P. 1
Materi

Materi

|Views: 2|Likes:
UST
UST

More info:

Published by: Sandro Nainggolan Brab on Apr 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2014

pdf

text

original

SISTEM OPERASI & PEMELIHARAAN

Umum
Operasi dan pemeliharaan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menjaga hasil pembangunan tersebut agar senantiasa dapat berfungsi dengan baik. Pentingnya Operasi dan Pemeliharaan ini mengalihkan perhatian Pemerintah, dengan jalan memprioritaskan pembangunan dan perbaikan serta meningkatkan jaringan irigasi. Salah satu bentuk realisasi tersebut adalah upaya mendukung Dinas Pengairan/Sumberdaya Air Propinsi untuk meningkatkan sistem pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan dengan melibatkan para petani pemakai air P3A).

Hal-hal yang mengakibatkan rusak dan tidak berfungsinya suatu jaringan secara optimal, antara lain banyak disebabkan oleh faktor : terbatasnya dana rehabilitasi terbatasnya dana O &P perubahan tataguna lahan Faktor alam dan manusia

Operasi
1. Usulan Pola Tanam
Untuk mencapai intensitas tanam yang optimal diusulkan pola tanam yang akan diterapkan pada Daerah irigasi tersebut, misalnya Padi-PadiPalawija. Dimana tanaman yang disarankan adalah padi unggul jenis IR-72 dan IR-64 dan untuk palawija disarankan jagung, kacang tanah dan kedelai. Jadwal tanam yang diusulkan adalah penyesuaian dengan iklim dan minimum kelebihan debit andalan. Permulaan persiapan garapan perlu ditetapkan secara pasti untuk masing-masing daerah. Jadwal tanam ini ditetapkan setelah garapan pembenihan dan umur bibit unggul bisa dicabut dalam waktu 30 hari.

Penerapan pola tanam dan jadwal tanam yang diusulkan perlu dibahas dahulu dalam rapat Panitia Irigasi (Irrigation Committee), dengan dasar pertimbangan sebagai berikut :
Iklim setempat Ketersediaan debit andalan Varietas padi yang akan di tanam Sumber tenaga kerja dan dana para petani Kebiasaan para petani

2. Papan Eksploitasi
Papan eksploitasi yang digunakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jendral Sumberdaya Air, yang meliputi :
papan eksploitasi sekunder papan eksploitasi tersier Papan eksploitasi ini harus diisi secara rutin oleh P3A, 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan.

2. Papan Duga
Untuk mengetahui fluktuasi (perubahan tinggi) muka air perlu dilengkapi papan duga pada bangunan-bangunan seperti :
Bangunan pengambilan Bangunan bagi/sadap Pada bagian hilir pintu sadap tersier Bangunan ukur Dan lain-lain sesuai dengan keperluan

Pemeliharaan
Pemeliharaan merupakan syarat dalam pengoperasian jaringan irigasi dan drainase secara efisien. Mengabaikan pemeliharaan akan memperpendek usia guna bangunan, menaikkan biaya pemeliharaan, menurunkan efisiensi dan mengurangi fungsi jaringan. Untuk itu, pengoperasian yang tepat dan tersedianya anggaran yang cukup, merupakan syarat pemeliharaan yang baik.

Pemeliharaan pada sistem jaringan irigasi dan drainase terbagi atas 4 (empat) kategori yaitu :
pemeliharaan rutin pemeliharaan berkala pemeliharaan darurat pemeliharaan tahunan

Pemeliharaan rutin, adalah pemeliharaan harian fasilitas jaringan irigasi yang dilakukan oleh pekerja tetap tanpa menggunakan biaya khusus. Pekerjaan ini meliputi perawatan tanggul, membersihkan endapan lumpur pada bangunan-bangunan, pemotongan rumput, meminyaki pintu-pintu dan membersihkan benda-benda hanyutan. Pemeliharaan periodik, adalah perawatan terhadap kerusakan kecil yang tidak mengganggu fungsi jaringan dan tidak perlu keahlian khusus dalam memperbaikinya.

Pemeliharaan darurat, adalah pemeliharaan pada kerusakan yang serius, dimana jika tidak ditangani dengan cepat akan mengganggu dan merusak fungsi jaringan. Karena hal ini terjadi pada waktu yang sulit ditebak, maka Badanbadan yang terkait harus selalu siap dan waspada dalam menghadapi segala kemungkinan.

Pemeliharaan tahunan, adalah berupa pembersihan lumpur pada saluran, perbaikan tanggul, bangunan pelengkap dan sebagainya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembalikan ke fasilitas jaringan dan fasilitas lain termasuk peraltan ke kondisi semula. Sedang perbaikan fasilitas jaringan dalam skala besar tidak termasuk dalam perawatan tahunan.

1. Pemeliharaan Saluran
Aktivitas yang perlu dilakukan pada saat melakukan kegiatan pengawasan adalah sebagai berikut :
Mengarahkan pekerja, seperti pemotongan rumput, membersihkan benda-benda hanyutan, menutup bocoran-bocoran kecil dan perbaikan ringan lainnya. Mengontrol tanggul saluran, apakah keadaannya cukup baik atau tidak terutama bila saluran beroperasi pada debit maksimum. Mencegah binatang ternak merumput dan berkubang di sepanjang saluran. Mengambil tindakan yang tegas terhadap penyadapan liar. Mengamati rembesan atau longsoran talud pada tanggul dan kemungkinan retaknya saluran pasangan. Semua keadaan darurat harus segera ditasi untuk mengurangi kerusakan atau akibat yang lebih parah sebelum keadaan tersebut dilaporkan untuk perbaikan.

Rumput yang tumbuh pada tanggul berfungsi untuk melindungi tanggul dari erosi akibat hujan atau retakan pada saat kemarau panjang, namun agar terkesan rapi rumput dengan batang dan daun yang panjang dipotong. Sedang pohon dan tanaman sayur-sayuran tidak diperbolehkan tumbuh pada tanggul.

Karena pengendapan pada saluran dapat mengurangi kapasitas aliran, maka pembersihan endapan harus dilakukan secara berkala pada periode yang sama. Inlet pada saluran tersier dan gorong-gorong harus dibersihkan dari lumpur dan sampah serta hanyutan lain untuk menjaga agar aliran tetap lancar. Jika terjadi longsor pada talud atau erosi pada tanggul saluran ataupun timbulnya penggerusan pada dasar saluran, maka perbaikannya agar dimasukkan pada program perawatan periodik atau tahunan.

Pada tempat-tempat tertentu di sepanjang saluran diberi papan pengumuman untuk pemberitahuan bagi masyarakat mengenai batasan atau larangan yang berkenan dengan saluran dan bangunan pelengkap seperti :
Dilarang berenang di saluran. Mandi dan cuci hanya diijinkan pada tangga cuci yang ada. Kerbau dan hewan-hewan lainnya tidak dibenarkan masuk ke saluran. Tidak diijinkan membuat bangunan sadap pribadi, baik pada saluran induk, sekunder maupun tersier. Tanda larangan lewat bagi kendaraan yang melebihi beban rencana.

2. Pemeliharaan Bangunan Irigasi
Peralatan dan bahan-bahan yang cukup adalah prasarat untuk pemeliharaan, karenanya hendaknya GP3A/P3A dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pemeliharaan bangunan akan meliputi bangunan ukur, bangunan pengatur, pembawa dan pelindung harus mengikuti ketentuan-ketentuan seperti berikut :
Untuk pintu-pintu ukuran sedang atau kecil, pemeliharaan harian dilakukan oleh mandor atau pembantunya, meliputi pembersihan mingguan, pemberian minyak pelumas/gemuk pada setiap bagian yang bergerak.

Untuk pintu sorong sederhana hanya stang pemutar dan brass serta tiang ulirnya yang memerlukan perhatian. Untuk pintu-pintu besar, instruksi pemeliharaan khusus pada masing-masing bagian harus diikuti dengan cermat. Pengecatan ulang seluruh pintu harus dilakukan satu kali dalam setahun oleh Juru Pintu yang ditunjuk P3A pada periode saluran irigasi tidak difungsikan.

Bangunan pengatur harus diawasi secara periodik agar perbaikan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan yang berat. Sedang pengeringan bangunan untuk pengawasan detail dan inspeksi, hendaknya dilakukan dengan periode yang tidak terlalu lama agar operasi jaringan tidak terganggu. Perbaikan pada kerusakan kecil boleh ditunda sampai masa perawatan periodik (tahunan), namun perlu diawasi mengingat kerusakan kecil dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih berat dan meluas.

Rembesan dan kebocoran pada bangunan harus diamati secara khusus untuk menentukan tingkat perbaikan. Setiap penyumbatan (sampah/endapan) terhadap pintu, talang dan gorong-gorong harus segera dibersihkan. Bila pada saat penutupan pintu terganggu oleh benda yang mengganjal di bawah pintu, hendaknya berada tersebut segera disingkirkan.

Approach ramp jembatan tetap terpelihara agar permukaan jalan tetap rata, sedang sandaran dan dinding jembatan yang sering rusak akibat lalu lintas kendaraan dibutuhkan perawatan kontinu. Inspeksi tahunan pada jembatan harus dilakukan pada saat inspeksi bangunan pengatur.

Pengelola Jaringan Irigasi
Lembaga pengelola irigasi menurut UU No. 7 th 2004 tentang Sumber Daya Air adalah
Pemerintah Daerah GP3A/P3A, IP3A Komisi Irigasi Dan pihak lain yang berkompeten

Prosedur Operasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->