MAKALAH SANITASI

SANITASI
A. LATAR BELAKANG

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Dalam industry pengolahan langkah pemberian sanitizer atau perlakuan fisik yang dapat mereduksi populasi mikroba pada fasilitas dan peralatan pabrik.Sanitizier adalah kondisi bersih kuman atau mikroba yang digunakan dalam industry pangan.Program sanitasi dijalankan sama sekali bukan untuk mengatasi kotornya lingkungan atau kotornya pemrosesan bahan, tetapi untuk menghilangkan kontaminan dari makanan atau mesin pengolahan makanan serta mencegah terjadinya kontaminasi kembali dan kontaminasi silang

Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktek kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun). Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.

SMK NEGERI 1 SURUH

Page 1

Indonesia masih ketinggalan jauh dari tetangga.MAKALAH SANITASI B. otot 75. Air adalah zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. ¾ bagian tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5hari tanpa minum air. Salah satu sanitasi yang menjadi perhatian adalah masalah air yang tercemar terutama di negara berkembang dengan sistem sanitasi air yang kurang. pemadam kebakaran. Organ tubuh manusia yang mengandung banyak air antara lain adalah otak 74. air juga digunakan untuk memasak.6% dan dalam darah 83%. transportasi dan lain – lain. Lebih dari 2.Sanitasi dan air minum merupakan salah satu dari delapan tujuan Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) yg diupayakan untuk dicapai pada 2015. DEFINISI SANITASI Sanitasi dan kesehatan manusia adalah dua hal yang saling terkait. Penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebabkan melalui air sehingga menimbulkan wabah penyakit dimana – mana. mencuci. tempat rekreasi. bahkan juga bervariasi untuk setiap bagian tubuh seseorang. Setiap hari kurang lebih 1440 liter darah mengalir SMK NEGERI 1 SURUH Page 2 . tulang 22%.Manajemen pembuangan manuisa (human waste) yang buruk akan berakibat secara langsung maupun tidak langsung pada transmisi penyakit. Tiga unsur sanitasi adalah air limbah (waste water). pertanian. Jumlah air dalam tubuh manusia rata – rata 65 % dari berat tubuhnya dan sangat bervariasi pada setiap orang. Sayangnya untuk fasilitas kebutuhan dasar itu. Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia dalam rangka kebersihan urusan buang hajat dan limbah serta penyediaan air bersihnya. dan drainase lingkungan (drainage system). Selain itu.tetangganya.7%.4 milyar orang didunia saat ini tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai sehingga mereka terpaksa menggunakan fasilitas toilet yang tidak sehat dan tidak aman untuk digunakan. ginjal 82. membersihkan kotoran yang ada di rumah. untuk keperluan industri.5%. mandi. persampahan (solid waste).

mengosongkan udara. kemudian dikeluarkan 2-3 liter dalam bentuk urine. mengikis atau pembilasan. Selebihnya diserap kembali masuk kedalam aliran darah. Di AS dan Kanada. Biofilm adalah polisakaida yang terbentuk oelh mikrooranisme yang umumnya melekat pada permukaan meja kerja. BAHAN DAN LANGKAH-LANGKAH SANITASI Bebarap langkah praktis dalam pembersihan dan sanitasi yang umum diterapkan di bidang industri adalah :         Menyimpan makanan agar tidak tercemar oleh bahan kimia Menghilangkan kotoran Dibilas Dibersihkan. PERALATAN. biasanya dengan deterjen Dibilas Disanitasi Dibilas dengan air bersih Dikeringkan sehingga makanan tidak terkena oleh Persiapan meliputi penyimpanan semua makanan larutan pembersih. atau iodophors dengan >25 ppm yodium. menggosok. Page 3 . pembilasan setelah sanitasi dibutuhkan hanya jika digunakan desinfektan/saniter yang mengandung lebih dari 200 ppm klorin aktif dalam natrium hipoklorit. Biofilm menjadi penting karena sangat sulit dibersihkan.MAKALAH SANITASI dan dibersihkan oleh ginjal. Persediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas akan memudahkan timbulnya berbagai penyakit di masyarakat. C. Sisa makanan dapat dihilangkan dengan menyikat. Deterjen membantu proses pembersihan dengan menghilangkan tanah dan “biofilms”. SMK NEGERI 1 SURUH pada rantai asam lemak. kepala polar (hidrofilik) ekor non-polar (hidrofobik) Gambar biofilm yang dibentuk Contoh detergen dengan ikatan hidrofobik dan hidrofilik oleh mikroorganisme.

). membuatnya lebih mudah untuk diemulsifikasikan. Sisi non-polar adalah hidrofobik (lipofilik) dan larut pada fase lemak. terutama jika menggunakan bahan kimia.MAKALAH SANITASI Dietergen Deterjen adalah komponen aktif permukaan dengan kepala polar (hidrofilik) dan ekor yang non-polar (hidrofobik). alat penghantar panas) SMK NEGERI 1 SURUH Page 4 .  Melindungi mikroorganisma    Menyediakan makanan bagi mikroba Mengurangi efektifitas disinfektan Mengurangi efisiensi alat (mis. Deterjen dari sgei sifat keasamannya bias digolongkan menjadi:  Alkali (anionik) deterjen. Perendaman tanpa pengadukan memakan waktu paling lama. lapisan mineral lain (besi. protein. Kepala polar adalah hidrofilik dan larut dalam air. lemak / minya. sisa makanan yang kaya mineral (milkstone) Faktor-faktor yang mempengaruhi pada saat pembersihan     Waktu Suhu Konsentrasi deterjen Pergerakan mekanik (penggosokan) Pembersihan memakan waktu. Hal hal yang perlu diperhatikan penting pada proses pembersihan sebelum sanitasi 1. digunakan untuk bahan anorganik (kotoran): kerak air (garam berkalsium. sulfat).desinfektan dan membuatnya tidak efektif.Suhu adalah faktor penting karena makin tinggi suhu mempercepat reaksi kimia dan melunakkan sisa lemak. Sisa-sisa dari makanan berlemak dapat larut dalam bentuk misel dan dapat dibersihkan. karbohidrat  Asam (kationik) deterjen. magnesium. Kotoran/surfaktan terletak pada batas antara fase air dan fase lemak. digunakan untuk bahan organik (kotoran). Sisa makanan Hal yang paling penting adalah bahwa sisa makanan yang mengandung protein dapat menginaktifkan hipochlorit .

tidak stabil dan mudah mengiritasi. Metode sanitasi  Suhu Tinggi  Penguapan  Kimia  Air panas Mudah mencapai area yang sulit Panas sedang. tetapi berbahaya bagi personel yang tidak ahli menggunakannya. Alat penguapan digunakan dalam industri. maka gunakan keranjang. minyak pelumas dan komponen peralatan lainnya apabila tidak digunakan secara benar. rak. Iodophors adalah suatu persenyawaan yodium dan non-ionic komplek dengan pH rendah. Persenyawaan tersebut memiliki spektrum membunuh yang luas dan bekerja dengan baik pada suhu dingin dan hangat. Asam SMK NEGERI 1 SURUH Page 5 . Mereka sangat cepat bereaksi. Suatu desinfektan harus  Tidak beracun bagi manusia  Memiliki aktifitas antimikrobiologi yang besar (patogen dan organisma pengganggu)  Mampu membunuh. Desinfektan oksidasi  khlorin dioksida  Persenyawaan Iodine iodophors Persenyawaan Klorin dapat digunakan secara luas. atau alat lain. alat ini juga dapat merusak lantai beton. karena sangat efektif melawan semua patogen. 3. yaitu 74-90°C. tetapi bersifat korosif dan keras. Perendaman yang baik adalah 80 °C selama 2 menit.MAKALAH SANITASI 2. Prinsip desinfeksi kimia Sebelum disanitasi dengan bahan kimia. tetapi persenyawaan tersebut korosif. Air pada suhu ini dapat menyebabkan luka bakar. Alat ini sangat efektif. Desinfektan yang berasal dari ekstrak pinus tidak boleh digunakan di area penanganan makanan karena tidak efektif dan desinfektan tersebut dapat menodai makanan. sebab sisa-sisa makanan dapat mengurangi keefektifan sanitasi. Alat-alat dan perlengkapan masak yang kecil dapat dimasukkan ke dalam tangki air panas. tidak hanya membatasi pertumbuhan mikroorganisma  Tidak menodai makanan atau minuman Contoh contoh desinfektan: 1. permukaan makanan harus bersih. biasa digunakan dalam industri pangan dan katering sebagai metode sanitasi.

Perlu dicatat bahwa pemakaian yang tidak tepat terhadap “quats” dapat mencegah terjadinya fermentasi ( yaitu menghambat starter kultur gram positif). Sistem ini tidak cocok bila digunakan di rumah. Garam amonium stabil. tetapi persenyawaan khlorin dapat membusuk pada suhu sekitar 60 °C. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas desinfektan:  Waktu kontak  Suhu  Konsentrasi  pH  Jenis kotoran  Kecocokan dengan deterjen Suatu desinfektan dinilai efektif sebagai pembersih permukaan.Suhu dapat meningkatkan kecepatan membunuh. Garam amonium tidak efektif melawan virus.MAKALAH SANITASI Peracetik memiliki spektrum membunuh yang luas dan digunakan pada sistem pembersihan tertutup “Clean in Pleace”. tidak korosif dan tidak merusak kulit manusia (lebih aman untuk pembersihan manual). bila dapat membunuh 5-log dari 5 bakteri berbeda dalam waktu 5 menit atau memiliki kekuatan membunuh yang sama seperti 100 ppm chlorine. Desinfektan non-oksidasi Quarternary Ammonium Compound (QAC) Garam-faram amonium dapat diganti dengan grup alkil yang luas. dan sebaliknya bila lingkungan pabrik bersih. alat-alat dan pemukaan kerja. Persenyawaan itu sangat efektif dalam melawan bakteri gram prositif. 2. Industri pengeringan telah mempelajari bahwa Listeria dapat tumbuh sangat baik pada kondisi basah. karena pakaian kotor akan mencemarkan kembali peralatan. spora dan kurang efektif melawan bakteri gram negatif. sedangkan iodophors sekitar 48 °C. Penyabunan dan pengeringan setelah pembersihan/sanitasi Langkah ini seringkali terlupakan. Keberadaan tanah dapat menurunkan aktifitas persenyawaan khlorin dan iodine. SMK NEGERI 1 SURUH Page 6 . Patut dicatat bahwa pengeringan udara (vakum) sangat disarankan. Suatu desinfektan harus sesuai dengan jenis bahan pembersih kimia yang digunakan.

Karenanya bahan kimia di rumah harus selalu diawasi pemakaiannya secara benar dan disimpan di tempat aman yang jauh dari jangkauan anak. Kejadian yang membahayakan dapat terjadi ketika larutan hipokhlorit (bahan pemutih rumah tangga) dicampur dengan asam.MAKALAH SANITASI Contoh desinfektan berdasarkan jenis kotoran Jenis Kotoran Protein Lemak Sifat kelarutan Tidak larut Tidak larut Kemudahan untuk larut sulit sulit Karbohidrat Mineral/garam Larut Bervariasi mudah Bervariasi Perubahan karena pemanasan Terurai. prosedur pembersihan dan sanitasi harus tersedia pada setiap tempat dan peralatan yang berhubungan dengan makanan. Sangat disarankan untuk mengikuti instruksi pemasok mengenai konsentrasi dan kecocokannya dengan produk pembersih lain. Pemakaian bahan kimia yang aman Bahan-bahan kimia yang membunuh mikroorganisma dapat berbahaya bagi manusia yang mengoperasikannya.  Selalu mengikuti instruksi pemasok  Jangan mencampur bahan kimia kecuali sudah dinyatakan aman oleh pemasok SMK NEGERI 1 SURUH Page 7 . sikat. Dapat terjadi pelepasan gas beracun tinggi khlorin. Bahan-bahan kimia tidak boleh disimpan pada kontainer bekas makanan atau minuman. lebih sulit dibersihkan Umumnya mudah Detergen terbai Basa klorin basa basa asam Prosedur pembersihan pada industri makanan dan katering Prosedur pembersihan dibutuhkan pada  Permukaan kerja yang kontak dengan makanan  Peralatan makanan  Alat-alat pembersih (alat pengepel. Lebih lengket Polimerisasi lebih sulit dibersihkan Karamelisasi. ember)  Seluruh area dapur dan kantin Di industri pangan dan katering. Penting untuk tidak memberikan desinfektan secara berlebih karena akan menjadi tidak efektif. seperti botol minuman atau kaleng makanan.

MAKALAH SANITASI  Jangan pernah mencampur senyawa asam dan basa (reaksi eksotermis)  Hipokhlorit jangan dicampur dengan  Asam (pelepasan gas chlorin)  Bahan-bahan nitrogenous (dapat membentuk persenyawaan explosif) Pengendalian hama Patogen dapat tersebar melalui kecoa. hama dan hawan-hewan rumah memainkan peranan dalam penyebaran penyakit. tikus. lalat. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman SMK NEGERI 1 SURUH Page 8 .  Permukaan lantai dan alat yang telah dibersihkan harus kering  Bahan-bahan kimia harus disimpan secara aman Pesan penting bagi industri katering dan makanan  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman  Pembersihan harus selalu termonitor  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia. Pesan penting bagi rumah  Permukaan kerja / alat harus bersih agar hasil sanitasi dapat memuaskan  Pembersihan semakin baik bila disertai dengan deterjen yang sederhana  Sanitasi dapat dilakukan dengan menggunakan air panas atau larutan hipokhlorit.Harus ada prosedur yang tepat untuk menjauhkan hama dari area pengolahan dan penanganan makanan. Industri makanan dan katering harus mencari saran profesional dari satu perusahaan yang menyelenggarakan jasa seperti itu. Serangga.

4. Adapun beberapa hal yang harus di terapkan pada setiap karyawan yang bekerja dalam unit perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Sarana untuk PPPK harus disediakan untuk menghadapi segala kemungkinan. Karyawan yang menderita penyakit menular. maka kebersihan karyawan harus selalu diterapkan. 2. 6. seringkali di sebuah pabrik atau kantor besar. Luka kecil di tangan harus dirawat dengan baik dan dibalut dengan pembalut yang tahan air. Kesehatan karyawan harus diperiksa secara periodic untuk menjamin agar tidak seorang pun karyawan menderita penyakit yang dapat menular. 10. dan mempunyai luka terbuka yang dapat menulari produk. tidak di izinkan bekerja dalam ruangan pengolahan. Dalam bidang produksi kebersihan karyawan dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Pakaian kerja termasuk tutup kepala harus disediakan dan selalu dalam keadaan bersih. sepatu.meludah. Karyawan yang mengerjakan pengolahan ikan tidak diperbolehkan memakai cat kuku. penutup kepala yang sempurna. Bagi karyawan harus disediakan tempat penitipan barang. Dilarang merokok. pada waktu bekerja harus selalu menggunakan pakaian kerja. Setiap karyawan harus memelihara kebersihan pribadi yang tinggi selama bertugas. sebelum mengolah ikan.barang ataupun perlengkapan perorangan. 7. penutup mulut( masker). 3. Karyawan yang langsung bekerja pada ruang pengolahan. SANITASI KARYAWAN Karyawan dari kata dasar "karya" yang diberi akhiran -wan yang berarti pekerja. gelang ataupun cincin. Sarung tangan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan harus selau dicuci dan didisinfeksi pada setiap mulai dan selesai satu gilir kerja. 8. 9. SMK NEGERI 1 SURUH Page 9 . karena sumber cemaran terhadap produk dapat berasal dari karyawan. Karyawan harus membiasakan mencuci tangan dengan bersih terutamasetelah keluar dari jamban dan kamar mandi. sarung tangan.MAKALAH SANITASI  Pembersihan harus selalu termonitor D. Karyawan disuatu pabrik pengolahan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan merupakan sumber kontaminasi bagi produk pangan . Oleh pemerintah Orde Baru kata ini digunakan untuk menggantikan istilah buruh yang sejak 1965 ditabukan di Indonesia. 5. makan dan mengunyah permen karet selama menangani ikan.

Khususnya bagi karyawan pekerjaan memfillet. SANITASI RUANG PRODUKSI Ruang produksi merupakan suatu tempat dalam perusahaan yang berfungsi sebagai kegiatan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Lantai harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. Lendir dan kotoran tidak boleh mongering dan mengeras pada pakaian kerja. 2.2. 2. Pertemuan antara lantai dengan dinding harus melengkung dan kedap air. Tidak dibenarkan meletakkan pakaian kerja seenaknya diatas meja atau permukaan peralatan lainnya yang bersentuhan dengan ikan.3. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. rata.2. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Bagian dinding sampai ketinggian 2 meter dari lantai harus dapat dicuci dan tahan terhadap bahan SMK NEGERI 1 SURUH Page 10 . Menurut (Winarno. Secara rutin harus dilakukan pembersihan ruangan secara menyeluruh.pakaian kerja yang kedap air.MAKALAH SANITASI 11. Pakaian kerja yang kedap air harus dicuci dengan penyemprotan air bertekanan atau cara lain yang efektif setiap akan memulai dan selesai satu gilir kerja. 2. lendir dan kotoran lainnya. Lantai Lantai ditempat yang sifatnya untuk pekerjaan basah. tahan lama dan mudah dibersihkan. serta berwarna terang.2. F. membuang sisik dan menangani ikan utuh atau ikan yang telah disiangi harus dilengkapi dengan pakaian. 12. Desain dan tata letak Ruang produksi seharusnya cukup luas dan mudah dibersihkan. Dinding Permukaan dinding bagian ruangan produksi harus halus. Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam salah satu ruang produksi dadalah sebagai berikut. 2002).agar ruangan tetap bersih dan bebas dari sumber mikroba beserta sporanya ruangan harus terbuat dari bahan yang bisa dilap atau dipel dengan disenfektan. diolah atau dikemas harus cukup kemiringannya.1.2. terbuat dari bahan yang kedap air. dimana ikan diterima.

2.9. Tempat cuci tangan ( wastafel) Ruangan pengolahan harus mempunyai sejumlah tempat cuci tangan yang cukup. tidak terdapat tonjolan dan sambungan yang terbuka.5. tidak bercelah. Langit. serta terbuat dari bahan tahan lama dan mudah dibersihkan.8. halus dan rata. kedap air dan berwarna terang. sekurangkurangnya satu tempat cuci tangan untuk 10 karyawan. 2. .tikus.6.4. . Penerangan Semua ruangan produksi harus mendapat penerangan yang cukup dan merata dengan intensitas lebih kurang 20 foot candle.Konstruksi langit-langit seharusnya didisain dengan baik untuk mencegah penumpukan debu. penyediaan air panas dan dingin yang SMK NEGERI 1 SURUH Page 11 . Harus sekecil mungkin dan tingginya dari lantai minimal 1.Jendela (jika ada) harus tahan air.langit .2. tahan air dan mudah dibersihkan. Pada bagian tersebut tidak boleh ditempatkan sesuatu yang mengganggu operasi pembersihan. 2.2.5 meter.2. burung dan hama lainnya serta bintang peliharaan.2. Perlengkapan anti serangga dan binatang Harus dilengkapi dengan dengan peralatan untuk mencegah masuknya serangga. halus dan rata. 2. Pintu tersebut harus dirancang sehingga dapat menutup dengan sendirinya. Ventilasi Harus ada ventilasi yang cukup untuk menjamin sirkulasi udara. Tinggi langitlangit untuk ruangan produksi minimum 3 (tiga) meter.menghilangkan bau yang idak diinginkan dan mencegah pengembunan. Segala kemungkinan jalan dan lobang tikus dan serangga harus ditutup dengan saringan logam yang tahan karat.MAKALAH SANITASI kimia. 2.Permukaan pintu harus tahan karat.2. pengelupasan. kotoran dan serangga. memperkecil terjadinya kondensasi.Langit-langit harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. . Pintu dan jendela . bersarangnya hama.2. sarang labah labah dan kotoran lainnya 2.7. mudah dibersihkan dan harus dirancang sehingga bila dibukadapat menahan debu.Ruang produksi harus mempunyai langit-langit yang tidak retak. pertumbuhan jamur.

Air pencuci tangan harus mengalir dan tidak boleh dipakai berulang kali. lap sekali pakai ( tissue paper).MAKALAH SANITASI cukup. SMK NEGERI 1 SURUH Page 12 . dilengkapi dengan sabun.

3. Kesimpulan Sanitasi Pangan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertambah dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam pangan.peralatan dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia. dinding. Sedangkan Sanitasi Ruang Produksi meliputi. tutup kepala.lain yang berhubungan dengan karyawan.MAKALAH SANITASI PENUTUP 3.2. SMK NEGERI 1 SURUH Page 13 . tempat cuci tangan dan sebagainya. masker dan lain. penerangan. Saran Diharapkan kepada karyawan yang bekerja dalam industry pengolahan agar memperhatikan syarat. pakaian kerja.syarat sanitasi dalam pengolahan Hasil Pertanian & Perikanan agar terhindar dari kontaminasi mikroba yang dapat mengancam keamanan produk.1. Dalam industry pengolahan pangan terdapat beberapa macam sanitasi diantaranya adalah sanitasi karyawan dan sanitasi ruang produksi: Sanitasi karyawan meliputi kebersihan pribadi. Lantai. ventilasi. pintu dan jendela. langit-langit. pintu dan jendela.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful