sebanyak 54 orang (79.8 0 8.2 10. mengalami diare dengan frekwensi yang kadang-kadang.4%) responden yang lama belajarnya tidak tentu.7 33.002. Karena nilai p<0. Distribusi responden berdasarkan hubungan antara lama belajar dalam sehari (selain kuliah) dengan frekwensi terjadinya diare.6 68 19 6 93 100 100 100 100 0.05 maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama belajaer dengan frekwensi terjadinya diare.3 75.

disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekwensi berenang dengan frekwensi terjadinya diare.6%) responden yang jarang atau tidak berenang mengalami diare dengan frekwensi yang kadang-kadang. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p value = 0.7%) responden yang berenang 1-3x seminggu turut kadang-kadang mengalami diare. Karena nilai p>0.05.13. Frekwensi berenang Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n Jarang / tidak 1-3x seminggu Total 14 1 15 % 15.9 0.0 8.3 16.414 Sering Total p value Dari hasil analisa hubunga antara frekwensi nerenang dengan frekwensi terjadinya diare diperoleh bahwa sebanyak 68 orang (75.6 n 90 3 93 % 100 100 100 0. .6 33.40 Tabel 5.1 n 68 2 70 % 75.3 n 8 0 8 % 8.7 75. Sebanyak 2 orang (66.6 66. Distribusi responden berdasarkan hubungan antara frekwensi berenang dengan frekwensi terjadinya diare.414.

3 n 0 4 4 8 0 13. diperoleh bahwa sebanyak 7 orang (100%) responden yang tidak pernah meminum minuman dingin mengalami diare.6 % n 7 30 56 93 % 100 100 100 100 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara keseringan meminum minuman dingin dengn frekwensi terjadinya diare.478 Sering Total p value Dari hasil analisa hubungan antara keseringan meminum minuman dingin dengan frekwensi terjadinya diare.3 7. Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0.1 % Jarang Frekwensi Diare Kadangkadang n 7 21 42 70 % 100 70. Distribusi responden berdasarkan hubungan antara keseringan meminum minuman dingin dengan frekwensi terjadinya diare.478.41 Tabel 5.7 17.1 8. Karena nilai p>0. Keseringan meminum minuman dingin Tidak pernah Kadang kala Sering Total n 0 5 10 15 0 16.9 16.14.0 75. Sebanyak 42 orang (75%) responden yang sering meminum minuman dingin juga turut mengalami diare dengan frekwensi kadang-kadang. .0 75.

Akan tetapi.2 Faktor Penyebab Diare di Kalangan Mahasiswa Dari hasil analisis statistik tentang faktor penyebab diare dan kejadian diare di kalangan mahasiswa. . Pembahasan 5. frekwensi kejadian diare itu sendiri bervariasi dan sebagian besar dari responden yang menjawab kuesioner ini menyatakan bahwa kejadian diare tidak terjadi pada waktu tertentu sehingga sulit untuk mengidentifikasi penyebab diare itu sendiri.1 Diare di Kalangan Mahasiswa Dari hasil penelitian telah dikumpulkan. 5. kejadian diare di kalangan mahasiswa menunjukkan angka kejadian yang cukup tinggi. akan tetapi kejadiannya yang menjadi faktor inklusi dalam penelitian ini harus dipertimbangkan. Hal ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan jika diare yang terjadi adalah disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak steril. Walaupun frekwensi kejadian diare di kalangan mahasiswa secara keseluruhan tidak dapat dijelaskan dengan terperinci. Dengan nilai p value sebanyak 0.2. dapat disimpulkan bahwa terdapat satu faktor yang signifikan yang menyebabkan diare di kalangan mahasiswa yaitu faktor jumlah jam belajar dalam sehari dan kejadian diare pada mahasiswa tersebut.002.42 5.2. Jumlah jam belajar dalam kuesioner ini adalah sangat berkaitan dengan tingkat stres yang dihadapi oleh mahasiswa itu sendiri. ternyata ada hubungan kuat antara kedua hal ini. Hal ini dapat dapat diklarifikasi dengan soalan dalam kuesioner yang menanyakan tentang apakah mahasiswa itu sendiri memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi benar-benar aman dan bersih ataupun tidak. Sebanyak 93 orang responden yang menyatakan bahwa pernah mengalami diare dengan mayoritas frekwensi diare dan onset diare yang tidak tentu menunjukkan angka kejadian diare sangatlah tinggi.2.

43 Dengan pemilihan responden Fakultas Kedokteran USU yang ratarata mempunyai tugasan dan jam kuliah yang lebih dibanding dengan fakultas yang lain. . menguatkan teori kejadian Performance Anxiety Diarrhoea (PAD) atau Nervous Diarrhoea yang teorinya telah banyak dikembangkan di negara barat di mana kejadian diare di kalangan mahasiswa akan meningkat apabila musim ujian semester di universitas itu sendiri atau apabila seseorang itu berada dalam keadaan stres yang berat.

2.1. 6. Perlu diberikan informasi tambahan kepada mahasiswa tentang penanganan stress agar resiko untuk terjadinya diare dapat diminimalisirkan.2. Perlu dilakukan penelitian serupa untuk mahasiswa stambuk dan fakultas yang lain untuk melihat kemungkinan adanya variasi pola diare pada mahasiswa. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat dicapai dari hasil penelitian adalah hanya faktor intrinsik (stress) saja yang mempengaruhi tercetusnya diare pada mahasiswa. Perlu disediakan informasi dan masukan dalam mengubah cara hidup individu supaya masalah ini tidak berulang sekaligus dapat meningkatkan diare.44 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6. taraf kehidupan masyarakat seiring dengan produktivitas negara yang tidak lagi terganggu dengan masalah ` . Saran 1. 2.

M. 94: 12-24. Available from: http://ackogtg..Y. 2001.. Oxford Dictionary of Psychology. National Center for Immunization and Respiratory Diseases: Division of Bacterial Diseases Centers for Disease Control and Prevention. J.R. 2006. H.. Jakarta: CV Sagung Seto. et al. Ulkus Peptikum Diare. Gastroenterologi Hepatologi.. Rani. Calderon. 53:23-45 Brammer. Solo. Nurul.M. 2004. 2001-2002. Surveillance for Waterborne-Disease Outbreaks Associated With Drinking Water – United States. G.. Pre. .L. R. A. C.F. Hill.L. A. M.G.J.. Food and Waterborne Infections Associated with Package Holidays. New York: Oxford University Press Inc.. 2009.. Travellers’ Health Kit. National Center for Immunization and Respiratory Diseases: Division of Bacterial Diseases Colman. Yoder.M. Craun. 1993. Centers for Disease Control and Prevention. A. Daldiyono. B. USA: John Wiley & Sons.W.wordpress. Universitas Sebelas Maret. L. Chen.. E.. Daldiyono. Theraupetic Counseling and Psychotherapy.. V. Dalam: Sulaiman.and Post General Health Recommendations. P. H. Gastritis.S. Microbiol. 2006. R. H. Shostrom. Abrego. Diare. 1997. Budiyanto.. Surveill Summ.. Appl.com/2009/04/03/gastritis-ulkus-peptikum-diare/ [Accessed 5 April 2009] Cartwright.. J. N.45 DAFTAR PUSTAKA Blackburn. 2003..

G. Gastroenterologi Hepatologi.A. 30: 1379-93 Smeltzer.co. EGC. Rose. Available from: http://www. Nurul. H.V... B. A. Pendekatan Klinik Diare Kronik pada Orang Dewasa. 2002. Practical Strategies in Pediatric Diagnosis and Therapy.netdoctor. P. S.. Jakarta: Rineka Cipta.B.htm [Accessed 5 April 2009] World Health Organization. Daldiyono. H. Enterohaemorrhagic Escherichia coli (EHEC).traveldoctor.co. 2005. Int. J.htm [Accessed 5 April 2009] Kliegman. USA: Available from: http://www.R. 2nd ed. UK. Greenbaum.uk. Slifko. J. 2004. edisi 8.S. Bare. Table of Microorganisms That Cause Travellers’ Diarrhoea and Some Examples of Commonly Associated Foods. Causes of Traveller’s Diarrhoea..int/mediaacentre/factsheets/fs125/en/ [Accessed 5 April 2009] .. H.. C. 1997. 2001. Jakarta: CV Sagung Seto Easmon.M. 2002. Dalam: Sulaiman. Jakarta. UK. Available from: http://www. 2000.46 Daldiyono. Rani.. R.. vol 2.uk/travel/diseases/travellers_diarrhoea. Philadelphia.co..C. L.. A. T. Emerging Parasite Zoonoses Associated With Water and Food. 2005. Lye.who. Metodologi Penelitian Kesehatan. S. Smith. Elsevier Notoatmodjo. H. Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth..uk/diarrhoea. Parasitol. traveldoctor.

1969. Das.int/mediaacentre/factsheets/fs237/en/ [Accessed 5 April 2009] Wright.. T. J. A. Food Safety and Foodborne Illness. British Society of Gastroenterology. 2002.int/mediaacentre/factsheets/fs124/en/ [Accessed 5 April 2009] World Health Organization. USA: Available from: http://www.47 World Health Organization.who..com/cgi/content/abstract/10/8/628 [Accessed 5 April 2009] . 2007.who. USA: Available from: http://www. Available from: http://gut. K. Emerging. Foodborne Diseases.bmj. Excretioin of 4-hydroxy-3-methoxy Mandelic Acid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful