P. 1
Laporan Kasus Hernia

Laporan Kasus Hernia

|Views: 64|Likes:
Published by Sinta Sintaa

More info:

Published by: Sinta Sintaa on Apr 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

LAPORAN KASUS

HERNIA INGUINALIS LATERALIS DEXTRA REPONIBLE

DISUSUN OLEH NAMA NPM :Sinta Yuliantini, S. Ked. : 20087300116

PEMBIMBING : dr. Camelia Chitra

STASE KEDOKTERAN KOMUNITAS I KEPANITERAAN KLINIK PKM KELAPA GADING PERIODE JULI 2012 – SEPTEMBER 2012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2012

Keluhan lain seperti batuk. demam disangkal. Benjolan bias dimasukkan bias keluar.pusing. IDENTITAS Nama lengkap Usia Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Tgl pengambilan kasus Tgl pelaporan kasus Tgl berobat Ruangan : Tn.barang yang berat. .Benjolan menghilang pada saat posisi tidur terlentang. c) Riwayat Penyakit Dahulu Belum pernah menderita sakit yang sama sebelumnya. d) Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada keluarga dengan keluhan yang sama. sedikit terasa panas di sekitar benjolan. penyakit menular lainnya di keluarga di sangkal. Nyeeri bertambah berat pada hari ini. Os mengeluhkan ada nya nyeri. Os mengatakan sering mengangkat barang. diabetes mellitus. Dwi Gunadi : 41 Tahun : Laki-laki : Jln. dan kembali ada ketika beraktivitas atau bangun. ANAMNESIS (AUTOANAMNESA) a) Keluhan Utama : Selangkangan bengkak ± 1 minggu yang lalu. Asma.Hipertensi. P sambu 1/3 Kelapa Gading : Karyawan : 26 juli 2012 : 03 agustus 2012 : 26 Juli 2012 : BPU II.LAPORAN KASUS I. b) Riwayat Penyakit Sekarang : OS datang ke PKM kelapa gading dengan keluhan selangkangan bengkak sudah ± 1 minggu yang lalu.

dan tidak ada pengobatan tertentu untuk saat ini g) Riwayat Alergi Alergi makanan dan obat-obatan disangkal. cukup. Hidung : pernapasan cuping hidung (-). sekret (-/-) . Mulut : bibir kering (-). kuat angkat : tidak diperiksa : 120 / 90 mmHg : Compomentis : Tampak sakit sedang Status General (berdasarkan pertemuan di tanggal pengambilan kasus dan status pasien)         Kepala  Mata (-/-). Leher Thorak : Pembesaran KGB (-) eritema kemerahan (+) : : Ronki (-/-) Bentuk : normochepal : Konjungtiva anemis (-/-). edema palpebra Auskultasi Abdomen : . f) Riwayat Pengobatan Belum pernah diobati sebelumnya. Pasien merokok 1 bungkus perhari. regular.e) Riwayat Psikososial Pasien bekerja sbg karyawan yg sering mengangkat barang berat. deviasi septum (-).konsumsi alkholol dan obat-obatan disangkal. Sklera ikterus(-/-). pendengaran baik. PEMERIKSAAN FISIK a) b) c) Kesadaran Keadaan Umum Tanda Vital     d) Suhu HR RR TD : tidak di periksa : 80x/menit. sekret (-) Telinga : normotia.

)  Palpasi : teraba benjolan. nyeri tekan (+). Inguinal kiri : Massa (-) PEMERIKSAAN PENUNJANG Tidak dilakukan RESUME Pasien. ukuran ± sebesar telor ayam.warna kulit sama Tanda radang ( . lonjong.konsistensi kenyal. ASSESMENT Hernia Inguinalis lateralis dextra reponible .ukuran ± telor ayam.konsistensi kenyal kanan dengan warna sekitar.  Auskultasi : bising usus (-) pada benjolan. Tn D 75 thn dtg ke RS dengan keluhan nyeri di daerah selangkangan sebelah kanan. berbentuk lonjong. gambaran peristaltik ( . panas (+).).  IPPA : tidak dilakukan dan tidak ada data sekunder Ekstremitas atas Sianosis Udem : -/: -/bawah -/+/+ STATUS GENERALIS Inguinal kanan  Inspeksi : tampak benjolan mulai di inguinal . Pasien juga mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan sejak satu minggu yg lalu Benjolan muncul jika pasien berjalan dan hilang saat berbaring Pada pemeriksaan lokalis di temukan benjolan di regio inguinalis dextra.

Mulai dari pemahaman terhadap penyakit. Terapi menurut teori Operasi  herniotomi . tepat dan teliti. Terapi yang di berikan dari Puskesmas R/ Asam Mefenamat R/ B. hernioplasti .comp No X / 2dd1 No X / 3dd1 Surat Rujukan ke Rumah Sakit.pencegahan akan kekambuhan penyakit yang di derita KIE kepada OS bahwa penyakit yang di derita harus diterapi dengan operasi agar tidak bertambah besar dan meminimalisir komplikasi yang akan muncul apabila tidak dilakukan operasi.PENATALAKSANAAN (30 Juli 2012) KIE kepada OS tentang penyakit yang dideritanya secara lengkap.

Hernia inguinalis lateralis mempunyai nama lain yaitu hernia indirecta yang artinya keluarnya tidak langsung menembus dinding abdomen. Hernia inguinalis lateralis (HIL) dikarenakan kelainan kongenital meskipun ada yang didapat.TINJAUAN PUSTAKA HERNIA DEFINISI Hernia berasal dari kata latin yang berarti rupture. Selain hernia indirek nama yang lain adalah Hernia oblique yang artinya Kanal yang berjalan miring dari lateral atas ke medial bawah. Meskipun hernia dapat terjadi di berbagai tempat dari tubuh kebanyakan defek melibatkan dinding abdomen pada umumnya daerah inguinal. Perbedaan HIL dan HIM. Disini akan dijelaskan lebih lanjut hernia ingunalis lateralis. 2. Hernia didefinisikan adalah suatu penonjolan abnormal organ atau jaringan melalui daerah yang lemah (defek) yang diliputi oleh dinding.1 Hernia ingunalis dibagi menjadi dua yaitu Hernia Ingunalis Lateralis (HIL) dan Hernia Ingunalis Medialis. Lateral Dibungkus oleh fascia spermatica interna Ya Congenital Onset biasanya pada waktu pada waktu embrio setelah penurunan testis .1. Tabel.3 Tipe Deskripsi Hubungan dg vasa epigastrica inferior Hernia ingunalis lateralis Penojolan melewati inguinal biasanya merupakan kegagalan penutupan ingunalis cincin interna cincin dan Dan bisa pada waktu dewasa. Hernia ingunalis lateralis sendiri mempunyai arti pintu keluarnya terletak disebelah lateral Vasa epigastrica inferior.

 Stage 2 : hernia direk dengan pembesaran atau distorsi cincin interna. Klasifikasi menurut Halverson dan McVay.  Kelas 4 : hernia femoralis. hernia terdapat terdapat 4 kelas:  Kelas 1 : hernia indirek yang kecil.  Kelas 2 : hernia indirek yang medium.  Kelas 3 : hernia indirek yang besar atau hernia direk.Hernia ingunalis medialis Keluarnya langsung menembus fascia Medial Tidak Dewasa dinding abdomen KLASIFIKASI Casten membagi hernia menjadi tiga stage. yaitu:  Stage 1 : hernia indirek dengan cincin interna yang normal. .  Stage 3 : semua hernia direk atau hernia femoralis.

Pada hernia ini tidak terdapat kantung peritoneal. Hernia tipe 5 merupakan hernia divertikuler primer. 2.    Hernia tipe 1 mempunyai kantung peritoneal yang melewati cincin interna yang berdiameter Hernia tipe 2 (hernia indirek yang paling sering) mempunyai kantung peritoneal yang melewati cincin interna yang berdiameter ≤ 2 cm.  hernia inguinalis indirek sliding. Tipe 3 hernia mempunyai kantung peritoneal yang melewati cincin interna yang berdiameter > 2 cm.Hernia tipe 3 sering menjadi hernia komplit dan sering menjadi slidinhernia. o Ukuran cincin interna. Gilbert membagi hernia menjadi 5 tipe.   Hernia tipe 4 mempunyai robekan dinding posterior tau defek posterior multipel.  hernia inguinalis direk dengan pembesaran difus di seluruh permukaan segitiga Hesselbach Gilbert membuat klasifikasi berdasarkan 3 faktor: o Ada atau tidak adanya kantung peritoneal. 2. o Integritas dinding posterior dan kanal. Hernia Indirek  hernia inguinalis indirek yang tidak terkomplikasi. Tipe 1.Sistem Ponka membagi hernia menjadi 2 tipe: 1. sedangkan tipe 4 and 5 merupakan hernia direk. .  hernia divertikular di dinding posterior. and 3 merupakan hernia indirek. dekat tuberculum pubicum. Hernia Direk  suatu defek kecil di sebelah medial segitiga Hesselbach. Cincin interna yang intak dan tidak ada kantung peritoneal.

yaitu:2 1. Gubernaculum akan melewati dinding abdomen yang mana pada sisi bagian ini akan menjadi kanalis inguinalis. meliputi:       Tipe 1 adalah hernia indirek dengan cincin interna yang normal. alergi  Kehamilan  Ascites 2.Nyhus membuat klasifikasi berdasarkan ukuran cincin interna dan integritas dinding posterior. asthma. ETIOLOGI Penyebab terjadinya hernia inguinalis masih diliputi berbagai kontroversi. Peninggian tekanan intra abdomen yang berulang. Adanya kelemahan jaringan /otot. PATOFISIOLOGI HERNIA INGUINALIS LATERALIS Ligamentum gubernaculum turun pada tiap sisi abdomen dari pole inferior gonad ke permukaan interna labial/scrotum. Tipe 3b adalah hernia indirek yang menyebabkan kelemahan dinding posterior Tipe 3c adalah hernia femoralis. 3. Tipe 2 adalah hernia indirek dengan cincin interna yang membesar. tetapi diyakini ada tiga penyebab. Tipe 4 memperlihatkan semua hernia rekuren.  Overweight  Mengangkat barang yang berat yang tidak sesuai dengan ukuran badan  Sering mengedan karena adanya gangguan konstipasi atau gangguan saluran kencing  Adanya tumor yang mengakibatkan sumbatan usus  Batuk yang kronis dikarenakan infeksi. emphysema. bronchitis. Tipe 3a adalah hernia inguinalis indirek. Tersedianya kantong. Pada pria testes awalnya retroperitoneal dan dengan processus vaginalis testes akan turun . Processus vaginalis adalah evaginasi diverticular peritoneumyang membentuk bagian ventral gubernaculums bilateral.

Pada pria kehilangan sisa ini akan melekatkan testis yang dikenal dengan tunika vaginalis.melewati canalis inguinalis ke scrotum dikarenakan kontraksi gubernaculum.yang tersering hernia inguinalis lateralis angka kejadiannya lebih banyak pada laki-laki dan yang paling sering adalah yang sebelah kanan. Kulit (kutis). Bagian superfisial meluas ke depan dinding abdomen dan turun ke sekitar penis. Fasia ini terbagi dua bagian.. Pada dasarnya inguinal dibentuk dari lapisan: 1. Processus vaginalis normalnya menutup. 2. Jika processus vaginalis tidak menutup maka hidrokel atau hernia inguinalis lateralis akan terjadi. dinding abdomen pada dasar inguinal terdiri dari susunan multi laminer dan seterusnya. paha. . Innominate fasia (Gallaudet) : lapisan ini merupakan lapisan superfisial atau lapisan luar dari fasia muskulus obliqus eksternus. Pada sisi sebelah kiri terjadi penurunan terlebih dahulu sehingga . skrotum.Regio inguinal merupakan batas bawah abdomen dengan fungsi yang terdiri atas lapisan miopaneurotis. Sedangkan pada wanita akan terbentuk kanal Nuck. Dalam bukunya Skandalakis (1995).kanalis inguinalis. Pada wanita ovarium turun ke pelvis dan gubernaculum bagian inferior menjadi ligamentum rotundum yang mana melewati cincin interna ke labia majus.lapisan-lapisan dinding abdomen. Sulit dikenal dan jarang ditemui. Jaringan sub kutis (Camper’s dan Scarpa’s) yang berisikan lemak. bokong. perineum. Akan tetapi tidak semua hernia ingunalis disebabkan karena kegagalan menutupnya processus vaginalis dibuktikan pada 20%-30% autopsi yang terkena hernia ingunalis lateralis proseccus vaginalisnya menutup. ANATOMI Keberhasilan operasi hernia inguinal tergantung akan pengetahuan tentang dinding abdomen. Penamaan struktur anatomi di daerah ini banyak memakai nama penemunya sebagai pengakuan atas kontribusi mereka. Bagian yang profundus meluas dari dinding abdomen ke arah penis (Fasia Buck). 3. superfisial (Camper) dan profundus (Scarpa). menghapuskan perluasan rongga peritoneal yang melewati cincin interna.

4. 9. 5. falx inguinalis dan fasia transversalis.. Pintu hernia adalah lapisan l. Ligamentum ini membentuk sudut kurang dari 45 derajat sebelum melekat pada ligamentum pektineal.  Posterior : Dibentuk oleh aponeurosis muskulus transversus abdominis yang bersatu dengan fasia transversalis dan membentuk dinding posterior dibagian lateral. 6. Muskulus transversus abdominis dan aponeurosis muskulus obliqus internus. Spermatik kord pada laki-laki. Preperitoneal connective tissue dengan lemak. Bagian bagian dari hernia a. Kantung hernia adalah peritoneum parietalis. Ligamentum ini membentuk pinggir medial kanalis femoralis. Peritoneum 10. . 8. korpus dan basis c. Fasia transversalis dan aponeurosis yang berhubungan dengan ligamentum pectinea (Cooper). Kanalis inguinalis adalah saluran yang berjalan oblik (miring) dengan panjang 4 cm dan terletak 2-4 cm di atas ligamentum inguinale. Apponeurosis muskulus obliqus eksternus. Dinding yang membatasi kanalis inguinalis adalah:  Anterior : Dibatasi oleh aponeurosis muskulus obliqus eksternus dan 1/3 lateralnya muskulus obliqus internus. dinding posterior berkembang dari aponeurosis muskulus transversus abdominis dan fasia transversal. Hernia dinamai berdasarkan dari pintunya b.bagiannya adalah kolum. Bagian medial dibentuk oleh fasia transversa dan konjoin tendon. ligamen rotundum pada wanita. 7.paisan dinding perut dan panggul.Terletak mulai dari SIAS sampai ke ramus superior tulang publis. Superfisial dan deep inguinal ring. termasuk ligamentum inguinale (Poupart) merupakan penebalan bagian bawah aponeurosis muskulus obliqus eksternus. dan Colle’s. Lakunare (Gimbernat) Merupakan paling bawah dari ligamentum inguinale dan dibentuk dari serabut tendon obliqus eksternus yang berasal dari daerah Sias. Ligamentum ini dibentuk dari serabut aponeu rosis yang berasal dari crus inferior cincin externa yang meluas ke linea alba. falx inguinalis (Henle) dan konjoin tendon. iliopubic tract.

Ini merupakan defek normal dan fasia transversalis dan berbentuk huruf “U” dan “V” dan terletak di bagian lateral dan superior. iliopublik tract dan interfoveolar (Hasselbach) ligament dan pembuluh darah epigastrik inferior di bagian medial. Fasia spermatika interna. External inguinal ring adalah daerah pembukaan pada aponeurosis muskulus obliqus eksternus. d. Fruchaud Myopectineal Orifice . Superior : Dibentuk oleh serabut tepi bawah muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dan aponeurosis. Arteri spermatika eksterna c. Isi kanalis inguinalis pria a. Serabut simpatis dari plexus hipogastrik e. Bagian ujung atas dari kanalis inguinalis adalah internal inguinal ring.3arteri yaitu : Arteri spermatika interna. Cabang genital dari nervus genitofemoral 2.Arteri diferential. berlanjut dengan serabut. berbentuk “U” dangan ujung terbuka ke arah inferior dan medial. lanjutan dari fasia innominate. Lapisan kremaster. perluasan dari fasia transversal. 3 nervus: 1. Selubung hernia merupakan lapisan –lapisan yang menyelubungi hernia. Duktus deferens b. Plexus vena pampiniformis d. 3 lapisan fasia:     Fasia spermatika eksterna. Batas cincin interna adalah pada bagian atas muskulus transversus abdominis.serabut muskulus obliqus internus dan fasia otot.  Inferior : Dibentuk oleh ligamentum inguinale dan lakunare. Nervus ilioinguinalis 3.

Tanda Pada pemeriksaan hernia pasien harus diperiksa dalam keadaan berdiri dan berbaring dan juga diminta untuk batuk pada hernia yang kecil yang masih sulit untuk dilihat. Beberapa pasien mengeluh adanya sensasi nyeri yang menyebar biasanya pada hernia ingunalis lateralis.kita dapat mengetahui besarnya cincin eksternal dengan cara memasukan jari ke annulus jika cincinnya kecil jari tidak dapat masuk ke kanalis inguinalis dan akan sangat sulit untuk menentukan pulsasi hernia yang sebenarnya pada saat batuk. pada bagian lateral bebatas dengan musculus iliopsoas dan bagian inferior oleh ligamentum cooper.seringnya hernia ditemukan pada saat pemeriksaan fisik misalnya pemeriksaan kesehatan sebelum masuk kerja. Hernia ingunalis pada masing-masing jenis pada umumnya memberikan gambaran yang sama . Perbedaan hil dan him pada pemeriksaan fisik sangat sulit dlakukan dan ini tidak terlalu penting mengingat groin hernia harus dioperasi tanpa melihat jenisnya. perasaan nyeri yang menyebar hingga ke scrotum. Pada umumnya hernia direct akan memberikan gejala yang sedikit dibandingkan hernia ingunalis lateralis.Daerah ini dibatasi oleh ligamentum inguinalis. Bagian medial dibatasi oleh bagian lateral musculus rectus abdominis. hernia yang turun hingga ke skrotum hampir sering merupakan hernia ingunalis lateralis. . Dengan bertambah besarnya hernia maka diikuti rasa yang tidak nyaman dan rasa nyeri. dan bagian bawah oleh pembuluh darah vena dan arteri femoralis. pada bagian posterior dibatasi oleh traktus iliopubis.dan juga kemungkinannya lebih berkurang untuk menjadi inkarserasi atau strangulasi. Lubang ini ditembus oleh funiculus spermaticus.pada beberapa orang adanya nyeri dan membengkak pada saat mengangkat atau ketegangan. sehingga pasien berbaring untuk menguranginya. Lubang myopectineal dilindungi oleh aponeurosis transversus abdominis dan fascia transversalis GEJALA DAN TANDA KLINIK Gejala Pasien mengeluh ada tonjolan di lipat paha . Lain halnya pada cincin yang lebar hernia dapat dengan jelas terlihat dan jaringan tissue dapat dirasakan pada tonjolandi kanalis ingunalis pada saat batuk dan hernia dapat didiagnosa. Bagian superior dibatasi oleh lengkungan serabut otot abdominis transversus dan otot obliquus internus.

 Elektrolit. jenis hernia inguinal tidak dapat ditegakkan secara akurat sebelum dilakukan operasi. Jika terasa pada ujung jari maka itu hernia ingunalis lateralis. Sedangkan pada hernia direct tidak akan terasa dan tidak adanya tahanan pada dinding posterior kanalis ingunalis. Pada kebanyakan pasien. Jika pasien diminta untuk batuk pada pemeriksaan jari dimasukan ke annulus dan tonjolan tersa pada sisi jari maka itu hernia direct. Penekanan melalui cincin interna ketika pasien mengedan juga dapat membedakan hernia direct dan hernia inguinalis lateralis.dengan tonjolan yang sirkuler di cicin eksterna. Jika hernianya besar maka pembedaanya dan hubungan secara anatomi antara cincin dan kanalis inguinalis sulit dibedakan. sebagai berikut:  Leukocytosis dengan shift to the left yang menandakan strangulasi.8 .Pada inspeksi Pasien saat berdiri dan tegang. Pada palpasi Dinding posterior kanalis ingunalis akan terasa dan adanya tahanan pada hernia inguanalis lateralis. Ultrasonografi dapat digunakan untuk membedakan adanya massa pada lipat paha atau dinding abdomen dan juga membedakan penyebab pembengkakan testis. pada hernia direct kebanyakan akan terlihat simetris. BUN. sedangkan pada hernia ingunalis lateralis akan terlihat tonjolan yang yang bebentuk elip dan susah menghilang padaa saat berbaring. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Untuk mendukung ke arah adanya strangulasi. kadar kreatinine yang tinggi akibat muntah-muntah dan menjadi dehidrasi.  Tes Urinalisis untuk menyingkirkan adanya masalah dari traktus genitourinarius yang menyebabkan nyeri lipat paha. Tonjolan akan menghilang pada saat pasien berbaring . Pada hernia direct benjolan akan terasa pada bagian depan melewati Trigonum Hesselbach’s dan kebalikannya pada hernia ingunalis lateralis. Pemeriksaan Radiologis Pemeriksaan radiologis tidak diperlukan pada pemeriksaan rutin hernia.

Konsul bedah jika :  Reduksi hernia yang tidak berhasil  Adanya tanda strangulasi dan keadaan umum pasien yang memburuk  Hernia ingunalis harus dioperasi meskipun ada sedikit beberapa kontraindikasi .  Konsul ke ahli bedah jika usaha reduksi tidak berhasil dalam 2 kali percobaanm  Teknik reduksi spontan memerlukan sedasi dam analgetik yang adekuat dan posisikan Trendelenburg.  Pasien pada posisi Trendelenburg dengan sudut sekitar 15-20° terhadap hernia inguinalis. .  Pada pasien geriatri sebaiknya dilakukan operasi elektif agar kondisi kesehatan saat dilakukan operasi dalam keadaan optimal dan anestesi dapat dilakukan.  Posisikan kaki ipsi lateral dengan rotasi eksterna dan posisi flexi unilateral (seperti kaki kodok)  Posisikan dua jari di ujung cincin hernia untuk mencegah penonjolan yang berlanjutselam proses reduksi penonjolan  Usahakan penekanan yang tetap pada sisi hernia yang bertujuan untu mengembalikan isis hernia ke atas.  Memberikan sedasi yang adekuat dan analgetik untuk mencegah nyeri.Pre peritoneal dan Pre peritoneal locule PENATALAKSANAAN HERNIA Penanganan DI IGD  Mengurangi hernia. Adalah suatu keadaan dimana berpindahnya secara spontan kantong hernia beserta isinya ke rongga extraperitoneal. Operasi yang cito mempunyai resiko yang besar pada pasien geriatri. Jika dilakukan penekanan ke arah apeks akan menyebabkan isis hernia keluar dari pintu hernia.  Jika pasien menderita hyperplasia prostate akan lebih bijaksana apabila dilakukan penanganan terlebih dahulu terhadap hiperplasianya. Gambaran ini dikenal dengan Spontaneous Reduction of Hernia En Masse. yaitu adanya suatu gambaran massa. Mengingat tingginya resiko infeksi traktus urinarius dan retensi urin pada saat operasi hernia. penanganan ini teruntuk semua pasien tanpa pandang umur inkarserasi dan strangulasi hal yang ditakutkan dibandingkan dengan resiko operasinya.  Posisikan pasien berbaring terlentang dengan bantal di bawah lutut. Ada 4 tipe pembagian reduction of hernia en masse Retropubic .Intra abdominal .  Menurunkan tegangan otot abdomen.  Kompres dengan kantung dingin untuk mengurangi pembengkakan dan menimbulkan proses analgesia. dan kompres dingin selama 20-30 menit.Pada pemeriksaan radiologis kadang terdapat suatu yang tidak biasa terjadi. Pasien harus istirahat agar tekanan intraabdominal tidak meningkat.

. yang termasuk gangren alat-alat pencernaan (usus). Gavrilenko) bahwa lebih baik melakukan elektif surgery karena angka mortalitas. Karena kemungkinannya terjadi inkarserasi. ada tanda-tanda leukositosis.  Gejala klinik peritonitis. karena adanya risiko komplikasi yang besar terutama inkarserata.Reposisi bimanual : tangan kiri memegang isi hernia membentuk corong sedangkan tangan kanan mendorongnya ke arah cincin hernia dengan tekanan lambat dan menetap sampai terjadi reposisi . jika ada perlekatan lakukan reposisi. strangulasi. pada pria dewasa. Konservatif : . strangulasi. dan morbiditas lebih rendah jika dilakukan cito surgery.Bantal penyangga. Namun cara ini sudah tidak dianjurkan karena merusak kulit dan otot abdomen yang tertekan. Pelaksanaan non operasi untuk mengurangi hernia inkerserasi dapat dicoba. kemudian kantong hernia dijahit setinggi-tinggi mungkin lalu dipotong. Operatif -Anak-anak  Herniotomy : Karena masalahnya pada kantong hernia. sedangkan strangulasi masih mengancam 2. 1. kompres es di atas hernia. dan nyeri pada hernia maka operasi yang cito harus di lakukan.  Operasi hernia dapat ditunda jika massa hernia dapat dimanipulasi dan tidak ada gejala strangulasi. Pasien di posisikan dengan panggul dielevasikan dan di beri . Pada pria tua. pemberian sedatif parenteral.  Pada saat operasi harus dilakukan eksplorasi abdomen untuk memastikan usus masih hidup. bertujuan untuk menahan hernia yang telah direposisi dan harus dipakai seumur hidup. dilakukan operasi elektif atau cito terutama pada keadaan inkarserata dan strangulasi.analgetik dan obat sedasi untuk merelaxkan otot-otot. ada beberapa pendapat (Robaeck-Madsen. testis. anak boleh menjalani operasi pada hari berikutnya.Reposisi spontan pada anak : menidurkan anak dengan posisi Trendelenburg. Indikasi operasi : Hernia inguinalis lateralis pada anak-anak harus diperbaiki secara operatif tanpa penundaan. dan adanya peningkatan risiko infeksi dan rekurensi yang mengikuti tindakan operatif.maka dilakukan pembebasan kantong hernia sampai dengan lehernya. . kantung hernia berisi cairan darah yang berwarna gelap. kemudian bila berhasil. dibuka dan dibebaskan isi hernia.

KOMPLIKASI Hernia inkarserasi :  Hernia yang membesar mengakibatkan nyeri dan tegang  Tidak dapat direposisi  Adanya mual . menempatkan muskulus oblikuus eksterna diantara cord kebalikannya cara Bassini. .Dewasa  Herniorrhaphy : Perawatan kantung hernia dan isi hernia Penguatan dinding belakang (secara Bassini.  Halsted. dikenal dengan metode ligamentum Cooper.melewati ingunal yang dikombinasi dengan pengikatan cincin interna.Karena herniotomi pada anak-anak sangat cepat dan mudah. meletakkan conjoint tendon lebih posterior dan inferior terhadap ligamentum Cooper. Lotheissen-Mc Vay (Cooper’s ligament repair).  Bassini. yaitu  Mercy dikenal dengan ligasi sederhana dengan diangkat tinggi kantungnya. Hernia strangulasi :  Gejala yang sama disertai adanya infeksi sistemik  Adanya gangguan sistemik pada usus.  Mc Vay. maka kedua sisi dapat direparasi sekaligus jika hernia terjadi bilateral . Tension free herniorrhaphy)  Minimally Invasive Surgery (Laparoscopy)  TAPP = Trans Abdominal Pre Peritoneal  TEP = Total Extra Peritoneal Adapun teknik-teknik operasi hernia ada beberapa cara.muntah dan gejala obstruksi usus. Marcy Ferguson. Shouldice. dahulu merupakan metode yang sering digunakan. Halsted / Kirchner. dengan cara conjoint tendon didekatkan dengan ligamentum Poupart’s dan spermatic cord diposisikan seanatomis mungkin di bawah aponeurosis muskulus oblikuus eksterna.

Surgery Basic Science and Clinical Evidence.html .tripod. http://www.Jeffrey A. 787-803.com/viewarticle/420354_4 Manthey.2007. Hernias .medscape. Hernias And Abdominal Wall Defects.emedicine. New York.DAFTAR PUSTAKA Inguinal Hernia: Anatomy and Management http://www.hernia. David.htm Norton.com/inguinal. Springer.com/emerg/topic251. 2001. http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->