Kondensor

05 Agu

15 Votes Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida kerja  Secara umum, terdapat 2 jenis kondensor yaitu : 1. Surface condenser Prinsip kerja surface condenser Steam masuk ke dalam shell kondensor melalui steam inlet connection pada bagian atas kondensor. Steam kemudian bersinggungan dengan tube kondensor yang bertemperatur rendah sehingga temperatur steam turun dan terkondensasi, menghasilkan kondensat yang terkumpul pada hotwell. Temperatur rendah pada tube dijaga dengan cara mensirkulasikan air yang menyerap kalor dari steam pada proses kondensasi. Kalor yang dimaksud disini disebut kalor laten penguapan dan terkadang disebut juga kalor kondensasi (heat of condensation) dalam lingkup bahasan kondensor. Kondensat yang terkumpul di hotwell kemudian dipindahkan dari kondensor dengan menggunakan pompa kondensat ke exhaust kondensat. Ketika meninggalkan kondensor, hampir keseluruhan steam telah terkondensasi kecuali bagian yang jenuh dari udara yang ada di dalam sistem. Udara yang ada di dalam sistem secara umum timbul akibat adanya kebocoran pada perpipaan, shaft seal, katup-katup, dan sebagainya. Udara ini masuk ke dalam kondensor bersama dengan steam. Udara dijenuhkan oleh uap air, kemudian melewati air cooling section dimana campuran antara uap dan udara didinginkan untuk selanjutnya dibuang dari kondensor dengan menggunakan air ejectors yang berfungsi untuk mempertahankan vacuum di kondensor. Untuk menghilangkan udara yang terlarut dalm kondensat akibat adanya udara di kondensor, dilakukan de-aeration. De-aeration dilakukan di kondensor dengan memanaskan kondensat dengan steam agar udara yang terlalut pada kondensat akan menguap. Udara kemudian ditarik ke air cooling section dengan memanfaatkan tekanan rendah yang terjadi pada air cooling section. Air ejector kemudian akan memindahkan udara dari sistem.

seperti : 1. kemudian masuk ke dalam pipa-pipa pendingin dan keluar pada bagian atas Sedangkan arus panas masuk lewat bagian tengah kondenser dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor. Geothermal powerplant 2. Direct-contact atau open condenser digunakan pada beberapa kasus khusus. kemudian masuk ke dalam pipa-pipa pendingin dan keluar pada bagian atas Sedangkan arus panas masuk lewat bagian atas kondenser dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor. b. Direct-contact condenser Direct-contact condenser mengkondensasikan steam dengan mencampurnya langsung dengan air pendingin. Pada powerplant yang menggunakan perbedaan temperatur di air laut (OTEC) . Vertical condenser Air pendingin masuk konddensor melalui bagian bawah.a. 2. Horizontal kondenser Air pendingin masuk konddensor melalui bagian bawah.

biasanya didalam dry. Pipa pendingin mudah dibersihkan B. Air yang didinginkan pada Cooling tower disemprotkan ke exhaust turbin dan proses berulang. Harganya murah karena mudah pembuatannya.Spray Condenser Pada spray condenser. pembersihan harus dilakukan dengan menggunakan deterjen . Pipa pendingin dapat dibuat dengan mudah 3. • Kekurangan dan Kelebihan Kondenser A. Bentuk sederhana dan mudah pemasangannya 4. Sisanya didinginkan. Dapat dibuat dengan pipa pendingin bersirip sehingga relaif berukuran kecil dan ringan 2.(closed-) cooling tower .Kemudian dipompakan kembali ke cooling Tower . Bisa dikatakan tidak mungkin mengganti pipa pendingin. Vertikal Kondenser 1. 2. Kompak karena posisinya yang vertikal dan mudah pemasangan 3. Sebagian dari kondensat dikembalikan ke boiler sebagai feedwater. pencampuran steam dengan air pendingin dilakukan dengan jalan menyemprotkan air ke steam. Horizontal Kondenser 1. Sehingga steam yang keluar dari exhaust turbin pada bagian bawah bercampur dengan air pendingin pada bagian tengah menghasilkan kondensat yang mendekati fase saturated.

pencampuran steam dengan air pendingin dilakukan dengan jalan menyemprotkan air ke steam. Sisanya didinginkan. dimana mekanisme perpindahan panas utamanya adalah kondensasi . atau menggunakan diffuser seperti pada jet condenser. biasanya didalam dry. Spray Condenser Pada spray condenser. maka efisiensi siklus dan kerja turbin akan meningkat. seperti : ketika digunakan dry cooling tower. kondensor juga berfungsi untuk menciptakan back pressure yang rendah (vacuum) pada exhaust turbin . Direct-contact Condenser Seperti namanya. Klasifikasi Kondensor Secara umum. direct-contact condenser mengkondensasikan steam dengan mencampurnya langsung dengan air pendingin.Kondensor < by Antonius Ade Aryo Wicaksono Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida kerja.(closed-) cooling tower ke poin 5. Gambar Flow diagram direct-contact condenser jenis spray condenser. Ada beberapa tipe direct-contact condenser : a. fungsi utama kondensor adalah untuk mengembalikan exhaust steam dari turbin ke fase cairnya agar dapat dipompakan kembali ke boiler dan digunakan kembali. Jenis ini merupakan heat exchanger tipe shell and tube. Jenis ini beroperasi dengan prinsip yang sama dengan spray condenser kecuali tidak dibutuhkannya pompa pada jenis ini. kemudian dipompakan kembali ke 4. Dengan back pressure yang rendah. Sebagian dari kondensat dikembalikan ke boiler sebagai feedwater.15. SJAE = steam-jet air ejector b. Air yang didinginkan pada poin 5 disemprotkan ke exhaust turbin dan proses berulang. dan pada powerplant yang menggunakan perbedaan temperatur di air laut (OTEC). (b) jet Surface Condenser Surface condenser merupakan jenis yang paling banyak digunakan di powerplant. Barometric dan Jet Condenser Ini merupakan jenis awal dari kondenser.) bercampur dengan air pendingin pada poin 5 menghasilkan kondensat yang mendekati fase saturated. Sehingga steam yang keluar dari exhaust turbin pada poin 2 (gambar 3. Vacuum dalam kondensor diperoleh dengan menggunakan prinsip head statis seperti pada barometric condenser. pada geothermal powerplant. Gambar Skema direct-contact condenser: (a) barometric. Pada sistem tenaga uap. Direct-contact atau open condenser digunakan pada beberapa kasus khusus. Selain itu. terdapat 2 jenis kondensor yaitu : direct-contact condenser dan surface condenser. Surface condenser adalah jenis yang paling banyak digunakan di powerplant.

hampir keseluruhan steam telah terkondensasi kecuali bagian yang jenuh dari udara yang ada di dalam sistem. shaft seal. adalah sebagai berikut. Udara yang ada di dalam sistem secara umum timbul akibat adanya kebocoran pada perpipaan. dilakukan de-aeration. kemudian melewati air cooling section dimana campuran antara uap dan udara didinginkan untuk selanjutnya dibuang dari kondensor dengan menggunakan air ejectors yang berfungsi untuk mempertahankan vacuum di kondensor. katup-katup. prinsip kerja surface codensor di bahas pada sub bab berikut. Gambar Skema Surface Condenser . Kalor yang dimaksud disini disebut kalor laten penguapan dan terkadang disebut juga kalor kondensasi (heat of condensation) dalam lingkup bahasan kondensor. Kondensat yang terkumpul di hotwell kemudian dipindahkan dari kondensor dengan menggunakan pompa kondensat ke exhaust kondensat. Steam kemudian bersinggungan dengan tube kondensor yang bertemperatur rendah sehingga temperatur steam turun dan terkondensasi. Secara spesifik. Udara dijenuhkan oleh uap air. De-aeration dilakukan di kondensor dengan memanaskan kondensat dengan steam agar udara yang terlalut pada kondensat akan menguap. Prinsip Kerja Surface Condenser Prinsip kerja surface condenser seperti tampak pada gambar 3. Temperatur rendah pada tube dijaga dengan cara mensirkulasikan air yang menyerap kalor dari steam pada proses kondensasi.saturated steam pada sisi luar tube dan pemanasan secara konveksi paksa dari circulating water di dalam tube. Air ejector kemudian akan memindahkan udara dari sistem. Ketika meninggalkan kondensor. Udara ini masuk ke dalam kondensor bersama dengan steam. menghasilkan kondensat yang terkumpul pada hotwell. Untuk menghilangkan udara yang terlarut dalm kondensat akibat adanya udara di kondensor. dan sebagainya.17. Udara kemudian ditarik ke air cooling section dengan memanfaatkan tekanan rendah yang terjadi pada air cooling section. Steam masuk ke dalam shell kondensor melalui steam inlet connection pada bagian atas kondensor.

Steam kemudian bersinggungan dengan tube kondensor yang bertemperatur rendah sehingga temperatur steam turun dan terkondensasi. Refrigerant yang yang dipompakan dari kompresor akan mengalami penekanan sehingga mengalir ke pipa kondensor. 2. Temperatur rendah pada tube dijaga dengan cara mensirkulasikan air yang menyerap kalor dari steam pada proses kondensasi. Air ejector kemudian akan memindahkan udara dari sistem. katup-katup. Kalor yang dimaksud disini disebut kalor laten penguapan dan terkadang disebut juga kalor kondensasi (heat of condensation) dalam lingkup bahasan kondensor. Surface condenser Prinsip kerja surface condenser Steam masuk ke dalam shell kondensor melalui steam inlet connection pada bagian atas kondensor. b. Kondensor merupakan jaringan pipa yang berfungsi sebagai pengembunan. Udara ini masuk ke dalam kondensor bersama dengan steam. kondensor ditempatkan diluar ruangan yang sedang didinginkan. Untuk menghilangkan udara yang terlarut dalm kondensat akibat adanya udara di kondensor. menghasilkan kondensat yang terkumpul pada hotwell. Untuk penempatanya sendiri. Udara kemudian ditarik ke air cooling section dengan memanfaatkan tekanan rendah yang terjadi pada air cooling section. kemudian mengalami pengembunan. kemudian melewati air cooling section dimana campuran antara uap dan udara didinginkan untuk selanjutnya dibuang dari kondensor dengan menggunakan air ejectors yang berfungsi untuk mempertahankan vacuum di kondensor. Kondensat yang terkumpul di hotwell kemudian dipindahkan dari kondensor dengan menggunakan pompa kondensat ke exhaust kondensat. dilakukan de-aeration. terdapat 2 jenis kondensor yaitu : 1. Direct-contact condenser Direct-contact condenser mengkondensasikan steam dengan mencampurnya langsung dengan air . hampir keseluruhan steam telah terkondensasi kecuali bagian yang jenuh dari udara yang ada di dalam sistem. dan sebagainya. Udara dijenuhkan oleh uap air.Definisi Kondensor adalah Kondensor adalah alat untuk membuat kondensasi bahan pendingin gas dari kompresor dengan suhu tinggi dan tekanan tinggi. Ketika meninggalkan kondensor. Dari sini refrigerant yang sudah mengembun dan menjadi zat cair akan mengalir menuju pipa evaporator. kemudian masuk ke dalam pipa-pipa pendingin dan keluar pada bagian atas Sedangkan arus panas masuk lewat bagian tengah kondenser dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor. kemudian masuk ke dalam pipa-pipa pendingin dan keluar pada bagian atas Sedangkan arus panas masuk lewat bagian atas kondenser dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor. Horizontal kondenser Air pendingin masuk konddensor melalui bagian bawah. Udara yang ada di dalam sistem secara umum timbul akibat adanya kebocoran pada perpipaan. De-aeration dilakukan di kondensor dengan memanaskan kondensat dengan steam agar udara yang terlalut pada kondensat akan menguap. shaft seal. agar dapat membuang panasnya keluar. Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida kerja Secara umum. a. Vertical condenser Air pendingin masuk konddensor melalui bagian bawah.

Pada powerplant yang menggunakan perbedaan temperatur di air laut (OTEC) Spray Condenser Pada spray condenser.Kemudian dipompakan kembali ke cooling Tower . Geothermal powerplant 2. seperti : 1.(closed-) cooling tower . Vertikal Kondenser 1. Sisanya didinginkan. Pipa pendingin mudah dibersihkan B. Direct-contact atau open condenser digunakan pada beberapa kasus khusus. biasanya didalam dry.pendingin. Harganya murah karena mudah pembuatannya. Bisa dikatakan tidak mungkin mengganti pipa pendingin. • Kekurangan dan Kelebihan Kondenser A. pencampuran steam dengan air pendingin dilakukan dengan jalan menyemprotkan air ke steam. 2. Dapat dibuat dengan pipa pendingin bersirip sehingga relaif berukuran kecil dan ringan 2. Sebagian dari kondensat dikembalikan ke boiler sebagai feedwater. Horizontal Kondenser 1. Bentuk sederhana dan mudah pemasangannya 4. Kompak karena posisinya yang vertikal dan mudah pemasangan 3. pembersihan harus dilakukan dengan menggunakan deterjen . Pipa pendingin dapat dibuat dengan mudah 3. Air yang didinginkan pada Cooling tower disemprotkan ke exhaust turbin dan proses berulang. Sehingga steam yang keluar dari exhaust turbin pada bagian bawah bercampur dengan air pendingin pada bagian tengah menghasilkan kondensat yang mendekati fase saturated.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful