MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG NILAI TEMPAT MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS II SDN RINGINSARI KECAMATAN

TEMPUREJO KOTA Pasirian

Oleh: NAMA ANDA NIP.

SDN RINGINSARI KECAMATAN TEMPUREJO KOTA Pasirian JAWA TIMUR 2011

1

LEMBAR PENGESAHAN Karya Tulis Ilmiah ini Disajikan : “Untuk meningkatkan profesionalisme guru” Dengan Judul : “MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG NILAI TEMPAT MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS II SDN RINGINSARI KECAMATAN TEMPUREJO KOTA Pasirian” PENULISAN PTK DISAHKAN PADA TANGGAL: ....................................... Pengawas TK/SD Kepala SDN RINGINSARI Gugus 04 Kec.Tempurejo Kota Pasirian NIP. NIP.

2

KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah Kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Nilai Tempat melalui Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas II SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian” Laporan Hasil PTK ini disusun dalam rangka upaya penulis mencoba untuk mendorong guru-guru di sekolah Dasar agar mau mengadakan penelitian (PTK) sehingga dapat digunakan umpan balik (feed back) yang pada akhirnya dapat memperbaiki proses Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan penyusunan laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas baik moral,mental, spiritual maupun material hingga terselesaikannya penulisan Penelitian Tindakan Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini tidak terlepas dari berbagai kekurangan, maka dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, modal penulis dimasa mendatang. Akhirnya penulis berharap semoga apa yang telah penulis sajikan dalam Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat diambil manfaatnya demi pengembangan ilmu pengetahuan. Pasirian, Oktober 2011

3

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................... LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................. LEMBAR PUBLIKASI........................................................................................ KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah ............................................................... 1 Rumusan Masalah ........................................................................ 4 Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran .................................... 5 Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran ................................... 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA Metode Mengajar ......................................................................... 7 Keterampilan Dasar Mengajar Matematika.................................... 10 Metode Demonstrasi..................................................................... 10 Penerapan Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Subyek Penelitian ........................................................................ 16 B. Deskripsi per Siklus ..................................................................... 17 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi per Siklus ..................................................................... 21 B. Pembahasan dari Setiap Siklus ...................................................... 25 BAB V KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT A. Kesimpulan ................................................................................. 28 B. Saran Tindak Lanjut .................................................................... 28 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 30 LAMPIRAN-LAMPIRAN .............................................................................. 31

4

mereka akan mengalami permasalahan yang yang tidak mereka sadari. yang selanjutnyamenentukan tindakan pemecahannya. Pembelajaran akan efektif bila guru dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi di kelasnya. Dengan pendidikan yang baik kita akan mudah mengikuti perkembangan zaman di masa yang akan datang. Hal ini merupakan proses yang secara alami munculnya suatu permasalahan yang baru dalam dunia pendidikan.Sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi kehidupan. artinya dari tahun ke tahun tidak pernah mengalami perubahan karena adanya perubahan kondisi. tetapi lebih menekankan pada pengembangan cara-cara baru belajar yang lebih efektif dan sesuai dengan kemampuan peserta didik. Manakah yang lebih tepat untuk menyampaikan materi supaya hasil proses belajar mengajar berhasil maksimal.BAB I PENDAHULUAN A. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik harus mau tahu akan kebutuhan anak didik. Sehingga sangat perlulah sebagai pendidik mengadakan variasi metode pengajarannya. Sehingga dalam penyampaian materi pelajaran dituntut untuk selalu menyesuaikan dengan kondisi anak sekarang.Perubahan pengajaran tidak harus disertai dengan pemakaian perlengkapan uang serba hebat.Tuntutan peningkatan kualitas professional guru belum memenuhi syarat yang diinginkan atau diharapkan. Perlu diketahui bahwa pendidikan kemarin. terutama dalam pelayanandan penyampaian materi pelajaran. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu cara pembentukan kemampuan manusia untuk menggunakan akalfikiran/rasional mereka sebagai jawaban dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul di masa yang akan datang. Guru yang selalu menggunakan metode monoton. sekarang dan yang akan datang banyak perubahan. akan membawa sikap mental tingkah laku anak didik. karena antara petunjuk perlaksanaan yan 5 . Salah satu tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. kemudian menganalisa dan menentukan factor-faktor yang diduga menjadi penyebab utama.

situasi yang berbagai keadaan.Namun demikian ada sifat umum yang menjadi mungkin untuk mengadakan klasifikasi yang jelas tetapi fleksibel. terutama tentang keterampilan Tingkat pengetahuan dan prestasi siswa dalam mata pelajaran matematika lebih rendah dari mata pelajaran yang lain. 2.sudah ada banyak terdapat kendala bagi para pelaksana pendidikan utamanya guru terbukti dengan dampak yang dilapangan antara lain: 1. Permasalahan di atas disebabkan oleh dominasi guru masih tinggi. 3. guru masih dominan menggunakan ceramah dan mencatat.Di dalam kenyataan banyak factor yang menyebabkan tidak selalu dapat dipergunakan metode yang paling sesuai dengan tujuan. guru kurang mengoptimalkan bekerja bersaman-sama dan siswa dianggap lulus tes atau dapat mengerjakan tes tanpa memperhatikan aspek lain seperti kejujuran. Keterampilan anak didik masih sangat rendah. Guru 6 . Dari segi peoses pembelajaran dikatakan berhasil apabila seluruhnya atau setidaktidaknya sebagaian besar (75%) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri yang tinggi. Suasana belajar kurang dinamis. Sedangkan dari segi hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan-perubahan perilaku yang positif dari peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar Metode mengajar banyak sekali jenisnya.Demikian gambaran situasu pembelajaran saat ini yang terjadi di lapangan khususnya pembelajaran di Sekolah Dasar. dan kemampuan bekerja sama.tingkat kematangan siswa yang berbeda.pengendalian diri.Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses pembelajaran dari segi hasil.guru masih banyak bergantung pada buku. mental maupun social dalam proses pembelajaran di samping menunjukkan kegairahan belajar tinggi. peran guru dalam proses belajar mengajar sebagai penyebar ilmu krang berperan sebagai fasilitator. Karena itu sulit untuk memberikan satu klasifikasi yang jelas mengenai metode yang pernah dikenal di dalam pengajaran. penghargaan kepada orang lain. disebabkan oleh karena metode ini dipengaruhi oleh beberapa factor misalnya : tujuan yang berbagai jenis dan fungsinya. situasi dan lain-lain. pribadi guru dan kemampuan professional yang berbeda-beda.

maka dari itu penulis mengajukan penelitian dengan judul “Meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai tempat melalui metode demonstrasi pada siswa kelas II SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian”.Dari hasil diskusi tersebut. Kurangnya perhatian siswa terhadap materi 2. Setelah penulis menganalisa dengan melakukan diskusi dan tukar pendapat dengan teman sejawat selaku pengamat. yaitu “Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi”. Guru dalam menjelaskan materi terlalu cepat. maka peneliti berupaya mencoba cara yang paling efektif dalam memperkenalkan konsep kepada anak didik mencari yang paling mudah.sering kali terpaksa menggunakan metode pilihan.Dari 20 siswa di kelas II hanya 11 siswa yang mencapai tingkat penguasaaan materi sebesar 75% ke atas. menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan materi.Berdasarkan hasil ulangan harian ke I mata pelajaran matematika dengan kompetensi dasar “Menentukan nilai tempat satuan. maka diketahui bahwa faktor penyebab siswa kurang menguasai materi yang diajarkan adalah: 1. B. peneliti meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengidentifikasi kekurangan dalam pembelajaran. maka terungkap masalah yang terjadi dalam pembelajaran.Oleh karena itu. Agar usaha pendidikan tidak sia-sia. Mengingat permasalahan tersebut adalah masalah yang bermuara dari dan dirasakan oleh guru kelas. puluhan dan ratusan”. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “bagaimanakah penggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan pemahaman tentang nilai tempat pada siswa kelas II SDN Ringinsari? 7 . Rumusan Masalah Masalah adalah segala rintangan tentang hambatan dan kesulitan yang memerlukan pemecahan jawaban agar usaha pencapaian tujuan dimaksud dapat berhasil dengan baik. dekat dengan diri siswa sehingga pelajaran Matematika menjadi menyenangkan.

Manfaat bagi guru 1. Bagi Kepala Sekolah 1. serta dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan tepat.C. Membantu guru berkembang secara professional. 2. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran a. 3. Sebagai bahan masukan atau input untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil kebijaksanaan untuk membina guru dalam menentukan keberhasilan pengelolaan pembelajaran di sekolah. Hasil perbaikan ini dapat dijadikan bahan masukan dan perbandingan dalam melaksanakan proses pemahaman nilai tempat pada siswanya. mampu menyelesaikan soal yang tak terbatas dalam waktu yang relative singkat. tepat dan benar. 6. 3. Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian. 5. 4. 5. 2. Meningkatkan rasa percaya diri guru. Untuk bahan pertimbangan dalam peningkatan prestasi siswa di masa yang akan datang. 8 . 4. sehingga pelaksanaan kegiatan guru lebih berkembang dan terarah dalam pengelolaan situasi dan kondisi siswa. Dapat menyelesaikan tugas dengan cepat. Untuk selalu memperbaiki dan meningkatkan proses/hasil pembelajaran dengan manfaat metode yang tepat. 2. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran Tujuan penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman tentang nilai tempat pada siswa kelas II SDN Ringinsari? D.

Perbaikan ini juga bisa digunakan sebagai bahan referensi dan sumber infomasi mengenai penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran.3. 9 . Bagi Peneliti Lain Ini diharapkan bisa ditindak lanjuti dengan perbaikan pengembangan.

sifat atau melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. tabel. Metode Mengajar Matematikan merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek anstrak dan dibangun melalui proses penalaran dedukatif. 2. Memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan symbol. menyusun bukti. adalah sebagai berikut: 1. Menggunakan penalaran pada pola. yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima. kreatif dan konsisten. grafik. diagram. Menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari. akurat. logis.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dipahami oleh siswa. kritis. tabel. sebagai alat pemecahan masalah malalui pola piker dan model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui symbol. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis.Kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika mulai SD dan MI sampai SMA. efesien dan tepat dalam pemecahan masalah. 3. dalam menjelaskan gagasan. prosespenalaran induksi dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran dedukatif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyeledikan. eksplorasi dan eksperimen. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma. grafik atau diagram untuk memperjelas keadaan atau masalah. sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan 10 . secara luwes.

dan menyelesaikan model matematika dalam penyelesaian 5. baik itu dalam diri siswa sendiri (intern) maupun dari luar (ekstern). kemampuan strategi dalam membuat (merumuskan). tingkat kedalaman materi. oleh karena itu.4.Keberhasilan siswa dalam belajar matematika dipengaruhi banyak factor. belum tentu baik pula dipergunakan oleh guru B. 6. dan berat dalam pemecahan masalah. penggunaan metode harus disesuaikan pula dengan karakter pribadi guru itu Semua metode mengajar. panjang. sehingga guru harus pandai-pandai memilih dan menggunakannya. Kemampuan matematika yang dipilih dalam Standar Kompetensi ini dirancang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa dengan memperhatikan perkembangan pendidikan matematika di dunia sekarang ini. Dan metode yang baik dipergunakan oleh guru A. Untuk mencapai kompetensi tersebut dipilih materi-materi matematika dengan memperhatikan struktur keilmuan.Apalagi materi pelajaran matematika merupakan perpaduan antara materi yang bersifat abstrak dan konkrit atau benda nyata. harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. B. menafsirkan. Ditinjau dari fungsinya. Menunjukkan masalah. serta sifat esensial materi. Jadi penggunaan metode mengajar.Jika memang diperlukan 11 . dan terpakainya dalam kehidupan sehari-hari secara rinci. juga dipengaruhi oleh jenis materi yang diajarkan.Salah satu factor yang berasal dari luar adalah metode yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. standar kompetensi tersebut adalah sebagai berikut: Melakukan penjumlahan dan pengurangan sampai 500. metode mengajar matematika merupakan suatu cara tersendiri yang dipergunakan oleh guru dalam menyapaikan materi pelajaran tertentu kepada siswa. Geometri dan Pengukuran Menggunakan pengukuran waktu. mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.Ketepatan atau efektifitas penggunaan metode mengajar disamping dipengaruhi oleh karakter pribadi seorang guru itu sendiri.

Nampak bahwa metode ini ditandai adanya kesengajaan untuk mempertunjukkan tindakan atau penggunaan prosesur yang disertai 12 . hal ini memang penting.seorang guru dapat mengkombinasikan beberapa metode yang memang diperlukan.sehingga dapat mengurangi kegairahan belajar siswanya. Dengan sendirinya akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajarnya. Menurut Hasibuan dan Mujiono (1986) bahwa keterampilan mengajar dapat berupa: “(1) keterampilan member penguatan (Reinforcement) (2) keterampilan bertanya (3) keterampilan menggunakan variasi (4) keterampilan menjelaskan (50 keterampilan membuka dan menutup pelajaran C. dia akan mengembangkan dirinya dengan menyesuaikan metode mengajarnya dengan keberadaan siswa pada jamannya dia akan dianggap sosok guru idola. Metode demonstrasi adalah suatu penyajian yang dipersiapkan secara teliti untuk mempertontonkan dan mempertunjukkan yaitu sebuah tindakan atau posedur yang digunakan. Seorang guru hanya menggunakan metode yang monoton (tida bervariasi) tanpa memperhatikan jenis materi yang sedang diajarkannya. dan pernyataan lisan (oral) atau peragaan (visual) secara tepat 9dalam Canei.Dari batasan ini. Macam-macam metode menurut Ruseffendi. 1986:38). Metode Demonstrasi 1. ilustrasi. Pengertian Metode Demonstrasi.Seorang guru yang mau memperhatikan perubahan jaman dewasa ini. biasanya akan membosankan. seorang guru dituntut memiliki seperangkat keterampilan dasar mengajar matematika. (1990:34) adalah: macam-macam metode pembelajaran metamatika meliputi metode (1) ceramah (2) expositori (3) demonstrasi (4) latihan dan praktek (5) Tanya jawab (6) diskusi (7) permainan (8) karya wisata (9) laboratorium (10) kegiatan lapangan (11) inkuiri (12) pemecahan masalah (13) pemberian tugas/pekerjaan rumah (14) metode proyek (15) pengajaran beregu (16) Keterampilan Dasar Mengajar Matematika Dalam kegiatan belajar mengajar matematika.Metode ini disertai dengan penjelasan.

Dengan batasan metode demonstrasi ini. Dengan kata lain. (Canei.1978:91). atau siswa memperlihatkan suatu proses kepada seluruh kelas (Winarno. ataupun untuk mengajar hal-hal yang bersifat rutin (Staton. metode demonstrasi bertujuan untuk mengajarkan keterampilanketerampilan fisik daripada keterampilan-keterampilan intelektual. Meningkatkan kepercayaan bahwa suatu prosedur memungkinkan bagi siswa. ilustrasi. maka dapat dikemukakan bahwa metode demonstrasi merupakan format interaksi belajar-mengajar yang sengajar mempertunjukkan atau memperagakan tindakan.Cardille mengemukakan bahwa metode demonstrasi dapat dipergunakan untuk: 1. 2. Dengan memperdulikan batasan metode demonstrais seperti dikemukakan oleh Cardille dan Winarno.penjelasan. 1986:38) 13 . Mengajar siswa tentang bagaimana melakukan sebuah tindakan atau menggunakan suatu prosedur atau produk baru. memperjelas demonstrasi oral maupun visual. atau pernyataan secara lisan Winarno mengemukakan bahwa metode demonstrasi adalah adanya seorang guru. Meningkatkan perhatian dalam belajar dan penggunaan prosedur. Tujuan Penerapan Metode Demonstrasi Metode demonstrasi barangkali lebih sesuai untuk mengajarkaan keterampilan tangan ini dimana gerakan-gerakan jasmani dan gerakangerakan dalam memegang sesuatu benda akan dipelajari. 1980:87). dan menyediakan peralatan yang diperlukan. 3.bahwa untuk mendemonstrasikan atau memperagakan tidak harus dilakukan oleh guru sendiri dan yang didemonstrasikan adalah suatu proses. orang luar yang diminta. menunjukkan adanya tuntutan kepada guru untuk merencanakan penerapannya. Batasan yang dikemukakan Winarno memberikan kepada kita. 2. proses. atau prosedur yang dilakukan oleh guru atau orang lain kepada seluruh siswa atau sebagian siswa.

2. maka metode demonstrasi memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut: 1. 3.sehingga memberi kemungkinan yang besar bagi para siswa memperoleh pengalaman-pengalaman langsung. Keunggulan Metode Demonstrasi. Dengan mempertunjukkan atau memperagakan suatu tindakan. Menginformasikan tentang bahan yang diperlukan untuk membuat produk tertentu. dapat diidentifikasi tujuan penerapan metode demonstrasi yang mencakup: 1. Berdasarkan pendapat di atas. (Winarno. karena demonstrasi memberikan gambaran konkret yang memperjelas perolehan belajar siswa dari hasil pengamatannya. Memungkinkan para siswa terlibat secara langsung dalam kegiatan demonstrasi. Mengembangkan kemampuan pengamatan pendengaran dan penglihatan para siswa secara bersama-sama. proses atau prosedur keterampilan-keterampilan. Dengan kata lain. Memperkecil kemungkinan salah bila dibandingkan kalau siswa hanya membaca atau mendengar penjelasan saja.Mengetengahkan cara kerja.Sedangkan Winarno mengemukakan bahwa tujuan penerapan metode demonstrasi Mengajarkan suatu proses. 3. proses kerja. Mengajar siswa tentang suatu tindakan. 3.sehingga para siswa akan benar-benar memberikan perhatian khusus kepda hal tersebut. perhatian siswa lebih mudah dipusatkan kepada proses belajar dan tidak tertuju kepada yang lain. 1980:87-88).Proses mengerjakan dan menggunakan. Peluang keterlibatan siswa memberikan kesempatan siswa mengembangkan kecakapannya dan memperoleh pengakuan dan penghargaan. proses. proses pembuatan. Memudahkan pemusatan perhatian siswa kepada hal-hal yang dianggap penting. dan Winarno. atau prosedur. maka tujuan penerapan metode demonstrasi yang dikemukakan oleh Staton. 2. Mengkonkretkan infomasi yang disajikan kepada para siswa.Memungkinkan para siswa 14 . Cardille. misalnya proses pengaturan.

mencari dan merumuskan masalah yang sesuai dengan konsep tersebut. karena siswa mengamati secara langsung jalannya demonstrasi yang dilakukan. Penerapan Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Sebelum mengajar atau pembelajaran dilaksanakan. memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat. siswa terhindar dari kesalahan dalam mengambil suatu kesimpulan. menentukan konsep materi yang akan dipelajari siswa. kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki karena langsung diberikan contoh konkretnya. serta merencanakan strategi pembelajaran yang cocok. 15 . siswa memperoleh pengalaman yang dapat membentuk ingatan yang kuat. D. Menurut Basyirudin Usman (2002:46) menyatakan bahwa keunggulan dari metode demonstrasi adalah perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada pokok bahasan yang akan didemonstrasikan. jawaban dari pertanyaan dapat disampaikan oleh guru ada saat itu pula. pertanyaan-pertanyaan yang timbul dapat dijawab sendiri oleh siswa pada saat dilaksanakannya demonstrasi. Adapun menurut Syaiful Bahri Djamara (2000:56) menyatakan bahwa keunggulan metode demonstrasi adalah membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu kegiatan pembelajaran. seorang guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). memudahkan berbagai jenis penjelasan. apabila terjadi keraguan siswa dapat menanyakan secara langsung kepada guru.mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum mereka ketahui selama demonstrasi berjalan. menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil suatu kesimpulan. maka selama proses kegiatan belajar mengajar siswa dapat memusatkan perhatiannya pada pokok bahasan yang akan didemonstrasikan. kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret dengan menghadirkan objek sebenarnya.Mengacu dari metode yang dipergunakan.

Memberikan penjelasan tentang topic yang akan didemonstrasikan. 4.Berdasarkan uraian di atas maka penggunaan metode demonstrasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa pada pokok bahasan nilai tempat ratusan. Tanya jawab. dan latihan) terhadap demonstrasi.Adapun prosedur demonstrasi yang harus dilakukan dalam pembelajaran. Penguatan (diskusi. Pelaksanaan demonstrasi bersamaan dengan perhatian dan perniruan dari siswa. 2. dalam hal ini untuk meningkatkan pemahaman pada pelajaran matematika pada pokok bahasan nilai tempat adalah: 1. 16 . puluhan. Mempersiapkan alat bantu yang akan digunakan dalam pembelajaran. 3.

Menyiapkan LKS 2.Jumlah siswa SDN Ringinsari kelas II B berjumlah 20 siswa. Menyiapkan media pembelajaran 3.BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. puluhan. pengamatan.Waktu yang digunakan peneliti dalam melakasanakan penelitian tindakan kelas ini selama 2 siklus. Menyusun Rencana Pembelajaran (RPP) 2. Guru menjelaskan materi tentang nilai tempat ratusan. terdiri dari 10 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan pada siklus pertama ini adalah: 1. Deskripsi Per Siklus Penelitian ini mengenai peningkatak pemahaman nilai dengan menggunakan metode demonstrasi dilaksanakan melalui beberapa tahapan. dan refleksi. dan satuan. B.Tahapan yang dimaksud adalah perencanaan. yaitu pada tanggal 13 Oktober 2011 (Siklus 1) dan 20 Oktober 2011 Mata pelajaran yang diteliti adalah Matematika dengan materi pembelajaran nilai tempat. pendidikan orang tua pada umumnya hanya sebatas lulus Sekolah Dasar (SD). Tahapan tersebut dilaksanakan dalam dua siklus sebagaimana dijelaskan berikut ini: 1. Kelas II Semester I SDN Ringinsari Tahun Pelajaran 2011/2010. 17 . Subjek Penelitian Lokasi Penelitian yang digunakan untuk melaksanakan penelitian ini adalah SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan pada siklus pertama ini adalah: 1.Karakteristik siswa adalagh meliputi latar belakang ekonomi yang sebagian besar siswa berasal dari keluarga kurang mampu.

5. 2.2. Mengamati aktifitas siswa dalam menjawab soal. 4. 3. Memadukan hasil refleksi siklus 1 agar siklus 2 lebih efektif 3. Guru memberikan soal evaluasi kepada siswa. 4. Mengevaluasi hasil pengamatan. dan 4. Guru menjelaskan materi tentang nilai tempat ratusan. Guru menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis. dan satuan. 2. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. 18 . Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan pada siklus 2 adalah: 1. 4. Menyiapkan tes tulis 2. Menyiapkan media pembelajaran 4. puluhan. Menganalisis hasil pembelajaran. Mengamati aktifitas siswa dalam kerja kelompok mengerjakan LKS. 3. 3. Mancatat hasil pengamatan . Memperbaiki kelemahan untuk siklus berikutnya. 2. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Mengamati aktifitas siswa dalam menyampaikan hasil kerja kelompok. Siswa mencatat penjelasan guru. 3. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan pada siklus kedua ini adalah: 1. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap refleksi siklus 1 ini adalah: 1. Adapun yang dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut : 1. Siswa mendengarkan penjelasan guru dan mengajukan pertanyaan. Mengamati aktifitas guru dalam proses pembelajaran. Menyusun Rencana Pembelajaran (RPP) 2. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pengamatan pada siklus pertama ini adalah: 1. 3.

5. 19 . Kegiatan yang dilakukan dalam tahap refleksi siklus kedua ini adalah: 1. Secara berkelompok. 3.4. siswa diminta mengerjakan LKS (menyebutkan nilai tempat) 5. 2. Mengamati aktifitas siswa dalam kerja kelompok mengerjakan LKS. Melalui perwakilan. Mancatat hasil pengamatan . 4. Mengamati perkembangan materi 4. Mengamati aktifitas siswa dalam menyampaikan hasil kerja kelompok. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pengamatan pada siklus 2 ini adalah: 1. tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Mengamati aktifitas guru dalam proses pembelajaran. 6. Guru memberikan soal tes akhir siklus 2. Mengamati aktifitas siswa dalam menjawab soal. 2. 3. Mengevaluasi hasil pengamatan.

Hasil penelitian dalam proses analisis data berupa peningkatan pemahaman nilaitempat melalui metode demonstrasi pada siswa kelas II SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian berupa tes tulis. Deskripsi Per Siklus Dari tindakan yang telah dilaksanakan dapat dilaporkan adanya peningkatan kemampuan mengajar pada guru dan peningkatan pemahaman nilai tempat melalui metode demonstrasi pada siswa kelas II SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian. 2. Kebiasaan siswa yang biasa pasif. Pada saat pembelajaran guru. Secara lengkap hasil analisis data terhadap pemahaman nilai tempat siswa kelas II SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian diuraiakan berikut ini: 20 . berubah menjadi aktif dalam mengidentifikasi Setiap akhir pelajaran. Kebiasaan mengajar yang membiasakan guru aktif menjelaskan dan menerangkan mulai berkurang. 4. dan berubah menjadi bimbnag dan mengembangkan inisiatif siswa. Proses analisis data tersebut disajikan dalam 2 siklus sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis data tersebut terhadap pemahaman nilai tempat. Pengorganisasian kelas c.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Variasi pembelajaran 5. maka dapat ditentukan jumlah siswa yang mendapat nilai sama. Guru lebih banyak mendorong siswa berkreatif dan menciptakan iklim belajar yang kondisif. Peningkatan kemampuan mengajar tersebut antara lain: 1. 3. mulai selalu memeprhatikan: a. siswa memperoleh hasil belajar (produk) selama proses belajar berlangsung melalui diskusi kelompok maupun individu. Perbedaan individu b. 6.

dipaparkan berikut ini. Siswa yang mendapat nilai 80 sebanyak 8 anak e. penelitian dilanjutkan pada siklus 2. hasil analisis data pemahaman nilai tempat pada siklus 1. hasil analisis data pemahaman nilai tempat pada siklus 2. Siswa yang mendapat nilai 50 sebanyak 0 anak b. Siswa yang mendapat nilai 70 sebanyak 3 anak d. 3. maka ditentukan jumlah siswa yang mendapat nilai yang sama.dipaparkan berikut ini. Siswa yang mendapat nilai 50 sebanyak 3 anak Siswa yang mendapat nilai 60 sebanyak 5 anak Siswa yang mendapat nilai 70 sebanyak 9 anak Siswa yang mendapat nilai 80 sebanyak 4 anak Untuk lebih jelasnya. 4. siswa kelas II melanjutkan menjawab soal melalui tes tulis.Daftar nilai tersebut jika disajikan dalam bentuk grafik sebagai berikut: Dalam proses pembelajaran siklus 2.1. Berdasrkan hasil analisis data terhadap pemahaman nilai tempat. Tabel 4.1 : Hasil Tes Akhir Pada Siklus 1 No Nama Siswa Nilai Jumlah Rata-rata Prosentase Hasil penelitian pada siklus 1 menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas II dalam memahami materi nilai tempat masih belum maksimal. Siswa yang mendapat nilai 60 sebanyak 2 anak c. Secara lengkap hasil analisis data nilai siswa kelas II SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian diuraiakan sebagai berikut : a. Siswa yang mendapat nilai 90 sebanyak 4 anak Untuk lebih jelasnya. 21 .Oleh karena itu. 2.

terlihat jelas ada peningkatan pemahaman materi nilai tempat melalui metode demonstrasi pada siswa kelas II SDN Ringinsari Kecamatan Tempurejo Kota Pasirian. Tabel 4. Daftar nilai tersebut jika disajikan dalam bentuk grafik sebagai berikut: B.Peningkatan tersebut disajikan dalam tabel 4.3 berikut ini.2 : Hasil Tes Akhir Pada Siklus 2 No Nama Siswa Nilai Jumlah Rata-rata Prosentase Hasil penelitian pada siklus 2 menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas II dalam memahami materi nilai tempat sudah banyak mengalami pengingkatan yang bermakna atau signifikan.Tabel 4.3 : Perbandingan hasil tes Akhir pada Siklus 1 dan 2 No Nama Siswa Nilai Jumlah 22 . Pembahasan Setiap Siklus Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan dalam siklus 1 dan 2.

kemudian pada siklus 1 meningkat menjadi 65% dan siklus 2 meningkat menjadi 90%. Kesimpulan Setelah adanya kegiatan perbaikan pembelajaran dapat ditarik kesimpulan sebagai 1. ternyata mampu meningkatkan pemahaman tentang nilai tempat pada siswa kelas II SDN Ringinsari.Untuk lebih jelasnya adanya peningkatan tersebut lihat gambar dalam grafik di bawah ini.Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan metode demonstrasi sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan siswa khususnya tentang nilai tempat. 23 . BAB V KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT A. Dengan menggunakan metode demonstrasi. Tabel hasil tes akhir siklus I dan II No Nama Siswa Siklus I Siklus II Ketuntasan Tuntas Jumlah Rata-rata Prosentase Berdasarkan grafik di atas terlihat peningkatan yang signifikan mulai dari pra siklus (55%).Rata-rata Prosentase Berdasarkan tabel di atas Nampak 18 siswa telah mampu memahami materi nilai tempat melalui metode demonstrasi dan hampir seluruh siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2.

karena dengan penggunaan metode yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Boston: Allyn & Bacon. semoga bermanfaat bagi banyak pihak. maka prestasi siswa pun juga ikut meningkat. Reuseffendi (1990). maka dikemukakan saran-saran berikut ini: 1. Saran Tindak Lanjut Agar penelitian tindakan kelas ini bisa bermanfaat untuk sesame. DAFTAR PUSTAKA Bahri.(1986). Jakarta: Bina Aksara. peneliti tetap berharap agar hasil penelitian ini tetap dapat dilaksanakan yaitu penggunaan metode yang tepat untuk meningkatkan pemahaman nilai tempat pada siswa.Misalnya 2. (2000).Macam-macam Metode. khususnya rekan-rekan guru melakukan penelitian lanjutan. 24 .2. B. Jakarta: Bina Aksara. Jakarta: Intan Pariwara. Cenei (1986). Keunggulan Metode Demonstrasi. Walaupun hasil penelitian tindakan kelas ini belum tentu cocok diterapkan di lembaga pendidikan lain. Mujiono. melakukan timdakan kelas mengenai peningkatan pemahaman siswa melalui media atau metode pembelajaran yang lain. Hal yang demikian perlu dilakukan. Keterampilan Dasar Mengajar Matematika.Tujuan Penerapan Metode Demonstrasi. Jamara Syaiful. Dengan meningkatnya pemahaman siswa kelas II SDN Ringinsari pada materi tentang nilai tempat. Demikian kesimpulan dan saran yang dapat disampaikan. Diharapkan agar pembaca.

Pengertian Metode Demonstrasi. (2002).Penerapan Metode Demonstrasi. 13 Oktober 2011 : Matematika : II/I : 2 x 35 menit STANDAR KOMPETENSI Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 25 . Winarno (1980).Usman. Boston: Allyn & Bacon. Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Pustaka Jaya. RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Hari / Tanggal Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Selasa. Staton (1978). Basyirudin.

Guru menarik kesimpulan tentang menentukan nilai tempat. Guru menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis. Penugasan c. Kegiatan Awal (15 menit) 1. Kegiatan Akhir (10 menit) 1. METODE PEMBELAJARAN a. B. dan satuan. Mengaktifkan siswa dengan memberi atau menjawab pertanyaan. MATERI POKOK Menentukan nilai tempat ratusan. • puluhan dan satuan. 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada kesulitan dalam memahami materi pelajaran. TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa dapat menentukan nilai tempat sampai ratusan. Memotivasi siswa untuk dapat menentukan nilai tempat bilangan sampai dengan ratusan. 3. 2. Guru mengucapkan salam dan mengkondisikan siswa. 3. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN a. Sumber • Buku paket matematika kelas • Buku lain yang relevan dengan • Kurikulum KTSP. Demonstrasi E. puluhan dan satuan D. Guru menjelaskan materi tentang nilai tempat ratusan. Guru memberikan soal evaluasi kepada siswa.KOMPETENSI DASAR Menentukan nilai tempat ratusan. 5. 2. 4. 2. Media Pembelajaran • Gambar nilai tempat ratusan. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN a. puluhan dan satuan. c. Tindak lanjut (pemberian PR). PENILAIAN 26 . Meningkatkan pemahaman siswa kelas II pada pelajaran matematika tentang nilai tempat. TUJUAN PERBAIKAN 1. puluhan. Apersepsi b. Kegiatan Inti (45 menit) 1. Kegiatan reflesksi tentang proses dan hasil kegiatan pembelajaran. A. F. INDIKATOR Menentukan nilai tempat ratusan. b. Siswa mencatat penjelasan guru. puluhan dan satuan. G. 2. 3. Ceramah b. C.

Tes Awal : Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan. Guru PKP 2011 Kepala Sekolah ________________________ ____________________ BAB I PENDAHULUAN PTK Matematika SD 1.1 Latar Belakang Masalah 27 . Tes tulis (terlampir) Peseng.

dan 45% kurang menguasai pada hal pada pembelajaran matematika sehari-hari guru sudah menjelaskan secara lisan. 35% siswa agak menguasai. Dalam hubungannya dengan pembelajaran matematika maka keterampilan prasarat yang harus dikuasai siswa umumnya adalah hitung dasar yang meliputi: penjumlahan. memaksa hak siswa. 2005:20). hal tersebut seperti yang dikemukakan oeh Gagne (dalam Degeng:1997:4) bahwa setiap mata pelajaran mempunyai prasarat belajar (learning prerequisites). PTK Matematika SD Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas IV SDN Kludan tahun pelajaran 2005-2006 smester I tentang perkalian bersusun menunjukkan bahwa 20% siswa menguasai secara tuntas. Rendahnya penguasaan kemampuan hitung perkalian kemungkinan besar dikarenakan guru kurang tepat dalam memilih cara atau media dalam pembelajaraan. bahkan memberikan soal-soal latihan tentang perkalian bersusun. ditulis di papan tulis. Dan bila diberi tes perkalian rata-rata hasilnya rendah. mengabaikan perbedaan siswa.Secara umum matematika merupakan pelajaran yang dianggap sulit dan tidak disukai oleh siswa.Sebaik apapun konsep matematika yang disampaikan oleh guru pada pembelajaran matematika namun bila siswa tidak menguasai hitung dasar sebagai keterampilan prasaratnya maka hasil pembelajaran kurang memuaskan. (3) Kegiatan pembelajaran masih monoton. Ketika guru balik bertanya hanya beberapa siswa yang dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar. Bahkan Mulyana (2001) dalam kata pengantarnya menyatakan bahwa nilai matematika berada pada posisi yang paling bawah. Siswa kelas IV cara berfikirnya masih pada benda konkrit. Kalau kita kaji lebih dalam hal tersebut bukan merupakan kesalahan siswa semata tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor guru itu sendiri sebagai pendidik . memberi hukuman tanpa melihat lataar belakang kesalahan. tidak adil. dan pembagian . Keterampilan prasarat memang sangat diperlukan dalam pembelajaran. sehingga tidak heran kalau nilai matematika dipakai sebagai tolak ukur dari kecerdasan siswa. memberi contoh. (Mulyasa. merasa paling pandai. menunggu siswa berbuat salah. dan juga siswa sudah diberi kesempatan untuk bertanya ketika guru mengajar. 28 . namun sedikit sekali mereka yang mengajukan pertanyaan. Hal ini sesuai dengan hasil angket siswa kelas IV SDN Kludan yang menyatakan bahwa 45 % siswa tidak menyukai pelajaran matematika dan merasa sulit untuk mengikutinya. itupun karena siswa tersebut memang pandai di kelasnya. (2) Penyampaian konsep sarat dengan hafalanhafalan. pengurangan. sementara guru tidak memperhatikan hal tersebut sehingga dimungkan siswa mengalami kesulitan.Kekurangan guru yang biasa dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar adalah mengambil jalan pintas dalam pembelajaran. (4) Kurang memperhatikan keterampilan prasarat. Namun menurut hasil pengamatan peneliti kesalahan yang biasa dilakukan guru dalam membelajarkan matematika di tempat peneliti hingga siswa cepat menjadi bosan adalah (1) Dalam membelajarkan matematika guru hanya berpedoman pada buku pegangan. Oleh karena itu hasil pembelajaran matematika tidak sesuai dengan yang diharapkan. perkalian.

Menghitung perkalian adalah hitung perkalian dan Pembagian yang di ajarkan pada kelas IV SD yang meliputi: Menghafal perkalian dan pembagian sampai bilangan 100. 1. Dengan menggunakan media tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan hitung perkalian. dan operasi perkalian. lebih baktif. kreatif sehingga lebih banyak siswa yang mencapai ketuntasan dalan hafalan perkalian sampai bilangan 100. Bab II KAJIAN PUSTAKA PTK Matematika SD 29 .2 Perumusan Masalah Berdasar uraian di atas maka penelitian ini ditekankan pada peningkatan kemampuan menghitung perkalian dengan media benda-benda terdekat pada pelajaran matematikan sisqa kelas IV SDN Kludan. Media benda-benda terdekat adalah alat Bantu pembelajaran dengan menggunakan benda-benda terdekat seperti kartu bilangan dan jari tangan. Bagi guru sejawat untuk memberikan motivasi serta referensi model-model pembelajaran yang positif. PTK Matematika SD 1. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menghitung perkalian siswa kelas IV SDN Kludan. Bagi guru sebagai peneliti untuk meningkatkan profesionalisme dan mendorong peneliti untuk melaksanakan penelitian serupa lebih lanjut. dengan menggunakan media benda-benda terdekat. Kemisa (1997). perkalian bersusun dan operasi perkalian 1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian tindakan kelas ini adalah: Bagi siswa penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas belajar Kerja sama . dan kemampuan menghitung perkalian.Berdasarkan masalah di atas peneliti akan berupaya meningkatkan kemampuan menghitung perkalai dengan media benda-benda sekitar yang dekat dengan siswa antara lain dengan jari tangan dan kartu bilangan.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan pernyataan peneliti yang telah dirumuskan . hitung perkalian bersusun. Dengan adanya guru-guru mengadakan penelitian tindakan kelas berarti pembelajaran di kelas lebih berkualitas sehingga terjadi perubahan positif.5 Batasan Istilah Adapun batasan istilah yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Kemampuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kesanggupan atau Kecakapan untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian dapat dirumuskan permasalahan sebagaai berikut: Bagaimana menggunakan media benda-benda terdekat dapat meningkatkan kemampuan menghitung siswa kelas IV SDN Kludan? 1.

2 Peranan Media Pembelajaran Pengertian media pendidikan menurut Aqip (2003:79) adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menimbulkan kegiatan belajar mengajar yang memungkinklan siswa untuk memperoleh atau mencapai pengetahuan. Penertian ini bukan merupakan satu-satunya pengertian yang paling tepat melainkan hanya merupakan salah satu jalan untuk mengambil consensus dari adanya bermacam-macam istilah dan batasan. tetapi lebih dari itu guru harus lebih dapat membuat bagaimana nalar serta sikap siswa terbentuk. dan perubahan sikap.bilangan smbol-simabol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan mempermuda menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. yaitu strategi pembelajaran. Disamping itu pengertian ini perlu 30 . Bertolak dari devinisi tersebut pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu kegatan yang memberikan fasilitas belajar yang baik sehingga terjadi proses belajar. seperti diisyaratkan dalam kebijakankebijakan pemerintah dari tahun ketahun.1 Strategi Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Pembelajaran didevinisikan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa Degeng (1997:1). Strategi pembelajaran matematika adalah kegiaatan yang dipilih oleh pengajar (guru) dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan fasilitas belajara sehingga memperlanacar tujuan belajar matematika Hudoyo (dalam Harmini: 2003:9) Pendidikan matematika di sekolah dasar merupakan basis pendidikan dalam membentuk insan Indonesia seutuhnya.pembentukan sikap siswa. Lebih lanjut pada jenjang sekolah dasar diutamakan agar siswa mengenal. Lulusan sekolah dasar diharap dapat membekali dirinyaa dengan kemampuan-kemampuan yang memungkinkan mereka mau dan mampu menata kehidupan yang lebih layak baik dalam proses pendidikan formal selanjutnya maupun dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat.2.untuk itu guru wajib berupaya mengembangkan diri dalam profesinya. keterampilan. memahami serta mahir menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidpupan seharai-hari. Sejalan dengan fungsi pembelajaran matematika di sekolah dasar disebutkan tujuan umum pendidikan matematika di sekolah dasar adalah belajar bernalar . 2. Dalam Depdikbut (1993) disebutkan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar berfungsi sebagai pengembang kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan . Pemberian fasilitas belajar bagi siswa memerlukan suatu strategi. dan keterampilan dalam dalam menerapkan matematika. Jadi dalam setiap pembelajaran matematika di sekolah dasar guru tidak cukup hanya memahami konsep hafalan-hafalan. Sasaran tersebut dapat terjangkau jika program pembelajaran di sekolah memenuhi basis pendidikan bermutu.

(2) peneliti sebagai objek utama. Agar kebutuhan yang beragam dari kurikulum dan siswa secara individu dapat terpenuhi. jika media tersebut dipilih secara tepat dan ceramat dengan mempertimbangkan cirri-ciri media dan karakteristik siswa. dan diamati oleh panca indra. maka suatu variasi yang luas dan berjumlah besar memang diperlukan. dilihat. Dalam hubungannya dengan fungsi edukatif media pendidikan mempunyai beberapa ciri yaitu: Media pendidikan identik artinya dengan alat peraga yang berarti alat yang bisa diraba. Hamalik (1980).(3) kaya akan data yang bersifat deskriptif keadaan.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Berdasar pada latar belakang penelitian . Pendekatan kualitatif mempunyai karakteristik sebagaimana dilakukan oleh Sugiano. dan fungsi budaya. Media yang dikenal siswa adalah benda-benda terdekat atau di lingkungan sekitar siswa. Alat ini hendaknya ada ketika dibutuhkan ubntuk memenuhi kebutuhan siswa dan guru yang menggunakannya. BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN PTK Matematika SD 3. Media merupakan alat Bantu belajar dan mengajar. Media pendidikan yang baik hendaknya disesuaikan dengan karakter siswa dan juga dikenal oleh siswa. Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar. PTK Matematika SD Media pendidikan mempunyai beberapa fungsi yaitu fungsi sosial. Tekanan utama terdapat pada benda atau hal yang dapat didengar atau di lihat. Jika guru mengajar tanpa menggunakan atau dilengkapi dengan peralatan yang diperlukan (media) untuk melaksanakan tugasnya maka hasilnya akan kurang memuaskan dan tak dapat dipertanggungjawabkan. fungsi politik.dirumuskan dengan maksud terdapatnya suatu landasan berpijak yang menjadi titik berangkat guna pembahasan lebih lanjut. Mengingat betapa penting peran media pendidikan dalam kegiaatan belajar mengajar maka dalam setiap pembelajaran hendaknya menggunakan media pendidikan. baik dalam kelas maupun di luar kelas. Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran antara guru dan murid. Media pendidikan akan lebih efektif dan efisien penggunaannya jika guru sudah terlatih dan terbiasa menggunakannya. Media pendidikan mengandung aspek–aspek sebagai alat dan teknik yang sangat erat hubungannya dengan metode mengajar. Media pendidikan mempunyai dampak yang berarti bagi siswadan citra diri mereka. fungsi ekonomi. maka pendekatan penelitian ini adalah Pendekatan penelitian kualitatif. (dalam Harmini:2004:21) antara lain (1) kondisi objek alamiah. (4) analisis dilakukan secara induktif (dari contoh ke 31 . fungsi edukafif. didengar.

2 Model Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action reseach) karena penelitian ini dilakukan untuk memecahkan masalah di kelasdan dilakukan sesuai dengan langkah – langkah pada penelitian tindakan kelas. dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN Kludan Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. (3) dari hasil belajar siswa melalui tes yang dilakukan selama proses pembelajaran perkalian dan pembagian. Wibawa (2004:4). Penelitian ini dilaksanakan mulai September sampai bulan November tahun 2006 smester I.4 Data dan Sumber Data Data yang diperoleh diambil dari hasil kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran matematika hitung perkalian dan pembagian pada siswa kelas IV SDN kludan. Hasil kajian digunakan sebagai dasar untuk mengatasi masalah . Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap suatu masalah secara sistematis. baik dalam hal metode.3 Tempat. Alasan pemilihan lokasi ini adalah peneliti mengajara di SD tersebut dan lokasi SD ini berada di tengah kota Kecamatan Tanggulangin. PTK Matematika SD ini memeng belum lengkap. Fenomena yang dimaksud adalah situasi kelas dan tingkah laku siswa selama proses pembelajaran berlangsung.kesimpulan atau dari khusus ke umum) dan berlangsung sejak dimulai sampai pengumpulan data selesai. Pendekata kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk menelusuri dan mendapatkan gambaran secara jelas tentang fenomena yang tampak selama pembelajaran berlangsung. pengamatan peneliti terhadap hasil pembelajaran matematika. dan dari hasil wawancara peneliti dengan guru kelas IV.Dalam proses perencanaan yang telah disusun dilakukan observasi dan evaluasi dan hasilnya difahami sebagaai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahapan perencanaan. pada kelas IV SDN Kludan Tanggulangin dengan jumlah siswa 49 anak yang terdiri atas 24 siswa putra dan 25 siswa putrid. Dengan cara ini diharapkan akan didapatkan data yang seobjetif mungkin demi kefalidan data yang diperlukan. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulangulang dan bersinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai. dan pengumpulan data. (2) Dari hasil catatan perilaku siswa selama pembelajaran berlangsung. Waktu. Hal ini dimaksudkan agar konsentrasi guru dalam mengajar tidak terbelah oleh hal-hal lain. sumber. Adapun data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) data dari angket siswa. nah untuk mendapat ptk yang lengkap silahkan klik tombol download dibawah ini 32 . Dalam penelitian ini guru bekerjasama dengan mitra kalaborasi yaitu guru kelas IV dan teman sejawat. (5) pengumpulan data dilakukan secara simultan atau berkesinambungan. PTK Matematika SD 3. 3. 3.

33 PENDAHULUAN .PENINGKATAN DENGAN MELALUI B. KETERAMPILAN TULIS MENDESKRIPSIKAN MEDIA BINATANG GAMBAR BAHASA MENGGUNAKAN BINATANG PADA SISWA KELAS II SDN 02 PEDAWANG PEKALONGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MATA PELAJARAN DAN BIDANG KAJIAN pelajaran kajian : : Bahasa Pembelajaran Indonesia inovatif Mata Bidang C.

dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif (Depdiknas. 2006). Oleh karena itu. mereka sering mengeluh dan terlihat bingung dengan apa yang ingin mereka tulis. yakni dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT). Pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada siswa di sekolah. Pembelajaran bahasa Indonesia berfungsi membantu peserta didik untuk mengemukakan gagasan dan perasaan. sejak dini pengajaran bahasa selalu harus didasarkan pada keterampilan bahasa dimana salah satunya adalah writing. menyatakan bahwa dalam dunia pendidikan. berpartisipasi dalam masyarakat dengan menggunakan bahasa tersebut. kejenuhan.id pada tanggal 26 Januari 2008. Untuk berbahasa dengan baik dan benar. sosial. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seorang guru. mata pelajaran bahasa Indonesia sering diremehkan oleh sebagian besar siswa. Sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada saat ini. Menurut Johana Pantow dkk (2002) yang tersedia dalam http://digilib.itb. bahkan dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan. maka diperlukan pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia.Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual. mengingat bahasa ini bagi sebagian sekolah merupakan bahasa pengantar yang dipakai untuk menyampaikan materi pelajaran yang lain. Kebosanan. serta kebingungan siswa dalam hal 34 . Oleh karena itu pemerintah membuat kurikulum bahasa Indonesia yang wajib untuk diajarkan kepada siswa pada setiap jenjang pendidikan. dan emosional peserta didik merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi (BSNP.ac. 2006). mendeskripsikan suatu benda ataupun ketika menulis puisi. Kesulitan siswa dalam menulis biasanya terlihat ketika siswa diminta untuk menulis sebuah karangan sederhana. menulis merupakan suatu tuntutan keterampilan yang harus dikuasai oleh manusia sebagai bahasa tulis. khususnya dalam aspek menulis.

3. efektif. Dengan demikian guru dapat merancang suatu bentuk pembelajaran yang aktif. Dengan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya. Dari tes tersebut diperoleh hasil tulisan siswa belum sempurna. baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan belajar. Menurunnya prestasi belajar siswa dapat dibuktikan dengan hasil tes pada mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis pada tanggal 15 Januari 2008. Kurangnya motivasi siswa. karena penggunaan katanya belum tepat dan kalimatnya cenderung diulang-ulang sehingga tidak mudah untuk dipahami. antara lain : 1. sehingga meningkatkan minat. Kurangnya minat siswa terhadap kegiatan menulis. 4. dan sikap siswa terhadap pembelajaran menulis yang berakibat pada meningkatnya prestasi belajar siswa. pada kenyatannya hanya mencapai angka 65. dengan tujuan pembelajaran mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar yang dilaksanakan pada siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan. maka guru harus mengambil tindakan.menulis yang mengakibatkan menurunnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran menulis dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka 35 . yakni dengan mencari dan menggunakan suatu pendekatan atau model pembelajaran yang efektif. kreatif. Media yang digunakan dalam pembelajaran yang kurang sesuai sehingga siswa kurang bersemangat dalam belajar. dan berpotensi memperbaiki pembelajaran menulis. Pengembangan strategi pembelajaran yang kurang membangkitkan daya imajinasi siswa dan kreativitas siswa dalam berbahasa maupun bersastra. 2. motivasi. inovatif. dan menyenangkan melalui pendekatan kontekstual dengan media gambar sebagai media alternatif dalam pemecahan masalah tersebut. Perolehan nilai rata-rata kelas yang seharusnya mencapai angka di atas 70. sehingga hanya 27% siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia dalam aspek menulis untuk kelas II semester II SDN 02 Pedawang Pekalongan.

Setiap siklus terdiri dari perencaan. 1. Rencana Pemecahan Masalah Masalah rendahnya prestasi belajar siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang di sekitar dengan bahasa tulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ditindaklanjuti oleh guru dengan mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK). Media gambar digunakan dalam penelitian ini karena pola berpikir siswa kelas II yang masih memerlukan media pembelajaran yang konkrit. pelaksanaan. 2002:1). Penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut dilakukan dalam tiga siklus. siswa diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar binatang.sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Dikdasmen Diknas. Dalam hal ini. Media gambar dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam mendeskripsikan seekor binatang dengan bahasa tulis. D. 36 . Dengan kedua hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan bintang dengan bahasa tulis. observasi dan refleksi. penelitian ini adalah : • RUMUSAN MASALAH DAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. maka rumusan masalah pokok dalam Apakah melalui pendekatan kontekstual dengan menggunakan media gambar binatang dapat meningkatkan keterampilan kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang yang ada di sekitar dengan bahasa tulis? • Apakah melalui pendekatan kontekstual dengan media gambar dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam pembelajaran? • Bagaimana keterampilan guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual? 2.

puzzle (potongan gambar) seekor binatang sebagai media dalam pembelajaran berbasis kelompok (siklus II). • Mengungkap suatu pendekatan atau model pembelajaran serta media yang dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam pembelajaran. Selain itu juga sebagai alat bantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam medeskripsikan binatang dalam bentuk tulisan. dengan media berupa gambar binatang sebagai media dalam pembelajaran individu (siklus I). pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and 37 . serta untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam menyusun puzzle. Pembelajaran inovatif dalam penelitian ini menggunkan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning). dilakukan dengan suatu pembelajaran yang inovatif dan diyakini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SDN 02 Pedawang Pekalongan. E. yakni 70. Dengan penelitian tindakan tersebut. diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan nilai rata-rata kelas dalam pencapaian tujuan tersebut di atas 70 dan dalam pembelajaran menulis setiap siswa diharapkan dapat memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia aspek menulis kelas II semester II yang telah dibuat dan ditentukan oleh SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan. Ketiga media yang digunakan dalam PTK tersebut untuk merangsang keaktifan siswa dalam bertanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan gambar. puzzle (potongan gambar) beberapa binatang dalam satu lingkugan tempat hidupnya sebagai media untuk pembelajaran berbasis kelompok (siklus III). • Mengetahui peningkatan keterampilan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan Learning).Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut. TUJUAN PENELITIAN • Penelitian ini bertujuan untuk : Mengungkap suatu pendekatan atau model serta media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis.

Bagi Sekolah Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai tolok ukur dalam peningkatan dan perbaikan mutu pembelajaran menulis di sekolah. gagasan. Manfaat Praktis Bagi Siswa Penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat termotivasi dalam belajar dan akan berakibat pada pencapaian prestasi belajar yang maksimal dan sesuai dengan harapan. siswa dapat menyukai kegiatan menulis dan dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam menuangkan berbagai ide. c. MANFAAT PENELITIAN Manfaat Teoretis Secara teoretis. serta pengalamannya dalam sebuah tulisan imajinatif yang dapat b. 2. khususnya dalam aspek menulis. yakni dapat memberikan pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam membelajarkan bahasa Indonesia pada aspek menulis. penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki mutu pembelajaran menulis dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas II semester II dengan menggunakan media gambar binatang melalui pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Dengan demikian. dinikmati oleh Bagi orang lain. a. KAJIAN PUSTAKA 1. Kajian Teori 38 . sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Indonesia. G. Guru Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru.F. 1. khususnya bagi siswa kelas rendah yang membutuhkan suatu pendekatan dalam pembelajaran sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan rasa senang pada siswa pada saat pembelajaran.

Inti dari pembelajaran tersebut adalah terjadi proses 39 . JADWAL TIM PENELITIAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAFTAR PUSTAKA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG KONSEP LISTRIK DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI SUKOSARI 01 KECAMATAN KASEMBON KABUPATEN MALANG TAHUN 2006 / 2007 BAB I PENDAHULUAN PTK IPA SD A. Latar Belakang Masalah Dalam proses belajar mengajar. pembelajaran mengandung arti suatu kegiatan yang dilaksanakan guru dan siswa secara bersama-sama. Tempat Penelitian 4. Hipotesis Tindakan H. Indikator Keberhasilan I. Perencanaan Tahap Penelitian 3. Teknik Pengumpulan data 7. Data dan Sumber data 6. Subjek Penelitian 5. Rancangan Penelitian 2.2. J. METODE PENELITIAN 1. Teknik Analisis data 8.

diakhiri evaluasi yang sengaja dilakukan guru untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa. Berdasarkan hasil pengamatan guru dalam proses belajar mengajar. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang masalah. khususnya pada kegiatan pembelajaran konsep listrik. Sebaliknya strategi pembelajaran praktik dan demonstrasi oleh KIT IPA sering diabaikan. 40 . maka guru perlu memanfaatkan KIT IPA.memberi dan menerima. (Dyah H. Dengan menggunakan metode demonstrasi diharapkan siswa dapat berpartisipasi dan prestasi siswa dapat meningkat. Pada umumnya metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar IPA masih didominasi oleh metode ceramah. C. kurang diminati siswa sebab dianggap sulit sehingga prestasi belajar siswa pada umumnya rendah. Oleh karena itu perlu upaya perbaikan managemen proses pembelajaran dengan metode dan pendekatan yang tepat. B. khususnya pada pembelajaran konsep listrik. 2002). Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar tentang konsep listrik. mata pelajaran IPA. Indentifikasi Masalah Mata pelajaran IPA di sekolah kurang diminati siswa karena dianggap menjenuhkan. tanya jawab dan pemberian tugas. demonstrasi merupakan metode yang sesuai untuk meningkatkan prestasi siswa. Untuk mengatasi hal tersebut. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah kelas metode VI demonstrasi Sekolah dapat Dasar meningkatkan tentang prestasi belajar siswa listrik” konsep D. Dalam rangka membangkitkan motivasi dan meningkatkan prestasi belajar. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Salah satu indikator rendahnya hasil belajar siswa pemanfaatan KIT IPA pada kegiatan belajar pada mata pelajaran tersebut belum maksimal.

” Sumartono (1992 : 18) dengan demikian hasil belajar IPA dapat diartikan sebagai sesuatu yang menunjukkan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa setelah mempelajari IPA. Faktor metode mengajar. 2. Faktor individu. Pengertian Prestasi Belajar “Prestasi belajar adalah suatu nilai yang menunjukkan hasil belajar yang tinggi yang dicapai menurut anak dalam mengejar sesuatu pada waktu tertentu. 2. 2. penegasan serta suasana lingkungan eksternal yang diterima. dengan kata lain metode 41 . Faktor Stimulus Yang dimaksud dengan faktor stimulus adalah segala hal di luar individu yang merangsang untuk mengadakan reaksi atau perubahan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Menurut Wasty Sumanto. BAB II KAJIAN PUSTAKA PTK IPA SD 1. ini akan dijelaskan secara garis besar mengenai ketiga faktor tersebut : 1.E. Faktor Metode Mengajar Metode mengajar guru sangat mempengaruhi terhadap belajar siswa. Manfaat Penelitian Bagi Guru : meningkatkan proses dan hasil pembelajaran guru. Bagi Murid : Pelajaran IPA lebih menarik dan menyenangkan. Manfaat Penelitian ini adalah : 1. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu : • • • Berikut Faktor stimulus.

efisien dan sistematis untuk mencapai Salah satunya tujuan adalah metode belajar.S Poerwadarminta. 1980 : 783). Dengan cara-cara yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengajaran. BAB III METODE PENELITIAN PTK IPA SD Kegiatan penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). (W. Tinjauan Tentang Metode Mengajar Banyak metode mengajar digunakan oleh para guru dalam proses belajar mengajar. demonstrasi. 3. Faktor Individual Selain kedua faktor di atas. “Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud tertentu. Raka Joni.yang dipakai guru sangat menentukan dalam mencapai prestasi belajar siswa. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode mengajar adalah cara yang paling tepat. “metode adalah cara.J. cara menyelidiki (mengajar dan sebagainya)”. yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan”. 1980 : 80) Jadi jelaslah bahwa metode menentukan pencapaian tujuan pengajaran. bagaimana guru mengajar suatu materi pelajaran secara terarah. 42 . bahwa pertumbuhan dan usia seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. 3. Semakin dewasa individu semakin meningkat pula kematangan berbagai fungsi fisiologisnya. Yang dimaksud dengan metode mengajar menurut T. Semua metode mengajar itu dapat diterapkan. (T. Dengan harapan agar diperoleh data yang akurat dan diambil tindakan yang tepat. faktor individual sangat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan belajar siswa. Raka Joni dalam bukunya “Strategi Belajar Belajar” adalah sebagai berikut : Metode mengajar adalah cara. yang fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. (Winarno Surachmand. 1986 : 646).

Inti dari pembelajaran tersebut adalah terjadi proses 43 . Hasil belajar siswa dianalisa berdasarkan ketuntasan belajar siswa yakni 80% dari jumlah siswa sudah mencapai 70% taraf penguasaan konsep yang diberikan.Identifikasi masalah pembelajaran kelas ditemukan bahwa siswa-siswa kelas VI SD Negeri Sukosari 01 kurang berminat belajar IPA dan hasil belajar mereka masih rendah. Data hasil observasi dicatat sebagai catatan bebas. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG KONSEP LISTRIK DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI SUKOSARI 01 KECAMATAN KASEMBON KABUPATEN MALANG TAHUN 2006 / 2007 BAB I PENDAHULUAN PTK IPA SD A. soal tersebut dibuat oleh guru sendiri. kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengetahuan guru. pembelajaran mengandung arti suatu kegiatan yang dilaksanakan guru dan siswa secara bersama-sama. Data hasil tes ini diperlukan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi selama dan sesudah pembelajaran berlangsung. Metode Analisa Data Data hasil observasi pembelajaran dianalisa. berdasarkan masalah tersebut disusun perencanaan pembelajaran tentang konsep listrik dengan menggunakan metode Demonstrasi. B. C. Data mengenai hasil belajar siswa disaring melalui hasil tes. Latar Belakang Masalah Dalam proses belajar mengajar. Selama proses pembelajaran dilakukan observasi dan pengukuran hasil pembelajaran sebagai bahan refleksi. Subjek Penelitian Subjek PTK ini adalah siswa-siswa kelas VI SD Negeri Sukosari 01 Kecamatan Kasembon Tahun Pelajaran 2006 / 2007 sebanyak 19 anak. A.

Salah satu indikator rendahnya hasil belajar siswa pemanfaatan KIT IPA pada kegiatan belajar pada mata pelajaran tersebut belum maksimal. demonstrasi merupakan metode yang sesuai untuk meningkatkan prestasi siswa. Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar tentang konsep listrik. tanya jawab dan pemberian tugas. Oleh karena itu perlu upaya perbaikan managemen proses pembelajaran dengan metode dan pendekatan yang tepat. Sebaliknya strategi pembelajaran praktik dan demonstrasi oleh KIT IPA sering diabaikan. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah kelas metode VI demonstrasi Sekolah dapat Dasar meningkatkan tentang prestasi belajar siswa listrik” konsep D. kurang diminati siswa sebab dianggap sulit sehingga prestasi belajar siswa pada umumnya rendah. Dalam rangka membangkitkan motivasi dan meningkatkan prestasi belajar. (Dyah H. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. 44 .memberi dan menerima. Untuk mengatasi hal tersebut. Dengan menggunakan metode demonstrasi diharapkan siswa dapat berpartisipasi dan prestasi siswa dapat meningkat. khususnya pada kegiatan pembelajaran konsep listrik. Berdasarkan hasil pengamatan guru dalam proses belajar mengajar. Indentifikasi Masalah Mata pelajaran IPA di sekolah kurang diminati siswa karena dianggap menjenuhkan. mata pelajaran IPA. maka guru perlu memanfaatkan KIT IPA. diakhiri evaluasi yang sengaja dilakukan guru untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa. khususnya pada pembelajaran konsep listrik. 2002). Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang masalah. B. Pada umumnya metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar IPA masih didominasi oleh metode ceramah. C.

2. Manfaat Penelitian ini adalah : 1. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu : • • • Berikut Faktor stimulus. 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Menurut Wasty Sumanto. BAB II KAJIAN PUSTAKA PTK IPA SD 1. Faktor metode mengajar. Bagi Murid : Pelajaran IPA lebih menarik dan menyenangkan. ini akan dijelaskan secara garis besar mengenai ketiga faktor tersebut : 1. 2. Pengertian Prestasi Belajar “Prestasi belajar adalah suatu nilai yang menunjukkan hasil belajar yang tinggi yang dicapai menurut anak dalam mengejar sesuatu pada waktu tertentu. Faktor Stimulus Yang dimaksud dengan faktor stimulus adalah segala hal di luar individu yang merangsang untuk mengadakan reaksi atau perubahan. Faktor Metode Mengajar Metode mengajar guru sangat mempengaruhi terhadap belajar siswa.E. penegasan serta suasana lingkungan eksternal yang diterima. Manfaat Penelitian Bagi Guru : meningkatkan proses dan hasil pembelajaran guru. Faktor individu. dengan kata lain metode 45 .” Sumartono (1992 : 18) dengan demikian hasil belajar IPA dapat diartikan sebagai sesuatu yang menunjukkan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa setelah mempelajari IPA.

Raka Joni dalam bukunya “Strategi Belajar Belajar” adalah sebagai berikut : Metode mengajar adalah cara. faktor individual sangat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan belajar siswa. bahwa pertumbuhan dan usia seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. (T.S Poerwadarminta. Yang dimaksud dengan metode mengajar menurut T. Raka Joni. bagaimana guru mengajar suatu materi pelajaran secara terarah. efisien dan sistematis untuk mencapai Salah satunya tujuan adalah metode belajar. 1986 : 646). BAB III METODE PENELITIAN PTK IPA SD Kegiatan penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode mengajar adalah cara yang paling tepat. Semua metode mengajar itu dapat diterapkan. (Winarno Surachmand. 1980 : 783). Faktor Individual Selain kedua faktor di atas. “metode adalah cara. yang fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.yang dipakai guru sangat menentukan dalam mencapai prestasi belajar siswa. 1980 : 80) Jadi jelaslah bahwa metode menentukan pencapaian tujuan pengajaran. Dengan cara-cara yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengajaran. Semakin dewasa individu semakin meningkat pula kematangan berbagai fungsi fisiologisnya. Tinjauan Tentang Metode Mengajar Banyak metode mengajar digunakan oleh para guru dalam proses belajar mengajar. Dengan harapan agar diperoleh data yang akurat dan diambil tindakan yang tepat. “Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud tertentu. cara menyelidiki (mengajar dan sebagainya)”. 3. demonstrasi. (W. 46 . yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan”.J. 3.

Data mengenai hasil belajar siswa disaring melalui hasil tes. Data hasil observasi dicatat sebagai catatan bebas. berdasarkan masalah tersebut disusun perencanaan pembelajaran tentang konsep listrik dengan menggunakan metode Demonstrasi. A. Subjek Penelitian Subjek PTK ini adalah siswa-siswa kelas VI SD Negeri Sukosari 01 Kecamatan Kasembon Tahun Pelajaran 2006 / 2007 sebanyak 19 anak. soal tersebut dibuat oleh guru sendiri. Hasil belajar siswa dianalisa berdasarkan ketuntasan belajar siswa yakni 80% dari jumlah siswa sudah mencapai 70% taraf penguasaan konsep yang diberikan. 47 . kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengetahuan guru. C. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi selama dan sesudah pembelajaran berlangsung.Identifikasi masalah pembelajaran kelas ditemukan bahwa siswa-siswa kelas VI SD Negeri Sukosari 01 kurang berminat belajar IPA dan hasil belajar mereka masih rendah. B. Selama proses pembelajaran dilakukan observasi dan pengukuran hasil pembelajaran sebagai bahan refleksi. Metode Analisa Data Data hasil observasi pembelajaran dianalisa. Data hasil tes ini diperlukan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful