P. 1
LAPORAN-BIOLOGI-LENGKAP

LAPORAN-BIOLOGI-LENGKAP

|Views: 267|Likes:
Published by Dwi She Mhymuetzz

More info:

Published by: Dwi She Mhymuetzz on Apr 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2015

pdf

text

original

Sections

  • 1. PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Maksud dan Tujuan
  • 1.3 Waktu dan Tempat
  • 2. TINJAUAN PUSTAKA
  • 2.1 Pengertian Mikroskop
  • 2.2 Sejarah Mikroskop
  • 2.3 Macam – macam Mikroskop
  • 2.4 Bagian – bagian Mikroskop
  • 3. METODOLOGI
  • 3.1 Alat dan Fungsi
  • 3.2 Bahan dan Fungsi
  • 3.3 Skema Kerja 3.3.1 Pembuatan Preparat
  • 3.3.2 Pengamatan Mikroskop
  • 4. PEMBAHASAN
  • 4.1 Analisa Prosedur
  • 4.2 Analisa Hasil
  • 4.3 Data hasil pengamatan
  • 5. PENUTUP
  • 5.1 Kesimpulan
  • 5.2 Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • 1.PENDAHULUAN
  • 2.1 Pengertian Sel
  • 2.2 Sejarah Penemuan Sel
  • 2.3 Bentuk-bentuk Sel dan Contohnya
  • 2.4 Bagian-bagian sel dan Fungsinya
  • 2.5 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
  • 3.1 Alat dan Fungsi
  • 3.2 Bahan dan Fungsi
  • 3.3 Skema Kerja 3.3.1 Ketela pohon
  • 3.3.2 Hydrilla
  • 3.3.3 Paramecium
  • 3.3.3 Ephitelium squamosum pipi
  • 4.3 Gambar dan Hasil Pengamatan
  • 2.1 Ikan Nila (Deskripsi)
  • 2.2 Klasifikasi
  • 2.3 Morfologi Ikan Nila
  • 2.4 Anatomi Ikan Nila
  • 2.5 Sistem Pencernaan
  • 2.6 Sistem Ekskresi dan Reproduksi
  • 2.7 Jenis dan Bagian Fungsi Sisik
  • 2.8 Jenis dan Bagian Fungsi Ekor
  • 2.8.2 Fungsi
  • 3.METODOLOGI
  • 3.1 Alat dan Fungsi
  • 3.3 Skema Kerja
  • 3.3.1 Pengamatan Alat Pencernaan dan Sekresi
  • 3.3.2 Pengamatan Sisik
  • 3.3.3 Pengamatan Insang
  • 4.1 Data dan Gambar Hasil Pengamatan
  • 4.2 Analisa Prosedur
  • 4.3 Analisa Hasil
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Maksud dan Tujuan
  • 2.1 Pengertian Jaringan
  • 2.2 Macam-Macam Jaringn Hewan
  • 3.2 Bahan dan Fungsi
  • 3.3 Skema Kerja
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.3 Waktu dan Tempat
  • 2.1 Pengertian Mikroorganisme
  • 2.2 Macam – Macam Organisme di Lingkungan
  • 2.3 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Organisme
  • 2.4 Pengertian Sterelisasi
  • 2.5 Pengertian Media dan PCA
  • 2.6 Cara Perhitungan Bakteri
  • 3.3 Skema Kerja 3.3.1 Sterelisasi
  • 3.3.2 Pembuatan Media
  • 3.3.3 Penanaman
  • 4.1 Analisa prosedur
  • 1.2. Maksud dan Tujuan
  • 1.3. Waktu dan Tempat
  • 2.1 Definisi Siklus Karbon
  • 2.2. Gambar Siklus Karbon dan Penjelasannya
  • 2.3. Siklus Karbon Dalam Hubungan Dengan Produsen dan Konsumen Perairan
  • 2.4. Faktor yang Mempengaruhi Siklus Karbon
  • 3.1. Alat dan Fungsi
  • 3.3. Skema Kerja 3.3.1. Reaksi Terang
  • 3.3.2. Reaksi Gelap
  • 4.1. Data Hasil Pengamatan 4.1.1. Reaksi Terang
  • 4.2. Analisa Prosedur
  • 4.3. Analisa Hasil
  • 5.2. Saran

1

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR

Oleh : KELOMPOK 82

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

2

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR
Oleh : BTARI PRATIDINA EKA PUJI LESTARI FATIHATU RIZQIY FITA KURNIASARI HAMMAD MAHRUSI JERRY IVAN M. NENDI ROHENDI SEPTIAN GANA P. (115080300111128) (115080300111112) (115080300111116) (115080300111120) (115080300111118) (115080300111110) (115080300111126) (115080300111124)

SIGIBERTUS V. BALUN (115080300111114)

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

3

PENGGUNAAN MIKROSKOP

1 Latar Belakang Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leewenhoek (1632 . Laboratorium IIP (Ilmu – Ilmu Perairan). Kekuatan perbesaran tertinggi yang dapat dicapainya hanyalah 200-300 kali.00 WIB. Mikroskop ini sedikit sekali perannya dibandingkan dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang (Purba.4 1. pukul 07. yaitu mikroskop electron dan mikroskop cahaya (Anonymous. praktikan cara dapat penggunaannya pemeliharaannya. 1. Tujuan dari praktikum BIOLOGI DASAR tentang MIKOSKOP ialah agar praktikan dapat mengetahui bagian-bagian dari mikroskop beserta dengan fungsinya dan praktikan dapat menggunakan mikroskop dengan baik dan benar serta cara perawatannya juga. yang berkebangsaan Belanda.3 Waktu dan Tempat Pratikum BIOLOGI DASAR tentang MIKROSKOP yang dilaksanakan pada hari Kamis. Pada mikroskop banyak bagian-bagian yang harus diketahui dan diperhatikan oleh para praktikan agar dapat memakai mikroskop tersebut dengan benar (Nelson and cox.00 WIB – 09. 2008). .2004). 29 September 2011. dan bertempat di gedung C lantai 1. 1.1723). 1999). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univerrsitas Brawijaya.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari praktikum BIOLOGI DASAR tentang MIKROSKOP ialah untuk mengenalkan dan mikroskop Monokuler Serta Dan para Binokuler. PENDAHULUAN 1. Malang. Mikroskop ada 2 macam . Mikroskop merupakan alat bantu utama untuk melakukan pengamatan dan penelitian karena dapat dipergunakan untuk mempelajari struktur dan bentuk-bentuk benda yang sangat kecil. dengan mikroskop masingmasing terdiri atas lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka Kuningan dan perak. mengetahui dan terampil menggunakan mikroskop.

(Purba. karena dapat digunakan untuk mengamati stuktur benda – benda yang kecil.2 Sejarah Mikroskop Mikroskop merupakan alat bantu utama dalam melakukan pengamatan dan penalitian dalam bidang biologi. 1998).Seiring berjalannya waktu.(Jacklet. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan praktikum biologi disekolah.Pada tahun 1600 Hans dan Zaccharias Jansen menemukan mikroskop yang sangat canggih yaitu mikroskop majemuk (berlensa ganda).Mikroskop yang banyak digunakan di sekolah adalah mikroskop monokuler. Anthony Van Leuwenhook. mikroskop sederhana dan mikroskop majemuk merupakan mkroskop cahaya dimana keduanya memanfaatkan pancaran cahaya untuk membentuk bayangan benda. mikroskop ini sedikit sekali perannya dibandingkan dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang. 1999).Kekuatan perbesaran tertinggi yang dapt dicapainya hanyalah 200-300 kali. yang berkebangsaan Belanda dengan mikroskop yang masing-masing terdiri atas lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak. Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leewenhoek (1632 .5 2.(Wildan. Mikroskop pertama kali ditemukan oleh seseorang berkebangsaan Belanda.1 Pengertian Mikroskop Mikroskop (bahasa Yunani : micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar.. 2003). pada tahun 1932 Koll dan Ruska menemukan mikroskop elekron yang menggunakan berkas elektron sebagai pengganti cahaya.1723). . TINJAUAN PUSTAKA 2.Seiring dengan kemajuan ilmu dan tekhnologi. jenis mikroskop dan kemampuan memperbesar benda juga semakin maju.Mikroskop yang digunakan yaitu mikroskop sederhana (berlensa tunggal).(Anonymous. 2. 2009). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopik yang artinya sangat kecil dan tidak mudah dilihat oleh mata.

Bahannya dinamakan 1690.Hal ini dimungkinkan mikroorgnisme dengan cepat. Jansen (Ayah – Anak). Pada tahun 1590. Tahun 1886. 2008).  Mikroskop Elektron Mikroskop ini memberi perbesaran yang lebih besar dari pada perbesaran yang diberikan mikroskop cahaya. macam – macam mikroskop adalah sebagai berikut :  Mikroskop Medan – Terang Pada Mikroskop medan – terang. 2010). Tahun 1655.(Monrow. Pemuatan mikroskop pertama yang paling dikenal alah Hans Jansen dan Zaccharias.3 Macam – macam Mikroskop Menurut Volk dan Whileer (1984). Tahun 1674 Leuwenhook melaporkan penemuan protozoa danberhasil bercerita 9 tahun kemudian. flourokrommemungkinkan identifikasi flourosen. (Hiramirawan. Perbedaanya pada mikroskop medan – terang dilengkapi dengan kondensor. Zeisis membuat lensa dengan desain Abbe yang menjadi kop perbesern lebih baik.  Mikroskop Kontrs – Fax Mikrokop ini adalah tipe mikroskop cahaya yang memungkinkan kontras yang lebih besar antara subtensi dengan ketebalan. Robert Hooke menggunakan mikroskop kompleks untuk melihat pori – pori kecil pada irisan batang pohon gabus yang dimana sel.6 Pada tahun 1661 Kebler merancang cara membuat mikroskop kompleks.  Mikroskop Medan – Gelap Mikroskop ini tidak jauh berbeda dengan mmikrskop medan – terang. daerah yang diamati diterangi dengan benderang sehingga objek – objek yang sedang ditelaah tampak lebih gelap dari pada latarbelakangnnya.  Mikroskop Flouresensi Mikroskop ini digunakan untuk memeriksa spesimen yang telah diwrnai dengan zat – zat berwarna. Mikrokop ini bias menghasilkan perbesaran maksimum sampai 1000 diameter. . temuan itu mendorong ilmuan lain seperti Galileo Galilei (Italia) untuk membuat alat yang sama pada tahun 2.

Perbesaran bayangan objek hingga 1000 kali.7 oleh daya pisah yang lebih besar yang diperoleh karena berkas – berkas electron yang digunakan untuk perbesaran dan mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek.1 nM) mampu memperbesar bayangan hingga jutaan kali. Polaritas cahaya dengan melewatkan cahaya biasa melalui dua filter dapat digunakan untuk melihat bagian – bagian objek yang lebih jelas. Menurut Yekti (1994).Cahaya dapat dikeluarkan secara langsung melalui objek atau disekitar objek atau ditepi objek.Mikroskop akustik menghasilkan bayangan objek secara objek secara elektronik pada layar televisi dan bisa memperbesar objek secara elektronik sampai 5000 kali ukuran sebenarnya. Mcam – macam mikroskop adalah sebagai berikut :  Mikroskop Cahaya Memiliki dua lensa yaitu lensa objektif dan lensa okuler system kerjannya dibantu dengan cahaya yang menembus objek yang diamati.  Scaning Electron Microscope Digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel atau struktur jasad renik dan objek teramati secara tiga dimensi.  Mikroskop Ultra – Violet (UV) Mikroskop ini menggunakan sinar UV dengan panjang gelombang lebih pendek dari cahaya untuk melihat organisme mikroskop UV dapat melihat objek yang lebih kecil dari objek yang dapat dilihat.  Mikroskop Elektron Mempunyai day resolusi sangat tinggi (0.  Mikroskop Cahaya Mikroskop ini meggunakan cahaya putih biasa untuk melihat mikroorganisme. .  Mikroskop Akustik Mikroskop ini menggunakan komponen untuk menghasilkan gelombang suara untuk melihat objek.

10x.4 Bagian – bagian Mikroskop Menurut Wargan (2009). Difragma Untuk mengatur bayangan sedikitnya bayangan yang masuk. yaitu :  Lensa Objektif Untuk menangkap dan memperbesar bayangan dari objek dengan pembesaran 4x. Kondensor Untuk memusatkan cahaya pada preperat yang diamati. Dasar atau Kaki Untuk penyangga mikroskop. Tiang Penyangga Untuk menghubungkan dasar dengan pegangan mikroskop. macam – macam mikroskop adalah sebagai berikut :  Mikroskop Cahaya  Mikroskop Elektron  Mikroskop Ultra – Violet (UV)  Mikroskop Medan – Gelap  Mikroskop Stereo  Mikroskop Pender  Mikroekop Fase Kontras 2. ada beberapa bagian-bagian mikroskop yang memiliki bagian tertentu.8 Menurut Winata Sasmita (1986). Meja Benda Sebagai tempat untuk preperat yang akan diamati. revolver dan lensa objektif. Tubulus Okuler Untuk menghubungkan lensa okuler.           Revolvel Untuk mengatur lensa objektif. Makrometer Untuk menggerakkan lensa naik turun secara cepat. Lensa Okuler Untuk memperbesar bayangan dari lensa objektif. Penjepit Sebagai penjepit preparat agar preparat tidak bergeser. . 40x dan 100x.

9  Mikrometer Untuk menggerakkan lensa naik turun secara perlahan – lahan.ada beberapa bagian – bagian mikroskop ialah sebagai berikut :             Lensa Okuler Lensa Objektif Makrometer Mikrometer Revolver Diafragma Kondensor Meja Mikroskop Penjepit Kaca Lengan Mikroskop Kaki Mikroskop Sendi Ingdinasi Menurut Purba (1966). bagian – bagian mikroskop ialah sebagai berikut :  Lensa Okuler  Revolver  Penjepit Preparat  Lensa Objektif  Meja Preparat  Diafragma  Sumber Cahaya  Mikrometer  Makrometer  Pengatur Letak Preparat . Menurut Sulistyodiani (2010).

: Meletakkan objek yang akan diamati.2 Bahan dan Fungsi Bahan yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar materi penggunaan mikroskop adalah sebagai berikut :  Potongan Kertas Koran  Aquadest objek.10 3. : Tempat meletakkan alat. : Sebagai wadah aquadest. . : Untuk mengambil larutan.  Tissue dan objek glass. : Sebagai penutup objek glass. : Untuk memperjelas bayangan : Melihat benda-benda yang sangat kecil. : Untuk mengambil benda kecil. METODOLOGI 3. : Untuk memotong kertas koran.1 Alat dan Fungsi Alat yang digunakan pada Praktikum Biologi Dasar materi penggunaan mikroskop sebagai berikut :  Mikroskop  Objek Glass  Cover Glass  Washing Bottle  Gunting  Pinset  Pipet Tetes  Nampan 3. : Untuk membersihkan coverglass : Sebagai objek yang diamati.

3.2 Pengamatan Mikroskop Disiapkan kertas Koran alat dan bahan Dihubungkan kabel mikroskop ke listrik Dinyalakan saklar mikroskop Diletakkan preparat di meja preparat Diatur fokusnya Diamati .3.3 Skema Kerja 3.11 3.1 Pembuatan Preparat Disiapkan alat kertas Koran Disiapkan dan bahan Dipotong / gunting huruf Diletakkan diatas objek glass Ditetesi dengan aquades Ditutup dengan cover glass dengan sudut 45⁰ Hasil Hasil 3.

Setelah itu. kemudian kertas koran diguakan gunting untuk menggunting 1 hufuf. PEMBAHASAN 4. kemudian kertas tersebut di letakkan di atas objek glass menggunakan pinset. cover glass sebagai penutup objek glass. antara lain mikroskop untuk melihat benda – benda yang sangat kecil. Kemudian objek pengamatan di tetesi aquades. pipet tetes untuk mengambil larutan dalam skala kecil dan nampan sebagai wadah alat dan bahan. Selanjutnya objek yang akan diamati diletakkan di atas meja preparat pada mikroskop. washing bottle sebagai wadah aquades.1 Analisa Prosedur Dalam melakukan Praktikum BIOLOGI DASAR mengenai penggunaan mikroskop. Selanjutnya diafragma di buka lebar-lebar dengan cara menggeser bagian-bagian yang menonjol. Setelah itu objek diamati dan dicatat hasil pengamatannya. mikroskop diletakkan dengan hatihati diatas meja dengan tangan mikroskop menghadap kea rah kita dan meja objek menghadap ke arah yang berlawanan. objek glass untuk metakkan objek yang akan diamati. Setelah alat-alat dan bahan siap.Lalu ditutup cover glass dengan kemiringan 45⁰ dan dengan pelanpelan gelas penutup ditambah kemiringan sampai menuju penuh objek dalam objek glass agar tidak terdapat gelembung udara. . Bahan – bahan yang digunakan antara lain potongan kertas koran sebagai objek pengamatan. pertama praktikan harus menyiapkan alat dan bahan. tabung di naikan dengan pengatur kasar hingga lensa objektif tidak membentur meja objek bila revolver di putarkan. gunting untuk memotong koran. Setelah mikroskop siap.Lalu lensa objektif lemah ditempatkan tepat di bawah lensa okuler. aquades untuk memperjelas bayangan objek dan tissue untuk membersihkan cover glass dan objek glass.12 Hasil 4. pinset untuk mengambil benda kecil.

13 .

1 Gambar 4. dan diperbesar.14 4. terbalik. 4.3. Sebelum diamati Setelah diamati Gambar 4.2 Sifat yang dihasilkan adalah Maya. Lensa Okuler × Lensa Objektif = 10 × 40 = 400 kali Sebelum diamati Setelah diamati Gambar 4.2.3.2.3 Data hasil pengamatan Hasil dari Praktikum Biologi Dasar tentang penggunaan mikroskop adalah sebagai berikut : Pengamatan terhadap huruf “M” dari potongan kertas koran. terbalik.2 Analisa Hasil Hasil analisa dari Praktikum Biologi Dasar tentang penggunaan mikroskop adalah sebagi berikut : Mengadakan pengamatan terhadap hufuf “M” dari potongan kertas koran dengan perbesaran .1 Gambar 4.2 Sifat yang dihasilkan adalah maya. . dan diperbesar.

3 Gambar Mikroskop .3.15 4.

sebaiknya praktikan harus sabar dan teliti untuk mendapatkan gambar objek yang diamati oleh mikroskop dan menggunakan waktu sebaik mungkin. 2. Sifat bayangan yang diperoleh dari mikroskop yaitu maya.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari Praktikum Biologi Dasar untuk mikroskop adalah sebagai berikut : 1.terbalik. dan diperbesar. . 5. Mikroskop merupakan alat yang berfungsi untuk melihat benda-benda kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata kasar. karena itu yang membantu agar berjalannya praktikum lancar.2 Saran Dalam Praktikum Biologi Dasar materi penggunaan mikroskop yaitu.16 5. PENUTUP 5.

http://service-microcope. Warghor.Sejarah mikroskop. DL and Cox.2008.copm/2010/02/sejarah- leuwenhoek-dan-mikroskopnya. Alice. pukul .119P. Purba.com/ Diakses tanggal 30 September 2011. pukul 21.2008. pukul 21.Macam-macam mikroskop.blogspot. MM.00. Diakses tanggal 29 September 2011.http://kadri-blogspot.http://Wikipedia.http://www.00 WIB.afdhom-mikros.Laboratory manual life third Edition. 07.http://www.Pengertian mikroskop.4ed. Nelson.blogspot. Kadri.html. pukul 21.Morcular and cellular biologi.2010.org/wiki/mikros Diakses tanggal 29 september 2011.00 WIB. Freeman. New York : W.Bagian-bagian mikroskop.Sejarah mikroskop. Jacklet.1999.Pengertian mikroskop.2000.shroong.1998.2004. . Anonymous.http://id.00 WIB.com/ Diakses tanggal 29 September 2011. Diakses tanggal 30 September 2011.00 WIB. pukul 07. pukul 21. pukul 07.com/ exact/sciences/physic/212570/.purba.00 WIB.2008.com Diakses tanggal 30 September 2011.17 DAFTAR PUSTAKA Afdhom.00 WIB. Diakses tanggal 29 September 2011.H.

18 SEL TUMBUHAN. SEL HEWAN DAN BENDABENDA KECIL LAINNYA .

Kata sel berasal dari bahasa latin. Atau dengan kata lain sel merupakan unit struktural kehidupan dan merupakan unit fungsional dari kehidupan (Kartosapoetra. Sel Hewan dan Benda Kecil Lainnya adalah memahami penggunaan mikroskop untuk mengamati bentuk sel. Sel merupakan kesatuan struktural. Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuan Inggris Robert Hooke.PENDAHULUAN 1. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi (Gilliand. Perbedaan karakteristik antara dua sel tersebut adalah keberadaan membran yang menyelubungi nukleus maupun organel lainnya yang memiliki fungsi spesifik.2 Maksud dan Tujuan Maksud diadakannya Praktikum Biologi Dasar tentang Sel Tumbuhan. retikulum endoplasma. 1. Tujuan diadaannya Praktikum Biologi Dasar tentang Sel Tumbuhan. cellula artinya rongga/ruangan.3 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Dasar tentang Sel Tumbuhan. 1. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. sedangkan pada sel prokariot tidak (Nelson and Cox. seperti mitokondria. badan golgi dn lisosom. 1985). Sel Hewan dan Benda Kecil Lainnya dilaksanakan pada Hari Kamis.1 Latar Belakang Sel merupakan segumpal protoplasma berinti sebagai individu yang berfungsi menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya.Sel terbagi menjadi dua tipe. yaitu prokariot dan eukariot. 2004). 2004). Sel Hewan dan Benda Kecil Lainnya adalah agar praktikan dapat memahami ciri-ciri sekaligus dapat membedakan perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.00 WIB-09.00 WIB dan bertempat di Laboraturium IIP (Ilmu- . Sel eukariot memiliki karakteristik tersebut. yang telah meneliti irisan gabus melalui mikroskop yang dirancang sendiri. pukul 07. fungsional dan herediter yang terkecil. tanggal 29 September 2011.19 1.

Protoplasma bukan hanya bagian struktural sel.2 Sejarah Penemuan Sel Wikipedia (2011). seorang kurator dari Inggris melihat gambaran dari suatu sayatan tipis gabus suatu kompartemen atau ruang-ruang. Sel merupakan unit fungsional dari organisme multiseluler. menerangkan sejarah penemuan sel bahwa pada awal abad 17. baik dalam dunia tumbuhan ataupun hewan. Galileo Galilei yang bukan seorang biologiwan sesungguhnya orang pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi melalui mikroskop. tetapi juga merupakan bagian penting sel sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi kimia kehidupan. bakteri dan organisme kecil yang tidak dapat dilihat lagi 2 abad kemudian. spermatozoa. TINJAUAN PUSTAKA 2. Sel sebagai unit fungsional makhluk hidup menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. itulah asal kata sel berasal.Pada pertengahan abad. dan terampil menyusun lensa-lensa hingga dapat digunakan untuk melihat dan mengamati berbagai macam protista. Robert Hooke. sel terbungkus oleh membran atau selaput sel. Malang. 1874). dan dikelilingi oleh sitoplasma yang dibatasi oleh membran inti dan bats terluar dilapisi oleh lapisan tipis dan sulit ditembus yaitu membran plasma (Hart.20 ilmu Perairan) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Bagian sel ada yang disebut sentral yaitu nukleus.Berdasarkan hal ini muncullah teori sel yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan (Schultze. Galileo Galilei dengan alat dua lensa ia menggambarkan struktur tipis dari mata serangga berupa pola geometri. 2008). 2. 1972). Dan terdapat protoplasma sel yang dibungkus oleh membran (Anonymous. . seorang penjaga toko bangsa Belanda. Disebut struktur yang dilihatnya itu dengan nama latin yaitu cellulae (yang berarti ruang kecil). Universitas Brawijaya. Pada akhir tahun 1600-an Antony Van Leeuwenhoek.1 Pengertian Sel Sel adalah unit terkecil dalam organisme hidup. 2.

seorang ahli fisiologi. melaporkan hasil penelitiannya mengenai pertumbuhan dan reproduksi sel bahwa sel membelah menjadi dua sel. juga seorang ahli botani berpendapat bahwa nukleus dan perkembangan sel erat hubungannya.Analisis mikroskop (hasil penelitian pada pertengahan abad 19) membuktikan bahwa sel adalah unit terkecil kehidupan dan bahwa kehidupan yang berlangsung terus-menerus berasal dari pertumbuhan dan pembelahan sel tunggal.Robert Brown seorang ahli botani. 2. Sel adalah unit terkecil yang memiliki semua persyaratan hidup.Pada tahun 1838 Matthias Schleiden. Pada tahun 1939.Dia menyebut titik tersebut sebagai nukleus. Schleiden menyimpulkan bahwa masing-masing sel tumbuhan mengarah ke suatu kehidupan ganda. namun kita masih bias menganalisis bentuk-bentuk sel menggunakan mikroskop. Sentraedukasi (2011). Theodor Schwann.3 Bentuk-bentuk Sel dan Contohnya. mereka pada tingkat tertentu adalah kehidupan tersendiri. Berdasarkan hasil penalitiannya. 3. berdasrakan hasil penelitiannya selama bertahun-tahun terhadap struktur dan pertumbuhan jaringan hewan mengemukakan bahwa hewan sama seperti tanaman. terdiri atas sel dan produk-produk sel. seorang ahli zoologi. Berikut adalah bentuk-bentuk sel beserta contohnya menurut penjelasan Anonymous (2009): . Setiap sel berasal dari sel yang sudah ada.Sel polen atau serbuk sari dari jaringan anggrek yang sedang tumbuh. mengemukakan pemahaman mengenai struktur sel perlu penggunaan mikroskop. Ada tiga konsep mengenai sel. Ukuran sel pada umumnya mikroskopis. yaitu: 1. mengamati adanya titik buran yang selalu ada pada sel telur.21 Tahun 1820-an. Dan bahwa walaupun sel adalah bagian dari organisme. 2. Semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel. satu tergantung pada kehidupannya sendiri dan yang lain sebagai integral tanaman. peningkatan pada desain lensa terjadi dan membawa sel menjadi lebih dapat terfokus diamati. Keberlangsungan kehidupan secara langsung berasal dari pertumbuhan dan pembelahan sel tunggal.Konsep-konsep tersebut menjadi teori sel. Satu abad kemudian Rudolfrang Virchow.

Reticulum endoplasma : sebagai jembatan antara inti sel dan sitoplasma. i. Bentuk sel yang berubah-ubah. diantaranya yaitu: a. Vakuola : sebagai pigmen klorofil. Plastida h. : sebagai penyokong. 2. mencerna makanan serta pengeluaran berupa cairan. Pramesti (2011). contohnya spermatozoa. : untuk menyimpan makanan. contohnya sel epitel. Sitoskleton : sebagai respirasi sel. c. g. Bikonkaf. Mitokondria j.4 Bagian-bagian sel dan Fungsinya. f. : untuk mencerna bahan dari luar dan menghancurkan organel-organel yang rusak.22 - Pipih. Nukleus (inti) : untuk mengendalikan semua kegiatan sel. Panjang. Sitoplasma : untuk ekstrim basa). mengemukakan beberapa bagian-bagian sel. Membran sel : untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran zat dari luar sel. Sel mempunyai bagian-bagian atau organel-organel yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Bentuk sel yang tetap. contohnya sel saraf atau neuron. contohnya sel eritrosit. d. b. Lisosom : untuk sintesis protein. Ribosom e. menetralkan kondisi yang (terlalu asam atau terlalu . contohnya amoeba.

Memiliki ribosom. 7. 2. ukurannya kecil dan sedikit. Tidak memiliki plastida. . Tidak memiliki sentrosom. 1. Jumlah mitokondria banyak.23 2. Sel Tumbuhan Memiliki dinding sel. banyak. 4. Tidak memiliki klorofil. perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan adalah sebagi berikut: No. Timbunan zat berupa lemak. Bentuk tidak tetap. Memiliki sentrosom. Menurut penjelasan Pramesti (2010). 8. 3. Timbunan zat berupa pati. Bentuk sel tetap. Memiliki klorofil. 5. Tidak memiliki ribosom. vakuola besar dan Pada hewan tertentu memiliki Memiliki vakuola. Sel Hewan Tidak memiliki dinding sel. Jumlah mitokondria sedikit.5 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. 6. 9. Memiliki plastida.

d. Silet : untuk menyayat ketela pohon. : untuk memperjelas objek yang . Batang korek api squamosum pipi. Mikroskop monokuler/binokuler : untuk melihat benda-benda kecil. : untuk mengambil ephitelium : untuk mengambil bagian ketela : untuk meletakkan media yang 3.1 Alat dan Fungsi. Objek glass akan diamati. f.2 Bahan dan Fungsi.24 3. Larutan Y-KY akan diamati. g. c. e. : untuk membersihkan alat-alat praktikum yang akan digunakan. : untuk memperjelas objek yang : untuk memperjelas objek yang : sebagai objek pengamatan. Alat-alat yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar tentang Sel Tumbuhan dan Sel Hewan adalah sebagai berikut : a. Ketela pohon b. METODOLOGI 3. Tissue : untuk menutup objek glass. Cover glass d. Aquades akan diamati. Jarum pentul pohon yang diamati. Bahan-bahan yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar tentang Sel Tumbuhan dan Sel Hewan adalah sebagai berikut : a. c. Lugol diamati. b.

3. : untuk memperjelas objek yang g. 3. diletakkan di atas beker glass Ditetesi dengan aquades Ditutup dengan cover glass dengan sudut Diamati menggunakan mikroskop Hasil . Larutan biru methylene akan diamati.25 e. : sebagai objek yang akan 3. h. Daun hydrilla : sebagai media pengamatan. : sebagai media pengamatan. Paramecium diamati.1 Ketela pohon Diambil ketela pohon dengan jarum pentul Ditetesi dengan larutan Y-KY Ditutup dengan cover glass dengan sudut Diamati menggunakan mikroskop Hasil 3.3.3 Skema Kerja.2 Hydrilla Diambil atau disayat dan hydrilla Diambil. Ephitelium squamosum pipi f.

3 Paramecium Diambil paramecium dengan pipet tetes Diletakkan diatas obek glass Ditetesi dengan larutan lugol Ditutup dengan cover glass dengan sudut Diamati menggunakan mikroskop Hasil 3.3 Ephitelium squamosum pipi Dikorek bagian dalam pipi dengan batang korek api Dioleskan di atas objek glass Ditetesi dengan larutan biru methilene Ditutup dengan cover glass dengan sudut Diamati dengan mikroskop Hasil .3.3.26 3.

pipet tetes untuk mengambil cairan dalam skala kecil. alat-alat yang digunakan diantaranya sebagai berikut : mikroskop digunakan untuk melihat benda-benda kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang. Ditutup dengan cover .Amati menggunakan mikroskop. 4.2 Hydrilla Pada pengamatan hydrilla. di lalu atas ditutup meja dengan cover glass. lalu ditetesi dengan aquades.Letakkan glass preparat.1. ephitelium squamosum pipi.1 Analisa Prosedur Sebelum melakukan praktikum. Setelah siap semua maka praktikum bisa dimulai.1.1 Ketela pohon Pada pengamatan ketela pohon. aquades. Kemudian diambil daun satu lembar hydrilla dengan menggunakan pin set letakkan di atas objek glass. silet untuk mengiris media. paramecium. pertama pastikan semua alat telah siap dan dalam keadaan bersih. washing bottle untuk tempat larutan.27 4.Kemudian disayat ketela pohon dengan menggunakan silet. hydrilla. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan yaitu. 4. lugol dan larutan Y-KY. PEMBAHASAN 4. objek glass untuk tempat media yang akan diamati. pastikan semua alat yang akan digunakan telah siap dan dalam keadaan bersih. praktikan diwajibkan untuk memahami apa maksud dan tujuan praktikum dan bagaimana prosedur pelaksanaannya. jarum pentul untuk mengambil media yang sangat tipis. Untuk praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan dan sel hewan. ketela pohon.Gunakan jarum pentul untuk mengambil irisan ketela pohon.Kemudian letakkan di atas objek glass dan ditetesi dengan larutan objek Y-KY. cover glass untuk menutup media diatas objek glass. lalu pinset untuk mengambil benda kecil.Dicatat hasilnya. larutan biru methylene.

1.Kemudian diletakkan di meja preparat.2004).Amati menggunakan mikroskop. pertama pastikan semua alat yang akan digunakan telah siap dan dalam keadaan bersih.28 glass. Bahan Pengamatan 1. ditetesi dengan lugol.Kemudian diletakkan di meja preparat. Lalu diletakkan di atas objek glass. Kemudian diambil ephitellium squamosum pipi dengan menggunakan batang korek api pada bagian dalam pipi.4 Ephitelium squamosum pipi Pada pengamatan ephitelium squamosum pipi.Dicatat hasilnya.2 Analisa Hasil Sel merupakan segumpal protoplasma berinti sebagai individu yang berfungsi menyelenggarakan seluruh aktifitas untuk kebutuhan hidupnya.Lalu ditutup dengan cover glass.1.3 Paramecium Pada pengamatan paramecium.Kemudian diletakkan di atas objek glass. 4. 4. Atau dengan kata lain sel adalah unit struktural kehidupan dan merupakan unit fungsional dari kehidupan (Kertosapoetra. . Kemudian diambil paramecium dalam rendaman jerami dengan menggunakan pipet tetes. Ketela pohon Keterangan Pengamatan pada gambar menggunakan perbesaran sampai 400 x. ditetesi dengan larutan biru methylene.Dicatat hasilnya. Pada gambar terlihat sel ketela pohon seperti titik-titik buram tidak jelas.Lalu ditutup dengan cover glass. Berdasarkan pengamatan yang telah dilaksanakan.Amati menggunakan mikroskop. adapun data yang dihasilkan dari Praktikum Biologi Dasar tentang Sel Tumbuhan dan Sel Hewan adalah sebagai berikut : No. 4.Kemudian diletakkan di atas meja preparat.Amati menggunakan mikroskop.Dicatat hasilnya. pertama pastikan semua alat telah siap dan dalam keadaan bersih.

Ketela pohon . dapat diketahui bahwa bentu-bentuk sel bermacam-macam. Ephitelium squamosum pipi Pengamatan pada gambar menggunakan perbesaran sampai 400 x. Bahan Gambar Pengamatan Gambar Literatur Keterangan Perbesaran pengamatan sampai 400 x. Pada gambar terlihat sel daun hydrilla berupa persegi panjang yang tersusun rapid dan terdapat garis panjang di tengah. dapat diambil perbandingan gambar dan data hasil pengamatan sebagai berikut: No. Dapat dilihat dari literatur bentuk sel ketela pohon berbentuk persegi dan terdapat titiktitik di sekelilingnya.3 Gambar dan Hasil Pengamatan Berdasarkan analisa prosedur dan analisa hasil pengamatan tentang sel tumbuhan dan sel hewan. Paramecium Pengamatan pada gambar menggunakan perbesaran sampai 400 x. Pada gambar terlihat sel paramecium seperti bintik-bintik merah. Hydrilla 3. 4.29 2. Pengamatan pada gambar meggunakan perbesaran sampai 400 x. 1. Dari gambar-gambar hasil pengamatan. Pada gambar terlihat sel ephitelium squamosum pipi bentuknya ada yang panjang dan ada yang tidak berbentuk. 4.

Hydrilla 3. Dari gambar literatur dapat disimpulkan bahwa sel daun hydrilla berbentuk persegi panjang dan tersusun rapi. Dari gambar literatur dapat diketahui bahwa paramecium memiliki bulu atau rambut dan terdapat inti sel ditengahnya. Paramecium 4. Dari gambar literatur dapat diketahui bahwa sel ephitelium squamosum pipi berbentuk panjang dan lonjong. Ephitelium squamosum pipi Perbesaran pengamatan sampai 400 x. Perbesaran pengamatan sampai 400 x.30 2. Perbesaran pengamatan sampai 400 x. Tak tentu. .

Bentuk sel bermacam-macam. 5. Aquades digunakan untuk memfiksasi sel yang bergerak cepat.Dan diharapkan tidak jutek terhadap praktikan supaya suasana tidak tegang dan jenuh. supaya praktikan bisa betul-betul memahami materi praktikum dan lancer dalam mengerjakan posttest. Larutan biru methylene berfungsi sebagai penyebab difraksi pada ephitelium squamosum pipi. memanjang.1 Kesimpulan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Sel merupakan organisasi terkecil dari materiil yang mengandung kehidupan. Larutan Y-KY digunakan untuk memperjelas karbohidrat. Larutan lugol berfungsi sebagai penyebab difraksi pada paramecium. . Ukuran sel umumnya mikroskopis.2 Saran Diharapkan bagi asisten praktikumdalam menjelaskan jangan terlalu cepat. PENUTUP 5. Sel yang ada pada hewan berbeda dengan sel yang ada pada tumbuhan. sangat panjang dan bikonkaf. ada yang pipih.31 5.

Anonymous. pukul 21. Mikroskop dan Sel. The Federation of American Scienties for Experiment Biology Journal. New York: W. Vol. 2004.Tjaturina.biologycell. Hart.com/cell.visioneg. no. Lampung: FK.com/2011/06/SejarahPenemuanS el. no.sentraedukasi. Freeman 1119. http://www.com/Kartosapoetra. Diakses pada tanggal 30 september 2011. 2004. 13.00 WIB. Pengertian Sel. p.Hening. Sentraedukasi. Bentuk-bentuk Sel. http://www. Gilland.00 WIB. Nelson.php.http://www.php. Diakses pada tanggal 29 September 2011.UNLAM. 9. 1972.Vol. Diakses pada tanggal 29 September 2011.00 WIB. Pengertian Sel. 103. http://www. H.32 DAFTAR PUSTAKA Anonymous. pukul 21.2011. 357-365. p. 228-232. Jakarta: Erlangga. MM. P.Diakses pada tanggal 30 September 2011.com/rancangan-pembelajaran/bahan- ajar/sejarah/. 6.wikipedia. pukul 07. Seminar in Cell Biology. 2010. Vol. DL and Cox. pukul 07. http://biodas. Wikipedia.00 WIB.2011. 4 ed.visioneg. html. 2. pukul 21. 2008. Lehninger Principles of Biochemistry.00 WIB. 1874. Kartosapoetra. 2009. Pramesti. 1007-24. no. Schultze. Diakses pada tanggal 29 September. . 6.com/cell.1985.Molecular and Cellular Biology.

ANATOMI. FISIOLOGI. DAN MORFOLOGI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) .33 SISTEMATIKA.

sangat mudah beradaptasi. dan sungai). Kalimantan Timur.Selain itu. Sedangkan pengembangan di perairan umum cocok dengan sistem budidaya keramba jaring dan keramba biasa yaitu di provinsi-provinsi di luar jawa yang banyak memiliki perairan umum (danau. yaitu ikan nila berkemampuan untuk dapat hidup pada rentang salinitas yang lebar sehingga ikan nila dapat dibudidayakan di air tawar. misalnya di Sumatera Barat. relative murah harganya dan dagingnyapun enak (Widiyati et al. Bangka Belitung dan Jambi (Sarnita et al. payau. ikan nila juga memiliki suatu kelebihan. Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan budidaya yang cukup dikenal baik secara nasional maupun internasional. Kalimantan Tengah. Ikan nila sebagai pemakan plangton yang sifatnya cenderung omnivorus. Gorontalo dan Sulawesi Tenggara. Kalimantan Selatan.Ikan nila menjadi terkenal karena memiliki banyak keunggulan. maupun di laut (Wardoyo. 2011). rawa. . Bengkulu. anaknya banyak. PENDAHULUAN 1. 1997). nama internasionalnya nile tilapia berasal dari sungai Nil di Afrika. cepat pertumbuhannya. ukuran badan reltive besar. Di air tawar. perairan. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh ikan nila yaitu mudah berkembang biak. Sumatera Selatan. Sulawesi Utara. Sumatera Utara. bekas galian.34 1.1 Latar Belakang Ikan nila (Oreochromis niloticus). 1999). misalnya di Kalimantan Barat. artinya tidak memerlukan pakan yang khusus. tahan penyakit. potensi pembesaran ikan nila di kolam dan sawah sangat tepat terutama di luar jawa di daerah pegunungan di mana sumber air bersih yang masih melimpah dan kompetisi peruntukan antar sektor dan sub sektor belum terlalu ketat .

Anatomi. dan Morfologi pada Ikan Nila dilaksanakan pada hari kamis. Malang.40 WIB dan bertempat di Laboratorium IIP (Ilmu-Ilmu Perairan). Universitas Brawijaya. Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan.00 sampai 08. . Tujuan dari Praktikum Biologi Dasar tentang Sistematika. Fisiologi. dan Morfologi pada Ikan Nila yaitu agar praktikan dapat mengetahui. 1.35 1. Anatomi. dan Morfologi pada Ikan Nila yaitu agar praktikan dapat mengetahui bagian-bagian ikan nila. tanggal 06 Oktober 2011. Fisiologi.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari Praktikum Biologi Dasar tentang Sistematika. Fisiologi. pukul 07. memahami dan menjelaskan mengenai bagian-bagian ikan nila. Anatomi.3 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Dasar mengenai Sistematika.

bentuk sirip cetenoyd. di waduk.1 Ikan Nila (Deskripsi) Ikan Nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar.Kini. Menurut Suyanto (1994). sirip dorsal (punggung). 2.2 Klasifikasi Menurut Dr.36 2. sawah. Nila juga dapat hidup di sungai yang tidak terlalu deras alirannya. 1758).Ikan ini diintroduksi dari Afrika. 2009). atau di dalam jaring terapung di laut. ikan nila menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar Indonesia. 1995). Nama ilmiah dari ikan nila adalah Oreochromis niloticus dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama “Nile Tilapia” (Linnaeus. tepatnya Afrika bagian timur pada tahun 1969. TINJAUAN PUSTAKA 2. Ikan nila merah Florida mempunyai tingkat kelangsungan hidup lebih baik pada salinitas 18 ppt dibandingkan dengan salinitas lebih rendah dan yang lebih tinggi. 1990 dalam Arifin. bentuk mulutnya sub terminal. walaupun dapat dipelihara sampai salinitas 36 ppt (watanabe et al. Trevas (1982). Ikan nila adalah ikan air tawar yang memiliki bentuk ekor rounded. tambak air payau. klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut : Kingdom Filum : Animalia : Chordata . rawa. ikan nila dapat hidup di perairan yang dalam dan luas maupun di kolam yang sempit dan dangkal. dan giginya berupa fili form (Lestari.

perubahan klasifikasi pada genus tilapia dibagi menjadi tiga genus. Eropa.Tubuh ada yang berwarna kemerahan. tahun 1980. Genus Sarotherodon 3. Genus tilapia 2. : Oreochromisniloticus linn : Nila (ditetapkan oleh Dirjen Perikanan tahun : Afrika.37 Sub filum Kelas Sub kelas Ordo Sub ordo Famili Genus Spesies : Vertebrata : Osteichtes : Acanthioptherigii : Percormorphii : Percoidae : Cichlidae : Oreochromis : Oreochromis niloticus Nama latin Nama Indonesia 1972). Para pakar ikan (Ichtyolog) mengadakan penelitian dipelopori oleh seorang doktor bernama Trewavas. kehitaman atau keabuan dengan beberapa pita hitam belang yang makin mengabur pada saat ikan dewasa. Trewavas (1982). Ekor berbentuk rounded . ikan nila telah berganti nama sebanyak tiga kali. dan kini ditetapkan dengan nama Oreochromis niloticus. Genus Oreochromis 2. kemudian berganti nama menjadi Sarotharoden niloticus. Daerah penyebaran Indonesia).3 Morfologi Ikan Nila Ikan nila memiliki ciri-ciri fisik badan dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2:1.Sirip punggung dengan 16-17 duri tajam dan 11-15 duri lunak dan dubur 3 duri serta 8-11 jari-jari. Amerika. Menurut Dr. yaitu sebagai berikut : 1. Semula ia diberi nama Tilapia nilotica. Asia (termasuk Sejak diintroduksi di Indonesia tahun 1969.

esofagus. insang. tulang punggung. 2. Sistem penutup (kulit).1994 dalam wibaw 2003). antara lain: sisik. dan interculum). 2007).4 Anatomi Ikan Nila Menurut Ainun Nimah (2009). tulang rusuk visceral (tulang penyokong insang).Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot. sirip. sub opperculum. pre opperculum. dan sumber-sumber pewarnaan. punggung dan dubur. tulang tipis insang dan insang. hormon reproduksi. 9. kelenjar lendir. Sistem pernafasan (respirasi) : insang yang terdiri dari tulang lengkung insang. 4. Sistem pencernaan : rongga mulut. yaitu: 1. kelenjar racun. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organ utamanya ginjal. 7.Sisik ikan nila juga ditandai dengan jari-jari dorsal yang keras. pelindung organ-organ dalam dan penggerak tubuh. hormon ekskresi dan osmoregulasi. 2. tulang tengkorak. dan sel-sel darah yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen. dll. . Sistem otot (urat daging) : penggerak tubuh. nutrisi. Dengan posisi sirip anal di bagian belakang sirip dada (abdominal) (Suyanto. Sistem peredaran darah (sirkulasi) : organnya adalah jantung. begitu pula dengan bagian analnya. lambung.38 dengan garis-garis tegak. organ listrik. 7-12 sirip punggung dengan warna kemerahmerahan atau kekuning-kuningan saat musim berbiak (Saputra. 5. Ciri khas nila adalah garis-garis vertikal berwarna hitam pada sirip ekor. 3. Sistem saraf : organnya otot dan saraf tepi. ada sepuluh sistem anatomi pada tubuh ikan nila. Sistem hormon : hormon pertumbuhan. 6. tulang-tulang penutup insang (opperculum. dan pilotik saeka dan organ-organ tambahan (kelenjar empedu dan kelenjar pankreas).Pada bagian sirip caudal (ekor) dengan bentuk membulat terdapat warna kemerahan dan bisa digunakan sebagai indikasi kematangan gonad. 8. appendicular (tulang penyokong sirip). usus pilarus.

ginjal dan saluran . 2.5 Sistem Pencernaan Pencernaan pada ikan berlangsung secara fisik dan kimiawi. pankreas. pilorus. kelenjar empedu. Pencernaan secara fisik dimulai dari bagian rongga mulut. Sistem reproduksi : organ-organ reproduksi meliputi organ kelamin (gonad). 2008).462.39 10. kemudian diedarkan ke seluruh organ tubuh melalui sistem peredaran darah. Sedangkan pencernaan mekanik di segmen lambung dan usus yaitu melalui gerak-gerak (kontraksi) otot pada segmen tersebut.1 Sistem Ekskresi Ikan memiliki sistem ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut lubang virogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan yang berada tepat di belakang anus.Pencernaan mekanik di segmen lambung dan usus terjadi secara lebih efektif oleh karena adanya peran cairan “digestif” (Ahmad.6 Sistem Ekskresi dan Reproduksi 2. insang (Ka. Jika diurutkan menjadi hati. sehingga hasil metabolisme berjalan lambat dibanding ikan air tawar (Ka. Menurut Balarin and hotton (1979). Organ-organ saluran pencernaan terdiri dari arah depan/anterior ke arah belakang /posterior. usus.462.Organ-organ tambahan terdiri dari kelenjar hati. tapis. Lubang kencing terletak di ujung papilla di depan lubang kencing yang sangat khas yaitu seperti bulan yang melintang. gigi. Pencernaan adalah proses penyederhanaan melalui cara fisik dan kimia sehingga menjadi sari-sari makanan yang mudah diserap dalam usus. empedu. cairan dan padatan melalui kulit. 2008). mulut/rongga mulut. lubang kencing dan lubang pengeluaran telurnya terpisah. lambung.6. esofagus. 2009).Ginjal pada ikan yang hidup di air laut memiliki sedikit glomerulus. yaitu dengan berperannya gigi dalam proses pemotongan dan penggerusan makanan. dan pankreas. 2. pada ikan betina.Organ-organ pelengkap diantaranya sungut. Sistem ekkresi adalah sistem pembuangan proses metabolisme tubuh berupa gas.

2009). demikian juga dengan ikan-ikan bertukang rawan (Elasmobranchii). Tekanan osmotik cairan tubuh berbeda antara ikan-ikan bertulang benar (tekostei) yang hidup di laut dan yang hidup di perairan tawar. zat-zat yang diperlukan tubuh diedarkan lagi melalui darah. biasanya sepanjang kiri dan kanan lalu menghasilkan pula telur (gonad betina) yaitu ovarium (Ainun. Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Mengatur kekentalan urin yang dibuang untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh. 2.2 Sistem Reproduksi Sistem reproduksi ialah sistem untuk mempertahankan spesies dengan menghasilkan keturunan yang fertil.Ikan yang di air tawar mengekskresikan amoniak dan aktif menyerap oksigen melalui insang serta mengeluarkan urin dalam jumlah besar. Menyaring sisa-sisa proses metabolisme untuk dibuang. 2011).6.40 pencernaan.Setiap spesies ikan mempunyai strategi reproduksi yang terdiri sehingga dapat melakukan reproduksinya dengan sukses.Fungsi reproduksi pada ikan nila pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi terdiri dari kelenjar kelamin atau gonad. Organ-organ dalam sistem ekskresi ialah kulit.Mekanisme ekskresi pada ikan yang hidup di air tawar dan air laut berbeda. Embriologi ialah urutan proses perkembangan dari zigot sampai pada anak ikan. . ikan yang hidup di air laut akan mengekskresikan amoniak melalui urin yang jumlahnya sedikit (Rachmadrevanz. sehingga struktur dan jumlah ginjalnya juga berbeda. Alat ekskresi ikan berupa sepasang ginjal yang memanjang (opistanefros) dan berwarna kemerah-merahan. Sebaliknya. 2. 2011). Organ reproduksi diantaranya organ kelamin (gonad) menghasilkan sel kelamin (gamet) yaitu spermatozoa (gonad jantan). demikian juga dengan sistem osmoregulasi (Dinas Kelautan dan Perikanan. saluran pencernaan dan ginjal : 1.

tumbuhan dan adanya ikan jantan. Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir musim hujan. 2) Sisik Ganoid Sisik-sisik ganoid ditemukan pada ikan-ikan suku Lepisosteidae dan Polypteridae. tipe reproduksi dibagi menjadi a) Tipe sinkronisasi total di mana oosit berkembang pada stadia yang sama. dan di atasnya lagi. 1983). dengan sebuah lapisan ganoid terletak diantara lapisan kosmin dan enamel. di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur dan c) Tipe asinkronisasi di mana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun.7 Jenis dan Bagian Fungsi Sisik Ikan memiliki jenis sisik yang berbeda-beda. b) Tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. karena pada saat itu terjadi akan terjadi perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah (Sutisna.Di atasnya berada selapis tulang yang berpembuluh darah. 1995).Sisik-sisik ini berbentuk belah ketupat. begitu pula dengan fungsi sisiknya.Sisik ini berlapis-lapis. yaitu oosit besar yang matang.Faktor eksternal meluputi curah hujan. Menurut Harder (1975). 2. di mana lapisan terdalam terbangun dari tulang yang memipih. .Kemudian di bagian terluar terdapat lapisan keratin. sinar matahari.1 Jenis Sisik 1) Sisik Kosmoid (Cosmoid) Sisik kosmoid yang sesungguhnya hanya dijumpai pada ikan-ikan bangsa Crossopterygi yang telah punah. Berikut adalah jenis dan fungsi sisik pada ikan : 2. suhu.7. mengkilap dan keras.Ikan Coelacanth memiliki semacam sisik kosmoid yang telah berkembang.Sisik-sisik ini serupa dengan sisik kosmoid.41 di mana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya (Hoar dan Randall. selapis bahan serupa email gigi yang disebut cosmine. yang kehilangan lapisan kosmin dan lebih tipis dari sisik kosmoid sejati. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal.

8. 2010). 2. Sisik-sisik ktenoid bergerigi di tepi luarnya.1 Jenis Ekor Ada lima macam bentuk ekor.2 Fungsi Sisik    Untuk melindungi tubuh ikan dari serangan musuh. dan memiliki dua bentuk. yaitu : .sisik-sisik ini memiliki struktur serupa gigi.7.42 3) Sisik Plakoid Sisik-sisik plakoid dimiliki oleh ikan hiu dan ikan-ikan bertulang rawan lainnya . 2010). dan biasanya ditemukan pada ikanikan yang lebih modern yang memiliki sirip-sirip berduri (Suyana.Sisik-sisik sikloid memiliki tepi luar yang halus dan paling umum ditemukan pada ikan-ikan yang lebih primitif yang memiliki siripsirip yang lembut. 4) Sisik Leptoid Sisik-sisik leptoid didapati pada ikan-ikan bertulang keras. 2011) 2.8 Jenis dan Bagian Fungsi Ekor 2. yakni sisik sikloid (cycloid) dan ktenoid (ctenoid). Misalnya ikan-ikan salem dan karper. Untuk melindungi ikan dari perubahan cuaca drastis. Gambar sisik (Google image. Untuk melindungi kulit dari penyakit (Suriyana.

2011) 3) Rounded (Google Image. 2011) 4) Forked (Google Image. . 2011) 5) Lunate (Google Image.43 1) Emarginate (Google Image. 1969). 2011) 2.8. 2011) 2) Pointed (Google Image.2 Fungsi Fungsi ekor pada ikan adalah untuk mempercepat laju ikan di di dalam air (Fowcett. Menurut Suriyana (2010) adalah untuk keseimbangan tubuh ikan dan membantu dalam pergerakan ikan.

: untuk mengamati bentuk dari sisik ikan . e) Object glass pada mikroskop. Fisiologi dan Morfologi Ikan Nila adalah sebagai berikut : a) 1 set alat bedah (sectio set) : untuk membedah ikan nila.METODOLOGI 3. b) Baki (plastik/seng) c) Mikroskop binokuler nila.44 3. d) Lap basah saat dipindahkan ke baki. : untuk tempat obyek yang akan diamati : untuk mengambil ikan nila agar tidak mati : untuk meletakkan ikan nila.1 Alat dan Fungsi Alat yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar tentang Sistematika. f) Cover glass : untuk menutup object glass. Anatomi.

Fisiologi dan Morfologi Ikan Nila adalah sebagai berikut : a) Ikan nila : sebagai obyek pengamatan. Anatomi.3 Pengamatan Insang Diambil insang dengan pinset Diamati dan digambar bagian-bagian insang .3.3.3 Skema Kerja 3. 3.3.2 Pengamatan Sisik Diambil sisik dengan pinset Diletakkan di atas objek glass Ditutup dengan cover glass dengan 450 Diamati bagian sisik dengan mikroskop Hasil 3. b) Tissu : untuk membersihkan alat-alat.1 Pengamatan Alat Pencernaan dan Sekresi Diambil ikan nila dengan lap basah dan jaring Diletakkan ikan nila pada nampan Ditusuk ikan nila dengan penusuk pada Medula Oblongata Diamati dan digambar bagian tubuh ikan nila Dibuka bagian perut ikan nila mulai anus hingga rongga perut secara melintang dengan sectio set Diamati dan digambar bagian pencernaan dan sekresi ikan nila Hasil 3.2 Bahan dan Fungsi Bahan yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar tentang Sistematika.45 3.

Fisiologi. Gambar Ikan Sebelum Dibedah (Morfologi) .46 Hasil 4. PEMBAHASAN 4. Anatomi.1 Data dan Gambar Hasil Pengamatan Adapun hasil pengamatan yang diperoleh dalam Praktikum Biologi Dasar dengan metri Sistematika. dan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus). A.

Sirip ekor (caudal) 10. Mata 7. Sirip dada (pectoral) 4.47 Keterangan Gambar : 1. Sisik 9. Pangkal ekor B. Sirip punggung (dorsal) 2. Mulut 6. Gambar Ikan Nila Setelah Dibedah Keterangan Gambar : . Sirip dubur (anal) 5. Tutup insang (opercullum) 8. Sirip bawah (ventral) 3.

Gill rakers 3. Ginjal 11. Pangkal ekor 7.48 1. Sirip dubur (anal) 6. 2011) C. Gill filament 2. Gambar Insang Keterangan Gambar : 1. Sisik 9. Mulut 2. Tutup insang (opercullum) 4. Kulit dalam ikan (Google Image. Gill arch D. Sirip ekor (ekor) 8. Mata 3. Gambar Sisik . Anus 10. Sirip bawah (ventral) 5. Hati 12.

baki. Setelah alat dan bahan disiapkan. dan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus). dan ikan nila.2 Analisa Prosedur Pada Praktikum Biologi Dasar tentang Sistematika.49 4. serta tissue yang berfungsi untuk membersihkan alat-alat praktikum. diambil alat penusuk dari sectio set untuk ditusukkan di bagian medula oblongata ikan nila.Alat terakhir adalah mikroskop binokuler yang berfungsi untuk mengamati bentuk sisik pada ikan nila.Mengamati serta mencatat dan menggambar hasilnya. .1 Pengamatan Alat Pencernaan dan Sekresi Pada pengamatan Alat Pencernaan dan Sekresi. 4. praktikan mengambil ikan dan memindahkannnya ke meja praktikum dengan menggunakan lap basah agar ikan tidak mati. Selain itu juga ada baki yang berfungsi sebagai tempat ikan. pertama-tama disiapkan alat dan bahan.Membedah bagian perut ikan dengan menggunakan pisau atau gunting mulai anus hingga rongga perut secara melintang dengan hati-hati agar tidak merusak organ dalamnya. Setelah alat dan bahan disiapkan. lap basah yang digunakan untuk memindahkan ikan dari ember ke baki agar ikan tetap dalam keadaan hidup saat dibawa ke meja pengamatan. Fisiologi.Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah ikan nila sebagai obyek pengamatan. dan gunting yang berfungsi untuk mempermudah pembedah. setelah itu diletakkan ke baki plastik.2. Medula oblongata adalah pusat syaraf pada ikan sehingga ikan dapat cepat mati jika medula oblongatanya rusak. penusuk yang berfungsi untuk menusuk medula oblongata ikan nila yang merupakan pusat syaraf ikan sehingga ikan dapat cepat mati. Anatomi. Alat-alat yang digunakan diantaranya adalah satu set sectio set yang terdiri dari pisau yang berfungsi untuk membedah ikan nila. alat dan bahan yang digunakan adalah sectio set.

Setelah alat dan bahan disisapkan. 4. preparat mulai disiapkan. alat dan bahan yang digunakan adalah sectio set. baki. mikroskor binokuler. dan ikan nila.2 Pengamatan Sisik Pada pengamatan sisik. Setelah mikroskop binokuler siap. Fisiologi. Anatomi. cover glass. dan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan mengamati ikan nila yang telah dibedah. diafragma. Ditutup object glass dengan cover glass kemudian diletakkan diletakkan di meja object mikroskop. maka dapat diperoleh hasil bagian-bagian ikan nila secara mendetail. praktikan memindahkan mikroskop sevara perlahan hingga posisi lengan mikroskop menghadap ke arah pengamat.3 Pengamatan Insang Pada pengamatan insang. Diamati dengan mikroskop dan dicatat serta digambar hasilnya.2. serta ikan nila. Diambil sisik ikan dengan menggunakan pinset yang ada pada sectio set dan diletakkan pada object glass.3 Analisa Hasil Dari Praktikum Biologi Dasar mengenai Sistematika.2. praktikan mengambil insang pada ikan nila dengan cara mengguntingnya dengan gunting yang ada di dalam sectio set kemudian diambil dengan menggunakan pinset yang ada di dalam sectio set pula. alat dan bahan yang digunakan adalah sectio set. mengatur perbesaran. . dll.50 4. object glass. Setelah alat dan bahan disiapkan. Mengamati dan mencatat hasilnya. 4. baki.

PENUTUP 5. tepatnya Afrika bagian timur. Ikan nila awalnya diintroduksi dari Afrika.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dalam Praktikum Biologi Dasar tentang sistematika. Ikan nila (Oreochromis niloticus) yang mempunyai nama internasional “Nile tilapia” adalah ikan budidaya air tawar. Anatomi. Fisiologi dan Morfologi Ikan Nila ( Oreochromis niloticus) adalah : 1.51 5. 2. .

google. 5.00 WIB Ainun. http://books. Anatomi Ikan Nila. Nimah. Sistem pencernaan ada dua bagian. usus.id/advancebook. http://ahmad. Diakses tanggal 06 Oktober 2011. Sistem pernapasan pada ikan nila menggunakan insang. rectum dan berakhir pada anus. yaitu saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.2 Saran Pada kegiatan Praktikum Biologi Dasar mengenai Sistematika. namun waktu yang terlalu cepat membuat jawaban tidak dapat ditulis dengan tuntas. dan mudah beradaptasi. mudah berkembang biak.search ?hl&blw=1366&bih=553 lq=pengarang=buku=ainun=nimah Diakses tanggal 06 Oktober 2011. pukul 14. Anatomi. 6. anakannya banyak.00 WIB . faring.co.com/pencernaan Ikan. pylorus. esophagus.Sebenarnya soal-soal dapat dijawab. 5. Pencernaan Ikan Nila.blogspot. cepat pertumbuhannya. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh ikan nila yaitu. 2009. 4. rongga mulut. lambung. 2009. waktu menjawab soal-soalnya janganlah terlalu cepat. Fisiologi dan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terdapat proses awal pre test. tahan terhadap penyakit. Saluran pencernaan dimulai dari mulut. DAFTAR PUSTAKA Ahmad.52 3. pukul 14. Saran kami.

Reproduksi Ikan Nila. http://xnyder. Oreochromis niloticus. Trevas.wordpress. http://www.com/files/budidaya/ikan_nila. http://www.com/question/ index?qid=2080414232 707 agkirn Diakses tanggal 09 Oktober 2011. 1975.wordpress. pukul 15. London : Science. 2008.html Diakses tanggal 13 Oktober 2011.scribd.00 WIB Dr. 2009. http:// id. 2011.blogspot. Sistem Reproduksi Ikan. http://www. 1983. Pukul 08. Description of Nila. Morfologi Ikan. 2010.com/2011/sistem-ekskresi-ikankatak-reptil-dan-burung.smecda. 2001. 2010. pukul 15. Budidaya Ikan Nila.com/ikan-nila Diakses tanggal 08 Oktober 2011. SistemPencernaan Ikan Nila.co.00 WIB Sarnita et all. pukul 08.com/doc/51094795/Ikan-Nila Diakses tanggal 15 oktober 2011.00 WIB Lestari. http://lestaripuji.00 WIB Saputra. http://www.co.00 WIB Hoar dan Randall. 2007. Klasifikasi Ikan Nila.00 WIB Fowcett.H Freeman Dinas Kelautan dan Perikanan. 2011. 1758.pdf Diakses tanggal 13 Oktober 2011.15 WIB Suriyana.53 Balarin and Haton. http://entahsiapa15.id/image Diakses tanggal 06 Oktober 2011. New York : Mc Grawhill. New York : W. Reptil dan Burung | Rachmad Revanz.H Freeman Rachmadrevanz. Anatomi Ikan Nila.00 WIB Harder. Potensi Ikan Nila.com/ Diakses tanggal 13 Oktober 2011. inc Ka. pukul 08.00 WIB Sutisna. Fungsi Sisik.462.http://rachmadrevanz. Katak.id/#hl =id&q=dinas+perikanan+dan+kelautan&aq Diakses tanggal 13 Oktober 2011.00 WIB Linnaeus. Sistem Ekskresi Ikan Nila.com/2009/01/12/morfoligi-ikan/ Diakses tanggal 15 Oktober 2011. inc Google image. http://google. Sistem Ekskresi Ikan.Answer yahoo.info/thr2054803-0klasifikasi-ikan-nila.2011. pukul 08. The Fish Tail’s Function. New York : W. 1979. pukul 10.google.cowro. 1982.html Diakses tanggal 15 Oktober 2011. pukul 10. pukul 09. Jakarta: Gramedia . 1995. pukul 10.

Endonesia Scientific Journal Database.co. pukul 15.00 WIB Watanabe et all. Jakarta: Gramedia Widiyati et all. Budidaya Ikan Air Tawar.pdii. 1999. 1990. 1994. Ikan Nila (Oreochromis niloticus). http://journal.go.00 WIB .54 Suyanto. Ikan Nila Merah.1997.html?aet=tampil&id=51891&idc=33 Diakses tanggal 06 Oktober 2011.id/ index. pukul 20.kuu Diakses tanggal 09 Oktober 2011.id/books?id.php/search.upi. http:// books.google. Jakarta: Erlangga Wardoyo.

55 JARINGAN TUMBUHAN DAN HEWAN 1.1 Latar Belakang Dalam ilmu biologi modern pengertian jaringan dapat diartikan sebagai kumpulan dari beberapa sel makhluk hidup. PENDAHULUAN 1. Pengertian jaringan dalam biologi pada era modern ini tidak memiliki perbedaan dengan bilogi di .

3 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan hewan dilaksanakan pada Hari Kamis. Jaringan tumbuhan dapat dibagi menjadi 2 macam. 1.00-09. TINJAUAN PUSTAKA 2. Seperti pada hewan.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari diadakannya Praktikum Biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan Hewan adlah untuk memahami dan mengetahui struktur sel yang menyusun jaringan tubuh tumbuhan dan hewan serta mengetahui perbedaannya. Sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan. jaringan syaraf.00 WIB.2006). Tujuan dari diadakannya Praktikum biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan Hewan adalah agar praaktikan dapat membedakan berbagai macam jaringan pada tumbuhan dan hewan serta dapat menunjukkan letak jaringan tersebut.1988). jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk suatu tubuh tumbuhan. Jaringan pada .56 masa lalu seperti jaringan otot. dan jaringan otak (Sriwedani. yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (Ramalex.1 Pengertian Jaringan Kelompok sel tumbuhan tertentu membentuk suatu kelompok sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama disebut jaringan. 1. Jaringann tumbuhan maupun jaringan hewan berupa sel yang terorganisasi berupa lembar-lembar atau beerkas-berkas longgar yang melakukan sebuah aktivitas yang spesifik. 2. tanggal 6 Oktober 2011. Malang. pukul 07.2010). tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel.Praktikum Biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan hewan diadakan di Laboratorium Ilmu-Ilmu perairan Fakultas perikanan dan Ilmu kelautan. Universitass Brawijaya. Berbagai jaringan yang berbeda disusun dalam struktur-struktur dengan batas dann bentuk yang jelas. Jaringan merupakan sekelompok sel yang tersimpan dalam suatu kerangka struktur atau matrik. dikenal sebagai organ (Hedomenes.

2. epitel absorbsi. Sedangkan jaringan ikat dibedakan menjadi enam. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga. otot lurik. epitel silindris bersilia.Jaringan melakukan tugas spesifik. Jaringan hewan adalah sekumpulan sel-sel hewan yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dalam tubuh hewan mempunyai tugas yang khusus dalam melakukan fungsinya seperti jaringan otot.2 Macam-Macam Jaringn Hewan Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekumpulan sel yanga mempunyai struktur yang khusus yang memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. epitel silindris berlapis. 2. epitel silindris selapis.baik .Dan berdasarkan bentuknya yaitu epitel pipih selapis.2010). dan jaringan epitel.57 tumbuhan berasal dari pembelahan sel embrional yang berdiferensiasi menjadi bermacam-macam yang berbentuk yang memiliki fungsi khusus (Sriwedani.jaringan syaraf.1998). jaringan lemak. jaringan ikat padat.1Jaringan Ephitellium Jaringan epitel adalah jaringan yang salah satu dari 4 jaringan dasar sebelumnya. dan otot jantung. jaringan darah.2. jaringan ada 4 macam. Jaringan ikat berbeda dengan jaringan epitel. dan jaringan ikat longgar (Rustam. yaitu : 2. misalnya otot-otot jantung yang menghubungkan sel jantung dengan organ yang lain (Patrician. kelompok-kelompok sel-sel yang serupa terorganisasi menjadi lembar-lembar atau berkas-berkas longgar yang disebut jaringan. Berbagai jaringan yang beda disusun dalam struktur-struktur dengan batas dan bentuk yang jelas (hademenos and George.1999). epitel kelenjar. Baik pada tumbuhan maupun hewan.Dahuluistilah epitel digunakan untuk menyebut selaput jernih yang berada diatas permukaan tonjolan anyaman penyambung di merah bibir. dan epitel sensori.2 Jaringan Ikat Jaringan ikat disebut juga dengan penyokong atau penyaambung. Berdasarkan fungsinya. Menurut Godam (2006). yaitu jaringan otot polos .2.2009). epitel pipih berlapis. jaringan epitel dibagi menjadi empat yaitu epitel proteksi. dan epitel transisional. jaringan limfa. yaitu jaringan kartilago.

Jaringan Syaraf b. 2.4 Jaringan Syaraf Jaringan syaraf tersusun atas sel-sel syaraf atau neuron. cabang dendrit dan cabang akson ( cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiaptiap sel syaraf sehingga membentuk jaringan syaraf).Sarkolema adalah lapisan membran yang mrngelilingi sel otot. maupun fungsinya. bahan interselulernya. Otot polos b. Sel syaraf motorik c.58 susunan selnya. Tiap neuron atau sel syaraf terdiri atas badan sel syaraf. yaitu : a. Sel syaraf sensorik b. Sel syaraf prnghubung Macam-Macam Sel Jaringan pada Hewan a. Jaringan Otot . Otot lurik c. Sel syaraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas.2. Otot jantung 2. yaitu: a.Jaringan ikat berasal dari mesenkima.2.Mesenkima berkembang menjadi jaringan ikat.3 Jaringan Otot Jaringan otot tersusun atas sel-sel membujur dengan inti yang tampak jelas batasnya dan miofibril.Batas antar sel otot terlihat jelas karena adanya sarkolema. Letak selsel jaringan ikat berpencar-pencar dan jika berhubungan hanya pada ujung –ujung protoplasmanya. mesenkima berasal dari misoderm yaitu lapisan tengah embrio. Iritabilitas artinya kemampuan sel syaraf untuk bereaksi dengan lingkungan. Jaringan otot dibedakan menjadi 3 macam. konduktivitas artinya kemampuan sel syeraf untuk membawa impulsimpuls syaraf Ada 3 macam syaraf.Miofibril tersusun atas protein kontraktil yanng terdapat di sepanjang sel dan tampak jelas pada otot rangka dan jantung.

Jaringan otot lurik. 2011) c.59 (Google image. sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan.4. Jaringan Epitel d.Jaringan meristem terdiri dari jaringan meristem primer dan jaringan meristem sekunder.4 Jaringan Tumbuhan Seperti pada hewan. jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan ( Sastrodinoto. Menurut Fawcett (1999). tumbuhan pun terdiri dari sel-sel.2 Jaringan Dewasa .1980). yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa 2. jaringan tumbuhan dibagi menjadi 2. 2011) (Google image. 2011) (Google image. otot jantung. 2011) e. 2.1 Jaringan Meristem Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus membelah.4.jaringan Ikat (Google image. 2011) 2. dan otot polos (Google image.

2011) e. Jaringan Meristem (Google image.2011) (Google image.2011) 3. Jaringan epidermis b. Jaringan Parenkim (Google image.60 Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan penguat/ penyokong d. Jaringan dewasa dibagi dalam beberapa macam : a. METODOLOGI 3. Jaringan Penyokong (Google image.1 Alat dan Fungsi Adapun alat-alaat yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan Hewan adalah sebagai berikut: . Jaringan Pengangkut (Google image. Jaringan Epidermis b. Jaringan pengangkut Gambar Jaringan Tumbuhan a.2011) d.2011) c. Jaringan parenkim c.

daun baik monokotil maupun dikotil dalam bentuk segar atau awetan.2 Pengamatan Akar Bawang Diambil preparat irisan melintang akar bawang Diamati dengan mikroskop Hasil 3. batang . Mikroskop b.1 Pengmatan Preparat Ketela Pohon Diamati preparat irisan melintang gabus (ketela pohon) Diamati irisan gabus dengan mikroskop Hasil 3. berfungsi sebagai objak pengamatan b. Penampang berbagai organ tubuh hewan dalam bentuk awetan atau segar yang berfungsi sebagai objek pengamatan 3.3.3. Okbjek glass d. Silet : Untuk meletakkan objek yang akan diamati : Untuk menyayat media yang diamati 3.3 Skema Kerja 3.2 Bahan dan Fungsi Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan Hewan adalah sebagai berikut: a.3 Pengamatan Umbi Batang Diambil preparat irisan melintang umbi batang . Cover glass : Untuk mengamati objek yang akan diamati : Untuk menutup media atau objek pengamatan di atas objek glass agar tidak bergeser c. Penampang melintang akar.61 a.3.

3.6 Pengamatan Daun Bawang Diambil preparat daun bawang Diamati dengan mikroskop Hasil .4 Pengamatan Akar Paku-Pakuan Diambil preparat irisan melintang akar paku-pakuan Diamati dengan mikroskop Hasil 3.5 Pengamatan Hati Diambil preparat (hati) Diamati dengan mikroskop Hasil 3.62 Diamati dengan mikroskop Hasil 3.3.3.

kemudian diamati dengan mikroskop. agar hasil yang kita peroleh dapat maksimal. irisan umbi bawang. Dan untuk pengamatan daun bawang. untuk pengamatan ketela pohon. PEMBAHASAN 4. yaitu mikroskop untuk meneliti objek. dan gambar hasilnya. dan gambar hasilnya. irisan melintang akar bawang. langkah yang dilakukan adalah diambil preparat irisan melintang umbi bawang. Setelah itu. sebelum memulai praktikum langkah pertama yang dilakukan adalah kita harus memahami tujuan dan bagaimana prosedur pelaksanaannya. Untuk pengamatan hati. dan silet sebagai penyayat. objek glass untuk menempatkan preparat. kemudian diamati dengan mikroskop. dan gambar hasilnya. langkah yang dilakukan adalah diambil preparat irisan melintang akar bawang. Kemudian bahan yang harus disiapkan adalah irisan gabus (ketela pohon). lalu diamati dengan mikroskop. lalu diamati dengan mikroskop. langkah yang dilakukan adalah diambil preparat irisan melintang akar paku-pakuan.Semua bahan tersebut digunakan sebagai objek pengamatan.1 Analisa Prosedur Dalam Praktikum Biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan Hewan. Untuk pengamatan akar bawang. Untuk pengamatan umbi bawang. irisan pakupakuan. hati. kemudian diamati dengan mikroskop. langkah yang dilakukan adalah diambil preparat irisan melintang hati. dan gambar hasilnya. langkah yang harus dilakukan adalah diambil preparat irisan melintang sel gabus pada ketela pohon. dan gamber hasilnya. . cover glass untuk menutup objek glass. dan gambar hasilnya. langkah yang dilakukan adalah diambil preparat daun bawang.63 4. Kemudian yang harus dilakukan adalah mempersiapkan semua alat dan bahan dari praktikum. kemudian diamati dengan mikroskop. dan irisan daun bawang. Untuk pengamatan akar paku-pakuan.

2011) 4.2011) .2 Pengamatan Preparat Ketela Pohon Gambar tangan (Google image. dapat diperoleh hasil berupa gambar sebagai berikut: 4.2006).2011) 4.2.64 4.2 Analisa Hasil Jaringan tumbuhan ataupun jaringan hewanberupa sel yang terorganisasi berupa lembar-lembar atau berkas-berkas longgar yang melakukan sebuah aktifitas yanng spesifik (Hedomenes.2.3 Pengamatan Preparat Umbi Bawang Gambar tangan (Google image.2. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan.1 Pengamatan Preparat Akar bawang Gambar tangan (Google image.

4 Pengamatan Preparat Akar Paku-Pakuan Gambar tangan (Google image.2.65 4.2011) .2.2.5 Pengamatan Preparat Irisan Hati Gambar tangan(Google image.2011) 4.6 Pengamatan Preparat Daun Bawang Gambar tangan (Google image.2011) 4.

2 Saran Dari Praktikum Biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan Hewan sebaiknya di setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal. pengaturan fokus sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan. jaringan syaraf. .66 5. dan otot polos. 5. jaringan otot jantung. jaringan pengikat. Jaringan bekerja dengan spesifik sehingga jaringan satu dengan jaringan lainnya tidak ada kesamaan fungsi. Jaringan adalah unit terkecil pembentuk organ pada tubuh hewan dan tumbuhan.1 Kesimpulan Dari Praktikum Biologi Dasar tentang Jaringan Tumbuhan dan Hewan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:      Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai fungsi dan bentuk yang sama Jaringan pada hewan adalah jaringan epitelium. jaringan parenkim. dan jaringan pengangkut. jaringan epidermis. otot lurik. Jaringan pada tumbuhan adalah jaringan meristem. jaringan penyokong. PENUTUP 5. proses pengamatan objek dengan menggunakan mikroskop. jaringan otot.

http://hedomenes.Biology Silence.00 WIB Patrician.00 WIB Google images. 1998.00 WIB .com/1980/07/biologi.org/taxonomi-menu/2/16? Page = 1 Diakses tanggal 7 Oktober 2011. pukul 09.00 WIB Sastrodinoto.blogspot.67 DAFTAR PUSTAKA Fawcett. http://aquaculture.html Diakses tanggal 6 Oktober 2011. Novak. 1980. 2006.blogspot. 1999. pukul 07. Jakarta : Buku Kedokteran EGC Rustam.co.html Diakses tanggal 6 Oktober 2011.com Diakses tanggal 6 Oktober 2011.id/images Hedomenes. 2009. Kamus Sara Kedokteran Orland. pukul 07. pukul 20. 2010.http://google.blogspot.aspx Diakses tanggal 11 Oktober 2011. http:// aquaculture-rustam.2006. http://pengertianimasi. pukul 07. http://organisasi.00 WIB Sriwedani.2011.tk/pengertian-jaringan-dalam-biologi- modern. D.com/2009/07/biologi.Jakarta : Erlangga Godam 64.

68 MIKROORGANISME PERAIRAN .

Mikroorganisme adalah organisme kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang yang hidup di seluruh ekosistem alam. dalam debu di udara.69 1. sebagian merupakan fotoautotrof dan hanya sebagian kecil merupakan heterotrof. . sungai. 1. Kita dapat menemukan mikroorganisme di daerah kutup. misalnya pada dasar laut dan danau-danau yang sangat dalam. mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Mereka merupakan pengurai utama dari berbagai zat dan senyawa (Sastrodinoto. di dalam air. sehingga diperlukan cara pengelompokan atau pengklasifikasian.1 Latar Belakang Mikroorganisme terdapat di segala macam lingkungan sebagai bagian dari seluruh ekosistem alam. Mikroorganisme memegang peranan penting sebagai penghubung jaring-jaring makanan dalam ekosistem darat. Mikroorganisme dibagi menjadi dua yaitu mikroorganisme autotrof dan mikroorganisme heterotrof. Ada mikrhidup di satosfer bila terangkat oleh arus udara. 1980). lup dan lain-lain. di daerah tropik. Sebagian dari mokroorganisme itu adalah produsen. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. di dalam tanah. sebagian konsumen pertama dan sebagian lagi konsumen kedua serta ketiga. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. Bahkan ada yang hidup di sumber air panas dengan temperatur yang sedemikian tinggi hingga alam memastikan organisme yang lebih besar. Ada mikroorganisme yang dapat hidup meski tanpa oksigen.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari Praktikum Biologi Dasar materi Mikroorganisme Perairan adalah agar praktikan mengerti dan mengenal mikroorganisme yang ada di perairan. Seperti mikroskop. laut. PENDAHULUAN 1. dan kolam. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya. Menurut Budiyanto (2010). Ada mikroorganisme hidup di satosfer bila terangkat oleh arus udara.

. Malang. Universitas Brawijaya.00 09. gedung C lantai 1. tanggal 27 Oktober 2011.3 Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Dasar materi Mikroorganisme Perairan ini dilaksanakan pada Hari Kamis. 1. dan bertempat di Laboraturium IIP ( Ilmu-Ilmu Perairan ). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.70 Tujuan dari Praktikum Biologi Dasar materi Mikroorganisme Perairan adalah untuk meneliti jumlah nisbi mikroorganisme yang penyebarannya di lingkungan perairan. pukul 07.00 WIB.

1985). TINJAUAN PUSTAKA 2. mikroorganisme juga disebut.1 Pengertian Mikroorganisme Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Orang yang bekerja dibidang ini disebut mikrolog (Devo. tumbuhan dan manusia?”. Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler. 2007). Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Namun. itu juga mencakup virus yang terkadang entitas non seluler dianggap sebagai berada di perbatasan antara hidup dan tidak hidup (Tortora et. pendeknya di sergala macam tempat serta lingkungan di bumi ini sesungguhnya memang kita dikelilingi oleh bakteri. Mikroorganisme sering kali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler). dan mikroorganisme lain (Hadioetomo. dalam air atau susu.al. protozoa. 1997). “adalah hewan. maupun pada permukaan jaringan tubuh kita sendiri (kulit dan selaput lendir).71 2. kuman mikroba dunia dan membawa kepikiran sekelompok makhluk hidup yang kecil yang tidak cukup masuk ke salah satu kategori dalam pertanyaan tua. dalam tanah dan debu di udara. Mikroba. Kelompoknya termasuk bakteri. cendawan. Bagi banyak orang. Mikroorganisme terdapat dimana-mana dari dasar laut sampai kepuncak-puncak gunung berselimut es. beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multi seluler tidak terlihat dengan mata tealanjang. dimata – mata air belerang panas. protozoa dan ganggang mikroskopis. . adalah makhluk individual menit yang biasa terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. jamur.

dan membutuhkan sel hidup reproduksi. membantu makanan amatik pembentukan dan media laboratoris. tumbuh pada . .. tanaman dan untuk makanan 1.antara lain : Kelompok Bakteri Ukuran Khas Ciri Perhitungan Kepentingan Praktik 0.5 µm . macam – macam kolompok mikroorganisme dilingkungan .3.0 µm industri Sianobakteria Kisaran 0.015-0.5-1. Reproduksi secara aseksual dan memperkaya tanah.72 2.0. .2 µm .Sumber hewan. spora mengadung klorofil fotosintesis. pembelahan sederhana pada buatan internal .Dibutuhkan mikroskop elektron untuk melihatnya. Virus Kisaran 0.Semua parasit tumbuh obligat . Khamir Kisaran . .Penyebab penyakit srtuktur sederhana.Menambah kesuburan merusak untuk mampu membuat sendiri tanah.Penyebab tidak pada penyakit dan pada manusia dan makhluk hidup lain.Reproduksi aseksual. dapat menginfeksi media buatan.Prokariota uniseluler struktur internal sederhana.Sebagai pembantu .Eukariotik guna mikroorganisme.Prokariot uniseluler.5 µm kali 1.2 Macam – Macam Organisme di Lingkungan Menurut Palezor (1986). Tumbuh media laboratoris .5.

0-100 kali beberapa mm .pelengkap makann Kapang Kisaran 2.Eukariotik uniseluler. racun. . racun dan pelengkap . sifatnya mempunyai kesamaan dengan bakteri.Reproduksi aseksual seksual. makanan akuatik.0-10 µm uniseluler. produksi bagi akuatik. reproduksi aseksual penguapan. Alga . hidup dilingkungan akuatik klorifil fotosistesis .Sumber hewan sumber media sifat bagian makanan. bagi agar laboratoris.Sumber makanan lingkungan sumber media sifat sebagai makanan. dalam produsen minimum dikhol dan . Protozoa Kisaran 2.eukariotik multiseluler.0-200µm . kahlvitasnya sama seperti bakteri.Makanan penyakit. . dan reproduksi secara aseksual seksual.Reproduksi aseksual seksual dan memiliki dan dan praktik parasit dan pelengkap hewan akuatik dan sumber .73 5. agar bagi laboratoris. khalvitasnya sama dengan bakteri intraseluler .Eukariotik uniseluler dan multiseluler.Penyebab penyakit .

antibiosi dan sintronisme. 1985). juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. pH dan tersedianya oksigen (Bukls. media harus disterilkan yaitu dibebaskan dari semua organisme hidup. akan tetapi juga dipengaruhi keadaan lingkungan. dan virus secara bersama – sama membentuk kumpulan mikroorganisme yang dapat mencapain jumlah total sampai bermilyar –milyar organisme pergram tanah. kelembapan. Bergantung pada macam bahan yang akan disterilkan. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup. tekanan osmotik. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplay gizi. protozoa. pH. cendawan. atmosfer gas. 2006). sinergisme. 2. suhu. Mikroba tanah contohnya bakteri. algae. air.3 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Organisme Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat bergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi. Sterelisasi dapat pula dilakukan dengan . Perubahan ini dapat disebut perubahan secara kimia. waktu. dapat dalam bentuk simbiosis. Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 2. Hal ini dikarenakan mikroba makin menyediakan nutrien yang sesuai dengan khultivasinya. Adapun faktor – faktor lingkungan dapat dibagi atas makhluk makhluk hidup yaitu mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama mikroorganisme. atau beberapa lingkungan di bumi ini mengandung sedemikian banyak macam mikroorganisme. Sedangkan faktor – faktor abiotik terdiri dari faktor fisika (misal : suhu.74 Menurut Amboinas (2009). Cara mensterilkan media yang paling umum dilakukan yaitu dengan perlakuan yang lembap. Mikroba biak hanya berfariasi dsalam persyaratan nutrisinya tetapi juga menunjukkan resp[on yang berbeda – beda untuk berhasilnya khultivasi berbagai tipe mikroba diperlukan suatu kombinasi nutrien serta faktor lingkungan yang sesuai (Palazer dan Chan. sinar gelombang dan pengeringan – pengeringan) ( Hadioetomo.1985).4 Pengertian Sterelisasi Sebelum digunakan.

PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan ( casein. kimia. enzymie. 2008 ).6 Cara Perhitungan Bakteri Pertumbuhan jasad renik dapat ditentukan secara kuantitatif dengan metode langsung maupun tidak langsung . 2009 ). Medium biasanya digunakan menumbuhkan dan memelihara jasad renik yang tidak memerlukan nutrisi khusus sehingga diperoleh jumlah sel yang tinggi ( Yuwono .75 perlakuan panas (Gunawan. hydroliste. Medium lengkap tersusun atas semua senyawa yang dibutuhkan untuk menumbuhkan jasad renik tertentu . Sterelisasi dalam pengertian medis merupakan suatu proses dengan metode tertentu dapat memberikan hasil akhir. 2000).5 % kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121 0 C ). penyaringan dan radiasi – radiasi Menurut Yudha dan Hany 1996). agar )hingga membentuk suspensi 22. sterelisasi adalah eliminasi total atau destruksi semua bentuk kehidupan mikroba. 2. yeast. dextrose. yaitu suatu bentuk keadaan yang tidak ditunjukkan lagi adanya mikroorganisme hidup (Darmadi. misalnya . 2000 ) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan mokulasi diatas permukaan . ekstrak malt dan sebagainya ditambah dengan sumber karbon yang sesuai. yang umumnya digunakan didalam laboraturium yaitu media biakan yang menggunakan bahan pemadat berupa agar (Gunawan . 2. 2008). pengukuran pertumbuhan secara langsung dengan bermacam-macam cara. kering. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba ( semua jenis mikroba ) karena didalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrostatis yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta extrak yeast menyuplay vitamin B kompleks ( Falihis . biasanya medium semacam ini dibuat dari bahan-bahan organik. misalnya dengan menghitung jumlah sel menggunakan penkraf houser Bakteria Counter atau hemositometer atau dengan mengukur kepekaan (inbidikasi) selnya . extract.5 Pengertian Media dan PCA Media merupakan suatu substrat untuk menumbuhkan jamur. ekstrak daging.ekstrak khamir .

Perhitungan langsung (direct count) : jumlah sel atau biomassa mikroorganisme . adenosin tripospat (ATP) lipopolisakarida (LPS). pertumbuhan mikroorganisme . ada empat macam cara yang umum digunakan untuk memperkirakan besar populasi mikroorganisme .Perkiraan tidak langsung ( indirect estimzte ) biomassa mikroorganisme. contohnya pembentukan koloni dalam pelat agar digunakan untuk memperkirakan jumlah mikroorganisme yang terdapat didalam sampel.Pengukuran langsung ( direct measurmen ) :biomassa mikroorganisme. murein klorofil. Menurut Harmita dan Radjji (2006) . mikroorganisme dalam sampel di konsentrasikan dan ditanam pada media yang sesuai . jumlah sel ditentukan dengan menghitung jumlah kalor yang tumbuh dalam medium padat sehingga yang terhitung hanya sel-sel yang masih hidup (Yuwono .Perhitungan tidak langsung ( indirect count ) jumlah sel . yaitu : . 2008 ). ditumbuhkan didalam medium cair. . . massa sel ditentukan dengan menimbang / mengukur berat seluruh sel. . seperti protein. biomassa dapat dikorelasikan dengan jumlah sel dengan membandingkannya pada kurva standart. Pertumbuhan dapat juga dapat dibentuk secara tidak langsung misalnya dengan metode penuangan (platting)pada medium padat atau menghitung berat biomassanya. biomassa mikroorganisme diperkirakan dengan mengukur komponen biokimia sel mikroorganisme yang relatif konstan. sel dihitung langsung dibawah mikroskop atau dengan penghitung partikel elektrik (electric perticle counter).76 menggunakan spektrofotometer. Jumlah sel dapat dihitung secara langsung jika jasad renik tersebut . Dalam metode penuangan. .

77 3.2 Bahan dan Fungsi Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar tentang Mikroorganisme Perairan adalah sebagai berikut :  Medium agar steril  Aquadest  Alkohol  Benang  Spirtus  Kertas label  Kertas saring  Kertas koran  Korek api : media untuk menumbuhkan mikroorganisme : pelarut : untuk mengkondisikan steril : untuk mengikat cawan petri : bahan bunsen : untuk memberi label : untuk menyaring : membungkus cawan petri : untuk menyalakan autoklaf tradisional : sebagai sumber panas : untuk menghomogenkan larutan : tempat pembuatan PCA : untuk menimbang : untuk menginkubasi pada suhu kamar 25 0 C – 27 0 C : penjepit cawan petri : sebagai wadah untuk alkohol : untuk memanaskan atau menghomogenkan PCA 0 : untuk mengembangbiakkan bakteri : untuk menghitung mikroorganisme atau jumlah koloni : sebagai sterilisasi semua alat yang digunakan pada dengan cara mekanik : untuk memotong tali : untuk menutup elenmeyer : untuk mengambil larutan dalam skala kecil . METODOLOGI 3.1 Alat dan Fungsi Adapun alat-alat yang di gunakan dalam praktikum Biologi Dasar tentang mikroorganisme Perairan adalah sebagai berikut :  Cawan petri  Koloni counter  Autoklaf suhu 121 C  Bunsen  Spatula  Elenmeyer  Timbangan digital  Incase  Crust table tang  Sprayer  Hot plate  Gunting  Kapas  Pipet volum 3.

15 MPA) Disterilkan selama 15-20 menit Dimatikan kompor Dibuka katup uap agar uap panas keluar Dibuka tutupnya Dikeluarkan alat Didinginkan dengan incase Hasil .78 3.3.1 Sterelisasi Cawan petri Dicuci Dikeringkan Dibungkus Koran Diikat tali Dimasukkan autoklaf Autoklaf Disesuaikan ketinggian air hingga batas ketinggian Dimasukkan saringan Dinyalakan kompor Ditutup klep secara diagonal Ditunggu suhunya ± 121 °C.3 Skema Kerja 3. tekanan 1 atm (0.

5 gr Aquadest Dimasukkan erlemeyer PCA + aquadest Diaduk dengan spatula Ditutup kapas pada erlemeyer Dibungkus koran Dihomogenkan Disterilkan basah Hasil PCA hangat Dituangkan ke dalam cawan petri ±20 ml Didinginkan Dibalik Disimpan dalam incase Has Hasil .2 Pembuatan Media PCA 17.3.79 3.

3.80 3. Komponen PCA :     Agar : 9 gram Ekstrak yeast : 2.5 gram Volume larutan cawan = 20 ml .5 Perhitungan TPC (Total Plate Count) Total komponen PCA 1000 TPC = x volume larutan cawan x ∑ cawan 4.5 gram Pepton Glukosa : 5 gram : 1 gram + 17.3.3 Penanaman Media PCA beku Dibuka ± 10 menit Ditutup Ditutup Dibalik Dibungkus Diinkubasi ± 3 hari Hasil 3.

1. crust table tang. Alat-alat yang digunakan adalah . dan di tutup klop secara diagonal. di masukkan ke autoklaf. 4. kertas label. lalu di bungkus dengan koran dan di ikat dengan benang. kemudian di keringkan. autoklaf. spirtus. alkohol. PCA yang masih hangat kemudian di tuangkan ke dalam cawan petri 20 ml di dinginkan dan dibalik.1 Sterilisasi Pertama-tama cawan petri di cuci. kertas saring.81 4.5 gr dan aquadest kedalam labu elenmeyer . Kemudian di matikan kompor dan di buka tutup nya.kemudian masukkan PCA 17. gunting.Setelah itu. PEMBAHASAN 4. aquadest.PCA dan aquadest dipanaskan.1 Analisa prosedur Dalam Praktikum Biologi Dasar Mikroobiologi Perairan. sprayer. kapas dan pipet volum. Lalu dimasukkan saringan dan di nyalakan kompor. spatula.2 Pembuatan Media Alat dan bahan disiapkan . langkah pertama adalah menyaiapkan alat dan bahan. lalu di keluarkan alat nya dan di dinginkan dengan incase. incase. timbangan digital. dan korek api. Sedangkan bahan yang digunakan adalah medium agar steril. cawan petri. 4. benang. diaduk dengan spatula dan ditutup kapas pada elenmeyer lalu di bungkus koran di homogenkan .lalu di sterilisasi basah menggunakan autoklaf dan di lihat hasilnya. . bunsen.1. lalu di sterilisasikan 15 – 20 menit. Di tunggu suhu nya sampai 121 0 C. elenmeyer. Kemudian di sesuaikan ketinggian air hingga batas ketinggian. Setelah itu di simpan dalam incase dan dilihat hasilnya. koloni counter. kertas koran. hot plate.

di buka 10 menit lalu di tiup. 4. Setelah itu di bungkus menggunakan kertas permanen.4 Perhitungan Koloni Cawan petri yang terisi medium di keluarkan dari incase lalu di hitung koloni yang tumbuh dan di catat hasilnya. .82 4.3 Penanaman Media PCA yang beku. setelah itu ditutup kembali dan di balik. dan kemudian di inkubasi.1.1.

bakteri. sianobakteri. Untuk alatalat laboratorium mohon dilengkapi. PENUTUP 5. protozoa dan algae  Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganis memeliputi supplai gizi. PH. suhu. khamir. . yang digunakan didalam laboratorium PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan mokulasi diatas permukaan Perhitungan koloni ada perhitungan langsung( Direct count ) dan pengukuran tidak langsung ( Direct measurmen ) 5. dan tersedianya oksigen. air.2 Saran Dalam praktikum ini . waktu. kapang.1 Kesimpulan Dari praktikum Biologi Dasar tentang Mikroorganisme Perairan dapat di peroleh kesimpulan sebagai berikut :    Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme disebut dengan mikrobiologi Mikroorganisme adalah organisme mikroskopis yang tidak dapat di lihat kasat mata atau mata telanjang Macam-macam kelompok mikroorganisme di lingkungan antara lain . banyak praktikan yang tidak paham karna kita tidak praktikum secara langsung atau praktikum seperti biasanya.83 5.     Sterilisasi adalah eliminasi total atau distruksi semua bentuk krhidupan mikroba Media merupakan suatu substrat untuk menumbuhkan jamur. virus.

2008. 2008. Diakses 01 November 2011.com/news/ pengertianmikroorganisme.mc. pukul 13. Budiyanto. Buckls. Mikrobiologi An Introduction Tortora Fonke Case : San Francisco. http://www. 1980. Hadioetomo. Diakses 15 November 2011. http://www.00 WIB. 2011. Diakses 01 November 2011. Jakarta : Salemba Medika.blogspot. 2006. .multiply. Infeksi Nosokomiol. Mikroorganisme. Agustion Widya.mempengaruhipertumbuhan-mikroba.DEVOAF1997.webnode. pukul 16. Fathir.wordpress. Yuwono. 2010. Mikroorganisme.Grawhill : New York. diakses pada 01 November 2011 pulul 13.84 DAFTAR PUSTAKA Amboinas. Jakarta : Penerbit Kedokteran EGC. Gunawan.00 WIB.artikelkimia. Diakses 15 November 2011.info/faktor-faktor-yang-mempengaruhipertumbuhan-mikroba. Darmadi.al. Diakses 1 November 2011 pukul 13.00 WIB. Fuadz. 1985. Biologi Molekuler. Tortora. 2006. LA 9411. Penebar Swadaya.artikelkimia. A.00 WIB. http://fuadzfathir. Triwibisono. Harmita dan Radji. Sastrodinoto.00 WIB. Jakarta : Erlangga. pukul 16. http://www. Gerad J et.com/2009/06/14 mikroorganisme.info/ faktor–faktor-yang. pukul 13.00 WIB. Lament of Mikrobiology. Bromed Maksum Buku Ajar Analisis Hayati Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga. 2009. Palazor. http://amboinas. 2009. Usaha-Usaha Membiakkan Jamur.1985.00 WIB. Devo. Diakses 01 November 2011. 2007. http://m. pukul 15. Pelzar dan Chan. Mikroorganisme. Surabaya : PT. 2000.com/jurnal/item/2. 1988.com/. http://budiyanto897.artikelkimiainfo/.

85 PRODUSEN DAN KONSUMEN DI PERAIRAN .

PENDAHULUAN 1. seperti tumbuhan melalui fotosintesis sehingga dapat dimanfaatkan oleh konsumen contohnya manusia. Fotosintesis tumbuhan dan organisme adalah sebagai produsen utama dan bahan organikkarbon menghasilkan nutrisi bagi organisme lain.1 Latar Belakang Sebagian besar orang lebih mengetahui siklus karbon amoeba selama fotosintesis. selanjutnya energi tersebut dimanfaatkan oleh konsumen I. Hanya organisme autotrof yang dapat menangkap dan memanfaatkan energi matahari tersebut melalui proses fotosintesis.2. Organisme autotrof mengubah energi matahari menjadi gula dan oksigen. dan mineral.Bahan organik adalah sebagian hasil umum dari karbondioksida. tubuh organisme juga memerlukan air. 2003). Selain energi dalam bentuk makanan. 1. Munculnya jaring-jaring makanan diawal dengan terjadinya proses perputaran zat dari tubuh organisme menuju tanah dan reaksi-reaksi kimia. organisme sebagi konsumen dan melepaskan bahan organik dalam proses fermentasi dan respirasi (Heritage. oksigen. Maksud dan Tujuan Maksud dari praktikum Biologi Dasar tentang Produsen dan Konsumen di Perairan adalah agar praktikan peran produsen dan konsumen.86 1. yang menyediakan energi dalam bentuk makanan I. maka organisme autotrof disebut dengan produsen. konsumen III. mengerti dan memahami . Menurut Syamsury (2004). produsen dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh konsumen untuk respirasi. selanjutnya energi tersebut dimanfaatkan oleh konsumen II. Produsen dapat menghasilkan makan sendiri. konsumen IV dan berakhir pada pengurai. Produsen memerlukan CO2 untuk fotosintesis dari konsumen dan kegiatan fotosintesis tersebut. sumber energi bagi segala kehidupan adalah energi matahari. Itulah sebabnya.

87 Tujuan dari praktikum Biologi Dasar materi Produsen dan Konsumen di Perairan adalah untuk memahami peran produsen dan konsumen dalam siklus karbon.3. . Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Brawijaya. tanggal 27 Oktober 2011 pukul 07.00 WIB dan bertempat di laboratorium IIP (Ilmu-Ilmu Perairan) gedung C lantai 1.00 – 09. 1. Malang. Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Dasar materi Produsen dan Konsumen di Perairan ini dilaksanakan hari Kamis.

88

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Siklus Karbon Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon

dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer,dan atmosfer bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui). Dalam siklus ini terdapat empat reservoir korban utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran

reservoir.Reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer terestrial (biasanya termasuk pula freswater system) dan non hayati organik seperti karbon tanah (Sol Carbon), lautan (termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non hayati), dan sedimen (termasuk bahan bakar fosil) (Darmadi, 2010). Menurut Aminu Irfanda (2010), siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarakan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui). Menurut Devo (2010), siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belun diketahui). Menurut Ynder (2011), model siklus karbon dapat digabungkan ke dalam model iklim global, sehingga reaksi interaktif dari larutan dan biosfer terhadap nilai CO2 dimana dapat dimodelkan. Ada ketidakpastian yang besar dalam model ini, baik dalam sub model fisika maupun biokimia.Model-model seperti itu biasanya menunjukkan bahwa ada timbal balik positif antara temperatur dan CO2.

89

2.2. Gambar Siklus Karbon dan Penjelasannya

(Aminu Irfanda, 2010) Dalam siklus karbon ini terdapat empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran, reservoir-reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer terestrial (biasanya termasuk pula freswater sistem dan material non hayati organik) sperti karbon tanah (soil carbon), lautan (termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non hayati) dan sedimen (termasuk bahan bakar fosil), pergerakan tahunan karbon, pertukaran karbon antar reservoir, dan biologi yang bermacam-macam. Lautan mengandung kolam aktif karbon terbesar dekat permukaan bumi, namun demikian laut dalam bagian dari kolam ini mengalami pertukaran yang lambat dengan atmosfer.Neraca karbon global adalah kesetimbangan pertukaran karbon (antara masuk dan keluar) antara reservoir karbon atau antara satu putaran (loop) spesifik siklus karbon (misalnya atmosfer – biosfer). Analisa neraca karbon dari sebuah kolam atau

90

reservoir

berfungsi

sebagai

sumber

(source)

atau

lubuk

(sink)

karbondioksida (Aminu Irfanda,2010).

(Docudesk, 2010) Di atmosfer terdapat kandungan CO2 sebanyak 0,03%. Sumbersumber CO2 di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batu bara, dan asap pabrik. Karbondioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi. Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama membentuk batu bara di dalam tanah. Batu bara dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar CO2 di udara (Docudesk, 2011).

3. 2011) Ini diagram siklus karbon cepat menunjukkan pergerakan karbon antara daratan. seperti termosfer (Legada. siklus karbon tampaknya mempertahankan keseimbangan yang mencegah semua karbon bumi dan memasuki atmosfer (seperti halnya di Venus) atau agar tidak disimpan seluruhnya dalam batuan.DOE. Biological dan Enviromental Research Information System) selama jangka panjang. 2009). semakin banyak karbon yang akan disimpan ke dalam laut (Soetrisna. dan lautan.Nomor putih menunjukkan karbon yang tersimpan (digram diadaptasi dari U. dan merah merupakan kontribusi manusia dalam kisaran karbon per tahun.S.91 (Legawa. . 2011). keseimbangan ini membantu menjaga suhu bumi relatif stabil. 2. atmosfer. Teorinya adalah bahwa semakin banyak karbon plankton. Nomor kuning adalah fluks yang alami. Siklus Karbon Dalam Hubungan Dengan Produsen dan Konsumen Perairan Peran zat besi dalam siklus karbon laut adalah meningkatkan pertumbuhan fitoplankton yang menghasilkan CO2 dari udara melalui fotosintesis meskipun banyak karbon pada biomassa yang dihasilkan akan masuk kembali ke atmosfer melalui siklus karbon ada sedikit yang jatuh ke dalam laut ketika plankton mati secara efekif mengunci karbon tersebut selama hingga 300 tahun.

Untuk membubarkan mereka dan kemudian membawa karbonat ke permukaan yang dapat menggabungkan CO2 di perairan permukaan laut (Navart. zoologi. Perhatian yang begitu besar dari pakar disebabkan karena proses dekomposisi (Radian.4. dan waktu lingkungan peneliti mengenai dekomposisi. 2007). invertebrata.Kerang ini harus larut dalam air agar tersedia untuk membantu dalam penyerapan CO2. Bila tanaman mati. biota.Serasa telah banyak dilakukan oleh berbagai faktor biokimia. dua faktor yang lebih menentukan tingkat dimana mengambil CO2 salah satunya adalah ketersediaan karbonat yang berawal dari deporsita besar leeusit (kerang) di tingkat atas laut. maka CO2 dalam biomasa tanaman yang tidak terdekomposisi dapat disimpan sebagai fosil atau berupa batu bara atau batu kapur (Kabar Indonesia. 2002). tetapi tingkat dimana mereka larut dengan CO2 meningkat namun lambatnya sirkulasi laut mencegah proses ini dikembang momentum yang berguna. mikologi. 1996). 2.92 Faktor yang menyerap CO2 di atmosfer adalah larutan dan organisasi vegetasi perairan. . bakteriologi. ilmu tanah.Dibutuhkan waktu lama untuk keasaman. dan ekologi. Proses dekomposisi dipengaruhi oleh interaksi antara kualitas substrat. Faktor yang Mempengaruhi Siklus Karbon Selain lambatnya omsel laut.

METODOLOGI 3.1.2 Bahan dan Fungsi Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum Biologi Dasar tentang Produsen dan Konsumen di Perairan adalah sebagai berikut :  Siput air  Parafin cair  Hydrilla  Air kolam  Larutan bromtimol biru  Kapas tidak masuk : sebagai konsumen : untuk menutup pori-pori kapas : sebgai produsen : sebagai media kehidupan : sebagai indikator CO2 : untuk menutup tabung reaksi agar udara . Alat dan Fungsi Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum Biologi Dasar tentang Produsen dan Konsumen di Perairan adalah sebagai berikut :  Tabung reaksi  Rak tabung reaksi  Hot plate  Sendok  Beaker glass  Pipet tetes  Cool box : untuk meletakkan bahan : untuk meletakkan tabung reaksi : untuk mencairkan parafin : untuk mengambil parafin cair : untuk tempat parafin cair : untuk memindahkan larutan dalam skala kecil : untuk pengkondisian reaksi gelap 3.93 3.

Skema Kerja 3.94 3.3.1.3. Reaksi Terang Tabung reaksi A1 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Dimasukkan siput air ↓ Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan kapas ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat terang ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .

95 Tabung reaksi A1 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Dimasukkan siput air ↓ Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan kapas ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat terang ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .

96 Tabung reaksi A2 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Dimasukkan siput dan hydrilla ↓ Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan kapas ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat terang ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .

97 Tabung reaksi A3 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Dimasukkan hydrilla ↓ Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan kapas ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat terang ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .

98 Tabung reaksi A4 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Ditutup tabung reaksi ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat terang ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .

Reaksi Gelap Tabung reaksi B1 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi ↓ Dimasukkan siput air ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan kapas ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat gelap ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .99 3.2.3.

100 Tabung reaksi B2 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi ↓ Dimasukkan siput air dan hydrilla ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan kapas ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat gelap ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .

101 Tabung reaksi B3 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi ↓ Dimasukkan hydrilla ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan kapas ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat gelap ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .

102 Tabung reaksi B4 ↓ Diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi ↓ Ditetesi larutan bromtimol biru ↓ Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan kapas ↓ Dicelupkan ke parafin cair ↓ Diletakkan di tempat gelap ↓ Diamati selama ↓ Hasil 3 hari 2 tetes .

Reaksi Terang Tabung Hari ke – 1 A1 -Siput hidup.1.1.1. -Larutan bromtimol biru berada di lapisan atas Keterangan Hari ke – 2 -Siput hidup -Larutan bromtimol biru bercampur dengan air dan warnanya biru bening A2 -Siput hidup -Daun hydrilla segar -Larutan bromtimol biru berada di atas lapisan -Siput hidup -Larutan bromtimol biru bercampur dengan air dan warnanya biru kehijauan A3 -Daun segar -Larutan bromtimol -Daun segar -Larutan bromtimol -Daun segar -Warna air Ruang Terang -Siput hidup -Warna air biru kehijauan dan agak keruh Ruang Terang Hari ke . Data Hasil Pengamatan 4. PEMBAHASAN 4.3 -Siput hidup -Warna air biru agak keruh Kondisi Inkubasi Ruang Terang .103 4.

hydrilla -Siput mati -Larutan bromtimol menjadi kehijauan -hydrilla -Siput mati -Larutan bromtimol biru -hydrilla layu Ruang Gelap Hari ke .2.104 biru berada di lapisan atas biru bercampur dengan air dan warnanya biru pudar lebih bening dan hampir hilang A4 -Larutan bromtimol biru berada di lapisan atas -Larutan bromtimol biru bercampur dengan air dan warnanya biru bening -Warna air tetap Ruang Terang Keterangan : A1 = air + siput A2 = air + siput + hydrilla A3 = air + hydrilla A4 = air 4.1.3 -Siput hidup -Laruatan bromtimol biru menjadi hijau kekuningan Kondisi Inkubasi Ruang Gelap . Reaksi Gelap Tabung Hari ke – 1 B1 -Siput hidup mulai melemas -Larutan bromtimol masih biru Keterangan Hari ke – 2 -Siput hidup -Larutan bromtimol biru berubah warna jadi biru kehijauan B2 -Siput hidup -Larutan bromtimol masih di lapisan atas .

Diletakkan tabung reaksi di rak tabung reaksi dan ditaruh di tempat terang. dan kapas.2.Diamati dicatat perubahan setiap harinya.A4. 4. hydrilla. pertama disiapkan 4 tabung reaksi yang kemudian diberi tanda menggunakan kertas label dan tabung reaksi tersebut diberi nama A1. larutan bromtimol biru. A2. rak.2. Analisa Prosedur Dalam praktikum Biologi Dasar tentang Produsen dan Konsumen di Perairan alat-alat yang digunakan adalah tabung reaksi. A3. 3 hari dan . dan pipet tetes. Reaksi Terang Pada reaksi terang. air kran. Tabung reaksi A1 diisi dengan air kran 2 cm kemudian ditetesi larutan bromtimol biru 2 tetes. dan ditetesi dengan larutan bromtimol biru 2 tetes.1. Masing-masing tabung diisi dengan air kran 2 cm dari mulut tabung reaksi.Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah siput air.105 masih segar agak layu B3 -Hydrilla masih segar -Bromtimol menjadi kehijauan -Hydrilla layu kekuningan -Warna air jernih -Hydrilla layu kekuningan -Bromtimol biru bening Ruang Gelap A4 -Bromtimol biru menjadi biru muda -Bromtimol biru tetap biru muda -Bromtimol biru tetap biru muda Ruang Gelap Keterangan : B1 = air + siput B2 = air + siput + hydrilla B3 = air + hydrilla B4 = air 4. parafin cair.Dimasukkan siput air di dalamnya kemudian mulut tabung ditutup dengan kapas dan dilapisi parafin cair agar tidak ada udara yang masuk.

Diamati 4. Tabung reaksi B3 diisi dengan air kran 2 cm kemudian ditetesi larutan bromtimol biru 2 tetes.Diamati hari dan dicatat hasil perubahan. Tabung reaksi A3 diisi dengan air kran 2 cm kemudian ditetesi larutan bromtimol biru 2 tetes.Kemudian langsung ditutup dengan kapas dan dilapisi parafin cair agar tidak ada udara yang masuk.Dimasukkan hydrilla di dalamnya kemudian mulut tabung ditutup dengan kapas dan dilapisi parafin cair agar tidak ada udara yang masuk. 3 3 3 hari dan dicatat hasil.Diletakkan tabung reaksi di rak tabung reaksi dan ditaruh di tempat terang. Reaksi Gelap Tabung reaksi B1 diisi dengan air kran 2 cm kemudian ditetesi larutan bromtimol biru 2 tetes.Diletakkan di rak tabung reaksi dan ditaruh di cool box kondisi gelap.Dimasukkan siput air di dalamnya kemudian mulut tabung reaksi ditutup dengan kapas dan dilapisi parafin cair agar tidak ada udara yang masuk.Dimasukkan hydrilla di dalamnya.Diletakkan di rak tabung reaksi dan ditaruh di tempat terang. kemudian mulut tabung ditutup dengan kapas dan dilapisi parafin cair agar tidak ada udara yang masuk.106 Tabung reaksi A2 diisi dengan air kran 2 cm kemudian ditetesi larutan bromtimol biru 2 tetes.Diamati 3 hari dan dicatat hasil.Diletakkan tabung reaksi di rak tabung reaksi dan ditaruh di tempat gelap. kemudian mulut tabung ditutup dengan kapas dan dilapisi parafin cair agar tidak ada udara yang masuk.2.Diamati hari dan dicatat hasil tiap harinya.Diamati 3 hari dan dicatat hasil perubahan.Diamati hari dan dicatat hasil perubahan.Dimasukkan siput air + hydrilla di dalamnya.Dimasukkan siput air + hydrilla di dalamnya. Tabung reaksi B2 diisi dengan air kran 2 cm kemudian ditetesi larutan bromtimol biru 2 tetes. kemudian mulut tabung ditutup dengan kapas dan dilapisi parafin cair agar tidak ada udara yang masuk.2.Diletakkan tabung reaksi di rak tabung reaksi dan ditaruh di tempat gelap. . 3 Tabung reaksi A4 diisi dengan air kran 2 cm kemudian ditetesi larutan bromtimol biru 2 tetes.Diletakkan di rak tabung reaksi dan ditaruh di tempat terang.

Analisa Hasil Pada praktikum Biologi Dasar tentang Produsen dan Konsumen di Perairan. Hari ke – 3. Tabung reaksi A3 hydrilla masih segar karena berfotosintesis. larutan bromtimol biru berada di lapisan atas.Kemudian langsung ditutup mulut tabung reaksi dengan kapas dan dilapisi dengan parafin cair agar tidak ada udara yang masuk. larutan bromtimol biru masih berada di lapisan atas. hydrilla masih segar karena berfotosintesis.1 Reaksi Terang Pada tabung reaksi A1 hasil pertama siput masih hidup. Tabung reaksi A3 daun hydrilla masih segar karena masih bisa berfotosintesis. dan hydrilla masih segar karena masih bisa berfotosintesis di tempat terang. larutan bromtimol campur dengan air warnanya biru pudar. larutan bromtimol biru bercampur dengan air dan warnanya menjadi biru bening. Tabung reaksi A4 bromtimol biru campur dengan air warnanya biru bening. Tabung reaksi A2 siput masih hidup karena mendapat O2 dari daun hydrilla. 3 hari dan diamati setiap 4.3. warna air biru kebiruan dan agak keruh.3. Tabung reaksi A4 larutan bromtimol masih berada di lapisan atas. pada tabung reaksi A1 siput masih hidup.Diletakkan di rak tabung reaksi dan ditaruh di cool box kondisi gelap. larutan bromtimol biru bercampur dengan air dan warnanya biru kehijauan. warna air hijau biru agak keruh.107 Tabung reaksi B4 diisi dengan air kran 2 cm kemudian ditetesi larutan bromtimol biru 2 tetes. tabung reaksi A3 daun segar karena . tabung reaksi A2 siput hidup karena mendapat O2 dari hydrilla. hydrilla masih segar karena bisa berfotosintesis. maka diperoleh hasil sebagai berikut : 4. Hari ke – 2. pada tabung reaksi A1 siput masih hidup. larutan bromtimol biru berada di lapisan atas.Diamati hari. Tabung reaksi A2 siput masih segar karena mendapat O2 dari hydrilla.

Hari ke – 2 . pada tabung reaksi B1 siput masih hidup. tabung reaksi B3 hydrilla layu tidak berfotosintesis. reaksi ini tidak membutuhkan cahaya (Sukabio.108 berfotosintesis. hydrilla layu. warna air hijau kekuningan. bromtimol biru menjadi biru kebiruan campur dengan air. bromtimol biru masih di lapisan atas. Hari ke – 3. 4. bromtimol biru menjadi kehijauan. bromtimol biru kehijauan. siput mati karena tidak mendapat O2 dari hydrilla. tabung reaksi B4. siput masih hidup mendapat O2 dan hydrilla masih segar karena fotosintesis. bromtimol biru bening. warna air jernih. pada tabung reaksi B1. Tabung reaksi B2. bromtimol masih berada di lapisan atas. tabung reaksi A4 warna air tetap. bromtimol biru menjadi kehijauan campur air pada tabung reaksi B3. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Tabung reaksi B4. bromtimol biru menjadi biru muda. hydrilla layu kekuningan. siput hidup mendapat O2 dari hydrilla. Tabung reaksi B2. pada tabung reaksi B3 hydrilla masih segar. Tabung reaksi B2. siput hidup.2 Reaksi Gelap Hari pertama pada tabung reaksi B1 siput masih hidup tapi mulai melemas.3.2009). tabung reaksi B4 bromtimol biru masih di lapisan atas. dan air biru lebih bening serta hampir hilang. hydrilla agak layu. .

Peran zat besi dalam siklus karbon laut adalah meningkatkan pertumbuhan fitoplankton yang menghasilkan CO2 dari udara melalui fotosintesis.109 5. . . . PENUTUP 5.1 Kesimpulan . .Hubungan siklus karbon dengan perairan adalah semakin banyak plankton.Siklus karbon didasarkan pada karbondioksida (CO2) yang dapat ditemukan di udara dalam bentuk gas dan air dalam bentuk terlarut.Pada percobaan reaksi gelap pada hari ketiga siputnya mati karena tidak mendapat O2 dari hydrilla.Siklus karbon adalah siklus biogeokimia. semakin banyak karbon yang disimpan dalam laut. geosfer. hidrosfer. dan hydrilla menjadi layu karena tidak mendapatkan sinar matahari sehingga tidak dapat melakukan proses fotosintesis. dan atmosfer bumi. Saran Dalam praktikum ini sebaiknya para praktikan memperhatikan dengan baik dan melakukan pengamatan dengan teliti sehingga dapat memperoleh hasil yang baik. .Faktor yang mempengaruhi siklus karbon adalah adanya karbonat yang berasal dari aeposito terang ditingkat atas laut. 5. . dimana karbon dipertukarkan antara biosfer.2.

2010. pukul 18. Diakses tanggal 15 November 2011.com/2010 /10/26/siklus-karbon-carbon-cycle. Siklus karbon.http://dharmadharma. http://samudra. Diakses tanggal 15 November 2011.id. . Devo.translate.00 WIB.15 WIB. 2010.co.00 WIB.Siklus karbon. 2003. pukul 16.Diakses tanggal 15 November 2011.Siklus karbon. 2011.wordpress.Diakses tanggal 15 November 2011. 1996. Navart. Diakses tanggal 15 November 2011. Pengertian sikluskarbon.110 DAFTAR PUSTAKA Darmadi. Sikluskarbon.Siklus Karbon.15 WIB.http://kmermanlsbw. Irfanda. pukul 16.http://dewar/1997/webhode.com/news /pengertian.com. 2010. pukul 18.http://www. Jakarta : Erlangga.decudesk. pukul 16.com/2010 /02/11/siklus-siklus-karbon-ia-laut.google. Heritage.00 WIB. Decudesk.wordpress.

Diakses tanggal 16 November 2011.com.http://catatan.wordpress. 2007. pukul 15.00 WIB. 2011. 2011. 2008.Diakses tanggal 18 November 2011. Syamsury.111 Kabar Indonesia. .00 WIB. pukul 13.bpphp.org.Siklus karbon.chemistry.Siklus karbon. pukul 13.com/carboncycle/Diakses tanggal 18 November 2011.Siklus karbon global.http://vinder88. Soetrisna.http://www. Siklus karbon. Ynder.http://syamsurymar.legawa. pukul 18. http://www.12web. 2009.00 WIB.00 WIB.blogspot. Legawa.Diakses tanggal 18 November 2011.com/2011/sikluskarbon/ Diakses tanggal 16 November 2011.00 WIB.Siklus karbon hubungan perairan.com. pukul 13.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->