P. 1
Proposal Pemenangan Caleg

Proposal Pemenangan Caleg

|Views: 2,064|Likes:
Published by Taufik Hidayat

More info:

Published by: Taufik Hidayat on Apr 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Dalam rangka membantu para calon bupati dan wakil bupati dan Caleg untuk maju dalam pemilihan kepala daerah dan legislative harus membangun

kompetensi dan kapasitas dirinya, utamanya dalam mempersiapkan perangkat kerja strategis pemenangan pemilu dengan berbasis pada aspirasi konstituen, maka perlu kita kaji lebih mendalam bagaimana strategi para calon bupati dan wakil bupati dan caleg dalam memenangkan pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif, dalam membangun strategi pemenangan pemilu yang efisien, efektif, terukur dan mudah diterima banyak pihak.

B. TUJUAN Tujuan dari penulisan ini adalah 1. Untuk memenangkan pemilihan kepala daerah dan legislatif kabupaten Tanah Datar. 2. Untuk mengeksplorasi strategi komunikasi politik pada pelaksanaan

pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif di kabupaten Tanah Datar. 3. Strategi partai Amanat Nasional dalam menghadapi pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif di kabupaten Tanah Datar

penyelenggara Pemilu yang tidak memihak dan independen12. Pemilu diselenggarakan secara teratur dengan jarak waktu yang jelas. Ketiga. Kelima. . Pertama. Dampak komunikasi politik dapat diukur melalui hasil pemungutan suara dalam Pemilu. Keempat. dalam artian Pemilu bebas dan otonom. Kerangka Pemikiran 1. Benang merah dari terjalinnya interaksi politik antara cabup dan cawabub dengan massa pemilih dapat divisualisasikan ke dalam interaksi proses komunikasi politik diantara keduanya.C. RUMUSAN MASALAH Menjelaskan strategi-strategi dalam memenankan pemilu yaitu: 1. Untuk itu strategi komunikasi politik yang harus digunakan ialah merawat ketokohan dan membesarkan partai. Kedua. Strategi kampanye D. pemilih harus diberi keleluasaan untuk mempertimbangkan dan mendiskuiskan alternatif pilihannya dalam suasana bebas tidak di bawah tekanan dan akses informasi yang luas. artinya semua kelompok masyarakat harus memiliki peluang yang sama untuk berpatisipasi dalam Pemilu. harus besifat kompetetitif. Sistem Kampanye Pemilu dapat dikatakan aspiratif dan demokratis apabila memenuhi beberapa persyaratan. Pemilu harus inklusif.

rapat umum. penyebaran bahan kampanye kepada umum. 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum .menciptakan kebersamaan dan membangun consensus1 Perundang-Undangan Departemen Hukum dan HAM. maka diperlukan upaya yang maksimal dalam rangka penyampaian pesan kampanye oleh Peserta pilkada dan pemilu legislative kepada masyarakat.1 Maret 2008. misi dan program politik yang jelas. pertemuan tatap muka. Jakarta. Peran Partai Politik Dalam Penyelenggaraan Pemilu Yang Aspiratif dan Demokratis. Agar penyampaian pesan politik pada bagian kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif dapat diketahui oleh banyak orang pada tempat yang berbeda-beda. penyiaran dan iklan kampanye adalah solusi efektif untuk memaksimalkan upaya penyampaian pesan politik pada 1 Wicipto Setiadi. dan kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan peraturan perundang-undangan. Sedangkan metode yang dapat dipergunakan dalam pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif meliputi pertemuan terbatas. Penggunaan Media massa dalam bentuk pemberitaan. Jurnal Legislasi Indonesia2 berdasarkan visi. media massa cetak dan media massa elektronik. dalam Dirjen 2 Volume 5 No. Sedangkan kegiatan Pemilu yang berkaitan langsung dengan komunikasi politik ialah kampanye dan pemungutan suara3 Pengaturan mengenai materi kampanye cabub dan cawabub dan pemilu legislatif di kabupaten/kota meliputi visi. pemasangan alat peraga di tempat umum. misi. dan program partai politik.

grafis. tulisan dan gambar. Pesan kampanye itu sendiri dapat berupa tulisan. suara. biasanya dipusatkan dalam kurunwaktu dan 4. penyampai sekaligus penanggungjawab suatu produk kampanye. sehingga setiap individu yang . yang bersifat naratif.tahapan kegiatan kampanye tersebut. gambar. serta yang dapat diterima melalui perangkat penerima pesan. Setiap aktivitas kampanye komunikasi setidaknya harus mengandung 4 hal yakni: 1. Konsep Kampanye Beberapa pengertian kampanye diantaranya. a communication campaign is an organized communication activity. Sedangkan Roger dan Storey mendefinisikan kampanye sebagai serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu. interaktif atau tidak interaktif. atau suara dan gambar. jumlah khalayak sasaran yang besar 3. karakter. tidakan kampanye yang ditujukan untuk menciptakan efek atau dampak tertentu. melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisir. directed at a particular audience. perancang. Disamping keempat hal tersebut kampanye juga memiliki karakter yaitu sumber yang jelas yang menjadi penggagas. 2. 2. for a particular period of time. to achieve a particular goal.

lebih substansial dan lebih deliberatif. kecakapan dan komptensi kandidat lebih mempengaruhi pilihan dalam pemilu. Untuk dapat menghasilkan pesan kampanye yang efektif. dangkal dan terlalu bergantung pada jumlah uang yang dibelanjakan. Orientasi calon bupati dan wakil bupati dan caleg terhadap kondisi khalayak dalam menyusun pesan politiknya perlu memperhatikan Teori Stealth democracy (demokrasi sembunyisembunyi). praktik-praktik dan strategi kampanye yang memberikan petunjuk tentang kepribadian. Rakyat suka pada kampanye yang lebih bersih. Pesan adalah salah satu aspek terpenting dalam setiap kampanye politik. pesan harus disusun dengan sangat hati-hati sebelum disebarkan dan menjadi konsumsi media dan publik. maka perlu dilakukan orientasi yang mendalam terhadap berbagai hal yang diinginkan khalayaknya. Persoalan untuk mengemas pesan politik dalam kampanye pemilu menjadi urusan yang sangat penting bagi partai politik dan calon bupati dan wakil yang maju bersamanya. bahwa rakyat tidak suka kampanye karena sifatnya yang negatif. kecedasan.menerima pesan kampanye dapat mengindetifikasi bahkan mengevaluasi kredibilitas sumber pesan tersebut setiap saat. oleh Hibbing dan Theiss-Morse (2002) bahwa ketimbang pembicaraan tentang isu-isu politik dan pengalaman dalam politik. agar makna pesan dapat diterima secara efektif oleh audiensnya. Pesan sebagai elemen kampanye diartikan sebagai pernyataan ringkas yang menyebutkan mengapa pemilih harus memilih seorang kandidat tertentu. . Lawan dari pendapat ini disampaikan Lipsitz dengan membandingkannya melalui conventional wisdom (kearifan konvensional). Dalam kampanye politik modern.

Teori stealth democracy mengasumsikan rakyat walaupun tidak suka dengan kampanye. susunan penyajian (order of presentation) dan pernyataan kesimpulan (drawing conclusion). Pernyataan kesimpulan terkait apakah khalayak perlu disajikan kesimpulan secara eksplisit atau memberiakannya untuk menarik kesimpulan sendiri. Sisi pesan memperlihatkan bagaimana argumentasi yang mendasari suatu pesan persuasif disajikan kepada khalayak. Susunan penyajian erat kaitannya dengan cara penyusunan klimaks. belum tentu suka pada kampanye deliberatif atau diskusi isu yang lebih substansial. Sedangkan struktur pesan mensyaratkannya atas sisi pesan (message sidedness). Ada beberapa model kampanye yang bisa dijadikan rujukan dalam penelitian ini yaitu . Bila pelaku kampanye hanya menyajikan pesan-pesan yang mendukung posisinya maka ia menggunakan pola pesan satu sisi ( one sided fashion). Isi pesan juga harus menyertakan visualisasi mengenai dampak positif atas respons tertentu yang diharapkan muncul dari khalayak sasaran. Mereka senang dengan informasi yang sederhana dan dengan sesedikit mungkin menampilkan konflik atau ketidaksetujuan diantara para kontenstan Setidaknya ada 2 aspek penting yang harus diperhatikan berkaitan pengaruh pesan terhadap keberhasilan kampanye yaitu isi pesan dan struktur pesan. antiklimaks dan susunan pyramidal. Isi pesan mensyaratkan materi pendukung seperti ilustrasi dan kejadian bersejarah sangat berpengaruh terhadap kekuatan pesan dalam mempengaruhi sikap orang yang menerima pesan tersebut. Kelemahannya kekuatan posisi pihak lawan tidak pernah dinyatakan secara eksplisit.

2. Model Kampanye Ostergaard. Jika seseorang secara sungguhsungguh mengolah pesan-pesan persuasif yang diterimanya dengan semata- . setelah itu melakukan pengelolaan kampanye yang dimulai dari perancangan sampai evaluasi. kampanye yang diidentifikasikan dengan pendekatan transmisi ketimbang interaksi dan model ini lebih bersifat satu arah. Kemampuan calon bupati dan wakil bupati dan caeg dalam menyusun pesan politik juga ditentukan oleh pemahamannya terhadap keputusan khalayak terhadap pesan politik yang diterimanya.1. The Five Functional Stages Development Model. model ini memfokuskan pada tahapan kegiatan kampanye bukan pada proses pertukaran pesan antara kandidat dengan khalayak. 4. Model komponensial. Model ini diakhiri pada tahap mengarahkan tingkah laku khalayak. langkah pertama bagi sumber kampanye adalah mengindetifikasi masalah faktual yang dirasakan. The Communicative Functions Model. dan tahap terakhir adalah tahap pemilihan yang dilaksanakan saat kampanye sudah berakhir. memetakan daerah kampanye. Berdasarkan teori Elaboratin Likelihood yang disajikan oleh pakar komunikasi persuasive Richard E Petty dan John T Caciopp. tahap primary yaitu memfokuskan perhatian khalayak pada kandidat. bahwa keputusan yang dibuat khalayak bergantung pada jalur yang ditempuhnya dalam memproses sebuah pesan. model ini dimulai dari surfacing (pemunculan). 3.

PETA POLITIK adalah untuk seberapa besar kemungkinan (kans) seorang kandidat dapat meraih kemenangan dibanding dengan kandidat lain di daerah tertentu . kemasan produk dan aspek periferal lainnya. maka orang tersebut menurut teori ini dianggap menggunakan jalur sentral (central route). Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa setiap orang dapat memproses pesan persuasive dengan cara yang berbeda. Pemetaan Politik adalah kegiatan pengumpulan pendapat atau persepsi masyarakat terhadap berbagai hal menyangkut seorang tokoh atau kandidat kepala daerah dan caleg dengan cara mewawancarai sejumlah masyarakat.mata berfokus pada isi pesan tersebut. Pemetaan Politik adalah untuk memenuhi informasi yg dibutuhkan oleh kandidat dan tim suksesnya. STRATEGI KAMPANYE 1. E. maka ia dipandang menggunakan jalur pinggiran (peripheral route). B. Namun pada situasi lain kita menilai pesan sambil lalu tanpa mempertimbangkan argumen yang mendasari isi pesan tersebut. hati-hati dan dengan pemikiran kritis. C. Sementara jika orang tersebut tidak melakukan evaluasi yang mendalam terhadap isi pesan yang diterimanya melainkan lebih memperhatikan daya tarik penyampai pesan. Pemetaan Politik A. Pada satu situasi kita menilai sebuah pesan secara mendalam.

Output dari survei ini adalah sebuah rekomendasi tentang bagaimana cara MEMPERTAHANKAN dan atau MEMPERBESAR tingkat kemungkinan seorang kandidat menang dalam PILKADA dan legislative Bagi Kandidat: θ Posisi Tawar Peta politik dapat dijadikan alat bukti ilmiah yang menyakinkan/sangat kuat bagi kandidat agar parpol dan organisasi politik lainya mendukungnya. Bagi Partai Politik: θ Menentukan tim sukses berdasarkan jaringan partai Melal ui peta politk . partai politik dapat menentukan jaringan berpotensi untuk memenangkan pilkada . kandidat dapat menentukan skala prioritas kampanye sehingga dana yanga ada tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak produktif θ Efektivitas Kampanye Peta politik juga dapat digunakan untuk menentukan berbagai bentuk kampanye mana yang paling efektif menarik pemilih. θ Memilih Pasangan Yang Paling Tepat Peta politik dapat digunakan untuk menentukan siapa orang yang paling tepat secara taktis dan strategis untuk dijadikan pendamping θ Efisiesni Dana Kampanye Dengan melihat peta politk ini.D.

jenis kelamin. afiliasi politik. Mengetahui Kekuatan dan Kelemahan Lawan 1. afiliasi politik. Mengetahui bagaimana kelebihan (citra positif) dan kekurangan (citra negatif) dari masing-masing kandidat. jenis kelamin. Mengetahui basis dukungan dari kandidat lawan. jorong. nagari kecamatan. pendidikan. Mengetahui variabel apa saja yang menjadi “modal” bagi kandidat lawan.θ Mengetahui Peta Politik Lokal peta politik ini juga akan memberikan gambaran yg komprehensif tentang peta politik local Mengetahui Kekuatan dan Kelemahan Diri Sendiri 1. desa. klas sosial dll 3. nagari dan kecamatan yang akan memberikan suaranya kepada masing-masing kandidat 2. 2. umur. Mengetahui seberapa besar pemilih di jorong. Mengetahui kelompok/segmen masyarakat (agama. klas sosial. Mengetahui kelebihan (citra positif) dan kekurangan (citra negatif) dari kandidat lawan. suku. umur. kecamatan. suku.) mana yang mendukung dan tidak mendukung terhadap masing-masing kandidat. pendidikan. dilihat dari aspek agama. 3. .

Mengetahui media komunikasi (sosial dan massa) yang paling efektif digunakan oleh masyarakat. 1. agama. radio. afiliasi politik. misalnya spanduk. selebaran dll Mengetahui Masalah/Isu/Topik Sosial dan Politik Lokal 1. dililihat dari aspek wilayah.Mengetahui Karakteristik Perilaku Pemilih Dan Media Komunikasi 1. suku. Mengetahui masalah-masalah mendesak yang dibutuhkan masing-masing segmen social 3. pendidikan dll 2. umur. Mengetahui alasan seseorang memilih calon. klas sosial. Pemetaan Perilaku Pemilih • Memetakan pemilih berdasarkan demografi dan preferensi politik • Memetakan isu-isu strategis lokal • Memetakan nama-nama yg berpotensi menjadi kawan dan lawan • Memetakan media komunikasi yg efektif digunakan oleh pemilih • Output : Strategi Mempengaruhi Perilaku Pemilih . Mengetahui berbagai usulan dari masyarakat tentang bagaimana seharusnya yang harus dilakukan oleh kandidat agar sukses dalam pilkada. Mengetahui tema kampanye yang diinginkan oleh masyarakat 2.

turnamen. peresmian. STRATEGI MOBILISASI • PEMBANGUNAN JARINGAN DAN ORGAN POLITIK Design Struktur tim sukses. ceramah. jorong dan perluasan jaringan sosial.2. • PELATIHAN MANAJEMEN TIM SUKSES Pemahaman perilaku pemilih. komunikasi multimedia dan alternatif . targeting. aksi sosial. media kampanye. Pemetaan Jaringan • Inventarisir Jaringan yang potensial jadi mesin politik • Memetakan wilayah dari masing-masing jaringan • Inventarisir Nama-nama yang memiliki potensi menjadi tim sukses • Ouput : Strategi Mobilisasi 3. kecamatan. komunikasi tradisional. penyusunan dan evaluasi program • PENYUSUNAN PROGRAM PEMENANGAN Design program kunjungan. nagari. pawai. hiburan. Pembentukan tim sukses tingkat kabupaten. Pemetaan Media Massa • Menginventarisir semua media massa lokal • Menganalisis Kecenderungan isi media • Menjajaki kemungkinan kerja sama • Analisis media paling efektif • Output : Strategi Pencitraan 2. organisasi tim sukses. kontrak politik.

seminar dll • STRATEGI KOMUNIKASI ALTERNATIF 1. target dan evaluasi program pencitraan kandidat • STRATEGI KOMUNIKASI MEDIA CETAK. STRATEGI PENCITRAAN • PEMBENTUKAN MEDIA CENTER Mengorganisasi program. RADIO DAN TELEVISI .• PEMBENTUKAN TIM KAMPANYE tim kampanye partai kualisi tim relawan • • PEMBENTUKAN TIM SAKSI PEMBENTUKAN TIM MOBILISATOR 3.iklan di Koran dan radio STRATEGI KOMUNIKASI MEDIA OUT DOOR .kunjungan-kunjungan dalam pengertian membantu masyarakat seperti contoh membantu anak yatim.baleho STRATEGI KOMUNIKASI SOSIAL . storming tim stroming yang terdiri • • pengumpul data akademis . korban longsor atau kebakaran STRATEGI KOMUNIKASI TATAP MUKA -ceramah.

• • • • • • tokoh masyarakat local wash brain contohnya (am rancak. ibu tadi tidak punya kemampuan untuk mencroscek informasi yang ia dapatkan. Secara nyata bahwa masyarakat Indonesia masih tradisional dan emosional berdasar fakta pemilu pileg 2009 maka secara psikologis ibu tadi telah mendapatkan pemahaman bahwa dia sudah punya pilihan dalam pilkada dan pemilu legsilatif . lalu membeli kebutuhan lainnya maka saran yang sama didapatkan oleh ibu tadi. LINGKARAN PEMILIH Kandidat dikomukasikan oleh seluruh pelaku tranportasi dan pelaku ekonomi yang ada di wilayah tertentu. lalu ibu membeli cabe maka penjual cabe menyarankan memilih kandidat yang sama. Sebagai contoh seorang ibu pasti pergi kepasar untuk memenuhi kebutuhannya maka butuh tranportasi untuk maka tukang ojek menyarankan untuk memilih kandidat. maka ia telan informasi tersebut secara mentah 3 SMS PILKADA . rizanto algamar dll) preman buya datuk-datuk tokoh pemuda local 2.

Satu perangkat system dengan sms mampu mengirim pesan 10. pemberitahuan. arahan. pengenalan karakter maupun ucapan-ucapan tertentu . is isms berupa pesan.000 nomor setiap jam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->