P. 1
Penanganan Bedah Untuk Fraktur Klavikula Distal Tidak Stabil Dengan MAAP

Penanganan Bedah Untuk Fraktur Klavikula Distal Tidak Stabil Dengan MAAP

|Views: 46|Likes:
Published by As'ad Pratama Putra

More info:

Published by: As'ad Pratama Putra on Apr 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

Penanganan Bedah untuk Fraktur Klavikula Distal Tidak Stabil dengan MAAP(Micro-movable and Anatomical Acromioclavicular

Plate) Qingjun Liu, Jianyun Miao, Bin Lin, Kejian Lian

Abstrak Antara tahun 2006-2009, 18 pasien dengan fraktur klavikula distal telah dilakukan penanganan dengan MAAP di departemen kami. Berdasarkan klasifikasi Neer’s, semua kasus tersebut termasuk Fraktur Tidak Stabil dengan tipe IIA (12 kasus) dan tipe IIB(6 kasus). Penilaian fungsional dievalusi menguunakan kriteria Karlsson’s. rata-rata follow up sekitar 18 bulan (antara 12-36 bulan). Tidak ada komplikasi plate & screw post operatif yagn ditemukan. Unifikasi tulang dicapai dengan waktu rata-rata 12 minggu setekah operasi dilakukan pada ke 18 pasien(antara 8-16 minggu). Berdasarkan kriteria Karlsson’s, gambaran radiologis, dan penyembuhan bahu secara fungsional menghasilkan penilain bagus dan memuaskan pada semua kasus tersebut. Kami menyimpulkan bahwa penanganan bedah menggunakan MAAP dapat menjadipilihan yang tepat untuk fraktur distal klavikula tipe II yang tidak stabil. Teknik ini memungkinkan fiksasi yang kuat dengan fungsi pelatihan yang lebih awal dan penyembuhan fungsional yang lebih cepat. Kata kunci: micro-movable fixation, distal clavicle, fracture, acromioclavicular plate Pendahuluan Fraktur klavikula relatif sering terjadi dikarenakan posisinya yang dekat dengan subkutan. Fraktur klavikula distal sebagai bentuk khusus dari cedera diperkirakan meilik angka kejadian antara 12-15% dari semua kasus fraktur klavikula. Berdasarkan pola fraktur dan hubungan antara garis fraktur ke ligamentum korakolavikular dan sendi akromioklavikular, Neer membagi fraktur klavikula distal menjadi tiga tipe. Pada fraktur tipe I, ligamen- ligamen masih intak dengan fraktur yang masih stabil. Fraktur tipe III adalah fraktur intraartikular yang melibatkan permukaan sendi acromioklavikular dan relatif stabil sama dengan fraktur tipe I. fraktur tipe II dengan ligamen korakoklavikular yang ruptur menjadikannya lebih tidak stabil dibandingkan fraktur tipe I dan III. Fraktur tipe II dibagi lagi menjadi dua tipe yaitu tipe IIA dan tipe IIB. Fraktur tipe IIA terjadi di medial daripada ligamentum conoid dengan ligamen korakoklavikular yang masih intak. Fraktur tipe IIB terjadi di antara ligamen korakoklavikular dan melibatkan rusaknya ligamen conoid. Hilangnya kekuatan ligamen conoid pada fragmen lateral dari fraktur mengakibatkan ketidakstabilan dan displacement yang signifikan dari fraktur, dan memberikan tingkat penundaan union atau nonunion yang tinggi. Selain itu, untuk fraktur tipe II, kekuatan yang tidak seimbang seperti berat daripada tangan dan kekuatan otot yang terdapat pada fraktur adalah faktor lain yang mempengaruhi proses unifikasi. Oelh karena itu, metode bedah untuk penangana daripada fraktur tipe II sangat diperlukan. Meskipun ada beberapa teknik pembedahan untuk menangani fraktur klavikula distal tipe II, sebagian besar metode bedah untuk memberikan fiksasi yang stabil pada fraktur melintang pada sendi

7. Paling tidak ada 4 sekrup yang digunakan untuk memfiksasi sisi akromion dan 5 sekrup yang digunakan untuk memfikasasi sisi distal klavikula. plate anatomis medial acromion. Semua pasien dievaluasi dengan pemeriksaan X-ray pada bulan ke tiga. 6 bahu kiri dan 12 bahu kanan. Insisi standart Thompson sepanjang 6-8cm dibuatdi tengah daripada fraktur. ke enam. sejumlah 18 pasien (10 laki-laki dan 8 perempuan. tapi juga tetap memberikan fitur mergerakan mikro pada sendi akromioklavikular. kami telah mendesain MAAP. Fraktur dimobilisasi dan diberikan dekompresi yang adekuat untuk menyingkirkan jaringan mati. satu tahun. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk melaporkan teknik pembedahan baru untuk penanganan fraktur klavikula distal tipe II dengan MAAP dan mengevaluasi hasil secara retrospektif pada pasien melalui follow up klinis. plate anatomis lateral klavikula. Ligamen korakoklavikular yang robek harus diidentifikasi dan diberikan jahitan secukupnya untuk merekonstruksi. Semua kasus tersebut adalah fraktur tipe II klasifikasi Neer’s berdasarkan pemeriksaan X-ray. Prosedur pembedahan dilakukan dengan general anesthesia dengan pasien diposisikan pada meja operasi dengan posisi beach-chair. 18 kasus tersebut merupakan kasus baru tanpa adanya cedera yang menyertai secara signifikan. dan batang penghubung pergerakan mikro. Plate tersebut mempunyai 4 lubang sekrup pada sisi akromion dan 5. Semua prosedur operasi dilakukan oleh ahli bedah yang sama.akromioklavikular. dan 3 oleh karena jatuh. 10 diantaranya terluka karena kecelakaan lalu lintas. yang tidak hanya efektif memfiksasi fraktur klavikula distal yang tidak stabil. dan tiga tahun post-operatif dan fungsi bahu dievaluasi dengan kriteria Karlsson’s selama periode follow up. Pembedahan dilakukan pada rata-rata hari ke 7 (antara 3-14 hari). Sisi medial dari akromion dan sisi lateral dari klavikula sepenuhnya dibuka. (tabel 1) . dengan rata-rata umur 32 tahun) didiagnosis dengan fraktur distal klavikula telah melaukakan pembedahan pada bagain kami. dua tahun. Pelat ini tersusun dari tiga bagian yaitu. Material dan Metode Berkolaborasi dengan Xiamen Double Engine Medical Material Co Ltd. Metode tersebut memberikan konsekuensi berupa terbatasnya pergerakan mikro dari sendi akromioklavikular. 5 karena kecelakaan.3). atau 9 lubang sekrup yang dapat digunakan pada sisi klavikula. Periode follow up rata-rata adalah 18 bulan (antara 12-36 bulan). Dari sini. kami mendesain micromovable and anatomical acromioclavicular plate (MAAP). berumur antara 17-45 tahun. yang telah mendapatkan paten penemuan nasional(No paten 200620009587. MAAP kemudian dipasang pada sisi medialakromion dan akhir dari fraktur. plate ini terbuat dari titanium dan didesain dengan menyesuaikan bentuk anatomis permukaan daripada klavikula dan acromion. Dari periode Februari 2006 sampai Juli 2009.

Waktu rata-rata untuk penyembuhan fraktur adalah 12 minggu setelah operasi 9antara 8-16minggu). berdasarkan kriteria Karlsson’s. 14 (77. Pembeedahan ulang dilakukan menggunakan plate baru dengan bone grafting pada fraktur yang nonunion memperlihatkan penyembuhan fraktur. Pasien tersebut juga mendapatkan hasil fungsional yang memuaskan. Gambar 2 . Latihan fungsi sendi bahu awal pertama dilakukan setelah 1 minggu pasca operasi oelh keluarga pasien. semua pasien yang dinilai memperlihatkan hasil yang bagus atau memuaskan. Kami memperkirakan hal ini terjadi karena pengangkatan plate internal fiksasi yang terlalu dini. Pasien mendapatkan hasil secara fungsional yang memuaskan. ada satu pasien mendapatkan fraktur ulang pada distal klavikula oleh karena cedera jatuh yang baru dan telah dilakukan pemebdahan dengan teknik yang sama. Pada follow up terakhir. Fragmen fraktur dari pasien memperlihatkan penyatuan tulang setelah 16 minggu oleh pemeriksaan radiologis (Gambar 2). Semua pasien diinstruksikan untuk melakukan pemeriksaan rutin sampai penyembuhan fraktur dan teru di follow up sampai 18 bulan rata-rata (antara 12-36 bulan).2%) kasus mendapatkan rating B (Tabel 2). Tidak ada komplikasi yang terjadi kecuali pada satu pasien non union.Hasil Pada sekelompok 18 pasien telah sukses dilakukan operasi open reduction and internal fixation(ORIF) dengan MAAP.8%) kasus mendapatkan rating A dan 4 (22. Waktu rata-rata yagn dibutuhkan untuk pembedahan adalah 28 menit (antara 22-38 menit). Sebagai tambahan.

tingkat nonunion seteleh dilakukan penanganan nonbedah pada fraktur klavikula distal tipe II berada di antara 28% hingga 44%. dan mengandung diskus fibrokartilagenous. Oleh karena itu. Tidak ada konsensus mengenai penanganan mana yang paling efektif memberikan hasil klinis. clavicular hook plate. Pada awalnya. dan fikasasi bosworth-type screw. fikasasi clavicular hook plate. Banyak pilihan penanganan bedah pada tipe fraktur jenis ini. penanganan bedah sangat direkomendasikan. seperti k-wire. Pada semua fraktur tipe II. Oleh karena itu. termasuk fikasasi k-wire. dan cocaroclavicular screw akan membatasi pergerakan sendi akromioklavikular pasca operasi. fragmen dari proksimal terlepas dari ligamen korakolavikular. studi tiga dimensi dari sendi akromioklavikular menggunakan MRI menunjukkan bahwa sendi ini memiliki rotasi sekitar 15-20% yang memungkinakan beberapa gerakan memutar. Fiksasi tersebut mempunayi komplikasi yang sering muncul sebagai hasil dari fiksasi itu sendiri maupun penyatuan dari sendi akromioklavikular yang membatasi pergerakan mikronya. fikasasi modified tension band. Khususnya fraktur tipe II lebih sering terdisplaced dan mempunyai kemungkinan yang elbih tinggi untuk nonunion. rekonstruksi dari ligamen korakoklavikular sangatlah penting pada . metode operatif untuk menangani fraktur kalvikula distal yang memfikasasi akromion dan klavikula. Sendi akromioklavikular adalah sendi diathroidal yang dibentuk oleh permukaan luar dari kalvikula dan aspek anterior dari akromion. Moseley et al melaporkan bahwa sendi akromioklavikular memiliki rotasi beberapa derajat. Range of movement dari sendi akromioklavikular telah lama diinvestigasi selama beberapa tahun. Akhir-akhir ini.Tabel 2 Diskusi Fraktur distal klavikula biasanya relatif tidak stabil jika dibandingkan dengan fraktur klavikula proksimal. Berdasarkan statistik dari literatur yang relevan. Kegunaan dari operasi adalah untuk menjaga stabilitas dari sendi akromioklavikular dan mempercepat penyembuhan dari fungsi sendi. digabungkan dengan pemeriksaan klinis. Metode yang demikian sungguh tidak bijakasana dalam menangani fraktur klavikula distal. Oleh karena itu.

dan reduksi fraktur secara anatomis dapat dijaga tanpa merusak kapsul sendi dan ligamen akromioklavikular. dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai efek klinis dari metode fiksasi ini. akan mengakibatkan kegagalan pada metode fikasi. ligamen korakoklavikular harus diperiksa untuk dilakukan perbaikan. MAAP didesain berdasarkan morfologi permukaan dari klavikula distal dan ujung akromion. Jadi. dan lebar. pada semua fraktur tipe II. penggunaan dari fiksasi MAAP pada fraktur klavikula distal tipe Neer II dapat memberikan fiksasi yang stabil dan dengan tingkat komplikasi yang rendah dan hasil fungsional yang memuaskan. . Kami percaya bahwa hal ini merupakan pilihan yang bagus dalam menanagani fraktur klavikula distal. darat.fraktur klavikula distal tipe II. Meskipun demikian. Kesimpulan Kesimpulannya. termasuk ujung oval akromion dan ujung klavikula yang relatif tipis. Jika ligamen korakoklavikular yang ruptur tidak sembuh. Plate dapat melekat pada klavikula distal bagian superior dan akromion dengan lebih erat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->