You are on page 1of 4

Adab Berhias

1. Pengertian Berhias
Pengertian "Berhias" di dalam bahasa Arab sudah terkandung di dalam makna "Tabarruj" yang menurut Imam al-Bukhari berarti perbuatan wanita yang memamerkan segala kecantikan miliknya. Asal kata "Tabarruj" itu sendiri diambil dari kata "al-buruj" yakni bangunan benteng atau istana yang menjulang tinggi. Jadi wanita yang bertabarruj adalah wanita yang menampakan tinggi-tinggi kecantikannya, sebagaimana benteng, istana atau menara yang menjulang tinggi, dan tentu saja menarik perhatian orang-orang yang memandangnya. Tabarruj ini mempunyai bentuk dan corak yang bermacam-macam dan sudah dikenal oleh orang-orang yang banyak sejak zaman dahulu sampai sekarang, artinya tidak terbatas hanya sekedar berhias,berdandan, bermake-up, memakai parfum dan sebagainya yang biasa dilakukan oleh wanita, bahkan lebih dari itu yaitu segala sesuatu yang mencerminkan keindahan dan kecantikan sehingga penampilan dan gaya seorang wanita menjadi memikat dan menarik dimata lawan jenisnya.

2. Dalil Berhias Menurut Ajaran Islam


Berhias merupakan sunah alamiah manusia. Sebagaimana hadist yag di riwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha, Rosululloh saw. Dari Aisyah Radiyallahu Anha, Rasulullah SAWtelah bersabda:

:
Artinya : Sepuluh hal yang termasuk fitrah: Mencukur kumis, memanjangkan jenggot, siwak, istinsyaq (memasukkan air kehidung), memotong kuku, menyela-nyela (mencuci) jari jemari, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan, dan intiqashul maa (istinja).

3. Tata Cara Berhias Adalah Sebagai Berikut :


Tidak memakai perhiasan secara berlebihan. Untuk perempuan yang sedang berkabung, Tidak boleh memakai perhiasan. Jangan memakai perhiasan yang di larang, Seperti wewangian yang mengandung Alkohol, Khusus laki-laki tidak boleh memakai Emas dan Sutra. Jangan berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliah, Yaitu mengunakan perhiasan untuk menimbulkan Fitnah. Anjuran untuk memotong kuku, memendekan kumis, menyisir rambut, dan merapikan jenggot. Jangan mencukur Botak sebagian kepada. Di perbolehkan memakai pakean Sutra bagi kaum wanita. Jangan membuat Tato, mencukur kumis dan merenggangkan Gigi. Larangan menjulurkan pakaian. Larangan berhias diri dengan mengubah wujud aslinya seperti mengeriting rambut dan muncukur alis mata (Secara Permanen).

4. Larangan dalam Berhias Adalah Sebagai Berikut :


1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengenakan Pakaian Tipis dan Pakaian Ketat Yang Merangsang Mengenakan Wewangian Di Hadapan Laki-laki Asing Behias terhadap laki-laki asing (bukan mahram atau suaminya) Berdandan Berlebihan Membuka Sebagian Aurat Menghilangkan Tahi Lalat dan Meratakan Gigi

---------------------------------------------------------------Adab Bertamu
1. Pengertian adab bertamu Dalam ajaran Islam ada dua konsep yang harus ditegakkan, yaitu Hablum minallah dan Hablum minannas, Hablum Minallah artinya melakukan hubungan dengan Allah, sedangkan Hablum minannas artinya melakukan hubungan antar sesame manusia. Bertemu termasuk salah satu dari kegiatan hablum minannas. Jika demikian, apa bertamu itu sebenarnya? Bertamu adalah berkunjung ke rumah orang lain dalm rangka mempererat silaturahim. Maksud orang lain di sini adalah tetangga, saudara (sanak famili), teman sekantor, teman seprofesi dan sebagainya. bertemu tentu ada maksud dan tujuannya, antara lain menjeguk yang sedang sakit, ngobrol-ngobrol biasa, membicarakan bisnis, membicarakan masalah keluarga keluarga dan sebagainya. Apapun alasannya, seseorang berkunjung kerumah orang lain (bertamu) tidaklah menjadi persoalan. Yang jelas bertamu itu pada hakekatnya mempererat silaturahmi atau tali persaudaraan. Orang suka bersilaturahmi akan dilampangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, sebagaimana hadis Rasulullah saw, dari riowayat Abu Hurairah: : . Artinya : Sabda Rasulullah saw.Burung siapa yang menginginkan diperluas rezekinya dan diperpanjang umurnya maka sebaiknya ia bersilaturahmi. (H.R Bukhari Muslim) Mempererat tali silaturahim, baik dengan tetangga, sanak saudara maupun teman sejawat merupakan perintah agama islam agar senantiasa membina kasih sayang, hidup rukun, tolong menolong, saling membantu antara yang kaya dengan yang miskin dan memiliki kesempatan dengan yang mengalami kesempitan. Silaturahim tidak saja menghubungkan tali persaudaraan, tetapi juga akan banyak menambah wawasan, pengalaman karena pada saat berinteraksi terdapat pembicaraan-pembicaraan yang berkaitan dengan masalah-masalah perdagangan atau penghasilan, sehingga satu sama lain akan mendapatkan pandangan baru tentang usaha pendapatan rezeki dan sebagainya. Suasana yang dialami bagi orang yang biasa bersilaturahmi, hidup menjadi lebih menyenangkan, nuaman, dan hati menjadai tentram sehingga hidup ii merasa luas dan lega seakan umur bertambah, walaupun kenyataan yang sebenarnya umur atau ajal manusia sudah ditentukan jauh sebelum ia dilahirkan oleh Allah Swt. Sabda Rasulullah saw. yang lain dari riwayat Aisyah: : . Artinya : Sabda Rasulullah saw: Bersilaturahmi, baik budi pekerti dan bertetangga yang baik, akan meramaikan kampong dan dapat menabah umur. (H.R Ahmad dan Baihaqi dari Aisyah)

Hadis tersebut menambahkan selain bersilaturahmi, berakhlak yang baik (Husnul Khuluq) dan bertetangga yang baik (Husnul Jawari) dapat pula mencptakan suasana yang menyenangkan dan lebih semarak dalam hidup bermasyarakat. Karena itu ajaran islam member tuntunan atau tatakrama dalam berinteraksi antar sesama misalnya bertamu dan yang menerima tamu. 2. Contoh adab bertemu Dalam bertamu ada beberapa tata cara atau adab yang harus diperhatikan, agar suasana pertemuan tidak rusak karena adanya hal-hal yang tidak berkenan dihati masing-masing pihak. Diantara tata cara itu contohnya yaitu sebagai berikut : a) Sebelum memasuki rumah seseorang, kita harus meminta izin terlebih dahulu dengan mengucapkan salam, jika tuan rumah mempersilahkan kita masuk, berulah kita masuk ke ruamahnya dengan sopan. Perhatikan firman Allah Swt : . : Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu masukin rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan member salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (Q.S An-Nur:27) b) Sebagai tamu, apabila kita tidak mendapati tuan rumah, atau merasa tidak diterima oleh tuan rumah karena satu dan lain hal maka tinggalkanlah rumah itu dengan segera. Tetapi jangan sampai memperlihatkan kekecewaan terhadap perlakuan tuan rumah yang tidak berbudi baik tersebut. : Artinya : Dan jika kamu tidak menemui seseorang di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu:Kembalilah!(hendaklah) kamu kembali. itu lebih suci bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S An. Nur :28) c) Apabila sudah diterima dengan baik, janganlah berbuat seenaknya di rumah orang, meskipun udah dikatakan oleh tuan rumah, anggaplah sebagai rumah sendiri. Itu adalah hak dan kewajiban dia sebagai tuan rumah, sedangkan kemu mempunyai hak dan kewajiban tersendiri sebagai tamu. d) Menjadi tamu dirumah teman dekat harus tetap menjaga kesopanan. Jangan melihat-lihat semua benda yang ada dirumah itu, kecuali benar-benar dipersilahkan oleh tuan rumah e) Jika kita dihidangkan makanan dan minuman maka cicipilah makanan dan inuman tersebut setelah kita dipersilahkan oleh tuan rumah untuk dicicipi, seandainya makanan dan minumana itu tidak sesuai dengan selera kita maka jangan ditampakkan bahwa kita tidak suka, tetapi cicipilah sekedarnya saja f) Kalau dirasa sudah sudah cukup keperluannya maka dengan sikap yang agak berat kita berpamitan, untuk pulang. Tidak lupa sampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas sambutannya dengan harapan kita akan menanti kedatangannya di rumah kita, dan dapat bertemu kembali dilain waktu. 3. Mempraktikkan Adab dalam kehidupan sehari-hari Sebagai muslim yang beriman, hendaknya kamu dapat mempraktikkan adab bertemu menurut

ajaran Islam, dalam kehidupan sehari-hari. Untuk dapat mempraktikkan adab bertemu, hendaknya kamu perhatikan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini: a) Tanamkan keimanan yang kuat di dalam hati, agar tidak tergoda oleh setan ketika bertamu b) Tanamkan keyakainan dalam hati bahwa bertamu itu merupakan salah satu sunah rasul, dalam rangka silaturahmi terhadap sesama muslim, baik yang dekat maupun yang jauh c) Tanamkan keyakinan bahwa bertemau sesuai adab Islam termasuk ibadah, yang tidak hanya akan mendapat pahala juga dapat memperbanyak saudara dan menghilangkan permusuhan d) Pahami dengan baik tata cara atau adab bertamu secara islami, agar dalam pertemuan tidak menimbulkan hal-hal negative dari kedu belah pihak, baik yang bertamu maupun yang menerima tamu e) Mulailah membiasakan mempraktikkan adab bertamu secara islam dari sekarang, agar kelak kamu terbiasa bertamu dan menjalin silaturahmi dengan baik terhadap siapa pun f) Selamat memulai

You might also like