KATA PENGANTAR

Modul dengan judul “Melaksanakan Pemasangan Instalasi Air Panas” merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum mahasiswa untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi melaksanakan pekerjaan plambing dan saniter. Modul ini mengetengahkan pengetahuan sistem instalasi air panas termasuk cara menghitung kebutuhan air panas dan cara pemasangan instalasi pipa airnya. Dengan modul ini mahasiswa dapat melaksanakan praktek tanpa harus banyak dibantu oleh instruktur. Tim Penyusun

i

DESKRIPSI

Modul ini terdiri dari dua kegiatan belajar yang mencakup: 1. Sistem penyediaan air panas. 2. Pemasangan instalasi pipa air panas pada rumah tinggal. Pada kegiatan belajar 1 membahas tentang berbagai sistem yang digunakan dalam penyediaan air panas termasuk cara menghitung kebutuhan air panas pada rumah tinggal. Pada kegiatan belajar 2 yang berisi kegiatan praktek membahas tentang cara memasang instalasi air panas di suatu rumah tinggal.

ii

PRASYARAT

Untuk melaksanakan modul dengan Sub Kompetensi Pemasangan Instalasi Air Panas, memerlukan kemampuan awal syang harus dimiliki mahasiswa, yaitu mahasiswa telah menguasai membuat macam-macam sambungan pipa dan mampu membaca gambar-gambar isometri pipa.

vii i

Pengetahuan Dasar 2.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DESKRIPSI PRASYARAT DAFTAR ISI PERISTILAHAN (GLOSSARY) PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL TUJUAN AKHIR MODUL KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 1. Pengetahuan 3. Lembar Kerja Tujuan Bahan dan Alat Keselamatan Kerja Langkah Pengerjaan Petunjuk Penilaian LEMBAR KUNCI JAWABAN DAFTAR PUSTAKA i ii iii xi 1 2 3 4 4 4 4 13 14 15 15 21 21 21 22 22 24 25 27 ix . Petunjuk Penilaian KEGIATAN BELAJAR 2 1. Tujuan 2. Lembar Latihan 4.

PERISTILAHAN (GLOSSARY) Debit aliran Laju aliran Departement store Lavatory tangan Sink dapaur Bath cup Shower Kloset besar Urinal Water Heater Boiler : Jumlah air yang mengalir dalam satuan volume per waktu : Jumlah air yang mengalir dalam satuan volume per waktu : Toserba : Bak cuci : bak cuci : Bak mandi berendam : Kran pancuran mandi : Tempat buang air : Peturasan : Mesin pemanas air :Ketel pemanas 1 .

3. Cobalah mengerjakan modul ini sesuai dengan langkah kerjanya. 5. 4. 2. Periksakan hasil kerja saudara pada instruktur. Kontrol hasil kerja saudara/i sebelum. Gunakan bahan dan alat yang sesuai dengan petunjuk. Membaca seluruh isi modul agar jelas yang dikehendaki oleh modul ini. 2 . jika pekerjaan saudara belum diterima oleh instruktur maka ulangi sesuai tahapan-tahapan yang telah diberikan.PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Sebelum mengerjakan modul ini mahasiswa terlebih dahulu harus: 1.

7. Memiliki Pengetahuan dan pemahaman tentang : 1. Menggunakan bahan dengan tepat dan benar. 4. Menggunakan alat dengan tepat dan benar. 3 . Menggunakan komputer sebagai alat hitung. Menghitung panjang ekivalen pipa distribusi. Menerapkan rumus-rumus dan meningkatkan cara membaca gambar instalasi pipa air panas. 5. Mengukur panjang pipa distribusi. 2. 3. Memasang instalasi pipa air panas. Cara pemanasan air. Menggunakan alat hitung seperti kalkulator. 6.TUJUAN AKHIR MODUL Setelah belajar dan melaksanakan program modul ini diharapkan mahasiswa dapat : A. Mengintalasi pipa air panas. 5. B. 3. 4. Menggunakan alat gambar. Memperkirakan debit aliran / laju aliran untuk berbagai keperluan alat plambing. Memiliki Ketrampilan tentang : 1. Sistem penyediaan air panas. 8. 2.

listrik. Memahami tentang laju aliran (debit air) 2. TUJUAN Setelah belajar tentang sistem pengetahuan air panas.KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1: Sistem penyediaan air panas 1. Pemanasan sesaat (instantanius). Pemanasan simpan (storage). Instalasi lokal Pemanas air dipasang dekat dengan alat plambing (plumbing fixture) yang membutuhkan air panas. 4 . Sistem ini umumnya digunakan untuk rumah/bangunan yang kecil-kecil Instalasi sistem lokal dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok yaitu : 1. Adapun hal tersebut yaitu seperti berikut : 1. Memahami tentang sistem pemanasan air 3. perawatan dan pemasangan instalasinya sederhana. 2. temperatur dan menghitung laju aliran. PENGETAHUAN Proses pembelajaran pada modul ini untuk Kegiatan Belajar 1 diberi penjelasan Sistem penyediaan air panas meliputi instalasi lokal dan instalasi sentral. Dengan sistem ini air panas segera didapatkan karena air pada pipapipa pemanas langsung dipasi dengan listrik ataupun gas sehingga dapat dialirkan ke alat plambing. diharapkan mahasiswa dapat : 1. gas ataupun dengan mencampurkan uap panas. kehilangan kalor pada instalasi kecil . cara pemanasan. Pemanasan dapat digunakan bahan gas. Sistem ini dapat dilakukan dengan menyimpan air pada tangki dan dipanaskan dengan listrik. Memahami tentang sistem penyedian air panas 2. Sistem penyediaan air panas a. dan nilai investasi cukup rendah. ataupun uap sebagai sumber kalor tergantung dari alat pemanasnya. Sistem ini terdapat beberpa keuntungan antara lain : cepat mendapat air panas. umumnya tangki-tangki yang digunakan mempunyai volume berkisar 100 liter.

Instalasi sentral Pemanas air sentral ini caranya adalah sebagai berikut : air dipanaskan dalam pipa-pipa di suatu tempat pembangkit dan dialirkan ke alat-alat plambing. akan memberikan efisiensi yang tinggi namun mempunyai kelemahan yaitu : Jika air panas digunakan maka air dingin masuk ke ketel sehingga dinding ketel akan mengalami perubahan yang mendadak dan akan memperpendek umur ketel. Sumber kalor biasanya menggunakan minyak. 2. Pencampuran uap panas pada air dingin sehingga mendapatkan air panas yang siap untuk dialirkan ke alat plambing. Cara pemanasan langsung 1) Ketel pemanas air ( storage hot water boiler ) Proses pemanasan karena konveksi. Kualitas air dingin yang kurang baik seperti adanya zat kapur maka akan menimbulkan kerak pada ketel Tekanan dinding ketel harus mempunyai tekanan yang lebih tinggi dari tekanan kerja. komplek perumahan.3 Pencampuran uap panas dengan air. maka hanya digunakan pada gedung-gedung yang besar seperti hotel. Sistem pemanas langsung 5 . jika digunkan listrik harganya terlalu mahal. Sistem pemanasan air a. pabrik. Gambar 1. b. Investasi untuk pemanas air secara sentral cukup mahal.

Kebutuhan temperatur pada masingmasing alat plambing / / pemakaiannya seperti dalam Tabel 1.2) Kombinasi ketel pemanas dengan tangki penyimpan Pemanasan secara ini prosesnya sebagai berikut : air panas keluar dari ketel dimasukan ke tangki penyimpanan sebelum didistribusi ke alat plambing. Gambar 2. Gambar 3. 6 . Cara ini mempnunyai efisiensi sangat rendah bila dibandingkan dengan cara langsung.Temperatur 1) Kebutuhan temperatur air panas Kebutuhan air panas pada masing-masing alat plambing berbeda-beda tergantung pada penggunaannya. Cara pemanasan tidak langsung Pemanasan air secara tidak langsung adalah seperti berikut : uap air. Pemanasan tidak langsung c. b. air panas/air sangat panas hasil pemanasan dari ketel dialirkan ke dalam jaringan pipa di dalam tangki penyimpanan air panas dan selanjutnya dialirkan kembali ke ketel.

.............. (1) Gc Gh dalam hal ini : tm = Temperatur campuran (oC) o tc = Temperatur air dingin ( C) th = Temperatur air panas (oC) Gc = Berat air dingin (kg) Gh = Berat air panas (kg) Gh (t m tc ) /( th t m ) ......... kebiasaan...…… (2) Prosentase air panas dalam campuran adalah : P 100(t m tc ) /(t h t m ) ................................... 7 ..............…. (3) d....... jumlah pemakai.......................................... maka temperatur air campuran dapat dihitung dengan rumus : (Gc )( tc ) (Gh )(t h ) tm ........................ banyaknya alat plambing......... Laju aliran/debit aliran Banyak cara yang dapat dipergunakan untuk menghitung besarnya laju aliran antara lain : jenis pemakaian gedung...................Tabel 1............... kebudayaan dan musim....…..... Kebutuhan standar temperatur pada pemakaiannya o Jenis pemakaian Temperatur ( C) 1 Minum 50-55 2 Mandi : Dewasa 42-45 Anak-anak 40-42 3 40-43 4 Pancuran mandi 40-42 5 Cuci muka dan cuci tangan 43 6 Bercukur 46-52 7 Dapur : 45 macam-macam keperluan Untuk mesin cuci : 45-60 Proses pencucian 70-80 Proses pembilasan 8 Cuci pakaian : 60 macam-macam pakaian 33-49 bahan sutra dan wool 49-60 bahan linen dan katun 9 Kolam renang 21-27 10 Cuci mobil (di bengkel) 24-30 2) Prosentase air panas dan air dingin Temperatur ideal artinya tidak terdapat perubahan panas karena pengaruh luar (tambahan maupun pengurangan )..........

(7) (t h dalam hal ini : Qd = Jumlah air panas (liter/hari) Qh = Laju aliran air panas maksimum (liter/jam) v = Volume tangki penyimpan (liter) H = Kapasitas pemanas (kcal/jam) N = Jumlah orang pemakai air panas (kg) Tabel 2............. maka laju aliran air panas dapat dihitung Tabel 2.5 1/3 1/10 1/5 Jangka waktu pemakaian puncak (jam) (h) 4 3) Kapasitas tangki penyimpanan untuk pemakaian sehari (liter) v 1/5 1/10 1/5 2/5 1/10 1/5 2/5 Kapasitas pemanas untuk pemakaian sehari r 1/7 1/10 1/6 1/8 1/10 1/10 1/6 7.. 4 ... 6.Untuk menghitung laju aliran air panas dapat digunakan dua cara yaitu : jumlah pemakai dan jumlah dan jenis alat plambing. (6) H (Qd )(g ) tc ) ......... 3.................................................................5 – 11.................................... ............. 7.............. Pemakaian air panas menurut jenis pemakaian gedung (Air panas temperatur 60o C) Jenis Penggunaan Gedung Setiap orang tiap hari (l / orang.. dan 8..........5 20 Kantor Pabrik Restoran Restoran (3 x makan sehari) Restoran (1 x makan sehari) Kamar mandi umum (1 x mandi per orang) 4 2 1 8 2 30 2) Perhitungan berdasarkan jenis dan jumlah alat plambing Jika pemakaian air panas pada beban puncak untuk setiap alat plambing dapat diperkirakan.. 1) Perhitungan berdasarkan jumlah pemakai Untuk menghitung besarnya laju aliran dapat digunakan rumus : Qd ( N )( qd ) . rumah susun............................... 2) hotel Rumah sakit (per tempat tidur) 4) Max per jam untuk pemakaian per hari (l / jam) qh 1/7 1.. 1)....................................10 1.....5 – 150 130 7..... (5) V (Qd )( v ) ................. hari) qd Rumah pribadi............. (4) Qh (Qd )( qh ) .......... 5...............................................

Tabel 3. Jumlah air panas dan dingin untuk mendapatkan air hangat 9 .

1 75.7 83.6 44.9 35.8 46.2 11.0 40.0 50.9 81.7 33.1 42.7 33.5 75.0 70.0 90.6 54.3 46.3 75.0 87.5 10 15 20 Air panas 70 ( C) 91.6 54.0 70.7 50.5 25.0 100.0 83.0 50.7 55.0 41.1 5 85.8 46.5 50.5 25.9 77. dapur (pantry sink) Bak cuci pakaian (laundry sink) Bak cuci pel (slop sink ) 15 3-5 45-75 Catatan : Faktor pemakaian alat plambing untuk Rumah sakit.9 77.0 100.7 Temperatur air dingin ( C) 10 15 20 25 Air panas 75 ( C) 84.3 90.0 41.0 50.0 66.7 63.0 50.0 80.7 83.0 25 88.7 63.0 80.1 100.0 42.4 57.7 72.0 80. hotel 25% Rumah pribadi.3 90.0 60. tergantung kebutuhan mesin cuci Untuk rumah pribadi dan rumah susun saja Keterangan Bak cuci tangan pribadi Bak cuci tangan untuk umum Bak mandi rendam (bath tub) Pancuran mandi (shower) Bak cuci.0 85.0 73.3 10 15 20 25 Air panas 80 ( C) 78.5 53.7 71.2 38.5 36.0 41.3 50.0 60.5 66.0 41.9 77.0 Air panas 55 ( C) 100.0 33.0 40.5 75.5 45.0 40.9 77.0 12.9 77.6 54.7 58.6 71.5 60.3 50.0 100.0 40.0 62.2 61.6 54.4 90.9 35.2 87.4 57.7 28.6 71. Prosentase air panas dan dingin Temperatur air campuran 65 60 55 50 45 40 35 30 60 55 50 45 40 35 30 45 40 35 30 5 80.0 60.7 63.0 70.5 Air panas 45 ( C) 100.7 71.1 42.3 22.5 100.8 72.2 61.7 50.3 16.0 60.3 66.8 66.3 50.0 10. Pemakaian air panas pada alat plambing Alat plambing Jumlah air panas sekali pakai (liter) 7.0 16.0 62.0 80.7 55.4 27.7 78.0 30.0 50.6 44.9 81.7 60.2 80.0 50.7 71.0 37.7 58.5 45.9 69.3 80.6 44.9 28.5 45.5 36.0 20.5 36.3 25.4 Air panas 40 ( C) 100.5 30.5 60.0 100.0 30.0 60.3 75.1 50.3 57.0 66.7 50.3 100.5 53.0 62.0 85.0 100.8 72.0 90.6 14.0 60.0 90.0 53.0 33.7 71.0 75.7 33.1 50.6 44.9 83.1 Tabel 5.3 100.4 57.6 76.8 66.4 100.8 66.9 69.0 20.0 60.3 50.7 63.7 100.0 85.6 76.8 72.3 22.0 40.4 64.0 70.3 66.0 62.0 70.0 85.5 5 100 50 15 10 15 Jumlah pemakaian per jam (/jam) 1 2-8 1-3 1-6 3-5 2-4 4-6 Pemakaian air panas per jam (liter/jam) 7.4 64.0 75.7 55.5 53. dan kantor 30% Pabrik.5 75.4 57.5 45.2 38.0 60.0 85.8 66.1 42.7 90.0 87. sekolah 40% 10 .5 50.6 54.5 75.2 61.0 100.0 5 92.0 100.0 66.0 20.8 46.0 88.3 18.0 83.9 69.2 38. rumah susun.0 33.0 62.6 87.0 37.0 40.3 57.5 50.0 66.4 33.Tabel 4. dapur (kitchen sink) Bak cuci kecil.7 Air panas 50 ( C) 88.8 66.8 72.0 87.7 55.0 53.7 71.3 84.7 33.4 27.0 80.7 55.8 83.3 66.3 66.9 28.7 40.5 Air panas 60 ( C) 100.3 66.7 58.5 36.8 23.5 10-40 100-300 50-300 45-75 20-40 60-90 Kalau untuk mesin cuci. 3 18.2 9.9 81.0 25.6 100.5 45.0 30.0 100.4 33.5 100.3 25.3 75.0 50.0 81.5 75.7 63.7 58.0 33.6 76.0 42.4 27.0 80.0 88.0 37.1 Air panas 65 ( C) 91.0 88.

6 45 76-380 45 76 76 852 114 57 0.30 0.4 114 38 106 114 284 76 38 0.6 30 114 45 852 0.60 Hotel Pabrik Kantor Rumah pribadi 7.00 Rumah sakit 7. dapur (pantry sink) Bak cuci pakaian (laundry sink) Bak cuci pel Pancuran mandi Untuk terapi / pengobatan : Pancuran mandi Bak rendam badan Bak rendam batang kaki Bak rendam lengan Bak rendam duduk Bak rendam dengan air mengalir Bak cuci bulat Bak cuci setengah-bulat Faktor pemakaian Koefisien kapasitas penyimpanan2) 7.40 1.40 1. 2) Yang dimaksud dengan koefisien kapasitas penyimpanan adalah perbandingan antara kapasitas tangki penyimpan dengan laju aliran maksimum air panas dalam liter/jam.80 7. jumlah air harus sesuai dengan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya.6 23 76 38 76 114 76 38 0. 1) .6 15 76 57 11.00 7.40 1.4 38 19 76 57 114 0. dapur (kitchen sink) Bak cuci kecil.25 Catatan : Kalau merk dan tipe mesin cuci diketahui.4 76 38 106 76 570 0.6 57 76-380 11.40 1. temperatur akhir 60(oC) Rumah susun Bak cuci tangan (pribadi) Bak cuci tangan (untuk umum) Bak mandi rendam (bath tub) Mesin cuci piring 1) Bak rendam kaki Bak cuci.6 23 76 190-570 11.25 0.00 7.00 7.90 7.6 23 76 190-570 11.70 Sekolah Penginapan pemuda 7.00 11 0.30 0.6 30 76 190-760 11.Tabel 6.4 38 19 76 114 Klub Olah raga 7. Jumlah air panas (liter/jam) dialirkan ke alat plambing.30 2.25 0.6 76 57 11.6 30 114 76-380 45 76 38 106 76 852 0. Pemakaian air panas tiap alat plambing menurut jenis penggunaan gedung.30 1.4 76 38 76 852 114 57 0.4 76 38 106 76 284 1500 2300 380 132 114 625 76 38 0.

75 1 Sekolah 0. Tabel 8.75 1.5 1.5 2.5 2. dan bak cuci pakaian.5 1.5 2.75 1 3 2. dan 30 apartemen dengan fasilitas tiga kamar tidur 6 penghuni.75 1 1.5 Hotel dan asrama 0.75 2.5 2.5 1.50 1) 2. menurut jenis alat plambing dan menurut jenis penggunaan gedungnya.5 3 2) 2. sink. maka : H = 6428.30 2) 0. 2) Kalau dilengkapi dengan air panas.75 1 1.5 Catatan : 1) Kalau pemakaian utama air panas adalah untuk pancuran mandi.5 3 0. Bak cuci tangan (pribadi) Bak cuci tangan (untuk umum) Bak mandi rendam (bath tub) Mesin cuci piring Bak cuci.5 1.15 2) 0.5 5 (untuk setiap 250 tempat duduk ruang makan) 3 1. Unit alat plambing untuk air panas.50 (kcal/jam) 12 . shower. Unit alat plambing untuk air panas (taksiran kasar) Jenis gedung Rumah sakit atau sanatorium Hotel.5 1. dapur (pantry sink) Bak cuci pel 1) Pancuran mandi Untuk terapi / pengobatan : Bak rendam badan Bak cuci bulat Bak cuci setengahbulat Rumah susun 0.5 - 4 3 - 2.5 0.5 Klub 0.Tabel 7.5 Pabrik 0.5 1.5 Rumah sakit 0.75 1 1.50 0. misalnya dalam klub atau pabrik (waktu pergantian pergantian giliran pekerja). 2) Dalam gedung kantor yang dilengkapi dengan “dapur kecil” (pantry). wastafel. dapur (kitchen sink) Bak cuci kecil.75 1 Penginapan pemuda 0. 30 apartemen dengan fasilitas dua kamar tidur 4 penghuni.5 1.5 2. Pancuran mandi harus dihitung sendiri.5 1.5 1. dapat digunakan angka untuk klub. Perlengkapan yang ada adalah setiap apartemen terdapat bak mandi (bath cup).5 2.5 5 2.30 3. 6 dan 8 dengan Tabel 5 maka : Qd = 150 (liter/orang/hari) x 300 (orang) = 45000 (liter/hari) Qh = 45000 (liter/hari) x 1/7 = 6428.5 1.5 Olah raga 0.5 2.50 (liter/jam) V = 45000 (liter/hari) x1/5 = 9000 (liter) th = 60 dan tc =5.5 1.5 - - 2.5 2. maka faktor pemakaian dianggap 1.50 (liter/jam) x (60-5) = 353567.75 1 Kantor 0. 1) Berdasarkan jumlah penghuni Jumlah penghuni gedung = (30x4)+(30x6) = 300 penghuni Rumus 4. Contoh Suatu bangunan gedung 60 apartemen.75 1 1. penginapan Kantor Sekolah dasar Sekolah lanjutan Rumah susun Satuan Tempat tidur Kamar Pegawai Siswa Siswa Keluarga Unit alat plambing air panas 2. e.5 2.5 1.75 1.00 Catatan : 1) Kalau tiap kamar masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi.5 2.5 2.5 1.

Untuk menentukan debit aliran/ laju aliran air pada pipa distribusi akan didapatkan puncak penggunaan serentak dalam satuan liter/jam faktor pemakaian 0.3) 0. Bagaimana cara menghitung laju aliran air panas dengan metode berdasarkan jumlah penghuni bangunan ? 13 .2) Berdasarkan jenis dan jumlah alat plambing Dengan menggunakan Tabel 6. pemakaian puncak per menit. 2. Jika mau membandingkan pilih suatu debit terbesar dari ke tiga metode tersebut. sedangkan debit aliran dalam liter/hari dengan faktor penyimpanan 1. jenis dan jumlah alat plambing. LEMBAR LATIHAN 1. 4. Kapasitas pemanas dapat menggunakan satuan kcal/jam 3. Untuk menghitung debit aliran /laju aliran air pada intalasi pipa distribusi adalah seperti berikut : Menghitung debit aliran / laju aliran air pada pipa distribusi dapat menggunakan metode jumlah penghuni.3 x19140 Volume tangki (faktor penyimpanan 1. Jika memilih metode berdasarkan jenis dan jumlah alat plambing maka hitung jumlah alat plambing seluruh la yanan jaringan distribusi.25x5742 1. 3. pemakaian debit rata-rata per hari. Jika memilih metode berdasarkan jumlah penghuni maka hitung jumlah penghuni seluruh layanan jaringan distribusi.25) Kapasitas pemanas 5742x(60-5) 4560 (liter/jam) 6840 (liter/jam) 900 (liter/jam) 2280 (liter/jam) 4560 (liter/jam) 19140 (liter/jam) 5742 (liter/jam) 71775 (liter) 315810 (kcal/jam) 1. pemakaian puncak per menit.3. 5. atau berdasarkan luasan lantai yang ada pada layanan jaringan distribusi selanjutnya ditaksir penghuninya dan gunakan Tabel 5 dan rumus 4. unit beban alat plambing. Selanjutnya menghitung debit pemakaian rata-rata per jam. 6 dan 8. Analisis laju aliran dan kapasitas pemanas Bak mandi (bath cup) 60 x 76 Shower 60 x 114 Wastafel 60 x 15 Sink 60 x 38 Bak cuci pakaian 60 x 76 Jumlah Laju aliran (faktor pemakaian= 0. Selanjutnya menghitung debit pemakaian rata -rata per jam. pemakaian debit rata-rata per hari. maka dapat dihitung laju alairannya yaitu : Tabel 9.25. Gunakan faktor penggunaan serentak yang ada pada layanan jaringan distribusi serta gunakan Tabel 7.

Hitunglah laju alira air panas untuk seluruh perumahan yang jumlahnya 100 kelurga dengan metode berdasarkan jumlah penghuni. Manakah aliran aliran yang saudara ambil sebagai pedoman perancangan dari berbagai metode ? Apa alasannya ? 5. 4. Tabel berapa yang saudara gunakan untuk menghitung laju aliran air panas berdasarkan metode jenis dan jumlah alat plambing ? 4. 1 cuci dapur. Langkah apa yang pertama-tama saudara ambil untuk menghitung debit air berdasarkan unit beban alat plambing ? 3. setiap keluarga mempunyai fasilitas seperti beriku : 2 kamar mandi. volume penyimapanan air panas. Suatu bangunan perumahan dinas mempunyai penghuni 100 keluarga. pemakaian puncak.2. 2 untuk taman. PETUNJUK PENILAIAN No 1 2 3 4 5 Aspek Soal no 1 Soal no 2 Soal no 3 Soal no 4 Soal no 5 Indikator Terjawab dengan benar Skor maks 15 15 15 15 40 100 70 LULUS / TIDAK LULUS Skor Yang dicapai Ket Jumlah Skor Maksimal Syarat Skor Minimal Lulus Jumlah Skor Yang Dapat Dicapai Kesimpulan 14 . 2 kloset duduk. dan kapasitas pemanas . 1 cuci pakaian dengan menggunakan mesin listrik.

(b) alat tidak diolengkapi katup pengaman otomatis. 1. . 3) Alat pemanas dengan pembakar minyak Alat pemanas ini hampir sama dengan pemanas air yang menggunakan gas. Sistem pipa Sistem perpipaan pada pemanas air ada dua. PENGETAHUAN DASAR Pada kegiatan ini mahasiswa diharapkan dapat memasang instalasi air panas untuk rumah tinggal. c. Air dingin masuk dari bawah dan air panas keluar di bagian atas tangki pemanas. Gas buang harus dipasang di atas atap 0. Jenis Alat 1) Alat pemanas gas Pemanas air dengan menggunakan gas terdapat dua sistem yaitu (a) alat tidak bekerja dan akan menutup secara otomatis katup pengaman yang ada pada mesin pemanas jika air kurang dari minium yang disyaratkan. Memasang intalasi air panas pada rumah tinggal dapat dijelaskan bahwa pemanas air yang akan diinstal adalah mesin pemasan pabrrikan ( satu unit alat pemanas air).KEGIATAN BELAJAR 2: Memasang instalasi air panas pada rumah tinggal 1. Sedangkan untuk yang ke bawah sistem tersebut berdasarkan gravitasi. 2) Alat pemanas listrik Alat pemanas yang berujud elemen pemanas di masukan dalam air dalam pemanas sehingga akan terjadi perubahan air dari dingin menjadi panas. Konstruksi peralatan Dari uraian diatas maka contoh pemanas air yang sangat sederhana yaitu seperti dalam Gambar 4 dan 5. Sistem ke atas agar dapat melayani air panas pada lantai di atas alat maka perlu digunakan alat pendorong yaitu pompa air.6m. jika air kurang dari yang disyaratkan maka mesin pemanas akan mengembang karena panas akhirnya rusak. 15 . yaitu : (a) sistem ke atas ( up feed ) dan (b) sistem ke bawah (down feed). Bahan pemanas digunakan nikelkrom diselubungi konduktor kalor (oksida magnesium). b. Memasang Instalasi pipa air panas Instalasi air panas yang perlu diperhatikan adalah : a. oleh karena itu pencabangan seabiknya menggunakan bahan perunggu/kuningan. Tekanan uap pada mesin pemanas air biasanya tidak lebih dari 7 kg/cm2 dan jika tekanan yang terjadi sebesar 7 kg/cm2 maka panas air sebesar 100oC.

Gambar 3. Alat pemanas air dengan menggunakan gas 16 .

Gambar 4. Alat pemanas air menggunakan listrik 17 .

3) Pemanas yang menggunakan bahan pemanas gas kurang diminati. bak mandi. 18 . 1) Pada sirkulasi alami / sistem gravitasi pada umumnya suplay air dingin ke alat pemanas kurang dari minimum akan menyebabkan kerusakan pada mesin. maka tekanan yang dibutuhkan 5m kolom air. Kesulitan pemasangan instalasi. Penyerapan panas pada bahan pipa distribusi sampai dengan pemakai diabaikan. sink dan alat plambing lainnya. 2) Pada sirkulasi paksaan yaitu dengan pompa. maka perlu diberi saklar pada aliran listriknya. jika temperatur kurang dari minimum pompa akan hidup dan memberi layanan air pada pemanas. Namun untuk instalasi dengan kapasitas besar dan terpusat. Ukuran pipa Pipa untuk instalasi air panas umumnya menyesuaikan dengan pipa masuk air dingin dari yang sudah ada dan pipa flexsibel pada mesin pemanas air baik inlet maupun outletnya.d. e. Alat sambung yang digunakan pada instalasi pemanas air sama dengan instalasi air bersih dingin. maka penyerapan panas karena bahan instalasi perlu diperhitungkan (misalnya untuk hotel dan pabrik). temperatur maksimum maka pompa akan mati secara otomatis. Pemanas air sesaat dengan kapasitas kecil umumnyanya langsung dihubungkan dengan alat plambing seperti shower. mengingat pada penggantian bahan pemanas. Penggunaan saklar termostart akan efektif. Untuk mengatasi terjadinya kerusakan alat pada instalasi pemanas yaitu dengan menggunakan saklar termosstart pada pipa balik.

2. Pemanas air dengan daya listrik 19 . Memasang instalasi pemanas Instalasi pemanas air untuk rumah tinggal umumnya digunakan kapasitas kecil seperti pemanas dengan bahan listrik ( Gambar 5). gas (Gambar 6). Suplay air dingin Daya /List rik Dinding ½ Batu Kran Panas-Dingin Lantai beton Pipa pembuangan Bak Mandi Gambar 5. Pengisian air pada tangki pemanas dengan menggunakan bak tandon air/ reservoir atas dengan harapan bahwa sistem gravitasi/ sirkulasi alami akan sempurna.

Keterangan : Keterangan gambar di atas : No. 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 THS TB COS PL MS FS Nama Difram Lubang penguras dengan saringan Lubang penguras Pipa masuk air dingin Lubang penggantung Saklar pengaman temperatur Sambungan tanah Katup pengatur air Orifis Lubang masuk kabel Simbol OHTH E . Nama 1 Elemen pemanas 2 Pipa air dingin 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Saklar termostat Pelat pendukung Pipa keluar air panas Tutup Pelat spesifikasi Papan sambungan listrik Saklar penuh air Lampu indikator Saklar elektromagnetik Saklar aliran air Simbol H No.

Mata bor k. Pemanas dengan menggunan gas kapasitas kecil 2. LEMBAR KERJA Tujuan Setelah melaksanakan praktek ini diharapkan mahasiswa dapat melaksanakan pemasangan instalasi air panas dengan baik dan benar. Tangga l. Mesin bor j. Kabel isi 3 b. Solder listrik f.Bahan: a. Bahan dan Alat .Alat: a. Kunci pipa h. Avometer g. Timah patri . Tang pengupas kabel c. Obeng .Gambar 6. Kunci pas dan ring i. Palu b. Rol meter e. Tang penjepit d.

matikan lebih dahulu aliran listrik. S emua benda yang tidak digunakan singkirkan dari tempat kerja. b. Saat mematri harus hati-hati dengan air keras. Jika perlu dapat digunakan pipa fleksibel. Tentukan letak mesin pemanas air pada tembok/ dinding rumah sesuai dengan gambar kerja. Pipa PVC ½inci e. f. Pipa fleksibel ½inci i. d. Pasang pipa untuk outlet ( pipa suplay air panas ke pemakai/alat plambing ). Hati-hati saat melobang dengan mesin bor. e. d. g. Pipa fleksibel ¾inci h. Jangan dihidupkan aliran listriknya sebelum tangki pemanas pehuh air. Perletakan tangga harus betul-betul mantap tidak bergeser saat dinaiki. Langkah Pengerjaan a. Hati-hati saat menyambung kabel listrik. Klem pipa g. Kran ½inci panas /dingin Keselamatan kerja a. Pasanglah mesin pemanas air pada dinding dengan perkuatan baut fiser. pilih pipa yang sesuai. Pasang kabel dari mesin pemanas air ke stop kontak. Bila ada kesulitan konsultasi pada instruktur. Bacalah gambar kerja dengan seksama. Alat sambung kabel listrik j. Pipa PVC ¾inci d. pilih pipa yang sesuai. Jika perlu dapat digunakan pipa fleksibel. c. g. Lubangi dinding tempat menempel mesin pemanas air untuk pasang baut fiser. e. b. jika jarak stop . f. c. Pasang pipa untuk inlet ( pipa suplay air dingin ke pemanas air ).c. Paku beton f.

. h. Hidupkan listrik.kontak ke pemanas air masih jauh pasanglah sambungan kabel yang disediakan. Konsultasikan pekerjaan saudara/i pada instruktur. l. k. Patrilah sambungan kabel tersebut dengan menggunakan solder listrik. dan pastikan bahwa untuk sirkulasi air telah baik. tanyakan pada instruktur. i. apakah air telah panas ? Jika air yang keluar dari kran panas maka sistem telah berjalan baik. dan yang terpenting sambungan harus diisolasi dengan baik. Jika terjadi keragu-raguan dalam pelaksanaan pekerjaan. Tunggu beberapa saat dan bukalah kran pada alat plambing. j. Cek aliran air dari inlet sampai uotlet pada mesin pemanas.

90 Pipa buangan Lantai +0.00 Gambar 7.Gambar Kerja Air dingin/ Normal dari reservoir Dinding ½ batu + 1. Pekerjaan Instalasi Pemanas Air .00 + 0.500 Pemanas air Kabel listrik ke stop kontak Pipa fleksibel ½ “ Kran air panas/dingin + 1.

Petunjuk Penilaian No Aspek Skor Max 20 20 60 100 70 Lulus/ tidak lulus Skor yg dicapai Ket 1 Kerapian 2 Kuat 3 Tidak bocor Jumlah skor maxsimum Syarat skor min lulus Jumlah skor yang dicapai Keterangan 24 .

tetesan air pada kran. Langkah pertama adalah menentukan jumlah alat plambing yang digunakan. Dengan demikian maka perancangan pipa distribusi aman. 3. Perhitungan: Berdasarkan penghuni jumlah Suatu perumahan dinas 100 keluarga. maka yang diambil untuk digunakan adalah nilai debit aliran yang terbesar. Tabel 3 dan 4 4. siram taman. Dihitung jumlah penghuni seluruh jaringan distribusi yang akan dilayani. Jika dalam menghitung debit aliran digunakan beberapa metode. maka pemakaian air sehari adalah : (500)(250) 3 m /hari = 125000 liter/hari =125 dari hasil tersebut di atas masih diperlukan tambahan air sebesar 20% untuk kebocoran instalasi. Dengan mengalikan nilai beban dan jumlah alat plambing maka akan diketahui debit aliran airnya. dua anak dan satu pembantu. 2. Setelah jumlah alat plambing diketahui maka beban masing . Setelah didapatkan nilai kebutuhan airnya dikalikan dengan jumlah penhuni. 5. Selanjutnya melihat Tabel 1 untuk menentukan sifat bangunan hubungannya dengan penghuni tentang kebutuhan air per orang per hari. maka pemakaian air sehari adalah : 25 . ibu. maka dapat diperkirakan jumlah penghuninya adalah : (100)(5) = 500 orang Tabel 1 didapatkan pemakaian air per orang 250 liter/hari per orang. maka didapatkan jumlah debit aliran air.LEMBAR KUNCI JAWABAN Kegiatan Belajar 1 1.masing alat plambing dapat dilihat dalam Tabel 3 dan 4. setiap keluarga terdiri dari bapak.

Qd = (1.2)(125) = 150 m3/hari 26 .

5 m3/jam Qm-max = (3)(18.00 m /menit. Gambar 27 3 . maka : Qh-max = (2)(18.75)/60 =0.75) = 37. setiap keluarga disediakan dua kamar tidur.Jika diasumsikan pemakaian air selama 8 jam. berdasarkan pada Tabel 3.9375 m3/menit . Perumahan dinas terdiri dari 4 lantai. Analisis debit aliran/laju aliran di apartemen dalam satu lantai Jenis alat plambing Kloset Bak mandi Cuci dapur Cuci pakaian Kran taman Jumlah alat plambing 50 50 25 25 50 Unit beban alat plambing 10 3 2 3 5 (taksir sesuai dengan yang umum Jumlah Jumlah unit beban alat plambing 500 150 50 75 250 1025 3 Dengan menggunakan Gambar 1 maka debit aliran / laju aliran air pada pipa distribusi dengan penggunaan serentak adalah : 750 liter/menit Untuk empat lantai maka 4 x 750 = 3000 liter/menit = 3. dua bak mandi (bath cup). perlengkapan untuk setiap keluarga disediakan dua kloset duduk lengkap dengan bak pengglontor. maka besarnya pemakaian air adalah : Qh = (150/8 ) =18.75 m /jam Apabila kita gunakan koefisien c1 =2 dan c2 = 3. satu bak cuci dapur dan satu cuci pakaian dan dua untuk kran taman.Berdasarkan unit beban alat plambing Suatu perumahan dinas dihuni 100 keluarga. 4 dan 5. Gambar 2 maka dapat diperkirakan jumlah laju aliran airnya adalah seperti berikut: Tabel 5.

2 didapatkan hasil = 3000 liter/menit 28 .

Umum.T.DAFTAR PUSTAKA 1 2 3 4 5 Pendidikan Nasional. 1984. Pradnya Paramita SNI 03 – 6481 . Jakarta Leslie Wooley. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruam. 1977. Kurikulum Edisi 1999. Northwood Departemen Pekerjaan Publications Ltd. Jakarta. Pedoman Plambing Departemen Indonesia. P. DPU Soufyan dan Morimura. Bandung. London. Perencanaan dan Pemeliharaan Sistem Plambing. Sanitation Details In SI Metric.2000 29 . 1979.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful