MAKALAH SANITASI

SANITASI
A. LATAR BELAKANG

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Dalam industry pengolahan langkah pemberian sanitizer atau perlakuan fisik yang dapat mereduksi populasi mikroba pada fasilitas dan peralatan pabrik.Sanitizier adalah kondisi bersih kuman atau mikroba yang digunakan dalam industry pangan.Program sanitasi dijalankan sama sekali bukan untuk mengatasi kotornya lingkungan atau kotornya pemrosesan bahan, tetapi untuk menghilangkan kontaminan dari makanan atau mesin pengolahan makanan serta mencegah terjadinya kontaminasi kembali dan kontaminasi silang

Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktek kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun). Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.

SMK NEGERI 1 SURUH

Page 1

Sayangnya untuk fasilitas kebutuhan dasar itu.5%. Salah satu sanitasi yang menjadi perhatian adalah masalah air yang tercemar terutama di negara berkembang dengan sistem sanitasi air yang kurang. ginjal 82.6% dan dalam darah 83%.Manajemen pembuangan manuisa (human waste) yang buruk akan berakibat secara langsung maupun tidak langsung pada transmisi penyakit. DEFINISI SANITASI Sanitasi dan kesehatan manusia adalah dua hal yang saling terkait. pemadam kebakaran. bahkan juga bervariasi untuk setiap bagian tubuh seseorang. Tiga unsur sanitasi adalah air limbah (waste water).Sanitasi dan air minum merupakan salah satu dari delapan tujuan Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) yg diupayakan untuk dicapai pada 2015. Indonesia masih ketinggalan jauh dari tetangga. persampahan (solid waste). Jumlah air dalam tubuh manusia rata – rata 65 % dari berat tubuhnya dan sangat bervariasi pada setiap orang. untuk keperluan industri. Organ tubuh manusia yang mengandung banyak air antara lain adalah otak 74. ¾ bagian tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5hari tanpa minum air.7%. transportasi dan lain – lain. air juga digunakan untuk memasak. membersihkan kotoran yang ada di rumah. dan drainase lingkungan (drainage system). tempat rekreasi. pertanian.tetangganya. Setiap hari kurang lebih 1440 liter darah mengalir SMK NEGERI 1 SURUH Page 2 . mencuci. Selain itu.MAKALAH SANITASI B. tulang 22%. Penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebabkan melalui air sehingga menimbulkan wabah penyakit dimana – mana. mandi.4 milyar orang didunia saat ini tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai sehingga mereka terpaksa menggunakan fasilitas toilet yang tidak sehat dan tidak aman untuk digunakan. Air adalah zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia dalam rangka kebersihan urusan buang hajat dan limbah serta penyediaan air bersihnya. otot 75. Lebih dari 2.

mengosongkan udara. BAHAN DAN LANGKAH-LANGKAH SANITASI Bebarap langkah praktis dalam pembersihan dan sanitasi yang umum diterapkan di bidang industri adalah :         Menyimpan makanan agar tidak tercemar oleh bahan kimia Menghilangkan kotoran Dibilas Dibersihkan. Biofilm menjadi penting karena sangat sulit dibersihkan. atau iodophors dengan >25 ppm yodium. kemudian dikeluarkan 2-3 liter dalam bentuk urine. pembilasan setelah sanitasi dibutuhkan hanya jika digunakan desinfektan/saniter yang mengandung lebih dari 200 ppm klorin aktif dalam natrium hipoklorit. C. menggosok. PERALATAN. SMK NEGERI 1 SURUH pada rantai asam lemak. Persediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas akan memudahkan timbulnya berbagai penyakit di masyarakat.MAKALAH SANITASI dan dibersihkan oleh ginjal. Selebihnya diserap kembali masuk kedalam aliran darah. kepala polar (hidrofilik) ekor non-polar (hidrofobik) Gambar biofilm yang dibentuk Contoh detergen dengan ikatan hidrofobik dan hidrofilik oleh mikroorganisme. Page 3 . Deterjen membantu proses pembersihan dengan menghilangkan tanah dan “biofilms”. Di AS dan Kanada. mengikis atau pembilasan. Biofilm adalah polisakaida yang terbentuk oelh mikrooranisme yang umumnya melekat pada permukaan meja kerja. biasanya dengan deterjen Dibilas Disanitasi Dibilas dengan air bersih Dikeringkan sehingga makanan tidak terkena oleh Persiapan meliputi penyimpanan semua makanan larutan pembersih. Sisa makanan dapat dihilangkan dengan menyikat.

lapisan mineral lain (besi. Deterjen dari sgei sifat keasamannya bias digolongkan menjadi:  Alkali (anionik) deterjen.  Melindungi mikroorganisma    Menyediakan makanan bagi mikroba Mengurangi efektifitas disinfektan Mengurangi efisiensi alat (mis. Kotoran/surfaktan terletak pada batas antara fase air dan fase lemak. Kepala polar adalah hidrofilik dan larut dalam air. sulfat).MAKALAH SANITASI Dietergen Deterjen adalah komponen aktif permukaan dengan kepala polar (hidrofilik) dan ekor yang non-polar (hidrofobik). Perendaman tanpa pengadukan memakan waktu paling lama. Sisi non-polar adalah hidrofobik (lipofilik) dan larut pada fase lemak. membuatnya lebih mudah untuk diemulsifikasikan. ). digunakan untuk bahan organik (kotoran). karbohidrat  Asam (kationik) deterjen. sisa makanan yang kaya mineral (milkstone) Faktor-faktor yang mempengaruhi pada saat pembersihan     Waktu Suhu Konsentrasi deterjen Pergerakan mekanik (penggosokan) Pembersihan memakan waktu. Sisa makanan Hal yang paling penting adalah bahwa sisa makanan yang mengandung protein dapat menginaktifkan hipochlorit . terutama jika menggunakan bahan kimia.desinfektan dan membuatnya tidak efektif.Suhu adalah faktor penting karena makin tinggi suhu mempercepat reaksi kimia dan melunakkan sisa lemak. digunakan untuk bahan anorganik (kotoran): kerak air (garam berkalsium. Hal hal yang perlu diperhatikan penting pada proses pembersihan sebelum sanitasi 1. magnesium. lemak / minya. protein. alat penghantar panas) SMK NEGERI 1 SURUH Page 4 . Sisa-sisa dari makanan berlemak dapat larut dalam bentuk misel dan dapat dibersihkan.

Persenyawaan tersebut memiliki spektrum membunuh yang luas dan bekerja dengan baik pada suhu dingin dan hangat. tetapi persenyawaan tersebut korosif. Iodophors adalah suatu persenyawaan yodium dan non-ionic komplek dengan pH rendah. tetapi berbahaya bagi personel yang tidak ahli menggunakannya. tidak hanya membatasi pertumbuhan mikroorganisma  Tidak menodai makanan atau minuman Contoh contoh desinfektan: 1. Alat-alat dan perlengkapan masak yang kecil dapat dimasukkan ke dalam tangki air panas. minyak pelumas dan komponen peralatan lainnya apabila tidak digunakan secara benar. tidak stabil dan mudah mengiritasi. rak. Suatu desinfektan harus  Tidak beracun bagi manusia  Memiliki aktifitas antimikrobiologi yang besar (patogen dan organisma pengganggu)  Mampu membunuh. maka gunakan keranjang. permukaan makanan harus bersih. tetapi bersifat korosif dan keras. Alat ini sangat efektif. sebab sisa-sisa makanan dapat mengurangi keefektifan sanitasi. Metode sanitasi  Suhu Tinggi  Penguapan  Kimia  Air panas Mudah mencapai area yang sulit Panas sedang. Desinfektan oksidasi  khlorin dioksida  Persenyawaan Iodine iodophors Persenyawaan Klorin dapat digunakan secara luas. atau alat lain.MAKALAH SANITASI 2. 3. Mereka sangat cepat bereaksi. karena sangat efektif melawan semua patogen. Alat penguapan digunakan dalam industri. Air pada suhu ini dapat menyebabkan luka bakar. biasa digunakan dalam industri pangan dan katering sebagai metode sanitasi. Desinfektan yang berasal dari ekstrak pinus tidak boleh digunakan di area penanganan makanan karena tidak efektif dan desinfektan tersebut dapat menodai makanan. yaitu 74-90°C. Perendaman yang baik adalah 80 °C selama 2 menit. alat ini juga dapat merusak lantai beton. Asam SMK NEGERI 1 SURUH Page 5 . Prinsip desinfeksi kimia Sebelum disanitasi dengan bahan kimia.

SMK NEGERI 1 SURUH Page 6 . Patut dicatat bahwa pengeringan udara (vakum) sangat disarankan. Keberadaan tanah dapat menurunkan aktifitas persenyawaan khlorin dan iodine. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas desinfektan:  Waktu kontak  Suhu  Konsentrasi  pH  Jenis kotoran  Kecocokan dengan deterjen Suatu desinfektan dinilai efektif sebagai pembersih permukaan. Garam amonium tidak efektif melawan virus. bila dapat membunuh 5-log dari 5 bakteri berbeda dalam waktu 5 menit atau memiliki kekuatan membunuh yang sama seperti 100 ppm chlorine. tetapi persenyawaan khlorin dapat membusuk pada suhu sekitar 60 °C. 2. Penyabunan dan pengeringan setelah pembersihan/sanitasi Langkah ini seringkali terlupakan. Suatu desinfektan harus sesuai dengan jenis bahan pembersih kimia yang digunakan. dan sebaliknya bila lingkungan pabrik bersih. alat-alat dan pemukaan kerja. Industri pengeringan telah mempelajari bahwa Listeria dapat tumbuh sangat baik pada kondisi basah. Desinfektan non-oksidasi Quarternary Ammonium Compound (QAC) Garam-faram amonium dapat diganti dengan grup alkil yang luas.Suhu dapat meningkatkan kecepatan membunuh. sedangkan iodophors sekitar 48 °C. tidak korosif dan tidak merusak kulit manusia (lebih aman untuk pembersihan manual).MAKALAH SANITASI Peracetik memiliki spektrum membunuh yang luas dan digunakan pada sistem pembersihan tertutup “Clean in Pleace”. Persenyawaan itu sangat efektif dalam melawan bakteri gram prositif. Perlu dicatat bahwa pemakaian yang tidak tepat terhadap “quats” dapat mencegah terjadinya fermentasi ( yaitu menghambat starter kultur gram positif). Garam amonium stabil. spora dan kurang efektif melawan bakteri gram negatif. karena pakaian kotor akan mencemarkan kembali peralatan. Sistem ini tidak cocok bila digunakan di rumah.

ember)  Seluruh area dapur dan kantin Di industri pangan dan katering. Pemakaian bahan kimia yang aman Bahan-bahan kimia yang membunuh mikroorganisma dapat berbahaya bagi manusia yang mengoperasikannya.  Selalu mengikuti instruksi pemasok  Jangan mencampur bahan kimia kecuali sudah dinyatakan aman oleh pemasok SMK NEGERI 1 SURUH Page 7 . Penting untuk tidak memberikan desinfektan secara berlebih karena akan menjadi tidak efektif. prosedur pembersihan dan sanitasi harus tersedia pada setiap tempat dan peralatan yang berhubungan dengan makanan.MAKALAH SANITASI Contoh desinfektan berdasarkan jenis kotoran Jenis Kotoran Protein Lemak Sifat kelarutan Tidak larut Tidak larut Kemudahan untuk larut sulit sulit Karbohidrat Mineral/garam Larut Bervariasi mudah Bervariasi Perubahan karena pemanasan Terurai. Dapat terjadi pelepasan gas beracun tinggi khlorin. Bahan-bahan kimia tidak boleh disimpan pada kontainer bekas makanan atau minuman. Lebih lengket Polimerisasi lebih sulit dibersihkan Karamelisasi. Kejadian yang membahayakan dapat terjadi ketika larutan hipokhlorit (bahan pemutih rumah tangga) dicampur dengan asam. Sangat disarankan untuk mengikuti instruksi pemasok mengenai konsentrasi dan kecocokannya dengan produk pembersih lain. seperti botol minuman atau kaleng makanan. lebih sulit dibersihkan Umumnya mudah Detergen terbai Basa klorin basa basa asam Prosedur pembersihan pada industri makanan dan katering Prosedur pembersihan dibutuhkan pada  Permukaan kerja yang kontak dengan makanan  Peralatan makanan  Alat-alat pembersih (alat pengepel. Karenanya bahan kimia di rumah harus selalu diawasi pemakaiannya secara benar dan disimpan di tempat aman yang jauh dari jangkauan anak. sikat.

Harus ada prosedur yang tepat untuk menjauhkan hama dari area pengolahan dan penanganan makanan. Industri makanan dan katering harus mencari saran profesional dari satu perusahaan yang menyelenggarakan jasa seperti itu. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman SMK NEGERI 1 SURUH Page 8 . waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman  Pembersihan harus selalu termonitor  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia. hama dan hawan-hewan rumah memainkan peranan dalam penyebaran penyakit.  Permukaan lantai dan alat yang telah dibersihkan harus kering  Bahan-bahan kimia harus disimpan secara aman Pesan penting bagi industri katering dan makanan  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia.MAKALAH SANITASI  Jangan pernah mencampur senyawa asam dan basa (reaksi eksotermis)  Hipokhlorit jangan dicampur dengan  Asam (pelepasan gas chlorin)  Bahan-bahan nitrogenous (dapat membentuk persenyawaan explosif) Pengendalian hama Patogen dapat tersebar melalui kecoa. Serangga. Pesan penting bagi rumah  Permukaan kerja / alat harus bersih agar hasil sanitasi dapat memuaskan  Pembersihan semakin baik bila disertai dengan deterjen yang sederhana  Sanitasi dapat dilakukan dengan menggunakan air panas atau larutan hipokhlorit. tikus. lalat.

maka kebersihan karyawan harus selalu diterapkan. penutup mulut( masker). Karyawan yang langsung bekerja pada ruang pengolahan. Sarung tangan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan harus selau dicuci dan didisinfeksi pada setiap mulai dan selesai satu gilir kerja. sarung tangan. penutup kepala yang sempurna. Kesehatan karyawan harus diperiksa secara periodic untuk menjamin agar tidak seorang pun karyawan menderita penyakit yang dapat menular. sepatu. tidak di izinkan bekerja dalam ruangan pengolahan. Karyawan yang mengerjakan pengolahan ikan tidak diperbolehkan memakai cat kuku. makan dan mengunyah permen karet selama menangani ikan. Karyawan yang menderita penyakit menular. Adapun beberapa hal yang harus di terapkan pada setiap karyawan yang bekerja dalam unit perusahaan adalah sebagai berikut: 1. 5. 10. Oleh pemerintah Orde Baru kata ini digunakan untuk menggantikan istilah buruh yang sejak 1965 ditabukan di Indonesia.barang ataupun perlengkapan perorangan. Bagi karyawan harus disediakan tempat penitipan barang. gelang ataupun cincin. dan mempunyai luka terbuka yang dapat menulari produk. sebelum mengolah ikan. Karyawan disuatu pabrik pengolahan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan merupakan sumber kontaminasi bagi produk pangan . pada waktu bekerja harus selalu menggunakan pakaian kerja. Sarana untuk PPPK harus disediakan untuk menghadapi segala kemungkinan. seringkali di sebuah pabrik atau kantor besar. SMK NEGERI 1 SURUH Page 9 . 9. Dalam bidang produksi kebersihan karyawan dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. 6. 2.meludah. Dilarang merokok. 3. Karyawan harus membiasakan mencuci tangan dengan bersih terutamasetelah keluar dari jamban dan kamar mandi. 7. Setiap karyawan harus memelihara kebersihan pribadi yang tinggi selama bertugas. karena sumber cemaran terhadap produk dapat berasal dari karyawan. Pakaian kerja termasuk tutup kepala harus disediakan dan selalu dalam keadaan bersih. SANITASI KARYAWAN Karyawan dari kata dasar "karya" yang diberi akhiran -wan yang berarti pekerja. Luka kecil di tangan harus dirawat dengan baik dan dibalut dengan pembalut yang tahan air.MAKALAH SANITASI  Pembersihan harus selalu termonitor D. 4. 8.

Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam salah satu ruang produksi dadalah sebagai berikut.agar ruangan tetap bersih dan bebas dari sumber mikroba beserta sporanya ruangan harus terbuat dari bahan yang bisa dilap atau dipel dengan disenfektan. Desain dan tata letak Ruang produksi seharusnya cukup luas dan mudah dibersihkan. Secara rutin harus dilakukan pembersihan ruangan secara menyeluruh.pakaian kerja yang kedap air. rata. tahan lama dan mudah dibersihkan. Khususnya bagi karyawan pekerjaan memfillet. 2. Menurut (Winarno. Tidak dibenarkan meletakkan pakaian kerja seenaknya diatas meja atau permukaan peralatan lainnya yang bersentuhan dengan ikan. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. membuang sisik dan menangani ikan utuh atau ikan yang telah disiangi harus dilengkapi dengan pakaian. Pertemuan antara lantai dengan dinding harus melengkung dan kedap air. lendir dan kotoran lainnya. Lendir dan kotoran tidak boleh mongering dan mengeras pada pakaian kerja. dimana ikan diterima. F. Lantai Lantai ditempat yang sifatnya untuk pekerjaan basah. SANITASI RUANG PRODUKSI Ruang produksi merupakan suatu tempat dalam perusahaan yang berfungsi sebagai kegiatan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.2. Dinding Permukaan dinding bagian ruangan produksi harus halus.MAKALAH SANITASI 11. Pakaian kerja yang kedap air harus dicuci dengan penyemprotan air bertekanan atau cara lain yang efektif setiap akan memulai dan selesai satu gilir kerja. serta berwarna terang.2. Lantai harus selalu dalam keadaan bersih dari debu.1.3. Bagian dinding sampai ketinggian 2 meter dari lantai harus dapat dicuci dan tahan terhadap bahan SMK NEGERI 1 SURUH Page 10 .2.2. 2. diolah atau dikemas harus cukup kemiringannya. terbuat dari bahan yang kedap air. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. 2. 12. 2002). Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.

langit .4.6. Harus sekecil mungkin dan tingginya dari lantai minimal 1. mudah dibersihkan dan harus dirancang sehingga bila dibukadapat menahan debu.2.9.Jendela (jika ada) harus tahan air. halus dan rata. .5. 2.2. Perlengkapan anti serangga dan binatang Harus dilengkapi dengan dengan peralatan untuk mencegah masuknya serangga.Permukaan pintu harus tahan karat. 2. Langit. memperkecil terjadinya kondensasi.2. sekurangkurangnya satu tempat cuci tangan untuk 10 karyawan.2. 2. Tempat cuci tangan ( wastafel) Ruangan pengolahan harus mempunyai sejumlah tempat cuci tangan yang cukup. Pintu dan jendela . Pada bagian tersebut tidak boleh ditempatkan sesuatu yang mengganggu operasi pembersihan. Pintu tersebut harus dirancang sehingga dapat menutup dengan sendirinya. halus dan rata. tidak terdapat tonjolan dan sambungan yang terbuka. bersarangnya hama. tidak bercelah. tahan air dan mudah dibersihkan. penyediaan air panas dan dingin yang SMK NEGERI 1 SURUH Page 11 .8. Ventilasi Harus ada ventilasi yang cukup untuk menjamin sirkulasi udara. Penerangan Semua ruangan produksi harus mendapat penerangan yang cukup dan merata dengan intensitas lebih kurang 20 foot candle. kotoran dan serangga.Langit-langit harus selalu dalam keadaan bersih dari debu.menghilangkan bau yang idak diinginkan dan mencegah pengembunan.Ruang produksi harus mempunyai langit-langit yang tidak retak.MAKALAH SANITASI kimia.7.2. sarang labah labah dan kotoran lainnya 2. burung dan hama lainnya serta bintang peliharaan. kedap air dan berwarna terang.5 meter. Segala kemungkinan jalan dan lobang tikus dan serangga harus ditutup dengan saringan logam yang tahan karat. pengelupasan. 2. . 2. serta terbuat dari bahan tahan lama dan mudah dibersihkan.tikus.Konstruksi langit-langit seharusnya didisain dengan baik untuk mencegah penumpukan debu. pertumbuhan jamur. Tinggi langitlangit untuk ruangan produksi minimum 3 (tiga) meter. .2.

MAKALAH SANITASI cukup. dilengkapi dengan sabun. SMK NEGERI 1 SURUH Page 12 . lap sekali pakai ( tissue paper).Air pencuci tangan harus mengalir dan tidak boleh dipakai berulang kali.

pintu dan jendela.1. pintu dan jendela. ventilasi. Sedangkan Sanitasi Ruang Produksi meliputi. Kesimpulan Sanitasi Pangan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertambah dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam pangan.peralatan dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia.lain yang berhubungan dengan karyawan.syarat sanitasi dalam pengolahan Hasil Pertanian & Perikanan agar terhindar dari kontaminasi mikroba yang dapat mengancam keamanan produk. penerangan. tutup kepala. masker dan lain. 3.MAKALAH SANITASI PENUTUP 3. tempat cuci tangan dan sebagainya. Dalam industry pengolahan pangan terdapat beberapa macam sanitasi diantaranya adalah sanitasi karyawan dan sanitasi ruang produksi: Sanitasi karyawan meliputi kebersihan pribadi. SMK NEGERI 1 SURUH Page 13 . pakaian kerja.2. langit-langit. Lantai. Saran Diharapkan kepada karyawan yang bekerja dalam industry pengolahan agar memperhatikan syarat. dinding.