P. 1
Cara Nekropsi Pada Ayam

Cara Nekropsi Pada Ayam

|Views: 148|Likes:
Published by Hera Ira Khaerah

More info:

Published by: Hera Ira Khaerah on Apr 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2015

pdf

text

original

Cara Nekropsi Pada Ayam

Sebelum hewan dieutanasi dipelajari terlebih dahulu diagnosis secara klinik ( menurut pemeriksaan sebelumnya/ keterangan dari pemilik ) dan dilakukan diagnosis sementara yang paling sesuai. Jika unggas masih dalam keadaan hidup diperiksa terlebih dahulu tubuh bagian luar dan diamati gejala klinik tertentu. Diperiksa secara teliti adanya parasit eksternal pada bulu dan kulit. Diamati warna pial dan cuping telinga. Diperhatikan pula terhadap kemungkinan adanya diare, leleran dari paruh, nares dan mata serta kemungkinan adanya kebengkakan dan perubahan warna daerah fasial. Unggas yang masih dalam kondisi hidup, unggas tersebut dapat dibunuh (eutanasi) dengan cara mematahkan leher pada persendian atlanto occipitalis atau emboli udara ke dalam jantung. Bangkai hendaknya dibasahi terlebih dahulu (air biasa + desinfektan) untuk menghindari bulu tidak beterbangan karena hal tersebut dapat menyebabkan adanya pencemaran. Bangkai dibaringkan pada bagian dorsal dan dibuat suatu irisan pada kulit di bagian paha dan abdomen pada kedua sisi tubuh. Paha ditarik kebagian lateral dan diteruskan irisan dengan pisau sampai persendian coxo vemoralis. Iris kulit pada bagian medial dari kaki/ paha dan periksa otot dan persendian pada daerah tersebut. Buat irisan melintang pada kulit dari abdomen, lalu kulit ditarik kebagian anterior dan irisan tersebut diteruskan ke daerah thorax sampai mandibula. Irisan pada kulit juga diteruskan kebagian posterior di daerah mandibula. Perhatikan warna, kualitas, dan derajad dehidrasi dari jaringan subcutaneus dan otot-otot dada. Buat irisan pada otot di daerah brachialis ( kiri dan kanan ) untuk memisah nervus dan plexus brachialis. Buat irisan melintang pada dinding peritonium, di daerah ujung sternum ( processus xiphoideus ) ke arah lateral. Dibuat juga suatu irisan longitudinal di daerah abdomen melalui linea medianan ke arah posterior sampai daerah kloaka. Cara ini akan membuka cavum abdominalis. Buat suatu irisan longitudinal melalui muskulus pectoralis pada kedua sisi sternum sepanjang persendian costocondral semua costae dari posterior ke anterior. Pada bagian anterior, irisan pada kedua sisi thorax harus bertemu pada daerah rongga dada, setelah memotong tulang coracoid dan clavicula cara ini akan membuka rongga dada. Periksa kantong udara di daerah abdominalis dan thoracalis. Periksa juga letak berbagai organ di dalam cavum thorax dan abdominalis sesuai posisinya tanpa menyentuh organ-organ tersebut. Jika akan mengambil sampel untuk isolasi bakteri, jamur, atau virus harus dilakukan secara aseptis. Perhatikan kemungkinan adanya cairan, eksudat, transudat, atau darah di dalam rongga perut dan rongga dada. Saluran pencernaan dapat dikeluarkan dengan memotong oesophagus pada bagian proximal proventriculus. Tarik seluruh saluran pencernaan ke arah posterior, dengan memotong mesenterium sampai pada daerah kloaka. Periksa bursa fabricius terhadap abnormalitas tertentu. Hepar, lien dikeluarkan dan dilakukan pemeriksaan. Buat irisan longitudinal pada proventiculus, ventriculus, intestinum tenue, coecum, colon dan kloaka. Periksa terhadap kemungkinan adanya lesi dan parasit. Saluran reproduksi dikeluarkan dan oviduct diiris secara longitudinal kemudian periksa ovarium yang meliputi stroma dan folikelnya. Periksa ureter dan ren pada posisinya. Organ tersebut dikeluarkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

bronchus. Pemeriksaan pulmo terhadap ukuran. Jantung diperiksa dengan membuat irisan longitudinal melalui atrium dan ventrikel kiri dan kanan atau irisan melintang di daerah ventrikel. Paruh dipotong pada bagian atas secara melintang di daerah dekat mata sehingga cavum nasi dan sinus infra orbitalis dapat diperiksa terhadap adanya cairan. Selanjutnya dibuat irisan melintang yang menghubungkan kedua sudut mata luar. kemudian bulbus olfactorius. Sinus paranasales dan sinus lainnya diperiksa dengan membuat suatu potongan melalui garis median hidung . kemudian dibuat irisan dengan gunting dari foramen magnum ke arah os frontalis yang membentuk sudut 40º pada kedua sisi tulang tengkorak. Dibuat irisan pada sisi kiri sudut mulut. oesophagus. Pemeriksaan jantung terhadap keadaan pericardium. sampai ke pulmo. khususnya tendo gastroenemius dan tendo flexor digitalis. Organ-organ tersebut dapat dikeluarkan secara bersamaan setelah pulmo diangkat dari perlekatannya. Hipofisis cereberi yang masih melekat pada tulang tengkorak dikeluarkan dengan mengiris durameter yang mengelilingi sellatursica. Bangkai dibalik hingga kepala menghadap operator. Pemeriksaan tendo. Periksa glandula tiroidea dan paratiroidea di daerah trachea. Iris secara longitudinal melalui larinx. Semua persendian diperiksa dengan membuat irisan pada kulit di antara caput dan sulcus persendian. Setelah tengkorak dibuka meninges diiris. diteruskan ke pharinx. Untuk memeriksa otak. warna.Nervus dan plexus ischiadicus diperiksa setelah otot abduktor pada bagian medial paha dipisahkan. bidang irisan dan uji apung. dan apex cordis. kulit dan tulang leher di daerah persendian diiris sehingga foramen magnum dan medulla oblongata kelihatan. dan ingluvies. Periksa terhadap adanya abnormalitas pada organ tersebut. ukuran. warna. konsistensi. Otak dapat dikeluarkan sebagai berikut: daerah kepala dibuka. nervi cranialis dipotong sambil mengeluarkan seluruh bagian otak. trachea. Melalui irisan tersebut tengkorak dibuka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->