P. 1
teori kep

teori kep

|Views: 222|Likes:
Published by Yulis Hati

More info:

Published by: Yulis Hati on Apr 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2015

pdf

text

original

• •

arsip About

adamsmile73
Just another WordPress.com site PEDOMAN AKREDITASI POKJA KEPERAWATAN Tulisan Sebelumnya

PARA AHLI TEORI KEPERAWATAN
By: rifkifauzan
Sep 29 2011

Kategori: Uncategorized Tinggalkan Sebuah Komentar PHYLOSOFICAL THEORY Hildegard E. Peplau MODEL KEPERAWATAN HUBUNGAN INTERPERSONAL A. Pandangan Teoritis 1. Teori ini menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri & orang lain dengan menggunakan dasar huungan antar manusia (HAM 2. Menurut Peplau, Keperawatan adalah proses interpersonal karena melibatkan interaksi antara dua atau lebih individu dengan tujuan bersama. B. Fase-fase Hubungan Interpersonal : 1. Fase Orientasi ; Perawat dan pasien melakukan kontrak awal untuk menjalin trust, terjadi proses pengumpulan data 2. Fase Identifikasi ; Perawat sebagai fasilitator untuk memfasilitasi expresi perasaan pasien, melaksanakan asuhan keperawatan 3. Fase Eksplorasi ; Perawat telah membantu pasien dalam memberikan gambaran kondisi pasien 4. Fase Resolusi ; Perawat berusaha secara bertahap untuk membebaskan pasien dari ketergantungan terhadap nakes & menggunakan kemampuan yang dimilikinya C. Asumsi Asumsi utama atau asumsi dasar dalam pengembangan model konsep dan teori hubungan interpersonal Oleh Peplau dibedakan menjadi asumsi eksplisit dan implisit. 1. Asumsi ekplisit memberi pandangan bahwa ¬ Perawat akan membuat pasien belajar ketika ia menerima penanganan perawatan, ¬ Menjalankan fungsi keperawatan dan pendidikan keperawatan dengan membantu perkembangan pasien ke arah kedewasaan ¬ Keperawatan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode yang membimbing proses ke resolusi dari masalah interpersonal. 2. Asumsi implisit

Mempertegas profesi keperawatan memiliki tanggung jawab legal dalam penggunaan keperawatan secara efektif dan segala konsekuensinya kepada pasien. D. Komponen Dasar Dalam kaitannya dengan perpektif paradigma keperawatan, Peplau juga menguraikan secara terperinci berdasarkan 4 komponen dasar : 1. Manusia Individu dipandang sebagai suatu organisme yang hidup dalam equilibrium yang tidak stabil yang berjuang dengan caranya sendiri untuk megurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Tiap individu merupakan makhluk yang unik, mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal 2. Lingkungan Merupakan kekuatan yang berada di luar organisme dimana Budaya, adat istiadat dan kebiasaan serta keyakinan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu 3. Kesehatan Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif 4. Keperawatan Suatu proses interpersonal yang bermakna, bersifat therapeutic. E. Peran Perwat Peplau secara terperinci menguraikan beberapa peran perawat : 1. Stranger ; menerima pasien secara baik-baik untuk dapat beradaptasi dengan situasi kehidupan yang berbeda, sehingga tercipta hubungan saling percaya, 2. Teacher ; sebagai guru dalam memberi pengetahuan sesuai kebutuhan, 3. Resource Person ; Sebagai narasumber atau pemberi informasi yang spesifik dalam memahami masalah atau situasi yang baru, 4. Counselors ; Membantu individu untuk memahami dan mengintegrasikan makna kehidupan saat ini sambil memberikan bimbingan dan dorongan untuk melakukan perubahan, 5. Surrogate; bertindak sebagai advokasi, yaitu atas nama pasien untuk membantu memperjelas domain saling ketergantungan dan kemandirian 6. Leader ; memimpin pertemuan dengan cara yang saling memuaskan PHYLOSOFICAL THEORY FLORENCE NAIGHTINGALE MODEL NURSING A. Pandangan Teoritis 1. Filosofi Florence Nightingale sangat dipengaruhi oleh pandangan tentang interaksi pasien dan lingkungannya yaitu lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan lingkungan sosial. 2. Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran. 3. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat 4. Model dan konsep ini memberikan inspirasi dalam perkembangan praktik keperawatan, sehingga akhirnya dikembangkan secara luas, paradigma perawat dalam tindakan keperawatan hanya memberikan kebersihan lingkungan kurang benar, akan tetapi lingkungan

dapat mempengaruhi proses perawatan pada pasien, sehingga perlu diperhatikan. 5. Teori Nightingale memandang Pasien dalam kontek lingkungan keseluruhan : Lingkungan fisik, Psikologis, dan Sosial. 6. Perawat adalah orang yang membantu proses penyembuhan pasien, dimana perawta lebih dituntut harus bisa membuat lingkungan fisik, psikologis, dan sosial pasien selalu nyaman dengan lingkungan yang bersih. 7. Sebagai contoh : berdasarkan teori ada beberapa hal yang pelu di lakukan perawat pada saat memberikan nutrisi kepada pasien adalah : a. Jelaskan pentingnya nutrisi yang baik b. Posisikan pasien merasa nyaman saat makan c. Buat lingkungan sekitar nyaman B. Fenomena Keperawatan 1. Florence Nigtingale yang mengamati fenomena bahwa pasien yang dirawat dengan keadaan lingkungan yang bersih ternyata lebih cepat sembuh. 2. Karena masalah munculnya dari dunia empirik, maka proses berpikir tersebut diarahkan pada pengamatan objek dalam dunia empirik. 3. Dalam menghadapi masalah perawat memunculkan reaksi yang berbeda-beda sesuai dengan cara berpikirnya. 4. Ilmu dimulai dengan fakta dan kemudian akan diakhiri dengan penemuan fakta pula. Fakta akan menghasilkan suatu teori yang menjelaskan tentang gejala yang terdapat dalam dunia nyata dan memberikan prediksi terhadap permasalahan tersebut. 5. Teori keperawatan merupakan abstraksi intelektual yang merupakan gabungan antara pendekatan rasional dengan pengalaman empirik perawat dalam praktik keperawatan. Dalam hal ini teori merupakan suatu penjelasan yang bersifat rasional yang sesuai dengan objek yang dijelaskan. C. Kaji dan analisis fenomena Analisis masalah mencakup langlah-langkah berikut : 1. Langkah pertama dalam analisa suatu fenomena adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang kemunkinan menjadi pencetus terjadinya suatu fenomena tersebut. 2. Rumusan ini mengandung pertanyaan mengenai objek empiris dan faktor-faktor yang terkait di dalamnya. Rumusan masalah didapat melalui pengamatan terhadap objek empiris yang menjadi fokus utamanya D. Solusi 1. Mempelajari dan menentukan masalah prioritasnya 2. Menyusun alternatif penyelesaian 3. Menentukan tindakan yang mempunyai kemungkinan paling besar akan berhasil dengan akibat yang paling menguntungkan 4. Bertindak (modifikasi lingkungan) ciptakan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman 5. Menilai / evaluasi PHYLOSOPHYCAL THEORY JEAN WATSON Philosophy and Science of Caring A. filosofis keperawatan 1. Keperawatan sebagai sains tentang human care didasarkan pada asumsi bahwa human science and human care merupakan domain utama dan menyatukan tujuan keperawatan. Sebagai human science keperawatan berupaya mengintegrasikan pengetahuan empiris dengan

Secara umum dapat didefinisikan sebagai model konseptual atau kerangka kerja yang menyediakan kerangka acuan bagi perawat untuk membimbing pemikiran mereka. Memandang manusia sebagai aspek yang utuh 4. Menjaga privasi klien 7. Menjelaskan kepada keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan serta melibatkan keluarga saat tindakan dilakukan 6. meminta persetujuan klien 2. Kesimpulan Falsafah keperawatan menurt jean watsen adalah human care is the heart of nursing : Aplikasi caring menurut weatson: 1. Teori filosofis keperawatan Teori merupakan kumpulan konsep.1985). 2000) www. defenisi dan usulan yang memproyeksikan sebagai . humanities dan kiat/art (Watson. Berfokus pada harga diri individu. menunjukkan rasa empati dan tujuan tindakan dan melibatkan keluarganya dan mempersilahkan klien untuk berdoa’ E. Analisis fenomena 1. Memberi kesempatan pada klien untuk bertanya atau kalarifikasi 4. Menjelaskan pada klien tentang tindakan pemasangan infus 3. Melihat manusia adalah unik 3. Mengkaji kebutuhan klien akan kebutuhan tindakan infus 2. TINJAUAN KONSEP a. Berfokus pada harga diri individu 2. dalam tindakan pemberian infus berdasarkan kebutuhan klien. dalam tindakan pemberian infus berdasarkan kebutuhan klien. Fenomena keperawatan yang ada di tempat kerja • Tindakan pemasangan infus kepada pasien D. Manusia adalah unik (memiliki respon yang berbeda-beda terhadap kondisi sakit) 3. respon klien berbeda-beda terhadap tindakan infus 3. dokumentasi F. Sebelum tindakan klien dipersilhkan untuk bedoa’ 8.estetika. Meminta persetujuan klien (inform consent) 5. Memandang manusia sebagai individu yang unik. solusi terkait fenomena Membuat standar operasional prosedur: 1. interpretasi dan praktek perawat (seadhouse. Pemberian pelayanan kesehatan berdasarkan pada ilmu pengetahuan 4. Lotsofessays. salah satu teori filosofis keperawatan 1. pengamatan. Memandang manusia sebagai makhluk yang utuh 4. Pemberian pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu pengetahuan 5. Memandang klien sebagai subjek TEORI FILOSOFI KEPERAWATAN PATRICIA BENNER FROM NOVICE TO EXPER “EXELLENCE AND POWER IN CLINICAL NURSING PRACTICE” A. menunjukkan rasa empati dan tujuan tindakan dan melibatkan keluarganya dan mempersilahkan klien untuk berdoa’  Manusia dipandang sebagai sosok yang utuh. 2.com B. Berfokus pada harga diri individu (menghargai kelebihan dan kekurangan klien) 2. Memandang klien sebagai subjek dan bukan sebagai objek C. Manusia dipandang sebagai sosok yang utuh.

lebih realistik dan dapat menampilkan kemampuan kritis pada dirinya.konsep untuk keperluan penggambaran. Contoh teori filosofis keperawatan Teori “From Novice To Expert” yang dikembangkan oleh Patricia Benner diadaptasi dari “Model Dreyfus” yang dikemukakan oleh Hubert Dreyfus dan Stuart Dreyfus. dan tindakan keperawatan dalam memberikan layanan keperawatannya kepada mereka yang membutuhkan Jadi teori filosofi keperawatan merupakan konsep keyakinan yang berasal dari nilai . Perawat competent dapat menunjukkan reponsibilitas yang lebih pada respon pasien. sebelumnya mereka mempunyai lebih banyak pengalaman. Competent Menyelesaikan pembelajaran dari situasi praktik aktual dengan mengikuti kegiatan yang lain. Di sini sulit untuk melihat situasi yang relevan dan irrelevan. Penjelasan dari ke lima tingkatan tersebut adalah sebagai berikut 1. . (3) competent. perilaku dan tindakan keperawatan. Filosofis keperawatan merupakan keyakinan yang berasal dari nilai. perilaku. Secara umum level ini diaplikasikan untuk mahasiswa keperawatan. perkiraan atau pengendalian fenomena. dan moral yang terdapat dalam pemahaman seorang perawat serta yang mendasari sifat. karena pengajar harus mengembangkan pola terhadap elemen atau situasi yang memerlukan perhatian yang dapat diabaikan. Advance beginner mempunyai responsibilitas yang lebih besar untuk melakukan manajemen asuhan pada pasien. Benner menempatkan perawat yang baru lulus pada tahap ini. 2. aspek tidak dapat dilihat secara lengkap karena membutuhkan pengalaman yang didasarkan pada pengakuan dalam konteks situasi. Advance Beginner Advance Beginner dalam Model Dreyfus adalah ketika seseorang menunjukkan penampilan mengatasi masalah yang dapat diterima pada situasi nyata. competent harus diizinkan untuk memandu respon terhadap situasi. dan moral yang mendasari sifat. tetapi Benner bisa mengklasifikasikan perawat pada level yang lebih tinggi ke novice jika ditempatkan pada area atau situasi yang tidak familiar dengannya. Competent harus mengetahui alasan dalam pembuatan perencanaan dan prosedur pada situasi klinis. dan (5) expert. etik. B. 3. Novice Tingkat Novice pada akuisisi peran pada Dreyfus Model. advance beginner akan menjadi competent. Untuk dapat menjadi proficient. Tingkat competent adalah tingkatan yang penting dalam pembelajaran klinis. Advance beginner mempunyai pengalaman yang cukup untuk memegang suatu situasi. Konsisten. dan manajemen waktu adalah penampilan pada tahap competent. Kecuali atribut dan ciri-ciri. (4) proficient. Tahap competent dari model Dreyfus ditandai dengan kemampuan mempertimbangkan dan membuat perencanaan yang diperlkan untuk suatu situasi dan sudah dapat dilepaskan. Situasi klinis ditunjukkan oleh perawat pada level advance beginner sebagai ujian terhadap kemampuannya dan permintaan terhadap situasi pada pasien yang membutuhkan dan responnya. etik. (2) Advance Beginner. adalah seseorang tanpa latar belakang pengalaman pada situasinya. Teori From Novice to Expert menjelaskan 5 tingkat/tahap akuisisi peran dan perkembangan profesi meliputi: (1) Novice. Perintah yang jelas dan atribut yang obyektif harus diberikan untuk memandu penampilannya.pandangan sistematis atas penomena dengan merancang hubungan-hubungan khusus diantara konsep. kemampuan memprediksi. Fungsi perawat pada situasi ini dipandu dengan aturan dan orientasi pada penyelesaian tugas. Mereka akan kesulitan memegang pasien tertentu pada situasi yang memerlukan perspektif lebih luas. penjelasan. b.

RR : 36 x/mnt. Mewujudkan proses know-how 3. CI memberikan petunjuk cara perawatan pasien. Pada tingkatan ini mereka banyak terlibat dengan keluarga dan pasien. Expert Benner menjelaskan pada tingkatan ini perawat expert mempunyai pegangan intuitiv dari situasi yang terjadi sehingga mampu mengidentifikasi area dari masalah tanpa kehilangan pertimbangan waktu untuk membuat diagnosa alternatif dan penyelesaian. Nadi : 120x/mnt. terpasang 02 via kanula nasal 4 l/m. umur 50 tahun dirawat di ruang CVCU RSWS . Clinical Instruktur (CI) adalah orang yang berperan dalam meberikan petunjuk dan perintah tersebut. meliputi pengakuan dan mengimplementasikan respon keterampilan dari situasi yang dikembangkan. Menunjukkan pegangan klins dan sumber praktis 2. dan hasil EKG ditemukan Q Patologis dan OMI. Odem pada kaki. . batuk. Mereka akan mendemonstrasikan peningkatan percaya diri pada pengetahuan dan keterampilannya. 5. BABAK I (Novice) (Setting) (scene1) Tn A. Hasil pemeriksaan penunjang didapatkan : Albumin 2. dan sangat lemas serta susah BAB Dari pemeriksaan fisik didapat TD : 180/100 mmHg. pasien sesak. Solusinya Dalam tatanan pelayanan hendaknya dibuat pembagian tugas yang jelas untuk setiap tingkat/ jenjang dari novice – expertVsesuai dengan kemampuan dan wewenang SKENARIO PATRICIA BENNER : FROM NOVICE TO EXPERT : EXCELLENCE AND POWER IN CLINICAL NURSING PRACTICE Tn A. Suhu : 36’70C. Pasien nampak gelisah. Aspek kunci pada perawat expert adalah: 1. tampak berbaring posisi semi fowler. dengan diagnosa CHF NYHA IV Keluhan pada saat dikaji. dalam hal ini diwakili dalam peran sebagai mahasiswa keperawatan yang sedang praktik. Perintah yang jelas dan atribut yang obyektif harus diberikan untuk memandu penampilannya. 4. Melihat gambaran yang luas 4. Melihat yang tidak diharapkan C. Narrator : Situasi pada babak ini menggambarkan bagaimana seorang perawat dalam level NOVICE bekerja. Perubahan kualitatif pada pada expert adalah “mengetahui pasien” yang berarti mengetahui tipe pola respon dan mengetahui pasien sebagai manusia. (scene2) Mahasiswa perawat dengan pembimbing klinik (CI) memasuki ruang pasien. Proficient Perawat pada tahap ini menunjukkan kemampuan baru untuk melihat perubahan yang relevan pada situasi.1 mg/dl. Ida adalah seseorang tanpa latar belakang pengalaman pada situasinya.Point pembelajaran yang penting dari belajar mengajar aktif pada tingkatan competent adalah untuk melatih perawat membuat transisi dari competent ke proficient.

dan keadaan umum Tn A karena berdasarkan teori. dan tidur dengan memejamkan mata. karna sesak. Peristiwa ini terjadi pada hari berikutnya…. Competence Selamat pagi Tn A. Kaki ini rasanya tambah besar saja (sambil menunjuk kaki). urine output. Tn A sedang tiduran. Rapi sekali hari ini. Saya pikir Tn A perlu penanganan lebih lanjut lagi. (Narrator) : Babak ini menggambarkan bagaimana perawat dalam level ADVANCE BEGINNER. Beginer (melaporkan kepada perawat competent). urin output 30 ml dalam 3 jam dan berwarna sangat pekat. apa yang bapak rasakan hari ini ? bagaimana tidurnya semalam pak? Tn A Sy tdk bisa tdr sus. Ns. TD semakin tinggi. dan mengeluh kepala pusing serta mata berkunang-kunang.CI Selamat pagi Tn A. Beginer melanjutkan melakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan hasil oedem (+). kepala pusing terus. Ns. Sementara Ns Competence melakukan pemeriksaan fisik pada kepala dan selanjutnya melakukan pemeriksaan tekanan darah. Ns Competence mengecek kantung urin yang ada. observasi secara ketat TD. nanti berakibat buruk. (sambil mengambil tensimeter dan stetoskop. Beginer melakukan pengecekan. Ns Beginner sedang memeriksa catatan medis laporan hari sebelumnya (Scene 3) Ns Beginer membaca catatan perkembangan Tn A dengan kondisi TD meningkat menjadi 190/100 mmHg. tetapi terlihat lebih lesu dari biasanya. Kemudian memejamkan matanya… sebentar Ns. mengamati urin yang ditampung sejak 3 jam sebelumnya. urine output hanya 30 ml dalam 3 jam. menunjukkan penampilan mengatasi masalah yang dapat diterima pada situasi nyata. Menurut saya Tn A perlu dilakukan pemeriksaan ulang laboratorium protein urine. Competence (mendengarkan laporan Ns Beginner dengan mengangguk-angguk. Compi saya lihat kondisi Tn A semakin memburuk. CI Ida (mahasiswa perawat) coba kamu ukur tanda – tanda vital nya Tn A dan takar urinnya. Competence (mengamati tingkah laku Tn A) bagaimana perasannya pagi ini pak? sepertinya ada yang mengganggu? Tn A (mengambil napas dalam. Tn A Selamat Pagi Suster (duduk di tepi tempat tidur. Ns Beginer (kening berkerut. Beginner membantu memasangkan mansetnya. Setiap hal yang berkaitan dengan peningkatan tekanan darah di tanyakan pada Tn A dengan penuh perhatian) . Tn A mengeluh sangat pusing dan mata berkunang-kunang. Coba Saya cek dulu.) Kamu betul Ns Gin. Ns. Setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah. kemudian meminta catatan medis yang dipegang Ns Beginner. Ida Baik Bu. (kemudia ida mengukur tanda vital Tn A. Ns. dalam hal ini diperankan Ns Beginner. Hasil pengukuran TD 180/100 mmHg. Ns. urin output 40 ml dalam waktu 3 jam) BABAK II (Beginner & Competent) (scene 3) (Setting) Kamar Tn A. Ns. masih sambil memicingkam mata seperti orang silau) Ini. (kemudian Ns. tampak berfikir) Kok perkembangan Tn A seperti ini ? TD semakin meningkat (190/100 mmHg). Mari kita cek bersama-sama… (Ns Competent dan Ns Beginner bersama-sama ke ruangan Tn A. Ns Competence He-eh… Baik Tn A kita periksa dulu ya. dan ternyata benar. Benner menempatkan perawat yang baru lulus dalam level ini….

Competence 15 menit yang lalu. lebih realistik dan dapat menampilkan kemampuan kritis pada dirinya.Proficient menjelaskan tentang proses penyakitnya kepada pasien dan keluarganya). Profocient Coba kita telp petugas lab. BABAK III (Competent. Kemudian Ns Proficient datang ke ruang rawat Tn A untuk berinteraksi/berdialog dengan Tn A dan keluarganya. Ns. diperiksa protein urin ulang. Apa yang Tn A rasakan sekarang? Tn A (lemah. karena tekanan darahnya masih tinggi. bapak saya meninggal karna penyakit jantung. Badan saya bengkak-bengkaknya tidak berkurang Sus? Ns. kemudian dari hasil pemeriksaan albumin masih 2. pemeriksaan urin terakhir Tn A sudah dilakukan? Ns. Proficience dan Expert) (Narrator) Perawat pada level PROFICIENT menunjukkan kemampuan baru untuk melihat perubahan yang relevan pada situasi. Coba dilihat terapi diuretiknya. ibu. oh iya Tn A. Mereka akan mendemonstrasikan peningkatan percaya diri pada pengetahuan dan keterampilannya. saya pernah masuk RS sekitar 2 tahun yang lalu dengan keluhan yang sama dgn sekarang. Proficient oh begitu ya? Memang kondisi Tn A masih Sangat lemah. kemampuan memprediksi. (Lasix 2 x 10 mg).1. air kencing yang keluar juga masih sedikit ya pak. Situasi berikut ini menggambarkan bahwa Ns Competence berkonsultasi dengan Ns Proficient sebagai penanggung jawab utama perawatan pasien atau Perawat Primernya. (kemudian Ns. Konsisten. Pada tingkatan ini mereka banyak terlibat dengan keluarga dan pasien. selama ini apakah bapak pernah dirawat dengan gejala yang sama? Bagaimana pola makan dalam keluarga ibu/bapak? Apakah sering/senang mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung garam dan berlemak? Apakah ada anggota keluarga lain yang mempunyai penyakit jantung? bagaimana aktifitas bapak sehari-hari ? Dll (kaji hal-hal yang terkait dengan jantung). meliputi pengakuan dan mengimplementasikan respon keterampilan dari situasi yang dikembangkan. Tahap competent dari model Dreyfus ditandai dengan kemampuan mempertimbangkan dan membuat perencanaan yang diperlukan untuk suatu situasi dan sudah dapat dilepaskan.(Narrator) Aktivitas yang dilakukan Ns Competent menunjukkan penguasaanya pada kasus yang sedang dihadapi. (Scene 5) (Setting) Ruang perawatan Tn A Ns. Proficient Ns Compi. (hasil pemeriksaan protein urin ). Perawat competent dapat menunjukkan reponsibilitas yang lebih pada respon pasien. lesu). dan keluarga. tetapi hasilnya belum ada. Saya suka makan coto. tanyakan langsung hasilnya. Proficient Selamat Siang Tn A. Tn A ya. (Setting) Nurse Station (Scene 4) Ns. Level ADVANCE BEGINNER akan menjadi COMPETENT dengan menyelesaikan pembelajaran dari situasi praktik aktual dengan mengikuti kegiatan yang lain. Saya sangat sibuk dikantor mulai pagi sampai sore dan saya jarang berolahraga. Saya masih pusing suster dan rasanya sakit saya semakin berat. . dan manajemen waktu adalah penampilan pada tahap competent.

Saya tidak akan memaksakan pilihan Tn A dan keluarga. Tn A Iya suster. Kemudian Ns. Memang saat ini kondisi Tn A benar seperti apa yang sudah dijelaskan oleh perawat teman kami. Kami disini sebagai tim kesehatan/keperawatan hanya berusaha.begitu. Ert ? Ns. Expert Ya.bagus. hindari stres.. Perawat level PROFICIENT berdiskusi dengan perawat EXPERT. Saya harap Tn A dan keluarga bisa menerima situasi dan kondisi ini dengan terbuka. Tadi perawat Ns Profi sudah banyak bertanya dan menjelaskan tentang kondisi Tn A. Selanjutnya kira-kira apa yang akan bpk lakukan terkait dengan masalah yang bpk hadapi sekarang? Tn A/istri Kami tidak tahu suster. Expert untuk membicarakan kasus Tn A Ns. Riwayat keluarga klien dengan penyakit jantung. jangan terlalu memforsir tenaga. (Scene 7) Ns. Saya akan memberikan gambaran / alternatif yang dapat Tn A dan keluarga lakukan. Bagaimana menurut Ns. Ns. Expert oh…. bagaimana perkembangan kondisi Tn A? Ns. (Scene 6 (Setting) Nurse Station Ns. Saya hanya berpikir masih ada Allah SWT. olahraga ringan secara teratur misalnya jalan pagi. Profi. Scene berikut menggambarkan bagaimana proses belajar seumur hidup itu berjalan. Proficient saat ini kondisi Tn A masih lemah sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik maupun laboratorium. dan lapang dada. . Saya juga mendapatkan data bahwa Tn A memang memiliki riwayat penyakit jantung dan mempunyai kebiasaan pola makan yang banyak mengandung lemak dan garam. Perawat EXPERT dalam hal ini memulai proses pembelajaran. proficient berdialog dengan Ns. istirahat yang cukup dan melakukan kontrol secara teratur serta hal paling penting adalah lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT. berarti kita perlu menindak lanjuti kasus Tn A ini. segala sesuatu memang harus kita serahkan kepada Allah SWT. yang akan membantu saya. Saya kira itu saja Tn A.. dan yang menentukan Allah SWT.(Narrator) : Perawat dengan kemampuan level PROFICIENT memerlukan pembelajaran terus menerus dengan berdiskusi dengan koleganya baik yang setingkat maupun konsultasi dengan level EXPERT. Perawat Expert dalam hal ini dapat berperan sebagai penyelia maupun juga sebagai sejawat Perawat Primer atau bisa juga pembimbing seniornya. sebaiknya bagaimana ya? Ns. Tn A sebaiknya berusaha untuk mulai melakukan pola hidup sehat dengan cara mengurangi makanan berlemak seperti coto kurangi juga makanan yang banyak mengandung garam. Expert Ns. ikhlas. . Expert Baiklah…saya akan menjelaskan hal-hal yang sebaiknya bpk dan keluarga bisa lakukan. Perawat EXPERT dalam cerita ini adalah perawat senior di ruang rawat ini. saya pasrah. Istri Tn A Saya dan keluarga juga pasrah menyerahkan semua pada Yang Kuasa. Expert mengunjungi Tn A dan keluarganya di ruang rawat Tn A. Expert Selamat siang bapak dan ibu keluarga Tn A.

9. struktur keluarga. • Sebagai kekuatan yang mempengaruhi perawat dalam pengambilan keputusan dan bagaimana perawat melakukan pelayanan kesehatan. 5. b. budaya. PHYLOSOFICAL THEORY Marylin Anne Ray Theory of Bureaucratic caring 1. (narrator) Demikian tadi cerita yang menggambarkan perkembangan kemampuan perawat dari tingkat NOVICE – EXPERT yang merupakan teori Patricia Benner. keluarga dan tenaga profesional 7. terhadap kondisi transkultural. Pendidikan • Program pendidikan formal dan informal dengan menggunakan media audiovisual sebagai sumber informasi dan melalui bentuk-bentuk lain pengajaran yang berhubungan dengan caring. 2. Teknologi • Dalam perawatan menggunakan teknologi modern seperti penggunaan mesin untuk diagnostik test. Ekonomi • Caring berhubungan dengan faktor keuangan. Kasus Seorang pasien masuk rumah sakit dengan kondisi emergency tetapi disisi lain pasien mengalami kesulitan ekonomi. komunikasi. Berhubungan dengan tanggung jawab dan tanggung gugat yang selalu berhubungan dengan aturan dan prinsip hukum b. interaksi sosial. Contoh. hubungan antara teman dan keluarga. penderitaan dan keadaan lain. Semoga gambaran tersebut mewakili pemahaman yang sesuai. inform consent. terapi dan penggunaan komputer dalam pendokumentasian 8. Proficient meninggalkan ruangan…. Physical • Faktor fisik sangat berpengaruh terhadap biologis dan mental karena pikiran & tubuh merupakan suatu kesatuan yang saling mempengaruhi. Expert dan Ns. 4. Sosial Budaya • Contoh sosial budaya adalah etnik. Legal a. seorang perawat tidak berhak memaksakan suatu kepercayaan tetapi hanya menjadi fasilitator terhadap hal-hal yang terkait dengan masalah spiritual etik 3. Spiritual a. dimana pasien tidak mampu membayar administrasi rumah . Contoh prosedur tindakan. Caring dalam suatu budaya/sosial termasuk budaya individu maupun budaya dalam organisasi misalnya rumah sakit. dukungan.. sistem asuransi. privasi dan hal-hal yang terkait dengan keadaan malpraktek yang menjadi tanggung gugat terhadap klien. sebagai gambaran yang komplek. 6. Dalam konteks Spiritual dibutuhkan kreativitas dan pilihan dalam konteks komunitas b. berhubungan dengan proses mencakup etika dan spiritual yang berhubungan dengan budi dan perilaku yang baik yang didasarkan atas kasih sayang sebagai respon terhadap suatu kebutuhan. Politik.Tn A Terimakasih atas sarannya sus… Ns. Caring a. sebagai penunjang.

Physical • Perawat harus memberikan pelayanan keperawatan untuk memberikan kepuasan secara psikis 5. tulus dan adil serta bertanggung jawab 2.sakit sedangkan pasien ini butuh pelayanan cepat sementara perawat yang bertugas menolak untuk melakukan tindakan karena menunggu administrasi selesai 1. Ekonomi • Menyelesaikan pengambilan keputusan terkait pendanaan oleh pasien 9. Teknologi • Tindakan harus dikerjakan sesuai prosedur melalui pemeriksaan dari sederhana sampai kompleks 8. Spiritual • Secara etis perawat seharusnya memberikan dukungan moral dan mengerjakan kewajibannya 3. Legalitas • Perawat harus bekerja berdasarkan standar • Melibatkan tim kesehatan yang lain 7. Pendidikan • Sharing informasi tentang sistem pelayanan rumah sakit sebagai bentuk pendidikan kepada pasien 4. Legalitas • Perawat harus bekerja berdasarkan standar • Melibatkan tim kesehatan yang lain 7. tulus dan adil serta bertanggung jawab 2. Caring • Memberikan perhatian kepada pasien berdasarkan kebutuhan berdasarkan kasih sayang. Caring • Memberikan perhatian kepada pasien berdasarkan kebutuhan berdasarkan kasih sayang. Sosial kultur • menghormati nilai sosial pasien • menjelaskan dengan sikap terapeutik (ramah 6. Politik • Membuat keputusan harus melibatkan tim kesehatan seperti dokter dan tenaga rekam medik administrasi Tindakan 1. Sosial kultur • menghormati nilai sosial pasien • menjelaskan dengan sikap terapeutik (ramah dan akrab) 6. Spiritual • Secara etis perawat seharusnya memberikan dukungan moral dan mengerjakan kewajibannya 3. Pendidikan • Sharing informasi tentang sistem pelayanan rumah sakit sebagai bentuk pendidikan kepada pasien 4. Physical • Perawat harus memberikan pelayanan keperawatan untuk memberikan kepuasan secara psikis 5. Teknologi • Tindakan harus dikerjakan sesuai prosedur melalui pemeriksaan dari sederhana sampai .

kejujuran dan toleransi. perilaku. Teori adalah kumpulan konsep. Salah satu yang termasuk dalam teori filosofi keperawatan adalah TEORI KATIE ERICKSON (Caritative Caring) Konsep dasar dari caritative caring oleh Erikson adalah : 1. Yang dimaksud dengan teori filosofis keperawatan (Phylosophical Theories) a. dan tindakan keperawatan dalam memberikan layanan keperawatannya kepada mereka yg membutuhkan. pelaksanaan (playing). cinta dan kemurahan hati. Filosofi Keperawatan è Keyakinan yang berasal dari nilai. d. Filosofi adalah pandangan (view point) dari suatu teori yang meliputi asumsi. dan tindakan keperawatan dalam memberikan layanan keperawatannya kepada mereka yg membutuhkan. artinya bahwa keyakinan. Caritas Mengandung makna. keyakinan dan nilai dari teori tersebut dan merupakan pegangan bagi setiap orang yang menggunakannya. Etika Caritatve Caring . Caring comunion adalah apa yang menyatukan dan mengikat individu/manusia tersebut sehingga membuat caring itu berarti 3. Menurut Chinn & Kramer (1991) teori adalah suatu struktur ide yang kreatif yang sangat teliti untuk memproyeksikan suatu pandangan sistematis dan mempunyai maksud tertentu terhadap suatu fenomena yang bersifat sementara. ketanggapan. dan moral yang terdapat dalam pemahaman seorang perawat serta yang mendasari sifat. Ekonomi • Menyelesaikan pengambilan keputusan terkait pendanaan oleh pasien 9. Plotik • Membuat keputusan harus melibatkan tim kesehatan seperti dokter dan tenaga rekam medik administrasi PHYLOSOPHYCAL THEORIES KATIE ERICKSON Theory of Caritative Caring. dan pembelajaran 2. harapan dan cinta dicapai dengan perantaraan caring melalui tindakan pemeliharaan. b. dan moral yang terdapat dalam pemahaman seorang perawat serta yang mendasari sifat. Kesimpulan : Teori filosofi Keperawatan è Kumpulan konsep. etik. defenisi dan dalil yang memproyeksikan pandangan yang sistematis terhadap suatu fenomena dengan merancang suatu hubungan yang spesifik antara konsep-konsep dan bertujuan untu menjelaskan. Tindakan caring Erikson mengatakan bahwa tindakancaring merupakan suatu seni/cara menjadikan sesuatu yang kurang spesial menjadi sangat special 4. perilaku. ketenangan. kehangatan. keakraban. ide yg kreatif yg sangat teliti untuk memproyeksikan suatu pandangan sistematis kemudian dijadikan keyakinan yang berasal dari nilai. A. Dalam caring comunion memungkinkan hubungan antara seseorang dengan orang lain dimana individu memiliki perasaan bahwa suatu saat dia bisa saja mengalami keadaan yang sama dengan orang lain. Caring Communion Caring comunion mengandung konteks pengertian dari caring dan menjadi struktur yang menentukan realitas caring.kompleks 8. memprediksi atau mengontrol suatu fenomena. B. dalil. Caring comunion terdiri dari intensitas dan vitalitas. Caritas merupakan motif dasar dari ilmu caring. c. etik.

Klien mengatakan bahwa anakanak hanya sibuk dengan urusan masing-masing bahkan untuk berkumpul dengan anaknya sangat jarang terjadi. Bila suatu comunion muncul berdasarkan etos. martabat dan kesuciannya dalam membentuk tujuan communion C. Akhirnya klien dirawat di RS. Penderitaan Penderitaan ada yang dihubungkan dengan kondisi sakit. Ada dua jenis martabat. 7. Hal tersebut menimbulkan penderitaan dalam kehidupan pasien 8. adanya kesalahan tindakan.keringat dingin.dan hasil laboratorium GDS 50 mg/dl. kurangnya keramahan petugas. ritual dan nilai-nilai dasar. Dari pengkajian diketahui bahwa klien ini sudah menderita DM sejak 4 tahun terakhir. Penderitaan yang dihubungkan dengan kondisi sakit dimana pasien mengalami penderitaan karena kondisi sakitnya tersebut. Rekonsiliasi Rekonsiliasi merupakan suatu bentuk drama dari penderitaan dimana seseorang yang menderita ingin memastikan penderitaan yang dialaminya dan diberi kesempatan dan mencapai rekonsoliasi/kedamaian 10. Dalam hal ini. klien mengatakan bahwa ia merasa hidup sendiri walaupun ia tinggal bersama 2 orang anaknya. Martabat yang relatif dipengaruhi/dapat diperoleh dari budaya. Menerima panggilan/undangan/invitasi Perawat datang mengunjungi pasien dan memberikan tindakan perawatan atas permintaan atau undangan dari pasien/keluarga sendiri.pandangan berkunang-kunang. kemudian Perawat meminta nomor keluarga yang dapat dihubungi.Etika caritative caring terdiri dari etika caring itu sendiri yang ditetapkan oleh motif caritas. dimana saat perawat menemui pasien memenuhi batasan-batasan etika yang jelas. Mengidentifikasi dan memilih fenomena keperawatan Kasus : Tn. A. yaitu martabat yang mutlak dan martabat yang relatif. Etika caring menitik beratkan pada hubungan dasar antara pasien dan perawat. Martabat Dalam berinteraksi dengan pasien perlu diperhatikan martabat pasien. Dalam komunikasi antara klien dan perawat. Budaya caring menunjukkan sikap tanggap terhadap manusia. seorang pensiunan guru datang seorang diri ke RS untuk memeriksakan diri dengan keluhan pusing. perawat berusaha memberikan yang terbaik dengan memenuhi kebutuhan dasar pasien. Penderitaan manusia Pasien dalam hal ini manusia yang mengalami penderitaan. Keadaan yang digambarkan oleh pasien saat dia mengalami sakit dimana pada saat itu ia memikul penderitaan 9. perawatan. Awalnya klien menolak namun dengan pengertian dari perawat akhirnya ia memberikan nomor anggota keluarganya. Dalam hal ini. Budaya yang berbeda memiliki dasar perubahan nilai etos. dan terapi latihan yang menyiksa. 5. A berumur 68 tahun. tetapi mereka tidak mempedulikan dirinya.jantung berdebar-debar. Dari komunikasi tersebut ternyata keluarga sangat . kita akan berkorban sesuatu dari diri kita demi orang lain. Penderitaan yang dihubungkan dengan perawatan. Perawat kemudian menghubungi keluarga dan menceritakan kondisi Tn. Sikap yang ditampakkan dilakukan melalui pendekatan. dimana kadang pasien mengalami penderitaan akibat pada saat diberi tindakan perawatan. kurang dipertimbangkan masalah martabat pasien. budaya menjadi lebih menarik. 6. dan kehidupan.pendekatan yaitu tanpa ada prasangka dan tetap melihat manusia sebagai makhluk yang bermartabat. Budaya caring Budaya caring merupakan konsep dimana Erikson menggunakan lingkungan berdasar pada elemen budaya sebagai tradisi.

Seperti kejadian pagi itu ia ingin makan namun harus disuap karena kelemahan yang dialami ketika keluarga menawarkan bantuan klien tidak menerima ia lebih memilih memanggil perawat. Kemudian perawat. Ketika klien mendengar pendapat perawat. Kedamaian mulai dapat dirasakan klien ketika ia mulai menyadari kasih saying dan perhatian dari keluarga yang selama ini ia rindukan. Penderitaan manusia : klien merasa beban yang dirasakan tidak mendapat perhatian dari keluarga sehingga dirinya merasa sendiri. apalagi berkata kasar kepadanya. Ketika ia membutuhkan sesuatu ia tidak ingin dibantu keluarga. Tindakan caring : menjadikan klien sebagai orang yang sangat penting diperhatikan 4. . seandainya keluarganya bias bersikap seperti perawat tentu ia sangat bahagia. aman dan tentram. dengan hati-hati meminta kepada Tn. Mereka tidak pernah mengeluh. Penderitaan : klien sedang menderita sakit DM yang berdampak pada penurunan kondisi kesehatannya. Mereka sangat ramah dan berusha sabar menghadapi klien yang diakui klien sering membuat anak-anaknya bingung. Budaya caring : ketika sakit. klien tersebut menunduk dan menangis serta mengatakan bahwa memang sebenarnya anak-anaknya sayang kepadanya. Perawat juga mengatakan akan membantu keluarga bagaimana cara merawat klien ketika nanti pulang ke rumah sehingga nantinya klien tidak marasa terabaikan. maka perawat segera menemui klien 7. perawat rela berkorban demi orang lain 5. Namun keluarga berjanji akan berusaha mengatur waktu agar mereka dapat bergantian merawat bapak. A dan ia bersedia untuk mendengar pendapat perawat. Caritas : klien tidak mendapatkan perhatian dari keluarga dan mengannggap perawat lebih dapat memberikan perhatian kepada klien 2. Keluarga mengatakan sejak ditinggal istri klien lebih banyak diam dan kadang marah tanpa jelas penyebabnya. D. Martabat : perawat perlu memperhatikan martabat pasien 6. ketika seorang sakit mereka sangat membutuhkan support dari klg. Setelah komunikasi tersebut. maka berdasarkan budaya.mencemaskan Tn. ketanggapan. Menerima panggilan : ketika klien membutuhkan perawat. Analisa dari fenomena tersebut berdasarkan teori Katie Erickson: 1. A karena ia tidak memberitahukan keluarga ketika akan meninggalkan rumah. Rekonsiliasi : memberikan kesempatan kpd klien untuk mendapatkan kedamaian. ketenangan. Perawat bahwa sebenarnya keluarga sangat menyayangi klien dan ingin selalu menemani klien namun kesibukan mereka yang tidak bisa ditinggalkan sehingga kadang keluarga tidak ditempat ketika klien membutuhkan. Melihat kondisi tersebut akhirnya perawat mengajak klien berkomunikasi membicarakan masalah tersebut. klien mengatakan bahwa ia sangat nyaman di RS karena perawat lebih memahami perasaannya di banding keluarganya sendiri. keluarga menjenguk klien di RS. Ketika berbincang-bincang dengn klien. sehingga anak tidak memahami kebutuhan klien. Etika caritative caring : melihat klien sebagai seorang yang bermartabat. 10. 9. Kemudian klien meminta perawat untuk memanggil anaknya dan meminta maaf kepada mereka demikian pula sang anak meminta maaf kepada ayahnya dan berjanji akan selalu menyayangi dan memperhatikan klien. Caring communion : perawat menyadari pentingnya kehangatan. Keramahan perawat membuat klien dapat merasa lebih nyaman di RS disbanding di rumah bersama keluarga 8. kejujuran dan toleransi 3. A untuk memberikan pendapatnya tentang keluarga Tn. Support keluarga membuat klien bersemangat dan menjalani hidupnya dengan lebih damai. namun klien tidak menunjukkan respon yang baik.

Mira Lestin Levine : The conservation Model (1921-1996) a. the boundaries of which open and fluen” (P. organik. mutuality between diversified fungtion and parts within an intirety. Wholeness didasarkan pada uraian keseluruhan sebagai satu sistem terbuka yang berarti wholeness menekankan suatu bunyi. Fokus teory Mira Lestin Levine adalah Konservasi Model b. progressive. 2006) Adaptasi adalah konsekuensi dari interaksi antara orang dengan lingkungan.98) Dari definisi yang dikemukakan oleh Erikson diatas. Solusi terkait fenomena tersebut 1. 1989 dalam Tomey & Alligood. Jika suatu sistem tubuh tidak mampu beradaptasi. Levine menganggap bahwa Wholeness merupakan system terbuka dan menggabungkan bagian-bagian untuk sebuah keutuhan untuk menghadapi perubahan lingkungan. Konsep teory Levine terdiri : Adaptasi (adaptation) Wholeness Konservasi (concerpatin) 1) Adaptasi (adaptation) Adaptasi adalah proses dimana klien memelihara integritas di dalam lingkungan yang nyata baik internal maupun eksternal (Levine.Redundancy dipengaruhi oleh trauma. dan progresif yang sama antara fungsi-fungsi yang beraneka ragam dan bagian secara keseluruhan. Keberhasilan dalam menghadapi lingkungan tergantung dari adekuatnya adaptasi (Levine. maka sistem yg lain akan mengambil alih & melengkapi tugasnya. 1966.2001). dimana respon didasarkan pada pengalaman masa lalu baik itu dari segi personal maupun genetik. membina hubungan saling percaya dan mampu melihat keadaan dan situasi kapan kita dapat memberikan masukan kepada klien agar apa yang kita sampaikan dapat diterima oleh klien. organic. Perawat mampu memberikan caring kepada klien berupa kehangatan. different between total and whole (1984. artinya bahwa pada perilaku individu memiliki pola stimulus respon yang spesifik dan unik dalam aktivitas kehidupan sehari-hari c) Redundancy Adaptasi bersifat redundancy yang berarti pilihan akan selamat atau gagal oleh individu untuk memastikan terjadinya adaptasi yang berkelanjutan. Untuk menerapkan caritative caring. penyakit atau kondisi lingkungan yang membuat individu tersebut sulit untuk mempertahankan hidup 2) Wholeness Konsep Wholeness dari Levine didasari dari teori Erikson. Ketika terjadi konflik antara klien dan keluarga maka perawat berperan dalam menyatukan klien dan keluarganya 4. . Perawat menunjukkan etika caring yang begitu menghargai klien dan melakukan pendekatan-pendekatan tanpa adanya prasangka-prasangka buruk terhadap klg ataupun klien 3. 1990) Levine (1991) dalam Parker (2001) dan Tomey & Alligood (2006) mengemukakan 3 (tiga) karakteristik dari adaptasi yaitu a) Historicity Adaptasi merupakan proses historis.E. maka perawat dituntut mampu melakukan komunikasi terapeutik. serta keakraban shg membuat caring itu berarti 2. b) Specifity Adaptasi juga bersifat spesifik. ketanggapan. ketenangan.1986) yang menyatakan : “wholeness emphasizes a sound. usia. AHLI TEORI MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN 1. serta batasan-batasan yang bersifat terbuka (Levine dalam Parker.

2007): a) Konservasi energi Merupakan keseimbangan dan perbaikan energi yang dibutuhkan individu untuk melakukan aktivitas. Perawat membantu menghadirkan anggota keluarga dan menggunakan hubungan interpersonal untuk menjaga integritas sosial. Contoh lain adalah istirahat yang adekuat. 2001 dan Tomey & Alligood. Model Levine menekankan pada proses interaksi dan intervensi keperawatan yang diberikan bertujuan untuk peningkatan kemampuan beradaptasi dan mempertahankan keutuhan tersebut. c) Konservasi Integritas personal Menyadari pentingnya harga diri dan identitas diri klien serta penghormatan terhadap privasi. Konservasi juga menjelaskan suatu sistem yang kompleks yang mampu melanjutkan fungsi ketika terjadi tantangan yang buruk. Dalam hal ini. Contoh tindakan lain adalah membantu klien dalam latihan ROM. Roger : Unitary Human Being. melakukan adaptasi dan tetap mempertahankan keunikan pribadi. Texas. Perhatian utama pada konservasi adalah menjaga keutuhan individu(Levine dalam Parker. mempertahankan personal hygiene klien.3) Konservasi (conservation) Konservasi berarti cara yang kompleks untuk melakukan fungsinya pada saat tantangan berat menghalanginya. perawat juga memahami. dan bidang utama dari perhatian perawat dalam pemeliharaan individu secara keseluruhan. menyapa dengan sopan. 2007). menghargai dan melindungi kebutuhan akan jarak (space). Intervensi keperawatan dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemenuhan kebutuhan. Contohnya bila menghadapi individu pasca amputasi. Selain itu. Model Konsep Keperawatan Martha Elizabet Roger Martha E. Hal tersebut juga termasuk keseimbangan energi input dan output untuk menghindari kelemahan yang berlebihan. Polit & Henderson (1995) mendefinisikan ilmu keperawatan sebagai dukungan dan intervensi terapeutik berdasar pada ilmu pengetahuan atau terapeutik (Ruddy. 2006). Dalam hal ini bahwa individu mampu untuk berkonfrontasi dan beradaptasi demi mempertahankan keunikan mereka. b) Konservasi Integritas struktural Penyembuhan adalah proses perbaikan integritas struktur dan fungsi dlm mempertahankan keutuhan diri. Latar Belakang Martha Elizabeth Roger lahir pada tanggal 12 Mei 1914 di Dallas. Model Konservasi “Levine” berfokus pada individu sebagai makhluk yang holistik. Contohnya adalah proses penyembuhan dan proses penuaan. Individu mendapatkan makna kehidupan melalui komunitas sosial. Beliau memulai . meminta izin sebelum melakukan tindakan dan melakukan tahapan terminasi setelah melakukan tindakan dan sebelum meninggalkan klien. yaitu (Levine dalam Ruddy. Model Konsep Keperawatan Martha Elizabet Roger BAB I PENDAHULUAN A. perawat dalam melakukan intervensi keperawatan harus menghargai keberadaannya seperti menghargai nilai dan norma yang dianut serta keinginannya. perawat harus membantu individu tersebut untuk menuju tingkat adaptasi baru. mempertahankan nutrisi yg adekuat & aktivitas. d) Konservasi Integritas sosial Keterlibatan anggota keluarga dalam pemenuhan kebutuhan keagamaan atau spiritual dan penggunaan hubungan interpersonal. Tindakan keperawatan berdasar pada empat prinsip. Melalui konservasi ini individu mampu menghadapi tantangan.

manusia merupakan satu kesatuan utuh memiliki integritas diri dan menunjukkan karakteristik yang lebih dari sekedar gabungan dari beberapa bagian (Rogers 1970). Dalam teorinya.S dari George Peabody College di Masville pada tahun 1937. Baltimre MD dg memperoleh gelar MPH tahun 1952 dan Sc. Keperawatan adalah ilmu humanistic/humanitarian yg menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh dan dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan prinsip – prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis. Beliau di tetapkan menjadi Kepala Bagian Keperawatan di New York University pada tahun 1954. Asumsi Dasar : Dasar teori Rogers adalah ilmu tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti antropologi.karir sarjananya ketika beliau masuk di Universitas Tennessee di Knoxville pada tahun 1931. Beliau meninggalkan Arizona pada tahun 1951 dan kembali melanjutkan sekolah di Universitas Johns Hopkins. sosiologi.1994). Ilmu keperawatan adalah ilmu yang mempelajari manusia. Beliau masuk sekolah keperawatan di RSU Knoxville pada September 1933. Rogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan. seni dan imaginasi. Aktivitas keperawatan meliputi pengkajian.1995). Defenisi Keperawatan Menurut Martha E. perkembangan sejarah dan mitologi. Rogers serta dapat mengaplikasikannya dalam praktik keperawatan. alam dan perkembangan manusia secara langsung. mempertimbangkan manusia ( kesatuan manusia) sebagai sumber energi yang menyatu dengan alam semesta. Rogers. Manusia yang utuh merupakan ” Empat sumber dimensi energi yang diidentifikasi oleh pola dan manisfestasi karakteristik spesifik yang menunjukkan kesatuan dan yang tidak dapat di tinjau berdasarkan bagian pembentuknya” (Maminer – Toey. mempelajari tentang alam dan hubungannya dengan perkembangan manusia. dan hati nurani. BAB II TINJAUAN TEORI A. B. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Teori Model Keperawatan menurut Martha E. intervensi.D tahun 1954. Beliau menerima gelar Diploma Keperawatan pada tahun 1936 dan menerima gelar B. keteraturan dan pengorganisasian. dan pelayanan rehabilitatif senantiasa berdasar pada konsep pemahaman manusia / individu seutuhnya. agama. dan empat dimensionalitas manusia digunakan untuk menentukan prinsip mengenai bagaimana berkembang. Rogers mengungkapkan bahwa aktivitas yang di dasari prinsip – prinsip kreatifitas. Teori Rogers berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh. Martha Rogers (1970). B. Aktifitas keperawatan dinyatakan Rogers merupakan aktifitas yang berakar pada dasar ilmu pengetahuan abstrak. Rogers sumber energi. Secara resmi beliau mengundurkan diri sebagai Professor dan Kepala Bagian Keperawatan pada tahun 1975 setelah 21 tahun dalam pelayanan. New York. Beliau menjadi Eksekutif Direktur dari pelayanan keperawatan di Phoenix. Manusia berada dalam interaksi yang terus menerus dengan lingkungan (lutjens. filosofi. dan teknologi. Pada tahun 1979 beliau pensiun dengan hormat dengan memakai gelar Professornya dan terus aktif mengembangkan dunia keperawatan sampai beliau meninggal pada 13 maret 1994. Ilmu keperawatan adalah ilmu kemanusiaan. Selain itu. pemikiran intelektual. Keempat dimensi yang di gunakan oleh Martha E. AZ. keterbukaan. . Pada tahun 1945 beliau mandapat gelar MA dalam bidang pengawasan kesehatan masyarakat dari Fakultas Keguruan Universitas Columbia.

Helicy. 3. ditunjukkan dengan peningkatan jenis pola-pola perilaku manusia dan lingkungan yang menimbulkan kesinambungan. Perilaku pada individu merupakan suatu bentuk kesatuan yang inovatif. Sumber energi. Ukuran – ukuran 4 dimensi. Prinsip-prinsip Hemodinamika Teori menyatakan bahwa dalam keperawatan dipergunakan prinsip hemodinamika untuk melayani manusia. Equifinally merupakan sistem terbuka yang mungkin dicapai tergantung pada keadaan dan ditentukan . yaitu : 1. membayangkan. 3. adalah proses berhubungan yang menguntungkan antar manusia dan lingkungannya secara berkesinambungan. 4. Sebagai sistem hidup dan sumber energi. inovatif. merupakan interaksi yang simultan antara manusia dan lingkungan bukan menyatakan ritmitasi. 2. Berdasar pada asumsi-asumsi terdapat 4 batasan utama yg ditunjukkan oleh Martha E Roger : 1. Pola-pola perilaku. Manusia akan terlihat saat bagiannya tidak dijumpai. 2. Resonansi dapat dijelaskan sebagai suatu pola-pola gelombang yang ditunjukkan dengan perubahan-perubahan dari frekuensi terendah ke frekuensi yang lebih tinggi pada gelombang perubahan. Perbandingan dengan Teori Lain : Prinsip hemodinamika lebih mudah daripada teori sistem pada umumnya. antara satu dan lainnya berbeda di beberapa bagian. Beberapa individu mendefenisikan lingkungan sebagai faktor eksternal pada seorang individu dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari semua hal. Prinsip yang menyatakan bahwa keadaan alami dan hubungan manusia dan lingkungan adalah berkesinambungan. Keterbukaan. Disini terdapat elemen-elemen yang saling berhubungan pada ini adalah manusia dan lingkungannya. sensasi dan emosi. 5. Bahwa proses kehidupan manusia merupakan hal yang tetap dan saling bergantung dalam satu kesatuan ruang waktu secara terus menerus. Dari seluruh bentuk kehidupan didunia hanya manusia yang mampu berfikir dan menerima dan mempertimbangkan luasnya dunia. Berasumsi bahwa individu dan lingkungan saling tukar-menukar energi dan material satu sama lain. Resonansi (Resonancy). C. Prinsip hemodinamika yaitu helicy dibandingkan pada prinsip equifinalli dan negetropi. Untuk memperkuat teorinya Martha E. Akibatnya seorang individu tidak akan pernah kembali atau menjadi seperti yang diharapkan semula. Integritas (Integrality). menguntungkan. bertutur bahasa dan berfikir. Prinsip ini membicarakan tentang alam dan perubahan yang terjadi antara manusia dan lingkungan. Rogers mengkombinasikan konsep manusia seutuhnya dengan prinsip homeodinamik yang kemudian di kemukakannya. Secara signifikan mempunyai sifat-sifat yang khusus jika semuanya jika dilihat secara bagian perbagian ilmu pengetahuan dari suatu subsistem tidak efektif bila seseorang memperhatikan sifat-sifat dari sistem kehidupan manusia. yaitu : 1.Berdasarkan pada kerangka konsep yang dikembangkan oleh Roger ada 5 asumsi mengenai manusia. individu mampu mengambil energi dan informasi dari lingkungan dan menggunakan energi dan informasi untuk lingkungan. Manusia bercirikan mempunyai kemampuan untuk abstrak. Manusia merupakan makhluk yang memiliki kepribadian unik. 3. 4. Menurut Martha E Roger ilmu tentang keperawatan berhubungan langsung dengan proses kehidupan manusia dan bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan kealamiahan dan hubungannya dengan perkembangan. 2. Karena pertukaran ini individu adalah sistem terbuka yang mendasari dan membatasi asumsiasumsi utama Martha E Roger.

Proses yang terjadi dalam kehidupan seseorang tidak dapat diubah dan berhubungan satu sama lain pada dimensi ruang dan waktu. Orem adalah anak terakhir dari dua bersaudara. Manusia dan lingkungan selalu saling bertukar energi. Tahun 1959 konsep perawatan Orem dipublikasikan pertama kali. theory system keperawatan. Roger mengemukakan empat konsep besar. Pada dasarnya . Orem Self-care dificit Theory of Nursing. membayangkan dan memisahkan. merasakan. Tahun 1945 bekerja di Universitas Katolik di Amerika sebagai asisten direktur. Selama perjalanan kariernya ia telah bekerja sebagai staf perawat. theory self care deficit. pendidik. termasuk salah seorang yang terpenting diantara orang yang mengembangkan pandangan dalam bidang Keperawatan. Tahun 1958-1959 sebagai konsultan di Departemen kesehatan pada bagian pendidikan kesejahteraan dan berpartisipasi pada proyek pelatihan keperawatan. Dorothea E. USA. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan. Hal tersebut merupakan pola kehidupan. Selanjutnya Orem mengembangkan konsep keperawatan tentang perawatan diri sendiri dan dipulikasikan dalam keperawatan (Concept of Pratice tahun 1971). Orem memulai karir keperawatannya sejak terdaftar sebagai siswa di Providence di Washington DC. A. berfikir. Dorothea E. Beliau menghadirkan lima asumsi tentang manusia. yaitu : Theory self care. Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson’s units (keluarga. Lulus Sarjana Muda tahun 1930. Orem meninggal pada 22 Juni 2007 di kediamannya di Savannah. kelompok dan masyarakat. Tahun 1976 mendapat gelar Doktor Honoris Causa. Model Konsep Keperawatan Dorothea E. Orem meninggal pada umur 93 tahun. Tahun 1980 mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang edisi pertama diperluas pada keluarga. Dorothea E Orem. Tahun 1980 mendapat gelar penghargaan dari alumni Universitas Katolik Amerika tentang teori keperawatan. Dunia keperawatan telah kehilangan seorang ahli dan dianggap sebagai orang terpenting serta memiliki wawasan yang sangat luas di bidang keperawatan. D. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul “Nursing Conceps of Practice Self Care”. Teori dan Empat Konsep Dasar Roger Martha E. Manusia mempunyai empat dimensi. Orem. keperawatan dan kesehatan. emosi. Lulus Master tahun 1939 pendidikan keperawatan. Pada akhirnya seseorang mampu berbicara. baik sehat maupun sakit” (Orem’s 1980). Maryland. teori self care deficit dan teori nursing system. Tahun 1965 Orem bergabung dengan Universitas Katolik di Amerika membentuk model teori keperawatan komunitas. Latar Belakang Dorothea Elizabeth Orem lahir pada tahun 1914 di Baltimore. administrasi keperawatan dan sebagai konsultan (1970). kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care. Dorothea E. yang menghasilkan kerja sama tentang perawatan dan disiplin keperawatan. Tiap orang dikatakan sebagai suatu yang individu utuh. perawat tugas pribadi. Tahun 1968 membentuk kelompok konferensi perkembangan keperawatan. Dalam bidang keperawatan dapat dikatakan bahwa ahli Keperawatan dari Amerika. Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem’s adalah : “Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. medan energi negentropik dapat diketahui dari kebiasaan dan ditunjukkan dengan ciri-ciri dan tingkah laku yang berbeda satu sama lain dan tidak dapat diduga dengan ilmu pengetahuan yaitu lingkungan. Tahun 1985 mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang tiga teori.oleh suatu pengukuran yang mempunyai tujuan.

perawat membantu klien untuk mempertahankan perawatan diri dengan melakukannya sebagian. 6. pemulihan dari sakit atau trauma atu koping dan efeknya. 8. penyembuhan dari penyakit. Dalam situasi lain. Keperawatan Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. Universal Self-Care Requisites . Rest and Activity (Istirahat dan kegiatan): keseimbangan antara istirahat dan aktivitas. 4. Orem membagi dalam konsep kebutuhan dasar yang terdiri dari: 1. Orem’s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Food (makanan): pemeliharaan dalam mengkonsumsi makanan 4. Solitude and Social Interaction (kesendirian dan interaksi sosial) : pemeliharaan dalam keseimbangan antara kesendirian dan interaksi sosial 7. Air (udara): pemeliharaan dalam pengambian udara. Promotion of Normality B.diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri. atau cidera. integritas struktural. 3. Lingkungan Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk didalamnya tetapi tidak spesifik. 2. Water (air): pemeliharaan pengambilan air 3. tetapi tidak seluruh prosedur. baik laki-laki perempuan dan anakanak. C. Individu/Klien Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. Ketika perawatan diri tidak dapat dipertahankan akan terjadi kesakitan atau kematian. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan self care yang mencakup. Dorothea orem (1971) mengembangkan definisi keperawatan yang menekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri. 2. Keperawatan berupaya mengatur dan mempertahankan kebutuhan keperawatan diri secara terus menerus bagi mereka yang secara total tidak mampu melakukannya. Orem menggambarkan filosofi tentang kaperawatan dengan cara seperti berikut : Keperawatan memiliki perhatian tertentu pada kebutuhan manusia terhadap tindakan perawatan dirinya sendiri dan kondisi serta penatalaksanaannya secara terus menerus dalam upaya mempertahankan kehidupan dan kesehatan. melainkan pengawasan pada orang yang membantu klien dengan memberikan instuksi dan pengarahamn secara individual sehingga secara bertahap klien mampu melakukannya sendiri. KONSEP UTAMA 1. Sehat Kemampuan individu atau kelompoki memenuhi tuntutatn self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas structural fungsi dan perkembangan. fungsi dan perkembangan Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas. kecuali bila tidak mampu. Elimination (eliminasi): pemeliharaan kebutuhan proses eliminasi 5. Perawatan diri sendiri dibutuhkan oleh setiap manusia. Dalam pemahaman konsep keperawatan khususnya dalam pandangan mengenai pemenuhan kebutuhan dasar. dan mengatasi hendaya yang ditimbulkannya. KEYAKINAN DAN NILAI – NILAI Keyakinan Orem tentang empat konsep utama keperawatan adalah : 1. Hazard Prevention (pencegahan risiko): kebutuhan akan pencegahan risiko pada kehidupan manusia dalam keadaan sehat .

termasuk ketidakmampuan dan penyandang cacat juga yang berada sedang dirawat dan menjalani terapi. Beberapa pemahaman terkait terapi pemenuhan kebutuhan dasar diantaranya : a. Kompleksitas dari self-care atau system dependent-care (ketergantungan perawatan) adalah meningkatnya jumlah penyakit yang terjadi dalam waktu-waktu tertentu. Mengatur dan mengontrol jenis atau macam kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh pasien dan cara pemberian ke pasien b. self-care (perawatan diri) digunakan sebagai alat dalam pengobatan dan terapi kesehatan. Therapeutic self-care demand Terapi pemenuhan kebutuhan dasar berisi mengenai suatu program perawatan dengan tujuan pemenuhan kebutuhan dasar pasien sesuai dengan tanda dan gejala yang ditampilkan oleh pasien.Tujuan universally required adalah untuk mencapai perawatan diri atau kebebasan merawat diri dimana harus memiliki kemampuan untuk mengenal. Pemeliharaan kecukupan pemasukan cairan d. Adanya gangguan kesehatan terjadi sepanjang waktu sehingga mempengaruhi pengalaman mereka dalam menghadapi kondisi sakit sepanjang hidupnya. memvalidasi dan proses dalam memvalidasi mengenai anatomi dan fisiologi manusia yang berintegrasi dalam lingkaran kehidupan. Perawat harus mampu melakukan pemilihan alat dan bahan yang bisa dipakai untuk . Dinegara-negara yang warganya banyak mengalami gangguan kesehatan. Situasi yang mendukung perkembangan perawatan diri b. Perawatan diri (self-care) adalah komponen system tindakan perawatan diri individu yang merupakan langkah-langkah dalam perawatan ketika terjadi gangguan kesehatan.231) 3.p. Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi social g. Tiga hal yang berhubungan dengan tingkat perkembangan perawatan diri adalah: a. fisiologi dan psikologi tetapi juga konsep diri seutuhnya. Mencegah atau mengatasi dampak dari situasi individu dan situasi kehidupan yang mungkin mempengaruhi perkembangan manusia. perkembangan individu akan memberikan dampak baik permanen maupun sementara. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perawat ketika memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien diantaranya : a. Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan eksresi e. Pencegahan resiko-resiko untuk hidup. Ketika konsep diri manusia mengalami gangguan (termasuk retardasi mental atau autisme). Meningkatkan kegiatan yang bersifat menunjang pemenuhan kebutuhan dasar seperti promosi dan pencegahan yang bisa menunjang dan mendukung pasien untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien sesuai dengan taraf kemandiriannya. Dibawah ini terdapat 8 teori self care secara umum yaitu : a. fungsi usia dan kesehatan manusia. Perawat harus mampu mengidentifikasi faktor pada pasien dan lingkunganya yang mengarah pada gangguan pemenuhan kebutuhan dasar manusia b. yang mengalami gangguan patologi. Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat f. Pemeliharaan kecukupan pemasukan makanan c. Penyakit atau trauma tidak hanya pada struktur tubuh. Peningkatan promosi fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam kelompok social sesuai dengan potensinya 2. 1980. h. Health deviation self-care requisites Istilah perawatan diri ditujukan kepada orang-orang yang sakit atau trauma. Developmental self-care requisites Berhubungan dengan tingkat perkembangn individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. Pemeliharaan kecukupan pemasukan udara b. (Orem. 4. Terlibat dalam pengembangan diri c.

memahami konsep dasar manusia dan perkembangan manusia baik secara holistik ( orem. Beberapa ktrempilan selain psikomotor yang juga harus dikuasai perawat adala komunikasi terapetik. 7.dimana pemenuhannya dipengaruhi dari faktor dari dalam pasien ataupun dari lingkungan 2. p. Dependent Care Agent Dependent care agency merupakan perawat profesional yang memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat dalam upaya perawatan pemenuhan kebutuhan dasar pasien termasuk pasien dalam derajat kesehatan yang masih baik atau masih mampu atau sebagain memenuhi kebutuhan dasar pada pasien. prevensi dan lain-lain 8. pemberdayaan sumberdaya di sekitar lingkungan perawat dan pasien untuk bisa memberikan pelayanan yang profesional. Pemenuhan kebutuhan pasien hampir semunay tergantung pada pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan utamanya perawat. Pemberian kebutuhan dasar tetap menekankan pada kemandirian pasien sesuai dengan tingkat kemampuannya. Nursing Agency Perawat harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kemampuanya secara terus menerus untuk bisa memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien secara holistik sehingga mereka mampu membuktikan dirinya bahwa mereka adalah perawat yang berkompeten untuk bisa memberika pelayanan profesional untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien. 9. 514) 6. ASUMSI DASAR Orem (2001) mengidentifikasi beberapa hal mendasar dari teori keperawatan terkait kebutuhan dasar manusia : 1. mampu berfikir kritis. Perawatan yang diberikan bisa bersifat promoting. utamanya pada pasien yang dalam perawatan total care. 11. pasien yang memiliki tingkatan ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya 3. Human agency. Kebutuhan dasar manusia bersifat berkelanjutan . Sistem Keperawatan Merupakan serangkaian tindakan praktik keperawatan yang dilakukan pada satu waktu untuk kordinasi dalam melakukan tindakan keperawatan pada klien untuk mengetahui dan memenuhi komponen kebutuhan perawatan diri klien yang therapeutic dan untuk melindungi serta mengetahui perkembangan perawatan diri klien D. ketrampilan intrapersonal. Self Care Agency Pemenuhan kebutuhan dasar pasien secara holistik hanya dapat dilakukan pada perawat yang memiliki kemampuan komprehensif. Pengalaman dan pengetahuan perawat diperlukan untuk bisa memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar pasien secara profesional . 10. Agent Pihak atau prerawat yang bisa memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien adalah perawat dengan keahlian dan ketrampilan yang berkompeten dan memiliki kewenangan untuk memberikan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien secara holistik. 2001. Self Care Deficit Perawat membantu pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Perawatan yang dilakukan biasanya kuratif dan rehabilitatif. Nursing Design Penampilan perawat yang dibutuhkan untuk bisa memberikan asuhan keperawatan yang bisa memenuhi kebutuhan dasar pasien secara holistik adalah perawata yang profesioanl. memiliki dan menjalankan standar kerja dll. 5. memanfaatkan segala sumberdaya yang ada disekitar pasien untuk memberikan pelyenana pemenuhan kebutuhan dasar pasien semaksimal mungkin.memenuhi kebutuhan dasar pasien.

Konsep teory Imogene M. Transaksi Sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. Stress Diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. b. Waktu Diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa ke masa yang akan datang. King adalah Human Being dengan prinsip Goal Attainment ( Pencapaian tujuan ) yang berfokus pada system interpersonal. persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. i. interpersonal systems (groups) dan social systems (keluarga. meliputi: Personal systems (individuals). 3. sistem pelayanan kesehatan. dapat dilihat pada skema berikut ini : Dynamic Interacting Systems . j. KONSEP DASAR 1. Peran Merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. Komunikasi Diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung. industri. kadang dapat diidentifikasi dari perilaku individu untuk memperlihatkan batasan wilayah tersebut. Jarak Jarak secara fisik berhubungan dengan batas wilayah yang memiliki kebijakan masingmasing. Persepsi Diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita. sekolah. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia.King terdiri : a. Ruang Sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. d. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan. 2. Pertumbuhan dan perkembangan Perubahan yang kontinue dalam diri individu. molekul dan tingkat aktivitas perilaku yang kondusif untuk membantu individu mencapai kematangan. Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. g. h. dll) . organisasi sosial. individu dengan kelompok.Model Konsep Keperawatan Imogene King Interacting systems Frameworkand Middle range theory of goal attainment A. Fokus teory Imogene M. Tumbuh kembang mencakup sel. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. konsep diri. Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. sosial ekonomi. genetika dan latar belakang pendidikan. King mengidentifikasi sistem yang dinamis dalam tiga sistem interaksi yang dikenal dengan Dynamic Interacting Systems. Interaksi King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. c. e. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien. f.

Sistem interpersonal adalah dua atau lebih individu atau grup yang berinteraksi.a. kadang dapat diidentifikasi dari perilaku individu untuk memperlihatkan batasan wilayah tersebut. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. b. 4) waktu Diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa ke masa yang akan datang. rasional. Karakteristik diri adalah individu yang dinamis. Sistem personal dapat dipahami dengan memperhatikan konsep yang berinteraksi yaitu: 1) Persepsi diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita. Interaksi ini dapat dipahami dengan melihat lebih jauh konsep tentang peran. transaksi. 5) Ruang Sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. Ada . mempunyai maksud-maksud tertentu sesuai dengan hak dan respon yang dimilikinya serta berorientasi pada tindakan dan waktu. 6) Jarak : Jarak secara fisik berhubungan dengan batas wilayah yang memiliki kebijakan masing-masing. menerima. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia. Perubah ini biasanya terjadi dengan cara yang tertib. individu dengan kelompok. 5) Koping : c. mengontrol. mempunyai perasaan. Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. genetika dan latar belakang pendidikan. mampu berinteraksi. 2) Diri adalah bagian dalam diri seseorang yang berisi benda-benda dan orang lain. mengubah energi. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan. koping. dan sumbangan fungsi genetic. sosial ekonomi. Komunikasi : Diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung. Sistem personal adalah individu atau klien yang dilihat sebagai sistem terbuka. 3) Pertumbuhan dan perkembangan : Tumbuh kembang meliputi perubahan sel. molekul dan perilaku manusia. interaksi. Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. pengalaman yang berarti dan memuaskan. 1) Peran : Merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien. dan kemampuan dalam bereaksi. komunikasi. 4) Stress : Diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. stress. dan dapat diprediksikan walaupun individu itu bervariasi. 2) Interaksi : King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. Individu merupakan anggota masyarakat. Tumbuh kembang dapat didefinisikan sebagai proses diseluruh kehidupan seseorang dimana dia bergerak dari potensial untuk mencapai aktualisasi diri. 3) Transaksi : Sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. dan informasi dengan lingkungannya. Diri adalah individu atau bila seseorang berkata “AKU”. konsep diri. system terbuka dan orientasi pada tujuan. Sistem sosial merupakan sistem dinamis yang akan menjaga keselamatan lingkungan.

dan nilai klien serta perawat. 5. personal. 4) Pembuatan keputusan Pembuatan atau pengambilan keputusan bercirikan untuk mengatur setiap kehidupan dan pekerjaan. otoritas/wewenang . Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri. dan secara kognitif mampu berpartisipasi dalam pembuatan atau pengambilan keputusan. persepsi. 5) Status Status bercirikan situasional. penerimaan. dan berorientasi pada tujuan. Pandangan King terhadap keperawatan 1. C. 1) Organisasi Organisasi bercirikan struktur posisi yang berurutan dan aktifitas yang berhubungan dengan pengaturan formal dan informal seseorang dan kelompok untuk mencapai tujuan personal atau organisasi. interaksi. Asumsi King King mengasumsikan model konsep dan teori keperawatan secara eksplisit maupun implisit. posisi ketergantungan. Pasien sadar. tujuan. control. berpartisipasi dalam membuat keputusan yng mempengaruhi kehidupannya. Manusia sebagai pasien mempunyai hak untuk mendapatkan informasi. proses yang terus menerus. aktif. 2) Otoritas . bahwa wewenang itu aktif. mengirim. dan kewajiban. Tanggung jawab dari anggota tim kesehatan adalah memberikan informasi kepada individu tentang semua aspek kesehatan untuk membantu mereka membuat atau mengambil keputusan. berorientasi pada kegiatan waktu. persepsi. dinamis dan orientasi pada tujuan. nilai-nilai dari pemegang mempengaruhi definisi. rasional. kekuasaan. Proses interaksi dipengaruhi oleh persepsi. tugas-tugas. Konsep Manusia King memandang manusia sebagai suatu system terbuka yang berinteraksi dengan lingkungan yang memungkinkan benda. energi. situasional. reaksi. Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan. individual.beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat. Tujuan dari memberi pelayanan kesehatan dan menerima pelayanan mungkin tidak sama. dapat diubah. dan informasi dengan leluasa . 4. situasional. King mendefinisikan status sebagai posisi seseorang didalam kelompok atau kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lain di dalam organisasi dan mengenali bahwa status berhubungan dengan hak-hak istimewa. dan kesehatan. Individu adalah social. 3. Asumsi eksplisit meliputi : 1. Focus sentral dari keperawatan adalah interaksi dari manusia dan lingkungannya. status dan pengambilan keputusan. kebutuhan. Sistem sosial dapat mengantarkan organisasi kesehatan dengan memahami konsep organisasi. validasi dan penerimaan posisi di dalam organisasi berhubungan dengan wewenang. 2. atau bukan sumbangan personal. 3. esensial dalam organisasi. proses transaksi yang timbal balik dimana latar belakang. King mendefinisikan otoritas atau wewenang. orang. Asumsi implicit meliputi : 1. dan pelayanan komunitas dan menerima atau menolak keperawatan. universal. B. dibatasi oleh sumber-sumber dalam suatu situasi. Pasien ingin berpartisipasi secara aktif dalam proses keperawatan. kesehatan. 3) Kekuasaan Kekuasaan adalah universal. 4. 6. dengan tujuan untuk kesehatan manusia 2. subjektif.

Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu.sumber yang dimiliki oleh seseorang atau individu untuk mencapai kehidupan sehari. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut : a. dengan menggunakan sumber. Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan dengan lingkungan internal. Lingkungan merupakan suatu system terbuka yang menunjukkan pertukaran masalah. 1989) 1. intervensi dan rekonstitusi (Fitzpatrick & Whall. Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem dari pada stressor interpersonal. gaya hidup dan tahap perkembangan. dan jika ada gangguan. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. Model Konsep Keperawatan Betty Neuman System model. Jika itu terjadi.sehari yamg maksimal.mempengaruhinya. 4. Konsep Lingkungan Menurut King lingkungan adalah system social yang ada dalam masyarakat yang saling berinteraksi dengan system lainnya secara terbuka. Teori Model Betty Neuman Konsep utama yang terdapat pada model Neuman. 2. yang secara berkelanjutan melakukan penyesuaian terhadap stressor internal dan eksternal melewati rentang sehat sakit. garis pertahanan dan perlawanan. Dalam kerangka konsepnya meliputi tiga system interaksi yang dinamis sebagai individu disebut sebagai system personal. System social tercipta ketika kelompok mempunyai ketertarikan dan tujuan yang sama dalam satu komunitas atau masyarakat. 3. sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. informasi dengan keberadaan manusia. lima variabel sistem klien. Misalnya : sosial politik. Stressor Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih yang memiliki pengaruh pada sistem. Misalnya : ekspektasi peran c. struktur dasar. tingkatan pencegahan. 2. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel. meliputi: stresor. Konsep Sehat King mendefinisikan sehat sebagai pengalaman hidup manusia yang dinamis. reaksi. ketika individu ini bersatu dalam kelompok disebut system interpersonal. . Konsep Keperawatan King menyampaikan pola intervensi keperawatannya adalah proses interaksi klien dan perawat meliputi komunikasi dan persepsi yang menimbulkan aksi. Garis pertahanan dan perlawanan Garis pertahanan menurut Neuman’s terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. menetapkan tujuan dengan maksud tercapainya suatu persetujuan dan membuat transaksi. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. energi. Misalnya : respons autoimmun b. Manusia tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan internal dengan penukaran energi yang diatur secara terus menerus terhadap perubahan lingkungan eksternal.

3. maka sistem depan berkonstitusi. Meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. komunitasnya. sosiokultur. kelompoknya. 4. Sistem klien Model Sistem Neuman merupakan suatu pendekatan sistem yang terbuka dan dinamis terhadap klien yang dikembangkan untuk memberikan suatu kesatuan fokus definisi masalah keperawatan dan pemahaman terbaik dari interaksi klien dengan lingkungannya.Garis pertahanan fleksibel berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor. komunitas atau sosial issue (Tomey & Alligood. Elemenelemen yang ada dalam sistem terbuka mengalami pertukaran energi informasi dalam organisasi kompleksnya. Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman’s merupakan serangkaian lingkaran putusputus yang mengelilingi struktur dasar. . Jika lines of resistance efektif dalam merespon stressor tersebut. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance. psikologis. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer. maka perlu melindungi garis pertahanan normal dan bertindak sebagai buffer. Tingkatan pencegahan Tingkatan pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer. Misalnya mekanisme sistem immun tubuh. Garis ini bisa menjauh atau mendekat pada garis pertahanan normal. a. Stress dan reaksi terhadap stres merupakan komponen dasar dari sistem terbuka. Klien sebagai suatu sistem memberikan arti bahwa adanya keterkaitan antar aspek yang terdapat dalam sistem tersebut. keluarga. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Pencegahan Tersier Dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. perkembangan dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan garis pertahanan diri fleksibel terhadap berbagai reaksi terhadap stressor. meliputi promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensiintervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian. Kesehatan klien akan dipengaruhi oleh keluarganya. mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakantindakan yang tepat sesuai gejala. Strateginya mencakup : immunisasi. psikologis. Klien sebagai sistem bisa individu. Kondisi ini bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu relatif singkat. kelompok. Pencegahan primer : Terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor. sekunder dan tersier. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. perkembangan dan spiritual. sosiokultur. b. sehingga dapat mempertahankan energi. jika tidak efektif maka energi berkurang dan bisa timbul kematian. Oleh sebab itu untuk mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien. Bila jarak antara garis pertahanan meningkat maka tingkat proteksipun meningkat. c. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). bahkan lingkungan sosialnya. 1998). pendidikan kesehatan. Pencegahan sekunder. memiliki lima variabel yang membentuk sistem klien yaitu fisik. Disamping itu hubungan dari berbagai variabel (fisiologi. Neuman meyakini bahwa klien adalah sebagai suatu sistem. olah raga dan perubahan gaya hidup. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi.

adalah suatu set dari beberapa bagian yang berhubungan dengan keseluruhan fungsi untuk beberapa tujuan dan demikian juga keterkaitan dari beberapa bagiannya. perkembangan dan spiritual. perubazhan dapat mempertahankan kesehatan secara adekuat. Lebih spesifik manusia didefinisikan sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri dengan activifitas kognator dan Regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara penyesuaian yaitu : Fungsi Fisiologis. sosiokultural. Apabila bagian-bagian dari klien berinteraksi secara harmonis. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah. sehingga sakit atau kematian. Sosial) sebagai satu kesatuan yang mempunyai Inputs (masukan). hal ini disebabkan karena adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi.tan atau stabilitasasi system. meningkatkan dan memelihara sistem keseimbangan. Konsep diri. 5. maka akan terwujud jika kebutuhan-kebutuhan sistem telah terpenuhi. Proses kontrol adalah Mekanisme Koping yang dimanifestasikan dengan cara-cara penyesuaian diri. psikologis. Rekonstitusi dapat dimulai menyertai tindakan terhadap invasi stressor. dan kekuatan/kelemahan bagian-bagian sistem. Model Konsep Keperawatan Sister Callista Roy Adaptation Model A. Perubahan istilah dari Holistik menjadi Wholistik untuk meningkatkan pemahaman terhadap orang secara keseluruhan. serta proses feedback. Fungsi peran. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa setiap orang itu akan memiliki keunikan masing-masing dalam mempersepsikan dan menanggapi suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari.Rekonstitusi adalah suatu adaptasi terhadap stressor dalam lingkungan internal dan eksternal. TINJAUAN TEORITIS THE ROY ADAPTATION MODEL 1. terdiri dari pencegahan primer. Sebagai sistim yang dapat menyesuaikan diri manusia dapat digambarkan secara holistik (bio. Namun apabila terjadi ketidakharmonisan diantara bagian-bagian dari system. Manusia Sebagai System Adaptive. psicho. Dimana secara wholistik klien dipandang sebagai keseluruhan yang bagian-bagiannya berada dalam suatu interaksi dinamis. sekunder dan tertier. Keseimbangan fungsional atau harmonis menjaga keutuhan integritas sistem. dan control.Selanjutnya juga dijelaskan oleh Neuman bahwa klien merupakan cerminan secara wholistik dan multidimensional (Fawcett. Dengan kata lain bahwa untuk memeliki keseluruhan bagian-bagian yang saling berhubungan. Intevensi Merupakan tindakan-tindakan yang membantu untuk memperoleh. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. Struktur dasar Struktur dasar berisi seluruh variable untuk mempertahankan hidup dasar yang biasa terdapat pada manusia sesuai karakteristik individu yang unik. 2005). intrapersonal. dan Interdependensi. Yang termasuk rekonstitusi adalah faktor-faktor interpersonal. ekstrapersonal dan lingkungan yang berkaitan dengan variabel fisiologis. sistem juga memiliki input. genetik. 6. Rekonstitusi Neuman (1995) mendefinisikan rekonstitusi sebagai peningkatan energi yang terjadi berkaitan dengan tingkat reaksi terhadap stressor. out put..hari. Disamping itu klien atau sistem dapat menangani stressor dengan baik. Sistem. . 7. Control dan Feedback Processes dan Output (keluaran/hasil). Variabel-variabel tersebut yaitu variabel sistem. Rekonstitusi bisa memperluas normal line defense ke tingkat sebelumnya. Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri (adaptive system ).

yaitu Mekanisme koping bawaan dan dipelajari. manusia dilihat sebagai suatu kesatuan yang saling berhubungan antara unit unit fungsionil atau beberapa unit fungsionil yang mempunyai tujuan yang sama. Mekanisme koping bawaan. manusia sebagai suatu sistim adaptive adalah espon adaptive (dapat menyesuaikan diri) dan respon maldaptive (tidak dapat menyesuaikan diri). ditentukan oleh sifat genetic yang dimiliki. dikembangkan melalui strategi seperti melaui pembelajaran atau pengalaman-pengalaman yang ditemui selama menjalani kehidupan berkontribusi terhadap respon yang biasanya dipergunakan terhadap stimulus yang dihadapi. Input atau stimulus yang masuk. (Baca Poin 1. yang dibedakan menjadi 2 (dua). sedangkan respon maladaptive dapat mengganggu integritas. Control. Sedangkan mekanisme koping yang dipelajari. materi yang ada dilingkungan. yaitu segala sesuatu yang tidak memberikan kontribusi yang sesuai dengan tujuan “human system. 1989). adalah keseluruhan yang meningkatkan itegritas dalam batasan yang sesuai dengan tujuan “human system”. Sebagai sistim yang dapat menyesuikan diri manusia dapat digambarkan dalam karakteristik sistem. Sebagai suatu sistim manusia dapat juga dijelaskan dalam istilah Input. Dua Mekanisme Coping yang telah diidentifikasikan yaitu: Susbsistim Regulator dan Susbsistim Kognator. Melalui proses feedback. Koping yang tidak konstruktif atau tidak efektif berdampak terhadap respon sakit (maladaptife).4: Sistem Regulator dan Kognator) 3) Output Faz Patrick & Wall (1989). dan Output. kimia tubuh. perilaku seseorang berhubungan dengan metode adaptasi. fungsi peran. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mempunyai tingkat adaptasi yang berbeda dan sesuai dari besarnya stimulus yang dapat ditoleransi oleh manusia. Adalah tiap upaya yang diarahkan pada penatalaksanaan stress. dan Interdependensi. respon-respon itu selanjutnya akan menjadi Input (masukan) kembali pada manusia sebagai suatu sistim. 1995). Jika pasien masuk pada zona maladaptive maka pasien mempunyai masalah keperawatan adaptasi (Nursalam. Proses Feedback. 2003). Manusia sebagai suatu sistim yang dapat menyesuaikan diri disebut mekanisme koping. dan organ endokrin. zat. dimana feedbacknya dapat berlawanan atau responnya yang berubah ubah dari suatu stimulus. Subsistim regulator merupakan mekanisme kerja utama yang . 1) Input (Stimulus) Pada manusia sebagai suatu sistim yang dapat menyesuaikan diri: yaitu dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri (Faz Patrick & Wall. Psikhologis dan social. 4) Subsistem Regulator dan Kognator Adalah mekanisme penyesuaian atau Koping yang berhubungan dengan perubahan lingkungan. terbuka dapat menyesuaikan diri dari perubahan suatu unsur. termasuk upaya penyelesaian masalah langsung dan mekanisme pertahanan yang digunakan untuk melindungi diri (stuart. diperlihatkan melalui perubahan Biologis. 2) Mekanisme Koping. Regulator dan Kognator adalah digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat effektor atau cara penyesuaian diri yaitu: Fungsi Phisiologis. Subsistim Regulator adalah gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan pada sistim saraf. Responrespon yang adaptive itu mempertahankan atau meningkatkan intergritas. Respon adaptif. umumnya dipandang sebagai proses yang terjadi secara otomatis tanpa dipikirkan sebelumnya oleh manusia. Perilaku adaptasi yang muncul bervariasi. Respon maladaptif.Dalam model adaptasi keperawatan menurut Roy manusia dijelaskan sebagai suatu sistim yang hidup. sundeen. konsep diri.

perawatan penyakit dalam dan bedah. (Tomey. Perawat Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi autonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional keperawatan. menanyakan untuk validasi atau perbaikan. peneliti dan konsultan dalam bidang keperawatan.162) B. Fungsi profesional yaitu membantu mengenali dan menemukan kebutuhan pasien yang bersifat segera. pendidik. 1995 . mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat (George. namun demikian Schmieding (1993) mendapatkan dari tulisan Orlando mengenai empat area yang ditekuninya : 1. Ia juga telah menjabat sebagai suvervisor dan menjabat sebagai asisten dua direktur keperawatan. Pada tahun 1954 menerima MA di mental health consultation dari Universitas Colombia. proses informasi pembelajaran. medapat gelar Bachelor of Nursing pada tahun 1951 dari Universitas di Brooklyn New York. Pada awal karirnya ia bekerja sebagai staf keperawatan diberbagai bidang seperti obstetri. Ia diterima di Diploma Keperawatan di New York tahun 1947. yaitu perilaku pasien. 2006: 434). Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera. serta di ruang emergenci. Manusia Manusia bertindak atau berperilaku secara verbal dan nonverbal. Dalam teorinya Orlando mengemukanan tentang beberapa konsep utama. Orlando juga menggambarkan mengenai disiplin nursing proses sebagai interaksi total (total interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. diantaranya adalah konsep disiplin proses keperawatan ( nursing process discipline) yang juga dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. Dalam teorinya tentang disiplin proses keperawatan mengandung elemen dasar. Orlando juga aktif dibebagai organisasi seperti pada Massachusetts Nurses’ Associations dan di Harvard Community Health Plan. termasuk didalamnnya persepsi. Paradigma Keperawatan Teori Proses Keperawatan Orlando Asumsi Orlando terhadap paradigma keperawatan hampir seluruhnya terkandung dalam teorinya.berespon dan beradaptasi terhadap stimulus lingkungan. reaksi perawat dan tindakan perawatan yang dirancang untuk kebaikan pasien 2. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat.membuat alasandanemosional AHLI TEORI KEPERAWATAN APLIKASI TEORI IDA JEAN ORLANDO NURSING PROCCES THEORY A. Ia telah aktif berkarir sebagai pelaksana . Hal ini dijadikan dasar pernyataan . perilaku pasien. Sama dengan teori-teori keperawatan pendahulunya asumsinya tidak spesifik. Subsistim Kognator adalah gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan kognitif dan emosi. kadang-kadang dalam situasi tertentu manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan pertolongan. prinsip dan proses. Ia juga sebagai dosen dan konsultan pada berbagai institusi keperawatan. Itu merupakan tanggung jawab perawat untuk mengetahui kebutuhan pasien dan membantu memenuhinya. Buku pertamanya yang dipublikasikan pada tahun 1961dan diprint ulang pada tahun 1990 yaitu hubungan dinamis perawat-pasien : fungsi. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu. dan akan mengalami distress jika mereka tidak dapat melakukannya. Ia juga menjabat sebagai pimpinan graduate program dalam kesehatan mental dan psikiatri nursing di Yale. Biografi Ida Jean Orlando Pelletier lahir pada tanggal 12 Agustus 1926 di New Jersey.

Orlando menyebutnya sebagai ”nursing procces discipline”. perawat perlu mengobservasi perilaku pasien untuk mengetahui tanda-tanda distress. disiplin proses keperawatan 5. berfikir dan . berfikit. Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu pasien . 2. Reaksi segera Reaksi segera meliputi persepsi. 3. sebaiknya hal ini dikurangi agar perawat lebih terfokus pada aktivitas-aktivitas yang benar-benar menjadi kewenangannya. Ketika perawat menggunakan proses ini untuk mengkomunikasikan reaksinya dalam merawat pasien. Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama yaitu 1. tetapi berasumsi bahwa bebas dari ketidaknyamanan fisik dan mental dan merasa adekuat dan sejahtera berkontribusi terhadap sehat. dan merasakan dan bertindak dalam situasi yang bersifat segera. respon internal atau kesegaran.bahwa perawat profesional harus berhubungan dengan seseorang yang tidak dapat menolong dirinya dalam memenuhi kebutuhannya. 4. Pasien dapat mengalami distress terhadap lingkungan therapeutik dalam mencapai tujuannya. Ada beberapa aktivitas spontan dan rutin yang bukan aktivitas profesional perawat yang dapat dilakukan oleh perawat. Itu merupakan alat yang dapat perawat gunakan untuk melaksanakan fungsinya dalam merawat pasien. 2. apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi. Konsep Utama Dalam Teori Proses Keperawatan Orlando PERSON A PERSON B Reaction Reaction Secret Secret Teori keperawatan Orlando menekankan ada hubungan timbal balik antara pasien dan perawat. Lingkungan Orlando berasumsi bahwa lingkungan merupakan situasi keperawatan yang terjadi ketika perawat dan pasien berinteraksi. Perasaan adekuat dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya berkontribusi terhadap sehat. C. Perawat harus mengetahui benar peran profesionalnya. 2. Sehat Orlando tidak medefinisikan tentang sehat. ide dan perasaan perawat dan pasien. Dan sebagai orang pertama yang mengidentifikasi dan menekankan elemen-elemen pada proses keperawatan dan hal-hal kritis penting dari partisipasi pasien dalam proses keperawatan. kemajuan. dan keduanya mempersepsikan. Proses aktual interaksi perawat-pasien sama halnya dengan interaksi antara dua orang . mengenal perilaku pasien. Perawat harus mengetahui kebutuhan pasien untuk membantu memenuhinya. aktivitas perawat profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan dalam membantu pasien. 1. fungsi perawat profesional. 3. 4. Mengenal perilaku pasien Mengenal perilaku pasien yaitu dengan mengobservasi apa yang dikatakan pasien maupun perilaku nonverbal yang ditunjukkan pasien. Tanggung jawab perawat Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang pasien butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut (misalnya kenyamanan fisik dan rasa aman ketika dalam mendapatkan pengobatan atau dalam pemantauan.

Oleh karena itu perawat harus belajar mengidentifikasi setiap bagian dari reaksinya. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu. Disiplin proses keperawatan Menurut George (1995 hlm 162) mengartikan disiplin proses keperawatan sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. Penyelesaian masalah tidak efektifnya perilaku pasien layak diprioritaskan. berjalan. pertanyaan.merasakan. Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera. ini sangat berarti pada pasien tertentu dalam kondisi gawat harus dipahami. menanyakan untuk validasi atau perbaikan. (Tomey. edema. berfikir. Inkonsistensi antara dua perilaku ini dapat dijadikan faktor kesiapan perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien. Perilaku Pasien Disiplin proses keperawatan dilaksanakan sesuai dengan perilaku pasien . menghindar kontak mata dan lain sebagainya. Perilaku pasien dapat verbal dan non verbal. Peningkatan perilaku pasien merupakan indikasi dari pemenuhan kebutuhan sebagai hasil yang diharapkan. 2006 hlm 434). Kemajuan / peningkatan Peningkatan berari tumbuh lebih. Disiplin Proses Keperawatan Dalam Teori Proses Keperawatan Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa disiplin proses keperawatan dalam nursing procces theory dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. Disiplin proses keperawatan didasarkan pada ” proses bagaimana seseorang bertindak”. Perawat harus dapat menggunakan reaksinya untuk tujuan membantu pasien. D. Tidak efektifnya perilaku pasien merupakan indikasi dalam memelihara hubungan perawat-pasien. dan merasakan terjadi secara otomatis dan hampir simultan. 4. 5. Contoh perawat melihat pasien merintih. Displin proses keperawatan menentukan bagaimana perawat membagi reaksinya dengan pasien. Orlando menekankan hal ini pada prinsip pertamanya ” dengan diketahuinya perilaku pasien . aktivitas motorik: senyum. permintaan. Reaksi dan tindakan perawat harus dirancang untuk menyelesaikan perilaku seperti halnya memenuhi kebutuhan yang emergenci 2. Orlando menawarkan prinsip untuk menjelaskan penggunaan dalam hal berbagi “ . atau tidak diketahuinya yang seharusnya ada hal tersebut menunjukan pasien membutuhkan suatu bantuan”. reaksi ini terdiri dari 3 bagian yaitu pertama perawat merasakan melalui indranya. kedua yaitu perawat berfikir secara otomatis. atau reaksi negatif pasien terhadap tindakan perawat. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat. perawat berfikir bahwa pasien mengalami nyeri kemudian memberikan perhatian Persepsi. pasien menjadi lebih berguna dan produktif. Tujuan dari proses disiplin ketika digunakan antara perawat dan pasien adalah untuk membantu pemenuhan kebutuhan pasien. perilaku pasien. Hal ini akan membantu dalam menganalisis reaksi yang menentukan mengapa ia berespon demikian. Walaupun seluruh perilaku pasien dapat menjadi indikasi perlunya bantuan tetapi jika hal itu tidak dikomunikasikan dapat menimbulkan masalah dalam interaksi perawat-pasien. dan ketiga adanya hasil pemikiran sebagai suatu yang dirasakan. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. kebutuhan dan lain sebagainya. Perilaku verbal yang menunjukan perlunya pertolongan seperti keluhan. 1. Reaksi Perawat Perilaku pasien menjadi stimulus bagi perawat . ketidakakuratan dalam mengidentifikasi kebutuhan pasien yang diperlukan perawat. seluruh perilaku pasien yang tidak sesuai dengan permasalahan dapat dianggap sebagai ekpresi yang membutuhkan pertolongan. Sedangkan perilaku nonverbal misalnya heart rate.

Orlando (1972) menyampaikan 3 kriteria untuk memastikan keberhasilan perawat dalam mengeksplor dan bereaksi dengan pasien. yaitu . Perawat memvalidasi efektifitas tindakan. Prinsip yang menjadi petunjuk tindakan menurut Orlando yaitu perawat harus mengawali dengan mengekplorasi untuk memastikan bagaimana mempengaruhi pasien melalui tindakan atau kata-katanya. Orlando menyatakan bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan oleh perawat dengan atau untuk kebaikan pasien adalah merupakan suatu tidakan profesional perawatan. Secara keseluruhan interaksi . Perawat harus dapat mengkomunikasikannya dengan jelas terhadap apa yang akan diekspresikannya c. segera setelah dilakukan secara lengkap d. Sedangkan tindakan otomatis dilakukan bila kebutuhan pasien yang mendesak. Beberapa contoh tindakan otomatis tindakan rutinitas. Perawat harus bereaksi terhadap perilaku pasien dengan mempersepsikan. Tindakan otomatis tidak akan memenuhi kriteria tersebut. misalnya tindakan pemberian obat atas intruksi medis. perawat mengunjungi pasien untuk memvalidasi reaksinya dan perawat membantu pasien dengan menggunakan proses yang sama agar komunikasi lebih efektif . c. Fungsi profesional Tindakan yang tidak profesional dapat menghambat perawat dalam menyelesaikan fungsi profesionalnya. Tindakan Perawat Setelah memvalidasi dan memperbaiki reaksi perawat terhadap perilaku pasien. dan mengidentifikasi reaksi sebagai dirinya sendiri. a. Semua itu tidak membutuhkan validasi reaksi perawat 4. perawat segera katakan kepada pasien jika tindakannya berhasil . tindakan perlindungan kesehatan secara umum. Perawat dapat bertindak dengan dua cara yaitu : tindakan otomatis dan tindakan terencana. Perawat menjelaskan maksud tindakan kepada pasien dan sesuai untuk memenuhi kebituhan pasien. perawat dapat melengkapi proses disiplin dengan tindakan keperawatan. Tindakan merupakan hasil dari indetifikasi kebutuhan pasien dengan memvalidasi reaksi perawat terhadap perilaku pasien. meyakinkan bahwa tindakan verbal dan nonverbalnya adalah konsisten dengan reaksinya. 3. b. Perawat membebaskan stimulasi yang tidak berhubungan dengan kebutuhan pasien ketika melakukan tindakan. . Perawat harus tetap menyadari bahwa aktivias termasuk profesional jika aktivitas tersebut direncanakan untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan pasien. Setelah perawat bertindak . melaksanakan instruksi dokter. perawat meyakinkan bahwa perawat bebas terhadap stimulasi tambahan yang bertentangan dengan reaksinya terhadap pasien. berfikir dan merasakan. Perawat harus menentukan tindakan yang sesuai untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien. Hanya tindakan terencana yang memenuhi fungsi profesional perawat. Selanjutnya tindakan yang sesuai untuk menyelesaikan kebutuhan adalah saling menguntungkan antara pasien dan perawat. Dibawah ini merupakan kriteria tindakan keperawatan yang direncanakan: a. dan dapat menyebabkan tidak adekuatnya perawatan pasien. Perawat harus segera menemui pasien dan konsisten terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya kepada pasien b. Perawat harus menanyakan kembali kepada pasien langsung untuk perbaikan atau klarifikasi. Disiplin proses keperawatan adalah serangkaian tindakan dengan suatu perilaku pasien yang membutuhkan bantuan. Perawat membagi aspek reaksinya dengan pasien.beberapa observasi dilakukan dan dieksporasi dengan pasien adalah penting untuk memastikan dan memenuhi kebutuhannya atau mengenal yang tidak dapat dipenuhi oleh pasien pada waktu itu “.

praktis teori memberikan kerangka kerja untuk menetapkan kapan menerapkan pedoman.E. Kejelasan (Clarity ) Pada buku pertamanya ”The dynamic Nurse patien relation ship function. Meskipun tulisannya jelas dan ringkas.kesederhanaan dari teori Orlando menguntungkan pada panggunaan penelitian.process and principles of professional nursing practice” (1961).Orlando secara konsisten menggunakan kata yang sama untuk komponen prosesnya.Penilai ini membandingkan antara perilaku awal dari subjek dengan perilaku akhirnya 5.beberapa kali pengulangan memudahkan pemahaman.oleh karena itu perawat dapat fokus pada hal ini untuk menentukan kebutuhan pasien dan mengobservasi perubahan perilaku non verbal setelah tindakan perawatan. sebab ia dapat membuat beberapa pernyataan prediksi dan tidak hanya menggambarkan dan menjelaskan . adalah laporan dari proyek penelitiannya untuk menguji ketepatan rumusan perawatannya. Perilaku non verbal adalah unsur dari perumusannya . Teorinya juga dapat dilihat secara sederhana. 2. 3. Analisis Teori Orlando. banyak dari grand teori tidak dapat diuji pada kondisi sekarang. Orlando menggambarkan konsep yang minimal pada mulanya dan kemudian mengembangkannya di seluruh buku. Kejelasan (Clarity) Kesederhanaan (Simplicity) Keadaan Umum ( Generality ) Ketepatan Empirik ( Empirical Precision ) Konsekuensi untuk diturunkan ( Derivable Consequences) 1.tetapi berdasarkan atas sifatnya yang umum dan keabstrakannya. Konsekuensi untuk diturunkan ( Derivable Consequences) . Kesederhanaan ( simplicity ) Karena teori Orlando berhubungan dengan sedikit konsep dan hubungan antar masing-masing konsep. 4.maka teorinya sederhana.Ia secara konsisten menggunakan terminologi yang sama pada teorinya. Keadaan Umum ( Generality ) Orlando mengilustrasikan kontak perawat – pasien pada keadaan pasien sadar.Orlando memperkenalkan konsep dengan jelas. Teori Orlando juga digambarkan sebagai praktis teori . Ketepatan Empirik ( empirical Precision ) Pada buku Orlando yang kedua ” The discipline and Teaching of nursing process .Aplikasi dari teorinya tetap dapat dikerjakan dengan mudah. Tujuan dari proyek adalah untuk mengevaluasi keefektifan disiplin proses perawatan pada kontak perawat di tempat kerja dan keefektifan program pelatihan. Walker dan Avant ( 1995) menggunakan teori Orlando sebagai satu contoh dari grand nursing teori . Pada buku keduanya ” The Discipline and teaching of nursing prosess . Perkembangan dari teorinya mengharuskan pembaca untuk lebih familiar dengan kedua buku. keefektifan ditentukan oleh ada atau tidak hasil yang bermanfaat . Program pelatihan ini berdasarkan rumusannya sudah berjalan selama 3 tahun sebelum proyek penelitian dimulai. meskipun tidak semua grand teori berada pada level abstrak yang sama. dan menetapkan tujuan yang akan digunakan untuk mengevaluasi hasil (George. mereka menetapkan bahwa grand nursing teory memberikan pandangan secara global. Yang lain selain perubahan ini. yang dinilai oleh 2 penilai dari luar yang dapat dipercaya . Perawat dilatih untuk menggunakan proses keperawatan secara disiplin pada hubungan perawat – pasien. dapat berkomunikasi dan memerlukan pertolongan. Meskipun tidak fokus pada pasien yang tidak sadar ataupun berkelompok .1995). menggambarkan arti untuk digunakan. an evaluative study ” (1972). an evaluative study (1972) Ia menggambarkan kembali proses keperawatan yang berhati-hati adalah proses keperawatan yang disiplin.

nilai cultural. 1984 dalam Barnum. 1995). Andrew & Boyle. Tujuan dari transkultural dalam keperawatan adalah kesadaran dan apresiasi terhadap perbedaan kultur. Giger & Davidhizar. ekspresi bahasa dan etnik serta sistem professional.Teori Orlando tetap efektif dan efisien dalam mencapai hasil yang bernilai segera mengidentifikasi kebutuhan pasien dan kemampuan perawat untuk menentukan kebutuhan pasien adalah kemajuan dari praktek keperawatan. 1995 . termasuk sosial struktur. Andrew & Boyle. 2. kesehatan dan lingkungan (Leininger. Teori Leininger Teori Leininger berasal dari disiplin ilmu antropologi. Leininger mendefinisikan “Transkultural Nursing” sebagai area yang luas dalam keperawatan yang mana berfokus pada komparatif studi dan analisis perbedaan kultur dan subkultur dengan menghargai prilaku caring. B. 1984 dalam Barnum. nilai-nilai dan konsepkonsep dalam terlaksananya asuhan keperawatan yang sesuai latar belakang budaya terhadap empat konsep sentral yaitu : manusia. AHLI TEORI KEPERAWATAN APLIKASI TEORI MADELEINE LEININGER TRANSKULTURAL NURSING A. Menggunakan teori Orlando menguntungkan pasien. manusia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan budayanya pada setiap saat dimanapun dia berada. konteks lingkungan. Pemahaman perawat terhadap paradigma keperawatan transkultural merupakan acuan terlaksananya penerapan asuhan keperawatan transkultural. tapi konsep teori ini relevan untuk keperawatan. 1978). Keteraturan proses perawatan membuat perawat dapat melihat pasien dari sudut pandang keperawatan daripada orientasi penyakit medisnya. pandangan dunia. Kesehatan merupakan suatu keyakinan. nursing care dan nilai sehat-sakit. 1998. Menurut Leininger (1984). terletak pada rentang sehat sakit Leininger. 1995). Culture care adalah teori yang holistic karena meletakkan didalamnya ukuran dari totalitas kehidupan manusia dan berada selamanya. Kesehatan Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki klien dalam mengisi kehidupannnya. Leininger mengembangkan teorinya dari perbedaan kultur dan universal berdasarkan kepercayaan bahwa masyarakat dengan perbedaan kultur dapat menjadi sumber informasi dan menentukan jenis perawatan yang diinginkan dari pemberi pelayanan yang professional. nilai. 1995). keyakinan. pola kegiatan dalam konteks budaya yang digunakan untuk menjaga dan memelihara keadaan seimbang/sehat yang dapat diobservasi dalam aktivitas sehari-hari (Andrew & Boyle. karena kultur adalah pola kehidupan masyarakat yang berpengaruh terhadap keputusan dan tindakan. 1998. Paradigma Keperawatan Teori Keperawatan Leininger Paradigma keperawatan transkultural adalah cara pandang. Manusia / klien Manusia adalah individu atau kelompok yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang diyakini yang berguna untuk menetapkan pilihan dan melakukan tindakan (Leininger. keperawatan. Hal ini berarti perawat yang professional memiliki pengetahuan dan praktek yang berdasarkan kultur secara konsep perencanaan dan untuk praktek. 1. kepercayaan dan pola tingkah laku dengan tujuan perkembangan ilmu dan humanistic body of knowledge untuk kultur yang spesifik dan kultur yang universal dalam keperawatan. meningkatkan profesionalisme perawat dan memajukan profesi perawat. .

Klien dan perawat mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin mempertahankan keadaan sehat dalam rentang sehat-sakit yang adaptif (Leininger. kalung. Perawat berupaya merestrukturisasi gaya hidup klien yang biasanya merokok menjadi tidak merokok. identifikasi nilai-nilai dan norma serta penggunaan atribut-atribut seperti pemakaian ikat kepala. Asuhan keperawatan yang diberikan bertujuan meningkatkan kemampuan klien memilih secara aktif budaya yang sesuai dengan status kesehatannya. Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan kepada klien sesuai latar belakang budayanya. Asuhan keperawatan diberikan sesuai dengan karakteristik ruang lingkup keperawatan. bahasa atau atribut yang digunakan. pemukimam padat dan iklim. sosial dan simbolik (Andrew & Boyle. dikelola secara profesional dalam konteks budaya klien dan kebutuhan asuhan keperawatan Strategi yang digunakan dalam asuhan keperawatan adalah perlindungan /mempertahankan budaya. 1995). misalnya klien yang sedang hamil mempunyai pantangan makan yang berbau amis. Keperawatan Keperawatan dipandang sebagai suatu ilmu dan kiat yang diberikan kepada klien dengan berfokus pada prilaku. kepercayaan dan prilaku klien. 1995). Pola rencana hidup yang dipilih biasanya yang lebih menguntungkan dan . komunitas dan tempat ibadah. Lingkungan dipandang sebagai suatu totalitas kehidupan dimana klien dengan budayanya saling berinteraksi. 1984). Untuk memilih budaya yang sesuai dengan status kesehatannya. telepon. 3. Di dalam lingkungan sosial individu harus mengikuti struktur dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan tersebut. dicapai melalui belajar dengan lingkungannya. 1978). karena melibatkan peran serta klien yang lebih dominan. fungsi dan proses untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan atau pemulihan dari sakit (Andrew & Boyle. Restrukturisasi budaya klien (cara III) dilakukan bila budaya yang dimiliki merugikan status kesehatannya. Perawat membantu klien agar dapat memilih dan menentukan budaya lain yang lebih mendukung peningkatan kesehatan. Asuhan keperawatan ditujukan memandirikan sesuai dengan budaya klien. Penggunaan lingkungan simbolik bermakna bahwa individu memiliki tenggang rasa dengan kelompoknya seperti : penggunaan bahasa pengantar. 1995) 4. mengakomodasi/menegosiasi budaya dan mengubah/mengganti budaya klien (Leininger. Lingkungan fisik adalah lingkungan alam atau yang diciptakan oleh manusia seperti daerah katulistiwa. Lingkungan fisik dapat membentuk budaya tertentu misalnya bentuk rumah di daerah panas yang banyak lubang dengan bentuk rumah orang Eskimo hampir tertutup rapat (Andrew & Boyle. Seluruh perencanaan dan implementasi keperawatan dirancang sesuai latar belakang budaya sehingga budaya dipandang sebagai rencana hidup yang lebih baik setiap saat. hiasan dinding atau slogan-slogan. Terdapat tiga bentuk lingkungan yaitu fisik. Lingkungan simbolik adalah keseluruhan bentuk atau symbol yang menyebabkan individu atau kelompok merasa bersatu seperti musik. maka ikan dapat diganti dengan sumber protein hewani yang lain. Sehat yang dicapai adalah kesehatan yang holistic dan humanistic. seni. Perencanaan dan implementasi keperawatan diberikan sesuai dengan nilai-nilai yang relevan yang telah dimiliki klien sehingga klien dapat meningkatkan atau mempertahankan status kesehatannya. (Andrew & Boyle. Mempertahankan budaya (cara I) dilakukan bila budaya pasien tidak bertentangan dengan kesehatan. 1995). anting. Lingkungan sosial adalah keseluruhan struktur sosial yang berhubungan dengan sosialisasi individu atau kelompok kedalam masyarakat yang lebih luas seperti keluarga. pegunungan. riwayat hidup. Negosiasi budaya (cara II) yaitu intervensi dan implementasi keperawatan untuk membantu klien beradaptasi terhadap budaya tertentu yang lebih menguntungkan kesehatannya. misalnya budaya berolah raga setiap pagi. Lingkungan Lingkungan didefinisikan sebagai keseluruhan fenomena yang mempengaruhi perkembangan.

Culture and Social Structure Dimention Pengaruh dari factor-faktor budaya tertentu (sub budaya) yang mencakup religius. politik dan legal. Profesional system Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki pengetahuan dari proses pembelajaran di institusi pendidikan formal serta melakukan pelayanan kesehatan secara professional. memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup untuk menghadapi kecacatan dan kematiannya. Culture Congruent / Nursing Care Suatu kesadaran untuk menyesuaikan nilai-nilai budaya / keyakinan dan cara hidup individu/ golongan atau institusi dalam upaya memberikan asukan keperawatan yang bermanfaat. teknologi dan nilai budaya yang saling berhubungan dan berfungsi untuk mempengaruhi perilaku dalam konteks lingkungan yang berbeda 4. 3. Model konseptual asuhan keperawatan transkultural dikembangkan dalam Leininger’s Sunrise Model untuk menggambarkan teori asuhan keperawatan yang diberikan pada . ekonomi. kekeluargaan. mengarahkan dan menjawab fenomena yang dijumpai pada diri klien dan keluarganya. Culture Care Preservation Upaya untuk mempertahankan dan memfasilitasi tindakan professional untuk mengambil keputusan dalam memelihara dalam memelihara dan menjaga nilai-nilai pada individu atau kelompok sehingga dapat mempertahankan kesejahteraan. 7.sesuai dengan keyakinan yang dianut C. sembuh dan sakit. Terlaksananya asuhan keperawatan transkultural amat ditentukan oleh pemahaman pengetahuan perawat pelaksana tentang teori asuhan keperawatan transkultural. karena pengetahuan yang dimiliki tersebut akan mengklarifikasi fenomena. Culture Care Acomodation Teknik negosiasi dalam memfasilitasi kelompok orang dengan budaya tertentu untuk beradaptasi/berunding terhadap tindakan dan pengambilan kesehatan. Menyusun kembali dalam memfasilitasi tindakan dan pengambilan keputusan professional yang dapat membawa perubahan cara hidup seseorang. 5. 1995). 9. pandangan hidup yang dipelajari dan diturunkan serta diasumsikan yang dapat membantu mempertahankan kesejahteraan dan kesehatan serta meningkatkan kondisi dan cara hidupnya. Transkultural Care Dengan Proses Keperawatan Dalam memberikan asuhan keperawatan transkultural. D. Konsep Utama Teori Transkultural Konsep utama transkultural adalah sebagai berikut : 1. perawat perlu memahami landasan teori dan praktik keperawatan. mendukung. Culture Care Nilai-nilai. serta mampu menghadapi kecacatan dan kematian. 6. pendidikan. norma. Cultural Care Repattering. Generic Care System Budaya tradisional yang diwariskan untuk membantu. keyakinan. 8. 2. memperoleh kondisi kesehatan. Keberhasilan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sangat tergantung pada kemampuannya mensintesis berbagai ilmu dan mengaplikasikannya ke dalam bentuk asuhan keperawatan yang sesuai latar belakang budaya klien (Andrew & Boyle. World View Cara pandang individu atau kelompok dalam memandang kehidupannya sehingga menimbulkan keyakinan dan nilai.

Selanjutnya dibutuhkan informasi tentang bahasa dan lingkungan. 1990. terhadap sistem kesehatan diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan klien dalam rangka merumuskan diagnosa keperawatan (level tiga). Groups communities and Institution in diverse health system Level tiga : Folk system. E. sosial struktur. Pada level satu dikaji pengetahuan dan informasi tentang struktur social dan pandangan dunia terhadap budaya klien. Pendekatan dengan menggunakan proses keperawatan digunakan oleh perawat pelaksana dalam melakukan asuhan keperawatan transkultural. teknologi. sedangkan klien dalam pandangan Sunrise model difokuskan pada pengetahuan dan pemahaman akan budaya yang dimiliki oleh klien sebagai suatu kekuatan utama. Fokus proses keperawatan adalah klien sebagai penerima layanan kesehatan. Selajutnya setelah ditetapkan suatu diangnosa keperawatan maka disusunlah perencanaan dan implementasi keperawatan (level empat) yang dalam model ini sebagai nursing care decition and action. ketidakberdayaan dan beberapa mengalami disorientasi. Families. agama. sehingga memunculkan perasaan ketidaknyaman. ekonomi dan pendidikan. intervensi dan implementasi sampai evaluasi Sunrise Model yang dikemukakan oleh Leinenger merupakan teori yang sangat memiliki kesesuaian dengan penerapan proses keperawatan karena merepresentasikan dari proses pemecahan masalah. Pemahaman perawat tentang Sunrise Model membantu perawat untuk mencegah terjadi culture shock dan culture imposition (shock dan pemaksaan budaya) Penerapan teori Leineger (Sunrise Model) pada proses keperawatan dapat dijelaskan sebagai berikut : Proses Keperawatan Sunrise Model Pengkajian dan Diagnosis Pengkajian terhadap Level satu. Analisis Teori Transcultural Nursing Teori trancultural Nursing and ethnonursing care yang dipresentasikan dalam Sunrise Model. menegakkan diagnosa. Model konseptual asuhan keperawatan transkultural tersebut dapat dilihat pada gambar berikut. nilai budaya dan kepercayaan. filosophi dan kebangsaan. tingkah laku klien. Penilaian terhadap nilai kepercayaan. dua dan tiga yang meliputi : Level satu : World view and Social system level Level dua : Individual. keluarga. Geisser. 1995). 1991 dalam Andrew & Boyle. Culture shock dapat dialami oleh klien pada suatu kondisi dimana klien tidak mampu beradaptasi dengan perbedaan nilai budaya dan kepercayaan. comunitas dan institusional (level dua). Sunrise Model secara spesifik tidak menjabarkan evaluasi sebagai suatu bagian khusus. Pengetahuan ini dibutuhkan dalam rangka mengaplikasikan keperawatan pada klien dalam konteks individu. pengetahuan budaya harus dimiliki sebelum mengideintifikasi kondisi klien. kelompok. Walaupun demikian teori transcultural nursing makna penting dalam rangka pemenuhan kebutuhan perawatan yang memberikan keuntungan bagi klien. professional system and nursing Perencanaan dan Implementasi Level empat : Nursing care Decition and Action Culture Care Preservation/maintanance Culture Care Accomodation/negotiations Culture Care Repatterning/restructuring Evaluasi Dalam penerapan proses keperawatan. legal sistem. Proses keperawatan digunakan oleh perawat sebagai landasan berfikir dan memberikan solusi terhadap masalah klien ( Kelley & Frisch. Pengelolaan asuhan keperawatan transkultural dengan menggunakan proses keperawatan mulai pengkajian. .berbagai budaya. politik.

politik. keluarga. Tingkat Kelogisan Teori Kelogisan teori Leininger adalah pada fokus dari pandangganya dengan melihat bahwa latar belakang budaya klien (individu. Dan dalam aplikasinya teori ini sangat relevan dengan penerapan praktek keperawatan . jika dibahas dengan memperhatikan karakteristik suatu teori dapat kita dapat lihat pada gambaran berikut. Leininger telah mengembangkan teorinya melalui beberapa hipotesisnya yang telah dipresentasikan yang tentu saja masih memungkinkan untuk diuji. Pada level ketiga perbedaan teori ini dapat dilihat dengan memandang folk system (sistem perorangan). Teori Transcultural Nursing yang digambarkan dalam Sunrise Model menunjukan bahwa level satu dan dua dari teori memilki banyak kesamaan dengan beberapa teori keperawatan lainnya sedangkan pada level ketiga dan keempat memiliki perbedaan spesifik dan bersifat unik jika dibandingkan dengan teori lainnya. Perbedaan budaya yang ada pada klien dapat dipahami sebagai pengaruh dari beberapa faktor yang saling berhubungan seperti faktor teknologi. sehingga konsep-konsep yang dikemukakan dalam teori dapat diaplikasikan pada situasi yang berbeda. namun demikian teori ini dapat didemontrasikan dan diaplikasikan sehingga dapat diberikan justifikasi dan pembenaran bagaimana konsep-konsep yang dikemukakan saling berhubungan. Testabilitas teori Teori Cultural care diversity and Universality dikembangkan berdasarkan atas riset kualitatif dan kuantitatif. kelompok maupun masyarakat. 5. Pada level empat dari model melihat decisions and action sebagai bagian dari model sebenarnya relatif sama dengan beberapa teori keperawatan lainnya namun penggunaan terminologi action kedalam supporting. sistem profesional dan keperawatan dalam sistem kesehatan. ekonomi maupun pendidikan. faktor sosial. Teori ini dikemukakan dengan menampilkan contoh-contoh yang sangat baik sehingga untuk teori ini kemudian dapat digeneralisasi. 6. 1. Beberapa penelitian tentang konsep perawatan dengan memperhatikan budaya telah memberikan arti akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman tentang perbedaan dan persamaan budaya dalam praktek keperawatan. Teori ini cukup logis untuk dipahami karena memberi pemahaman yang luas dan komprehensif tentang sistem kesehatan klien. karena teori ini mengemukakan adanya pengaruh perbedaan budaya terhadap perilaku hidup sehat. 3. kelompok. Namun demikian memasukan terminologi “cultural” pada level kedua dalam teorinya merupakan sesuatu yang berbeda dengan teori-teori keperawatan lainnya. Pada beberapa bagian teorinya memiliki kesamaan pola pandang dengan teori lain seperti memandang bahwa fokus dari perawatan adalah individu. Kemanfaatan Teori pada Pengembangan Praktek Keperawatan Teori ini sangat relevan dan dapat diterapkan secara nyata dalam praktek keperawatan. accommodating or repatterning adalah sesuatu yang spesifik dari teori Leininger. masyarakat) yang berbeda sebagai bagian penting dalam rangka pemberian asuhan keperawatan. Kemampuan teori menghubungkan konsep dalam melihat penomena Leininger mengembangkan Sunrise Model untuk mendemontrasikan hubungan antara konsep dalam teorinya dengan melihat perbedaan dan persamaan dalam budaya. 4.selanjutnya teori tersebut oleh Leineger disebut sebagai Cultural Care Diversity and Universality. Tingkat Generalisasi Teori Teori dan model yang dikemukan oleh Leininger relatif tidak sederhana. agama dan kepercayaan. Selama perkembangan teori banyak studi yang behubungan dengan pengaplikasian teori yang dapat dijadikan sebagai dasar riset. Kemanfaatan Teori bagi Peningkatan Body Of Knowledge Riset yang berhubungan dengan transkultural nursing memberikan kontribusi yang secara umum bagi pengembangan body of knowledge dari ilmu keperawatan. 2. keluarga.

Teori Model Betty Neuman Konsep utama yang terdapat pada model Neuman. Disamping itu hubungan dari berbagai variabel (fisiologi. Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman’s merupakan serangkaian lingkaran putusputus yang mengelilingi struktur dasar. Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan dengan lingkungan internal. Leininger menyampaikan pentingnya pemahaman budaya dalam rangka hubungan perawat klien yang juga sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Imoge King yang menekankan pentingnya persamaan persepsi perawat pasien untuk pencapaian tujuan dan juga sejalan dengan teori Watson yang melihat bahwa aspek caring adalah hal utama dalam pemberian keperawatan. Jika itu terjadi. sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. Misalnya : sosial politik. Garis pertahanan fleksibel berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor. Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih yang memiliki pengaruh pada sistem. Misalnya : ekspektasi peran c. Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut : a. struktur dasar. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. b. Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem dari pada stressor interpersonal. Bila jarak antara garis pertahanan meningkat maka tingkat proteksipun meningkat.komunitas. maka perlu melindungi garis pertahanan normal dan bertindak sebagai buffer. psikologis. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. perkembangan dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan garis pertahanan diri fleksibel terhadap berbagai reaksi terhadap stressor. Misalnya : respons autoimmun b. sosiokultur. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel. 7. 1989) a. Garis ini bisa menjauh atau mendekat pada garis pertahanan normal. AHLI TEORI KEPERAWATAN Margaret A. gaya hidup dan tahap perkembangan. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. Garis pertahanan dan perlawanan Garis pertahanan menurut Neuman’s terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. meliputi: stresor. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu. lima variabel sistem klien. Kondisi ini bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Konsistensi Teori Teori Leininger consisten dengan semua teori yang memandang pentingnya pengetahuan klien sebagai seorang yang lebih mengetahui masalahnyanya. intervensi dan rekonstitusi (Fitzpatrick & Whall. garis pertahanan dan perlawanan. tingkatan pencegahan. Stressor Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Oleh sebab itu untuk mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien. Newman Health as Expanding Consciousness. A. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan .

Dimana secara wholistik klien dipandang sebagai keseluruhan yang bagian-bagiannya berada dalam suatu interaksi dinamis. Jika lines of resistance efektif dalam merespon stressor tersebut. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensiintervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer. Klien sebagai sistem bisa individu. olah raga dan perubahan gaya hidup. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. sekunder dan tersier. Strateginya mencakup : immunisasi. Pencegahan sekunder Meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. perubazhan dapat mempertahankan kesehatan secara adekuat. Kesehatan klien akan dipengaruhi oleh keluarganya. Perubahan istilah dari Holistik menjadi Wholistik untuk meningkatkan pemahaman terhadap orang secara keseluruhan. Neuman meyakini bahwa klien adalah sebagai suatu sistem. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi. c. b. a. komunitas atau sosial issue (Tomey & Alligood. sehingga dapat mempertahankan energi. perkembangan dan spiritual. kelompoknya. Misalnya mekanisme sistem immun tubuh. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Disamping itu klien atau sistem dapat menangani stressor dengan baik. Pencegahan Tersier Dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. bahkan lingkungan sosialnya. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. sehingga sakit atau kematian.tan atau stabilitasasi system. Klien sebagai suatu sistem memberikan arti bahwa adanya keterkaitan antar aspek yang terdapat dalam sistem tersebut. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa setiap orang itu akan memiliki keunikan masing-masing dalam mempersepsikan dan menanggapi suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari. keluarga. d.hari. 1998). maka sistem depan berkonstitusi. psikologis. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. c. komunitasnya. kelompok. sosiokultur.(normal line of defense). Elemenelemen yang ada dalam sistem terbuka mengalami pertukaran energi informasi dalam organisasi kompleksnya. meliputi : promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Tingkatan pencegahan Tingkatan pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance. memiliki lima variabel yang membentuk sistem klien yaitu fisik. Stress dan reaksi terhadap stres merupakan komponen dasar dari sistem terbuka. 2005). Sistem klien Model Sistem Neuman merupakan suatu pendekatan sistem yang terbuka dan dinamis terhadap klien yang dikembangkan untuk memberikan suatu kesatuan fokus definisi masalah keperawatan dan pemahaman terbaik dari interaksi klien dengan lingkungannya. Selanjutnya juga dijelaskan oleh Neuman bahwa klien merupakan cerminan secara wholistik dan multidimensional (Fawcett. jika tidak efektif maka energi berkurang dan bisa timbul kematian. . Keseimbangan fungsional atau harmonis menjaga keutuhan integritas sistem. pendidikan kesehatan. mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakantindakan yang tepat sesuai gejala. Pencegahan primer Terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor.

Kondisi ini menempatkan tidak hanya klien tapi juga anaknya yang belum lahir di ambang mengembangkan berbagai penyakit. Kami mencoba untuk mendidik keluarga mereka pada pentingnya memiliki nutrisi yang . 2. c. Kondisi yang membawa stres extrapersonal adalah : • Kondisi pengangguran dari suami sehingga sumber keuangan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Stressor a. psikologis. genetik. maka akan terwujud jika kebutuhan-kebutuhan sistem telah terpenuhi. intervensi kami fokuskan pada mengembalikan stabilitas sistem.Apabila bagian-bagian dari klien berinteraksi secara harmonis. Si ibu. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah. Kondisi yang membawa stres intrapersonal adalah : • Istri juga hamil pada waktu itu dengan kondisi gizi-nya yang kurang (underweight) dan emosional yang labil (kesedihan dan kemarahan) menciptakan stres intrapersonal. perkembangan dan spiritual. sosiokultural. f. berdasarkan Neuman’s Systems Model. hal ini disebabkan karena adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi. dengan membantu sistem klien untuk beradaptasi dengan stres. mengakibatkan penderitaan dengan status gizi buruk. Rekonstitusi dapat dimulai menyertai tindakan terhadap invasi stressor. Garis normal pertahanannya juga menjadi tidak dapat diandalkan karena sikap tidak peduli terhadap kehamilannya dan kemampuannya juga terpengaruh karena ia terkadang sibuk dengan masalah hubungannya dengan ibu mertua. ekstrapersonal dan lingkungan yang berkaitan dengan variabel fisiologis. Garis pertahanan dan perlawanan Kita ketahui. B.Rekonstitusi adalah suatu adaptasi terhadap stressor dalam lingkungan internal dan eksternal. Yang termasuk rekonstitusi adalah faktor-faktor interpersonal. dan kekuatan/kelemahan bagian-bagian sistem. karena kendala keuangan. Intervensi Merupakan tindakan-tindakan yang membantu untukmemperolehmeningkatkan dan memelihara sistem keseimbangan. g. Dia biasanya tidak memiliki cukup tidur karena sifat dari pekerjaannya.. Rekonstitusi Neuman (1995) mendefinisikan rekonstitusi sebagai peningkatan energi yang terjadi berkaitan dengan tingkat reaksi terhadap stressor. Hal ini menimbulkan pelanggaran terhadap garis pertahanannya. Variabel-variabel tersebut yaitu variabel sistem. sekunder dan tertier. Tingkatan pencegahan Dimulai dengan pencegahan primer : a. Kondisi yang membawa stres interpersonal adalah : • Harapan ibu terhadap suami sebagai pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga tidak terpenuhi sehingga kondisi ini menimbulkan stres interpersonal. Struktur dasar Struktur dasar berisi seluruh variable untuk mempertahankan hidup dasar yang biasa terdapat pada manusia sesuai karakteristik individu yang unik. 3. Oleh karena itu. Namun apabila terjadi ketidakharmonisan diantara bagian-bagian dari system. terdiri dari pencegahan primer. Rekonstitusi bisa memperluas normal line defense ke tingkat sebelumnya. b. e. Kajian dan analisis fenomena tersebut dengan mengaitkan pada landasan grand teori yang sesuai 1. intrapersonal. bahwa reaksi terhadap stres akan tergantung pada kekuatan garis pertahanan.

dan memanfaatkan layanan yang tersedia di pusat kesehatan terdekat. Efek stress Anterpartum stress Anterpartum adalah komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negative dari hidup seorang wanita. yaitu: a. seperti keteguhan iman mereka kepada Allah. dan pengabdian yang kuat diantara mereka satu sama lain. sehingga istrinya dapat beristirahat dari pekerjaan lamanya. b. Stress anterpartum d. Bila fungsi keluarganya positif maka ibu hamil dapat mengatasi stress anterpartum. Setelah sekitar 1 bulan kunjungan konstan pada keluarga ini. • Kami juga memberi penguatan terhadap atribut positif dari keluarga. Sebelum tugas kami dimasyarakat berakhir. stress anterpartum . Kami belajar dari pengalaman ini bahwa tidak ada masalah yang tak terpecahkan dengan penggunaan asuhan keperawatan yang konsisten. ragu dan depresi Maternal role menurut Mercer adalah bagaimana seorang ibu mendapatkan identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan penjabaran yang lengkap dengan dirinya sendiri. Hubungan Interpersonal b. c. Peran keluarga c. Untuk pencegahan sekunder : a. Suami mulai bekerja sebagai operator produksi di pabrik terdekat. Efek stress antepartum 2. Kami menyarankan agar ibu melakukan pre-natal check-up. Pasangan itu juga telah belajar untuk menanam dan makan makanan bergizi seperti buah-buahan dan sayuran. kami benar-benar mendapatkan perbaikan yang nyata dalam kondisi kesehatan mereka. Dukungan social e.baik. Penguasaan rasa takut. Kami menyarankan beberapa pilihan makanan murah tapi bergizi. Wanita itu mulai menunjukkan berat badan sesuai dengan usia kehamilan. Pencapaian peran ibu 1. Penilitian Mercer menunjukkan ada enam faktor yang berhubungan dengan status kesehatan ibu. Rasa percaya diri f. Marcer membagi teorinya menjadi dua pokok bahasan: 1. tujuan asuhan yang di berikan adalah : memberikan dukungan selama hamil untuk mengurangi ketidak percayaan ibu. baik yang positif ataupun yang negative. kami melakukan pencegahan tersier : • Mendukung dan memuji perubahan perilaku positif yang ditunjukkan oleh pasangan. Pencapaian peran ibu Peran ibu dapat di capai bila ibu menjadi dekat dengan bayinya termasuk mengekspresikan kepuasan dan penghargaan peran. lebih lanjut mercer menyebutkan tentang stress anterpartum terhadap fungsi keluarga. AHLI TEORI MIDDLE RANGE & PRACTICE THEORIES TEORI RAMONA T MERCER Maternal Role Attainment : becoming a mother Teori ini lebih menekan pada stress antepartum (sebelum melahirkan) dalam pencapaiaan peran ibu. 2. Kami juga mencoba memberi saran terhadap pekerjaan alternatif yang mungkin tidak akan membahayakan kesehatan pada bayi yang belum lahir.

II dan III) merupakan hal yang fisiologis sesuai dengan filosofi asuhan keperawatan bahwa menarche. Empat tahapan dalam melaksanakan peran ibu menurut Mercer: a. Perubahan yang terjadi pada ibu hamil selama masa kehamilan (Trisemester I. Reva Rubin menyebutkan peran ibu telah di mulai sejak ibu menginjak kehamilan 6 bulan. Informal. perubahan yang di alami oleh ibu hamil antara lain adalah: a. Ibu memasuki masa transisi yaitu dari masa menerima kehamilan ke masa menyiapkan kelahiran dan menerima bayinya. Personal merupakan peran terakhir. di mana wanita telah mahir melakukan perannya sebagai ibu. sehingga perawat harus memberikan asuhan kepada ibu hamil agar ibu dapat menjalani kehamilannya secara fisiologis (normal). b. Faktor bayi • Temperament • Kesehatan bayi c.karena resiko kehamilan dapat mempengaruhi persepsi terhadap status kesehatan. b. nifas. kehamilan. bimbingan peran di butuhkan sesuai dengan kondisi system social c. dan monopouse merupakan hal yang fisiologis. Ibu cenderung lebih tergantung dan lebih memerlukan perhatian sehingga dapat berperan sebagai calon ibu dan dapat memperhatikan perkembangan bayinya. Sebagai bahan perbandingan. Faktor ibu • Umur ibu pada saat melahirkan • Persepsi ibu pada saat melahirkan pertama kali • Stress social • Memisahkan ibu pada anaknya secepatnya • Dukungan social • Konsep diri • Sifat pribadi • Sikap terhadap membesarkan anak • Status kesehatan ibu. Wanita dalam menjalankan peran ibu di pengaruhi oleh faktor –faktor sebagai berikut: a. tetapi menurut Mercer mulainya peran ibu adalah setelah bayi lahir 3-7 bulan setelah dilahirkan. ibu cenderung merasa khawatir terhadap perubahan yang terjadi pada tubuhnya d. di mana wanita mulai melakukan penyesuaian sosial dan psikologis dengan mempelajari segala sesuatu yang di butuhkan untuk menjadi seorang ibu. Di mana wanita telah mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan perannya d. ibu memerlukan sosialisasi c. selama kehamilan terkadang dapat menimbulkan stress anterpartum. Faktor-faktor lainnya • Latar belakang etnik • Status pekawinan • Status ekonomi . dengan dukungan keluarga dan perawat maka ibu dapat mengurangi atau mengatasi stress anterpartum. Anticipatory Saat sebelum wanita menjadi ibu. Formal Wanita memasuki peran ibu yang sebenarnya. b. Perubahan yang di alami oleh ibu.

Penampilan. ras. status ekonomi dan konsep diri adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh dalam pencapaiaan peran ibu. Faktor ibu 1. mempengaruhi dan dipengaruhi oleh peran ibu serta pasangan dan bayinya Wanita dalam menjalankan peran ibu di pengaruhi oleh faktor –faktor berikut: a. Memisahkan ibu pada anak secepatnya 5. Umur ibu pada saat melahirkan 2. Faktor bayi 1. Status kesehatan ibu. Mercer mengidentifikasi bahwa komponen emosional bayi yang mempengaruhi peran ibu adalah: 1. tingkat pendidikan. . ® Asumsi Mercer berkaitan dengan pengembangan model maternal role attainment ini adalah ® bayi baru lahir sebagai parner yang aktif dalam proses pencapaian peran ibu. Status pekawinan 3. Konsep diri 7. b. Sifat pribadi 8. Emotional support yaitu perasaan mencintai. Informational support Memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan ibu sehingga dapat membantu ibu untuk menolong dirinya sendiri c. b. mercer mengidentifikasikan adanya empat factor pendukung: a. Karakteristik umum 5. 4. Persepsi ibu pada saat melahirkan pertama kali 3. Stress sosial 4. status perkawinan. Kesehatan umum. Kemampuan memberikan isyarat 3. Sikap terhadap membesarkan anak 9. Peran perawat yang di harapkan oleh Mercer dalam teorinya adalah membantu wanita dalam melaksanakan tugas dan adaptsi peran dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaiaan peran ini dan kontribusi dari stress antepartum.Dari faktor social support. percaya dan mengerti.s (1979) memperlihatkan bagaimana lingkungan berpengaruh terhadap pencapaian peran ibu. Temperamen bayi 2. Kesehatan bayi Faktor-faktor lainnya 1. Physical support Misalnya dengan membantu merawat bayi dan memberikan tambahan dana d. Status ekonomi Sumber Teori Model pencapaian peran maternal yang oleh Mercer dengan menggunakan konsep Bronfenbrenner. Appraisal support Ini memungkinkan individu mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan pencapaiaan peran ibu Mercer menegaskan bahwa umur. Latar belakang etnik 2. Temperament 2. Dukungan sosial 6. penuh perhatian.

Mikrosistem adalah lingkungan dimana peran pencapaian ibu terjadi al: a. T4 kerja d. Hubungan ibu-ayah c. Makrosistem terdiri atas: a. yaitu : 1. Sekolah c. mesosystem dan macrosystem. Fungsi keluarga b. Perawatan sehari-hari b. Status ekonomi e. 2.KONSEP UTAMA DAN DEFENISI Mercer menggunakan konsep-konsep utama dalam mengembangkan model konseptualnya yaitu: Pencapaian peran ibu (maternal role attainment) Maternal identity Self esteem Konsep diri Fleksibilitas Childrearing attitude Kecemasan Depresi Role strain-role conflict (konflik peran) Gratification-satisfaction Attachment Infant temperament Status kesehatan bayi (infant health status) Karaktersitik bayi (infant characterize) ® Isyarat-isyarat bayi (infant cues) ® Keluarga (family) ® Fungsi keluarga (family functioning) ® Ayah atau pasangan intim (father or intimate partner) ® Stress ® Dukungan sosial (social support) ® Hubungan ibu-ayah (mother-father relationship) Pencapaian Peran Ibu : Mercer’s Original Model ® Maternal Role Attainmen yang dikemukakan oleh Mercer merupakan sekumpulan siklus microsystem. mempengaruhi dan berinteraksi dengan individu di mikrosistem. Makrosistem adalah budaya pada lingkungan individu. Mencakup: a. Dukungan sosial d. 3. T4 ibadah dan lingkungan yang umum berada dalam masyarakat. Kepercayaan keluarga dan stressor bayi baru lahir.Mesosistem meliputi. Sosial . Model ini dikembangkan oleh Mercer sejalan pengertian yang dikemukakan Bronfenbrenner’s.

Mishel : Uncertainty in Illness Trajectory.b. hubungan dengan janin dalam uterus dan mulai memainkan peran.G. Perawat seringkali harus melakukan berbagai peran lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan. Politik c. peneliti dan pendidik. Antisipatory 2. advokat. 3. harapan ibu terhadap peran. Berdasarkan teori transendensi diri. Pengalaman yang dirasakan harmonis. Outwardly (lahiriah) dan Temporally (duniawi). Informal 4. Formal 3. Teorinya mengatakan bahwa pengembangan konsep diri dibatasi secara mulitidimensi yaitu Inwardly (batiniah). Reed yang termasuk ke dalam teori Middle Range dengan teorinya self transendensi. 4. percaya diri.Transcendence Theory. Tindakan keperawatan secara langsung berfokus pada sumber-sumber yang berasal dari dalam diri seseorang terhadap transendensi atau berfokus pada beberapa . Personal adalah internalisasi wanita terhadap perannya. sehingga dalam menjalankan tugas tersebut perawat harus mempunyai kerangka berpikir yang sama. Yankes Maternal Role Attainment adalah proses yang mengikuti 4 tahap penguasaan peran. Personal atau Identitas peran yang terjadi 1. sebagai perawat primer. belajar untuk berperan. penyesuaian selama hamil. Informal tahap dimulainya perkembangan ibu dengan jalan atau cara khusus yang berhubungan dengan peran yang tidak terbawa dari sistem sosial. pengambil keputusan klinik. psikologi. Sehingga perawat perlu memahami beberapa konsep ini sebagai kerangka konsep dalam memberikan asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan. Perawat memiliki berbagai peran seperti pemberi perawatan. Latar Belakang Keperawatan sebagai profesi adalah unik karena keperawatan ditujukan ke berbagai respon individu dan keluarga terhadap masalah kesehatan yang dihadapinya. MIDDLE RANGE THEORY SELF-TRANCENDENCE Pamela. Menjadi seorang ibu ¬ Merle H. Lingk. Model konseptual keperawatan diharapkan dapat menjadi kerangka berpikir perawat. PENDAHULUAN 1. 2. Antisipatori Dimulai selama kehamilan mencakup data sosial. ¬ Pamela G.Reed A. Formal tahapan ini dimuai dari kelahiran bayi yang mencakup proses pembelajaran dan pengambilan peran menjadi ibu. kemampuan dalam menampilkan perannya dan pencapaian peran ibu. Model konseptual keperawatan dikembangkan oleh para ahli keperawatan tentang keperawatan. Salah satu ahli dalam keperawatan adalah Pamela G.yaitu: 1. terdapat dua poin intervensi. Reed: Self.

Tindakan keperawatan secara langsung berfokus pada sumber-sumber yang berasal dari dalam diri seseorang . Contoh dari variabel tersebut adalah usia.faktor personal dan kontekstual yang mempengaruhi hubungan antara transendensi diri dan vulnerable. Reed. psikologis. Self Transcendence didefiniskan sebagai pengembangan konsep diri dibatasi secara mulitidimensi yaitu : ¬ Inwardly (batiniah) : melakukan refleksi introspeksi diri terhadap pengalaman. 2) Self Transcendence Bernard Lonergan. Menjelaskan Teori Self transendensie yang dikembangkan Pamela G. Diartikan sebagai konteks bagi perkembangan atau kematangan di usia senja atau pada akhir kehidupan. Konsep vulnerable meningkatkan kesadaran akan situasi mendekati kematian termasuk di dalamnya adalah keadaan gawat seperti disabilitas. Variable kontekstual dan personal dapat memperkuat dan memperlemah hubungan vulnerabilities dan transendensi diri dan antara transendensi diri dan keadaan baik/sejahtera (well being). Menganalisa kelebihan Model konsep dan Teori Self transendensie yang dikembangkan Pamela G. Suatu gerak dari yang kurang baik menjadi baik dan dari yang baik menjadi lebih baik. 3) Well-Being Didefiniskan sebagai perasaan sehat secara menyeluruh baik fisik. 5) Point of Intervention Berdasarkan teori transendensi diri.Reed. filsuf dan teolog. d. Konsep Kunci 1) Vulnerability Kesadaran seseorang akan adanya kematian. dan riwayat masa lalu. Tujuan penulisan 1) Tujuan Umum Secara umum tujuan penulisan makalah ini untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan teori self transedensi oleh Pamela G. jenis kelamin.pengalaman yang telah dialami. Menganalisa kekurangan Model konsep dan Teori Self transendensie yang dikembangkan Pamela G. 2. pengalaman hidup. hubungan antar transendensi diri dan keadaan baik/sehat. Menganalisa alasan mengapa teori self transcendence termasuk ke dalam kelompok middle range theory B. Menurut Pamela G Reed. 2) Tujuan khusus : a. TINJAUAN TEORI 1. Transendensi diri berarti suatu gerak melampaui apa yang telah dicapai. ¬ Temporally (duniawi) : menggunakan keterampilan atau pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman masa lalu sehingga menjadi pelajaran untuk mencapai tujuan masa depan yang terintegrasi dengan menerapkannya pada masa kini/sekarang. terdapat dua poin intervensi. c. dan pengasuhan. ¬ Outwardly (lahiriah) : tampak dari luar. lingkungan sosial. Diartikan bahwa pentingnya melakukan hubungan dengan dunia luar dalam hal ini berinteraksi dengan lingkungannya.Reed. sosial. kelahiran. 4) Moderating-Mediating Factors Variabel kontekstual dan personal dan interaksinya bisa mempengaruhi proses transendensi diri yang berkontribusi terhadap kondisi yang baik. budaya dan spiritual yang menunjukkan suatu kesejahteraan dan keadan yang baik. kemamapuan kognitif. dalam bukunya Method in Theology (1975) menulis bahwa manusia mencapai keotentikannya dalam transendensi diri (self-transcendence). b. penyakit kronik.Reed. persepsi spiritual.

objek dan aktivitas keperawatan. hubung an antar transendensi diri dan keadaan baik/sehat. Penjabaran Teori Reed ke dalam metapardigma 3. 2) Nursing Peran keperawatan adalah untuk mendampingi orang-orang (persons) (melalui proses interpersonal dan manajemen terapeutik pada lingkungannya) dengan membutuhkan keterampilan untuk mendukung kesehatan (health) dan kesejahteraan (well-being). jaringan sosial.terhadap transendensi atau berfokus pada beberapa faktor personal dan kontekstual yang mempengaruhi hubungan antara transendensi diri dan vulnerabel . Vulnerability + Self-transcendence + Well-Being +++ Factor-faktor personal danKontextual yang berhubungan dengan secara media atau hubungan moderate Point intervensi + – untuk meningkatkan self Transcedence Skema 2 : Teori Model Self-Trancendence Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas. 3) Faktor-faktor personal dan eksternal bisa mempengaruhi hubungan antara vulnerability dengan self transcendence dan antara self transcendence dan well. dan kesejahteraan (well-being). Pernyataan Teoritis Model teori self transcendence mengusulkan tiga macam hubungan : 1) Peningkatan vulnerability dihubungkan dengan peningkatan self transcendence.being). dimana terdapat 3 dalil yang berkembang menggunakan tiga konsep dasar tersebut. lingkungan fisik dan komunitas adalah lingkungan yang secara signifikan berkontribusi pada proses kesehatan dimana perawat mempengaruhinya dengan mengatur interaksi yang terapeutik antara orang-orang. yang didefinisikan secara mutlak sebagai proses kehidupan dari dua hal yaitu pengalaman negatif dan positif dimana individu menciptakan lingkungan dan nilai-nilai yang unik yang mendukung kesejahteraan (well. merupakan awal proses model. transendens diri. bahwa ada tiga konsep utama dari teori self transcendence yaitu vulnerabel. Health Well-being Person Self Enviroment Nursing Pointof intervensi Skema 1. self transcendence merupakan kehebatan seseorang saat menghadapi akhir .being. antara lain : 1) Dalil Pertama. 4) Environment Keluarga. 2) Self transcendence berhubungan secara positif dengan kesejahteraan (well-being). 3) Person Person dipahami sebagai perkembangan masa kehidupannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan dalam perubahan lingkungan yang kompleks dan bersemangat yang dapat berkontribusi secara positif dan negative terhadap kesehatan dan keadaan baik. Asumsi Mayor 1) Health Sehat. 2.

Contoh khusus tentang pengaruh negative yaitu inabilitas/ketidakmamapuan untuk mencapai atau menerima orang lain (berteman) yang akan mengarah pada depresi sebagai indicator kesehatan mental. Isu dari akhir kehidupan diinterpretasikan secara luas. Misalnya. I. retroduktif. peningkatan penampilan dan perilaku self transcendence diharapkan berkaitan secara positif dengan kesehatan mental sebagai indicator kesejateraan/well-being pada seseorang yang sedang menghadapi isu akhir dari kehidupan. theory of relapse among ex-smokers (kekambuhan di antara mantan perokok). Faktor personal dan lingkungan berfungsi sebagai korelasi. Swansons (1991) mid-range theory tentang “caring in perinatal nursing” dikembangkan secara induktif dari tiga perinatal setting. kenyamanan. klinik. dan 4) Merupakan cerminan praktik (administrasi. Kenna h. Teori Self Transcendence Termasuk dalam Kelompok Middle Range Theory Ciri Middle Range Theory menurut Mc.dari kehidupan dibanding ia tidak mengalaminya. dan bagian yang abstrak merupakan hal ilmiah yang menarik (Walker and Avant (1995)). harga diri. 3) Dalil yang ketiga adalah proses person dengan lingkungan. dan kualitas hidup. empati. Lebih sering secara induktif menggunakan studi kualitatif (Merton (1968)). 11) Mudah diaplikasikan ke dalam praktik. duka cita. a theory of selftranscendence. dimana timbul dengan adanya kejadian dalam kehidupan. A. (1997) : 1) Bisa digunakan secara umum pada berbagai situasi 2) Sulit mengaplikasikan konsep ke dalam teori 3) Tanpa indikator pengukuran 4) Masih cukup abstrak 5) Konsep dan proposisi yang terukur 6) Inklusif 7) Memiliki sedikit konsep dan variabel 8) Dalam bentuk yang lebih mudah diuji 9) Memiliki hubungan yang kuat dengan riset dan praktik (Robert Merton (1968)) 10) Dapat dikembangkan secara deduktif. harapan. mid-range theory memiliki cirri-ciri sbb : 1) Ruang lingkup terbatas. 2) Dalil yang kedua yaitu batasan-batasan konseptual yang dihubungkan dengan kesejahteraan (well-being). 13) Beberapa di antaranya memiliki dasar dari grand teori. kondisi sakit. atau mediator yang menghubungkan antara vulnerable. a theory of personal risking and a theory of illness trajectory Menurut Meleis. 4. a theory of the peri-menopausal process (proses menopause). 14) Ada juga mid-range theory yang tumbuh langsung dari praktik. 12) Middle range theory berfokus pada hal-hal yang menjadi perhatian perawat. teori “family care-giving”. Sama halnya dengan nyeri. (1997). 2) Memiliki sedikit abstrak. salah satu contohnya adalah : middle range theory dari “self care deficit” diturunkan dari grand theory “self care” oleh Orem (1980). moderator.p. a theory of uncertainty in illness (ketidakpastian saat sakit). transendensi diri dan keadaan sejahtera (well being). 3) Membahas fenomena atau konsep yang lebih spesifik. penuaan dan pengalaman-pengalaman lain yang meningkatkan kesadaran akan kematian. 15) Chinn and Kramer (1995) menyatakan bahwa ada 8 mid-range theory yaitu teori perawatan mentruasi. hal yang lainnya termasuk martabat. Batasan-batasan konseptual dan fluktuasi yang mempengaruhi secara positif atau negatif kesejahteraan/well being sepanjang masa kehidupan. Misalnya. pengajaran) .

K telah berusia lanjut. berdasarkan teori self transcendence maka yang perlu dilakukan oleh perawat dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Ny. K bahwa kematian adalah merupakan hal yang akan dialami oleh setiap orang yang masih hidup dan akan disertai kesedihan serta kedukaan berlanjut sampai berbulan-bulan setelah masa kehilangan tersebut. moderating-mediating factors. K. Suami Ny. 2) Seharusnya berorientasi pada hasil yang akan diperoleh untuk kepentingan pasien. dia juga kehilangan selera makan sehingga tidak memiliki kekuatan untuk beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya serta berinteraksi dengan anak dan keluarganya. K sendiri yang merawatnya. Bagaimana jika seandainya keadaan menjadi terbalik. transendensi diri. Dua orang anaknya bertempat tinggal sangat jauh dari rumah Ny. sejahtera/sehat. K. dan inti intervensi.G. yang satu masih usia pra sekolah dan yang satunya lagi SMP. K. ada dua kriteria sebuah teori bisa diterapkan ke dalam praktik yaitu : 1) Seharusnya relevan dengan potensi pengguna teori tersebut. pengalaman yang sama terjadi pada dirinya sedangkan . Dalam kasus tersebut. Pernikahan mereka telah berusia 40 tahun pada saat suaminya meninggal. Ia menghabiskan banyak waktu dan mengalami kelelahan dalam merawat suaminya. baru saja meninggal 7 bulan yang lalu karena menderita penyakit kronis. K. kriteria sebuah mid-range theory yaitu : 1) Konsep dan proposisi spesifik tentang keperawatan 2) Mudah diterapkan 3) Bisa diterapkan pada berbagai situasi 4) Proposisi bisa berada dalam suatu rentang hubungan sebab akibat Menurut Nolan & Grant (1992). K adalah dengan menerapkan konsep-konsep kunci dari Pamela yaitu : 1) Vurnerabel yaitu meningkatkan kesadaran Ny. usia 60 tahun memiliki 3 orang anak yang saat ini sudah berusia di atas 30 tahun. Selain itu. bukan hanya menggambarkan apa yang dilakukan perawat. misalnya perawat. Sedangkan menurut Kolcaba.Menurut Whall (1996). 2) Respon berduka yang berkepanjangan akibat kematian Suaminya 3) Interaksi dengan lingkungan sosial terganggu 4) Interaksi dengan anggota keluarga terganggu 5) Penurunan selera makan 6) Kelemahan fisik 7) Penurunan aktivitas 8) Merasa kesepian tinggal seorang diri 9) Tinggal terpisah dari anak-anaknya 3) Pembahasan Teori Pamela. K yaitu : 1) Ny. namun setelah suaminya meninggal dia merasa sangat kesepian karena ditinggal seorang diri di rumahnya.Reed menitikberatkan pada konsep self transcendence yang terdiri atas konsep kunci yaitu vulnerabel. TINJAUAN KASUS DAN ANALISA KASUS 1) Kasus Ny. Selama suaminya sakit. hasil analisa mennunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang sedang dihadapi oleh Ny. Seharusnya menggambarkan fenomena keperawatan-sensitif yang siap dihubungkan dengan tindakan keperawatan yang direncanaka C. Ny. tinggal tidak jauh dari rumah Ny. 2) Analisis Kasus Berdasarkan kasus di atas. Sedangkan seorang anak perempuan bersama dengan suaminya dan dua orang anak.

perawat akan membantu Ny. misalnya. Faktor pendukung lainnya bisa berupa adanya penguatan spiritual yang dilakukan oleh Ny. 2) Dari segi inwardly (batiniah). membuat Ny. lingkungan keluarga yang berada jauh dari tempat tinggalnya membuat interaksinya dengan anak-anaknya menjadi kurang yang mengakibatkan perasaan kesepian dan kurangnya semangat. K akan memperoleh kesehatannya kembali 4) Dari segi temporally (duniawi/saat ini). Introspeksi diri bisa meliputi menggali kembali kepercayaan dan keyakinan dalam diri. jenis kelamin. introspeksi/refleksi diri yang bisa membangun konsep diri Ny. Pada Ny. sebagai seorang perawat perlu mengontrol faktor-faktor tersebut dengan memberikan penguatan pada setiap faktor tersebut sehingga tidak memberi dampak negatif bagi Ny. K untuk melakukan refleksi terhadap dirinya dan terhadap pengalaman tersebut. anak dan menantunya akan lebih membuatnya menikmati kebahagiaan dan kesenangan. K mengalami kehilangan banyak kekuatannya terkait dengan penurunan berbagai fungsi tubuh yang dapat menyebabkan ia menjadi kurang bisa melakukan aktivitas lagi di luar rumah yang akan membatasinya dengan lingkungan sosialnya. pengalaman hidup. hubungan antara transendensi diri dan keadaan sejahtera. K yang kini telah mencapai 65 tahun. dan lingkungan sosial. Refleksi dan instrospeksi yang dilakukan oleh Ny. pengalaman hidup. akan sangat berbeda dan bahkan lebih sulit bagi Suaminya untuk menerima hal tersebut. perawat memberikan dorongan untuk memulai kembali hubungannya dengan dunia luar termasuk berinteraksi dengan anak dan keluarganya. dan perasaan berduka yang dialaminya selama ini berangsur-angsur akan hilang. nilai-nilai pribadi. perawat juga perlu mempertimbangkan faktorfaktor yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara vulnerable dan transendensi diri. Ny. Bila kebahagiaan dan kesenangan telah terbangun. 3) Dari segi outwardly (lahiriah). K dapat memperoleh kebahagiaan. K. Usia Ny. K yang kemudian dapat menjadi fasilitas memperoleh kepulihan dan kesehatannya kembali. Sehingga. Disamping itu. Vulnerabel dan transendensi diri di atas akan sangat membantu Ny. di usia senja. Ny. K bisa menggunakan pengetahuan dan keterampilannya di masa lalu itu untuk mencapai apa yang dia harapkan di masa yang akan datang dengan melakukan/menerapkannya pada masa kini. lingkungan sosial dan riwayat masa lalu.faktor tersebut yang bisa memperlemah hubungan-hubungan di atas. K sehingga akan menjadi faktor yang mendukung tercapainya pemulihan dan kondisi yang sejahtera (well being). Semua komponen tersebut akan berintegrasi dan berproses untuk mencapai suatu kondisi yang baik. K akan merasa puas telah membantu anak dan menantunya menjaga anak-anaknya. Selain itu. seperti usia. K memperoleh keadaan sehat dan sejahtera (well being). perawat menekankan adanya proses introspeksi terhadap pengalaman masa lalu yang dialami oleh Ny. dengan memberikan latihan-latihan yang bisa dilakukan Ny. masalah fisik. K dengan menjalankan agama dan kepercayaannya serta memahami kematian dengan lebih baik yang akan mengurangi kedukaan yang dialaminya dengan menganggap bahwa suatu saat dia juga akan . Dengan menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya. Faktor-faktor ini disebut faktor penengah (moderating-mediating factors) seperti usia. Sehingga. nafsu makan. dan mimpi-mimpi yang ingin dicapai yang nantinya akan menjadi penyemangat atau motivator untuk mencapai kondisi yang sehat secara utuh (well being). Selain itu. kemamapuan kognitif. dengan cara tersebut. lingkungan sosialnya dan kembali beraktivitas serta dapat menikmati masa tuanya dengan penuh kebahagian. perasaan kesepian.Suaminya sendiri yang mengalami hal yang saat ini dia alami. Ny. K dalam rangka mempertahankan kebugaran. persepsi spiritual. dari hasil refleksi dan introspeksi dari pengalaman masa lalunya. K banyak dari faktor. K adalah merupakan inti dari self transcendence. sehingga Ny. Dalam hal ini.

Kelebihan ¬ Baik digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terkait dengan masalah psikososial. Kekurangan ¬ Banyak variabel dalam teori. Dua orang anaknya bertempat tinggal sangat jauh dari rumah Ny. sehingga masih terdapat kesulitan diterapkan dalam praktik. SKENARIO Narator : Ns.St. Dari beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh perawat dalam menyelesaikan masalah Ny. Nurlina Pasien Ny. Fatimah Cucu : Ns. KESIMPULAN Dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa teori memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan yaitu sebagai berikut : 1. sebahagian masih bersifat abstrak. ada dua poin yang secara umum menjadi inti intervensi keperawatan yaitu. usia 60 tahun memiliki 3 orang anak yang saat ini sudah berusia di atas 30 tahun. Sedangkan seorang anak perempuan bersama dengan suaminya dan dua orang anak. tinggal tidak jauh dari rumah Ny. Suami Ny. 3. Adam Ns. Selain itu. D. Arsad Suni Perawat : Ns. Ketidakjelasan dan keabstrakan teori self transcendence dapat menjadi pemicu dilakukannya penelitian-penelitian yang bisa menjadi bahan perbaikan bagi teori tersebut. Selama suaminya sakit. Ia menghabiskan banyak waktu dan mengalami kelelahan dalam merawat suaminya. Anak III : Ns. K (Nenek) : Ns. dan berfokus pada fenomena yang lebih spesifik. Khaeruni Anak I : Ns. K dan berfokus pada faktor-faktor yang berpengaruh pada hubungan vulnerabel dan transendensi diri. Pernikahan mereka telah berusia 40 tahun pada saat suaminya meninggal. baru saja meninggal 7 bulan yang lalu karena menderita penyakit kronis. dapat digunakan dalam berbagai situasi dan kondisi kesehatan manusia. K. ¬ Terbatas digunakan hanya pada kasus-kasus yang berhubungan dengan adanya masalah psikologis dengan kurang mempertimbangkan penangan fisiknya. K. ¬ Faktor spiritual cukup dipertimbangkan dalam penyelesaian masalah klien. K. seperti vulnerability dan transendensi diri serta kondisi sejahtera yang masih abstrak. 4. . Ny. ¬ Pembahasan teori tidak mudah untuk dipahami sehingga sulit dicerna oleh para perawat yang akan mengaplikasikannya ke dalam praktik. K sendiri yang merawatnya. 2. K. yang satu masih usia pra sekolah dan yang satunya lagi SMP. Mardiah Narator : Ny. menggali sumber-sumber yang ada pada diri Ny. bersumber dari grand theory dan pengalaman-pengalaman praktik. dia juga kehilangan selera makan sehingga tidak memiliki kekuatan untuk beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya serta berinteraksi dengan anak dan keluarganya.mengalami hal yang sama sehingga perlunya memperbaiki kondisi hidup saat ini menjadi lebih baik. namun setelah suaminya meninggal dia merasa sangat kesepian karena ditinggal seorang diri di rumahnya. hubungan antara transendensi diri dan kondisi sejahtera. K. Teori self transcendence termasuk dalam kelompok mid-range theory karena memiliki kriteria : konsep dan variabel sedikit.

Narator: Berdasarkan kasus di atas, hasil analisa mennunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang sedang dihadapi oleh Ny. K yaitu : ¬ Ny. K telah berusia lanjut. ¬ Respon berduka yang berkepanjangan akibat kematian suaminya ¬ Interaksi dengan anggota keluarga dan lingkungan sosial terganggu ¬ Penurunan selera makan ¬ Kelemahan fisik ¬ Penurunan aktivitas ¬ Merasa kesepian tinggal seorang diri karena terpisah dari anak-anaknya Narator : Dari beberapa masalah dalam kasus tersebut diatas terungkap ketika anak III bersama cucunya Ny. K berkunjung ke rumah emaknya dengan membawakan makanan kesukaannya. Saat tiba disana, anak III melihat rumahnya seperti tidak ada penghuninya, salam juga tidak ada jawabannya. Dengan perasaan cemas anak III bersama cucunya Ny. K memanggil-manggil neneknya, juga tidak ada suara menyahut sama sekali. Kemudian mereka mencari dan mencoba menengok ke kamar ternyata mamanya tampaknya duduk termenung di kamar tidurnya. Melihat kondisi seperti itu, anak III dan cucu Ny. K segera masuk ke kamar neneknya dan diajak bicara, tetapi Ny. K tidak mau diajak ngomong, bahkan mengajak Ny. K untuk tinggal bersama mereka. Namum ajakan tersebut tidak membuahkan hasil karena Ny. K tidak pernah mengucapkan satau katapun. Dengan perasaan cemas pula karena tidak berhasil membujuk Ny. K tinggal bersama mereka, akhirnya anak III bersama cucu Ny. K pamit pulang ke rumah mereka. Bagaimana selengkapnya?, mari kita saksikan pertujukannya………! Segmen I Anak III : Assalamualikum ………, mama ………. mama……….., dimanaki ? (sang mama tidak menjawab Cucu : Nenek oh nenek, dimanaki ? (Neneknya tetap tidak menjawab paggilan cucunya) Anak III : Oh disiniki pale mama, mama, ini makanan kesukaan mama saya bawakanki, makanki dulu na…. (Sang mama tidak berespon) Cucu : Iye nek, makan meki dulu, nanti tambah kuruski (nenek tetap terdiam) Anak III : Kanapaki mama setiap saya datang, pasti duduk teruski di kamar? Ah pasti mi itu kita terlalu banyak berpikirki ! Ny. K : Kuingatki kodong bapakmu nak (sambil berlinang air matanya) Anak III : Astagfirullah mama, jangan meki ingat-ingat terus bapak kah, itu semua sudah kehendak Allah, semua orang juga pasti kesana tapi tudak tahu kapan waktunya. Yang perlu kita lakukan sekarang tu harus banyak-banyak meki berdoa, suapaya bapak juga merasa tenang disana. Cucu : Iye nek, betul apa yang dikatakan mama tadi, kata ustadzku, orang beriman itu harus selalau sabar menghadapi ujian dari Allah. Nah, bagaimana kalau sekarang nenek ikut tinggal bersama saya dan mama dirumah saja, biar nenek tidak merasa kesepian lagi. Saya pasti senang dech kalau setiap pulang sekolah selalu ketemu nenek di rumahku( sang cucu mencoba membujuk neneknya tinggal bersama) Anak III : Iye, benar…benar, sebaiknya mama sekarang tinggak bersama kami saja, bagaimana mama..? Ny. K : Tidak usahmi nak, biar disini saja (sambil Ny. K meninggalkan anak dan cucunya, pindah duduk di tempat lain) Anak III : Ma, kalau begitu saya pulang dulu, jangki lupa makan dih, nanti besok saya

& Cucu datang lagi, (sambung cucunya) iye nek, saya juga pulang, mau kah sekolah, Ass………… Segmen II Narator : Setibanya di rumah, anak III langsung meminta bantuan anak I sebagai anak tertua melalui telpon genggamnya, untuk mencari solusi menyelesaikan masalah yang sedang dialami mama mereka. Bagaimana percakapan anak III dan anak I?, mari kita ikuti selanjutnya………! Anak III : Assalamualikum kaka……….., bagaimana kabarta……………? Anak I : Waalakumussalam, Alhamdulillah baik-baik ji, bagaimanami keadaan disitu? Trus bagaimana kabarnya mama ? Anak III : Itumi kak saya telponki, kak mama kodong, tinggal terusmi dikamar, tidak mauki makan, tidak mauki keluar rumah, apalagi kalau diajak ngomong tidak mauki menjawab Anak I : Kenapa dek, bisa begitu mama…? Anak III : Itu semenjak bapak tidak ada, mama terlihat berubah sekali kak, jadi bagaimanami ini kak ? Anak I : Bagaimana kalau kita bawami saja ke Pantai Jompo ? Anak III : Tegata itu kak, mama ditinggal disana? Nanti dibilang anak tidak tahu berbalas budi ka lagi Anak I : Bukan begitu maksudku, kalau di Panti Jompo kan banyak teman-teman seusianya, trus selalu ada kegiatan-kegiatan yang diikutkanki, sehingga mama nati tidak selalu merasa kesepian. Anak III : atau beginimi kak, bagaimana kalau saya bawami konsultasi ke Puskesmas dih? Anak I : Oh iye pale begitumi saja, salam untuk mama nah…., Assalamualikum…… Anak III : Waalaikumussalam ……………………………… Segmen III Narator : Sesuai kesepakatan anak III dan anak I melalui telpon tadi, maka esok harinya anak III kembali ke rumah mamanya untuk mencoba mengajak mamanya ke Puskesmas terdekat dengan maksud berkonsultasi, namun lagi-lagi ajakan itu pun tidak berhasil. Akhirnya sang anak III tadi berinisiatif untuk meminta bantuan Perawat yang bertugas di Puskesmas tersebut, dan dengan perasaan sedikit lega ketika anak III menemui Perawat Nurlina (Ns. Lina) karena sudah lama sering berkonsultasi dengan Ns. Lina. Selanjutnya terjadilah proses konsultasi di ruangan kerja Ns. Lina. Bagaimana proses selanjutnya ?, mari kita saksikan bersama……………! Fatimah : Assalamualaikum………. suter Lina Ns Lina : Waalaikumussalam, eh…. bu Fatimah, Pagi-pagi sekali sudahmi datang, bagaimana kabarta? Ada yang bisa saya bantu? Fatimah : Maaf, tidak mengganguki suster Lina? Ns Lina : Ah tidak ji…., ayo masuk meki dulu? Silahkan duduk Fatimah : Begini suster, itu mamaku semenjak meninggalki bapakku, berubah sekalimi kehidupannya, jadi pendiamki, tidak mauki makan, duduk terusji di kamar diam-diam, karena bingungma ka liat kondisi mamaku, makanya kutelpon kakaku, minta bagaimanami pendapatnya supaya mama bisa berubah seperti dulu. Terus na bilangin kakakku bawami saja ke Puskesmas, atas saran itu sudahmi kuajak kesini mamaku, tatapki juga tidak mau, makanya saya sendirimi langsung kesini. Bagaimana mi itu suster ? mau ka minta bantu suster Lina ke rumah, bisa tidak kita ikut ke rumah mamaku sekarang ? Ns Lina : Ohhh begitu dih ceritanya, iye bisa ji, kebetulan belum ada pasien sekarang, mari

bu Fatimah, kita kerumah mamata sekarang (Ns. Lina dan Anak III meninggalkan Puskesmas menuju rumah Ny. K). Segmen IV Narator : Dari hasil wawancara dengan anak III, Ns. Lina pun segera berespon langsung bersama anak III berkunjung ke rumah Ny. K untuk mencoba memberi pertolongan. Apakah upaya Ns. Lina berhasil menyelesaikan masalah Ny. K?, mari kita saksikan setelah pariwara yang satu ini ……………! Anak III : Ass…. (sambil mengajak Ns. Lina masuk di kamar mamanya), mama, ini suster Lina Ns Lina : Ass….. bu…. Ny. K : Eh suster lina, Waalaikumussalam, masukki. Ns Lina : Bagaimana kabarta….?, sakitki? Ny. K : Begini suster, sebenarnya saya baik-baik saja, tapi itumi hidupku seperti tidak punya keluarga (terasa sepi), apalagi setelah meninggal bapaknya, jarangmi kesini anak-anakku. Ns Lina : Ohh…. begitu masalahnya, tapi benar tidak sakitki to? Ny. K : Tidak suster, sepertimi suster lihatki to?. Oh iya suster, sampai lupaki, kubikinkan teh suster! Ns Lina : Tidak usahmi, saya sudah sarapan baru ke Puskesmas?, nah, sekarang agar ibu tidak merasa sepi, tinggal maki bersama anakta fatimah?, biar bisa bermain-main sama cucuta. Ny. K : Kasian kodong rumahku suster, tidak ada yang urus, jadi biar disinimi saja, asal mereka sering bawakan cucu-cucuku bermain disisni. Ns Lina : Ohh..begitu ya bu, apa kegiatanta sekarang, masih sukaki bikin-bikin kue? Ny. K : Tidakmi suster. Ns Lina : Itumi bu, harus ada kegiatanta, misalnya ikut-ikutmi pengajian, apalagi saya lihatmi disisni aktif sekali ibu-ibu melakukan pengajian setiap hari kamis sore, ohh..iya, ibu juga bisa ikut kegiatan di Posyandu Lansia, kebetulan saya juga sering ikut melati senam disana. Ny. K : Ohh..ya, begitu ya suster, setiap hari apa itu suster orang senam disana? Ns Lina : Setiap hari Jumar pagi, ikut maki bu! Bagus kalau ikutki bu, disana juga banyak teman yang bisa kita ajak bicara Ny. K : Iye suster Lina, maaf sudah bikin repotki pagi-pag begini Ns Lina : Nah, sudahmi to, Ima ingatki sering jenguk-jenguk mamata dik, kalau perlu nginapki sekali-sekali dirumah mamata, sekarang saya mau kembali dulu ke Puskesmas, mungkin sudah ada pasien yang menunggu. Jangki lupa kasi ingat mamata ikut posyandu lansia setiap hari Jumat. Anak III : Iye suster, untung kita datang, kalau tidak pusing kepalaku, bagaimana mengatasi masalahnya mamaku, terima kasih banyak suster, jangki bosan-bosan kalau saya minta tolongki lagi Ns Lina : Insya Allah tidak ji, ayo saya pamit dulu nah, Ass……………………….. Anak III : Nah, sekarang mama main-main sama cucuta disini, saya mau ke pasar dulu, saya mau masak makanan kesukaan mama disini, dan kita makan sama-sama, bagaimana menurut mama??? Ny. K : Iye, senang sekali hari ini, biar bermain-main bersama cucuku sambil menunggu kamu pulang dari pasar. Narator : Demikianlah tadi ”Role Play” dari kelompok satu, yang menggambarkan penerapan Midle Rang Teori oleh Pamela G Reed pada kasus pasien masalah ”Berduka Disfungsional”, dimana Ny. K. merasa kehilangan anggota keluarga dan kesepian setelah minggal suaminya 7

INDRA GAFFAR PROGRAM ALIANSI MAGISTER KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA – UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 1. Mosby : Elsevier. 2002. Sarah Wall. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. GRACE TEDY TULAK 6. 13 November 2008.http://w w w . ELIATI PATURUNGI 5. IKRAM BAUK 4.H. Saran. Sixth edition. R & Turner.L.P. utilization and application. Grand Teory Keperawatan adalah pemaknaan perilaku dengan cara yang benar secara universal. Grand teory memiliki kemampuan untuk menyatukan semua pengetahuan yang kita miliki mengenai komunikasi menjadi sebuah kerangka teory (West. Tomey and Alligood.net/seriesdetail. Nursing Models and Theories. and Hope.thirds pac e. “Self-Transcendence”. KING OLEH .bulan yang lalu. 2006. Sebuah Pencarian Keotentikan Diri. ……… Wassalam………………… DAFTAR PUSTAKA Tomey and Alligood.___ _____. 2006. Nursing theoriest. 18 November 2008. Leland R.sandiego.kaiser. Nursing theorists and their work. http://www. 2006) c. 46 – 47) b. Suatu Grand Teory terdiri dari suatu kerangka konseptual global yang menggambarkan perspektif luas untuk praktik dan termasuk cara yang berbeda mengamati fenomena keperawatan berdasar pada perspektif-perspektif tersebut (Tomey & Alligood. McKenna H. KELOMPOK III 1. 8 November 2008. DARDIN 2. 08 November 2008. Konseptual model dan Grand Teory mempunyai ciri-ciri : . Nurses’ Engagement with Feminist/Poststructuralist Theory : Im Possibility. JUNAIDI 3. (1997). Mosby : Elsevier.ca/ journal /art icle /view Fil e/w al l/183 Kaiser. Wilhelmus.cfm?article_id=457 Saur. 1995.htm GRAND TEORY KEPERAWATAN IMOGENE M. Fear.edu/ACADEMICS/nursing/theory/midrange/midrange. http://www. What is self transcendence. masukan dan kritikan sangat kami harapkan demi perbaikan kita bersama. GRACIA HERNI PERTIWI 7. Pengertian Grand Teory a.

¬ Waktu Diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa ke masa yang akan datang. ¬ Peran Merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. sosial ekonomi. dapat membantu perawat dalam menemukan dan mencapai tujuan perawatan 2. ¬ Transaksi Sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. Filosofi teory memproyeksikan sebuah pandangan sistematis atas fenomena-fenomena yang masih bersifat abstrak dalam menjelaskan suatu konsep keilmuwan keperawatan. Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. ¬ Stress Diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. individu dengan kelompok. ¬ Komunikasi Diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung. King c. ¬ Ruang Sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. konsep diri. ¬ Pertumbuhan dan perkembangan Perubahan yang kontinue dalam diri individu. Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. ¬ Persepsi Diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita. genetika dan latar belakang pendidikan.King terdiri : ¬ Interaksi King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia. molekul dan tingkat aktivitas perilaku yang kondusif untuk membantu individu mencapai kematangan. Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. Tumbuh kembang mencakup sel. Sedangkan Grand teory menggabungkan pengetahuan menjadi suatu kerangka teory dalam menjelaskan suatu fenomena keperawatan Penerapan Grand Teory Keperawatan menurut para ahli : 2. King adalah Human Being dengan prinsip Goal Attainment ( Pencapaian tujuan ) yang berfokus pada system interpersonal. Konsep teory Imogene M. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien.1) Cakupannya luas dan kompleks 2) Merupakan rumusan teoritis pada tingkat abstraksi yang sangat umum 3) Sering dijumpai kesulitan dalam mengaitkan suatu rumusan dengan realita 4) Membedakan disiplin ilmu keperawatan dengan ilmu medis. Imogene M. ¬ Jarak Jarak secara fisik berhubungan dengan batas wilayah yang memiliki kebijakan masing- . Fokus teory Imogene M. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan. d.

mempunyai perasaan. mampu berinteraksi. organisasi sosial. koping. Sistem personal dapat dipahami dengan memperhatikan konsep yang berinteraksi yaitu: ¬ Persepsi diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita. Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. transaksi. rasional. kadang dapat diidentifikasi dari perilaku individu untuk memperlihatkan batasan wilayah tersebut. e. mengontrol. dan informasi dengan lingkungannya. ¬ Pertumbuhan dan perkembangan : Tumbuh kembang meliputi perubahan sel. sekolah. b) Sistem interpersonal adalah dua atau lebih individu atau grup yang berinteraksi. kadang dapat diidentifikasi dari perilaku individu untuk memperlihatkan batasan wilayah tersebut. Perubah ini biasanya terjadi dengan cara yang tertib. persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. ¬ Jarak : Jarak secara fisik berhubungan dengan batas wilayah yang memiliki kebijakan masing-masing. Tumbuh kembang dapat didefinisikan sebagai proses diseluruh kehidupan seseorang dimana dia bergerak dari potensial untuk mencapai aktualisasi diri. Komunikasi : Diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada . dll) . menerima. ¬ Diri adalah bagian dalam diri seseorang yang berisi benda-benda dan orang lain. genetika dan latar belakang pendidikan. dan kemampuan dalam bereaksi. King mengidentifikasi sistem yang dinamis dalam tiga sistem interaksi yang dikenal dengan Dynamic Interacting Systems. Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. Individu merupakan anggota masyarakat. dan sumbangan fungsi genetic. dapat dilihat pada skema berikut ini : Dynamic Interacting Systems a) Sistem personal adalah individu atau klien yang dilihat sebagai sistem terbuka. interpersonal systems (groups) dan social systems (keluarga. dan dapat diprediksikan walaupun individu itu bervariasi.masing. stress. ¬ Ruang Sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. mempunyai maksud-maksud tertentu sesuai dengan hak dan respon yang dimilikinya serta berorientasi pada tindakan dan waktu. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien. mengubah energi. meliputi: Personal systems (individuals). ¬ waktu Diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa ke masa yang akan datang. individu dengan kelompok. sosial ekonomi. pengalaman yang berarti dan memuaskan. Interaksi ini dapat dipahami dengan melihat lebih jauh konsep tentang peran. interaksi. ¬ Interaksi : King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. molekul dan perilaku manusia. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia. ¬ Peran : Merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. system terbuka dan orientasi pada tujuan. sistem pelayanan kesehatan. industri. Diri adalah individu atau bila seseorang berkata “AKU”. komunikasi. konsep diri. Karakteristik diri adalah individu yang dinamis. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan.

persepsi. personal. rasional. control. kebutuhan. ¬ Organisasi . proses transaksi yang timbal balik dimana latar belakang.orang lain secara langsung maupun tidak langsung. ¬ Koping : c) Sistem sosial merupakan sistem dinamis yang akan menjaga keselamatan lingkungan. interaksi. Asumsi eksplisit meliputi : ϖ Focus sentral dari keperawatan adalah interaksi dari manusia dan lingkungannya. proses yang terus menerus. dibatasi oleh sumber-sumber dalam suatu situasi. mengirim. Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. ¬ Otoritas . atau bukan sumbangan personal. berpartisipasi dalam membuat keputusan yng mempengaruhi kehidupannya. orang. ¬ Kekuasaan Kekuasaan adalah universal. Asumsi King King mengasumsikan model konsep dan teori keperawatan secara eksplisit maupun implisit. tujuan. status dan pengambilan keputusan. dan berorientasi pada tujuan. nilai-nilai dari pemegang mempengaruhi definisi. persepsi. berorientasi pada kegiatan waktu. dapat diubah. subjektif. dan pelayanan komunitas dan menerima atau menolak keperawatan. Sistem sosial dapat mengantarkan organisasi kesehatan dengan memahami konsep organisasi. dinamis dan orientasi pada tujuan. tugas-tugas. situasional. ¬ Pembuatan keputusan Pembuatan atau pengambilan keputusan bercirikan untuk mengatur setiap kehidupan dan pekerjaan. dengan tujuan untuk kesehatan manusia ϖ Individu adalah social. penerimaan. bahwa wewenang itu aktif. King mendefinisikan otoritas atau wewenang. ϖ Tanggung jawab dari anggota tim kesehatan adalah memberikan informasi kepada individu . posisi ketergantungan. ¬ Status Status bercirikan situasional. individual. dan kesehatan. f. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. universal. reaksi. dan kewajiban. kesehatan. kekuasaan. ¬ Stress : Diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. King mendefinisikan status sebagai posisi seseorang didalam kelompok atau kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lain di dalam organisasi dan mengenali bahwa status berhubungan dengan hak-hak istimewa. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat. situasional. Organisasi bercirikan struktur posisi yang berurutan dan aktifitas yang berhubungan dengan pengaturan formal dan informal seseorang dan kelompok untuk mencapai tujuan personal atau organisasi. dan nilai klien serta perawat. otoritas/wewenang . ϖ Proses interaksi dipengaruhi oleh persepsi. ϖ Manusia sebagai pasien mempunyai hak untuk mendapatkan informasi. ¬ Transaksi : Sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. esensial dalam organisasi. validasi dan penerimaan posisi di dalam organisasi berhubungan dengan wewenang.

3.tentang semua aspek kesehatan untuk membantu mereka membuat atau mengambil keputusan. Pandangan King terhadap keperawatan Konsep Manusia King memandang manusia sebagai suatu system terbuka yang berinteraksi dengan lingkungan yang memungkinkan benda. 2) Konsep utamanya : kebutuhan dasar manusia yang terdiri dari ¬ Air (udara) : pemeliharaan dalam pengambilan udara ¬ Water (Air) ¬ Food (makanan) ¬ Eliminasi ¬ Rest and activity ¬ Solutitue and social interaction . informasi dengan keberadaan manusia. dan jika ada gangguan. Pasien ingin berpartisipasi secara aktif dalam proses keperawatan. Konsep Keperawatan King menyampaikan pola intervensi keperawatannya adalah proses interaksi klien dan perawat meliputi komunikasi dan persepsi yang menimbulkan aksi. ketika individu ini bersatu dalam kelompok disebut system interpersonal.sumber yang dimiliki oleh seseorang atau individu untuk mencapai kehidupan sehari. System social tercipta ketika kelompok mempunyai ketertarikan dan tujuan yang sama dalam satu komunitas atau masyarakat. energi.sehari yamg maksimal. menetapkan tujuan dengan maksud tercapainya suatu persetujuan dan membuat transaksi. Konsep Sehat King mendefinisikan sehat sebagai pengalaman hidup manusia yang dinamis. Menurut Orem’s 1) Fokus teorinya adalah Practise self care kemudian Dorotea mengembangkan teorinya menjadi self care deficit dan teory nursing system yang berpandangan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan dalam memenuhi kemampuan dasarnya secara mandiri. Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan. g. Sedangkan asumsi implicit meliputi : 5. energi. 8. dan secara kognitif mampu berpartisipasi dalam pembuatan atau pengambilan keputusan. ϖ Tujuan dari memberi pelayanan kesehatan dan menerima pelayanan mungkin tidak sama. Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri. Dalam kerangka konsepnya meliputi tiga system interaksi yang dinamis sebagai individu disebut sebagai system personal. reaksi. Manusia tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan internal dengan penukaran energi yang diatur secara terus menerus terhadap perubahan lingkungan eksternal. dengan menggunakan sumber. Pasien sadar. 7. Konsep Lingkungan Menurut King lingkungan adalah system social yang ada dalam masyarakat yang saling berinteraksi dengan system lainnya secara terbuka. 6. aktif. Lingkungan merupakan suatu system terbuka yang menunjukkan pertukaran masalah. dan informasi dengan leluasa mempengaruhinya. yang secara berkelanjutan melakukan penyesuaian terhadap stressor internal dan eksternal melewati rentang sehat sakit.

Dia menikah dan tinggal dengan suaminya bersama 2 orang anaknya dirumah ibunya. spesifity dan redundancy ¬ Wholeness Merupakan system terbuka dan menggabungkan bagian-bagian untuk sebuah keutuhan dalam menghadapi perubahan lingkungan. 2) Konsep utamanya adalah ¬ Conservation Cara yang kompleks untuk melakukan fungsinya pada saat tantangan berat menghalanginya. berusia 29 tahun masuk ke unit keperawatan onkologi dengan keluhan nyeri pelvic dan pengeluaran cairan pervagina. Kehamilan pertama ketika dia berusia 16 tahun dan kehamilan yang kedua saat berusia 18 tahun. Dia menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap masa depannya dan kedua anaknya. Ny D sangat sedih. Model Levine menekankan pada Proses interaksi dan intervensi keperawatan yang diberikan bertujuan untuk peningkatan kemampuan beradaptasi dan mempertahankan keutuhan tersebut. D. Ny D mengatakan bahwa tidak pernah melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Fenomena Keperawatan dikaitkan dengan Teory Imogine King Ny. Suaminya seorang pengangguran. Sejak saat itu dia menggunakan kontrasepsi oral secara teratur. Hal itu mengharuskan dia untuk menggunakan kateter intermitten di rumah. 3. Hasil pemeriksaaan Pap Smear didapatkan menderita Ca Cerviks stadium II dan telah mengalami Histerektomy radikal dengan bilateral salpingooophorectomy. Riwayat kesehatan masa lalu : jarang melakukan pemeriksaan fisik secara teratur. ¬ Adaptation • Proses dimana klien memelihara integritas di dalam lingkungan yang nyata baik internal maupun eksternal. Dia sudah memiliki 2 orang anak. Dia masih merasakan nyeri dan mual post operasi. keberhasilan dalam menghadapi lingkungan tergantung dari adekuatnya adaptasi • Tujuan utama dalam proses adaptasi adalah tercapainya suatu kebutuhan dalam diri individu • 3 karakteristik dari adaptasi adalah : historicity. analgetik untuk nyeri dan antiemetic untuk mualnya. dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Dia menggambarkan suaminya seorang yang emosional dan kasar. Levine 1) Model Konservasi Levine difokuskan dalam mempromosikan keseluruhan adaptasi dan pemeliharaan dengan menggunakan prinsip-prinsip konservasi. Dia seorang perokok dan menghabiskan kurang lebih 2 pak sehari dan berlangsung selama 16 tahun. Tindakan keperawatan berdasar pada empat prinsip yaitu konservasi energy. Dia percaya bahwa penyakit ini adalah sebuah hukuman akibat masa lalunya. Dalam hal ini individu mampu berkonfrontasi dan beradaptasi demi mempertahankan keunikan mereka. 4. Sebagai tambahan. • Konsekuensi dari interaksi antara orang dengan lingkungan. Obat yang digunakan adalah antibiotic. Ny D telah mengikuti pembedahan dengan baik kecuali satu hal dia belum mampu mengosongkan kandung kemihnya.¬ Hazard frekuention (pencegahan resiko) ¬ Promotion of normality 4. dia akan mendapatkan terapi radiasi sebagai pengobatan rawat jalan. Tinggi badan 5 kaki 4 inci dan BB 89 pound. Pengkajian dan analisa fenomena . Biasanya dia memiliki BB 110 pound. konservasi integritas personal dan konservasi integritas social. konservasi integritas structural.

koping. Kesalahan masa lalu mempengaruhi kesehatannya dan perasaannya. Perawat dalam situasi ini. komunikasi. Perawatan Ny D dimulai dengan pengkajian termasuk pengumpulan data. Sumber datanya dirinya sendiri dan persepsi utama tentang dirinya dan sikapnya dan pengalamannya kemudian pengetahuan sebagai konsep dalam kerangka kerjanya. Persepsi perawat dipengaruhi oleh budaya. dan reaksi kedua individu. pertimbangan. Koping seseorang dan stress interpersonal keduanya dapat mempengaruhi kesehatan dan penyakit. Isi kandung kemih. Stressor fisik didapat dari penyakit dan tindakan pembedahan.D. . Perawatan pada Ny D sudah mencakup praktek keperawatan keseluruhan. diri sendiri. 1981). stress dan nyeri. kemampuan dalam menggunakan proses keperawatan. Proses transaksinya dimulai dengan persepsi. Diagnosa dari servikal kanker kelas V dan pengobatan berikutnya. diri adalah konsep utamanya termasuk total subyektif. Suaminya tidak bekerja ( pengangguran) dan debby tidak memiliki kemampuan untuk bekerja. Banyak hal yang saling mempengaruhi perilaku dan kesehatannya. Persepsi Ny D yang lalu. interpretasi dan verifikasi data. Persepsi Ny. Juga kemungkinan bahwa kelemahan seseorang dan kemungkinan keluarga berkontribusi cepat menyebabkan stress. Ny D mengharapkan partisipasi dalam pencapaian tujuan tersebut. keduanya merupakan stressor utama juga berpengaruh untuk kesehatannya. Dia menangis dan mengekspresikan ketakutannya. Penilaian keperawatan terletak pada situasi dalam keluarga debby dengan perawatan post operatif. Persepsi yang akurat penting dalam proses interaksi. Perasaan tentang diri dan situasinya yang tidak jelas merupakan penyebab stress. Debby mengambil informasi penting tentang diri. sekarang dan yang akan datang mempengaruhi respon verbal dan nonverbal. model. merawat orang sakit dan perawatan pasien terminal (King. yg tentunya menjadi kelemahan utama dalam dukungan emosi selama melewati masa-masa yang sulit. pengalaman. Interaksi bersama Ny D dan perawat. usia dan pengetahuan (pengobatan dan diagnose Ny D) dan keterampilan yang professional. validasi dengan persepsi Ny D dan interpretasi pada persepsi Ny D. nilai. Debby membutuhkan sumber-sumber untuk menolong dirinya. konsep kritikal terdiri dari persepsi. Ny D sebagai konsep personal system yang saling berinteraksi dengan system lain. keraguan dan menyalahkan diri sendiri. pemulihan kesehatan. Pengkajian perawat dan aplikasi pengetahuan tentang konsep dan proses. Dalam system interpersonal. gangguan dalam fungsi kandung kemih. Debbie mengalami stress fisik dan interpersonal. interaksi. Komunikasi adalah kunci kestabilan mutu dan kepercayaan antara Ny D dan perawat berarti memvalidasi persepsi. pengetahuan tentang pengobatan dan diagnosis. debby diidentifikasi ada jarak dan sering mengalami kekerasan dengan suami. bersama-sama menentukan tujuan dan membuat keputusan tentang maksud pencapaian tujuan. mental action. Beberapa persepsi perawat didasarkan atas beberapa kumpulan dan interpretasi informasi. dan pengobatan radiasi bisa menjadi masalah lain dari status fisiknya. ketrampilan berpikir kritis. Situasi kehidupannya menjadi stressor lain serta Lingkungannya yang tidak kondusif dan bising. stress. pengobatan dan prognosis cancer dengan stadium V. situasi dan masa depannya. dimulai dengan interpersonal system dengan Ny. status social ekonomi. sifat. power dan pengambilan keputusan. memprioritaskan kestabilan pasien dan bergerak pada proses untuk mencapai tujuan. nyeri dan mual adalah identifikasi masalahnya. yang mencakup promosi kesehatan.D mungkin mempengaruhi tingkat emosional. Meskipun semua konsep King dalam kerangka kerjanya sepertinya akan mengkontribusi dalam perawatan Ny D. concern. inilah yang menyebabkan terjadinya masalah keuangan yang menjadi sumber stressor. Menurut King 1881. Suaminya tidak mampu menyediakan dukungan emosional yang baik dan juga materi yang berkontribusi terhadap anak-anak mereka terutama yang akan mengubah tugas dari mereka. komitmen dan kesadaraan individu.Pada model konseptual system King.

Tidak tercapainya tujuan dapat diperoleh dari tidak sempurnanya data focus. 5. Menurut king. Melibatkan Ny. Ketika Ny. Role Play Tugas Pengatur laku: Skenario ini menceritakan tentang grand teori : model konseptual Imogene King. gangguan perkemihan.D harus menjalani pengobatan rawat jalan.D dalam pengambilan keputusan mungkin akan membutuhkan tantangan yang besar karena merasa bahwa tidak berdaya. Satu cara untuk dapat melakukan ini mungkin dengan menyusun rencana perawatan dirumah yang akan mendasari tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan . Bagaimanapun Ny D berstatus sebagai pasien. validasi dari perkembangan pencapaian tujuan keperawatan dan memodifikasi rencana tindakan untuk mencapai tujuan keperawatan. control penyakit. . Ungkapan Ny D yang terpenting adalah anakanaknya. kurangnya interaksi dalam berhubungan. Jika semua masalah ini bertentangan dimensi pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan konsultasi psikologis. Pencapaian tujuan dapat meningkatkan atau memelihara status kesehatan. konflik dalam pencapaian tujuan. segera setelah dilakukan tindakan sangat diperlukan. keterbatasan. Dalam situasi ini. dengan hadirnya seorang tenaga professional dirumah juga dapat memberikan kontribusi untuk melakukan penilaian lebih lanjut terhadap keluarga. meningkatkan mekanisme koping. perlu adanya diskusi tentang tujuan bersama. berfikir kritis. Sebagai contoh keseluruhan tujuan keperawatan adalah membantu fungsi dalam tugas mereka (King. untuk menjalani penyakitnya. Ini mungkin mengenai tugas seorang ibu. Ny. validasi pada situasi yang kritis.Bagaimanapun Ny D membutuhkan perlindungan lebih dan memerlukan petunjuk dari perawat terutama dalam menyusun tujuan menengah. Namun usaha ny. Sangat penting untuk menentukan sejauhmana kekhawatiran dan kecamasan yang dialami Ny. perawat perlu untuk melakukan pengkajian kembali. pasien dan sistim penghambat lainnya. merubah persepsi. salah satu dasar yang dapat mengubah pemulihan dari penyakit. D bisa saja menjadi sumber dukungan emosional dan pertolongan / bantuan langsung seperti transportasi dari dan ke RS. pengobatan. atau membimbing untuk meninggal dengan tenang. Ny. persepsi yang salah. kurang pengetahuan . Keputusan tentang tujuan harus berdasarkan kemampuan. Sebagai tambahan. Sangat memungkinkan tujuan perawatan dan pasien tidak sejalan berlanjut sampai pada analisa sintesa. tujuan akan tercapai. mual. dan perjanjian antara perawat dan klien. Yang bertentangan dengan kemampuannya untuk berperan dalam menentukan tujuan dari keberhasilan pengobatan atau mengidentifikasi dan berpartisipasi dalam rangka mencapai tujuan. dan kemampuan untuk menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. jika kesepakatan telah dibuat. 1981). D untuk meningkatkan percaya dirinya.D mengharapkan untuk dilibatkan dalam diskusi tentang tindakan untuk mencapai tujuan. yang semuanya dapat mendorong kearah perubahan status kesehatannya. dan sejumlah penghalang lainnya yang biasa berasal dari perawat. tindakan penting lainnya mungkin lebih diarahkan pada pengarahan sumber daya yang dimiliki Ny. Jika tujuan tidak tercapai. Tujuan selanjutnya mempersiapkan Ny D untuk pemasangan kateter sementara. prioritas psien dan situasi. D. tujuan prioritas adalah mengontrol rasa sakit dan rasa mual post operasi walaupun ini membutuhkan validasi dengan Ny D. Asumsi dasar yang lain adalah bahwa perawat membantu pasien untuk mengubah status kesehatan mereka.D mungkin tidak akan menjadi Ibu rumah tangga yang baik. Follow up terhadap rasa nyeri. D khususnya dukungan keluarga meskipun Ny. Perawat dapat menemukan petunjuk untuk membantu pasien dalam mengidentifikasi tujuan berdasarkan asumsi Konseptual system menurut King. Pencapaian tujuan memerlukan evaluasi yang berkelanjutan. yang pada gilirannya dapat mengurangi stress.

. aduh … Bapak. sakit sekali perutku Tn.R : “ Apako….R : “ ke rumah sakitmi sendiri…… ( Ny.G : “ Tidak bisa begitu pak ” (sambil menangis) Tn. dimanaki….D menjalani perawatan rumah sebagai akibat post operatif seperti nyeri. antarKa kodong ke Rumah sakit..D tiba di rumah sakit diruang perawatan onkologi.G : “ Bapak uangta duluE. “(sambil membanting gelas) Ny.G :” apa yang bisa kami bantu ?” Ny. bosannnnn An.D : “ terima kasih suster. bukuku belum saya bayar.I : “ Pak saya juga. Ny. sakiiiiit terus. D dengan Diagnosis Ca Servix Stage V yang menjalani pengobatan dan terapi radiasi di unit keperawatan onkologi rumah sakit X.D : “ Pagi suster.J) : Indra Gaffar o Ns I : Ikram o Ns G : Gracia o Narator : Junaidi Situasi : Ny.G) : Grace o Anak (An.R baru pulang dalam keadaan mabuk berat.I dan Ns. Ns.G Ns. social ekonomi rendah serta sanitasi lingkungan yang buruk Ny.G : “ bagaimana perasaannya. suami Tn.D : “ Aduh. dan diterima oleh Ns.D 29 tahun. Saat ini telah menjalani operasi hysterectomy radikal dan harus menjalani perawatan dirumah/rawat jalan. mauka kesekolah An. Tn. Mana kopiku… Ny. “ Ny.00 Ny. D dalam situasi ini menghadapi stress & memikirkan masa depan dirinya dan anakanaknya.R : “ Pusiiiing….. silahkan duduk “ Ny.G : “ Selamat pagi bu…” Ny.D : “ bapak. Ny. disamping itu situasi keluarga dengan suami yang tidak memiliki pekerjaan dengan perilaku kekerasan dalam RT.D Tanggal 1 april 2011 jam 07. ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih sehingga dilakukan kateterisasi secara intermitten Setting 1 : Di Rumah Ny.R : “ Emak.Para pemain dalam skenario ini adalah : • Pelaku : o Suami (Tn. Keadaan rumah berantakan.D akhirnya kerumah sakit sendiri) Situasi II : Rumah Sakit Pukul 09. tidak ada sarapan.G : “ SPP ku juga pak “ Tn. berhenti saja sekolah An.. kalo tidak dibayar tidak boleh masuk kelas lagi “ An. Tn. anak-anak siap berangkat kesekolah. “ Ns.D) : Eliati Paturungi o Anak (An.D merintih kesakitan Tn.30.D :“ sesuai jadwal control hari ini adalah jadwal control saya dan ada beberapa keluhan .R : “ Ah… kamu itu tiap hari mengeluh.D : “ Bapak……… bapak” janganki begitu pada anak-anak.R) : Dardin o Istri (Ny. sementara Ny.D usia 32 thn mempunyai 2 orang anak. mauka control “ Tn.R : “ Ahhhhhh……tidak ada uang.

D : Selain itu dirumah saya tidak mampu menjalankan peran saya sebagai ibu rumah tangga semaksimal mungkin. ada lagi yang ingin ibu sampaikan kepada kami?” Ny.D dan Ns.G : “ baiklah apa yang ibu keluhkan ?” Ny. mendengar cerita ibu tadi saya mengambil kesimpulan bahwa ibu mempunyai masalah yang pertama adalah kondisi fisik ibu akibat penyakit yang ibu alami. dan tak berdaya menjalani kondisi saya saat ini tanpa dukungan orang-orang disekitar saya. tapi bagaimana dengan masalah saya yang lain?? Ns. misalnya dengan melibatkan anak-anak. mual ka juga… ini kateternya sudah 10 hari mi suster” Ns. Yang pertama mari kita membicarakan kondisi ibu saat ini. I : Untuk itu. Kedua dari kondisi ibu itu membuat ibu tidak dapat menjalankan peran ibu di keluarga dan ketiga komunikasi ibu dengan suami yang kurang baik karena sifat suami ibu yang temperamen yang secara langsung menjadi stressor bagi ibu.I : Nah untuk masalah ibu yang kedua. Menurut saya untuk permasalahan kondisi fisik ibu saat ini cukup diselesaikan dengan ibu teratur berobat jalan sesuai dengan jadwal dan ibu memperhatikan hal-hal yang menjadi larangan selama ibu menjalani pengobatan dan perawatan.D : “ Sendiri Ka suster “ Ns.. masukan kami adalah ibu bisa melibatkan orang dirumah untuk membantu peran ibu selama ibu sakit. Ns I : Masih ada yang ingin ibu ceritakan?? Ny. Nah. Dirumah saya tidak mampu mengerjakan pekerjaan rumah karena keterbatasan kondisi saya saat ini. Pertamatama kita membuat prioritas dari masalah ibu sendiri. . D : Iya suster Ns.D keruangannya. sebaiknya setiap kali berobat. perawatan luka dan kateter serta melaporkan kondisi klien keDokter. Saat ini saya tinggal dengan suami dan 2 orang anak dirumah orang tua. Apa yang harus saya lakukan suster?? Ns I : Baiklah bu.G :” Baiklah kalo begitu.D : “ Suster. begini… saya khawatir dan kadang takut dengan kondisi saya saat ini penyakit yang saya alami saat ini rasa-rasanya sebagai bentuk hukuman bagi saya atas perbuatan saya dimasa lalu” Ns.G) Ns.yang ingin saya sampaikan” Ns. sekarang apa yang ingin ibu bicarakan dengan saya “ Ny.. Kita akan membicarakan bersama kondisi yang ibu alami saat ini. Di Ruang konsul perawat ini terjadilah dialog anatara Ny. D : Bagaimana melibatkan suami saya. saya akan mencoba membicarakannya dengan suami saya.G : “ Ibu datang dengan siapa kesini ?” Ny. setelah pemeriksaan sebentar bisa saya cerita sedikit tentang kondisi saya?” Ns. D : Ya. suami saya pengangguran dan sering marah dan temperamen kepada saya” Ns I : oh yah… ada lagi yang ingin ibu sampaikan kepada kami?? Ny.D : “ sakit ki lagi perutku. ibu membawa suami ibu agar suami dapat memahami kondisi ibu yang sebenarnya. saya sudah tahu suster. Betul seperti itu bu??? Ny. setelah pemeriksaaan kita akan berbincang diruang perawat ” (Selanjutnya perawat melakukan pemerisaan fisik. Setelah itu perawat mempersilahkan Ny.D : “saya merasa sangat sendiri.D :” iya suster.D : Sudah tidak ada suster. Nah.I dan Ns. D : iya suster. Ny. sementara suami saya seorang yang emosional dan temperamen??? Ns.ya. Saya merasa sangat sedih. bagaimana pendapat ibu?? Ny.G : “ Baiklah kalo begitu mari saya periksa “ Ny. Apakah ibu sudah mengetahui apa saja yang harus ibu lakukan??? Ny.I : Baiklah.I :” Oh..I : “ nah. suami atau orang tua dengan memberikan mereka tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan mereka.

(1995). Tomey Ann Marriner and Alligood M. Fourth Edition. 6 Ed. ¬ Georgene Gaskill Eakes.Ns. Wiener & Marylin J. Nursing Theories (The Base for Profesional Nursing Practice). ¬ Cheryl Tatano Beck : Post partum depression Theory. Vaughan B. Permisi Suster. Selamat siang Ns I : Selamat siang!!!!! ¬ Carolyn L. Mariner. Nursing Model For Practice. Dodd : Theory of Illnes Trajectory. Swanson :Theory of caring ¬ Cornelia M. (1986). US Share this: • • • Twitter Facebook9 Like this: Suka Be the first to like this.(2006). ada lagi yang bisa kami bantu? Ny. William Heinemann Medical Books Tomey and Alligood M. (4th ed) Philadelphia: Lippincott: Raven Publisher Pearson A. D : Saya rasa sudah cukup suster.R. ¬ Phil Barker : Tidal Model of Mental Health Recovery.Hainsworth : Theory of Chronic Sorrow. USA : Appleton & Lange.(1998). ¬ Kristen M. Nursing theoriest. Nursing Theorists and Their work. Nursing Theorists And Their Works. I : ok ibu. DAFTAR PUSTAKA George. ¬ Katherine Kolcaba : Theory of Comfort. terima kasih atas bantuaannya. Mosby : Elsevier. utilization and application. Bedford Square London.R (2006). & Margareth A.. Moore : Peaceful End of Life Theory. Mary Lermann Burke. A. Ruland & Shirley M. › ‹ Tinggalkan Balasan .

Powered by WordPress. Cari Ikuti Follow “adamsmile73” Get every new post delivered to your Inbox. Tema: Duotone oleh Automattic.Blog pada WordPress.com.com .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->