MAKALAH SANITASI

SANITASI
A. LATAR BELAKANG

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Dalam industry pengolahan langkah pemberian sanitizer atau perlakuan fisik yang dapat mereduksi populasi mikroba pada fasilitas dan peralatan pabrik.Sanitizier adalah kondisi bersih kuman atau mikroba yang digunakan dalam industry pangan.Program sanitasi dijalankan sama sekali bukan untuk mengatasi kotornya lingkungan atau kotornya pemrosesan bahan, tetapi untuk menghilangkan kontaminan dari makanan atau mesin pengolahan makanan serta mencegah terjadinya kontaminasi kembali dan kontaminasi silang

Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktek kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun). Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.

SMK NEGERI 1 SURUH

Page 1

pemadam kebakaran. membersihkan kotoran yang ada di rumah.5%. dan drainase lingkungan (drainage system).MAKALAH SANITASI B.Sanitasi dan air minum merupakan salah satu dari delapan tujuan Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) yg diupayakan untuk dicapai pada 2015.6% dan dalam darah 83%. Indonesia masih ketinggalan jauh dari tetangga. persampahan (solid waste). Lebih dari 2. DEFINISI SANITASI Sanitasi dan kesehatan manusia adalah dua hal yang saling terkait. mandi. transportasi dan lain – lain. Tiga unsur sanitasi adalah air limbah (waste water). Air adalah zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. tempat rekreasi.4 milyar orang didunia saat ini tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai sehingga mereka terpaksa menggunakan fasilitas toilet yang tidak sehat dan tidak aman untuk digunakan.7%. tulang 22%. air juga digunakan untuk memasak. Setiap hari kurang lebih 1440 liter darah mengalir SMK NEGERI 1 SURUH Page 2 . Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia dalam rangka kebersihan urusan buang hajat dan limbah serta penyediaan air bersihnya.Manajemen pembuangan manuisa (human waste) yang buruk akan berakibat secara langsung maupun tidak langsung pada transmisi penyakit. mencuci. Jumlah air dalam tubuh manusia rata – rata 65 % dari berat tubuhnya dan sangat bervariasi pada setiap orang. pertanian. bahkan juga bervariasi untuk setiap bagian tubuh seseorang. Penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebabkan melalui air sehingga menimbulkan wabah penyakit dimana – mana. Salah satu sanitasi yang menjadi perhatian adalah masalah air yang tercemar terutama di negara berkembang dengan sistem sanitasi air yang kurang. otot 75. Sayangnya untuk fasilitas kebutuhan dasar itu. ginjal 82. ¾ bagian tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5hari tanpa minum air. Selain itu. untuk keperluan industri.tetangganya. Organ tubuh manusia yang mengandung banyak air antara lain adalah otak 74.

mengikis atau pembilasan. kepala polar (hidrofilik) ekor non-polar (hidrofobik) Gambar biofilm yang dibentuk Contoh detergen dengan ikatan hidrofobik dan hidrofilik oleh mikroorganisme. biasanya dengan deterjen Dibilas Disanitasi Dibilas dengan air bersih Dikeringkan sehingga makanan tidak terkena oleh Persiapan meliputi penyimpanan semua makanan larutan pembersih. Page 3 . Persediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas akan memudahkan timbulnya berbagai penyakit di masyarakat. Biofilm menjadi penting karena sangat sulit dibersihkan. Deterjen membantu proses pembersihan dengan menghilangkan tanah dan “biofilms”. BAHAN DAN LANGKAH-LANGKAH SANITASI Bebarap langkah praktis dalam pembersihan dan sanitasi yang umum diterapkan di bidang industri adalah :         Menyimpan makanan agar tidak tercemar oleh bahan kimia Menghilangkan kotoran Dibilas Dibersihkan. kemudian dikeluarkan 2-3 liter dalam bentuk urine. mengosongkan udara. atau iodophors dengan >25 ppm yodium. Biofilm adalah polisakaida yang terbentuk oelh mikrooranisme yang umumnya melekat pada permukaan meja kerja. Di AS dan Kanada. PERALATAN. Selebihnya diserap kembali masuk kedalam aliran darah. menggosok. pembilasan setelah sanitasi dibutuhkan hanya jika digunakan desinfektan/saniter yang mengandung lebih dari 200 ppm klorin aktif dalam natrium hipoklorit. Sisa makanan dapat dihilangkan dengan menyikat. SMK NEGERI 1 SURUH pada rantai asam lemak. C.MAKALAH SANITASI dan dibersihkan oleh ginjal.

Suhu adalah faktor penting karena makin tinggi suhu mempercepat reaksi kimia dan melunakkan sisa lemak. Perendaman tanpa pengadukan memakan waktu paling lama. digunakan untuk bahan anorganik (kotoran): kerak air (garam berkalsium. membuatnya lebih mudah untuk diemulsifikasikan.MAKALAH SANITASI Dietergen Deterjen adalah komponen aktif permukaan dengan kepala polar (hidrofilik) dan ekor yang non-polar (hidrofobik). magnesium. Kepala polar adalah hidrofilik dan larut dalam air. Sisi non-polar adalah hidrofobik (lipofilik) dan larut pada fase lemak. protein. sisa makanan yang kaya mineral (milkstone) Faktor-faktor yang mempengaruhi pada saat pembersihan     Waktu Suhu Konsentrasi deterjen Pergerakan mekanik (penggosokan) Pembersihan memakan waktu. digunakan untuk bahan organik (kotoran).  Melindungi mikroorganisma    Menyediakan makanan bagi mikroba Mengurangi efektifitas disinfektan Mengurangi efisiensi alat (mis. Sisa makanan Hal yang paling penting adalah bahwa sisa makanan yang mengandung protein dapat menginaktifkan hipochlorit . karbohidrat  Asam (kationik) deterjen. Kotoran/surfaktan terletak pada batas antara fase air dan fase lemak. lemak / minya. sulfat). Deterjen dari sgei sifat keasamannya bias digolongkan menjadi:  Alkali (anionik) deterjen. Sisa-sisa dari makanan berlemak dapat larut dalam bentuk misel dan dapat dibersihkan.desinfektan dan membuatnya tidak efektif. Hal hal yang perlu diperhatikan penting pada proses pembersihan sebelum sanitasi 1. terutama jika menggunakan bahan kimia. alat penghantar panas) SMK NEGERI 1 SURUH Page 4 . lapisan mineral lain (besi. ).

3. Perendaman yang baik adalah 80 °C selama 2 menit. Alat penguapan digunakan dalam industri. yaitu 74-90°C. tidak stabil dan mudah mengiritasi. maka gunakan keranjang. Metode sanitasi  Suhu Tinggi  Penguapan  Kimia  Air panas Mudah mencapai area yang sulit Panas sedang. alat ini juga dapat merusak lantai beton. atau alat lain. permukaan makanan harus bersih. biasa digunakan dalam industri pangan dan katering sebagai metode sanitasi. Suatu desinfektan harus  Tidak beracun bagi manusia  Memiliki aktifitas antimikrobiologi yang besar (patogen dan organisma pengganggu)  Mampu membunuh. tetapi persenyawaan tersebut korosif. Air pada suhu ini dapat menyebabkan luka bakar. tidak hanya membatasi pertumbuhan mikroorganisma  Tidak menodai makanan atau minuman Contoh contoh desinfektan: 1.MAKALAH SANITASI 2. sebab sisa-sisa makanan dapat mengurangi keefektifan sanitasi. minyak pelumas dan komponen peralatan lainnya apabila tidak digunakan secara benar. Mereka sangat cepat bereaksi. Iodophors adalah suatu persenyawaan yodium dan non-ionic komplek dengan pH rendah. Alat ini sangat efektif. Alat-alat dan perlengkapan masak yang kecil dapat dimasukkan ke dalam tangki air panas. Desinfektan yang berasal dari ekstrak pinus tidak boleh digunakan di area penanganan makanan karena tidak efektif dan desinfektan tersebut dapat menodai makanan. Desinfektan oksidasi  khlorin dioksida  Persenyawaan Iodine iodophors Persenyawaan Klorin dapat digunakan secara luas. karena sangat efektif melawan semua patogen. rak. tetapi berbahaya bagi personel yang tidak ahli menggunakannya. Prinsip desinfeksi kimia Sebelum disanitasi dengan bahan kimia. tetapi bersifat korosif dan keras. Persenyawaan tersebut memiliki spektrum membunuh yang luas dan bekerja dengan baik pada suhu dingin dan hangat. Asam SMK NEGERI 1 SURUH Page 5 .

Desinfektan non-oksidasi Quarternary Ammonium Compound (QAC) Garam-faram amonium dapat diganti dengan grup alkil yang luas. SMK NEGERI 1 SURUH Page 6 . Industri pengeringan telah mempelajari bahwa Listeria dapat tumbuh sangat baik pada kondisi basah. Patut dicatat bahwa pengeringan udara (vakum) sangat disarankan.Suhu dapat meningkatkan kecepatan membunuh. tidak korosif dan tidak merusak kulit manusia (lebih aman untuk pembersihan manual). dan sebaliknya bila lingkungan pabrik bersih.MAKALAH SANITASI Peracetik memiliki spektrum membunuh yang luas dan digunakan pada sistem pembersihan tertutup “Clean in Pleace”. sedangkan iodophors sekitar 48 °C. tetapi persenyawaan khlorin dapat membusuk pada suhu sekitar 60 °C. Persenyawaan itu sangat efektif dalam melawan bakteri gram prositif. spora dan kurang efektif melawan bakteri gram negatif. karena pakaian kotor akan mencemarkan kembali peralatan. Keberadaan tanah dapat menurunkan aktifitas persenyawaan khlorin dan iodine. Penyabunan dan pengeringan setelah pembersihan/sanitasi Langkah ini seringkali terlupakan. Sistem ini tidak cocok bila digunakan di rumah. 2. bila dapat membunuh 5-log dari 5 bakteri berbeda dalam waktu 5 menit atau memiliki kekuatan membunuh yang sama seperti 100 ppm chlorine. Garam amonium tidak efektif melawan virus. Perlu dicatat bahwa pemakaian yang tidak tepat terhadap “quats” dapat mencegah terjadinya fermentasi ( yaitu menghambat starter kultur gram positif). alat-alat dan pemukaan kerja. Garam amonium stabil. Suatu desinfektan harus sesuai dengan jenis bahan pembersih kimia yang digunakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas desinfektan:  Waktu kontak  Suhu  Konsentrasi  pH  Jenis kotoran  Kecocokan dengan deterjen Suatu desinfektan dinilai efektif sebagai pembersih permukaan.

seperti botol minuman atau kaleng makanan. Karenanya bahan kimia di rumah harus selalu diawasi pemakaiannya secara benar dan disimpan di tempat aman yang jauh dari jangkauan anak.  Selalu mengikuti instruksi pemasok  Jangan mencampur bahan kimia kecuali sudah dinyatakan aman oleh pemasok SMK NEGERI 1 SURUH Page 7 . Bahan-bahan kimia tidak boleh disimpan pada kontainer bekas makanan atau minuman. Kejadian yang membahayakan dapat terjadi ketika larutan hipokhlorit (bahan pemutih rumah tangga) dicampur dengan asam. ember)  Seluruh area dapur dan kantin Di industri pangan dan katering. lebih sulit dibersihkan Umumnya mudah Detergen terbai Basa klorin basa basa asam Prosedur pembersihan pada industri makanan dan katering Prosedur pembersihan dibutuhkan pada  Permukaan kerja yang kontak dengan makanan  Peralatan makanan  Alat-alat pembersih (alat pengepel. Penting untuk tidak memberikan desinfektan secara berlebih karena akan menjadi tidak efektif. sikat.MAKALAH SANITASI Contoh desinfektan berdasarkan jenis kotoran Jenis Kotoran Protein Lemak Sifat kelarutan Tidak larut Tidak larut Kemudahan untuk larut sulit sulit Karbohidrat Mineral/garam Larut Bervariasi mudah Bervariasi Perubahan karena pemanasan Terurai. Pemakaian bahan kimia yang aman Bahan-bahan kimia yang membunuh mikroorganisma dapat berbahaya bagi manusia yang mengoperasikannya. Dapat terjadi pelepasan gas beracun tinggi khlorin. Lebih lengket Polimerisasi lebih sulit dibersihkan Karamelisasi. Sangat disarankan untuk mengikuti instruksi pemasok mengenai konsentrasi dan kecocokannya dengan produk pembersih lain. prosedur pembersihan dan sanitasi harus tersedia pada setiap tempat dan peralatan yang berhubungan dengan makanan.

Pesan penting bagi rumah  Permukaan kerja / alat harus bersih agar hasil sanitasi dapat memuaskan  Pembersihan semakin baik bila disertai dengan deterjen yang sederhana  Sanitasi dapat dilakukan dengan menggunakan air panas atau larutan hipokhlorit. hama dan hawan-hewan rumah memainkan peranan dalam penyebaran penyakit. lalat. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman  Pembersihan harus selalu termonitor  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia. Industri makanan dan katering harus mencari saran profesional dari satu perusahaan yang menyelenggarakan jasa seperti itu.MAKALAH SANITASI  Jangan pernah mencampur senyawa asam dan basa (reaksi eksotermis)  Hipokhlorit jangan dicampur dengan  Asam (pelepasan gas chlorin)  Bahan-bahan nitrogenous (dapat membentuk persenyawaan explosif) Pengendalian hama Patogen dapat tersebar melalui kecoa. Serangga. tikus.Harus ada prosedur yang tepat untuk menjauhkan hama dari area pengolahan dan penanganan makanan. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman SMK NEGERI 1 SURUH Page 8 .  Permukaan lantai dan alat yang telah dibersihkan harus kering  Bahan-bahan kimia harus disimpan secara aman Pesan penting bagi industri katering dan makanan  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia.

7. makan dan mengunyah permen karet selama menangani ikan. gelang ataupun cincin. penutup mulut( masker). SANITASI KARYAWAN Karyawan dari kata dasar "karya" yang diberi akhiran -wan yang berarti pekerja. pada waktu bekerja harus selalu menggunakan pakaian kerja. Karyawan yang langsung bekerja pada ruang pengolahan. sepatu. Sarung tangan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan harus selau dicuci dan didisinfeksi pada setiap mulai dan selesai satu gilir kerja. Luka kecil di tangan harus dirawat dengan baik dan dibalut dengan pembalut yang tahan air. Setiap karyawan harus memelihara kebersihan pribadi yang tinggi selama bertugas. 9. maka kebersihan karyawan harus selalu diterapkan. Karyawan yang mengerjakan pengolahan ikan tidak diperbolehkan memakai cat kuku. tidak di izinkan bekerja dalam ruangan pengolahan. 8. sarung tangan. Karyawan yang menderita penyakit menular. 3. Sarana untuk PPPK harus disediakan untuk menghadapi segala kemungkinan. 6. sebelum mengolah ikan. 4.barang ataupun perlengkapan perorangan. Karyawan disuatu pabrik pengolahan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan merupakan sumber kontaminasi bagi produk pangan . Oleh pemerintah Orde Baru kata ini digunakan untuk menggantikan istilah buruh yang sejak 1965 ditabukan di Indonesia. Pakaian kerja termasuk tutup kepala harus disediakan dan selalu dalam keadaan bersih. 2. 5.meludah. Dilarang merokok. 10. Bagi karyawan harus disediakan tempat penitipan barang.MAKALAH SANITASI  Pembersihan harus selalu termonitor D. karena sumber cemaran terhadap produk dapat berasal dari karyawan. penutup kepala yang sempurna. seringkali di sebuah pabrik atau kantor besar. SMK NEGERI 1 SURUH Page 9 . dan mempunyai luka terbuka yang dapat menulari produk. Karyawan harus membiasakan mencuci tangan dengan bersih terutamasetelah keluar dari jamban dan kamar mandi. Dalam bidang produksi kebersihan karyawan dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Adapun beberapa hal yang harus di terapkan pada setiap karyawan yang bekerja dalam unit perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Kesehatan karyawan harus diperiksa secara periodic untuk menjamin agar tidak seorang pun karyawan menderita penyakit yang dapat menular.

Lantai Lantai ditempat yang sifatnya untuk pekerjaan basah. rata. 2002). Bagian dinding sampai ketinggian 2 meter dari lantai harus dapat dicuci dan tahan terhadap bahan SMK NEGERI 1 SURUH Page 10 . SANITASI RUANG PRODUKSI Ruang produksi merupakan suatu tempat dalam perusahaan yang berfungsi sebagai kegiatan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Dinding Permukaan dinding bagian ruangan produksi harus halus. 2. terbuat dari bahan yang kedap air. Pakaian kerja yang kedap air harus dicuci dengan penyemprotan air bertekanan atau cara lain yang efektif setiap akan memulai dan selesai satu gilir kerja. diolah atau dikemas harus cukup kemiringannya. 2. 2. dimana ikan diterima. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam salah satu ruang produksi dadalah sebagai berikut.MAKALAH SANITASI 11. F. membuang sisik dan menangani ikan utuh atau ikan yang telah disiangi harus dilengkapi dengan pakaian. 12.2.agar ruangan tetap bersih dan bebas dari sumber mikroba beserta sporanya ruangan harus terbuat dari bahan yang bisa dilap atau dipel dengan disenfektan.2.3. Menurut (Winarno.1. Secara rutin harus dilakukan pembersihan ruangan secara menyeluruh.pakaian kerja yang kedap air. Khususnya bagi karyawan pekerjaan memfillet.2. Lendir dan kotoran tidak boleh mongering dan mengeras pada pakaian kerja. Tidak dibenarkan meletakkan pakaian kerja seenaknya diatas meja atau permukaan peralatan lainnya yang bersentuhan dengan ikan. tahan lama dan mudah dibersihkan. Desain dan tata letak Ruang produksi seharusnya cukup luas dan mudah dibersihkan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.2. Lantai harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. Pertemuan antara lantai dengan dinding harus melengkung dan kedap air. serta berwarna terang. lendir dan kotoran lainnya.

2. pertumbuhan jamur. Harus sekecil mungkin dan tingginya dari lantai minimal 1. Pintu tersebut harus dirancang sehingga dapat menutup dengan sendirinya. .Permukaan pintu harus tahan karat.2. tidak terdapat tonjolan dan sambungan yang terbuka.4.tikus. Penerangan Semua ruangan produksi harus mendapat penerangan yang cukup dan merata dengan intensitas lebih kurang 20 foot candle. kotoran dan serangga. 2. Ventilasi Harus ada ventilasi yang cukup untuk menjamin sirkulasi udara.Konstruksi langit-langit seharusnya didisain dengan baik untuk mencegah penumpukan debu.7. 2.2. sarang labah labah dan kotoran lainnya 2. Segala kemungkinan jalan dan lobang tikus dan serangga harus ditutup dengan saringan logam yang tahan karat. tahan air dan mudah dibersihkan.9. 2. Tinggi langitlangit untuk ruangan produksi minimum 3 (tiga) meter. 2. tidak bercelah.2. Tempat cuci tangan ( wastafel) Ruangan pengolahan harus mempunyai sejumlah tempat cuci tangan yang cukup. memperkecil terjadinya kondensasi. pengelupasan.2. .langit . .Ruang produksi harus mempunyai langit-langit yang tidak retak.Langit-langit harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. penyediaan air panas dan dingin yang SMK NEGERI 1 SURUH Page 11 . serta terbuat dari bahan tahan lama dan mudah dibersihkan. Pada bagian tersebut tidak boleh ditempatkan sesuatu yang mengganggu operasi pembersihan. Langit. kedap air dan berwarna terang.menghilangkan bau yang idak diinginkan dan mencegah pengembunan. 2. Perlengkapan anti serangga dan binatang Harus dilengkapi dengan dengan peralatan untuk mencegah masuknya serangga. halus dan rata. burung dan hama lainnya serta bintang peliharaan.2. bersarangnya hama. halus dan rata.Jendela (jika ada) harus tahan air. mudah dibersihkan dan harus dirancang sehingga bila dibukadapat menahan debu.5.5 meter.MAKALAH SANITASI kimia. sekurangkurangnya satu tempat cuci tangan untuk 10 karyawan. Pintu dan jendela .6.8.

SMK NEGERI 1 SURUH Page 12 . dilengkapi dengan sabun.MAKALAH SANITASI cukup.Air pencuci tangan harus mengalir dan tidak boleh dipakai berulang kali. lap sekali pakai ( tissue paper).

pintu dan jendela.1. Saran Diharapkan kepada karyawan yang bekerja dalam industry pengolahan agar memperhatikan syarat. tutup kepala. Sedangkan Sanitasi Ruang Produksi meliputi.syarat sanitasi dalam pengolahan Hasil Pertanian & Perikanan agar terhindar dari kontaminasi mikroba yang dapat mengancam keamanan produk. langit-langit. dinding. pintu dan jendela. Kesimpulan Sanitasi Pangan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertambah dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam pangan. tempat cuci tangan dan sebagainya. SMK NEGERI 1 SURUH Page 13 .lain yang berhubungan dengan karyawan. Dalam industry pengolahan pangan terdapat beberapa macam sanitasi diantaranya adalah sanitasi karyawan dan sanitasi ruang produksi: Sanitasi karyawan meliputi kebersihan pribadi. 3.peralatan dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia.2. ventilasi. Lantai.MAKALAH SANITASI PENUTUP 3. penerangan. masker dan lain. pakaian kerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful