1

PERENCANAAN - OPERASI BISNIS DAN PROPOSAL KEGIATAN AGRIBISNIS
I. PERENCANAAN KEGIATAN AGRI-BISNIS 1.1. Pengertian dan Arti Pentingnya “Perencanaan” dalam arti yang sederhana sering diberi makna dengan ungkapan seperti “berpikir sebelum bertindak atau berhitung sebelum melangkah”. Peranan perencanaan ini sangat penting dalam kaitannya dengan upaya pencapaian suatu tujuan. Tanpa ada perencanaan atau perencanaan yang dibuat kurang baik, maka kemungkinan besar tujuan tersebut tidak tercapai a tau tercapai tetapi dengan biaya yang sangat mahal. 1.2. Perencanaan Bisnis Dalam dunia bisnis perencanaan tidak boleh diabaikan, apalagi untuk pencapaian tujuan dalam dunia bisnis diperlukan pengorbanan yang sangat besar. Apakah itu modal, tenaga, pikiran ataupun pengorbanan-pengorbanan yang lain. Sehingga dalam perencanaan bisnis hendaknya dilakukan secara cermat, akurat serta dapat meyakinkan. 1.3. Pemilihan Bisnis Dalam perencanaan bisnis maka pertama-tama yang harus dipikirkan adalah memilih bisnis yang tepat. Sebab bila pilihan terhadap bisnis yang akan diterjuni salah maka dengan sendirinya akan mengganggu jalannya perusahaan. Bahkan dapat menyebabkan kegagalan perusahaan yang bersangkutan. 1.4. STUDI KELAYAKAN. Agar tidak sampai salah pilih dalam bisnis yang akan diterjuni maka hendaknya diadakan study kelayakan. Bila berdasarkan penelitian atau setidaknya pengamatan kita, suatu bisnis dianggap kurang layak, maka hendaknya bisnis tersebut tidak diterjuni. 1.5. Pertimbangan Kelayakan Bisnis. Untuk mengetahui layak tidaknya suatu binis perlu mempertimbangkan beberapa faktor antara lain faktor pemasaran, tingkat persaingan, bahan baku, sumberdaya manusia dan sebagainya.

2

1.6. Kelayakan Bisnis. Apabila suatu bisnis dianggap layak maka berarti bisnis tersebut dapat dipilih untuk diterjuni. Meskipun bisnis tersebut layak secara umum, bagi pemula bisnis hendaknya ditambah dengan pertimbangan-pertimbangan khusus . 1.7. Pertimbangan Khusus. Pertimbangan khusus tersebut antara lain hendaknya bisnis itu dapat dimulai secara sederhana dengan resiko terkendali. Disamping itu akan lebih baik lagi bila bisnis tersebut dekat dengan hobby atau kesenangan serta keterampilan yang telah dimiliki. Tambahan pertimbangan ini sangat penting terutama bagi pemula bisnis. Dengan pertimbangan tersebut kita kemungkinan dapat mempunyai nilai plus dibanding pesaing. Setidaknya kita mempunyai nilai yang setara dengan pesaing yang lain. Hal ini sangat menunjang keberhasilan dalam bisnis. 1.8. Mulai Secara Sederhana. Memulai secara sederhana merupakan filosofi perencanaan yang tepat, meskipun kita memungkinkan memulai bisnis langsung secara besar-besaran. Hal ini adalah suatu perencanaan yang tepat dari sisi manajemen. Apalagi bila yang merintis bisnis tersebut adalah pemula bisnis. 1.9. Mengapa Dimulai Secara Sederhana. Dengan memulai secara sederhana kita dapat mengembangkan bisnis tersebut secara bertahap tapi mantap. Sebaliknya bila sampai mengalami kegagalan akan lebih mudah bangkit kembali. Baik itu dari sisi permodalan maupun dari sisi mental. 1.10. Menuju Keunggulan Produk . Kiat memilih bisnis yang dekat dengan hobby dan kesenangan dapat mendukung ketekunan dan keseriusan dalam penanganan bisnis tersebut. Dengan demikian diharapkan dapat diciptakan produk, pelayanan yang lebih baik dari pesaingpesaing, setidak-tidaknya setara dengan pesaing-pesaing yang sudah ada.

Apabila pemasaran mulai kelihatan hasilnya. Dukungan Lain Terhadap Pemasaran.12. 1. Apabila perintisan tersebut tidak juga terwujud dalam waktu yang lama maka keberanian untuk terjun berbisnis harus ditingkatkan. 1. Apabila kita ingin merintis usaha peternakan ayam tetapi tidak juga segera terwujud. Jangan lupa kita harus membuat suatu perhitungan tingkat produksi/penjualan. tenaga kerja. cara memasarkannya dan sebagainya. maka paksakan pada diri kita untuk membuat beberapa kandang ayam dan beberapa ekor ayam.buat suatu perencanaan bagaimana memasarkan produk/jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Hal ini mendorong pengembangan sekala bisnis lebih lanjut. misalnya lokasi untuk bisnis.16. Untuk mendukung terwujudnya perintisan bisnis tersebut harus segera dimulai.angan saja. Dengan demikian diharapkan pemasaran akan berkembang dan mantap.11. 1. dimana perusahaan mencapai titik impas. Hal ini perlu diperhatikan sebab bila perintisan bisnis tersebut dilakukan dengan bunga kredit. Meskipun itu sekedar perletakan batu pertama. 1. 1. perhatikan yang lain terutama hal-hal yang dapat menunjang pemasaran.13. Berarti untuk memantapkan dan mengembangkan pemasaran perlu dukungan semua pihak. Ini penting sebab sebelum mencapai titik . Apabila bisnis telah terwujud segeralah usahakan untuk mem. Hambatan pertama dalam perintisan bisnis adalah apabila perintisan bisnis tersebut tidak kunjung terwujud tetapi di angan . kualitas produk/jasa yang kita hasilkan. maka akan lebih menyulitkan. Titik Balik. Dalam memulai bisnis tersebut kita harus merencanakan segala sesuatu. Masalah permodalan dalam perintisan bisnis sebaiknya dilakukan dengan modal sendiri atau bila terpaksa berpartner dengan relasi. jangan ditunda-tunda. Kita tetapkan skala bisnis yang tepat. Keberanian Terjun Berbisnis. Pemasaran Prioritas Utama.15.14. Apalagi kalau kredit tersebut berbunga tinggi. maka hendaknya direncanakan bagaimana merintis bisnis tersebut. Permodalan. Sebab bila pemasaran gagal maka gagallah perintisan bisnis tersebut. lni memerlukan skala prioritas utama yang harus diperhatikan.3 1. Memulai Kegiatan Bisnis. Ini semua diperlukan agar dapat lebih konsentrasi. yang akan kita terjuni yang cukup sederhana dan sesuai dengan modal yang dapat disediakan. Apabila telah mampu ditetapkan bisnis yang tepat sesuai dengan diri kita.

Dengan kata lain sebelum mencapai titik impas. keadaan perusahaan belum aman. Pemantapan Pemasaran Apabila telah berada di atas titik impas yang paling aman. Pemasaran Di Tingkat Aman. . Sebab titik impas adalah tingkat produksi atau penjualan dimana perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Pengertian a man di sini dalam arti apabila penjualan menurun sedikit maka unit usaha akan tetap bertahan di atas titik impas. Mencapai Titik Balik Secepatnya. sehingga pencapaian titik impas dapat segera terwujud. Oleh karena itu harus diusahakan tidak hanya rnenjual barang/jasa tetapi harus dapat menjual kepercayaan. Kita tidak hanya sekedar menjual barang/jasa. pemasaran harus dimantapkan. misalnya dengan meningkatkan keaktifan dalam penjualan. Perencanaan harus dilakukan agar dapat memacu pemasaran. . Sebab titik impas adalah tingkat penjualan/produksi dimana perusahaan tidak untung dan tidak rugi .4 impas (BEP) . 1. kerugian kembali terjadi. Oleh karena itu paculah terus pemasaran sehingga pada tingkat yang cukup aman.19. Sebab biasanya apabila penjualan sedikit menurun. 1. perusahaan akan selalu dalam keadaan rugi. barulah keadaan lebih tenang karena kerugian tidak lagi terjadi.18. Mendorong Akselerasi Pemasaran. Disamping itu perlu dicatat meskipun tidak lagi mengandung kerugian tetapi telah menumpuk kerugian dengan proses waktu yang ada. Perlu diketahui semakin lama titik impas tercapai. Untuk memacu pemasaran perlu skala prioritas dan konsentrasi. Seyogyanya kita tidak berhenti dalam memacu pemasaran. Untuk dapat memacu pemasaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. meskipun titik impas telah tercapai. Bila titik impas dapat tercapai. kerugian akan semakin membengkak sehingga perusahaan tidak dapat bertahan lagi. mengadakan promosi penjualan serta kegiatan-kegiatan yang lain untuk memperkenalkan produk / jasa. 1. tetapi harus dapat mengikat mereka untuk menjadi pelanggan.17.

Hal ini menyebabkan persaingan semakin tajam. Apabila kepuasan konsumen yang kita berikan kalah dengan kepuasan konsumen yang diberikan pesaing. Apabila bisnis semakin berkembang dan semakin maju. OPERASIONALISASI USAHA BISNIS II.2. sedang operasional bisnis lebih ke arah bertindak atau berbuat.5 II. Untuk lebih dapat mematapkan pemasaran. maka perencanaan bisnis adalah lebih ke arah berpikir sebelum bertindak.1. Upaya untuk meningkatkan kepuasan konsumen harus dilakukan secara terus menerus. Jadi kalau kita ingin membedakan antara perencanaan bisnis dan operasional bisnis. Apabila kurang waspada akan kalah bersaing. Dengan tujuan utama untuk lebih memantapkan dan mengembangkan bisnis tersebut lebih lanjut. namun dapat memberikan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh pesaing. Sama sekali tidak boleh lengah. ada kecenderungan menarik investor lain untuk ikut terjun dalam bisnis tersebut. karena pesaing kita juga akan berusaha meningkatkan kepuasan konsumen terus menerus. Dengan kepuasan . maka kita akan kalah bersaing. Untuk operasional bisnis ini memang perlu sikap proaktif. Dengan demikian operasional bisnis dapat diartikan secara sederhana sebagai tindakan nyata yang seharusnya dilakukan. Tetapi mampu bertahan bertahuntahun bahkan bila mungkin dari generasi ke generasi selanjutnya. Untuk itu kita tidak hanya sekedar dituntut meningkatkan kepuasan konsumen. Strategi Memantapkan Pasar: Dalam operasional bisnis pertama kali yang harus dilakukan adalah memantapkan dan mengembangkan pasar dari bisnis tersebut. berarti menyebabkan penjualan semakin menurun. Tanpa ketiga sikap tersebut sulit kita melaksanakan operasional yang berhasil. proses waktu bila bisnis tersebut berkernbang cukup baik maka pesaing pasti masuk sehingga persaingan akan semakin tajam.1. Dengan semakin mantapnya dan berkembangnya bisnis tersebut maka diharapkan bisnis tersebut tidak hanya bertahan untuk beberapa bulan atau beberapa tahun semata. Pengertian dan Arti Pentingnya Operasional Bisnis Apabila bisnis sudah berdiri maka proses lebih lanjut adalah melaksanakan Operasional Bisnis. harus mampu memberikan kepuasan konsumen lebih baik daripada sebelumnya.1.1. dan inovatif. Bahkan meskipun perusahaan tersebut pada waktu didirikan belum ada saingannya.

3. sehingga penjualan menjadi menurun. Dengan formula yang tepat berarti kita mempunyai kemungkinan Iebih unggul dalam kualitas produk/ jasa dibandingkan pesaing. Apabila tidak. maka sedikit menurun kualitasnya. Apabila konsumen sangat sensitif terhadap kualitas. maka kita harus mempertahankan formula tersebut. Misalnya untuk produk makanan dan minuman. Untuk itu kita harus mampu meramu formula lebih baik dari pada formula yang dimiliki oleh pesaing kita. Begitu pentingnya masalah ini. Apabila kita telah menemukan formula yang tepat . Disamping mempertahankan formula tersebut. diharapkan perusahaan akan dapat memberikan yang konsumen. Memantapkan produk/jasa dalam arti mampu meningkatkan kulitas produk / jasa yang dihasilkan sesuai selera konsumen. II. apalagi bila konsumen begitu sensitif terhadap perbedaan kualitas. konsumen begitu sensitif sehingga perlu perhatian utama terhadap kualitas. Dalam praktek sering ditemukan penurunan kualitas produk/jasa dari suatu perusahaan. 2.3. .6 plus. konsumen sangat sensitif terhadap kualitas. Penemuan formula yang tepat tidak berarti dapat berpuas diri. Hal ini memerlukan kegiatan penelitian dan uji coba. Mempertahankan Kualitas dan Keunikan Penemuan formula yang tepat terhadap produk/jasa harus dipertahankan. juga harus merahasiakan bocornya formula terhadap pesaing. maka pertamatama yang harus kita lakukan adalah memantapkan produk/jasa yang dihasilkan.4. Apalagi bias konsumen sangat sensitif terhadap kualitas produk/jasa tersebut. konsumen akan mengeluh bahkan menjerit. sehingga ada yang mengatakan apabila ada perusahaan yang mampu membuat formula produk / jasa yang sesuai dengan selera konsumen maka lebih separuh dari sukses pemasaran telah di tangan. Untuk dapat mempertahankan kualitas produk/jasa pertamatama harus dipertahankan proses produksi yang dapat menjaga kualitas. Dengan kata lain harus dapat dipertahankan kualitas produk / jasa. maka akan kalah bersaing. maka pertama-tama kita harus tahu bagaimana selera konsumen kita. 2. KualitaS produk / jasa harus selalu diperhatikan oleh setiap perusahaan. yang proses waktu selanjutnya akan meninggalkannya sebagai langganan. Mendekati Selera Konsumen Untuk memantapkan produk / jasa sesuai dengan selera konsumen. Hal ini tidaklah berarti terhadap produk/jasa yang konsumen tidak begitu sensitif kita dapat mengabaikan kualitas. Untuk mempertahankan formula yang telah ditetapkan ini. Pentingnya Kualitas Unggul dengan Keunikan terbaik pada Untuk dapat memantapkan dan mengem-bangkan pemasaran. Hal ini harus diperhatikan oleh setiap perusahaan apalagi untuk perusahaan yang produk / jasa yang dihasilkannya . tidaklah mudah.

Strategi Penyaluran Meskipun kita sudah mampu memproduksi barang/jasa dengan kualitas prima serta mampu rnempertahankan kualitas tersebut tidaklah hal ini memberikan jaminan sepenuhnya lancarnya pemasaran. Dalam hal ini kita mengenal penyaluran secara langsung dan penyaluran secara tidak langsung. Sehingga konsumen dan calon konsumen mempunyai banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhannya. Bahkan meskipun barang / jasa sudah cukup lama dapat saja mereka menjatuhkan pilihannya kepada barang/jasa pesaing. d. Promosi Penjualan Dengan saluran distribusi yang tepat. sesuai dengan formula yang ditetapkan. maka kemantapan dan pengembangan pemasaran akan dapat dilakukan lebih lanjut.6. Dalam hal ini pada umumnya penyalurannya dengan membentuk organisasi tersendiri yang menggunakan tenaga-tanaga sales yang mana mereka harus dididik untuk dapat melakukan pendekatan dengan calon-calon pembeli. Kesalahan dalam peralatan/mesin yang kita gunakan. Dalam hal ini harus mampu mencari penyalur yang bonafide serta mampu membina hubungan yang baik dengan penyalur. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain . Apabila barang/jasa masih baru dibandingkan yang lain. meskipun kecenderungannya adalah demikian. Sebaliknya kalau pembeli itu adalah konsumen pemakai langsung maka pada umumnya jumlahnya begitu banyak dan tersebar luas. c. Untuk melancarkan pemasaran perlu strategi yang tepat dalam penyaluran barang/jasa. Tetapi inipun belum memberikan jaminan sepenuhnya barang / jasa tersebut pemasarannya akan berjalan lancar. akan dapat disalurkan produk secara efektif dan efisien kepada pembeli dan calon pembeli. 2. Apabila kontrol terhadap kualitas ini dapat dilakukan dengan baik. Kesalahan dalam pembungkusan. Kesalahan dalam pengangkutan dan masih banyak lagi. sedangkan formula yang ditetapkan adalah formula yang tepat.7 Pembelian bahan baku yang salah juga dapat menyebabkan kualitas produksi menurun. 2. Dengan kata lain kualitas produksi/jasa menurun sehingga tidak sesuai dengan formula yang telah ditetapkan. Dengan penetapan saluran distribusi yang tepat diharapkan akan menunjang pemasaran . a. Kesalahan dalam proses produksi. e. dapat saja mereka itu menjatuhkan pilihan kepada barang/jasa dari pesaing. Mengapa ? Sebab pesaing juga menyalurkan barang/jasa seperti kita. b. Kesalahan dalam pembelian bahan baku. tentunya tidak ada rumusan pasti semuanya tergantung situasi dan kondisi.7. Penyaluran secara tidak langsung adalah penyaluran kepada konsumen yang memakai barang / jasa tersebut atau konsumen yang membeli untuk diproduksi lebih lanjut . Cara mana yang dipakai untuk penyalur barang / jasa. Dalam hal ini dapat menggunakan distributor atau agen. Mengapa ? Hal ini mungkin barang/ jasa pesaing lebih dikenal dan lebih dipercaya daripada .

Sementara itu. Apalagi bila sebagian konsumen sangat sensitif dengan perbedaan harga jual yang ditetapkan. Relasi dalam hal ini adalah relasi dagang. misalnya untuk produk obat-obatan bebas. serta menanamkan kepercayaan. Untuk pembinaan relasi ini diperlukan atensi. Jangan menimbulkan . 2. Apalagi barang / jasa sejenis yang dipasarkan tersebut memerlukan sekali promosi penjualan. Semakin sensitif konsumen. Apabila kerugian tersebut hanya bersifat sementara mungkin masih dapat ditolerir. harus dapat ditetapkan harga yang bersaing sesuai dengan kualitas barang / jasa. berkualitas serta harga bersaing. relasi pemerintah dan relasi konsumen. maka harus dapat ditetapkan harga jual yang lebih rendah dari yang ditetapkan oleh pesaing. Perusahaan tanpa relasi pada hakekatnya adalah perusahaan semu.8. Untuk itu perusahaan mutlak harus melakukan efisiensi dalam segala bidang. Seringkali sulit untuk dapat menetapkan harga yang lebih rendah atau setidaknya setara dengan pesaing. bila daya beli masyarakat cenderung turun. Efisiensi ini harus lebih dipertahankan lagi. Tetapi apabila kerugian tersebut harus diderita dalam jangka panjang kemungkinan sulit perusahaan tersebut dipertahankan. relasi dalam arti pemerintahan juga harus diperhatikan apalgi bagi bisnis yang perlu dukungan dari pemerintah. Relasi dalam arti konsumen ini termasuk kelompok penyalur. Pembinaan Relasi Dalam operasional bisnis peranan relasi begitu penting. Untuk itu harus dipikirkan kemungkinan melakukan promosi penjualan. maka perusahaan harus mampu membina hubungan dengan relasi tersebut dengan baik.8 barang / jasa kita. sebab ini berpengaruh terhadap pemasaran yang menentukan hidup matinya perusahaan. Untuk menunjang suksesnya perusahaan. Meskipun peningka. Harga Bersaing Dalam operasional bisnis. Sebenarnya relasi bisnis tersebut begitu luas sehingga termasuk juga kelompok perbankan serta kelompok lembaga keuangan yang lain. juga harus mendapatkan perhatian utama.tan efisiensi ini diperlukan.9. Keharmonisan hubungan dengan para relasi tersebut sangat berpengaruh terhadap sukses tidaknya bisnis. Relasi dagang terutama supplier akan memperlancar proses produksi karena pasokan bahan baku dan bahan pembantu yang lancar. Apabila tidak maka akan kalah bersaing harga. sebab dapat saja perusahaan akan sulit mendapatkan keuntungan yang wajar dan bahkan adakalanya harus rugi. Setidaktidaknya sama atau setara dengan pesaing. 2. Akan tetapi untuk melakukan hal ini tidaklah mudah. peningkatan efisien ini tidak sebagaimana tuntutan bagi perusahaan yang konsumen/calon konsumennya sangat sensitif terhadap perbedaan harga. tetapi bagi perusahaan yang memproduksi barang / jasa yang konsumennya tidak begitu sensitif terhadap perbedaan harga. Tanpa promosi yang cukup gencar sulit untuk bersaing.

Semuanya sebaiknya dicatat. pembinaan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia harus diperhatikan.11. 2. banyak ditentukan oleh sumberdaya manusia yang berkualitas. dapat dilakukan dengan berbagai cara. masalah permodalan tidak boleh diabaikan. administrasi personalia harus ditangani lebih baik. Dengan demikian kelancaran perusahaan dapat lebih terjamin. kita harus mampu mengelola dana tersebut seefektif dan seefisien mungkin. Kalau tidak.12. Ini semua dapat dilaksanakan bila hubungan kita baik dan kita dapat membuktikan bahwa kita dapat dipercaya. Semakin besar perusahaan. bekerja sama dengan yang lain. Selain penyediaan dana. melakukan pinjaman dengan perbankan dan masih banyak yang lain. tetapi karena pengelolaan yang tidak baik. Karena itu perkembangan perusahaan hendaknya disesuaikan dengan jumlah modal yang dapat disediakan. Kalau perlu diberikan latihan dan pendidikan. Apakah itu administrasi keuangan. Dapat saja modal yang ada cukup memadai. . Sumberdaya Manusia Dalam operasional bisnis sukses tidaknya bisnis tersebut.9 kesan yang merugikan relasi. Administrasi Bagaimanapun juga. administrasi bahan baku. 2. 2. Oleh karena itu hendaknya tidak mengabaikan masalah administrasi ini. Bagaimana perusahaan menyediakan modal untuk operasiorial dan perkembangan perusahaan. dengan semakin besarnya sekala perusahaan diperlukan administrasi yang lebih tertib. likuiditas perusahaan dapat terganggu. Apalagi dalam persaingan yang semakin tajam. Terjadinya konflik dengan relasi harus dihindarkan. Hal ini penting sebab dapat saja terjadi perusahaan mengalami kerugian tanpa diketahui sebabnya. Dengan administrasi yang baik ini kemungkinan penyimpangan dan penyelewengan dapat dihindarkan. apalagi administrasi keuangan. Perusahaan dapat menyediakan dana dengan modal sendiri. administrasi harus ditingkatkan lebih baik.10. Dalam permodalan ini yang dimaksud adalah jumlah modal yang dapat mendukung operasional dan perkembangan perusahaan. maka dengan semakin besarnya perusahaan akan semakin rapuh. Disamping itu dengan administrasi yang baik ini dapat dipakai sebagai landasan untuk pengambilan keputusan. menggunakan sebagian keuntungan perusahaan. Modal Usaha Bagaimanapun dalam operasional bisnis. Meskipun pemilik sendiri yang mengambil barang harus dicatat.

10 Ada beberapa perusahaan yang menganggap kegiatan peningkatan kualitas sumberdaya manusia adalah sebagai pemborosan.3.5.1. II. Betapa pentingnya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Indikator Kelayakan suatu Proposal Kegiatan Bisnis Enam indikator penting adalah: INPUT bagi kegiatan bisnis PROSES operasionalisasi kegiatan bisnis OUTPUT pelaksanaan kegiatan bisnis OUTCOMES BENEFIT IMPACTS. II.1. PROPOSAL KEGIATAN BISNIS Makna Proposal “Proposal” atau “usulan” pada hakekatnya merupakan “dokumen” yang mendeskripsikan kegiatan bisnis. II. Padahal peningkatan kualitas sumberdaya manusia adalah investasi jangka panjang dimana dapat saja sepintas lintas bagai pemborosan tetapi sebenarnya dalam jangka panjang dan secara total justru sebagai penghematan. .4. yang dibuat dengan tujuan untuk disampaikan kepada “pihak sponsor” untuk mendapatkan pembiayaan untuk melaksanakan kegiatan.1. sehingga ada ungkapan yang menyatakan : Persaingan antara perusahaan pada hakekatnya adalah persaingan antara sumberdaya manusia yang dimiliki. Hal ini berarti bahwa siapa (perusahaan) yang memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas dialah yang kemungkinan memenangkan persaingan.

identifikasi setiap tahapan usaha yang harus dijalankan dalam suatu periode usaha (bisa musin. berkelanjutan (secara terus menerus) supaya memberikan gambaran yang lengkap agar mudah untuk dinilai. Biasanya petani menyusun rencana usaha berdasarkan perasaan dan kebiasaan saja dan dibuat tidak tertulis. Catat kegiatan-kegiatan usaha untuk setiap[ tahapan usaha tersebut. perkiraan hasil. untuk menjamin tumbuhnya tanggung jawab terhadap kelangsungan usaha 4. perghitungkan berapa kebutuhan barrang/ uang/tenaga dalam setiap kegiatan. tanggung jawab dan peran aktif semua anggota dalam pelaksanaan usaha bersama. 3. 3. Rencana usaha yang dibuat secara tertulis akan memudahkan petani untuk menilai kembali apakah rencana usaha yang telah dilakukan memberikan hasil yang menguntungkan ataukah ada kegiatan-kegiatan lain yang perlu untuk diperbaiki. pada rencana usaha yang dibuat secara berkelompok harus diproses berdasarkan kesepakatan dan dengan jelas menentukan tanggung jawab dari masing-masing anggota. untuk membantu dalam upaya perbaikan dan peningkatan usaha selanjutnya 5. Apa yang perlu diperhatikan dalam membuat rencana usaha yang baik ? 1. Tujuan Untuk apa membuat rencana usaha ? 1. untuk memperkecil terjadinya resiko usaha yang tidak diperhitungkan 3. 4. tahun atau periode usaha tertentu). terbuka artinya memberi peluang untuk dilakukannya perbaikan pada setiap usaha 4. sederhana dan mudah dilaksnakan baik oleh petani/keluarga tani ataupun oleh kelompok tani. 2. lengkap dan cermat yaitu pertimbangan berbagai hal yang menjadi unsurunsur rencana usaha (jenis usaha yang dipilih. kebutuhan sarana produksi. Hitung kemungkinan hasil dan keuntungan yang akan dperoleh dalam menjalankan usaha tersebut. sebagai pedoman dalam menjalankan usaha 2. . dll). diperbaiki dan ditingkatkan pada siklus selanjutnya 5. pada rencana usaha yang disusun secara berkelompok dapat menumbuhkan rasa memiliki. CARA MEMBUAT RENCANA USAHA 1. penghematan-penghematan atau ada faktor resiko yang harus dipertimbangkan yang akan sangat berguna untuk rencana usaha pada musim/periode berikutnya.11 MODUL ANALISA USAHA TANI Analisa usahatani merupakan suatu perhitungan kebutuhan biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan usahatani dan jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil usahatani tersebut dalam kurun waktu tertentu. 2.

Pencatatan usaha tani Informasi mengenai pendapatan. penyuluh dapat mengumpulkan informasi dari para petani untuk analisa penyajian. Informasi-informsi tersebut harus disajikan secar sistematis namun sederahana agar orang dapat memahaminya. Pengumpulan dat oleh para petani Para individu yang berminat biasa mengumpulkan informasi sendiri sementara menjalankan kegiatan-kegiatan pertanian sehari-hari. jumlah yang terjual • Kendala-kendala dalam budidaya masing-masing jenis tanaman • Pemasaran Penyajian hasil Settelah dikumpulkan. Pengumpulan data Informasi tentang tanaman dapat dikumpulkan dengan berbagai cara. jumlah dan biayanya. harga jual yang diterima. Setiap 6 sap[ai dengan 12 sekali. Metode yang digunakan tergantung pada sumber daya yang tersedia setempat. Lokakarya pengumpulan data Kumpulkan para petani (pria dan wanita) dari daerah tertentu untuk suatu lokakarya selama satu atau dua hari. tentang tenaga kerja. Informasi itu dapat berguna untuk: • peniliti dalam menentukan pokok penelitiannnya • perencana dalam memperkirakan kemungkinan keuntungan suatu proyek • petani dalam mengembil keputusan-keputusan dalam pengelolaan usaha taninya • penyuluh dan petanbi sebagai dasar diskusi yang terarah pada pencarian cara-cara memperbaiki ekonomi usaha tani. Wkatu yang . biayanya perhari. Kelompok yang terdiri dari 3 sampai lima orang petani diharapkan mendiskusikan suatu tanaman tertentu dan mengisi lembar informasi tentang hal itu. jangan lupa memperhitungkan biaya-biaya lain seperti pajak atau iuran-iuran yang berkaitan dengan jalannya usaha kita.12 5. Data yang diperlukan • Jumlah hasil panen • Pupuk dan pestisida-pengelolaan. Penyajian itu semestinya merangsang diskusi diantara para petani dan para peneliti/penyuluh. • Masukan-masukan yang lain dan biayanya • Pendapatan. Data tentang masing-masing jenis tanaman dapat disajikan dan didiskusikan dengan para peserta. Selain itu mungkin saja data yang terkumpul tidak lebih tepat dari pada data yang terkumpul melalui lokakarya maupun pertemuan kelompok. dan biaya-biaya lainnya yang berkenaan dengan produksi jenis-jenis tanaman tertentu akan sangat bermanfaat untuk berbagai hal. Pada awalnya penyediaan oleh penyuluh diperlukan untuk memastikan bahwa dat itu tercata seacara benar. penggunaan. • Penggunaan tenaga kerja – jumlah hari kerja orang untuk masing-masing kegiatan yang berbeda. Wawancara par petani secara perorangan oleh penyuluh Wawancara merupakan cara pengumpulan informasi yang cukup menyita waktu. tujuan serta derajat ketepatan yang diperlukan.

000 1. 3000 Tenaga Kerja Pembuatan lobang tanam Rp.000 62.875.13 sesuai adalah pada pelatihan-pelatihan singkat lokakarya atau pertemuan kelompok.680.000 0 1.000 800. Ke 1-7 Panen ke 2 1 3 125.Harga di tingakat petani Rp.000 6.150.500 1.500. 500 150000 312.000 1.000 1.000.000 2.200.500 6. tempat.Luas lahan efektif minimum 2 Ha 2.530. pendapatan dan keuntungan biaya produksi dihitung berdasarkan biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi sampai tahun ke-empat.200.Luas lahan 1 ha dengan populasi tanaman 625 tanaman . Contoh Analisis Usaha Tani Kemiri Analisa biaya terdiri dari biaya sarana produksi.000. Perhitungan ini berdasarkan analisa usaha dengan luas 1 ha.000 Keterangan : .000.200. No 1 I 1.Produsi setelah tahun ke-10 rata-rata 100 kg/pohon .Rp.000 3.000/ bln Biaya panen 100 HOK/ha @ Rp.150.200. 1. 100.912.575.000 2. 2 3 II 5 6 7 8 Uraian 2 Sarana produksi Bibit 625 @ Rp 2000 Pupuk kandang 10 kg / ph @ 150 NPK50 kg/ th/ ha @ Rp.000 39.000 937.000 24. contoh usaha tani Bambu di Lampung Analisa biaya terdiri dari biaya produksi.750.000 0 6. 8000 Sub jumlah II Total biaya I + II Panen perdana 50 kg / pohon = 30 ton Panen 2. .000 1. 1. dan kebutuhan pasar.000 750000 150000 150000 2 s/d 6 4 Tahu ke (Rp) 7 5 8 6 III 10 IV 11 12 11.3000 per batang tergantung jenis. 800/ kg .000 800. 80kg/pohon =49. tenagga kerja. dan panen.500/ lobang Penanaman Rp.sedangkan biaya produksi setelah tahun ke-lima didasarkan pada biaya pembelian pupuk dan penebangan sementara harga penjualan sangat bervariasi dari mulai Rp. sedangkan keuntungan dihitung berdasarkan biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi samapai panen pertama pada tahun ketujuh.200.000 37.250.100/pohon Pemeliharaan Rp.600 kg Keuntungan Panen pertama Biaya th.

000 1.752.85 HOK 20 HOK Biaya produksi/ ha sampai tahun ke empat Bunga bank 10%/ tahun selama 4 tahun Biaya total sampai tahun ke empat Pendapatan/ keuntungan 1.600 dengan asumsi bunga perbankan 10 % maka sampai dengan tahun keempat biayas produksi menjasi p.600 +40 % x Rp.000 B 675.000 675. Rp.000 75. 1 2 3 1 2 3 1 2 1 2 Komponen Biaya Fisik Biaya Tahun pertama Bibit 200 3000 Pupuk Urea 50 kg 1500 TSP 100 kg 1500 Tenaga kerja 177.000 1.752.000 Keuntungan tahun ke lima 2.0000 Pendapatan tahun ke lima Biaya produksi: .000+375.000+375.600 = Rp.000.Pupuk Urea + TSP (300.541.577.10. Biaya produksi tahun ke lima 2000 bt a.050.640 Modal tersebut diperkirakan akan kembali pada tahun kelima dan keenam.040 15. 20.000) .625. Produksi tahun ke enam 2500 bt @ Rp.08 HOK 20 HOK Tahun kedua Pupuk Urea 100 kg 1500 TSP 150 kg 1500 Tenaga kerja 82.10.000 .000 1.000 10.No A.752.000 150.053.Tenaga kerja 60 HOK @ Rp.000 1.85 HOK 20 HOK Tahun ke empat Pupuk urea 200 kg 1500 TSP 250 kg 1500 Tenaga Kerja 82.200.000 1.000 375. sedangkan ahasil penjualan tahun keempat tidak diperhitungkan karena keadaan bambu masih kecil-kecil.600 4.125.752.15.640 10.577. Keuntungan tahun ke lima sebesar Rp 8.000) .000 10.85 HOK 20 HOK Tahun ketiga Pupuk urea 150 kg 1500 TSP 200 kg 1500 Tenaga Kerja 82.000 3. 5000 Pendapatan tahun ke lima .000. 10.000 225.14 Dari hasil perhitungan pasar biaya produksi dari tahun keempat sebesar Rp. 20.600 150000 225.301. tahun keeenam sebesar Rp.000 300.000 300.657.000.200. 2.Tenaga kerja 60 HOK @ Rp.Pupuk Urea + TSP (300.625. 10.000 Keuntungan tahun ke enam Biaya Total 600.

2001 .15 MODEL LEMBAGA KEUANGAN (LKU) BAGI KELOMPOK USAHA BERSAMA AGROINDUSTRI (KUBA) Oleh: Tim Ahli LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG.

16 1. pemerintah telah berupaya menyediakan berbagai fasilitas kredit pedesaan dengan meningkatkan peranan kelembagaan keuangan formal melalui BRI unit desa dan Koperasi Unit Desa (KUD). industri kecil maupun ke.1.l: (a) kredit yang ada masih cenderung dimanfaatkan oleh golongan masyarakat bertanah. Bank Desa ini bersifat sebagai stimulator dalam menggugah dan mengembangkan daya kreatif dan semangat untuk berusaha. Melalui kebijakan seperti ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan melalui peningkatan produksi dan kesempatan kerja di sektor pertanian dan luar pertanian di pedesaan baik berbentuk usahatani. Falsafah yang melan-dasi konsep ini adalah suatu "masyarakat desa mampu merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan proyek investasi yang produktif dengan bertumpu pada kondisi setempat dan pada kemampuan sendiri". Sejak dikeluarkan kebijakan tersebut sampai sekarang masih dijumpai berberapa permasalahan a. Latar Belakang Dalam mendukung pembangunan ekonomi pedesaan. yang disebut "Grameen Bank (Bank Desa)". yaitu sekitar 27. PENDAHULUAN 1. (b) saluran dan prosedur adnistrasinya sederhana .2 juta jiwa dan sekitar 20 633 desa yang tergolong miskin atau tertinggal. Tingginya angka kemiskinan tersebut disebabkan oleh rendahnya kapabilitas sumberdaya alam dan/atau keterbatasan modal untuk mengembangkan usaha ekonomi rumahtangga. . Berdasarkan kenyataan tersebut diperlukan sistem perkreditan yang dicirikan oleh : (a) mekanisme penyaluran kredit yang dapat diakses oleh kelompok masyarakat miskin. Oleh karena itu harus dikembangkan lembaga perkreditan di pedesaan yang efektif dan sederhana sehingga dapat diakses oleh kelompok masyarakat miskin. perdagangan. Model ini ternyata mampu menunjukkan keberhasilan dalam mengurangi kemiskinan. sehingga menimbulkan kesan prosedurnya sulit.rajinan. yakni dengan jalan memberikan kredit kepada orang-orang miskin di pedesaan. Pendekatan yang digunakan dalam Bank Desa ini adalah "bottom up planning". dan (c) pemberian kredit didasarkan atas kelayakan finansial usaha produktif rumahtangga. Bantuan dana (kredit) dan konsultasi teknis yang diberikan lebih bermakna sebagai motor pendorong laju kegiatan ekonomi yang telah mereka pilih. telah dicobakan di Bangladesh. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk dan desa-desa yang tergolong miskin. Fenomena kemiskinan di Indonesia masih cukup banyak. Keadaan tersebut mengakibatkan kelompok masyarakat miskin tidak dapat memanfaatkan fasilitas kredit yang disediakan oleh pemerintah. (b) masyarakat miskin belum terbiasa dengan prosedur biroktrasi formal. Model lembaga perkreditan seperti ini.

. Namun demikian masih banyak di antara mereka yang belum menunjukkan peningkatan status sosial ekonomi yang berarti. Rendahnya akses ini di antaranya disebabkan oleh karena persyaratan birokrasi dan kaidah-kaidah perbankan yang sangat rumit bagi kelompok masyarakat miskin yang tingkat pendidikan dan pengetahuannya sangat rendah. Konsepsi (1).Bank formal enggan menghadapi resiko tinggi tidak membayar.17 1. Dengan kondisi seperti ini maka produk dari usahanya tidak mempunyai daya saing yang cukup besar untuk memasuki pasar bebas. sehingga dapat diakses oleh kelompok masyarakat miskin dan sekaligus dibatasi untuk tidak dapat diakses oleh kelompok masyarakat yang tidak miskin.2. Orang miskin menguasai sumberdaya. Dengan bekal ini mereka hanya mampu memasuki segmen pasar kerja yang tidak mensyaratkan ketrampilan khusus. atau kalau berusaha hanya mampu dengan usaha yang bersekala kecil. DISAIN MODEL LKU (Lembaga Keuangan KUBA) 2.1. tidak dapat mengisi formulir yang rumit.Kekayaan untuk jaminan hutang tidak ada. II.Karena tidak dapat membaca. (3). Orang miskin tidak dapat memperoleh pinjaman dari Bank karena berbagai sebab : . . Dengan teratasinya kendala birokrasi moneter ini diharapkan kelompok masyarakat miskin dapat memperkuat permodalannya dan me-ningkatkan skala usahanya. baik karena kualitas produk maupun tinmgkat harga jualnya. dan informasi yang terbatas. (2). Salah satu kendala yang dihadapi untuk memperbesar skala usaha ini adalah modal yang terbatas dan akses terhadap lembaga keuangan modern sangat rendah. ketrampilan. (4). Dari skala usaha yang lebih besar ini diperkirakan mereka mampu memperoleh pendapatan yang lebih besar sehingga dapat mengembalikan modal usahanya. Konsepsi LKU dikembangkan atas dasar kenyataan bahwa: Jumlah orang miskin sangat besar (80%) Jumlah penduduk buta huruf sangat besar (80%) Pendapatan per kapita makin merosot akibat bencana alam yang terus menerus menimpa masyarakat. terutama bagi mereka yang tergolong paling kurang beruntung. Oleh karena itu diperlukan adanya sistem lembaga keuangan yang dirancang secara khusus. Permasalahan Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kemampuan berusaha dari golongan masyarakat di wilayah perdesaan. .

Dipilh Ketua dan Sekretaris untuk jangka waktu 1 tahun. Menghapus eksploitasi pelepas uang. Memperluas akses fasilitas perbankan formal bagi orang miskin pria maupun wanita. dimenerima dan dijalankan oleh mereka. . bukan mereka yang masuk kantor Bank. terdiri 10-20 orang. dua orang dalam tiap kelompok menerima pinjaman.50 Ha. Menciptakan kesempatan untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk bekerja. (2). (5). Peminjam potensial membentuk kelompok.18 . menjelaskan kepada penduduk setempat mengenai bank tersebut dan cara operasinya. . Pembentukan Pusat Kelompok.3. dan menerima pinjaman. Pertemuan diadakan satu kali dalam seminggu.2. (4).l : (1). Bank tidak minta jaminan. 2. Dengan cara ini mereka dapat menemukan kekuatan sosial dan ekonomi. Tujuan LKU Beberapa tujuan dari LKU adalah (1). Menghimpun masyarakat yang kurang mampu dalam bentuk organisasi yang dapat dimengerti. kelompok yang terbentuk harus mengikuti latihan mengenai falsafah dan prinsip operasional LKU. Sebelum menjadi anggota Pusat Kelompok. kemudian mengangsur secara mingguan dalam waktu 50 minggu. 2. Setelah lulus latihan.Memiliki tanah < 0. yang kondisi sosialnya sama.5 Ha tanah kualitas sedang. Nasabah tidak perlu mengisi formulir yang tidak mereka mengerti. Warga yang dapat mengajukan kredit adalah : . . Tiap Pusat Kelompok ada Ketua dan Wakil Ketua. Bank mendatangi orang yang butuh pelayanan.Biaya pelayanan pinjaman tinggi. dari 5-7 kelompok. (3). (3).Kredit digunakan untuk usaha yang dapat menambah penghasilannya melalui KUBA. (2). Memutuskan lingkaran kemiskinan. Rapat kelompok minimal 1 kali per minggu.Nilai kekayaan maksimum sebesar nilai 0. Dalam kaitan itu perlu dibentuk suatu jenis lembaga keuangan yang memenuhi kebutuhan orang miskin a. Cara Kerja LKU Petugas LKU mendatangi desa-desa. Peminjam berikutnya akan menerima pinjaman sesudah peminjam pertama mengangsur secara tertib dalam dua kali angsuran.

1 Prinsip Pemberian Kredit Dalam melaksanakan konsep perkreditan ini diterapkan prinsipprinsip sederhana sebagai berikut . Pinjaman diberikan tanpa agunan atau penjamin dan tanpa tindakan hukum apabila tidak dapat membayar kembali pinjamannya. III. Mengumpulkan dana kelompok dan dana darurat untuk disimpan di bank. Pinjaman diberikan untuk kegiatan usaha produktif.Menyetor 5% pokok pinjaman sebagai dana kelompok.000. Dalam satu "Rembug Pusat" maksimum enam kumpulan. DISAIN DAN METODE PENYELENGGARAAN 3. mengatasi kredit macet). melunasi hutang anggota yang meninggal bila keluarga tidak mampu membayar. Semua transaksi dilakukan waktu pertemuan Pusat kelompok. Prosedur pemberian kredit dibuat sesederhana mungkin. KUD memberikan pinjaman tahap I jumlahnya maksimum setara dengan Rp 100. Besar bunga 20% dibayar pada akhir masa pinjaman.19 - setiap peminjam wajib : Menabung setiap minggu Rp. Peminjam diberi kemungkinan meminjam kembali setelah pinjamannya lunas dalam jumlah maksimum dua kali pinjaman pertama. sedangkan ketua kumpulan menerima pinjaman paling akhir. Menyetor 25% dari bunga pinjaman sebagai dana darurat (kematian. kemudian menyusul dua anggota lainnya. Setiap peminjam dikenakan simpanan wajib sebesar 5 % dari . sesudah 2 anggota pertama mengangsur 2 kali secara tertib. sesuai dengan budaya masyarakat setempat. Membahas usulan dan kesulitan secara terbuka. Mengumpulkan angsuran. dua anggota kelompok yang membutuhkan diberi prioritas pertama. - Petugas LKU wajib : Memberi pinjaman. Pinjaman diberikan kepada wanita yang berasal dari rumah tangga termiskin di wilayah pedesaan. 500. Calon anggota membentuk kumpulan dan minimal dua kumpulan membentuk satu rembug pusat. Pengawasan dilakukan dalam penggunaan pinjaman dan pembayaran angsuran.00. Mengunjungi rumah anggota sesudah selesai pertemuan. Pinjaman diberikan secara berurutan.

radio.50 ha yang dapat didaftarkan sebagai calon kebun . Sebagai salah satu program penanggulangan kemiskinan. (d). pelaksanaan kedua kebijakan ini dikaitkan dengan pengembangan komoditas unggulan wilayah dan pembinaan kemandirian KUD. Program ini diharapkan dapat didukung oleh program-program sektoral dan regional dalam kerangka mewujudkan “Produk Unggulan Wilayah” melalui pendekatan KIPMAS. tetapi dikenakan biaya administrasi. Pembebasan hutang apabila anggota meninggal dunia. tape. maka ditetapkan kriteria tertentu mengenai penghasilan. 100. Pendapatan perkapita rumah tangga kurang terutama dari sektor pertanian. Kelayakan Nasabah yang Mendapat Pinjaman Agar program ini dapat mencapai sasarannya yaitu agar pinjaman hanya diberikan kepada orang-orang atau rumah tangga yang menjadi anggota KUBA. dan setiap anggota menabung Rp. IV. alat pertanian dan harta tak bergerak (tanah. Dengan demikian dampak positif dari program LKU ini akan semakin besar dan pada akhirnya kemiskinan di wilayah perdesaan secara berangsur-angsur akan dapat ditanggulangi.20 jumlah pinjaman dan disimpan sebagai Tabungan Kumpulan. PENYIAPAN TENAGA PENGELOLA LKU Dalam kerangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Peminjam memiliki kesanggupan untuk mengelola modal bergulir yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kelayakannya. Salah satu program khusus untuk mensukseskan gerakan nasional ini dituangkan dalam bentuk “gerakan sadar Koperasi” dan “tahun pemantapan koperasi”. (e). perhiasan. rumah) dengan nilai maksimum kurang dari 0. Memiliki aset berupa harta bergerak (mebel. Peminjam memiliki ketrampilan dalam usaha agribisnis komoditas yang akan dijalankan. Sebagai suatu program . (a). 3.2. (b). Pinjaman diberikan tanpa bunga.00 setiap minggu dalam tabungan kumpulan. Syarat-syarat kelayakan tersebut adalah . Rumah tangga yang bersangkutan memilik tanah tegalan sekitar 0. pemilikan rumah. ternak. televisi. tanah dan aset lainnya untuk memperoleh pinjaman. (c). pemerintah mulai Pelita VI telah mencanangkan gerakan pengentasan penduduk miskin dari kemiskinannya di seluruh tanah air.5 ha tanah tegalan kualitas sedang. Semua transaksi pinjaman dan tabungan diadakan dalam Rembug Pusat.

Salah satu bentuk implementasi dari program LKU adalah pemberian bantuan dana bergulir dan bantuan teknis serta manajemen kepada KUBA di Desa-desa sentra pengembangan agribisnis komoditas unggulan. Salah satu pemeran yang memiliki posisi kunci untuk keberhasilan program LKU adalah Tenaga Pengelola. dan pengelola adalah mitra kerja dari KUBA. Untuk memperoleh pemahaman yang mendasar. dalam pelaksanaan LKU harus dapat dipupuk dan dibina semangat kebersamaan yang tinggi di antara berbagai pihak yang terkait baik yang "membantu" maupun yang "dibantu" yaitu kelompok masyarakat yang bergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Agribisnis (KUBA) . Dalam konteks inilah diharapkan tenaga pengelola diharapkan dapat berperan secara lebih aktif membantu proses interaksi di antara kelembagaan sosial ini dengan KUBA untuk mengembangkan dirinya dengan dana bantuan bergulir tahun sebagai "seeding funds" secara efektif dan efisien. Bertitik tolak dari pemikiran seperti di atas. Dengan memperhatikan kenyataan bahwa belum semua desa mempunyai LKU dan perangkat kelembagaan sosial serta kelompokkelompok masyarakat yang memadai untuk melaksanakan fungsifungsi di atas. Tenaga pengelola ini diharapkan dapat menjadi orang yang paling dekat dengan kelompok sasaran (KUBA). maka diperlukan upaya tambahan berupa bantuan asistensi teknis inovatif dari luar. serta keterbatasan akses KUBA terhadap berbagai fasilitas dan kemudahan-kemudahan yang disediakan pemerintah. termasuk para tenaga pengelola. Bantuan teknis-inovatif ini kiranya harus diberikan oleh tenaga-tenaga terampil yang telah dipersiapkan secara khusus untuk keperluan tersebut. program LKU dilaksanakan dengan menggalang partisipasi aktif kelembagaan sosial yang sudah ada di desa. dan organisasi kemasyarakatan lainnya. seperti LKUD. Dengan demikian diharapkan tenaga pengelola mampu melibatkan secara aktif dalam proses perencanaan. PKK. pelaksanaan dan pemantauan kegiatan kelompok masyarakat miskin. Pada tingkat desa. Ke dalam . Dasa Wisma. posisi. diperlukan upaya pelatihan khusus untuk membina /melatih tenaga pengelola. maupun operasionalisasi program LKU harus dipahami dan dihayati secara utuh oleh setiap pemeran yang terkait dalam upaya pengentasan penduduk miskin secara terpadu mulai dari tingkat pusat sampai tingkat desa.21 yang strategis dan koordinatif. Dengan dukungan bantuan dana ini diharapkan KUBA mampu meningkatkan akses dan kualitas sumberdaya manusia yang ada dan pada giliranya mampu mengembangkan usaha agribisnisnya untuk memperbaiki taraf hidupnya secara bertahap dan berkelanjutan. diperlukan suatu upaya yang efektif yaitu melalui suatu pelatihan bagi semua pemeran yang terkait. utuh dan menyeluruh tentang konsep serta pola operasionalisasi program LKU. Oleh karena itu konsepsi. KPD.

Membina dan mengembangkan tenaga pengelola yang diharapkan dapat membantu Kelembagaan Perkoperasian di Desa dan Pemerintahan Desa dalam menggalang usaha pengembangan kualitas sumberdaya manusia. 2. jiwa kepeloporan (pioneering). semangat pengabdian dan perjuangan. 4. melalui penempatan tenaga pengelola sebagai tenaga pengelola KUBA. Memberikan dasar-dasar kesiapan bio-fisik dan psikologi sebagai bekal untuk berinteraksi dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial di wilayah perdesaan. RUANG LINGKUP Ruang lingkup kegiatan meliputi: . 4. khususnya keberhasilan program LKU. serta kewira-usahaan dalam agribisnis.2. 4. (4) Tekun dan Telaten.22 setiap tenaga pengelola ini harus ditanamkan dan dibina sikap mental yang sangat diperlukan. permasalahan kemiskinan dan profil orang miskin. 3.1. yaitu (1) Disiplin. (3) Semangat perjuangan. Tujuan jangka panjang dari program ini secara keseluruhan adalah: 1. Memantapkan semangat dan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional serta memantapan sikap-mental para calon Tenaga Pengelola. 5. Memberikan bekal pemahaman konsepsi dan operasionalisasi pelaksanaan program LKU. TUJUAN Program penyiapan tenaga pengelola ini pada hakekatnya dibagi menjadi dua tahap. Menumbuhkan dan membina sikap kedisiplinan. ketekunan dan ketelitian. serta mendampingi Kelompokkelompok Masyarakat (KUBA) dalam upaya meningkatkan taraf hidupnya. Tujuan tahap pelatihan adalah: 1. (2). 2. dan pengetahuan lain yang terkait dengan manajemen agribisnis. Mendukung gerakan nasional “Sadar Koperasi” dan “Pemantapan Koperasi”. Memberikan bekal tambahan pengetahuan umum tentang pembangunan masyarakat desa. dan (5) Teliti. Pengabdian. yaitu tahap pelatihan dan tahap pembinaan dan pemantauan.

pemuda tani. Supervisi dan konsultasi reguler d. remaja masjid. Pengembangan pusat informasi dan pengendalian di Propinsi dan di Kabupaten b.23 1. karang taruna. PESERTA PELATIHAN Peserta pelatihan adalah wakil-wakil dari desa yang lolos seleksi (PPL. 2. serta mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dan berintegrasi dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam di wilayah perdesaaan. KUBA. 2. Tenaga ini dipersiapkan menjadi calon pengelola Program LKU. Menguasai dasar-dasar pengetahuan umum dan ketrampilan teknis tentang: 2. Dana bantuan ini dapat digunakan sebagai modal usaha agribisnisnya bagi KUBA yang dapat digulirkan. Pelaporan. pelak sanaan dan tindak lanjut program pengendaliannya. HASIL YANG DIHARAPKAN Setelah pelatihan selesai diharapkan peserta sebagai calon tenaga pengelola dalam program LKU menguasai dan mempunyai kualifikasi khusus. Sikap mental. yaitu tenaga lapangan yang ditetapkan sebagai mitra kerja atau pembimbing . tenaga pengelola dengan dinas/instansi teknis di tingkat desa dan kecamatan e. c. Kemampuan sebagai fasilitator.5. Kemampuan sebagai pemantau perkembangan kelompok masyarakat (KUBA). Recruitment dan seleksi awal oleh masing-masing lembaga 2. semangat dan wawasan kebangsaan yang dapat diandalkan untuk mendukung tugas-tugas pengelolaannya. 4. Konsepsi dasar agribisnis dan LKU 2. setiap angkatan diikuti oleh sekitar 50 orang selama 10 hari.3. Temu karya regional setahun sekali. komunikator dan dinamisator KUBA. yaitu: 1. 4. Penyaluran dana bantuan (Kaji tindak khusus) untuk mendorong terbentuknya LKU yang sesuai bagi kelompok masyarakat (KUBA).2. Operasionalisasi LKUmelalui tahap perencanaan.. 2. Pembinaan dan pemantauan selama tiga tahun. mencakup kegiatan: a.4.3.1. Seleksi peserta pelatihan untuk setiap angkatan 3.4. Kebijaksanaan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Membina hubungan kemitraan antara koperasi pedesaan. 2. tahap pertama terdiri atas lima angkatan. Pelaksanaan pelatihan secara bertahap berkesinambungan. 4. atau lainnya) yang bersedia menjadi tenaga pengelola KUBA. santri.

Tanya jawab.5. Prinsip keamanan sangat diperlukan mengingat sebagian program pelatihan dilaksanakan di alam bebas hutan pegunungan dengan segala macam "kegarangan" alamnya. Sedangkan prinsip "kepuasan" diperlukan untuk menanamkan rasa cinta pekerjaan. disesuaikan . Skills. koperasi. Diskusi pleno. (2) prinsip kesepakatan/konsensus. terutama yang sesuai dengan KUBA. 2. B. serta bersemangat dan berwawasan kebangsaan yang handal. Para peserta ini juga dipersiapkan untuk dapat berfungsi sebagai tenaga yang membantu Koperasi Unit Desa dalam rangka mengidentifikasi potensi usaha-usaha agribisnis komoditas unggulan. Penyaipan aspek mental-spiritual dilakukan secara khusus untuk lebih memupuk dan memantapkan sikap mental yang idealistik. Metode Pelatihan Metode pelatihan ini pada hakekatnya merupakan proses belajar yang partisipatif dengan menggunakan metode belajar: Ceramah. Demonstrasi atau peragaan. dan transparansi. Para peserta disiapkan secara khusus dengan pembekalan teknis dan non-teknis mengenai manajemen agribisnis. profil masyarakat miskin dan masalah-masalah kemiskinan. METODE PELATIHAN A. perkreditan dan lembaga keuangan. (3) prinsip kelompok. 4. dedikatif. B. strategi pengembangan kelompok usaha bersama agribisnis. Studi kasus. Empat prinsip yang digunakan dalam program ini sesuai dengan tahapan pelaksanaan pelatihan adalah (1) prinsip doktrinasi. Curah pendapat (diskusi). Pendekatan 1. Penugasan perorangan. Program pelatihan untuk menanamkan sikap disiplin dirancang secara implisit dan membaur dengan program lainnya. Para peserta ini disiapkan secara khusus untuk mampu mendampingi KUBA. terutama dalam upaya mengembangkan usaha-usaha produktifnya. Penugasan kelompok. Bermain peran (Simulasi).24 penduduk miskin yang menyatukan diri dalam KUBA. sehingga memerlukan bekal pengetahuan dan ketrampilan tambahan untuk dapat menjalankan fungsi pengelolaan dengan baik. 3. serta kewira-swastaan. Prinsip Tiga prinsip dasar yang digunakan dalam pelatihan adalah "Safety . Penggunaan metode-metode di atas sifatnya luwes. Tambahan pengetahuan diperlukan mengingat peserta pelatihan berasal dari berbagai disiplin ilmu. dan (4) kemandirian pribadi individual. dan Satisfaction". Diskusi kelas dan kelompok.

4. MATERI DAN PROSES PELATIHAN A. Pengelolaan dana bergulir/kredit . 3. serta cenderung berorientasi pada kebutuhan-kebutuhan teknis dan non-teknis. Kegiatan usaha produktif. Memperhatikan dan menghargai pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki oleh peserta. Mengutamakan kegiatan peningkatan penghayatan dan pengalaman dari para peserta pelatihan. Program 4. Teknik pembinaan kelompok. B. 2. 5. Pendataan penduduk miskin. manajemen bisnis pedesaan. Pelatih bertindak sebagai fasilitator yang turut melibatkan diri didalam proses belajar. sosiologi pedesaan. pengalaman. Khusus mengenai program KUBA-LKU. (4). 6. (2). Mengutamakan keikutsertaan peserta secara aktif dan merata. dan ketrampilan yang telah dimiliki peserta merupakan potensi yang harus digali dan dikembangkan untuk dapat saling tukar pengalaman dan pengkayaan satu dengan yang lain.6. Pembentukan KUBA. Perencanaan kegiatan KUBA. Praktek karya lapangan di wilayah kerja KUD agribisnis. 4. dan lainnya. Proses Pelatihan Mengingat peserta pelatihan adalah orang-orang yang telah dewasa maka proses dan pendekatan yang tepat adalah menggunakan azas yang partisipatif. permasalahan kemiskinan di Indonesia. kewira-usahaan. Memusatkan perhatian pada penemuan dan pemecahan permasalahan secara bersama. yaitu Program 1. Program Pembekalan Pengetahuan Umum seperti kebijakan dan mekanisme pembangunan masyarakat desa. (1). Program Pembekalan dan Pemantapan sikap mental. menggunakan media alam terbuka.25 dengan dinamika proses belajar yang terjadi di dalam kelas dan kelompok. Prinsip-prinsip dalam proses pelatihan ini adalah : 1. pengalaman. Pengetahuan. Program 2. Dalam hal tertentu peserta dijadikan narasumber bagi pemecahan . Kegiatan belajar yang berdasarkan pendekatan ini menempatkan peserta yang telah memiliki bekal pengetahuan. Program Pembekalan Dasar Ketrampilan Kepanduan dan Pembinaan Jiwa Pioneering dan kemandirian. Materi Pelatihan Materi pelatihan dikelompokkan menjadi empat program. (3). Pencatatan dan pelaporan Program 3. semangat dan wawasan kebangsaan. topik-topik pokok bahasan meliputi: Pengenalan KUBA-LKU. ketrampilan sebagai subyek .

dan lainnya 2. Perkebunan. Media belajar: Makalah. Perindag. 4.7. Papan tulis. 4. PENYELENGGARAAN PELATIHAN A. Instansi pemerintah terkait (Koperasi. Perlengkapan pelatihan khusus di alam bebas dan terbuka. Peternakan. slide projector. Transparan. Poster. para pelatih dari Balai Latihan Koperasi. Lembar bacaan. .26 masalah. Sarana Belajar: Pengeras suara. Daftar isian. Kertas dinding. Tim fasilitator ini dibantu oleh tenaga asisten yang berasal dari KUD-KUD mandiri. Lembar kasus. B. Tim Fasilitator Tim fasilitator terdiri dari para pakar yang dipilih sesuai dengan bidang ilmu yang diperlukan. Panitia Penyelenggara Panitia penyelenggara ditetapkan dengan surat keputusan LPM Unibraw berkoordinasi dengan Instansi terkait di Jawa Timur. Pertanian. OHP. dan lainnya 3. lembar tugas. Spidol.8. Perindustrian dan Perbankan) dan unsur-unsur lain terkait. MEDIA BELAJAR Alat bantu belajar dan sarana yang dapat digunakan antara lain adalah: 1.

dan Program-4 di wilayah kerja KUD Agribisnis sekitar Pandaan dan Malang. Jadwal harian disusun sedemikian rupa dalam rangka untuk mengem bangkan sikap kedisiplinan. Tahap Pelatihan A.. . ketelitian. dan semangat kebersamaan. B.2. Pada setiap KUD ditempatkan satu kelompok (10 orang) peserta yang tinggal di lokasi selama tujuh hari. Tahap Pembinaan dan Pemantauan Tahapan pembinaan dan pemantauan ini berlangsung selama tiga tahun. Program3 di Pandaan. setiap orang tenaga pengelola ditempatkan di desa-desa lokasi KUBA-LKU. Waktu pelatihan Pelatihan ini dilaksanakan secara terjadwal. Pelaksanaan Program-1 dan Program-2 berlokasi di Malang. WAKTU DAN TEMPAT A. Secara keseluruhan memerlukan waktu 15 hari.1.27 4. Tempat Pelatihan Pelatihan diselenggarakan di tiga lokasi yang berbeda. ketekunan.9. A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful