P. 1
Makalah Ulumul Qur'An

Makalah Ulumul Qur'An

|Views: 147|Likes:
Published by Alfi Luthfan

More info:

Published by: Alfi Luthfan on Apr 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

BAB II

PEMBAHASAN
Dalam pembahasan ini saya akan membahas tentang pengertian wahyu dan proses
pewahyuan, pengertian al-qur‟an dan nama-namanya, pengertian ayat dan surat serta
pembagiannya.
1. Pengertian Wahyu dan Proses Pewahyuan
A. Pengertian wahyu
Kata wahyu mempunyai dua arti, yakni :
1. Wahyu dalam arti Al – iihaa’u ( memberi wahyu )
2. Wahyu dalam arti Al - muhaabihi ( yang di wahyukan )
Dalam makalah ini saya akan menjelaskannya satu persatu.
1. Wahyu dalam arti Al - – iihaa‟u ( memberi wahyu )
Menurut bahasa kata ini mempunyai arti memberitahukan sesuatu dengan cara
yang samar-samar dan cepat. Sedangkan menurut agama, kata ini mempunyai arti
pemberitahuan tuhan kepada nabinya tentang hukum-hukum tuhan, berita-berita, dan
cerita-cerita dengan cara yang samar, tetapi meyakinkan kepada nabi atau rasul yang
bersangkutan, bahwa apa yang diterimanya adalah benar-benar dari Allah SWT.
Allah telah menerangkan dalam al-qur‟an tentang cara pemberitahuan yang
dikehendaki tuhan kepada nabinya, yaitu terdapat dalam al-qur‟an surat As-Syura ayat 51
:
¯ 4`4Ò 4p~E ·O=¯4±g¯ pÒ¡
+OE©ggU·¯NC +.- ·º)³ O;O4Ò uÒÒ¡
}g` ^<.-4O4Ò ··O_´E uÒÒ¡ º´c¯ONC
LºO÷c4O =/^ÒONO·· ·gOg^^O)¯) 4`
+7.4=EC _ +O^^)³ ±Oj>4N _¦1´:EO
^)¯÷
Artinya :
“ dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia
kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir
1345
atau dengan mengutus
seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang dia
kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha tinggi lagi Maha Bijaksana.”

Berdasarkan atas ayat tersebut maka wahyu itu ada 3 macam :
1. Pemberitahuan tuhan dengan cara ilham tanpa perantara. Termasuk dalam bagian
ini adalah mimpi yang tepat dan benar, misalnya nabi Ibrahim pernah menerima
perintah menyembelih putranya ( Nabi Ismail ). Peristiwa ini diungkapkan oleh
Allah dalam al-qur‟an surat As-Shaffat ayat 102 :
*····· EuÞU4 +OE¬4` =/uROO¯-
4··~ O/E_+:4C EO)E+)³ ¯O4OÒ¡ O)×
g¬4LE©^¯- EO)E+Ò¡ El+4Ò±^OÒ¡
¯OO¬^·· -·O4` ±O4O·> _ 4··~
ge4Ò^4C ¯E¬^·- 4` NO4`u·¬> W
EO)+÷³´×4Ec p)³ 47.E- +.-
=}g` 4ׯ)O´¯O¯- ^¯´g÷
Artinya :
“ maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-
sama Ibrahim. Ibrahim berkata : “hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam
mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu !” Ia
menjawab : “ hai bapakku, kerjakanlah apa yang di perintahkan kepadamu.
insyaAllah engkau mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
2. Mendengar firman Allah di balik tabir, seperti yang di alami Nabi Musa ketika
menerima pengangkatan kenabiannya. Peristiwa ini di jelaskan dalam al-qur‟an
surat Thaha ayat 11 – 13 :
.O©ÞU·· E_´·>Ò¡ EOg1O+^
-/E<O÷©4C ^¯¯÷ EO)E+)³ ¦4^Ò¡
ElG4O ;7ÞUu=·· El^OÞUu¬4^ W
ElE^)³ g1-4O^¯)
+EO³·³÷©^¯- O4O¬C ^¯g÷ 4^Ò¡4Ò
El¬>uO4¨u=- ;7g©4-¯c·· E©g¯
-/EÒONC ^¯@÷
Artinya :
11) Maka ketika Ia datang ke tempat api itu ia dipanggil : “hai Musa”. 12)
Sesungguhnya aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu;
sesungguhnya kamu berada dilembaah yang suci, thuwa. 13) Dan aku telah
memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
Begitu juga peristiwa Mi‟rajnya Nabi Muhammad SAW ketika menerima
perintah shalat termasuk juga dalam kategori yang kedua ini.
3. Penyampaian wahyu tuhan dengan perantaraan malaikat jibril yang di dalam al-
qur‟an disebut Al-Ruhul Amin.

2. Wahyu dalam arti Al - muhaabihi ( yang di wahyukan )
Dalam hal ini ada 2 macam, yaitu :
1. Al-Qur‟an
2. Hadits-hadits nabi
Hadits-hadits nabi itu sekalipun dari segi susunan bahasanya disusun oleh nabi
sendiri, tetapi dari segi makna (jiwanya) dating dari tuhan. Karena itu, hadits-
hadits nabi itupun dianggap sebagai wahyu pula. Dalil – dalil yang menunjukkan
bahwa hadits-hadits nabi itu termasuk wahyu adaalah :
a) Al-Qur‟an surat An-Najm ayat 3 – 4 :
4`4Ò ÷-gCL4C ^}4N -O4OE¤·±- ^@÷
up)³ 4O¬- ·º)³ E/¯Ò4Ò _/EÒONC ^j÷
Artinya :
3) dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-qur’an) menurut kemauan hawa
nafsunya. 4) ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan
(kepadanya).
b) Sabda Nabi yang diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari
Niqdam bin Ma‟dikariba :
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
Artinya :
Ingatlah bahwasanya aku diberi Al-qur’an dan semacam Al-qur’an
besertanya
c) Abu Dawud dan Hasan bin Athiyah, berkata :
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
Artinya :
Jibril AS turun pada Rasulluah dengan membawa sunnah (hadits),
sebagaimana dia turun padanya dengan membawa Al-qur’an dan dia
mengajarkan sunnah pada nabi, sebagaimana dia mengajarkan Al-qur’an
padanya.
Hanya perlu diketahui, bahwa sekalipun hadits-hadits Nabi itu
dipandang sebagai wahyu, namun pada hakikatnya masih ada perbedaan yang
prinsipal antara hadits dan al-qur‟an, meskipun keduanya adalah wahyu ilahi.
B. Proses Pewahyuan
Cara wahyu Allah turun kepada para rasul
Allah memberikan wahyu kepada para Rasulnya ada yang melalui perantara dan
ada yang tidak melalui perantara.
 Melalui malaikat Jibril, malaikat pembawa wahyu.
Ada 2 cara penyampaian wahyu oleh para malaikat Jibril kepada rasul :
1. Datang kepadanya suara seperti dencingan lonceng dan suara yang amat kuat
yang mempengaruhi factor-faktor kesadaran. Sehingga ia dengan segala
kekuatannya siap menerima pengaruh itu. Cara inilah yang paling berat buat
nabi.
2. Malaikat datang kepada rasul, yaitu yang pertama datang dengan wujud
aslinya, yang kedua datang dengan menjelma sebagai seorang laki-laki dalam
bentuk manusia yang bernama Duhyah bin Khalifah.

 Tanpa melalui perantara, yakni :
a) Mimpi yang benar di dalam tidur
b) Dari balik tabir, seperti yang terjadi pada nabi Musa

2.Pengertian Al-Qur‟an dan Nama-Namanya
A. Pengertian Al-Qur‟an
Beberapa pengertian tentang al-qur‟an telah dikemukakan oleh beberapa ulama‟
dari berbagai keahlian dalam bidang bahasa, ilmu kalam, usul fiqhn dan sebagainya.
Pengertian-pengertian itu sudah tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya, karena
penekanannya bebeda-beda di sebabkan perbedaan keahlian mereka.
Sehubungan dengan itu Dr. Subhi Al-Shalih merumuskan definisi pengertian al-
qur‟an yang dipandang sebagai definisi yang dapat diterima para ulama terutama ahli
bahasa, ahli fikih, dan ahli ushul fikih.
“Al-qur’an adalah firman Allah yang bersifat mukjizat yang diturunkan kepada
nabi Muhammaad SAW, yang tertulis di dalam mushaf-mushaf yang di nukilkan dengan
jalan mutawatir dan yang membacanya di pandang beribadah.”
2
Ada beberapa pendapat tentang asal kata Al-qur‟an, diantaranya :

1) Al Syafi‟I, salah seorang imam madzhab yang terkenal ( 150-204 H )
berpendapat, bahwa kata al-qur‟an itu di tulis dan di baca tanpa hamzah ( al-
quran bukan al-qur‟an ) dan tidak di ambil dari kata lain. Ia adalah nama yang
khusus di gunakan untuk kitab suci yang di berikan kepada nabi Muhammad,
sebagaimana nama injil untuk nabi Isa AS.
2) Al – Farra seorang ahli bahasa yang terkenal, pengarang kitab Ma‟anil Qur‟an
tidak menggunakan hamzah dan di ambil dari kata Qarain jamak qarinah, yang
artinya indicator atau petunjuk. Hal ini di sebabkan sebagian ayat-ayat al-qur‟an
itu serupa satu dengan yang lain, maka seolah-olah sebagian ayat-ayatnya itu
merupakan indikator dari yang di maksud oleh ayat lain yang serupa itu.
3) Al-Asyari seorang ahli ilmu kalam, pemuka aliran sunni ( Wafat 324 H )
berpendapat, bahwa lafal al-qur‟an tidak menggunakan hamzah dan di ambil dari
kata qorona. Yang artinya menggabungkan, hal ini di sebabkan surat-surat dan
ayat-ayat al-qur‟an itu di himpun dan di gabungkan dalam satu mushaf.

B. Nama-Nama Al-Qur‟an
1) Al-Qur‟an
Nama ini terdapat dalam al-qur‟an surat Al-Baqarah ayat 185
2) Al-Furqan
Nama ini terdapat dalam al-qur‟an surat Al-Furqan ayat 1
3) Al-Kitab
Nama ini terdapat dalam al-qur‟an surat An-Nahl ayat 89
4) Al-Dzikr
Nama ini terdapat dalam al-qur‟an surat Al-Hijr ayat 9
3.Pengertian Ayat dan Surat serta pembagiannya
A. Pengertian Ayat
Pengertian ayat menurut bahasa (etimologi) ada beberapa, yaitu :
a) Mukjizat, sebagaimana terdapat dalam Al-Qur‟an surat Al-baqarah ayat 211
b) Tanda (alamat), sebagaimana terdapat dalam Al-Qur‟an surat Al-baqarah ayat 248
c) Pelajaran (peringatan), sebagaimana terdapat dalam Al-Qur‟an surat Al-imran
ayat 13
d) Suatu hal yang sangat menakjubkan (mengherankan), sebagaimana terdapat
dalam Al-Qur‟an surat Al-mu‟minun ayat 50
e) Bukti (dalil), sebagaimana terdapat dalam Al-Qur‟an surat Al-rum ayat 22
Pengertian ayat menurut istilah (terminologi) adalah :
“Suatu kumpulan kata yang mempunyai awal dan akhir yang termasuk di dalam
suatu surat dari Al-qur‟an”
3
Akhir ayat di sebut “fashilah”.
B.Pengertian Surat
Pengertian surat adalah:
“Sekelompok (sekumpulan) ayat Al-qur‟an yang berdiri sendiri, yang mempunyai
permulaan dan penghabisan”.
4
Al-qur‟an terdiri dari 114 surat, yang tidak sama panjang dan pendeknya. Ada yang
panjang, sedang, dan pendek. Yang terpanjang adalah surat al-baqarah terdiri dari 286
ayat, sedang yang terpendek adalah surat Al-kautsar terdiri dari 3 ayat
C.Pembagian Surah Dalam Al-qur‟an
Dilihat dari segi tempat turunnya, ayat-ayat al-qur‟an digolongkan menjadi dua.
Pertama, ayat-ayat yang di turunkan kepada nabi Muhammad saw, sebelum hijrah
ke Madinah di sebut ayat-ayat Makkiyah.
Kedua, ayat-ayat yang di turunkan kepada nabi Muhammad saw, sesudah hijrah
di sebut ayat-ayat Madaniyah.
Berdasarkan penelitian para ulama‟, ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah memiliki
karakteristik dan tema bahasan yang beebeda-beda.
1. Surah Makkiyah
a) Suku kata dan ayat-ayatnya pendek-pendek.
b) Banyak di awali dengan seruan “ Ya ayyuha an-nas”.
c) Pada umumnya, mengandung hal-hal yang berhubungan dengan masalah
akidah, ancaman dan pahala, kisah-kisah umat terdahulu, dan pelajaran
budi pekerti, kecuali pada surat Al-baqarah.
d) Banyak di jumpai kata “kalla” yang artinya „jangan”.
e) Pada umumnya, dimulai dengan huruf-huruf tahajjiy, seperti alif Lam
Mim, Alif Lam Ra, Hamim, dan sebagainya, kecuali pada surah al-baqarah
dan ali-imran.
f) Banyak di sebut ayat-ayat sajadah.
2. Surah Madaniyah
a) Suku kata dan ayat-ayatnya cukup panjang.
b) Banyak di awali dengan seruan “ Ya ayyuha al-lazi na amanu” namun,
beberapa ulama‟ memberikan pengecualian pada beberapa ayat di bagian
akhir surah aal-hajj.
c) Muatannya lebih banyak berhubungan dengan mu‟amalah, had, interaksi
social, warisan, hubungan internaisonal, baik dalam keadaan damai
maupun perang, dan hukum, misalnya hukum adat, hukum
ketatanegaraan,hukum yang mengatur hubungan antar pemeluk agama,
dan sebagainya.
d) Banyak dijumpai ayat-ayat tentang kewajiban beribadah, seperti salat,
puasa, zakat, dan ibadah-ibadah fardhu lainnya.
e) Banyak menyebutkan kisah-kisah orang munafik, kecuali pada surah al-
ankabut.
f) Banyak berisi bantahan terhadap ahlu kitab yang mencoba mengingkari
kebenaran islam.





You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->