Bagaimanakah Sistem Kerja Gerak otomatis pada Pintu Garasi Mobil ?

Perkembangan industri dewasa ini, khususnya dunia industri di negara kita berjalan amat pesat seiring dengan meluasnya jenis produk-produk industri, mulai dari apa yang digolongkan sebagai industri hulu sampai dengan industri hilir. Kompleksitas pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi yang berproses baik secara fisika maupun secara kimia, telah memacu manusia untuk selalu meningkatkan dan memperbaiki untuk kerja sistem yang mendukung proses tersebut, agar semakin produktif dan efisien. Salah satu yang menjadi perhatian utama hal ini adalah penggunaan sistem pengendalian proses industri. Dalam era industri modern, sistem kontrol, proses industri biasanya merujuk pada otomatisasi sistem kontrol yang digunakan. Sistem kontrol industri di mana peranan manusia masih amat dominan (misalnya dalam merespons besaran-besaran proses yang diukur oleh sistem kontrol tersebut dengan serangkaian langkah berupa pengaturan panel dan saklar-saklar yang relevan) telah banyak digeser dan digantikan oleh sistem kontrol otomatis. Sebabnya jelas mengacu pada faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas industri itu sendiri, misalnya faktor human error dan tingkat keunggulan yang ditawarkan sistem control tersebut.

Salah satu sistem kontrol yang sangat luas penggunaannya ialah Programmable Logic Controller (PLC). Penerapannya meliputi berbagai jenis industri mulai dari industri rokok, otomotif, kertas bahkan sampai pada industri tambang, misalnya pada pengendalian turbin gas dan unit industri lanjutan hasil pertambangan. Kemudahan transisi dan sistem kontrol sebelumnya (misalnya dari sistem kontrol berbasis relay mekanis) dan kemudahan trouble-shooting dalam konfigurasi sistem merupakan dau faktor utama yang mendorong populernya PLC.

PLC merupakan sistem yang dapat memanipulasi, mengeksekusi dan atau memonitor keadaan proses pada laju yang amat cepat, dengan dasar data yang bias di program dalam sistem berbasis mikro prosesor integral. PLC menerima masukan keluaran sinyal-sinyal listrik untuk mengendalikan suatu sistem, dengan demikian besaran-besaran fisika dan kimia yang dikendalikan, sebelum diolah oleh PLC, akan dirubah menjadi sinyal listrik analog maupun digital, yang merupakan data dasarnya.

baik dari segi aplikasi (perangkat tambahan maupun modul utama sistemnya meskipun demikian pada umum setiap PLC (sebagaimana computer pribadi ada yang cenderung mengalami standarisasi dan komptible satu sama lain). yakni Trisen TS3000 bahkan mempunyai dauble power supply yang berarti apabila satu PSnya gagal.Penyusunan PLC PLC yang diproduksi oleh berbagai perusahaan sistem kontrol terkemuka saat ini biasanya mempunyai cirri-ciri sendiri yang menawarkan keunggulan sistemnya. isi memori akan tetap terjaga. 2. 4. 3. PS kedua otomatis akan mengambil alih fungsi catu daya sistem . Seandainya PS ini gagal atau tegangan bolak balik masukannya turun dari nilai spesifiknya. PLC buatan Triconex USA. PLC pada umumnya mengandung empat bagian (piranti) berikut ini: Gambar 1 Blok Diagram Modul PLC 1. yang sama dengan battery lithium integral (yang digunakan sebagai memory backup). Modul Catu Daya Modul CPU Modul I/O Modul Perangkat Lunak Modul Catu Daya (Power Supply/PS) Power Supply tegangan DC ke berbagai modul PLC lainya selain modul tambahan dengan kemampuan arus total sekitar 20 A sampai 50 A.

termasuk State Language. Sinyal – sinyal dari piranti periferal akan di-scan dan keadaannya akan dikomunikasikan melalui moduk antar muka dalam PLC 2. maupun indikator keadaan sinyal masukan. register citra atau (Relay Ladder Logic) yang merupakan program pengendali proses Modul Program Perangkat Lunak PLC mengenal berbagai macam perangkat lunak. isolasi.Modul CPU Modul CPU yang juga disebut juga modul controller atau prossor terdiri dari dua bagian: 1. Yang paling populer digunakan RLL (Relay Ladder Locig). Memori Mengoperasikan dan mengkomunikasikan modul-modul PLC melalui: 1. Semua instruksi dalam program akan diesekusi oleh modul CPU. Jadi PLC dapat bisa ditulisi program kontrol pada saat ia mengendalikan proses tanpa mengangu pengendalian yang sedang dilakukan. Modul Masukan (I) Modul masukan berfungsi untuk menerima sinyal dari unit pengindera priferal dan memberikan pengaturan sinyal. Semua bahasa pemograman tersebut dibuat berdasarkan proses sekuensial yang terjadi dalam plant (sistem yang dikendalikan). Modul I/O Modul I/O merupakan modul masukan dan modul keluaran yang bertugas mengatur hubungan PLC dengan piranti eksternal atau priferal yang bisa berupa suatu komputer host. Prosesor berfungsi bus-bus serial atau paralel yang ada. saklar-saklar. dan penulisan program itu bisa dilakukan pada keadaan on line. terminasi. Modul Keluaran (O) . mengeksekusi program kontrol 2.Eksekusi perangkat lunak tidak akan mempengaruhi operasi I/O yang tengah berlangsung. Prosesor 2. Memori berfungsi menyimpan informasi digital yang bisa diubah dan berbentuk tabel. SFC dan bahkan C. unit pengerak motor dan berbagai macam sumber sinyal yang terdapat dalam plant yaitu: 1.

Proses aktivasi itu tentu saja dilakukan dengan pengiriman sinyal-sinyal diskret dan analog yang relevan. Sebuah saklar pembatas (limit switch) diletakkan dibagian atas garasi pada jarak tertentu yang berfungsi untuk menghentikan gerakan pintu garasi saat membuka tas. Blok Diagram Sistem Gerak Otomatis Garasi Mobil dengan PLC Gambar 2: Blok diagram sistem gerak otomatis garasi mobil dengan PLC Diskripsi Kerja Sistem Sistem ini dirancang dengan mengharapkan kemudahan bagi pengguna di dalam memasukkan kendaraannya di dalam garasi mobil. Kemudian sebuah photo sensor yang berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya mobil yang lewat. . Perancangan Flow Chart . Deskripsi kerja dari sistem ini adalah dengan menempatkan sebuah sensor infra merah/PIR (passive infra red) di depan atas garasi yang berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya mobil yang mendekati garasi. starter motor dan tampilan status titik-titik priperal yang terhubung dalam sistem. pneumatik. Dalam rancangan prototipe sistem gerak digunakan dua motor DC yang masing-masing berfungsi sebagai pembuka dan menutup pintu garasi mobil. selenoid. Perancangan 1. keluaran mengaktivasi berbagai macam piranti seperti aktuator hidrolik. Fungsi modul keluaran lainnya mencakup conditioning terminasi dan juga pengisolasian sinyalsinyal yang ada. berdasarkan watak PLC yang merupakan piranti digital.Modul. Sebuah saklar pembatas juga diletakkan pada bagian bawah garasi pada jarak tertentu yang berfungsi untuk menghentikan gerakan pintu garasi saat menutup.

.Pembuatan Flow Chart dari sistem gerak otomatis Pintu Garasi Mobil dengan menggunakan PLC sebagai berikut: Penentuaan Pengalamatan (Addressing) Untuk memudahkan di dalam pengalamatan atau addressing. maka perlu untuk penentuan Input dan Output melalui tabel (Tabel 1 dan Tabel 2).

2. 3.Tabel 1: Pengalamatan (addressing) Input No 1. Komponen Motor Down Motor Up Alarm Alamat Output 01000 01001 01002 Fungsi Untuk menggerakkan pintu garasi (menutup) Untuk menggerakkan pintu garasi (membuka) Untuk memperingatkan pada saat pintu membuka atau menutup . Photo sensor 00002 garasi Untuk mendeteksi kenderaan 4. Komponen Saklar Power On INPUT Alamat Input 00000 Untuk Fungsi menghidupkan atau mematikan sistem 2. Limit Switch Down 00004 membuka Untuk membuat pintu berhenti menutup Tabel 2: Pengalamatan (addressing) Output OUTPUT No 1. Saklar Infra Merah 00001 Untuk mendeteksi ada tidaknya kenderaan di depan 3. Limit Switch Up 00003 yang masuk Untuk membuat pintu berhenti 5.

Pada saat infra merah mendeteksi adanya mobil maka pada saat itu berarti kontak X1 bekerja (X1 merupakan kontak Normally Open). maka kontak (X3 merupakan kontak normally close). sehingga semua kontak RO menutup (karena RO merupakan kontak Normally Open). . kontak RO bekerja. Terlebih dahulu diaktifkan (power on) hal ini ditandai dengan bekerjanya kontak X0 sehingga coil RO energized. karena rangkaian terputus). dan X3 yang juga merupakan kotak Normally Close mengakibatkan Y1 bekerja atau dengan kata lain motor membuka pintu garasi. sehingga Y2 bekerja yakni bekerjanya alarm selama motor up bekerja membuka pintu garasi. Karena coil Y1 energized maka kontak Y1 closed.Gambar 3 : Ladder diagram sistem gerak otomatis pintu garasi mobil Keterangan untuk diagram Ladder : Sebelum sesuatu dimulai. Bersamaan dengan itu kontak Y1 open kembali dan berhenti berbunyi. Ketika pintu menyentuh saklar up. sehingga motor akan berhenti membuka pintu (ditandai dengan deenergized-nya coil Y1.

Bakerjanya coil YO mengakibatkan tertutupnya kontak YO sehingga kembali Y2 bekerja yakni alarm kembali berbunyi sebagai tanda bahwa pintu garasi dalam proses menutup. maka kontak X2 bekerja sehingga rangkaian dalam urutan ketiga ini mengakibatkan YO energized dalam arti bahwa motor down bekerja untuk menutup pintu garasi. Ketika pintu menyentuh saklar down. Jadi motor berhenti menutup pintu garasi dan bersamaan dengan itu maka alarm berhenti berbunyi dengan terbukanya kembali kontak YO . maka X4 bekerja atau membuka dan memutus rangkaian sehingga YO deenergized.Ketika mobil masuk dan terdeteksi oleh photo sensor maka berdasarkan tabel 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful